Jumat, 29 Mei 2026

​"Bersama Sang Garuda" oleh Quinn Salman, OST Terbaru dari Film Animasi GARUDA DI DADAKU, Tentang Sahabat yang Selalu Percaya dan Menemani Perjalanan Mimpi Kita

OST "Bersama Sang Garuda" sudah dapat didengarkan di semua platform musik online

Jakarta, 29 Mei 2026 — Kadang yang membuat kita terus berani mengejar mimpi bukan cuma keberanian diri sendiri, tapi juga hadirnya sahabat dan orang-orang yang tetap percaya bahwa kita bisa. Menjelang penayangan film animasi keluarga Garuda di Dadaku, BASE Entertainment dan KAWI Animation hari ini resmi merilis original soundtrack (OST) terbaru berjudul "Bersama Sang Garuda" yang dibawakan oleh Quinn Salman, pengisi suara karakter Naya di film ini. Penuh semangat, hangat, dan emosional, lagu ini menjadi pengingat arti persahabatan, dukungan, dan perjalanan mengejar mimpi bersama. "Bersama Sang Garuda" kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.

​Setelah menghadirkan nuansa megah dan penuh harapan lewat OST "Garuda di Dadaku" versi Isyana Sarasvati, kali ini "Bersama Sang Garuda" membawa sisi yang lebih dekat, youthful, dan penuh energi dari dunia Garuda di Dadaku. Dengan aransemen yang uplifting dan emosional, lagu ini menjadi bagian dari perjalanan Putra, Naya, dan Gaga dalam menemukan keberanain untuk terus melangkah bersama.

​Lagu "Bersama Sang Garuda" terinspirasi dari jalinan persahabatan dalam film animasi Garuda di Dadaku. Persahabatan antara karakter Naya dan Patriot Garuda serta perjalanan mereka bersama Gaga, sosok Garuda kecil magis yang menjadi simbol harapan dan keberanian di film ini. Melalui liriknya, "Bersama Sang Garuda" menggambarkan bagaimana setiap kita membutuhkan sahabat-sahabat yang dapat melihat dan percaya pada potensi kita untuk menggapai mimpi, bahkan ketika kita sendiri kerap merasa ragu.

​Bagi Quinn Salman, keterlibatannya dalam lagu ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanannya bermusik. Tidak hanya membawakan lagu, Quinn juga ikut terlibat langsung dalam proses penulisannya bersama komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana.

​"Lagu ini menjadi pengalaman pertama buat Quinn dalam banyak hal. Mulai dari eksplor warna musik yang baru, ikut terlibat dalam proses penulisan lagu, sampai workshop bareng Kak Ifa Fachir dan Kak Mhala yang dari kecil sudah Quinn kagumi banget. Proses workshop dan penulisan lagu dilakukan kurang lebih selama enam jam di rumah Kak Ifa, dan serunya lagi, demo lagu ini langsung dibuat di studio di hari yang sama," ujar Quinn Salman.


GARUDA DI DADAKU

​Tidak hanya dari sisi musik, Quinn juga menghadirkan warna vokal yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Dalam proses rekaman, Kamga sebagai vocal director membantu membentuk karakter vokal yang lebih emosional dan penuh semangat untuk merepresentasikan karakter Naya di film. Aransemen musik yang digarap Adrian Marthadinata turut memperkuat nuansa emotional rock yang uplifting dan powerful, dipadukan dengan sentuhan choir arahan Ifa Fachir dan Simhala Avadana yang menghadirkan rasa megah sekaligus hangat dalam lagu ini.

​"Buat Quinn, lagu ini terasa dekat banget dengan perasaan banyak anak-anak dan remaja yang kadang takut gagal atau merasa nggak cukup baik untuk mengejar mimpi mereka. Lewat 'Bersama Sang Garuda', Quinn ingin mengingatkan bahwa kita nggak harus berjalan sendirian, karena selalu ada orang-orang yang percaya dan siap menemani perjalanan kita," ujar Quinn Salman.

​Sutradara Ronny Gani menjelaskan bahwa "Bersama Sang Garuda" menjadi representasi penting dari hubungan antarkarakter di dalam film. "Kalau lagu 'Garuda di Dadaku' berbicara tentang keberanian untuk bermimpi, maka 'Bersama Sang Garuda' berbicara tentang siapa saja yang menemani perjalanan itu. Film ini selalu tentang mimpi yang tidak diperjuangkan sendirian. Ada sahabat, keluarga, dan orang-orang yang memilih untuk tetap percaya kepada kita, bahkan saat kita mulai meragukan diri sendiri," ujar Ronny Gani.

​Film animasi keluarga Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), anak laki-laki berusia 13 tahun dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional Indonesia. Saat kegagalan dan rasa takut membuatnya hampir menyerah, kehadiran Gaga (Kristo Immanuel) membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali keberanian dan keyakinan pada dirinya sendiri, ditemani oleh Naya (Quinn Salman) dan teman-teman yang selalu mendukungnya.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah yang ditulis oleh Sofia Lo bersama Makbul Mubarak, Garuda di Dadaku menjadi interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah lama hidup di hati keluarga Indonesia.

Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi bersama Robot Playground Media, serta kolaborasi dengan Springboard, BolaLob, AHHA Production, BRD Studio, Dasun Pictures, PK Films, Barunson E&A, IFI Sinema, dan Arendi. Film ini didukung oleh Singapore Film Commission serta bekerja sama dengan brand partners Pilus Garuda, Indomilk Kids, dan Chiki.

