Senin, 25 Mei 2026

​5 Alasan Film ‘Nobody Loves Kay’ Akan Sangat Relate dengan Perjuangan Gen Z yang Sibuk Mengejar Mimpi

Di zaman sekarang, semua orang ingin terlihat berhasil lebih cepat. Ada yang mengejar nilai terbaik, pekerjaan impian, hingga validasi di media sosial. Namun bagi sebagian anak muda hari ini, mimpi terbesar mereka justru datang dari dunia yang sering dianggap sebelah mata: game.

​Fenomena itulah yang menjadi nyawa di Nobody Loves Kay, film drama coming-of-age terbaru yang membawa dunia e-sports ke layar lebar dengan cara yang jauh lebih emosional dan dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

​Lebih dari sekadar taktik dan turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), film debut sutradara Bernardus Raka ini terinspirasi dari perjalanan hidup pro-player ONIC Kairi, di mana isi ceritanya berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih personal. Tentunya hal itulah yang akan membuat banyak generasi muda, khususnya Gen Z merasa relate dengan kisahnya.

​Berikut adalah 5 alasan mengapa perjuangan Kay (Bima Azriel) di film ini akan terasa sangat dekat dengan kehidupan kalian para Gen Z:

1. Potret Nyata Karakter Tanpa Privilege yang Nekat Bermimpi

​Banyak dari Gen Z hari ini yang harus berjuang dari nol tanpa modal fasilitas atau koneksi orang tua (privilege). Hal ini digambarkan lewat sosok Kay. Lahir dari keluarga sederhana di mana kedua orang tuanya harus mengadu nasib sebagai pekerja migran, Kay hidup dalam kesederhanaan bersama eyangnya di kampung. Yang ia miliki hanyalah satu hal gratis: mimpi besar untuk mengguncang dunia bersama sahabatnya melalui layar ponsel.

2. Tekanan "Sukses Muda" vs Stigma Lingkungan

​Gen Z sering kali terjepit di antara dua tekanan: tuntutan zaman untuk sukses di usia muda dan skeptisisme orang tua yang menganggap industri modern seperti e-sports tidak punya masa depan. Bima Azriel mengungkapkan bahwa konflik inilah yang membuat karakter Kay begitu hidup. “Di rumah, dia berhadapan dengan orang tua yang tidak percaya dengan apa yang ingin dia kejar,” ungkap Bima. Karakter Kay mewakili keresahan kalian yang sedang memperjuangkan mimpi yang sulit dimengerti oleh orang tua sendiri.

3. Harga Mahal Sebuah Ambisi: Rusaknya Hubungan dan Persahabatan

​Di era media sosial yang serba kompetitif, mengejar karir impian kadang memaksa kita mengorbankan hal-hal berharga lainnya. Dalam film ini, ambisi buta Kay untuk masuk ke industri profesional justru menjadi bumerang yang merusak soliditas tim dan meretakkan persahabatannya dengan Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico). Film ini memperlihatkan sisi gelap dari sebuah perjuangan: bahwa kadang, mimpi terbesar seseorang bisa menjadi alasan kenapa ia harus kehilangan orang-orang terdekatnya.

4. Rasa Sepi dan Lelah di Tengah Rasa "Fomo"

​Setiap hari kita disuguhi update pencapaian orang lain di media sosial, mulai dari karier, finansial, hingga popularitas. Tanpa sadar, hidup berubah menjadi kompetisi yang melelahkan. Nobody Loves Kay dengan berani membongkar apa yang terjadi di balik layar monitor. Bahwa di balik keinginan untuk berhasil dan terlihat tangguh, ada tekanan mental yang luar biasa, rasa takut gagal yang menghantui, serta kesepian mendalam saat berada di titik nadir sendirian.

5. Di Antara Pilihan Kalah atau "Prove Them Wrong"

​Alasan terkuat mengapa film ini wajib ditonton adalah karena ini merupakan sebuah lagu kemenangan bagi para underdog. Ketika semua orang berbalik membelakangi dan menyepelekannya, pasti ada rasa untuk ingin menyerah saja pada keadaan. Tapi, Kay menolak untuk menyerah.

​Film ini membuktikan bahwa menjadi juara bukan cuma soal memenangkan piala, melainkan tentang pembuktian kepada dunia bahwa mimpi yang diremehkan, jika diperjuangkan dengan segenap hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju panggung tertinggi.

Pada akhirnya, Nobody Loves Kay bukan cuma film tentang gamer. Ini adalah cerita tentang semua orang yang pernah merasa tertinggal, pernah diragukan, diremehkan dan tetap memilih berjalan maju demi membuktikan bahwa mereka bisa.

​Didukung oleh penampilan emosional dari Bima Azriel, Aurora Ribero, Rey Bong, Joshia Frederico, Ario Wahab, Mian Tiara, hingga Melati Sesilia, film ini siap menyentuh hati kalian.

​Jika kamu pernah atau sedang memiliki mimpi yang sulit dimengerti orang lain, bersiaplah menemukan sebagian dirimu di film ini. Nobody Loves Kay siap menghentak seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Pastikan kamu jadi saksi pembuktiannya dan ikuti terus akun resmi @nobodyloveskay!

Minggu, 24 Mei 2026

SUAMIKU LUKAKU Kembali Hadir di Car Free Day (CFD) Serentak 5 Kota, Ajak Publik Lebih Peduli pada Kesehatan Mental

Acha Septriasa dan Gusty Pratama turut hadir di CFD Jakarta dalam kampanye "For Mental Health and Healthy Living"

Jakarta, 24 Mei 2026 – Setelah menggelar Press Conference dan Gala Premiere pada 21 Mei 2026 lalu, film produksi SinemArt, SUAMIKU LUKAKU, kembali melanjutkan rangkaian kampanye sosialnya melalui kegiatan Car Free Day (CFD) batch kedua bertajuk "For Mental Health and Healthy Living" yang akan berlangsung serentak pada 24 Mei 2026 di lima kota besar: Jakarta, Depok, Banjarmasin, Medan, dan Palembang.

​Melalui kegiatan ini, SUAMIKU LUKAKU kembali mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental, khususnya dampak emosional dan psikologis yang dapat muncul akibat kekerasan dalam rumah tangga dan dalam relasi serta lingkungan yang tidak sehat.

