Kamis, 23 Juli 2026

Film 'Istimewa' Rilis Official Trailer dan Poster, Angkat Ketulusan Perjalanan Anak-Anak Disabilitas (Istimewa) Dalam Mencari dan Menguatkan Sang Ayah

​Jakarta, 23 Juli 2026 – Kairos Film resmi merilis official trailer dan poster film Istimewa. Istimewa merupakan film keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan semua umur. Bercerita tentang sebuah drama keluarga yang mengikuti perjalanan sekelompok anak-anak disabilitas (Istimewa) dalam mencari Ayah yang menjadi tempat mereka pulang. Dibalut dengan petualangan yang penuh kejutan, dinamika persahabatan yang hangat, serta momen-momen yang mengundang tawa, Istimewa menghadirkan kisah yang menghibur sekaligus menghangatkan hati tentang keluarga, keberanian, dan arti kehadiran.

​Disutradarai Ruben Adrian, Istimewa mengisahkan kehidupan anak-anak di Rumah Istimewa yang tumbuh bersama dalam kasih sayang Pak Mahendra. Ketika figur Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka bersandar tiba-tiba menghilang, mereka memutuskan meninggalkan rumah demi mencarinya. Dari situlah petualangan dimulai, membawa mereka bertemu orang-orang baru, menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menemukan makna persahabatan, keberanian, dan keluarga.

​Melalui kisah tersebut, Istimewa menghadirkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai karakter utama yang aktif menggerakkan cerita. Dengan kepribadian yang beragam, rasa ingin tahu yang besar, dan dinamika yang penuh warna, mereka hadir sebagai pahlawan dan sebagai individu yang memiliki mimpi, keberanian, rasa humor, dan cara unik dalam memandang dunia. Mereka akan tetap hadir menebarkan kebaikan dan kasih sayang pada seluruh umat manusia.

​Ruben Adrian, Sutradara Istimewa, mengatakan, “Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Ada tawa, ada petualangan, ada momen-momen yang hangat, tetapi di saat yang sama penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh. Yang membuat Istimewa begitu berarti bagi kami adalah karena film ini lahir dari berbagai kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman Istimewa. Kisah-kisah itu kemudian kami rangkai menjadi sebuah simfoni perjalanan yang penuh harapan, keberanian, dan kasih sayang. Melalui perjalanan mencari Ayah, kami berharap penonton ikut merasakan bahwa rumah dan keluarga bisa hadir lewat penerimaan, kasih sayang, dan orang-orang yang memilih untuk tetap bersama, dengan berpijak pada nilai saling memaafkan dan saling mengasihi.”

​Official trailer memperlihatkan sekilas kehidupan hangat di Rumah Istimewa sebelum berubah menjadi sebuah perjalanan penuh kejadian tak terduga. Mulai dari tingkah usil yang mengundang tawa, persahabatan yang menghangatkan, hingga berbagai rintangan yang harus mereka hadapi bersama, trailer ini memberikan gambaran tentang petualangan emosional yang menjadi inti cerita Istimewa.

​Sementara itu, poster resmi film menampilkan seluruh anggota keluarga rumah Istimewa yang berkumpul di depan rumah yang menjadi tempat mereka tumbuh bersama. Visual tersebut menjadi simbol bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk kembali, melainkan ruang yang dibangun oleh kasih sayang, penerimaan, dan orang-orang yang memilih untuk tetap hadir.

​Mathias Muchus, yang memerankan sosok Pak Mahendra, mengatakan, "Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan."

​Sementara itu, Aldi, salah satu pemeran anak dalam Istimewa, berharap film ini dapat membuka mata masyarakat. "Aku bangga bisa jadi bagian dari Istimewa. Aku senang kisahnya diangkat ke dalam film ini. Semoga film ini bisa jadi motivasi untuk anak-anak disabilitas kembali bangkit meraih mimpi masing-masing, dan membuktikan bahwa teman-teman Istimewa juga mampu berkarya. Semoga Istimewa ditonton seluruh masyarakat Indonesia dan dunia."

​Melalui pendekatan Istimewa menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia Film ini menempatkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai pusat cerita yang menggerakkan alur melalui pilihan, keberanian, dan hubungan yang mereka bangun dengan orang-orang di sekitar mereka.

​Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Official trailer kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Kairos Pictures.

SINOPSIS

​Di Rumah Istimewa, lima anak dengan disabilitas Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), Mul (Mustofa), hidup sebagai keluarga bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus), sosok Ayah yang penuh kasih, dan seorang sukarelawan, Mbak Kinan (Yanni Melwani) yang setia merawat mereka. Saat Ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam agar mereka tak melihatnya melemah, anak-anak nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya. Di tengah pencarian, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) yang membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWD dengan bergabungnya Ella (Salsabila Bella).

​Perjalanan itu menguji persahabatan dan ketulusan yang sesungguhnya. Setelah melalui berbagai rintangan, mereka menemukan titik cerah untuk bertemu kembali dengan Ayah. Rumah istimewa kembali berdiri, tetapi sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tak ada yang abadi, melainkan hidup melalui kasih dan maaf. Apakah mereka bisa bertahan menghadapi dunia, sebagai sebuah keluarga?

​CATATAN PRODUKSI

​Judul: Istimewa

​Sutradara: Ruben Adrian

​Produser: Abdullah Mansuri

​Produksi: Kairos Film

​Genre: Drama Keluarga (Semua Umur)

​Durasi: 1 jam 59 menit

​Tanggal Tayang: 17 September 2026

PEMERAN

​Mathias Muchus

​Yanni Melwani

​Mustofa

​Niatus Sholihah

​Zulfadli Aldiansyah

​Rein

​Bambang Ceper

​Salsabila Bella

​Ricky Komo

​Fauzan Nasrul

​Muhammad Fazzill Alditto

​Agus Kuncoro

​Ence Bagus

​TENTANG KAIROS PICTURES

​Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspektif dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Rabu, 22 Juli 2026

First Look Ibra The Movie: Menembus Langit Resmi Diperkenalkan, Jadi Prekuel dari Serialnya

Jakarta, 20 Juli 2026 - Manara Animation merilis first look dari Ibra The Movie "Menembus Langit", adaptasi layar lebar dari IP animasi Ibra Berkisah. Berbeda dari sosok yang selama ini dikenal penonton lewat serialnya, film ini bercerita ke masa yang belum pernah diceritakan sebelumnya, yakni kehidupan Ibra sebagai remaja biasa, jauh sebelum ia menempuh pendidikan di pesantren.

