Jumat, 06 Februari 2026

Film WARU (Iblis Perenggut Jiwa Yang Malang) Siap Tayang 12 Februari 2026 Di Bioskop


Jakarta, 6 Februari 2026 - Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan. Sebagian dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan mahkluk tak kasat mata. Salah satunya adalah Pohon Waru.

Mitos inilah yang diangkat secara mendalam dalam film horor terbaru berjudul WARU, sebuah horor berbalut mitos, kearifan lokal, dan kisah-kisah yang konon kerap benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, WARU tak sekadar menyajikan ketakutan instan, tetapi menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan: tentang pohon Waru yang tak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius.

Produser Aji Fauzi menggandeng Chiska Doppert sebagai sutradara, dengan Ery Sofid sebagai penulis skenario. Kombinasi ini menghadirkan horor yang tak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menghantui secara emosional dan spiritual.

Film ini diperkuat jajaran pemain lintas generasi, mulai dari Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, hingga aktris senior Yatti Surachman, yang memegang peran krusial sebagai sosok Iblis Waru.


Sutradara Chiska Doppert menjelaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.

“Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, Orang tua dulu melarang kita melewati pohon WARU di saat magrib bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya." jelas Chiska kepada redaksi.

Kepercayaan ini semakin diperkuat dengan banyaknya kisah nyata tentang orang yang sakit mendadak, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar pohon Waru tertentu.

Penulis skenario Ery Sofid menambahkan, Pohon Waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Waru sering ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi. Jenis Waru Gunung bahkan dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur—daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.

Proses syuting film WARU dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo dan Gunung lawu, memperkuat atmosfer cerita. Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional.


Mulai 12 Februari 2026, Iblis Waru akan gentayangan di bioskop kesayangan Anda,” ujarnya.

Meski mengusung horor mitologis, WARU hadir berbeda. Film ini menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga, menjadikannya bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati.

Penonton akan dibuat merinding oleh teror teror Iblis Waru yang yang bersemayam di Pohon tempat pemujaan persembahan korban pesugihan kepala. FIlm Horor ini menampilkan teror sebuah pohon dengan akar akarnya yang merambat memenggal kepala korbannya, bukan berlebihan.

WARU bukan hanya film horor, tetapi peringatan akan mitos yang selama ini kita anggap cerita lama—karena mungkin, sebagian dari cerita itu… benar adanya.

SINOPSIS : 
Terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Namun pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit, hingga kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daullay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail).
 

Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan, mencari pohon terkutuk tersebut. Di sana gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka. 

Penemuan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno mengungkap kebenaran mengerikan: Lydia pernah mengikat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. 

Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian. Kini, satu-satunya jalan keluar adaah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.


WARU tayang serentak di bioskop Indonesia, Kamis 12 Februari 2026.

Informasi Tambahan untuk Redaksi:

• Judul: WARU

• Genre: Horor / Mitos

• Produksi: Adglow Pictures, Suraya Filem, Film Q, Megah Sinema Indonesia

• Produser: Aji Fauzi

• Produser Eksekutif: Johanes Rustam, Shures Ratnakrishnan, Desta Wulandari, Moch Sonny Inayatkhan, Witjaksono, Aji Fauzi, Dewi Amanda

• Sutradara: Chiska Doppert

• Penulis Naskah: Ery Sofid

• DOP: C.K Boon

• Tanggal Tayang: 12 Februari 2026

• Pemain: 
1. Bella Graceva - Nadine
2. Zikri Daulay - Adrian
3. Jinan Safa - Anya
4. Sean Mikhail - Haqi
5. Yatti Surachman - Mbah Waru
6. Sharifah Husna - Sarah
7. Josiah Hogan - Reza
8. Dewi Amanda - Lydia
9. Luneta Quinsha Witjaksono - Neta
10. Almeyda Nayara - Alya

Vidio Penasaran 2026: Lebih Dari Cerita, Merayakan Ragam Kisah Indonesia

Vidio Hadirkan film dan series lokal dengan deretan bintang ternama dan eksplorasi genre yang luas 


Sumber: Vidio

Jakarta, 6 Februari 2026 - Memasuki tahun 2026, Vidio kembali menegaskan posisinya sebagai rumah utama cerita lokal Indonesia melalui peluncuran Vidio Penasaran 2026. Deretan Original Series dan film unggulan yang akan hadir sepanjang tahun ini merepresentasikan komitmen Vidio dalam menghadirkan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan penontonnya secara emosional, relevan, dan berani mengeksplorasi realitas sosial dari berbagai sudut pandang. Masih mengusung semangat “Lebih Dari Cerita”, Vidio memandang hiburan bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi, koneksi, dan ekspresi budaya. 