​Di Jakarta, kegiatan CFD akan dihadiri langsung oleh dua aktor utama film SUAMIKU LUKAKU, Acha Septriasa dan Gusty Pratama, yang akan ikut berinteraksi dengan masyarakat dalam rangkaian kampanye hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatan mental.

​Rangkaian CFD ini menjadi bagian dari perjalanan kampanye SUAMIKU LUKAKU yang sejak awal tidak hanya hadir sebagai film drama, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi. Agar rumah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman.

​Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di mata publik namun menyimpan kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menemukan keberanian untuk melawan dan keluar dari lingkaran kekerasan.

​Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, film ini tidak hanya membicarakan kekerasan fisik, tetapi juga luka emosional yang sering kali tidak terlihat namun meninggalkan dampak mendalam terhadap kesehatan mental korban dan keluarganya.

​Sebelumnya, SUAMIKU LUKAKU telah menggelar berbagai kegiatan seperti Psychology Talkshow & Public Discussion, Goes to Campus, program "Nonton Duluan" di berbagai kota, hingga kampanye #memecahkankesunyian melalui CFD batch pertama di sejumlah kota di Indonesia.

​Melalui rangkaian kegiatan ini, SUAMIKU LUKAKU berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga adalah isu yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Karena sering kali, luka yang paling dalam adalah luka yang tidak terlihat.

SUAMIKU LUKAKU mengajak publik untuk terus membangun ruang yang lebih aman, suportif, dan penuh empati bagi para korban kekerasan. Karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan.

​Saksikan SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.

SINOPSIS

​Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

  • Hashtag : #suamikulukaku #memecahkankesunyian
  • Instagram : @suamiku.lukaku
  • TikTok : @sinemart_movie
  • YouTube : @sinemartpictures
  • Website : https://www.sinemart.com/

Jumat, 22 Mei 2026

All Women Project! Palari Films Memperkenalkan Pemeran & Sineas Film Desember Jani yang Seluruhnya Perempuan dari Lintas Generasi

Film Desember Jani tayang jelang Hari Ibu pada Desember 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 22 Mei 2026 – Setelah merayakan 1 Dekade perjalanan Palari Films, rumah produksi yang telah banyak memenangkan penghargaan dan judul-judul yang banyak diminati penonton Indonesia, kini Palari Films memperkenalkan judul film terbarunya, Desember Jani (Jani Be Good). Film ini semakin menarik karena menjadi All Women Project yang ditulis, diproduseri, disutradarai, dan diperankan oleh semuanya perempuan.

​Film Desember Jani disutradarai oleh sutradara dan seniman visual Ariani Darmawan, sekaligus menjadikan film ini sebagai debut feature-nya. Naskah film ini ditulis oleh Cyntha Hariadi, novelis dan penyair pemenang penghargaan yang juga untuk pertama kalinya menulis naskah film.

​Sementara itu, Meiske Taurisia, menjadi produser di film ini, yang semakin memperkuat jajaran suara perempuan dalam ceritanya. Meiske memproduseri film ini bersama Muhammad Zaidy.

​Film Desember Jani juga menggabungkan jajaran ansambel aktris yang unik dan kuat, berasal dari pemeran perempuan lintas generasi. Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan debut layar lebar Hyori Mika.

​"Ini adalah film pertama Palari Films yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan, dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama untuk seorang ibu dan anak perempuan," ujar produser Meiske Taurisia.

​Film Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir kehilangan cara untuk saling bicara, hingga yang paling muda, Jani (13 tahun), memilih menjadi jembatan yang menyambungkan kembali. Film ini mengangkat tema yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia: jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.

​"Ini adalah proyek yang luar biasa, bersama Palari Films, saya mengeksplorasi gagasan kreatif dengan lebih leluasa. Memanfaatkan Bandung sebagai sepenuhnya latar di film ini, yang juga punya nilai sentimental tersendiri untuk saya. Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun nanti," ujar sutradara Ariani Darmawan.

​Empat pemeran perempuan di film ini masing-masing membawa lapisan emosi yang berbeda. Tutie Kirana memerankan Oma, perempuan berusia 75 tahun yang mengungkapkan cinta lewat tindakan, bukan kata-kata. Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu yang menyimpan rasa bersalah yang tak pernah terucapkan.

​Hyori Mika memerankan Julia, anak yang pergi dan belum tahu cara pulang. Chempa Puteri memerankan Jani, anak 13 tahun yang melihat retaknya keluarga lebih jelas dari siapapun, dan memilih untuk menjadi yang pertama bergerak.

​Bagi aktris Sigi Wimala, yang cukup lama menepi dari layar lebar, bergabung dengan film Desember Jani seperti menemukan keluarga baru. "Kami diberi waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik. Tanpa diburu-buru dan dipaksaan. Jadi pas kami syuting sudah sangat nyaman," ujar Sigi Wimala.

Desember Jani adalah film kesekian bagi Chempa Puteri, namun untuk pertama kalinya Chempa dipercaya sebagai pemeran utama. "Untuk persiapannya, aku latihan chemistry dengan Mama Sigi, Oma Tutie, Ibu Rani sebagai sutradara, dan Bu Dede sebagai produser. Aku belajar banyak dari orang-orang hebat di film ini dan mendapatkan ilmu yang berharga," ujar Chempa Puteri.

​Sementara itu, ada kisah menarik di balik pemilihan Hyori Mika. Mulanya, sang sutradara melihat akting Hyori dalam sebuah iklan di kereta api. Saat itu, ia pun meminta tim casting untuk mencari Hyori Mika dan akhirnya ia memerankan Julia di film panjang debutnya.

​"Senang rasanya dipercaya untuk memerankan karakter Julia di film ini. Anak sulung yang memutuskan pergi dari rumah karena tidak didengar. Film ini jadi perjalanan awalku di dunia film, dan semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama tentang boundaries dan mereka yang lagi mencari jati diri," ujar Hyori Mika.

​Tutie Kirana, legenda perfilman Indonesia yang telah mewarnai perfilman sejak era '70-an dan telah meraih 5 nominasi Piala Citra FFI, bergabung menjadi karakter yang menguatkan dinamika keluarga di film ini. Bagi Tutie, film ini adalah gambaran tentang perempuan-perempuan yang berdaya.

