Rabu, 07 Oktober 2026

Film Musikal Batak PULANG KAMPUNG Memperkenalkan Perjalanan Daniel dan Uli Melalui Official Trailer yang Rilis Hari Ini!

​Film karya Bene Dion Rajagukguk ini akan tayang di bioskop mulai 26 November 2026

​Jakarta, 7 Oktober 2026 – Rumah produksi Imajinari telah merilis official trailer dan memperkenalkan lagu-lagu tema dalam film musikal Batak PULANG KAMPUNG. Trailer ini membuka perjalanan Daniel (Axelo Nababan), pemuda Batak kelahiran Jakarta yang terpaksa pulang kampung atas perintah ayahnya. Film yang ditulis dan disutradarai Bene Dion Rajagukguk tersebut akan tayang di bioskop mulai 26 November 2026.

​Di kawasan Danau Toba, Daniel ditemani Uli (Vanessa Simorangkir), sepupunya yang tinggal di sana, untuk mengenal kampung dan budaya Batak demi mempersiapkan diri menjadi calon anggota legislatif. Perjalanan mereka diwarnai kedekatan menggemaskan yang tak diduga. Masalah muncul ketika Daniel ternyata jatuh cinta bukan hanya pada budaya Batak, tetapi juga pada Uli. Trailer membawa penonton menyusuri pelabuhan, jalan desa, dan bentang alam Danau Toba, lalu masuk ke adegan bernyanyi dan menari yang melibatkan banyak pemain dalam iringan lagu-lagu Batak bernada riang.

​"Cerita PULANG KAMPUNG berangkat dari lagu-lagunya, lalu saya mulai menulis perjalanan Daniel dan Uli dari sana. Harapannya, penonton bisa menikmati musiknya sekaligus mengikuti kisah mereka, termasuk yang belum akrab dengan lagu-lagu Batak," ujar penulis dan sutradara Bene Dion Rajagukguk.

​Penata musik Viky Sianipar mengolah kembali lagu-lagu Batak dengan aransemen yang memberi ruang bagi energi para pemain dan koreografi film. Di dalam trailer, Imajinari juga sekaligus mulai memperkenalkan cuplikan empat lagu yang akan ada di dalam film, yaitu "Jamila", "Pulo Samosir", "Tortohon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang". Lagu "Jamila", Tortohon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang" juga dirilis melalui akun Instagram, YouTube, dan TikTok @imajinari.id mulai hari ini.

​Film PULANG KAMPUNG menjalani sekitar enam bulan persiapan, termasuk reading, latihan vokal dan koreografi, serta rekaman lagu. Pengambilan gambar dilakukan di kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, Sumatera Utara, serta Jakarta. Adegan-adegan di ruang terbuka yang terlihat dalam trailer memberi gambaran tentang skala produksi dan dunia tempat Daniel dan Uli bertemu.

​"Sejak Bene menyampaikan idenya, kami tahu musikal ini butuh persiapan yang berbeda. Lagu, akting, dan koreografi harus bisa membawa penonton menikmati dan merasakan energi yang sama. Kami ingin PULANG KAMPUNG menjadi pengalaman menonton yang hangat dan menyenangkan bagi banyak orang. Kami sangat terbantu dengan kolaborasi bersama koreografer Dimas Praditya dan Associate Producer Bayu Pontiagust yang memang sudah berpengalaman mengerjakan format musikal," ujar produser Ernest Prakasa.

​Trailer memberi ruang bagi Axelo Nababan dan Vanessa Simorangkir untuk memperlihatkan interaksi Daniel dan Uli dalam adegan drama dan musikal serta lucu menggemaskan di beberapa kesempatan. Keduanya dikenal sebagai alumni Indonesian Idol musim ke-13. PULANG KAMPUNG menjadi debut akting layar lebar bagi Axelo dan debut akting bagi Vanessa.

​"Musik memang dekat dengan saya, tetapi di film ini saya harus bernyanyi sebagai Daniel. Kami banyak berlatih vokal, koreografi, dan adegan bersama Vanessa supaya hubungan Daniel dan Uli terasa hidup. Saya berharap penonton bisa merasakan serunya perjalanan mereka lewat trailer ini," ujar Axelo.

​Film musikal Batak PULANG KAMPUNG diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, disutradarai Bene Dion Rajagukguk bersama ko-sutradara Kristo Immanuel, serta menampilkan Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, dan Paulus Simangunsong. Saksikan PULANG KAMPUNG di bioskop mulai 26 November 2026 dan ikuti informasi terbaru melalui Instagram dan TikTok @imajinari.id serta kanal YouTube Imajinari.

​Akun Resmi:

  • ​Instagram: @imajinari.id

  • ​TikTok: @imajinari.id

  • ​YouTube: Imajinari

​***

​TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film "AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!" yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office "AGAK LAEN" yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap" (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023. 

LATTE LACQUER PERKENALKAN "FIRST TASTE OF FALL", Tiga Kreasi Minuman Baru untuk Menyambut Musim Fall

Jakarta, 7 Oktober 2026 — Latte Lacquer, A Café by OPI Indonesia di Plaza Indonesia, memperkenalkan koleksi Fall Menu terbaru melalui "First Taste of Fall", sebuah rangkaian minuman yang menghadirkan tiga karakter rasa berbeda: manis dan creamy, segar dan fruity, serta bold dan kekinian.

​Melalui Fall Menu ini, Latte Lacquer ingin menghadirkan pilihan minuman yang mengikuti selera dan tren minuman saat ini, sekaligus memberikan pengalaman rasa yang berbeda dalam setiap sajian.

​Berry Berry Latte: Manis, Creamy, dan Modern

​Terinspirasi dari semakin populernya kreasi kopi dengan karakter rasa yang lebih manis dan creamy, Berry Berry Latte hadir sebagai pilihan bagi penikmat kopi yang menyukai perpaduan rasa yang indulgent dan approachable.

​Dengan karakter yang manis dan creamy, Berry Berry Latte dirancang untuk menjadi pilihan yang menarik terutama bagi penikmat kopi yang menyukai minuman dengan rasa yang lebih playful dan tidak terlalu pahit.

​Hibiscus Lemonade: Segar dengan Sentuhan Asam yang Natural

​Bagi pencinta minuman yang lebih refreshing, Hibiscus Lemonade menghadirkan perpaduan rasa asam dan segar yang ringan.

​Berbeda dari minuman lemonade bersoda, Hibiscus Lemonade Latte Lacquer tidak menggunakan soda. Minuman ini menggunakan seduhan hibiscus/rosella, yang memberikan warna alami serta karakter rasa asam yang khas. Rosella juga dikenal mengandung berbagai senyawa antioksidan, sehingga menjadi salah satu pilihan menarik untuk minuman non-coffee.

​Hibiscus Lemonade menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan minuman yang refreshing dan tidak terlalu berat.

​Dirty Latte: Sensasi Kopi yang Sedang Menjadi Tren

​Melengkapi Fall Menu, Dirty Latte hadir mengikuti tren minuman kopi yang tengah menarik perhatian penikmat kopi di Indonesia.

​Dirty Latte memiliki tampilan khas berupa espresso yang dituangkan di atas susu dingin, menciptakan lapisan kontras yang menjadi daya tarik visualnya. Perpaduan espresso dan susu dingin juga memberikan pengalaman rasa dan tekstur yang berbeda dari latte pada umumnya.

​Dalam beberapa waktu terakhir, Dirty Latte semakin banyak dibicarakan dan hadir di berbagai coffee shop di Indonesia, salah satunya karena tampilannya yang menarik untuk diabadikan dalam foto maupun video.

​Three Drinks, Three Different Experiences

​Melalui First Taste of Fall, Latte Lacquer menghadirkan tiga pilihan yang mewakili karakter berbeda:

​Berry Berry Latte — sweet & creamy

Hibiscus Lemonade — fresh & tangy

Dirty Latte — bold & trendy

​Ketiganya menjadi bagian dari Fall Menu Latte Lacquer yang dapat dinikmati di Latte Lacquer, Plaza Indonesia.

​Dengan hadirnya koleksi terbaru ini, Latte Lacquer mengajak para penikmat kopi dan minuman untuk menemukan their own taste of fall—dari rasa manis yang comforting, kesegaran yang vibrant, hingga karakter kopi yang bold.

​Latte Lacquer

A Café by OPI Indonesia

Plaza Indonesia 

Selasa, 06 Oktober 2026

ANTAM Presents Ungu – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter Promoted by TipTip.id Konser Perjalanan 30 Berkarya, Turut Dimeriahkan oleh: Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola

Update Kategori tiket:

Premier Sofa, VVIP, Diamond, Platinum, Gold, Silver, Purple Zone SOLD OUT

Hanya tersedia kategori Golden Festival dan Festival dalam jumlah terbatas

Dapatkan segera tiketnya hanya di TipTip.id

Jakarta - Selasa, 06 Oktober 2026 – TipTip.id akan menghadirkan konser akbar bertajuk ANTAM Presents "Ungu: Waktu Yang Dinanti - Final Chapter", sebuah perayaan istimewa atas perjalanan 30 tahun berkarya band legendaris Ungu di industri musik Tanah Air. Konser ini akan digelar pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB, bertempat di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, acara ini didukung oleh Trinity Entertainment Network.

