Jumat, 31 Juli 2026

Trio GJLS Menobatkan Vokalis Barasuara sebagai "Kadiv Soundtrack 2026" Habis Sore, Apakah Akan Mengisi Soundtrack Film GJLS Terbaru?

Jakarta, 30 Juli 2026 — Ada-ada saja ulah trio komedi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Pertemuan trio GJLS dengan vokalis sekaligus gitaris band rock kenamaan Barasuara, Iga Massardi, berujung pada pemberian "jabatan" yang tidak biasa. Trio GJLS secara resmi menobatkan Iga sebagai Kadiv Soundtrack 2026.

​Momen kocak ini dibagikan langsung oleh Iga Massardi melalui unggahan Instagram Story miliknya, memperlihatkan sebuah sertifikat "resmi" yang diserahkan langsung oleh abang-abang GJLS kepadanya. Lebih lucunya lagi, trio GJLS menyuruh Iga minta izin dulu kepada Baskara, yang lebih dahulu dinobatkan sebagai ketua GJLSser se-Indonesia, alias ketuanya para fans GJLS.

​Sontak, penobatan dadakan ini memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar musik maupun penikmat film tanah air. Apakah ini hilal bahwa Iga dan kawan-kawan akan berkolaborasi dengan GJLS untuk pembuatan soundtrack film GJLS 2?

Berangkat dari Kesuksesan Soundtrack Sore: Istri Dari Masa Depan

​Spekulasi publik bukan tanpa alasan. Band pemenang tiga kali Anugerah Musik Indonesia (AMI) ini sebelumnya sukses besar mengguncang sinema Indonesia pada 2025 lalu melalui lagu hit mereka, “Terbuang Dalam Waktu”. Lagu tersebut menjadi lagu tema (soundtrack) resmi untuk film Sore: Istri Dari Masa Depan karya sutradara Yandy Laurens.

​Keberhasilan lagu tersebut mengiringi dinamika emosional film Sore bahkan mengantarkan Barasuara meraih penghargaan bergengsi sebagai Pencipta Lagu Tema Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Pasca-kemenangan Piala Citra tersebut, publik dan penikmat musik tanah air terus bertanya-tanya: kapan Barasuara akan kembali mengisi soundtrack untuk layar lebar?

Dari Sore, Lanjut ke GJLS?

​Di sisi lain, menyusul kesuksesan film pertamanya yang menembus ratusan ribu penonton, trio GJLS telah mengumumkan proyek sekuel terbaru mereka yang berjudul GJLS: Berapi-Api. Film yang diproduksi oleh Amadeus Sinemagna ini telah menyelesaikan proses pengambilan gambar pada awal tahun dan kini sedang memasuki tahap pasca-produksi untuk siap tayang di bioskop pada tahun 2026.

​Lantas, apakah gesture "sertifikat" dan kedatangan Iga Massardi di studio GJLS Entertainment sekadar candaan khas podcast, atau justru menjadi sinyal halus kolaborasi besar mereka?

​Akankah soundtrack film GJLS: Berapi-Api benar-benar menggandeng band pemenang Piala Citra tersebut untuk memberikan sentuhan musik yang megah, sekaligus absurd?

​Hingga saat ini, baik pihak GJLS Entertainment maupun Barasuara belum memberikan konfirmasi resmi mengenai bentuk kerja sama di antara mereka. Penasaran dengan kelanjutan kolaborasi ini? Pantau terus perkembangan terbaru dan kejutan seru lainnya melalui akun media sosial resmi @gjlsentertainment dan @sinemagna.

Kentaro Sakaguchi dan Lee Joon-gi Dipaksa Memilih Siapa yang Selamat dalam kiDnap GAME

Tokyo, 31 Juli 2026 – Tujuh kota besar Asia lumpuh oleh gelombang penculikan yang terjadi secara bersamaan. Di tengah kepanikan, keluarga para korban menerima satu pesan mengerikan: “Seberapa jauh Anda bersedia melangkah untuk menyelamatkan orang yang Anda cintai? Hanya satu yang dapat diselamatkan.”


Premis tersebut menjadi awal kiDnap GAME, serial drama terbaru Fuji Television yang mempertemukan Kentaro Sakaguchi dan Lee Joon-gi dalam permainan hidup dan mati. Serial ini akan mengisi slot drama Selasa pukul 21.00 di Jepang mulai Oktober 2026.


Dua keluarga, satu kesempatan untuk selamat

Sakaguchi memerankan Toshiro Niide, seorang detektif yang istrinya, Saori, diculik. Lee Joon-gi berperan sebagai Han Ki-joo, dokter bedah yang kehilangan putrinya dalam penculikan serupa. Keduanya menerima pesan yang sama dan, tanpa pernah menginginkannya, menjadi peserta kiDnap GAME.


Setiap peserta menerima perintah yang berbeda. Agar orang yang mereka cintai dapat diselamatkan, mereka harus menyelesaikan misi sebelum peserta lain. Masalahnya, permainan itu hanya menjanjikan keselamatan bagi satu korban. Niide dan Ki-joo pun dihadapkan pada pilihan sulit: bekerja sama untuk menemukan dalang permainan atau saling menjatuhkan demi keluarga masing-masing.


Visual teaser kedua yang baru dirilis menangkap tatapan tegang kedua karakter saat menghadapi sosok di balik permainan. Teaser trailer perdana juga memperlihatkan cuplikan pertama dari dunia kiDnap GAME dan skala ancaman yang membentang melintasi Asia.


Penculikan serentak di tujuh kota Asia

Permainan dimulai dari penculikan yang mengguncang Tokyo, Seoul, Taipei, Singapore, Bangkok, Naha, dan Manila. Tujuh orang asing dengan kewarganegaraan, latar belakang, dan keyakinan berbeda dipertemukan oleh keadaan. Namun, alasan mereka dipilih—serta tujuan sebenarnya dari sang dalang—menjadi misteri utama yang menggerakkan cerita.


kiDnap GAME diproduksi sebagai proyek berskala besar melalui kolaborasi Fuji Television, MakerVille, dan SIMSTORY. Pengambilan gambar dilakukan di Jepang serta sejumlah kota internasional. Penayangan dan streaming secara simultan telah dikonfirmasi di 18 negara.


Deretan bintang dari berbagai negara

Selain Kentaro Sakaguchi dan Lee Joon-gi, serial ini menghadirkan Alice Ko (Taipei), Stanley Yau (Hong Kong), Carrie Wong (Singapore), Joel Torre (Manila), serta Praew Narupornkamol Chaisang (Bangkok).


Pemeran dari Jepang meliputi Yuki Sakurai, Sae Okazaki, Shinnosuke Mitsushima, Sho Kasamatsu, Ryutaro Yamasaki, Makita Sports, dan Machiko Ono. Serial ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Yusuke Kato dari Fuji Television.


