Kamis, 15 Oktober 2026

Gala Premiere 'Beautiful Pain' Berhasil Suarakan Kekuatan Wanita, Bukti Bahwa Meninggalkan Hubungan Toxic Bukan Tanda Kekalahan

​Jakarta, 15 Oktober 2026 — Gala Premiere film Beautiful Pain di Epicentrum XXI bukan sekadar selebrasi sinema, melainkan ruang aman yang mengamplifikasi jeritan para penyintas kekerasan seksual, korban rumah tangga toxic dan keteguhan ibu tunggal merebut kembali harga dirinya. Malam Gala Premiere ini sekaligus menjadi panggung empati dan perlawanan sosial yang sunyi namun berani bersikap.

​Alih-alih sekadar momen peluncuran karya, malam ini menjelma menjadi ruang pengakuan kolektif bagi perempuan-perempuan yang pernah dipaksa menelan getirnya bertahan dalam pernikahan yang toxic, dihakimi saat memilih bercerai, hingga harus bertarung sendirian ketika menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di tengah masyarakat yang gemar menyalahkan korban (victim blaming).

​Film hasil kolaborasi rumah produksi Dapur Film bersama produser Hanung Bramantyo dan debut Executive Producer Nikita Mirzani ini dihadiri langsung oleh jajaran kreator serta ansambel pemeran lengkap, yang terdiri dari Dmaz Brodjonegoro (Sutradara), Hanung Bramantyo (Produser), dan Titien Wattimena (Penulis Skenario). Serta jajaran Pemeran; Raihaanun (Niken), Baim Wong (Dirga), Tarra Budiman (Randy), Anantya Kirana (Naia), Evano Zyan (Dio), Jajang C. Noer (Rahmania), Dimas Aditya (Gerry), Siti Fauziah (Sekarsari), Berlliana Lovel (Diana), dan Anastasia Herzigova (Jane).

​Jeritan Sunyi Niken: Dari Lingkaran Pernikahan Toxic hingga Ujian Pelecehan Seksual

​Beautiful Pain menceritakan pergulatan batin karakter Niken (Raihaanun) sebagai cerminan realitas pahit yang dihadapi banyak perempuan di Indonesia. Niken mengambil keputusan paling berisiko dalam hidupnya: memutus rantai rumah tangga toxic bersama suaminya, Dirga (Baim Wong), demi menyelamatkan kesehatan mental dan masa depan kedua buah hatinya. Ia rela meninggalkan seluruh kenyamanan materi, menelan harga diri untuk kembali ke rumah sang ibu, dan memungut serpihan hidupnya dari titik nol dalam kesederhanaan.

​Namun, ujian pasca-perceraian ternyata jauh lebih kejam. Saat berikhtiar mencari nafkah mandiri dan memperjuangkan hak asuh anak-anaknya, Niken justru dihadapkan pada teror pelecehan seksual dan fitnah keji. Bukannya mendapat perlindungan, lingkungan sekitar justru kerap memojokkan, meragukan integritasnya, dan menuntutnya untuk bungkam demi menjaga "nama baik".

​Di titik nadir inilah Niken menolak untuk terus menjadi korban. Ia memilih jalan tersulit: memecah kehebingan, bersuara lantang (speak up), dan bertarung melawan stigma demi mempertahankan martabat diri serta hak anak-anaknya.

​Aktris peraih Piala Citra Raihaanun tak kuasa menahan haru saat membagikan beban emosional yang ia pikul selama menyelami jiwa Niken. "Setiap orang, setiap wanita, pasti pernah merasakan jatuh dan terjebak dalam jurang yang paling dalam. Niken adalah gambaran nyata wanita-wanita di luar sana yang kuat dan mampu melepaskan masa lalunya yang toxic. Tapi yang paling menyakitkan adalah ketika seorang perempuan sudah berusaha bangkit, ia malah kembali diuji dengan pelecehan dan fitnah di saat orang sekitar justru menyalahkannya. Menjadi ibu tunggal yang berani bicara dan melawan demi anak itu butuh keberanian yang luar biasa berdarah-darah. Aku harap kalian yang sedang mengalami apa yang dialami Niken bisa melihat film ini dan menyadari bahwa kalian tidak sendiri, kalian tidak salah, dan kalian sangat pantas untuk mendapatkan ketenangan serta kebahagiaan," ungkap Raihaanun penuh getar ketegasan.

