Selasa, 03 November 2026

Film Dewi Siluman Ular Sajikan Horor Kisah Nyata saat Derby Romero yang Bertekad Menafkahi Keluarga Berujung Petaka, Teror Fatal Anya Geraldine Siluman Ular Cantik Nan Seram!

​Film Dewi Siluman Ular tayang mulai 12 November di bioskop Indonesia

​Jakarta, 3 November 2026 — Starvision kembali dengan horor terbarunya yang fresh, Dewi Siluman Ular, yang akan tayang di bioskop mulai 12 November 2026. Menggabungkan tiga pemeran perempuan dengan persona kuat, Anya Geraldine, Aulia Sarah, dan Aghniny Haque, yang berada dalam pusaran cinta dan teror yang mengikat seorang kepala keluarga, Derby Romero.

​Film Dewi Siluman Ular menghadirkan horor kisah nyata pesugihan yang tragis, saat seorang kepala keluarga bernama Dedi (Derby Romero), yang sedang kesulitan finansial terpaksa melakukan perjanjian dengan Sang Dewi Siluman Ular (Anya Geraldine). Disutradarai Azhar Kinoi Lubis, dengan produser Chand Parwez Servia, dan penulis skenario Upi & Ayu Anggraini Putri, yang diadaptasi dari Podcast Prasodjo Muhammad "Nikah Sama Jin" dengan narasumber Sherly Indria, film ini menghadirkan kisah emosional perjuangan kepala keluarga demi anak dan keluarganya.

​Kisah Dedi sebagai seorang ayah dan kepala keluarga merefleksikan perjuangan bagi banyak pencari nafkah yang harus berjuang mati-matian demi kehidupan nyaman keluarga kecilnya. Setelah berbagai usaha mentok, ia malah salah jalan dan memilih jalur pesugihan.

​Starvision menghadirkan line up horor yang berbeda lewat Dewi Siluman Ular. Mengeksplorasi tema pesugihan dan creature horror, menjadikan film ini terasa sangat dekat dan manusiawi. Teror-teror mematikan dari siluman, kisah keluarga, dan tragisnya kisah seorang ayah ditampilkan dengan empati.

​"Horor dari Starvision selalu memiliki DNA yang berbeda. Kami sudah sukses dengan horor yang dibalut dengan persahabatan, cinta, dan keluarga. Melalui film Dewi Siluman Ular, film ini ingin mengangkat tentang tanggung jawab dan pengorbanan kepala keluarga," ujar produser Chand Parwez Servia.

​"Film ini adalah perjuangan seorang suami untuk keluarganya. Itu yang menurut saya terasa sangat dekat dan menyentuh hati orang-orang yang berjuang untuk keluarganya," ujar Derby Romero, pemeran Dedi.

​Film Dewi Siluman Ular dibintangi oleh Derby Romero, Anya Geraldine, Aulia Sarah, Aghniny Haque, Humaira Jahra, Ashraf Dirgham, Arswendy Bening Swara, Totos Rasiti, Azzalia Assyifa, Ayu Diah Pasha, Yatti Surachman, Arief Didu, Ence Bagus, Judith Callysta, Agung Bla, Aldo Gudel, dan lain-lain. 

​Bagi Anya Geraldine, peran sebagai Dewi Siluman Ular di film ini juga menjadi hal baru. Tak hanya tampil dengan persona cantik yang memikat, tetapi Anya juga dituntut untuk menampilkan persona menyeramkan dan mencekam.

​Sebagai karakter perempuan dari bangsa jin, Anya pun berhasil menghidupkan sosok Dewi Siluman Ular sebagai salah satu ikon horor baru di perfilman saat ini. Dengan latar budaya Sunda yang juga terasa autentik, film ini menghadirkan dunia yang baru dan berbeda di genre horor Indonesia.

​"Peran menjadi Dewi Siluman Ular benar-benar sangat baru bagiku, karena peran ini terasa sangat powerfull dan memiliki potensi menjadi ikon horor. Jika selama ini sosok Jin atau Siluman digambarkan dengan sosok yang jahat, di film ini justru kita bisa melihat sisi yang 'manusiawi' juga. Dia bisa cemburu, marah, dan memiliki kasih sayang," ujar Anya Geraldine.

​Sementara itu, film ini juga menampilkan dua ansambel perempuan lain yang akan terhubung secara romansa dengan Derby. Aulia Sarah, yang memerankan Rahma, istri pertama Dedi, dan Aghniny Haque, yang memerankan Lela, istri ketiga Dedi, yang memiliki sifat kebalikan dari Rahma, dan mengundang amarah serta teror Sang Dewi Siluman Ular.

​"Rahma mungkin akan dilihatnya jadi istri yang jahat dan hanya mementingkan harta. Tapi Rahma itu yang menemani suaminya dari titik nol, sukses, dan kembali lagi ke titik nol. Dia cuma mau kehidupannya lebih baik," ujar Aulia Sarah.

​"Berbeda dengan dua karakter perempuan lain di sini, aku memerankan Lela, perempuan sederhana yang tidak terlalu banyak menuntut. Jadi sangat-sangat kontras dengan Rahma atau si Dewi Siluman Ular. Karakter yang sederhana tapi buatku sangat sulit memerankannya ternyata," ujar Aghniny Haque.

​Film Dewi Siluman Ular akan tayang mulai 12 November 2026 di Bioskop, dan akan menjadi horor baru yang fresh, emosional, dan menyentuh banyak hati orang karena memperlihatkan perjuangan seorang kepala keluarga dalam mencari nafkah demi anak dan istri di tengah kondisi yang serba terimpit.

​Ikuti perkembangan terbaru film Dewi Siluman Ular melalui akun media sosial resmi di Instagram @starvisionplus, @filmdewisilumanular, dan TikTok @StarvisionMovie.

​Sinopsis

​Hidup Dedi sedang di ujung tanduk, dikejar debt collector untuk melunasi hutangnya sementara istrinya harus menjalani operasi caesar. Khawatir akan keselamatan istri dan calon anaknya, Dedi yang putus asa akhirnya nekat memilih jalan pintas menikah dengan jin berwujud Siluman Ular bernama Dewi, tanpa memikirkan konsekuensinya!

