Jumat, 26 Juni 2026

Andovi da Lopez, Jadi Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong di Film Komedi “BAPAK PALING JUJUR”

Jakarta, 26 Juni 2026 – Apa jadinya jika seorang calon gubernur yang sedang berkampanye kena kutuk neneknya hingga tidak bisa berbohong? Di tengah dunia yang penuh pencitraan, kejujuran yang tak terkendali menjadi masalah dan membawa berbagai kekacauan.

​Premis unik dan menggelitik inilah yang menjadi dasar cerita BAPAK PALING JUJUR (BPJ), film komedi terbaru persembahan Cahaya Pictures. Setelah sebelumnya menghadirkan film Pesugihan Sate Gagak, kali ini Cahaya Pictures kembali menawarkan komedi yang relevan dan dekat dengan keseharian di Indonesia.

​"Ada kerinduan dari seluruh rakyat Indonesia, bahwa kami ingin memiliki pemimpin yang jujur. Inilah yang saya rasa menjadi relevansi dari film ini. BAPAK PALING JUJUR berbicara tentang kejujuran di tengah dunia yang penuh pencitraan," ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser Cahaya Pictures.

​Film yang merupakan adaptasi dari film Brasil, O Candidato Honesto (2014), ini disutradarai oleh Fajar Nugros yang sebelumnya sukses menggarap berbagai film komedi seperti Cinta Brontosaurus, seri Yowis Ben, film Srimulat, hingga Seni Memahami Kekasih.

​Dibintangi oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Soleh Solihun, Nayla D Purnama, Benidictus Siregar, Lolox, Cing Abdel, David Nurbianto, TJ Ruth, Indi Barens, Rizki Muhamad Firman, Adi Har @Mrkeminggris, Jeremy Teti, Elwina (Ceritaibun), Ben Bening, Mieke Shahir, Korban Bank Emok, hingga para stand-up comedian, Deki Sutrisna, Akim Bagil, Yudha Yudzz, Faizal Wash dan Fajar Mukti.

​Tepat lima tahun setelah memutuskan mengakhiri perjalanan di kanal YouTube miliknya pada 24 Juni 2021, Andovi da Lopez kembali ke layar lebar melalui BAPAK PALING JUJUR. Dalam film ini, ia dipercaya memerankan tokoh utama sekaligus memimpin ensemble cast yang menghadirkan perpaduan aktor, komika, kreator konten, presenter, hingga figur publik.

​Sementara itu, proses adaptasi skenario film ini dipercayakan kepada penulis Rino Sarjono. Guna memperkuat unsur humor, komedian David Nurbianto tidak hanya didapuk sebagai salah satu pemeran, tetapi juga terlibat aktif di balik layar sebagai konsultan komedi. Dalam proyek ini, Cahaya Pictures berkolaborasi secara sinergis dengan Studio Antelope sebagai partner rumah produksi.

BAPAK PALING JUJUR dijadwalkan tayang di bioskop pada paruh akhir 2026.

​Informasi terbaru mengenai film BAPAK PALING JUJUR dapat diikuti melalui akun Instagram @cahayapictures_id dan TikTok @cahayapicturesid.

TENTANG CAHAYA PICTURES

Cahaya Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya sinematik yang relevan dan dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Kami menciptakan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan kehidupan masyarakat Indonesia.

​Perjalanan Cahaya Pictures dimulai dengan film perdananya, ‘1 Imam 2 Makmum’, sebuah tontonan yang relatable dan sarat makna. Dilanjutkan dengan ‘Pesugihan Sate Gagak’, sebuah film komedi horor yang absurd, yang di balik kelucuannya justru menyelipkan cermin realitas tentang lelahnya hidup di tengah tekanan ekonomi dan godaan jalan pintas.

​Melalui perpaduan dan kolaborasi talenta lokal berbakat, Cahaya Pictures hadir untuk menyampaikan cerita-cerita dari Indonesia, yang penuh makna, menyentuh dan dapat dinikmati oleh khalayak ramai.

Mantra Jelangkung Berujung Petaka: MD Pictures Bawa Teror '402 Rumah Sakit Angker Korea' ke BIFAN 2026!

Jakarta, 26 Juni 2026 – MD Pictures kembali membuktikan kapasitasnya sebagai rumah produksi terdepan di industri perfilman. Tidak hanya sukses memikat hati jutaan penonton di Indonesia lewat karya-karyanya, MD Pictures kini semakin mengukuhkan eksistensinya dan diterima dengan antusias di kancah internasional. Film horor terbaru yang paling dinantikan, 402 Rumah Sakit Angker Korea, secara resmi terpilih dalam ajang perfilman bergengsi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026.

Sentuhan Ritual Horor Lokal yang Menembus Panggung Global BIFAN 2026

​Menambah kebanggaan bagi industri film tanah air, film ini mendapatkan kehormatan besar untuk melangsungkan world premiere (penayangan perdana secara global) di BIFAN 2026. Dalam momen bersejarah ini, sutradara Anggy Umbara beserta jajaran cast akan hadir secara langsung di Korea Selatan yang menyambut dan menyapa penonton Korea pertama mereka.

​Pemutaran world premiere akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2026, mulai pukul 19.00 hingga 21.20 waktu setempat di Bucheon City Hall Main Theater, venue terbesar dalam festival tersebut. Pemutaran kedua juga akan dilangsungkan pada tanggal 11 Juli 2026 di LOTTE Cinema Bucheon 3, mulai pukul 10.30 hingga 12.20 waktu setempat.

​Tiket penayangan festival saat ini sudah dapat dibeli secara daring melalui situs web resmi BIFAN di bifan.kr. Tidak hanya penayangan film, agenda di Korea Selatan juga akan dimeriahkan dengan sesi talkshow spesial bersama Anggy Umbara dan para pemeran.

Rasa Bangga Filmmaker dan Pemain

​Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Sutradara Anggy Umbara mengungkapkan rasa bangga sekaligus antusiasmenya atas respons positif di kancah internasional. "Mengawinkan ritual sakral nan kelam seperti Jelangkung ke dalam pusaran urban legend Korea adalah sebuah eksperimen gila yang ternyata membuahkan teror psikologis yang sangat unreal dan mencekam. Kami sangat bersyukur dan bangga pihak BIFAN mengapresiasi visi ini dan menempatkan film kami di panggung utama mereka," ungkap Anggy Umbara.

​Sejalan dengan hal tersebut, Arbani Yasiz selaku pemeran Juna menambahkan bahwa pengalaman di lokasi syuting benar-benar menguji batas keberaniannya.

