Selasa, 15 September 2026

Imperial Pictures garap “GHOSTHING”, Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH Bertemu dalam Komedi Horor

​Jakarta, 15 September 2026 — Imperial Pictures, Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya kembali merilis film layar lebar terbarunya berjudul “GHOSTHING”, sebuah komedi horor yang mengangkat cerita tentang misteri, pencarian kebenaran, dan dinamika unik antara seorang perias jenazah dengan arwah influencer muda.

​Eksekutif Produser, Peter Surya Wijaya menghadirkan “GHOSTHING”. Film ini disutradarai oleh Arie Aziz dan diproduseri oleh Hartawan Triguna, Associate Produser Rizky A. Prakoso dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia.

​“GHOSTHING” menghadirkan jajaran pemain lintas generasi. Baskara Mahendra dipercaya memerankan Alfian, seorang perias jenazah muda yang tampan, dan tenang. Sementara Yasamin Jasem berperan sebagai Maya, seorang influencer muda yang tewas secara misterius, cerewet, sarkastik, dan penuh drama.

​“Menurut saya, premis ‘GHOSTHING’ sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal. Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Baskara Mahendra, pemeran Alfian dalam film “GHOSTHING”.

​“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya?” ujar Yasamin Jasem, pemeran Maya dalam film “GHOSTHING”.

​Film ini juga turut diperkuat oleh kehadiran aktor dan aktris ternama seperti Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyung Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, hingga Mona Ratuliu.

​Ketika Kematian Misterius Membawa Arwah Dramatis

​Cerita berpusat pada Alfian yang mehidupannya yang tenang seketika terusik saat ia harus merias jenazah Maya. Arwah Maya yang dramatis menolak pergi dan memilih untuk “menghantui” Alfian.

​“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami berdiskusi dan mengembangkannya bersama penulis hingga menjadi sebuah skenario. Setelah draft ketiga, kami lemparkan kembali untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan beberapa bagian cerita serta karakter. Dari proses diskusi dan pengembangan itulah kemudian lahir cerita ‘GHOSTHING’ seperti yang sekarang,” ujar Hartawan Triguna, Produser Film GHOSTHING.

​Kehadiran para pemain diharapkan membuat unsur komedi dalam film terasa hidup dan organik, baik melalui benturan karakter yang kontras antara Alfian yang serba tenang dan arwah Maya yang ekspresif, maupun melalui situasi yang unik mulai muncul di sekitar dunia perias jenazah.

​Komedi Horor dengan Premis yang Unik

​Meski dibalut dalam genre komedi horor, “GHOSTHING” membawa warna yang menyegarkan bagi industri film Indonesia. Kombinasi misteri seputar penyebab kematian, fenomena influencer di era modern, serta profesi perias jenazah menjadi premis yang unik dan memikat.

​Di balik unsur komedinya yang renyah dan situasi mencekam, film ini juga membawa pesan emosional tentang rasa kehilangan, ikatan keluarga, dan perjuangan mencari keadilan.

​“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menggarap komedi, tetapi yang membedakan ‘GHOSTHING’ adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama, sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat kedua genre tersebut tetap seimbang dan bisa menjadi satu tontonan yang menarik,” ungkap Arie Aziz, Sutradara Film GHOSTHING.

​Apa yang membuat seorang arwah influencer terus mengusik kehidupan Alfian?

​Dengan perpaduan komedi, horor, konflik yang unik, serta jajaran pemain lintas generasi, Imperial Pictures berharap “GHOSTHING” dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus berkesan bagi penonton film Indonesia saat tayang di bioskop pada 15 Oktober 2026.

GHOSTHING

  • Produksi: Imperial Pictures
  • Produser: Hartawan Triguna
  • Associate Produser: Rizky A. Prakoso
  • Sutradara: Arie Aziz
  • Penulis Naskah: Evelyn Afnilia
  • Genre: Komedi Horor
  • Tanggal Tayang: 15 Oktober 2026

Pemain:

  • ​Baskara Mahendra
  • ​Yasamin Jasem
  • ​Leony VH
  • ​Bang Tigor
  • ​Reinold Lawalata
  • ​Chika Waode
  • ​Siti Fauziah
  • ​Iyang Darmawan
  • ​Tanta Ginting
  • ​Mathias Muchus
  • ​Mona Ratuliu
  • ​Indian Akbar
  • ​Amel Carla

Senin, 14 September 2026

Bukan Sekadar Penjaga Tapi Pengancam Nyawa: Film Horor Khadam Sukses Gelar Gala Premiere, Siap Meneror Bioskop Mulai 16 September 2026

Jakarta, 14 September 2026Gala Premiere film horor internasional Malaysia, Khadam, sukses digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (14/9). Digadang-gadang sebagai salah satu film horor kolaborasi Malaysia-Indonesia yang paling mencekam tahun ini, pemutaran perdana tersebut dibanjiri apresiasi dari para sineas, kritikus, dan penikmat horor tanah air menjelang perilisannya serentak di bioskop Indonesia pada 16 September 2026 mendatang.

​Malam premiere ini dihadiri langsung oleh jajaran sineas di balik layar: produser Ayu Amirrol, produser eksekutif & produser Ahmad Izham Omar dan Lina Tan, aktris pemeran utama Aghniny Haque, serta deretan produser eksekutif representasi Indonesia, Charles Gozali (MAGMA Entertainment) dan Tony Ramesh (VMS Studio).

​Proyek ambisius ini merupakan kolaborasi dua negara serumpun yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions (Malaysia) bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio (Indonesia), disutradarai oleh Shamyl Othman, dengan naskah garapan Fariza Azlina. Skala internasionalnya kian diperkuat lewat dukungan Sil-Metropole Organisation (Hong Kong/China), Applause Entertainment (India), serta Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios (Malaysia).

Khadam vs Kodam: Saat Sang "Penjaga" Berbalik Menjadi Petaka

Bagi masyarakat Indonesia, istilah "kodam" sering kali dimaknai sebagai jin penjaga, pelindung spiritual, atau pendamping gaib yang patuh kepada tuannya. Namun, film Khadam mengupas mitologi serumpun dengan sudut pandang yang jauh lebih gelap, fatal, dan mengerikan.

​Diadaptasi dari folklor kepercayaan Saka di Malaysia, Khadam bukanlah pelindung jinak, melainkan entitas warisan gaib turun-temurun yang haus dominasi. Mengusung premis "Jangan Sampai Jadi Tuan", film ini menghadirkan teror ketika entitas penjaga melihat kelemahan manusia yang dirawatnya, lalu memutuskan untuk memberontak, mencuri wujud aslinya, hingga berbalik melenyapkan sang pemilik demi menguasai seluruh mehidupannya.

Pahlawan Tanpa Suara: Aghniny Haque Hadapi Teror Paling Personal

Dalam film ini, Aghniny Haque bertransformasi secara total menjadi Melor, seorang ibu tunawicara yang terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya. Ujian hidup Melor dimulai ketika kematian sang ibu memaksa mewarisi sesosok Khadam keluarga.

​Teror kian mencekam ketika roh gaib tersebut bermanifestasi menjadi sosok kembaran dirinya yang tampak "lebih sempurna", lalu perlahan mengambil alih kasih sayang anak-anaknya dan posisinya sebagai nyonya rumah. Menjadi pahlawan tanpa suara, Melor harus mengerahkan insting seorang ibu lewat bahasa isyarat dan ketahanan fisik demi merebut kembali keluarganya sebelum identitasnya lenyap selamanya.