​Ibra Berkisah adalah serial animasi yang telah tayang sejak 2022 dan menjadi salah satu tontonan favorit keluarga Indonesia. Ibra digambarkan sebagai anak yang dekat dengan teman-teman di lingkungannya, keseruan dan permasalahan sehari-harinya kerap dikaitkan dengan hikmah dari kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Pendekatan itulah yang membuat Ibra Berkisah dikenal sebagai tayangan edutainment islami yang dekat dengan keseharian anak-anak, sekaligus sarat nilai.

​Sebelum dikenal lewat kisah-kisahnya di serial Ibra Berkisah, Menembus Langit mengajak penonton mengenal sosok Ibra remaja. Ibra yang masih gemar bermain dengan teman-temannya, menjalani hari sebagaimana remaja pada umumnya dan banyak hal yang tidak pernah terlihat melalui Ibra Berkisah.

​Kehidupan Ibra tidak selamanya sesuai rencana. Ibra mengalami sebuah peristiwa besar yang mengguncang hidupnya, momen yang memicu amarah, kekecewaan, dan luka yang membuatnya sempat mempertanyakan keadilan dunia, bahkan takdirnya sendiri.

​"Konflik yang terjadi di film ini terhadap karakter Ibra itu sendiri, saya rasa mungkin hampir semua orang pernah mengalami hal itu. Di mana dia marah, di mana dia kecewa, di mana dia sakit hati, sehingga akhirnya dia merasa dunia ini tidak adil. Sampai akhirnya dia menemukan jalannya kembali. Karena saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu." ujar sang produser, Ricky Manopo.

​Dari titik itulah perjalanan Ibra menuju pesantren dimulai. Hal ini bukan keputusan yang datang begitu saja, melainkan jalan yang ia temukan setelah melewati masa paling sulit dalam hidupnya.

​Video first look berdurasi singkat ini sengaja dirancang untuk memberi kesan sinematik dan futuristik sejak detik pertama. Alih-alih menampilkan potongan adegan cerita secara gamblang, video ini lebih banyak bermain dengan atmosfer. First look film ini selaras dengan tema besar Menembus Langit itu sendiri, di mana langit bukan sekadar latar, melainkan simbol perjalanan batin Ibra.

Ibra The Movie "Menembus Langit" akan segera hadir di bioskop terdekat. Ikuti terus perkembangannya di akun Instagram @ibrathemovie @ibra.berkisah.

Digeprek Kehidupan, Kisah Persahabatan yang Nyopet Karena Terpepet! Official Trailer Terbaru Operasi Pesta Copet Tampilkan Kisah Nekat Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba

Film Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus 2026

Jakarta, 22 Juli 2026 — Film terbaru persembahan Imajinari karya debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet merilis official trailer terbarunya, yang menampilkan kisah emosional di balik munculnya fenomena copet konser yang masih marak terjadi. Karena tekanan ekonomi, empat anak muda merencanakan aksi nekat: mencopet di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

​Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, tinggal di kawasan pinggiran kota, yang memaksa mereka tak mendapat pekerjaan layak. Sementara biaya hidup terus meninggi, tapi mereka tak pernah bisa mencicipi hidup cukup. Nyopet di konser bukanlah pilihan utama mereka, mereka melakukannya karena terpepet.

​Kisah itulah yang tersaji dalam official trailer terbaru Operasi Pesta Copet. Penonton diajak untuk mengenal kisah di balik aksi copet konser lewat kisah empat sahabat yang memilih menjadi keluarga di saat hidup tidak berjalan baik-baik saja. Tak hanya menggali sisi manusiawinya, official trailer terbaru juga mengajak kita untuk selalu waspada dan terhindar dari aksi pencopetan di konser.

Operasi Pesta Copet dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Film ini disutradarai oleh Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Film Operasi Pesta Copet sendiri sebelumnya memiliki title project Operasi Pesta Pora. Namun, dalam perkembangannya, film ini mengganti judulnya menjadi Operasi Pesta Copet karena pertumbuhan tentang ceritanya.

​“Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini, yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan,” ujar produser Ernest Prakasa.

​“Buat gue menariknya di film ini gue bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional. Melihat dunia musik Indonesia dari kacamata sosiologisnya. Selain itu, film ini juga menggabungkan dua industri yang gue geluti sejak dua dekade lalu, musik dan film, menjadi tawaran yang fresh untuk perfilman Indonesia,” ujar sutradara Edy Khemod.

​Tak hanya merilis official trailer terbaru, Operasi Pesta Copet juga mempersembahkan OST filmnya berjudul Kita Melawan Dunia yang dibawakan oleh BAALE, moniker Iqbaal Ramadhan. OST ini merepresentasikan cerita empat sahabat yang saling membutuhkan di tengah serba keterbatasan dan tekanan hidup

​"Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat. Mereka hanya anak-anak muda yang terpaksa nekat karena tuntutan ekonomi. Kalau diteliti lagi, siapa sih yang mau jadi copet? Gak ada. Mereka pun begitu tapi ternyata di realitanya gak semua orang cukup beruntung untuk punya pilihan," ujar Iqbaal Ramadhan yang memerankan Ijal sekaligus produser dan pengisi OST film Operasi Pesta Copet.

​Film Operasi Pesta Copet bukan ingin mengglorifikasi aksi kriminalnya, tapi justru memperlihatkan cerita tentang orang biasa yang terdesak keadaan. Diproduksi di tengah festival musik besar Indonesia, Pestapora, juga menandai film ini akan menjadi drama komedi pertama Indonesia yang melakukan pendekatan produksi yang belum pernah ada sebelumnya. Lewat film ini, Imajinari sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai rumah bagi eksperimen kreatif yang berani, mendorong perfilman Indonesia ke wilayah baru.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!

TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!” yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta “Jatuh Cinta Seperti Di Film Film” yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.

TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi langkah awal baru untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.

TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Selasa, 21 Juli 2026

Hari Anak Nasional, Palari Films Rilis Postcards Desember Jani: Pesan-pesan yang Tidak Sempat Terucap di Meja Makan Keluarga

Hyori Mika "JULIA" dan Chempa Puteri "JANI" dalam film panjang pertama karya Ariani Darmawan.

Jakarta, 21 Juli 2026 — Setiap keluarga punya kata-kata yang tertunda bahkan tidak pernah sampai. Bukan karena tidak ada rasa, tapi karena tidak ada momen yang aman untuk memulai.

​Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Palari Films merilis koleksi Postcard Desember Jani, rangkaian kartu visual edisi terbatas yang mengabadikan momen-momen hangat dari film drama keluarga yang akan tayang di bioskop pada bulan Desember 2026.

​Kisah Desember Jani berpusat pada Jani, remaja berusia 13 tahun yang belajar menjaga keutuhan keluarganya di tengah konflik keluarga yang sunyi. Di rumah itu, seorang kakak menghilang di keheningan malam, seorang ibu menyembunyikan penyesalan lewat kesibukan tanpa henti, dan seorang nenek setia menunggu dalam ketidakpastian.