​Dengarkan OST "Bersama Sang Garuda" di seluruh platform musik digital, dan nantikan film animasi keluarga Garuda di Dadaku tayang mulai 11 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia, menjadi pilihan tontonan keluarga di libur sekolah tahun ini.

​#GarudaDiDadaku

#BeraniBermimpi

Judul Lagu : Bersama Sang Garuda

Artist : Quinn Salman

Pencipta Lagu : Ifa Fachir, Simhala Avadana, Quinn Salman

Publisher : Sony Music Publishing Indonesia/Massive Music Entertainment

Arranged & Produced By : Ifa Fachir, Adrian Martadinata

Mixing & Mastering : Dimas Pradipta

Recording Arranger : Ifa Fachir, Adrian Martadinata

Copyright : BASE Entertainment

Kamis, 28 Mei 2026

SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih Jadi Film dengan Opening Day Tertinggi Tahun 2026! Pilihan Hiburan Keluarga di Momen Libur Panjang Idul Adha

Tonton SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sekarang di bioskop!

Jakarta, 28 Mei 2026 — Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih persembahan Starvision, Skak Studios dan Legacy Pictures dari sutradara Bayu Skak dan produser Chand Parwez Servia baru saja mencetak rekor! Baru tayang sehari, film ini langsung menjadi pilihan utama penonton Indonesia di momen libur Idul Adha. Terbukti, SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih mencatatkan angka penonton hari pertama (Opening Day) hingga 212.469 penonton!

​Angka tersebut sekaligus menjadikan SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sebagai film dengan angka Opening Day tertinggi sepanjang tahun 2026 hingga saat ini! Jumlah penonton hari pertama SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih juga melampaui 2x raihan Opening Day film pertamanya, Sekawan Limo (2024), yakni 100 ribu lebih penonton.

​“Ada hal yang sangat penting di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, bahwa dalam hidup, kita tidak boleh mengambil jalan pintas, akan ada konsekuensi dan resikonya. Ini adalah film keluarga yang akan menghibur. Terima kasih sudah menyambut karya terbaru Starvision, Skak Studios dan Legacy Pictures dengan kegembiraan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Dari segi cerita, saya memang sangat optimistis bahwa SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih sangat dinantikan penonton Indonesia. Dan terbukti di hari pertama langsung pada nonton. Keramaian orang yang nonton di Sekawan Limo pertama, tentunya mereka penasaran dengan yang ada di film keduanya, di sini kami juga memberikan hiburan dengan konflik cerita yang lebih dewasa,” ujar sutradara dan pemeran Bagas di film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih, Bayu Skak.

SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Ning Tini, Audya Ananta, Ellea Candice, Cak Ukil, Ferry Salim, Gisella Anastasia, Marwoto, Devina Aureel, Brandon Salim, Tutus Thomson, Andy Sugar, Irene Suwandi, Sanusi, Eunike Unik, Irwan Pramujito, Yongki Setyabudi, Rensia Sanvira, Furry Setya, Dayu Wijanto, Leona Zhen, Zoe Levana, Karina Moudy, Stanley Hao, dll.

​Film SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih menjadi sajian komedi horor yang sangat menghibur penonton Indonesia, mulai hari ini tayang lebih banyak, 2.983 total jumlah show di 482 Bioskop, dengan kenaikan 34% dari hari pertama untuk kenyamanan akses nonton SEKAWAN LIMO 2: Gunung Klawih.

​Ikuti perjalanan Geng Sekawan Limo yang akan membuat tertawa dengan kelucuan maksimal! Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @Sekawanlimo, @Starvisionplus, @SkakStudios, @Legacy.pictures dan Tiktok @StarvisionMovie.


Sinopsis

​Tiga tahun sejak pendakian Gunung Madyopuro, persahabatan 5 sekawan semakin erat. Ketika mereka reuni di ulang tahun Angel putri Andrew, mereka menyaksikan keluarga itu terancam jadi tumbal pesugihan!

Berangkatlah mereka menemani Andrew ke Gunung Klawih. Namun, Juna menghilang ke dunia demit!

Pemain & Tim Produksi

Nama Pemain - Peran

Bayu Skak - Bagas

Nadya Arina - Lenni

Benidictus Siregar - Juna

Indra Pramujito - Andrew

Firza Valaza - Dicky

Jihane Almira - Aruna

Elsa Japasal - Kina

Joshua Suherman - Wisang

Cak Kartolo - Dukun Kartolo

Ning Tini - Mbah Uti

Audya Ananta - Michelle

Ellea Candice - Angel

Cak Ukil - Cak Ukil

Ferry Salim - Om Lim

Gisella Anastasia - Yu Chen

Marwoto - Dukun Ranto

Devina Aureel - Carrisa

Brandon Salim - Thomas Richard

Tutus Thomson - Ndaru

Andy Sugar - Rudy Alexander

Irene Suwandi - Elsa

Sanusi - Warga Pasar

Eunike Unik - Wening

Irwan Pramujito - Ko Hendi

Yongki Setyabudi - Papa Johan

Rensia Sanvira - Mama Nathalia

Furry Setya - Paijo

Dayu Wijanto - Oma Linda

Leona Zhen - Penyanyi

Zoe Levana - Han Yui

Stanley Hao - Jun Ping


Produksi: Starvision, Skak Studios

​Produser: Chand Parvez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Bayu Skak