Tentang kiDnap GAME

Judul: kiDnap GAME

Penayangan di Jepang: Mulai Oktober 2026, setiap Selasa pukul 21.00

Sutradara/Produser: Yusuke Kato (Fuji Television)

Produksi: Fuji Television, MakerVille, SIMSTORY


Kanal resmi

Situs: https://www.fujitv.co.jp/kidnap-game/

X: https://x.com/kidnapgame_jp

Instagram: https://www.instagram.com/kidnapgame_jp/

Kaleb J Menemukan Jawaban Doanya: 'I Found You' adalah Perayaan Cinta yang Sesungguhnya

JAKARTA – Setelah "Gerilya Cinta" menceritakan tentang getaran jatuh cinta yang diam-diam menyusup ke hati, Kaleb J kini membuka babak berikutnya dalam EP "Tanda Cinta" lewat single kedua berjudul 'I Found You'. Lagu ini bukan tentang proses menemukan cinta, melainkan tentang konfirmasi bahwa doa dan impian itu akhirnya terwujud menjadi kenyataan.

​"Sebenarnya waktu nulis 'I Found You', aku nggak ada kepikiran buat nyambungin ceritanya dari 'Gerilya Cinta'," ungkap Kaleb J. "Tapi ternyata pas dirunutin, ceritanya nyambung. Dari gerilya cinta, jatuh cinta, sampai akhirnya sadar-dialah orangnya." 'I Found You' lahir dari sebuah momen sendu yang Kaleb J ubah menjadi rasa syukur. Pada sebuah hari ketika ia sedang merenungkan perjuangan cinta di masa

​lalunya yang belum pernah berhasil, ia memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Sebaliknya, ia menulis sebuah doa untuk masa depan. "Waktu itu aku agak galau karena keingat perjuangan cinta di masa lalu, belum pernah ada yang berhasil," kenangnya. "Tapi daripada sedih mulu, aku lebih memilih untuk bersyukur dan melihat masa depan dengan penuh harapan. Jadi aku nulis lagu tentang harapan dan doaku-kalau emang nanti beneran ada jodohnya."

​Lagu ini ditulis bersama Belanegara Abe dan Sumantri Limin-sosok yang Kaleb J sebut sebagai "legend" dalam perjalanannya. Prosesnya berawal dari demo yang Kaleb J garap sendiri di rumah, lalu ia membawanya kepada Abe. "Dia suka. Langsung deh kita garap, tambah Kaleb J, disempurnakan liriknya dan diproses mixing oleh Sumantri Limin-menjadikan 'I Found You' sebuah karya yang utuh dari tangan-tangan yang saling percaya.

​Secara musikal, 'I Found You' kembali ke akar pop R&B yang menjadi ciri khas Kaleb J, lebih familiar dan dekat dengan pendengar yang mengenalnya lewat rilisan-rilisan sebelumnya. Namun, ada satu elemen baru yang sengaja disematkan untuk memperdalam emosi. "Kita kepikiran supaya lebih dalem perasaannya, lebih ngena," jelas Kaleb J. "Jadi kita tambahin instrumen strings. Dan memang betul, pas dengerin tuh rasanya kayak lagi di peluk."

​Perpaduan bahasa Indonesia dan Inggris yang seamless di lirik-seperti "Seluas samudera raya / Jiwa hati untukmu, sayang" yang mengalir ke "I never let you go / By your side on the high and low"-bukan kebetulan. "Ini bikin penyampaian lagunya lebih flavourful," ungkap Kaleb J. "Dan bisa dibilang ini adalah gaya penulisan yang aku suka bikin dari dulu."

​Di setiap chorus, Kaleb J mengulang sebuah pengakuan: "Kamu jadi milikku selama lamanya". Bagi Kaleb J, baris itu membawa tiga makna sekaligus. "Itu adalah komitmen, janji, sekaligus doa," tegasnya. "Harapannya, kalau nanti dipertemukan dengan orang yang tepat, hubungan itu bisa terus dijaga dan bertahan selamanya." Dan di bridge, ia menulis sebuah pengorbanan yang tenang namun dalam: "tak ku minta dunia / karena kau lah impian". Bagi Kaleb J, ini bukan tentang menolak dunia-melainkan tentang memahami batas antara kebutuhan dan keinginan.

​"Impianku bukan mempunyai seisi dunia, yang kuimpikan adalah mempunyai cinta yang sesungguhnya," jelasnya. "Karena pada akhirnya, kebahagiaan dan rasa tenang adalah hal yang paling berharga dan nggak bisa digantikan oleh apa pun. That is how I see the world." 'I Found You' akan disertai dengan video musik yang menggambarkan keseharian sepasang kekasih-bukan kemewahan atau momen spektakuler, melainkan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana yang dijalani berdua setiap hari.

​"Cinta sejati bukan tentang kemewahan atau sesuatu yang spektakuler, tapi tentang menemukan kebahagiaan dan rasa tenang dalam hal-hal kecil yang dijalani berdua setiap hari," ungkap Kaleb J. "Dan aku harap hal ini tersampaikan lewat keindahan di music video 'I Found You'." Kaleb J menolak mempersempit 'I Found You' hanya untuk satu kondisi. Bagi yang sudah berpasangan, lagu ini adalah perayaan syukur. Bagi yang masih mencari, lagu ini adalah pengingat bahwa harapan tetap ada.

"Semoga lagu ini bisa buat siapa pun," harapnya. "Buat yang sudah berpasangan, semoga jadi lagu untuk merayakan rasa syukur. Buat yang masih mencari, semoga jadi pengingat bahwa harapan itu tetap ada dan doa-doa baik selalu layak untuk diperjuangkan." Dengan 'I Found You', Kaleb J mempertegas bahwa EP "Tanda Cinta" bukan sekadar kumpulan lagu—melainkan sebuah perjalanan naratif yang terus berkembang. Dari getaran pertama di "Gerilya Cinta", kini ia telah sampai pada konfirmasi: "dialah orangnya".

Dan babak berikutnya? Kaleb J membiarkannya tetap menjadi misteri yang menggoda. "Ada dong, biar seru ikutin aja perjalanannya yaa," tutupnya dengan senyum. "Ga seru kalau langsung di spill." Simak single terbaru Kaleb J, 'I Found You', seluruh digital streaming platform

Written by : Kaleb J, Sumantri Limin, Belanegara Abe

Produced by : Belanegara Abe

Executive Producer : Passion Vibe

Label Music : Passion Vibe

Drums & Programming by : Belanegara Abe

Keys & Synth played by : Adrian Rahmat Purwanto, Belanegara Abe, & Kaleb J

Vocal Directed by : Belanegara Abe

Vocal Arrangement by : Kaleb J

Vocal Recorded at : Livingroom Studio Jakarta

Recorded by : Sumantri Limin

Vocal Edited by : Sumantri Limin

Mixed by Ano Stevano at : Sumantri Limin at Livingroom Studio Jakarta

Dari Kisah Cinta Romantis yang Viral ke Layar Lebar: 'Baby Udon' Hadir Menjadi Pelukan Hangat dan Penyemangat Bagi Para Pejuang Garis Dua

Bagi jutaan netizen di media sosial, perjalanan kisah Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, pernah menjadi saksi betapa indahnya sebuah perjuangan cinta sejati. Kisah mereka bukan sekadar tentang romantisme dua insan beda negara, melainkan tentang keteguhan hati sebuah keluarga yang pantang menyerah demi kehadiran sang buah hati lewat proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

​Kini, perjuangan yang menginspirasi banyak orang tersebut bertransformasi menjadi karya layar lebar bertajuk Baby Udon. Lebih dari sekadar tontonan, film ini hadir sebagai bentuk apresiasi, doa, sekaligus pelukan hangat bagi seluruh pejuang dua garis di Indonesia.

