Kamis, 19 Maret 2026

MAGMA Entertainment Rilis Poster Resmi Film 'Badut Gendong': Memperkenalkan Wajah Baru dari Universe Qodrat


Jakarta, 18 Maret 2026 - Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi menyingkap tabir misteri dari proyek horor-aksi terbarunya, Badut Gendong, melalui peluncuran official poster. Poster ini menjadi perkenalan perdana bagi publik terhadap entitas mencekam yang digadang-gadang akan menjadi ikon teror baru di perfilman Indonesia, sekaligus memperluas narasi besar dari semesta film Qodrat. Badut Gendong akan mulai diputar tanggal 27 Mei di bioskop seluruh Indonesia.

Visual Mencekam: Tarian Maut dalam Kegelapan

Official poster Badut Gendong menyajikan visual yang provokatif dan penuh teka-teki. Berlatar hutan gelap di bawah pendar bulan yang pucat, Marthino Lio tampil dalam kondisi tak sadar, tubuhnya tampak kaku di bawah kendali kekuatan yang tak terlihat.

Di sisinya, terlihat sosok yang menggunakan topeng mengerikan. Selendang merah panjang melilit dan berputar liar di udara, menciptakan kesan "tarian maut" yang meninggalkan jejak darah di sekelilingnya.

Gestur tubuh yang tampak tidak natural itu membangun aura menyeramkan yang intens bagi siapa pun yang melihatnya. Visual ini menegaskan bahwa Badut Gendong bukanlah sekadar hantu biasa, melainkan entitas misterius yang merasuki dan mengendalikan tubuh manusia untuk menyebarkan petaka.

Perluasan Semesta Qodrat

Film ini disutradarai oleh Charles Gozali, kreator di balik kesuksesan Qodrat. Di mana film ini akan menjadi kepingan penting dalam Universe Qodrat. Film ini memperluas dunia yang telah diperkenalkan sebelumnya, dengan menghadirkan sisi gelap melalui sosok baru, yaitu Badut Gendong yang siap meneror.

Charles Gozali menjelaskan bahwa film ini akan membawa penonton lebih dalam menyelami karakter yang penuh kegilaan sekaligus misteri tersebut. "Film ini akan mengajak penonton untuk mengikuti dan menyaksikan kegilaan karakter ini, dan pada akhirnya mungkin mengerti alasan di balik teror tersebut," ungkapnya.

Produser Linda Gozali mengungkapkan bahwa karakter Badut Gendong akan memperlihatkan dimensi lain dari dunia yang telah dikenal penonton.

"Jutaan orang Indonesia sudah menyaksikan aksi heroik Uztaz Qodrat, sosok superhero baru Indonesia. Kini melalui Badut Gendong, kami ingin mengenalkan sisi lain di balik semesta ini, sosok teror yang akan menghantui universe ini," ujar Linda Gozali.

Jadwal Tayang dan Jajaran Pemain

Bagi penonton yang ingin merasakan atmosfer teror lebih dulu, poster resmi Badut Gendong kini telah tersebar di berbagai jaringan bioskop di seluruh Indonesia. Penonton yang datang ke bioskop pada musim libur Lebaran sudah dapat melihat langsung visual pertama dari sosok misterius ini.

Film Badut Gendong dibintangi oleh Marthino Lio, Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Khiva Rayanka. Sebagai bagian dari Universe Qodrat, Badut Gendong akan menghadirkan kombinasi horor yang mencekam, aksi yang intens, serta teror yang tidak berhenti menghantui.

Badut Gendong akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026. Tak hanya itu, film ini juga akan tayang secara internasional melalui distributor berbasis Vietnam, Mockingbird Pictures, yang membawa Badut Gendong sebagai salah satu bagian dari lineup mereka di Hongkong FilMart. Ikuti perkembangan terornya melalui media sosial resmi MAGMA Entertainment di @magmaent.

Rabu, 18 Maret 2026

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Tayang Hari Ini! di Semua Bioskop, Film Lebaran Pertama Luna Maya yang Megah

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang 18 Maret 2026 di semua bioskop Indonesia

Jakarta, 18 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Soraya Intercine Films yang dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang mulai hari ini, 18 Maret 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Sejak gala premiere, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa telah mendapat ulasan positif dari para penonton.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menghadirkan hiburan dari horor kolosal megah bertabur jajaran pemeran legendaris dan komedian ternama Indonesia. Film ini membawa hiburan ketegangan, teror santet, sekaligus visual yang memukau.

"Melihat reaksi penonton yang sudah nonton duluan, aku happy banget. Meski awalnya sempat tegang karena ini film Lebaran pertamaku. Aku rasa film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa pas banget untuk Lebaran karena kita bisa melihat bagaimana kemegahan sinematik dari film SUZZANNA leveling up di seri yang terbaru ini," kata Luna Maya.

