Senin, 21 September 2026

Memburu Pemangsa Hadirkan Horror-Crime-Action Paling Berani Tahun Ini! 4 Jurnalis Perempuan Memburu Predator Anak dalam Perburuan Penuh Nyali dan Ketegangan

Tonton Memburu Pemangsa mulai 24 September 2026 di bioskop! Beli tiketnya sekarang

Jakarta, 21 September 2026 — Sinemaku Pictures menghadirkan karya paling berani tahun ini lewat horror-crime-action Memburu Pemangsa garapan produser dan sutradara Umay Shahab, yang akan tayang mulai 24 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Sebelumnya, Memburu Pemangsa juga telah melakukan Nonton Duluan di 7 kota di Indonesia: Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar, yang mendapat antusias tinggi, dan sebagian besar tiket terjual habis.

​Film ini menjadi karya paling solid Umay, yang menjadi perjalanan spiritualnya untuk menghadirkan karya dengan isu yang relevan dan penting tentang kekerasan anak, namun juga secara pendekatan sinematik memberikan peningkatan skala yang lebih besar dari produksi sebelumnya.

​Dibintangi empat aktris yang menjadi pemeran utama, Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem, keempatnya membawa sebuah perjalanan menegangkan saat memburu predator terkeji yang memangsa anak-anak. Selain keempat aktris, film ini turut dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish, dan Jordan Omar.

​Musuh utama film ini bukanlah sosok hantu atau iblis, tapi manusia keji yang bekerja sama dengan iblis. Sementara empat jurnalis perempuan berdiri di garis depan, berani mempertaruhkan nyawa untuk membongkar dan menghentikan kejahatan tersebut. Film ini menunjukkan eksplorasi visual terbaru Sinemaku Pictures, dengan teknis yang matang, efektif menghadirkan ketakutan sekaligus perasaan mendebarkan sepanjang film.

​“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh. Memburu Pemangsa adalah karya saya dalam bentuk yang baru, lewat sajian horror-crime-action yang akan memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan dan warna yang berbeda dari karya-karya saya sebelumnya, dan ini menjadi seperti spiritual journey bagi saya” ujar produser dan sutradara Umay Shahab.

​“Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi. Semoga film Memburu Pemangsa juga bisa memberi dampak pada isu yang sangat penting untuk terus kita bicarakan,” tambah Umay. 

​Kemasan horror-action, menjadi salah satu alasan Laura Basuki yang memerankan Agnes turut bermain di film ini, selain juga karena mengangkat isu yang penting. Dengan elemen horror-crime-action yang juga membawa unsur investigasi, Memburu Pemangsa menghadirkan pengalaman sinematik dari genre horor yang tak biasa.

​“Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini, saat horror-crime-action menyatu, dan ini pengalaman yang baru bagiku. Semoga film ini juga bisa memberikan ruang diskusi untuk orang-orang, agar semakin menyadarkan mereka harus meminta bantuan ke mana ketika hal-hal serupa terjadi pada mereka,” ujar Laura Basuki.

​Film ini sekaligus menjadi pertama kalinya Laura berkolaborasi bersama Sinemaku Pictures, serta ketiga pemeran perempuan lain, Prilly, Taskya, dan Yasamin.

​Prilly Latuconsina mengungkapkan, Memburu Pemangsa juga bisa menjadi karya untuk banyak orang bisa lebih peka dan peduli terhadap isu kekerasan anak.

​“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Di beberapa lingkungan, seperti di rumah, atau ketika kita membaca informasi tersebut kita bingung harus melakukan apa sehingga itu dibiarkan saja. Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi, ketika ada berita-berita tersebut. Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara dan memberikan respons yang tepat,” ujar Prilly Latuconsina.

​Bagi Taskya, yang pernah bermain di film horor dan action, memerankan karakter Brina di film Memburu Pemangsa membutuhkan stamina yang sangat ekstra, sebab dua genre yang sangat bikin 'ngos-ngosan' disatukan dalam satu film.

​“Butuh tenaga berlebih, karena capeknya dua kali lipat. Penonton sepertinya juga akan ikut merasakan ngos-ngosannya mengikuti kami berempat menginvestigasi predator di film ini,” ujar Taskya Namya.

​“Aku bisa melihat gambaran aku ada di karakter Cia di film ini. Seorang tante yang menjaga keponakannya. Dan di kehidupan nyata, aku juga seorang tante yang harus menjaga tiga keponakanku,” tambah Taskya.

​Yasamin Jasem, yang memerankan Anya dan menjadi seorang jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat mendalam pada demonologi mengungkapkan ia dan Anya memiliki kedekatan. 

​“Aku dan Anya memiliki kedekatan. Anya adalah jurnalis yang melakukan riset dan memiliki minat pada demonologi. Sementara aku juga banyak menonton documentary crime dan berbau cult. Kami para pemeran juga bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak, yang menurutku menjadi pemantik untuk menyuarakan isu yang kami angkat, dan semoga semua orang bisa menjadi lebih baik setelah menonton film ini,” ujar Yasamin Jasem.

Memburu Pemangsa membawa ancaman nyata terhadap anak ke dalam kisah perburuan empat jurnalis perempuan. Memadukan horror, crime, dan action, film ini menghadirkan pengalaman horor yang intens sekaligus mengajak penonton melihat isu tersebut lebih dekat.

​Tiket untuk penayangan hari pertama film Memburu Pemangsa sudah bisa dibeli mulai sekarang, dan tersedia promo Beli 1 Gratis 1 Tiket! Pembelian dapat dilakukan lewat online melalui M-TIX, CGV, Cinepolis dan TIX ID. Serta Offline di Kota Cinema Mal, Sam's Studios dan New Star Cineplex.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Sinopsis

​4 anak menghilang dari satu kawasan, ditemukan termutilasi dan waktu semakin menipis ketika ada anak lainnya yang terancam. AGNES (Laura Basuki), pemimpin redaksi Daily Wave News, yang telah menolak kemampuan supernatural sejak kematian putrinya sendiri, terseret ke dalam kasus ini ketika seorang anak diculik tepat di depan matanya. Bersama 3 jurnalis perempuan, CIA (Prilly Latuconsina), BRINA (Taskya Namya), ANYA (Yasamin Jasem) dan ditemani seorang polisi bernama PETRA (Andi Mashadi), mereka menginvestigasi kasus gelap ini dan berujung hanya memiliki dua pilihan: mundur untuk menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawa demi anak-anak yang tidak pernah mampu dilindungi.