​"Proses syuting film ini benar-benar savage dan menguras mental. Saya merinding hebat ketika harus merapalkan mantra Jelangkung dalam bahasa Korea di set yang luar biasa creepy. Saya sangat tidak sabar melihat reaksi penonton yang bersiap untuk diteror habis-habisan tanpa ampun di dalam bioskop!" tegas Arbani Yasiz.

Eksperimen Jelangkung di Ruang 402 Rumah Sakit Angker Korea

​Membawa premis yang out of the box, film 402 RSAK menceritakan aksi nekat kelompok kreator konten horor asal Indonesia bernama "Para Pencari Hantu" yang berambisi memecahkan rekor tiga juta penonton live streaming. Untuk mencapainya, mereka terbang ke Korea Selatan dan menelusuri Rumah Sakit Yong Won, salah satu tempat paling terkutuk dan dihindari warga lokal.

​Bersama duo kreator "Soul Sisters", seorang warga lokal sebagai pemandu, dan seorang yang skeptis pada hal mistis, mereka nekat melakukan ritual Jelangkung dan merapalkan mantranya menggunakan bahasa Korea. Kecerobohan ini memicu kemarahan besar entitas gaib penghuni asli tempat tersebut, mengunci nasib mereka dalam teror mematikan tanpa jalan keluar di sekitar Ruang 402 yang sarat akan sejarah berdarah.

​Proyek horor ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris muda berbakat, mulai dari Arbani Yasiz sebagai Juna, Elang El Gibran sebagai Bara, Saputra Kori sebagai Adit, Diandra Agatha sebagai Arum, Lea Ciarachel sebagai Yuri, Aylena Fusil sebagai Tyas, hingga menandai debut horor layar lebar dari kreator konten populer Jang Hansol yang berperan sebagai Dae Ho.

Nonton Duluan di Indonesia: Sneak Preview & Promo Spesial Rp 4.020

​Merayakan pencapaian di kancah global ini, MD Pictures juga membawa kabar gembira bagi para penggemar setia di tanah air. Penonton Indonesia mendapat keistimewaan untuk "Nonton Duluan" melalui program Sneak Preview yang akan diselenggarakan secara eksklusif pada tanggal 4, 5, 7 & 8 Juli 2026. Penayangan spesial ini akan hadir menyapa penonton di beberapa kota pilihan, yaitu Tangerang, Bogor, Bekasi, Jakarta Timur, Bandung, dan Purwakarta, yang tiketnya sudah bisa dipesan mulai 26 Juni 2026.

​Tiket untuk penayangan Sneak Preview ini sudah tersedia dan dapat diamankan dari sekarang. Menariknya, MD Pictures turut menghadirkan kejutan berupa promo spesial kolaborasi bersama GoPay. Penonton berkesempatan mendapatkan tiket Sneak Preview hanya dengan harga Rp 4.020. Promo tiket super terbatas ini eksklusif dan sudah dapat dibeli langsung melalui aplikasi GoPay saat ini.

​Usai merampungkan world premiere di BIFAN dan sneak preview spesial di Tanah Air, 402 Rumah Sakit Angker Korea akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 9 Juli 2026. Bersiaplah menjadi saksi dari kengerian perpaduan mistis lintas budaya yang belum pernah ada sebelumnya!

TENTANG MD PICTURES

MD Pictures adalah salah satu rumah produksi film dan konten hiburan terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Manoj Punjabi. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen berbagai film box office, serial televisi, serta konten digital yang sukses menarik jutaan penonton di dalam maupun luar negeri.

​Sejak berdiri pada tahun 2002, MD Pictures telah memproduksi banyak film populer dari berbagai genre, mulai dari drama keluarga, komedi, hingga horor. Beberapa karya mereka bahkan mencetak rekor jumlah penonton di bioskop Indonesia dan menjadi bagian penting dari perkembangan industri perfilman nasional.

Industri Film Kian Kompetitif, JAFF Market Hadir Kembali Perkuat Peran sebagai Pasar Ekosistem Perfilman Indonesia

Jakarta, 26 Juni 2026 – Di tengah pertumbuhan industri film Indonesia yang semakin pesat dan kompetitif, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market, pasar film pertama dan terbesar di Indonesia yang telah berkembang menjadi salah satu agenda industri paling penting di kawasan.

​Di edisi ketiganya tahun ini, JAFF Market kembali menggandeng Amar Bank sebagai mitra utama untuk mendorong terciptanya ekosistem perfilman yang lebih terhubung, berkelanjutan, dan siap bersaing di tingkat global. Berlangsung pada 28-30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. JAFF Market Powered by Amar Bank akan memperkuat perannya sebagai platform yang mempertemukan para pelaku industri dari berbagai mata rantai perfilman, mulai dari kreator, produser, investor, distributor, hingga institusi pendukung industri.

​Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan terus mendukung JAFF Market sebagai wujud nyata komitmen negara dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional. "Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional," kata dia dalam sambutannya di Konferensi Pers JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank.

​Untuk itu, Fadli Zon menilai kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri film nasional. Hadirnya JAFF Market pun strategis sebagai ruang kolaborasi yang produktif untuk memperkuat jejaring, membuka peluang baru, serta memperluas akses bagi karya dan talenta Indonesia di tingkat internasional. "Harapannya agar ekosistem perfilman Indonesia yang sedang tumbuh ini dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan," lanjut dia.

​Di tengah perlambatan ekonomi, industri perfilman Indonesia tetap menunjukkan daya tahannya. Berdasarkan data Cinepoint dalam Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia berhasil melampaui satu juta penonton sebelum semester pertama berakhir. Pencapaian ini menjadi yang tercepat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin banyak film yang mampu menjangkau audiens secara luas.

​Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal bahwa industri film Indonesia memasuki fase yang semakin matang. Menurut dia, tantangan industri saat ini tidak lagi hanya menghasilkan lebih banyak film, tetapi juga memastikan setiap proyek memiliki akses terhadap pembiayaan, pasar, serta peluang kolaborasi yang lebih luas.

​"Di sinilah JAFF Market mengambil peran sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas. Pengalaman dua tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap platform industri seperti JAFF Market terus meningkat, seiring semakin besarnya minat investasi dan kolaborasi di sektor perfilman," kata Linda.

​Senada dengan itu, Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah mengatakan pertumbuhan industri perlu diimbangi dengan penguatan ekosistem yang mampu mempertemukan pelaku industri dengan pasar dan investor. "Indonesia memiliki talenta dan kekayaan intellectual property (IP) yang besar, namun masih membutuhkan infrastruktur industri yang mampu memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis secara berkelanjutan," jelasnya.