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Rini Atmodjo

​Penulis Skenario: Nona Ica

​Pengarah Artistik: Mai Harizon

​Penata Kamera: Adrian Sugiono

​Penyunting Gambar: Wawan I. Wibowo, Jalu Swandaru

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Hasanudin Bugo

​Penata Musik: Mikhael Alpha Beltsazar

​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

​Penata VFX & Grafis: Dalang Digital Studio

​Penata Rias & Efek: Clarista Christie

​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

​Penata Peran: Arief Havidz, Hafshoh Mubarak

​Komedi Konsultan: Joshua Suherman

​Perancang Poster: Alvin Hariz


​OST

​Yue Liang Dai Biao Wo De Xin (The Moon Represents My Heart) - Josaphat Children Choir

​Wang Shi Zhi Neng Hui Wei (The Past Can Only Be Remembered) - Leona Zhen

​Gusti, Matur Nuwun - Bayu Skak

​Gandolane Ati - Yowis Ben 

Nobody Loves Kay Sukses Bikin Suasana Menharu Biru di Gala Premiere, Gambaran Nyata Perayaan Perjuangan dari Mimpi yang Kerap Diremehkan

Jakarta, 28 Mei 2026 – Menjelang penayangan resminya, film drama remaja yang paling dinantikan tahun ini, Nobody Loves Kay, sukses menggelar malam Gala Premiere yang megah sekaligus emosional pada Kamis, 28 Berlokasi di Senayan City XXI, Jakarta Pusat.

Film kolaborasi dari ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini berhasil membius ribuan penonton yang hadir, bahkan hingga memicu isak tangis di dalam studio.

​Terinspirasi dari kisah hidup pro-player Mobile Legends, ONIC Kairi, film ini membawa narasi jujur tentang perjuangan seorang anak muda yang menolak menyerah demi mimpinya yang tidak konvensional.

Banjir Komentar Positif

​Usai pemutaran film, gelombang reaksi positif langsung membanjiri area bioskop. Banyak penonton, termasuk rekan media dan influencer, mengaku tidak siap dengan kedalaman emosi yang disajikan.

​"Jujur awalnya mengira ini cuma film tentang game biasa. Tapi ternyata salah besar. Aku sampai nangis melihat dinamika persahabatan mereka yang retak karena ambisi, dan bagaimana seorang anak yang hidup berkekurangan bisa berjuang sekeras itu demi menggapai mimpinya," ungkap salah satu tamu undangan yang hadir.

Apresiasi dari Sang Inspirasi, ONIC Kairi

​Malam penuh haru ini juga dihadiri langsung oleh ONIC Kairi, sosok nyata di balik inspirasi karakter Kay. Kairi mengaku sangat tak menyangka dan terharu melihat bagaimana perjalanan hidupnya dieksekusi dengan begitu indah di layar lebar.

​"Nggak nyangka orang-orang bisa merasa sedekat itu dengan kisah perjuangan aku. Terima kasih untuk semua yang terlibat di film ini, sudah memberikan experience yang luar biasa ini," ujar Kairi dengan bangga.

Suara untuk Generasi Tanpa Privilege

​Sutradara debutan Bernardus Raka, yang sebelumnya dikenal lewat karya visual puitisnya di musik video Hindia, Sal Priadi, dan Perunggu, menjelaskan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada realitas karakternya.

​"Saya mengangkat kisah ini karena perjuangan Kay di sini dekat sekali dengan kita. Seorang anak pekerja migran, lahir tanpa privilege, tapi bisa mewujudkan mimpinya yang sering sekali disepelekan, diremehkan banyak orang, termasuk orangtuanya sendiri. Kay adalah representasi dari kita semua yang berani bermimpi," tegas Bernardus Raka.

Dihadiri Berbagai Pihak

​Malam bertabur bintang ini dihadiri oleh jajaran Produser dan Eksekutif Produser: Giovanni Rahmadeva, M. Faisal Hibatullah, Nick Musa, Zhafran Solichin, Justin Widjaja, dan Angga Dwimas Sasongko.

​Tak ketinggalan, jajaran pemain lengkap juga ikut merayakan momen krusial ini, mulai dari Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, Ariyo Wahab, Mian Tiara, Dewa Dayana, Elly D. Lutan, hingga Basboi dan Ayastrophile. Menariknya, salah satu Brand Ambassador (BA) ONIC, Melati Sesilia, turut berakting di film ini dan ikut hadir memeriahkan malam Gala Premiere. Player Dwi Woii yang juga berperan di film ini pun turut hadir dan mendapat sambutan meriah dari para penggemar e-sport yang memadati venue.

Siap Mengguncang Bioskop Mulai 4 Juni 2026


Dengan kesuksesan besar di malam Gala Premiere, Nobody Loves Kay siap membuktikan taringnya dan menginspirasi jutaan anak muda di seluruh Indonesia untuk memperjuangkan mimpinya. Rasa perjuangan itu semakin kuat dengan terlibatnya Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli yang menangani original scoring untuk film ini. Pastikan tidak melewatkan kisah pembuktian Kay yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

​Bagi yang ingin lebih dulu menyaksikan film ini bisa langsung mengamankan tiket Special Screening yang akan diadakan pada 30 Mei 2026 di Ciwalk XXI dan CGV 23 Paskal Shopping Center Bandung, serta di Cinepolis Plaza Medan Fair, Medan. Sementara pada 31 Mei 2026 diadakan di Puri XXI Jakarta dan Summarecon Mall Bekasi. Dapatkan tiketnya melalui M-Tix dan TIX ID atau melalui pembelian langsung di XXI, CGV dan Cinepolis.