Tentang Sinemaku Pictures

​Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Kerja Ngejar Apa Sih? Film Lagi Probation Rilis Teaser Trailer, Hadirkan Ala “Squid Game” di Dunia Kerja Saat Aurora Ribero Berjuang Demi Masa Depan

Film Lagi Probation tayang mulai 12 November di bioskop Indonesia

Jakarta, 21 September 2026 – BASE Entertainment menghadirkan film drama komedi terbaru berjudul Lagi Probation karya sutradara Archie Hekagery, yang menampilkan kisah enam first jobber saling bersaing untuk mendapatkan satu posisi sebagai karyawan tetap di masa probation mereka.

​Di teaser trailer film Lagi Probation, ditampilkan Bintang (Aurora Ribero), bangun tiap pagi, mengejar impian dia untuk mendapat pekerjaan tetap, demi bisa beli token listrik dan mempersiapkan biaya masuk kuliah adiknya, ketika ayahnya (Indra Birowo), baru saja masuk masa pensiun sebagai guru. Di tengah tekanan tersebut, Bintang harus bersaing dengan lima calon karyawan lainnya untuk mendapatkan satu posisi sebagai karyawan tetap.

​Sementara itu teaser poster menampilkan sisi tak terduga saat Aurora Ribero naik ke meja dan membuat kelima temannya sesama karyawan probation, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Daffa Wardhana, Arafah Rianti, dan Lutfi Afansyah kaget. Apa yang terjadi?

​“Di film Lagi Probation ini saya ingin menghadirkan sebuah drama komedi saat mencari kerja berubah menjadi permainan bertahan hidup. Seperti Squid Game tapi di dunia kerja. Semua orang bersaing demi posisi, dan semuanya sama-sama punya alasan untuk bertahan masing-masing dan rasanya ini relate ke banyak orang,” ujar sutradara Archie Hekagery.

​Film Lagi Probation diadaptasi dari buku best seller berjudul sama karya Samuel Ray, seorang HR profesional. Di filmnya, kita akan melihat perjuangan para pencari kerja yang bersaing demi mendapat satu posisi karyawan tetap.

​“Di film ini aku berperan sebagai Bintang. Bintang ini secara finansial struggle, karena bapaknya pensiun, dia belum dapat kerja, dan adiknya mau kuliah. Beban yang dipikul lumayan berat. Akhirnya dia dapat tawaran masuk probation di sebuah perusahaan bareng lima orang lainnya. Kami bersahabat, tapi tiba-tiba dikasih tahu kalau yang bisa diterima jadi karyawan tetap cuma satu orang. Di situlah drama-drama kantor akan terjadi,” ujar Aurora Ribero.

​Bagi generasi muda, mendapatkan pekerjaan pertama bukan sekadar milestone karier. Ketika enam orang masuk dan hanya satu yang bisa bertahan, dunia kerja pun terasa seperti survival game versi orang dewasa. Tapi pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya siapa yang mendapatkan pekerjaan—melainkan bagaimana setiap orang menemukan alasan untuk terus bertahan.

BASE ENTERTAINMENT

​Ikuti perkembangan terbaru film Lagi Probation di akun Instagram @filmlagiprobation dan @base.id. Tonton filmnya di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

Tentang BASE Entertainment

​BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Terbaru, film animasi keluarga Garuda Di Dadaku (Garuda: Dare to Dream), yang dirilis pada Juni 2026, meraih Gryphon Award – Best Film (Elements +6) serta LETE Special Award di Giffoni Film Festival ke-56 di Italia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Sabtu, 19 September 2026

Film Menang Untuk Kalah Mengangkat Isu Finansial Keluarga, Tayang 19 November 2026 Di Bioskop

Jakarta, 19 September 2026 – ​Terinspirasi dari beragam persoalan finansial yang sering dialami oleh sebuah keluarga, Rumah Produksi Para Kreator memproduksi film drama yang mengangkat isu tersebut. Di mana pengambilan keputusan finansial oleh seorang kepala rumah tangga harus melalui pertimbangan matang agar tidak menempatkan anggota keluarga lainnya dalam resiko yang membahayakan. Jangan sampai niat hati memberi kebahagiaan, namun malapetaka yang didapat.

​Film yang diberi judul “Menang Untuk Kalah” ini akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai Tanggal 19 November 2026. Naskah film ini ditulis oleh Jujur Prananto, penulis skenario yang sarat pengalaman dengan karya-karya besar seperti “Petualangan Sherina” dan “Ada Apa Dengan Cinta?”. Jujur mengemas cerita dalam film ini senatural dan sedekat mungkin dengan kehidupan banyak orang. Unsur dramatis dalam film ini sangat kental. Alur ceritanya menghanyutkan penonton pada konflik-konflik yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

​Para Kreator mendapuk Hasto Broto untuk menyutradarai film ini. Ia mengarahkan film ini dengan pendekatan emosional yang sangat kuat namun tidak berlebihan. Tangisan, tawa, kesedihan serta kebahagiaan yang tergambarkan dalam film ini terasa sangat natural. Hasto juga mampu memaksimalkan akting para pemeran film ini. Para pemeran dituntut untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Adapun aktor/ aktris yang membintangi film ini adalah sebagai berikut:

  • ​Surya Saputra sebagai Bima

  • ​Lulu Tobing sebagai Dewi

  • ​Ajil Ditto sebagai Rako

  • ​Putri Ziani sebagai Reina

  • ​Yessy Gusman sebagai Eyang Lastri

  • ​Allesandrio Reinhard Karamoy sebagai Stefan

​Selain itu, film ini didukung juga oleh aktor/ aktris kawakan, seperti:

  • ​Tike Priatnakusumah sebagai Ibu Direktur

  • ​Beddu sebagai Samsul

  • ​Tigor sebagai Debt Collector

​Secara keseluruhan, proses pembuatan film "Menang Untuk Kalah", dari tahap script development/ writing hingga final editing memakan waktu lebih kurang 10 ​(sepuluh) bulan. Sedangkan khusus syutingnya sendiri berlangsung selama 22 (dua puluh dua) hari dan mengambil lokasi di area Bandung Raya.