Banjir Pujian Kritikus dan Rekor Box Office Regional

Sebelum tiba di Indonesia, Khadam telah membuktikan taringnya di pasar internasional dengan mencetak pendapatan box office fantastis lebih dari USD 1,3 juta saat tayang di bioskop Malaysia mulai 11 Juni 2026 lalu. Film ini juga sukses meneror bioskop Kamboja dan Singapura, serta dijadwalkan tayang di Hong Kong dan Macau pada Oktober 2026.

​Atmosfer yang dibangun perlahan tanpa mengandalkan sekadar jumpscare murahan sukses memicu reaksi histeris sekaligus haru dari penonton. Di platform ulasan Letterboxd, Khadam memanen ulasan bintang lima. "Film yang sungguh luar biasa. Salah satu film terbaik tahun ini. Menyayat hati, mengerikan, dan indah sekaligus," tulis salah satu komentar. "Sebuah film horor yang digarap dengan luar biasa, menghadirkan ketegangan nyata dan rasa gelisah yang kian memuncak," tulis komentar lainnya.

Komitmen Kolaborasi untuk Sinema yang Lebih Berani

Melalui sesi press conference, para produser menegaskan bahwa Khadam adalah bukti nyata bagaimana peleburan talenta lintas negara mampu melahirkan karya horor yang segar dan berkelas. "Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Indonesia dalam Khadam. Cerita Khadam adalah cerita yang universal dan bisa dinikmati siapa saja, dan kami sangat bangga bisa membawa film kolaborasi ini ke bioskop Indonesia," ujar Ahmad Izham Omar, Founder Komet Productions sekaligus Produser Eksekutif & Produser.

​Produser Eksekutif dari MAGMA Entertainment, Charles Gozali, menambahkan pandangannya terkait pentingnya sinergi ini. "Sebagai representasi dari Indonesia dalam produksi ini, kami senang sekali bisa turut mendukung sebuah film horor yang sangat ambisius. Saya rasa perlu ada lebih banyak kolaborasi antarnegara seperti dalam film Khadam, demi industri perfilman yang lebih sehat dan karya-karya yang semakin fresh," tegas Charles.

​Selain penampilan memukau Aghniny Haque, film ini turut diperkuat oleh aktor papan atas Malaysia Datuk Remy Ishak (sebagai Awang), Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl EI, serta aktris senior peraih penghargaan June Lojong.

​Siapkah Anda menghadapi warisan paling mematikan? Saksikan perjuangan Melor melawan kejinya Khadam serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026. Pantau terus informasi eksklusif dan materi promo terbaru melalui media sosial resmi @khadamthemovie dan @cbipictures.

About Red Communications

Founded in 1999, Red Communications is an award-winning Malaysian production house with a strong legacy in film, television and digital content. Renowned for shaping youth-driven and culturally resonant stories, Red has produced some of Malaysia's most iconic feature films including Gol & Gincu (2005), its sequel Gol & Gincu Vol.2 (2018), Kami the Movie (2008), Istanbul Aku Datang! (2012), Sebalik Baju (2021) and Songlap (2011), each celebrated for redefining contemporary Malaysian cinema and connecting with new generations of audiences. Beyond film, Red has built an acclaimed portfolio across television and branded content with hits like Oh My English! (International Digital Emmy® nominee), Club Mickey Mouse (Best Kids Show, Asian Academy Creative Awards 2018–2020) and From Saga With Love (Best Comedy Series, Asia Academy Creative Awards 2024). Red's work has also been recognised on global stages, with Operation Sumatran Rhino screening at the New York Wildlife Conservation Film Festival and long-running TV Series 3R (Respect, Relax, Respond) winning Best Infotainment Award at the 2002 Asia Television Awards. With over two decades of storytelling excellence, Red Communications continues to push creative boundaries in cinema and beyond, collaborating with international partners while championing authentic Malaysian voices on the global stage.

About Komet Productions

Helmed by experienced Southeast Asian ("SEA") content and media professional Ahmad Izham Omar, Komet is the brand name that binds the different Komet companies together in its sole vision of producing, distributing and investing into new and progressive SEA creative content.

Always on the lookout for "something new and exciting", Komet began operations in July 2023 with a bang, securing investment into the hottest creative content IPs in the SEA region including becoming one of the Executive Producers of the landmark film Siksa Kubur directed by SEA's premier director Joko Anwar, the mega-successful Blood Brothers Bara Naga from Malaysia's blockbuster producer Skop Productions and premier SEA animated movie Ejen Ali The Movie 2 from Wau Animation which was a hit in Southeast Asia. With a high-quality curation of an ever-growing number of film slates, Komet has now turbocharged its journey into becoming a premiere producer, distributor and investor of brave and new creative content from young and emerging creative voices from SEA for global consumption.

About MAGMA Entertainment

Magala Media Arthamakmur, atau yang lebih dikenal dengan MAGMA Entertainment adalah kelanjutan dari Garuda Film, PH Indonesia di bawah kepemimpinan Hendrick Gozali yang sejak era 80an telah menghasilkan banyak tonggak sejarah film Indonesia, serta memenangkan lebih dari 25 Piala Citra selaku supremasi tertinggi dalam Festival Film Indonesia. Kini, di bawah arahan Linda Gozali dan Charles Gozali, MAGMA Entertainment tetap memegang visi-misi dan signatur. MAGMA Entertainment terus memproduksi film-film yang mentransformasi audiensnya lewat nilai baik serta penuh hati. Beberapa portofolio besar MAGMA Entertainment antara lain: Finding Srimulat (2013), Nada Untuk Asa (2015), Juara (2016), Sobat Ambyar (2021), Qodrat (2022), Pemukiman Setan (2024), Qodrat 2 (2025) dan Tumbal Darah (2025).

About VMS Studios

Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.

​Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.

​Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.

About CBI Pictures

CBI Pictures adalah perusahaan distribusi dan hiburan film di Indonesia yang menghadirkan beragam film internasional dan film konser musik kepada penonton Indonesia. Melalui distribusi teatrikal, pemasaran, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri, CBI Pictures berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman sinema yang beragam, berkualitas, dan bagi penonton di Indonesia.

​CBI Pictures bekerja sama dengan produser, studio, pemegang hak, sineas, jaringan bioskop, serta berbagai mitra industri untuk memperluas jangkauan film dan mempertemukan karya-karya pilihan dengan audiens Indonesia.

Film "Desember Jani" Merilis Teaser Trailer dan Music Video OST, Luna Maya Bergabung Sebagai Produser Eksekutif

Film Desember Jani tayang akhir tahun di bioskop Indonesia

Jakarta, 14 September 2026 — Palari Films merilis teaser trailer film terbarunya berjudul Desember Jani, yang menjadi 'All Women Project' saat media gathering di ForkSteel, Kuningan, Jakarta Selatan. Mengangkat dinamika sebuah keluarga terdiri dari empat perempuan dari tiga generasi; Oma, Mama, dan dua remaja putri (kakak & adik).

​Dalam teaser trailer, diceritakan Sigi Wimala memerankan seorang Ibu bernama Winnie yang tinggal bersama anak keduanya, Jani (Chempa Puteri), dan ibunya, Oma (Tutie Kirana). Sementara anak pertamanya, Julia (Hyori Mika) kabur dari rumah. Winnie merasa harus bertanggung jawab terhadap keluarganya, sembari menavigasi perasaan dan emosinya.

​Tak hanya teaser trailer, Desember Jani juga merilis music video dari OST film berjudul Kopi Kaleng ciptaan Harlan Boer, yang kini diaransemen ulang dan dibawakan oleh dua pemeran film, Hyori Mika dan Chempa Puteri. Music video ini disutradarai dan di-edit oleh Hyori Mika, menampilkan relasi sisterhood yang kompak dan hangat antara karakter Jani dan Julia.

