Rabu, 09 September 2026

TRAILER DAN POSTER RESMI FILM LAUT BERCERITA RILIS MENGHIDUPKAN KISAH PERJUANGAN, PERSAHABATAN, CINTA, DAN KEHILANGAN DI LAYAR LEBAR

Jakarta, 9 September 2026 – Pal8 Pictures meluncurkan trailer dan poster resmi film Laut Bercerita garapan sutradara Yosep Anggi Noen, adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori. Melalui trailer ini, terlihat Laut Bercerita menceritakan bagaimana ia resah dan bergabung dengan sekelompok dengan cita-cita besar membuat Indonesia yang demokratis.

​Biru Laut, yang diperankan Reza Rahadian, bersama teman-temannya bergabung dengan kelompok mahasiswa Winatra dan menggalang pergerakan di saat tiga aktivis lain diadili karena membaca dan mengedarkan buku terlarang. Selanjutnya Biru Laut dan Winatra semakin aktif mendampingi persoalan-persoalan petani.

​Namun, di suatu malam, Biru Laut, bersama beberapa tokoh Winatra, tiba-tiba menghilang satu per satu. Mereka tak bisa ditemukan. Seluruh keluarga, kawan, kekasih mencoba mencari jejak mereka. Asmara Jati, adik Biru Laut, diperankan Yunita Siregar, menjadi simbol yang merawat harapan dan kekuatan. Ia terus mencari jawaban di mana keberadaan sang kakak.

​Poster resmi Film Laut Bercerita melengkapi narasi film ini yang membawa napas tentang merawat ingatan bahwa di balik setiap frama, ada keluarga yang masih meunnggunya pulang.

​"Di film ini saya mencoba menunjukkan hal-hal yang memang menusuk, menginspirasi, rasa hangat, dan yang membuat orang jadi memaknai kembali kehidupan persahabatan dan keluarga," demikian sutradara Yosep Anggi Noen.

​"Bagi para sahabat dan keluarga yang kehilangan seseorang di film ini, mereka merasakan kesedihan namun juga dengan setia menunggu dan mencari. Karena menunggu dan mencari, dalam beberapa hal, adalah bagian dari perlawanan," ujar sutradara Yosep Anggi Noen.

​Reza Rahadian, yang sebelumnya juga memerankan Biru Laut di versi film pendek, mengungkapkan bahwa film panjang Laut Bercerita membawa dimensi yang lebih kompleks, namun disampaikan tetap dengan naratif yang puitik.

"Kita hidup dari zaman ke zaman, akan selalu punya harapan. Selalu ada anak muda yang akan membuat gebrakan, dan berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ini. Hari ini, kita punya banyak Biru Laut dan semangat Winatra di luar sana yang peduli untuk membuat perubahan," ujar Reza Rahadian.

​Yunita Siregar, yang memerankan Asmara Jati, mengungkapkan proses yang cukup berat untuk film Laut Bercerita. Selama proses membaca naskah, Yunita kerap menangis mengetahui kisah yang dilalui keluarga Asmara Jati, yang kehilangan anggota keluarganya, dan harus menunggu kapan ia akan pulang.

​"Berduka bukan berarti melupakan tapi mencintai dengan cara yang lain. Asmara Jati, keluarganya, sahabat-sahabatnya, mencintai Biru Laut dengan ketidakhadirannya tapi tetap selalu dikenang. Asmara adalah sosok yang tenang dalam menghadapi segala gemuruh kehidupan, dan dia yang tetap menjaga harapan tetap menyala," ujar Yunita Siregar.

Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Sebelumnya, juga telah diumumkan film ini terpilih ikut dalam kompetisi utama (Main Competition) di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 yang berlangsung pada 6-15 Oktober, dan akan menjadi momen untuk penayangan perdana (World Premiere).

​"Harapannya film Laut Bercerita bisa menjadi jendela bagi kita untuk melihat sejarah Indonesia sekaligus inspirasi untuk anak-anak muda zaman sekarang. Semoga mereka berani bercita-cita untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Leila S. Chudori, yang menulis skenario bersama Anggi Noen.

​Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila Chudori. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.

​Produser film ini adalah Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori. Film ini diproduksi oleh Pal 8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.

TENTANG PAL8 PICTURES

​PT Layar Terkembang Senantiasa, dikenal sebagai Pal8 Pictures, adalah rumah produksi film di bawah naungan Tempo Media Group. Berangkat dari tradisi Tempo dalam menghadirkan jurnalisme yang kritis dan mendalam, Pal8 Pictures berkomitmen mengembangkan film-film dengan cerita yang kuat dan relevan dengan persoalan masyarakat Indonesia, khususnya yang bersinggungan dengan isu sosial, sejarah, politik, dan budaya. Melalui medium sinema, Pal8 Pictures ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya memiliki nilai artistik dan menghibur, tetapi juga membuka ruang percakapan dan memberi dampak bagi masyarakat.

​Laut Bercerita, adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang disutradarai Yosep Anggi Noen, merupakan film panjang perdana Pal8 Pictures.

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram: @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8pictures

Facebook: Film Laut Bercerita

Threads: @filmlautbercerita

Hashtag: #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN: Rayakan Setiap Langkah Menuju Rumah Impian dalam Satu Festival

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan sejak 2023, Harpropnas Fest 2026 menghadirkan pilihan properti, solusi pembiayaan, konsultasi KPR, hingga berbagai aktivitas untuk dinikmati bersama keluarga pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka.

Foto: Suasana Exhibition Area Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Jakarta, 9 September 2026 – Rumah123 resmi membuka Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN, yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya sejak pertama kali hadir pada 2023, festival ini mengusung tema "Rayakan Langkahmu Menuju Rumah Impian" yang menjadi bagian dari komitmen Rumah123 untuk menghadirkan pengalaman online ke offline yang lebih dekat dan menyeluruh bagi masyarakat dalam perjalanan menuju kepemilikan rumah.

​Perjalanan menuju rumah impian sendiri terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Sepanjang semester pertama 2026, Rumah123 mencatat lebih dari 25 juta sesi kunjungan dari pencari properti yang datang untuk mengeksplorasi pilihan hunian dan mencari informasi terkait langkah mereka berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi dan akses yang lebih mudah dalam perjalanan mencari rumah tetap besar.

Foto: Darius Cheung, CEO 99 Group saat memberikan Opening Remarks dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Darius Cheung, CEO 99 Group, mengatakan, "Memiliki rumah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup, dan perjalanan menuju ke sana tidak selalu mudah maupun linear. Karena itu, kami ingin Rumah123 hadir lebih dari sekadar tempat untuk mencari properti. Kami ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan mereka, mulai dari menemukan pilihan, memahami kemampuan finansial, hingga mengakses solusi pembiayaan yang dapat membantu mereka melangkah lebih dekat menuju kepemilikan rumah. Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN, merupakan salah satu wujud bagaimana kami membawa perjalanan tersebut dari online ke offline, sehingga masyarakat dapat mengeksplorasi, bertanya, berkonsultasi, dan menemukan langkah yang paling relevan bagi mereka."

Foto: Bharat Buxani, CMO 99 Group saat sesi Press Conference Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Bharat Buxani, CMO 99 Group menambahkan, "Mimpi memiliki rumah tetap menjadi sesuatu yang penting bagi banyak orang. Namun, setiap orang memiliki titik awal dan perjalanan yang berbeda. Ada yang baru mulai mencari, ada yang sedang menghitung kemampuan, dan ada pula yang membutuhkan solusi untuk KPR yang sudah berjalan. Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang membuat perjalanan itu terasa lebih mudah, lebih dekat, dan lebih menyenangkan. Karena setiap langkah menuju rumah impian, sekecil apapun, layak untuk dirayakan."

​Selama enam hari, pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 30 proyek properti, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruko dengan rentang harga mulai Rp450 Jutaan hingga Rp9 Miliar meliputi Grand Wisata, Kota Deltamas, EleVee Residences, Harvest City, Metland Transyogi, Synthesis Development, Sequoia Hills, Metland Menteng, PIK2, Podomoro Golf View, Cimanggis Golf Estate, Kota Wisata Ecovia, Gardens at Candi Sawangan, Heartful-Town Taman Mini, Wisteria, Bukit Podomoro Jakarta, Lynn Parc & Landmark Residence, Raja Villa Property, TRINITILAND PROJECT, Progress Group, dan Damai Putra Group.