​Pemain dan Tim Produksi

  • ​Derby Romero — Dedi

  • ​Anya Geraldine — Dewi

  • ​Aulia Sarah — Rahma

  • ​Aghniny Haque — Lela

  • ​Humaira Jahra — Cika

  • ​Ashraf Dirgham — Askar

  • ​Arswendy Bening Swara — Mbah Adul

  • ​Totos Rasiti — Basri

  • ​Azzalia Assyifa — Naya

  • ​Ayu Diah Pasha — Bu Ninik

  • ​Yatti Surachman — Bu Tina

  • ​Arief Didu — Ocid

  • ​Ence Bagus — Ujang

  • ​Judith Callysta — Cika Kecil

  • ​Agung Bla — Agung

  • ​Aldo Gudel — Aldo

  • ​Produksi: Starvision

  • ​Produser: Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

  • ​Sutradara: Azhar Kinoi Lubis

  • ​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

  • ​Produser Lini: Erland Tanjung

  • ​Penulis Skenario: Upi, Ayu Anggraini Putri

  • ​Berdasarkan Podcast: Prasodjo Muhammad

  • ​Dengan Narasumber: Sherly Indria

  • ​Pengarah Artistik: Iqbal Marjono

  • ​Penata Kamera: Muhammad Firdaus, I.C.S

  • ​Penyunting Gambar: Teguh Raharjo, Umar Syarif Yahman

  • ​Penata Suara: Aditya Trisnawan

  • ​Perekam Suara: Sutrisno

  • ​Penata Musik: Aghi Narottama

  • ​Penata Warna: Chressandy Rorimpandey

  • ​Penata Grafis & VFX: The Organism

  • ​Penata Rias: Nikita Juli Farida

  • ​Penata Rias Effect: Ernaka Puspita Dewi

  • ​Penata Busana: Aldie Harra
  • Penata Peran: Arief Havidz, Elhan Shaleh 
  • Perancang Poster: Alvin Hariz  

​Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan series paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Senin, 02 November 2026

Film Pasukan 1000 Janda Bawa Fantasy Action yang Menghidupkan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee, Mengubah Duka Menjadi Kekuatan, Dibintangi Deretan Aktris Papan Atas Indonesia

​Tonton film Pasukan 1000 Janda mulai 12 November 2026 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 2 November 2026 — Manara Films mempersembahkan film fantasy action karya sutradara Archie Hekagery, Pasukan 1000 Janda, yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee di Tanah Aceh. Film ini menghadirkan kisah epik dalam perjuangan melawan penjajah yang ingin menduduki tanah para warga Aceh, namun berhasil diusir dengan semangat juang para perempuan yang tengah berduka.

​Film ini mengikuti kisah Laksamana Malahayati (Atiqah Hasiholan), yang harus kembali bertempur sekali lagi di medan perang. Namun, pertempuran kali ini juga penuh lapisan emosional. Sebab, suaminya baru saja gugur. Ia harus memimpin perempuan lain yang suaminya juga gugur saat melawan penjajah.

​Laksamana Malahayati melatih para perempuan yang kemudian disebut dengan Pasukan Inong Balee tersebut menjadi ahli bela diri, memegang senjata, dan bergerilya di pesisir.

​Pasukan 1000 Janda berhasil menghidupkan kisah epik Malahayati ke layar lebar dengan pendekatan yang modern. Adegan-adegan pertempuran dari duel 1 vs 1 hingga penghancuran kapal yang menjadi salah satu adegan puncak film ini disajikan dengan dramatis.

​"Dengan balutan fantasy action yang terinspirasi dari kisah sejarah Malahayati, Pasukan 1000 Janda menyajikan tontonan yang akan menghibur, penuh aksi laga kolosal, dan bisa ditonton keluarga," ujar sutradara Archie Hekagery.

​"Para perempuan di film ini membuktikan bahwa kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. Laksamana Malahayati dan Pasukan Inong Balee maju ke medan tempur berangkat dari rasa duka yang justru bertransformasi menjadi kekuatan besar untuk bangkit dan mempertahankan tanah air," tambah Archie.

​Di film Pasukan 1000 Janda, Atiqah Hasiholan harus menjalani workshop action selama tiga bulan. Ia pun harus belajar menggunakan rencong, senjata tradisional Aceh.

​"Ini adalah film action pertama saya. Saya harus melakukan adegan laga dengan tali sling di atas kapal, dan yang paling berkesan adalah saya harus duel satu lawan satu dengan aktor laga internasional berpengalaman Ron," ujar Atiqah Hasiholan.

​Bagi Cut Mini, yang memerankan Maisaroh, salah satu Pasukan Inong Balee, mengungkapkan nilai yang bisa diteladani dari film Pasukan 1000 Janda.

​"Perempuan pada dasarnya sudah diciptakan sangat kuat. Menangis dan bersedih itu wajar ketika kehilangan, tetapi air mata itu justru menjadi booster untuk bangkit kembali, Pasukan Inong Balee membuktikan bahwa kekuatan itu ada di dalam diri setiap perempuan, tinggal kita memilih untuk menyerah atau bangkit menjadi pejuang yang tangguh," ujar Cut Mini.

​Film Pasukan 1000 Janda akan hadir dengan tontonan yang menyajikan aksi laga megah berbatu kisah yang terinspirasi dari sejarah nasional. Tak hanya tontonan dan cerita yang relevan untuk perempuan, namun juga menjadi tontonan untuk keluarga dan generasi muda.

​Disutradarai Archie Hekagery, Pasukan 1000 Janda diproduksi oleh Yuda Wirafianto dengan ko-producers Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia.

​Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasyr, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.

​Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film Pasukan 1000 Janda akan menghadirkan kisah epik pertempuran para perempuan yang kehilangan melawan penjajah.

​Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @pasukan1000janda & @manara.studios.

​***

​Sinopsis

​SELAT MALAKA, 1599. Beberapa tahun sebelumnya, ketika ancaman Portugis mengoyak perairan Selat Malaka, armada Kesultanan Aceh Darussalam di bawah komando seorang laksamana perempuan legendaris, Malahayati, bangkit melawan. Dengan keberanian dan kecerdikannya, ia berhasil menghancurkan armada Portugis dan mengusir mereka dari perairan Aceh.

​Namun setelah kemenangan itu, Malahayati menghilang tanpa jejak. Tidak ada yang tahu ke mana perginya sang laksamana. Ia lenyap seolah ditelan bumi, meninggalkan sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab, siapa yang akan berdiri ketika musuh berikutnya datang?

​Tahun 1599, ancaman baru muncul dari seberang lautan. Jauh dari Eropa, armada Belanda berlayar menuju Selat Malaka untuk merebut jalur perdagangan yang menjadi urat nadi Nusantara. Di bawah pimpinan Cornelis, seorang Admiral yang kejam dan tak kenal ampun, pasukan Belanda mulai menebar teror di tanah Aceh.