​Sutradara & Produser: Film sebagai Media Pemecah Keheningan

​Langkah berani mengangkat tabu pelecehan dan perceraian ini sekaligus menandai debut penyutradaraan layar lebar bagi Dmaz Brodjonegoro. Mengembangkan naskah bersama Titien Wattimena, Dmaz menegaskan bahwa sinema harus berpihak pada korban.

​"Dari awal saya sangat ingin film ini tidak hanya menjadi sekadar tontonan hiburan, namun dapat memantik perbincangan-perbincangan penting yang selama ini dibungkam di masyarakat kita. Bagaimana perempuan sering kali tidak punya ruang aman untuk bersuara saat disakiti, dan betapa beratnya beban seorang ibu yang berjuang sendirian. Saya harap kita semua bisa berusaha untuk menjadi orang yang lebih berempati dan lebih baik setelah menonton Beautiful Pain," tegas Dmaz.

​Produser Dapur Film, Hanung Bramantyo, mengarisbawahi pentingnya ketajaman perspektif yang dibawa oleh Dmaz dalam menerjemahkan isu sensitif ini ke layar lebar. "Saat saya mengembangkan cerita ini bersama Dmaz dan Mba Titin Wattimena, saya sudah bisa melihat kalau Dmaz adalah seorang sutradara yang punya visi kemanusiaan yang kuat, dan saya sangat bangga bisa mendukung visinya tersebut," puji Hanung Bramantyo.

​Sementara itu, Executive Producer Nikita Mirzani turut menitipkan pesan khusus yang menegaskan sikap pantang menyerah bagi seluruh perempuan yang hadir malam itu: "Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini adalah film tentang semua wanita Indonesia, yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan."

​Membakar Rasa Malu, Mengubah Trauma Menjadi Sayap Kekuatan

​Kekuatan emosional malam Gala Premiere kian terasa nyata melalui instalasi puluhan kertas berbentuk kupu-kupu yang menghiasi lobi Epicentrum XXI. Kupu-kupu tersebut bukan sekadar dekorasi, melainkan ruang katarsis yang memuat curahan hati anonim publik: kisah tentang trauma perselingkuhan, perihnya menjadi korban kekerasan yang disalahkan lingkungan, rasa bersalah seorang ibu tunggal, hingga kalimat afirmasi keberanian untuk sembuh.

​Instalasi ini menjadi simbol metamorfosis sempurna, bahwa dari kepompong rasa sakit dan trauma yang paling gelap sekalipun, keberanian untuk bersuara mampu melahirkan sayap ketangguhan (Every pain has a beautiful side).

​Mengusung pesan moral "Fight the Trauma", film Beautiful Pain siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Mari bersama menyuarakan keberanian dan saling menguatkan. Ikuti kabar terbaru dan ruang diskusi resmi melalui akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Dari Folklore ke Era Viral, Lingsir Wengi: Motel Malioboro Hadirkan Horor yang Dekat dengan Generasi Digital

​Lagu 'Lingsir Wengi' Jadi Jembatan antara Khazanah Budaya, Imajinasi Populer, dan Kehidupan Generasi Digital

​Jakarta, 14 Oktober 2026 – Lagu Lingsir Wengi telah lama hadir dalam khazanah budaya Jawa dan berkembang dengan beragam pemaknaan dari generasi ke generasi. Dalam budaya populer, Lingsir Wengi juga kerap hadir dan bersinggungan dengan cerita misteri dan horor. Pertemuan antara sesuatu yang telah dikenal lintas generasi dengan kehidupan anak muda di era digital kini menjadi salah satu elemen penting dalam film horor terbaru produksi LAB Pictures, Lingsir Wengi: Motel Malioboro, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

​Disutradarai oleh Adhe, yang juga bertindak sebagai produser bersama Jason G., Lingsir Wengi: Motel Malioboro mengikuti Putik, Ryan, Avo, Anggie, dan Dita, lima sahabat di balik kanal horor DuniaHorror62. Sebuah penelusuran membawa mereka ke motel tua di kawasan Malioboro, tempat rasa penasaran mempertemukan mereka dengan rekaman Lingsir Wengi. Dari sana, apa yang semula mereka anggap sebagai materi untuk konten berkembang menjadi pengalaman yang tidak pernah mereka bayangkan.