​Sebagai penanda babak akhir dari rangkaian perjalanan musikal mereka, Ungu akan tampil membawakan deretan lagu-lagu ikonik yang telah menemani perjalanan hidup jutaan pendengarnya selama tiga dekade terakhir. Malam puncak ini juga akan dimeriahkan oleh sejumlah bintang tamu istimewa, yaitu Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola, yang akan turut menyemarakkan panggung "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter".

​Nuruddin Al Fithroh - COO TipTip mengatakan "Mempersiapkan konser ANTAM Presents "UNGU: Waktu Yang Dinanti - Final Chapter" tentu menjadi tantangan besar bagi TipTip, terlebih ini merupakan konser tunggal perdana UNGU di Indonesia sekaligus menjadi perayaan 30 tahun perjalanan musik mereka. Kami ingin memastikan setiap elemen pertunjukan memiliki porsinya masing-masing dan dapat membangun sebuah pengalaman yang kuat dari awal hingga akhir, termasuk beberapa detail dan kejutan yang kami siapkan untuk para Cliquers. Melalui konsep Final Chapter, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar konser, tetapi sebuah perayaan perjalanan musik UNGU selama tiga dekade sekaligus bentuk apresiasi kepada para Cliquers yang telah tumbuh bersama karya-karya mereka. Menjelang hari pelaksanaan, kami juga sangat mengapresiasi antusiasme penggemar, di mana hingga saat ini sekitar 90% tiket telah terjual dan sejumlah kategori telah sold out, dengan range harga tiket mulai dari Rp. 399.000 hingga Rp. 1.300.000. Fokus kami adalah memastikan seluruh perjalanan audiens, mulai dari sebelum tiba hingga menikmati pertunjukan di venue, dapat berjalan dengan baik. Untuk kategori tiket yang masih tersedia saat ini adalah Golden Festival dan Festival masih dapat diperoleh dalam jumlah terbatas melalui kanal resmi TipTip.id, sehingga kami mengimbau para Cliquers yang belum mendapatkan tiket untuk segera melakukan pembelian sebelum kehabisan."

​Sigit Purnomo Said (Pasha) Vocalist, UNGU menuturkan "Setiap kali kami naik panggung, kami selalu ingin memberikan energi yang sepadan dengan energi yang diberikan penonton kepada kami. Untuk konser kali ini, kami mempersiapkan semuanya dengan lebih intens karena kami tahu ekspektasi para Cliquers juga sangat besar. Kami ingin menjaga setiap momen tetap hidup, dari lagu pertama sampai lagu terakhir, supaya mereka benar-benar merasakan perjalanan pertunjukan ini bersama kami dan tentunya dengan bintang tamu istimewa UNGU nanti bersama Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola."

​Makki Omar Parikesit (Makki) Bassist, UNGU mengungkapkan "Yang paling penting dalam persiapan kali ini adalah bagaimana kami tidak sekadar mengulang apa yang sudah pernah kami lakukan. Kami ingin melihat kembali musik UNGU dari perspektif yang berbeda dan memberikan sesuatu yang mungkin belum pernah dirasakan sebelumnya oleh para Cliquers. Jadi, prosesnya cukup panjang dan detail, tetapi justru di situlah keseruannya. Kami ingin ketika mereka datang nanti, ada sesuatu yang membuat mereka berkata, 'Ini UNGU yang kami kenal, tetapi dengan sesuatu yang baru.'"

​Muhamad Nur Rahman (Rowman) Drummer, UNGU menegaskan bahwa "Dari sisi performa, tantangannya adalah bagaimana menjaga energi tetap konsisten sepanjang pertunjukan, terutama dengan materi dan format panggung yang sudah kami siapkan. Kami terus melakukan pematangan supaya setiap transisi terasa natural dan setiap bagian punya impact-nya sendiri. Buat kami, konser yang bagus bukan hanya tentang seberapa besar panggungnya, tetapi bagaimana seluruh elemen di atasnya bisa menyatu."

​Franco Wellyviat Kusuma (Enda) Rhythm Guitar, UNGU pada kesempatan yang sama menjelaskan "Dari sisi musik, kami banyak berdiskusi tentang bagaimana setiap lagu akan ditempatkan dan dibangun di dalam pertunjukan. Ada lagu yang kami biarkan tetap seperti yang dikenal orang, tetapi ada juga bagian yang kami eksplorasi kembali agar memberikan warna berbeda. Buat kami, tantangannya adalah menjaga identitas lagu-lagu UNGU sekaligus membuatnya terasa fresh ketika dibawakan dalam konser ini."

​Arlonsy Miraldi (Oncy) Lead Guitar, UNGU ikut mencurahkan mengenai persiapan 30 Tahun Ungu berkarya, ia menegaskan bahwa "Yang membuat persiapan kali ini menarik adalah banyak hal yang kami kerjakan tidak bisa langsung terlihat dari luar. Kami sedang membangun sebuah pertunjukan yang punya ritme, kejutan, dan beberapa momen yang baru akan terasa ketika berada di dalam venue. Jadi, kami memang tidak ingin membocorkan terlalu banyak. Biarkan nanti musik, panggung, dan seluruh elemennya yang berbicara."

​Malam Puncak Perayaan 30 Tahun Berkarya

Tiga puluh tahun berkarya, dan malam istimewa ini bakal menjadi salah satu momen paling dinanti oleh para penggemar Ungu, atau yang akrab disapa Cliquers. Konser akbar ANTAM Presents "Ungu: Waktu Yang Dinanti - Final Chapter" dipromotori oleh TipTip.id sebagai perayaan atas perjalanan panjang musik Ungu selama tiga dekade, dengan menghadirkan lagu-lagu yang telah menemani jutaan pendengar setianya sejak awal kemunculan mereka di industri musik Tanah Air. Dari lagu-lagu balada yang menyentuh hingga lantunan populer yang membakar semangat penonton, Ungu dikenal sebagai salah satu band paling konsisten dan berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia, dengan basis penggemar yang setia lintas generasi.

​Sebagai "Final Chapter" dari rangkaian perjalanan musikal mereka, penampilan istimewa Ungu nanti bukan sekadar sebagai konser biasa, melainkan sebagai persembahan penuh emosi bagi para Cliquers yang telah setia menemani setiap fase perjalanan Ungu dan konser ini dipastikan akan dipenuhi kejutan, nostalgia, dan energi panggung yang megah, memadukan tata cahaya dan produksi kelas atas untuk menghadirkan pengalaman konser yang tak terlupakan. Kehadiran sederet bintang tamu istimewa, Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola akan membuat suasana panggung semakin epik, meriah, dan sarat kejutan kolaborasi. Jangan sampai terlewat, karena momen bersejarah ini tidak akan datang dua kali.

​Dukungan ANTAM untuk Panggung Musik Tanah Air

Sebagai perusahaan pengelola sumber daya alam dan produsen emas terbesar serta satu-satunya terakreditasi LBMA (London Bullion Market Association) di Indonesia, ANTAM turut hadir mempersembahkan konser "Ungu: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter" sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri musik dan ekonomi kreatif Tanah Air. Dukungan ini sejalan dengan komitmen ANTAM untuk terus berbagi dengan masyarakat luas, tidak hanya melalui kegiatan usaha inti, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang merayakan karya anak bangsa dan mempererat kedekatan dengan publik. ANTAM berharap dapat turut menghadirkan momen berkesan bagi para pecinta musik Indonesia sekaligus memberikan apresiasi atas perjalanan panjang dan dedikasi Ungu selama tiga dekade berkarya.

​Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial ANTAM, Handi Sutanto menyampaikan "Musik memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai generasi dan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat. Dukungan ANTAM pada 'Ungu: Waktu Yang Dinanti - The Final Chapter' merupakan bentuk apresiasi kami terhadap perjalanan panjang UNGU yang telah memberikan warna dan kebanggaan bagi industri musik Indonesia. Melalui kolaborasi ini, ANTAM ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus turut mendukung tumbuhnya ekosistem kreatif nasional dan menghadirkan pengalaman Emas Kebanggaan Indonesia yang berkesan bagi para penikmat musik Indonesia. Karena #EmasituANTAM" ujar Handi.

​Update Tiket: Mayoritas Kategori Resmi telah Sold Out

​Antusiasme publik terhadap konser perpisahan Ungu ini terbukti dari tingginya animo pembelian tiket. Hingga saat ini 90% tiket telah terjual, tiket untuk kategori Premier Sofa, VVIP, Diamond, Platinum, Gold, Silver, Purple Zone telah SOLD OUT, sementara kategori yang tersisa Golden Festival dan Festival dalam jumlah terbatas.