​Desember Jani digarap oleh para sineas perempuan, dari sutradara Ariani Darmawan, yang menandai kembalinya ke dunia film setelah lama hiatus, dengan produser Meiske Taurisia, dan debut penulisan skenario dari novelis Cyntha Hariadi. Film ini juga dibintangi seluruhnya oleh pemeran perempuan dari lintas generasi: Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.

​Selain merilis teaser trailer, Palari Films juga mengumumkan bergabungnya Luna Maya sebagai produser eksekutif film Desember Jani, sekaligus menguatkan proyek film yang digawangi oleh para perempuan, baik di jajaran pemeran, sutradara, produser, hingga produser eksekutif.

​"Saat ruang interaksi semakin luas dan tak terbatas, termasuk dunia digital, maka kemampuan 'berbicara' & 'mendengarkan' are the muscle we need to exercise. Dan latihan di rumah bersama keluarga, idealnya menjadi tempat utama bagi anak dan remaja. Sayangnya keluarga tak pernah ideal, tidak terkecuali keluarga Jani," ujar produser Meiske Taurisia.

​"Desember Jani adalah film tentang sebuah keluarga yang tidak sempurna tapi masih mau mencoba. Bagaimana hubungan keluarga yang terkadang tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan. Rasanya berbicara jujur apa adanya, mungkin cara terbaik untuk mendekatkan kembali satu sama lain," tambah sutradara Ariani Darmawan.

​Bagi Sigi Wimala, yang memerankan Winnie, seorang ibu kehilangan anaknya, mengungkapkan bahwa Desember Jani bisa menggambarkan tentang dinamika emosi empat Perempuan tiga generasi yang ada di dalam sebuah keluarga.

​"'Tidak semua yang pergi benar-benar hilang.' Mungkin itu juga bisa menggambarkan bahwa yang pergi itu bisa jadi tidak selamanya, bisa jadi sementara. Apa yang terjadi di keluarga ini adalah bentuk ekspresi cinta, dengan berbagai layer dan kompleksitas. Gengsi tapi rindu, namun lebih baik tidak bertemu. Semua itu rasanya ada di dalam keluarga dan itu yang tetap menjadikannya sebuah keluarga," ujar Sigi Wimala.

​Sementara itu, Luna Maya, yang bergabung sebagai produser eksekutif mengungkapkan antusiasmenya. Bagi Luna, film Desember Jani menjadi warna baru bagi perfilman Indonesia dan memberikan pengalaman baru untuknya.

​"Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Sebuah film dengan warna lain yang hangat dari Palari Films, yang selama ini selalu menjaga kualitas filmnya di bioskop, dan berdaya saing di festival film internasional. Saya juga bangga menjadi bagian dari All Women Project ini," ungkap Luna Maya.

​Seluruh rangkaian perilisan teaser trailer, music video OST Kopi Kaleng, hingga pengenalan Luna Maya sebagai produser eksekutif dilakukan saat media gathering di ForkSteel, sebuah restoran 24 jam yang bergaya industrial yang baru dibuka di Kuningan, Jakarta Selatan. ForkSteel sendiri berada di bawah ekosistem Fork, sebuah grup F&B yang besar di Bandung, dan kini mengembangkan ekspansinya ke Jakarta.

​Dukungan ForkSteel untuk film Desember Jani sendiri juga bukan tanpa alasan. Sebab, film ini sepenuhnya syuting di Bandung, dan kota ini menjadi napas selaras semangat kreatifitas Bandung antara Desember Jani dan ekosistem Fork yang lahir di Bandung.

​Film ini mengangkat tema yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia: jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.

​Desember, Jani akan tayang pada akhir tahun 2026 di di bioskop.

Sinopsis

​Sejak Julia pergi dari rumah tanpa pamit sepuluh hari yang lalu, Jani hanya ingin satu hal: kakaknya pulang. Tapi kepergian Julia membuat hubungan Jani dan ibunya, Winnie, semakin renggang. Jani menyalahkan Winnie, sementara Winnie sendiri terus bekerja sambil menyimpan rasa bersalah. Di tengah situasi itu, Oma, yang sehari-hari berjualan lumpia, menjadi satu-satunya tempat Jani merasa nyaman di rumah. Yang tidak mereka ketahui, Jani masih berkomunikasi dengan Julia secara diam-diam. Dalam empat hari di bulan Desember, satu rahasia membawa keluarga ini pada percakapan yang selama ini mereka hindari. Jani pun harus memilih antara terus menjaga rahasia kakaknya, atau mengatakan yang sebenarnya.

Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". Karya terakhirnya "Monster Pabrik Rambut" (2026) memenangkan Best Screenplay, Special Jury Mention for Practical Effect, dan Best Production Design Award; di Montreal dan Swiss.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah "Kabut Berduri" (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya "Dear David" (2023), omnibus "Piknik Pesona" (2022), "Ali & Ratu-Ratu Queens" (2021), "Aruna & Lidahnya" (2018), "Posesif" (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Minggu, 13 September 2026

Ada Banyak Cara untuk Mencintai, FILM IBADAH & CINTA Mengajak Penonton Menemukan Caranya di Bioskop

Bukan sekadar tentang kisah cinta, Film Ibadah & Cinta mengajak penonton melihat bagaimana cinta, keluarga dan keimanan membentuk seseorang dalam menghadapi pilihan hidup yang tidak selalu mudah.

Jakarta, 12 September 2026 — Setelah membangun rasa penasaran melalui berbagai promosinya, FILM IBADAH & CINTA siap menyapa penonton melalui sebuah drama romantis yang menghadirkan kisah cinta sekaligus kedekatan emosional dengan keluarga. Menjelang penayangannya di bioskop pada 24 September 2026, film garapan Jastis Arimba ini mengajak penonton mengikuti perjalanan karakter-karakternya dalam memahami arti cinta, keikhlasan dan keyakinan di tengah berbagai ujian kehidupan.

​Mengusung genre drama romantis, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan cerita yang tidak hanya berpusat pada hubungan romantis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kedekatan antara anak dan ayah.

FILM IBADAH & CINTA menghadirkan sisi keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan. Ada kasih sayang yang mungkin tidak banyak dibicarakan, tetapi justru terasa melalui hal-hal sederhana. Hubungan anak dan ayah menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan bagaimana keluarga dapat menjadi tempat seseorang belajar memahami.

​Disutradarai oleh Jastis Arimba dan ditulis oleh Ifan Adriansyah Ismail, FILM IBADAH & CINTA memperlihatkan kekuatan karakter dan hubungan antartokohnya. Film ini mengajak penonton mengikuti bagaimana para karakter menghadapi berbagai keadaan yang perlahan menguji cara mereka memandang cinta dan kehidupan. Di sinilah FILM IBADAH & CINTA menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar kisah romantis tetapi juga mengajak penonton mengingat kembali hubungan mereka dengan orang-orang terdekat.

​Menurut Jastis Arimba, pengalaman menonton FILM IBADAH & CINTA diharapkan dapat membawa penonton lebih dekat dengan karakter dan perjalanan emosional yang mereka jalani.

"Kami ingin penonton tidak hanya melihat Ibadah & Cinta sebagai sebuah cerita tentang hubungan antara dua orang, tetapi juga melihat bagaimana keluarga, terutama hubungan anak dan orang tua, ikut membentuk perjalanan seseorang. Ada banyak hal sederhana dalam hubungan keluarga yang mungkin baru kita sadari nilainya ketika kita sudah meengalaminya sendiri."

​Sementara itu, Budi Yulianto dan Avesina Soebli selaku Executive Producer mengatakan bahwa IBADAH & CINTA hadir dengan cerita yang dekat dengan kehidupan dan pengalaman banyak orang.