​Selain menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, film ini juga ditopang oleh lagu yang lirik-liriknya menyatu dengan adegan serta relate terhadap perasaan banyak orang. Film ini merupakan film Indonesia dengan lagu/ Original Soundtrack terbanyak yang dibuat khusus. Terdapat 16 (enam belas) judul lagu, yakni:

Band Sound Of Panca

  • ​Menang Untuk Kalah

  • ​Judi (feat. Rudy Nugraha – Ex Caffeine)

  • ​Kalah Telak

  • ​Lelah Hati

  • ​Ku Ingin Menjagamu (feat. Rudy Nugraha – Ex Caffeine)

  • ​Ku Ingin Menjagamu (acoustic version)

  • ​Dewi

  • ​Tersisa Sesal (feat. Rudy Nugraha – Ex Caffeine)

  • ​Tersisa Sesal (acoustic version)

  • ​Hancur lebur (feat. Andinna - Candu)

  • ​Baik-baik Tanpaku

Rudy Nugraha (Ex Caffeine)

  • ​Belahan Jiwaku

YannaHead

  • ​Menangku Untuk Kalah

Band Strip-457

  • ​Sang Pemenang

Band Candu

  • ​Tak Ada Aku

  • ​Hidup Enggan Mati Tak Mau (feat. DJ Fhania)

​Di belakang layar, film ini didukung tenaga profesional yang kaya pengalaman di industri film dan musik Indonesia, yaitu:

  • Executive Producer
    • ​Salman Alfarisy
  • Co Executive Producer
  1. Imam Soehirnan
  2. Alwin Falah P
  3. Nur Alamsyah Nirza
  4. Nanda Aulia
  5. Anwar Fauzi
  6. Noor Diansyah
-Producer
• Salman Alfarisy
• Hasto Broto

- Co Producer
• Cikal R. Ramadhan
• Rudy Nugraha
• Rezki Deitullah 

- Director
• Hasto Broto

-Story Idea
• Salman Alfarisy

- Script Writer
• Jujur Prananto

- Director of Photography
• Asep Kalila

SINOPSIS

​Bima memiliki keluarga yang sangat ideal, Istri cantik bernama Dewi, serta 2 (dua) orang anak remaja yaitu Reina dan Rako. Keluarga ini begitu harmonis. Dalam perjalanannya, setelah memiliki dana yang cukup untuk uang muka, keluarga ini memutuskan untuk membeli rumah yang sudah lama mereka impikan dengan cara kredit.

​Mereka pun pindah ke rumah tersebut. Tidak sebatas pindah rumah, keluarga ini juga membeli perabotan untuk rumah baru dengan nilai yang besar. Sejujurnya, keputusan ini membuat keuangan keluarga tersebut menipis.

​Kemudian, tidak berhenti sampai di situ, di tengah keuangan yang mulai menipis, keluarga ini mengganti mobil mereka dengan yang lebih mahal. Walau sebenarnya mobil mereka masih sangat layak. Diikuti dengan motor baru untuk anak mereka, Rako. Juga dengan cara kredit.

​Dengan upah Bima sebagai pekerja lepas pada sebuah proyek, keputusan membeli rumah, perabotan dan kendaraan baru pada saat bersamaan sangat membebani keuangannya. Pastinya, sangat berat untuk membayar cicilannya. Akhirnya untuk mengurangi beban biaya bulanannya, Bima pun mengorbankan salah satu kewajiban bulanan. Padahal, hal ini sangat dibutuhkan oleh keluarganya. Namun, apa boleh buat, keputusan telah diambil.

​Dan benar saja, di luar dugaan, keluarga ini mengalami kejadian luar biasa. Butuh biaya besar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di situasi ini, keputusan ideal adalah mengalihkan kredit mobil dan motornya. Namun alih-alih meng-over kredit cicilannya, Bima malah mengambil keputusan ekstrem tanpa berdiskusi dengan istrinya. Keputusan ini memang menjadi solusi instan. Namun secara jangka panjang, keputusan ini berdampak buruk bagi Bima dan seluruh anggota keluarganya.

​Persoalan pun datang bertubi-tubi. Bima kewalahan meangatasinya. Setiap keputusan yang diambil malah semakin memperburuk keadaan. Lalu, bagaimana Bima mengatasi persoalan-persoalan tersebut? Adakah jalannya? Akankah Bima dan keluarganya mampu menyelesaikan masalah mereka? Entahlah...


TENTANG PARA KREATOR

Panca Rahayu Kreasindo (PARA KREATOR) adalah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang penyelenggaraan konser, produksi film, dan pengembangan karya hiburan di Indonesia. Kami hadir sebagai wadah kolaborasi bagi talenta, kreator, dan brand untuk menciptakan pengalaman yang kuat, relevan, dan berkesan bagi audiens.

​Berangkat dari semangat profesionalisme dan inovasi, Para kreator mengelola setiap proyek dengan pendekatan strategis, kreatif, dan terukur. Dalam industri konser, kami menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya spektakuler secara visual, tetapi juga memiliki kualitas produksi yang solid dan pengalaman audiens yang maksimal.

​Di bidang perfilman, kami berfokus pada pengembangan cerita yang kuat dan bermakna, dengan standar produksi yang kompetitif serta visi distribusi yang jelas. Kami percaya bahwa film bukan sekadar hiburan, tetapi medium yang mampu menyampaikan pesan, membangun empati, dan menciptakan dampak sosial. Dengan jaringan profesional yang luas serta komitmen pada kualitas, Panca Rahayu Kreasindo terus berkembang sebagai mitra terpercaya dalam industri hiburan dan kreatif di Indonesia.

Jumat, 18 September 2026

Dibuat Dekil dan Belang, Caitlin Halderman Sampai Tak Dikenali dalam Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan)

JAKARTA – Caitlin Halderman tampil jauh berbeda dalam Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan). Demi memerankan Riska, penampilan Caitlin dibuat lebih kusam, dekil, dan belang hingga orang-orang terdekatnya sempat tidak megenalinya.

​Riska merupakan perempuan Indonesia yang bekerja di rumah sebuah keluarga terpandang di Malaysia. Dalam kesehariannya, ia tampil sederhana dengan riasan yang sangat minimal.

​Caitlin mengungkapkan, perubahan tersebut membantunya meninggalkan citra yang selama ini dikenal penonton dan masuk lebih dalam ke kehidupan Riska.

​“Sampai ada yang bilang, ‘Oh my God, I didn’t even recognize you.’ Mereka sampai tidak sadar itu aku karena perbedaannya sangat jauh. Aku dibuat terlihat dekil dan belang. Itu juga membantu aku masuk ke karakter,” ujar Caitlin dalam media screening The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) di Jakarta, 18 September 2026.

​Bagi Caitlin, keberhasilan transformasi tersebut terasa ketika teman-temannya tidak langsung mengenali dirinya dalam materi promosi serial itu.

