Senin, 12 Oktober 2026

Trailer SEPORSII MIE AYAM SEBELUM MATI Dirilis, Benidictus Siregar Debut sebagai Tokoh Utama Film Drama

​Jakarta, 12 Oktober 2026 — Sinergi Pictures dan Ben Film resmi merilis trailer Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, film drama garapan sutradara Kuntz Agus yang diadaptasi dari novel mega best seller karya Brian Khrisna. Peluncuran trailer ini berlangsung tepat satu bulan sebelum film tersebut tayang serentak di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.

​Melalui trailer yang dirilis, penonton dapat melihat sisi berbeda dari Benidictus Siregar. Komika yang selama ini dikenal lewat peran-peran pendukung dalam sejumlah film komedi tersebut kini menjalani debutnya sebagai pemeran utama dalam film drama. Ia memerankan Ale, pria berusia 37 tahun yang, tepat pada hari ulang tahunnya, merasa kehilangan arah dan tak lagi memiliki alasan untuk melanjutkan hidup.

​Di tengah situasi tersebut, Ale memiliki satu keinginan sederhana yaitu menikmati seporsi mie ayam favoritnya. Namun, rencana kecil itu tak berjalan sesuai harapan karena gerobak mie ayam langganannya tutup. Hal yang semula tampak sepele justru menjadi awal perjalanan Ale bertemu dengan orang-orang asing dan mengalami berbagai peristiwa tak terduga. Dari pertemuan-pertemuan itulah, Ale perlahan menemukan sudut pandang baru tentang kehidupan dan menyadari bahwa terkadang, alasan untuk terus melangkah dapat hadir melalui hal-hal yang paling sederhana.

​Menghidupkan karakter dengan pergulatan emosi yang kompleks seperti Ale tentu membutuhkan pertimbangan khusus dalam pemilihan pemeran. Sejak proyek adaptasi novel ini diumumkan, pembaca ramai berspekulasi mengenai sosok yang akan memerankan Ale. Nama Benidictus Siregar pun kerap muncul dalam kolom komentar akun Instagram resmi film. Namun, bagi tim produksi, keputusan memilih Beni tidak semata-mata didasarkan pada respons pembaca, melainkan juga pada kemampuannya membawakan karakter dengan lapisan emosi yang mendalam.

​"Ale menuntut penjiwaan yang sangat dalam. Eskalasi emosinya berlapis, sehingga karakter ini perlu dimainkan oleh aktor yang punya kemampuan akting mumpuni. Setelah melalui proses casting, kami akhirnya menemukan pemeran Ale yang selama ini kami cari. Bagi kami, Beni adalah orang paling tepat dari semua pilihan yang ada," ujar Philip Lesmana, Produser Sinergi Pictures.

​Lebih dari sekadar perjalanan seorang pria yang tengah menghadapi titik terendah dalam hidupnya, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati mengangkat tentang pencarian makna hidup dan kebahagiaan melalui hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian. Film ini mengajak penonton melihat bahwa di tengah masa-masa sulit, satu hal sederhana dapat menjadi alasan untuk terus melangkah. Pertemuan dengan orang-orang baru dan kisah hidup yang mereka bagikan juga membuka kemungkinan bagi seseorang untuk menemukan perspektif berbeda, memahami dirinya sendiri, dan kembali melihat kehidupan dengan cara yang baru.

​Semangat untuk mencoba kembali dan tidak menyerah juga hadir melalui lagu tema film ini, "Coba Lagi", yang dibawakan oleh Barsena Bestandhi. Bersamaan dengan perilisan trailer, musik video lagu tersebut turut diluncurkan pada Senin, 12 Oktober 2026. Musik video ini menggambarkan pertemuan Barsena dengan Ale dan karakter-karakter lain, selaras dengan pesan lagu yang mengajak pendengarnya untuk tetap membuka diri terhadap berbagai kemungkinan dalam hidup. Pesan tersebut tergambar dalam lirik, "Hey kamu, jangan berhenti dulu. Masih banyak rasa dan warna yang bisa kau cerna untuk kau nikmati, sabarlah." Musik video "Coba Lagi" dapat disaksikan melalui kanal resmi, sementara lagunya sudah tersedia di berbagai platform streaming digital.

​Film ini turut melibatkan sejumlah nama berpengalaman di industri perfilman Indonesia. Nia Dinata bergabung sebagai ko-produser, sementara Alim Sudio menangani penulisan skenario. Benidictus Siregar juga didukung oleh jajaran pemain, di antaranya Chicco Kurniawan, Teuku Rifnu Wikana, Tika Panggabean, Zulfa Maharani, Nita Gunawan, Jourdy Pranata, Pangeran Lantang, dan Dewi Irawan, serta sejumlah pemain lainnya.

​Dalam perjalanannya menuju layar lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Legacy Pictures, Nuon, AZ Films, Leo Pictures, Showtoken, dan Kalyana Shira Films.

​Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati siap tersaji dan dinikmati di bioskop pada Kamis, 12 November 2026.

​Informasi mengenai film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dapat diakses melalui akun Instagram @seporsimieayamfilm dan @sinergi.pictures serta @benfilm.id.

Capek Banget Selalu Bilang ‘Iya’? LYTO Pictures Rilis Trailer Film People Pleaser, Siap Nampol Kaum Nggak Enakan Mulai 19 November di Bioskop!

Jakarta, 12 Oktober 2026 — Pernah nggak sih kamu niatnya mau pasang batasan, tapi pas ada yang bilang "Punten, titip dong," refleks jari kamu langsung ngetik "Aman, santai aja!" padahal energi udah tiris banget?

​Keresahan seru yang sering banget bikin anak muda senyum getir ini resmi diangkat ke layar lebar oleh LYTO Pictures lewat film People Pleaser yang resmi merilis official trailer dan poster di Senayan City XXI, Jakarta, 12 Oktober 2026. Diproduseri oleh Andi Suryanto bareng Marcella Daryani, disutradarai Bobby Prasetyo, dan skenarionya ditulis oleh Evelyn Afnilia, proyek drama komedi ini hadir dengan gaya yang super ceria, ringan, dan pastinya bikin kita spontan nyeletuk "Wah, ini gue banget!" Tanpa kesan menggurui, film ini hadir buat nemani kita tertawa bareng sekaligus jadi pelukan hangat biar kita berani memprioritaskan diri sendiri.