​Di Hari Anak Nasional yang menaungi lebih dari 88 juta anak Indonesia, Palari Films mengajukan satu pertanyaan kepada seluruh keluarga: kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan, bukan untuk menjawab, melainkan untuk mengerti? Lewat koleksi postcard ini, kakak beradik Jani dan Julia menjadi wajah anak-anak Indonesia yang menyimpan pesan-pesan yang belum sempat terucap.

Produser film Meiske Taurisia menyatakan, "Anak-anak tidak butuh orang tua yang selalu punya jawaban. Mereka butuh tahu saat di dalam maupun di luar rumah, ada orang yang selalu mendengarkan ketika percakapan mulai terasa sulit. Desember Jani bukan tentang keluarga yang sempurna. Ini tentang keluarga yang masih mau mencoba."

Sutradara Ariani Darmawan menjelaskan bahwa; "Kami membuat film ini agar saat mereka pulang, duduk di meja makan, bisa memulai percakapan yang sudah tertunda terlalu lama." Ia menyebut Jani sebagai karakter yang tidak menyelamatkan siapa pun. "Ia adalah satu-satunya yang tidak berhenti mencoba. Dan kadang itu sudah cukup untuk mengubah segalanya," ujarnya.

Sigi Wimala, pemeran Winnie, ibu tunggal yang menghidupi seluruh keluarga sendirian, menambahkan, "Winnie bukan ibu yang tidak peduli. Ia adalah ibu yang kecapean dan sudah tidak tahu lagi caranya. Saya rasa banyak orang tua di Indonesia akan terdiam sejenak saat melihat diri mereka di karakter ini."

​"Ini juga reminder untuk saya sendiri. Karena merasa nyaman di rumah, kita sering bicara seenaknya tanpa sugarcoat dan itu menyakitkan. Kadang kita bisa menjadi paling jahat justru kepada orang yang paling dekat dengan kita," lanjut Sigi.

​Melalui kehadiran V-Soy sebagai mitra, nilai-nilai kehangatan keluarga serta gaya hidup sehat yang diangkat dalam film ini dapat diselaraskan di meja makan. Produk minuman sehat dari V-Soy memiliki keterkaitan erat dengan dinamika keluarga modern dalam jalan cerita, karakter, serta nilai kesehatan yang disajikan dalam diskusi hari ini.

​Kolaborasi strategis ini diperkuat oleh Kalea Psychological Services, lembaga psikoterapi holistik dan kesehatan mental berbasis di Jakarta dan Bandung. Kalea bersama Palari Films akan menyelenggarakan sesi obrolan daring "Lunch & Learn" untuk keluarga di Indonesia. Melalui program ini, Kalea ingin mengajak orang tua dan remaja melihat perspektif psikologis yang sehat dalam menyikapi dinamika keluarga di era digital, selaras dengan semangat film Desember Jani.

Desember Jani akan hadir di bioskop di seluruh Indonesia pada bulan Desember 2026. Kunjungi Instagram @palarifilms dan @desemberjani untuk informasi lebih lengkap seputar film serta koleksi Postcards Desember Jani.

​#PintunyaSelaluTerbuka #DesemberJani #HariAnakNasional #PalariFilms

Tentang Palari Films

​Palari Films adalah rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak 2016, dikenal sebagai rumah bagi karya-karya berkualitas. Palari Films menorehkan sejarah melalui Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021) yang memenangkan Golden Leopard di Festival Film Internasional Locarno, penghargaan tertinggi di festival tersebut. Karya Palari Films yang telah tayang bioskop pertengahan tahun ini adalah Monster Pabrik Rambut, dan Desember Jani yang direncanakan pada akhir tahun, Desember 2026. Portofolio Palari Films mencakup film dan serial original Netflix dengan jangkauan global, serta kehadiran di festival-festival bergengsi di dunia, termasuk Toronto, Berlinale, Sundance, dan Busan. Info lengkap @desemberjani @palarifilms

Tentang V-Soy

​V-Soy adalah minuman kedelai 100% plant-based dari Thailand yang didistribusikan oleh PT Sukanda Djaya sebagai distributor resmi di Indonesia. Dengan motto "Natural Goodness in Every Drop", V-Soy menghadirkan minuman dengan kebaikan kedelai non-GMO, bernutrisi, bebas kalori dan nol kolestrol; dan melalui campaign Good Habit, V-Soy terus berusaha mengajak para konsumen dan masyarakat Indonesia untuk menerapkan gaya hidup sehat sehingga dapat mencapai hidup yang berkualitas setiap hari.

Teaser Trailer Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Ali Fikry Buka Cerita di Balik Perjuangan Dino Mengejar Mimpi Bersama Sang Ayah

Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis teaser trailer perdana film Bapakmu Kiper yang akan tayang 3 September 2026 di bioskop. Teaser ini memberi gambaran awal perjalanan Ronaldhino Sujatmiko atau Dino, remaja 18 tahun yang diperankan Ali Fikry, dalam mengejar mimpinya menembus sepak bola profesional lewat ajang Tarkam Super Cup.

​Tarkam atau sepak bola antar kampung adalah pertandingan sepak bola akar rumput yang digelar antarwilayah atau antardesa di Indonesia, biasanya diselenggarakan secara swadaya oleh warga tanpa naungan liga resmi.

​Meski sederhana, tarkam punya warna khasnya sendiri, mulai dari suporter kampung yang riuh, taruhan kecil kecilan di pinggir lapangan, sampai kepercayaan sebagian warga pada jimat atau bantuan dukun demi kemenangan tim kesayangan mereka. Semarak itulah yang menjadi latar utama film Bapakmu Kiper.

​Bagi Ali Fikry, karakter Dino membawa kisah yang dekat dengan banyak anak muda Indonesia, terutama soal mimpi yang tumbuh bersama sosok ayah. Sejak kecil, Dino menyimpan cita-cita bermain di Liga 2 dan ingin terjun sebagai pemain sepak bola profesional.

​Ternyata mimpi itu datang bersama luka yang belum sembuh. Dalam cerita Bapakmu Kiper, Dino sejak tujuh tahun terakhir harus berseteru dengan sang Ayah Warto (Fedi Nuril), mantan kiper andalan tim tarkam Serigala Sakti yang di masa lalu lebih dikenal sebagai perjudi bola. Perseteruan itu membuat hubungan keduanya berjarak, dingin, dan penuh pertengkaran.

​Titik balik datang ketika Dino mendapat kesempatan tampil di Tarkam Super Cup. Menjelang final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan fisik mereka, lengkap dengan bumbu komedi khas tarkam mulai dari hansip kampung sampai ritual dukun. Dari titik inilah sepak bola menjadi jalan bagi ayah dan anak ini untuk saling membuka luka lama dan memperbaiki hubungan yang retak.