​“Secara penampilan, ini benar-benar bukan aku yang biasanya. Kali ini aku dibuat sebisa mungkin agar tidak terlihat seperti Caitlin sama sekali. Sepertinya mereka berhasil,” katanya.

​“Bahkan teman-teman aku yang melihat materinya sebelum diunggah langsung bereaksi, ‘Gila, ini siapa?’ Itu memang salah satu target aku dalam proyek ini,” lanjutnya.

Bukan hanya perubahan penampilan

​Perubahan fisik bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Caitlin. Riska juga memiliki cerita latar dan beban emosi yang membuat perannya tidak hanya mengandalkan ekspresi ketakutan.

​Caitlin menyebut unsur drama dalam The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) lebih kuat dibandingkan beberapa proyek horor yang pernah ia mainkan sebelumnya.

​“Lapisan emosinya lebih tebal karena karakter aku punya cerita latar sendiri. Rasa takutnya tetap ada, tetapi pada saat yang sama ada rasa sedih dan bersalah. Jadi, ada banyak lapisan emosi dalam serial ini,” tuturnya.

​Untuk memahami kehidupan Riska, Caitlin mempelajari berbagai cerita mengenai pekerja migran Indonesia. Riset dilakukan melalui film, podcast, pemberitaan, serta diskusi bersama tim produksi di Malaysia.

​“Aku juga ngobrol dengan Kak Ain dan tim Viu Malaysia untuk memahami seperti

kehidupan pekerja rumah tangga di Malaysia karena sepertinya ada perbedaan. Pendalaman perannya lebih banyak dilakukan dari situ,” ujar Caitlin.

​Produksi serial ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Caitlin menjalani syuting di luar Indonesia. Ia berada di Malaysia selama sekitar satu setengah bulan, mulai dari praproduksi hingga pengambilan gambar.

Rahasia di balik sosok Riska

​Di balik penampilannya yang pendiam dan penurut, Riska membawa misteri yang menjadi bagian penting dalam cerita.

​Head of Creative Viu Indonesia, Fery Lesmana, di kesempatan yang sama mengatakan, penonton tidak akan langsung mengetahui posisi Riska di tengah berbagai peristiwa yang menimpa keluarga Puan Sri Asyikin, diperankan Datin Sri Umie Aida.

​“Kita tidak tahu rahasia apa yang dibawa Riska. Apakah dia akan menjadi korban? Apakah dia akan menjadi penolong? Atau apakah dia justru akan dijadikan korban oleh karakter lain?” kata Fery.

​Menurut Fery, pertanyaan mengenai Riska akan terus berkembang seiring terbukanya konflik dan rahasia para penghuni rumah.

​“Rahasia yang dibawa Riska itu, menurut saya sebagai penonton, membuat saya selalu menunggu kelanjutannya,” ujarnya.

​Kisah The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) bermula setelah kematian misterius suami Puan Sri Asyikin. Duka keluarga belum selesai ketika berbagai gangguan mulai muncul di rumah mereka.

​Keadaan semakin rumit saat para penghuni rumah mulai saling mencurigai. Masa lalu perlahan kembali mengusik, sementara kepercayaan di antara anggota keluarga mulai runtuh.

​Di tengah situasi tersebut, belum jelas apakah Riska hanya ikut terjebak dalam teror yang menghantui keluarga itu atau mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain.

​Caitlin mengatakan, misteri dan berbagai lapisan cerita akan semakin terbuka pada episode pertengahan hingga akhir.

​“Gongnya ada di sana dan berbagai plot mulai terbuka. Aku belum bisa bicara lebih spesifik karena nanti menjadi spoiler,” katanya.

​Selain Caitlin Halderman dan Datin Sri Umie Aida, The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) dibintangi Meerqeen, Hannah Delisha, dan Amerul Affendi.

Serial horor psikologis sebanyak 12 episode tersebut dapat disaksikan secara eksklusif di Viu mulai 18 September 2026. 

Pertama Kali Syuting di Luar Negeri, Caitlin Halderman Mengaku Ketagihan

Jakarta, 18 September 2026 – Caitlin Halderman mendapat pengalaman baru ketika membintangi Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan). Untuk pertama kalinya, ia menjalani proses syuting di luar Indonesia.

​Caitlin berada di Malaysia selama sekitar satu setengah bulan, mulai dari praproduksi hingga pengambilan gambar. Proses syuting berlangsung hampir setiap hari selama kurang lebih 30 hari.

​“Ini pertama kalinya aku syuting di luar negeri. Mungkin bisa dibilang jadi ketagihan,” ujar Caitlin dalam media screening The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) di Jakarta (18/9/2026).

​Meski berada jauh dari rumah, Caitlin mengaku tidak kesulitan beradaptasi. Sambutan hangat dari para pemain dan kru membuatnya merasa diterima selama menjalani produksi.

​“Aku merasa sangat diterima dan dekat dengan semua orang. Rasanya seperti berada di Indonesia, tetapi jauh dari rumah, karena mereka sangat welcoming,” katanya.

​Caitlin juga menemukan perbedaan antara proses produksi di Indonesia dan Malaysia. Salah satunya terlihat dari suasana kerja yang menurutnya lebih santai, meskipun jumlah adegan yang diselesaikan dalam sehari cukup banyak.

​“Aku sempat berpikir, ‘Syuting di Malaysia memang sesantai ini, ya?’ Aku kaget banget. Ada yang bilang bahwa dalam sehari mereka bisa mengerjakan 20 adegan. Aku sudah kena mental duluan mendengar angka 20 adegan, tetapi ternyata pengerjaannya cepat sekali,” tuturnya.

Jumlah kru lebih sedikit

​Menurut Caitlin, tim produksi di Malaysia juga beranggotakan lebih sedikit dibandingkan produksi yang biasa ia jalani di Indonesia. Kondisi itu sempat membuatnya canggung karena perhatian kru terasa lebih terpusat kepada para pemain.

​“Kalau di Indonesia, tim produksinya bisa sangat besar, bahkan ratusan orang. Di sana timnya lebih kecil. Lama-lama aku nyaman dengan tim seperti ini, meskipun awalnya agak malu,” ucap Caitlin.

​Pengalaman tersebut semakin berkesan karena Caitlin berkesempatan beradu akting dengan sejumlah nama besar Malaysia, termasuk Datin Sri Umie Aida, Amerul Affendi, Meerqeen, dan Hannah Delisha.