​Produser LYTO Pictures, Andi Suryanto, dengan antusias membagikan semangat di balik lahirnya film ini untuk teman-teman muda. "Banyak dari kita yang sering merasa sungkan sampai akhirnya lupa merawat kebahagiaan sendiri. Bersama Mas Bobby dan Mbak Evelyn, kami ingin menghadirkan tontonan yang fun, fresh, dan relatable banget buat kalian semua. Kami berharap People Pleaser bisa jadi tontonan yang menghibur, bikin hati hangat, dan ngajak kita makin sayang sama diri sendiri," ujar Andi Suryanto.

​Sutradara Bobby Prasetyo pun ikut menimpali dengan penuh semangat tentang pesan positif di balik ceritanya. "Perjalanan Karina ini seru banget karena ini cerita tentang belajar memilih diri sendiri. Film ini mau ngasih tau kalau berani bilang 'nggak' itu bukan berarti kita egois, tapi tanda kalau kita juga menghargai diri kita sendiri," tutur Bobby Prasetyo.

​Evelyn Afnilia selaku penulis skenario pun menambahkan, "Ini film tentang momen-momen serba salah yang sering kita alami bareng, dengan pesan manis bahwa sesekali memilih diri sendiri itu beneran nggak apa-apa."

​Keseruan ceritanya berpusat pada Karina, cewek muda berhati super baik yang hobi mengiyakan permintaan orang di sekitarnya sampai sering kewalahan sendiri. Di rumah, hari-harinya rame banget nemani sang ibu, Ibu Nami, yang penuh kasih sayang tapi sama-sama punya sifat sungkan, ditambah kehebohan Tante Tanti dan sepupunya, Gina, yang lagi menumpang dengan seabrek permintaan santai tapi bikin repot.

​Di kantor pun suasananya nggak kalah seru, Karina harus mengimbangi Renata, rekan kerja single mother tangguh yang suka minta tolong straight-to-the-point, ditemani aksi kocak Pak Rahmat si satpam kantor dan Kalem, driver ojol langganan yang hobi banget oversharing sepanjang jalan. Untungnya, Karina punya adik suportif bernama Dino yang pengertian banget, serta dua sahabat setia: Dilla, pramugari ceria yang selalu bikin suasana hidup meski suka curhat non-stop, dan Raka, anak band berhati tulus yang selalu sigap mendukung Karina sambil diam-diam menyimpan rasa gemas yang belum sempat terucap!

​Petualangan batin Karina makin seru saat ia punya kesempatan emas untuk mewujudkan janji manis bersama mendiang sang ayah, yaitu pergi menikmati indahnya festival lampion di Bali. Mawar de Jongh yang memerankan karakter Karina membagikan rasa senangnya membawakan cerita yang begitu dekat dengan anak muda masa kini.

​"Karakter Karina ini gemas dan dekat banget sama kita semua yang sering lupa ngasih ruang bahagia buat diri sendiri gara-gara sibuk nyenenengin orang lain. Lewat film ini, kami pengen ngajak teman-teman nonton bareng dan ingat kalau menyayangi diri sendiri itu langkah paling awal buat bisa sayang sama orang lain secara tulus," ungkap Mawar de Jongh penuh senyum.

​Menjiwai karakter-karakter yang hadir dalam film People Pleaser, sifat Karina melekat dekat dengan Mawar bahkan ketika acara press conference berlangsung. Sulit mengatakan “tidak”, Mawar bahkan sekaligus bertindak sebagai EO seperti karakternya di film dan diminta untuk membawakan mic untuk para media yang antusias bertanya.

​Bertabur bintang seru seperti Ardit Erwandha, Ummi Quary, Fatih Unru, Vonny Cornellya, Surya Saputra, Cut Mini, Amel Carla, Taskya Namya, Sadana Agung, Arif Alfiansyah, hingga Aci Resti, film People Pleaser siap menularkan tawa ceria, kehangatan keluarga, dan manisnya persahabatan di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026 mendatang!

​Intip gemasnya aksi Karina dan dapatkan informasi terkini melalui akun Instagram resmi @peoplepleaserfilm dan @lytopictures. 

Syahrini Kembali Setelah 7 Tahun Melalui "Kau Yang Utama" dan Hebohnya Penampilan Sang Musisi di Pestapora

Setelah tujuh tahun menepi dari industri hiburan, Syahrini membuka babak baru perjalanan musikalnya melalui single 'Kau Yang Utama'. Karya ini hadir bukan sebagai upaya mengulang masa lalu, melainkan sebagai perkenalan kembali terhadap Syahrini dengan perspektif hidup yang lebih dewasa.

​'Kau Yang Utama' lahir dari pengalaman yang membentuk cara pandang Syahrini terhadap cinta, keluarga, rasa syukur, dan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Dibawakan dengan pendekatan yang lebih intim dan elegan, lagu ini merepresentasikan transformasi personal sekaligus artistik sang penyanyi.

​Dalam penggarapannya, Syahrini menggandeng Andi Rianto sebagai komposer dan Dee Lestari sebagai penulis lirik. Perpaduan keduanya menghadirkan lagu yang memberi ruang lebih besar bagi Syahrini untuk menyampaikan cerita personalnya dengan nuansa yang hangat dan reflektif. "Selama beberapa tahun terakhir saya belajar bahwa hidup tidak selalu tentang mengejar sesuatu. Ada fase ketika kita justru menemukan diri kita saat memberi waktu untuk keluarga, menikmati setiap momen, dan belajar bersyukur. Musik selalu menjadi bagian dari hidup saya, tetapi kali ini saya kembali dengan hati yang berbeda. Saya ingin menyanyikan sesuatu yang benar-benar saya rasakan," ujar Syahrini.

​Perilisan 'Kau Yang Utama' juga menandai langkah mandiri Syahrini melalui SYR Records, label musik yang ia dirikan sebagai rumah bagi karya-karyanya. Dalam proyek ini, Syahrini turut mengambil peran sebagai executive producer bersama SYR Records, sehingga setiap proses kreatif hingga produksi dijalani secara langsung dari visi dan pengalaman pribadinya.

​Bagi publik, nama Syahrini telah menjadi bagian dari pop culture Indonesia selama lebih dari satu dekade. Lewat karya musik populer, pertunjukan panggung berskala besar, gaya fashion khas, hingga jargon yang melekat di berbagai generasi, Syahrini membangun identitas yang kuat. Kini, ia kembali membawa identitas tersebut dalam bentuk yang lebih matang melalui 'Kau Yang Utama'. Karya ini juga menjadi awal dari rangkaian aktivitas Syahrini sepanjang tahun, termasuk perilisan video musik, penampilan televisi, festival musik, showcase spesial, serta kolaborasi yang akan memperlihatkan sisi baru dirinya kepada publik.