​"Saya memerankan Oma Peggy, sosok yang sudah lanjut usia tapi masih bikin usaha lumpia. Sebagai perempuan memang harus berdaya, bahkan di saat sudah lanjut usia. Di film ini, bersama perempuan-perempuan yang sangat berdaya, menjadikan semuanya satu kesatuan di dalam ceritanya," ujar Tutie Kirana.

Desember, Jani akan hadir di bioskop tepat menjelang Hari Ibu, 22 Desember 2026, sebuah momen yang terasa pas untuk sebuah film tentang perempuan, keluarga, dan cinta yang butuh waktu untuk menemukan suaranya.


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas".

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah "Kabut Berduri" (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya "Dear David (2023), omnibus "Piknik Pesona" (2022), "Ali & Ratu-Ratu Queens" (2021), "Aruna & Lidahnya" (2018), "Posesif" (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Film Keluarga Suami Adalah Hama Tayang di Bioskop! Anggy Umbara Sebut Film yang 'Gue Banget', Ajak Pasutri Cari Support System dan Perbaiki Keluarga

Jakarta, 22 Mei 2026 – Film Keluarga Suami Adalah Hama persembahan Umbara Brothers Film dan VMS Studio saat ini tayang di bioskop dan telah mendapatkan respons positif dari penonton. Film yang dibintangi Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, Sitha Marino, dan Jeremie Moeremans ini bisa menggambarkan dinamika suami istri di kehidupan rumah tangga secara real.

​Jika ada anekdot bahwa ketika sudah menikah jangan tinggal bersama dengan orangtua atau mertua, film ini bisa menjadi contoh yang nyata. Sutradara Anggy Umbara, mengungkapkan cerita di film Keluarga Suami Adalah Hama sangat personal baginya.

​"Ini film yang gue banget, sangat terjadi di saya. Istri dan nyokap berseteru selama belasan tahun, makanan yang selalu nggak pas buat nyokap, jadi banyak yang bisa saya masukkan, jujur apa adanya," kata penulis, produser, dan sutradara Keluarga Suami Adalah Hama Anggy Umbara.

​"Semua orang di pernikahan pernah merasakan ini. Saya sudah 20 tahun menikah, sudut pandang dari orang pertama melihat dan merasakan ini semua, sesuatu yang kita rasakan tapi nggak pernah dibicarakan," tambah Anggy Umbara.

​Namun, bagi Anggy, film Keluarga Suami Adalah Hama adalah ingin mengajak orang yang mengalami kisah seperti Damar dan Intan di film ini untuk merasa tidak sendirian. Film ini juga ingin mengumpulkan orang-orang di luar sana yang mengalami hal serupa dan membuat keluarga menjadi lebih baik.

​"Semoga sudut pandangannya bisa lebih lebar lagi, dan bisa mencari support system yang baik," pesan Anggy.

​Diproduksi oleh Umbara Brothers Film dan VMS Studio, film ini bekerja sama dengan 10 Star, SR Film, dan DBay. Film ini diproduseri oleh Shalu T.M., Indah Destriana dan Anggy Umbara. Selain memproduseri dan menyutradarai, Anggy turut menulis naskah film ini.

​Tonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop mulai 21 Mei 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi VMS Studio dan Umbara Brothers Film.


TENTANG VMS STUDIO

​Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.

​Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.

​Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.

TENTANG UMBARA BROTHERS FILM

​Umbara Brothers Film adalah rumah produksi film Indonesia yang didirikan oleh Danu Umbara pada tahun 1966, dan dilanjutkan oleh Anggy Umbara serta Bounty Umbara sejak 2016, bersama partner Indah Destriana. Hingga akhir 2025, Umbara Brothers Film telah memproduksi 17 film layar lebar, 11 film digital, dan 5 serial, mencerminkan konsistensi serta adaptasi terhadap perkembangan industri.

​Dikenal dengan storytelling yang emosional dan relevan, Umbara Brothers Film menghadirkan beragam genre dari komedi hingga drama berbasis kisah nyata, dengan pendekatan sinematik yang kuat dan dekat dengan penonton. Di antara pencapaiannya, Siksa Neraka dengan perolehan 2,6 juta penonton & Vina: Sebelum 7 Hari meraih 5,8 juta penonton bersama Dee Company, serta Sabar Ini Ujian bersama MD Pictures yang memperoleh berbagai penghargaan, termasuk Sutradara Terbaik dan Film Komedi Terbaik di Festival Film Wartawan 2021.

​Dengan komitmen pada kualitas dan keberanian bercerita, Umbara Brothers Film terus memperkuat posisinya sebagai kekuatan kreatif dalam industri perfilman Indonesia yang mampu menjangkau audiens luas sekaligus menghadirkan cerita yang bermakna.

Badut Gendong 'Hidup' di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat

Jakarta, 22 Mei 2026 – Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Screening dan Gala Premiere untuk film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong. Film yang lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat ini sukses menggelar karpet merahnya di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

​Acara pemutaran perdana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh produser Linda Gozali, sutradara Charles Gozali, serta seluruh jajaran pemain, di antaranya Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor senior Jose Rizal Manua.

Badut Gendong Sebagai Kreasi yang Menantang


Dalam acara ini, sutradara Charles Gozali mengungkapkan bahwa sosok antagonis baru ini merupakan salah satu kreasi paling menantang sepanjang kariernya.

"Badut Gendong adalah salah satu karakter paling kompleks yang pernah saya ciptakan. Berangkat dari dualitas rasa cinta dan kebencian yang mendalam, karakter ini akan menjadi pemain yang sangat menarik sekaligus berbahaya di dalam semesta Qodrat," jelas Charles.

​Komitmen total untuk menghadirkan kualitas visual dan narasi yang premium juga ditegaskan oleh sang produser. Linda Gozali membeberkan bahwa film ini menuntut dedikasi yang luar biasa dari sisi produksi.

"Ini adalah proyek pertama MAGMA yang overbudget, namun keputusan tersebut harus kami ambil karena kami sepenuhnya percaya pada kekuatan cerita serta masa depan jangka panjang dari karakter Badut Gendong ini," ungkap Linda.