​Segera amankan tiketmu dan ikuti akun sosial media resmi @nobodyloveskay untuk informasi terupdate, jadwal nonton bareng, dan konten eksklusif di balik layar.

Resmi Dibuka! The BFF Festival 2026 Hadirkan Selebrasi Beauty, Fashion, & Fragrance Terbesar di Jakarta International Convention Center


JAKARTA, 28 Mei 2026
– Era baru industri kecantikan, mode, dan wewangian di Indonesia resmi dimulai hari ini melalui pembukaan megah The BFF (Beauty, Fashion, & Fragrance) Festival 2026. Diselenggarakan di Main Stage, Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), festival ini siap menjadi kiblat tren dan wadah kolaborasi terbesar bagi para pelaku industri, kreator konten, serta pencinta gaya hidup di tanah air.

Acara ini diresmikan secara simbolis melalui sesi Opening Ceremony yang dihadiri oleh jajaran eksekutif, mitra strategis, dan ratusan rekan media nasional. Acara dibuka dengan sambutan utama dari Hanifa Ambadar selaku CEO Socially Significant Company, yang memaparkan visi besar di balik terselenggaranya festival tahun ini sebagai akselerator industri kreatif lokal agar mampu bersaing di kancah global.

"The BFF Festival 2026 bukan sekadar ruang pameran, melainkan sebuah ekosistem integratif di mana kecantikan, mode, dan wewangian bergerak beriringan dalam menciptakan standar baru di Indonesia. Kami ingin memberikan ruang inklusif bagi brand lokal dan internasional untuk saling menginspirasi dan mendekatkan diri secara langsung dengan komunitas mereka," ujar Hanifa Ambadar, CEO Socially Significant Company.

Dukungan penuh terhadap pertumbuhan industri ini juga ditegaskan oleh Bank Mandiri selaku mitra perbankan utama. Dalam sambutannya, Nila Mayta Dwi Rihandjani, Regional CEO Senior Vice President Region IV Jakarta 2 of Bank Mandiri, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendorong digitalisasi transaksi dan pertumbuhan bisnis UMKM di sektor lifestyle.

Salah satu sorotan utama dalam upacara pembukaan ini adalah peluncuran eksklusif BFF Walk by Make Over. Sesi ini menampilkan pagelaran mode interaktif yang memadukan keindahan kosmetik mutakhir dengan tren busana siap pakai (ready-to-wear) paling dinamis musim ini, menetapkan arah baru bagi tren penampilan di tahun 2026.

Bagi rekan-rekan media yang ingin meliput, melakukan wawancara eksklusif, maupun merasakan langsung pengalaman menyeluruh di The BFF Festival 2026, dapat mendaftarkan diri secara resmi melalui tautan dokumentasi dan kehadiran di bawah ini:
Agenda Utama: The BFF Festival 2026 (Opening Ceremony & Exhibition)
Lokasi: Main Stage, Hall B – Jakarta International Convention Center (JICC)



Tentang Socially Significant Company

Socially Significant Company adalah perusahaan media dan penyelenggara acara terkemuka di Indonesia yang berdedikasi untuk menciptakan platform berdampak sosial tinggi, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, industri kecantikan, mode, dan gaya hidup berkelanjutan.

Tentang The BFF Festival

The BFF (Beauty, Fashion, & Fragrance) Festival adalah perayaan tahunan terbesar di Jakarta yang mempertemukan ratusan brand terkemuka, pakar industri, dan komunitas untuk mengeksplorasi inovasi, edukasi, serta tren terbaru di dunia kecantikan, fesyen, dan wewangian.

Film Jangan Buang Ibu Rilis Official Trailer Terbaru, Ingatkan untuk Berbagi dan Menghargai Keluarga di Momen Idul Adha

Jangan Buang Ibu tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 27 Mei 2026 — Di momen penuh kehangatan dan berbagi pada sesama pada hari raya Idul Adha, Leo Pictures mempersembahkan sajian spesial lewat official trailer terbaru film Jangan Buang Ibu. Dalam official trailer terbarunya, menampilkan kisah hangat Ristiana (Nirina Zubir), ibu tiga anak yang berpesan kepada anak-anaknya untuk saling rukun dan memiliki saat ia telah tiada.

​Di tengah keterbatasan, Ristiana selalu mengajarkan anak-anaknya untuk selalu mendahulukan keluarga, dan seburuk apapun keluarga, mereka tetap anggota keluarga yang harus dijaga. Trailer terbaru Jangan Buang Ibu menampilkan kisah saat Ristiana seorang diri mengurus Tama (Refal Hady) dan Dewi (Amanda Manopo) saat kecil, hingga lahir si bungsu Tri (Saputra Kori). Saat dewasa, ketiga anaknya menghadapi masalah yang membuat relasi dengan ibu mereka merenggang dan memanas.

​Salah satu momen paling mengharukan adalah saat Dewi, yang diperankan Amanda Manopo, akan menikah. Namun, karena Ristiana telah bercerai dengan suaminya (Dwi Sasono), Dewi meminta agar ayahnya dicari untuk menjadi wali pernikahan. Sang kakak, Tama, meminta agar mengatakan si Bapak telah meninggal.

​"Di momen Idul Adha ini, Leo Pictures mempersembahkan trailer terbaru dari film Jangan Buang Ibu yang akan tayang mulai 25 Juni di bioskop. Trailer terbaru ini ingin mengajak penonton dan mengingatkan, di momen hangat Idul Adha, untuk selalu ingat dan perhatian dengan orangtua. Sesederhana telepon, tanya kabar, itu sudah cukup, karena orangtua kita itu hanya butuh diperhatikan," ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.