Sebuah Lencana Keberanian bagi Pasangan yang Berjuang

​Mendapatkan momongan bukanlah perjalanan yang selalu mulus bagi setiap pasangan. Ada tawa, harapan yang membumbung, namun tak jarang ada air mata dan rasa lelah di tengah ketidakpastian. Baby Udon menangkap esensi paling murni dari perjalanan tersebut: bahwa setiap detik usaha, doa, dan rasa sakit yang dilalui adalah bukti betapa besarnya cinta calon orang tua.

​Film ini diadaptasi dari kisah nyata Fanny dan Hajime untuk mengingatkan kita semua bahwa berjuang demi kehadiran sang buah hati adalah bentuk keberanian yang luar biasa. Melalui arahan sutradara Fajar Bustomi, setiap dinamika emosional disajikan dengan lembut dan penuh empati, tanpa menghilangkan kehangatan dari kisah aslinya.

Menghidupkan Harapan Lewat Karakter Utama

​Dua talenta besar Indonesia, Caitlin Halderman (sebagai Fanny Kondoh) dan Denny Sumargo (sebagai Hajime Kondoh), menyatukan chemistry mereka untuk menghidupkan perjuangan ini di layar lebar. Lewat seni peran yang mendalam, mereka memperlihatkan bagaimana sepasang suami istri saling menggenggam erat, menjadi support system terkuat satu sama lain, dan menyalakan lentera harapan di tengah ujian tersulit.

​Diproduksi oleh Sumargo Films, yang juga menjadi karya perdana di bawah pimpinan Denny Sumargo, berkolaborasi dengan LYTO Pictures, Baby Udon dikemas sebagai pengingat manis bahwa cinta sejati tidak pernah kehilangan kekuatannya untuk memberi keteguhan.

Kamu Tidak Sendirian dalam Perjalanan Ini

​Mengapa Baby Udon begitu istimewa? Karena film ini hadir bukan hanya untuk membagikan kenangan, tetapi juga untuk merangkul setiap hati yang sedang berjuang di luar sana. Film ini menyuarakan perasaan para pasangan yang mungkin sering merasa sendiri dalam kesunyian perjuangan mereka.

​Bagi kamu yang sedang meniti jalan panjang demi sang buah hati, Baby Udon adalah surat cinta yang membisikkan pesan manis: perjuanganmu berharga, cintamu luar biasa, dan kamu tidak pernah sendirian.

​Film ini dibintangi Caitlin Halderman dan Denny Sumargo, dan didukung oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi yang punya kualitas akting luar biasa, di antaranya Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, hingga musisi dan aktor asal Jepang, Hiroaki Kato.

​Jangan lewatkan kisah perjuangan cinta yang menginspirasi ini. Film Baby Udon dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

​Untuk informasi lebih lanjut, pembaruan terkini, dan materi eksklusif di balik layar, silakan kunjungi akun media sosial resmi kami di Instagram: @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.

Menyambut 30 Tahun Berkarya, UNGU Rilis Single Terbaru "Utara - Selatan" tentang Cinta yang Tak Lagi Menuju Arah yang Sama

​Jakarta, 31 Juli 2026 — Setelah konsisten menghadirkan karya yang mewarnai industri musik Indonesia selama tiga dekade, UNGU kembali mempersembahkan single terbaru bertajuk "Utara Selatan". Dirilis bertepatan dengan perayaan 30 tahun perjalanan bermusik UNGU, lagu ini menjadi pembuka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter".

​Diciptakan oleh Enda UNGU, "Utara - Selatan" mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, namun tidak lagi mampu berjalan ke arah yang sama. Melalui simbol arah mata angin yang berjauhan, utara dan selatan, lagu ini menggambarkan jarak emosional yang lahir dari perbedaan sudut pandang, prinsip, serta pilihan hidup yang semakin sulit dipersatukan.

"Kadang dua orang masih saling mencintai, tetapi hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. 'Utara - Selatan' lahir dari perasaan ketika kita harus menerima bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencintai, melainkan memberi ruang agar masing-masing bisa melanjutkan perjalanan hidupnya" tutur Enda.

​Dari sisi musik, "Utara - Selatan" hadir dengan nuansa yang membawa pendengar bernostalgia pada warna musik khas UNGU di era awal. Aransemen pop rock yang menjadi identitas band ini dipadukan dengan lirik yang sederhana namun emosional, membuat lagu ini terasa akrab sekaligus relevan. Di balik kisah perpisahannya, lagu ini juga menggambarkan rasa sakit dari sebuah cinta yang harus berhadapan dengan berbagai tekanan dari luar, termasuk tidak adanya restu untuk melanjutkan hubungan tersebut. Meski perasaan di antara keduanya tetap jurang perbedaan yang semakin lebar membuat mereka menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan kebersamaan.

​Pasha, vokalis UNGU, mengungkapkan bahwa aransemen lagu ini akan membawa pendengar bernostalgia. "Lewat Utara - Selatan, kami seperti kembali ke warna musik UNGU yang sudah sangat akrab bagi para pendengar sejak dulu. Dari aransemennya, ada nuansa yang mungkin akan mengingatkan mereka pada lagu-lagu UNGU di era awal. Kami berharap lagu ini bukan hanya menjadi obat rindu, tetapi juga bisa menemani siapa pun yang sedang menjalani cerita yang sama."

​Perilisan "Utara - Selatan" juga menjadi bagian dari perjalanan 30 tahun UNGU berkarya. Bersamaan dengan hadirnya single ini, UNGU bersiap menyapa para penggemarnya melalui konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang dilaksanakan tgl 30 oktober 2026. Nantikan informasi selanjutnya mengenai konser tersebut melalui sosial media UNGU dan Trinity Optima Production.

​Selain itu, music video untuk lagu ini sudah dipersiapkan, disutradarai langsung oleh Pasha UNGU dengan model Kiesha Alvaro dan Zara Leola. Menariknya lagi selain music video ini dibintangi oleh anak dari Pasha dan Enda, music video ini akan menampilkan 400 lebih extras.

Single "Utara Selatan" telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform layanan musik digital mulai 31 Juli 2026, sementara video musik resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai 5 Agustus 2026.

​Trinity Optima Production

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan tampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Kombinasi Wonderkid dan Bintang Kompetisi Domestik, Indonesia All Stars Siap Unjuk Gigi Hadapi Aston Villa

Skuad Indonesia All Stars yang akan berjumpa Aston Villa dihuni deretan pemain belia berbakat Tanah Air.