​Berbagai penawaran juga tersedia sesuai syarat dan ketentuan, mulai dari cashback hingga Rp25 juta; masing-masing satu unit BYD Atto 1, Geely EX2 Pro, dan AION UT STD; logam mulia hingga 1 kilogram; Samsung Galaxy Z Fold 8; voucher traveling hingga Rp20 juta; hingga program PPN DTP serta pembebasan biaya AJB, BPHTB, SHM, dan biaya lainnya dari developer yang berpartisipasi.

​Melalui program "Cicilan KPR Turun Rp15 Juta dalam 15 Menit", pemilik KPR yang telah atau akan memasuki periode suku bunga floating dapat memperoleh konsultasi dan simulasi awal berdasarkan kondisi pembiayaan mereka. Jika ingin melanjutkan proses, pengajuan tetap dilakukan melalui bank dan mengikuti analisis kredit serta kebijakan pembiayaan yang berlaku.

Foto: Thomas Wahyudi, SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. saat sesi Press Conference Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

​Sebagai Main Sponsor, balé by BTN turut menghadirkan solusi dan informasi pembiayaan untuk membantu masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah.

Thomas Wahyudi, SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., mengatakan, "Kepemilikan rumah merupakan komitmen finansial jangka panjang. Karena itu, masyarakat perlu memahami kemampuan membayar, pilihan tenor, struktur suku bunga, serta biaya yang menyertai pembiayaan. Melalui superapps balé by BTN, kami ingin membantu masyarakat memperoleh informasi dan solusi pembiayaan yang lebih mudah dipahami agar setiap keputusan dapat diambil dengan lebih terencana."

​Selama festival berlangsung, balé by BTN juga menghadirkan berbagai benefit sesuai syarat dan ketentuan, termasuk bebas biaya administrasi dan provisi untuk program yang memenuhi ketentuan; voucher Yoshinoya senilai Rp50.000 bagi pengunjung yang membuka akun balé by BTN dan melengkapi data melalui microsite Rumah123; serta dua Annual Pass Dufan bagi konsumen dari leads event yang melanjutkan hingga akad KPR. Seluruh program mengikuti periode, kuota, dan ketentuan yang berlaku.

Foto: Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia saat memberikan arahan dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

​Dalam kesempatan pembukaan, Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, turut menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian. "Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah," ujarnya.

​Selain menghadirkan pilihan properti dan solusi pembiayaan, Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN juga menyuguhkan rangkaian aktivitas publik, mulai dari talkshow NGOPI on Ground, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, aktivitas anak, mat pilates, comedy show, hingga special performance HiVi! di penghujung festival. Pengunjung juga dapat mengikuti lelang home appliances setiap hari pukul 19.00 WIB dengan harga mulai Rp10.000.

Foto: Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat memberikan arahan dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang juga turut menyampaikan, "Ekonomi kreatif tumbuh dari talenta, gagasan, dan ekosistem yang memungkinkan masyarakat untuk berkarya secara berkelanjutan. Hunian yang layak dan lingkungan hidup yang mendukung menjadi salah satu fondasi penting agar para pelaku ekonomi kreatif dapat membangun kehidupan sekaligus mengembangkan potensinya."

​Rangkaian kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat mencari informasi, berkonsultasi, dan menikmati waktu bersama keluarga dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

​Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN didukung oleh balé by BTN sebagai Main Sponsor; Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Ichinogami, Oni Ola, Lifetime Design, Lalamove, Klik'nClean, dan ruparupa sebagai Brand Partners; MITO, Vicenza, dan Mecoo sebagai Auction Partners; KBL Performing Arts, Purwacaraka Music School, Rockstar Academy, dan Celebrity Fitness sebagai Supporting Partners; serta Naturlife, Azarine Cosmetics, dan Insta Beauty Clinic sebagai Wellness Partners.

​Diselenggarakan selama enam hari, Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN menargetkan kehadiran lebih dari 10.000 pengunjung. Festival ini terbuka untuk masyarakat pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Informasi jadwal, pendaftaran aktivitas, serta syarat dan ketentuan program dapat diakses melalui kanal Instagram Rumah123 di www.instagram.com/rumah123com.

Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya. Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan pindah KPR, dan pindah KPR.

Tentang Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN

Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN adalah sebuah perayaan bagi siapa saja yang sedang memperjuangkan dan melangkah menuju rumah impiannya. Mendampingi konsumen mengenali dan menemukan hunian impian, mengukur kesiapan finansial, hingga memberikan solusi Take Over KPR yang floating.

Selasa, 08 September 2026

Empat Musim Pertiwi Membawa Cinematic Experience yang Belum Pernah Tersaji di Layar Sinema Indonesia dari Sutradara Gadis Kretek Kamila Andini, Trailer & Poster Ungkap Visual yang Menawan

Empat Musim Pertiwi tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 8 September 2026 — Forka Films merilis trailer dan poster film Empat Musim Pertiwi, yang menjadi karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek Kamila Andini. Melalui trailernya, Empat Musim Pertiwi menunjukkan skala produksi terbesar Forka Films, dengan penjelajahan artistik yang eksploratif, yang akan menawarkan cinematic experience yang hanya dapat dinikmati di layar bioskop.

​Mengikuti perjalanan Pertiwi (Putri Marino), yang pulang ke tanah kelahirannya, setelah puluhan tahun pergi. Pertiwi bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya, baik yang memberinya musim baik hingga mereka yang menjadi musim terburuk dalam hidupnya.

Sementara itu, poster Empat Musim Pertiwi menampilkan sosok Pertiwi sebagai perempuan yang tampak telah melalui berbagai fase kehidupannya dan siap menghadapi berbagai peristiwa.

Empat Musim Pertiwi, yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java akan tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September ini. TIFF juga menandai kembalinya Kamila ke festival tersebut, setelah bersama film Yuni (2021) yang memenangkan Platform Prize.

​Dalam waktu yang bersamaan dengan rilisnya di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Di BIFF, Empat Musim Pertiwi akan tayang dalam program A Window On Asian Cinema, sebuah program yang mempresentasikan karya-karya yang akan menjadi zeitgeist dari para sineas Asia yang telah menepakkan jejaknya di peta sinema internasional serta para sineas Asia pendatang baru.

​"Senang rasanya film Empat Musim Pertiwi dapat tayang di bioskop Indonesia dalam waktu yang berdekatan ketika filmnya World Premiere di Toronto dan dalam waktu yang bersamaan dengan tayangnya di Busan. Kami berharap penonton dapat merasakan bersama perjalanan pulang Pertiwi dalam menemui musim-musim dalam hidupnya, lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila Andini, yang juga didukung oleh jajaran kru yang telah bekerja sama sejak Gadis Kretek," ujar produser Ifa Isfansyah.

​"Syutingnya dilakukan pada tahun 2025, dan ini menjadi skala produksi terbesar Forka Films. Kami syuting hampir sepenuhnya di Bromo, dengan berbagai titik yang kami gunakan mulai dari area permukiman, area persawahan, dan tentunya titik berpasir. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tentu membutuhkan logistik yang besar. Belum lagi, secara post-production, kami juga memasukkan banyak detail yang membuat desain produksinya besar," tambah Ifa.

​Bagi Kamila, membuat film selalu menjadi ruang pembelajaran baru baginya untuk memahami dunia sekitar bekerja. Di film Empat Musim Pertiwi, ia juga berupaya untuk menyuarakan apa yang tengah menjadi keresahannya, melalui balutan cross-genre yang menjadi alat untuk menyampaikan pesan. Di film ini, salah satu yang baru baginya adalah sci-fi.

​"Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikan apa yang menjadi perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya," ujar sutradara Kamila Andini.

​Ide pembuatan Empat Musim Pertiwi sudah ada sejak 2017, jauh sebelum Gadis Kretek dan Before, Now & Then. Putri Marino, sejak awal juga sudah diplot untuk menjadi Pertiwi. Saat itu, pendekatan awal terjadi pada saat Ifa mengerjakan film Losmen Bu Broto. Film ini sekaligus menandai reuninya tim Gadis Kretek antara Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, serta Arya Saloka.

​Selain Putri dan Arya, film ini dibintangi oleh Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti. Dwika merupakan aktor dengan vitiligo, dan Hanna merupakan aktor tuli. Keterlibatan keduanya juga menjadi representasi keberagaman di film ini.