"Di film ketiga SUZZANNA, aku benar-benar merasa seluruh tim dan kru seperti hidup semuanya, nge-blend. Bagiku itu menjadi semangat saat ada di lokasi syuting dalam mengerjakan filmnya. Saat melakukannya jadi tidak ada rasa penolakan sedikitpun. Sangat senang dalam proses film SUZZANNA, dan semoga energinya sampai ke penonton," tambah Luna.

Pada 19 Maret 2026, Soraya Intercine Films pun mengajak penonton untuk nobar bersama jajaran pemeran SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa di Senayan City XXI pada show 15:50 WIB.

Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis. Naskah film ini ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain Luna, Reza, dan Clift, film ini turut dibintangi oleh Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K., Budi Bima, El Manik, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, Ence Bagus, Nunung, Piet Pagau, Sabar Bokir, dan Petrix Gembul.

Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!

Catatan Produksi:
Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Sajikan Horor Kolosal Mewah dari IP Paling Ikonik Indonesia! Jadi Film Lebaran Pertama Luna Maya

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 14 Maret 2026 - Produser Sunil Soraya bersama Soraya Intercine Films, didukung oleh Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment membawa langkah baru yang menjadi sejarah dalam perjalanan IP horor paling ikonik di Indonesia, melalui film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Film yang akan tayang mulai 18 Maret 2026 dan bertepatan dengan momen libur Lebaran tersebut menyajikan horor kolosal yang mewah, dengan visual indah dan grande, serta cerita yang sangat menghibur.

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menjanjikan tayangan Lebaran yang penuh aksi kejutan, horor menegangkan, hingga drama yang menggetarkan emosi. Di film ketiga dari adaptasi waralaba SUZZANNA ini, Luna Maya kembali memerankan karakter Suzzanna. Namun, ini pertama kalinya ia seutuhnya menjadi manusia, dan karakter Suzzanna di film ini juga sangat manusiawi.

Suzzanna memiliki dendam kepada Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang telah menyebabkan sang ayah (El Manik) mati, dan membuat keluarga serta masyarakat di desanya sengsara. Misi balas dendam Suzzanna dengan kekuatan ilmu santet itulah yang akan menjadi sajian menarik di film ini.

Bagaimana Luna Maya menjelma membangkitkan aura Suzzanna, dan menghadirkan film horor kolosal yang grande, serta refleksi tentang nilai humanisme yang mendalam. Selain Luna Maya, jajaran ansambel di film ini juga sangatlah memberikan kepuasan. Luna tak hanya beradu peran dengan Reza Rahadian sebagai Pramuja, tetapi juga bersama dengan suami Suzzanna, Clift Sangra sebagai Bisman. Jajaran ansambel film ini dibintangi oleh aktor-aktor legendaris dan komedian Indonesia, yang akan memberikan berbagai lapisan hiburan di dalam film.

Sebagai horor yang grande, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa berhasil menunjukkan dalam desain produksi yang sangat terasa di filmnya. Tak hanya dari set dan ratusan pemain yang terlibat, tetapi juga adegan-adegan besar dan ikonik yang semakin membuat pengalaman menonton saat Lebaran menjadi semakin puas.

"Di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, kami menghadirkan hiburan tontonan horor yang belum pernah ada dari IP Suzzanna sebelumnya, dan akan menjadi sejarah baru dalam perjalanannya. Film ini sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga dan teman-teman saat Lebaran. Entertainment value yang besar, ada pesan moral yang juga disampaikan, menjadikan film ini pilihan utama saat Lebaran," ujar produser Sunil Soraya.

Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis. Naskah film ini ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain Luna, Reza, dan Clift, film ini turut dibintangi oleh Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K., Budi Bima, El Manik, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, Ence Bagus, Nunung, Piet Pagau, Sabar Bokir, dan Petrix Gembul.

Meski telah tiga kali memerankan Suzzanna, namun ini menjadi pertama kalinya IP adaptasi Suzzanna dan Luna Maya tayang di momen Lebaran. Bagi Luna, kembali memerankan Suzzanna seperti kembali.

"Di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa ceritanya sangat kaya. Ada komedi, drama, dan ada begitu banyak genre yang ada di sini. Jadi secara cerita utuh. Seperti kita sedang ada di dunia ini, bahwa terkadang kita tertawa, kadang sedih, kadang ada romance-nya, bahkan kadang-kadang ada action-nya juga. Aku sangat menikmati, tumbuh dan berkembang bersama karakter Suzzanna," ujar Luna Maya.