​Momentum kembalinya Syahrini semakin terasa lewat penampilannya di Pestapora 2026 pada 27 September lalu. Menjadi panggung off-air pertamanya setelah tujuh tahun, Syahrini sukses mengundang perhatian lewat kehadiran ikonisnya di area festival, pertunjukan penuh gaya khasnya, hingga kolaborasi kejutan bersama Adrian Khalif dan NPD. Di tengah perayaan nostalgia bersama para penonton, Syahrini juga membawakan 'Kau Yang Utama', menjadikan panggung Pestapora sebagai penegasan bahwa perjalanan musikal sang Princess telah benar-benar dimulai kembali. 'Kau Yang Utama' kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.

Track Title

: Kau Yang Utama

Performed By

: Syahrini

Executive Producer

: Syahrini & SYR Records

Composer

: Andi Rianto

Mixing dan Mastering

: Rayendra Sunito

Orkestra

: Budapest Scorinh Ocherstra

Back Vocal

: Wisha Sofia

Lyric

: Dee Lestari

Music Producer

: Syahrini, Aisyahrani dan Irvnat

Label

: SYR Records


Lyodra Merilis Album Ke Tiga Berjudul “Terkunci di Kamu”

​Terkunci di Kamu menjadi babak baru dalam perjalanan Lyodra sebagai salah satu vokalis muda paling menonjol di Indonesia. Sebagai album ketiganya, proyek ini mengikuti perjalanan sebuah hati yang patah, perlahan pulih, lalu menemukan keberanian untuk membuka diri dan jatuh cinta lagi. Alih-alih melihat patah hati sebagai satu emosi yang sama, album ini memecahnya menjadi berbagai warna: pengkhianatan, harapan palsu, kebingungan, penyesalan, kerinduan, sampai akhirnya muncul ruang untuk menerima kebahagiaan baru.

​Secara konsep, Terkunci di Kamu terasa seperti album dua bagian. Bagian pertama berada di wilayah yang lebih gelap dan "galau": tentang hati yang masih tertahan pada luka, hubungan yang tidak berjalan seperti yang diharapkan, dan pertanyaan-pertanyaan yang belum menemukan jawaban. Emosinya bergerak dari kecewa menuju kebingungan, dari berharap menuju sadar bahwa ada hal-hal yang memang harus dilepaskan.

​Memasuki bagian kedua, warna album perlahan berubah. Setelah menghadapi luka, cerita mulai membuka ruang untuk penyembuhan, kerinduan yang lebih hangat, rasa manis saat kembali dekat dengan seseorang, dan keberanian untuk percaya pada cinta lagi. Peralihan ini membuat Terkunci di Kamu terasa bukan hanya sebagai kumpulan lagu cinta, tetapi sebagai perjalanan emosional yang utuh: dari terkunci oleh pengalaman masa lalu menuju hati yang kembali bersedia dibuka.

​Di tengah perjalanan tersebut, “Pintu Hati” hadir sebagai emotional centerpiece album. Lagu ini menjadi titik ketika seluruh cerita mulai berubah arah—dari mempertahankan luka menuju kemungkinan untuk menerima sesuatu yang baru. Dalam konteks album, “Pintu Hati” mewakili momen paling penting: saat seseorang yang sebelumnya terluka akhirnya berani memberi kesempatan pada cinta untuk masuk kembali.

​Konsep tersebut juga memperlihatkan sisi Lyodra yang semakin matang dan vulnerable. Kekuatan utamanya tetap berada pada vokal yang besar, penuh emosi, dan memiliki jangkauan impresif, tetapi di album ini kekuatan itu digunakan untuk membawa pendengar melewati perubahan rasa yang lebih berlapis. Ada momen ketika vokalnya harus terdengar terluka dan penuh pertanyaan, lalu ada momen ketika energi yang sama berubah menjadi hangat, manis, dan penuh keyakinan.

​Perjalanan menuju Terkunci di Kamu dibangun di atas rekam jejak Lyodra yang telah berkembang sejak usia sangat muda. Lahir di Medan pada 2003, ia menjadi pemenang termuda Indonesian Idol Season 10 pada usia 16 tahun. Ia dikenal lewat suara yang powerful, cara menyampaikan emosi yang kuat, serta kemampuan whistle register yang dipelajarinya secara otodidak—sebuah karakter vokal yang kemudian menjadi salah satu elemen paling khas dalam identitasnya sebagai penyanyi.

​Dalam perjalanan kariernya, Lyodra telah menghadirkan lagu-lagu seperti “Tak Dianggap”, “Sang Dewi”, dan “Pesan Terakhir”, serta berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Yovie Widianto dan Andi Rianto. Pengakuan terhadap kiprahnya juga datang secara regional ketika ia meraih Best New Asian Artist di Mnet Asian Music Awards 2021. Pencapaian tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu suara muda Indonesia yang mampu membawa karakter pop Indonesia ke audiens yang lebih luas.

​Namun Terkunci di Kamu tidak hanya berbicara tentang kemampuan vokal atau pencapaian. Album ini menempatkan Lyodra sebagai storyteller yang membawa satu narasi emosional dari awal hingga akhir. Bagian pertama membuat pendengar tinggal bersama rasa sakit dan “galau”; bagian kedua memberi payoff yang lebih ringan, sweet, dan romantis. Kontras inilah yang menjadi kekuatan utama album—menunjukkan bahwa jatuh cinta lagi terasa lebih berarti setelah kita memahami apa yang harus dilepaskan.

​Dengan Terkunci di Kamu, Lyodra memperkuat langkahnya sebagai diva muda Indonesia: bukan hanya lewat kemampuan vokal yang selalu menjadi cirinya, tetapi lewat keberanian membangun sebuah album dengan perjalanan rasa yang jelas. Dari heartbreak menuju healing, dari galau menuju manis, dan dari hati yang tertutup menuju keberanian mencintai lagi, album ini menangkap Lyodra dalam fase yang lebih dewasa, lebih terbuka, dan lebih dekat dengan emosi pendengarnya.

​Track List Album Terkunci di Kamu

​Teganya Kau

​Harapan Semu

Pura Pura

Apa Maksud Tuhan Pertemukan Kita?