​Bagi Putri, untuk memerankan karakter Pertiwi cukup berat dan menguras energi. Putri pun kemudian mendapat bantuan dari Kamila untuk mendiskusikan tentang desain karakternya, salah satunya saat ia diberikan novel karya perempuan penulis Mesir, Nawal el-Saadawi.

​"Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin. Salah satu yang juga sebenarnya membantuku untuk mengembangkan karakter Pertiwi adalah saat aku diberi bahan bacaan buku Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi, dan aku akhirnya bisa memahami apa yang dilalui Pertiwi," ujar Putri Marino.

​Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Flm ini juga turut disponsori oleh Oriflame.

Empat Musim Pertiwi juga resmi mendapatkan representasi internasional dari Goodfellas, salah satu international sales agent asal Prancis yang dikenal melalui katalog film-film auteur dengan perjalanan kuat di festival film dunia.

​Keputusan Goodfellas untuk menangani Empat Musim Pertiwi menjadi bagian penting dari perjalanan film ini. Bagi Forka Films, partnership tersebut bukan sekadar langkah distribusi internasional, tetapi juga sebuah bentuk kepercayaan terhadap kualitas artistik, skala produksi, dan potensi internasional film Indonesia.

​Goodfellas selama ini dikenal bekerja bersama filmmaker dengan visi artistik yang kuat dan menangani film-film yang memiliki perjalanan penting di festival internasional, termasuk karya-karya yang mendapat pengakuan di Cannes Film Festival dan Academy Awards.

Empat Musim Pertiwi kini berada dalam katalog internasional yang sama dengan berbagai film auteur dari berbagai belahan dunia. Beberapa film yang sebelumnya ditangani oleh Goodfellas di antaranya adalah Pemenang Piala Oscar Pan's Labyrinth (2006) karya Guillermo del Toro dan The Artist (2011) karya Michel Hazanavicius, dan film peraih Palme d'Or di Cannes Film Festival seperti Shoplifter (2018) karya Koreeda Hirokazu, Titane karya Julia Ducournau (2021) dan Fjord karya Cristian Mungiu (2026).

​Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

Tentang FORKA FILMS

​Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional.

​Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

  • ​Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
  • ​Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
  • ​The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
  • ​Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzonti 2018)
  • ​Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Platform Prize di Toronto 2021)
  • ​Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
  • ​Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

​Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @forkafilms

YouTube : @forkafilms

Senin, 07 September 2026

Menuju Layar Lebar, Istimewa Kembali Mengajak Penonton Melihat Manusia Lebih Utuh

Gala Premiere di Jakarta Jadi Momentum "Istimewa" Membawa Pesan tentang Keluarga, Penerimaan, dan Ruang untuk Menjadi Diri Sendiri

Jakarta, 7 September 2026 – Menjelang penayangannya di seluruh bioskop Indonesia pada 17 September 2026, film Istimewa menggelar gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (7/9). Momen ini menjadi kesempatan bagi para pemain dan filmmakers untuk memperkenalkan lebih dekat kisah keluarga yang menempatkan anak-anak dengan disabilitas sebagai pusat perjalanan cerita.

​Gala premiere menjadi kesempatan bagi Istimewa untuk kembali bertemu dengan penonton setelah sebelumnya menyapa masyarakat melalui rangkaian cinema visit di berbagai kota. Kali ini, para pemain hadir bersama untuk menyaksikan kisah Rumah Istimewa di layar lebar sekaligus berbagi perjalanan dan pesan yang mereka bawa melalui film tersebut.

​Bagi sutradara Ruben Adrian, salah satu hal terpenting sejak awal adalah memastikan para karakter di Istimewa hadir sebagai individu yang utuh, bukan hanya dikenal melalui kondisi yang mereka miliki.

​"Kami tidak ingin membuat karakter yang hanya menjelaskan kondisinya. Kami ingin mereka hadir sebagai manusia yang punya keinginan, pilihan, humor, mimpi, dan perjalanan sendiri," ujar Ruben Adrian.

​Menurut Ruben, proses tersebut tidak hanya diterapkan dalam cerita, tetapi juga selama produksi dengan memberikan ruang kepada para pemain untuk membawa karakter mereka dengan cara masing-masing.

​Gala premiere juga menjadi momen bagi para pemain Istimewa untuk kembali menyuarakan bagaimana mereka memaknai penerimaan. Niatus Sholihah, pemeran Nita, melihat penerimaan bukan sebagai perlakuan berbeda karena kondisi seseorang, tetapi kesempatan untuk dipercaya dan menunjukkan kemampuan.

​"Buat saya, diterima bukan berarti orang lain merasa kasihan atau memperlakukan kita secara berbeda. Diterima adalah ketika kita diberi kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, dipercaya untuk mengambil pilihan, dan tidak dinilai hanya dari kondisi yang kita miliki. Karena kami juga punya mimpi, kemampuan, perasaan, dan keinginan untuk menjalani hidup dengan cara kami sendiri," ujar Niatus.

​Bagi Abdullah Mansuri atau Ayah Mans, malam gala ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bersama teman-teman Istimewa yang akhirnya membawa cerita mereka ke layar lebar.

"Saya ingin mereka punya ruang untuk bercerita dengan cara mereka sendiri. Selama perjalanan bersama mereka, saya melihat begitu banyak cerita, mimpi, keberanian, dan kemampuan yang mungkin belum banyak orang lihat. Dari situlah saya merasa cerita ini harus dibawa lebih jauh, supaya lebih banyak orang bisa mengenal mereka bukan dari kondisinya, tapi dari siapa mereka sebenarnya," ujar Ayah Mans.

​Semangat tersebut menjadi dasar dari pesan yang ingin dibawa Istimewa. Film ini tidak ingin berhenti sebagai cerita tentang anak-anak dengan disabilitas, tetapi menjadi ajakan untuk melihat kembali bagaimana kita memandang, menerima, dan memberikan ruang kepada orang lain.

​Kata Istimewa pun tidak dimaksudkan untuk menggantikan istilah disabilitas. Dalam film ini, Istimewa hadir sebagai sebuah cara pandang, bahwa kondisi seseorang tidak pernah menjadi satu-satunya hal yang menjelaskan siapa dirinya.

​Melalui gala premiere ini, para pemain dan filmmaker berharap Istimewa dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang penerimaan, kesempatan, serta cara kita memandang teman-teman dengan disabilitas sebagai manusia yang utuh. Sebab ketika seseorang diberikan ruang dan kepercayaan, kita dapat melihat lebih jauh dari sekadar kondisi yang melekat pada dirinya, ada pribadi, mimpi, kemampuan, pilihan, dan cerita yang juga membentuk siapa mereka.

​Aku Istimewa. Kamu juga istimewa. Kita semua istimewa dari awal.

​Film Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Tentang Film Istimewa

Istimewa merupakan drama keluarga yang mengikuti perjalanan anak-anak Rumah Istimewa dalam mencari sosok Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka pulang. Perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman tentang keluarga, persahabatan, keberanian, kehilangan, kasih sayang, dan penerimaan.

​Judul Film : Istimewa

Tanggal Tayang : 17 September 2026

Produksi : Kairos Pictures

Produser : Abdullah Mansuri

Sutradara : Ruben Adrian

Genre : Drama Keluarga

PEMERAN

  • ​Mathias Muchus
  • ​Yanni Melwani
  • ​Mustofa
  • ​Niatus Sholihah
  • ​Zulfadli Aldiansyah
  • ​Rein
  • ​Bambang Ceper
  • ​Salsabila Bella
  • ​Ricky Komo
  • ​Fauzan Nasrul
  • ​Muhammad Fazzill Alditto
  • ​Agus Kuncoro
  • ​Ence Bagus

TENTANG KAIROS PICTURES

​Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspektif dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Minggu, 06 September 2026

Hari Terakhir ICX Jakarta 2026, Final Round IBC dan Coffee Rave Party Tutup Rangkaian dengan Meriah

Jakarta, 6 September 2026 — Memasuki hari ketiga penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026, aroma kopi semakin menyeruak memenuhi area Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC). Semerbak aroma dari beragam biji kopi berpadu dengan riuh aktivitas pengunjung, pelaku industri, hingga para pegiat kopi yang memadati area pameran sejak pagi.