  • ​Dua pemain Indonesia All Stars didikan Akademi klub elite Eredivisie Belanda.
  • ​Pemain terbaik Tanah Air yang tergabung di Indonesia All Stars bakal menjalani pertandingan melawan Aston Villa pada 1 Agustus 2026.
  • ​Kurniawan Dwi Yulianto menjanjikan pertandingan yang menghibur menghadapi tim asuhan Unai Emery.

Jakarta – Kamis, 30 Juli 2026 – Pasukan Indonesia All Stars bersiap menantang Aston Villa pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Tim ini tampil dengan komposisi yang menarik, memadukan deretan pemain muda (wonderkid) yang menjadi tulang punggung Timnas Indonesia level junior dengan bintang-bintang yang berkompetisi di liga domestik Tanah Air.

Kurniawan Dwi Yulianto didapuk sebagai pelatih kepala Indonesia All Stars. Pengalaman pelatih yang akrab disapa Si Kurus ini diyakini akan memberikan warna tersendiri bagi anak asuhnya.

​Kurniawan menjanjikan pertandingan yang menghibur buat para fans yang datang ke Senayan. "Pemain-pemain Indonesia All-Stars bakal dapat banyak pelajaran saat menghadapi Aston Villa. Kami akan berupaya mengimbangi permainan mereka sebaik mungkin,” katanya.

​Beberapa pemain di dalam skuad Indonesia All Stars pun sudah mengenal dengan baik gaya melatih sang arsitek. Jebolan program pelatnas Timnas Primavera pada pertengahan 1990-an ini memiliki kaya opsi pemain untuk menghadapi Aston Villa.

​Ajang bertajuk Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia 2026 yang dipromotori oleh Sound Rhythm ini dipastikan akan menjadi panggung perang bintang yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh para penggemar sepak bola di seantero Tanah Air.

​Kiper dan Bek yang Solid

​Posisi kiper utama dihuni Kurniawan Kartika Ajie. Penjaga gawang klub Indonesia Super League, Persita Tangerang. Pesepak bola kelahiran 20 Juni 1996 itu dikenal jagoan menghadapi bola-bola mati. Sebelum membela Tim Pendekar Cisadane, ia berkelana di Persiba Balikpapan, Arema FC, dan Persik Kediri.

​Di lini pertahanan, sosok Brandon Scheunemann yang akan mengawal benteng Indonesia All Stars juga sangat layak mendapatkan perhatian. Bek jangkung berdarah Jerman kelahiran Malang, 9 Maret 2005 ini menjadi salah satu pemain keturunan yang berkiprah di Timnas Indonesia tanpa harus melewati jalur naturalisasi. Hal ini karena Brandon lahir, tumbuh, dan menjalani karier sepak bolanya sepenuhnya di Indonesia.

​Brandon tercatat pernah membela beberapa tim besar di Liga Indonesia seperti PSIS Semarang, Persipura Jayapura, dan Arema FC. Ia juga sempat dipercaya menjadi bagian dari skuad Garuda Muda U-23 di ajang Piala AFF U-23 2025.

​Di poros belakang, ada pula sosok pemain sarat pengalaman, Hasyim Kipuw. Bek senior yang juga bisa bermain sebagai gelandang jangkar ini ditunjuk sebagai wakil kapten Indonesia All Stars.

​Memulai karier profesional bersama Persija Jakarta, Kipuw punya panjang membela klub-klub besar seperti Arema FC, Bhayangkara FC, Bali United, PSM Makassar, Barito Putera, hingga terakhir digaet Persis Solo untuk musim 2026-2027.

​Lini Tengah yang Enerjik

​Sektor gelandang Indonesia All Stars tidak kalah berkelas. Ada figur pemain naturalisasi sarat pengalaman, Ezra Walian. Gelandang serang yang juga piawai bermain sebagai penyerang lubang ​jebolan Akademi Ajax Amsterdam ini diyakini akan menjadi sosok yang siap mengganggu kemapanan deretan bintang dunia milik Aston Villa.

​Pesepak bola kelahiran Amsterdam, 22 Oktober 1997 ini menorehkan rapor menawan bersama Persik Kediri di Indonesia Super League musim 2025-2026. Ia merupakan langganan Timnas Indonesia di era kepelatihan Luis Milla.

​Berkat performa apiknya bersama Macan Putih, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sempat memanggilnya untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang laga uji coba pada periode Maret lalu.

​Duo Belanda di Indonesia All Stars

​Di lini tengah, Ezra akan diapit oleh dua legiun asing papan atas Indonesia Super League. Mereka adalah gelandang PSIM Yogyakarta asal Portugal, Zé Valente, dan pengatur ritme permainan Madura United asal Belanda, Jordy Wehrmann.

Selain memiliki darah keturunan Indonesia dari garis keluarganya, Jordy Wehrmann sudah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola kasta tertinggi Belanda sebelum akhirnya melanjutkan karier di berbagai negara Eropa dan Indonesia.

​Jordy Wehrmann merupakan produk asli akademi Feyenoord, salah satu klub raksasa Belanda yang dikenal rutin melahirkan pemain berkualitas. Ia bahkan sempat bermain satu tim dengan eks striker Manchester United dan Arsenal, Robin van Persie, pada musim 2018-2019. Ia kemudian sempat menembus tim utama dan mencicipi kompetisi Eredivisie sebelum melanjutkan petualangannya ke luar negeri.

​Pengalamannya di Benua Biru semakin lengkap setelah memperkuat FC Luzern di Swiss. Bersama klub tersebut, Wehrmann turut merasakan manisnya gelar juara Piala Swiss musim 2020-2021, sebuah pencapaian yang menjadi nilai tambah dalam perjalanan kariernya.

​Sejak bergabung dengan Madura United pada tahun 2024, performa Wehrmann tergolong sangat stabil. Ia menjelma sebagai motor permainan di lini tengah dengan torehan 50 penampilan serta menyumbangkan empat gol untuk Laskar Sape Kerrab. Berbekal jam terbang tinggi di Eropa, Jordy Wehrmann diproyeksikan menjadi motor daya dobrak lini kedua yang mumpuni untuk mengimbangi agresivitas permainan The Villans.

​"Aston Villa klub besar Inggris dan juara Eropa, tentu bahagia dan bangga rasanya menjadi bagian skuad dari Indonesia All Stars yang akan menghadapi mereka akhir pekan ini. Ini kesempatan luar biasa. Saya menghabiskan bertahun-tahun bermain di Eropa dan sempat mencicipi kompetisi UEFA Europa League bersama Feyenoord. Semoga dengan bekal pengalaman tersebut, saya bisa memberikan kontribusi positif, membantu tim, sekaligus menikmati pertandingan," ucap Jordy Wehrmann.

​Lini Depan Bertabur Pemain Muda

​Di lini depan, Indonesia All Stars memiliki banyak pilihan pemain yang mempunyai kualitas dan karakter permainan berbeda untuk merepotkan tim asuhan Unai Emery. Salah satunya adalah Reno Salampessy, pemain muda milik Persipura Jayapura yang kerap disebut-sebut sebagai penerus Boaz Solossa. Reno merupakan putra dari salah satu bek legendaris Timnas Indonesia era pertengahan 2000-an, Ricardo Salampessy.