Bodohnya Aku

Panggil Aku Bayangan

​Bersamamu ft. Bilal Indrajaya

Simpan Dulu Rindumu

​Pintu Hati

BUCIN'T

Minggu, 11 Oktober 2026

Empat Musim Pertiwi Jadi Mahakarya yang Luar Biasa Indah Dari Busan yang Festive, Disambut Hangat di Indonesia Putri Marino Raih Nominasi Best Performance

Tonton Empat Musim Pertiwi di bioskop Indonesia

​Jakarta, 11 Oktober 2026 — Film Empat Musim Pertiwi karya penulis dan sutradara Kamila Andini sedang tayang di bioskop. Setelah mendapat sambutan yang meriah saat tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026, Empat Musim Pertiwi disambut hangat oleh penonton Indonesia. Penonton di Busan merasa Empat Musim Pertiwi membawa perasaan penuh harapan.

​Di Busan, pemeran karakter utama film ini, Putri Marino, yang memerankan Pertiwi, juga meraih penghargaan Face of Asia Awards dari majalah gaya hidup Marie Claire Korea Selatan, yang dihelat bersamaan dengan BIFF 2026. Selain itu, Putri juga kini meraih nominasi Best Performance di Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026.

​Bagi Putri, memerankan Pertiwi memberinya refleksi tentang kekuatan perempuan yang ia berikan untuk orang-orang di sekitarnya.

​“Melihat betapa kuatnya Pertiwi dan juga rapuhnya Pertiwi, tapi dia juga bisa menjadi kekuatan untuk orang-orang di sekitarnya. Dan orang-orang di sekitarnya yang juga rapuh, yang juga mengalami ketidakadilan, bisa menjadi kekuatan juga untuk Pertiwi. Aku belajar banyak hal tentang kekuatan dari film ini,” ujar Putri Marino.

​Para penonton yang telah menyaksikan Empat Musim Pertiwi pun merasakan kekuatan dan keindahan film ini. Salah satunya aktor Reza Rahadian, yang mengungkapkan film ini memiliki banyak lapisan.

​“Film yang indah dan kuat. Film ini berbicara banyak tentang kekuatan perempuan dari berbagai macam lapisan, perspektif seorang ibu, perspektif seseorang yang mungkin dianggap orang yang aneh atau bahkan mereka yang tidak diterima di masyarakat, tapi ternyata punya arti yang sangat dalam bagi kehidupan Pertiwi secara khusus,” ujar Reza Rahadian.

​Sementara itu, bagi aktor muda El Putra Sarira, mengungkapkan Empat Musim Pertiwi sebagai sebuah mahakarya kelas dunia. “Mahakarya yang luar biasa indah,” ujar El Putra Sarira.

​“Sebagai perempuan, ada rasa marah. Bagaimana perempuan itu sangat mudah dikerdilkan walaupun kita sudah berupaya berani. Bagiku yang menarik itu justru tentang sisi Pertiwi yang punya keahlian lain. Itu sisi yang empowering dari Pertiwi. Dia menolak di posisi sebagai orang yang tidak punya daya, padahal dia bisa melakukan sesuatu yang lain,” ungkap Rachel Amanda yang merasa relate dengan perjalanan Pertiwi.

​Empat Musim Pertiwi ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini, dengan produser Ifa Isfansyah. Film ini menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Film ini juga turut disponsori oleh Oriflame.

​Tonton Empat Musim Pertiwi di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms.

​Tentang FORKA FILMS

​Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional.

​Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

  • ​Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
  • ​Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
  • ​The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
  • ​Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzoni 2018)
  • ​Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Platform Prize di Toronto 2021)
  • ​Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
  • ​Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

​Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.

​AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @forkafilms

YouTube : @forkafilms

Sabtu, 10 Oktober 2026

Sosok Ibu yang Menyimpan Teror dalam Official Trailer dan Poster Resmi Sumpah Darah

Bushi Bros Films dan Endorphins Entertainment Hadirkan Teror yang Mengintai di Balik Kehidupan Baru Mara

​Jakarta, 10 Oktober 2026 – Siapa sebenarnya sosok ibu yang menghantui kehidupan Mara? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu misteri yang diperkenalkan melalui official trailer dan poster film horor-thriller Indonesia terbaru, Sumpah Darah, yang dirilis hari ini oleh rumah produksi Bushi Bros Films dan Endorphins Entertainment. Disutradarai oleh Cornelio Sunny, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 26 November 2026, membawa penonton mengikuti kehidupan Mara (Asmara Abigail) yang berubah drastis setelah memutuskan untuk tinggal bersama Thomas (Dwi Sasono), seorang pria asing yang menjanjikannya kehidupan yang lebih baik.

​Official trailer Sumpah Darah dibuka dengan sebuah adegan yang mengundang tanda tanya: Mara memasuki sebuah goa. Sebelum penonton sempat mengetahui apa yang menantinya di dalam, trailer beralih ke kehidupan Mara sebelumnya, ketika ia masih menjalani profesi sebagai ladies companion (LC) di tengah gemerlap dunia malam. Perpindahan adegan ini memperlihatkan kontras antara kehidupan Mara sebelumnya dan kehidupan baru yang dijanjikan Thomas, yang perlahan membawanya ke dalam situasi yang semakin mencekam. Namun, kemunculan goa pada pembukaan trailer menyisakan pertanyaan tersendiri. Bagaimana Mara bisa sampai di tempat tersebut, dan apa yang sebenarnya ia hadapi di sana?

​Tawaran Thomas yang semula tampak menjanjikan kesempatan untuk memulai lembaran baru justru membawa Mara ke sebuah vila yang menyimpan misteri. Di balik kehidupan baru yang diharapkannya akan lebih sejahtera, ada sosok yang kehadirannya menjadi sumber ancaman baginya: ibu Thomas. Ditampilkan dalam wujud yang menyeramkan, sosok ini menjadi salah satu elemen paling misterius dalam trailer. Ia diperlihatkan sebagai figur manusia yang dikenal sebagai ibu, tetapi penampilannya jauh dari sosok manusia yang lazim ditemui. Tanpa melepaskan asal-usul maupun latar belakangnya, trailer memperlihatkan cukup banyak untuk menimbulkan pertanyaan tentang siapa dirinya dan apa yang sebenarnya ia inginkan dari Mara.