​Untuk menjawab kebutuhan tersebut, JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank mempertahankan berbagai program utama yang mencakup seluruh rantai nilai industri, mulai dari pengembangan proyek, peningkatan kapasitas talenta, business matching, hingga perluasan akses pasar internasional. Program tersebut meliputi Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, serta JAFF IP Connection yang sebelumnya dikenal sebagai JAFF Content Market.

​Berlanjutnya kemitraan dengan Amar Bank juga mencerminkan semakin besarnya perhatian sektor keuangan terhadap potensi ekonomi industri film Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung penyelenggaraan event, tetapi juga membuka peluang pengembangan model pembiayaan dan layanan yang lebih sesuai dengan karakteristik industri kreatif.

​Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menegaskan bahwa mendorong pertumbuhan sektor kreatif membutuhkan perubahan infrastruktur dalam akses pembiayaan. "JAFF Market telah secara konsisten membuktikan perannya sebagai hub yang kuat dalam membangun ekosistem yang terintegrasi bagi industri film dan kreatif. Oleh karena itu, dukungan kami terhadap JAFF Market 2026 merupakan langkah untuk mendorong ekosistem multipemangku kepentingan, di mana kami mengajak para pembuat kebijakan dan pelaku industri untuk berkolaborasi dalam merancang layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Dengan bergerak menuju solusi yang selaras dengan model bisnis unik industri ini, kita dapat memastikan bahwa potensi kreatif dapat sepenuhnya ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Vishal.

​Sebagai bentuk nyata penguatan ekosistem perfilman dari hulu ke hilir, JAFF Market dan Amar Bank memperluas kolaborasi dengan melibatkan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan berbagai asosiasi industri film, diantaranya APROFI, IFDC, PILAR, INAFED, ICS, dan ACI dalam pengembangan kapasitas industri lokal.

​Selain mendorong peningkatan kompetensi pelaku industri, kemitraan ini juga membuka peluang eksplorasi inovasi, teknologi, serta pendekatan bisnis baru yang dapat memperkuat daya saing industri film Indonesia di tingkat regional maupun global.

Di luar penyelenggaraan tahunannya, JAFF Market juga terus memperluas kehadiran internasional melalui partisipasi dalam berbagai ajang industri seperti Marché du Film - Cannes, Asian Contents & Film Market - Busan, dan Asia TV Forum & Market (ATF) - Singapore. Upaya ini dilakukan untuk mempromosikan kreator dan IP Indonesia sekaligus memperkuat jejaring global yang dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri film nasional.

Tentang JAFF & JAFF Market:

​Didirikan pada tahun 2006 sebagai respons terhadap perkembangan distribusi digital di awal 2000-an, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) telah menjadi platform penting dalam memperkuat ekosistem sinema di Yogyakarta dan Indonesia. Lebih dari sekadar festival film, JAFF berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pertukaran budaya, serta wadah bagi sineas Asia untuk berkembang.

​Seiring berkembangnya distribusi digital secara global, Indonesia menjadi salah satu pasar film terbesar di Asia Tenggara, yang menuntut kehadiran sineas dan tenaga profesional berkualitas. Dari kebutuhan ini, lahirlah JAFF Market sebagai hub industri untuk menghubungkan sineas, talenta baru, kreator konten, investor, institusi film, media, dan komunitas film.

​Kini, sebagai gerbang menuju kencangnya laju industri film Indonesia, JAFF Market menjadi pasar film terbesar di Asia Tenggara yang membuka peluang kerja sama dan bisnis lintas sektor industri. Dengan berbagai program unggulan, JAFF Market terus berkembang sebagai event industri terkemuka yang mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem film Indonesia yang dinamis.

​Bersiaplah untuk JAFF (28 November - 5 Desember 2026) dan JAFF MARKET 2026 (28 - 30 November 2026) – Let’s Shape the Future of Asian Cinema!

Tentang Amar Bank

PT Bank Amar Indonesia Tbk. atau Amar Bank adalah bank digital Indonesia. Didirikan pada tahun 1991, diluncurkan kembali menjadi Amar Bank pada tahun 2015, sejak itu bank telah mengalami transformasi digital yang signifikan untuk menjadi salah satu pelopor lembaga fintech melalui platform pinjaman digital Tunaiku, yang telah memenangkan berbagai penghargaan. Diluncurkan pada tahun 2014, Tunaiku adalah platform pinjaman digital berbasis aplikasi pertama di Indonesia yang memanfaatkan big data dan analitik prediktif untuk melayani populasi yang tidak memiliki rekening bank dan kurang terlayani di Indonesia, dan terus menjadi produk unggulan Amar Bank. Tunaiku memberikan pinjaman pribadi kepada individu dan UMKM. Aplikasi diproses dan disetujui dalam waktu 24 jam. Amar Bank (kode saham: AMAR) tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2020, Amar Bank meluncurkan aplikasi perbankan digital, bank cerdas khusus seluler berbasis cloud pertama di Indonesia, yang mengadopsi teknologi baru AI untuk mendorong kebiasaan menabung yang baik sambil meningkatkan disiplin untuk kontrol keuangan pribadi yang lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

  • Website: www.amarbank.co.id & www.tunaiku.com
  • Facebook: Amar Bank / Tunaiku
  • Twitter: @amarbankID / @tunaikucom
  • Instagram: @amarbank.id / @tunaikucom
  • Instagram: @lifeatamar.tunaiku
  • LinkedIn: Amar Bank / Tunaiku 

Roda Kehidupan Berputar Gak Sesuai Ekspektasi, Mungkin Ini Waktunya Kamu Relaksasi!

Ketawain Aja Di Stand-Up Comedy Show "Di Atas Roda", Persembahan Boah Sartika!

​Sejak kecil, banyak dari kita tumbuh dengan satu nasihat yang terdengar sederhana: hidup itu seperti roda yang berputar. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Kalimat itu terdengar menenangkan. Saat sedang mengalami kesulitan, kita percaya roda akan kembali membawa kita ke atas. Saat sedang berada di puncak, kita diingatkan untuk tidak terlena karena roda bisa berputar kapan saja.

​Namun semakin dewasa, hidup terasa jauh lebih rumit daripada sekadar menunggu putaran roda. Ada kalanya kita sudah bekerja keras, tetapi hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Ada saat ketika orang lain tampak melaju begitu cepat, sementara kita merasa tertinggal. Di sisi lain, ada pula momen ketika keberuntungan datang tanpa diduga, seolah hidup memberi hadiah yang bahkan tidak pernah kita minta.