​Desa-desa dibakar. Rakyat diburu. Para lelaki tewas di medan perang, meninggalkan perempuan-perempuan yang kehilangan suami dan keluarga. Ketika harapan nyaris padam dan tidak ada lagi pasukan yang mampu menghadang Belanda, para perempuan bangkit dari duka mereka, dan membentuk pasukan yang belum pernah ada sebelumnya.

​Pasukan para janda. Satu tekad. Untuk mempertahankan rumah yang mereka cintai. Dari laut hingga daratan Aceh, mereka bersiap menghadapi pasukan Belanda yang jauh lebih kuat.

​Dan ketika sejarah menuliskan bahwa Malahayati telah menghilang, mungkin sejarah belum mengetahui satu hal: Malahayati tidak pernah benar-benar pergi!

Sama-Sama Fatherless, Tiga Sahabat Perempuan Saling Menguatkan dalam Series Original MAXstream Bittersweet

​Dibintangi Nadya Arina, Jinan Safa, dan Shalom Razade, Bittersweet mengangkat kisah tiga perempuan yang menghadapi persoalan hidup, fitnah, dan konflik persahabatan.

​JAKARTA, 2 November 2026 – Mengangkat kisah tiga sahabat perempuan yang sama-sama tumbuh tanpa figur ayah, Bittersweet hadir sebagai series original MAXstream yang menyoroti persahabatan, keluarga, dan perjuangan menghadapi persoalan hidup. Diproduksi oleh Ruang Rangkai Kata (RRK) Pictures, series ini mengikuti perjalanan Nadya, Anggrek, dan Bianca dalam menghadapi masalah masing-masing, sembari berusaha menjadi tempat bersandar satu sama lain.

​Walau bersahabat, ketiganya memiliki persoalan hidup dan cara pandang yang berbeda. Di tengah masalah pribadi yang harus diselesaikan, muncul fitnah dan konflik yang menguji kepercayaan serta kedekatan mereka. Persahabatan yang selama ini menjadi sumber dukungan pun menghadapi tantangan: mampukah mereka tetap saling menguatkan ketika hubungan mereka sendiri mulai dipertanyakan?

​"Tema fatherless kami angkat karena dekat dan relevan dengan kehidupan anak muda saat ini. Fatherless bukan hanya tentang ketiadaan sosok ayah secara fisik, tetapi juga ketika seorang ayah hadir secara fisik, namun tidak hadir secara emosional, hati, dan jiwa dalam kehidupan anaknya," ujar Deny Juliarto, produser Bittersweet.

​Dari sisi penyutradaraan, Hanny R. Saputra menyampaikan bahwa series ini menggambarkan bagaimana luka dan pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi hubungan seseorang dengan orang lain. "Melalui Bittersweet, saya ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan persoalannya masing-masing. Saya berharap cerita ini dapat mengingatkan penonton bahwa dukungan dan kehadiran orang-orang terdekat bisa menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup".

​Selain Nadya Arina, Jinan Safa, dan Shalom Razade yang didapuk sebagai pemeran utama, Bittersweet turut menghadirkan Gunawan Sudrajat, Mona Ratuliu, Jefan Nathanio, Denzel Noah, Niniek Arum, Sharon Jovian, Volland Volt, Ryan Novanda, dan Yoko Wibisono dalam jajaran pemainnya.

​Menandai dimulainya proses syuting, tim produksi Bittersweet menggelar syukuran melalui potong tumpeng. Momen ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar seluruh proses produksi berjalan lancar, serta menjadi awal perjalanan bersama bagi para pemain dan kru dalam mewujudkan series tersebut.

​Informasi lebih lanjut mengenai jadwal penayangan Bittersweet akan diumumkan melalui kanal resmi MAXstream.

​– Selesai –

​Tentang MAXstream:

MAXstream merupakan platform hiburan digital dari Telkomsel yang menghadirkan beragam konten hiburan bagi penonton Indonesia.

​Tentang RRK Pictures:

Ruang Rangkai Kata (RRK) Pictures merupakan rumah produksi yang memproduksi berbagai film dan series Indonesia, saat ini sedang memproduksi series original Bittersweet untuk MAXstream.

Sabtu, 31 Oktober 2026

SOLD OUT! UNGU RAYAKAN 30 TAHUN PERJALANAN MUSIK LEWAT KONSER

ANTAM Presents

Ungu – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter

Promoted by TipTip.id

30 LAGU NOSTALGIA. SATU PANGGUNG. 30 TAHUN PERJALANAN MUSIK UNGU 

image.jpeg 

ANTAM Presents UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter sukses menghadirkan perayaan tiga dekade perjalanan musik UNGU di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, bersama ribuan Cliquers dan penampilan spesial Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, serta Zara Leola.

Jakarta - Sabtu, 31 Oktober 2026 — Grup musik legendaris Indonesia, UNGU, sukses merayakan tiga dekade perjalanan berkaryanya melalui konser “ANTAM Presents UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter” yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Jumat (30/10). Dipromotori oleh TipTip.id dan didukung oleh Trinity Entertainment Network, konser yang tiketnya terjual habis (sold out) ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan perjalanan panjang UNGU dengan antusiasme para penggemarnya, Cliquers, dalam sebuah perayaan musik lintas generasi.

image.jpeg

Digelar mulai pukul 19.30 WIB, konser ini menghadirkan 30 lagu yang merangkum perjalanan musikal UNGU selama 30 tahun di industri musik Tanah Air. Deretan karya yang telah melekat di hati pendengar dibawakan sebagai bagian dari perayaan atas perjalanan, konsistensi, dan kedekatan emosional yang telah terbangun antara UNGU dan para penggemarnya selama tiga dekade.

Mengusung tajuk Waktu Yang Dinanti – Final Chapter, konser ini menandai sebuah babak istimewa dalam perjalanan musikal UNGU. Bukan sekadar pertunjukan, malam tersebut menjadi ruang untuk kembali merayakan lagu-lagu yang telah menemani berbagai fase kehidupan pendengarnya, sekaligus mengenang perjalanan panjang sebuah band yang karya-karyanya terus hidup lintas generasi.