​Senada dengan produser, pemeran utama film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir mengungkapkan bahwa keluarga menjadi nilai penting. Keluarga hadir untuk bisa saling berbagi. Di momen Idul Adha ini, bagi Nirina, menjadi momen tepat untuk bisa saling memeluk keluarga dan berkumpul bersama.

​"Kita diingatkan kembali melalui film ini bahwa di tengah kamu lagi ada kesibukan, ingat, ada orangtua kamu yang dulu memberikan kamu kasih sayang yang besar sekali, coba untuk luangkan waktu sedikit. Rilisnya trailer terbaru Jangan Buang Ibu di momen Idul Adha ini ingin mengajak untuk kita bisa saling menghargai dan bisa berbagi dengan keluarga," ujar Nirina Zubir.

​Film Jangan Buang Ibu dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Dwi Sasono, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.

​Disutradarai oleh sutradara blockbuster Hadrah Daeng Ratu, produser Agung Saputra yang juga telah memproduksi banyak film blockbuster, serta penulis blockbuster Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu akan hadir menemani keluarga Indonesia mulai 25 Juni 2026 di bioskop. Film ini juga akan melanjutkan sukses Leo Pictures setelah sukses blockbuster drama keluarga Bila Esok Ibu Tiada yang meraih 3,9 juta lebih penonton di bioskop.

​Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok @leopicturesofficial.

Sinopsis

​Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

​Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagai keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat?

Tentang Leo Pictures

​Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

Rabu, 27 Mei 2026

Semua Akan Baik-Baik Saja Ditonton 1 Juta Penonton, Pilihan Reflektif Keluarga Indonesia di Idul Adha

Tonton Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop, sekarang!

Jakarta, 27 Mei 2026 — Film terbaru Baim Wong dan rumah produksi Tiger Wong Entertainment, Semua Akan Baik-Baik Saja baru saja meraih 1 juta penonton dalam 14 hari tayang di bioskop Indonesia! Ini sekaligus menjadikan Baim Wong sebagai sutradara yang mampu meraih film 1 juta penonton tiga kali beruntun!

​Sebelumnya, Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment telah sukses dengan Lembayung dan Sukma yang sama-sama meraih lebih dari 1 juta penonton. Kini, di film ketiga yang disutradarai Baim, raihan 1 juta penonton juga telah didapatkan!

​"Terima kasih buat yang sudah menonton Semua Akan Baik-Baik Saja. Terima kasih untuk kepedulian teman-teman semua terhadap film Indonesia. Kami akan terus mencoba membuat film bagus," ujar produser, penulis, dan sutradara Baim Wong.

​Saat ini, film Semua Akan Baik-Baik Saja juga memberikan promo tiket Beli 1 Gratis 1 untuk merayakan momen libur Idul Adha. Pembelian tiket dapat diakses melalui aplikasi Tix ID untuk periode 26–28 Mei 2026.

​Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga di momen libur Idul Adha. Cerita yang hangat di film ini mengingatkan kita semua untuk pulang ke rumah dan keluarga, seberat apapun masalah yang kita hadapi dalam hidup.

​"Semoga menjadi manfaat untuk keluarga di rumah. Salam dari saya untuk keluarga. Semoga filmnya bisa bermanfaat banyak bagi banyak orang," tambah Baim Wong.

​Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop sekarang! Ikuti terus perkembangan informasi film Semua Akan Baik-Baik Saja melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuaakanbaikbaiksaja.

Sinopsis

​Kematian mendadak Mentari (Happy Salma) menjadi badai yang memaksa tiga bersaudara dengan hidup yang saling bertolak belakang untuk kembali ke bawah satu atap. Langit (Reza Rahadian), pria yang keras oleh tempaan jalanan, kini harus memikul beban sebagai pengganti sosok orang tua bagi ketiga anak Tari yang ditinggalkan. Namun, kepulangan Langit disambut dingin oleh Malika (Aquene Djorghi), si sulung yang berbakat musik namun penuh luka dan ketidakpercayaan.

​Tak hanya Malika, Langit juga harus menghadapi Shaffa (Shaffa Almira) yang tengah terguncang dalam transisi remajanya yang rapuh, serta Alim (Alim), si bungsu berkebutuhan khusus yang menjadi sasaran perundangan di sekolah. Di tengah konflik harta dan adab yang dipicu oleh Ilham (Teuku Rifnu Wikana), mantan suami Tari, Langit bersama adik-adiknya–Bintang (Raihaanun) yang menyimpan rahasia kelam dan Banyu (Ari Irham) yang terjebak kepalsuan dunia maya–harus meruntuhkan ego masing-masing. Di bawah cinta teduh Ibu Wida (Christine Hakim), mereka belajar bahwa kehilangan adalah satu-satunya cara untuk akhirnya saling menemukan kembali dan membuktikan bahwa bagi keluarga, segalanya pasti akan baik-baik saja.

Tentang Tiger Wong Entertainment

​Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

​Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

​Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Ketika Cinta Menjelma Menjadi Dendam yang Mematikan: "Badut Gendong" Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini, 27 Mei 2026!