Sepanjang 2025, Vidio mengukuhkan diri sebagai OTT Indonesia dengan produksi Original Series terbanyak, dengan lebih dari 100 judul Original Series yang telah diproduksi hingga akhir tahun. Judul-judul unggulan seperti Pertaruhan The Series 3 dan Jalinan Terlarang mendominasi konsumsi penonton dan mempertegas kekuatan cerita lokal sebagai arus utama hiburan digital. Pencapaian ini sekaligus menandai tumbuhnya generasi penonton baru, khususnya Gen Z, yang tidak hanya aktif menonton, tetapi juga membentuk tren dan preferensi genre melalui cerita yang terasa dekat dengan realitas mereka. 

Memasuki 2026, Vidio membawa momentum tersebut ke level berikutnya melalui rangkaian judul Original Series dan film yang lebih berani, personal, dan reflektif terhadap realitas sosial. 

Dibuka dengan Algojo, yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor segar yang dekat dengan kehidupan marjinal Jakarta. Series ini menjadi salah satu produksi action terbesar dari Vidio, sekaligus menandai debut Arya Saloka dalam action series, sebuah momentum yang sudah lama ditunggu para penggemarnya. 

Ada juga kehadiran istimewa film Rangga & Cinta. Film musikal produksi Miles Films ini disutradarai Riri Riza, diproduseri Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto. Setelah sebelumnya tayang di bioskop ini kini bisa dinikmati secara eksklusif di Vidio. Ini adalah sebuah reinterpretasi yang membawa kembali ikon romansa Indonesia ke generasi baru. Dengan latar Jakarta awal 2000-an yang autentik, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang bukan hanya bernostalgia, tetapi juga relevan bagi penonton lintas usia, menghubungkan memori kolektif dengan perspektif masa kini. 

Dari ranah drama, Di Luar Nurul dan A dan Z: InsyaAllah Cinta mengeksplorasi pertemuan antara mimpi, cinta, dan nilai-nilai keluarga dan religi dalam balutan romansa yang relevan dengan generasi muda Indonesia. 

Nuansa komedi dan drama sosial hadir melalui Ganteng-Ganteng Genteng, yang mengangkat benturan kelas dan identitas dengan pendekatan ringan namun reflektif, sementara Roh Halu menawarkan horor-komedi segar yang bermain di batas antara absurditas dan ketakutan. Di sisi lain, Jakarta Undercover membawa penonton menyusuri lapisan gelap ibu kota melalui kisah crime dan romansa dewasa yang intens, sementara Jagal Begal menyoroti kegelisahan remaja dan kekerasan struktural dalam balutan aksi dan drama coming-of-age. 

Tahun 2026 akan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran Bad Guys 2. Melanjutkan adaptasi IP Korea hasil kolaborasi dengan CJ ENM Hong Kong, Season 2 siap meneruskan kesuksesan Season 1, dengan membawa penonton kembali ke semesta kriminal yang semakin kelam, intens, dan penuh konflik berlapis. 

Melalui Vidio Slate 2026, Vidio tidak sekadar menghadirkan tontonan, tetapi membangun ekosistem cerita yang hidup, tempat talenta baru dan nama besar bertemu, genre saling bersilangan, dan kisah lokal mendapatkan ruang terbaiknya. Di tengah lanskap hiburan yang semakin global, Vidio terus percaya bahwa cerita Indonesia, ketika diceritakan dengan jujur dan berani, selalu punya kekuatan untuk menyentuh dan bertahan. 

Berikut deretan Original Series dan film unggulan Vidio yang akan tayang sepanjang tahun 2026, menghadirkan spektrum cerita Indonesia dengan pendekatan yang segar dan beragam. 


Sumber: Vidio

1. Algojo 

Zar yang merupakan seorang Anjelo, pengantar jemput pekerja seks, nekat terjun ke dunia pembunuh bayaran demi membalas dendam atas penyerangan terhadap ayahnya. Hanya bermodalkan semangat pantang menyerahnya, bisakah Zar yang tidak pernah membunuh orang, bertahan di dunia pembunuh bayaran? 