​Caitlin mengaku baru mengetahui reputasi para pemain senior tersebut setelah orang-orang di sekitarnya menyebut mereka sebagai legenda industri hiburan Malaysia.

​“Awalnya aku enggak tahu. Lalu orang-orang bilang, ‘Kamu lagi main sama legenda-legenda Malaysia.’ Menurut aku, mereka sangat rendah hati dan terbuka,” katanya.

​Interaksi dengan para pemain Malaysia tidak hanya berlangsung di depan kamera. Caitlin juga bertukar cerita mengenai industri hiburan di kedua negara.

​“Mereka terbuka untuk berkomunikasi dan belajar soal seperti apa industri di Indonesia. Aku pun belajar tentang industri di Malaysia, termasuk seperti apa industrinya dahulu. Jadi, wawasan aku sangat diperluas oleh mereka,” ujarnya.

​Dalam The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan), Caitlin memerankan Riska, perempuan Indonesia yang bekerja di rumah keluarga Puan Sri Asyikin, diperankan Datin Sri Umie Aida.

​Kehadiran Riska menjadi bagian penting dari misteri yang menyelimuti keluarga tersebut setelah kematian sang kepala keluarga. Di tengah gangguan yang terus bermunculan, penghuni rumah mulai saling mencurigai dan mempertanyakan rahasia yang disimpan orang-orang terdekat mereka.

​Serial horor psikologis sebanyak 12 episode ini juga dibintangi Meerqeen, Hannah Delisha, dan Amerul Affendi.

​Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) tayang eksklusif di Viu mulai 18 September 2026, dengan episode baru setiap Selasa dan Rabu.

Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) Pertemukan Caitlin Halderman dengan Bintang Malaysia dalam Misteri Keluarga Penuh Teror

INDONESIA, 18 September 2026 – Viu resmi menghadirkan Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan), serial horor psikologis yang mempertemukan Caitlin Halderman dengan sejumlah bintang ternama Malaysia. Serial 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 18 September 2026, dengan episode baru setiap Selasa dan Rabu.

​Menggabungkan misteri keluarga, kepercayaan mistis, dan ketegangan psikologis, The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) membawa penonton ke dalam kehidupan sebuah keluarga terpandang yang mulai kehilangan ketenangan setelah kematian misterius sang kepala keluarga.

​Serial ini dibintangi Meerqeen, Hannah Delisha, Caitlin Halderman, Datin Sri Umie Aida, dan Amerul Affendi. Setiap penghuni rumah memiliki sudut pandang, ketakutan, dan rahasia masing-masing sehingga kebenaran semakin sulit ditebak.

​Bagi Caitlin, serial ini juga menjadi pengalaman pertamanya menjalani produksi di luar Indonesia. Ia berada di Malaysia selama sekitar satu setengah bulan, mulai dari praproduksi hingga proses pengambilan gambar.

​“Ini pertama kalinya aku syuting di luar negeri. Aku merasa sangat diterima dan dekat dengan semua orang. Rasanya seperti berada di Indonesia, tetapi jauh dari rumah,” ujar Caitlin.

​Kisah The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) bermula ketika kehidupan Puan Sri Asyikin (Datin Sri Umie Aida) dan keluarganya berubah setelah kematian sang suami. Duka mereka belum selesai ketika berbagai gangguan mulai muncul di rumah.

​Keadaan semakin rumit saat orang-orang di dalam rumah mulai saling mencurigai. Masa lalu perlahan kembali mengusik, sementara kepercayaan di antara anggota keluarga mulai runtuh.

​Di tengah kekacauan itu hadir Riska (Caitlin Halderman), perempuan Indonesia yang bekerja di rumah keluarga Puan Sri Asyikin. Riska dikenal pendiam dan penurut, tetapi kehadirannya segera menjadi bagian penting dari berbagai peristiwa yang terjadi.

​Sikap Riska membuat orang-orang di rumah itu bertanya-tanya. Apakah ia turut terjebak dalam teror tersebut atau mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain?

​Head of Creative Viu Fery Lesmana mengatakan, rahasia yang dibawa Riska menjadi salah satu kekuatan utama yang akan menjaga rasa penasaran penonton.

​“Kita tidak tahu apakah Riska akan menjadi korban, menjadi penolong, atau justru dijadikan korban oleh karakter lain. Rahasia yang dibawanya membuat kita selalu menunggu kelanjutan cerita,” ujar Fery.

​Syawal (Meerqeen) dan Nerina (Hannah Delisha) juga harus menghadapi perubahan besar di dalam keluarga mereka. Ketika gangguan terus berdatangan, keduanya dipaksa mencari jawaban sambil menghadapi kemungkinan bahwa ancaman terbesar justru datang dari orang yang berada paling dekat.

​Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) dapat disaksikan secara eksklusif di Viu mulai 18 September 2026. Aplikasi Viu tersedia untuk diunduh secara gratis melalui App Store, Google Play, dan berbagai Smart TV pilihan, atau dengan mengunjungi www.viu.com.

Tentang Viu

​Viu adalah layanan streaming over-the-top (OTT) terkemuka yang tersedia di berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

​Viu menawarkan dua model layanan, yaitu versi gratis berbasis iklan dan layanan premium berlangganan. Selain memproduksi konten original berkualitas melalui label Viu Original, Viu juga menghadirkan serial televisi, film, serta program gaya hidup dari berbagai penyedia konten lokal dan regional, lengkap dengan subtitle dalam berbagai bahasa.

​Melalui program Viu Scream Dates, Viu juga menghadirkan pengalaman fan meet lintas negara yang mempertemukan para bintang dengan penggemarnya secara langsung.

​Viu berada di bawah naungan Viu International Limited, yang juga mengoperasikan MOOV, layanan streaming musik dan konser digital populer di Hong Kong.

​Viu merupakan bagian dari PCCW Media di bawah PCCW Limited, perusahaan global berbasis di Hong Kong dengan bisnis di bidang telekomunikasi, media, solusi teknologi informasi, pengembangan properti, dan investasi global lainnya.

Teaser Trailer Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Resmi Rilis, Perjalanan Ale Bertahan Lewat Mie Ayam Segera Hadir di Bioskop

​Jakarta, 18 September 2026 - Rumah produksi Sinergi Pictures dan Ben Film akhirnya merilis teaser trailer film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati yang diangkat dari novel mega best-seller karya Brian Khrisna. Perilisan video teaser trailer ini menyusul perilisan lagu tema resmi berjudul Coba Lagi yang dibawakan Barsena Bestandhi yang rilis lebih dulu. Film ini dijadwalkan akan tayang di bioskop pada November 2026.