​Bagi para penggemar Ungu yang belum mendapatkan tiket diimbau untuk segera melakukan pemesanan sebelum kehabisan. Penyelenggara mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi guna menghindari penipuan maupun tiket palsu. Tiket dapat diperoleh secara resmi melalui TipTip.id.

​Harga Tiket tersedia dalam beberapa kategori dengan harga sebagai berikut:

  • ​Premier Sofa | Habis – Sold Out | RSVP

  • ​VVIP | Habis – Sold Out | RSVP

  • ​Diamond (Numbered Seating) | Habis – Sold Out | Rp. 1.300.000.-

  • ​Platinum (Numbered Seating) | Habis – Sold Out | Rp. 1.000.000.-

  • ​Gold (Numbered Seating) | Habis – Sold Out | Rp. 800.000.-

  • ​Silver (Numbered Seating) | Habis – Sold Out | Rp. 550.000.-

  • ​Golden Festival (Standing) | Hampir Habis | Rp. 850.000.-

  • ​Festival (Standing) | Hampir Habis | Rp. 700.000.-

  • ​Purple Zone (Standing) | Habis – Sold Out | Rp. 399.000.-

​Informasi selengkapnya ikuti laman akun resmi Instagram @tiptipid dan @ungu_band.

​Konser ANTAM Presents UNGU – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya) merupakan persembahan istimewa UNGU untuk merayakan tiga dekade perjalanan bermusik bersama para penggemar setia di seluruh Indonesia. Sebuah malam penuh kenangan, penghormatan, dan perayaan yang akan menjadi catatan sejarah dalam perjalanan band ini.

​Informasi Tentang Acara

  • ​Nama Acara: ANTAM Presents Ungu: Waktu Yang Dinanti - Final Chapter

  • ​Tanggal: Jumat, 30 Oktober 2026

  • ​Waktu: 19.30 WIB

  • ​Lokasi: Tennis Indoor Senayan, Jakarta

  • ​Bintang Tamu: Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro dan Zara Leola

  • ​Promotor: TipTip

  • ​Didukung Oleh: Trinity Entertainment Network

  • ​Tiket: Tersedia di TipTip.id

​"UNGU – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya)" akan diselenggarakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Dipromotori oleh TipTip.

​Tentang PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)

PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan mineral terintegrasi serta bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID. ANTAM menjalankan kegiatan usaha di sepanjang rantai nilai komoditas mineral, termasuk emas, nikel, dan bauxite, yang mencakup eksplorasi, pertambangan, pengolahan, pemurnian, hingga pemasaran.

​Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ANTAM terus memperkuat hilirisasi mineral melalui pengembangan dan peningkatan kapasitas pengolahan serta pemurnian, sehingga komoditas mineral yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Penguatan hilirisasi tersebut menjadi bagian dari upaya ANTAM untuk meningkatkan integrasi rantai nilai mineral, memperkuat daya saing industri, serta mendukung pengembangan ekosistem industri berbasis sumber daya mineral di dalam negeri.

​Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ANTAM berkomitmen menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mengedepankan aspek keberlanjutan, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui penguatan operasional, pengembangan sumber daya dan kompetensi, serta penerapan inovasi, ANTAM terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan industri mineral dan perekonomian nasional.

​Tentang UNGU

UNGU Dibentuk di Jakarta pada tahun 1996, UNGU telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam sejarah musik pop-rock Indonesia. Dengan formasi Pasha (Vokal), Makki (Bass), Enda (Gitar), Oncy (Gitar), dan Rowman (Drum).

​UNGU meraih puncak popularitas lewat album-album blockbuster seperti Melayang (2005) dan Untukmu Selamanya (2007) yang melahirkan hits abadi seperti "Demi Waktu", "Kekasih Gelapku", dan "Tercipta Untukku". Tidak hanya sukses di jalur musik pop, UNGU juga pionir dalam merilis album religi yang sangat sukses di pasar Indonesia dan Asia Tenggara, seperti Surga-Mu (2006) dan Para Pencari-Mu (2007).

​Dengan diskografi yang solid, puluhan penghargaan bergengsi, serta basis penggemar loyal bernama Cliquers yang tersebar di seluruh Indonesia dan negara tetangga (Malaysia, Singapura, Brunei), UNGU terus membuktikan relevansi dan konsistensi mereka di industri musik lintas generasi.

Ikuti update UNGU di laman Instagram @ungu_band.

​Tentang TipTip

TipTip adalah perusahaan experience ecosystem berbasis teknologi yang menghadirkan berbagai pengalaman live dan digital di bidang hiburan, olahraga, budaya, dan gaya hidup melalui konser, festival musik, pertandingan olahraga, fan experiences, atraksi wisata, serta kolaborasi brand yang menghubungkan jutaan audiens dengan pengalaman yang mereka sukai.

​Bagi TipTip, sebuah acara bukan sekadar momen yang terjadi di atas panggung. Pengalaman dimulai jauh sebelum hari pelaksanaan—sejak pengumuman pertama yang membangkitkan antusiasme, proses mendapatkan tiket yang penuh harapan, hingga setiap detik yang terus hidup dalam ingatan setelah acara berakhir. Berlandaskan filosofi "Experience Starts Here", TipTip merancang setiap perjalanan audiens secara menyeluruh, menghadirkan pengalaman yang mulus, emosional, dan bermakna di setiap titik interaksi antara talenta, komunitas, dan para penggemarnya.

​Melalui kolaborasi dengan musisi, kreator, komunitas, serta berbagai mitra strategis, TipTip tidak hanya membuka akses menuju sebuah acara, tetapi juga menciptakan ruang bagi koneksi yang lebih dalam. Setiap pengalaman dirancang untuk mempertemukan talenta dengan audiens secara lebih dekat—melalui interaksi yang personal, konten eksklusif, serta momen-momen autentik yang mampu membangun ikatan emosional dan meninggalkan kesan yang bertahan lama.

​Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia, TipTip secara aktif menghadirkan berbagai konser, festival, pertunjukan, atraksi, dan pengalaman berskala nasional maupun internasional. Setiap kolaborasi dikembangkan dengan standar produksi yang tinggi, sentuhan inovasi teknologi, serta pendekatan yang berfokus pada pengalaman audiens secara menyeluruh—menjadikan setiap acara bukan hanya sebuah tontonan, tetapi sebuah perjalanan yang berkesan.

​Melalui konser ANTAM Presents UNGU – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya), TipTip dengan bangga menjadi bagian dari sebuah tonggak penting dalam sejarah musik Indonesia. Selama tiga dekade, karya-karya UNGU telah menjadi bagian dari perjalanan hidup jutaan orang, melintasi generasi dan mengiringi berbagai momen paling berharga. Bersama UNGU konser akbar yang dipersembahkan oleh ANTAM, TipTip menghadirkan lebih dari sekadar konser—melainkan sebuah perayaan atas musik, kenangan, dan kebersamaan yang telah terjalin selama 30 tahun.

​Bagi TipTip, setiap acara adalah kesempatan untuk menciptakan pengalaman yang lebih dari sekadar hiburan. Ini adalah tentang menghadirkan koneksi yang lebih dekat antara talenta dan audiens, membangun cerita yang terus hidup dalam ingatan, serta meninggalkan kesan yang melampaui batas waktu sebuah pertunjukan.

​"Experience Starts Here" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata TipTip untuk menghadirkan pengalaman yang lebih mudah diakses, lebih personal, lebih bermakna, dan lebih berkesan bagi setiap audiens. Karena bagi TipTip, pengalaman terbaik tidak hanya terjadi di atas panggung, tetapi juga dalam setiap perjalanan yang mengantarkan seseorang menuju momen yang akan terus dikenang, bahkan setelah acara berakhir.

​Informasi lebih lanjut mengenai TipTip tersedia di TipTip.id.

SAAT KEJUJURAN BUKAN PILIHAN, TAPI KEHARUSAN. BAPAK PALING JUJUR Hadirkan Kisah Kejujuran Tanpa Filter dalam Balutan Drama Komedi, Tayang Mulai 15 Oktober 2026

​Jakarta, 6 Oktober 2026 — Kejujuran sering terdengar sederhana. Mengatakan yang sebenarnya, tidak menyembunyikan sesuatu, dan berani mempertanggungjawabkan apa yang kita katakan. Namun, ketika kejujuran datang tanpa kompromi dan tanpa filter, harganya bisa menjadi jauh lebih mahal.

​Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu gagasan utama dalam BAPAK PALING JUJUR, film drama komedi persembahan Cahaya Pictures bersama Studio Antelope, disutradarai oleh Fajar Nugros dengan skenario dari Rino Sarjono. Film berdurasi 103 menit ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

​Tokoh utama film ini, Jonas Prakoso yang diperankan oleh Andovi da Lopez, adalah seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap kata yang keluar dari mulutnya. Semua berubah ketika sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.