Jakarta, 27 Mei 2026 – Pintu masuk ke semesta horor paling intim, tragis, dan sakit tahun ini akhirnya resmi dibuka. Setelah sukses memicu kengerian massal dan histeria hebat pada malam Gala Premiere 22 Mei lalu, MAGMA Entertainment hari ini melepas Badut Gendong ke seluruh bioskop Indonesia. Momentum libur Lebaran Idul Adha dipastikan bakal dipenuhi atmosfer mencekam lewat mahakarya horor-aksi yang siap menguji batas kewarasan para penontonnya.

​Dilahirkan dengan skala produksi yang masif, brutal, dan ambisius, film terbaru arahan sutradara bertangan dingin Charles Gozali (Qodrat, Pemukiman Setan) ini langsung memanen respons luar biasa dari barisan sineas serta figur publik papan atas tanah air.

​Komedian Yono Bakrie mengaku dibuat speechless saking megah dan mengerikannya teror yang disajikan, "Kosa kata habis saking kerennya!". Di sisi lain, Ardit Erwandha yang dibuat tegang oleh intensitas laga yang brutal, langsung mendesak agar sekuelnya diproduksi tanpa perlu mengulur waktu. "Langsung aja sekuelnya, gausah lama-lama!" ujarnya.

​Pujian serupa ditiupkan oleh Dion Wiyoko yang menyebut mahakarya ini beyond expectation, mengapresiasi keberanian sutradara mengeksekusi sinema horor berskala besar yang begitu mengintimidasi dengan jajaran karakter yang ditulis sangat solid. Senada dengan yang lain, Aming pun ikut menyanjung keunikan premis film yang mendobrak pakem horor klise, "premisnya unik banget, beda! Eksekusi bagus banget, action-nya juga, karakternya dan ansambel aktornya juara kabeh!" ujarnya.

Badut Gendong: Saat Kehilangan Terlalu Perih untuk Direlakan

​Di balik kostum jalanan yang jenaka, Darso (Marthino Lio) hanya memendam satu mimpi sederhana: merajut hidup yang lebih layak bersama Darsi (Dayinta Melira), belahan jiwanya yang tengah mengandung buah hati yang telah mereka dambakan. Namun, takdir mendadak berubah menjadi jahanam ketika sekelompok preman keji merenggut paksa nyawa Darsi beserta janin di rahimnya.

​Darso pulang ke kampung halaman dalam duka. Namun, pelarian itu justru menuntunnya ke takdir yang lebih jahanam. Kampung halamannya telah berubah menjadi medan laga amuk massa akibat keserakahan korporat.

MAGMA ENTERTAINMENT

​Darso juga terjebak di tengah ritual kuno sesat yang dirapalkan oleh dukun tetua desa untuk memanggil entitas pendendam, batas antara cinta suci dan angkara murka di dalam dada Darso seketika runtuh. Tanpa ia sadari, sebentuk kuasa kegelapan yang paling haus darah justru bangkit dan merayap keluar dari belahan jiwa yang paling ia puja.

Dua Dunia Bertabrakan: Cross-Universe Baru Semesta Qodrat

​Daya pikat terbesar Badut Gendong terletak pada posisinya sebagai bagian dari jagat sinematik Qodrat. Lewat konsep cross-universe, jalinan takdir Darso dan Darsi dipastikan bukan sekadar hantu selewat, melainkan dipersiapkan menjadi rival paling emosional yang akan menguji iman Ustaz Qodrat di masa depan.

​Sutradara Charles Gozali membocorkan ambisi gelap di balik kelahiran entitas ini. "Karakter ini memang sejak awal kami desain untuk menjadi lawan tanding Ustaz Qodrat. Namun, kami ingin penonton mengintip dan merasakan sendiri penderitaan serta ikatan emosional yang intim dengan tokoh ini terlebih dahulu.

​Kami memberi panggung eksklusif agar publik tahu seberapa mengerikannya monster ini, bahkan bagi mereka yang belum pernah masuk ke Semesta Qodrat sekali pun," cetus Charles penuh teka-teki.

Jangan Menghadapinya Sendirian: Promo Buy One Get One Free

​Jangan biarkan diri Anda tersesat di dalam kisah horor ini sendirian. Tonton di hari pertamanya mengudara, dapatkan tiket promo terbatas Buy One Get One Free (Beli 1 Gratis 1) yang bisa diamankan sekarang melalui aplikasi TIX ID, mTIX, CGV, dan CinĂ©polis.

​Saksikan sendiri perpaduan kengerian, tragedi berdarah, dan cinta yang menuntut balas dalam Badut Gendong di bioskop terdekat hari ini. Jika Anda punya cukup nyali, intip perlahan apa yang tersaji di dalam gendongannya melalui akun resmi @magmaent dan @badutgendong.

Selasa, 26 Mei 2026

Capai Episode Akhir, Ikhlas Paling Serius Angkat Dilema Cinta, Restu Orang Tua, dan Keberanian Memilih Bahagia

Drama Indonesia Ikhlas Paling Serius memasuki episode akhir dengan konflik yang semakin emosional. Series yang tayang di Viu ini menghadirkan kisah tentang cinta, tekanan keluarga, restu orang tua, dan keberanian seseorang dalam menerima kenyataan hidup.

​Bagi Kimberly Ryder, makna ikhlas dalam cerita ini terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Ia menilai, setiap orang pada akhirnya pernah berada di titik harus melepaskan sesuatu yang penting dalam hidupnya, meskipun tidak selalu mudah untuk dibicarakan. "Sudah banyak yang saya lewati terkait ikhlas ini, meskipun agak enggak enak untuk diomongin lagi sekarang. Tapi yang pasti, kita harus mengikhlaskan sesuatu yang terkait pekerjaan, keluarga, cinta, dan lainnya," ujar Kimberly Ryder.

