Jakarta, 29 September 2026 — SKAK Studios bersama SinemArt resmi menyelesaikan proses pengambilan gambar film drama komedi “Sukses Jaya”. Disutradarai sekaligus diproduseri Bayu Eko Moektito, film ini mengangkat kisah perantau dari daerah yang berjuang membangun kehidupan di Jakarta. Keterlibatan Denny Caknan menjadi salah satu sorotan, menandai debutnya sebagai aktor melalui karakter Mulyono.
Denny mengatakan, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman baru setelah tujuh tahun berkarier di dunia musik. Ia tertarik bergabung karena cerita yang diangkat dinilai dekat dengan realitas masyarakat, terutama dengan nuansa lokal yang kuat.
“Selama tujuh tahun saya berkarier, saya belum memantaskan diri sebagai aktor. Ketika Mas Bayu datang dengan cerita ini, saya tertarik karena filmnya Jawa dan kisahnya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam prosesnya, Denny mengakui menghadapi tantangan, terutama saat harus beradaptasi dengan kebutuhan akting yang berbeda dari pengalaman sebelumnya. Karakter Mulyono yang tegas dan cenderung keras menjadi pengalaman baru baginya.
“Saya benar-benar baru di dunia akting. Biasanya hanya syuting video klip tanpa pendalaman karakter. Di sini saya harus memerankan sosok yang cukup galak, dan itu jadi tantangan tersendiri,” katanya.
Meski demikian, ia melihat adanya kedekatan antara dirinya dengan karakter yang diperankan, terutama dalam hal prinsip dan profesionalitas. Tanpa menjalani pelatihan formal bersama pelatih akting, Denny lebih banyak belajar secara mandiri, termasuk berdiskusi dengan orang terdekat untuk memahami perannya.
Menurut Denny, kekuatan utama “Sukses Jaya” terletak pada ceritanya yang relevan dengan banyak orang. Film ini mengikuti perjalanan Iman, seorang kuli bangunan asal Malang yang merantau ke Jakarta demi kehidupan yang lebih baik, namun harus menghadapi ketidakadilan dan tekanan hidup.
“Cerita ini tentang perjuangan dari nol. Banyak orang pasti pernah atau sedang ada di fase itu. Karena itu saya yakin penonton bisa merasa dekat,” ujarnya.
Pengalaman pribadi sebagai perantau turut membuat Denny merasa memiliki keterhubungan dengan cerita tersebut. Baginya, film ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang makna kesuksesan yang lebih luas.
Sutradara Bayu Eko Moektito mengatakan, rampungnya proses pengambilan gambar menjadi tonggak penting setelah seluruh tim menjalani rangkaian produksi. Ia menekankan pentingnya menjaga kedekatan cerita dengan realitas kehidupan para perantau.
“Kami berusaha menghadirkan cerita yang jujur tentang perjuangan, relasi, dan pilihan hidup para perantau. Harapannya, energi yang dibangun selama proses produksi bisa sampai ke penonton,” kata Bayu.
Dengan rampungnya proses pengambilan gambar, “Sukses Jaya” selanjutnya akan memasuki tahap pascaproduksi sebelum dipersiapkan untuk bertemu dengan penonton. Film Bayu Skak, Denny Caknan, Firza Valaza, Nopek Novian, Yusril Fahriza, Elvira Davinamira, Bella Bonita, Arief Didu, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Brandon Salim, Riyuka Bunga, serta jajaran pemain lainnya. Melalui perpaduan drama dan komedi, “Sukses Jaya” membawa cerita tentang perantauan, persahabatan, ambisi, dan pencarian arti kesuksesan yang lebih dari sekadar pencapaian pribadi.
***
Sinopsis
Iman, seorang kuli bangunan yang telah lima tahun merantau di Jakarta, terobsesi meraih kesuksesan bersama kedua sahabatnya, Sutris dan Kojek. Saat mereka diusir dari kontrakan, Iman menahan keduanya untuk tetap di Jakarta dan menerima tawaran proyek pembangunan patung dari Boim, seorang broker licik. Namun, proyek dengan anggaran minim dan deadline mustahil justru menyeret Iman ke dalam masalah hingga dijadikan kambing hitam. Terjebak ambisi, Iman perlahan menjadi egois dan kehilangan kepercayaan orang-orang terdekatnya, termasuk Windy, perempuan yang ia cintai. Dalam kesendiriannya, Iman menyadari bahwa kesuksesan bukan sekadar soal pencapaian, melainkan tentang keluarga, kejujuran, kehadiran, dan tanggung jawab. Bersama Sutris dan Kojek, Iman kemudian berusaha membuktikan dirinya tidak bersalah dan menemukan kembali arti kesuksesan yang sebenarnya.
Tentang SKAK Studios :
Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.
Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.
Tentang Sinemart :
Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.
Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar