Rabu, 30 September 2026

Terjebak Hubungan yang Menyakitkan, Stevan Pasaribu dan Andi Rianto Hadirkan “siapa yang tahan”

​Jakarta, 30 September 2026 — Ada kalanya seseorang bertahan bukan karena masih bahagia, tetapi karena masih berharap semuanya bisa kembali seperti semula. Namun, ketika luka datang berulang kali dan kesetiaan hanya berjalan satu arah, muncul satu pertanyaan sederhana: siapa yang tahan?

​Pertanyaan tersebut menjadi inti dari karya terbaru Stevan Pasaribu bersama Andi Rianto berjudul "siapa yang tahan". Lagu ini mengangkat kisah seseorang yang berada di titik jenuh dalam sebuah hubungan yang sudah tidak lagi sehat. Berulang kali mencoba bertahan, hingga akhirnya menyadari bahwa sebuah hubungan tidak mungkin terus diperjuangkan sendirian.

​Ditulis oleh Andi Rianto, Stevan Pasaribu, dan Kamga, "siapa yang tahan" menggambarkan hubungan dengan pasangan yang egois dan keras kepala. Setiap usaha untuk mempertahankan hubungan justru kembali berujung pada luka yang sama. Hal tersebut tergambar melalui lirik "Terpujilah wahai kerasnya kepalamu", hingga emosi yang semakin memuncak pada bagian chorus, "Sirna, habis tak tersisa, senangmu menyiksa, ku ada batasnya."

​Bagi Stevan Pasaribu, "siapa yang tahan" menjadi ruang untuk menyampaikan cerita tentang seseorang yang sudah terlalu lama bertahan dalam sebuah hubungan yang justru semakin banyak melukai.

​"Lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan cerita tentang seseorang yang sudah terlalu lama bertahan dalam sebuah hubungan yang sebenarnya sudah banyak melukainya. Kadang kita bertahan bukan karena semuanya masih baik baik saja, tapi karena masih berharap keadaan bisa berubah. Sampai akhirnya kita sadar bahwa hubungan itu nggak bisa diperjuangin sendirian. Buat aku, 'siapa yang tahan' bukan cuma tentang berakhirnya sebuah hubungan, tapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa kita juga punya batas dan berhak memilih diri sendiri," ujar Stevan.

​Kolaborasi ini juga mempertemukan karakter vokal Stevan dengan musikalitas Andi Rianto yang dikenal melalui aransemen yang cinematic dan megah. Aransemen "siapa yang tahan" diperkuat dengan orkestrasi Budapest Scoring Orchestra.

​Perpaduan vokal Stevan Pasaribu dan musik Andi Rianto membuat "siapa yang tahan" tidak hanya bercerita tentang hubungan yang berakhir, tetapi juga tentang proses seseorang ketika mulai menyadari bahwa cinta dan kesetiaan tidak akan cukup jika hanya diperjuangkan oleh satu pihak. Pada akhirnya, seseorang harus menentukan batas antara terus bertahan atau mulai menghargai dirinya sendiri.

​Cerita tersebut kemudian divisualisasikan melalui music video yang mengisahkan sepasang kekasih dalam hubungan penuh tekanan. Sang cewek digambarkan posesif dan kerap mengekang pasangannya, membuat hubungan mereka semakin tidak sehat. Namun, konflik semakin memuncak ketika sang cowok mengetahui bahwa kekasihnya justru berselingkuh. Merasa selama ini dikekang dan dituntut untuk setia, ia pun diliputi kemarahan dan kekecewaan.

​Lagu ini hadir untuk mereka yang pernah berada di persimpangan antara terus bertahan atau mulai memilih diri sendiri. Karena terkadang, melepaskan bukan berarti tidak pernah mencintai. Bisa jadi, itu adalah saat ketika seseorang akhirnya menyadari bahwa cinta tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.

​Single "siapa yang tahan" dari Stevan Pasaribu & Andi Rianto resmi dirilis pada 30 September 2026 dan sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital. Untuk music video dan aktivitas lainnya, dapat mengunjungi channel YouTube Stevan Pasaribu Musica Official.

​CREDITS

​Courtesy of Musica Studios

Executive Producer: Indrawati Widjaja

A&R Manager: Arlan Djoewarsa

​Music Credits

Song: Andi Rianto, Kamga, Stevan Pasaribu

Lyrics: Andi Rianto, Kamga, Stevan Pasaribu

Track produced and arranged by Andi Rianto

Budapest Scoring Orchestra orchestrated by Andi Rianto

Vocal directed by Irv Nat

Synth Bass by Rishanda Singgih

Guitars by Devinza Kendranata

Drums by Rio Alief

Data wrangler by Sulton Abdul Azis

Music preparation service by Poppy Hanadhy

Audio Supervisor by Raditya Aundika

Mixed by Green Peak Musik

Mastered by Randy Merrill for Sterling Sound, USA

Publishing: Aquarius Pustaka Musik, Sony Music Publishing Indonesia, Musica Publiser Indonesia

​Music Video Credits

Director: Bagoes Tresna Adji

Producer: Putri Syabrina

DP & Editor: Bagoes Tresna Adji

Production Assistant: Topo Yanri

Camera Assistant: Martinus Tito

Gaffer: Taryana

Lightingman: Nana, Iwan, Lucky

Make up Artist: Revania Shabika

Hair stylist: Khaerunnisa

Wardrobe: Sissy Theresia, Wisnu Sulistyanto, Diana Putri Suhendro

BTS Videographer: Adel Tamara

​Cast:

Male: Nicholas Andersen

Female: Julliete Wirawan

Supporting: Famisa Yusuf

​​LYRICS

​SIAPA YANG TAHAN

​Terpujilah wahai kerasnya kepalamu

Namamu terbang jauh tinggalkan

Kelakuanmu

​Berkali kali kau patahkan

Dan lagi lagi ku bertahan

​Chorus

Sirna

Habis tak tersisa

Senang mu menyiksa

Ku ada batasnya

Seakan akan

Semesta jatuh tanpa kata

Kiamatkan arti cinta

​Bridge

Siapa yang tahan

Perlakuan

Sebegini bengisnya

Karena percuma

Jadi setia

Sendirian

​Sirna

Habis tak tersisa

Senang mu menyiksa

Aku ada batasnya

​Seakan akan

Semesta jatuh tanpa kata

Runtuhlah

Hancurlah sudah

Kiamatkan

Rasa

Rasa cinta  

Pasukan 1000 Janda Rilis Trailer & Poster, Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan

Film Pasukan 1000 Janda tayang mulai 12 November 2026 di bioskop

​Jakarta, 30 September 2026 — Sutradara Archie Hekagery bersama rumah produksi Manara Films mempersembahkan film yang akan menyegarkan perfilman Indonesia lewat film berjudul Pasukan 1000 Janda, yang dikemas dengan genre historical fantasy action. Film ini akan mengikuti kisah Laksamana Malahayati dari Aceh, bersama pasukan Inong Balee, yang dengan berani melawan para penjajah.

​Dalam trailer terbaru yang dirilis, Pasukan 1000 Janda menampilkan pertempuran epik para perempuan bersenjatakan rencong dan ilmu beladiri, menghadapi armada kapal perang Belanda dengan meriam.

​Kita diajak untuk melihat dunia Aceh di masa lampau, yang diterjemahkan dari kisah perang di atas kapal, di tengah ombak laut, dan pertarungan pedang penuh ketegangan. Film Pasukan 1000 Janda menjanjikan pengalaman visual kolosal nan epik yang akan membawa penonton masuk ke dunia sejarah lewat pengalaman sinematik yang imersif dan menghibur. Poster film Pasukan 1000 Janda turut melengkapi nuansa pertempuran epik dari Tanah Aceh yang mengikuti Laksamana perempuan pertama di dunia, Malahayati, bersama pasukan perempuan Inong Balee, yang kehilangan suami mereka.

​"Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action," ujar sutradara Archie Hekagery.

​Disutradarai Archie Hekagery, film ini diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia.

​Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?. 

Bagi Atiqah Hasiholan, Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee mencerminkan bahwa sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini, Semangat Laksamana Malahayati dan Inong Balee tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.

​Nilai tentang perempuan yang berani memimpin, mengambil keputusan dan menentukan hidupnya sendiri tetap relevan dengan perempuan Indonesia hari ini.

​"400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar, dan perannya sebagai perempuan yang serba bisa melakukan apapun serta berjuang meski harus mengalami rasa kehilangan itulah yang juga tetap relevan dengan para perempuan sekarang," ujar Atiqah Hasiholan.

​Sementara itu, Tasha Siahaan, yang memerankan Dahlia, salah satu pasukan Inong Balee, menambahkan, Pasukan 1000 Janda juga memberinya banyak hal baru. Termasuk belajar aksen dialek Aceh, belajar koreografi action, hingga mempelajari sejarah perjuangan perempuan.

​"Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam. Semangat juang para perempuan ini yang akan menghidupkan dan memberikan nilai lebih dari kisah historical fantasy action di layar lebar," ujar Tasha Siahaan.

​Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film Pasukan 1000 Janda akan menghadirkan kisah epik pertempuran para perempuan yang kehilangan melawan penjajah.

​Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @pasukan1000janda & @manara.studios.

​Sinopsis

​SELAT MALAKA, 1599. Beberapa tahun sebelumnya, ketika ancaman Portugis mengoyak perairan Selat Malaka, armada Kesultanan Aceh Darussalam di bawah komando seorang laksamana perempuan legendaris, Malahayati, bangkit melawan. Dengan keberanian dan kecerdikannya, ia berhasil menghancurkan armada Portugis dan mengusir mereka dari perairan Aceh.

​Namun setelah kemenangan itu, Malahayati menghilang tanpa jejak. Tidak ada yang tahu ke mana perginya sang laksamana. Ia lenyap seolah ditelan bumi, meninggalkan sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab, siapa yang akan berdiri ketika musuh berikutnya datang?

​Tahun 1599, ancaman baru muncul dari seberang lautan. Jauh dari Eropa, armada Belanda berlayar menuju Selat Malaka untuk merebut jalur perdagangan yang menjadi urat nadi Nusantara. Di bawah pimpinan Cornelis, seorang Admiral yang kejam dan tak kenal ampun, pasukan Belanda mulai menebar teror di tanah Aceh.

​Desa-desa dibakar. Rakyat diburu. Para lelaki tewas di medan perang, meninggalkan perempuan-perempuan yang kehilangan suami dan keluarga. Ketika harapan nyaris padam dan tidak ada lagi pasukan yang mampu menghadang Belanda, para perempuan bangkit dari duka mereka, dan membentuk pasukan yang belum pernah ada sebelumnya.

​Pasukan para janda. Satu tekad. Untuk mempertahankan rumah yang mereka cintai. Dari laut hingga daratan Aceh, mereka bersiap menghadapi pasukan Belanda yang jauh lebih kuat.

​Dan ketika sejarah menuliskan bahwa Malahayati telah menghilang, mungkin sejarah belum mengetahui satu hal: Malahayati tidak pernah benar-benar pergi!

JICAF 2026 x KAHF Perkenalkan Platform MASSMaker.id, Ekosistem Craftsmanship Terkurasi untuk Creative Talents dan Partner Produksi

​Jakarta, 29 September 2026 – Pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya menciptakan ruang bagi lahirnya karya dan ide baru, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan karya tersebut menjadi produk bernilai ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan, ekonomi kreatif menyumbang Rp1.611,2 triliun atau 7,28 persen terhadap PDB nasional pada 2024. Setahun berikutnya, sektor ini menyerap 27,4 juta tenaga kerja, sementara nilai ekspornya mencapai US$26,68 miliar pada Januari–Oktober 2025.

​Di tengah pertumbuhan tersebut, tantangan bagi pelaku kreatif bukan hanya menghasilkan ide, tetapi juga membawa ide tersebut melewati proses produksi. Sebuah ilustrasi, desain, atau artwork dapat memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi merchandise, collectible, art object, limited edition, hingga produk kreatif lainnya. Namun, proses tersebut membutuhkan akses terhadap material, teknik produksi, serta mitra yang mampu menerjemahkan gagasan menjadi produk fisik.

​Muhammad Yustan – KAHF Creative Lead, ParagonCorp menyatakan, kreatif tidak berhenti pada penciptaan ide. "Ada proses panjang untuk membuat sebuah karya dapat memiliki bentuk, fungsi, dan nilai ekonomi. Karena itu, kami melihat pentingnya mempertemukan creative talent dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk mewujudkan gagasan tersebut." KAHF melihat bahwa craftsmanship bukan hanya soal bagaimana sebuah produk dibuat, tetapi juga bagaimana sebuah ide diwujudkan dengan intention, skill, dan care. Karena itu, melalui kolaborasi dengan JICAF, kami ingin mengambil peran sebagai enabler yang mempertemukan creative talent dengan craftsmanship. Harapannya, ide, artwork, dan IP yang dimiliki kreator dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang menjadi crafted objects melalui proses kolaborasi yang tepat."

​Berangkat dari kebutuhan tersebut, KAHF bersama Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) menggagas MASSMaker.id, sebuah platform kolaboratif yang mempertemukan seniman, illustrator, dan kreator dengan vendor produksi terkurasi. Platform ini dirancang untuk memperpendek jarak antara creative ideas dan craftsmanship, sehingga karya kreatif memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke tahap produksi dan pengembangan produk dengan kualitas bagus dan pengembangan penggunaan material yang kompleks dan eksploratif.

​Sunny Gho, Co-Founder & Fair Director JICAF menyatakan, bagi JICAF, kolaborasi ini bukan hanya tentang membawa karya ilustrasi ke dalam bentuk produk, tetapi tentang membuka kemungkinan baru bagi para kreator untuk mengembangkan karyanya. "Ketika ide kreatif bertemu dengan craftsmanship dan partner produksi yang tepat, sebuah artwork bisa memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang. Melalui MASSMaker.id, kami ingin mempertemukan creative talent dengan berbagai keahlian produksi, sehingga tercipta ruang untuk bereksperimen, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang memiliki karakter serta nilai craftsmanship."

​Ryan Geraldin, ilustrator dan seniman, menyatakan, menyelesaikan artwork sebenarnya baru satu bagian dari perjalanan kreatif. "Ketika sebuah karya ingin diterjemahkan menjadi produk fisik, ada banyak hal yang perlu dipikirkan lagi, mulai dari material, teknik produksi, sampai mencari partner yang benar-benar sesuai dengan karakter karya. Menurut saya, di situlah craft partner menjadi penting, karena kreator membawa ide dan bahasa visual, sementara artisan atau production partner punya keahlian untuk menerjemahkannya ke dalam material dan teknik yang tepat. Dengan adanya ekosistem seperti MASSMaker.id, proses mencari partner produksi bisa menjadi lebih terarah dan membuka kemungkinan baru bagi sebuah artwork untuk berkembang menjadi berbagai bentuk, tanpa kehilangan karakter dan nilai craftsmanship yang ada di dalamnya."

​Mempertemukan Ide dengan Keahlian Produksi

​Salah satu tantangan yang dihadapi kreator dalam mengembangkan karya menjadi produk adalah menemukan partner produksi yang sesuai. Kebutuhan tersebut dapat berbeda untuk setiap karya, mulai dari pemilihan material, teknik, skala produksi, kualitas pengerjaan hingga tingkat kustomisasi.

​MASSMaker.id dikembangkan melalui fitur "Find Your Craft Partner", yang memungkinkan kreator mengeksplorasi partner produksi berdasarkan jenis produk dan teknik craftsmanship. Kategori yang tersedia antara lain apparel, bag, figurine, stationery, homeware, accessories, packaging, art object, dan collectibles.

​Dari sisi teknik produksi, platform ini mencakup berbagai keahlian seperti embroidery, screen printing, leather craft, ceramic, wood craft, metal craft, weaving, batik, hand painting, laser/CNC, resin, hingga 3D printing.

​Informasi mengenai partner produksi juga diarahkan untuk membantu kreator menentukan pilihan berdasarkan spesialisasi, lokasi, minimum order quantity (MOQ), kisaran biaya, lead time, serta kemampuan customization. Dengan demikian, MASSMaker.id tidak sekadar menjadi direktori vendor, tetapi diarahkan sebagai ruang temu antara ide, keahlian, dan kapasitas produksi.

​Membuka Jalan bagi Hilirisasi Karya Kreatif

​Kehadiran MASSMaker.id menjadi relevan di tengah semakin besarnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia. Pada 2024, PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.611,2 triliun atau 7,28 persen dari PDB nasional. Sementara itu, data BPS yang disampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat jumlah tenaga kerja sektor ini mencapai 27,4 juta orang pada 2025.

​Dari sisi perdagangan, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia mencapai US26,68 miliar pada Januari–Oktober 2025[span_14](start_span)[span_14](end_span). Fesyen menyumbang US14,86 miliar dan kriya US$11,10 miliar, menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang berada pada titik temu antara kreativitas, desain, material, dan produksi.

​Dalam konteks tersebut, pengembangan karya menjadi produk dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas nilai ekonomi dari sebuah intellectual property (IP). Kreator tidak hanya menghasilkan artwork, tetapi memiliki kemungkinan untuk mengembangkan IP menjadi berbagai bentuk produk dan kolaborasi.

​MASSMaker.id mencoba membangun infrastruktur pendukung untuk proses tersebut dengan mempertemukan tiga elemen utama: artists/illustrators sebagai pemilik ide, artwork, dan IP; platform sebagai ruang kurasi, database, dan kolaborasi; serta partner produksi sebagai pihak yang memiliki material, teknik, dan kemampuan produksi. 

KAHF sebagai Enabler Ekosistem Kreatif

​Dalam kolaborasi ini, JICAF membawa jejaring dan akses terhadap creative talent, sementara KAHF membawa pendekatan craftsmanship sebagai bagian dari pengembangan ekosistem. Keduanya dipertemukan melalui gagasan "From Creative Ideas to Crafted Objects", dengan prinsip "Where Creative Expression Meets Indonesian Craftsmanship."

​KAHF tidak hanya ditempatkan sebagai brand yang berkolaborasi dengan JICAF, tetapi sebagai enabler yang membantu membuka koneksi antara kreator dan keahlian produksi. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan ekosistem kreatif untuk membangun rantai nilai yang lebih terhubung, dari penciptaan ide hingga produk akhir.

​Nilai craftsmanship dalam MASSMaker.id diterjemahkan melalui empat aspek, yakni Craftsmanship of Ideas, Craftsmanship of Making, Craftsmanship of Collaboration, dan Craftsmanship of Impact. Artinya, perhatian terhadap kualitas tidak hanya dimulai ketika produk dibuat, tetapi sejak sebuah ide dirumuskan, proses kolaborasi dibangun, hingga karya tersebut menghasilkan dampak.

​Dari Artwork Menjadi Crafted Creative Products

​Melalui MASSMaker.id, JICAF dan KAHF ingin membuka kemungkinan agar karya kreatif dapat memiliki perjalanan yang lebih panjang. Sebuah ilustrasi atau artwork dapat dikembangkan menjadi merchandise, collectible, art object, maupun limited edition dengan mempertahankan karakter dan nilai kreatif yang melekat pada karya tersebut.

​Pada akhirnya, MASSMaker.id membawa gagasan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Dibutuhkan pula akses terhadap keahlian, material, teknologi, jaringan produksi, serta mitra yang tepat.

​Dengan mempertemukan creative minds dengan craftsmanship, MASSMaker.id diharapkan dapat menjadi bagian dari infrastruktur yang membantu kreator Indonesia membawa ide dari layar dan kertas menuju objek nyata dan dari sebuah karya menjadi produk yang memiliki nilai kreatif, fungsional, serta ekonomi.

​"Good things are made with intention, skill and care."

​-Selesai-

​Tentang KAHF

​KAHF merupakan brand perawatan diri pria yang lahir dari inovasi ParagonCorp, menghadirkan berbagai produk perawatan untuk mendukung keseharian pria modern. Berangkat dari keyakinan bahwa self-care bukan hanya tentang penampilan, KAHF mengembangkan produk yang memadukan bahan alami dan formulasi berbasis keahlian, sekaligus membawa semangat untuk membangun rasa percaya diri, komunitas, dan dampak positif. KAHF juga terus mendorong inovasi dan praktik yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari perjalanan brand untuk menghadirkan pengalaman perawatan diri yang relevan dengan kebutuhan pria masa kini.

​Tentang JICAF

​Jakarta Illustration & Creative Arts Festival (JICAF) adalah festival seni tahunan yang berfokus pada ilustrasi, seni visual, dan kreativitas lintas media. Didirikan untuk menjadi wadah bagi para ilustrator, desainer grafis, dan seniman Jakarta Illustration & Creative Arts Festival (JICAF) adalah festival seni tahunan yang berfokus pada ilustrasi, seni visual, dan kreativitas lintas media. Didirikan untuk menjadi wadah bagi para ilustrator, desainer grafis, dan seniman visual Indonesia, JICAF menghadirkan berbagai program pameran, workshop, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin. JICAF memiliki visi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat apresiasi seni ilustrasi di Asia Tenggara, dengan misi mengangkat talenta lokal ke kancah internasional, memperluas akses publik terhadap karya kreatif, dan membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Selasa, 29 September 2026

Dari Musik ke Visual, JICAF 2026 Hadirkan Cerita Musisi dalam Bentuk Karya dan Collectible

Jakarta, 29 September 2026 – Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 kembali memperluas pertemuan antara ilustrasi, musik, dan creative practice melalui sejumlah Special Drop yang membawa karya musisi ke dalam bentuk visual dan produk fisik. Tahun ini, JICAF menghadirkan kolaborasi idgitaf × Replayreply, Guruh Gipsy, serta Hindia × Pancaran Sinema, yang masing-masing menerjemahkan cerita dan dunia musik melalui pendekatan visual yang berbeda.

​Melalui kolaborasi tersebut, musik tidak hanya hadir untuk didengar, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi ilustrasi, art print, collectible, hingga objek yang dapat dinikmati dan dikoleksi. Pertemuan lintas disiplin ini menjadi bagian dari semangat "The World We Draw", tema JICAF 2026 yang melihat setiap karya sebagai representasi dari dunia dan perspektif kreatornya.

​Ketika dunia musik bertemu dengan dunia ilustrasi dan creative arts, sebuah karya dapat menemukan interpretasi baru. Lagu, album, karakter, maupun cerita yang sebelumnya hadir melalui suara dan moving image dapat diterjemahkan kembali melalui perspektif visual artist, sekaligus membuka pengalaman baru bagi audience untuk mengenal dan menikmati karya tersebut.

​Yoga Prathama, Co-Founder & Art Director JICAF, mengatakan, "Bagi kami, menarik melihat bagaimana sebuah cerita bisa terus berkembang ketika diterjemahkan ke medium yang berbeda. Musik, ilustrasi, animasi, maupun komik punya bahasa masing-masing, dan ketika semuanya bertemu, muncul pengalaman baru bagi audience. Lewat Special Drop tahun ini, JICAF ingin membuka ruang bagi eksplorasi tersebut dan mempertemukan lebih banyak creative practices dalam satu ekosistem."

​Nugraha Pratama × William Wongso: Membawa Cerita Kuliner Nusantara ke Atas Piring

​Selain kolaborasi musik, JICAF 2026 juga menghadirkan SketchRasa, sebuah kolaborasi yang mempertemukan travel illustrator Nugraha Pratama, culinary expert William Wongso, dan SERO Ceramic untuk membawa cerita tentang kekayaan kuliner Nusantara ke dalam bentuk visual dan objek fungsional. Berangkat dari keragaman Indonesia yang terbentuk melalui kondisi geografis, kekayaan sumber daya alam, serta proses akulturasi budaya, SketchRasa menangkap cerita di balik beragam makanan, tempat, orang, dan tradisi yang membentuk karakter kuliner Indonesia.

​Melalui sketches yang dibuat Nugraha Pratama, cerita-cerita tersebut kemudian diterjemahkan oleh SERO menjadi rangkaian ceramic plates yang tidak hanya berfungsi sebagai objek sehari-hari, tetapi juga menjadi medium untuk menyimpan dan memperkenalkan kembali cerita kuliner Nusantara. Setiap plate membawa cerita yang berbeda, mulai dari Minangkabau Kitchen, Fishermen from Bali, hingga Harvesting Sago, yang menggambarkan hubungan antara makanan, masyarakat, tempat, dan tradisi.

​Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat bergerak melampaui medium gambar dan bertemu dengan culinary serta ceramic art. Sketsa yang berangkat dari perjalanan dan pengamatan terhadap budaya kemudian berubah menjadi objek yang dapat digunakan dan dinikmati, sekaligus membawa cerita Indonesia kembali ke meja makan.

​Kehadiran SketchRasa di JICAF 2026 juga memperluas eksplorasi "The World We Draw", dengan menunjukkan bahwa dunia yang diterjemahkan melalui ilustrasi tidak hanya berbicara tentang karakter atau visual, tetapi juga dapat merekam identitas, budaya, dan cerita dari suatu tempat. Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, SketchRasa membawa kekayaan kuliner Indonesia ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian, sekaligus membuka ruang untuk memperkenalkan cerita-cerita tersebut kepada audience yang lebih luas.

​idgitaf × Replayrepliy: Menerjemahkan Cerita Berusaha di Bawah Hujan ke dalam Visual

​Salah satu Special Drop yang hadir di JICAF 2026 datang dari idgitaf dan artist berbasis Jakarta, Replayrepliy, melalui kolaborasi yang menerjemahkan album kedua idgitaf, Berusaha di Bawah Hujan, ke dalam bahasa visual. Dikenal melalui single "Sedia Aku Sebelum Hujan", idgitaf kembali membawa cerita personal dan atmosfer musiknya melalui album penuh yang kemudian diinterpretasikan kembali dalam bentuk ilustrasi.

​Melalui kolaborasi ini, Replayrepliy menghadirkan interpretasi personal terhadap bagaimana Berusaha di Bawah Hujan didengar, dirasakan, dan dialami. Ilustrasi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai visual pendamping album, tetapi menjadi cara lain untuk melihat dan merasakan cerita yang hadir melalui musik. Kolaborasi tersebut hadir dalam bentuk exclusive illustrated Special Box untuk album Berusaha di Bawah Hujan serta exclusive art print series yang hanya tersedia di JICAF 2026. Kehadiran keduanya memperlihatkan bagaimana sebuah album dapat menemukan bentuk baru ketika cerita dan atmosfer musik diterjemahkan melalui perspektif seorang visual artist.

​Pertemuan idgitaf dan Replayrepliy juga menjadi contoh bagaimana musik dan ilustrasi dapat saling melengkapi. Satu cerita yang awalnya disampaikan melalui suara dan lirik kemudian berkembang menjadi pengalaman visual, memperlihatkan kemungkinan baru ketika dua bentuk creative expression bertemu.

​Tribute to Guruh Soekarnoputra: Mengenang Warisan Kreatif melalui Guruh Gipsy

​JICAF 2026 juga menghadirkan Special Drop Tribute: Guruh Gipsy, yang menjadi bagian dari upaya untuk mengenang perjalanan dan warisan kreatif almarhum melalui salah satu karya penting dalam perjalanan musik Indonesia. Guruh Gipsy merupakan karya yang memperlihatkan keberanian Guruh Soekarnoputra bersama personel band legendaris Gipsy, Keenan Nasution & Oding Nasution bersama dengan musisi legendaris Abadi Soesman dan Chrisye & Roni Harahap dalam mempertemukan musik modern dengan kekayaan musik tradisional Indonesia.

​Dirilis pada 1977, Guruh Gipsy dikenal melalui perpaduan instrumen modern dengan elemen musik ​tradisional Jawa dan Bali. Karya tersebut terus dikenang, didengarkan, dan mendapatkan apresiasi dari generasi yang berbeda, menjadikannya bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.

​Di tengah kabar duka atas kepergian Guruh Soekarnoputra, kehadiran Special Drop Tribute: Guruh Gipsy di JICAF 2026 menjadi kesempatan untuk kembali melihat, mengingat, sekaligus merayakan warisan kreatif yang telah beliau tinggalkan. Bersama Lamunai Records dan sejumlah artist, Guruh Gipsy diterjemahkan ke dalam beberapa bentuk karya dan produk, mulai dari perhiasan, apparel, art print, hingga 50th Anniversary Deluxe Edition CD.

​Salah satu produk yang turut dihadirkan adalah Guruh Gipsy x Cahya Pesisir Batik Scarf, yang mempertemukan warisan musikal Guruh Gipsy dengan medium fashion dan craft. Kehadiran berbagai bentuk karya ini menjadi cara untuk membawa kembali cerita dan semangat dari Guruh Gipsy melalui medium yang berbeda, sekaligus meperkenalkannya kepada audience yang lebih luas. Sebagai bagian dari momen tribute ini, JICAF 2026 juga memberikan kesempatan bagi pengunjung dan seluruh pihak yang hadir untuk sejenak mengenang sosok Guruh Soekarnoputra melalui karya beliau bersama seluruh personel Guruh Gipsy. Momen tersebut menjadi ruang untuk mengingat kembali kontribusi dan warisan kreatif yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.

​Hindia × Pancaran Sinema: Membawa Dunia Visual "kids" Keluar dari Layar

​Dunia musik dan visual juga bertemu melalui kolaborasi Hindia dan Pancaran Sinema dalam music video "kids". Keduanya membangun sebuah dunia visual yang bergerak di antara fragmen memori dan imajinasi melalui perpaduan hand-drawn 2D animation, rotoscoping, dan 3D environments. Bahasa visual tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh melalui "kids" Collection yang hadir di JICAF 2026. Alih-alih berhenti sebagai bagian dari music video, karakter, imagery, dan elemen visual dari "kids" diterjemahkan kembali menjadi produk fisik yang memungkinkan dunia tersebut dialami dalam bentuk yang berbeda.

​Koleksi ini menghadirkan "kids" MV Flip Book serta "kids" – Hindia x Witchkana Art Print. Keduanya membawa elemen dari dunia visual "kids" ke dalam bentuk objek yang dapat dilihat, dimiliki, dan dikoleksi. Melalui kolaborasi ini, sebuah karya animasi tidak lagi terbatas pada moving image. Dunia yang sebelumnya hadir di layar dapat berkembang menjadi objek fisik, membuka kemungkinan baru bagi audience untuk mengalami dan menginterpretasikan kembali karya tersebut.

​Dari Layar ke Halaman: Oddman & Panda Press Hadirkan Karya Independen di JICAF 2026

​Oddman & Panda Press turut hadir di JICAF 2026 sebagai bagian dari ekosistem independent comics dan publishing yang memberi ruang bagi karya-karya personal untuk bertemu dengan pembacanya. Salah satu karya yang dihadirkan adalah Hati Nammo karya Bryan Arfiandi, ilustrator dan komikus yang mengembangkan karyanya dari format digital ke dalam bentuk komik fisik. Perjalanan Hati Nammo menunjukkan bagaimana sebuah karya independen dapat terus berkembang dan menemukan pembacanya melalui berbagai ruang kreatif, termasuk bookstore dan ​komunitas. Salah satunya melalui Patjarmerah, yang sebelumnya mengenal karya Bryan lewat kegiatan di kedai dan kemudian membuka ruang untuk menghadirkan karyanya dalam koleksi komik. Melalui kehadiran Oddman & Panda Press di JICAF 2026, karya seperti Hati Nammo dapat menjadi bagian dari pertemuan yang lebih luas antara ilustrasi, komik, independent publishing, kreator, komunitas, dan pembaca, sejalan dengan semangat "The World We Draw" yang merayakan beragam dunia dan perspektif yang lahir dari para kreator.

​Kehadiran kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya JICAF untuk mempertemukan berbagai creative practices dalam satu ekosistem. Musik, ilustrasi, animasi, fashion, craft, hingga collectible dapat saling bertemu dan menciptakan pengalaman baru ketika sebuah karya diterjemahkan ke medium yang berbeda.

​Semangat tersebut sejalan dengan "The World We Draw", di mana setiap artist membawa dunia dan perspektifnya masing-masing. Ketika dunia tersebut bertemu dengan cerita, medium, dan creative practice lainnya, sebuah karya dapat berkembang menjadi sesuatu yang baru tanpa kehilangan cerita yang menjadi titik awalnya.

​Melalui Special Drop ini, JICAF 2026 memperlihatkan beragam kemungkinan tersebut, mulai dari menerjemahkan album Berusaha di Bawah Hujan melalui idgitaf × Replayrepliy, membawa kembali perjalanan Guruh Gipsy melalui kolaborasi bersama Lamunai Records dan Cahya Pesisir, hingga mengembangkan dunia visual "kids" milik Hindia dan Pancaran Sinema ke dalam bentuk physical collection.

​JICAF 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Agora Mall, Jakarta, menghadirkan exhibition, collaborations, programs, dan berbagai pengalaman yang mempertemukan artists, brands, communities, serta creative players dalam satu ekosistem.

​-Selesai-

​Tentang JICAF

Jakarta Illustration & Creative Arts Festival (JICAF) adalah festival seni tahunan yang berfokus pada ilustrasi, seni visual, dan kreativitas lintas media. Didirikan untuk menjadi wadah bagi para ilustrator, desainer grafis, dan seniman visual Indonesia, JICAF menghadirkan berbagai program pameran, workshop, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin.

​JICAF memiliki visi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat apresiasi seni ilustrasi di Asia Tenggara, dengan misi mengangkat talenta lokal ke kancah internasional, memperluas akses publik terhadap karya kreatif, dan membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

“Sukses Jaya” Rampungkan Shooting Film, Denny Caknan Debut Akting di Layar Lebar

Jakarta, 29 September 2026 — SKAK Studios bersama SinemArt resmi menyelesaikan proses pengambilan gambar film drama komedi “Sukses Jaya”. Disutradarai sekaligus diproduseri Bayu Eko Moektito, film ini mengangkat kisah perantau dari daerah yang berjuang membangun kehidupan di Jakarta. Keterlibatan Denny Caknan menjadi salah satu sorotan, menandai debutnya sebagai aktor melalui karakter Mulyono.


Denny mengatakan, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman baru setelah tujuh tahun berkarier di dunia musik. Ia tertarik bergabung karena cerita yang diangkat dinilai dekat dengan realitas masyarakat, terutama dengan nuansa lokal yang kuat.

“Selama tujuh tahun saya berkarier, saya belum memantaskan diri sebagai aktor. Ketika Mas Bayu datang dengan cerita ini, saya tertarik karena filmnya Jawa dan kisahnya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Dalam prosesnya, Denny mengakui menghadapi tantangan, terutama saat harus beradaptasi dengan kebutuhan akting yang berbeda dari pengalaman sebelumnya. Karakter Mulyono yang tegas dan cenderung keras menjadi pengalaman baru baginya.

“Saya benar-benar baru di dunia akting. Biasanya hanya syuting video klip tanpa pendalaman karakter. Di sini saya harus memerankan sosok yang cukup galak, dan itu jadi tantangan tersendiri,” katanya.


Meski demikian, ia melihat adanya kedekatan antara dirinya dengan karakter yang diperankan, terutama dalam hal prinsip dan profesionalitas. Tanpa menjalani pelatihan formal bersama pelatih akting, Denny lebih banyak belajar secara mandiri, termasuk berdiskusi dengan orang terdekat untuk memahami perannya.


Menurut Denny, kekuatan utama “Sukses Jaya” terletak pada ceritanya yang relevan dengan banyak orang. Film ini mengikuti perjalanan Iman, seorang kuli bangunan asal Malang yang merantau ke Jakarta demi kehidupan yang lebih baik, namun harus menghadapi ketidakadilan dan tekanan hidup.

“Cerita ini tentang perjuangan dari nol. Banyak orang pasti pernah atau sedang ada di fase itu. Karena itu saya yakin penonton bisa merasa dekat,” ujarnya.


Pengalaman pribadi sebagai perantau turut membuat Denny merasa memiliki keterhubungan dengan cerita tersebut. Baginya, film ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang makna kesuksesan yang lebih luas.


Sutradara Bayu Eko Moektito mengatakan, rampungnya proses pengambilan gambar menjadi tonggak penting setelah seluruh tim menjalani rangkaian produksi. Ia menekankan pentingnya menjaga kedekatan cerita dengan realitas kehidupan para perantau.

“Kami berusaha menghadirkan cerita yang jujur tentang perjuangan, relasi, dan pilihan hidup para perantau. Harapannya, energi yang dibangun selama proses produksi bisa sampai ke penonton,” kata Bayu.


Dengan rampungnya proses pengambilan gambar, “Sukses Jaya” selanjutnya akan memasuki tahap pascaproduksi sebelum dipersiapkan untuk bertemu dengan penonton. Film Bayu Skak, Denny Caknan, Firza Valaza, Nopek Novian, Yusril Fahriza, Elvira Davinamira, Bella Bonita, Arief Didu, Joshua Suherman, Cak Kartolo, Brandon Salim, Riyuka Bunga, serta jajaran pemain lainnya. Melalui perpaduan drama dan komedi, “Sukses Jaya” membawa cerita tentang perantauan, persahabatan, ambisi, dan pencarian arti kesuksesan yang lebih dari sekadar pencapaian pribadi.


***

Sinopsis

Iman, seorang kuli bangunan yang telah lima tahun merantau di Jakarta, terobsesi meraih kesuksesan bersama kedua sahabatnya, Sutris dan Kojek. Saat mereka diusir dari kontrakan, Iman menahan keduanya untuk tetap di Jakarta dan menerima tawaran proyek pembangunan patung dari Boim, seorang broker licik. Namun, proyek dengan anggaran minim dan deadline mustahil justru menyeret Iman ke dalam masalah hingga dijadikan kambing hitam. Terjebak ambisi, Iman perlahan menjadi egois dan kehilangan kepercayaan orang-orang terdekatnya, termasuk Windy, perempuan yang ia cintai. Dalam kesendiriannya, Iman menyadari bahwa kesuksesan bukan sekadar soal pencapaian, melainkan tentang keluarga, kejujuran, kehadiran, dan tanggung jawab. Bersama Sutris dan Kojek, Iman kemudian berusaha membuktikan dirinya tidak bersalah dan menemukan kembali arti kesuksesan yang sebenarnya.

Tentang SKAK Studios : 

Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.


Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com,  telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.


Tentang Sinemart : 

Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Senin, 28 September 2026

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadirkan Horor Eksorsisme Indonesia yang Level Up ke Layar IMAX, Membawa Kisah Emosional dari Perjalanan Spiritual Romo saat Dihadapkan pada Iman vs Keraguan

Tonton Kuasa Gelap: Perjanjian Darah di IMAX mulai 8 Oktober 2026

​Jakarta, 28 September 2026 — Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah garapan sutradara Rizal Mantovani, persembahan Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment menggebrak dengan terobosan baru lewat horor eksorsisme Indonesia yang skalanya lebih besar dan naik kelas! Tayang di layar besar IMAX, penonton mendapatkan teror entitas kuno Rephaim yang kembali datang untuk menuntut apa yang telah diperbuat leluhur manusia di masa lalu.

​Kekuatan yang begitu mustahil untuk dikalahkan, bahkan dampaknya tak hanya dialami satu keluarga, tapi seluruh kota. Dua Romo Eksorsis kita, yang kini kembali dari film pertama Kuasa Gelap, Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia), tampak menemukan keraguan atas iman mereka saat menghadapi Rephaim.

​Perjalanan menyelamatkan nyawa Daniel (Venly Arauna), anak muda yang harus menanggung konsekuensi atas pilihan orang tua dan neneknya, menjadi sebuah perjalanan spiritual dalam menemukan kembali iman. Di tengah teror-teror yang menegangkan dengan visual adegan penuh risiko, serta tata suara yang belum pernah hadir, kini memberikan pengalaman kita menonton menjadi semakin nyata teror itu.

​Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menunjukkan, bahwa apa yang disembunyikan, akan selalu ditagih. Kuasa Gelap akan terus berusaha meruntuhkan keimanan manusia, bahkan di masa tersulit kita. Namun, perjalanan Romo Rendra dan Romo Thomas, juga akan memberi kita petunjuk bahwa Kuasa Tuhan lebih besar. Menjadikan film ini relevan untuk ditonton masyarakat Indonesia yang membutuhkan healing dan tidak kehilangan iman di saat sulit.

​Disutradarai Rizal Mantovani, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah diproduseri oleh Robert Ronny dan Prima Taufik. Film ini ditulis oleh Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.

​“Kami selalu ingin membuat film yang relatable untuk penonton. Dengan kondisi Indonesia seperti sekarang ini saya yakin banyak orang yang akan merasa relate dengan karakter Halim yang merasa frustasi dan powerless, yang akhirnya ​kehilangan imannya. Di film ini kami mencoba untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan Tuhan selalu setia menunggu kita untuk kembali ke jalan-Nya,” ujar penulis dan produser Robert Ronny.

​“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno, bernama Rephaim. Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada. Sebab itu, di film ini, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi seluruh kota. Mewujudkan teror dengan skala besar inilah yang juga menjadi tantangan. Di film ini, Rephaim ingin disembah oleh manusia, dengan kompensasi berupa nyawa, dan ini akan selalu menjadi pengingat kita bahwa setiap perbuatan selalu akan ada konsekuensinya, termasuk dosa yang kita perbuat,” ujar sutradara Rizal Mantovani.

​“Tidak banyak film Indonesia yang bisa hadir sekaligus di IMAX, 4DX, dan Magnify 8. Ketiga format ini punya standar kualitas yang ketat, dan fakta bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah lolos dari ketiganya adalah pernyataan tentang ke mana produksi film Indonesia bisa pergi. Cerita Indonesia layak mendapat panggung terbesar,” ujar produser eksekutif Andi Boediman.

​Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dibintangi oleh Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

​Bagi Lukman Sardi, memerankan Romo Rendra, seorang Romo Eksorsis, memberikan wawasan berharga baginya. Peran Romo Rendra di Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sendiri menjadi yang kedua kali, setelah pertama kali di sekuelnya yang sukses mencetak blockbuster.

​Di sekuelnya ini, masa lalu Romo Rendra digali lebih dalam. Menunjukkan perjalanan emosional seorang Romo yang menghadapi keraguan iman, di saat ia harus menolong orang dari teror Kuasa Gelap.

​“Penonton akan dibawa lebih dalam dengan cerita latar belakangnya Romo Rendra. Penonton akan diajak mengikuti bagaimana Romo Rendra harus menghadapi masa lalunya. Di momen-momen itulah saya juga berefleksi bahwa manusia kerap menemukan keraguan terhadap imannya, dan kita ragu akan Kuasa Tuhan. Film ini mengingatkan kita kembali betapa besarnya Kuasa Tuhan menyelamatkan kita dari keraguan,” ujar Lukman Sardi.