​Salah satu elemen visual yang menarik adalah penempatan sosok mengerikan ibu di tengah hari yang cerah. Alih-alih mengandalkan kegelapan sebagai pembangun suasana horor, adegan ini menghadirkan sesuatu yang mengancam di tengah lingkungan yang terlihat normal. Kontras tersebut menciptakan rasa tidak nyaman tersendiri: jika sosok yang menyeramkan itu dapat muncul bahkan dalam situasi yang tampak biasa, di mana sebenarnya Mara bisa merasa aman?

​Cornelio Sunny, sutradara sekaligus penulis naskah bersama Ike Klose, mengungkapkan bahwa pendekatan horor dalam film ini dibangun melalui kehadiran sesuatu yang seharusnya terasa dekat dan familier, tetapi justru menimbulkan ketakutan.

​“Bagi saya, salah satu hal yang menarik dari horor adalah ketika sesuatu yang kita kenal justru berubah menjadi sumber ketakutan. Kita terbiasa mengasosiasikan rasa aman dengan rumah, keluarga, atau sosok yang seharusnya melindungi kita. Namun, bagaimana jika justru dari sanalah teror itu datang? Dalam Sumpah Darah, saya ingin membangun rasa tidak nyaman itu secara perlahan, tanpa terburu-buru menjelaskan semuanya. Saya ingin penonton ikut bertanya-tanya tentang siapa sosok ini, apa yang sebenarnya terjadi, dan sejauh mana Mara bisa mempercayai kehidupan barunya,” ujar Cornelio.

​Selain official trailer, poster resmi Sumpah Darah turut dirilis untuk memperkenalkan atmosfer film kepada penonton. Bersama trailer, poster ini menjadi bagian dari pengenalan dunia Mara, yang menyimpan pertanyaan tentang kehidupan barunya, sosok ibu Thomas, dan rahasia yang menghubungkan semuanya. Alih-alih memberikan jawaban, kedua materi promosi ini mengajak penonton menelusuri petunjuk-petunjuk yang muncul sekaligus mempertanyakan apa yang sesungguhnya tersembunyi di balik teror yang dialami Mara.

​Sumpah Darah mengisahkan Mara (Asmara Abigail), seorang LC karaoke yang mendapat tawaran menikah dan menjalani kehidupan yang lebih baik dari Thomas (Dwi Sasono), pria misterius yang baru dikenalinya. Meski semula menolak, Mara akhirnya menerima tawaran tersebut setelah secara tidak sengaja membunuh seorang klien ketika berusaha menyelamatkan sahabatnya, Dini (Sara Zany), dari percobaan pemerkosaan. Mara pun meninggalkan kota bersama Thomas, berharap dapat memulai lembaran baru di tempat yang jauh dari kehidupan lamanya.

​Harapan itu membawanya ke sebuah vila terpencil, tempat Thomas tinggal bersama ibunya (Ully Triani). Namun, kehidupan baru yang semula tampak menjanjikan perlahan memperlihatkan berbagai kejanggalan. Kehadiran sosok ibu Thomas yang misterius semakin menambah kegelisan Mara, sementara rahasia mengerikan di balik tempat tinggal barunya mulai terungkap. Apa yang awalnya menjadi jalan keluar dari kehidupan lama justru mengancam nyawa dan kemanusiaannya. Mampukah Mara mengungkap kebenaran dan menyelamatkan dirinya sebelum semuanya terlambat?

​Selain Asmara Abigail sebagai Mara dan Dwi Sasono sebagai Thomas, film ini turut dibintangi oleh Ully Triani, Sara Zany, dan Ruth Marini.

​Saksikan official trailer dan poster resmi Sumpah Darah, dan bersiaplah memasuki kisah ketika kehidupan baru justru menjadi awal dari teror yang tak terduga. Siapa sebenarnya sosok ibu Thomas, dan mampukah Mara menyelamatkan dirinya dari rahasia yang mengancam hidupnya? Temukan jawabannya di bioskop mulai 26 November 2026!

​Pantau terus akun media sosial resmi Sumpah Darah untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai film ini.

Jumat, 09 Oktober 2026

Geng Arwah Ikut Pecahkan Misteri Kematian, Ghosthing Siap Tayang 15 Oktober 2026

Komedi Horor dengan Semangat Tontonan Populer Era Awal 2000-an, Menghadirkan Dunia Manusia dan Arwah dalam Kehidupan Sehari-hari

​Jakarta, 8 Oktober 2026 – Bagaimana jadinya jika seorang perias jenazah harus bekerja sama dengan sekelompok arwah untuk mengungkap misteri kematian seorang influencer? Premis unik ini hadir dalam Ghosthing, film horor-komedi terbaru produksi Imperial Pictures yang siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

​Disutradarai Arie Azis, diproduseri Hartawan Triguna, dan ditulis oleh Evelyn Afnilia, Ghosthing mengikuti kisah Alfian (Baskara Mahendra), seorang perias jenazah yang memiliki kemampuan melihat arwah. Kehidupannya berubah ketika bertemu Maya (Yasamin Jasem), arwah seorang influencer muda yang meninggal secara misterius dan berusaha mencari kebenaran di balik kematiannya.

​Dalam perjalanan mengungkap misteri tersebut, Alfian tidak sendirian. Ia dibantu oleh sekelompok arwah dengan karakter dan latar belakang berbeda, mulai dari Ci Nat (Leony VH), Bang Arip (Tanta Ginting), Mbak Min (Siti Fauziah), hingga Suster Wanda (Chika Waode). Namun, alih-alih membuat pencarian menjadi lebih mudah, tingkah para arwah justru kerap menghadirkan kekacauan yang mengundang tawa.

​Menghidupkan Kembali Semangat Komedi Supernatural Era 2000-an

​Berbeda dari film horor yang mengandalkan ketegangan, Ghosthing menghadirkan mereka sebagai karakter yang memiliki kepribadian, kebiasaan, dan dinamika satu sama lain. Kehadiran mereka justru menjadi salah satu sumber komedi sekaligus nyawa dalam perjalanan Alfian dan Maya.

​Interaksi antara Alfian dan kelompok arwah tersebut berkembang menjadi sebuah camaraderie yang tidak biasa. Mereka datang dari latar belakang berbeda, memiliki karakter masing-masing, tetapi kemudian bekerja bersama untuk membantu Alfian dan Maya mengungkap misteri yang ada.