​Beragam aktivitas interaktif, edukasi, kompetisi, dan business networking turut mewarnai penyelenggaraan. Menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berbicara tentang secangkir kopi, tetapi juga tentang potensi bisnis, kreativitas, dan masa depan industri kopi Indonesia. Berbeda dari dua hari sebelumnya yang diisi kompetisi dan program edukasi, hari ini pengunjung disuguhkan klimaks dari seluruh rangkaian, mulai dari penentuan juara IBC Regional 1 Jakarta hingga penampilan musik yang mengguncang panggung IBC Stage sebagai penutup.

​Salah satu yang paling menyita perhatian di ICX Program Stage adalah sesi Brew Talks oleh Arutala Coffee bertajuk "From Roastery to Market: Building a Coffee Brand that Consumers Choose". Sembari menyeruput kopi yang baru saja diseduh di booth terdekat, pengunjung duduk berdesakan menyimak cerita bagaimana sebuah brand kopi dibangun dari biji yang baru dipetik hingga menjadi secangkir kopi yang dipercaya konsumen. Sesi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap cangkir yang dinikmati pengunjung sepanjang ICX Jakarta 2026, ada perjalanan panjang yang melibatkan petani, roaster, hingga brand yang berjuang membangun kepercayaan.

​Titik keramaian lain hari ini datang dari Lounge by Santino, yang kembali menghadirkan sesi Brew Bars Takeover sepanjang hari. Berbeda dari kompetisi, sesi ini menghadirkan barista-barista yang bergantian mengambil alih bar, meracik langsung di hadapan pengunjung sekaligus berbagi cerita di balik racikan andalan mereka. Pada hari terakhir ini, giliran Tim Santino, Gede Toni, Claudio Gomez, dan Adam Iqbal Alfie yang tampil, sebelum bar sempat diambil alih oleh I Putu Yoko Permana, yang juga tercatat sebagai salah satu finalis IBC Regional 1 Jakarta, dan ditutup kembali oleh Tim Santino hingga sore hari.

​Perhatian pengunjung di ICX 2026 terpusat pada babak puncak Final Round Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Setelah melewati Round 1 dan Round 2 yang diikuti 15 peserta dari 12 brand kopi tanah air, enam peserta dengan perolehan poin tertinggi berhasil melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara.

​Keenam finalis tersebut adalah I Putu Yoko Permana dari Anomali Coffee, Michelle Chandra sebagai kompetitor independen, Diazka Setya Prakasa dari Toko Kopi Tuku, Aga Muhammad dari Ahead Coffee and Rostery, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, serta Abednego Ivan Laoh dari Makmur Jaya Coffee Roaster.

​Di hadapan para juri dan ratusan penonton, satu per satu finalis menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam meracik sajian kopi. Gerakan tangan yang terlatih, ketelitian dalam setiap tahapan, serta aroma seduhan yang memenuhi area kompetisi menciptakan atmosfer penuh ketegangan. Setiap racikan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara IBC Regional 1 Jakarta.

​Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, yang turut memantau jalannya babak final, mengatakan level persaingan di Final Round IBC Regional 1 Jakarta menunjukkan kematangan racikan dan presentasi yang berbeda dari babak-babak sebelumnya.

​"Enam finalis yang naik ke panggung hari ini sudah melalui seleksi yang ketat, dan yang kami lihat bukan cuma soal rasa, tapi bagaimana mereka bisa bercerita lewat kopi yang mereka sajikan. Ini yang membuat IBC tahun ini terasa lebih hidup," ujar Daryanto.

​Salah satu finalis, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, mengaku babak final terasa berbeda dari dua babak sebelumnya karena tekanan yang lebih terasa di atas panggung.

"Rasanya cukup tegang karena di penyisihan kemarin dan final hari ini adalah pengalaman pertama aku. Hari ini adrenalinnya lebih tinggi ya, mungkin karena ada excited yang berbeda dari sebelumnya. Di final ini, tema yang aku bawa itu transformasi dari diri aku dan juga dari kopinya," katanya usai tampil di panggung IBC Stage.

​Menjelang petang, agenda beralih ke panggung IBC Stage. Diawali dengan Lucky Spender Announcement Balé by BTN, program yang memberi kesempatan bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan Balé by BTN selama ICX Jakarta 2026 untuk membawa pulang hadiah satu unit mesin kopi hingga tabungan senilai Rp9.000.000.

​Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 selama tiga hari berhasil mempertemukan seluruh rantai ekosistem kopi Indonesia, mulai dari petani, roaster, barista, hingga masyarakat penikmat kopi.

​"Kami bersyukur ICX Jakarta 2026 bisa berjalan dengan baik dari hari pertama sampai hari penutupan ini. Semangat yang kami lihat dari para barista muda, brand-brand kopi lokal, hingga animo pengunjung menunjukkan bahwa industri kopi Indonesia terus bergerak maju. Ini modal besar untuk membawa ekosistem kopi tanah air semakin kuat ke depannya," ujar Daswar.

​Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengatakan ICX 2026 telah mempertemukan berbagai kekuatan dalam industri kopi, mulai dari pelaku usaha, brand, barista, roaster, komunitas, konsumen, hingga institusi dalam satu ekosistem.

​"ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi kita untuk membawa kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai," ungkap Nixon.

​Menurut dia, koneksi yang terbentuk selama rangkaian ICX perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru dan memperkuat pelaku usaha di industri kopi.

​"ICX 2026 menjadi starting point kolaborasi ekosistem kopi Indonesia. Pertemuan dan koneksi yang telah terbentuk ini perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru, memperkuat pelaku usaha, dan bersama-sama memajukan ekosistem kopi Indonesia," kata Nixon.

​Rangkaian hari terakhir ditutup dengan Coffee Rave Party, menghadirkan penampilan musik dari Moluccan Soul yang membawakan lagu-lagu khas timur dan disambut riuh oleh pengunjung yang ikut bernyanyi bersama, menandai berakhirnya Indonesia Coffee Expo 2026 di Jakarta.

​Dengan berakhirnya ICX Jakarta 2026, rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 pun tuntas digelar di tiga kota, yakni Surabaya, Medan, dan Jakarta sebagai penutup. Informasi mengenai rangkaian kegiatan ICX dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Coffee Expo pada indonesiacoffeeexpo.com dan akun Instagram @icx_expo.

Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI)

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional para penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut di antaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Sabtu, 05 September 2026

PROJEK-D Vol.5 Resmi Digelar! Hidupkan De Tjolomadoe dengan Perayaan Satu Hari Penuh

Karanganyar, 5 September 2026 - PROJEK-D Vol.5 resmi digelar hari ini Sabtu (5/9) di De Tjolomadoe, Karanganyar, membawa semangat ‘Sehidup Separty’ dalam perayaan musik dan hiburan yang berlangsung satu hari penuh. Dibuka sejak siang hari, PROJEK-D Vol.5 hadir dengan format yang memaksimalkan pengalaman penonton. Sebanyak 23 line up dari lintas genre tampil di empat panggung: Maduswara, Wirama, Sriwedari, dan Guyonlaaah, dirancang untuk menyajikan ragam jenis hiburan.

​Sejak siang hari suasana meriah sudah menyelimuti De Tjolomadoe. Penonton tampak memadati area pintu masuk sejak gerbang utama dibuka. Panggung Maduswara menjadi awal titik perayaan ‘Sehidup Separty’, dibuka dengan Hindia sebagai penampil pertama di PROJEK-D Vol.5 yang membawakan lagu “Evaluasi” dengan aransemen spesial, “Besok Mungkin Kita Sampai”, “semua lagu cinta terdengar sama”, “kids”, dan deretan hits lainnya. Ditutup dengan “everything u are”, Hindia sukses membangun atmosfer penonton dengan meriah.

​Membuka gelaran sejak siang hari rupanya menjadi pengalaman tersendiri bagi Hindia. Berbeda dari kebanyakan penampilannya, ia mengaku senang dapat kembali tampil di waktu siang sekaligus melihat keseruan penonton yang telah hadir sejak awal gelaran. “Senang banget bisa tampil siang hari karena sudah lama nggak perform siang-siang,” ujar Hindia.

Project Director PROJEK-D Vol.5, Rumpoko Hadi, menyampaikan “Dengan kehadiran empat panggung sekaligus, penonton memiliki kebebasan penuh untuk menentukan alur menyaksikan musisi favorit mereka dan menikmati beragam hiburan yang kami hadirkan. Penampilan pembuka yang luar biasa di panggung Maduswara menjadi awal yang baik untuk menandai perayaan satu hari penuh ini. Kami berharap seluruh penonton dapat menikmati kebebasan bereksplorasi di empat panggung yang kami sediakan.”