​Gambaran itu terasa lewat rangkaian cuplikan dalam teaser. Sosok Dino muncul pertama kali di tengah riuhnya pasar ikan tempat Warto bekerja, disusul potongan adegan komedi saat tim dadakan Warto, mulai dari hansip kampung sampai warga pasar, berlarian panik memikul karung sambil berteriak di lorong pasar.

​Teaser juga menyelipkan momen hangat antara ayah dan anak di pinggir lapangan pada malam hari, berselang seling dengan aksi tarkam di lapangan terbuka lengkap sorak penonton kampung, selebrasi gol dengan salto, hingga kekacauan suporter yang dibumbui unsur dukun dan obor sebagai sentuhan komedi khas budaya tarkam.

​Tantangan itu tidak berhenti di soal teknis lapangan. Ali menyebut bagian tersulit justru menyatukan kemampuan bermain bola dengan tuntutan akting di saat bersamaan, sebuah keseimbangan yang menurutnya jadi kunci membuat penonton ikut larut dalam perjalanan Dino.

​Ada sisi personal yang membuat peran ini terasa dekat bagi Ali. Usianya yang genap 18 tahun sama persis dengan usia Dino di dalam cerita, membuat pergulatan mimpi dan harapan sang karakter terasa relevan dengan fase hidupnya sendiri saat ini.

​"Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan tetap bisa berakting sambil main bola. Kita harus membawa emosi saat di lapangan. Jadi bukan cuma sekadar jago main bola, tapi penonton juga harus bisa merasakan perasaan Dino saat bermain," tutur Ali.

Bapakmu Kiper turut menjadi ajang reuni Ali Fikry dengan Fedi Nuril sebagai ayah dan anak, setelah sebelumnya keduanya beradu akting dalam film horor Qorin 2. Kali ini keduanya hadir dalam warna cerita yang jauh berbeda, lebih hangat, lebih personal, namun tetap menyimpan kedalaman emosi.

​Momentum rilis teaser trailer ini datang tidak lama setelah gegap gempita Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat baru saja usai, turnamen yang selama sebulan lebih berhasil menyita perhatian jutaan pencinta bola di Tanah Air. Bagi Entelekey Sinema Indonesia, euforia itu menjadi pengingat bahwa kecintaan masyarakat Indonesia pada sepak bola tidak melulu soal panggung dunia, sebab semangat yang sama juga hidup di lapangan-lapangan lainnya lewat pertandingan tarkam.

​"Piala Dunia mengingatkan kita betapa besarnya cinta orang Indonesia pada sepak bola. Bapakmu Kiper hadir untuk menunjukkan bahwa kecintaan itu juga hidup di banyak lapangan lainnya lewat cerita yang sederhana tapi penuh kehangatan," ujar Garnet Geraldine, Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia.

​Selain Ali Fikry dan Fedi Nuril, Bapakmu Kiper turut dibintangi Tanta Ginting, Augie Fantinus, Neysa Chandria, dan sejumlah pemain lain. Film ini disutradarai Ody C. Harahap dengan naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Sebagai proyek layar lebar perdana Entelekey Sinema Indonesia, Bapakmu Kiper akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 3 September 2026.

Sabtu, 18 Juli 2026

Ketika Cinta dan Iman Bertemu, Mana yang Akan Dipilih? Official Poster dan Trailer Sekaligus OST FILM IBADAH & CINTA Resmi Dirilis

Drama romantis terbaru Persembahan Sinemata Buana Kreasindo tentang pencarian iman, restu keluarga dan perjuangan cinta.

Jakarta, 18 Juli 2026Sinemata Buana Kreasindo resmi meluncurkan official poster dan official trailer FILM IBADAH & CINTA, memperkenalkan kisah emosional tentang perjalanan menemukan makna hidup, keimanan dan cinta di tengah perbedaan dunia. Melalui perilisan ini, publik diajak berkenalan dengan Rico (Achmad Megantara), seorang pemuda Australia yang hidup kehilangan arah di Melbourne, dan Santun (Indah Permatasari), seorang ustadzah muda yang tumbuh dalam lingkungan pesantren dengan nilai-nilai yang kuat.

​Official poster menampilkan nuansa hangat dan penuh makna, memperlihatkan kedekatan Rico dan Santun di tengah bentang alam Nagawangi yang menenangkan, namun menyimpan jarak yang tidak hanya dipisahkan oleh latar belakang, tetapi juga oleh keyakinan, keluarga, dan pilihan hidup. Sementara itu, official trailer memperlihatkan awal dari perjalanan Rico yang membawanya ke sebuah tempat dengan nilai-nilai yang sangat berbeda dari kehidupan yang selama ini ia kenal. Namun, konflik dan pilihan yang akan dihadapinya masih sengaja disimpan.

Budi Yulianto, Eksekutif Produser

"Kami memilih Melbourne sebagai titik awal perjalanan Rico karena kota itu merepresentasikan kehidupan yang sangat berbeda dengan dunia yang kemudian ia temukan di Nagawangi. Perpindahan latar ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga menggambarkan perjalanan batin seorang anak muda yang sedang mencari arah hidup, identitas, dan makna keimanan. Kontras antara dua dunia itulah yang menjadi salah satu kekuatan cerita FILM IBADAH & CINTA."

​Namun, lebih dari sekadar kisah romantis, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan pertanyaan yang dekat dengan banyak orang: ketika cinta dan keyakinan bertemu di persimpangan jalan, apakah keduanya bisa berjalan beriringan? Ataukah cinta justru menjadi ujian yang harus dihadapi?

​Disutradarai oleh Jastis Arimba dan ditulis oleh Ifan Adriansyah Ismail, film ini mengangkat kisah tentang pencarian jati diri, hubungan anak dan orang tua, serta pergulatan batin dalam memahami makna ibadah dan cinta. Didukung oleh jajaran pemeran seperti Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, Jamie Aditya, dan Stevan Rizky, film ini menghadirkan dinamika keluarga dan lingkungan sosial yang memperkaya perjalanan Achmad Megantara (Rico) dan Indah Permatasari (Santun).

Jastis Arimba, Sutradara

"Melalui trailer ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana perjalanan spiritual seseorang bisa hadir lewat hal-hal yang sederhana, termasuk pertemuan dengan orang yang mengubah cara kita memandang hidup. Masih banyak lapisan emosi dan konflik yang belum kami buka, karena kami ingin penonton merasakan sendiri perjalanan Rico dan Santun saat menonton filmnya nanti."