​Pertanyaannya: apakah manusia benar-benar hanya menjadi penumpang yang pasrah mengikuti putaran nasib? Pertanyaan itulah yang menjadi titik berangkat pertunjukan stand-up comedy spesial terbaru dari Boah Sartika, DI ATAS RODA.

​Melalui DI ATAS RODA, Boah mengajak penonton melihat kembali perjalanan hidup manusia yang penuh ketidakpastian. Bagi Boah, hidup memang menyerupai roda yang terus bergerak. Kadang seseorang berada di posisi yang nyaman, kadang harus menghadapi masa-masa sulit. Namun di balik semua itu, Ia ingin menggugat satu pemikiran yang selama ini diterima begitu saja: benarkah manusia tidak memiliki kendali atas hidupnya sendiri?

​Alih-alih menyampaikan jawaban secara menggurui, Boah memilih medium yang paling ia kuasai: komedi.

​Tema yang sebenarnya dekat dengan kegelisahan banyak orang ini dikemas melalui sudut pandang yang ringan, jenaka, dan penuh cerita keseharian. Penonton diajak menertawakan berbagai fase hidup yang sering kali terasa menyebalkan saat dijalani, tetapi justru menjadi lucu ketika dikenang kembali.

​DI ATAS RODA juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Boah Sartika. Setelah sukses menggelar SE-BOAH PERJALANAN pada 2024, sebuah tur stand-up comedy berkonsep road trip yang menyambangi lima kota menggunakan vespa kesayangannya, kali ini Boah hadir dengan pertunjukan spesial pertamanya di Jakarta.

​Tak hanya menampilkan materi yang telah melalui proses penulisan dan pengembangan yang panjang, DI ATAS RODA juga menjadi ruang bagi Boah untuk membagikan hasil perenungannya tentang hidup, pilihan, kegagalan, keberuntungan, dan berbagai hal yang sering dialami hampir semua orang.

​Bagi mereka yang sedang merasa hidupnya berada "di bawah", pertunjukan ini mungkin bisa menjadi pengingat bahwa setiap orang pernah berada di titik tersebut. Sementara bagi yang sedang berada "di atas", DI ATAS RODA menawarkan cara baru untuk melihat perjalanan hidup dengan lebih santai—dan tentu saja, lebih banyak tertawa.

​Pertunjukan stand-up comedy spesial DI ATAS RODA akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 19.00 WIB di Gedung Usmar Ismail, Jakarta. Selain bisa menikmati pertunjukan dari Boah Sartika, show ini juga menghadirkan komika Awwe dan Ily Aprilia sebagai opener.

​Tiket presale sudah bisa diakses melalui laman www.diatasroda.com, dengan kategori sebagai berikut (harga belum termasuk pajak hiburan 10% dan biaya administrasi 5%):

  • ​Bronze — Rp149.000
  • ​Silver — Rp179.000
  • ​Gold — Rp199.000
  • ​Platinum — Rp229.000

Karena mungkin hidup memang seperti roda yang terus berputar. Tetapi selama roda itu masih bergerak, selalu ada cerita yang bisa ditertawakan bersama. Buat kamu yang suka komedi dengan gaya dekat, jujur, dan penuh cerita kehidupan sehari-hari, show terbaru Boah Sartika ini jelas jadi salah satu pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan.

​Informasi lebih lanjut mengenai "DI ATAS RODA" dapat diakses melalui www.hahahacorp.com dan akun Instagram @hahaha_corp.

TENTANG HAHAHA CORP

Hahaha Corp adalah perusahaan talent management yang menaungi 10 talenta dengan latar belakang komedi dan film—mulai dari komika, sutradara, produser, impersonator hingga influencer. Selain manajemen talenta, Hahaha Corp juga memproduksi berbagai pertunjukan offline serta konten orisinal di berbagai platform digital. Informasi lengkap mengenai Hahaha Corp dapat diakses melalui website hahahacorp.com dan instagram @hahaha_corp.

Kamis, 25 Juni 2026

Fenomena Viral "Cek Khodam" Diangkat ke Film Horor Komedi, Jirayut Debut di Layar Lebar

Jakarta, 25 Juni 2026 - Fenomena viral "cek khodam" yang sempat ramai di media sosial Indonesia kini diangkat ke layar lebar melalui film horor komedi terbaru produksi Dee Company berjudul Cek Khodam. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.

​Mengusung konsep segar, Cek Khodam membalik pola umum film horor. Jika biasanya manusia takut pada hantu, film ini justru menampilkan para hantu dan penghuni dunia khodam yang panik karena manusia mulai tidak takut lagi kepada mereka.

​Di tengah tekanan hidup modern, seperti cicilan, tagihan, dompet kosong, dan tanggal tua, rasa takut manusia terhadap dunia gaib terus menurun. Kondisi itu membuat dunia khodam berada di ambang krisis.

​Film ini bercerita tentang kekacauan yang terjadi ketika angka ketakutan manusia terus merosot. Para penghuni dunia khodam mulai berusaha mempertahankan eksistensi mereka agar tidak punah. Di tengah situasi tersebut, tiga sahabat tanpa sengaja terlibat dalam konflik besar yang dapat menentukan nasib dunia khodam dan dunia manusia.

​Cek Khodam juga menjadi film layar lebar pertama bagi Jirayut. Setelah dikenal luas sebagai penyanyi dan presenter, Jirayut kini menunjukkan sisi baru dirinya melalui film komedi horor yang penuh kejutan.

​Kehadiran Jirayut menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Energi komedi, karakter yang dekat dengan masyarakat, dan popularitasnya di berbagai kalangan diharapkan dapat memberi warna baru dalam perfilman Indonesia.

​Film ini turut menghadirkan berbagai karakter gaib dengan kepribadian unik, mulai dari Noni Belanda, Genderuwo, Pocong Karuhun, hingga sejumlah penghuni dunia khodam lainnya. Mereka tidak hadir untuk menakut-nakuti manusia, melainkan berjuang menyelamatkan dunia mereka sendiri.

​Produser Dee Company, Dheeraj Kalwani, mengatakan bahwa Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat.

​"Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami melihat bagaimana tren ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah horor komedi yang segar, lucu, dan relevan dengan kehidupan saat ini," ujar Dheeraj Kalwani.

​Ia juga menyampaikan antusiasmenya atas keterlibatan Jirayut dalam film ini. "Kami sangat antusias memperkenalkan Jirayut dalam debut film layar lebarnya. Kami percaya energi, komedi, dan kedekatannya dengan masyarakat akan menjadi salah satu daya tarik utama film ini," tambahnya.