​Sebelum rangkaian panggung Wirama dimulai, Lealona x Many West terlebih dahulu hadir membuka kemeriahan sore di PROJEK-D Vol.5. Kolaborasi keduanya menghadirkan warna indie pop yang hangat, berpadu dengan suasana sore yang cerah di De Tjolomadoe. Selanjutnya, panggung Wirama menyambut keseruan itu dengan memulai rangkaian pertunjukannya melalui penampilan Barmy Blokes x CATZY, melanjutkan rangkaian pertunjukan dengan membawa karakter musik rock berenergi tinggi yang semakin membakar semangat penonton di area outdoor PROJEK-D Vol.5. Menutup rangkaian sore di panggung Wirama, Mess In Balance, band pemenang CEKSON PROJEK-D Vol.5, tampil membawa karya mereka ke hadapan para penonton, menjadi bagian dari perjalanan talenta baru di panggung PROJEK-D.

​Atmosfer festival tidak hanya terasa di dua panggung tersebut. Panggung Sriwedari dan Guyonlaaah juga menghadirkan pengalaman yang tak kalah menarik. The Jeblogs tampil enerjik dengan special showcase set “Sambutlah Di PROJEK-D” di area panggung indoor Sriwedari. Sementara panggung Guyonlaaah menghadirkan hiburan komedi dari Farid & Anggito yang mengundang tawa penonton di sela-sela rangkaian pertunjukan musik.

​Menuju malam hari, suasana bertambah meriah dari seluruh penjuru panggung. Panggung Guyonlaaah yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo masih terus dipenuhi canda tawa dari sajian komedi yang dihadirkan oleh Faiz dan Rizky. Selepas itu, Coki Anwar melanjutkan keseruan dengan gaya komedi khasnya, sekaligus menutup rangkaian di panggung Guyonlaaah. Kehadiran panggung ini memberikan warna tersendiri bagi PROJEK-D Vol.5, memperluas pengalaman festival tidak hanya melalui musik, tetapi juga lewat hiburan komedi.

FSTVLST hingga Mollucan Soul Tutup Kemeriahan Projek-D

Memasuki malam hari, kemeriahan panggung utama Maduswara menyajikan rangkaian pertunjukan yang penuh kejutan. Dimulai dengan Down For Life yang membakar semangat para penonton di malam hari dengan kolaborasi spesial dengan Ical 510 dan Cholil Efek Rumah, lewat aksi panggung mereka yang intens dan penuh energi. Kemudian, kehadiran spesial dari .Feast & Company membawa sejumlah lagu andalan seperti “Kelelawar”, “Komodifikasi”, dan “Tarian Penghancur Raya”. Penampilan mereka menjadi salah satu yang paling dinanti malam hari ini. Puncak rangkaian panggung Maduswara resmi ditutup oleh FSTVLST dengan membawakan salah satu karya andalan mereka “Rock Jelek”, salah satu hits di album terakhirnya, Paradoks Diametral.

​Dari Panggung Sriwedari, Nadhif Basalamah melantunkan nuansa mellow dengan lirik-lirik romantisnya di area De Tjolomadoe. Penampilannya kemudian dilanjutkan oleh Alkateri, band indie pop asal Bandung yang berhasil mengobati kerinduan para ‘Alkatalis’ yang hadir. Kemeriahan panggung Sriwedari semakin lengkap dengan kehadiran band legendaris, Rumahsakit. Membawakan sejumlah lagu ikonik seperti, “Panasea”, “Sandiwara Semu”, “Pop Kinetik” dan single barunya berjudul “Yang Tak Sama” berhasil membawa penonton bernostalgia bersama.

​Panggung Wirama juga terus meriah hingga malam hari. LIPS!! hadir menghentak panggung dengan energi khas mereka, dilanjutkan oleh Det-Plag Lust, grup musik kolektif asal Bogor. Poris, pelantun hits “Di Atas Atap” ini juga turut serta menambah euforia. Penampilan terakhir dari Mollucan Soul yang membawa nuansa musik Indonesia Timur berhasil mengajak seluruh penonton di area panggung Wirama berjoget bersama di malam hari. Penampilan tersebut menjadi penutup yang meriah sekaligus mengantarkan PROJEK-D Vol.5 pada penghujung perayaan ‘Sehidup Separty’ dengan energi yang tetap menyala hingga akhir.

Melihat ramainya penonton yang hadir memadati area De Tjolomadoe hingga akhir acara, Project Manager PROJEK-D Vol.5, Data Pratama mengungkapkan rasa terima kasih serta apresiasinya kepada penonton dan seluruh pihak yang terlibat.

​“Terima kasih kepada seluruh penonton dan pihak yang telah mendukung PROJEK-D Vol.5. Kami sangat mengapresiasi penonton yang hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara dari siang hingga malam. Dan kepada seluruh musisi yang sudah memeriahkan hari ini dan juga seluruh sponsor, partner, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan hari ini.”

​Penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5 turut didukung oleh berbagai pihak yang menjadi bagian dari perjalanan festival tahun ini, Official Banking Partner, BRImo, dan Supported By Dengar Kota, Floridina, Mie Sedaap, dan Nescafé. Dukungan tersebut turut menjadi bagian dalam menghadirkan rangkaian musik dan hiburan PROJEK-D Vol.5 bagi para penonton di De Tjolomadoe.

​Rangkaian acara PROJEK-D Vol.5 resmi berakhir dengan tertib dan lancar. PROJEK-D Vol.5 menjadi ruang perayaan musik dan hiburan yang mempertemukan penonton dengan beragam musisi, komunitas, serta hiburan dalam semangat ‘Sehidup Separty’. Dengan empat panggung yang hadir sepanjang satu hari, PROJEK-D Vol.5 menghadirkan pengalaman yang beragam bagi para penonton di De Tjolomadoe. Keberhasilan gelaran edisi kelima ini menjadi penutup yang manis bagi perayaan satu hari penuh di De Tjolomadoe.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 1.000 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

​Dengan lebih dari 1.100 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

​Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional.

Hanung Bramantyo Mengumumkan Film Terbaru di Ideafest 2026: Descendant of the Sun, Dibintangi Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia, Menjadi Kolaborasi Internasional Dapur Film, NEWKO Global Entertainment, Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C

Jakarta, 5 September 2026 — Produser dan sutradara Hanung Bramantyo mengumumkan proyek film terbarunya, yang telah dinantikan sejak lama, Descendant of the Sun. Film ini akan menjadi kolaborasi internasional rumah produksi Dapur Film bersama, RFA, NEWKO Global Entertainment, serta perusahaan hiburan ternama Korea Selatan, NEW, Barunson C&C, D BAY FILM FACTORY SDN. BHD, serta PH Indonesia Dwi Warna Sentosa (Tobali Film) dan Piring Langit. Barunson E&A akan menangani penjualan film ini secara internasional, sementara Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film di Korea Selatan.

Descendants of the Sun adalah sebuah karya kelas dunia yang hak penayangannya telah diekspor ke 32 negara dan telah ditonton oleh penonton di sekitar 100 negara di seluruh dunia melalui platform OTT global, untuk pertama kalinya di dunia dibuat menjadi sebuah film di Indonesia. Setelah diadaptasi oleh berbagai negara dalam format serial, untuk pertama kalinya Descendants of the Sun diadaptasi ke format film, dan akan menjadi kolaborasi internasional antara Korea Selatan dan Indonesia.

​Film ini diadaptasi dari serial televisi Korea berjudul “DESCENDANTS OF THE SUN”, yang diproduksi oleh NEW, disutradarai oleh Lee Eung-bok, serta ditulis oleh Kim Eun-sook dan Kim Won-suk. Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film Descendants of the Sun di Korea Selatan.

​Film Descendants of the Sun merupakan adaptasi dari serial fenomenal Korea Selatan. Namun, alih-alih sekadar adaptasi, film ini memiliki identitas dan cerita yang berbasis pada relevansi Indonesia, yang selaras dengan kisah utama dalam serialnya. Sejak awal, NEWKO Global Entertainment, NEW dan 2 of the Sun kini telah menyelesaikan syutingnya, dengan ini saya mengumumkan film ini akan segera tayang pada 2027 di bioskop Indonesia, dengan jajaran pemeran berbakat yang dimiliki industri perfilman Indonesia," ujar sutradara Hanung Bramantyo.