​Secara keseluruhan, penyerang kelahiran 22 Juni 2007 itu telah mencatatkan 5 gol dan 4 assist bagi tim Mutiara Hitam di kompetisi kasta kedua. Reno juga merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF 2026 yang diasuh oleh Nova Arianto.

​"Saya bangga Reno terpilih menjadi salah satu pemain Indonesia All Stars. Semoga putra saya bisa memberikan yang terbaik. Bisa satu lapangan dengan klub besar merupakan sebuah pengalaman berharga yang tidak semua pesepak bola bisa dapatkan," tutur Ricardo Salampessy mengenai performa Reno yang fasih bermain sebagai penyerang tengah maupun penyerang sayap kiri.

​Di sektor depan, Reno akan berkolaborasi dengan dua kompatriotnya, yakni Kelly Sroyer dan Ramai Rumakiek, yang juga sering keluar masuk skuad Timnas Indonesia, baik di level junior maupun senior.

​Selain itu, sektor lini depan Indonesia All Stars juga diperkuat oleh Arkhan Kaka, yang namanya melejit pada perhelatan Piala Dunia U-17 2023. Bomber kelahiran Blitar, 2 September 2007 ini mewarisi bakat ayahnya, Purwanto, yang juga merupakan penyerang tajam di era awal 2000-an.

​Aston Villa Boyong 30 Pemain ke Jakarta

​Aston Villa datang ke Indonesia dengan kekuatan 30 pemain. Unai Emery ikut menyertakan superstar baru mereka, Alejandro Garnacho, yang baru didaratkan dengan status pinjaman dari Chelsea.

Laga persahabatan melawan Indonesia All Stars pada bagian dari memanaskan mesin menyongsong Premier League Inggris musim baru dan juga menyongsong laga prestisius Piala Super Eropa menghadapi Paris Saint-Germain (PSG).

​Tak hanya bertanding, Aston Villa datang ke Jakarta menggelar berbagai kegiatan untuk memanjakan para fans. Termasuk bersiap memberi pengalaman melihat langsung trofi juara Europa League. Para penggemar yang menjadi peserta meet and greet pun bisa melihat langsung serta berfoto bareng dengan piala yang menjadi kebanggaan klub, yang akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

​Setelah menuntaskan agenda di Jakarta, Aston Villa akan melanjutkan tur Asia dengan menghadapi BG Pathum United di Thailand pada 4 Agustus, sebelum bertolak ke Hong Kong untuk berhadapan dengan Bayern Munchen pada 7 Agustus. Rangkaian tur pramusim ini menjadi bagian penting persiapan Aston Villa menuju UEFA Super Cup melawan Paris Saint-Germain pada pertengahan Agustus mendatang.

​DAFTAR PEMAIN INDONESIA ALL STARS

GOALKEEPER (GK)
1 Kurniawan Kartika Ajie

DEFENDER
2 Marsel Usemahu
3 Muhammad Idris
4 Hasyim Kipuw (Vice Kapten)
5 Oliver Leeming
6 Brandon Scheunemann
7 Yusaku Yamadira

MIDFIELD
8 Ezra Walian (Kapten)
9 Ze Valente
10 Jordy Wehrmann
11 Sho Yamamoto
12 Febrianto Uopmabin

FORWARD
13 M. Khanafi
14 Arkhan Kaka
15 Terens Puhiri
16 Reno Salampessy
17 Jeam Kelly Sroyer
18 Ramai Rumakiek
19 Hokky Caraka
Update nama pemain tambahan menyusul diumumkan penyelenggara.*

​INFORMASI PERTANDINGAN DAN TIKET

​Laga Aston Villa melawan Indonesia All Stars akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB. Tiket pertandingan dijual mulai dari Rp350.000 hingga Rp2.250.000, belum termasuk pajak, biaya platform, dan biaya administrasi. Penjualan tiket berlangsung secara eksklusif melalui kanal resmi AstonVillaJKT.com.

​Selain laga utama, rangkaian kedatangan Aston Villa di Jakarta juga akan diisi berbagai kegiatan bagi penggemar, mulai dari sesi latihan terbuka, meet and greet, hingga program pengembangan sepak bola, dan kegiatan komunitas.

​Setiap peserta meet and greet akan memperoleh berbagai fasilitas eksklusif berupa free T-shirt, Aston Villa Goodie Bag, Official Certificate, Group Photo. Seluruh benefit tersebut dapat dinikmati melalui paket senilai Rp3.000.000,-. Informasi soal ini bisa menghubungi +6285710038180 (Jason Fransz).

​TENTANG ASTON VILLA FOOTBALL CLUB

​Didirikan pada tahun 1874, Aston Villa Football Club merupakan salah satu klub sepak bola tertua dan tersukses di Inggris. Berbasis di Birmingham, Inggris, Aston Villa adalah salah satu pendiri Football League dan termasuk sedikit klub Inggris yang pernah menjuarai European Cup. Saat ini Aston Villa berkompetisi di Liga Primer Inggris dan memasuki musim 2026/27 sebagai juara bertahan UEFA Europa League sekaligus peserta UEFA Champions League.

​TENTANG SOUND RHYTHM

Sound Rhythm – The Outsiders. We Are Not Followers.

​Didirikan pada tahun 2002, DNA Sound Rhythm sesungguhnya telah terbentuk sejak awal 1990-an ketika para pendirinya terlibat dalam penyelenggaraan berbagai konser internasional seperti Air Supply (1994), Phil Collins (1995), Alanis Morissette (1996), Mr. BIG (1996), hingga Jakarta Alternative Festival 1997 yang menghadirkan Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys.

​Berbagai artis internasional yang pernah ditangani oleh Sound Rhythm antara lain Calvin Harris, Suede, 2PM, David Foster & Friends, David Guetta, I AM HARDWELL, ASOT – Armin van Buuren, Blur, Creed, Phoenix, Jennifer Lopez, OneRepublic, Chicago, Katy Perry, One Direction, The Vamps, Celine Dion, Ed Sheeran, LAUV, Shawn Mendes, The 1975, Justin Bieber, Westlife, Fujii Kaze, One OK Rock, Niall Horan, HYDE, Hatsune Miku, dan ATEEZ.

​Sejak tahun 2025, Sound Rhythm berkomitmen untuk memperluas cakupan bisnisnya tidak hanya sebagai promotor konser, tetapi juga sebagai promotor acara olahraga dan hiburan keluarga.

​Selama lebih dari dua dekade, Sound Rhythm telah sukses mempromosikan dan memproduksi berbagai acara internasional berskala besar yang menghadirkan artis dan merek ternama dunia, sekaligus menghubungkan jutaan penggemar Indonesia dengan pengalaman hiburan kelas dunia. Melalui inovasi, kreativitas, dan komitmen terhadap kualitas, Sound Rhythm terus mengembangkan portofolionya di sektor musik, olahraga, gaya hidup, dan hiburan keluarga.