​Dengan skala produksi yang lebih besar, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment juga turut berkolaborasi dengan banyak jajaran produser eksekutif. Selain Andi Boediman, jajaran produser eksekutif turut diisi oleh Ardi Setiadharma, Arya Setiadharma, Acha Septriasa, Jerome Kurnia, Steven Sugianto, Vicky Saputra, ​dan Nelson Mok. Film ini menjadi produksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment yang turut didukung oleh Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway. 

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Tak hanya di bioskop reguler, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga akan tayang dengan cinematic experience yang lebih imersif di bioskop IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis.

Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan saksikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : paragonpictures id | @kuasagelap.id

Twitter/X : paragonpics_

Tiktok : paragonpictures.id

Youtube : Paragon Pictures

Facebook : Paragon Pictures

Hashtag : #KuasaGelap #KuasaGelapPerjanjianDarah

TENTANG PARAGON PICTURES

Berdiri sejak tahun 2019, Paragon Pictures berfokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi film untuk pasar Indonesia maupun global. Beberapa karya yang telah dirilis antara lain Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Tak Ingin Usai Di Sini, The Most Beautiful Girl in the World, Kuasa Gelap, Kalian Pantas Mati, Backstage, dan Losmen Bu Broto.

TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT

Ideosource Entertainment adalah perusahaan hiburan yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Hingga kini, Ideosource Entertainment telah berinvestasi di 23 film layar lebar, termasuk Qodrat, Keluarga Cemara, Gundala dan Bebas.

TENTANG LEGACY PICTURES

Berdiri sejak tahun 2011, Legacy Pictures berkomitmen mendukung insan-insan kreatif perfilman. Indonesia dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Sejumlah film nasional box office yang turut didukung oleh Legacy Pictures di antaranya adalah Ada Apa dengan Cinta 2, Pengabdi Setan 2: Communion, Agak Laen, The Architecture of Love, dan Siksa Kubur.

TENTANG SRN

SRN Production (PT Selaras Raya Nusantara) adalah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang produksi, talent management, dan kolaborasi strategis di industri hiburan Indonesia. Berkomitmen menghadirkan karya berkualitas melalui film, konten digital, dan kemitraan dengan berbagai brand, SRN terus mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif nasional.

TENTANG VIRTUELINES

Virtuelines adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang didirikan oleh Arya dan Ardi Setiadharma, investor di ekosistem startup Indonesia. Mereka membawa keahlian bisnis ke industri film bersama Acha Septriasa. Virtuelines telah berinvestasi di berbagai film seperti Pemukiman Setan, Kuasa Gelap, dan Qodrat 2.

​TENTANG WOW MULTINET PICTURES

Wow Multinet Pictures adalah perusahaan investasi yang berfokus pada pembiayaan dan produksi bersama film-film Indonesia. WMP mengutamakan proyek berkualitas tinggi dengan potensi penonton yang luas, membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri, serta menerapkan investasi demi pertumbuhan industri.

​TENTANG MOKSTER FILMS

Mokster Films adalah perusahaan investasi dan penjualan yang berfokus pada konten produksi Asia. Mengkhususkan diri dalam penjualan internasional, pengembangan, dan pembiayaan film, Mokster Films menjembatani para pembuat film Asia dengan penonton global.

​TENTANG NETZME GATEWAY

PT Netzme Kreasi Indonesia ("Netzme") adalah Perusahaan Jasa Pembayaran Kategori 1 berlisensi Bank Indonesia yang fokus menyediakan solusi pembayaran digital aman dan mudah diakses, khususnya bagi UMKM. Melalui layanan berbasis QRIS, Netzme mendukung kebutuhan pelaku usaha sekaligus memperluas literasi digital. Saat ini Netzme telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpreneur—sebagai wujud komitment dalam membuka akses teknologi digital bagi UMKM di seluruh Indonesia.

Film Siti Si Vampir Tampilkan Ketimpangan Sosial lewat Komedi Satir Vampir Lokal, Satine Zaneta Jadi Tukang Angkat Galon dan Berubah Jadi Vampir Elit

Film Siti Si Vampir tayang mulai 22 Oktober 2026 di bioskop

​Jakarta, 28 September 2026 — Viddsee bersama Bahagia Tanpa Drama, bekerja sama dengan Z Films, Spectrum Film, dan PK Films, merilis official trailer dan poster film komedi terbaru berjudul Siti Si Vampir. Dalam trailer yang dirilis, film garapan sutradara Rahabi Mandra ini menampilkan drama-komedi yang menampilkan perbedaan kelas sosial anak muda, ketika ada mereka yang harus hidup susah dan tinggal di rusun, tapi ada anak muda lain yang bisa pamer kemewahan.

​Trailer Siti Si Vampir juga menampilkan cuplikan kisah film yang lebih utuh, saat Siti, yang diperankan Satine Zaneta berubah menjadi seorang vampir, ketika ia digigit oleh vampir elit, Nakula, yang diperankan oleh Ciccio Manassero. Sejak itulah kehidupan Siti berubah.

​Siti yang telah lama mengeluh hidup susah dan jadi tukang galon, tiba-tiba menemukan kesempatan untuk mengubah hidupnya. Ia tak perlu lagi bersusah payah seperti temannya, Dudi (Ajil Ditto), si tukang AC. Namun, untuk mendapat kemewahan hidup, Siti harus menjadi vampir selamanya. Keputusan apa yang akan diambil oleh Siti, apakah ia akan menjadi vampir dan meninggalkan dunia manusia selamanya?

​Sementara itu, official poster film Siti Si Vampir juga turut menampilkan jajaran pemeran film ini. Selain Satine Zaneta, Ajil Ditto, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia, film ini juga dibintangi oleh Nugie dan Kimberly Ryder.

​Disutradarai Rahabi Mandra, film Siti Si Vampir diproduseri oleh Kenny Png dan Celerina Judisari.

​“Film Siti Si Vampir menjadi proyek ko-produksi internasional yang sangat unik antara Singapura dan Indonesia, film ini membawa tema sosial-ekonomi yang sangat relevan dengan situasi kehidupan kita saat ini, dan sisi emosional dari relasi anak perempuan dan seorang ayah,” ujar produser Kenny Png.

​“Melalui film Siti Si Vampir kami ingin menghadirkan keragaman cerita, dengan kemasan genre drama-komedi yang memiliki keunikan tentang vampir lokal, sekaligus membawa cerita yang relevan dengan banyak orang mengenai sulitnya bertahan hidup di situasi saat ini, semua akan dilakukan, termasuk Siti yang ingin hidupnya bisa lebih baik,” ujar produser Celerina Judisari. 

Bagi Rahabi Mandra, jajaran pemeran di film ini juga unik. Satine, menjadi salah satu bintang muda generasi pemeran Indonesia yang tengah berkembang dengan proyek-proyek film terdahulu yang menantang, Ajil Ditto juga telah teruji dengan berbagai genre di filmografinya, Ciccio, yang sebelumnya lekat dengan persona vampir, kini kembali lagi dengan sisi tersebut, dan Shania Gracia, yang sebelumnya lebih populer dari panggung musik bersama grup idol JKT48, kini semakin serius di depan layar.

​“Jajaran pemeran di film Siti Si Vampir terbilang generasi aktor muda yang saat ini menjadi bagian dari regenerasi perfilman Indonesia. Namun, mengapa kami menampilkan karakter-karakter anak muda di film ini juga sebenarnya karena kisah di film ini juga membawa keresahan tentang kondisi yang dihadapi anak muda saat ini, bagaimana susahnya bertahan hidup dengan segala impitan ekonomi,” ujar sutradara Rahabi Mandra.

​Bagi Satine, yang memerankan karakter Siti, ia merefleksikan bahwa karakternya juga beresonansi dengan banyak perempuan muda di Indonesia. Di film ini, Siti bekerja sebagai tukang angkat galon. Ia tinggal di rusun bersama bapaknya. Siti adalah representasi banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

​“Ada hal yang menarik dan relate dengan banyak orang di film ini. Bagaimana Siti sebagai anak perempuan juga berada di posisi yang menjadi tulang punggung keluarga secara ekonomi,” ujar Satine Zaneta.

​“Siti melakukan banyak hal dan mengambil tanggung jawab yang secara sosial sering kali masih dianggap sebagai tugas atau peran laki-laki. Menurut aku, ini menarik karena film ini tidak hanya berbicara tentang perbedaan kelompok sosialnya, tapi juga tentang bagaimana perempuan bisa mengambil ruang dan peran yang mungkin selama ini dianggap bukan ‘tempatnya,’” tambah Satine.

​Film Siti Si Vampir akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026! Ikuti perkembangan terbaru Siti Si Vampir melalui akun Instagram resmi @viddseeid, @bahagiatanpadrama dan @filmsitisivampir.

CONJURIG Siap Tayang 1 Oktober 2026 Angkat Kisah Patah Hati dan Pencarian Jati Diri di Balik Kostum Hantu Di Bandung

Jakarta, 28 September 2026 - Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia pada 1 Oktober 2026, Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine mengajak penonton mengenal lebih dekat CONJURIG, film drama komedi yang mengangkat kisah patah hati dan pencarian jati diri di balik riasan dan kostum hantu di Bandung. Sebelumnya, trailer perdana film ini telah dirilis melalui akun Instagram @conjurig.film, memperkenalkan dunia dua tokoh utama yang mencoba menyembuhkan diri lewat cara yang tidak pernah diduga.

​Film CONJURIG terinspirasi dari Comjurig, sebuah komunitas di Bandung yang berisikan cosplayer atau orang-orang yang berdandan dengan kostum hantu atau "jurig" dalam bahasa Sunda. CONJURIG berpusat pada Piit (Dito Darmawan), seorang pemuda yang memilih menjadi cosplayer hantu, sebagai pocong di kawasan alun-alun Bandung. Setelah kehilangan pekerjaan Piit pulang ke Bandung tanpa arah yang jelas dan justru di balik kostum hantu itulah ia perlahan menemukan kembali jati dirinya.

​Kisah Piit tak berjalan lancar. Setelah kembali ke Bandung, Piit justru harus menghadapi patah hati. Di sisi lain, hadir pula Tamy (Maizura), sosok cosplayer gothic misterius yang diam-diam melarikan diri dari bayang-bayang identitasnya sebagai cucu seorang penyanyi ternama. Sama seperti Piit, Tamy juga tengah mencari sosok dirinya sendiri, lepas dari nama besar keluarganya. Pertemuan keduanya di jalanan yang sama menjadi titik balik yang menghangatkan sekaligus mengundang tawa, menandai benang merah cerita yang akan dibawa CONJURIG ke layar lebar, bahwa proses sembuh dari patah hati dan menemukan jati diri tidak selalu datang dengan cara yang serius.

​Nama CONJURIG bukan kebetulan terdengar mirip judul horor internasional. Judul ini diambil langsung dari nama komunitas nyata di Bandung, Comjurig, kelompok cosplayer yang biasa mangkal di kawasan Asia Afrika dan Braga sambil mengenakan kostum hantu untuk menghibur wisatawan sekaligus mencari nafkah. Dari fenomena itulah dunia Piit dan Tamy dibangun, bukan sekadar latar fiksi, melainkan potret orang-orang yang bekerja keras meski harus menutup wajah asli mereka di balik riasan.

​"Alun-Alun Bandung punya energi yang unik, ramai, hangat, dan penuh kejutan kecil di setiap sudutnya. Kami ingin CONJURIG menangkap energi itu sekaligus memperkenalkan Piit dan Tamy sebagai dua orang yang mencoba sembunyi dari masalah, tapi justru menemukan diri mereka sendiri di tengah keramaian," kata Tubagus Deddy, Sutradara CONJURIG.

​Bagi Tubagus, ironi itulah yang justru ingin ia tonjolkan, bahwa di balik topeng fisik para cosplayer, ada kejujuran yang lebih nyata dibanding banyak orang yang tampil tanpa riasan sama sekali.

​"Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang nggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin CONJURIG angkat," kata Tubagus Deddy.

​Tantangan tersendiri juga dirasakan Dito Darmawan saat harus membawakan sosok Piit yang tampil dengan balutan kostum dan riasan pocong saat syuting. Bagi Dito, jadi pocong ternyata tidak semudah yang terlihat, riasan tebal dan kondisi syuting bahkan siang hari justru menambah tantangan tersendiri untuk tetap menyampaikan emosi Piit yang kompleks.

​"Ternyata jadi pocong itu nggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya juga tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang. Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan," kata Dito Darmawan, pemeran Piit.

​Dari sisi produksi, Global Borneo Entertainment turut menyampaikan optimismenya jelang penayangan CONJURIG di bioskop.

​"Selain ceritanya yang dekat dengan keseharian, kami juga ingin CONJURIG jadi ruang buat talenta muda Bandung tampil berdampingan dengan aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, dan Ferry Maryadi. Ini cara kami membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional," kata Muhammad Ariza Darmawan dari Global Borneo Entertainment.

​Meski lekat dengan warna khas Bandung, mulai dari alun-alun, komunitas cosplayer jalanan, hingga logat dan candaan sehari-hari, CONJURIG membawa tema yang jauh lebih universal. Patah hati, kebingungan mencari jati diri, dan kebutuhan untuk sesekali "bersembunyi" sebelum berani tampil apa adanya, adalah pengalaman yang bisa dikenali siapa saja, di kota mana pun mereka berada.

​CONJURIG juga dibintangi Ferry Maryadi, Mathias Muchus, Shella Fernanda, Bucek Deep, Joe P Project, Trie Utami, Anyun Cadel, Ikbal Fauzi dan Wina Marino. Film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

​Ikuti terus perkembangan Film CONJURIG di akun Instagram @conjurig.film.

Minggu, 27 September 2026

Semarak Hari Terakhir Halal Indo 2026, Pengunjung Nikmati Promo dan Inspirasi Gaya Hidup Halal

Tangerang, 27 September 2026 — Kemeriahan pengunjung semakin mewarnai hari keempat sekaligus hari terakhir Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Minggu (27/9). Pengunjung memanfaatkan kesempatan terakhir untuk berburu berbagai produk, menikmati promo dari peserta pameran, serta mengikuti rangkaian program yang mengangkat perkembangan industri dan gaya hidup halal.

​Memasuki penyelenggaraan yang ketiga kalinya, Halal Indo terus memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan antara pelaku industri, pemilik merek, dan masyarakat. Berlangsung pada 24–27 September 2026, pameran ini memadukan pengalaman berbelanja dengan edukasi, pengembangan jejaring bisnis, dan hiburan untuk memperkenalkan keragaman produk serta layanan dalam ekosistem halal.

​Aktivitas pengunjung yang menjelahi stan dan mencari penawaran menarik menghidupkan suasana pameran pada hari terakhir. Berbagai produk dan promo yang disediakan peserta pameran menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja sekaligus mengenal merek dan pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Interaksi langsung dengan peserta pameran juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperoleh informasi produk sebelum melakukan pembelian.

​Project Manager Halal Indo 2026, Ismi Puspita, mengatakan bahwa keterlibatan pengunjung menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara pelaku industri halal dengan konsumennya.

​"Memasuki penyelenggaraan ketiga, kami terus mengembangkan Halal Indo agar semakin relevan dengan kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat. Kami ingin pengunjung dapat menemukan produk yang mereka butuhkan, menikmati berbagai penawaran, sekaligus mengenal lebih dekat merek yang berpartisipasi. Bagi peserta pameran, interaksi ini menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar dan membangun kepercayaan konsumen," ujar Ismi.

​Selain berbelanja, pengunjung dapat menikmati berbagai program yang mengulas isu strategis industri halal. Pada hari terakhir, pembahasan mencakup integritas bahan baku, pengembangan industri global, hingga komitmen terhadap produk kesehatan dan farmasi halal.

​Rangkaian tersebut melengkapi pengalaman pengunjung dengan wawasan mengenai proses dan inovasi di balik produk yang digunakan sehari-hari.

​Salah satu agenda yang dihadirkan adalah From Source to Market: Ensuring Halal Integrity in Gelatin and Collagen, yang dijadwalkan menghadirkan BPJPH serta Prof. Dr. Mala Nurilmala, dari Halal Science Center, Institut Pertanian Bogor (IPB). Sesi ini mengangkat pentingnya menjaga integritas halal pada gelatin dan kolagen, termasuk perhatian terhadap bahan baku dalam rantai produksi.

​Perspektif mengenai pengembangan industri turut dibahas dalam Growth Mindset for The Future of Global Halal Industry. Sesi ini dijadwalkan menghadirkan Dr. Shobichatul Aminah, dari UI Halal Center; Prof. Dr. Eko Hari Purnomo, dari IPB; bersama dengan publik figur Ricky Harun dan Herfiza. Perpaduan perspektif tersebut membuka ruang diskusi mengenai masa depan industri halal dan peran masyarakat dalam mendukung pertumbuhannya.

​Sementara itu, sesi Halal in Healthcare & Pharmaceutical Products: PT Darya-Varia Laboratoria Tbk’s Commitment to Consumers mengangkat komitmen terhadap konsumen dalam pengembangan produk kesehatan dan farmasi halal. Sesi ini dijadwalkan menghadirkan Astry Triastuti, Growth Ventures Operating Director, dan Jenny Jamin, Consumer Health Group Division Head.

​Ragam kegiatan hari terakhir juga mencakup workshop bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang membuat karya kreasi berbahan dasar cokelat dengan Afa Cokelat Jember. Pada sesi workshop ini turut mengajak pengunjung yang hadir untuk mencoba membuat karya dari cokelat. Melalui workshop ini, pengunjung diajak mengenal lebih dekat manfaat komoditas sawit, kakao, dan kelapa dalam berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bahan pangan hingga produk perawatan diri dan kebutuhan rumah tangga. Pembahasan tersebut memperluas wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan komoditas sawit serta keterkaitannya dengan rantai nilai industri dan kebutuhan konsumen.

​Kehadiran sesi dan booth BPDP di tengah area pameran melengkapi pengalaman pengunjung Halal Indo 2026 dengan edukasi mengenai bahan baku di balik beragam produk. Selain mengeksplorasi produk dan menikmati promo di area pameran, pengunjung memperoleh kesempatan untuk memahami bagaimana komoditas dalam negeri dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

​Rangkaian edukasi hari terakhir turut dilengkapi Halal Connect x Kajian Musawarah bersama Ust. Ahmad Ridwan, yang memberikan pilihan kegiatan bagi pengunjung di sela-sela menjelajahi pameran.

​Menjelang penutupan, Halal Connect x Scarf Media Fashion Show dijadwalkan berlangsung melengkapi sorotan modest fashion dalam penyelenggaraan Halal Indo 2026. Fashion Show ini​ akan menampilkan hasil karya para desainer muda lulusan Islamic Fashion Institute. Rangkaian penyelenggaraan Halal Indo akan ditutup dengan penampilan New Chapter yang membawakan tribut lagu-lagu The Beatles.

​"Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari pengunjung, serta kerja sama dengan berbagai pihak, dari sponsor, media, partner, vendor, dan pihak-pihak lainnya dalam terselenggaranya Halal Indo 2026. Dari penyelenggaraan Halal Indo ini harapannya, ketertarikan masyarakat selama pameran dapat berlanjut menjadi permintaan terhadap produk halal dan peluang pertumbuhan bagi pelaku usaha di industri halal Indonesia," tambah Ismi.

​Halal Indo 2026 turut didukung oleh APP Group, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, PT Mayora Indah Tbk, dan PT Paragon Technology and Innovation, serta official bank partner dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk. Informasi lebih lanjut mengenai Halal Indo 2026 dapat dilihat pada akun sosial media @halalindoexpo dan situs resmi https://halalindoexpo.com/.



​Tentang Dyandra Promosindo

​Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

​Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 11 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kesebelas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication (Dyacomm), PT Fasen Creative Quality (Quad), PT Visicita Imaji Semesta (Visicomm), PT Idea Besar Komunika (Ideacomm), PT Visi Sarana Media Digital (Underlined), PT Dyan Mas Entertainment (DME Asia), dan PT Dyandra Global Edutainment.

​Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

​Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Sabtu, 26 September 2026

Hari Ketiga Halal Indo 2026 Semakin Marak, Inovasi IKM dan Modest Fashion Lokal Jadi Magnet Pengunjung

Tangerang, 26 September 2026 – Memasuki akhir pekan, penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 pada hari ketiga semakin semarak. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya kunjungan publik yang mengeksplorasi beragam inovasi produk dari sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) hingga perkembangan ekosistem modest fashion nasional. Berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Halal Indo 2026 menjadi ruang pertemuan antara tren gaya hidup masyarakat dengan kreativitas pelaku usaha lokal, sekaligus menghadirkan pengalaman yang memadukan unsur bisnis, edukasi, dan hiburan.

​Memasuki hari ketiga, panggung Halal Connect menghadirkan berbagai sesi edukasi interaktif yang mengangkat isu gaya hidup, kewirausahaan, hingga peluang bisnis halal. Salah satunya melalui sesi "From Faith to Business: Building a Halal Life & Legacy" yang menghadirkan tokoh publik Dimas Seto dan Dhini Aminarti. Eksplorasi mengenai bisnis halal juga hadir melalui sesi "Beyond the Label: Exploring the World of Halal Business" bersama Annisa Swafira, CEO Lokasaji, dan kreator Almeyda Nayara. Sementara itu, perspektif generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi dibahas dalam sesi "How Gen Z Can Survive in This Economy" bersama Tyas Ayu.

​Tak hanya melalui panggung edukasi, semangat inovasi juga terasa kuat di area pameran yang menjadi etalase perkembangan IKM dan modest fashion Indonesia. Para pelaku usaha lokal menampilkan kreativitas melalui beragam koleksi busana muslim kontemporer, material berkualitas, serta produk gaya hidup yang mengedepankan perpaduan antara estetika, fungsi, dan nilai-nilai halal.

​Project Manager Halal Indo 2026, Ismi Puspita, mengatakan bahwa momentum akhir pekan menjadi kesempatan penting untuk memperluas eksposur produk IKM dan jenama fesyen lokal sekaligus mempertemukannya secara langsung dengan konsumen.

​"Antusiasme pengunjung di hari ketiga ini menunjukkan bahwa inovasi dari produk IKM dan lini modest fashion kita memiliki daya tarik pasar yang sangat kuat. Melalui Halal Indo 2026, kami berupaya menyediakan panggung yang inklusif agar kreativitas pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan keseharian dan preferensi konsumen domestik, sekaligus menjadi stimulus bagi perputaran ekonomi kreatif," ujar Ismi.

​Geliat sektor modest fashion yang terlihat sepanjang penyelenggaraan Halal Indo 2026 juga sejalan dengan visi strategis yang disampaikan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada hari pembukaan. Dalam pidatonya, Agus menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dalam ekosistem industri halal dunia dan menempati posisi pertama secara global untuk sektor modest fashion.

​Dengan populasi sekitar 252,8 juta penduduk muslim, Indonesia memiliki basis konsumen yang besar sekaligus menjadi kekuatan penting bagi pengembangan industri halal nasional.

​"Posisi kita cukup kuat, peringkat pertama untuk modest fashion dan peringkat ketiga untuk makanan halal. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki pasar yang besar, tetapi juga telah memiliki pijakan yang kuat. Inilah modal yang perlu kita manfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi semakin kuat sebagai produsen dan berperan penting dalam rantai pasok halal dunia," urai Agus Gumiwang.

​Menerjemahkan visi tersebut ke dalam area pameran, inovasi IKM dan pelaku usaha modest fashion sukses menjadi magnet utama pengunjung. Berbagai jenama lokal dan binaan IKM memamerkan koleksi unggulan mereka, mulai dari busana siap pakai (ready-to-wear), hijab, hingga aksesori yang menggabungkan estetika tren modern dengan nilai-nilai kepatuhan syariat. Kehadiran produk-produk ini membuktikan bahwa inovasi lokal memiliki daya saing kualitas, material, dan desain yang siap memenuhi selera pasar, baik di tingkat domestik maupun global.

​Memasuki akhir pekan, geliat pengunjung juga semakin terasa melalui berbagai program dan aktivasi. Pengunjung memburu promo dari berbagai brand yang menawarkan harga spesial yang eksklusif dihadirkan di Halal Indo 2026.

​Pengalaman eksplorasi pameran semakin menarik dengan hadirnya Halal Passport, yang mengajak pengunjung bersama keluarga maupun kerabat menyelesaikan misi di sejumlah area stan untuk mendapatkan hadiah eksklusif harian. Di sisi lain, para pembuat konten dan pelaku jasa titip (jastip) kian gencar memaksimalkan kunjungan mereka untuk bersaing di ajang Creator of the Day dan Jastiper All yang semakin kompetitif mendekati akhir pameran. Momen ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk merencanakan perjalanan ibadah melalui penawaran khusus dari AMI Tour, mulai dari potongan harga pendaftaran haji dan umrah hingga giveaway tiket penerbangan.

​Halal Indo 2026 masih akan berlangsung hingga hari terakhir pada 27 September 2026 di ICE BSD City. Informasi lebih lanjut mengenai program dan peserta pameran dapat diakses melalui Instagram @halalindoexpo serta situs resmi halalindo.com.

​Tentang Dyandra Promosindo

​Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

​Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 11 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kesebelas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication (Dyacomm), PT Fasen Creative Quality (Quad), PT Visicita Imaji Semesta (Visicomm), PT Idea Besar Komunika (Ideacomm), PT Visi Sarana Media Digital (Underlined), PT Dyan Mas Entertainment (DME Asia), dan PT Dyandra Global Edutainment.

​Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

​Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Terjebak Hubungan yang Menyakitkan, Stevan Pasaribu dan Andi Rianto Hadirkan “siapa yang tahan”

​ Jakarta, 30 September 2026 — Ada kalanya seseorang bertahan bukan karena masih bahagia, tetapi karena masih berharap semuanya bisa kembal...