​"Prosesnya berjalan cukup lama, dan akhirnya senang bisa mengumumkan kolaborasi internasional ini," tambah Hanung. Film Descendant of the Sun dibintangi oleh jajaran pemeran hebat dengan filmografi panjang dan pemenang penghargaan, Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia. Jajaran pemeran film secara lengkap akan diumumkan mendatang.

​Hanung juga menambahkan, dipilihnya Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama yang akan terlibat dalam dinamika romansa karena keduanya merupakan cerminan dua aktor besar Indonesia dan dicintai juga oleh masyarakat Indonesia.

​Meski belum mengungkapkan sinopsisnya, film Descendants of the Sun akan mengikuti kisah romansa dari pasangan beda profesi dan idealisme. Proyek ini sekaligus menjadi kolaborasi internasional studio asal Indonesia dan Korea Selatan.

​Reza Rahadian, mengungkapkan antusiasmenya saat ia bergabung dengan proyek besar ini. Baginya, Hanung adalah sosok kakak sekaligus guru, sehingga tak ada kata tidak untuk selalu terlibat dalam proyek yang ditawarkan untuknya dari Hanung. Bahkan, Piala Citra FFI pertama Reza didapat saat ia berperan di film garapan Hanung, Perempuan Berkalung Sorban (2009).

​“Mas Hanung bagi saya sudah seperti Kakak. Kami bekerja sama sejak lama, sejak film Perempuan Berkalung Sorban (2009). Bahkan dari video klip, kami sudah bekerja sama. Jadi ini bukan sekadar reuni, karena hampir setiap tahun mungkin pasti kami ada produksi bersama. Saya tidak bisa menolak untuk Mas Hanung,” ujar Reza Rahadian.

​Sementara itu, Dian Sastrowardoyo sedikit membocorkan mengenai dinamika karakter yang akan diperankannya. Di film Descendants of the Sun, untuk pertama kalinya Dian akan terlibat relasi love interest bersama Reza, dan untuk pertama kalinya keduanya bermain bersama sebagai pemeran utama di satu judul.

​“Saya dan Reza tentu saja sudah lama berkarier di perfilman, dan sudah sejak lama kami saling mengenal. Tapi ternyata baru di proyek inilah kami benar-benar dipersatukan dalam sebuah project sebagai co-actors, dan akan terlibat love interest, sangat excited,” ujar Dian Sastrowardoyo.

​Eva Celia, yang bergabung dengan jajaran nama besar dalam proyek yang paling dinantikan dan diarahkan oleh Hanung Bramantyo, mengungkapkan antusiasmenya sekaligus perasaannya yang campur aduk.

​“Deg-degan sekali awalnya, apalagi di film ini saya mendapat tantangan tersendiri. Namun Mas Hanung berhasil memberikan ruang yang nyaman dalam direction-nya, sehingga saya juga merasa menemukan playground dalam mengembangkan karakter yang saya perankan,” ujar Eva Celia.

​Film Descendants of the Sun akan segera tayang di bioskop Indonesia. Nantikan informasi dan perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi @dapurfilm dan @filmdots_indonesia, sampai jumpa di bioskop.

Tentang DAPUR FILM INDONESIA

​DAPUR FILM Indonesia didirikan pada 31 Desember 2003 oleh Hanung Bramantyo di Jakarta, Indonesia. Di mana sudah melahirkan sineas-sineas muda seperti Angga Dwimas Sasongko, Fajar Nugros, Fajar Bustomi, Gina S Noer, dan sebagainya.

​Sekarang, DAPUR FILM sudah menjadi Production House yang menghasilkan banyak film-film box office terutama dengan genre drama romance.

Tentang Hanung Bramantyo

​Lahir di Yogyakarta, 1975. Lulusan Fakultas Film & TV di Institut Kesenian Jakarta. Pertama kali memperoleh penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 2005.

​Film pertama yang bertemakan drama berjudul Ayat-Ayat Cinta (2008) memperoleh 3,6 juta penonton, disusul film Rudy Habibie (2016) memperoleh 2 juta Penonton, Habibie & Ainun memperoleh 2,2 juta Penonton dan Miracle in Cell no 7 (2022) memperoleh 5,8jt Penonton.

​Selain box office, film bertemakan historical periodic lainnya mendapatkan penghargaan internasional seperti Kartini (2017) menjadi satu satu nya film Indonesia yang diputar di PBB dalam Kongres Perempuan Dunia; dan film Sultan Agung (2018) mendapatkan penghargaan Jury Prize di Azkubat International Film Festival Rusia tahun 2019.

Hari Kedua ICX Jakarta 2026, Barista dan Pelaku Industri Kopi Unjuk Kualitas

Jakarta, 5 September 2026 – Hari kedua penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), berlangsung tak kalah meriah dari hari pembukaan. Sejak area pameran dibuka, pengunjung dari kalangan pelaku industri, barista, pemilik kafe, hingga pecinta kopi kembali memadati Cendrawasih Hall untuk menyaksikan langsung rangkaian kompetisi, program edukasi, dan pengalaman menyeduh kopi yang dihadirkan sepanjang hari.

​Salah satu magnet utama hari kedua adalah babak Round 2 Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Berbeda dengan Round 1 yang digelar sehari sebelumnya, Jumat (4/9), tujuh kompetitor yang tampil di Round 2 merupakan barista-barista baru yang belum bertanding di babak pertama, sehingga kedua babak ini menghadirkan wajah dan racikan yang sepenuhnya berbeda satu sama lain.

​Sepanjang Round 1 dan Round 2, IBC Regional 1 Jakarta diikuti oleh 15 peserta yang datang dari 12 brand kopi tanah air, mulai dari coffee shop dengan jaringan gerai yang sudah dikenal luas, roastery lokal, hingga kedai kopi independen. Sejumlah brand yang berlaga di antaranya Ahead Coffee and Roastery, Anomali Coffee, Blue Doors, Common Grounds Coffee Roaster, Dream Coffee Company, Fumidai Specialty Coffee, Kopi Kenangan, Makmur Jaya Coffee Roaster, Omakafe, Ratio Coffee Brewers, Sunkop Ambarawa, dan Toko Kopi Tuku, ditambah dua peserta yang tampil sebagai kompetitor independen.

​Keberagaman latar belakang ini sekaligus menggambarkan bagaimana kompetisi barista kini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga panggung bagi berbagai skala bisnis kopi, dari yang sudah besar hingga yang baru merintis, untuk sama-sama unjuk kualitas.

​Dari 15 peserta tersebut, dewan juri menetapkan enam barista dengan perolehan poin tertinggi untuk melaju ke Final Round IBC Regional 1 Jakarta. Keenam finalis ini akan kembali naik panggung esok hari, Minggu (6/9), bertepatan dengan hari penutupan ICX Jakarta 2026, untuk memperebutkan gelar juara.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan keramaian yang terlihat selama dua hari penyelenggaraan menunjukkan bahwa kopi dapat dinikmati dari berbagai sisi, baik sebagai industri, kompetisi, maupun pengalaman yang dekat dengan masyarakat.

​"Yang paling saya rasakan di hari kedua ini adalah semangat anak-anak muda, para barista dari berbagai daerah, yang datang membawa cerita dan rasa kopi daerahnya masing-masing."

Ini yang membuat saya yakin, industri kopi Indonesia punya masa depan yang sangat cerah," ujarnya saat meninjau langsung jalannya kompetisi IBC Regional 1 di JICC, Sabtu (5/9).

​Respon positif serupa juga dirasakan para pengunjung yang datang ke ICX Jakarta 2026. Gio, salah satu pengunjung yang datang khusus untuk menyaksikan kompetisi IBC, mengaku terkesan dengan suasana pameran hari ini.

​"Saya senang banget bisa lihat langsung barista-barista unjuk kemampuan, suasananya seru dan hidup banget. Besok saya mau balik lagi buat nonton Final Round IBC," katanya.

​Selain kompetisi IBC, Unfiltered menjadi salah satu program yang mencuri perhatian pengunjung hari ini. Sesi ini menghadirkan Tarra Budiman, Diskopantera, dan Irpan (@sarcastichusband) dalam suasana yang lebih santai dan menghibur. Ketiganya turut menjajal keseruan di area bar, berinteraksi langsung dengan pengunjung, serta mengajak para figur publik dan pemenang WBC untuk mencicipi kopi yang disajikan.