"Kami percaya setiap orang memiliki pengalaman sendiri tentang cinta, keluarga dan bagaimana menjalani sebuah pilihan. Melalui Film Ibadah & Cinta, kami ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya bisa dinikmati sebagai film, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk melihat kembali hubungan mereka dengan orang-orang yang mereka sayangi," ucap Budi Yulianto.

"Kami juga ingin menghadirkan hubungan anak dan ayah yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Semoga lewat Ibadah & Cinta, penonton bisa kembali menghargai kehadiran dan kasih sayang keluarga," lanjut Avesina Soebli.

​Hal senada disampaikan oleh Arismuda Irawan dan Rendy Gunawan selaku Producer. Menurutnya, salah satu kekuatan film ini terletak pada hubungan antarkarakter yang diharapkan dapat membuat penonton merasa dekat dengan cerita.

"Kami ingin Ibadah & Cinta menjadi film yang punya kedekatan emosional dengan penonton. Bukan hanya tentang bagaimana seseorang menemukan atau mempertahankan cinta, tetapi juga tentang keluarga, kepercayaan, dan bagaimana kita belajar menerima sesuatu yang tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita," ucap Arismuda Irawan.

"Selain kisah cintanya, kami juga ingin menghadirkan hubungan anak dan ayah yang terasa dekat dan sederhana. Ada kasih sayang yang mungkin tidak selalu diucapkan, tetapi bisa dirasakan lewat perhatian dan kehadiran. Semoga bagian ini juga bisa menjadi salah satu hal yang membuat penonton merasa dekat dengan filmnya," ucap Rendy Gunawan.

​Diproduksi oleh Sinemata Buana Kreasindo, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan Achmad Megantara, Indah Permatasari, Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Stevan Rizky, Nadzira Shafa, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, dan Jamie Aditya.

​Ketika cinta harus berhadapan dengan pilihan, keluarga dan keyakinan, sejauh apa seseorang mampu bertahan dan menerima jalan yang telah dipilihnya? Jawabannya hanya dapat ditemukan ketika FILM IBADAH & CINTA tayang di bioskop.

FILM IBADAH & CINTA akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

​Untuk informasi lengkapnya, pantau terus akun sosial media resmi film @ibadahdancinta.film dan saksikan perjalanannya.

​Tentang Sinemata Buana Kreasindo

Sinemata Buana Kreasindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.

​Sinopsis

​Kehidupan Rico (Achmad Megantara), pemuda berasal dari Australia yang hidup tanpa arah di Melbourne, berubah saat ia jatuh cinta pada Santun (Indah Permatasari), putri Kyai Umar (Mathias Muchus), ustadzah muda yang setia menjaga tradisi pesantren, sembari ia sendiri mulai belajar sholat dan menemukan kembali imannya. Namun di tengah tekanan keluarga, kampung, dan agama, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: apakah cinta mereka ujian, atau pertanda?

​Fact Sheet

Judul Film : IBADAH & CINTA
Genre : Drama, Romance
Produksi : Sinemata Buana Kreasindo
Eksekutif Produser : Budi Yulianto, Avesina Soebli
Produser : Rendy Gunawan, Arismuda Irawan
Sutradara : Jastis Arimba
Penulis : Ifan Ismail

Pemain:

  1. ​Achmad Megantara sebagai Rico
  2. ​Indah Permatasari sebagai Santun
  3. ​Mathias Muchus sebagai Kyai Umar
  4. ​Elma Theana sebagai Ibu Santun
  5. ​Adhin Abdul Hakim sebagai Ganda
  6. ​Berlliana Lovell sebagai Nissa
  7. ​Sita Permatasari sebagai Deshi
  8. ​Stevan Rizky sebagai Ustad Salman
  9. ​Nadzira Shafa sebagai Zira
  10. ​Didi Hasyim sebagai Kyai Usman
  11. ​Erwin Rakiman sebagai Pak Brata
  12. ​Irene Librawati sebagai Ibu Ganda
  13. ​Jamie Aditya sebagai Ayah Rico

Kamis, 10 September 2026

JELANG TAYANG NASIONAL, URANG BUNIAN KIAN LAYAK DINANTIKAN PECINTA FILM HOROR INDONESIA

​Setelah memperoleh sambutan positif melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota, perhatian publik terhadap URANG BUNIAN terus meningkat. Gala Premiere Jakarta menjadi momentum yang memperkuat ekspektasi menjelang penayangan serentak pada 17 September 2026.

Jakarta, 10 September 2026 – Kurang dari sepekan menjelang penayangan nasional, URANG BUNIAN mulai menempatkan diri sebagai salah satu film horor Indonesia yang paling banyak menarik perhatian publik bulan ini. Setelah diperkenalkan melalui berbagai rangkaian Special Screening di sejumlah kota, film produksi DHF Entertainment tersebut memperoleh sambutan positif dari media, komunitas film, kreator konten, hingga para penonton yang berkesempatan menyaksikan lebih awal.

​Momentum tersebut berlanjut dalam Gala Premiere Jakarta yang dihadiri produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta para pemain Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini. Acara ini juga dihadiri media nasional, insan perfilman, komunitas, serta para tamu undangan yang menyaksikan film beberapa hari sebelum penayangan resminya di bioskop.

​Selain pemutaran film, Gala Premiere menghadirkan sesi red carpet, Q&A, meet & greet, dan photo session, yang menjadi kesempatan bagi media untuk berbincang langsung dengan para sineas dan pemain mengenai proses kreatif di balik film tersebut.

​Dari Sambutan Positif Menuju Ekspektasi Publik

​Selama beberapa pekan terakhir, URANG BUNIAN membangun perhatian publik melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota. Respons yang muncul dari media, komunitas film, kreator konten, serta para penonton awal menghadirkan percakapan yang terus berkembang menjelang penayangan nasional.

​Memasuki pekan penayangan, perhatian tersebut mulai bergeser menjadi ekspektasi. Berbagai respons awal yang bermunculan menjadikan URANG BUNIAN sebagai salah satu film horor Indonesia yang layak dinantikan pada September ini, sekaligus memperkuat rasa ingin tahu publik untuk menyaksikannya di layar lebar.


​Tentang Film URANG BUNIAN


​Terinspirasi dari urban legend tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup di hutan Sumatra, URANG BUNIAN menghadirkan kisah horor-misteri yang memadukan budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Disutradarai oleh Rendy Herpy serta diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, film ini dibintangi oleh Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.

​Tentang DHF Entertainment

DHF Entertainment merupakan rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada pengembangan cerita yang berakar pada budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Melalui URANG BUNIAN, DHF Entertainment kembali menghadirkan kisah yang terinspirasi dari kekayaan urban legend Indonesia untuk penonton tanah air.

​Tayang Serentak 17 September 2026

​Setelah melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota dan memperoleh perhatian dari media, komunitas, serta para penonton awal, URANG BUNIAN kini bersiap menyapa seluruh penonton Indonesia.

URANG BUNIAN dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Horor di Siang Bolong! Karina Salim & Rachel Amanda Dihantui Suara Tak Terlihat dalam Film Hasut!

Film Hasut tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop

Jakarta, 10 September 2026 – Tuta Films merilis official trailer dan poster film horor-misteri Hasut yang menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma. Trailer menampilkan situasi yang menegangkan di tengah hutan, saat empat sahabat, yang diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling tak percaya satu sama lain. Suara-suara gaib mendorong mereka dan mengacaukan rencana healing.

​Hutan di film ini akan berperan sangat dominan, menghadirkan nuansa yang tenang, namun ketika suara-suara gaib itu muncul, kekacauan terjadi. Suara-suara itu menghasut untuk saling melukai satu sama lain, memberikan teror yang mengganggu secara psikologis.

​Sementara itu, official poster menampilkan empat karakter utama film ini dengan nuansa kekacauan dan teror yang ada di belakang mereka, memberikan lapisan yang akan ada di film Hasut.

​Diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja dengan ko-produser Nick Musa, Hasut akan mengeksplorasi sebuah luka dan trauma lewat perjalanan empat sahabat di hutan. Alih-alih menyajikan horor jumpscare dengan penampakan, Hasut memilih jalur yang tak biasa dengan mengandalkan ketakutan dan teror dari kekuatan auditif suara.

​"Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini. Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia," ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.

​Produser Siera Tamihardja mengungkapkan, Hasut akan mengikuti perjalanan tentang orang-orang yang tampaknya baik-baik saja, namun ternyata ada banyak masalah dan luka. Dalam perjalanan mereka berusaha menjadi lebih baik, justru ada hal-hal yang menyakitkan yang dilewati, yang turut meneror.

​"Latar hutan juga menjadi sebuah simbol alam bawah sadar yang menyimpan semua luka kita, yang mau tak mau harus kita hadapi meski meneror hati dan pikiran. Belum banyak film horor Indonesia yang mengeksplorasi cerita seperti di film ini," ujar produser Siera Tamihardja.

​Karina Salim, yang memerankan Vira, seorang healer yang mengajak adiknya, Rere (Rachel Amanda) serta dua temannya untuk pergi ke hutan dan melakukan ritual penyembuhan, mengungkapkan hutan menjadi salah satu set yang menyenangkan namun juga menantang. Menurutnya, film Hasut juga bisa memberikan refleksi untuk penonton.

​"Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah kita menonton film Hasut, seperti refleksi atas diri yang mendalam. Film ini bukan cuma menawarkan pengalaman yang mencekam tapi setelah menontonnya kita akan dapat sesuatu untuk bercermin, sebetulnya dalam kehidupan apakah selama ini saya mudah dihasut, atau justru saya yang tanpa sadar menghasut orang-orang?" Ujar Karina Salim.

​Rachel Amanda, tampil sangat berbeda di film ini. Amanda yang memerankan Rere, ditampilkan sebagai seorang yang menyebalkan. Ia seperti tengah menghindari luka dan masalah yang terjadi di masa lalu, dan melampiaskan kemarahannya pada sang kakak, yang diperankan Karina Salim.

​Dalam memerankan Rere, Amanda juga tuturmenuturkan menemukan banyak tantangan secara fisik. "Di film ini, aku banyak 'disiksa'. Ada adegan aku harus guling-guling, diikat di pohon, dan bahkan beberapa adegan yang lumayan menguras fisik. Namun terasa sangat menyenangkan karena chemistry kami berempat begitu hidup dan membuat suasana syuting di hutan juga terasa mudah," ujar Rachel Amanda.

​Sebelumnya, Tuta Films telah memproduksi film A Man Called Ahok (2018) yang meraih 3 Nominasi Piala Citra FFI 2019, dokumenter musik Noah: Awal Semula (2013), dan Catatan (Harian) Si Boy (2011) yang memenangkan 1 Piala Citra FFI 2011 untuk Penyuntingan Terbaik.

​Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

Sinopsis

​Empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan untuk menemukan kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka. Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul, mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran mereka. Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka. Tempat di mana setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.

Apa yang Sebenarnya Terjadi? FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO Mulai Ungkap Misterinya Lewat Launching Poster dan Trailer

Film horor terbaru memperkenalkan sekilas karakter dan atmosfer mencekam, namun masih menyimpan misteri yang belum terungkap.

Jakarta, 10 September 2026Apa yang sebenarnya terjadi ketika misteri itu mulai terungkap? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu rasa yang ditinggalkan FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO melalui peluncuran official poster dan official trailer. Untuk pertama kalinya, penonton dapat melihat sekilas atmosfer, karakter dan trailer yang menjadi pintu masuk menuju misteri film ini.

​Official poster dan trailer FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO tidak hanya memperlihatkan nuansa mencekam yang menjadi identitas film, tetapi juga memberikan nuansa yang intens. Berbagai visual yang ditampilkan seolah menjadi petunjuk awal, namun masih menyisakan banyak hal yang belum terjawab.

​Disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO menghadirkan jajaran pemain seperti Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, Vinessa Inez, Zahra Macapagal, Wina Marino, Shafa Afisah, dan Elma Lita.

​Menurut Adhe Dharmastriya, perilisan poster dan trailer menjadi kesempatan untuk memperkenalkan atmosfer serta karakter dalam film.

"LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO bukan hanya tentang horor. Ada petualangan, persahabatan, pengkhianatan, dan kisah cinta yang saling terhubung dalam perjalanan para karakternya. Di balik semua ketegangan dan misterinya, film ini juga bercerita tentang keikhlasan, tentang bagaimana seseorang belajar menerima dan melepaskan. Perpaduan itu yang ingin saya hadirkan agar penonton mendapatkan pengalaman yang lengkap, ikut merasa takut, penasaran, sekaligus tersentuh oleh ceritanya." ujar Adhe Dharmastriya.

Sementara itu, Evelyn Afnilia sebagai penulis naskah melihat poster dan trailer sebagai bagian dari cara memperkenalkan dunia cerita kepada penonton sekaligus membangun rasa penasaran terhadap apa yang akan mereka temukan ketika menyaksikan film secara utuh.

"Bagi saya, yang menarik dari LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO adalah bagaimana rasa penasaran dibangun dari cerita dan karakter. Jadi ketika penonton melihat poster dan trailer, mereka mendapatkan sedikit gambaran, tetapi masih ada banyak hal yang baru bisa mereka temukan ketika menonton filmnya secara utuh," tambah Evelyn Afnilia.

Elsaputra D Justia selaku Produser Eksekutif mengatakan bahwa perilisan official poster dan trailer menjadi langkah penting untuk memperkenalkan FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO kepada publik sekaligus memberikan gambaran mengenai pengalaman horor yang ditawarkan.

"Melalui poster dan trailer ini, kami ingin memberikan gambaran mendalam, simbolik serta imajinasi liar tentang LINGSIR WENGI - MOTEL MALIOBORO sekaligus memperkenalkan atmosfer horor yang menjadi bagian penting dari film ini. Kami berharap rasa penasaran yang muncul akan memotivasi penonton ingin melihat dan menemukan sendiri cerita lengkapnya di bioskop." ucap Elsaputra D Justia.

Kehadiran jajaran pemain dengan karakter yang beragam turut menjadi bagian penting dalam membangun cerita FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO. Melalui official trailer, penonton mulai dapat melihat dinamika antar karakter sekaligus atmosfer yang perlahan membawa mereka menuju sebuah misteri. Temukan misterinya pada 22 Oktober 2026.

​Ikuti informasi terbaru serta berbagai kejutan lainnya melalui akun media sosial resmi @filmlingsirwengi, dan bersiaplah menyaksikan kisah yang masih menyimpan banyak rahasia hingga hari penayangannya di seluruh bioskop Indonesia.

​Tentangan LAB PICTURES

LAB PICTURES adalah sebuah production house yang didirikan di Jakarta pada Oktober 2024 oleh Elsaputra Djaja Justia yang merupakan mantan dari Presiden Direktur dari TV O Channel (now Moji TV (di tahun 2005–2013).

​Kami juga bekerjasama dengan tim yang berpengalaman bertahun-tahun dalam Project High Profile di Indonesia baik itu Film Bioskop, Music Video, Company Profile, TV Commercial, TV Program dan Web Series. Project pertama dari Lab Pictures adalah film bioskop "LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO".

​Sinopsis

​Putik memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasatmata. Bersama Ryan, Aro, Anggie, dan Dita, ia menggunakan kemampuannya untuk membangun kanal horor DuniaHorror62. Namun di balik popularitas mereka, Putik mulai merasa lelah karena sosok-sosok yang pernah ditemuinya terus mengikuti dan mengganggu mehidupannya.