Epicentrum Jadi Saksi Dimulainya Teror Badut Gendong

​Kengerian film tidak hanya tersaji di dalam studio bioskop, tetapi sengaja dihidupkan di area lobby Epicentrum XXI. MAGMA Entertainment menyulap lokasi Gala Premiere dengan dekorasi yang mencekam untuk menyambut para tamu undangan.

​Mulai dari deretan toples kaca berisi replika wajah manusia yang dikuliti secara sadis, hingga pameran properti prostetik asli yang digunakan selama proses syuting, semuanya dihadirkan demi memberikan pengalaman teror yang nyata sejak pertama kali melangkah masuk.

​Aktor utama semesta Qodrat, Vino G. Bastian, yang turut hadir dan menyaksikan kegilaan film ini memberikan apresiasinya. "MAGMA tidak main-main dalam memperluas Semesta Qodrat. Badut Gendong ini bukan sekadar horor yang menjual kaget, tapi aksi dan intensitas terornya sangat terasa. Marthino Lio luar biasa membawakan karakter yang kompleks ini. Sebagai 'kakak' dari semesta ini, saya bangga dan sekaligus ngeri melihat ancaman baru yang diciptakan Charles Gozali ini," puji Vino.

​Film Badut Gendong siap menghantui dan menguji nyali seluruh pencinta film horor di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Segera amankan tiket Anda dan ikuti perkembangan informasi terbarunya melalui akun media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.

20 Tahun Kemudian, RAN Kembali ke “Pandangan Pertama” Lewat Super Remake Music Video


Jakarta, 22 Mei 2026
— Tahun 2026 menjadi perjalanan yang penuh makna bagi RAN. Setelah sukses menggelar musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu, perjalanan menuju 20 tahun berkarya yang akan dirayakan November nanti kini kembali diperkuat lewat sebuah langkah yang terasa sangat personal, merilis super remake music video “Pandangan Pertama” yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya pada tahun 2006.

Jika musikal “Pandangan Pertama” menjadi cara RAN merayakan perjalanan mereka lewat panggung teater, maka remake music video ini adalah cara mereka kembali menatap titik awal yang memulai semuanya. Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan hanya lagu pertama. Lagu itu adalah fondasi.

Sebuah titik nol yang tanpa mereka sadari perlahan mengubah hidup tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan paling panjang diIndonesia.

Dan dua puluh tahun kemudian, mereka memutuskan untuk kembali ke sana.

“Kita nggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini,” kata Nino. “Semakin dewasa, kita justru makin sadar kalau hidup kita berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget.

Namun menariknya, music video “Pandangan Pertama” yang selama ini dikenal banyak orang ternyata bukan diunggah dari akun YouTube resmi RAN sendiri.

Di era awal 2000-an, ketika YouTube bahkan belum menjadi platform utama seperti sekarang, music video dibuat sebagai syarat agar lagu bisa tayang di televisi musik nasional. RAN pun membuat video klip “Pandangan Pertama” untuk kebutuhan promosi saat itu. Tapi ketika era digital mulai berubah dan YouTube menjadi rumah baru bagi video musik, mereka justru lupa mengunggah video tersebut ke akun resmi mereka sendiri.

Lucunya, video itu kemudian hidup sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang bahkan sampai hari ini tidak pernah mereka kenal.

“Jadi selama bertahun-tahun orang nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kita nggak tahu siapa,” cerita Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi bagian dari sejarah lagu ini.”

Karena itulah ketika memutuskan membuat ulang music video tersebut, RAN tidak ingin membuat versi modern yang terlalu berbeda. Mereka justru ingin menghadirkan ulang rasa yang sama. Hampir semua detail dibuat semirip mungkin dengan video klip aslinya mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, gestur, hingga tone visualnya.

“Kita benar-benar sampai nonton frame per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar,” ujar Rayi. “Ini bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk kita.”

Asta mengaku proses remake ini justru terasa lebih emosional dibanding yang mereka perkirakan sebelumnya.

“Ada momen waktu syuting di mana kita tiba-tiba diem sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kita. Semua memori itu balik lagi,” kata Asta. “Dan ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih ada.”

Di balik proses yang penuh detail tersebut, ada satu cerita kecil yang paling membuat mereka tertawa selama syuting berlangsung.

Pada music video original tahun 2006, Nino ternyata memakai sepatu “Nike KW” karena saat itu mereka belum punya banyak uang untuk kebutuhan styling video klip.

Dan ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk kebutuhan remake versi 2026, mereka akhirnya menemukan bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, hanya saja sangat langka dan sulit ditemukan hari ini.

“Pas kita cari lagi, ternyata ada versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka,” kata Nino sambil tertawa. “Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya demi akurasi sejarah… gue beli yang KW lagi.”

Meski dipenuhi cerita-cerita hangat dan nostalgia personal, remake “Pandangan Pertama” tetap menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar mengulang masa lalu berhenti.

Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan Pertama” ke panggung teater, remake music video ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN pada akhir tahun nanti.

“Kami nggak melihat ini sebagai comeback,” tambah Nino. “Karena buat kami, perjalanan itu nggak pernah berhenti. Ini cuma kelanjutan dari langkah yang sudah dimulai sejak ‘Pandangan Pertama’.”

Dan seperti lagu yang terus menemukan pendengarnya selama dua dekade terakhir, RAN pun percaya bahwa perjalanan mereka masih akan terus berlari.

“Dua puluh tahun bukan garis akhir,” tutup Nino. “Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng.”


Tentang RAN

RAN adalah grup musik asal Jakarta yang telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino, mereka dikenal lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan di telinga tapi dalam di rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama, RAN telah menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang kedua puluh.


Info Media Sosial resmi RAN:

YouTube RAN : https://www.youtube.com/@RANforyourlife

Instagram RAN : https://www.instagram.com/ranforyourlife/

Instagram Rayi : https://www.instagram.com/rayiputra26/

Instagram Asta : https://www.instagram.com/astaandoko/

Instagram Nino : https://www.instagram.com/ninokayam/

The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF Festival) Tahun Kedua: Kembalinya Kolaborasi Dunia Kecantikan & Fashion Indonesia

Setelah sukses diselenggarakan perdana Agustus 2025 lalu, The BFF Festival kembali menyapa dengan keterlibatan deretan brand favorit lintas kategori.