Teaser trailer menampilkan Ale, tokoh utama cerita ini yang merasa tak punya lagi alasan untuk hidup tepat di hari ulang tahunnya. Selalu dipandang sebelah mata dan dianggap tak berguna, Ale berniat menyerah pada keadaan. Namun, sebelum semuanya benar-benar berakhir, ia memiliki satu keinginan sederhana yaitu menikmati seporsi mie ayam favoritnya untuk yang terakhir kali. Tapi sayangnya, keinginan terakhir itu tak bisa terwujud karena gerobak mie ayam langganannya ternyata tutup.

​Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati disutradarai oleh Kuntz Agus, sineas yang sebelumnya menggarap sejumlah film emosional seperti Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah dan Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?. Di kursi pemeran utama, film ini mendapuk Benidictus Siregar untuk menghidupkan karakter Ale.

​Proyek ini menjadi momen spesial sekaligus debut Benidictus Siregar sebagai pemeran utama. Aktor yang kerap dijuluki “Benang Merah Perfilman Indonesia” lantaran seringnya ia muncul di berbagai judul film ini, akan tampil sangat berbeda. Karakter Ale menuntutnya keluar dari zona nyaman sekaligus melepaskan persona komedi yang selama ini melekat padanya.

​Untuk memperkuat kedalaman cerita, Benidictus didampingi oleh deretan aktor dan aktris ternama Tanah Air, di antaranya Teuku Rifnu Wikana, Zulfa Maharani, Tika Panggabean, Chicco Kurniawan, Jourdy Pranata, Fajar Nugra, Pangeran Lantang, Ence Bagus, Nita Gunawan, Alex Abbad, hingga aktris senior Dewi Irawan.

​Informasi mengenai film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dapat diakses melalui akun Instagram @seporsimieayamfilm dan @sinergi.pictures serta @benfilm.id.

Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Siap Menghantui Bioskop Mulai 24 September 2026

Dibintangi Aghniny Haque dan Surya Saputra, film Bisikan Desa Gringsing ajak penonton mengungkap misteri di balik teror yang menghantui Desa Gringsing

Jakarta, 18 September 2026 — Setelah memperkenalkan dunia Desa Gringsing melalui rangkaian first look, poster, dan trailer, hari ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) menggelar press screening dan press conference film horor misteri Bisikan Desa Gringsing. Untuk pertama kalinya, para undangan media menyaksikan secara utuh perjalanan Hesti (Aghniny Haque) memasuki Desa Gringsing dan mengungkap misteri yang selama ini disimpan oleh para penghuninya.

​Ditulis dan disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, Bisikan Desa Gringsing membawa penonton mengikuti Hesti yang datang ke Desa Gringsing untuk mencari ayahnya yang hilang. Pencarian tersebut membawanya pada teror Fatimah (Fatmah Nahdi), arwah yang mengurung seluruh warga di dalam desa dan membunuh siapa saja yang mencoba keluar. Semakin Hesti mencari jawaban, semakin banyak rahasia yang terungkap. Setiap karakter menyimpan potongan cerita, dan setiap jawaban justru membawa Hesti semakin dalam memasuki misteri yang ternyata juga berkaitan dengan trauma dari masa lalunya.

​“Sejak awal kami ingin Bisikan Desa Gringsing menjadi pengalaman sinematik di mana penonton terus terlibat dengan ceritanya. Hesti datang ke desa Gringsing untuk mencari satu jawaban, tetapi perjalanannya justru membuka begitu banyak pertanyaan lain. Sekarang filmnya sudah utuh dan akhirnya bisa kami perlihatkan kepada teman-teman media. Kami berharap pengalaman mencari jawaban bersama Hesti inilah yang nantinya juga akan membuat penonton terus membicarakan film ini setelah keluar dari bioskop,” ujar Manoj Samtani, Produser Mandela Pictures.

​Pengalaman memasuki Desa Gringsing juga dibangun melalui pendekatan visual yang menjadi salah satu terobosan produksi film ini. Bisikan Desa Gringsing merupakan film panjang horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi virtual production dalam proses produksinya. Sejumlah adegan diproduksi menggunakan LED volumetric stage yang memungkinkan lingkungan digital fotorealistik ditampilkan secara real time di hadapan para pemain, sementara bagian lainnya dilakukan di real set. Perpaduan keduanya digunakan untuk membangun dunia Desa Gringsing, dari jalanan berkabut, bangunan desa yang terasa mengancam, hingga berbagai peristiwa supernatural.

​“Bisikan Desa Gringsing menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan hasil terbaik ketika digunakan untuk mendukung cerita. Dengan memadukan virtual production, real set, serta talenta kreatif dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia, kami bersama-sama membangun Desa Gringsing sebagai satu dunia sinematik yang utuh. Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi ini dan tidak sabar untuk akhirnya membawa pengalaman Desa Gringsing kepada penonton di layar lebar,” ujar Nick GC Tan, Founder dan CEO Oceanus Media Global (OMG Studios).

​Pendekatan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri. Pengambilan gambar di studio virtual production dilakukan lebih dahulu sebelum produksi berlanjut di real set, sehingga kesinambungan visual antara lingkungan digital dan fisik harus dirancang secara presisi. Detail ruang, pencahayaan, komposisi, hingga pergerakan pemain perlu dijaga agar keduanya terasa sebagai satu dunia yang sama. Proses tersebut juga menuntut penyesuaian dalam penyutradaraan dan permainan para aktor ketika berpindah dari lingkungan virtual ke set nyata.

​“Buat saya, tantangan menariknya justru bagaimana teknologi dan real set akhirnya tidak terasa sebagai dua dunia yang berbeda ketika menjadi satu film. Karena kami syuting di studio virtual production lebih dahulu, banyak hal harus sudah dipikirkan sejak awal agar ketika dilanjutkan di real set, visual, blocking, sampai atmosfernya tetap terasa menyambung. Teknologi memberi kami kemungkinan baru, tetapi pada akhirnya semuanya harus bekerja untuk membuat penonton percaya bahwa Desa Gringsing benar-benar satu tempat yang utuh,” ujar Ivander Tedjasukmana, penulis dan sutradara Bisikan Desa Gringsing.

​Teknologi tersebut juga tidak berdiri sendiri. Virtual production berpadu dengan sinematografi, tata artistik, tata suara, musik, serta permainan para aktor untuk membangun Desa Gringsing sebagai sebuah dunia yang perlahan membawa penonton semakin dalam ke dalam misterinya. Lagu “Perjalanan Menawar Racun” karya Kunto Aji turut menjadi bagian dari perjalanan emosional film.

