Sabtu, 24 Oktober 2026

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Lepas Single "Dewasaku Membanggakanmu"

Bocah Premiere, ​Jakarta - Penyanyi muda berbakat yang konsisten merilis lagu-lagu bernuansa keluarga dan ketulusan hati, Lindee Cremona kembali menyapa para pendengarnya lewat single terbaru yang diberi judul "Dewasaku Membanggakanmu".

​Kehadiran lagu ini langsung mencuri perhatian para penikmat musik tanah air. Pasalnya, selain dibawakan dengan karakter vokal Lindee yang jujur dan menyentuh, penggarapan lagu ini melibatkan tangan-tangan dingin di balik deretan hits besar Indonesia.

​Proses penciptaan hingga produksi lagu "Dewasaku Membanggakanmu" dikerjakan secara kolektif dan matang oleh LDR Team, yang digawangi oleh David Elsandro, Audree Dewangga, dan Recky Risanto. Nama mereka sudah tidak asing lagi di telinga pencinta musik pop mellow dan ballad di tanah air.

​Sebelumnya, trio produser dan pencipta lagu handal ini telah melahirkan berbagai karya fenomenal yang sukses memuncaki tangga lagu, sebut saja "Kembali Pulang" milik Suara Kayu, "Tertawan Hati" yang dipopulerkan oleh Awdella, "Menerima Luka" dari Natasya Sabella, hingga lagu hit berjudul "Jahat" yang dibawakan oleh penyanyi asal Malaysia, Wany Hasrita.

​Dengan rekam jejak mentereng tersebut, kolaborasi bersama Lindee Cremona kali ini kembali membuahkan mahakarya yang bernyawa.

​Di bawah naungan Eksekutif Produser Albert Kenchen, serta arahan vokal yang detail dari Direktur Vokal Jendri Maliota, lagu ini berhasil dieksekusi secara apik tanpa kehilangan esensi emosionalnya.

​Dari sisi lirik, single "Dewasaku Membanggakanmu" menyuguhkan narasi yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Lagu ini menceritakan tentang janji seorang anak kepada kedua orang tuanya, bahwa kelak ketika ia dewasa, ia akan berusaha keras untuk membanggakan dan membahagiakan mereka.

​Lindee Cremona mengungkapkan bahwa lagu ini didedikasikan sebagai bentuk apresiasi atas kesabaran tanpa batas yang diberikan oleh orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka menghadapi kerasnya dunia.

​Lirik yang jujur berpadu dengan aransemen musik yang hangat menjadikan lagu ini mampu mengaduk-aduk perasaan pendengarnya sejak pertama kali didengarkan.

​Sebagai seorang musisi muda, Lindee Cremona bukanlah nama baru dalam menyuarakan lagu-lagu bertema keluarga, ketulusan, dan kasih sayang.

​Sebelumnya, ia telah merilis berbagai karya yang lekat di hati para penggemarnya, seperti "Mama", "Anakmu Selalu Cinta", "Doa Untuk Ayah", hingga lagu "Kucing – di Tempat Biasa" yang kian memperkuat eksistensinya di industri musik.

​Konsistensinya dalam membawakan lagu-lagu berpesan positif membuat Lindee memiliki tempat tersendiri di hati pendengar lintas generasi. Lewat lagu "Dewasaku Membanggakanmu", Lindee berharap karyanya tidak hanya sekadar menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap anak untuk senantiasa menghargai setiap keringat dan pengorbanan orang tua.

​Saat ini, single "Dewasaku Membanggakanmu" sudah dapat didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. 

Jumat, 23 Oktober 2026

Selepas Menunjukan Sisi Fierce, BRIE Masuk ke Villain Era Lewat “SIREN”, Lagu yang Memikat Namun Menenggelamkan

Bocah Premiere, Jakarta, Indonesia — 8 October 2026 - ​Bila melalui "SPICE" BRIE mengajak pendengar untuk "show a little SPICE", kini ia kembali hadir dengan sebuah pertanyaan:

​Apa yang terjadi ketika versi dirimu yang paling autentik ternyata 'terlalu banyak' untuk orang lain?

​Jawaban dari pertanyaan itu hadir dalam "SIREN", single terbaru BRIE yang menjadi lanjutan perjalanan yang dia buka lewat "SPICE". Bersama "SIREN", BRIE menyadari bahwa menunjukan diri sendiri mungkin adalah bagian yang mudah. Yang jauh lebih sulit adalah bagaimana tetap menjadi diri sendiri ketika tidak semua orang dapat menerima siapa dirimu sebenarnya.

​Lahirnya "SIREN" juga menjadi penanda bahwa BRIE memasuki apa yang ia sebut sebagai 'Villain Era'. Bukan karena BRIE ingin menjadi jahat, justru sebaliknya. Bagi BRIE, 'Villain Era' adalah ketika ia berhenti dan menolak untuk mengecilkan dirinya sendiri hanya karena persepsi atau ekspektasi orang lain.

​Tentang "SIREN"

​Dalam mitologi Yunani, "SIREN" dikenal sebagai makhluk yang memikat pelaut melalui nyanyian mereka. Melalui nyanyian mereka yang menghipnotis, para "SIREN" menenggelamkan kapal dan para pelaut langsung dimangsa.

​Konsep dari mitologi inilah yang menjadi inspirasi untuk "SIREN".

​"SIREN bukan ajakan buat marah. Tapi ajakan untuk bersuara. Jadi lagu ini tentang akhirnya berani jadi diri sendiri, apa adanya. Alasan lagu ini dijuduli 'Siren': datang dari SIREN song, lagu yang dinyanyiin para mermaid. Lagunya bikin kita nggak bisa berhenti dengerin, tapi pas disadari, ternyata itu bisa nyakitin."

— BRIE

​Namun bagi BRIE, "SIREN" bukanlah lagu yang berisi dengki dan benci. Tetapi, lagu ini adalah tentang bagaimana kita dapat mencari keberanian untuk menyuarakan hal-hal yang selama ini dipendam dan bagaimana cara menerima bahwa tidak semua orang dapat merasa nyaman ketika kita memberikan kebenaran yang kita punya.

​Secara musikal, "SIREN" membawa BRIE semakin jauh dari energi alternative R&B tajam dan penuh percaya diri yang dihadirkan melalui "SPICE". Kali ini SIREN membawa BRIE berlayar ke wilayah Alternative R&B dengan sentuhan dark-pop yang misterius namun membuai.

​Dengan layering vokal yang menggema, bassline yang halus, serta ambient synth yang dalam, menciptakan atmosfer seolah membawa pendengar tersesat di tengah lautan seperti para pelaut yang mendengar nyanyian "SIREN" saat berlayar. Indah, menenangkan, namun menyimpan daya tarik yang tidak bisa dilawan.

​Perubahan musikal ini juga menjadi penanda BRIE menolak ditempatkan dalam satu label tertentu sebagai seorang artist.

​Jika "SPICE" hadir dengan energi yang lebih tajam, percaya diri, dan penuh warna, maka "SIREN" memperlihatkan sisi yang lebih gelap, kompleks, dan sulit didefinisikan.

​"SIREN" memperlihatkan bahwa tidak ada satu versi diri yang bisa mewakili dirinya secara utuh.

​"Jika SPICE adalah tentang BRIE berani tampil apa adanya. "SIREN" adalah tentang apa yang terjadi setelahnya: tidak semua orang bisa menerima."

​"SIREN" ditulis untuk siapa saja yang pernah merasa harus terus mengalah, harus memahami, dan terus diam meskipun sebenarnya ingin menyuarakan begitu banyak hal.

​Bersama "SIREN", BRIE mengajak pendengar untuk melangkah keluar dan mendengarkan hanya suara hati kita sendiri. Karena terkadang, hal paling berani yang bisa dilakukan seseorang bukanlah berbicara lebih keras.

​Melainkan berhenti membungkam dirinya sendiri.

​Song Information

  • ​Title: "SIREN"

  • ​Artist: BRIE

  • ​Genre: Alternative R&B/Dark Pop

  • ​Written By: BRIE, Rasti Sryantoro

  • ​Produced By: Ivan Gojaya

  • ​Mixing and Mastering: Ivan Gojaya at Roemah Iponk

  • ​Vocal Producer: Ivan Gojaya, Mohammed Kamga

  • ​Backing Vocal: Ivan Gojaya, Mohammed Kamga, BRIE

  • ​Whistle: Henry Bangun

​LISTEN NOW

  • ​Spotify

  • ​Apple Music

  • ​YouTube Music

  • ​Deezer

​ABOUT BRIE

​BRIE is an Indonesian singer-songwriter creating a body of work where timeless storytelling, editorial glamour, dark pop, R&B, dance music, and soul meet vocal and emotional depth.

Drawn to contrasts, she writes about love and loss, fear and courage, fate and free will, and the many versions of ourselves we choose to become.

​After closing one chapter of her career, BRIE set out to rebuild her artistic world through her own lens, turning debris into direction and reclaiming authorship of her narrative. Inspired by '90s high-fashion imagery, cult classics, and her own lived experiences, she invites us into a world where the intense complexity of who we are becomes something to wear boldly rather than an issue to resolve.

​Press Assets

​Can be requested upon request:

  • ​High-resolution artist photos

  • ​Single artwork

  • ​Artist biography

  • ​Official logo files

  • ​Music video photos and stills

  • ​Interview opportunities

​FOLLOW BRIE

  • ​Instagram: @briemusic

  • ​YouTube: @BRIEMUSIC198

Maltodekstrin dalam Susu Tak Perlu Ditakuti

Bocah Premiere, ​JAKARTA - Bagi para orang tua yang teliti membaca daftar komposisi pada kemasan produk pangan, khususnya susu pertumbuhan anak, nama maltodekstrin mungkin sudah tidak asing lagi. Kehadiran bahan ini kerap memicu pertanyaan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kandungan gula dan bahan tambahan dalam makanan.

​Sebagian orang mungkin langsung merasa khawatir ketika melihat istilah asing ini tercantum di label kemasan. Namun, menurut para pakar teknologi pangan dan gizi klinis, keberadaan maltodekstrin dalam produk susu tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Bahan ini memiliki fungsi teknologis yang krusial dan dinyatakan aman secara regulasi, asalkan dipahami secara proporsional.

​Apa Sebenarnya Maltodekstrin Itu?

​Maltodekstrin kerap disamakan atau dicurigai sebagai bentuk tersembunyi dari gula tambahan. Namun, secara struktur kimia dan fungsi, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.

​Dosen Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH), Julia R. Wijaya, menjelaskan bahwa maltodekstrin bukan gula sederhana, melainkan karbohidrat dari pengolahan pati tumbuhan, seperti jagung, beras, kentang, atau gandum melalui proses hidrolisis, yakni pemecahan molekul pati menjadi rantai karbohidrat yang lebih pendek.

​Meski berbeda dengan gula sederhana, maltodekstrin tetap merupakan karbohidrat yang dapat dicerna tubuh. Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan, dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), menjelaskan bahwa setelah dikonsumsi, maltodekstrin akan melalui proses pencernaan hingga menghasilkan glukosa yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi.

​Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Julia mengenai kontribusi energinya, "Sebagai karbohidrat hasil hidrolisa pati, maltodekstrin tetap berkontribusi terhadap asupan energi, dan ini sudah pasti diperhitungkan sebagai bagian dari karbohidrat total," paparnya.

​Fungsi Penting Maltodekstrin dalam Susu Pertumbuhan

​Dalam industri pangan, formulasi produk memerlukan presisi teknologis agar menghasilkan mutu yang optimal. Keberadaan maltodekstrin dalam susu pertumbuhan memegang peran krusial untuk membentuk tekstur yang pas di mulut, menambah volume, serta menjaga kestabilan produk agar tidak mudah mengendap.

​Selain memfasilitasi penyebaran zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral secara merata, sifat fisiknya juga memudahkan proses manufaktur dalam menjaga konsistensi serta kelarutan susu. Dari segi nutrisi, sebagai karbohidrat yang mudah dicerna, maltodekstrin sekaligus berfungsi sebagai sumber energi yang siap dimanfaatkan anak untuk mendukung aktivitas harian mereka.

​Apakah Aman untuk Anak dan Pencernaan?

​Di era digital, informasi mengenai keamanan pangan sering kali beredar tanpa konteks ilmiah yang utuh. Dua isu yang kerap dikaitkan dengan maltodekstrin adalah lonjakan gula darah dan gangguan kesehatan pencernaan. Bagaimana penjelasan medisnya?

​Karena dipecah menjadi glukosa, maltodekstrin berpotensi meningkatkan kadar gula darah dan perlu diperhatikan jumlahnya. Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Permata Depok, dr. Felianty Bedralany, Sp.G.K., memberikan catatan mengenai pemahaman masyarakat terkait bahan ini.

​"Sebetulnya maltodekstrin juga merupakan suatu gula tambahan ya. Jadi memang harus diperhatikan nih jumlahnya juga karena dia akan menambahkan total gula dalam 1 hari untuk yang kita konsumsi. Jadi bukan berarti misalkan gulanya diganti dengan maltodekstrin itu menjadi lebih aman ya tentu tidak. Dia akan tetap diakumulasikan sebagai total gula yang harus kita perhatikan dalam mengonsumsi susu," jelas dr. Felianty.

​Pernyataan tersebut menekankan pentingnya mengontrol akumulasi gula harian, terutama bagi orang tua untuk menjaga kadar gula darah pada anak. Namun bagi anak yang sehat dan aktif, pengaruhnya perlu dilihat secara menyeluruh berdasarkan total asupan energi dan aktivitas fisik sehari-hari.

​Kekhawatiran bahwa maltodekstrin dapat merusak bakteri baik di usus atau memicu inflammatory bowel disease (IBD) juga kerap disalahartikan. dr. Diana menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak sesederhana klaim di media sosial.

​Menurut dr. Diana, memang ada penelitian yang menunjukkan kemungkinan pengaruh maltodekstrin terhadap keseimbangan mikrobiota usus, namun hasilnya belum memberikan kesimpulan yang pasti. Keseimbangan mikrobiota maupun risiko IBD dipengaruhi oleh faktor yang sangat kompleks, mulai dari pola makan keseluruhan, kebiasaan tidur, hingga kondisi kesehatan individu.

​Dari sisi regulasi, Julia menegaskan bahwa penggunaan maltodekstrin dijamin aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta otoritas internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan European Food Safety Authority (EFSA) dengan status Generally Recognized as Safe (GRAS).

​dr. Diana pun menambahkan bahwa secara umum maltodekstrin aman digunakan dalam produk pangan, sehingga orang tua tidak perlu langsung panik ketika menemukan bahan tersebut dalam daftar komposisi. Ia mengingatkan agar orang tua selalu membaca tabel informasi nilai gizi secara utuh, bukan hanya berfokus pada ada atau tidaknya maltodekstrin.

​"Evaluasi terhadap suatu produk perlu mempertimbangkan keseluruhan komposisi, nilai gizi, porsi konsumsi, serta perannya dalam pola makan sehari-hari," tegas dr. Diana.

​Panduan Bagi Orang Tua dalam Memilih Susu

​Saat memilih susu pertumbuhan, orang tua disarankan untuk cermat memeriksa tabel Informasi Nilai Gizi secara mendalam. Langkah awal yang penting adalah memperhatikan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan agar dapat menghitung porsi nutrisi nyata yang dikonsumsi anak. Selanjutnya, evaluasi nilai gizi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan keseimbangan makronutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan total energi. Serta kelengkapan mikronutrisi seperti vitamin dan mineral yang disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, dan pola makan harian anak.

​Apabila anak memiliki kondisi kesehatan tertentu atau kebutuhan gizi yang berbeda, berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak atau dokter gizi klinis merupakan langkah terbaik. Pada akhirnya, keberadaan maltodekstrin dalam produk susu pertumbuhan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan, melainkan bagian dari formulasi pangan yang aman serta memiliki fungsi teknologis khusus untuk mendukung kualitas, kestabilan, dan kecukupan nutrisi produk secara keseluruhan. 

Dari Sinema Hong Kong Hingga Jakarta Film Fund, Jakarta Film Week 2026 Hadirkan Ragam Pertemuan di Hari Kedua

Bocah Premiere, ​Jakarta, 22 Oktober 2026 — Hari kedua Jakarta Film Week 2026 menghadirkan beragam pengalaman sinema, mulai dari Masterclass bersama legenda film aksi Hong Kong, Sammo Hung, pemutaran lima film Jakarta Film Fund, hingga diskusi mengenai kolaborasi dan peluang industri film internasional.