​Dalam film ini, Lingsir Wengi tidak sekadar ditempatkan sebagai elemen pembangun suasana. Kehadirannya menjadi penghubung antara sesuatu yang telah lama hidup dalam ingatan budaya dengan dunia generasi yang tumbuh bersama kamera, media sosial, dan dorongan untuk mendokumentasikan hampir setiap pengalaman.

​Bagi sutradara, pemilihan lagu Lingsir Wengi membuka ruang untuk mempertemukan elemen budaya yang telah dikenal masyarakat dengan kehidupan anak muda masa kini.

​"Lingsir Wengi memiliki tempat tersendiri dalam ingatan kolektif masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan cerita misteri dan horor. Saya tertarik membawa elemen ini ke dalam konteks kehidupan anak muda yang akrab dengan dunia digital, sekaligus menjadikannya bagian dari perjalanan karakter dalam menghadapi pilihan dan konsekuensi mereka," ujar Adhe.

​Di sisi lain, pertemuan dua dunia tersebut juga membuka pertanyaan yang sangat kontemporer: sejauh mana seseorang bersedia melangkah demi sebuah konten?

​Ambisi untuk mengembangkan DuniaHorror62 membawa kelima sahabat itu semakin jauh dalam penelusuran mereka. Namun Lingsir Wengi: Motel Malioboro perlahan mengaburkan batas antara apa yang mereka kejar untuk kamera dan apa yang kemudian harus mereka hadapi sendiri.

​Lingsir Wengi: Motel Malioboro mempertemukan dua hal yang berada sangat dekat dengan kehidupan penonton hari ini: cerita dan ingatan budaya yang diwariskan lintas generasi, serta kehidupan digital yang membuat hampir segala pengalaman dapat direkam dan dibagikan kepada publik. Film ini tidak menempatkan keduanya untuk saling bertentangan, tetapi menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang untuk membangun misteri sekaligus konflik para karakternya.

​Elsaputra D. Justia, selaku produser eksekutif bersama Richard Suwandi, menyampaikan bahwa film ini berangkat dari elemen budaya yang akrab bagi masyarakat, tetapi dikemas melalui perspektif yang relevan dengan kehidupan generasi masa kini.

​"Melalui Lingsir Wengi: Motel Malioboro, kami ingin menghadirkan film yang tidak hanya menawarkan misteri dan ketegangan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan kehidupan penonton, terutama generasi muda yang akrab dengan dunia konten digital. Kami berharap penonton dapat menikmati pengalaman horornya sekaligus menemukan dinamika keluarga baru yang lahir dari persahabatan, konflik, dan pilihan-pilihan keluarga baru tersebut yang membuat ceritanya terasa nyata dengan kehidupan mereka," ujar Elsaputra.

​Menurut Jason selaku produser, Lingsir Wengi: Motel Malioboro tidak hanya menawarkan pengalaman horor, tapi juga menghadirkan dinamika hubungan antarmanusia. "Di balik teror dan misteri yang dihadapi kelima karakter, ada cerita tentang menemukan keluarga dalam hubungan persahabatan, pengkhianatan, petualangan, dan kisah cinta yang membentuk perjalanan mereka. Kami juga ingin mengangkat tema keikhlasan, tentang bagaimana seseorang belajar menerima kenyataan dan melepaskan sesuatu yang tidak lagi bisa dipertahankan," ujarnya.

​Dibintangi oleh Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, dan Chelcy Clarissa, Lingsir Wengi: Motel Malioboro akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

​Ikuti perkembangan terbaru Lingsir Wengi: Motel Malioboro melalui akun Instagram @filmlingsirwengi.

​Tidak semua yang ditemukan harus dijadikan konten...

Rabu, 14 Oktober 2026

FIA RALLYCROSS WORLD CUP INDONESIA 2026: BAWA INDONESIA KE PANGGUNG MOTORSPORT DUNIA, SAMBUT 5 ABAD KOTA JAKARTA

​JAKARTA, 14 Oktober 2026 – Indonesia siap kembali ke panggung motorsport dunia melalui FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026. Digelar di Ancol Rallycross Circuit Jakarta, pada 5–6 Desember 2026, ajang ini akan menghadirkan persaingan sengit para pembalap kelas dunia dalam salah satu disiplin motorsport paling unik, yang memadukan lintasan aspal dan tanah. SARGA.CO, melalui divisi SARGA MOTORSPORT, dipercaya oleh Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini, yang akan menjadi satu-satunya event motorsport internasional di Jakarta pada tahun ini.

​Selain memperkuat langkah SARGA MOTORSPORT dalam memajukan ekosistem olahraga dan hiburan premium berstandar global di Indonesia, FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 juga mendukung posisi Jakarta sebagai kota global, terutama sebagai destinasi sport dan entertainment (sportainment) di dunia jelang perayaan 5 Abad Kota Jakarta.

​Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap gelaran motorsport internasional, FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 menargetkan 25.000 penonton setiap harinya. Optimisme ini turut didukung oleh keunikan kompetisi tersebut, yang menjadi satu-satunya ajang FIA Rallycross World Cup di luar Eropa tahun ini, yang menghadirkan kesempatan bagi penggemar motorsport di Indonesia untuk menyaksikan langsung aksi rallycross kelas dunia.

​Deputy Chief of SARGA MOTORSPORT Ricky Wirjan mengatakan, FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 hadir di Jakarta menandai ekspansi disiplin rallycross di Asia. Kehadirannya di Ancol diharapkan memperkuat daya tarik Kota Jakarta sebagai destinasi sportainment, mendorong pertumbuhan ekosistem motorsport di dalam negeri, menarik audiens domestik maupun internasional, serta memberikan multiplier effect bagi industri terkait.

​“Bagi SARGA MOTORSPORT, FIA Rallycross World Cup bukan sekadar menghadirkan satu event internasional, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun ekosistem rallycross dan motorsport yang semakin kuat di Indonesia. FIA telah mempercayakan SARGA MOTORSPORT untuk menyelenggarakan event ini selama lima tahun ke depan, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis bagi pengembangan rallycross,” ujar Ricky.

​Seperti diketahui, format World Cup untuk ajang bergengsi ini hadir untuk pertama kalinya di Jakarta, dengan dua kategori balapan, yakni kelas tertinggi RX1 dan RX5. Sejumlah nama besar pembalap dunia telah menyatakan kesiapannya bertarung di Ancol Rallycross Circuit Jakarta. SARGA MOTORSPORT juga telah membentuk line-up yang diperkuat Sébastien Loeb, juara dunia World Rally Championship (WRC) sembilan kali berturut-turut, dan Kevin Hansen, juara FIA Extreme H World Cup 2025, yang akan menjadi rekan satu tim di kategori RX1. Sementara itu, pembalap muda Indonesia Kingston Effendi akan mewakili SARGA MOTORSPORT di kategori RX5.

​Penyelenggaraan FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 mendapat dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta. Dalam mempersiapkan ajang tersebut, SARGA MOTORSPORT berkoordinasi erat dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta serta didukung sejumlah perangkat daerah dan BUMD terkait. Kolaborasi mencakup berbagai aspek persiapan, mulai dari kesiapan venue dan infrastruktur, transportasi publik, promosi dan aktivasi kota, hingga dukungan teknis penyelenggaraan. Salah satu bagian utama dari persiapan tersebut adalah transformasi The Jakarta International E-Prix Circuit di Ancol menjadi Ancol Rallycross Circuit Jakarta, yang pembangunannya telah dimulai sejak September 2026.

​“Menyongsong 5 Abad Kota Jakarta, komitmen lima tahun penyelenggaraan Rallycross World Cup ini memiliki arti dan kontribusi penting bagi Pemprov DKI Jakarta, terutama dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai Kota Global. Bersama SARGA MOTORSPORT, kami siap menghadirkan balapan rallycross yang benar-benar memenuhi standar sportainment kelas dunia,” tegas Kadispora Pemprov DKI Jakarta Andri Yansyah.