Di film ini, dedikasi Luna Maya juga sangat ditunjukkan. Tak hanya mengenakan tata rias prostetik dengan persiapan 4 jam, Luna juga terjun sendiri untuk melakukan adegan-adegan ekstrem. Seperti salah satunya saat ia tenggelam di arus sungai dan sempat tak muncul ke permukaan dalam waktu beberapa menit. Pengalaman tersebut dilakukan Luna tanpa pemeran pengganti.

"Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menurut aku filmnya benar-benar grande. Saat nonton di libur Lebaran, akan terasa seperti disuguhkan tayangan yang sangat 'meledak-ledak," tambah Luna.

Reza Rahadian, yang memerankan karakter Pramuja, sosok yang jatuh cinta pada Suzzanna dan menjadi penggerak perlawanan warga desa yang tertindah oleh Bisman, menuturkan cerita di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa juga membawa pesan dan isu sosial yang sangat penting.

"Bagi saya, ini adalah langkah berani dari Pak Sunil dan Soraya Intercine Films dalam mengangkat cerita Suzzanna di SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Film ini berbicara tentang relasi manusia, isu kelas sosial, hingga tentang penyalahgunaan dan kesewenangan kekuasaan. Grande secara cerita dan pendekatan kreatif," kata Reza Rahadian.

Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!

Catatan Produksi:
Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Tayang Mulai Hari Ini, Na Willa Film Paling Membahagiakan Untuk Keluarga Di Saat Lebaran


Jakarta, 18 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Visinema Studios yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tayang hari ini 18 Maret 2026, Na Willa, siap membawa kebahagiaan. Dibuat oleh para kreator JUMBO yang telah sukses memeluk puluhan juta hati penonton dan keluarga Indonesia, Na Willa adalah film yang diadaptasi dari buku berjudul sama oleh Reda Gaudiamo.

Di film live action pertamanya, Ryan menyuguhkan kebahagiaan dunia anak melalui perspektif Na Willa. Dunia warna warni dipadukan dengan momen-momen keajaiban yang nostalgik dan membuat orang dewasa ingin kembali menjadi anak anak. Film ini dibintangi oleh Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem.

Di media sosialnya, Ryan menyampaikan rasa syukur. "Segala puji bagi-Mu, Allah. Syukurku atas semua kasih sayang yang Kau terus alirkan sampai #FilmNaWilla +HARI INI TAYANG. Kau selalu ganti setiap lelah dengan keajaiban-keajaiban yang tidak akan habis kuhitung. Hari ini, izinkanlah ia tayang dalam takdir terbaik-Mu. "

Sehari sebelumnya dirilis juga poster terbaru yang menampilkan Na Willa menjadi pusatnya bersama para karakter pendukung lain di sekitarnya.

Film Na Willa adalah film paling membahagiakan untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Saatnya #Bahagia Bareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan momen Lebaran!

Daftar Bioskop dan Promo Nonton Film Na Willa

Pada hari penayangan, Na Willa hadir lebih dari 1.600 show, dengan 478 layar di 445 bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk XXI, CGV, Cinepolis, NSC, Platinum, Kota Cinema Mall, dan Flix, serta menjangkau jaringan bioskop independen seperti Sam's Studios, Dakota, Sena Moviemax Cinema, Dakota Sengkang, Planet Cinema, BES Movimax, Movimax, Mopic Cinemas, Gajah Mada Tegal Surya Yudha Cinema, JIG Cinema, MSB Cinema, Hollywood Cinema, Denpasar Cineplex, IGN Cinema, LTD 9, Rajawali Cinema, Moviplex, Local Cinema Lombok, Local Cinema Manado, hingga Golden Theater.

Bagi yang ingin nonton bareng keluarga dan teman, Na Willa menghadirkan berbagai promo spesial di periode penayangan awal. Mulai dari promo Beli 1 Gratis 1 Tiket melalui TIX ID yang berlaku pada 18-19 Maret 2026 untuk pembelian di jaringan XXI, CGV, dan Cinepolis.

Selain itu, tersedia juga promo dari Loket Screen berupa Beli 2 Gratis 1 yang berlangsung pada 18-20 Maret 2026 dan berlaku di Flix Cinema, CGV, Kota Cinema Mall (KCM), serta Sam's Studios.

Tak hanya itu, promo Beli 1 Gratis 1 juga bisa dinikmati langsung di jaringan Kota Cinema Mall (KCM), Sam's Studios, dan New Star Cineplex (NSC), sehingga makin banyak pilihan untuk menonton bersama orang terdekat.

Untuk pengguna GoPay, ada juga penawaran menarik berupa cashback hingga 25 ribu GoPay Coins untuk pembelian tiket di XXI, CGV, dan Cinepolis melalui aplikasi GoPay, lengkap dengan ekstra gratis biaya admin.