​Dengan filosofi menghadirkan pengalaman luar biasa, Sound Rhythm berkomitmen untuk terus membawa berbagai acara internasional bergengsi ke Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri hiburan dan olahraga nasional.

​Untuk informasi lebih lanjut mengenai Sound Rhythm, silakan kunjungi:

Website: www.SoundRhythm.id Instagram & X: @SoundRhythm

Kamis, 30 Juli 2026

Trailer Terbaru PAKET SANTET: Paket Datang, Tawon Muncul, Kematian Mengintai

Trailer Terbaru Ungkap Teror yang Makin Brutal: Siapa Pengirim dan Apa Motifnya?

Jakarta, 30 Juli 2026BASE Entertainment resmi merilis trailer terbaru PAKET SANTET, film horor garapan sutradara Dinna Jasanti yang tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Jika trailer sebelumnya memperkenalkan teror santet yang dikirim melalui paket misterius, trailer terbaru membawa ancamannya semakin dekat: tawon mulai bermunculan, teror semakin brutal, dan nyawa ketujuh mahasiswa semakin terancam.

​Di tengah teror tersebut, misteri yang lebih besar mulai terbuka. Siapa yang sengaja mengirim santet kepada mereka, dan dendam apa yang membuat ketujuhnya dipilih menjadi korban?

​Trailer terbaru memberi petunjuk bahwa paket-paket tersebut bukan dikirim secara acak, melainkan kepada sasaran yang sudah dipilih. Seiring teror semakin brutal, hubungan Deva dan teman-temannya pun mulai dipenuhi kecurigaan. Persahabatan, sakit hati, hingga konflik di antara mereka membuka kemungkinan bahwa bahaya terbesar mungkin bukan datang dari orang asing, melainkan dari seseorang yang selama ini berada di dekat mereka.

​“Yang menarik dari PAKET SANTET, terornya bukan sesuatu yang terjadi secara acak. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban, dan ada motif di baliknya. Buat saya, yang paling mengerikan bukan hanya santetnya, tapi ketika kita sadar ada seseorang yang memang ingin mencelakai kita. Dari situ penonton juga akan terus bertanya: bahayanya datang dari orang asing, atau justru dari orang yang paling dekat dengan mereka?” ujar Dinna Jasanti, sutradara PAKET SANTET.

​Bagi Fadly Faisal, yang memerankan Ale, teror menjadi semakin mengerikan ketika rasa percaya di antara para sahabat mulai ikut terganggu.

​“Menurut aku yang serem bukan cuma ketika paketnya datang, tapi ketika kita mulai nggak tahu siapa yang bisa dipercaya. Kadang kita merasa circle kita baik-baik aja, padahal kita nggak pernah benar-benar tahu kalau ada orang yang masih menyimpan sakit hati atau dendam. Kita mungkin sudah lupa pernah menyakiti seseorang. Tapi orang itu belum tentu lupa,” ujar Fadly.

PAKET SANTET dibintangi Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bela, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Film produksi BASE Entertainment yang disutradarai Dinna Jasanti ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Saksikan Trailer Terbaru PAKET SANTET di YouTube BASE Entertainment dan platform digital resmi PAKET SANTET. Ikuti perkembangan terbaru melalui TikTok @base.id dan Instagram @paketsantet.

Fatin Mengajak Menikmati Fase Kehidupan di Nomor Terbaru “Tidur Siang”


​Setelah merilis album Cerita Kita pada Oktober 2025 kemarin, Fatin kembali menyapa para penggemarnya di penghujung bulan Juli ini dengan single baru berjudul "Tidur Siang". Berbeda dari lagu-lagu cinta yang selama ini kerap ia nyanyikan, pemilik nama lengkap Fatin Shidqia Lubis ini menghadirkan karya yang lebih reflektif, mengajak pendengar melihat kembali perjalanan hidup dari sudut pandang yang sederhana, tapi dekat dengan keseharian.

​"Lagu 'Tidur Siang' bercerita tentang kesadaran fase hidup. 'Dulu waktu kecil, kita selalu disuruh tidur siang dan selalu menolak, tapi saat sudah dewasa, ternyata susah sekali mendapatkan waktu untuk tidur siang. Hal yang dulu kita hindari sekarang malah terasa mewah. Lagu ini juga jadi pengingat kalau hidup itu harus dinikmati apa pun yang terjadi karena hidup kita tidak terus-menerus sedih ataupun senang. Jadi, terima saja,' cerita pemenang musim pertama X Factor Indonesia ini."

​Lagu ini sendiri lahir dari kolaborasi pertama Fatin bersama Will Mara yang ternyata langsung berjalan dengan sangat natural. Pertemuan pertama mereka justru menjadi momen lahirnya "Tidur Siang" yang dipenuhi diskusi kreatif mengenai lirik dan melodi. "Proses pembuatan lagu ini bersama Will berjalan dengan sangat seru, bahkan lagu ini selesai di pertemuan pertama. Ternyata, kami sefrekuensi dan Will banyak memberikan ide untuk mood lagunya sehingga sepanjang workshop kita saling diskusi lirik-lirik yang lucu dan melodi yang gemas," cerita Fatin.

​Proses penulisannya sendiri berlangsung cukup cepat. Hanya dalam lima jam, Fatin dan Will berhasil menyelesaikan lirik, melodi, hingga merekam demo. Setelah itu, proses rekaman hingga akhirnya lagu siap dirilis memakan waktu kurang lebih satu bulan. Lulusan LSPR (London School of Public Relations) ini juga bersyukur karena tidak ada tantangan yang berarti selama proses pengerjaan single-nya berkat kerja sama tim yang solid. Tidak hanya merilis single di platform musik digital, Fatin juga sudah menyiapkan klip video untuk "Tidur Siang". "Untuk video musik lagu ini, aku bekerja sama dengan Sebastian dari Angankara. Mereka memberikan ide konsep yang ternyata sangat cocok dengan tujuan lagu ini dan pesan yang ingin aku sampaikan," jelasnya.

​Pemilihan tema "Tidur Siang" juga menjadi sesuatu yang spesial bagi Fatin. Memasuki usia kepala tiga, ia ingin menghadirkan hal yang baru sebagai penanda bahwa dirinya telah melalui perjalanan panjang bersama penggemar yang telah mengikuti sejak awal karier. 'Tahun ini, aku menginjak usia 30 tahun. Selama ini, aku sudah cukup banyak bercerita tentang percintaan. Kali ini, aku ingin memberikan karya yang berbeda untuk teman-teman yang selama ini sudah bertumbuh denganku. Bahkan, ada yang menemaniku sejak umur 16 tahun, dari awal karier,' katanya.