​Selain menghadirkan tawa dan hiburan, Cek Khodam juga menyindir realitas kehidupan modern. Film ini menggambarkan bahwa ketakutan terbesar manusia saat ini sering kali bukan lagi berasal dari dunia gaib, melainkan dari persoalan hidup sehari-hari.

​Melalui tawa, petualangan, dan kekacauan dunia khodam, film ini mengajak penonton menikmati hiburan yang ringan, segar, dan dekat dengan kehidupan masa kini.

Andien Menghadirkan Nostalgia dan Eksplorasi di Sehidup Semusik, Album Kesembilan dengan Rasa Mixtape

Jakarta, 25 Juni 2026—Di tahun ke-26 eksistensinya di dunia musik Indonesia, ternyata semangat Andien dalam berkarya tak kunjung pudar. Dirilis ke platform-platform digital pada 26 Juni 2026, Sehidup Semusik adalah album studio kesembilan yang juga merangkum perjalanan musikal penyanyi asal Jakarta tersebut dengan menawarkan 13 lagu baru yang sarat akan nostalgia sekaligus eksplorasi.

​Apa itu Sehidup Semusik? Menurut Andien, "Kata-kata Sehidup Semusik itu menggambarkan bahwa musik itu berperan penting dalam kehidupan: kalimat, nada, irama, dinamika, dan cara penyampaian yang sama, berkomunikasi dengan bahasa yang serupa".

​Inspirasi di balik musik yang terdapat di Sehidup Semusik adalah mixtape. Pendengar musik masa kini lebih familier dengan playlist atau daftar putar di layanan musik digital, tapi Andien tumbuh di era menyampaikan isi hati kepada orang spesial dengan cara mengisi kaset atau CD kosong dengan lagu-lagu favorit.

​"Ini merujuk ke waktu aku SMA, di mana kalau suka orang maka kita akan kasih mixtape ke mereka. Bisa dibilang ini album yang paling suka-suka gue, karena apa yang aku suka dituangkan ke dalamnya," kata Andien.

​"Itu juga kenapa setiap lagu punya nuansa yang berbeda-beda tapi semuanya bisa mewakilkan perasaanku. Makanya produsernya juga beda-beda," tambah Andien.

​Para produser dan penulis lagu yang dilibatkan di Sehidup Semusik adalah gabungan antara nama-nama yang familier dalam perjalanan musik Andien serta beberapa sosok yang kini hadir untuk memberikan warna baru lagi. Mereka yang kembali berkolaborasi dengan Andien adalah tim jagoan pop Laleilmanino yang mempersembahkan single "Naksir"; Nikita Dompas dan Ali Akbar Sugiri, dua sosok terkemuka di kancah jazz yang juga kolaborator lama Andien di panggung dan studio, masing-masing menggarap "Merona Rasa" dan "Jika Nanti Kita Lupa"; Lafa Pratomo yang membidani single kedua "Manusia Favorit"; Agus Kristianto alias Swugafunk, salah satu musisi andalan Andien belakangan ini, yang menyumbang single ketiga "Jatuh Pelan"; Abenk Alter yang menambah koleksi lagu yang ditulisnya untuk Andien lewat "Nostalgia" bersama Adrianto Ario Seto, rekannya di DAARS; Mohammed Kamga yang mengajak Kevin Queency dan Iqbal Siregar untuk memberi nyawa ke "Sentil Kalau Nakal"; serta Dipha Barus yang kembali membawa Andien ke lantai dansa pada "Sehidup Semusik".

​Sementara itu, para kolaborator yang baru di semesta musik Andien adalah Kenny Gabriel yang membawa suasana synth pop di "Cosmic Romantic"; tim S/EEK yang memoles "Ujung-ujungnya Kamu" yang ditulis Clara Riva; dan Kareem Soenharjo yang mendapat kepercayaan menebar sihir produksinya ke tiga lagu, yakni "Mata Ketiga", "Intro" dan "Nonchalant". Dua lagu yang disebut terakhir itu juga terasa spesial karena menampilkan tiga sosok kesayangan Andien, yakni kedua putranya Kawa dan Tabi serta sang suami Irfan Wahyudi.

​Nuansa tiap lagu di Sehidup Semusik pun berbeda dalam menggambarkan cinta di berbagai fasenya. Kalau "Naksir", "Cosmic Romantic" dan "Jatuh Pelan" menangkap berdebarnya jatuh hati, maka "Manusia Favorit", "Ujung-ujungnya Kamu" dan "Jika Nanti Kita Lupa" adalah potret ketenangan karena masih berada di pelukan yang tepat.

​Walau semua lagu memiliki warna dan cerita sendiri, benang merahnya tetap suara Andien yang kian matang dan mudah beradaptasi sebagaimana layaknya seorang penyanyi yang sampai sekarang masih berani bereksplorasi sehingga terdengar nyaman baik ketika diiringi orkestra seperti di konser perayaan 25 tahun kariernya maupun saat tampil di pesta dansa bersama Diskoria.

​Dengan masa penggarapan Sehidup Semusik selama dua tahun di mana Andien punya keterlibatan terbesar dalam prosesnya dibanding album-album sebelumnya, maka tak heran jika ia sangat bangga dengan album kesembilannya ini. Masih bisa berkarya dengan penuh eksplorasi di sela-sela kesibukan sebagai ibu, istri, pengusaha, juri kompetisi nyanyi di televisi dan masih banyak aktivitas lainnya adalah sebuah prestasi tersendiri.

​"Di 26 tahun bermusik ini sudah banyak banget fase yang aku lalui, dan aku merasa menjadi ibu dari dua anak serta dan masih berkarya dan eksplor adalah sesuatu yang perlu dirangkul," kata Andien.

​Jadi apa itu Sehidup Semusik? Kalau kembali merujuk ke esensi mixtape, maka menurut Andien, "Ini adalah lagu-lagu yang aku ingin kasih ke kamu. Dengar, ya."

***

Tentang ANDIEN

​ANDIEN adalah musisi Indonesia multitalenta dan dengan genre yang beragam. Mengawali karier pada tahun 2000, ia langsung mencuri perhatian dengan meraih penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik dan Album Jazz Terbaik di tahun yang sama. Sejak itu, ia telah merilis delapan album dan berkolaborasi dengan banyak musisi lintas genre & generasi. Ini membuat Andien dikenal sebagai penyanyi dengan karakter musikal yang fluid dan eksploratif dengan fokus di jazz, pop, dan RnB.