Sementara itu, tiket reguler film Na Willa bisa dibeli secara online melalui aplikasi M-Tix XXI, aplikasi dan website CGV, TIX ID, Cinepolis, serta website Sam's Studios, atau langsung di bioskop seperti XXI, CGV, Cinepolis, KCM, Sam's Studios, dan NSC.

Jangan sampai kelewatan kesempatan dengan kuota promo yang terbatas ini!

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Sejarah Baru Terukir! Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak, Jadi Tonggak Inovasi Sinema Teruntuk Anak-Anak Indonesia


Jakarta, 18 Maret 2026 - Hari yang dinantikan telah tiba. Hari ini, sejarah baru bagi perfilman nasional resmi dimulai seiring dengan meluncurnya film sci-fi keluarga Pelangi di Mars di seluruh bioskop Indonesia.

Karya ambisius dari Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini hadir sebagai karya seni yang membawakan pengaruh besar untuk perkembangan imajinasi anak-anak. Film Pelangi di Mars bukanlah hanya sekedar tontonan libur Lebaran, namun merupakan bukti nyata bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi.

Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak anak-anak Indonesia menjelajahi Planet Merah dengan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.

Teknologi XR Pertama: Langkah Besar Industri Film Nasional

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka bersatu dengan satu misi: mendorong maju perfilman Indonesia ke level dunia. Pelangi di Mars mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.

Bukan Sekadar Film, Namun Dedikasi Ratusan Kreator

Di balik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif. Produser Dendi Reynando mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini.

"Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini," ungkap Dendi.

Senada dengan Dendi, sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia. "Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi," tutur Uple.

Rayakan Momen Bersejarah Bersama Keluarga di Lebaran 2026

Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Saksikan momen bersejarah ini bersama keluarga mulai hari ini, 18 Maret 2026. Manfaatkan promo spesial Buy One Get One Free (BOGOF) yang tersedia di aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal tayang dan konten eksklusif, silakan ikuti akun resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Selasa, 17 Maret 2026

Bahagia Bareng Na Willa! Film yang Membuat Semua Penonton Bahagia Sutradara Riri Riza Sebut Ceritanya Istimewa, Reza Chandika Bilang Rest Area Terbaik untuk Orang Dewasa


Jakarta, 17 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Visinema Studios yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, Na Willa, terbukti berhasil membuat semua penontonnya bahagia. Mulai dari special screening, gala premiere, hingga early screening, penonton Na Willa merasakan kebahagiaan mereka.

Salah satu kesan istimewa disampaikan oleh sutradara Riri Riza, yang berhasil dengan film-film anak seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi. "Menurutku, novel Na Willa adalah buku yang khusus, istimewa. Tapi ketika Ryan memfilmkannya, dia menjadi sebuah film yang bukan hanya istimewa dalam artian cara berceritanya, tetapi juga kedekatannya dengan perasaan."

"Jadi, saya merasa bangga bahwa akhirnya kita punya lagi sebuah film anak-anak yang formulanya pas, tepat, dan sangat menyenangkan untuk ditonton," tambah Riri Riza.

Sementara itu, bagi host dan aktor Reza Chandika, saat menonton film Na Willa merasa seperti diajak untuk melihat kembali kehidupan anak-anak. Bagi Reza, Na Willa seperti tempat pemberhentian terbaik untuk para orang dewasa.

"Sebagai anak kampung OG, enggak ngerti kenapa deres banget nih air mata kita dari awal sampai ending film, ehehe capek juga jadi orang gede. Rest area terbaik untuk umuran kita-kita," kata Reza Chandika.

Dibuat oleh para kreator JUMBO yang telah sukses memeluk puluhan juta hati penonton Indonesia, Na Willa dibuat dengan proses yang juga menghargai kolaborasi para kru dan pemeran yang terlibat. Sutradara Ryan Adriandhy menceritakan salah satu pengalaman momen magical yang juga membuat banyak penonton sejak special screening hingga gala premiere bertanya-tanya bagaimana cara membuat adegan tersebut yang terasa menyenangkan.

"Kenapa natural dan berhasil magical? Karena shot itu lahir dari kolaborasi manusia. No Generative AI, just "Alamiah Intelligence". Shot itu lahir bukan dari keajaiban instan, shot itu lahir dari kolaborasi yang sangat manusiawi. Dari imajinasi aktor yang harus membayangkan semua hal yang akan dianimasikan tim efek visual, kepekaan rasa DOP (Director of Photography) dan seluruh asisten kamera, dan ketelitian visual effects supervisor, semua 3D artists, animator efek visual, serta tim artistik di lokasi yang bergerak dalam satu napas yang sama," kenang Ryan Adriandhy.

"Semua dibangun lewat persiapan, konsentrasi, dan rasa percaya satu sama lain. Manusia-manusia yang sedang berdansa dalam kolaborasi hati," tambah Ryan.