​Sammo Hung Berbagi Pengalaman tentang Sinema Aksi Hong Kong

​Sammo Hung menjadi salah satu sorotan melalui Masterclass bertajuk Encounters of the Martial Mind: A Masterclass with Sammo Hung di Audi 2 CGV Grand Indonesia yang dihadiri lebih dari 300 peserta. Dalam sesi tersebut, ia berbagi pengalaman mengenai koreografi pertarungan dan pentingnya kreativitas dalam membangun adegan aksi yang menarik.

​“Good choreography takes more than skill. You have to use your brain to make every action interesting,” ujar Sammo Hung. Ia menekankan bahwa koreografi aksi tidak hanya bergantung pada keterampilan fisik, tetapi juga pada kemampuan berpikir kreatif untuk merancang setiap gerakan agar memiliki daya tarik. Dalam sinema aksi, setiap gerakan perlu dipertimbangkan dengan cermat agar tidak sekadar terlihat spektakuler, tetapi juga mendukung karakter dan memperkuat cerita yang disampaikan melalui layar.

​“Menakjubkan banget. Saya sudah menjadi penggemar Sammo Hung sejak lama, jadi bisa melihat beliau secara langsung adalah pengalaman sekali seumur hidup. Mendengar cerita-cerita dari perjalanan hidup dan karier beliau juga sangat menginspirasi, dan membuat pengalaman Masterclass ini terasa semakin istimewa bagi saya,” ungkap Jonathan, salah satu peserta pada sesi tersebut.

​Jakarta Film Fund 2026 Hadirkan Lima Cerita

​Dari pengalaman menyimak perjalanan seorang legenda sinema, Jakarta Film Week juga memberi ruang bagi generasi sineas berikutnya untuk memperkenalkan cerita mereka. Melalui Jakarta Film Fund 2026, lima film pendek ditayangkan di CGV Grand Indonesia pada 22 Oktober dan disaksikan oleh 194 penonton.

​Kelima film yang berkompetisi untuk Jakarta Film Fund Award mengangkat beragam persoalan, mulai dari lingkungan hingga hubungan antar manusia. The Year Without Summer karya Rayhan Dharmawan menyoroti kehidupan warga Tambora di tengah cuaca ekstrem dan kebakaran lahan. Seethe karya David Darmadi mengangkat pencemaran Sungai Ciliwung, sementara Tendangan Bebas karya Adam Nur Firman mengikuti impian anak-anak bermain sepak bola di tengah keterbatasan ruang.

​Dua film lainnya menghadirkan perspektif berbeda: On a Bright Blessed Day karya Hadafi Raihan Karim berlatar Kepulauan Seribu, sedangkan First Step karya Jessica Rai mengisahkan proses menghadapi kehilangan melalui komunitas tari baris lansia.

​Sebagai program pengembangan sineas muda, Jakarta Film Fund menyediakan pendanaan produksi dan pendampingan profesional, mulai dari penulisan skenario hingga penyuntingan film.

​Kolaborasi Internasional dan Pengembangan Industri

​Jika Jakarta Film Fund membuka ruang bagi cerita yang tumbuh dari lingkungan lokal, Next Step Studio Indonesia memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas negara dapat mempertemukan perspektif kreatif yang berbeda.

​Empat film pendek melalui program ini, Annisa, Holy Crowd, Original Wound, dan Mothers Are Mothering—diproduksi oleh KawanKawan Media melalui kolaborasi Indonesia–Prancis. Keempatnya sebelumnya menjalani pemutaran perdana dunia di Cannes Critics' Week pada Mei 2026. Film-film tersebut mengeksplorasi tema agama, trauma keluarga, disabilitas, patriarki, dan seksualitas melalui pendekatan sinematik yang beragam.

​Pertemuan perspektif tersebut juga menjadi bagian dari JFWNET—Industry Program, yang menghadirkan ruang diskusi dan pengembangan kapasitas bagi pelaku industri film. Dalam Masterclass Scriptwriting bersama Jérémie Dubois, peserta diajak melihat identitas budaya dan pengalaman personal sebagai kekuatan dalam penulisan cerita.

​“Write about your own culture. What makes your story unique is what can make it interesting to the world,” ujar Jérémie.

​Sementara itu, diskusi mengenai peluang industri film Hong Kong membahas pentingnya kemitraan internasional untuk memperluas jangkauan karya tanpa kehilangan identitas cerita lokal. Semangat kolaborasi ini turut dihadirkan melalui program yang dipersembahkan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC). Di sisi lain, film penutup menjadi puncak perayaan sinema Jakarta Film Week 2026, sementara kemitraan dengan Vidio memperluas akses penonton terhadap film melalui platform digital.

​Dalam lingkup kolaborasi internasional yang lebih luas, Jakarta Film Week turut bekerja sama dengan Motion Picture Association (MPA) dalam rangkaian kegiatan bersama American Film Night di Park Hyatt Jakarta.

​Dari The Dating Menu hingga Eksplorasi Sinema dan Seni Imersif

​Di luar ruang diskusi industri, rangkaian pemutaran Jakarta Film Week 2026 menghadirkan pengalaman yang beragam, baik melalui kedekatan emosional dengan karakter maupun eksplorasi bahasa visual.

​Dalam sesi tanya jawab The Dating Menu di CGV fX Sudirman, aktris Rachel Leung mengapresiasi sambutan penonton Indonesia terhadap film tersebut.

​“Seeing Indonesian audiences embrace The Dating Menu is truly heartwarming. It's wonderful to see the growing appreciation for Hong Kong cinema and the stories we have to share,” ujar Rachel.

​Rachel turut berbagi proses mendalami karakter Zelda dengan mencari “the true Zelda in life” agar karakter tersebut terasa autentik dan manusiawi. Film ini mengeksplorasi kesepian dan pencarian koneksi emosional melalui pengalaman kencan dan makanan.

​Pengalaman menonton yang berbeda hadir melalui Eruptjca, yang menawarkan pendekatan visual di luar penceritaan konvensional. Aspek rasio gambar yang tidak memenuhi seluruh layar bioskop menjadi salah satu elemen yang menarik untuk diamati. Sementara itu, pemutaran Nobody Loves Kay dalam program Direction Award menghadirkan suasana haru di bioskop, memperlihatkan bagaimana cerita dan karakter dapat membangun kedekatan emosional dengan penonton.

​Eksplorasi pengalaman sinematik juga meluas ke seni imersif melalui JFW Vision di Taman Ismail Marzuki pada 22 Oktober. Program ini mencakup VR Workshop di Teater Djuman Djaya dan pameran di Ruang Serbaguna TIM. Salah satu karya yang ditampilkan, The World Came Flooding In garapan Isobel Knowles dan Van Sowerwine, memadukan miniatur kardus dan rekaman suara penyintas banjir untuk mengeksplorasi memori dan pengalaman manusia menghadapi bencana.

​Sementara itu, Cine-Concert: Opera Jawa mempertemukan visual sinematik Garin Nugroho dengan musik langsung dari Kuntari. Film yang dirilis pada 2006 ini mengisahkan cinta segitiga antara Setyo dan Siti, pasangan suami istri, dengan Ludiro, lelaki kaya raya yang diam-diam mencintai Siti. Dibintangi Artika Sari Devi, Martinus Miroto, dan Eko Supriyanto, serta ditulis oleh Garin Nugroho dan Armantono, Opera Jawa kembali menghadirkan pengalaman sinema melalui perpaduan visual, kritik sosial, dan musik secara langsung.

​Program lainnya, termasuk Trick, The Forbidden City, film pendek, animasi, Fantasea, dan JFW Vision VR Exhibition, turut melengkapi pilihan tontonan bagi penonton dengan minat yang beragam.

​Jakarta Film Week 2026 berlangsung hingga 25 Oktober 2026. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan film-film yang membuka perspektif baru, merasakan cerita yang menggugah, dan bertemu dengan beragam pengalaman melalui sinema. Pilih film yang ingin Anda temukan dan jadilah bagian dari pertemuan cerita, pembuat film, dan penonton di Jakarta Film Week 2026.

​TENTANG JAKARTA FILM WEEK

​Jakarta Film Week merupakan festival film tahunan yang digagas pada 2021 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk mendukung perkembangan perfilman Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Setiap tahunnya, Jakarta Film Week menghadirkan film dari Indonesia dan berbagai negara melalui rangkaian pemutaran, diskusi, masterclass, program industri, hingga kegiatan komunitas. Lebih dari sekadar festival, Jakarta Film Week juga menjadi ruang bagi pembuat film untuk berkembang, bertemu, dan membangun koneksi di dalam ekosistem perfilman.