​Pertemuan berbagai karakter tersebut membuat dunia Ghosthing terasa dekat dengan keseharian. Dunia manusia dan dunia arwah tidak ditempatkan sebagai dua ruang yang terpisah, melainkan dapat hadir dan berinteraksi dalam situasi-situasi yang sederhana, akrab, dan terkadang justru mengundang tawa.

​"Sejak awal, kami ingin membuat film yang bisa menghibur penonton lewat cerita yang sederhana tetapi memiliki dunia yang menarik. Kami membayangkan bagaimana kalau dunia manusia dan arwah bisa hadir berdampingan dalam kehidupan sehari-hari, lalu dari situ muncul berbagai situasi yang lucu, sekaligus tetap memiliki misteri yang ingin diikuti sampai akhir," ujar Hartawan.

​Pendekatan tersebut juga membawa semangat tontonan populer Indonesia pada era awal 2000-an, ketika cerita tentang kehidupan sehari-hari, keluarga, persahabatan, komedi, dan dunia supernatural dapat hadir secara berdampingan. Ghosthing membawa semangat kedekatan dan keseruan tersebut ke dalam format film layar lebar, dengan karakter-karakter yang kuat dan dinamika antarkarakter sebagai bagian penting dari pengalaman menonton.

​"Tantangan terbesar dalam Ghosthing adalah bagaimana menjaga komedi, horor, dan misterinya tetap berjalan bersama. Kami ingin penonton bisa menikmati misterinya, tetapi di saat yang sama tetap bisa tertawa melihat tingkah para karakter," ungkap Arie Azis.

​Ketika Misteri Bertemu Kekacauan Para Arwah

​Di balik tingkah para arwah yang mengundang tawa, Ghosthing tetap menyimpan sebuah misteri yang membuat Alfian dan Maya terus mencari jawaban. Apa yang sebenarnya terjadi pada Maya? Dan mengapa kematiannya menyisakan begitu banyak pertanyaan?

​Alih-alih membawa misteri tersebut dalam suasana yang serba serius, Ghosthing justru membiarkan pencarian jawaban berlangsung di tengah kekacauan yang ditimbulkan para arwah.

​Bagi Arie, perpaduan inilah yang menjadi salah satu tantangan sekaligus keseruan dalam menggarap Ghosthing.

​"Tantangan terbesar dalam Ghosthing adalah bagaimana menjaga komedi, horor, dan misterinya tetap berjalan bersama. Kami ingin penonton bisa menikmati misterinya, tetapi di saat yang sama tetap bisa tertawa melihat tingkah para karakter," ungkapnya.

​Dengan begitu, misteri dalam Ghosthing tidak hadir sebagai sesuatu yang berat, melainkan menjadi bagian dari perjalanan yang penuh kejutan, kekacauan, dan interaksi antarkarakter. Penonton diajak mengikuti pencarian Alfian dan Maya sambil melihat bagaimana para arwah justru ikut membuat semuanya semakin rumit—dan tentunya semakin menghibur.

​Film ini diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi, di antaranya Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, Mona Ratuliu, Indian Akbar, dan Amel Carla.

​Melalui perpaduan horor, komedi, serta misteri yang dibalut interaksi karakter penuh warna, Ghosthing menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengundang tawa.

​Karena terkadang, mereka yang paling membantu kita menemukan kebenaran justru datang dari dunia yang tidak pernah kita bayangkan.

​Saksikan Ghosthing di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Aurora Ribero dan Para Pemain Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? Bicara tentang Perjuangan Menemukan Tempat di Dunia Kerja dalam Trailer & Poster Terbaru yang Dirilis

​Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? tayang mulai 12 November 2026 di bioskop

​Jakarta, 9 Oktober 2026 – BASE Entertainment mempersembahkan film terbaru berjudul Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? karya sutradara Archie Hekagery, yang diadaptasi dari buku bestseller karya Samuel Ray. Film ini akan tayang mulai 12 November 2026 di bioskop Indonesia.

​Menjadi anak baru, memulai dari nol, dan berusaha membuktikan diri adalah pengalaman yang mungkin pernah atau akan dialami banyak orang dalam perjalanan hidupnya. Lewat Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?, pengalaman tersebut dikisahkan melalui enam anak muda yang sedang mencari tempat di dunia kerja—masing-masing dengan alasan, tekanan, dan harapan yang berbeda.

​Di balik perjuangan menjadi “anak baru”, film ini juga mengajak penonton bertanya: sebenarnya, kerja kita selama ini ngejar apa sih?

​Dalam trailer resmi yang dirilis, keenamnya diperkenalkan sebagai calon karyawan yang harus menjalani masa probation dan membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan posisi sebagai karyawan tetap. Di tengah proses tersebut, mereka tidak hanya menghadapi tuntutan untuk membuktikan diri, tetapi juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan satu sama lain.

​Salah satu karakter yang disorot adalah Bintang, yang diperankan Aurora Ribero. Ia berjuang mati-matian demi mendapatkan pekerjaan yang stabil. Sebelumnya, Bintang selalu mentok di masa probation selama maksimal tiga bulan dan terus berganti pekerjaan. Di Jaya Food, ia kembali harus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi karyawan tetap—kali ini dengan bersaing bersama lima calon karyawan lain yang sama-sama sedang berusaha menemukan tempat.

​Sementara itu, poster resmi yang dirilis memperlihatkan Aurora Ribero bersama para pemeran lainnya di Stasiun KRL. Keenam karakter berdiri dalam posisi yang sama, seperti para penumpang yang setiap hari bergerak menuju tujuan masing-masing—sebuah gambaran tentang orang-orang yang sama-sama sedang berjuang menjalani hidup dan mencari tempatnya.

​Disutradarai oleh Archie Hekagery, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? diproduseri oleh Shanty Harmayn dan Aoura Lovenson Chandra. Film ini menghadirkan drama mencari pekerjaan sebagai sebuah pelukan untuk sesama pejuang rupiah di tengah sulitnya kondisi ekonomi. 

​“Menjadi anak baru adalah pengalaman yang sangat universal. Kita semua pernah berada di posisi ketika harus memulai dari nol, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan membuktikan diri. Melalui enam calon karyawan yang menjalani masa probation, ada yang ingin kami sampaikan. Mereka masing-masing membawa tanggung jawab. Ada yang membawa mimpi, ada yang orientasinya memang mengejar karier, ada juga yang masih harus membuktikan diri. Setiap karakter di film ini berbeda-beda. Memang ada persaingan, tapi di balik persaingan itu, ada cerita-cerita tentang manusia, dan kami ingin memberikan sebuah pesan harapan di dunia yang serba kompetitif ini,” ujar produser Shanty Harmayn.