Dalam episode-episode menjelang akhir, hubungan para karakter dihadapkan pada situasi yang semakin berat. Konflik yang semula berpusat pada perasaan cinta berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks, terutama ketika keputusan pribadi harus berhadapan dengan harapan keluarga.

​Salah satu konflik utama yang menjadi sorotan adalah ketika Fajar terbongkar dan Farah dipaksa menikah dengan Willie. Situasi tersebut membuat cerita Ikhlas Paling Serius bergerak ke titik emosional yang lebih dalam, karena para karakter tidak hanya diuji oleh perasaan mereka, tetapi juga oleh tekanan dari orang-orang di sekitar mereka.

​Lewat konflik tersebut, Ikhlas Paling Serius memperlihatkan bahwa cinta tidak selalu selesai hanya karena dua orang saling menyayangi. Dalam banyak situasi, hubungan juga dipengaruhi oleh restu orang tua, tuntutan keluarga, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang mungkin tidak mudah diterima semua pihak.

​Tema ini membuat Ikhlas Paling Serius terasa dekat dengan penonton Indonesia. Persoalan cinta yang terhalang restu orang tua, tekanan untuk mengikuti keinginan keluarga, serta proses belajar mengikhlaskan menjadi bagian dari cerita yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.

​Di media sosial, sejumlah potongan adegan Ikhlas Paling Serius juga menarik perhatian penonton. Percakapan digital yang terpantau menunjukkan bahwa penonton banyak menyoroti sisi emosional drama ini, mulai dari konflik cinta, rasa sakit karena harus mengikhlaskan, hingga pesan tentang keberanian menentukan kebahagiaan sendiri.

​Nama Kimberly Ryder dan Omar Daniel turut menjadi bagian dari percakapan penonton. Keduanya hadir dalam cerita yang menempatkan hubungan antarkarakter pada situasi penuh dilema, sehingga chemistry dan konflik yang mereka tampilkan ikut memperkuat daya tarik drama ini menjelang episode akhir.

​Selain kisah romantis, Ikhlas Paling Serius juga membawa pesan tentang kedewasaan emosional. Drama ini tidak hanya berbicara tentang siapa yang akhirnya bersama siapa, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menerima kenyataan, memahami luka, dan memilih jalan hidup dengan lebih jujur terhadap dirinya sendiri.

​Memasuki episode akhir, penonton akan diajak melihat bagaimana para karakter menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka. Apakah cinta bisa bertahan ketika restu tidak berpihak? Apakah mengikhlaskan berarti menyerah, atau justru menjadi bentuk keberanian untuk menerima kenyataan?

Ikhlas Paling Serius tayang di Viu dan dapat disaksikan secara legal melalui platform tersebut.

Azure Spring di Viu Hadirkan Kisah Healing tentang Kesepian, Kehilangan, dan Kesempatan Memulai Kembali

Tidak semua orang punya kesempatan untuk memulai hidup dari awal setelah rencana besar mereka runtuh. Premis itulah yang diangkat drama Korea Azure Spring, tayangan terbaru Viu yang menghadirkan kisah reflektif tentang kesepian, kehilangan arah, dan proses healing lewat kehidupan sederhana di pesisir Korea.

​Dibintangi Kim Yerim dan Kang Sang Jun, Azure Spring menawarkan lebih dari sekadar kisah romansa. Drama ini mengajak penonton menyelami perjalanan emosional dua karakter yang sama-sama berusaha berdamai dengan perubahan hidup yang tidak pernah mereka rencanakan.

​Kim Yerim memerankan Seo An Na, mantan atlet renang yang harus meninggalkan karier yang selama ini menjadi pusat hidupnya setelah mengalami cedera bahu. Setelah terbiasa dengan ritme kehidupan kota yang cepat dan penuh tekanan, An Na kembali ke kampung halamannya—tempat yang pernah ia tinggalkan, sekaligus tempat yang menyimpan banyak kenangan.

​Kepulangannya bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi awal dari proses penyesuaian diri yang tidak mudah. Di tengah suasana laut yang tenang, An Na perlahan belajar menghadapi kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.

​Visual laut, pantai, dan permukiman nelayan menjadi elemen penting yang memperkuat atmosfer drama ini. Azure Spring menghadirkan nuansa yang tenang namun emosional, memperlihatkan kontras antara hiruk-pikuk kehidupan modern dan kesederhanaan hidup di pesisir.

​Di sisi lain, Kang Sang Jun memerankan Yoon Duk Hyun, pria yang sehari-harinya hidup dekat dengan laut. Jauh dari ambisi kehidupan kota, Duk Hyun menjalani rutinitas sederhana sebagai seseorang yang akrab dengan kehidupan pesisir dan segala ritmenya.

​Pertemuan keduanya berkembang secara natural ketika mereka harus tinggal di rumah yang sama. Dari interaksi kecil di rumah hingga waktu yang dihabiskan bersama di laut, hubungan mereka perlahan tumbuh dari dua orang asing menjadi tempat pulang satu sama lain.

​Yang membuat Azure Spring terasa berbeda adalah bagaimana drama ini tidak terburu-buru dalam membangun emosinya. Kedekatan para karakter lahir dari momen-momen sederhana—percakapan singkat, kebersamaan dalam keheningan, hingga aktivitas sehari-hari yang justru terasa intim.