​Ricky menjelaskan, kendati rallycross masih relatif baru bagi masyarakat Indonesia, karakter balapannya menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan balapan sirkuit konvensional. Rallycross berlangsung dalam balapan pendek berintensitas tinggi di atas dua karakter lintasan berbeda, dengan komposisi sekitar 60 persen aspal dan 40 persen gravel atau tanah dan kerikil. Para pembalap dituntut untuk mengambil keputusan cepat dalam memperebutkan posisi terdepan, menciptakan persaingan jarak dekat dan dinamika balapan yang dapat berubah dalam waktu singkat.

​Saksikan FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 pada 5–6 Desember di Ancol Rallycross Circuit, Jakarta, dan rasakan langsung keseruan balapan motorsport yang berbeda: cepat, intens, dan penuh aksi yang berlangsung nyaris tanpa jeda hingga garis finis. Ajang ini menjadi pilihan hiburan akhir pekan yang sayang untuk dilewatkan, tidak hanya bagi pencinta motorsport, tetapi juga anak muda, keluarga, maupun teman-teman yang ingin menikmati keseruan bersama. Informasi lebih lanjut dan pembelian tiket dapat diakses melalui: https://sargamotorsport.co/ serta Instagram @sargamotorsport.

​Tentang SARGA.CO

​SARGA.CO adalah perusahaan ekosistem premium 360° olahraga dan hiburan (sport & entertainment) terdepan di Indonesia, yang menghadirkan platform terintegrasi mencakup kekayaan intelektual (IP), hak media, venue operator, serta pengalaman acara langsung.

​Didirikan pada 2023, SARGA.CO juga adalah promotor pacuan kuda profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia melalui IP unggulannya, Indonesia's Horse Racing (IHR). Dengan memodernisasi pengelolaan, komersialisasi, dan penyajian olahraga pacuan kuda, SARGA.CO tidak hanya meningkatkan standar industri, tetapi juga menciptakan nilai hiburan baru yang relevan dengan perkembangan zaman, serta merevitalisasi warisan berkuda Indonesia bagi generasi masa kini.

​Berangkat dari fondasi tersebut, SARGA.CO memperluas kiprahnya ke dunia motorsport dengan mengembangkan format event inovatif dan menghadirkan pengalaman kelas dunia yang memperkaya lanskap olahraga dan hiburan Indonesia. Dengan salah satu populasi terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar, dan SARGA.CO, melalui SARGA MOTORSPORT, berkomitmen membangun industri yang lebih profesional, terhubung, dan berkelanjutan.

​Lebih dari sekadar promotor acara, SARGA.CO membangun platform jangka panjang yang mentransformasi olahraga menjadi hiburan premium yang memenuhi standar global. Melalui kemitraan strategis, model bisnis berbasis IP yang dirancang untuk pertumbuhan berkelanjutan, serta inisiatif pengembangan talenta, Perusahaan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan, memperkuat keterlibatan komunitas, serta berkontribusi pada perkembangan ekonomi dan budaya Indonesia melalui penyelenggaraan acara nasional maupun internasional—mewujudkan ekosistem yang benar-benar terintegrasi.

​Tentang FIA Rallycross World Cup

​FIA Rallycross World Cup perdana akan berlangsung di Jakarta, Indonesia, pada 5-6 Desember 2026. Ajang ini menjadi penyelenggaraan pertama FIA Rallycross World Cup di Asia sekaligus menjadi tonggak penting dalam perkembangan rallycross di tingkat global.

​Diselenggarakan oleh FIA bekerja sama dengan SARGA.CO, ajang ini akan membawa kompetisi motorsport kelas dunia ke salah satu pasar olahraga terbesar dan memiliki tingkat antusiasme paling tinggi di dunia.

​Dengan menghadirkan sejumlah nama besar dalam dunia rallycross, FIA Rallycross World Cup diharapkan menjadi platform internasional baru bagi perkembangan olahraga ini, sekaligus mempertemukan penggemar, pembalap, dan komunitas melalui kompetisi berintensitas tinggi serta pengalaman event yang inovatif.

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Ekspektasi Jadi Pahlawan, Realitas Dicap Jadi Beban Lingkungan!

Jakarta, 14 Oktober 2026 – Jika hidup Anda belakangan terasa seperti lelucon yang salah sasaran, tenang saja: Anda tidak sendirian. Rumah produksi Amadeus Sinemagna merilis sudut pandang paling getir sekaligus menghibur lewat film layar lebar terbaru, GJLS: Berapi-Api. Kali ini, trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir mendedikasikan layar perak sebagai cermin besar bagi siapa saja yang akrab dengan predikat "beban lingkungan".

​Tragedi Ambisi Heroik: Mau Jadi Pahlawan, Malah Jadi Pelayan Publik Serba Bisa

​Dalam arahan sutradara Monty Tiwa, ironi dibuka dengan cerita tiga sahabat masa kecil yang bermimpi gagah menentang selang di tengah kobaran api gedung bertingkat. Sayangnya, semesta dan tes fisik akademi sepakat bahwa mereka tidak berbakat. Dicap gagal total saat karantina, trio ini diasingkan dari operasi bergengsi.

​Alih-alih menyiram api, mereka dicampakkan ke peringkat paling bawah untuk mengerjakan tugas-tugas yang kerap diabaikan institusi: melepas kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar tetangga, menembus birokrasi wali kelas demi mengambil rapor anak SD, hingga mendadak jadi pawang warga kesurupan. Ada heroisme murni yang getir di sana: mereka tetap berseragam pemadam kebakaran resmi, tapi musuh terbesarnya bukan lidah api, melainkan rasa malu dan kepasrahan.

​Niat Menertawakan Orang Lain, Malah Menangisi Diri Sendiri

​Kekuatan satir film ini rupanya bekerja dengan cara yang tak terduga. Di balik lelucon spontan yang menertawakan ketidakbecusan karakter utamanya, penonton justru disodori potret persahabatan tulus yang bertahan di titik terendah.

​Ironi tersebut terbukti saat sesi penayangan khusus terbatas digelar baru-baru ini. Niat awal masuk bioskop untuk menertawakan kelucuan trio abang-abang, beberapa penonton justru pulang dengan mata sembap.

​"Awalnya pengin ngetawain kebodohan mereka bertiga. Pas di tengah jalan, baru sadar kalau yang lagi diketawain itu nasib saya sama temen-temen sendiri pas lagi gagal barengan. Nonton komedi tapi pulangnya malah nyesek dan kangen kawan lama," tutur salah seorang penonton sesi penayangan khusus.

​Sudah Siap Untuk Menyaksikan Kekonyolan Sekaligus Kegetiran Hidup Tiga Sahabat Ini?

​Disutradarai oleh sineas kawakan Monty Tiwa, film ini diperkuat oleh deretan bintang lintas genre: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.

​Bagi penonton yang butuh ruang aman untuk menertawakan nasib sebelum akhir tahun, tim promosi menggelar agenda penayangan spesial bertajuk "Pemadaman Duluan" yang menyambangi 23 kota terpilih:

  • ​Wilayah Jabodetabek & Sekitarnya: Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Sukabumi.

  • ​Wilayah Jawa Barat & Tengah: Bandung, Sumedang, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Solo, Yogyakarta.

  • ​Wilayah Jawa Timur: Madiun, Kediri, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Malang.

  • ​Wilayah Sumatera: Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru.

​Catat Tanggal Tayang Reguler Bioskop!

​GJLS: Berapi-Api resmi meluncur serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Informasi jadwal tiket penayangan khusus dapat dipantau langsung melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment. 

Usai Borong Penghargaan Internasional, Film Drama-Action ‘Bandit’ Resmi Berkompetisi di Jakarta Film Week 2026

Jakarta, 12 Oktober 2026 – Setelah melanglang buana dan menorehkan prestasi gemilang di berbagai panggung festival film dunia, film drama-action tanah air, Bandit, bersiap menyapa kembali penonton Indonesia. Film garapan sutradara berpengalaman internasional Brian L. Tan ini secara resmi terpilih untuk berkompetisi dan tayang di ajang bergengsi Jakarta Film Week (JFW) 2026 dalam program kompetisi Direction Award.