​TENTANG JFWNET—Industry Program

​JFWNET—Industry Program merupakan program paralel Jakarta Film Week yang menjadi ruang pertemuan dan pengembangan bagi para pelaku industri film Indonesia. Melalui berbagai program seperti lab, workshop, talks, focus group discussion, dan pitching forum, JFWNET—Industry Program mempertemukan filmmaker, produser, festival, distributor, pendana, dan pelaku industri lainnya untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan proyek, serta membuka peluang kolaborasi.

​NARAHUBUNG

  • ​Instagram: @jakartafilmweek

  • ​X: @jakartafilmweek

  • ​TikTok: @jakartafilmweek

  • ​Facebook: Jakarta Film Week

  • ​Whatsapp: Fairuza Hanun (+62 819-0819-4455)

  • ​Email: media@jakartafilmweek.com

Bernardus Raka dan Toyota Astra Motor Berkolaborasi, Hadirkan Kisah Menyentuh dalam Film Pendek Cerita Seperjalanan


Bocah Premiere, ​Jakarta, 21 Oktober 2026 — Ketakutan dan kekhawatiran tidak selalu mudah diungkapkan, bahkan kepada orang-orang terdekat. Melalui film pendek Cerita Seperjalanan, Bernardus Raka mengangkat pergulatan tersebut dalam kisah tentang hubungan, komunikasi, dan pentingnya dukungan orang-orang terdekat. Berkolaborasi dengan Toyota Astra Motor, film ini melakukan pemutaran perdana di Jakarta Film Week 2026 pada 21 Oktober.

​Cerita Seperjalanan mengikuti Rava (Wafda Saifan) dan Yara (Amanda Rawles), sepasang kekasih yang tengah mempersiapkan lamaran. Namun, rencana yang telah lama mereka nantikan mulai menghadapi hambatan ketika Rava tampak tidak serius mempersiapkan momen tersebut. Kecurigaan perlahan tumbuh di benak Yara, sementara Rava menyimpan sesuatu yang belum mampu ia ungkapkan. Kabin mobil menjadi ruang intim bagi keduanya untuk berbicara dan meluapkan kata-kata.

​Melalui konflik tersebut, film ini mengeksplorasi bagaimana ketakutan dapat mempengaruhi hubungan, terutama ketika seseorang kesulitan mengkomunikasikan perasaannya kepada orang terdekat.

​Proses produksi film ini berlangsung dalam waktu relatif singkat. Praproduksi dimulai pada Juni–Juli 2026, sebelum syuting dilaksanakan pada Agustus 2026. Dengan durasi 20 menit, tim kreatif menghadapi tantangan membangun karakter yang kompleks dan menyampaikan emosi melalui adegan yang tidak selalu mengandalkan dialog.

​Amanda Rawles mengungkapkan bahwa sesi script reading yang awalnya dijadwalkan satu kali akhirnya ditambah atas kesepakatan dirinya dan Wafda Saifan untuk memperdalam karakter.

​“Saat persiapan film ini, sebenarnya kami agak khawatir dan terasa cukup menantang, karena dengan durasi 20 menit dan persiapan yang singkat, gimana caranya kita supaya bisa menciptakan karakter yang kompleks. Beberapa bagian tidak banyak dialog, tetapi perasaannya harus tersampaikan. Mas Raka dan Wafda sangat membantu proses syuting sehingga segalanya terasa lebih ringan eksekusinya,” ungkap Amanda.

​Bagi Wafda, karakter Rava juga memiliki kedekatan personal karena mengingatkannya pada pengalaman saat meniti karier. Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk terlibat dalam film ini.

​Kolaborasi dengan Toyota Astra Motor turut mendukung proses kreatif Cerita Seperjalanan. Perusahaan ini melihat bagaimana pesatnya perkembangan industri perfilman di Indonesia dan merasa terpanggil untuk mendukung industri kreatif serta seniman lokal Indonesia. Elias Marendra selaku Creative Director mengapresiasi keleluasaan yang diberikan Toyota Astra Motor kepada tim untuk mengembangkan cerita tanpa mengesampingkan relevansi film.

​“Sebagai orang dengan background periklanan, biasanya brand cenderung memberikan beban komersial ke tim kreatif, tetapi saya sangat bersyukur Toyota Astra Motor memberikan ruang secara luas. Saat saya menanyakan feedback ke Toyota Astra Motor, brand malah menanyakan balik kira-kira what’s best for the movie? Hasilnya, karya ini bisa mewakili dari sisi brand maupun dari aspek cerita yang relevan,” ujar Elias.

​Pemutaran perdana Cerita Seperjalanan di Jakarta Film Week 2026 dihadiri 87 penonton. “Aku nonton film pendek ini karena Bernardus Raka yang menyutradarainya. Sebagai penonton Nobody Loves Kay yang juga suka sama filmnya, aku penasaran dengan karya Raka yang satu ini. Honestly, meskipun durasinya singkat, Cerita Seperjalanan berhasil menyampaikan emosi yang kompleks dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Akting Wafda dan Amanda juga terasa natural dan emosinya dapet banget. Definitely looking forward to watching it again on YouTube!” kata Ferdy, salah satu penonton pada pemutaran perdana tersebut.

​Melalui kisah Rava dan Yara, Cerita Seperjalanan mengingatkan bahwa menghadapi ketakutan tidak harus menjadi perjalanan yang ditempuh sendirian. Terkadang, keberanian untuk bercerita dan kesediaan untuk saling mendengarkan menjadi langkah awal untuk menghadapi ketidakpastian bersama.

​Penulis: Khoirulia Ferdiani (Ulif) dan Arga Arifwangsa

​TENTANG JAKARTA FILM WEEK

​Jakarta Film Week merupakan festival film tahunan yang digagas pada 2021 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk mendukung perkembangan perfilman Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Setiap tahunnya, Jakarta Film Week menghadirkan film dari Indonesia dan berbagai negara melalui rangkaian pemutaran, diskusi, masterclass, program industri, hingga kegiatan komunitas. Lebih dari sekadar festival, Jakarta Film Week juga menjadi ruang bagi pembuat film untuk berkembang, bertemu, dan membangun koneksi di dalam ekosistem perfilman.

​TENTANG JFWNET—Industry Program

​JFWNET—Industry Program merupakan program paralel Jakarta Film Week yang menjadi ruang pertemuan dan pengembangan bagi para pelaku industri film Indonesia. Melalui berbagai program seperti lab, workshop, talks, focus group discussion, dan pitching forum, JFWNET—Industry Program mempertemukan filmmaker, produser, festival, distributor, pendana, dan pelaku industri lainnya untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan proyek, serta membuka peluang kolaborasi.

​NARAHUBUNG

  • ​Instagram: @jakartafilmweek

  • ​X: @jakartafilmweek

  • ​TikTok: @jakartafilmweek

  • ​Facebook: Jakarta Film Week

Kamis, 22 Oktober 2026

Andien Rilis Video Musik “Naksir”: Hadirkan 13 Muse dalam Konsep Casting Nyentrik dan Fashion Editorial yang Playful

Jakarta, 21 Oktober 2026 — ​Penyanyi Andien kembali menghadirkan eksplorasi kreatif terbarunya melalui video musik “Naksir”, salah satu lagu dari album studio kesembilannya, Sehidup Semusik, yang telah dirilis pada Juni 2026. Video musik yang resmi tayang pada 21 Oktober 2026 melalui kanal YouTube AndienAisyah ini menghadirkan konsep visual yang tidak biasa, memadukan dunia musik, fashion, dan deretan karakter unik dalam sebuah cerita yang penuh kejutan.

​Diciptakan oleh trio musisi Laleilmanino, “Naksir” merupakan lagu yang menangkap perasaan ketika seseorang mulai tertarik dan jatuh hati. Nuansa yang ringan, menyenangkan, dan playful dalam lagu ini kemudian diterjemahkan Andien ke dalam pendekatan visual yang segar, jauh dari formula video musik romantis pada umumnya.

​Berangkat dari proses brainstorming antara Andien dan Adi Johan, video musik “Naksir” dikemas dalam konsep casting fiktif untuk mencari sosok yang tepat menjadi muse bagi album Sehidup Semusik. Satu per satu kandidat hadir membawa karakter dan persona masing-masing, sebelum akhirnya dunia casting tersebut berkembang menjadi sebuah fashion editorial yang mengeksplorasi ekspresi, gerak, dan keunikan setiap individu.