Cast : Arya Saloka, Caitlin Halderman, Randy Pangalila, Andy /rif, Justin Adiwinata, Moh. Iqbal Sulaiman, Yusuf Mahardika.
Director : Rahabi Mandra
Genre : Action, Drama, Comedy
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

Nonton Algojo Di Sini

2. Rangga & Cinta 

Mengambil latar Jakarta tahun 2001, kisah ini mengikuti kehidupan Cinta (Leya Princy), seorang siswi SMA populer dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga sosok cowok misterius bernama Rangga (El Putra Sarira) hadir dan mengubah segalanya. Dari rasa kesal berubah menjadi penasaran, Cinta pun mulai bimbang di antara dunia persahabatannya yang penuh warna dan perasaan baru yang tumbuh untuk Rangga. Akibat sebuah kejadian pada sahabatnya, Cinta harus memilih antara sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya atau cinta pertamanya. Dengan nuansa awal 2000-an yang autentik, mulai dari musik hingga gaya hidup remaja saat itu, Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati dan relevan bagi lintas generasi. 

Cast : Leya Princy, El Putra Sarira, Jasmine Nadya, Kyandra Sembel, Katyana Mawira, Daniella Tumiwa, Rafi Sudirman, dan Rafly Altama.
Director : Riri Riza
Genre : Romance
Production House : Miles FIlms 

3. A dan Z: InsyaAllah Cinta 

Kematian mendadak kakaknya memaksa Zara menikah dengan Gus Abyan, putra pemilik pesantren yang sejak kecil dijodohkan untuk kakaknya. Zara yang awalnya ragu dengan pernikahannya, perlahan luluh dengan kedewasaan Gus Abyan yang usianya jauh lebih tua. Akankah cinta akhirnya hadir di antara mereka? 

Cast : Rizky Nazar, Laura Moane, Zoe Abbas Jackson, Yusuf Kartiko , Anya Taroreh, Ratu Aulia, Imran Ismail, Agni Pratistha
Director : Key Mangunsong
Genre : Religious Romance
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

4. Ganteng-Ganteng Genteng 

Untuk membuktikan dirinya layak memimpin perusahaan kontraktor keluarga, Joni, pewaris manja keluarga Wirata harus bersaing dengan kakaknya dan hidup di sebuah desa demi membangkitkan pabrik genteng keluarganya yang terbengkalai. Ditempatkan jauh dari zona nyaman, mampukan Joni membuktikan dirinya? 

Cast : Antonio Blanco Jr, Zsazsa Utari, Dian Sidik, Yama Carlos, Rafly Altama, Apos Hutagaol, Joe P Project, Adinda Thomas
Director : Jay Sukmo
Genre : Comedy, Drama
Production House : BASE Entertainment
Number of Episode : 7 

5. Di Luar Nurul 

Untuk masuk SMA favorit dan mengejar mimpinya ke luar negeri, Kania rela dijodohkan dengan Bagas, anak dari kerabat kakeknya yang pernah mempermalukannya di depan umum. Masalah hadir ketika Bagas juga menolak perjodohannya dengan Kania. Antara mimpi dan cinta, mana yang akan dipilih Kania? 

Cast : Nayla Purnama, Gabriel Giroux, Lea Ciarachel, Rassya Hidayah, Habil Nugraha, Kesya Angelica, Ghina Sungkar, Alif Rivelino, Chelcy Clarissa
Director : Adis Kayl, Angling Sagaran
Genre : High School Romance, Comedy
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

6. Jakarta Undercover The Series 

Demi membersihkan reputasi kakaknya yang tewas misterius, Sita yang merupakan seorang reporter melakukan misi undercover ke dunia pesta terlarang Jakarta. Semua menjadi semakin rumit ketika Sita bertemu dan jatuh cinta dengan Arian, putra pemilik klub yang berhubungan erat dengan kematian kakaknya. 

Cast : Caitlin Halderman, Baskara Mahendra, Haico Van der Veken, Carissa Perruset, Brandon Salim.
Director : Aldo Swastia
Genre : Crime, Adult, Drama
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

7. Jagal Begal 

Terjebak di lingkungan yang dikuasai para begal yang kejam, seorang remaja korban perundungan bangkit menjadi penegak hukum jalanan demi melindungi teman-temannya. Sialnya situasi menjadi semakin kacau ketika aksinya, justru memicu perang antar wilayah. 

Cast : Omara Esteghlal, Zee Asadel, Angga Yunanda
Director : TBC
Genre : Action / Coming of Age
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

8. Roh Halu 

Setelah host reality horor terkenal meninggal mendadak, produser Hifdzi dan sutradara Rispo terpaksa menghidupkan kembali acara tersebut dengan memburu talent-talent hantu yang lepas, sebelum Rigen, sang iblis, menagih jiwa mereka. Kini, seluruh nasib mereka bergantung pada putra sang host yang penakut, pewaris kekuatan gaib yang tak pernah dipersiapkan untuk mewarisinya. 