​Namun persoalannya bukan sekadar tidak bisa berbohong. Jonas juga kehilangan filter. Apa yang ada di kepalanya bisa langsung keluar begitu saja, termasuk hal-hal yang seharusnya disimpan, dipikirkan ulang, atau disampaikan dengan cara yang lebih tepat. Kejujuran yang seharusnya menjadi kekuatan justru mulai membawa konsekuensi dalam kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.

​Dari situ, BAPAK PALING JUJUR membawa pertanyaan yang lebih jauh: ketika kejujuran menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar, seberapa siap seseorang menghadapi harga yang harus dibayarnya?

​"Kalau kita membangun kehidupan dan kesuksesan kita di atas fondasi kebohongan, apa yang terjadi ketika suatu hari kita tidak bisa berbohong lagi?" ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR dari Cahaya Pictures.

​"Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab. Lewat film ini, kami ingin membicarakan hal tersebut dengan cara yang ringan dan menghibur, melalui kekacauan Jonas, penonton bisa tertawa, tetapi juga mungkin pulang dengan pertanyaan tentang arti kejujuran bagi dirinya sendiri," sambungnya.

​Bagi Fajar Nugros, persoalan kejujuran dalam cerita BAPAK PALING JUJUR tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan bagaimana seseorang membangun kepercayaan.

​"Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir," ujar Fajar Nugros, sutradara BAPAK PALING JUJUR.

​"Pada akhirnya yang menentukan bukan hanya bagaimana sesuatu terlihat dari luar, tetapi juga fondasi yang menopangnya. Itulah yang menarik dari perjalanan Jonas: ketika fondasi yang selama ini ia bangun mulai runtuh, ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari setiap perkataan dan pilihannya," katanya.

​Premis BAPAK PALING JUJUR sebelumnya telah hadir melalui film Brasil O Candidato Honesto (2014) dan film Korea Selatan Honest Candidate (2020). Versi Indonesia membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, dan humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.

​Meski menggunakan dunia kampanye dan politik sebagai latar, BAPAK PALING JUJUR pada dasarnya merupakan drama komedi tentang manusia dan cara mereka menjalani kehidupan dengan berbagai pilihan, pertimbangan, serta "filter" yang digunakan setiap hari. Melalui situasi yang absurd dan menghibur, film ini memperlihatkan bahwa berkata jujur tidak selalu sederhana dan kejujuran tanpa tanggung jawab juga dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga.

​Selain Andovi da Lopez, BAPAK PALING JUJUR menghadirkan ensemble cast yang terdiri dari Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (Ceritalbun), Mieke Shahir, dan pemain lainnya.

​Dengan durasi 103 menit, BAPAK PALING JUJUR mengajak penonton menikmati sebuah kisah yang bermula dari premis sederhana, berkembang menjadi kekacauan yang penuh komedi, sekaligus menyisakan pertanyaan yang lebih dalam tentang kejujuran, kepercayaan, dan tanggung jawab atas apa yang kita katakan.

​Tiket BAPAK PALING JUJUR untuk penayangan mulai 15 Oktober 2026 sudah tersedia melalui berbagai aplikasi dan platform pemesanan tiket bioskop. Penonton yang sudah penasaran dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu dari sekarang.

​BAPAK PALING JUJUR tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

​TENTANG BAPAK PALING JUJUR

  • ​Judul: BAPAK PALING JUJUR

  • ​Genre: Drama Komedi

  • ​Durasi: 103 menit

  • ​Tanggal Tayang: 15 Oktober 2026

  • ​Sutradara: Fajar Nugros

  • ​Penulis Skenario: Rino Sarjono

  • ​Produksi: Cahaya Pictures bersama Studio Antelope

  • ​Pemeran: Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (Ceritalbun), Mieke Shahir, dan pemain lainnya.

​TENTANG CAHAYA PICTURES

​Cahaya Pictures merupakan rumah produksi yang berkomitmen menghadirkan karya-karya sinematik dengan cerita yang relevan, dekat dengan keseharian, dan dapat dinikmati oleh beragam penonton Indonesia. Dengan berkolaborasi bersama talenta-talenta lokal dari berbagai bidang, Cahaya Pictures terus mengembangkan cerita Indonesia dalam beragam genre yang menghibur sekaligus memiliki kedekatan dengan realitas kehidupan penonton.

​Perjalanan Cahaya Pictures dimulai melalui film 1 Imam 2 Makmum, kemudian dilanjutkan dengan Pesugihan Sate Gagak, film komedi horor yang menghadirkan kisah absurd dengan refleksi realitas kehidupan. BAPAK PALING JUJUR menjadi film ketiga Cahaya Pictures, sekaligus bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan film yang menghibur melalui cerita dan karakter yang dekat dengan penonton Indonesia.

​Informasi dan update:

  • ​Instagram: @cahayapictures_id

  • ​TikTok: @cahayapicturesid

Rumah123 x balé by BTN PropVaganza Hadir Perdana di Pakuwon Mall Bekasi, Bawa 13 Pilihan Proyek Baru Mulai 500 Jutaan

  • ​Rumah tapak seharga Rp500 juta hingga Rp1 miliar mencatat porsi enquiry terbesar di Bekasi pada semester I 2026, yaitu 37,2%.

  • ​Rumah123 x balé by BTN PropVaganza 2026 hadir untuk pertama kalinya di Bekasi pada 6-11 Oktober 2026, menghadirkan 13 proyek rumah dan apartemen mulai Rp500 jutaan.

  • ​Pengunjung dapat mengeksplorasi pilihan hunian, mengikuti sesi edukasi, menikmati aktivitas keluarga, serta memperoleh penawaran KPR dari balé by BTN.

​Bekasi, 6 Oktober 2026 – Harga masih menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pencarian hunian di Bekasi. Data Rumah123 pada H1 2026 menunjukkan bahwa rumah tapak pada rentang harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar menyumbang 37,2% dari keseluruhan enquiry rumah tapak dijual di Bekasi, menjadikannya segmen dengan porsi pencarian terbesar.

​Sejalan dengan preferensi pasar tersebut, Rumah123 untuk pertama kalinya menghadirkan Rumah123 x balé by BTN PropVaganza 2026 di Bekasi. Berlangsung pada 6-11 Oktober 2026 di Main Atrium Pakuwon Mall Bekasi, pameran ini menghadirkan 13 proyek rumah dan apartemen mulai Rp500 jutaan, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membandingkan pilihan hunian secara langsung.

​Bharat Buxani, CMO 99 Group, mengatakan, "Bekasi memiliki peran penting dalam lanskap hunian Jabodetabek. Kedakatannya dengan Jakarta, dukungan konektivitas, serta perkembangan kawasan hunian yang beragam menjadikan Bekasi relevan bagi berbagai kebutuhan, mulai dari pencari rumah pertama hingga keluarga yang membutuhkan ruang lebih besar. Pemilihan Pakuwon Mall Bekasi menjadi bagian upaya Rumah123 untuk membawa proses pencarian properti lebih dekat dengan masyarakat. Sebagai platform properti, kami ingin membantu konsumen tidak hanya menemukan pilihan secara online, tetapi juga membandingkan proyek, berdiskusi langsung dengan developer, dan memahami opsi pembiayaan agar dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri."

​Rumah123 x balé by BTN PropVaganza 2026 at Pakuwon Mall Bekasi menghadirkan Harvest City, Pakuwon Residence, Metland Menteng, Permata Adiwarna, Metland Transyogi, Metland Cikarang, WISTERIA, Sedayu City, Kalindo Land, Parkland Podomoro, Kota Deltamas, Kota Harapan Indah, dan Bukit Podomoro Jakarta. Kehadiran para peserta memberi pengunjung kesempatan mengenali penawaran dari berbagai proyek, mendiskusikan kebutuhan hunian, serta mempertimbangkan pilihan dalam satu kunjungan.

​Penyelenggaraan Rumah123 x balé by BTN PropVaganza 2026 at Pakuwon Mall Bekasi dibangun melalui tiga pilar, yaitu pilihan hunian dari developer tepercaya, edukasi seputar properti, serta kegiatan yang dapat dinikmati bersama keluarga. Selain mengeksplorasi proyek rumah maupun apartemen, pengunjung dapat mengikuti Developer Talkshow dan Agent Gathering. Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan music performance, lelang mulai Rp10.000, serta papercraft competition, kids performance, dan wellness sessions pada akhir pekan.