​Tapi Ryan, pemimpin yang terobsesi atas kompetisi dan jiwa petualang yang luar biasa, demi mendapatkan popularitas yang lebih besar, maka mereka mendatangi sebuah motel tua di Malioboro yang menyimpan kamar terlarang. Konon, kamar tersebut telah ditutup sejak kematian misterius seorang perempuan beberapa tahun lalu. Meski sudah diperingatkan, mereka tetap masuk dan menemukan sebuah tape recorder berisi rekaman lagu Lingsir Wengi.

​Sejak lagu itu diputar, teror mulai mengikuti mereka. Suara nyanyian muncul dari tempat yang tak terduga, penglihatan mengerikan membawa Putik ke masa lalu motel, dan sebuah kekuatan penuh amarah perlahan menjadikan kemampuan Putik sebagai pintu masuk.

​Ketika teror semakin nyata mengungkap rahasia gelap dan konflik dalam persahabatan mereka, Putik menyadari bahwa sosok yang mereka bangunkan bukan sekadar ingin berkomunikasi. Ia datang membawa kemarahan yang menuntut untuk dilampiaskan. Kini, mereka harus menemukan cara menghentikannya sebelum malam berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

​Fact Sheet

  • Genre Film: HORROR, THRILER , ADVENTURES
  • Eksekutif Produser: Elsaputra D Justia, Richard Suwandi
  • Produser: Jason C, Adhe Dharmastriya
  • Sutradara: Adhe Dharmastriya
  • Penulis: Evelyn Afnilia
  • Penata Kamera: Reynaldo Hasan
  • Penyunting Gambar: Dani Ramadhan
  • Penata Musik: Ganden Bramanto
  • Art: Samuel Eza
  • Produksi: LAB PICTURES

​Pemain

  • Ochi Rosdiana sebagai Putik
  • Jeff Smith sebagai Ryan
  • Alif Rivelino sebagai Aro
  • ⁠Yessica Tamara sebagai Anggie
  • ⁠Chelcy Clarissa sebagai Dita
  • Vinessa Inez sebagai Kinanti
  • Zahra Macapagal
  • Wina Marino
  • Shafa Afisah sebagai Kalila
  • Elma Lita

Rabu, 09 September 2026

Perankan Seorang Ibu Bisu di Film Horor Internasional, Aghniny Haque Akui Karakter Melor dalam Film Khadam Jadi Peran Paling Menantang

Jakarta, 9 September 2026 – Aktris serbabisa Aghniny Haque resmi mencatatkan debut internasionalnya lewat film horor teranyar, Khadam. Terlibat dalam produksi berskala regional, Aghniny mengakui bahwa proyek perdananya di kancah mancanegara ini menyuguhkan ujian akting paling berat dan menantang sepanjang kariernya.

Khadam merupakan karya kolaborasi lintas negara yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions asal Malaysia, bekerja sama dengan dua rumah produksi kenamaan Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Sinergi dua negara serumpun ini memberi ruang baru bagi Aghniny untuk memperluas jangkauan seni perannya di industri perfilman internasional.

​Terkait pengalaman barunya tersebut, Aghniny membagikan kesan mendalam selama berada di lokasi syuting. "Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat," ungkap Aghniny.

Kuasai Bahasa Isyarat dari Nol Demi Sosok Melor

​Tantangan terbesar Aghniny di film ini berpusat pada karakternya, Melor—seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Tanpa bantuan dialog lisan, ia dituntut mengandalkan kekuatan ekspresi mikro wajah, gerak tubuh, dan penguasaan bahasa isyarat untuk mentransmisikan rasa takut, duka, hingga tekad melindungi anak-anaknya dari jeratan teror gaib.

​Tingkat kerumitan semakin tinggi karena Khadam berlatar era 1950-an. Hal ini mengharuskan Aghniny mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan saat ini, langsung dari titik nol.

​"Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal," tegasnya.

​Terlihat dalam official poster dari Khadam, film ini membawakan horor yang berbeda dengan film-film lainnya. Akar yang tumbuh mengelilingi kepala dari Melor dengan keluarga dan rumahnya yang terlihat di dalamnya menunjukkan beban psikologis yang dihadapi karakter ini dalam cerita Khadam.

​Selain kepiawaian Aghniny Haque sebagai pemeran utama, Khadam turut diperkuat oleh deretan bintang ternama Malaysia, antara lain Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris senior June Lojong.

​Penampilan emosional tanpa kata dari Aghniny Haque dalam film Khadam dapat disaksikan serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026.

​Ikuti informasi terbaru dan cuplikan resmi yang dapat diakses melalui akun media sosial @khadamthemovie dan @cbipictures.

About Red Communications

Founded in 1999, Red Communications is an award-winning Malaysian production house with a strong legacy in film, television and digital content. Renowned for shaping youth-driven and culturally resonant stories, Red has produced some of Malaysia's most iconic feature films including Gol & Gincu (2005), its sequel Gol & Gincu Vol. 2 (2018), Kami the Movie (2008), Istanbul Aku Datang! (2012), Sabalik Baju (2021) and Songlap (2011), each celebrated for redefining contemporary Malaysian cinema and connecting with new generations of audiences. Beyond film, Red has built an acclaimed portfolio across television and branded content with hits like Oh My English! (International Digital Emmy® nominee), Club Mickey Mouse (Best Kids Show, Asian Academy Creative Awards 2018–2020) and From Saga With Love (Best Comedy Series, Asia Academy Creative Awards 2024). Red's work has also been recognised on global stages, with Operation Sumatran Rhino screening at the New York Wildlife Conservation Film Festival and long-running TV Series 3R (Respect, Relax, Respond) winning Best Infotainment Award at the 2002 Asia Television Awards. With over two decades of storytelling excellence, Red Communications continues to push creative boundaries in cinema and beyond, collaborating with international partners while championing authentic Malaysian voices on the global stage.

About Komet Productions

Helmed by experienced Southeast Asian ("SEA") content and media professional Ahmad Izham Omar, Komet is the brand name that binds the different Komet companies together in its sole vision of producing, distributing and investing into new and progressive SEA creative content.

Always on the lookout for "something new and exciting", Komet begun operations in July 2023 with a bang, securing investment into the hottest creative content IPs in the SEA region including becoming one of the Executive Producers of the landmark film Siksa Kubur directed by SEA's premier director Joko Anwar, the mega-successful Blood Brothers Bara Naga from Malaysia's blockbuster producer Skop Productions and premier SEA animated movie Ejen Ali The Movie 2 from Wau Animation which was a hit in Southeast Asia. With a high-quality curation of an ever-growing number of film slates, Komet has now turbocharged its journey into becoming a premiere producer, distributor and investor of brave and new creative content from young and emerging creative voices from SEA for global consumption.

About MAGMA Entertainment

Magala Media Arthamakur, atau yang lebih dikenal dengan MAGMA Entertainment adalah kelanjutan dari Garuda Film, PH Indonesia di bawah kepemimpinan Hendrick Gozali yang sejak era 80an telah menghasilkan banyak tonggak sejarah film Indonesia, serta memenangkan lebih dari 25 Piala Citra selaku supremasi tertinggi dalam Festival Film Indonesia. Kini, di bawah arahan Linda Gozali dan Charles Gozali, MAGMA Entertainment tetap memegang visi-misi dan signatur. MAGMA Entertainment terus memproduksi film-film yang mentransformasi audiensnya lewat nilai baik serta penuh hati. Beberapa

​​About VMS Studios

Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.

​Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.

​Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.