Cast: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir
Director: Monty Tiwa
Genre: Comedy, Horror
Production House: Amadeus Sinemagna
Number of Episode: 6 

9. Bad Guys 2 

Setelah aliansinya dengan para Bad Guys terbongkar, Detektif Jaka disingkirkan oleh Iqbal, Kapolda yang baru. Masalah datang ketika Elias, salah satu orang kepercayaan Jaka diculik oleh sosok misterius. Kembali terjebak antara moral dan kebenaran, akankah Jaka dan Bad Guys kembali nekat bertindak? 

Cast : Oka Antara, Randy Pangalila, Dwi Sasono, Maudy Effrosina, Omara Esteghlal
Director : Ferry Pei Irawan, William Chandra 
Genre : Action, Crime, Drama 
Production House : BASE Entertainment In Collaboration with CJ ENM HK LTD
Number of Episode : 8 

Event Vidio Penasaran 2026 Dihadirkan dengan Pengalaman Hiburan Imersif dan Experiential 


Sumber: Vidio

Pengumuman Vidio Slate 2026 dihadirkan dengan cara yang unik dan istimewa melalui event Vidio Penasaran 2026, yang berlangsung selama dua hari pada 6–7 Februari 2026. Lebih dari sekadar pengumuman deretan tayangan terbaru, acara ini dirancang sebagai perayaan hiburan yang mengajak penonton merasakan langsung dunia di balik cerita-cerita Vidio. 

Berlokasi di The Space, Senayan City, Vidio Penasaran 2026 menghadirkan pengalaman hiburan yang imersif melalui berbagai zona interaktif, sesi meet & greet bersama para bintang Vidio Original, serta penampilan musisi ternama seperti Raisa, Kunto Aji, Lomba Sihir, dan Bilal Indrajaya. Pada 7 Februari, acara dibuka untuk publik secara gratis, di mana pengunjung dapat merasakan keseruan “Berwarga” bersama judul-judul terbaru Vidio melalui ruang-ruang interaktif seperti Berbunga-bunga, Hajar Terus, hingga Campur Aduk—merepresentasikan ragam konten Vidio. Melalui area experiential ini, pengunjung diajak berinteraksi dan menikmati pengalaman hiburan yang lebih dekat, seru, dan hidup.

Musikal Perahu Kertas Hadirkan Original Soundtrack “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” dalam Versi Baru oleh Maudy Ayunda dan Sistur

Jakarta, 6 Februari 2026 — Pertunjukan Musikal Perahu Kertas, yang menampilkan kisah populer dua sejoli Kugy dan Keenan, resmi menghadirkan dua original soundtrack utama yang menghidupkan kembali semesta Perahu Kertas: “Dua Manusia” yang dibawakan oleh Maudy Ayunda, serta “Langit Amat Indah” oleh trio perempuan Sistur. Kedua lagu ini dirilis sebagai bagian dari rangkaian musikal yang telah berjalan pementasannya mulai  30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

“Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” merupakan lagu remake dari soundtrack film Perahu Kertas (2012), yang sebelumnya masing-masing dibawakan oleh Dendy Mikes dan trio legendaris Rida, Sita, Dewi. Berdiri sebagai karya rekaman tersendiri yang merepresentasikan semangat pertunjukan, sekaligus menjembatani cerita lintas medium dari novel, film, hingga panggung musikal.

Versi terbaru “Dua Manusia” dibawakan oleh Maudy Ayunda dari sudut pandang perempuan, yang merupakan hasil pengembangan konsep yang dibahas bersama Dewi Lestari. Untuk proses produksinya, Maudy kembali menggandeng Mikha Angelo sebagai produser sekaligus kolaborator yang telah beberapa kali bekerja bersama dan telah memiliki kecocokan pendekatan musikal. Sentuhan tersebut menghadirkan aransemen yang terasa magis tanpa kehilangan karakter lagu aslinya, sekaligus memberi ruang bagi interpretasi vokal dan struktur musik yang lebih relevan dengan konteks pendengar masa kini.