 30 LAGU NOSTALGIA, TIGA DEKADE KENANGAN

Sepanjang pertunjukan, UNGU mengajak Cliquers menelusuri perjalanan musik mereka melalui 30 lagu yang merepresentasikan beragam fase perjalanan karier band tersebut. Mulai dari lagu-lagu yang mengukuhkan identitas musikal UNGU hingga karya-karya yang terus dinyanyikan bersama oleh para penggemarnya, setiap penampilan menghadirkan kembali cerita dan kenangan yang telah menjadi bagian dari kehidupan banyak pendengar.

Lagu-lagu seperti “Demi Waktu”, “Cinta Dalam Hati”, “Kekasih Gelapku”, “Tercipta Untukku”, “Andai Ku Tahu”, dan “Waktu Yang Dinanti” menjadi bagian dari repertoar yang memperkuat nuansa nostalgia sepanjang konser.

Antusiasme Cliquers turut menciptakan suasana penuh energi dan kehangatan. Kebersamaan antara band dan penonton menjadi gambaran nyata bagaimana musik mampu melampaui batas generasi, menghadirkan kembali kenangan, serta mempertahankan ikatan emosional yang terbentuk melalui karya-karya yang menemani perjalanan hidup pendengarnya.

Konser ditutup melalui sesi encore dengan lagu “Bayang Semu”, melengkapi rangkaian pertunjukan yang merayakan tiga dekade perjalanan UNGU bersama Cliquers.

Berikut daftar lagu yang dibawakan dalam konser “ANTAM Presents UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter”:

1.     Karena Dia Kamu

2.     Ciuman Pertama

3.     Percaya Padaku

4.     Sejauh Mungkin

5.     Berikan Aku Cinta

6.     Saat Bahagia feat. Andien

7.     Cinta Gila

8.     Seperti Yang Dulu

9.     Cinta Dalam Hati

10.  Hati Yang Kau Sakiti feat. Rossa

11.  Tercipta Untukku

12.  Laguku – Zara Leola feat. Kiesha Alvaro

13.  Itu Yang Terbaik

14.  Aku Bukan Pilihan Hatimu

15.  Cinta Yang Lain

16.  Para Pencarimu

17.  Dengan Nafasmu

18.  Andai Ku Tahu

19.  Bismillah Cinta feat. Lesti Kejora

20.  Udang Dibalik Batu feat. Lesti Kejora

21.  Utara Selatan

22.  Luka Di Sini

23.  Di Sini Untukmu

24.  Untuk Selamanya

25.  Waktu Yang Dinanti

26.  Kekasih Gelapku

27.  Demi Waktu

28.  Hampa Hatiku

29.  Seperti Mati Lampu

30.  Bayang Semu (Encore)

image.jpeg

KOLABORASI LINTAS GENERASI MERIAHKAN PANGGUNG

Perayaan tiga dekade UNGU semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah bintang tamu, yaitu Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola. Kehadiran mereka menambah dimensi tersendiri dalam konser, mempertemukan karakter musikal dan generasi yang berbeda dalam satu panggung perayaan.

Kolaborasi tersebut memperkuat pesan bahwa perjalanan musik UNGU tidak hanya berkaitan dengan karya yang telah dihasilkan, tetapi juga dengan pengaruh dan kedekatan yang terus terbangun bersama musisi serta pendengar lintas generasi.

Melalui konser ini, Waktu Yang Dinanti – Final Chapter menghadirkan pengalaman yang menyatukan nostalgia dan semangat untuk terus merayakan musik Indonesia. Kehadiran para bintang tamu turut memperkaya perayaan perjalanan UNGU, sekaligus memberikan pengalaman istimewa bagi Cliquers yang memenuhi Tennis Indoor Senayan.

ANTAM HADIR DALAM PERAYAAN LEGASI MUSIK INDONESIA

Sebagai Presenting Partner, ANTAM hadir dalam perayaan perjalanan panjang UNGU yang telah menjadi bagian dari perkembangan musik populer Indonesia. Kolaborasi ini mempertemukan dua perjalanan yang dibangun melalui konsistensi, nilai, dan kedekatan dengan masyarakat.

Selama tiga dekade, UNGU telah menghadirkan karya-karya yang menemani berbagai fase kehidupan pendengarnya. Lagu-lagu mereka tidak hanya dikenal melalui popularitasnya, tetapi juga melalui kenangan dan ikatan emosional yang terbentuk bersama para penggemar.

Semangat tersebut selaras dengan pentingnya menjaga nilai dan legasi agar tetap relevan dari generasi ke generasi. Melalui dukungannya dalam konser ini, ANTAM turut menjadi bagian dari sebuah perayaan yang mengapresiasi perjalanan, pencapaian, dan kontribusi musik dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

image.jpeg

TIPTIP.ID HADIRKAN PERAYAAN MUSIK BERSKALA BESAR

Sebagai promotor, TipTip.id menghadirkan “ANTAM Presents UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter” sebagai perayaan atas perjalanan 30 tahun UNGU sekaligus pengalaman konser yang mempertemukan musisi dan penggemar dalam satu momentum istimewa.

Status sold out mencerminkan tingginya antusiasme publik terhadap UNGU dan karya-karyanya yang tetap memiliki tempat kuat di hati pendengar. Pencapaian ini juga menegaskan bahwa karya yang dibangun melalui perjalanan panjang dapat terus menemukan relevansinya di tengah perkembangan industri musik dan perubahan generasi.

Didukung oleh Trinity Entertainment Network, konser ini menjadi wujud kolaborasi dalam menghadirkan pertunjukan musik yang tidak hanya mengedepankan pengalaman hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan karya dan perjalanan musisi Indonesia.

Melalui penyelenggaraan konser ini, TipTip.id terus mengambil bagian dalam menghadirkan pengalaman hiburan yang mempertemukan musik, komunitas penggemar, dan mitra pendukung dalam sebuah perayaan yang bermakna.

TIGA DEKADE PERJALANAN, KENANGAN YANG TERUS HIDUP

“ANTAM Presents UNGU: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter” menjadi momentum untuk merayakan perjalanan sebuah band yang telah tumbuh bersama para pendengarnya selama 30 tahun. Melalui 30 lagu, kolaborasi bersama para bintang tamu, serta antusiasme Cliquers yang memenuhi Tennis Indoor Senayan, konser ini menghadirkan kembali berbagai cerita yang telah melekat dalam perjalanan musik UNGU.

Dengan seluruh tiket terjual habis, malam tersebut menegaskan bahwa hubungan antara musisi dan penggemar dibangun bukan hanya melalui pertunjukan, melainkan juga melalui karya yang terus hidup dalam ingatan dan pengalaman personal pendengarnya.