​Bagi Aghniny Haque, perpindahan antara lingkungan virtual dan real set juga menghadirkan pengalaman baru dalam membangun perjalanan Hesti. “Sebagai pemain, saya harus percaya bahwa semua yang dialami Hesti benar-benar terjadi di satu dunia yang sama, meskipun proses syutingnya dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Saat di studio virtual production, lingkungan Desa Gringsing sudah bisa kami lihat langsung di layar LED, sementara ketika berpindah ke real set, tantangannya adalah menjaga kembali emosi dan pengalaman Hesti agar tetap berkesinambungan. Buat saya ini pengalaman baru yang menarik, karena teknologi akhirnya tetap harus bertemu dengan hal paling mendasar dalam akting, yaitu bagaimana kita percaya pada situasi dan karakter yang kita jalani,” tutur Aghniny Haque, pemeran Hesti.

​Menjelang perilisan, Bisikan Desa Gringsing telah bertemu langsung dengan penonton melalui rangkaian special screening pada 12–13 September 2026 di sejumlah bioskop. Rangkaian promosi juga hadir di sejumlah sekolah kejuruan dan universitas melalui film talks yang mendapat sambutan antusias, terutama terhadap pengalaman tim produksi dalam memanfaatkan teknologi virtual production dan menjalankan kolaborasi produksi internasional.

Bisikan Desa Gringsing merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Produksi dilakukan dengan memanfaatkan studio virtual production OMG Studios di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia. Film ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan cerita dan talenta Indonesia dengan teknologi, infrastruktur, serta kolaborasi kreatif lintas negara di Asia Tenggara.

​Dibintangi Aghniny Haque, Fatmah Nahdi, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Iyang Darmawan, Akun Gege, Swetajaloe, Nina Tamam, Mian Tiara, Nizar Umar, Azkya Mahira, Shaqueena Medina Lukman, dan Nazhira Rizka, film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.


INFORMASI FILM

KEY CREW

  • Director: Ivander Tedjasukmana

  • Screenplay: Ivander Tedjasukmana

  • Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy

  • Director of Photography: Oki Prabowo

  • Art Director: Anam AD

  • Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh

  • Virtual Production Technical Director: Shawn Ang

  • Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan

  • Music Director: Fajar Yuskemal

  • Editor: Yoga Krispratama

  • Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E

SUPPORTED BY

Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

AKUN MEDIA SOSIAL RESMI

  • Instagram: @bisikandesagringsing @mandela_pictures

  • Twitter/X: @mandela_pictures

  • TikTok: @mandela_pictures

  • YouTube: Mandela Pictures

TENTANG MANDELA PICTURES

Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita-cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.

TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)

Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia — fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional — sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.  

Kamis, 17 September 2026

Film 'Beautiful Pain' Rilis Official Poster dan Trailer, Raihaanun Wakili Perempuan dengan Trauma yang Memilih Bangkit dari Pengkhianatan dan Fitnah, Mulai 22 Oktober 2026 di Bioskop

Jakarta, 17 September 2026 — Menjelang penayangan perdananya di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 22 Oktober 2026, rumah produksi Dapur Film bersama jajaran produser Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo, secara resmi merilis Official Poster dan Official Trailer film drama emosional "Beautiful Pain".

​Peluncuran ini sekaligus mengungkap tabir yang lebih jelas lagi tentang kisah di filmnya yang mengangkat realitas sosial tentang kekerasan domestik, kepedihan perselingkuhan, hingga perjuangan seorang perempuan yang merebut kembali kehormatannya dan perjuangan seorang ibu demi kehidupan masa depan anak-anak dan dirinya yang lebih baik.

Official Poster yang diluncurkan mempertegas narasi besar film ini: keteguhan sosok Niken (Raihaanun) di tengah puing-puing perkawinan yang hancur. Visual tersebut menonjolkan kekuatan seorang ibu yang mendekap kedua anaknya di hadapan realitas hidup yang tak lagi utuh.

​Melengkapi visual tersebut, Official Trailer berdurasi penuh menyajikan gambaran konflik yang lebih mendalam dan intens. Penonton dibawa menyaksikan bagaimana rumah tangga Niken dan Dirga (Baim Wong) runtuh akibat kehadiran wanita lain (Nikita Mirzani). Lebih dari sekadar patah hati, Niken dihadapkan pada ancaman fitnah dan pelecehan yang menjadi titik balik baginya, memaksa nya untuk bersuara lantang demi menjadi dirinya yang baru mempertahankan hak asuh kedua buah hatinya.

​Sutradara Dmaz Brodjonegoro menjelaskan bahwa perilisan official poster dan trailer ini bertujuan untuk mempertemukan empati penonton dengan realitas cerita di layar lebar. "Official trailer ini merangkum esensi dari pesan 'Fight the Trauma'. Kami tidak ingin mengeksploitasi penderitaan, melainkan memperlihatkan proses manusiawi seorang penyintas. Ketika Niken dikhianati dan dihantam fitnah, bisakah ia memilih untuk tidak menjadi korban selamanya? Lewat film ini, kami ingin audiens merasa terhubung dan melihat bahwa luka paling perih pun bisa membentuk karakter manusia yang jauh lebih tangguh," ungkap Dmaz Brodjonegoro.

​Meski berhalangan hadir secara langsung dalam beberapa rangkaian promosi, Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, sekaligus sosok kuat di balik layar yang menegaskan komitmennya terhadap pesan film ini.

​"Bagi saya pribadi, Beautiful Pain adalah pembuktian. Ini bukan proyek numpang nama. Cerita film ini sangat dekat dengan banyak realitas perempuan di luar sana, mereka yang dihantam fitnah, diselingkuhi, tidak mendapat dukungan dari orang tua, tapi menolak menyerah demi anak-anaknya. Saya selalu percaya: she turns pain into power, her struggles into success. Melalui trailer ini, kami ingin mengajak semua perempuan untuk berani bersuara dan bangkit dari titik nol," tegas Nikita Mirzani.