Salah satu yang juga terlihat sangat natural adalah adegan kue cucur. Ketika Na Willa dan salah satu temannya, Farida, masuk ke kamar Kakak Farida, Mbak Martini. Di momen itu, Farida dan Na Willa memakan kue cucur. Namun, di sisi lain, Mbak Martini tengah resah dengan rencana pernikahannya. Ryan menangkap potret kepolosan anak-anak dengan secara natural, melihat realitas yang dihadapi orang yang sudah lebih besar dari sudut pandang anak-anak.

Ryan juga menyuguhkan kebahagiaan dunia anak seperti saat Na Willa dan geng Krembangan, teman-temannya saat bermain di tanah lapang yang mungkin saat ini jarang ditemui sehingga membuat nostalgia. Momen-momen keajaiban juga ditampilkan Ryan dengan berbagai elemen benda mati yang terasa hidup, seperti debu-debu kasur yang menyerupai kerlip bintang, air hujan yang tampak sparkling, atau buku-buku di ruang kelas yang beterbangan.

Saatnya #BahagiaBareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan momen Lebaran!

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran. 

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Baim Wong Merilis Film Ketiga, Semua Akan Baik-Baik Saja Dibintangi Reza Rahadian, Christine Hakim, Happy Salma, Raihaanun Drama Keluarga Emosional yang Menghangatkan Hati

Film Semua Akan Baik-Baik Saja tayang mulai 15 Mei 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 17 Maret 2026 - Baim Wong bersama rumah produksi yang didirikannya, Tiger Wong Entertainment, mempersembahkan film terbaru berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja. Film ini menjadi film panjang ketiga yang disutradarai Baim, setelah sukses blockbuster berturut Lembayung dan Sukma.

Semua Akan Baik-Baik Saja menjadi film keempat dari Tiger Wong Entertainment, dan memperkaya variasi ragam genre yang diproduksi, setelah sukses secara kritis dengan thriller, dicintai banyak penonton dengan horor, dan kini drama keluarga yang hangat.

Semua Akan Baik-Baik Saja turut dibintangi oleh jajaran pemeran bertabur bintang yang juga menjadi ikon drama. Termasuk Pemenang 6 Piala Citra FFI Reza Rahadian, Pemenang 5 Piala Citra FFI Christine Hakim, Pemenang 2 Piala Citra FFI Raihaanun, Pemenang Piala Citra FFI Happy Salma, Asri Welas, Rebecca Tamara, Teuku Rifnu Wikana, Ari Irham, Eric Estrada, Amanda Soekasah, Janna Soekasah, Aimee Saras, Luna Maya, Aquene Djorghi, Ageng Carlitos, Malikha Shaquenna, Alim, Zean Guntara, Shaquille Fayzel, Nagra Pakusadewo, Chew Kin Wah, dan Ade Rai.

"Semua Akan Baik-Baik Saja adalah film tentang harapan yang hangat dan menguatkan. Tentang dinamika keluarga, yang dibintangi oleh jajaran ansambel yang sudah terbukti kualitas mereka, dan melalui film ini Tiger Wong Entertainment ingin memberikan keragaman sinema di layar perfilman Indonesia," ujar sutradara Baim Wong.

"Ini adalah sebuah karya yang akan mengaduk emosi dan membawa pesan hangat, kesempatan kedua adalah keluarga," lanjut Baim.

Dalam official teaser yang dirilis, film Semua Akan Baik-Baik Saja menampilkan lapisan emosi yang mendalam dari jajaran para bintangnya. Konflik bermula saat Ibu Wida (Christine Hakim) ingin menjual rumahnya. la pun mengumpulkan anak-anaknya, Lintang, Bintang, dan Banyu.

Namun, menantu Ibu Wida, Ilham (Teuku Rifnu Wikana) menjadi salah satu penghambat. Ilham ingin mengambil sertifikat rumah. Ibu Wida merasa Ilham selalu menyusahkan keluarganya, termasuk anaknya, Tari (Happy Salma) dan para cucu Ibu Wida.

Dinamika keluarga tersebut akan menggetarkan emosi kita dan mengingatkan tentang perjuangan menjadi bagian dari keluarga, meski tak sempurna.

Sementara itu official teaser poster film ini menampilkan sisi dramatis yang belum pernah terlihat dari karya-karya Baim sebelumnya. Film ini juga akan semakin memiliki lapisan emosional dengan OST. yang dinyanyikan oleh Barsena berjudul Seperti Laut Kepada Langit.


Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga menjadi kerja sama terbaru Reza Rahadian bersama Tiger Wong Entertainment, setelah sukses lewat Berbalas Kejam, yang mengantarkannya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2023

"Kembali lagi bekerja bersama Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment adalah hal yang sangat istimewa. Terlebih, di film Semua Akan Baik-Baik Saja, ini pertama kalinya saya disutradarai oleh Baim, yang menurut saya dia adalah kreator yang hebat. Mengejar kesempurnaan dengan sepenuh hati untuk memberikan yang terbaik, dan mampu meracik drama emosional yang hangat tentang keluarga dengan jajaran pemeran lain yang berkualitas dan berhasil menciptakan suasana yang natural," ujar Reza Rahadian yang memerankan karakter Langit di film Semua Akan Baik-Baik Saja.

Sementara itu, film Semua Akan Baik-Baik Saja juga akan menjadi kolaborasi kedua Baim bersama Christine Hakim, yang sebelumnya sukses bersama film horor Sukma. Di film ini, Christine juga akan kembali reuni dengan Asri Welas dan Luna Maya.

"Film Semua Akan Baik-Baik Saja mengajak kita untuk membuka dialog tentang ketidaksempurnaan dari sebuah keluarga. Film ini memberi kita refleksi bahwa sebagai keluarga, kita juga patut memberikan kesempatan kedua, terlepas dari kesalahan yang ada di masa lalu," ujar Christine Hakim.

Tak hanya itu, Baim juga mengambil langkah berani. Ia membawa jajaran ansambel pemeran dari non-aktor, membuktikan visirnya untuk selalu memberi ruang bagi nama-nama baru di industri perfilman Indonesia.

Film Semua Akan Baik-Baik Saja akan semakin membuktikan kesungguhan Baim Wong sebagai sutradara, yang sejalan dengan visi Tiger Wong Entertainment untuk memberikan hiburan dengan keragaman cerita.


Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja di bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2026! Ikuti terus perkembangan informasi film Sukma melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuakanbaikbaiksaja.

Fadly Faisal dan Maudy Effrosina Bawa Chemistry Pasangan Asli ke OTW Halal


JAKARTA, 17 Maret 2026 — Viu menghadirkan drama terbaru OTW Halal yang akan tayang mulai 31 Maret 2026. Dibintangi Fadly Faisal dan Maudy Effrosina, drama ini langsung mencuri perhatian karena mempertemukan keduanya sebagai pemeran utama di tengah kedekatan mereka di kehidupan nyata.

Kehadiran Fadly dan Maudy sebagai pasangan utama dalam cerita menghadirkan ekspektasi besar dari pecinta drama yang penasaran melihat bagaimana chemistry mereka di dunia nyata diterjemahkan ke layar. Interaksi romantis keduanya pun diperkirakan akan terasa lebih natural, emosional, dan meyakinkan.

Antusiasme penonton terhadap serial ini mulai terlihat di media sosial, terutama sejak materi promosi yang menampilkan Fadly dan Maudy mulai beredar pekan lalu.

Namun, kekuatan OTW Halal tidak hanya terletak pada kedekatan personal para pemeran utamanya. Drama ini juga menawarkan benturan karakter yang kuat. Maudy Effrosina memerankan Renata, sosok yang dikenal sebagai “ratu nightlife” Jakarta dan harus menjalani hidup dengan identitas baru setelah dunianya mendadak runtuh.

Renata pindah ke rumah kos wanita sederhana dan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia pun terpaksa mengenakan hijab serta bergabung dalam kelompok belajar mingguan demi mendapatkan diskon sewa. 

Tapi di tengah usahanya untuk bertahan, hidup Renata justru semakin pelik ketika masa lalu yang ingin ia tinggalkan mulai menghantuinya kembali, sementara seseorang perlahan mencurigai identitas yang ia tutupi.

Maudy memandang Renata sebagai karakter perempuan yang keras di permukaan, tetapi sesungguhnya menyimpan banyak luka dan pergulatan batin. “Karakter perempuan bernama Renata punya banyak beban. Dalam hatinya baik, tulus, tapi keadaan memaksa ia melalui jalan pintas. Ia menjalani itu karena terdesak, ada masalah keluarga, sampai akhirnya ia sadar apa yang ia rasa dan inginkan,” ujar Maudy.

Ia juga menambahkan, “Renata lebih vokal, blak-blakan, nggak dipikirin. Tetapi kalau di dunia nyata, aku lebih memendam, apa-apa nggak dikeluarin.”

Di sisi lain, Fadly Faisal hadir sebagai Rafi, sosok baik dari latar santri yang sedang belajar menjadi seorang ustad. 

Tentang karakter yang ia perankan, Fadly mengatakan, “Karakter Rafi orangnya baik. Santri, tapi tidak polos. Ia belajar menjadi seorang ustad. Beda saya dan karakter Rafi sangat jauh. Rafi sabar, Fadly nggak. Rafi lebih dewasa dalam menyikapi masalah dan lebih soleh.”