​Keseruan semakin terasa ketika setiap kopi yang disajikan mendapat komentar spontan dari mereka yang mencicipi. Reaksi jujur, obrolan ringan, hingga perbedaan selera menjadi bagian dari interaksi yang membuat Unfiltered ramai mengundang tawa dan perhatian pengunjung sepanjang hari.

​Tarra Budiman mengaku menikmati keseruan Unfiltered sekaligus antusias melihat semarak ICX Jakarta 2026 yang mempertemukan berbagai kalangan dengan dunia kopi.

​"Unfiltered seru banget. Di sini tempatnya orang-orang bukan hanya ngomongin teknis tapi gimana caranya kita nyeduh, ngobrol dan bercanda bareng karena esensinya ngopi ya ngumpul bareng aja. ICX gue suka banget, seru banget karena disini bisa menemukan kopi-kopi enak dan bisa banyak belajar," ujar Tarra.

​Program edukasi Brew Talks juga tak kalah menarik perhatian. Salah satu sesinya adalah "Secangkir eXperience: An Immersive End-to-End Coffee Experience" yang berlangsung di ICX Program Stage, menghadirkan Fajar Endra Nusa dari Secangkir Coffee & Roastery bersama Famara Wassa Jawla, Coffee Influencer yang turut berperan sebagai home brewer dalam sesi ini. Sesi dibuka dengan cara yang biasa, lewat sajian es krim kopi susu yang dibagikan langsung kepada penonton di area kursi sebelum diskusi dimulai. Dalam obrolan santai, Fajar dan Famara berbagi cerita mengenai konsep Secangkir eXperience, mulai dari lini biji kopi andalan yang dihadirkan di ICX Jakarta 2026, salah satunya varian Blueberry Bubblegum (Sumbing Supernova Washed), hingga bagaimana Secangkir berupaya menghadirkan pengalaman ngopi yang immersive dan end-to-end, berbeda dari coffee experience pada umumnya. Keduanya juga membahas kolaborasi yang mereka jalankan khusus untuk ICX kali ini, serta bagaimana Secangkir menjaga karakter dan identitas yang khas di tengah semakin beragamnya coffee experience yang ditawarkan brand-brand kopi lain.

​Titik keramaian lain hari ini datang dari Lounge by Santino, yang menghadirkan sesi Brew Bars Takeover sepanjang hari, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WIB. Berbeda dari kompetisi, sesi ini menghadirkan barista-barista ternama tanah air yang bergantian mengambil alih bar setiap satu jam, meracik langsung di hadapan pengunjung sekaligus berbagi teknik dan cerita di balik racikan andalan mereka. Sesi ini membuat pengunjung bisa mencicipi ragam gaya seduh dari beberapa nama besar dunia kopi tanah air tiap harinya.

​Momen belanja pengunjung di ICX Jakarta 2026 juga semakin praktis berkat dukungan balé by BTN, yang menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan transaksi digital dalam ekosistem kopi. Selama ICX Jakarta 2026 berlangsung, pengunjung dapat menikmati cashback hingga Rp150.000 untuk setiap transaksi menggunakan balé by BTN. Selain itu, tersedia pula kesempatan membawa pulang hadiah berupa satu unit mesin kopi dan tabungan hingga Rp9.000.000 dengan mengumpulkan kupon dari setiap transaksi minimal Rp150.000.

​Pengunjung yang melakukan aktivasi balé by BTN di area ICX Jakarta juga berkesempatan mendapatkan voucher belanja hingga Rp50.000 yang dapat digunakan langsung di area pameran. Sebagai penutup rangkaian promo, pengunjung yang mengikuti program Lucky Spender balé by BTN dapat menantikan pengumuman pemenangnya pada hari terakhir ICX Jakarta 2026, Minggu (6/9).

​Kemeriahan ICX Jakarta 2026 akan mencapai puncaknya besok, Minggu (6/9), sekaligus menjadi hari penutupan. Pengunjung dapat kembali menikmati sesi Brew Bars pukul 10.30 - 17.30 WIB, Brew Talks dari Arutala Coffee di jam 14.00 WIB, Final Round IBC Regional 1 Jakarta pukul 11.00 - 17.10 WIB yang akan menentukan barista terbaik dari kompetisi ini, serta Winner Announcement IBC pada hari yang sama. Rangkaian ICX Jakarta 2026 akan resmi ditutup dengan Coffee Rave Party yang menampilkan penampilan spesial dari Mollucan Soul sebagai puncak perayaan.

​Pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan hari terakhir ICX Jakarta 2026, tiket reguler dapat dibeli seharga Rp60.000 per tiket. Tersedia pula promo bundling satu tiket gratis satu cup gelato dari Espresso Italia seharga Rp70.000, yang dapat dibeli melalui dyandratiket.com.

​ICX Jakarta 2026 berlangsung hingga Minggu, 6 September 2026. Informasi mengenai rangkaian kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Coffee Expo pada indonesiacoffeeexpo.com dan akun Instagram @icx_expo.

Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI)

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional untuk penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

Tentang Dyandra Promosindo

​Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Good Morning Everyone dan Fiersa Besari Hadirkan "Kalah", EP tentang Merelakan Cinta yang Tak Lagi Sejalan

Good Morning Everyone (GME) resmi merilis EP terbaru, "Kalah", di seluruh platform musik digital. Proyek ini menjadi kolaborasi istimewa GME bersama Fiersa Besari, yang hadir di seluruh lagu dalam EP dan memperkaya warna pop alternatif khas unit asal Semarang tersebut.

​"Kalah" merangkum empat lagu: 'Salah', 'Ia', 'Salah (Acoustic Version)', dan 'Ia (Acoustic Version)'. Jika 'Salah' berbicara tentang seseorang yang selalu dianggap keliru di mata pasangannya, 'Ia' mengajak pendengar melihat sisi lain dari sebuah perpisahan: hubungan yang harus dilepaskan bukan karena ada yang sepenuhnya salah, melainkan karena dua orang tidak lagi berjalan ke arah yang sama. "Ia adalah tentang menerima bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk bertahan. Ada hubungan yang akhirnya perlu dilepaskan, bukan karena rasa sayangnya tidak ada, tetapi karena kami sadar arah yang dituju sudah berbeda," ungkap GME.

​Kehadiran versi akustik dalam "Kalah" menjadi cara GME dan Fiersa Besari menempatkan cerita sebagai pusat pengalaman mendengarkan. Dengan aransemen yang lebih sederhana, kedua versi tersebut memberi ruang lebih besar bagi lirik serta emosi lagunya untuk berbicara. "Kami merasa cerita dalam EP ini akan lebih kuat ketika dibawakan dengan sederhana, seperti mendengarkan seseorang bercerita secara langsung tanpa banyak ornamen," lanjut GME.

​Kolaborasi bersama Fiersa Besari mempertemukan karakter lirik GME yang dekat dengan keseharian dengan kepekaan bertutur Fiersa. Hasilnya adalah empat lagu yang merekam proses kalah, salah, menerima, hingga merelakan dalam hubungan. Sebuah pengalaman yang personal, tetapi juga dekat dengan banyak pendengar.

​Bagi GME, "Kalah" melanjutkan perjalanan kreatif mereka sebagai salah satu unit pop alternatif dari Semarang. Beranggotakan Sani (vokal), Daniel (gitar), Erwin (keyboard), Dani (bass), dan Yuli (gitar), GME pernah masuk nominasi AMI Awards 2016 lewat lagu 'Move On' dan tampil sebagai salah satu guest star di Zandari Festival, Korea Selatan, pada 2023. "Kalah" kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.