​Sementara itu Hanung Bramantyo selaku produser juga menyampaikan harapannya serta doa yang tulus untuk kesuksesan film ini. "Harapan saya nanti filmnya itu mendapatkan tempat di hadapan penonton dan menjadi sebuah tempat buat Nikita Mirzani menceritakan siapa sebenarnya dirinya. Buat perempuan yang sangat kuat, yang sangat saya kagumi atas kegigihannya, sahabat saya yang penuh drama, Nikita Mirzani: terima kasih, sudah kasih saya dan Dmaz Brodjonegoro kesempatan untuk speak up soal 'siapa diri kita sebenarnya'. Semoga Allah menyertai kamu dan begitu juga kita, amin," ungkap Hanung Bramantyo.

​Aktor Baim Wong yang memerankan Dirga menambahkan bahwa dinamika cerita dalam film ini menjadi refleksi nyata relasi modern. "Karakter Dirga dan konflik rumah tangga yang terjadi di film ini sangat berlapis dan relevan dengan fenomena sosial hari ini. Official trailer ini baru memperlihatkan permukaannya saja. Ada pergulatan moral, ego, dan penyesalan yang akan memicu perbincangan mendalam saat filmnya tayang penuh di bioskop nanti," ujar Baim Wong.

​Melanjutkan komentar Baim, Raihaanun yang memerankan Niken juga mengungkapkan bahwa film ini membawanya pada sebuah proses memahami luka yang mendalam. "Memerankan Niken adalah proses menyelami luka batin yang sangat sunyi dan perih. Di posisi Niken, rasa sakitnya berlipat ganda: dikhianati suami, lalu saat berikhtiar menata hidup dari nol justru kembali dihantam pelecehan dan fitnah. Namun, kekuatan terbesar Niken lahir saat ia menatap kedua anaknya. Karakter ini mewakili suara banyak ibu di luar sana yang memilih bangkit dan menolak diintimidasi oleh rasa takut," ungkap Raihaanun.

​Diangkat dari inspirasi kisah nyata dan diperkuat jajaran pemain ternama; Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Sha Ine Febriyanti, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, dan Evano Zyan, Beautiful Pain dirancang bukan hanya sebagai tontonan drama, melainkan wadah dialog sosial bagi masyarakat luas.

​Saksikan Official Trailer resmi film Beautiful Pain di kanal YouTube resmi Dapur Film serta akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm. Film drama keluarga ini siap tayang serentak di bioskop XXI mulai 22 Oktober 2026.

Rabu, 16 September 2026

RUMAHSAKIT HADIRKAN “ANOMALI TOUR 2026”, MEMBAWA KEMBALI LAGU-LAGU TERSEMBUNYI KE TIGA KOTA

Setelah lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari perjalanan musik independen Indonesia, rumahsakit kembali membuka babak baru lewat “Anomali Tour 2026”. Bukan sekadar rangkaian pertunjukan di tiga kota, tur ini dirancang sebagai sebuah showcase yang membawa rumahsakit keluar dari pola pertunjukan mereka selama ini dengan menghadirkan lagu-lagu yang jarang dimainkan, bahkan belum pernah dibawakan secara langsung di atas panggung.

​“Setiap masa ada lagunya, setiap lagu ada masanya.” Kalimat tersebut menjadi salah satu napas utama “Anomali Tour 2026”. Selama ini, rumahsakit memang lekat dengan lagu-lagu yang sudah menjadi bagian dari ingatan banyak pendengar. Namun, di balik lagu-lagu tersebut terdapat katalog yang hidup dengan cara yang lebih sunyi: lagu-lagu yang mungkin tidak sering terdengar di panggung, tetapi justru memiliki tempat yang sangat personal bagi para pendengarnya.

​Bekerja sama dengan Crowdmakers.live sebagai promotor, format utama tur ini akan dikemas sebagai B-Side Concert. Rumahsakit membawakan pilihan lagu yang jarang masuk dalam pertunjukan reguler mereka. Bagi para Pasien yang selama ini punya “hidden gems” favoritnya sendiri, konser ini menjadi kesempatan untuk mendengar sisi lain dari katalog rumahsakit dalam sebuah pengalaman yang lebih eksklusif.

​Perjalanan “Anomali Tour 2026” akan dimulai di Yogyakarta pada 5 Desember 2026, berlanjut ke Bandung pada 12 Desember 2026, dan ditutup di Jakarta pada 19 Desember 2026 di Senayan Park. Dengan tiga kota dan target sekitar 4.500 penonton, masing-masing persinggahan dirancang membawa cerita dan pengalaman yang berbeda.

​Bukan hanya soal setlist, rumahsakit juga menyiapkan sejumlah elemen yang membuat “Anomali Tour 2026” terasa berbeda. Di atas panggung, mereka akan menghadirkan mini orchestra concert, kolaborasi spesial bersama musisi yang berbeda di setiap kota, serta format Side A & Side B dalam setlist konser. Ada pula Anomali Experience dan jamming session bersama Ruang Pasien, yang membuka kesempatan bagi beberapa Pasien untuk berinteraksi dan bermain musik langsung bersama rumahsakit.

​Interaksi tersebut juga menjadi bagian penting dari identitas tur. Salah satu momen yang disiapkan adalah “Wall of Hope”, sebuah instalasi interaktif yang memungkinkan penonton menuliskan pesan harapan mereka untuk kemudian divisualisasikan secara real time melalui layar LED selama konser berlangsung.

​Pada akhirnya, “Anomali Tour 2026” adalah tentang kembali menemukan sesuatu yang mungkin selama ini ada di sana, tetapi belum mendapatkan cukup ruang untuk didengar. Lagu-lagu yang mungkin bukan yang paling populer, bukan yang paling sering dimainkan, tetapi pernah menemani seseorang di satu masa tertentu.

​Karena bagi rumahsakit, setiap masa ada lagunya, dan setiap lagu punya masanya sendiri. Kali ini, giliran lagu-lagu yang selama ini berada di balik layar untuk kembali menemukan panggungnya.

​Penjualan tiket “Anomali Tour 2026” akan dibuka pada 18 September mendatang. Seluruh kegiatan pembelian tiket dapat diakses melalui Kolektix. Sedangkan untuk info lebih lanjut dapat diakses melalui akun instagram resmi Rumahsakit di @rumahsakitband dan akun instagram resmi promotor di @crowdmakers.live.

Social Media:


Memburu Pemangsa Hadirkan Horror-Crime-Action Paling Berani Tahun Ini! 4 Jurnalis Perempuan Memburu Predator Anak dalam Perburuan Penuh Nyali dan Ketegangan

Tonton Memburu Pemangsa mulai 24 September 2026 di bioskop! Beli tiketnya sekarang ​ Jakarta, 21 September 2026 — Sinemaku Pictures mengha...