Rendy Gunawan, Produser

"IBADAH & CINTA bukan hanya tentang kisah dua orang yang saling mencintai, tetapi tentang bagaimana seseorang menemukan kembali dirinya di tengah tekanan keluarga, lingkungan dan keyakinan. Poster dan trailer ini menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia Rico dan Santun, namun perjalanan mereka masih menyimpan banyak pertanyaan yang akan terjawab di film IBADAH & CINTA."

​Diproduksi oleh Sinemata Buana Kreasindo, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan perpaduan drama dan romansa yang menyentuh dengan latar kehidupan pesantren serta keindahan alam Nagawangi dan Melbourne. Melalui perilisan official poster dan trailer, penonton kini dapat melihat awal dari perjalanan dua insan yang dipertemukan oleh takdir, namun diuji oleh keyakinan dan harapan banyak orang di sekeliling mereka.

​Apakah Rico akan menemukan kembali imannya? Dan apakah Santun dapat mengikuti suara hatinya tanpa mengkhianati nilai-nilai yang ia pegang? Jawabannya akan terungkap dalam FILM IBADAH & CINTA.

​Bersamaan dengan peluncuran official poster dan official trailer, FILM IBADAH & CINTA juga resmi memperkenalkan tiga lagu soundtrack yang akan mengiringi perjalanan emosional Rico dan Santun. Lagu utama berjudul "Ibadah & Cinta" dibawakan oleh Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum, menghadirkan nuansa romantis yang merefleksikan perjalanan cinta dan keimanan para tokohnya. Selain itu, hadir pula "Pulangmu Abadi" yang dinyanyikan oleh Nadzira Shafa, serta "Pergi Tanpamu" yang dibawakan oleh Rianyrian, dua lagu yang semakin memperkuat emosi dalam setiap fase perjalanan cerita. Ketiga soundtrack tersebut resmi dirilis bersamaan dengan perilisan official poster dan trailer, sekaligus menjadi bagian penting yang melengkapi universe FILM IBADAH & CINTA sebelum kisahnya hadir di Bioskop seluruh Indonesia.

​Official poster dan official trailer FILM IBADAH & CINTA kini telah dapat disaksikan melalui akun media sosial resmi film ini di @ibadahdancinta.film. Ikuti informasi terbaru dan berbagai kejutan lainnya, serta bersiap menyaksikan kisah tentang ibadah, keluarga dan cinta yang akan menyentuh hati penonton Indonesia.

Tentang Sinemata Buana Kresindo

​Sinemata Buana Kresindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.

Tentang ost Film

Makna dan tujuan lagu IBADAH DAN CINTA ini sederhananya adalah sebagai pengingat kepada diri sendiri dan berpesan untuk semua yang mendengarkannya. ​Dalam hidup pasti pernah mengalami lika liku dalam perjalanan cinta maka harus di lewati dengan ikhlas. ​Lagu ini mengajak untuk tetap tegar dan jangan sampai larut terus dalam kesedihan dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta sejati/tujuan hidup.

​Pencipta Lagu yang juga penulis ide cerita Film IBADAH DAN CINTA yaitu Heri Purnama Tanjung menuturkan alasannya memilih Tresna Ningrum dan Berlliana Lovell untuk menyanyikan lagunya adalah karena mereka mampu membawa pesan dari lagu ini, terutama secara rasa. ​Karena tanpa hal itu, pesan lagu tidak akan bisa tersampaikan dengan baik kepada siapapun yang mendengarnya.

​Bahkan Tresna Ningrum dan Berlliana Lovell mengungkapkan bahwa sejak awal mendengar lagu ini, dirinya sudah merasa jatuh cinta dengan lagunya, yang mana hal itu adalah poin penting yang harus dimiliki seorang penyanyi. Bahwa seorang penyanyi haruslah jadi orang pertama yang jatuh cinta dengan lagu yang akan dinyanyikannya. ​Dengan begitu, akan mudah baginya menyampaikan makna dari lagu yang dinyanyikannya secara mendalam dari hati ke hati kepada para penggemarnya.

​Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum berharap lagu ini diharapkan bisa mewakilkan perasaan banyak orang diluar yang sedang mengalami lika liku dalam cinta. ​Melalui lagu ini, tersirat sebuah pesan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.

​Lagu "PERGI TANPAMU" bermakna tentang kerinduan mendalam seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Lagu ini mengekspresikan kesedihan dan penyesalan karena tidak bisa lagi mengulang momen kebersamaan, sekaligus menjadi ungkapan bahwa kenangan bersama sang Ayah sangat sulit untuk dihapus dari ingatan. Bahkan pencipta lagu PERGI TANPAMU, HERI PURNAMA TANJUNG Berharap lagu ini dapat menjadi insvirasi dan pesan untuk semua yang mendengarkan. ​Mengapa Heri purnama tanjung sebagai pencipta lagu PERGI TANPAMU memilih RYANI sebagai penyanyinya... karna RYANI bisa mendalami rasa dalam lagu ini dan mempunyai karakter vocal yang sangat kuat untuk menyanyikan lagu PERGI TANPAMU.

​​Sinopsis

​Kehidupan Rico (Achmad Megantara), pemuda berasal dari Australia yang hidup tanpa arah di Melbourne, berubah saat ia jatuh cinta pada Santun (Indah Permatasari), putri Kyai Umar (Mathias Muchus), ustadzah muda yang setia menjaga tradisi pesantren, sembari ia sendiri mulai belajar sholat dan menemukan kembali imannya. Namun di tengah tekanan keluarga, kampung, dan agama, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: apakah cinta mereka ujian, atau pertanda?
Fact Sheet
​Judul Film: IBADAH & CINTA
​Genre: Drama, Romance
​Produksi: Sinemata Buana Kreasindo
​Eksekutif Produser: Budi Yulianto, Avesina Soebli
​Produser: Rendy Gunawan, Arismuda Irawan
​Sutradara: Jastis Arimba
​Penulis: Ifan Adriansyah Ismail
​Pemain:
​1. Achmad Megantara sebagai Rico
​2. Indah Permatasari sebagai Santun
​3. Mathias Muchus sebagai Kyai Umar
​4. Elma Theana sebagai Ibu Santun
5. ​Adhin Abdul Hakim sebagai Ganda
​6. Berlliana Lovell sebagai Nissa
7. ​Sita Permata Sari sebagai Deshi
8. ​Didi Hasyim sebagai Kyai Usman
9. ​Erwin Rakiman sebagai Pak Brata
10. ​Irene Librawati sebagai Ibu Ganda
11. ​Jamie Aditya sebagai Ayah Rico
12. ​Stevan Rizky sebagai Ustad Salman

Kisah yang Menyentuh Hati Kini Hadir dalam Dua Perjalanan, Novel IBADAH & CINTA Resmi Diluncurkan di Momen Perilisan Official Poster & Trailer

Novel karya Nadzira Shafa memperluas universe IBADAH & CINTA, mengajak pembaca menyelami kisah Rico dan Santun.