Bagi UNGU dan Cliquers, Waktu Yang Dinanti – Final Chapter menjadi perayaan atas perjalanan yang telah dilalui bersama. Sebuah pengingat bahwa waktu dapat terus berjalan, tetapi lagu-lagu yang memiliki makna akan selalu menemukan tempatnya di hati mereka yang tumbuh bersamanya.

Informasi Tentang Acara

Nama Acara

ANTAM Presents Ungu: Waktu Yang Dinanti - Final Chapter

Tanggal

Jumat, 30 Oktober 2026

Waktu

19.30 WIB

Lokasi

Tennis Indoor Senayan, Jakarta

Bintang Tamu

Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro dan Zara Leola

Promotor

TipTip

Didukung Oleh

Trinity Entertainment Network

Tiket

Sold Out

"UNGU – Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya)" telah diselenggarakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Dipromotori oleh TipTip.

Jumat, 30 Oktober 2026

Apa Rahasia Asrama Putri Cempaka? Film ORANG SEBELAH Rilis Poster dan Trailer

Terinspirasi dari kisah nyata, film ORANG SEBELAH mengajak penonton mengikuti perjalanan lima mahasiswa yang berhadapan dengan teka-teki yang penuh tanda tanya.

​Jakarta, 30 Oktober 2026 — Seberapa jauh seseorang berani mencari jawaban ketika sebuah teka-teki menyimpan sesuatu yang tak terduga? Pertanyaan tersebut menjadi awal rasa penasaran yang diperkenalkan melalui peluncuran official poster dan official trailer film ORANG SEBELAH. Diproduksi oleh AVANTGARDE PRODUCTION, yang disutradarai oleh Chiska Doppert. Mengangkat kisah lima mahasiswa yang berusaha memecahkan sebuah teka-teki, film ini menghadirkan rangkaian misteri yang perlahan membuka pertanyaan baru di sepanjang perjalanan mereka. Film ORANG SEBELAH dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.

​Asrama Putri Cempaka menjadi sebuah pencarian yang memancing rasa penasaran. Berbekal keinginan untuk mengungkap teka-teki dan membagikan pengalaman mereka melalui konten, kelima mahasiswa itu memulai perjalanan dengan banyak pertanyaan yang masih tersimpan. Apa yang awalnya terlihat seperti pencarian untuk menghasilkan konten, kemudian menjadi bagian dari misteri yang ingin diungkap melalui film ini.

​Terinspirasi dari kisah nyata, ORANG SEBELAH membawa cerita yang terasa dekat dengan kehidupan, sekaligus menyisakan pertanyaan bagi penonton untuk menerka apa yang sebenarnya terjadi. Melalui official poster dan trailer yang diperkenalkan, penonton mulai mendapatkan gambaran mengenai perjalanan kelima mahasiswa.

​Selain menghadirkan teka-teki dan ketegangan horor, ORANG SEBELAH juga dibalut drama kehilangan orang tersayang yang memberikan lapisan emosional pada ceritanya. Unsur ini membuat penonton tidak hanya merasakan ketegangan saat mengikuti misteri yang dihadirkan, tetapi juga terhubung dengan sisi emosional para karakter.

​"Melalui ORANG SEBELAH, kami ingin menghadirkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan misteri dan ketegangan, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui kisah kehilangan orang tersayang. Harapan kami, film ini bisa membuat penonton ikut merasakan perjalanan emosional para karakter, sekaligus membawa pulang pengalaman menonton yang membekas setelah film berakhir," ujar Samina Purnawan sebagai Eksekutif Produser.

​Pencarian yang dilakukan Evelyn (Cassandra Lee) dan temannya menjadi titik awal perjalanan yang dipenuhi tanda tanya. Setiap petunjuk membuka kemungkinan baru, sementara jawaban yang dicari justru memunculkan rasa penasaran lebih jauh. Berangkat dari rasa penasaran, ORANG SEBELAH mengajak penonton untuk ikut menyusun potongan-potongan teka-teki dan mencari tahu bagaimana kisah ini akan terungkap.

​"Yang menarik dari ORANG SEBELAH adalah bagaimana rasa penasaran bisa membawa seseorang masuk ke dalam situasi yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Lima mahasiswa ini datang dengan tujuan memecahkan teka-teki dan menjadikannya konten. Saya ingin membangun cerita yang membuat penonton ikut bertanya-tanya, mencoba membaca petunjuk, dan terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," ujar Chiska Doppert.

​Lewat perjalanan lima mahasiswa dalam memecahkan teka-teki di Asrama Putri Cempaka, film ini ingin mengajak penonton ikut menelusuri petunjuk dan merangkai berbagai kejanggalan yang mereka temui. Berawal dari keinginan membuat konten, pencarian tersebut menjadi pintu masuk menuju cerita yang menyimpan banyak tanda tanya.

​"Menurutku, yang menarik dari cerita ORANG SEBELAH adalah perjalanan lima mahasiswa yang awalnya ingin memecahkan teka-teki di Asrama Putri Cempaka untuk dijadikan konten. Dari situ, mereka mulai menemukan berbagai petunjuk dan kejanggalan yang membuat pencarian ini semakin menarik untuk diikuti. Aku merasa penonton juga bisa ikut bertanya-tanya dan mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi, sampai akhirnya menemukan jawaban dari misteri yang dihadirkan dalam film ini," ujar Cassandra Lee.

​Melalui peluncuran poster dan trailer, ORANG SEBELAH memperkenalkan sekilas atmosfer serta konflik yang mengiringi perjalanan para karakternya. Alih-alih mengungkap seluruh jawaban sejak awal, ini justru menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengenal misteri yang dihadirkan filmnya.

​Selain Cassandra Lee, ORANG SEBELAH turut dibintangi oleh Esta Pramanita, Lunafathia, Savira Aulia, Sadiya Eisye, Ryuken Lie, Yando Adrian, Monique Henry dan Ananda George.

​Persembahan AVANTGARDE PRODUCTION yang disutradarai oleh Chiska Doppert, ditulis oleh Ery Sofid. Film ini diproduksi oleh Maya Savitri dan Jhony Fam dengan associate produser Yeyet Sugriyati, dan Samina Purnawan sebagai Produser Eksekutif.

​Kini, pertanyaannya adalah: Sudah siap mencari teka-teki dan mengikuti perjalanannya? Jawabannya akan terungkap ketika ORANG SEBELAH tayang di bioskop pada 26 November 2026.