​Menariknya, video musik ini menghadirkan 13 muse dari berbagai latar belakang dan generasi, di antaranya Laleilmanino, Ka Kev, Adrian Maulana, Wijaya 80, Amink, Bertrand Antolin, Basboi, Adrian Khalif, Ario Bayu, Ario Wahab, Roni Parulian, Dion Wiyoko, serta Ippe, suami Andien sendiri.

​Setiap muse hadir bukan sekadar sebagai pengisi adegan, melainkan menjadi bagian dari semesta visual yang dibangun Andien. Keberagaman karakter, kostum, dan ekspresi dalam video ini menciptakan pertemuan antara musik dan fashion yang terasa dinamis, eksentrik, sekaligus penuh humor. Di balik pendekatannya yang playful, Andien juga ingin menyampaikan pesan tentang keberagaman karakter, kebebasan berekspresi dalam berkesenian, serta semangat kolaborasi lintas generasi.

​“Buat aku, salah satu hal paling menyenangkan dari berkarya adalah ketika kita bisa bermain dengan imajinasi. Aku ingin Naksir menjadi ruang untuk merayakan keberagaman karakter dan ekspresi. Ada begitu banyak sosok dari latar belakang dan generasi yang berbeda, dengan keunikan masing-masing. Tapi justru ketika dipertemukan, semuanya bisa menciptakan sesuatu yang seru dan harmonis. Menurutku, itu salah satu keindahan dari berkesenian,” ungkap Andien.

​Video musik ini disutradarai oleh Adi Johan, sekaligus menandai debut pertamanya sebagai sutradara. Adi sendiri bukan sosok baru dalam perjalanan kreatif Andien. Setelah beberapa waktu terlibat sebagai creative director, keduanya kini kembali berkolaborasi, dengan Andien turut terlibat langsung dalam pengembangan konsep dan proses kreatif video musik ini.

​Bagi Andien, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari semangatnya untuk terus memberikan ruang bagi para kreator dan talenta di sekitarnya untuk berkembang. Kepercayaan yang diberikan kepada Adi untuk menyutradarai “Naksir” menjadi salah satu wujud dari semangat tersebut.

​“Aku percaya setiap orang punya potensi yang bisa terus berkembang kalau diberikan ruang dan kepercayaan. Aku dan Adi sudah cukup lama bekerja bersama secara kreatif, dan aku melihat banyak sekali ie menarik yang dia punya. Jadi rasanya menyenangkan sekali bisa mendukung langkah barunya sebagai sutradara. Aku juga percaya proses berkarya itu seharusnya menjadi ruang untuk sama-sama bertumbuh, saling belajar, dan mencoba hal-hal baru,” ujar Andien.

​Lebih jauh, konsep casting dalam video musik ini juga menjadi bagian dari rangkaian kampanye kreatif yang dilakukan Andien menjelang perilisan. Melalui berbagai materi teaser di media sosial, Andien mengajak audiens memasuki semesta “Naksir” dan menebak siapa saja sosok yang akan muncul dalam video musik tersebut.

​Melalui “Naksir”, Andien kembali menunjukkan semangat eksplorasinya setelah lebih dari 25 tahun berkarya di industri musik Indonesia. Video musik ini sekaligus memperluas semesta Sehidup Semusik, sebuah album yang tidak hanya menawarkan keberagaman musikal, tetapi juga merayakan kolaborasi, individualitas, dan kebebasan untuk terus bereksperimen dalam berkarya.

​Video musik “Naksir” telah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi AndienAisyah sejak 21 Oktober 2026.

​TENTANG ANDIEN

​Andien merupakan salah satu musisi Indonesia yang dikenal melalui karakter vokal yang khas serta eksplorasi musikal yang melintasi berbagai genre. Memulai karier pada tahun 2000, Andien telah menapaki perjalanan lebih dari 25 tahun di industri musik Indonesia. Sepanjang perjalanan tersebut, ia terus mengembangkan musikalitasnya melalui berbagai karya dan kolaborasi lintas genre dan generasi, tanpa meninggalkan identitas artistiknya.

​Tahun 2025 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Andien. Ia merayakan 25 tahun berkarya melalui konser tunggal Suarasmara, sebuah perayaan yang merangkum perjalanan musikal, karakter, dan ekspresi artistiknya. Pada tahun yang sama, Andien juga menuntaskan peluncuran katalog digitalnya, termasuk perilisan ulang album Kirana dan #ANDIEN, sebagai bagian dari upaya menghadirkan kembali perjalanan karyanya kepada pendengar.

​Perjalanan musikal Andien berlanjut melalui album studio kesembilannya, Sehidup Semusik, yang dirilis pada Juni 2026. Album ini menjadi ruang bagi Andien untuk terus mengeksplorasi warna musik, merangkul kolaborasi, dan memperluas cara berkomunikasi dengan pendengar dari berbagai generasi.

​Di luar dunia musik, Andien juga dikenal aktif menggunakan platform media sosialnya untuk mengangkat berbagai isu yang dekat dengan kesehariannya. Mulai dari gaya personal dan wastra Nusantara, gaya hidup sehat, hingga kesehatan mental dan keberlanjutan sosial serta lingkungan, Andien memanfaatkan ruang yang dimilikinya untuk mendorong percakapan yang bermakna dan meningkatkan kesadaran publik terhadap isu-isu tersebut.

​AKUN MEDIA SOSIAL

  • ​Instagram: @andien

  • ​TikTok: @andienaisyah

  • ​YouTube: Andien Aisyah

  • ​Spotify: Andien Aisyah

Film Datang Akan Pergi Rilis First Look & Teaser Poster, Karya Horor Terbaru dari Penulis & Sutradara Upi, Tayang 24 Desember 2026 di Bioskop

Datang Akan Pergi mengangkat kisah horor fresh dari Upi

​Jakarta, 21 Oktober 2026 — Rumah produksi Starvision menghadirkan karya terbaru lewat film berjudul Datang Akan Pergi, yang ditulis dan disutradarai oleh Upi, dari produser Chand Parwez Servia. Lewat first look yang dirilis, film Datang Akan Pergi memperlihatkan kisah horor di antara banyaknya anak-anak muda yang hilang, dan petualangan misterius di tengah hutan.

​First look Datang Akan Pergi menampilkan potongan-potongan adegan saat anak-anak muda tengah berpetualang ke hutan. Namun, dalam kilasan-kilasannya juga muncul kisah misterius di sebuah hutan, saat orang-orang bertopeng mengejar mereka yang tengah camping.

​Dua pemeran yang mencuri perhatian di first look adalah aktor muda Iqby Gazza, yang akan menjadi pemeran utamanya, serta Shareefa Daanish, yang tampil dengan eksplorasi karakter yang berbeda. Film ini sekaligus menjadi debut Iqby.

​Dengan backsound lagu Sampai Jumpa dari grup band Endank Soekamti, nuansa film ini yang awalnya terlihat cerah dan ceria pun berubah menjadi seperti sebuah teror perburuan di tengah hutan.

​“Starvision selalu menghadirkan karya-karya yang fresh dengan bentuk-bentuk baru. Namun, yang terpenting juga mengangkat cerita dari keresahan yang dekat dengan penonton. Lewat film Datang Akan Pergi, Starvision ingin menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dan belum pernah kami eksplorasi sebelumnya,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Pengalaman yang sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan para kru yang jauh lebih muda generasinya dari saya, dan jajaran aktor yang juga muda, memberikan energi baru dalam eksplorasi berkarya. Datang Akan Pergi akan membawa cerita drama coming of age yang dibalut dengan horor-misteri, yang bisa dibilang ini menjadi tantangan baru secara teknis pengerjaannya bagi saya, setelah mengambil jeda setahun syuting,” ujar penulis dan sutradara Upi.

​Selain Iqby dan Shareefa Daanish, film Datang Akan Pergi juga dibintangi oleh Jeremie Moeremans, Nicholas Anderson, Baim Alkatiri, Widuri Puteri, Razan Zu, Surya Saputra, Marissa Anita, Keysha Angelica, Zack Lee, Ratu Felisha, Okan Kornelius, Izabel Jahja, Jofa Knoch, Anasya Makahekum, Arkhan Daud, Alesia Nishka, Gilbert Pattiruhu, Haydar Salishz, Sari Nila, Ina Rosalien, Afrian Arisandy, Dara Warganegara, Yeremia Luddin, Daffa Saputra, dan Farell Akbar, serta penampilan spesial dari grup band Sukses Lancar Rejeki.

​Bersama Starvision, Upi telah dipercaya untuk menulis judul-judul film ikonis dan sukses secara blockbuster, di antaranya Petaka Gunung Gede (2025), dan Agensi Rumah Tangga (2026).