​“Karena dunianya adalah dunia kerja korporat, saya harus melakukan riset lebih dulu selama kurang lebih dua bulan. Jadi saya ke beberapa kantor, benar-benar bertemu dengan HR-nya, menggali lebih dalam istilah-istilah dan dinamika dunia kerja korporat. Dari situlah kemudian saya semakin punya bekal dari naskah yang sudah ditulis,” ujar sutradara Archie Hekagery.

​“Ada dua karakter perempuan yang saya sangat suka di film ini, yakni Bintang dan Claudia. Menurut saya keduanya sangat menggambarkan bagaimana pekerja perempuan begitu tangguh. Meski keduanya berlawanan, tapi ada sisterhood yang bakal kalian temukan dari keduanya, dan saya harap ini sangat relate untuk penonton perempuan,” tambah Archie.

​Aurora Ribero, yang memerankan Bintang, mengungkapkan bahwa Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? juga menggambarkan pengalaman ketika seseorang harus memulai dari nol, menghadapi penolakan, dan berusaha menemukan tempatnya di lingkungan baru.

​“Buat aku, Bintang itu menarik karena dia sedang mengalami banyak hal untuk pertama kalinya. Dia sedang mencari pekerjaan, menghadapi penolakan, masuk ke lingkungan baru, dan berusaha membuktikan bahwa dia mampu. Rasanya seperti perjalanan seseorang yang sedang belajar menemukan tempatnya,” ujar Aurora Ribero.

​Sementara itu, bagi Rey Bong, yang memerankan karakter Bima, film ini juga memberinya sudut pandang baru tentang perjuangan anak muda dalam mencari pekerjaan.

​“Di film ini kita bisa melihat sudut pandang dari masing-masing karakter anak muda yang lagi struggle. Kalau Bima, karakter yang aku perankan, dia sangat ambisius dan oportunistik. Tapi dia bisa menempatkan dirinya di tengah pesaingnya di dunia kerja dengan cara merangkul semuanya,” ujar Rey Bong.

​Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? juga dibintangi oleh Gabriella Ekaputri, Daffa Wardhana, Arafah Rianti, dan Lutfi Afansyah. Ikuti perkembangan terbaru film Lagi Probation di akun Instagram @filmlagiprobation dan @base.id. Tonton filmnya di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. 

​Tentang BASE Entertainment

​BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Di tahun ini, film animasi keluarga Garuda Di Dadaku (Garuda: Dare to Dream), yang dirilis pada Juni 2026, meraih Gryphon Award – Best Film (Elements +6) serta LETE Special Award di Giffoni Film Festival ke-56 di Italia. Film horor Paket Santet, yang dirilis pada Agustus 2026, juga memperluas jangkauannya ke pasar internasional dan akan tayang di Rusia, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

​Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Kamis, 08 Oktober 2026

Dimas Anggara Bikin Horor Penuh Teror-Action di Film Aplikasi Iblis, Ajak Penonton Berani Membuka Pintu ke Dunia Arwah

Aplikasi Iblis tayang mulai 15 Oktober 2026 di bioskop

​Jakarta, 8 Oktober 2026 – NIH Pictures mempersembahkan film horor terbaru berjudul Aplikasi Iblis yang akan tayang di bioskop mulai 15 Oktober, karya sutradara Dimas Anggara. Film ini membawa penawaran baru yang berbeda, mengeksplorasi teror dari aplikasi teknologi berbahaya, saat obsesi cinta justru berubah menjadi serentetan peristiwa mengancam nyawa yang tragis.

​Sebagai debut penyutradaraan horor Dimas Anggara, Aplikasi Iblis berhasil memberikan tensi emosi yang penuh adrenalin. Awalnya, cerita di film ini seperti akan terasa manis. Saat Arya (Junior Roberts) ingin melamar kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Namun, peristiwa tragis menimpa Laras, yang membuatnya kehilangan nyawa.

​Arya yang masih belum bisa move on, terlarut dalam kesedihannya. Hingga apapun dilakukannya untuk bisa kembali bersatu dengan sang kekasih, lewat sebuah aplikasi yang menghubungkan Arya dengan arwah Laras.

​Aplikasi Iblis membangun nuansa horor tak hanya lewat jumpscare, tetapi juga sisi psychological yang memberikan teror ke karakter-karakternya. Aplikasi yang harusnya menyatukan kembali cinta Arya dan Laras, justru memberikan teror tiada henti, sebuah aplikasi yang membuka pintu ke dunia arwah.

​"Film ini ingin memperlihatkan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, pasti ada dampak negatifnya. Apa yang dilakukan Arya, dia terlalu terobsesi dengan cinta dan kekasihnya, bahkan saat orangnya sudah meninggal. Itulah yang justru menutup hatinya sehingga tidak bisa bertindak dengan sehat, dan akhirnya memilih jalan yang salah, dengan bergantung melalui aplikasi iblis yang malah mengundang teror," ujar sutradara Dimas Anggara.

​Disutradarai Dimas Anggara, Aplikasi Iblis diproduseri oleh R. Dimas Aryanto, dengan naskah yang ditulis oleh Tisa TS. Film ini dibintangi oleh Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aulia Deas, Aldo Irawan Putra, Muhammad Daffa Al Harits, dan Valdes Herera, serta penampilan spesial Della Dartyan.

​"Salah satu yang menjadi tantangan di film ini juga adalah bagaimana kami harus syuting di sebuah gedung bekas supermarket yang sudah terbengkalai. Kami manfaatkan itu untuk mendukung nuansa horor sekaligus action-thriller yang ada di film ini," ujar produser R. Dimas Aryanto. 

Bagi Junior Roberts, yang memerankan Arya, merefleksikan perannya sebagai perjalanan baru. Tak hanya berhadapan dengan teror hantu dari arwah yang diundangnya, Junior juga harus banyak melakukan adegan action.

​"Secara fisik memang benar-benar harus ekstra, karena Aplikasi Iblis ini bukan cuma horor tapi juga memiliki banyak adegan action. Jadi aku bukan hanya lari-larian tapi juga memang benar-benar harus fighting melawan atlet profesional yang ikut bermain di film ini," ungkap Junior Roberts.