​Hingga kini, Andien telah mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk 11 AMI Awards, penghargaan internasional seperti Anugerah Planet Muzik di Singapura serta Best Song & Best Music Video di New York International Film Awards 2022 untuk konser virtual Melodi Monolog: Dan Lalu (selebrasi 22 tahun Andien berkarya). Andien pernah menggelar konser tunggal bertajuk Metamorfosa pada 2015 dan pada 2022 membuat konser virtual berjudul Melodi Monolog: Dan Lalu. Tahun ini, Andien merayakan 25 tahun perjalanan bermusik melalui Konser Suarasmara.

​Selain berkarya di dunia musik, Andien juga memiliki perhatian terhadap isu sosial dan lingkungan. Andien percaya bahwa menjadi public figure adalah sebuah kesempatan untuk menjadi corong perubahan yang bisa membawa manfaat bagi bumi dan sosial. Ia mendirikan Yayasan Setali Indonesia yang berfokus pada fashion sustainability, mendirikan Andien Aisyah Foundation dan juga menjadi Board of Advisory dari Rekosistem.

Andien juga kerap berbagi hal-hal yang disenanginya di sosial media, seperti tentang wastra nusantara, pola hidup sehat, dan kesehatan mental.

Bayu Skak Angkat Kisah Pemuda Madura yang Keluarganya Kedatangan Alien di Film Foufo

Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop

Jakarta, 25 Juni 2026 — Setelah sukses dengan deretan judul film komedi yang menggunakan bahasa Jawa, Bayu Skak kembali bereksplorasi dengan kesegaran terbarunya lewat film komedi sci-fi dengan bumbu drama keluarga berjudul Foufo. Film Foufo mengangkat tentang kisah pemuda Madura, yang keluarganya kedatangan alien.

​Kesegaran yang dibawa Bayu di film Foufo adalah kali ini Bayu kembali menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Madura, dan ini pertama kalinya dilakukan. Tak hanya itu, latar karakter dari keluarga Madura secara otentik juga pertama kali dilakukan untuk film nasional.

Foufo mengangkat kisah unik dan kocak tentang pemuda Madura bernama Muslim (diperankan oleh Tretan Muslim), yang kehidupannya mendadak heboh karena keluarganya kedatangan sesosok alien. Karena berlatar keluarga Madura, di film ini penggunaan bahasa Madura dan aktor-aktornya hampir 70% adalah asli dan berdarah Madura.

​Demi menjaga keaslian bahasa dan dialek, Bayu Skak bersama rumah produksi Skak Studios dan Sinemart enggan mengambil jalan pintas dengan menggunakan aktor ibu kota yang hanya berlatih bahasa Madura.

​“Kami melakukan casting besar-besaran di Surabaya Utara, tepatnya di Kaza Mall, karena memang dekat dan banyak masyarakat Madura yang tinggal di sana (Surabaya Utara). Yang datang mencapai 2.500 orang dari berbagai sub-etnis Madura dengan ragam dialeknya,” ujar Bayu Skak.

​Dari proses panjang tersebut, Bayu berhasil menemukan bakat-bakat baru yang akan menyegarkan layar bioskop, seperti bintang muda Ina Pogang hingga aktor senior Siti Kam, yang untuk pertama kalinya debut akting dan layar lebar.

​“Yang jelas otentiknya Maduranya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena memang dari Madura asli, nye! Sehingga berbahasa Maduranya langsung enak didengar,” tambah Bayu.

​Proyek film Foufo sendiri lahir dari IP Lab Skak Studios sebagai upaya untuk keluar dari tren horor-komedi yang sedang menjamur. Setelah sukses mengangkat budaya dan bahasa Jawa Timuran, Jawa Mataraman, hingga Jawa Ngapak di film-film sebelumnya, Bayu Skak kini mengeksplorasi budaya Madura.

​“Kami berpikir, bagaimana kalau kita tabrakkan langsung ide yang tidak biasa. Apa jadinya kalau ada UFO crush landing di Madura? Dari premisnya saja orang sudah tertawa. Alien datang ke Madura, ya dipretelin dong berarti,” cerita Bayu.

​Berbeda dengan film-film sebelumnya di mana Bayu sering mengambil peran ganda sebagai sutradara-aktor dengan porsi besar, di film Foufo ia memutuskan untuk lebih fokus di belakang layar sebagai sutradara. Bayu hanya tampil sebagai cameo di dua adegan, memerankan karakter Joko, pegawai bank yang datang ke rumah Muslim untuk urusan pinjaman.

​Bayu berharap Foufo dapat menjadi oase hiburan yang segar untuk keluarga Indonesia.

​“Foufo adalah film yang sangat ramah keluarga. Anak-anak kecil dan seluruh anggota keluarga bisa menonton dengan tenang tanpa ada yang harus dikhawatirkan, apalagi didukung dengan suara karakter alien yang sudah sangat familier di telinga anak-anak,” jelas Bayu.

​Elemen komedi fiksi ilmiah di Foufo semakin kental dengan hadirnya karakter Toni, kolektor dan makelar barang antik yang diperankan oleh Ade Kurniyawan, atau yang lebih dikenal dengan Ade Bibir (dubber legendaris SpongeBob SquarePants).

​Kekacauan dimulai ketika sebuah piring terbang (UFO) mendarat di kawasan rumah Muslim. Saat Toni melihat alien tersebut, terjadi fenomena aneh di mana suaranya 'dicuri' oleh sang alien. Sementara itu, fisik sosok alien Foufo diperankan oleh Bambang Ceper.

​Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.

Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.

Tentang Sinemart

Sinemart, yang diambil dari 3 kata 'Sinema', 'Art', dan 'Mart', menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara 'seni' dan 'dagang' melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Sukses di Tanah Air, Film ‘Badut Gendong’ yang Menjadi Bagian dari Universe Qodrat, Resmi Tayang di Malaysia Mulai Hari Ini

Kuala Lumpur, 25 Juni 2026 — Setelah sukses di bioskop tanah air, film horor-aksi terbaru dari MAGMA Entertainment, Badut Gendong, kini siap melebarkan sayap terornya ke panggung internasional. Film garapan sutradara peraih penghargaan, Charles Gozali, ini secara resmi mulai tayang serentak di berbagai jaringan bioskop Malaysia per hari ini, Kamis, 25 Juni 2026.

Kemeriahan Gala Premiere: Sambutan Mistis Para ‘Badut Gendong’

​Menandai peluncuran resminya untuk publik Malaysia, sebuah malam Gala Premiere yang megah telah sukses digelar. Suasana bioskop berubah mencekam sekaligus meriah dengan kehadiran para performer yang mengenakan topeng dan kostum lengkap Badut Gendong, menyapa langsung para tamu undangan yang hadir.