Perpaduan antara chemistry pasangan asli dan konflik dua karakter yang sangat berbeda inilah yang membuat OTW Halal terasa semakin menarik. Jika Rafi tampil sebagai sosok religius yang tenang dan dewasa, Renata justru hadir dengan rahasia, luka, dan pergulatan identitas yang kompleks.


Selain dibintangi Fadly Faisal dan Maudy Effrosina, OTW Halal juga menghadirkan Hannah Al Rashid, Dahlia Poland, Alif Rivelino, dan Jeremie J Tobing. 

Drama ini akan tayang di Viu mulai 31 Maret 2026.

Sabtu, 14 Maret 2026

Penampakan Warga Mars Pertama di Bumi! Gala Premiere Pelangi di Mars Jadi Bukti Kekuatan Mimpi Anak Indonesia


Jakarta, 14 Maret 2026 - Suasana Epicentrum XXI Sabtu ini mendadak berubah menjadi lanskap ala planet merah yang futuristik, lengkap dengan robot-robit penghuni Mars. Film Pelangi di Mars secara resmi telah "mendarat" di Bumi untuk pertama kalinya melalui acara Gola Premiere yang digelar megah nan magis. Acara ini menandai puncak penantian panjang selama lima tahun bagi salah satu karya sinema paling ambisius di Indonesia.

Dihadiri Filmmaker dan Pemain Film Pelangi di Mars

Momen spesial malam ini dihadiri oleh dua "kapten" utama di balik layar, produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava. Turut hadir juga komposer musik Eunike Tanzil dan jajaran bintang utama: Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata.

Tak ketinggalan, para pengisi suara (voice actor) karakter robot seperti Bimo Kusumo (Bimoky), Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya, hingga para body actor di balik gerakan ikonik robot; Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.

Perayaan Sebelum Mulainya Petualangan Pelangi di Mars

Membawa Atmosfer Mars ke Jantung Jakarta Melalui dekorasi ala Planet Mars yang megah, Mahakarya Pictures berhasil menyulap area Epicentrum XXI menjadi ruang imajinasi tanpa batas.

Para undangan diajak merasakan langsung kekuatan mimpi anak Indonesia melalui visual dan atmosfer yang belum pernah ada sebelumnya dalam Gala Premiere film tanah air.

Dalam sesi konferensi pers, produser Dendi Reynando tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian ini.

"Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita," ungkap Dendi.

Sutradara Upie Guava juga menyampaikan rasa harunya melihat visi yang ia bangun bersama ratusan kru akhirnya terwujud nyata di layar lebar.

"Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dikonsumsi masyarakat. Saya berharap film ini menjadi pelajaran bahwa kerja keras untuk menggapai mimpi, setinggi apa pun itu, tidak akan pernah sia-sia," tutur Upie.

Apresiasi dari Penonton Gala Premiere

Decak Kagum dan Air Mata Haru Penonton Pasca pemutaran perdana, gelombang apresiasi mengalir deras dari para undangan dan tokoh perfilman yang hadir. Banyak yang tak menyangka sinema Indonesia telah mencapai level teknis dan penceritaan sekelas ini.

"Jujur saya terharu dan sangat bangga. Ternyata film Indonesia sudah bisa di tahap ini, di skala ini. Titik bersejarah ini ditandai oleh sebuah film anak yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Upie dan tim," ungkap salah satu penonton yang hadir.

Segera Tayang untuk Semua Keluarga

Momen magis di Gala Premiere ini hanyalah awal. Persahabatan Pelangi dan teman-teman robotnya siap menyapa seluruh penonton di bioskop-bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.


Jangan lewatkan petualangan lintas planet pertama dari Indonesia! Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Jumat, 13 Maret 2026

Setelah Berkeliling Lebih dari 30 Festival Dunia, Crocodile Tears Siap Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 7 Mei 2026


Jakarta, 13 Maret 2026 - Film panjang debut sutradara Tumpal Tampubolon, yang diproduseri oleh Mandy Marahimin, Crocodile Tears, akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026. Film Crocodile Tears telah lebih dulu berkeliling ke berbagai festival film internasional dan meraih sejumlah penghargaan sebelum akhirnya tayang di tanah air.

Sejak World Premiere di Toronto International Film Festival 2024 dan Asian Premiere di Busan International Film Festival 2024, Crocodile Tears terus melanjutkan perjalanannya di berbagai festival film dunia. Hingga saat ini, film tersebut telah diputar di lebih dari 30 Festival Internasional, di antaranya, BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, Torino Film Festival dan Red Sea International Film Festival. Serta meraih beberapa nominasi dan penghargaan, antara lain, Nominee Ingmar Bergman Competition, Goteborg Film Festival 2025, Asian Feature Film In Competition, Singapore International Film Festival 2024, memenangkan Direction Award dan Nongshim Award, Jakarta Film Week 2025, dan Best Screenplay in the Panorama Section, Asian Film Festival Barcelona 2025.