​Melalui lagu ini, Fatin juga ingin menyampaikan pesan sederhana tentang menjalani hidup tanpa terlalu membebani diri dengan berbagai tuntutan. 'Kalau kata anak zaman sekarang 'in this economy, kita hidup sesuai kemampuan aja'. Tidak usah terlalu berpikir macam-macam. Nikmati semua fase yang sedang dialami sekarang dan percaya bahwa semua akan datang tepat waktunya," ujar Fatin. Ia berharap, single ini bisa membawa pendengarnya untuk bernostalgia, tapi di saat yang sama juga menemani proses menjadi dewasa. 'Semoga lagu ini bisa menjadi teman buat mengenang masa kecil dan bisa menjadi "teman" ketika kita sama-sama bertumbuh menjadi dewasa,' tutupnya.

Single terbaru Fatin, "Tidur Siang", bisa dinikmati mulai 30 Juli di seluruh platform musik digital.

​Executive Producer : Muhammad Soufan for Sony Music Entertainment Indonesia

A&R : Keke Kananta

Performed by : Fatin

Track Title : Tidur Siang

Composed by : Will Mara, Fatin

Produced by : Will Mara

Drum by : Enrico Octaviano

Drums recorded by : Enrico Octaviano at duapuluhtiga Studio Jakarta

Keys by : Will Mara

Keys recorded by : Will Mara at duapuluhtiga studio Tangerang

Guitars by : Will Mara, Alif Ibrahim

Guitars recorded by : Will Mara and Alif Ibrahim at duapuluhtiga studio Tangerang

Bass by : Will Mara

Bass recorded by : Will Mara at duapuluhtiga studio Tangerang

Programming by : Will Mara

Whistle by : Jerome Kurnia

Whistle recorded by : Jerome Kurnia at shoot location

Vocal directed by : Mohammed Kamga

Vocal edited by : Rio Ndul

Vocals recorded by : Yusup Albantani at Sony Music Entertainment Studios

Mixed by : Ano Stevano at Sembunyi Studio

Mastered by : Ano Stevano at Sembunyi Studio

Published by : Sony Music Publishing Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu, Drama Keluarga Paling Plot Twist Tahun Ini! Masuk Ketawa, Keluar Nangis Sesenggukan

 

Film Kado Untuk Ibu tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop

Jakarta, 29 Juli 2026 — Starvision bekerja sama dengan FMM Studios mempersembahkan film drama keluarga Kado Untuk Ibu yang akan tayang mulai 6 Agustus 2026 di seluruh bioskop. Sebuah kisah hangat yang mengikuti perjalanan Ara (Luisa Adreena) saat pergi dari rumah dan meminta bantuan petugas Damkar demi mencari kado terbaik untuk ibunya.

​Siapa sangka, perjalanan mencari kado yang seharusnya menjadi perjalanan singkat, justru berubah menjadi perjalanan memaknai arti kehidupan dan keluarga yang sangat berkesan. Di awal hingga tengah filmnya, penonton akan dibuat tertawa melihat tingkah lucu dari Ara dan petugas Damkar Faris (Emir Mahira), yang menemani Ara.

​Namun, kisah lucu dan menggemaskan Ara dan Faris berubah menjadi kisah yang mengharukan. Penonton akan dibuat kaget dengan plot twist-nya. Seolah penonton diajak tertawa saat masuk studio bioskop, namun berakhir dengan menangis terharu dan merasakan kehangatan saat keluar bioskop.

​Disutradarai oleh M. Amrul Umammi dengan produser Chand Parwez Servia, Kado Untuk Ibu akan menjadi film terplot twist tahun ini! Bagaimana kita sebagai orang dewasa diajak menyelami makna kehidupan dari sudut pandang anak-anak, Ara, yang diperankan dengan sangat baik oleh Luisa Adreena, yang kali ini menampilkan akting yang lebih matang.

​Film Kado Untuk Ibu dibintangi oleh Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adishwara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turangan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master dan Juju Mazaya.

​"Film Kado Untuk Ibu adalah kisah tentang keluarga, tentang pemaknaan perjuangan cinta dan kasih sayang. Film ini juga menjadi refleksi dalam kehidupan kita, bagaimana kita berjuang demi keluarga dan memaknai serta menghidupi nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kita, bagaimana anak-anak di film ini juga bisa membimbing kita dan membuat orang tua lebih sadar untuk selalu hadir dan berjuang demi keluarga," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Kisah seorang anak yang mencari kado untuk ibunya sebenarnya terinspirasi dari kisah personal sang sutradara, M. Amrul Umammi, dan penulis skenario M. Ali Ghifari. Sebagai sesama orang tua, keduanya pernah merasakan bagaimana seorang anak memberikan kado untuk mereka. Sebuah perasaan hangat dan haru, yang juga menunjukkan perjuangan sang anak untuk orang tuanya, meski tampak sederhana.

Dari kisah itulah kemudian dituangkan ke dalam film Kado Untuk Ibu yang lebih dramatis dan menyentuh secara emosional. Diharapkan film ini juga bisa menjadi pengingat bagi penonton untuk selalu berjuang, dan menjadi ucapan terima kasih karena sudah bertahan untuk menjadi keluarga.

"Ada salah satu adegan yang membuat saya saat menggarap film ini merasa sangat tersentuh. Ketika Ara yang masih sekecil itu begitu dewasa menghargai perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai seorang Ayah, saya berharap film ini juga bisa menjadi pengingat, bahwa kita berjuang di luar sana mencari nafkah demi orang-orang tersayang di rumah," ujar sutradara M. Amrul Umammi.

Luisa Adreena, yang sebelumnya mendapat pujian dari perannya, di film Kado Untuk Ibu kembali menampilkan peran terbaiknya lagi. Sebagai Ara, Luisa berhasil mencuri perhatian sepanjang film dengan berbagai tingkah dan dialognya. Membuat kita belajar tentang pendewasaan dari kacamata sederhana anak kecil.

"Aku senang banget memerankan Ara di film ini, karena bisa berpetualang dengan Om Damkar yang diperankan Kak Emir Mahira. Di sini aku jadi anaknya Om Dimas Aditya dan Kak Agla Artalidia, yang seru banget. Meskipun ada satu adegan yang bikin aku sangat sedih dan nangis banget, dan itu jadi salah satu adegan favorit aku di film ini," cerita Luisa Adreena.

Berbicara tentang perannya sebagai Zizah, Ibu dari Ara, Agla Artalidia menjelaskan pengalamannya berperan bersama Luisa. "Luisa adalah aktor yang sangat-sangat brilian, menyenangkan sekali berkolaborasi dengan Luisa. Tidak ada kesulitan untuk membangun chemistry, kami benar-benar meruntuhkan semua tembok untuk bisa menjadi ibu dan anak. Di film Kado untuk Ibu ini menunjukkan perjalanan anak yang ingin memberikan rasa cintanya untuk sang ibu. Dan kita semua di dunia ini adalah seorang anak. Jadi kita pasti bisa relate dengan bagaimana memberikan kasih sayang terhadap ibu," ujar Agla Artalidia.

Tonton kehangatan drama keluarga Kado Untuk Ibu, film paling plot twist tahun ini di bioskop mulai 6 Agustus 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Kado Untuk Ibu melalui Instagram @filmkadountukibu, @starvisionplus, @fmmstudios dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

FARIS (Emir Mahira), seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu ARA (Luisa Adreena) mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.