​Sebagai proyek kolaborasi berskala besar antara Indonesia dan Malaysia, acara ini turut dihadiri oleh Linda Gozali selaku produser, serta jajaran produser eksekutif papan atas dari Malaysia yang membidani lahirnya film ini.

​“Badut Gendong adalah narasi yang sangat memikat. Melalui gaya penyutradaraan khasnya, Charles Gozali berhasil membawa penonton masuk ke dalam dunia yang penuh tensi tinggi dan mistisisme yang pekat. Kualitas produksi film ini sangat luar biasa dan terbukti mampu menarik perhatian di kancah internasional. Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian penting dari proyek luar biasa ini,” ungkap Datuk Ahmad Izham Omar, CEO Komet Productions.

Kelanjutan Semesta Qodrat

​Penayangan Badut Gendong di Malaysia menjadi langkah strategis untuk melanjutkan legasi film Qodrat 2 yang sebelumnya sukses meneror penonton Malaysia pada 17 April 2025 lalu. Film ini juga berfungsi sebagai batu pijakan krusial yang memperkenalkan sosok villain utama yang akan berhadapan langsung dengan Ustaz Qodrat di masa depan.

​Produser MAGMA Entertainment, Linda Gozali, menjelaskan visi besar di balik keputusan berani membangun persilangan semesta (cross-universe) ini.

​“Membentuk cross-universe dari Qodrat melalui Badut Gendong adalah keputusan yang menantang sekaligus berisiko. Namun, hal ini harus dilakukan demi menciptakan sosok lawan yang setimbang bagi Ustaz Qodrat, bukan hanya dari segi kekuatan supranatural, melainkan dari kedekatan emosionalnya dengan penonton. Kisah karakter Darso didasarkan pada realitas sosial hari ini; tentang orang-orang kecil yang tak terlihat dan mudah terlupakan. Pada intinya, Badut Gendong adalah refleksi mendalam dari empati dan kegigihan manusia,” jelas Linda Gozali.

Saksikan Mulai Hari Ini!

​Badut Gendong mengisahkan tentang Darso (Marthino Lio), seorang pengamen jalanan tari Badut Gendong yang hidupnya hancur setelah kehilangan istri tercintanya, Darsi (Dayinta Melira), serta bayi di dalam kandungannya akibat ulah keji sekelompok preman.

​Di tengah keputusasaan dan kehancuran emosional Darso, sebuah kekuatan gelap kuno bangkit memanfaatkan konflik tanah di desanya. Roh Darsi kembali ke dunia nyata, merasuki dan mengendalikan tubuh Darso dalam wujud entitas mengerikan bernama Badut Gendong. Teror berdarah pun dimulai; satu per satu orang yang pernah menyakiti mereka ditemukan tewas mengenaskan dengan satu detail yang mengerikan: wajah mereka dikuliti tanpa sisa.

​Didukung jajaran pemain ansambel terbaik, Badut Gendong menjanjikan pengalaman menonton horor-aksi yang intens dan emosional.

​Badut Gendong resmi tayang di seluruh bioskop Malaysia mulai hari ini, 25 Juni 2026. Dapatkan informasi terbaru, jadwal tayang, dan konten eksklusif lainnya dengan mengikuti akun media sosial resmi di @magmaent, @astroshaw, @komet_productions, dan @skopofficial_.

Rabu, 24 Juni 2026

Pendaki Tersesat di Gunung Keramat! Film Petaka Gunung Welirang Bawa Kisah Horor dari Misteri yang Menguji Persahabatan di Tengah Teror Nyata Entitas Gaib Alas Lali Jiwo di Gunung Mistis!

Film Petaka Gunung Welirang tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop

Jakarta, 24 Juni 2025 — Starvision menghadirkan film Petaka Gunung Welirang yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang di Jawa Timur, tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop Indonesia. Film ini membawa kisah horor dari misteri yang menguji persahabatan saat mendaki gunung.

​Disutradarai oleh Indra Gunawan dari produser Chand Parwez Servia, film ini terinspirasi dari kisah nyata pendakian yang dialami oleh Maya Azka, dan naskahnya ditulis oleh Upi.

Petaka Gunung Welirang menghadirkan teror gaib yang terasa menyeramkan saat para pendaki tersesat di sebuah hutan yang disebut Alas Lali Jiwo. Kisah-kisah yang selama ini hanya terdengar seperti mitos tentang hilangnya para pendaki di Gunung Welirang dan berbagai kejadian mistis, diceritakan secara nyata.

​Salah satu yang paling meneror adalah kehadiran entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang, Ratu dan para penarinya, bunyi gamelan misterius yang bikin merinding, dan perbedaan alam yang membuat sang pendaki tak bisa mencari jalan pulang.

​Mengikuti pendakian lima sahabat, Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa). Kelimanya mendaki Gunung Welirang bertepatan mendekati Malam 1 Suro. Mendaki di waktu yang sakral tersebut justru membawa kelimanya mengalami hal-hal gaib, hingga masuk ke alam gaib.

​“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Kita bisa melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita yang tidak ikut summit terus berjuang mencari 3 sahabatnya. Kisah inilah yang akan mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang sangat kuat,” tambah sutradara Indra Gunawan.

​Antonio Blanco Jr, yang memerankan karakter Satria di film ini mengungkapkan Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertamanya syuting di jalur pendakian.

​"Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Beruntungnya aku memang terbiasa berolahraga, jadi itu sangat membantuku saat di lokasi. Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal dan tentunya cerita tentang persahabatannya yang bikin relate, kita pasti sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang melatih diri kita untuk mengendalikan ego sendiri," ujar Antonio Blanco Jr.

​Bagi Giulio Parengkuan, Petaka Gunung Welirang mengajarkan tentang nilai untuk bisa saling percaya terhadap teman dan tak mementingkan ego pribadi. "Aku memerankan Arga, pendaki yang sangat keras kepala dan mementingkan diri sendiri saat mendaki, dan pada akhirnya ikut mencelakakan teman-temannya, dia akhirnya tersadar bahwa dalam berteman kita tidak bisa mementingkan diri sendiri," kata Giulio.

​Bagi Alika Jantinia, Petaka Gunung Welirang mengajarkan nilai positif tentang ego dan kejujuran. Salah satu yang menarik di film ini adalah kisah persahabatannya untuk bisa menyingkirkan ego masing-masing agar mereka selamat.

​"Di film ini kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain di sana, yang menguji adab dan ego kita, apalagi bagi seorang pendaki. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka. Ada banyak pesan positif yang akan penonton rasakan saat keluar bioskop," ungkap Alika.