Jakarta, 16 Juli 2026 — Momen peluncuran official poster dan official trailer FILM IBADAH & CINTA menjadi semakin istimewa dengan diperkenalkannya novel Ibadah & Cinta karya Nadzira Shafa. Mengusung judul yang sama dengan filmnya, novel ini diterbitkan oleh Insan Pustaka Berkreasi, imprint dari IPB Press, sebagai bagian dari perluasan cerita Ibadah & Cinta.

​Tidak sekadar menjadi adaptasi dalam bentuk novel, Ibadah & Cinta menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi pembaca. Melalui 484 halaman, novel ini mengajak pembaca mengikuti pergulatan batin para tokohnya, memahami alasan di balik setiap pilihan, serta merasakan emosi yang lebih luas.

​Berpusat pada kisah Santun, seorang putri kyai yang tumbuh dalam tradisi dan tuntutan keluarga, serta Rico, seorang pemuda yang datang membawa cara pandang baru tentang kehidupan, novel ini mengangkat pertanyaan yang dekat dengan banyak orang: apakah takdir selalu harus diterima, ataukah seseorang berhak memilih jalan hidupnya sendiri? Di tengah tekanan perjodohan, perubahan yang melanda desa, dan ujian yang datang silih berganti, keduanya dipertemukan dalam perjalanan yang menguji keyakinan, keberanian dan makna cinta yang sesungguhnya.

Nadzira Shafa, Penulis Novel Ibadah & Cinta

"Saat menulis novel ini, saya ingin membawa pembaca masuk lebih jauh ke dalam hati Rico dan Santun. Ada banyak ruang yang memungkinkan pembaca memahami ketakutan, harapan dan pergulatan mereka dengan lebih intim. Saya berharap setiap orang yang membaca novel ini dapat menemukan bagian dari dirinya sendiri di dalam perjalanan kedua tokoh tersebut."

​Novel Ibadah & Cinta diterbitkan oleh Insan Pustaka Berkreasi, imprint dari IPB Press, dengan penyunting bahasa Nopionna Dwi Andari serta desain sampul dan penataan isi oleh Muhamad Ade Nurdiansyah. Mengusung genre fiksi, roman religi dan drama keluarga, novel ini menawarkan kisah yang hangat sekaligus reflektif tentang cinta, keluarga, pengorbanan, dan keimanan.

​Peluncuran novel yang dilakukan bersamaan dengan perilisan official poster dan trailer film menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dunia Ibadah & Cinta kepada publik. Pembaca dapat terlebih dahulu menyelami kisah Rico dan Santun melalui novel sekaligus Perilisan Official Poster dan Trailer Film Ibadah & Cinta.

​Novel Ibadah & Cinta kini telah resmi diterbitkan dan siap menemani para pembaca yang ingin mengenal lebih dalam kisah yang menginspirasi lahirnya film dengan judul yang sama. Bersiaplah mengikuti perjalanan tentang cinta, takdir dan keyakinan yang akan meninggalkan kesan mendalam, baik di halaman buku maupun di layar bioskop.

​Novel Ibadah & Cinta kini telah resmi diterbitkan dan siap menemani para pembaca yang ingin mengenal lebih dalam kisah yang menginspirasi lahirnya film dengan judul yang sama. Bersiaplah mengikuti perjalanan tentang cinta, takdir dan keyakinan yang akan meninggalkan kesan mendalam, baik di halaman buku maupun di layar bioskop.

SINOPSIS

​Santun tumbuh di dunia yang telah menuliskan masa depannya jauh sebelum ia berani memimpikannya, pesantren, pengabdian, dan pernikahan dengan lelaki pilihan keluarga. Ia belajar taat, belajar menerima, belajar menenangkan hatinya sendiri. Hingga suatu hari seorang pria asing datang dan melihatnya bukan sebagai putri kyai, melainkan sebagai perempuan yang ingin hidup dengan pilihannya sendiri.

​Rico membawa dunia yang lebih luas dari pagar pesantren, dunia yang membuat Santun untuk pertama kalinya bertanya, apakah takdir selalu harus diterima tanpa suara. Namun ketika hatinya mulai berani berharap, kenyataan datang lebih cepat dari waktu. Di tengah tekanan perjodohan, konflik tradisi, dan perubahan desa, Santun harus membuat keputusan terbesar dalam hidupnya, tepat saat ia mengetahui sesuatu perlahan menggerogoti tubuhnya. Saat semua orang mundur, Rico justru melangkah mendekat. Ia memilih tinggal, memilih mencintai, dan memilih menjadikan cinta sebagai ibadah.

​Sebuah kisah tentang takdir, keberanian memilih, dan cinta yang tetap hidup bahkan ketika kehidupan tidak lagi memberi janji selamanya.

TENTANG PENULIS

Nadzira Shafa adalah penulis novel best seller 172 Days, sebuah karya yang diangkat dari kisah nyata dan berhasil menyentuh jutaan pembaca di Indonesia. Buku tersebut menduduki daftar buku terlaris, serta diadaptasi ke layar lebar dan mendapat sambutan luas dari masyarakat. Melalui gaya bertutur yang hangat, emosional dan sarat nilai-nilai spiritual, Nadzira dikenal mampu menghadirkan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan, mengangkat tema cinta, keluarga, kehilangan, serta perjalanan menemukan makna hidup. Dalam novel terbarunya, IBADAH & CINTA, Nadzira kembali menyuguhkan narasi yang mengajak pembaca menyelami pergulatan hati, keimanan, dan keberanian memilih jalan hidup di tengah berbagai ujian.

INFORMASI NOVEL

  • Judul: Ibadah & Cinta
  • Penulis: Nadzira Shafa
  • Genre: Fiksi, roman religi dan drama keluarga
  • Penyunting Bahasa: Nopionna Dwi Andari
  • Desain Sampul dan Penata Isi: Muhamad Ade Nurdiansyah
  • Jumlah Halaman: 484 halaman ditambah xii halaman romawi
  • ISBN: 978-634-04-9259-0
  • Penerbit: Insan Pustaka Berkreasi, imprint dari IPB Press
  • Dicetak oleh: PT Penerbit IPB Press

Jumat, 17 Juli 2026

Sinemaku Pictures Merilis Website Memburu Pemangsa, Kampanye Jaga Anak-Anak dan Kewaspadaan Kasus Penculikan Anak yang Masih Terjadi


Jakarta, 17 Juli 2026 — Sinema Pictures merilis website memburupemangsa.com jelang perilisan film terbaru mereka berjudul Memburu Pemangsa. Tak hanya mengenai semesta filmnya, website tersebut juga ditujukan untuk membangun kepedulian terhadap kasus penculikan anak yang hingga saat ini masih terjadi.