​Film Datang Akan Pergi akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 Desember 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Datang Akan Pergi melalui akun media sosial resmi di Instagram @starvisionplus, @filmdatangakanpergi, dan TikTok @StarvisionMovie.

​Sinopsis

​Setelah tragedi hilangnya sang adik yang menghancurkan keluarganya, Bara hidup dalam rasa bersalah. Saat merayakan perpisahan sekolah ke hutan bersama para sahabatnya mereka bertemu sekelompok orang yang sedang melakukan ritual. Niat bersenang-senang berubah menjadi bencana. Bara dihadapkan dengan ketakutan terbesarnya!

Pemain dan Tim Produksi

Pemeran

Peran

Iqby Gazza

Bara

Jeremie Moeremans

Rafa

Nicholas Anderson

David

Baim Alkatiri

Momon

Widuri Puteri

Luna

Razan Zu

Jeka

Surya Saputra

Latif Idris

Marissa Anita

Salma Amira

Shareefa Daanish

Ibu Agung

Keysha Angelica

Kesya Elfara

Zack Lee

Charles

Ratu Felisha

Erika

Okan Kornelius

Darmadi

Izabel Jahja

Melanie

Jofa Knoch

Hana

Anasya Makahekum

Anya

Arkhan Daud

Jefri

Alesia Nishka

Viona

Gilbert Pattiruhu

Birowo

Haydar Salishz

Ali Maruf

Afrian Arisandy

Malik

Sari Nila

Mama Rafa

Ina Rosalien

Pembawa Acara

Dara Warganegara

Wanita Pendoa

Yeremia Luddin

Genk Jeka 1

Daffa Saputra

Genk Jeka 2

Farell Akbar

Genk Jeka 3

Sukses Lancar Rejeki

Band


Tim Produksi

  • ​Produksi: Starvision

  • ​Produser: Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

  • ​Sutradara: Upi

  • ​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

  • ​Produser Lini: Rini Atmodjo, Suryo Wiyogo

  • ​Penulis Skenario: Upi

  • ​Pengarah Artistik: Jafar

  • ​Penata Kamera: Bagoes Tresna Adji

  • ​Penyunting Gambar: Teguh Raharjo

  • ​Penata Suara: Aditya Trisnawan

  • ​Perekam Suara: Djoko Setiadi

  • ​Penata Musik: Aghi Narottama

  • ​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

  • ​Penata Grafis & VFX: The Organism

  • ​Penata Rias & Efek: Ernaka Puspita Dewi

  • ​Penata Busana: Jeanne Elizabeth Fam

  • ​Penata Peran: Arief Havidz, Nuni Nuchman

  • ​Perancang Poster: Evan Wijaya

  • ​OST:
    • ​Sampai Jumpa – Endank Soekamti
    • ​Libur Seminggu – Sukses Lancar Rejeki
    • ​Ke Pasar Bareng Emak – Sukses Lancar Rejeki
    • ​Maling – Sukses Lancar Rejeki
    • ​Gak Nyaman – Sukses Lancar Rejeki  

Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank Umumkan 14 Produser untuk Producers Exchange

  • ​Producers Exchange perdana mempertemukan 14 produser terpilih dengan pengalaman di bidang produksi bersama lintas negara, festival film internasional terkemuka, dokumenter, distribusi, dan pengembangan kekayaan intelektual.

  • ​Produser Australia, Lisa Scott dan Rae Choi, berpartisipasi melalui kemitraan dengan Adelaide Film Festival (AFF), membuka peluang kerja sama lebih luas antara Australia dan Indonesia.

  • ​Pertemuan terkurasi akan menghubungkan peserta dengan proyek film Indonesia, kekayaan intelektual orisinal, dan pelaku industri untuk memperkuat peran Indonesia dalam produksi bersama internasional.

​Yogyakarta, Indonesia 22 Oktober 2026 — JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank mengumumkan jajaran peserta program Producers Exchange yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tahun ini. Program tersebut mempertemukan para produser yang berpengalaman dalam produksi film lintas negara, distribusi komersial, serta berbagai festival film internasional terkemuka. Producers Exchange akan berlangsung dalam penyelenggaraan ketiga JAFF Market pada 28–30 November 2026 di Yogyakarta.

​Sebanyak 14 produser akan mengikuti program ini. Mereka adalah:

  • ​Danzen Santos Katanyag (Filipina)

  • ​Jason Karman (Kanada/Indonesia)

  • ​Wong Kew Soon (Malaysia)

  • ​Kimbo Kim (Korea Selatan)

  • ​Nana Riskhi dan Nick Musa (Indonesia)

  • ​Otgontuya Zorig (Mongolia)

  • ​Phimphloi Nan Saensuk (Thailand)

  • ​Sam Chua Weishi dan Wendy Lie (Singapura)

  • ​Shao-Yi Chen (Taiwan)

  • ​Rajib Mohajan (Bangladesh/Amerika Serikat)

​Dua produser Australia, Lisa Scott dan Rae Choi, turut berpartisipasi melalui kemitraan JAFF Market dengan Adelaide Film Festival (AFF).

​Para peserta membawa jejaring industri dan pengalaman produksi independen, sekaligus minat untuk menemukan proyek serta mitra baru. Keahlian mereka mencakup pengembangan proyek, pendanaan, pelaksanaan produksi, pascaproduksi, lisensi internasional, dan distribusi, dengan pengalaman pada film fiksi, dokumenter, animasi, serta serial.

​Latar belakang dan minat kerja sama para peserta sejalan dengan tujuan program untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Sebagian telah berkarya lintas negara atau memiliki hubungan dengan perfilman Indonesia. Peserta lainnya ingin menjajaki kerja sama dengan para pembuat film dan perusahaan produksi Indonesia, sekaligus mengenal cerita-cerita yang berkembang di tanah air. Keragaman pengalaman tersebut diharapkan membuka akses proyek terhadap kolaborator kreatif, sumber daya produksi, dan penonton di berbagai pasar.

​Melalui Producers Exchange, setiap peserta akan memperoleh jadwal pertemuan yang disusun secara khusus dengan proyek-proyek JAFF Future Project, perwakilan kreator dalam JAFF IP Connection, peserta pameran, dan delegasi industri. Pertemuan dirancang berdasarkan pengalaman dan minat masing-masing peserta, dengan pembahasan meliputi pengembangan, pendanaan, adaptasi, produksi bersama, serta distribusi.

​"Kami ingin para produser internasional melihat dan mengenal langsung Indonesia sebagai mitra kreatif dan produksi, dengan cerita, talenta, serta perusahaan yang dapat diajak membuat film bersama," ujar Linda Gozali, Market Director of JAFF Market. "Producers Exchange dirancang untuk membawa percakapan tersebut menuju pengembangan bersama, pendanaan, dan akses kepada penonton, sekaligus membangun kemitraan yang berlanjut setelah penyelenggaraan pasar berakhir."

​Kemitraan dengan AFF membuka kesempatan khusus bagi produser Australia untuk bertemu dengan pembuat film dan perusahaan Indonesia, menggali cerita yang dapat dikembangkan bersama, serta membangun hubungan sejak tahap awal pengembangan proyek.

​"Kemitraan kami dengan JAFF Market memberi kesempatan bagi produser Australia untuk membangun hubungan dengan pembuat film dan perusahaan Indonesia secara lebih terarah sejak tahap awal pengembangan proyek," ujar CEO & Creative Director of Adelaide Film Festival, Mat Kesting. "Kami berharap pertukaran ini melahirkan film-film yang mempertemukan perspektif kreatif kedua negara, dengan dukungan mitra yang dapat membantu menjangkau penonton di Australia, Indonesia, dan kawasan yang lebih luas."

​Secara keseluruhan, Producers Exchange bertujuan memperkuat peran Indonesia dalam produksi bersama internasional. Program ini menghubungkan pembuat film lokal dengan mitra yang dapat berkontribusi dalam pengembangan kreatif, pendanaan, produksi, dan distribusi. Fokusnya adalah mempertemukan pihak-pihak dengan kebutuhan dan minat yang selaras agar hubungan kerja dapat berlanjut setelah acara selesai.

​Peserta terpilih akan memperoleh fasilitas akomodasi selama empat malam di Yogyakarta, akreditasi JAFF Market, jadwal pertemuan terkurasi, akses ke sejumlah acara jejaring dan pemutaran film, serta publikasi profil melalui kanal resmi JAFF Market. Bersama JAFF Future Project dan JAFF IP Connection, Producers Exchange menghubungkan penemuan proyek potensial dengan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan produksi film lintas negara.