Pemain dan Tim Produksi

Pemeran

Luisa Adreena sebagai Ara

Emir Mahira sebagai Faris

Agla Artalidia sebagai Zizah

Dimas Aditya sebagai Musa

Rey Bong sebagai Yusuf

Elsa Japasal sebagai Zulaikha

Maizura sebagai Adis

Mazaya Amania sebagai Icha

Jordan Omar sebagai Boni

Arif Alfiansyah sebagai Pepeng

Dennis Adishwara sebagai Pak Harto

Ence Bagus sebagai Pak Karsa

Dio Pratama sebagai Dio

Sadana Agung sebagai Pak Bondan

Adam Xavier sebagai Bumi

Paloma Turangan sebagai Mila

Maheera Yusuf sebagai Dini

Vonny Anggraini sebagai Ibu Ningsih

Siti Fauziah sebagai Ibu Toha

Shafira Khadijah sebagai Gina

Chacha Hits sebagai Nur

Rama Jedi Master sebagai Ayah Icha

Juju Mazaya sebagai Ibu Icha

Tim Produksi

Produksi : Starvision, FMM Studios

Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan

Sutradara : M. Amrul Umammi

Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari

Produser Lini : Andre Addin

Penulis Skenario : M. Ali Ghifari

Penata Artistik : Mai Harizon

Penata Kamera : Mawan Kelana

Penyunting Gambar : Wawan I. Wibowo

Penata Suara: Riza I. Zulfikar

Perekam Suara: Aditya Trisnawan

Penata Musik: Febri Pratama

Penata Warna: Hariopati Rinanto

Penata Grafis & VFX: In My Room

Penata Rias: Gabe Sima

Penata Busana: Yulistiowati

Penata Peran: Dwi Keke Novita, Arief Havidz, Erik Arfin

Perancang Poster: Alvin Hariz

OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari

Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang FMM

FMM Studios adalah rumah produksi yang didirikan oleh M. Ali Ghifari dan M. Amrul Umammi. Sejak 2014, FMM aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat film pendek dan web series yang sudah dinikmati jutaan penonton di berbagai platform media sosial.

Seiring berkembangnya perjalanan kreatif, FMM Studios mulai menggeluti industri film sejak 2017, dan hingga kini telah memproduksi 7 film panjang untuk penayangan bioskop seperti Perjalanan Pembuktian Cinta, Lebih dari Selamanya dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.

Berawal dari ide kreatif yang mencintai dunia audio visual, FMM Studios terus berkembang menjadi studio profesional yang menghadirkan film pendek, web series, kampanye brand, hingga film panjang yang menggugah hati dan menginspirasi banyak orang.

Rilis Final Trailer, Film "Dan Bandung" Kisah Perjuangan Cinta Karya Pidi Baiq dan Arahan Rudi Soedjarwo, Siap Mengaduk Emosi Penonton

Jakarta, 29 Juli 2026 — Pernah dibikin baper dan susah move on oleh karya-karyanya Pidi Baiq? Bersiaplah untuk kembali merelakan hati kalian. Kreator di balik fenomena semesta Dilan ini kembali menghadirkan kisah terbarunya lewat film layar lebar berjudul "Dan Bandung". Menjelang penayangannya, Verona Films secara resmi meluncurkan Final Trailer dalam acara press conference yang digelar secara meriah di Plaza Senayan XXI.

​Acara peluncuran Final Trailer ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting di balik layar, yakni Produser Eksekutif Bedy Kunady, Produser Titin Suryani, dan Sutradara Rudi Soedjarwo yang turut hadir memeriahkan press conference ini bersama jajaran pemeran seperti Samo Rafael, Shanna Shannon, Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Jenny Zhang, Tike Priatnakusumah, Nugie, De Boer William, dan Ade Habibie.

​Final Trailer Dan Bandung membawa penonton masuk ke dalam perjalanan emosional Basil dan Elma, memperlihatkan bagaimana cinta harus diuji oleh berbagai pilihan, pengorbanan, dan kenyataan yang tak selalu berpihak. Cuplikan ini memperlihatkan dengan intim bagaimana perjuangan keras dua anak muda yang sedang jatuh cinta sedalam-dalamnya, namun harus berbenturan dengan realita pahit karena hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari keluarga.

​Duduk di kursi sutradara adalah Rudi Soedjarwo, sineas yang dikenal luas telah melahirkan salah satu film romansa paling ikonik di Indonesia, Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Menggarap kisah romansa dari semesta Pidi Baiq memberikan kesan mendalam tersendiri baginya.

​"Ini film yang nggak mungkin saya buat saat muda dulu. Banyak sekali tema-tema yang saya eksplor dalam cerita ini, dari kehadiran keluarga dalam hidup kita, manisnya kisah cinta muda, dan realita yang seringkali tak seindah pikiran kita," ungkap Rudi Soedjarwo menceritakan pengalamannya menggarap "Dan Bandung".

​Dengan kolaborasi Rudi Soedjarwo dan Pidi Baiq, Produser, Titin Suryani pun berharap film produksi Verona Films kali ini mampu diterima dan disukai penonton Indonesia.

​"Dan Bandung lahir dari kolaborasi orang-orang hebat yang memiliki visi yang sama. Melalui kisah yang dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat, film ini mengangkat konflik, persahabatan, perjuangan, dan perjalanan cinta Basil dan Elma. Harapan kami, film kedua Verona ini dapat diterima dengan hangat oleh penonton dan menjadi salah satu karya yang turut mewarnai perjalanan perfilman Indonesia," jelas Titin Suryani

​Bersiaplah untuk menjadi saksi dari manisnya cinta muda dan beratnya realita yang harus mereka hadapi. Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Catat tanggalnya, dan ikuti terus akun media sosial resmi di @filmdanbandung untuk mendapatkan informasi terbaru.

Tentang Verona Films

Verona Films merupakan ekspansi dari Verona Pictures, rumah produksi yang didirikan oleh Titin Suryani sejak tanggal 10 Oktober 2010, yang selama 15 tahun ini sudah memproduksi ratusan judul sinetron, dan menghasilkan ribuan episode, seperti Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Suami Pengganti, dan Bintang Samudera. Pada tahun 2024, Verona Pictures telah resmi masuk ke lantai bursa (Go Public) menjadi PT Verona Indah Pictures Tbk.

Bersama tim yang solid dan didukung sineas profesional di bidangnya, Verona Films memiliki misi untuk menjadi rumah bagi para sineas dan pekerja kreatif di Indonesia untuk berkembang dan berkarya. Verona Films juga berkomitmen untuk memproduksi karya sinematografi terbaik yang dapat menghibur dan diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga Verona Films dapat memberikan warna baru di industri film tanah air.

Trio GJLS Menobatkan Vokalis Barasuara sebagai "Kadiv Soundtrack 2026" Habis Sore, Apakah Akan Mengisi Soundtrack Film GJLS Terbaru?

​ Jakarta, 30 Juli 2026 — Ada-ada saja ulah trio komedi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Pertemuan trio GJLS dengan vokalis s...