​Film Petaka Gunung Welirang akan menghadirkan horor pendakian gunung dari kisah survival lima sahabat di alam liar yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian di Gunung Welirang, Jawa Timur yang akan menjadi hiburan dengan teror mencekam dalam kisah yang menyentuh.

​Tonton film Petaka Gunung Welirang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Petaka Gunung Welirang melalui akun media sosial resmi di Instagram @petakagunungwelirang, @starvisionplus, dan TikTok @StarvisionMovie.

***

Sinopsis

5 sahabat merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang. Ketika pendakian melewati Alas Lali Jiwo, mereka mendengar suara gamelan. Berbagai peristiwa misteri terjadi, dan mereka terpisah dalam pusaran dimensi teror magis Alas Lali Jiwo!

Pemain dan Tim Produksi
​Antonio Blanco Jr — Satria
Alika Jantinia — Naya
Giulio Parengkuan — Arga
Razan Zu — Noval
Jinan Safa — Tita
Hana Saraswati — Putri Welirang
Ramon Y Tungka — Pak Joko
Agus Kuncoro — Om Heru
Jameelah Saleem — Sekar
Derry Oktami — Kuncen
Cak Ukil — Pak Cokro
Shatora Narajan — Bagaskara
Astri Nurdin — Santi
Ruth Marini — Ibu Marsih
Tutus Thomson — Petugas Jaga
Gilbert Pattiruhu — Bapak Satria
Lucky Moniaga — Bapak Tua/Penambang
​Produksi — Starvision
Produser — Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar
Sutradara — Indra Gunawan
Produser Eksekutif — Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia
Produser Lini — Eko Gumilang
Penulis Skenario — Upi
Dari Cerita — Maya Azka
Pengarah Artistik — Oscart Firdaus
Penata Kamera — Ujel Bausad
Penyunting Gambar — Wawan I. Wibowo
Penata Suara — Aditya Trisnawan
Perekam Suara — Oky S Nugroho
Penata Musik — Mikhael Alpha Beltsazar
Penata Warna — Chressandy Rorimpandey
Penata VFX — The Organism
Penata Rias & Efek — Anel Ismail
Penata Busana — Diah Wattab
Penata Peran — Arief Havidz, Elhan Shaleh
Perancang Poster — Alvin Hariz
OST
Trimakasih Bijaksana – Sheila On 7
Tempat Aku Pulang – Fiersa Besari

Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Sehari Jelang Tayang, Jangan Buang Ibu Sudah Bikin Nangis 58.969 Penonton di 19 Kota! Tiketnya Sudah Ditunggu Lebih dari 30 Ribu Penonton di Watchlist

Jangan Buang Ibu tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 24 Juni 2026 — Angka fantastis ditorehkan rumah produksi Leo Pictures melalui film drama keluarga terbarunya, Jangan Buang Ibu. Setelah menggelar Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia di 20 kota di Indonesia, film ini sudah ditonton dan bikin nangis 58.969 ribu penonton, bahkan sebelum filmnya tayang reguler di bioskop.

​Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme penonton Indonesia pada film yang dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind tersebut. Seluruh tiket Gala Premiere Keliling Indonesia terjual habis dari total di setiap kota hingga 30 showtimes, dan berhasil membawa kehangatan yang mengingatkan penonton terhadap perjuangan ibu hingga usia senja.

​Tak berhenti di situ, torehan fantastis juga dicatatkan film Jangan Buang Ibu, yang angka watchlist di aplikasi TIX ID telah mencapai lebih dari 30 ribu. Angka ini melampaui jauh dari rerata watchlist yang biasanya berkisar antara 10 ribu-12 ribu watchlist. Ini membuktikan Jangan Buang Ibu menjadi film yang paling dinantikan saat tayang pada akhir Juni ini di bioskop, mulai 25 Juni 2026.

​"Kisah tentang cinta, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu akan segera hadir di layar lebar. Siapkan hati, karena film Jangan Buang Ibu akan mengingatkan kita pada sosok yang selama ini selalu ada untuk keluarga. Jangan lupakan tangan ibumu yang sudah banyak berkorban untukmu. Film Jangan Buang Ibu tayang 25 Juni 2026 di bioskop. Tiketnya sudah bisa dibeli dari sekarang," ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.

Jangan Buang Ibu mengikuti kisah Ibu Ristiana (Nirina Zubir), ibu tunggal yang harus membesarkan ketiga anaknya tanpa sosok ayah. Saat anak-anaknya beranjak dewasa, Ristiana justru hidup sendiri dan 'dibuang' ke panti jompo. Apa yang akan terjadi dengan ketiga anaknya saat Ibu Ristiana membutuhkan kasih sayang dari anak-anak yang telah dibesarkannya sendirian dengan sekuat tenaga?

​Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu yang juga telah sukses di box office dengan banyak judul film, Jangan Buang Ibu akan mengingatkan kita pentingnya berterima kasih pada sosok yang membesarkan dan mendoakan kita dengan tulus: ibu. Selain Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind, film ini juga dibintangi oleh Erika Carlina, Dwi Sasono, dan Saskia Chadwick.

​"Sebagai seseorang yang pernah merasakan jadi anak, lalu jadi ibu, dan sepenggal waktu jadi eyang, Nirina bisa menyimpulkan satu kalimat: bagaimana kita ingin diperlakukan kemudian oleh anak kita, adalah bagaimana kita perlakukan orangtua kita sekarang ini, jadi masih ada waktu untuk memperbaiki hubungan yang masih renggang, dan belum melakukan maksimal, selagi ada waktu gunakan waktu sebaik-baiknya," ujar Nirina Zubir.

​"Melalui film Jangan Buang Ibu, Nirina belajar ikhlas. Ikhlas menjadi orangtua di sini, dipanggil eyang, harus di-make up 3-4 jam setiap hari. Dari film ini, Nirina memetik pelajaran yang berharga," tambah aktris Pemenang 2 Piala Citra FFI untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik tersebut.

​Tonton Jangan Buang Ibu di bioskop mulai 25 Juni 2026. Ajak orangtua dan keluarga untuk merasakan kehangatan yang penuh haru dari kisah perjuangan seorang ibu. Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok @leopicturesofficial.

Sinopsis

Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

​Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagai keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat?

Tentang Leo Pictures

Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

Andovi da Lopez, Jadi Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong di Film Komedi “BAPAK PALING JUJUR”

Jakarta, 26 Juni 2026 – Apa jadinya jika seorang calon gubernur yang sedang berkampanye kena kutuk neneknya hingga tidak bisa berbohong? Di...