Jakarta, 2 Oktober 2026 — Kepulangan Pertiwi dimulai! Forka Films menghadirkan perjalanan paling emosional dengan pengalaman sinematik imersif lewat film Empat Musim Pertiwi, karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini, dan produser Ifa Isfansyah. Penonton diajak untuk menyelami musim-musim dalam kehidupan Pertiwi yang penuh luka, trauma, hingga harapan.
Lanskap alam Bromo memberikan tekstur kuat pada Empat Musim Pertiwi, berpadu dengan tata busana ala cowboy western, yang menjadikan perjalanan seorang perempuan yang baru saja pulang setelah 20 tahun dipenjara seperti sebuah pengembaraan panjang tak ada ujung.
Penonton akan diajak untuk menyelami musim-musim dalam hidup Pertiwi, yang diperankan dengan sangat baik oleh Putri Marino. Putri mampu menampilkan dimensi kedalaman karakter Pertiwi yang bertumbuh dari rasa sakitnya, hingga ia menemukan sebuah rumah pulang, bersama orang-orang yang terpinggirkan di kampungnya.
Empat Musim Pertiwi bukan sekadar tentang seseorang yang kembali ke suatu tempat, tetapi tentang apa yang kita temukan ketika berani kembali menghadapi sesuatu yang pernah ditinggalkan.
“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain. Bicara tentang trauma kolektif, tapi juga bicara tentang collective power yang bisa didapatkan dari perjalanan Pertiwi,” ujar penulis dan sutradara Kamila Andini.
Secara kreatif, Empat Musim Pertiwi juga menghadirkan sebuah pengalaman sinematik yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia. Menjelajahi berbagai genre dari drama suspense thriller hingga misteri, dan sci-fi. Produser Ifa Isfansyah memastikan pendekatan kreatif di filmnya turut mendukung immersive experience dan membuat penonton ikut merasakan perjalanan Pertiwi seutuhnya.
“Empat Musim Pertiwi sudah melakukan special screening dan saya merasakan dampak emosional yang dialami penonton. Di balik cinematic experience yang imersif, penonton merasa relate dengan situasi saat ini. Saya harap film ini bisa menyadarkan pentingnya untuk kita semua saling menjaga” ujar produser Ifa Isfansyah.
Empat Musim Pertiwi dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Ayub Antoh, dan almarhum Donikus.
Memerankan Pertiwi, Putri Marino juga telah menunjukkan dedikasinya, dengan tak mengambil proyek apapun. “Karakter Pertiwi sebenarnya adalah perempuan muda, tapi jiwanya sebenarnya sudah melampaui usianya. Pertiwi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya, dan salah satu pintu masuk aku mengisi karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku, untuk memahami apa yang dirasakan dan dialami Pertiwi,” ujar Putri Marino.
“Pertiwi adalah perempuan yang harus berhadapan dengan masa lalu dan menemukan kembali dirinya. Kepulangan tidak selalu berarti kembali menjadi orang yang sama,” tambah Putri.
Dengan keindahan lanskap Bromo, Empat Musim Pertiwi mengajak kita untuk menyelami misteri di baliknya. Perasaan resah yang muncul beriringan dengan perjalanan emosional Pertiwi.
Film Empat Musim Pertiwi juga telah terpilih sebagai wakil resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Sebelumnya, dalam penayangan terbatas, film ini juga telah mendapat antusiasme yang tinggi, dengan seluruh tiketnya terjual habis.
Pada hari yang sama saat rilis di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Perjalanan ini juga menjadi bukti kualitas sinematik dan penjelajahan Kamila Andini yang semakin menemukan tempatnya di peta perfilman internasional. Sebelumnya, film ini tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF), dan akan berlanjut ke Tokyo International Film Festival dan Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026.
Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Film ini juga turut disponsori oleh Oriflame.
Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms.
Tentang FORKA FILMS
Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional.
Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:
- Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
- Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
- The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
- Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon 2018)
- Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Platform Prize di Toronto 2021)
- Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
- Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)
Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.
AKUN MEDIA SOSIAL
Instagram : @forkafilms
YouTube : @forkafilms





