​Dukungan balé by BTN melengkapi penyelenggaraan Rumah123 x balé by BTN PropVaganza 2026 at Pakuwon Mall Bekasi melalui promo KPR dengan bunga mulai 2,65% dan tenor hingga 30 tahun. Khusus untuk 50 pemohon KPR non-subsidi melalui balé properti dengan nilai akad di atas Rp2 miliar hingga 31 Oktober 2026, tersedia hadiah langsung berupa dua tiket konser Guns N' Roses, serta bonus Annual Membership Dufan atau voucher Kawan Lama Group senilai Rp1 juta, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

​Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, mengatakan, "Memilih rumah perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai pembiayaannya. Calon pembeli perlu mengetahui kebutuhan dana awal, besaran cicilan, serta tenor yang sesuai dengan kemampuan dan rencana keuangan keluarga. Melalui dukungan balé by BTN, kami ingin membantu masyarakat memahami pilihan pembiayaan agar dapat merencanakan kepemilikan hunian dengan lebih matang."

​Rumah123 x balé by BTN PropVaganza 2026 mengundang masyarakat untuk mengeksplorasi pilihan hunian dan mengikuti rangkaian kegiatan nya pada 6-11 Oktober 2026 di Pakuwon Mall Bekasi. Dengan mempertemukan pencari properti, developer, dan mitra pembiayaan, PropVaganza menghadirkan ruang untuk mengubah pencarian rumah menjadi langkah yang lebih terarah menuju hunian pilihan.

​Kunjungi situs press room Rumah123 di laman https://www.rumah123.com/pressroom/ untuk mengetahui lebih lanjut seputar profil dan kegiatan perusahaan, laporan data tren harga properti terkini, rilis pers, foto, video, serta informasi relevan lainnya.

​Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya.

​Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan, dan pindah KPR.

​Portal: www.rumah123.com

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/rumah123/

Senin, 05 Oktober 2026

Madani International Film Festival 2026 Angkat Tema “Rimpang: Menjalar, Menyembuhkan”

Digelar 7–11 Oktober 2026, Madani Fest menghadirkan film, musik, diskusi, pertunjukan, serta kolaborasi puluhan komunitas di berbagai ruang di Jakarta

​Jakarta, 5 Oktober 2026 – Madani International Film Festival kembali hadir pada 7–11 Oktober 2026 dengan mengangkat tema “Rimpang: Menjalar, Menyembuhkan”. Tahun ini, Madani Fest memperluas perjumpaan antara film, gagasan, seni, kota, dan komunitas melalui rangkaian pemutaran film, diskusi, master class, pameran, pertunjukan, peluncuran buku, hingga program kolaboratif yang berlangsung di berbagai ruang di Jakarta.

​Madani International Film Festival merupakan festival film dan kebudayaan yang menempatkan budaya sinema sebagai ruang perjumpaan yang inklusif. Festival ini juga mengembangkan platform kolaborasi komunitas bernama Jamaah Sinema Madani, yang menjadi ruang komunikasi dan koordinasi kegiatan berbasis budaya sinema sepanjang tahun.

​Pada penyelenggaraan tahun ini, istilah “Rimpang” dipilih untuk menggambarkan sesuatu yang tumbuh dengan cara menjalar, bercabang, dan membentuk hubungan tanpa harus bertumpu pada satu pusat. Tema tersebut berangkat dari karakter perkembangan kota seperti Jakarta yang membangun ruang dan kehidupan secara menyebar, sekaligus menjadi metafora bagi cara pengetahuan yang non-linear dan tidak hirarkis. Rimpang juga merujuk pada tanaman seperti jahe dan kunyit yang secara tradisional lekat dengan manfaat kesehatan—melahirkan gagasan utama festival tahun ini: menjalar dan menyembuhkan.

​"Implementasi rimpang dalam programming film tahun ini wujudnya adalah keterhubungan. Kita tidak cuma menayangkan film dari satu kawasan, tapi menghubungkan film-film Asia Tenggara, program Indies World, Madani Kids untuk penonton muda, hingga kolaborasi lintas lembaga seperti Madani x ACFFest KPK. Semua elemen menjalar dan saling memutus sekat." — Ahmad Rifky (Festival Director)

​"Gerakan rimpang ini sendiri lahir dari kebutuhan yang ada hari ini di dunia. Kebetulan sekali Tema Madani kali ini kan memang 'Rimpang'. Jadi sebuah gerakan yang benar-benar persis kayak rimpang, kayak akar-akarnya itu. Jadi dia enggak tumbuh ke atas aja satu, tetapi menjalar, saling menopang, dan menguatkan dari dalam tanah." — Inayah Wahid (Board Madani Fest)

​Dari Film menuju Gagasan tentang Kota dan Masyarakat

​Madani Fest mengembangkan programnya melalui empat matra utama, yakni Living Islam, Civic (Madani), Civilization (Tamaddun), dan City (Madinah).

​Melalui Living Islam, festival menghadirkan film, narasi, serta gagasan tentang Islam sebagaimana dialami dalam kehidupan sehari-hari oleh berbagai kelompok masyarakat. Dimensi Civic berfokus pada kewargaan, aktivasi komunitas, dan penguatan masyarakat sipil. Sementara itu, Civilization menjadi ruang penjelajahan etika, pengetahuan, serta kesenian melalui diskusi, lokakarya, master class, pameran, dan pertunjukan. Adapun City melihat kota sebagai ruang hidup yang dapat dibaca kembali melalui aktivitas, ruang, serta mobilitas keseharian.

​"Salah satu yang menarik adalah kita melatih diri untuk menyebutnya bukan 'Timur Tengah', tetapi 'Asia Barat'. Karena 'Timur Tengah' itu istilah eurosentris dan kolonial—timur dari mana? Timur dari negara-negara Barat. Melalui perspektif rimpang, kita belajar merebut kembali cara kita memandang kawasan dan sejarah kita sendiri." — Cholil (Co-Programmer Madani Fest)

​Karena itu, program Madani Fest 2026 tidak berhenti pada pemutaran film. Festival tahun ini menghadirkan tiga rumpun besar program, yaitu Ideas, Film, dan Performance. Di dalamnya terdapat diskusi, workshop, master class, pameran, peluncuran dan bedah buku, musik, teater, monolog, tari, kompetisi film pendek, retrospeksi, serta berbagai program hasil kolaborasi.

​Efek Rumah Kaca hingga Haddad Alwi

​Salah satu program khusus tahun ini adalah co-programming bersama Efek Rumah Kaca (ERK). Efek Rumah Kaca yang memainkan set Rimpang mengajak teman-teman yang dengan liat melakukan perlawanan di sana sini. Sebagai kurator, ERK juga mengajak Harlan Boer, Bing Renang, Denisa, Adrian Yunan, Bin Idris, Dialita, Made Mawut, dan Surise WP. ERK juga mengajak seniman bebunyian eksperimental seperti Division Fracture, IcutNoise, Hvft, Wangun, Individual Distortion, dan Sawah Penderitaan. Selain itu beberapa film yang punya hubungan kuat dengan semangat rimpang dan musik akan kami sajikan seperti Galura Tropikalia Alive tentang grup band The Panturas, A Distorted Individual tentang obsesi musisi noise untuk mendapatkan AMI Awards, Muman Minggil tentang bagaimana grup Mambesak mencoba mengabadikan lagu dan bahasa rakyat Papua, dan film Sekeping Kenangan tentang upaya mengabadikan lagu-lagu yang diciptakan para tahanan politik di Bali.

​Madani Fest 2026 juga menghadirkan program Madani x Mizan x Kenduri Cinta, berupa penampilan khusus Haddad Alwi bersama Kiai Kanjeng, pemutaran film dokumenter Haddad Alwi, serta diskusi bersama Haddad Alwi dan Sabrang.

​Dalam ranah musik, program Nasjidmorphosis akan melihat perkembangan nasyid melalui format performance lecture dan perbincangan bersama sejumlah nama, di antaranya Opick, SNADA, Izzatul Islam, Ebieth Beat A, dan Agus Idwar.

​Membaca Kembali Tokoh, Sejarah, dan Kebudayaan

​Sejumlah program Madani Fest tahun ini juga dirancang sebagai ruang untuk membaca ulang tokoh dan warisan kebudayaan.

​Festival akan memperingati 100 Tahun Asrul Sani melalui pameran, pemutaran film, serta diskusi bersama Eric Sasono dan Umi Lestari. Program lain memberikan penghormatan kepada Yuki Aditya melalui retrospeksi film, diskusi, dan pameran arsip bekerja sama dengan Arkipel serta Forum Lenteng.

​Sementara itu, Madani Fest bersama UIN Jakarta mengangkat 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, melalui pemutaran dokumenter Syekh Yusuf Al-Makassari: In the Blessing of Ceylon serta diskusi tentang perlawanan dan warisan intelektual-spiritualnya.

​Program bersama COMPOSE UIII juga menghadirkan penghormatan kepada John L. Esposito melalui diskusi bertajuk "Islamophobia: Myth or Reality? An Espositian Critique", dengan Putut Widjanarko, Zainal Abidin Bagir, dan Ridwan Al-Makassary.