​"Dari karakter Arya aku juga belajar bahwa kita perlu mengikhlaskan yang telah pergi dan tak bersama kita. Tapi karena hati Arya itu sudah sangat tertutup dan dibutakan oleh obsesinya dengan cinta terhadap pasangannya, dia justru mengundang hal yang tak terduga yang bikin semuanya kacau," tambah Junior.

​Dosma Hazenbosch, yang baru pertama kali membintangi film horor, mengungkapkan pengalamannya untuk mendapat riasan yang memerlukan waktu cukup intens. Belum lagi, ia juga harus mengubah karakter vokalnya.

​"Karena aku jadi hantu atau arwah yang kembali ke dunia, bukan cuma fisik dan wajahku yang berubah. Tapi aku juga mengubah vokalku menjadi lebih berat, dan itu membutuhkan latihan dan riset yang cukup panjang untuk bisa menghasilkan suara yang berbeda," ungkap Dosma Hazenbosch.

​Aplikasi Iblis akan menjadi roller coaster adrenalin tinggi di bioskop. Dengan teror psychological-nya, serta action-thriller yang memberikan urban supernatural horror ini menegangkan hingga akhir.

​Tonton film Aplikasi Iblis di bioskop mulai 15 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Aplikasi Iblis melalui akun media sosial resmi di Instagram @aplikasiiblisfilm dan @nihpictures. Film Aplikasi Iblis tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Rabu, 07 Oktober 2026

Film Musikal Batak PULANG KAMPUNG Memperkenalkan Perjalanan Daniel dan Uli Melalui Official Trailer yang Rilis Hari Ini!

​Film karya Bene Dion Rajagukguk ini akan tayang di bioskop mulai 26 November 2026

​Jakarta, 7 Oktober 2026 – Rumah produksi Imajinari telah merilis official trailer dan memperkenalkan lagu-lagu tema dalam film musikal Batak PULANG KAMPUNG. Trailer ini membuka perjalanan Daniel (Axelo Nababan), pemuda Batak kelahiran Jakarta yang terpaksa pulang kampung atas perintah ayahnya. Film yang ditulis dan disutradarai Bene Dion Rajagukguk tersebut akan tayang di bioskop mulai 26 November 2026.

​Di kawasan Danau Toba, Daniel ditemani Uli (Vanessa Simorangkir), sepupunya yang tinggal di sana, untuk mengenal kampung dan budaya Batak demi mempersiapkan diri menjadi calon anggota legislatif. Perjalanan mereka diwarnai kedekatan menggemaskan yang tak diduga. Masalah muncul ketika Daniel ternyata jatuh cinta bukan hanya pada budaya Batak, tetapi juga pada Uli. Trailer membawa penonton menyusuri pelabuhan, jalan desa, dan bentang alam Danau Toba, lalu masuk ke adegan bernyanyi dan menari yang melibatkan banyak pemain dalam iringan lagu-lagu Batak bernada riang.

​"Cerita PULANG KAMPUNG berangkat dari lagu-lagunya, lalu saya mulai menulis perjalanan Daniel dan Uli dari sana. Harapannya, penonton bisa menikmati musiknya sekaligus mengikuti kisah mereka, termasuk yang belum akrab dengan lagu-lagu Batak," ujar penulis dan sutradara Bene Dion Rajagukguk.

​Penata musik Viky Sianipar mengolah kembali lagu-lagu Batak dengan aransemen yang memberi ruang bagi energi para pemain dan koreografi film. Di dalam trailer, Imajinari juga sekaligus mulai memperkenalkan cuplikan empat lagu yang akan ada di dalam film, yaitu "Jamila", "Pulo Samosir", "Tortohon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang". Lagu "Jamila", Tortohon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang" juga dirilis melalui akun Instagram, YouTube, dan TikTok @imajinari.id mulai hari ini.

​Film PULANG KAMPUNG menjalani sekitar enam bulan persiapan, termasuk reading, latihan vokal dan koreografi, serta rekaman lagu. Pengambilan gambar dilakukan di kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, Sumatera Utara, serta Jakarta. Adegan-adegan di ruang terbuka yang terlihat dalam trailer memberi gambaran tentang skala produksi dan dunia tempat Daniel dan Uli bertemu.

​"Sejak Bene menyampaikan idenya, kami tahu musikal ini butuh persiapan yang berbeda. Lagu, akting, dan koreografi harus bisa membawa penonton menikmati dan merasakan energi yang sama. Kami ingin PULANG KAMPUNG menjadi pengalaman menonton yang hangat dan menyenangkan bagi banyak orang. Kami sangat terbantu dengan kolaborasi bersama koreografer Dimas Praditya dan Associate Producer Bayu Pontiagust yang memang sudah berpengalaman mengerjakan format musikal," ujar produser Ernest Prakasa.

​Trailer memberi ruang bagi Axelo Nababan dan Vanessa Simorangkir untuk memperlihatkan interaksi Daniel dan Uli dalam adegan drama dan musikal serta lucu menggemaskan di beberapa kesempatan. Keduanya dikenal sebagai alumni Indonesian Idol musim ke-13. PULANG KAMPUNG menjadi debut akting layar lebar bagi Axelo dan debut akting bagi Vanessa.

​"Musik memang dekat dengan saya, tetapi di film ini saya harus bernyanyi sebagai Daniel. Kami banyak berlatih vokal, koreografi, dan adegan bersama Vanessa supaya hubungan Daniel dan Uli terasa hidup. Saya berharap penonton bisa merasakan serunya perjalanan mereka lewat trailer ini," ujar Axelo.

​Film musikal Batak PULANG KAMPUNG diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, disutradarai Bene Dion Rajagukguk bersama ko-sutradara Kristo Immanuel, serta menampilkan Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, dan Paulus Simangunsong. Saksikan PULANG KAMPUNG di bioskop mulai 26 November 2026 dan ikuti informasi terbaru melalui Instagram dan TikTok @imajinari.id serta kanal YouTube Imajinari.

​Akun Resmi:

  • ​Instagram: @imajinari.id

  • ​TikTok: @imajinari.id

  • ​YouTube: Imajinari

​***

​TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film "AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!" yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office "AGAK LAEN" yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap" (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023. 

Trailer SEPORSII MIE AYAM SEBELUM MATI Dirilis, Benidictus Siregar Debut sebagai Tokoh Utama Film Drama

​ Jakarta, 12 Oktober 2026 — Sinergi Pictures dan Ben Film resmi merilis trailer Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati , film drama garapan sutrada...