​Pelaku industri dapat mendaftar untuk memperoleh akreditasi JAFF Market melalui jaff-market.com/registration/. Akreditasi membuka kesempatan untuk mengenal proyek film dan kekayaan intelektual terpilih, bertemu dengan produser peserta, serta menjajaki peluang kerja sama di Yogyakarta pada 28–30 November 2026.

​Tentang JAFF & JAFF Market:

​Didirikan pada tahun 2006 sebagai respons terhadap perkembangan distribusi digital di awal 2000-an, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) telah menjadi platform penting dalam memperkuat ekosistem sinema di Yogyakarta dan Indonesia. Lebih dari sekadar festival film, JAFF berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pertukaran budaya, serta wadah bagi sineas Asia untuk berkembang.

​Seiring berkembangnya distribusi digital secara global, Indonesia menjadi salah satu pasar film terbesar di Asia Tenggara, yang menuntut kehadiran sineas dan tenaga profesional berkualitas. Dari kebutuhan ini, lahirlah JAFF Market sebagai hub industri untuk menghubungkan sineas, talenta baru, kreator konten, investor, institusi film, media, dan komunitas film.

​Kini, sebagai gerbang menuju kencangnya laju industri film Indonesia, JAFF Market menjadi pasar film terbesar di Asia Tenggara yang membuka peluang kerja sama dan bisnis lintas sektor industri. Dengan berbagai program unggulan, JAFF Market terus berkembang sebagai event industri terkemuka yang mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem film Indonesia yang dinamis.

​Bersiapslah untuk JAFF (28 November - 5 Desember 2026) dan JAFF MARKET 2026 (28 - 30 November 2026) – Let's Shape the Future of Asian Cinema! 

Jakarta Film Week 2026 Resmi Dibuka, Ah Girl Mengawali Lima Hari Perayaan Sinema

Jakarta, 22 Oktober 2026 — Jakarta Film Week 2026 resmi dibuka pada Rabu (21/10), menandai dimulainya lima hari perayaan sinema yang mempertemukan pembuat film, penonton, komunitas, dan pelaku industri dari Indonesia maupun berbagai negara. Acara Opening Ceremony berlangsung di CGV Grand Indonesia.

​Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, festival berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dengan mengusung tema Encounters. Melalui rangkaian pemutaran film, diskusi, kelas kreatif, dan program pengembangan industri, Jakarta Film Week menghadirkan ruang bagi beragam cerita dan perspektif untuk bertemu. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman Jakarta, mulai dari akses publik terhadap film hingga kesempatan bagi talenta lokal untuk mengembangkan karya dan membangun jejaring.

​Penonton bisa menyaksikan 157 film dari 59 negara dan rangkaian acara lainnya yang akan berlangsung di CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, Mercure Jakarta Cikini, Paviliun Raden Saleh, Artotel Curated dan FX Sudirman.

​Jakarta Kota Sinema: Memperkuat Ekosistem Perfilman Ibu Kota

​Penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026 mendukung misi Jakarta Kota Sinema. Dukungan ini menempatkan perfilman tidak hanya sebagai kegiatan produksi dan pemutaran karya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan kota yang melibatkan masyarakat, komunitas, talenta kreatif, dan pelaku industri.

​Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan, "Jakarta berkomitmen memperkuat ekosistem perfilman, mengembangkan talenta, dan memperluas akses masyarakat terhadap film. Melalui Jakarta Film Week, kami ingin mendorong Jakarta menjadi kota sinema yang membuka ruang bagi sineas, industri, dan penonton untuk tumbuh bersama."

​Sementara itu, Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, mengatakan, "Jakarta Film Week menjadi salah satu ruang penting untuk mendorong pertumbuhan perfilman nasional, membuka kesempatan bagi sineas untuk memperkenalkan karya, memperluas kolaborasi, serta membawa sinema Indonesia terhubung dengan komunitas film internasional."

​Tema ENCOUNTERS menjadi benang merah penyelenggaraan festival tahun ini. Tema tersebut mengangkat perjumpaan melalui sinema, antara film dan penonton, pengalaman yang berbeda, serta pembuat film dan pelaku industri yang bertemu dalam ruang festival.

​Festival Director Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti, mengatakan, "Kreativitas membutuhkan ruang bagi berbagai gagasan untuk bertemu dan berkembang. Melalui Jakarta Film Week, kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara cerita, pembuat film, dan penonton, tempat perspektif baru ditemukan dan kolaborasi dapat tumbuh dari percakapan sederhana."

​Ah Girl Membuka Perayaan Sinema

​Film Ah Girl karya sutradara Singapura Ang Geck Geck Priscilla menjadi film pembuka Jakarta Film Week 2026. Film panjang pertama Priscilla ini berlatar Singapura pada 1994 dan mengikuti kehidupan Swee Swee, seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang diperankan oleh Xuanjing Ong, dalam menghadapi dinamika keluarga dan memahami dunia di sekitarnya.

​Pembukaan Jakarta Film Week 2026 turut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, aktor dan filmmaker ternama Sammo Hung dari Hong Kong, perwakilan beberapa kedutaan besar, para juri, filmmaker dan aktor, tamu internasional, pelaku industri perfilman, mitra, serta undangan lainnya. Acara dibuka dengan rangkaian sambutan dari perwakilan pemerintah dan penyelenggara, dilanjutkan dengan pemutaran Ah Girl yang menandai dimulainya lima hari perayaan sinema dengan beragam cerita, perspektif, dan latar budaya.

​Aktor Legendaris Sammo Hung Hadir melalui JFWNET–Industry Program, Menghadirkan Warisan Sinema Aksi Hong Kong

​Kehadiran Sammo Hung menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan Jakarta Film Week 2026. Aktor, sutradara, produser, dan koreografer laga asal Hong Kong ini dikenal atas kontribusinya terhadap perkembangan sinema aksi Hong Kong selama lebih dari enam dekade. Karyanya turut membentuk pendekatan koreografi laga yang memadukan seni bela diri dengan unsur komedi, horor, dan berbagai genre lainnya.

​Sammo Hung disambut oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam seremoni pembukaan festival. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Jakarta Film Week untuk membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara pelaku perfilman Indonesia dan tokoh sinema internasional.

​Melalui JFWNET–Industry Program, Sammo Hung juga berbagi pengalaman dalam sesi Masterclass bertajuk Encounters of the Martial Mind: A Masterclass with Sammo Hung. Sesi ini mengangkat perjalanan kreatifnya dalam dunia seni bela diri dan perfilman, termasuk bagaimana koreografi pertarungan dikembangkan menjadi bagian penting dari bahasa sinematik. Dengan kapasitas sekitar 500 peserta, sesi ini menjadi kesempatan bagi sineas, mahasiswa, dan pencinta film untuk mengenal lebih dekat proses kreatif di balik sinema aksi Hong Kong.

​Program sinema Hong Kong turut hadir melalui rangkaian Made in Hong Kong, yang menampilkan film-film dari Hong Kong, termasuk karya-karya yang berkaitan dengan perjalanan Sammo Hung seperti Encounters of the Spooky Kind, Eastern Condors, dan The Bodyguard. Rangkaian ini dilengkapi pameran A Tale of Two Cities: Hong Kong x Jakarta di FX Sudirman, yang mempertemukan perspektif kedua kota melalui film dan budaya visual.

​Selain program yang menyoroti sinema Hong Kong, JFWNET–Industry Program menghadirkan rangkaian kegiatan untuk memperkuat kapasitas dan jejaring para pelaku industri film. Program ini mencakup masterclass bersama sineas internasional Neo Sora dan Jeremie, serta forum diskusi, pengembangan proyek, dan pertemuan profesional.

​Melalui Producers Lab, Pitching Forum, Talents Hub, Industry Talks, dan Festival Meeting, JFWNET–Industry Program membuka ruang bagi para pembuat film untuk mengembangkan gagasan, mendapatkan masukan profesional, membangun koneksi, dan menjajaki peluang kolaborasi. Program-program ini menjadi bagian dari komitmen Jakarta Film Week untuk tidak hanya menghadirkan film kepada penonton, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem perfilman.

​Ali Fikry Ajak Penonton Merayakan Sinema Bersama

​Sebagai Festival Ambassador Jakarta Film Week 2026, aktor Ali Fikry mengungkapkan antusiasmenya menjadi bagian dari festival ini sekaligus mengajak penonton menjelajahi beragam cerita dan perspektif yang dihadirkan sepanjang penyelenggaraan.