​Bersinar di Berbagai Festival Film

​Kembalinya Bandit ke tanah air menjadi momen yang sangat dinantikan setelah rentetan kesuksesannya memikat kurator serta juri film global. Disutradarai oleh Brian L. Tan, sineas Indonesia dengan rekam jejak panjang di produksi film-film blockbuster Hollywood seperti Tron: Legacy, X-Men: First Class, dan The Girl with the Dragon Tattoo, film ini memadukan visual berkelas tinggi, ketegangan intens, dan sisi kelam Pulau Dewata yang jarang diangkat ke layar lebar.

​Sebelum mendarat di Jakarta Film Week, Bandit telah menempuh perjalanan festival yang sangat impresif di kancah global. Film ini sukses membawa pulang piala kemenangan utama sebagai peraih Grand Jury Award untuk Best Feature Film di ajang Dances With Films Los Angeles 2026, memenangkan Best Foreign Film pada The 18th Burbank International Film Festival, serta menyabet penghargaan Best Cinematography Feature untuk sinematografer Austin Ahlborg di Catalina Film Festival 2026.

​Prestasi tersebut kian diperkuat dengan raihan tujuh nominasi bergengsi di FilmQuest 2026, yang mencakup kategori Best Feature Film, Best Director untuk Brian L. Tan, Best Screenplay untuk Husein M. Atmodjo, Best Actor untuk Wafda Saifan, Best Supporting Actor untuk Teuku Rifnu Wikana, Best Cinematography untuk Austin Ahlborg, dan Best Sound untuk Michael Moeding.

​Selain itu, film ini juga sempat menjadi sorotan lewat penayangan khusus di Balinale International Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), serta terpilih dalam Official Selection di Dili International Film Festival.

​Kisah film ini berpusat pada dua sahabat, Gatra dan Tiar, yang merencanakan satu aksi perampokan terakhir di Bali demi mengakhiri kemiskinan yang menjerat hidup mereka. Namun, rencana yang dirancang matang tersebut seketika berubah menjadi mimpi buruk saat mereka menemukan sosok mayat di dalam bagasi mobil yang mereka curi. Diburu tanpa ampun oleh kawanan preman sadis dan kejaran polisi, keduanya dipaksa mengandalkan kecerdikan, nyali, serta kesetiaan satu sama lain demi bertahan hidup melewati malam yang panjang.

​Intensitas cerita yang dibawakan dalam film Bandit dihidupkan lewat performa apik deretan aktor papan atas Indonesia, yakni Wafda Saifan, Roy Sungkono, Teuku Rifnu Wikana, dan Claresta Taufan yang telah mendapat berbagai pengakuan di festival internasional.

​Sinopsis Film Bandit

​Ketika istri Gatra yang sedang hamil mengalami komplikasi medis yang berbahaya, rasa putus asa memaksa nya untuk kembali ke dunia kriminal dan mencuri sebuah mobil. Bersama Tiar, mantan partner kejahatannya, aksi tersebut semula dikira berjalan lancar. Namun, situasi berubah menjadi horor ketika mereka menemukan mayat termutilasi dan sebilah pistol di dalam mobil misterius tersebut.

​Kini, diburu oleh pemilik mobil yang haus balas dendam dan kejam, keduanya terjebak dalam mimpi buruk penuh kekerasan di tengah malam gelap. Fajar adalah satu-satunya harapan mereka untuk selamat, itu pun jika mereka masih hidup untuk menyaksikannya.

​Penayangan Bandit di Jakarta Film Week 2026 menjadi penanda penting sekaligus langkah pemanasan sebelum film ini resmi menyapa penonton luas di jaringan bioskop komersial Indonesia dalam waktu dekat.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Bandit dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @bandit.film.

Harga Rumah Seken Tumbuh di Bawah Inflasi, tetapi Naik di 10 dari 13 Kota


  • ​Pada September 2026, Resale Price Index (RPI) rumah sekunder naik 0,4% secara tahunan, sementara inflasi mencapai 3,3%. Selisihnya 2,9 poin persentase, melebar dari 1,9 poin persentase pada Juli 2026.