Jakarta, 21 Mei 2026 – Kesuksesan The BFF Festival dalam menghadirkan pengalaman lintas industri yang mempertemukan pelaku kecantikan, fashion, fragrance, dan lifestyle di tahun perdananya, menjadikan festival ini kembali diselenggarakan pada tahun 2026.

​Didirikan oleh Hanifa Ambadar dan Novita Imelda, dua sosok yang telah berkecimpung selama hampir dua dekade di industri kecantikan Indonesia, The BFF Festival lahir dari kebutuhan akan sebuah platform yang mampu mempertemukan berbagai brand berkualitas dengan audiens yang lebih luas dan apresiatif. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri beauty dan fashion, tantangan yang dihadapi para pelaku industri masih terus berkembang, mulai dari persaingan harga, dominasi produk fast fashion, hingga kebutuhan membangun koneksi yang lebih bermakna dengan konsumen.

​Melihat antusiasme besar pada penyelenggaraan sebelumnya di tahun 2025, The BFF Festival 2026 hadir dengan pengalaman yang lebih kaya. Festival ini kembali menjadi ruang dinamis bagi brand kecantikan, fashion, dan lifestyle untuk berkolaborasi, memperluas pasar, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal dan inspiratif bagi pengunjung.

​Pendekatan Lebih Relevan, Suasana yang Tetap Nyaman

​Meski sama-sama menjadi bagian erat dari gaya hidup modern, industri kecantikan dan fashion di Indonesia hingga kini masih kerap bergerak dalam ekosistem yang berjalan sendiri-sendiri. Tidak sedikit konsumen brand kecantikan lokal yang belum akrab dengan jenama fashion dalam negeri, begitu pula sebaliknya. Padahal, keduanya memiliki keterhubungan yang kuat dalam membentuk identitas dan ekspresi personal.

​Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang menjadikan online shopping sebagai bagian dari keseharian, pengalaman berbelanja secara offline nyatanya tetap memiliki nilai yang tak tergantikan. Ada pengalaman sensori dan emosional yang hanya dapat dirasakan ketika konsumen hadir secara langsung, mulai dari menyentuh material pakaian, mengamati detail craftsmanship pada tas dan sepatu, hingga menemukan aroma wewangian yang benar-benar merepresentasikan karakter dan preferensi diri.

​Lebih dari sekadar transaksi, pengalaman tersebut mendorong proses konsumsi yang lebih personal, sadar, dan tepat sasaran. Konsumen tidak hanya membeli produk karena tren sesaat, melainkan memilih sesuatu yang benar-benar memiliki relevansi dan nilai dalam kehidupan mereka sehari-hari.

​Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, banyak brand lokal tengah menghadapi tekanan besar, mulai dari penurunan pendapatan, melemahnya daya beli masyarakat, hingga lonjakan harga bahan baku yang kian membebani. Berangkat dari situasi tersebut, BFF Festival hadir sebagai ruang kolaborasi yang ingin merangkul para brand lokal dan mempertemukan mereka lebih dekat dengan konsumen, demi menciptakan ekosistem yang saling mendukung sekaligus memperkuat roda perekonomian bersama.

​Hanifa Ambadar selaku co-founder mengungkapkan, “Saat banyak brand sedang menghadapi masa yang challenging, BFF Festival ingin menjadi ruang yang membawa optimisme, tempat di mana brand, komunitas, media dan tentunya konsumen bisa kembali terhubung dan saling menguatkan. Kami percaya industri kreatif lokal akan selalu punya masa depan yang cerah selama kita terus bergerak bersama.”

​Kembali hadir di Jakarta International Convention Center (JICC), venue yang iconic untuk berbagai acara berskala internasional, BFF Festival menghadirkan pengalaman festival yang nyaman, terkurasi, dan menyenangkan. Lokasi ini dipilih untuk menciptakan atmosfer yang megah namun tetap hangat dan dinamis sebagai ruang bertemunya kreativitas, inspirasi, dan komunitas.

​Apa Saja yang Dihadirkan oleh The BFF 2026?

  • ​Pameran kurasi yang menampilkan 200 merek kecantikan, fashion, dan wewangian berkualitas di Indonesia. Nama-nama besar di industri kecantikan seperti Make Over, Avoskin, BLP Beauty, Buttonscarves Beauty, Luxcrime, Wet Brush, Guele, Skin Dewi, Dew It, Tulus Skin, ESQA, Glowell, hingga Sozo Skincare akan hadir di acara ini. Dari ranah wewangian, pengunjung bisa menemukan Etre, Personal Chemistry, Citizens of The World, Scents of Pluto, Astree, Scent of Jarte, hingga Maison Garnet. Untuk kategori fashion, deretan label ternama seperti IKYK, Ria Miranda, Ella & Glo, Alex[a]lexa, BLZR ID, HSF Eyewear, Calla The Label, Dama Kara, Shaddy, Buttonscarves, NASL, White Noise, Khanaan, hingga TS The Label by Tities Sapoetra turut meramaikan acara.
  • ​Pertunjukan trunk show yang menggabungkan narasi fashion dan kecantikan.
  • ​Deretan workshop interaktif, edukatif, dan diskusi panel dengan para ahli di industri.
  • ​Kesempatan networking untuk memicu kolaborasi antara merek, kreator, dan konsumen.
  • ​Pertunjukan musik dan entertainment yang menarik dari HIVI!, Sivia Azizah, hingga Rapot (Reza Chandika, Radhini, Ankatama, dan Natasha Abigail).

​Acara ini tidak akan mungkin terwujud tanpa kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki semangat dan visi yang sejalan dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia. Kami meyakini bahwa sebuah festival tidak hanya dibangun oleh ide, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antar mitra yang percaya pada kekuatan kreativitas, komunitas, dan pengalaman yang bermakna. Dalam perjalanan ini, kami merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bank Mandiri sebagai sponsor utama yang menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan BFF Festival.