​"Film bukan sekadar cerita yang hadir di layar. Film memberi kita kesempatan untuk menemukan perspektif baru, terhubung dengan pengalaman yang berbeda, dan melihat dunia dengan cara yang berbeda pula. Melalui tema Encounters tahun ini, aku berharap penonton tidak hanya menemukan film-film baru, tetapi juga bertemu dengan ide, orang, dan cerita yang akan terus mereka ingat bahkan setelah festival berakhir," ujar Ali Fikry.

​Ali juga mengajak penonton untuk menikmati berbagai pemutaran film dan program festival, terlibat dalam diskusi, serta memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dan terhubung dengan sesama pecinta film maupun pembuat film selama Jakarta Film Week 2026.

​Beragam Cerita dan Program Selama Lima Hari

​Tahun ini, Jakarta Film Week menghadirkan beragam program sinema yang bisa dinikmati oleh lintas generasi, lintas disiplin, dan program yang bisa diikuti oleh semua orang. Family Time diangkat sebagai lebih dari sekadar menonton film, tapi juga secara aktif melibatkan anak dan keluarga dalam dialog dan pemantik berkarya setelah film selesai. Herstory menyoroti pengalaman perempuan yang seringkali tidak dimaknai dalam keutuhan kompleksitas dan lapisan-lapisannya, juga hadir dengan lokakarya yang mengarsip sejarah kehidupan para penonton perempuan. Emergency Broadcast memantik diskusi menarik tentang relasi antara dunia perfilman dan realitas politik hidup sehari-hari.

​Pengalaman baru dan imersif juga bisa dinikmati di Jakarta Film Week melalui program JFW Vision. Pengunjung bisa memilih film yang bisa ditonton menggunakan teknologi VR di Ruang Serbaguna Taman Ismail Marzuki. Selain itu, pilihan program lainnya adalah Exhibition: A Tale of Two Cities Hong Kong x Jakarta yang hadir di FX Sudirman yang merupakan program kolaborasi dengan Hong Kong.

​Jakarta Film Week juga menghadirkan program kolaborasi seperti Hong Kong Gala Presentation: Made in Hong Kong dan Italian Screens yang akan memutarkan film-film dari Hong Kong dan Italia. Kolaborasi ini membuka kesempatan untuk mengenal perspektif sinema dari berbagai negara, memperluas cakrawala industri perfilman Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai ruang pertemuan sinema dunia.

​Akses Festival bagi Publik

​Masyarakat dapat mengikuti program publik Jakarta Film Week 2026 melalui tiket on-the-spot (OTS), sesuai ketersediaan dan ketentuan masing-masing program. Informasi mengenai jadwal pemutaran, lokasi, harga tiket, dan mekanisme pembelian dapat diakses melalui kanal resmi festival, media sosial @jakartafilmweek dan situs www.jakartafilmweek.com.

​Selain pemutaran langsung, program pilihan Jakarta Film Week 2026 juga dapat diakses secara daring melalui Vidio. Informasi mengenai judul film yang tersedia, periode penayangan, dan ketentuan akses dapat diperiksa melalui kanal resmi festival dan platform Vidio.

​Jakarta Film Week 2026 berlangsung dari 21–25 Oktober 2026. Melalui tema Encounters, festival mengajak masyarakat untuk menjumpai beragam cerita dan perspektif melalui sinema, sekaligus membuka ruang pertemuan yang mendukung perkembangan ekosistem perfilman Jakarta.

​TENTANG JAKARTA FILM WEEK

​Jakarta Film Week merupakan festival film tahunan yang digagas pada 2021 oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk mendukung perkembangan perfilman Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Setiap tahunnya, Jakarta Film Week menghadirkan film dari Indonesia dan berbagai negara melalui rangkaian pemutaran, diskusi, masterclass, program industri, hingga kegiatan komunitas. Lebih dari sekadar festival, Jakarta Film Week juga menjadi ruang bagi pembuat film untuk berkembang, bertemu, dan membangun koneksi di dalam ekosistem perfilman.

​TENTANG JFWNET—Industry Program

​JFWNET—Industry Program merupakan program paralel Jakarta Film Week yang menjadi ruang pertemuan dan pengembangan bagi para pelaku industri film Indonesia. Melalui berbagai program seperti lab, workshop, talks, focus group discussion, dan pitching forum, JFWNET—Industry Program mempertemukan filmmaker, produser, festival, distributor, pendana, dan pelaku industri lainnya untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan proyek, serta membuka peluang kolaborasi.

​NARAHUBUNG

  • ​Website: www.jakartafilmweek.com
  • ​Instagram: @jakartafilmweek
  • ​X: @jakartafilmweek
  • ​TikTok: @jakartafilmweek
  • ​Facebook: Jakarta Film Week
  • ​Whatsapp: Fairuza Hanun (+62 819-0819-4455)
  • ​Email: media@jakartafilmweek.com

Rabu, 21 Oktober 2026

POK AME AME SIAP MENGHADIRKAN TEROR BARU DI BIOSKOP INDONESIA

KAMP Pictures dan CIE Pictures Siapkan Film Horor untuk Tayang 10 Desember 2026

JAKARTA, OKTOBER 2026 — Pecinta film horor Indonesia akan kembali disuguhkan sebuah cerita penuh misteri melalui film “POK AME AME”, produksi KAMP Pictures with Associate CIE Pictures, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026.

Mengangkat atmosfer horor yang lekat dengan lingkungan Villa pedesaan, hutan, kesunyian, dan berbagai kejadian misterius, POK AME AME hadir dengan pendekatan visual sinematik yang berusaha membangun ketegangan secara perlahan.

Poster resmi film memperlihatkan sosok perempuan dalam situasi mencekam dengan latar hutan dan sebuah rumahatau villa di tengah lingkungan yang sunyi. Visual tersebut menjadi bagian dari pengenalan awal film sekaligus menyimpan pertanyaan mengenai misteri yang akan dihadapi para karakter di dalam cerita.

Dodo Brasco: Membawa Horor Indonesia ke Layar Lebar

Produser Dodo Brasco menjadi salah satu sosok penting di balik kehadiran POK AME AME. Film ini dipersiapkan sebagai karya horor yang tidak hanya mengandalkan elemen kejutan, tetapi juga mengutamakan atmosfer, karakter, misteri, dan pengalaman penonton ketika menyaksikannya di layar bioskop.

_“Kami ingin menghadirkan film horor yang memiliki atmosfer kuat dan membuat penonton ikut merasakan ketegangan dari awal sampai akhir. POK AME AME kami siapkan untuk menjadi pengalaman menonton yang berbeda dan tentunya lebih maksimal ketika disaksikan di layar lebar,” ujar Dodo Brasco, produser film POK AME AME._

Film ini menghadirkan sejumlah pemain dari berbagai latar belakang, di antaranya Zikri Daulay, Sharon Sahertian, Melly Manuhutu, Mongol Stres, Rowiena Umboh, Zahwa Malabar , Ery Kustini, Indah Zein, Nadya Ulya, Oktav S, Steffanie Ferren, Abe Moore, Chacha Marisa, Denino, Oka Sugawa, serta para pemain lainnya.

10 Desember 2026, Saat Teror Dimulai

Kehadiran film ini diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi masyarakat dan para pencinta genre horor Indonesia menjelang akhir tahun.

Dengan perpaduan misteri, suasana mencekam, karakter, dan visual sinematik, POK AME AME mengajak penonton untuk datang ke bioskop dan menemukan sendiri rahasia di balik kisah yang ditawarkan.

POK AME AME

KAMP Pictures with Associate CIE Pictures

SEGERA TAYANG DI BIOSKOP 10 DESEMBER 2026

MEDIA INFORMATION

Film: POK AME AME

Genre: Horor

Produksi: KAMP Pictures

Associate: CIE Pictures

Produser: Dodo Brasco

Pemain: 

° Zikri Daulay, 

° Sharon Sahertian, 

° Melly Manuhutu, 

° Mongol Stres 

° Dan ensemble cast

° Tanggal tayang: 10 Desember 2026 Bioskop Indonesia

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Lepas Single "Dewasaku Membanggakanmu"

Bocah Premiere, ​Jakarta  - Penyanyi muda berbakat yang konsisten merilis lagu-lagu bernuansa keluarga dan ketulusan hati, Lindee Cremona ke...