About CBI Pictures

CBI Pictures adalah perusahaan distribusi dan hiburan film di Indonesia yang menghadirkan beragam film internasional dan film konser musik kepada penonton Indonesia. Melalui distribusi teatrikal, pemasaran, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri, CBI Pictures berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman sinema yang beragam, berkualitas, dan bagi penonton di Indonesia.

​CBI Pictures bekerja sama dengan produser, studio, pemegang hak, sineas, jaringan bioskop, serta berbagai mitra industri untuk memperluas jangkauan film dan mempertemukan karya-karya pilihan dengan audiens Indonesia.

Trailer dan Poster Resmi Film Laut Bercerita Rilis! Menghidupkan Kisah Perjuangan, Persahabatan, Cinta, dan Kehilangan di Layar Lebar

Film Laut Bercerita tayang mulai 29 Oktober di bioskop Indonesia

Jakarta, 9 September 2026 — Pal8 Pictures meluncurkan trailer dan poster resmi film Laut Bercerita garapan sutradara Yosep Anggi Noen, adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori. Melalui trailer ini, terlihat Laut Bercerita menceritakan bagaimana ia resah dan bergabung dengan sekelompok dengan cita-cita besar membuat Indonesia yang demokratis.

​Biru Laut, yang diperankan Reza Rahadian, bersama teman-temannya bergabung dengan kelompok mahasiswa Winatra dan menggalang pergerakan di saat tiga aktivis lain diadili karena membaca dan mengedarkan buku terlarang. Selanjutnya Biru Laut dan Winatra semakin aktif mendampingi persoalan-persoalan petani.

​Namun, di suatu malam, Biru Laut, bersama beberapa tokoh Winatra, tiba-tiba menghilang satu per satu. Mereka tak bisa ditemukan. Seluruh keluarga, kawan, kekasih mencoba mencari jejak mereka. Asmara Jati, adik Biru Laut, diperankan Yunita Siregar, menjadi simbol yang merawat harapan dan kekuatan. Ia terus mencari jawaban di mana keberadaan sang kakak.

​Poster resmi Film Laut Bercerita melengkapi narasi film ini yang membawa napas tentang merawat ingatan bahwa di balik setiap nama, ada keluarga yang masih meununggunya pulang.

​“Di film ini saya mencoba menunjukkan hal-hal yang memang menusuk, menginspirasi, rasa hangat, dan yang membuat orang jadi memaknai kembali kehidupan persahabatan dan keluarga,” demikian sutradara Yosep Anggi Noen.

​“Bagi para sahabat dan keluarga yang kehilangan seseorang di film ini, mereka merasakan kesedihan namun juga dengan setia menunggu dan mencari. Karena menunggu dan mencari, dalam beberapa hal, adalah bagian dari perlawanan,” ujar sutradara Yosep Anggi Noen.

​Reza Rahadian, yang sebelumnya juga memerankan Biru Laut di versi film pendek, mengungkapkan bahwa film panjang Laut Bercerita membawa dimensi yang lebih kompleks, namun disampaikan tetap dengan naratif yang puitik.

​"Kita hidup dari zaman ke zaman, akan selalu punya harapan. Selalu ada anak muda yang akan membuat gebrakan, dan berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ini. Hari ini, kita punya banyak Biru Laut dan semangat Winatra di luar sana yang peduli untuk membuat perubahan," ujar Reza Rahadian.

Yunita Siregar, yang memerankan Asmara Jati, mengungkapkan proses yang cukup berat untuk film Laut Bercerita. Selama proses membaca naskah, Yunita kerap menangis mengetahui kisah yang dilalui keluarga Asmara Jati, yang kehilangan anggota keluarganya, dan harus menunggu kapan ia akan pulang.

​"Berduka bukan berarti melupakan tapi mencintai dengan cara yang lain. Asmara Jati, keluarganya, sahabat-sahabatnya, mencintai Biru Laut dengan ketidakhadirannya tapi tetap selalu dikenang. Asmara adalah sosok yang tenang dalam menghadapi segala gemuruh kehidupan, dan dia yang tetap menjaga harapan tetap menyala," ujar Yunita Siregar.

Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Sebelumnya, juga telah diumumkan film ini terpilih ikut dalam kompetisi utama (Main Competition) di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 yang berlangsung pada 6–15 Oktober, dan akan menjadi momen untuk penayangan perdana (World Premiere).

​"Harapannya film Laut Bercerita bisa menjadi jendela bagi kita untuk melihat sejarah Indonesia sekaligus inspirasi untuk anak-anak muda zaman sekarang. Semoga mereka berani bercita-cita untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Leila S. Chudori, yang menulis skenario bersama Anggi Noen.

Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila Chudori. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.

​Produser film ini adalah Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori. Film ini diproduksi oleh Pal 8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.

​Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.

TENTANG FILM LAUT BERCERITA

  • Genre: Drama, untuk penonton 17 tahun ke atas
  • Durasi: 135 menit
  • Tayang di Bioskop: 29 Oktober 2026
  • Tayang Perdana (World Premiere): Busan International Film Festival (BIFF) 2026
  • Produksi: Pal8 Pictures bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film dan Brandlink.
  • Diangkat dari novel: Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
  • Sutradara: Yosep Anggi Noen
  • Penulis Skenario: Leila S. Chudori dan Yosep Anggi Noen
  • Produser: Gita Fara, Budi Setyarso, Leila S. Chudori
  • Produser Eksekutif: Arif Zulkifli, FX Iwan, Tony Ramesh, Rob O'Hare, Febrian Marcel, Djulianta, Reza Rahadian dan Arya Ibrahim

SINOPSIS

​Laut Bercerita adalah film yang mengisahkan rasa kehilangan, daya tahan, sekaligus harapan.

​Yogyakarta, akhir 1990-an. Suasana kampus di Yogyakarta diliputi ketegangan setelah penangkapan tiga mahasiswa yang menyebarkan buku terlarang. Biru Laut, mahasiswa yang gemar membaca dan menulis, memutuskan bergabung dengan kelompok studi Winatra. Bersama Daniel, Alex, Sunu, dan sahabat-sahabatnya, Laut menyadari bahwa memperjuangkan kebebasan berekspresi bukanlah perkara mudah.

​Namun mereka terus bergerak hingga suatu malam Laut dan sejumlah kawannya menghilang tanpa kabar. Bapak, Ibu, adiknya Asmara Jati, serta sahabat-sahabat Laut kemudian menjalani pencarian panjang untuk menemukan jawaban tentang mereka yang hilang.

TENTANG PAL 8 PICTURES

​PT Layar Terkembang Senantiasa, dikenal sebagai Pal 8 Pictures, adalah rumah produksi film di bawah naungan Tempo Media Group. Berangkat dari tradisi Tempo dalam menghadirkan jurnalisme yang kritis dan mendalam, Pal8 Pictures berkomitmen mengembangkan film-film dengan cerita yang kuat dan relevan dengan persoalan masyarakat Indonesia, khususnya yang bersinggungan dengan isu sosial, sejarah, politik, dan budaya. Melalui medium sinema, Pal 8 Pictures ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya memiliki nilai artistik dan menghibur, tetapi juga membuka ruang percakapan dan memberi dampak bagi masyarakat.

​Laut Bercerita, adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang disutradarai Yosep Anggi Noen, merupakan film panjang perdana Pal 8 Pictures.

AKUN MEDIA SOSIAL

  • Instagram: @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8pictures
  • Facebook: Film Laut Bercerita
  • Threads: @filmlautbercerita
  • Hashtag: #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN: Rayakan Setiap Langkah Menuju Rumah Impian dalam Satu Festival

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan sejak 2023, Harpropnas Fest 2026 menghadirkan pilihan properti, solusi pembiayaan, konsultasi KPR, hingga berbagai aktivitas untuk dinikmati bersama keluarga pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka.