Crocodile Tears merupakan film panjang pertama dari Tumpal Tampubolon. Tumpal memulai perjalanannya di dunia film ketika skenario pendek pertamanya, The Last Believer, memenangkan kompetisi pengembangan skenario di Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada 2005. Sejak itu, ia menulis dan menyutradarai berbagai film pendek yang diputar di festival nasional dan internasional, serta mengikuti sejumlah program pengembangan sineas seperti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju, Korea, Berlinale Talent Campus di Berlin, dan Asian Film Academy di Busan. Pada 2021, film pendek "Laut Memanggilku" yang disutradarai dan ditulis oleh Tumpal berhasil meraih Sonje Award untuk Film Pendek Terbaik di section Wide Angle Busan International Film Festival 2021 dan terpilih sebagai Film Cerita Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2021.

Film Crocodile Tears bercerita tentang Johan (Yusuf Mahardika) dan Mama (Marissa Anita) yang tinggal di sebuah taman buaya yang telah usang. Tempat itu bukan sekadar rumah bagi mereka, tetapi juga dunia kecil yang selama ini membentuk kehidupan Johan. Johan tumbuh di bawah pengawasan ibunya yang memiliki cara tersendiri dalam membesarkan dan melindunginya. Johan mulai mempertanyakan kehidupan yang selama ini ia jalani.. Keinginannya untuk mengenal dunia di luar taman buaya mempertemukan ia dengan seorang gadis bernama Arumi (Zulfa Maharani). Keseimbangan dalam hubungan Johan dan Mama menjadi goyah. Mama tidak menyetujui hubungan tersebut, dan ketidaksetujuannya terlihat dalam sikap Mama yang perlahan berubah semakin ganjil dan menegangkan.

Inspirasi cerita Crocodile Tears yang skenarionya ditulis langsung oleh Tumpal, berangkat dari pengalaman personalnya. "Cerita ini terinspirasi ketika saya menonton sebuah dokumenter di TV yang memperlihatkan seekor buaya betina yang melindungi anak-anaknya di dalam rahangnya dari pemangsa. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya. Melalui film ini, "Melalui film ini, saya mencoba mempertanyakan makna bakti dan cinta dalam keluarga. Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan", ujar Tumpal.

Dibintangi oleh Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, Crocodile Tears menghadirkan drama keluarga yang ekstrim. Di mana kasih sayang mama yang menjaga berubah menjadi obsesif. Film ini juga akan menghadirkan perpaduan antara realisme magis dan teror psikologis dalam balutan visual yang memikat. Saksikan film Crocodile Tears mulai 7 Mei 2026 di bioskop.

Film ini diproduksi oleh Talamedia bekerja sama dengan Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Films, dan 2Pilots Filmproduction, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan E-Motion Entertainment. Ikuti akun media sosial resmi Talamedia untuk informasi terbaru mengenai film Crocodile Tears.

CROCODILE TEARS

Production : Talamedia & E-Motion Entertainment
Co-Production : Acrobates Films, Poetik Films, Giraffe Pictures, 2Pilots Filmproduction
International Sales & Festivals : Cercamon

Casts : 
Yusuf Mahardika (Johan)
Marissa Anita (Mama)
Zulfa Maharani (Arumi)

Director : Tumpal Tampubolon
Writer : Tumpal Tampubolon
Producer : Mandy Marahimin
Co-Producers : Claire Lajoumard, Anthony Chen, Christophe Lafont, Harry Flöter, Jörg Siepmann, Teoh Yi Peng
Executive Producer : Arnold J. Limasnax, Lianto Winata Vachon, Tjen Foeng Fa, Kevin Danudoro
Cinematographer : Teck Siang Lim
Production Designer : Jafar
Art Director : Guntur Mupak
Costume : Hagai Pakan
Make-up : Cherry Wirawan, Agustin Puji
Sound : Roman Dymny, Bruno Ehlinger, Romain Ozanne
Music : Kin Leonn
Editor : Jasmine Ng Kin Kia, Kelvin Nugroho
Poster & Logo : Evan Wijaya
Photo Poster : Mikael Aldo

MAGMA Entertainment Rilis Poster Resmi Film 'Badut Gendong': Memperkenalkan Wajah Baru dari Universe Qodrat

Jakarta, 18 Maret 2026 - Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi menyingkap tabir misteri dari proyek horor-aksi terbarunya, Badut Gendong...