​Madani Talks: Membaca Isu Kontemporer dari Banyak Perspektif

​Rangkaian Madani Talks tahun ini akan mempertemukan beragam isu dan disiplin.

​Salah satunya adalah Intersectionality of Muslim Women in Indonesia bersama Feby Indirani, Neng Dara Affiah, dan Anis Hidayah, yang menghadirkan pembacaan tentang pengalaman perempuan Muslim di Indonesia.

​Program lain mencakup Alih Wahana Novel Islam ke Film bersama Helvy Tiana Rosa dan Inaya Rakhmani, serta Membaca Betawi dalam Musik bersama rapper Betawi Kojek dan pengamat musik Stanley Tulung.

​Festival juga menjadwalkan diskusi Untold Story: Global Sumud Flotilla bersama Bambang Noroyono, Wanda Hamidah, dan Thoudy Badai.

​Festival yang Menjalar melalui Kolaborasi

​Semangat "Rimpang" juga tampak melalui jaringan kolaborasi Madani Fest 2026. Sedikitnya 35 komunitas dan institusi tercantum sebagai mitra kolaborasi festival, mulai dari Kenduri Cinta, Arkipel, Forum Lenteng, perguruan tinggi, komunitas buku dan seni, hingga Mizan Pictures.

​Berbagai bentuk kolaborasi tersebut menghasilkan program yang beragam, seperti dramatic reading dari buku Tubuh yang Tumbuh karya Feby Indirani bersama Teater Ghanta; pemutaran film Anti-Corruption Film Festival bersama KPK; pemutaran dan workshop bersama Festival Film Santri; peluncuran buku bersama Marjin Kiri; hingga aktivitas bersama Jakarta Book Party, Cafe Rumi, Majelis Sayur, Alitra Publishing, Analooks.id, dan Kaiku.id.

​Dengan pendekatan tersebut, Madani Fest ingin menghadirkan festival sebagai jaringan yang hidup—bukan hanya berlangsung di dalam ruang pemutaran, tetapi juga tumbuh melalui percakapan dan kolaborasi antarkomunitas.

​Film dari Berbagai Belahan Dunia

​Sebagai festival berbasis sinema, program film tetap menjadi salah satu jantung Madani Fest 2026. Film The Stories (2025) dijadwalkan menjadi film pembuka, sementara Chronicles from the Siege (2026) menjadi film penutup.

​Program tahun ini mencakup puluhan judul film dari berbagai negara dan perspektif, antara lain Cutting Through Rocks, A Fox Under a Pink Moon, The Worker's Cup, Shape of the Moon, Cotton Queen, Position Among the Stars, Black Rabbit, White Rabbit, The President's Cake, Edward Said Between Worlds, serta Rehearsals for a Revolution.

​Sejak 2022, Madani Fest juga membuka pengiriman film dari filmmaker berbagai negara melalui FilmFreeway. Pada 2026, festival menerima 1.546 film. Dalam materi festival disebutkan bahwa setiap tahunnya karya yang masuk berasal dari lebih dari 100 negara.

​Madani Fest 2026 juga akan memberikan Madani Award dalam tiga kategori: Tokoh Madani 2026, Madani Kids Award 2026, dan Film Madani Award 2026.

​Tentang Madani International Film Festival

​Madani International Film Festival merupakan festival film dan kebudayaan yang diinisiasi oleh Mizan dan Pabrik Kultur, berfokus pada budaya sinema, kehidupan masyarakat Muslim, kewargaan, peradaban, serta kota. Melalui pemutaran film, diskusi, seni pertunjukan, pendidikan, dan kerja bersama komunitas, Madani Fest mengembangkan ruang perjumpaan lintas perspektif dan disiplin.

​Madani International Film Festival 2026

Rimpang: Menjalar, Menyembuhkan

7–11 Oktober 2026

​Informasi program selengkapnya: madanifilmfestival.com

​Lampiran:

​RIMPANG (RHIZOME)

​rim·pang 1 n umbi (akar) yang bercabang-cabang seperti jari (tentang kunyit, halia); pizom; 2 a renggang jaraknya (tentang jari kaki)

​rhizome (/ˈraɪzoʊm/ RY-zohm) is a modified subterranean plant stem that sends out roots and shoots from its nodes.

​Madani Fest 2026 sebagai festival budaya berbasis sinema dunia Islam mengangkat tema Rimpang/Rhizome.

​Tema ini merujuk pada watak perkembangan kota seperti Jakarta yang membangun ruang dan kehidupan secara menjalar, merimpang. Tema ini juga bermakna sebuah watak keilmuan alternatif yang non-linear dan tidak hirarkis sebagai modalitas budaya di dunia pasca-genosida yang multipolar atau tidak lagi memusat di Barat.

​Kata ini secara persis tidak ada padanan dalam bahasa Arab. Sebagian kamus menunjuk pengertian "akar" yang dalam bahasa Arab modern, misalkan dalam ilmu botani, Rizhome diserap menjadi الجذور (Al-Jidhmur). Ada juga kata ساق أرضية (Saq Ardiyyah) yang bermakna "batang bawah tanah". Dalam bahasa Arab klasik/sastrawi, ada dua kata metaforik yang bermakna mirip: أصل (Ashl), yang jadi muasal kata "asli" dalam bahasa Indonesia; dan عرق (Irq), yang bermakna "urat" dan "akar".

​Dalam Al-Qur'an, tidak ada kata sepadan Rimpang, tapi ada sebuah tanaman yang masuk salah satu jenis Rhizoma, yakni jahe, atau زنجبيل dalam QS. Al-Insan: 17, minuman surgawi. Jahe, sebagaimana kunyit dan berbagai herbal bahan jamu, secara tradisional dianggap mengandung manfaat kesehatan.

​Itulah makna lain dari "Rimpang": tanaman yang menjalar, dan menyembuhkan.

​By: Hikmat Darmawan (Madani Board Festival)

Minggu, 04 Oktober 2026

GLITTER CAMP LIVE CONCERT 2026 SUKSES DIGELAR, JADI MOMEN SPESIAL GLITTER BERTEMU LANGSUNG DENGAN LEBIH DARI 1.000 GLITZ

Bawakan 20 Lagu, Hadirkan Quinn Salman dan Arinaga Family, hingga Tutup Konser dengan Pemutaran Perdana Music Video Terbaru

Jakarta, 3 Oktober 2026 — Grup musik anak Glitter merayakan perjalanan mereka melalui Glitter Camp Live Concert 2026 yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (3/10). Konser ini menjadi momen spesial bagi Glitter untuk bertemu dan tampil secara langsung bersama para Glitz, sebutan bagi penggemar Glitter. Terdiri dari Callista, Luna, Mia, dan Kimmy, Glitter sukses tampil secara langsung di hadapan lebih dari 1.000 Glitz.

Grup musik anak yang dibentuk oleh Trinity Optima Production sejak 2023 ini, sepanjang konser, menghadirkan rangkaian penampilan yang memadukan lagu, dance, solo performance, hingga berbagai segmen kolaborasi bersama guest star. Membawakan total 16 lagu dari keseluruhan 20 lagu dalam konser. Penampilan tersebut turut diramaikan oleh Quinn Salman yang membawakan satu lagu dan Arinaga Family】 dengan tiga lagu. Kehadiran kedua guest star ini turut memberikan warna baru dalam pertunjukan dan menghadirkan momen kebersamaan yang berbeda bagi para Glitz.

"Kami senang banget akhirnya bisa punya kesempatan untuk mengadakan konser dan bertemu langsung dengan Glitz. Selama ini kami bisa berinteraksi dengan Glitz lewat berbagai kesempatan, tapi bisa melihat dan bernyanyi bersama mereka secara langsung di satu panggung rasanya berbeda dan sangat spesial. Kami juga senang sekali karena Kak Quinn Salman dan Arinaga Family bisa ikut hadir dan memberikan warna baru di konser ini," ujar seluruh member Glitter; Callista, Luna, Mia, dan Kimmy.


Lebih dari sekadar pertunjukan musik, Glitter Camp Live Concert 2026 juga menghadirkan beragam sajian panggung yang menunjukkan kemampuan dan karakter masing-masing personel Glitter. Selain bernyanyi dan menari bersama, keempat member mendapat kesempatan untuk tampil secara solo melalui lagu-lagu populer dari film animasi, sebelum kembali tampil bersama dalam sejumlah medley dan lagu anak-anak.

Salah satu bagian yang menjadi warna tersendiri adalah Kompilasi Lagu Nusantara, saat Callista, Luna, Mia, dan Kimmy membawakan lagu daerah dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari "Soleram" dari Riau, "Ampar-Ampar Pisang" dari Kalimantan, "Ondel-Ondel" dari Jakarta, hingga "Yamko Rambe Yamko" dari Papua, yang kemudian dilanjutkan dengan "Bendera" bersama seluruh member Glitter. Segmen ini memberikan sentuhan Indonesia dalam keseluruhan pertunjukan sekaligus memperkenalkan kekayaan lagu daerah kepada para penonton.