​Mengutip Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sepanjang 2022–2025, ada 91 kasus penculikan anak di Indonesia. Total, ada 180 anak menjadi korban. Dari jumlah tersebut, beberapa kasus yang pernah menyita perhatian adalah penculikan terhadap 12 anak di berbagai tempat di Jakarta Selatan dan Bogor, Jawa Barat, yang dilakukan oleh satu orang pada 2022. Pada tahun lalu, masyarakat juga digemparkan dengan kasus balita berusia 4 tahun yang diculik yang dilakukan oleh sindikat adopsi ilegal.

​Film Memburu Pemangsa mengangkat tentang kisah empat jurnalis yang melakukan perburuan dan investigasi terhadap kasus penculikan anak, yang dilakukan oleh penjahat yang bekerja sama dengan iblis.

​“Melalui website memburupemangsa.com, Sinemaku Pictures ingin mengajak masyarakat Indonesia lebih aware terhadap kasus penculikan anak yang hingga saat ini masih terjadi. Penculikan anak menjadi kasus besar yang menimbulkan keprihatinan, dan semoga dengan kampanye ini kami juga turut meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan anak-anak,” ujar sutradara film Memburu Pemangsa Umay Shahab.

​Di website tersebut tak hanya mencantumkan informasi seputar film termasuk memperkenalkan Teori Demonologi yang akan ada di film, namun juga kontak yang bisa dihubungi jika masyarakat mengalami kasus penculikan anak, sebagai bentuk penyediaan kanal informasi dan sumber resmi.

​Sinemaku Pictures juga mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan foto identitas “Kartu Pemburu” di media sosial, dengan tagar yang menyertai #jagaanakanak. Dalam sehari, kampanye ini telah diikuti oleh lebih dari 500 orang. Diharapkan melalui kampanye ini juga turut menjadi bagian untuk menggerakkan kesadaran terhadap kasus penculikan anak yang masih terjadi dan mengintai.

​Film Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisius dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya. Film ini akan menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa dan website memburupemangsa.com. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Film RUMAH SINGGAH Merilis Official Poster dan Trailer, Sebuah Persembahan untuk Semua yang tak Kenal Menyerah

Rumah Singgah produksi dari SENARA, bekerja sama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, tayang mulai 27 Agustus 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 17 Juli 2026 — Setelah mencuri perhatian publik lewat video first look dan teaser trailer, film Rumah Singgah hari ini meluncurkan official poster dan official trailer. Diproduksi oleh SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures, film drama garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo, ide cerita oleh Celvin Jaya Hadi, dan penulisan skenario oleh Raditya ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Official poster Rumah Singgah menampilkan enam karakternya, yaitu Karla (Adhisty Zara), yang memegang sebuah origami besar, ditemani Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), Pika (Messi Gusti), Bu Andin (Dewi Irawan), dan Mang Didu (Aming). Mereka memandang ke atas dengan senyum yang menyiratkan harapan. Visual tersebut menjadi gambaran tentang semangat yang dihadirkan film ini, bahwa bahkan di tengah masa sulit, selalu ada alasan untuk tetap memandang ke depan.

Official trailer merupakan pengembangan dari video teaser yang dipublikasikan pada awal Juli lalu untuk membawa penonton lebih dekat dengan kehidupan para penghuni rumah singgah. Melalui trailer ini penonton mulai diajak mengenal mimpi, ketakutan, sekaligus alasan yang membuat mereka terus bertahan. Origami yang hadir di poster menjadi simbol perjuangan mereka mewujudkan bucket list yang berisi mimpi-mimpi sederhana namun begitu berarti ketika waktu terasa semakin berharga.

​Sebelumnya, video teaser Rumah Singgah diiringi lagu "Surat Hati" yang dibawakan oleh Devano, memberikan warna emosional pengantar perjalanan Karla menuju rumah singgah. Dan di official trailer, nuansa emosional tersebut semakin kuat melalui iringan original soundtrack "Ampun Dunia" yang dibawakan oleh Bentara. Official trailer ini akan ditayangkan secara eksklusif di jaringan bioskop nasional selama satu minggu untuk mengoptimalkan pengalaman sinematik penonton dalam menikmati trailernya sebelum kemudian dirilis melalui kanal media sosial resmi film Rumah Singgah.

​"Kisah film Rumah Singgah diceritakan melalui empat karakternya yang sedang menghadapi penyakit kanker. Mereka yang sedang berada di titik terendah dan tidak tahu berapa lama waktu yang dimiliki. Namun begitu, di tengah kondisi yang tidak menentu, digambarkan bahwa mereka tersenyum dan memilih tetap hidup sepenuhnya karena menemukan harapan dan cinta dari orang-orang yang selalu ada untuk mereka. Tidak hanya sesama penderita kanker, tapi juga karakter seperti Bu Andin dan Mang Didu, para caretaker yang selalu bersedia membantu dan tidak pernah menyerah. Film ini adalah persembahan untuk mereka," ujar Hans Andreas, produser film Rumah Singgah dari SENARA.

​Film Rumah Singgah mengisahkan Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari, harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengidap osteosarkoma, penyakit kanker tulang yang ganas. Di tengah kenyataan yang mengubah hidupnya, Karla tiba di sebuah rumah singgah, tempat bernaung bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Di sana ia disambut oleh Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah serta berkenalan dengan para ​penghuninya, Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti). Keempatnya perlahan membangun persahabatan di tengah kondisi penuh ketidakpastian yang harus mereka hadapi. Bersama Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang setia menemani hari-hari mereka, Karla beserta penghuni di rumah singgah mengawali perjalanannya yang baru, di mana mimpi yang hampir sirna menemukan secercah harapan.

​"Rumah Singgah punya tempat yang istimewa di hatiku. Proses menjadi Karla adalah pengalamanku bertumbuh, bukan hanya sebagai aktor, tapi juga sebagai individu. Aku beruntung sekali dikelilingi oleh sutradara, teman-teman aktor, dan seluruh kru yang sangat mendukung selama prosesnya. Semoga kehangatan yang aku rasakan saat persiapan dan saat syuting, sampai juga ke hati penonton nanti," tutur Adhisty Zara, pemeran Karla.

Rumah Singgah adalah produksi dari SENARA, bekerjasama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, ide cerita oleh Celvin Jaya Hadi, dan penulisan skenario oleh Raditya. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, Dewi Irawan, Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya.