​Dukungan dari Bank Mandiri diwujudkan melalui penyediaan layanan keuangan yang komprehensif untuk menghadirkan pengalaman spesial yang selaras dengan semangat melayani sepenuh hati. Tidak hanya menghadirkan layanan transaksi yang menyeluruh, Bank Mandiri juga menawarkan berbagai program menarik bagi pengunjung, mulai dari cashback transaksi, bonus Livin' Poin, penukaran struk belanja dengan merchandise dan Livin' Poin, program raffle berhadiah, hingga pengalaman interaktif di Mandiri Looping for Life.

​Bagi pengunjung yang belum menjadi nasabah, Bank Mandiri turut menyediakan program akuisisi berupa cashback hingga Rp200 ribu untuk pembukaan Tabungan NOW dan aktivasi Livin', serta welcome bonus hingga Rp1,5 juta dan bebas biaya membership hingga 1 tahun untuk pembukaan Mandiri Kartu Kredit. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih seamless, relevan, dan terintegrasi.

​Senior Vice President Digital Marketing Group Bank Mandiri, Diah Eka Purwanti mengatakan, kolaborasi perdana dengan The BFF Festival 2026 merupakan langkah strategis Bank Mandiri dalam memperluas engagement dengan ekosistem lifestyle dan creative commerce yang terus bertumbuh di Indonesia. Melalui BFF Festival, Bank Mandiri melihat hadirnya ekosistem yang kuat dan saling terhubung antara brand, pelaku usaha kreatif, komunitas, hingga konsumen dalam satu pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini.

​“Sebagai bagian dari ekosistem penggerak negeri, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi finansial yang tidak hanya mendukung transaksi, tetapi juga memperkuat pertumbuhan industri kreatif secara menyeluruh. Melalui peran sebagai strategic banking partner, kami menghadirkan layanan dan ekosistem pembayaran digital yang seamless, aman, dan mudah diakses, sehingga mendorong terciptanya keunggulan yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri,” ujarnya.

​Melalui keterlibatan ini, Bank Mandiri memperkuat perannya sebagai ekosistem penggerak negeri yang tidak hanya menyediakan layanan finansial, tetapi juga membuka lebih banyak peluang bagi brand untuk meningkatkan engagement, memperluas pasar, dan bertumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kompetitif. Seluruh inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang semakin relevan, modern, dan seamless bagi masyarakat.

​Detail Acara

Tanggal: 28-31 Mei 2026, Pukul 10.00 - 21.00 WIB

Lokasi: Jakarta International Convention Center Hall B

Jl. Gatot Subroto, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270,

​Tiket dan informasi pembelian tersedia di thebfffestival.com dan Sukha - Livin’ by Mandiri.

​Ikuti BFF di Instagram @thebfffestival untuk update, bocoran eksklusif, dan konten menarik lainnya.

Kamis, 21 Mei 2026

Jelang Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Mei 2026, Film SUAMIKU LUKAKU Semakin Menegaskan Diri Bukan Sekadar Film, tapi Ajakan untuk Memecahkan Kesunyian

​Ajak publik bersama-sama memecahkan kesunyian dan menyuarakan stop KDRT melalui kampanye gerakan #memecahkankesunyian

​Jakarta, 20 Mei 2026 – Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026, film terbaru produksi SinemArt, SUAMIKU LUKAKU, menegaskan posisinya bukan hanya sekadar sebuah film drama, tetapi juga sebuah gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih peka terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi, baik yang terlihat secara fisik maupun non-fisik, yang meninggalkan luka yang terlihat maupun luka emosional mendalam yang jarang sekali terlihat.

​Selama rangkaian menuju penayangan film, SUAMIKU LUKAKU telah menghadirkan berbagai kegiatan sebagai bentuk aksi nyata untuk membuka ruang percakapan mengenai isu yang selama ini kerap dianggap tabu. Mulai dari Psychology Talkshow & Public Discussion, program Goes to Campus, rangkaian “Nonton Duluan” di berbagai kota, hingga kampanye turun ke jalan melalui gerakan #memecahkankesunyian di Car Free Day secara serentak di 5 kota besar Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat utama film ini, yaitu mengajak masyarakat untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari kekerasan yang sering tersembunyi di balik citra keluarga harmonis.

​“Film ini kami hadirkan bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membangkitkan kesadaran. Banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan dan merasa sendirian karena lingkungan di sekitarnya memilih diam. Melalui SUAMIKU LUKAKU, kami ingin menyampaikan bahwa diam bukan lagi jawaban. Ada cara untuk membantu, ada ruang untuk bersuara, dan ada harapan untuk bangkit. Semoga film ini bisa membuka lebih banyak hati dan pikiran masyarakat agar semakin peduli terhadap isu kekerasan dalam relasi,” ujar Executive Producer David Suwarto.

​Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok motivator publik yang terlihat baik di mata masyarakat namun penuh kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menghadapi pilihan terbesar dalam hidupnya: tetap diam atau melawan demi masa depan dirinya dan anaknya.


​Produser sekaligus sutradara Ssharad Sharaan mengatakan bahwa film ini dibangun dari kenyataan yang selama ini sering disembunyikan oleh banyak orang. “Kami ingin memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik. Ada kata-kata, tekanan, rasa takut, dan kontrol yang perlahan menghancurkan seseorang dari dalam. Yang paling menyakitkan sering kali justru terjadi ketika tidak ada seorang pun yang mau percaya atau mau mendengar.

Karena itu, film ini bukan hanya tentang penderitaan Amina, tetapi tentang bagaimana keberanian untuk bersuara bisa menjadi awal perubahan,” ujar Ssharad Sharaan.

​Bagi Acha Septriasa, memerankan karakter Amina menjadi pengalaman yang membuka pemahaman baru tentang kompleksitas korban kekerasan dalam relasi. “Amina membuat saya memahami bahwa banyak korban sebenarnya sadar mereka terluka, tetapi mereka terjebak dalam rasa takut, tekanan sosial, dan harapan bahwa semuanya akan berubah. Yang paling penting dari karakter ini adalah bagaimana ia akhirnya memilih dirinya sendiri dan anaknya untuk keluar dari lingkaran tersebut. Saya berharap penonton bisa ikut merasakan bahwa keberanian sekecil apa pun tetap berarti,” ungkap Acha Septriasa.