Keterlibatan Maudy Ayunda kali ini menjadi momen full circle tumbuh bersama kisah Perahu Kertas. Berperan sebagai Kugy di filmnya, menyanyikan beberapa lagu soundtracknya, sehingga Maudy sangat identik dengan Perahu Kertas. Inilah bentuk dukungan berkelanjutan Maudy Ayunda terhadap IP yang membesarkan namanya, sekaligus perluasan makna cerita untuk generasi penonton hari ini.

“Menyanyikan ulang lagu ‘Dua Manusia’ terasa sangat personal buat aku. Lagu ini dulu hadir dari sudut pandang laki-laki  dan sekarang aku membawakannya sebagai perempuan yang juga tumbuh bersama cerita Perahu Kertas. Rasanya seperti kembali pulang, apalagi dikerjakan bersama Dewi Lestari dan Mikha Angelo”, tutur Maudy. 

Sementara itu, “Langit Amat Indah” dihadirkan ulang oleh Sistur. Sistur terdiri dari tiga perempuan musisi Indonesia, mereka adalah Tarrarin, T. Rucira, dan Jubilee Marissa. Lagu yang pertama kali dirilis lebih dari satu dekade lalu ini kembali dengan pendekatan yang lebih sederhana dan intim, tanpa mengubah lirik aslinya. Sistur menurunkan tempo lagu ini dari versi sebelumnya dan memasukan unsur vokal masing-masing personel yang memiliki daya tarik masing-masing. 

Verse awal dibuka oleh vokal T. Rucira dengan karakter nada rendah yang langsung memberi kesan kuat dan membuat lagu ini terasa menonjol sejak pertama didengar. Di bagian tengah, suara Tarrarin dengan karakter vokal mezzo hadir memberi lapisan emosi yang hangat. Sementara itu, nada-nada tinggi diisi oleh Jubilee yang melengkapi keseluruhan warna vokal Sistur. Perpaduan ketiga karakter ini menghasilkan harmonisasi yang indah dan seimbang.

Tarrarin, mewakili Sistur mengungkapkan, “Secara lirik tidak ada yang diubah, sementara aransemen dibuat lebih tone down. Kemudian, kami memilih membuatnya menjadi versi semi akustik. Inii kami pilih agar pendengar bisa lebih fokus meresapi makna lirik Langit Amat Indah”, tutur Tarrarin. 

Bagi Trinity Optima Production, peluncuran ulang “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” menegaskan bahwa karya dengan fondasi cerita yang kuat memiliki usia panjang dan mampu melintasi generasi serta medium. Melalui pendekatan aransemen yang adaptif terhadap tren pendengar hari ini, kedua lagu ini dihadirkan kembali tanpa menghilangkan ruh dan emosi yang sejak awal melekat pada Perahu Kertas, sekaligus membuka ruang bagi pendengar baru dan membangkitkan nostalgia bagi mereka yang telah mengikuti perjalanannya sejak awal. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Simhala Avadana, Senior A&R Trinity Optima Production, yang menyebut bahwa Perahu Kertas adalah karya dengan napas panjang, di mana lagu-lagu dengan kekuatan cerita akan selalu relevan dan dapat terus hidup lintas generasi.

Dua original soundtrack resmi Musikal Perahu Kertas, “Dua Manusia” oleh Maudy Ayunda dan “Langit Amat Indah” oleh Sistur, telah dirilis dan dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform mulai 6 Februari 2026.

Belajar Parenting Lewat Film: Dr. Aisah Dahlan Ungkap Pesan Tersembunyi di Balik Konflik Keluarga 'Titip Bunda di Surga-Mu'


Jakarta, 5 Februari 2026 – Suasana hening yang khidmat pecah menjadi isak tangis haru di akhir penayangan Special Screening film drama keluarga “Titip Bunda di Surga-Mu”. Digelar menjelang penayangan resminya di bioskop pada 26 Februari 2026, acara ini menjadi momen emosional yang tak terlupakan bagi para tamu undangan.

Hadir secara istimewa dalam pemutaran perdana ini adalah Dr. Aisah Dahlan, seorang dokter, praktisi neuroparenting, dan penceramah inspiratif yang menjadi rujukan banyak keluarga Indonesia. Kedatangan beliau, bersama jajaran pemain seperti Meriam Bellina, Acha Septriasa, produser Dono Indarto, serta penulis skenario sekaligus pemeran Zora Vidyanata, menegaskan pesan kuat yang dibawa film ini sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadan.

Dr. Aisah Dahlan: Pelajaran Tentang Komunikasi dan Kasih Sayang


Sebagai pakar yang mendalami psikologi keluarga, Dr. Aisah Dahlan memberikan apresiasi mendalam usai menyaksikan dinamika hubungan Ibu Moza dan anak-anaknya di layar lebar. Menurutnya, film ini berhasil memotret realitas keluarga modern dengan sangat jujur.