  • Hashtag: #rumahsinggah #filmrumahsinggah
  • Instagram: @rumahsinggahfilm
  • Threads: @rumahsinggahfilm
  • TikTok: @filmrumahsinggah

Kamis, 16 Juli 2026

Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026


Jakarta, 15 Juli 2026 – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan hadir sebagai karya horor yang terinspirasi dari salah satu warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur yang nyata dan ada sampai saat ini.

​Suanggi merupakan salah satu kisah yang dikenal luas di daerah Papua, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Warisan budaya ini punya pengalaman berbeda di setiap daerah, ada yang mengenal Suanggi sebagai sosok nenek atau kakek tua, ada yang melihat mata merahnya, dan ada yang melihat dalam bentuk bola api, dan sebagainya. Melalui film ini, cerita tersebut diadaptasi secara kreatif sebagai karya fiksi yang menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menyajikannya dalam narasi yang relevan bagi penonton masa kini.

​"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," ujar Dom Dharmo, Sutradara Film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Berbeda dari film horor pada umumnya yang banyak mengambil inspirasi dari mitos populer di Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan menghadirkan perspektif baru. Dari sisi produksi, Mutiara Films & Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter yang kuat, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik.

​Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, di Jakarta, Mutiara Films & Subtube Studio merilis teaser poster dan teaser trailer Suanggi: Ilmu Kutukan. Dihadiri oleh Evelin P. M. Pangalila yang mewakili Executive Producer Ernes Yauwalata, keempat Produser Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, dan Firdauzi Trizkiyanto, serta Sutradara Dom Dharmo. Lengkap dengan casts meliputi Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Stany Imbiry, Atina Akinoref, Obi Mesakh, dan Botak Bicara.

​Sayangnya, acara malam ini tidak dapat dihadiri oleh Euginia Y.-pemeran Wawa-yang merupakan anak dari Executive Producer, Douglas Krump, dan Ian Williams yang tinggal di Papua, serta Endhita, Arnold Kobagau, dan Keanu Azka yang berhalangan hadir. Film Suanggi: Ilmu Kutukan ini pun tidak akan dapat terlaksana tanpa kontribusi Alm. Pace Cello yang memerankan sebagai dukun bernama Tinus.

​"Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Segala sesuatu yang berlebihan atau berkekurangan adalah tidak baik. Suanggi ini awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik, mereka melakukan ini. Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan," ujar Bona Pascal, salah satu produser film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Salah satu pemeran utama Suanggi: Ilmu Kutukan, Carissa Perusset, mengungkapkan bahwa film ini sungguh menantang dan membuatnya banyak belajar budaya baru.

​"Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru," ujar Carissa Perusset.

​Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengaku melakukan observasi mendalam yang menarik.

​"Persiapan memang jadi PR, bagaimana intonasi (dialek Indonesia Timur), segala macam. Untungnya ada coach Bobi, ada casts lain, Yewen, jadi sesama pemain support. Itu yang bikin seru proses pembuatan film ini. Saya punya cara sendiri untuk observasi karakter. Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini," kata Iwa K.

​Berbeda dari pemain lainnya, John Yewen, komedian asal Papua ini merasa tertantang dengan perannya sebagai Bapa John.

​"Sebenarnya menjadi pastor adalah cita-cita yang diinginkan mama untuk Yewen dan akhirnya tercapai walau akting. Namun, Yewen yakin mama bangga jika ia masih ada dan bisa melihat Yewen di film ini," kata John Yewen yang juga ternyata mengalami pengalaman mistis saat mempelajari naskah di tempat tinggalnya bersama Ian Williams—karakter Reynold.

​Film Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.

Tentang Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Suanggi: Ilmu Kutukan adalah film horor Indonesia yang terinspirasi dari warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur. Menggabungkan unsur horor, drama, dan budaya, film ini menghadirkan kisah yang menegangkan sekaligus mengajak penonton mengenal salah satu kekayaan folklor Nusantara melalui pendekatan sinematik yang modern.

  • Genre Film: Drama, Horor
  • Executive Producer: Ernes Yauwalata, Adrian Sugiono
  • Produser: Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, Firdauzi Trizkiyanto
  • Sutradara: Dom Dharmo
  • Penulis: Baskoro Adi Wuryanto
  • Produksi: Mutiara Films & Subtube Studio

Casts: Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Alm. Pace Cello, Douglas Krump, Arnold Kobagau, Hendra Louis "Botak Bicara"

SINOPSIS

​BENI (Pangeran Lantang) yang terlilit utang ratusan juta, pulang ke kampung halamannya di Pulau Kladum, bersama kekasihnya GIA (Carissa Perusset) dengan alasan menjenguk ibu angkatnya, MAMA LIN (Dayu Wijanto) yang sedang sakit keras. Namun, tujuan sebenarnya adalah mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk menutupi utang. Setelah 13 tahun pergi dan kembali ke kampung halamannya, BENI diteror kekuatan gaib kiriman AROBA (Iwa K)—seorang SUANGGI—yang mengirim serangan lalat untuk membunuh keluarga MAMA LIN dan warga Pulau Kladum, sekaligus mengungkap rahasia kelam yang selama ini disembunyikan BENI.

SYNOPSIS

​Drowning in massive debt, BENI (Pangeran Lantang) returns to his remote hometown on Kladum Island alongside his girlfriend, GIA (Carissa Perusset), under the guise of visiting his gravely ill adoptive mother, MAMA LIN (Dayu Wijanto). In truth, BENI harbors a desperate agenda, to steal his family’s hidden heirloom and clear his financial ruin. However, his homecoming after a 13-year absence awakens a dormant nightmare. BENI soon finds himself targeted by AROBA (Iwa K), a formidable Suanggi (sorcerer) who unleashes a devastating plague of flesh-eating flies upon MAMA LIN’s family and the island’s residents. As the supernatural terror tightens its grip, BENI is forced to confront not only the deadly curse, but also the dark, long-buried secret he has been running from his entire life.

​Social Media:

​Instagram: @filmsuanggi (https://www.instagram.com/filmsuanggi/)

​TikTok: @filmsuanggi (https://www.tiktok.com/@filmsuanggi/)

​YouTube: @filmsuanggi (https://youtube.com/@filmsuanggi/)

​Link Teaser Poster & Trailer:

​https://www.instagram.com/p/Da0DMCeJcNV/?igsh=Znl1ZG4xcWt5OXpm

​https://www.youtube.com/watch?v=qPpZGcv7trs

Film 'Istimewa' Rilis Official Trailer dan Poster, Angkat Ketulusan Perjalanan Anak-Anak Disabilitas (Istimewa) Dalam Mencari dan Menguatkan Sang Ayah

​Jakarta, 23 Juli 2026 – Kairos Film resmi merilis official trailer dan poster film Istimewa. Istimewa merupakan film keluarga yang dapat d...