​Sementara itu, Baim Wong mengungkapkan bahwa karakter Irfan menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan tidak selalu tampak buruk di depan publik. “Yang membuat karakter Irfan terasa mengerikan justru karena dia terlihat normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang. Itu yang sering terjadi di dunia nyata. Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik seseorang. Saya berharap karakter ini bisa membuat penonton lebih sadar untuk tidak mudah menutup mata terhadap apa yang mungkin terjadi di sekitar mereka,” ujar Baim Wong.

​Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU hadir sebagai cerita tentang luka yang tidak selalu terlihat, tentang keberanian untuk bersuara, dan tentang pentingnya dukungan lingkungan bagi korban kekerasan dalam relasi.

​Original soundtrack “Aku Bangkit” yang dibawakan oleh Kris Dayanti dan ballad version-nya yang dibawakan oleh Chae Yeon, penyanyi asal Korea Selatan, turut menjadi penguat emosi perjalanan Amina tentang luka, keberanian, dan proses untuk bangkit.

​Tonton film SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.


SINOPSIS

​Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

  • Hashtag : #suamikulukaku #memecahkankesunyian
  • Instagram : @suamiku.lukaku
  • TikTok : @sinemart_movie
  • YouTube : @sinemartpictures
  • Website : https://www.sinemart.com/

The Other Sister Tayang 29 Mei, MAXstream TV dan iQIYI Hadirkan Drama Misteri yang Dekat dengan Realita Relasi Masa Kini

Kolaborasi strategis ini memperluas akses konten lokal berkualitas dan menghadirkan pengalaman menonton yang relevan, emosional, dan penuh kejutan bagi pelanggan

JAKARTA, 21 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hiburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga relevan secara emosional, MAXstream TV bersama iQIYI menghadirkan original series Indonesia Bercinta Dengan Maut (The Other Sister). Series ini dijadwalkan tayang mulai 29 Mei 2026 dan membawa kisah misteri yang membumi, dengan konflik keluarga, identitas, serta dinamika relasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kehadiran konten ini diharapkan dapat memberikan pilihan tontonan yang lebih bermakna bagi pelanggan. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tren konsumsi konten digital yang semakin personal dan story-driven.

​Melalui cerita yang kuat dan atmosfer yang intens, The Other Sister menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam menghadirkan pengalaman hiburan digital yang lebih dari sekadar tontonan. Cerita dirancang untuk membangun keterlibatan penonton secara bertahap melalui narasi yang berlapis dan karakter yang kompleks. Pendekatan ini memungkinkan pelanggan menikmati pengalaman menonton yang lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, pelanggan tidak hanya terhibur tetapi juga merasa terhubung dengan cerita yang disajikan.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M. Fadhli, mengatakan, “Telkomsel memahami kebutuhan pelanggan akan hiburan yang relevan dan mudah diakses. pelanggan menjadi fokus utama dalam setiap inovasi layanan digital yang dihadirkan, sehingga setiap produk dan konten yang diluncurkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata. Melalui kolaborasi ini, Telkomsel berupaya menghadirkan pengalaman menonton yang personal dan berkualitas sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati.”

​Serial ini mengikuti perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) yang berupaya mengungkap kebenaran di balik kematian misterius saudara kembarnya, Anna. Dalam prosesnya, Raya menyamar menjadi Anna untuk masuk ke dalam keluarga Ardiano yang dikenal memiliki kekuatan politik serta menyimpan banyak rahasia. Situasi ini menghadirkan berbagai konflik emosional, dilema moral, dan ketegangan psikologis yang terus berkembang di setiap episode.

​Dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Teuku Rassya, The Other Sister menghadirkan performa akting yang kuat dengan karakter yang memiliki lapisan moral yang kompleks. Setiap karakter dirancang untuk merepresentasikan sisi manusia yang realistis, termasuk kelemahan, ambisi, dan konflik batin. Alur cerita yang penuh plot twist memperkuat daya tarik series ini sebagai tontonan yang memancing rasa penasaran. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman binge-watching yang engaging bagi pelanggan.

​Sebagai hasil kolaborasi antara MAXstream TV, iQIYI, dan Hitmaker Studios, series ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati konten lokal berkualitas. Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia melalui distribusi yang lebih inklusif. Dengan dukungan platform yang luas, konten lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang lebih beragam. Upaya ini sekaligus mendorong daya saing industri kreatif Indonesia di tingkat global.

Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam mengatakan, “Melalui Bercinta Dengan Maut (The Other Sister), kami merasa bangga dapat menghadirkan konten lokal pertama iQIYI Indonesia. Ini menjadi langkah penting sekaligus bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal dan menghadirkan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia. Kami optimis series ini akan disukai karena memiliki cerita yang kuat, emosional, dan relevan dengan dinamika penonton saat ini. Ke depannya, iQIYI akan terus menghadirkan konten lokal berkualitas dengan standar produksi yang mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat regional dan global.”

​Dengan alur cerita yang penuh kejutan, The Other Sister diharapkan menjadi salah satu pilihan tontonan favorit pelanggan. Pendekatan karakter yang kuat membuat cerita terasa lebih hidup dan relatable. Hal ini memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga membekas secara emosional. Series ini dirancang untuk menjawab ekspektasi penonton terhadap kualitas storytelling yang lebih matang.

Fadhli menambahkan “Kolaborasi ini merupakan langkah berkelanjutan dalam membuka peluang lebih luas bagi karya kreatif lokal. Melalui distribusi lintas platform, konten Indonesia dapat menjangkau audiens yang lebih besar dan beragam. Selain itu, langkah ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam industri konten digital global. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk terus mendorong kemajuan ekosistem digital nasional.”

​Pelanggan dapat menyaksikan The Other Sister mulai 29 Mei 2026 melalui MAXstream TV dan iQIYI dengan akses yang mudah di berbagai perangkat digital. Akses ini mencakup aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Kemudahan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menikmati konten kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan jaringan Telkomsel yang andal, pengalaman menonton menjadi lebih lancar dan nyaman.