​Ikuti informasi terbaru mengenai ORANG SEBELAH melalui akun media sosial resmi film ini di @filmorangsebelah dan @avantgarde.tv serta temukan jawabannya di bioskop Indonesia.

​Sinopsis

Evelyn masih berduka atas kematian ibunya dan berusaha fokus menjalani perkuliahan sambil menjaga adiknya, Lala. Suatu hari, Evelyn dan temannya mendengar kisah misterius yang meneror penghuni Asrama Putri. Rasa penasaran membuat Evelyn dan teman-temannya tertarik mengungkap misteri tersebut melalui sebuah konten. Namun, pencarian mereka justru membawa teror yang mengancam keselamatan, sekaligus membuka rahasia kelam yang menguji keberanian dan ikatan mereka.

​Fact Sheet

  • ​Genre Film : Dark, Horor

  • ​Eksekutif Produser : Samina Purnawan

  • ​Produser : Maya Savitri, Jhony Fam

  • ​Sutradara : Chiska Doppert

  • ​Penulis : Ery Sofid

  • ​DOP : Rizal Wimba

  • ​Produksi : AVANTGARDE PRODUCTION

​Pemain

  • ​Cassandra Lee

  • ​Ryuken Lie

  • ​Esta Pramanita

  • ​Lunafathia

  • ​Savira Aulia

  • ​Sadiya Eisye

  • ​Yando Adrian

  • ​Monique Henry

  • ​Ananda George

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono Tebar Romantisme dalam Official Trailer Film Yang Datang Dan Yang Pergi, Reuni Bersama Sutradara Nurman Hakim dan Nan Achnas

​Film Yang Datang Dan Yang Pergi tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026

​Jakarta, 30 Oktober 2026 — Dian Sastrowardoyo tampil manis dalam peran terbarunya di film persembahan Triximages & Dash Pictures, Yang Datang Dan Yang Pergi, yang akan tayang di bioskop mulai 3 Desember 2026. Di film ini, Dian akan terlibat romansa bersama Roy Sungkono, dalam sebuah guest house yang telah menjadi warisan keluarga, serta kisah di antara datang dan perginya kabut pegunungan.

​Dalam official trailer Yang Datang Dan Yang Pergi, menampilkan kisah yang mengikuti Sinta (Dian Sastrowardoyo). Sinta bertemu dengan orang-orang yang datang dan pergi di guest house tua milik keluarganya, yang penuh dengan rahasia dan memori. Banawan (Roy Sungkono), laki-laki yang merupakan teman masa kecilnya hadir kembali ke kehidupan dewasa Sinta. Beberapa laki-laki lain yang juga menjadi tamu, datang dan pergi di tempat itu, menanam harapan dan cinta pada Sinta.

​Ditulis, diproduseri, dan disutradarai oleh Nurman Hakim bersama Nan Achnas, film Yang Datang Dan Yang Pergi juga menjadi reuni keduanya bersama Dian. Dian sebelumnya berkolaborasi bersama Nurman lewat film 3 Doa 3 Cinta (2008), sementara bersama Nan, Dian menjalani karier awalnya di industri perfilman lewat Pasir Berbisik (2001) yang fenomenal dan ikonik.

​Selain Dian dan Roy, Yang Datang Dan Yang Pergi juga dibintangi oleh Dimas Aditya, David Ari Wibowo, dan Retno Soetarto. Selain Dian yang kembali reuni dengan Nurman dan Nan, aktor Dimas Aditya juga kembali reuni dengan Nurman Hakim, yang sebelumnya keduanya berkolaborasi di film Bid'ah Cinta (2017).

​"Melalui film Yang Datang dan Yang Pergi, kami ingin mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk kehidupan seseorang, sekaligus bagaimana seorang perempuan menghadapi warisan tersebut untuk menentukan masa depannya. Setiap generasi tentunya mewarisi cerita dari generasi sebelumnya. Namun, tidak semua cerita harus berakhir dengan cara yang sama," ujar penulis, produser, dan sutradara Nurman Hakim.

​Bagi Nan Achnas, kisah di film Yang Datang Dan Yang Pergi, yang mengikuti karakter utama perempuan bernama Sinta dalam menentukan arah hidupnya di tengah kekangan dan warisan keluarga, perempuan memiliki pilihan dalam menentukan kehidupan mereka. 

Alih-alih sekadar menawarkan drama romantis, Yang Datang Dan Yang Pergi juga membicarakan tentang pergulatan perjalanan perempuan dalam menemukan identitasnya, menghadapi krisis kehidupan, serta memilih keputusan tanpa terganggu oleh lingkungan sekitarnya.

​"Setiap generasi memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang ingin dipertahankan dan apa yang ingin ditinggalkan. Bagi perempuan, pilihan tersebut juga berkaitan dengan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, di film ini, Dian sangat kuat memerankan Sinta yang sedang menceritakan fase-fase kehidupannya," ujar penulis, produser, dan sutradara Nan Achnas.

​Dian Sastrowardoyo, yang memerankan karakter Sinta, mengungkapkan antusiasmenya saat kembali reuni dengan Nurman dan Nan setelah sekian lama lewat karya terbaru. Bagi Dian, film Yang Datang Dan Yang Pergi memberikan perspektif tentang perempuan, warisan, dan pilihan hidup.

​"Di film ini, karakter Sinta diperlihatkan sebagai perempuan yang bukan hanya sebagai penerima warisan masa lalu, tetapi juga sebagai individu yang memiliki pilihan terhadap masa depannya, dan menurut saya itu juga sangat merefleksikan apa yang dialami oleh banyak perempuan hingga saat ini," ujar Dian Sastrowardoyo.

​Bagi Roy, film Yang Datang Dan Yang Pergi memberinya pengalaman baru. Di film ini, Roy dan Dian untuk pertama kalinya dipasangkan sebagai pasangan romansa, lewat karakter Banawan dan Sinta, yang menampilkan dinamika unik, hangat, dan penuh menyimpan rahasia.

​"Banawa adalah orang lama dari masa lalu Sinta, yang kembali datang di kehidupannya saat dewasa. Guest house tua keluarga Sinta di film ini akan menjadi ruang tempat masa lalu dan masa kini bertemu, yang memperlihatkan bagaimana sejarah keluarga bisa mempengaruhi kehidupan generasi berikutnya," ujar Roy Sungkono.

​Film Yang Datang Dan Yang Pergi akan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @filmyangdatang. 