Momen spesial lainnya yang dihadirkan dalam konser ialah penampilan lagu-lagu dari mini album (EP) "Kita, Nanti". Dirilis pada 25 September 2026, EP ini terdiri dari lima lagu, yaitu "Kuat", "Apa Saja, Bisa!", "Jangan Lupain Kita", "Bendera", dan "Doa Sebelum Tidur".


Konser kemudian ditutup dengan kejutan khusus bagi para Glitz melalui pemutaran perdana music video (MV) Glitter, "Apa Saja, Bisa!". MV tersebut merupakan bagian dari karya terbaru Glitter dan secara khusus diputar terlebih dahulu bagi para penggemar yang hadir sebelum dirilis secara resmi pada 4 Oktober 2026 melalui kanal YouTube Trinity.

Disutradarai oleh Bernadus Raka, MV ini mengusung konsep yang dekat dengan karakter Glitter, memadukan elemen dance dengan visual yang colorful dan playful. Pendekatan tersebut turut memperkuat identitas Glitter yang ceria dan penuh energi. Materi styling MV juga menggunakan pendekatan colorful dengan karakter visual yang berbeda untuk para personel.

"Kami juga senang sekali konser ini bisa ditutup dengan pemutaran MV terbaru kami. Jadi bukan hanya bisa bernyanyi dan bertemu Glitz secara langsung, tapi kami juga bisa berbagi karya baru yang sudah kami siapkan. Semoga Glitz suka dengan lagu dan MV-nya, dan kami nggak sabar untuk terus berbagi karya-karya berikutnya," lanjut Glitter.

Melalui Glitter Camp Live Concert 2026, Glitter tidak hanya merayakan perjalanan mereka bersama para Glitz, tetapi juga menghadirkan ruang untuk memperkenalkan perkembangan terbaru mereka melalui musik dan pertunjukan. Setelah merilis mini album "Kita, Nanti" dan memperkenalkan MV terbarunya kepada Glitz melalui konser ini, Glitter siap melanjutkan perjalanan mereka dengan karya-karya berikutnya.

Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Jumat, 02 Oktober 2026

Pertiwi Pulang: Gala Premiere Empat Musim Pertiwi Hadirkan Misteri dan Emosi

​Film Empat Musim Pertiwi tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 2 Oktober 2026 — Kepulangan Pertiwi dimulai! Forka Films menghadirkan perjalanan paling emosional dengan pengalaman sinematik imersif lewat film Empat Musim Pertiwi, karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini, dan produser Ifa Isfansyah. Penonton diajak untuk menyelami musim-musim dalam kehidupan Pertiwi yang penuh luka, trauma, hingga harapan.

​Lanskap alam Bromo memberikan tekstur kuat pada Empat Musim Pertiwi, berpadu dengan tata busana ala cowboy western, yang menjadikan perjalanan seorang perempuan yang baru saja pulang setelah 20 tahun dipenjara seperti sebuah pengembaraan panjang tak ada ujung.

​Penonton akan diajak untuk menyelami musim-musim dalam hidup Pertiwi, yang diperankan dengan sangat baik oleh Putri Marino. Putri mampu menampilkan dimensi kedalaman karakter Pertiwi yang bertumbuh dari rasa sakitnya, hingga ia menemukan sebuah rumah pulang, bersama orang-orang yang terpinggirkan di kampungnya.

​Empat Musim Pertiwi bukan sekadar tentang seseorang yang kembali ke suatu tempat, tetapi tentang apa yang kita temukan ketika berani kembali menghadapi sesuatu yang pernah ditinggalkan.

​“Apa yang terjadi dengan Pertiwi bicara tentang ketidakadilan. Ada trauma-trauma kolektif. Namun dari film ini, dengan mengikuti Pertiwi, kita bisa sedikit melihat bagaimana bahkan dengan kerapuhan, seseorang juga bisa menemukan kekuatan-kekuatan atau bahkan menjadi kekuatan juga untuk orang lain. Bicara tentang trauma kolektif, tapi juga bicara tentang collective power yang bisa didapatkan dari perjalanan Pertiwi,” ujar penulis dan sutradara Kamila Andini.

​Secara kreatif, Empat Musim Pertiwi juga menghadirkan sebuah pengalaman sinematik yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia. Menjelajahi berbagai genre dari drama suspense thriller hingga misteri, dan sci-fi. Produser Ifa Isfansyah memastikan pendekatan kreatif di filmnya turut mendukung immersive experience dan membuat penonton ikut merasakan perjalanan Pertiwi seutuhnya.

​“Empat Musim Pertiwi sudah melakukan special screening dan saya merasakan dampak emosional yang dialami penonton. Di balik cinematic experience yang imersif, penonton merasa relate dengan situasi saat ini. Saya harap film ini bisa menyadarkan pentingnya untuk kita semua saling menjaga” ujar produser Ifa Isfansyah.

​Empat Musim Pertiwi dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, Totos Rasiti, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Ayub Antoh, dan almarhum Donikus.

​Memerankan Pertiwi, Putri Marino juga telah menunjukkan dedikasinya, dengan tak mengambil proyek apapun. “Karakter Pertiwi sebenarnya adalah perempuan muda, tapi jiwanya sebenarnya sudah melampaui usianya. Pertiwi telah mengalami banyak hal dalam hidupnya, dan salah satu pintu masuk aku mengisi karakter Pertiwi adalah dengan membaca buku, untuk memahami apa yang dirasakan dan dialami Pertiwi,” ujar Putri Marino.

​“Pertiwi adalah perempuan yang harus berhadapan dengan masa lalu dan menemukan kembali dirinya. Kepulangan tidak selalu berarti kembali menjadi orang yang sama,” tambah Putri.

​Dengan keindahan lanskap Bromo, Empat Musim Pertiwi mengajak kita untuk menyelami misteri di baliknya. Perasaan resah yang muncul beriringan dengan perjalanan emosional Pertiwi.

​Film Empat Musim Pertiwi juga telah terpilih sebagai wakil resmi Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Sebelumnya, dalam penayangan terbatas, film ini juga telah mendapat antusiasme yang tinggi, dengan seluruh tiketnya terjual habis.

​Pada hari yang sama saat rilis di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Perjalanan ini juga menjadi bukti kualitas sinematik dan penjelajahan Kamila Andini yang semakin menemukan tempatnya di peta perfilman internasional. Sebelumnya, film ini tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF), dan akan berlanjut ke Tokyo International Film Festival dan Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026.

​Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Film ini juga turut disponsori oleh Oriflame.

​Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms.

​Tentang FORKA FILMS

​Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional.

​Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

  • ​Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)

  • ​Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)

  • ​The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)

  • ​Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon 2018)

  • ​Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Platform Prize di Toronto 2021)

  • ​Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)

  • ​Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

​Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.

​AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @forkafilms

YouTube : @forkafilms

Facebook dan AntiNRML Hadirkan Konser Hipdut yang Dibentuk Bersama Fans di Facebook


Jakarta, 28 September 2026 — Facebook berkolaborasi dengan label musik Indonesia AntiNRML untuk menghadirkan konser Hipdut yang memadukan hip-hop dan dangdut dalam format Facebook Live-stream pada 6 November 2026. Menampilkan Naykilla sebagai headliner bersama sejumlah musisi muda AntiNRML seperti Tenxii, Naufal Syachreza, dan Jemsii. Konser ini memungkinkan penggemar di seluruh Indonesia untuk ikut menikmati pengalaman tersebut di mana pun mereka berada. Mulai hari ini, para penggemar juga dapat bergabung dalam Facebook Group resmi AntiNRML untuk mengikuti perjalanan menuju konser dan turut berpartisipasi dalam membentuk pengalaman tersebut.

Konser ini akan mengusung tema #BisaAjaDiFacebook dan mengajak para fans untuk berperan aktif dalam membentuk pengalaman ini, bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga turut membentuk pengalaman tersebut. Melalui Facebook Group resmi AntiNRML, anggota komunitas dan para fans dapat memberikan ide, mengikuti polling, serta memberikan masukan yang dapat mendukung jalannya konser Hipdut ini.

"Kami sangat antusias berkolaborasi dengan AntiNRML untuk menghadirkan konser Hipdut Facebook Live pertama di Indonesia. Sejak awal, Facebook hadir untuk membantu orang saling terhubung, dan nilai tersebut tetap menjadi inti platform seiring Facebook terus berkembang. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Facebook dapat menjadi ruang bagi orang-orang untuk mengeksplorasi minat mereka, sekaligus memberikan kesempatan bagi kreator untuk menjangkau lebih banyak orang dan membangun komunitas yang lebih aktif bersama audiens mereka," ujar Revie Sylviana, Director, Global Partnerships for SEA and Emerging Markets, Meta.