​Tracklist "Kalah"

  • ​'Salah'
  • ​'Ia'
  • ​'Salah (Acoustic Version)'
  • ​'Ia (Acoustic Version)'

​Tentang GME

​Good Morning Everyone (GME) adalah grup musik asal Semarang yang dikenal melalui karya-karya bernuansa pop alternatif dengan lirik yang dekat dengan keseharian, beranggotakan lima personil, yakni Sani (vokal), Daniel (gitar), Erwin (keyboard), Dani (bass) dan Yuli (gitar). Pada tahun 2016, GME pernah masuk nominasi AMI AWARDS dalam kategori produksi musik terbaik untuk lagu 'Move On'. Pada Desember 2023, GME sempat menjadi salah satu guest star di acara festival musik internasional di Korea Selatan yaitu ZANDARI Festival. Beberapa single sudah dirilis dan menjadi andalan GME ketika tampil di panggung, seperti 'TungguAku' (2018), 'Secepat Mungkin' (2018), dan 'Bukan Begitu Caramu' (2020) GME juga sempat merilis EP berjudul Lusi pada 2021., menutup tahun 2024, GME membuahkan karya berupa album penuh bertajuk 'Bapak' dan ditahun 2025 merilis lagu bersama Fiersa Bersari Berjudul "Salah"

Jumat, 04 September 2026

Enzy Storia, Afgan, 11 ART, dan 7 Komika Stand Up Comedy Perempuan Ajak Ngakak Bareng di 16 Kota lewat Film Agensi Rumah Tangga

Film Agensi Rumah Tangga tayang serentak mulai 10 September di bioskop

Jakarta, 4 September 2026 — Film komedi terbaru dari sutradara Naya Anindita, Agensi Rumah Tangga akan tayang lebih dulu di 16 kota di Indonesia! Enzy Storia, Afgan, bersama 11 ART dan 7 komika perempuan akan mengajak penonton untuk ngakak bareng menyaksikan kisah Katia yang baru saja di-PHK dan berjuang untuk menemukan jalan barunya lewat usaha agensi penyaluran ART.

​Menjadi persembahan terbaru dari Starvision yang bekerja sama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, film ini akan menjadi persembahan untuk para perempuan Indonesia yang tak kenal lelah untuk berjuang dan bekerja demi kebutuhan hidup.

​Nonton duluan film Agensi Rumah Tangga di 16 kota akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, pada 5–6 September 2026. Pada Sabtu, 5 September 2026, kota yang bisa nonton duluan film ini adalah Bandung (TSM XXI), Tasikmalaya (Tasik XXI), Yogyakarta (Ambarrukmo XXI), Makassar (Panakkukang XXI), Garut (Ciplaz Garut XXI), Palembang (Palembang Icon Cinepolis), Semarang (Java Supermall Cinepolis), dan Karawang (Festive Walk CGV).

​Sementara pada Minggu, 6 September 2026, kota-kota yang lebih dulu nonton Agensi Rumah Tangga adalah Jakarta (Blok M XXI), Surabaya (Transmart Ngagel XXI), Medan (Manhattan XXI), Lampung (Malkartini XXI), Samarinda (Samarinda Square XXI), Malang (Malang Town Square Cinepolis), Tangerang (Eco Plaza Cikupa CGV), dan Depok (Dmall CGV).

​"Agensi Rumah Tangga adalah komedi yang kita butuhkan saat ini. Mengikuti perjalanan yang seru, kocak, namun juga ada bagian yang bisa menyentuh hati kita. Naya berhasil menghidupkan karakter-karakternya yang sangat luar biasa yang didominasi oleh jajaran pemeran dan komika perempuan," ujar produser Chand Parwez Servia.

​"Ketika saya membuat film Agensi Rumah Tangga, saya berharap semoga bisa menjadi penyegar untuk teman-teman yang butuh hiburan di tengah kehebohan duniawi saat ini. Namun di sisi lain, saya juga berharap film ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk para perempuan di luar sana yang sedang berjuang memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya. Film ini untuk perempuan-perempuan yang memiliki tujuan sama, yaitu mau tidak mau harus meninggalkan keluarga agar bisa mensejahterakan keluarganya masing-masing," ujar sutradara Naya Anindita.

Agensi Rumah Tangga diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri, adaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari.

Film ini dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

​Selain nonton duluan di 16 kota, film Agensi Rumah Tangga juga menghadirkan promo pembelian tiket beli 1 gratis 1 yang tersedia di aplikasi dan website XXI, CGV, Cinepolis, dan TIX ID.

​Tonton film Agensi Rumah Tangga di bioskop pada 5 dan 6 September 2026 di 16 kota di Indonesia, dan sapu bersih tiketnya saat tayang serentak mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop.

​Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

​Katia yang di-PHK perlu pekerjaan baru untuk membayar KPR, hingga memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART). Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.

Pemain dan Tim Produksi

Enzy Storia — Katia Amaranto

Afgansyah Reza — Kafka

Fita Anggriani — Sashi

Ardit Erwandha — Banu

Yunita Siregar — Mila

Unique Priscilla — Titin

Tike Priatnakusumah — Bi Minah

Nada Novia — Nisa

Ummi Quary — Siti

Musdalifah Basri — Asih

Neneng Wulandari — Marsih

Dea Panendra — Dini

Boah Sartika — Denok

Priska Baru Segu — Rina

Astrid Juwita — Ratih

Nury Zhafira — Fitri

Mega Salsabila — Ica

Farrell Rafisqy — Kenzi

Khalif Al Juna — Kenzo

Sheila Dara — Viona

Hesti Purwadinata — Tessa Effendi

Lulu Tobing — Danila

Febby Rastanty — Quina

Dayu Wijanto — Miranti

Nazira C. Noer — Ira

Freya Mikhayla — Aurora

Azamy Syauqi — Dio

Niky Putra — Petugas CPNS 1

Mario Caesar — Peserta Ujian CPNS 1

Kev — Peserta Ujian CPNS 2

Oline Mendeng — Hani

Yono Bakrie — Yono Sayur

Marchella FP — Cecel Pegawai TV

Rendha Rais — Widya

Reza Chandika — Candra Chandika

Arvino Ramadhan — Petugas CPNS 2

Oki DM — Wanto Furniture

Anyun Cadel — Toha

Elia Margaretha — Wanita Bertubuh Besar

Yudha Brajamusti — Dukun

McDanny — Pembeli Mobil Katia

Shela Lala — Mbak Lala

Vadie Akbar — Reza

Dian Iyoy — Bapak Main Gaple

Produksi


Starvision

Legacy Pictures

Vortera Studios

Navvaros

Produser


Chand Parwez Servia

Riza

Reza Servia

Mithu Nisar

Sutradara


Naya Anindita

Produser Eksekutif


Amrit Dido Servia

Raza Servia

Futih Aljihadi

Lisbeth Simarmata

Muhammad Noviar Rahman

Nazira C Noer

Trivet Sembel

Produser Lini


Rini Atmodjo

Penulis Skenario


Upi

Ayu Anggraini Putri

Dari Novel Best Seller


Almira Bastari

Penata Artistik


Jacobus Dimas

Penata Kamera: Robert Cauble

Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi

Penata Suara: Aditya Trisnawan

Perekam Suara: Waim Ahmad Fahreizi

Penata Musik: Hariopati Rinanto

Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio

Penata Grafis: Mataque Studio

Penata Rias: Amalia Cantiqa

Penata Busana: Aldie Harra

Penata Peran: Arief Havidz

Penata Peran: Abie Prabu

Perancang Poster: Alvin Hariz

OST: 

Langit Merah Muda — Afgan

Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) — Afgan

Jatuh, Bangkit Kembali! — HIVE!

Kita Bikin Romantis — MALIQ & D'Essentials


Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang Legacy Pictures

​PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.

​Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan investasi film. "PENGABDI SETAN", "AGAK LAEN", "PETUALANGAN SHERINA 2" dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.

​STARVISION | LEGACY PICTURES | VORTERA STUDIOS | NAVVAROS

Tentang Vortera Studios

​Vortera Studios adalah sebuah perusahaan film asal Indonesia yang aktif berkolaborasi dalam berbagai proyek film layar lebar nasional. Sebagai studio film baru di industri perfilman tanah air, Vortera Studios gencar menjalin kemitraan strategis dengan rumah produksi besar mapan seperti Rapi Films, Starvision, dan Screenplay Films.

Tentang Navvaros

​Navvaros Entertainment adalah perusahaan pemasaran, investasi, dan pengembangan film di...

TRAILER DAN POSTER RESMI FILM LAUT BERCERITA RILIS MENGHIDUPKAN KISAH PERJUANGAN, PERSAHABATAN, CINTA, DAN KEHILANGAN DI LAYAR LEBAR

Jakarta, 9 September 2026 – Pal8 Pictures meluncurkan trailer dan poster resmi film Laut Bercerita garapan sutradara Yosep Anggi Noen, adap...