“Film Titip Bunda di Surga-Mu ini sangat penting untuk ditonton oleh para keluarga di luar sana. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari komunikasi dalam keluarga, pentingnya menyampaikan rasa sayang kepada orang-orang terdekat, sampai bagaimana sebuah keluarga menghadapi dan mengatasi konflik,” ungkap Dr. Aisah.

Beliau juga menambahkan betapa relevannya film ini sebagai media refleksi. “Saya senang sekali ada film keluarga yang mengangkat tema ini dengan begitu hangat dan jujur,” tambahnya.

Studio Menjadi Lautan Emosi


Tidak hanya Dr. Aisah Dahlan, gelombang emosi juga dirasakan oleh seluruh penonton yang memadati studio. Mata sembab dan tisu yang basah menjadi pemandangan umum saat lampu bioskop kembali menyala. Cerita yang sederhana namun menohok hati membuat penonton tersadar akan waktu yang terus berjalan.

Salah satu penonton mengungkapkan reaksi spontannya setelah film berakhir, “keluar dari bioskop, rasanya pengin langsung nelpon Bunda. Film ini bikin saya sadar, kadang kita terlalu sibuk sampai lupa bilang rindu dan sayang, padahal waktu nggak selalu nunggu.”

Tontonan Wajib Menyambut Lebaran

Film ini bercerita tentang tiga bersaudara yang tengah terhimpit kesulitan ekonomi, merasa jauh dari keluarga, dan diliputi kekecewaan terhadap orang tua. Keputusan nekat mereka untuk merencanakan pencurian harta warisan sebelum waktunya menjadi pemicu konflik utama. Namun, tindakan tersebut justru memaksa mereka menghadapi konsekuensi besar yang mengubah hidup dan mendefinisikan ulang arti keluarga bagi mereka.

“Titip Bunda di Surga-Mu” bukan hanya menyajikan drama, tetapi juga sebuah ajakan untuk "pulang". Lewat kisah Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio, dan Abun Sungkar, film ini mengajak penonton untuk berdamai dengan perbedaan dan tidak menunda ungkapan cinta selagi orang tua masih ada. Film ini turut dibintangi oleh Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.


Jadikan film ini sebagai momen refleksi perasaan dan hatimu. “Titip Bunda di Surga-Mu” tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026. Untuk informasi terbaru, ikuti Instagram @titipbundadisurgamu.

Rabu, 04 Februari 2026

Film Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026 di Bioskop Indonesia! Sudah Diakuisisi Distributor Ternama Jerman, Bakal Tayang di Negara-Negara Berbahasa Jerman

Jakarta, 4 Februari 2026 — Film terbaru karya penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Kabar tersebut diumumkan setelah film ini terpilih dalam program Forum di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. 

Ghost in the Cell menjadi karya pertama tahun ini untuk rumah produksi Come and See Pictures yang akan tayang di bioskop. Film ini terlebih dulu akan melakukan pemutaran perdana (world premiere) di Berlinale, Jerman, yang berlangsung pada 12–22 Februari 2026. 

“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia, Ghost in the Cell, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” kata Joko Anwar

Film komedi-horor Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah. 

Selain itu, Come and See Pictures juga mengumumkan bahwa film Ghost in the Cell kini telah diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, Plaion Pictures. Dengan kerja sama ini, film Ghost in the Cell akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman. 

“Sebuah kebanggaan bagi kami tentu saja film kami diakuisisi oleh Plaion Pictures. Plaion Pictures selama ini dikenal dengan reputasi mereka yang sudah mendistribusikan film-film berkualitas pemenang penghargaan dari berbagai dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” ujar produser Tia Hasibuan

Plaion Pictures di antaranya telah mendistribusikan film-film pemenang penghargaan Palme d’Or Cannes seperti PICTURES adalah perusahaan distributor Anatomy of a Fall, pemenang Oscar The Whale, pemenang Palme d’Or Titane dan Parasite.


Pada tahun ini, selain Ghost in the Cell, Plaion Pictures juga mengakuisisi film karya Joachim Trier yang masuk nominasi Best Picture Oscar tahun ini, Sentimental Value

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. 

Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures. Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! 

Film WARU (Iblis Perenggut Jiwa Yang Malang) Siap Tayang 12 Februari 2026 Di Bioskop

Jakarta, 6 Februari 2026 - Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan. S...