Cerita ini dikisahkan melalui sudut pandang Sinta (Dian Sastrowardoyo) di masa lalu, yang disampaikan di masa kini, mengenai orang-orang yang datang dan pergi di sebuah guest house tua milik keluarga Sinta yang penuh dengan rahasia dan memori. Terutama kisah Sinta dengan seorang laki-laki teman masa kecilnya yang hadir pada masa kini.

​Beberapa laki-laki lain yang datang dan pergi di tempat itu, menanam harapan, cinta dan juga melakukan pengkhianatan pada Sinta, yang kemudian membawa masalah pada Sinta dan keluarganya.

​Kisah ini terjadi dalam tiga periode waktu berbeda (1965, 1999, dan 2026) yang melibatkan sejarah keluarga Sinta dan guest house tua milik keluarga.

​Tentang TRIXIMAGES

​Triximages adalah production house yang didirikan oleh Nan Achnas dan Nurman Hakim, yang bergerak dalam pembuatan karya audio-visual berkualitas seperti film panjang dan film dokumenter. Proyek pertama production house ini adalah film bioskop berjudul Bendera (The Flag) disutradarai oleh Nan Achnas, terpilih untuk berkompetisi di Tokyo International Film Festival 2003.

​Film The Photograph memenangkan penghargaan Grand Prix di Karlovy-Vary International Film Festival. Film 3 Doa 3 Cinta (Pesantren: 3 Wishes 3 Loves) disutradarai oleh Nurman Hakim, memenangkan Grand Jury Prize di Vesoul International Film Festival dan penghargaan Film Terbaik di Jakarta International Film Festival (Jiffest). Pada tahun 2011 film panjang kedua karya Nurman Hakim yang berjudul Khalifah memenangkan Audience Award di Vesoul 2012. Pada tahun 2016, Triximages berkolaborasi dengan Dash Pictures merilis film berjudul The Window, yang ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

​Pada tahun 2026, untuk kedua kalinya bersama Dash Pictures, Triximages memproduksi film baru berjudul Yang Datang dan Yang Pergi yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Roy Sungkono dan Dimas Aditya.

​Tentang DASH PICTURES

​Dash Pictures adalah production house yang didirikan oleh M. Rochadi. Produksi film bioskop pertamanya berjudul The Window (2016), join produksi dengan Triximages Production. Film tersebut disutradarai oleh Nurman Hakim. Film panjang ke-2 berjudul Yang Datang Dan Yang Pergi (2026), juga join produksi dengan Triximages production dam disutradarai oleh Nurman Hakim.

Kamis, 29 Oktober 2026

Film Gak Masuk Akal Tayang Januari 2027, Komedi-Horor Bertabur Bintang, Seperti Kamal Rasyid, Sahil Mulachela, Luna Maya, Anya Geraldine, Amanda Manopo, Ria Ricis dan Vior

​Film Gak Masuk Akal tayang Januari 2027 di bioskop Indonesia

​Jakarta, 29 Oktober 2026 — Setelah sukses dengan berbagai judul horor dan drama, Leo Pictures kini mempersembahkan film genre komedi-horor lewat Gak Masuk Akal, dari produser Agung Saputra, kreator Hadrah Daeng Ratu, dan sutradara Deni Saputra. Film Gak Masuk Akal akan tayang di bioskop Indonesia pada Januari 2027.

​Film Gak Masuk Akal menjadi kolaborasi terbaru bagi Agung Saputra dan Leo Pictures bersama Hadrah Daeng Ratu, setelah sukses Jangan Buang Ibu yang meraih 3.3 juta lebih penonton di bioskop tahun ini. Bintang muda Asha Assuncao dan Aqeela Calista turut menjadi produser eksekutif di film ini.

​Melalui Gak Masuk Akal, Leo Pictures menghadirkan cerita yang belum pernah disentuh sebelumnya, tentang kisah tiga pengangguran yang membuka praktik perdukunan demi bertahan hidup.

​Film Gak Masuk Akal dibintangi oleh Kamal Rasyid yang akan memerankan Iman, Sadana Agung (Suparno), Bonar Manalu (Togar), Luna Maya (Nia), dan Anya Geraldine (Lilis). Tak hanya mereka, film Gak Masuk Akal turut dibintangi sederet nama top dari jajaran komika, selebgram, penyanyi, hingga aktor senior.

​Gak Masuk Akal turut diramaikan oleh rekan siaran Kamal, Sahil Mulachela, serta Amanda Manopo, Oki Rengga, Asri Welas, Ria Ricis, Nita Vior, Harashta, Sridevi DA, Jarwo Kwat, Nunung, Afan DA, Antonio Blanco Jr, Agung Karmalogy, Radja Nasution, Sania Leonardo, Anisa Marbun, Rif at, Mpok Atiek, Uni Bakwan, Yatie Surachman, Lina Marpaung, Raffan Al Aryan, dan Fara Shakila.

​"Bagi Leo Pictures, keberanian bercerita tidak pernah dibatasi oleh genre. Kami tidak ingin berhenti pada formula yang sudah berhasil, tetapi terus mencari perspektif baru yang relevan dengan kehidupan penonton hari ini," ujar Produser Leo Pictures Agung Saputra.

​"Setelah drama dan horor, melalui Gak Masuk Akal, kami menghadirkan komedi-horor yang bukan sekadar menghibur, tetapi juga merefleksikan absurditas kehidupan modern ketika kenyataan terkadang jauh lebih tidak masuk akal daripada fiksi. Bagi kami, setiap film harus punya identitas, keberanian, dan alasan untuk hadir. Karena industri film tidak tumbuh dengan mengulang keberhasilan, melainkan dengan keberanian menciptakan sesuatu yang baru," tambah Agung. 

​"Film Gak Masuk Akal membawa cerita yang sangat dekat dan banyak orang merasakannya saat ini. Ketika biaya hidup tinggi tapi banyak dari kita yang juga mengalami sulitnya mencari pekerjaan, tiga tokoh utamanya, Iman, Suparno, dan Togar mulai mencari jalan yang gak masuk akal, karena hidup sudah semakin brutal. Mereka bertiga bakal mengajak kita untuk melihat seberapa kerasnya bertahan hidup dengan komedi-komedi menghibur dan mistis horor yang tetap bikin menegangkan," ujar Hadrah Daeng Ratu.

​Kamal Rasyid, yang tahun ini namanya melejit bersama Sahil, merasa terhormat mendapat kesempatan untuk memerankan pemeran utama di dalam film. Ia juga akan memiliki hubungan yang dekat dengan Luna Maya di film ini.