Foto: Suasana Exhibition Area Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Jakarta, 9 September 2026 – Rumah123 resmi membuka Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN, yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya sejak pertama kali hadir pada 2023, festival ini mengusung tema "Rayakan Langkahmu Menuju Rumah Impian" yang menjadi bagian dari komitmen Rumah123 untuk menghadirkan pengalaman online ke offline yang lebih dekat dan menyeluruh bagi masyarakat dalam perjalanan menuju kepemilikan rumah.

​Perjalanan menuju rumah impian sendiri terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Sepanjang semester pertama 2026, Rumah123 mencatat lebih dari 25 juta sesi kunjungan dari pencari properti yang datang untuk mengeksplorasi pilihan hunian dan mencari informasi terkait langkah mereka berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi dan akses yang lebih mudah dalam perjalanan mencari rumah tetap besar.

Foto: Darius Cheung, CEO 99 Group saat memberikan Opening Remarks dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Darius Cheung, CEO 99 Group, mengatakan, "Memiliki rumah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup, dan perjalanan menuju ke sana tidak selalu mudah maupun linear. Karena itu, kami ingin Rumah123 hadir lebih dari sekadar tempat untuk mencari properti. Kami ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan mereka, mulai dari menemukan pilihan, memahami kemampuan finansial, hingga mengakses solusi pembiayaan yang dapat membantu mereka melangkah lebih dekat menuju kepemilikan rumah. Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN, merupakan salah satu wujud bagaimana kami membawa perjalanan tersebut dari online ke offline, sehingga masyarakat dapat mengeksplorasi, bertanya, berkonsultasi, dan menemukan langkah yang paling relevan bagi mereka."

Foto: Bharat Buxani, CMO 99 Group saat sesi Press Conference Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Bharat Buxani, CMO 99 Group menambahkan, "Mimpi memiliki rumah tetap menjadi sesuatu yang penting bagi banyak orang. Namun, setiap orang memiliki titik awal dan perjalanan yang berbeda. Ada yang baru mulai mencari, ada yang sedang menghitung kemampuan, dan ada pula yang membutuhkan solusi untuk KPR yang sudah berjalan. Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang membuat perjalanan itu terasa lebih mudah, lebih dekat, dan lebih menyenangkan. Karena setiap langkah menuju rumah impian, sekecil apapun, layak untuk dirayakan."

​Selama enam hari, pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 30 proyek properti, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruko dengan rentang harga mulai Rp450 Jutaan hingga Rp9 Miliar meliputi Grand Wisata, Kota Deltamas, EleVee Residences, Harvest City, Metland Transyogi, Synthesis Development, Sequoia Hills, Metland Menteng, PIK2, Podomoro Golf View, Cimanggis Golf Estate, Kota Wisata Ecovia, Gardens at Candi Sawangan, Heartful-Town Taman Mini, Wisteria, Bukit Podomoro Jakarta, Lynn Parc & Landmark Residence, Raja Villa Property, TRINITILAND PROJECT, Progress Group, dan Damai Putra Group.

​Berbagai penawaran juga tersedia sesuai syarat dan ketentuan, mulai dari cashback hingga Rp25 juta; masing-masing satu unit BYD Atto 1, Geely EX2 Pro, dan AION UT STD; logam mulia hingga 1 kilogram; Samsung Galaxy Z Fold 8; voucher traveling hingga Rp20 juta; hingga program PPN DTP serta pembebasan biaya AJB, BPHTB, SHM, dan biaya lainnya dari developer yang berpartisipasi.

​Melalui program "Cicilan KPR Turun Rp15 Juta dalam 15 Menit", pemilik KPR yang telah atau akan memasuki periode suku bunga floating dapat memperoleh konsultasi dan simulasi awal berdasarkan kondisi pembiayaan mereka. Jika ingin melanjutkan proses, pengajuan tetap dilakukan melalui bank dan mengikuti analisis kredit serta kebijakan pembiayaan yang berlaku.

Foto: Thomas Wahyudi, SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. saat sesi Press Conference Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

​Sebagai Main Sponsor, balé by BTN turut menghadirkan solusi dan informasi pembiayaan untuk membantu masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah.

Thomas Wahyudi, SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., mengatakan, "Kepemilikan rumah merupakan komitmen finansial jangka panjang. Karena itu, masyarakat perlu memahami kemampuan membayar, pilihan tenor, struktur suku bunga, serta biaya yang menyertai pembiayaan. Melalui superapps balé by BTN, kami ingin membantu masyarakat memperoleh informasi dan solusi pembiayaan yang lebih mudah dipahami agar setiap keputusan dapat diambil dengan lebih terencana."

​Selama festival berlangsung, balé by BTN juga menghadirkan berbagai benefit sesuai syarat dan ketentuan, termasuk bebas biaya administrasi dan provisi untuk program yang memenuhi ketentuan; voucher Yoshinoya senilai Rp50.000 bagi pengunjung yang membuka akun balé by BTN dan melengkapi data melalui microsite Rumah123; serta dua Annual Pass Dufan bagi konsumen dari leads event yang melanjutkan hingga akad KPR. Seluruh program mengikuti periode, kuota, dan ketentuan yang berlaku.

Foto: Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia saat memberikan arahan dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

​Dalam kesempatan pembukaan, Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, turut menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian. "Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah," ujarnya.

​Selain menghadirkan pilihan properti dan solusi pembiayaan, Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN juga menyuguhkan rangkaian aktivitas publik, mulai dari talkshow NGOPI on Ground, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, aktivitas anak, mat pilates, comedy show, hingga special performance HiVi! di penghujung festival. Pengunjung juga dapat mengikuti lelang home appliances setiap hari pukul 19.00 WIB dengan harga mulai Rp10.000.

Foto: Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat memberikan arahan dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang juga turut menyampaikan, "Ekonomi kreatif tumbuh dari talenta, gagasan, dan ekosistem yang memungkinkan masyarakat untuk berkarya secara berkelanjutan. Hunian yang layak dan lingkungan hidup yang mendukung menjadi salah satu fondasi penting agar para pelaku ekonomi kreatif dapat membangun kehidupan sekaligus mengembangkan potensinya."

​Rangkaian kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat mencari informasi, berkonsultasi, dan menikmati waktu bersama keluarga dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

​Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN didukung oleh balé by BTN sebagai Main Sponsor; Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Ichinogami, Oni Ola, Lifetime Design, Lalamove, Klik'nClean, dan ruparupa sebagai Brand Partners; MITO, Vicenza, dan Mecoo sebagai Auction Partners; KBL Performing Arts, Purwacaraka Music School, Rockstar Academy, dan Celebrity Fitness sebagai Supporting Partners; serta Naturlife, Azarine Cosmetics, dan Insta Beauty Clinic sebagai Wellness Partners.

​Diselenggarakan selama enam hari, Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN menargetkan kehadiran lebih dari 10.000 pengunjung. Festival ini terbuka untuk masyarakat pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Informasi jadwal, pendaftaran aktivitas, serta syarat dan ketentuan program dapat diakses melalui kanal Instagram Rumah123 di www.instagram.com/rumah123com.

Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya. Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan pindah KPR, dan pindah KPR.

Tentang Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN

Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN adalah sebuah perayaan bagi siapa saja yang sedang memperjuangkan dan melangkah menuju rumah impiannya. Mendampingi konsumen mengenali dan menemukan hunian impian, mengukur kesiapan finansial, hingga memberikan solusi Take Over KPR yang floating.

Imperial Pictures garap “GHOSTHING”, Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH Bertemu dalam Komedi Horor

​Jakarta, 15 September 2026 — Imperial Pictures, Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya kembali merilis film layar lebar terbarunya berjudul...