Drama ini juga memperkenalkan sisi menarik dari kehidupan masyarakat pesisir Korea, termasuk komunitas haenyeo dan haenam, para penyelam tradisional yang mencari hasil laut seperti tiram dan abalone tanpa alat bantu pernapasan.

​Penonton juga diperkenalkan pada konsep arus tenang, momen singkat ketika laut berada di antara pasang dan surut, yang menjadi satu-satunya waktu bagi para penyelam untuk bekerja. Detail-detail ini membuat Azure Spring terasa lebih kaya, sekaligus memberi identitas kuat pada dunia yang dibangun drama ini.

​Di tengah banyaknya drama dengan konflik besar dan tempo cepat, Azure Spring justru menawarkan sesuatu yang lebih hening—namun terasa dekat bagi banyak orang, terutama mereka yang pernah merasa kehilangan arah, kesepian, atau harus membangun ulang hidup setelah kegagalan.

​Tayang setiap Senin dan Selasa di Viu, Azure Spring menjadi pilihan bagi penonton yang mencari kisah healing dengan emosi yang hangat, visual menenangkan, dan cerita yang relatable.

Luvita Ho Juara 1 Bite Me Sweet di Viu: Chef Pastri Indonesia Masuk Pasar Singapura

Chef pastri asal Indonesia, Luvita Ho, berhasil menjadi juara dalam variety show kompetisi dessert tingkat Asia Bite Me Sweet yang tayang di Viu. Kemenangan ini membawa Luvita ke Singapura untuk membuka pop-up store pertamanya di luar negeri.

​Bite Me Sweet mempertemukan lima chef pastri dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Hong Kong dengan lima rising star Korea Selatan sebagai muse mereka. Dalam setiap babak, peserta ditantang membuat dessert yang sesuai dengan karakter muse masing-masing. Kompetisi ini tidak hanya menilai rasa dan teknik, tetapi juga bagaimana peserta menerjemahkan tema menjadi hidangan yang memiliki cerita dan karakter kuat.

​Luvita dipasangkan dengan aktor Korea, Lee Saeon. Selama kompetisi berlangsung, ia harus menghadapi berbagai tantangan dengan bahan rahasia dan tema berbeda di setiap babak. Saat diumumkan sebagai pemenang, Luvita mengaku tidak menyangka bisa membawa pulang gelar juara sekaligus kesempatan membuka pop-up store di Singapura.

​"Jujur gak menyangka sama sekali. Kaget dan pastinya bersyukur banget. Syuting kompetisi di Korea kemarin benar-benar menguras energi dan emosi, jadi pas diumumkan menang, rasanya semua kerja keras dan malam tanpa tidur itu terbayar lunas," ujar Luvita Ho.

​Di antara peserta lain, Luvita mencuri perhatian lewat dessert yang dinilai memiliki karakter kuat. Ia dikenal mampu memadukan visual, rasa, tekstur, dan sentuhan bahan Korea ke dalam dessert buatannya tanpa kehilangan identitas gayanya sendiri.

​Menurut Luvita, keseimbangan rasa dan tekstur menjadi faktor penting yang membuat hidangannya menonjol di mata juri. "Menurutku keseimbangan antara rasa dan tekstur itu yang bikin hidangan aku punya karakter kuat di mata juri," katanya.

​Sebagai pemenang utama, Luvita mendapat kesempatan membuka pop-up store di Mandai Wildlife Reserve, Singapura, pada Maret 2026. Dalam grand opening tersebut, ia menghadirkan konsep dessert bertema Luvita and Saeon in Season yang sebelumnya menjadi misi terakhir dalam kompetisi.

​Setiap dessert terinspirasi dari musim dan cita rasa Korea. Menu summer hadir dalam bentuk mousse dengan makgeolli, minuman fermentasi khas Korea. Untuk winter, Luvita membuat choux dengan sentuhan doenjang. Sementara itu, spring dihadirkan lewat slice of cake dengan stroberi.

​Suasana pop-up store semakin ramai ketika Lee Saeon ikut membantu melayani pelanggan bersama muse lainnya. Respons pengunjung terhadap dessert buatan Luvita pun sangat positif. Banyak pelanggan penasaran dengan kombinasi bahan tradisional Korea yang digunakan dalam dessert buatannya.

​"Responsnya sangat positif. Mereka banyak yang penasaran pas tahu aku pakai bahan tradisional Korea seperti makgeolli dan doenjang di dalam comfort dessert aku. Kombinasi rasa unik yang belum pernah mereka coba sebelumnya itu ternyata dapat respons positif banget," ujar Luvita.

​Bagi Luvita, kemenangan di Bite Me Sweet bukan hanya soal gelar juara. Kesempatan membuka pop-up store di Singapura menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya sebagai chef pastri.

​"Hadiahnya buka pop-up store di Singapura, itu salah satu milestone buat karier aku. Pengalaman yang aku ingin banget dari dulu," ujarnya.

​Selain menampilkan kompetisi antarchef Asia, Bite Me Sweet di Viu juga menghadirkan nuansa khas variety show Korea lewat chemistry antara peserta dan muse mereka yang menjadi daya tarik bagi penonton.

​"Bersama Sang Garuda" oleh Quinn Salman, OST Terbaru dari Film Animasi GARUDA DI DADAKU, Tentang Sahabat yang Selalu Percaya dan Menemani Perjalanan Mimpi Kita

OST "Bersama Sang Garuda" sudah dapat didengarkan di semua platform musik online ​ Jakarta, 29 Mei 2026 — Kadang yang membuat ki...