​"Ini pertama kalinya saya jadi pemeran utama, dan terima kasih sekali untuk Leo Pictures dan Mas Agung atas kesempatannya. Saya merasa Iman itu ada banyak kita temui di keseharian, dia orang biasa seperti kita yang terus berjuang demi hidupnya, walau kebutuhan dan ekonomi terus bikin kita tergencet, Iman cuma mau bisa bertahan," ujar Kamal Rasyid.

​"Buat aku, Gak Masuk Akal jadi film yang fresh dari Leo Pictures. Termasuk untuk karakterku, Nia, yang sangat jauh berbeda dari peran-peran yang pernah aku mainkan sebelumnya. Aku di sini bakal dangdut banget," ujar Luna Maya.

​Film Gak Masuk Akal akan tayang di bioskop Indonesia mulai Januari 2027. Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @leopictures_official, @filmgakmasukakal, dan TikTok @leopicturesofficial.

​Tentang Leo Pictures

Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI: Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api Resmi Luncurkan Komedi Penuh Empati

​Jakarta, 29 Oktober 2026 — Menjelang penayangan resminya di bioskop tanah air, rumah produksi Amadeus Sinemagna menggelar agenda Konferensi Pers dan Gala Premiere film komedi aksi keluarga, GJLS: Berapi-Api di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Oktober 2026.

​Peluncuran ini tampil memukau dan menyedot perhatian publik dengan memboyong langsung dekorasi armada mobil pemadam kebakaran (damkar) sungguhan serta instalasi Bus Wahana Damkar GJLS yang dapat dinaiki dan dicoba langsung oleh pengunjung maupun rekan media.

​Di pelataran bioskop, para pengunjung diajak merasakan simulasi taktis menjadi petugas damkar di dalam bus interaktif, mulai dari menjajal atribut helm keselamatan, mencoba perlengkapan pemadaman, hingga mengabadikan momen di depan mobil damkar berukuran raksasa. Kehadiran instalasi ini mempertegas pesan utama film: sebuah penghormatan hangat atas dedikasi dan nilai BerAKHLAK ksatria pemadam kebakaran yang dibungkus dalam petualangan komedi sarat makna.

​Komedi Keluarga Penuh Hati & Nilai BerAKHLAK

​Disutradarai oleh sineas kawakan Monty Tiwa dan diproduseri oleh Indra Yudhistira, GJLS: Berapi-Api menegaskan lompatan kualitas dari karya sebelumnya. Film ini menolak sekadar mengulang formula lama, melainkan memadukan humor khas trio GJLS dengan nilai-nilai pelayanan damkar yang BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta pesan kemanusiaan yang mendalam.

​"GJLS: Berapi-Api hadir dengan skala produksi yang jauh lebih ambisius dan cerita yang lebih dekat secara emosional dengan masyarakat. Kami ingin film ini menjadi tontonan wajib di bioskop yang tak hanya mengocok perut, tetapi juga memberikan pesan positif dan kehangatan yang dapat dinikmati bersama keluarga tercinta," ungkap Indra Yudhistira, sang Executive Producer dan CEO Amadeus Sinemagna.

​"Tantangan terbesar mengarahkan trio GJLS adalah menjaga keaslian humor mereka tanpa terjebak repetisi formula lama. Di film ini, komedi mereka kami bawa ke ranah yang punya aksi nyata, empati, dan konflik yang menyentuh. Penonton diajak tertawa lepas sekaligus istirahat sejenak dari keresahan duniawi," tutur Monty Tiwa, Sutradara.

​Dari Tugas Remeh Hingga Misi Berbahaya Menyelamatkan Anak-Anak

​GJLS: Berapi-Api mengikuti kisah tiga sahabat masa kecil: Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir) yang terobsesi menjadi pemadam kebakaran heroik. Namun, kegagalan saat proses pelatihan bersama regu elite legendaris Algojo Api membuat ketiganya terperangkap dalam tugas-tugas pelayanan non-kebakaran yang kerap diremehkan. Ketika berniat mencari jalan pintas untuk membuktikan diri, ketiganya bersama Bu Guru Nana (Grace Emmanuela) justru terseret ke dalam konspirasi berbahaya demi membongkar sindikat perdagangan anak.

​"Karakter Rigen di sini mewakili siapa pun yang punya mimpi berapi-api tapi jalannya gak selalu mulus. Perjuangan di film ini mirip banget sama perjalanan kami bertiga di dunia hiburan, harus konsisten, berani mencoba, dan gak gengsi meski dipandang sebelah mata," jelas Rigen Rakelna.

​"Di film ini karakter Rispo punya sisi lembut yang berbeda, terutama kepeduliannya yang besar terhadap anak-anak panti. Lucunya tetap ada, tapi penonton bakal lihat kalau di balik kebodohan kita bertiga, ada persaudaraan yang gak pernah padam," tambah Ananta Rispo.

​"Hifdzi di sini membuktikan kalau mantan korban bully bisa punya hati besar buat nolong sesama. Di dunia nyata maupun di film, kami bertiga memang hobi saling ledek, tapi kalau urusan saling jaga, persahabatan kami pantang padam," pungkas Hifdzi Khoir.

​Jajaran Bintang Lengkap & Soundtrack Megah Barasuara

​Konferensi pers di Epicentrum XXI turut dihadiri jajaran pemeran lengkap lintas generasi: Carissa Perusset (Bondan), Aurra Kharisma (Jayanti), Inayma (Joana), Sadha Triyudha (Sugeng), Nigel Siwabessy (Sentot), Ebel Cobra (Komandan Toni), Grace Emmanuela (Nana), Khairul Umam, Rio Dumatubun, Yono Bakrie (Romli), Rizky Ritonga (Tonga), serta aktor cilik Raffan Al Aryan (Daffa) dan Mikhaira Embun (Farra). Kemegahan film kian bergelora lewat iringan lagu tema orisinal bertajuk "Api dan Mimpi" garapan grup rock kenamaan Barasuara.

​Catat Tanggal Tayang Serentak di Bioskop!

​GJLS: Berapi-Api siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Ikuti terus seluruh informasi resmi dan keseruan aktivasi armada damkar melalui akun media sosial @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

Film Dewi Siluman Ular Sajikan Horor Kisah Nyata saat Derby Romero yang Bertekad Menafkahi Keluarga Berujung Petaka, Teror Fatal Anya Geraldine Siluman Ular Cantik Nan Seram!

​ Film Dewi Siluman Ular tayang mulai 12 November di bioskop Indonesia ​ Jakarta, 3 November 2026 — Starvision kembali dengan horor terb...