Kolaborasi ini memanfaatkan Facebook sebagai ruang bagi para fans Hipdut untuk terhubung lebih dekat dengan para musisi. Setelah pengumuman konser, anggota Facebook Group AntiNRML akan diajak mengikuti rangkaian aktivitas co-creation, mulai dari berbagi ide dan preferensi, hingga ikut menentukan sejumlah elemen yang akan hadir dalam konser.

Beberapa elemen pertunjukan kemudian akan dikembangkan berdasarkan masukan dari para fans, sehingga suara dan kreativitas mereka dapat menjadi bagian dari konser.

"Bagi AntiNRML, Hipdut selalu menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pengaruh musik dan cara berekspresi para pendengarnya. Melalui kolaborasi dengan Meta, kami ingin membawa semangat tersebut satu langkah lebih jauh dengan menghadirkan konser Hipdut pertama yang dibentuk bersama fans melalui platform Facebook. Kami ingin melihat bagaimana ide, pilihan, dan kreativitas komunitas dapat menjadi bagian nyata dari pertunjukan, sekaligus menciptakan pengalaman yang terasa dekat dengan mereka." ujar BUNNY- Founder of AntiNRML.

"Usually as a musician, aku yang siapin my whole performance di atas panggung. Now this time, aku mau ngajak The Killa and my fans buat bentuk konserku together from day-1! i think it's xtra fun to see their ideas, then I make it happen untuk bagian dari penampilan aku." ujar Naykilla, Penyanyi dan Penulis Lagu. "Biasanya kami sebagai musisi yang menyiapkan apa yang akan dibawakan di atas panggung. Kali ini, kami ingin mengajak fans ikut membentuk konsernya sejak awal. Buat aku, seru banget melihat ide dan pilihan mereka kemudian benar-benar diwujudkan menjadi bagian dari pertunjukan." ujar Naykilla, Penyanyi dan Penulis Lagu.

Lalu bagaimana experience tersebut bisa dirasakan?
• Bergabung dengan komunitas: Mulai hari ini, fans dapat bergabung dengan Facebook Group AntiNRML dan berkontribusi dalam mempersiapkan event ini. 
• Rembuk dan bikin konser barengan: Fans dapat membagikan ide, memilih opsi, dan menyampaikan preferensi melalui rangkaian aktivitas co-creation yang hadir setiap minggu di Facebook Group Warga Antimobs dari AntiNRML. Masukan tersebut akan digunakan untuk menentukan dan mengembangkan sejumlah elemen pertunjukan. 
• Pantau perkembangan langsung di Facebook: Menjelang konser, AntiNRML akan membagikan berbagai pembaruan melalui Facebook Group, termasuk informasi mengenai musisi yang akan tampil serta bagaimana masukan dari proses co-creation para fans diwujudkan menjadi bagian dari konser. 
• Saksikan langsung hasil kolaborasi: Pada 6 November, fans dapat melihat ide dan kontribusi mereka diwujudkan dalam konser melalui Facebook Live, dilengkapi elemen interaktif agar audiens tetap terlibat selama pertunjukan. 

Konser Hipdut ini menjadi salah satu contoh bagaimana Facebook menjadi platform bagi orang-orang saling terhubung melalui hal-hal yang mereka sukai. Seiring berkembangnya cara orang berinteraksi, Facebook menghadirkan pengalaman melalui berbagai fitur seperti Groups, Reels, dan lainnya, yang memungkinkan komunitas tidak hanya berkumpul, tetapi juga ikut menciptakan pengalaman bersama.

Bagi pengguna, Facebook menjadi ruang untuk mengeksplorasi minat, menemukan komunitas yang relevan, dan terlibat lebih jauh di dalamnya.

Interaksi yang tumbuh dari kesamaan minat ini juga membuka peluang bagi musisi dan kreator untuk menjangkau lebih banyak orang sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens mereka. Melalui fitur yang mendukung penemuan konten, perluasan jangkauan, monetisasi, dan pembangunan komunitas, Facebook ingin membantu lebih banyak kreator mengembangkan karya, memperkuat komunitas, dan tumbuh di Facebook.

Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier Rilis Single AURA! Kolaborasi tak Terduga yang Pancarkan Maximum Aura Points

Dengarkan single Aura di platform streaming digital mulai 2 Oktober 2026

​Jakarta, 2 Oktober 2026 – Sebuah kolaborasi tak terduga datang dari Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier! Ketiganya merilis sebuah single dengan sound funk-dance berjudul AURA, yang akan menjadi sebuah moodbooster untuk para pendengarnya di tengah dunia yang sedang chaos.

​AURA menampilkan sebuah kolaborasi musik unik dari ketiga persona, yang memiliki tiga aura berbeda, yang saat digabung menjadi maximum aura points. Single AURA diproduseri oleh Winky Wiryawan bersama Kamga. Dengan gitar yang diisi oleh Winky, beat drum oleh Maxime, serta vokal yang diisi oleh Afgan, single ini seketika membuat kita yang mendengarkannya akan langsung berjoget.

​AURA memiliki nuansa musik funk, yang dipadukan dengan warna vokal RnB dari Afgan. Dengan lirik yang ditulis oleh Afgan, AURA terinspirasi dari orang-orang yang memiliki aura memancar dan membuat orang di sekitarnya ikut memiliki perasaan senang.

​Menariknya, kolaborasi ini lahir saat Winky dan Maxime datang ke Konser Retrospektif Afgan pada Juli 2026. Saat itu, Winky dan Maxime yang bertemu Afgan di area backstage secara spontan mengusulkan ide untuk membuat karya bersama.

​"Awalnya dari iseng-iseng ngobrol spontan di backstage, untuk bikin sesuatu bareng. Aku dan Maxime sebenarnya punya irisan musik yang mirip di skena musik keras. Kami berdua sama-sama suka musik heavy rock, sementara kalau aku dengan Afgan, tentunya aku juga menyukai funk dan RnB," ujar Winky Wiryawan.

​Ide spontan itu kemudian diwujudkan dengan Winky dan Maxime mengirim beberapa demo aransemen musiknya ke Afgan. Namun, dari sekian demo yang dikirim, tak ada yang membuat ketiganya sepakat.

​Hingga akhirnya ketiganya melakukan jamming session, dan eureka! Terciptalah AURA. Lagu ini diharapkan juga menjadi pemantik untuk para pendengar agar mereka juga dengan percaya diri menampilkan keunikan aura mereka masing-masing.

​Seperti halnya Winky, Afgan, dan Maxime, yang sama-sama memiliki keunikan aura mereka sendiri. Winky dengan aura energetic eclectic, Afgan yang dikenal lewat aura elegance perfection dan Maxime yang selama ini memancarkan aura easy going charisma.

​"Prosesnya berjalan mulus sebenarnya, dari ketika Winky dan Maxime mengajak untuk bikin proyek senang-senang bareng. Tapi, ada momen lucu saat lagu ini sudah mau di-mixing. Aku tiba-tiba tengah malam minta rekam ulang bagian vokal. Karena aku merasa masih ada yang kurang sempurna, karena di saat rekaman pertama aku lagi sakit. Ternyata setelah take vokal ulang itu, aku lebih puas dengan hasilnya, seperti yang sekarang di release. Semoga kalian semua yang mendengarkan karya ini juga suka ya!" Ungkap Afgan.

​Bagi Maxime, single AURA juga membuka hal baru untuknya. Selama ini, untuk bermain musik, Maxime biasanya memainkan gitar. Tapi kali ini ia memegang kendali tempo dari gebukan drum.

​"Happy banget bahwa lagu AURA dibuka dengan beat drum, dan ini untuk pertama kalinya aku bermain drum. Setelah lama tidak main musik, ini jadi karya yang refresh untuk aku, dan aku berharap juga bisa menginspirasi orang yang mendengarkan untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya, tanpa perlu takut di-judge," ujar Maxime Bouttier.

​Kini, ketiganya juga tengah merencanakan perjalanan berikutnya, setelah merilis single AURA. Ketiganya juga tidak menutup kemungkinan, jika kelak AURA akan dibawakan di atas panggung secara live.

​"Kami mau menikmati dulu, bagaimana respons orang-orang dari energi musik kami bertiga. Semoga ini juga bisa jadi lagu yang menemani mereka untuk berangkat kerja atau penyemangat saat mengalami bad day," tambah Winky.

​Dengarkan single AURA di seluruh platform streaming digital, dan pancarkan aura unikmu, menjadi energi maximum aura! 

Film Musikal Batak PULANG KAMPUNG Memperkenalkan Perjalanan Daniel dan Uli Melalui Official Trailer yang Rilis Hari Ini!

​ Film karya Bene Dion Rajagukguk ini akan tayang di bioskop mulai 26 November 2026 ​ Jakarta, 7 Oktober 2026 – Rumah produksi Imajinari t...