Tentang MAXstream TV

MAXstream TV adalah platform OTT unggulan dengan koleksi film dan series Indonesia lintas era dan genre, eksklusif serta tanpa biaya tambahan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, Android TV, maupun langsung dari Set-Top Box (STB) untuk TV dengan berlangganan IndiHome. Untuk mendownload aplikasi bisa melalui Google Play Store dan App Store.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: https://MAXstream.tv/

Instagram: @MAXstream.tv

TikTok: @MAXstream.tv

YouTube: @MAXstreamTV

App: App Store & Google Play Store

Tentang Telkomsel

Telkomsel adalah penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang hadir untuk melayani sepenuh hati melalui konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif. Berdiri sejak 1995, Telkomsel terus mendukung transformasi digital bangsa dengan jaringan 4G yang menjangkau 97% wilayah populasi serta menjadi pionir layanan 5G terdepan dan terluas di Indonesia. Melayani ratusan juta pelanggan mobile dan fixed broadband, Telkomsel fokus menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Operasional perusahaan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip ESG, dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, serta berbagai kanal resmi lainnya.

Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam series TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi_indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

App: App Store & Google Play Store

Fabio Asher Rangkum Dinamika Hubungan Melalui Single Terbaru "Sakitnya Disini"

Fabio Asher kembali lewat Singel menyentuh terbarunya "NIKMATI SAKITNYA". Penyanyi pop pria yang dikenal dengan kekuatan vokal emosional dan lirik yang galau ini resmi merilis single terbaru pertamanya di tahun 2026 ini. Nikmati Sakitnya menggambarkan tentang seseorang yang tetap memilih mencintai kekasihnya walaupun sadar hubungan itu menyakitkan dan tidak seimbang. Ia sadar bahwa dirinya sering diabaikan, hanya dicari saat dibutuhkan, bahkan tidak dianggap sepenuhnya oleh orang yang dicintainya, namun ia tetap bertahan karena rasa cintanya terlalu besar untuk dilepaskan.

​Dalam proses kreatifnya, Fabio turut melibatkan sejumlah nama penting, seperti S/EEK sebagai music arranger yang sudah pernah menangani beberapa karya Fabio sebelumnya. Trakast & Yafi Aria juga ikut kembali membantu mengcompose lagu ini, serta Plato Ginting sebagai vocal director. Lagu ini juga dipoles oleh Yafi Aria (vocal editor) dan Tito P Soenardi (mixing & mastering). Lagu ini juga hadir dengan music video dimana Fabio berperan sebagai model utamanya, videonya sendiri mencoba menggambarkan perasaan seseorang yang mencoba menerima kenyataan saat terus menerus disakiti oleh pasangannya, tapi dia memilih untuk terus bertahan.

"NIKMATI SAKITNYA" menjadi langkah berikutnya sekaligus pembuktian eksistensi Fabio Asher dalam industri musik Indonesia, setelah sempat merilis album debut "EVERLAST" tahun lalu, serta sederet hits seperti "Bertahan Terluka", "Rumah Singgah", "Tanpa Rasa Bersalah" dan "Berharap Kau Kembali" yang sempat memuncaki berbagai tangga lagu nasional dan internasional. Simak single terbaru Fabio Asher, bertajuk "NIKMATI SAKITNYA" di seluruh digital streaming platform di Indonesia.

Kredit Lagu:

  • Composer: Fabio Asher, Trakast, Yafi Aria
  • Music Arranger: S/EEK
  • Mixing & Mastering: Tito P Soenardi
  • Keyboards & Synth: Adrian Rahmat Purwanto
  • Drums & Programming: Marco Steffiano & Jessilardus Mates
  • Guitar: Yafi Aria
  • Vocal Director: Plato Ginting
  • Vocal Editor: Yafi Aria
  • Indie Label: MJ Entertainment

Tentang Fabio Asher

​Pada bulan 02 Februari 2022 Fabio Asher merilis "Bertahan Terluka" berada dibawah naungan independent label MJ entertainment dan berhasil mencapai peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia dan peringkat #1 dari Spotify Viral Top 50 Indonesia, lagu ini juga sukses mendapat peringkat #1 pada Spotify Viral Top 50 Malaysia dan juga masuk pada peringkat #1 dari Spotify Viral 50 Global. Bahkan lagu ini juga berhasil masuk peringkat #1 di Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #5 di Apple Music Top 100 Malaysia.

​Kemudian pada 5 Mei 2022, Fabio Asher merilis single keduanya yang berjudul "Rumah Singgah" yang kemudian berhasil masuk ke peringkat #2 dari Spotify Top 200 Indonesia, peringkat #6 dari Spotify Viral 50 Indonesia, peringkat #2 dari Spotify Viral 200 Malaysia dan peringkat #3 dari Spotify Viral Top 50 Malaysia. Pada Apple Music lagu ini sukses menduduki peringkat #3 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan peringkat #1 dari Apple Music Top 100 Malaysia.

​Lalu pada 3 Agustus 2022 Fabio kembali merilis double-single yang berjudul "Hati Lain Di Hatimu" dan "Akhir Yang Manis". Dimana "Hati Lain Di Hatimu" berhasil kembali menduduki peringkat #35 dari Apple Music Top 100 Indonesia dan Malaysia. Pada 2 Februari 2023, Fabio juga sudah sukses menelurkan mini album pertamanya "ASHER", dimana terdapat 7 lagu didalam EPnya tersebut, dimana 3 lagu diantaranya adalah lagu baru yang belum pernah direlease sebelumnya.

​Pada pertengahan sampai akhir 2023, Fabio banyak berkolaborasi dengan musisi2 ternama seperti Andi Rianto, Brisia Jodie & Prinsa Mandagie. Pada 2 Februari 2024, Fabio merilis single "Berharap Kau Kembali" yang menjadi pengantar untuk full album pertamanya "EVERLAST" yang dirilis pada 24 Mei 2024, berisikan 10 lagu baru termasuk lagu "Berharap Kau Kembali".

Access Fabio Asher :

Instagram : @fabioasher | TikTok : @fabioasher | All DSP : Fabio Asher | YouTube : Fabio Asher


​5 Alasan Film ‘Nobody Loves Kay’ Akan Sangat Relate dengan Perjuangan Gen Z yang Sibuk Mengejar Mimpi

Di zaman sekarang, semua orang ingin terlihat berhasil lebih cepat. Ada yang mengejar nilai terbaik, pekerjaan impian, hingga validasi di me...