  • ​Pertumbuhan tahunan RPI berada di bawah inflasi selama 18 bulan berturut-turut, sejak April 2025.

  • ​Di tingkat kota, 10 dari 13 kota yang dipantau mencatat kenaikan harga tahunan. Makassar tumbuh tertinggi, sebesar 10,2%.

​Jakarta, 14 Oktober 2026 – Harga rumah sekunder di Indonesia tumbuh lebih lambat daripada inflasi pada September 2026. Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 mencatat Resale Price Index (RPI) naik 0,1% secara bulanan dan 0,4% secara tahunan. Pada periode yang sama, inflasi tahunan tercatat 3,3%, atau 2,9 poin persentase di atas pertumbuhan RPI.

​Selisih itu terus melebar sepanjang kuartal III 2026. Pertumbuhan tahunan RPI melambat dari 0,9% pada Juli menjadi 0,4% pada September, sementara inflasi naik dari 2,9% menjadi 3,3%. Akibatnya, jarak keduanya bertambah dari 1,9 menjadi 2,9 poin persentase. Sejak April 2025, pertumbuhan tahunan RPI belum pernah kembali melampaui inflasi.

​Namun, angka nasional ini tidak berarti harga melemah merata. Sebanyak 10 dari 13 kota yang dipantau masih mencatat kenaikan harga tahunan, sedikit berkurang dari 11 kota pada Agustus. Makassar memimpin dengan kenaikan 10,2%, konsisten di kisaran 9,5–10,2% sepanjang kuartal III, disusul Denpasar 3,5% dan Surakarta 3,3%. Tiga kota lainnya bergerak datar hingga turun tipis: Yogyakarta 0,0%, Tangerang -0,1%, dan Semarang -0,5%.

​“Sepanjang kuartal ketiga, jarak antara pertumbuhan harga rumah seken dan inflasi terus melebar. Artinya, secara riil harga rumah seken cenderung tertahan. Tetapi pergerakan di tiap kota sangat berbeda: Makassar tumbuh dua digit, sementara Semarang dan Tangerang terkoreksi tipis. Karena itu, angka nasional perlu dibaca bersama data per kota,” ujar Marisa Jaya, Head of Research Rumah123.

​Dari sisi suplai, volume listing rumah sekunder naik 0,5% dibandingkan Agustus 2026, tetapi masih 13,6% lebih rendah dibanding September 2025. Kontraksi tahunan ini membaik bertahap dari -16,4% pada Juli, namun pasokan rumah seken masih lebih ketat dibanding tahun lalu.

​Pada data popularitas pencarian, Tangerang dan Jakarta Selatan mencatat proporsi terbesar, masing-masing 13,2%, diikuti Jakarta Barat 10,6%. Dibanding September 2025, proporsi Jakarta Pusat naik 1,3 poin persentase, Jakarta Utara 1,0 poin persentase. Sementara itu, proporsi di Jakarta Timur dan Tangerang turun masing-masing 0,9 poin persentase, dan Jakarta Barat turun 0,6 poin persentase.

​Pola ini mengindikasikan minat pencarian mulai bergeser ke kawasan pusat dan utara Jakarta, meski Tangerang masih menjadi salah satu lokasi yang paling banyak dicari.

​“Data harga, suplai, dan popularitas pencarian memberi gambaran dari sisi pasar yang berbeda. Secara nasional, pertumbuhan harga rumah sekunder masih tertahan dibandingkan inflasi, tetapi sejumlah kota tetap mencatat kenaikan. Di sisi lain, minat pencarian juga menunjukkan perubahan antarlokasi. Karena itu, membaca tren per kota membantu masyarakat dan pelaku industri memahami dinamika pasar dengan lebih utuh,” ujar Marisa.

​Flash Report Oktober 2026 by Rumah123 menyajikan pemantauan harga dan suplai rumah sekunder serta popularitas lokasi pencarian pada September 2026. Data ini memberikan gambaran tentang perbedaan kondisi pasar antarkota dan dapat menjadi salah satu referensi bagi masyarakat serta pelaku industri dalam memahami perkembangan properti.

​Kunjungi Pressroom Rumah123 di laman www.rumah123.com/pressroom/ untuk informasi terbaru mengenai profil perusahaan, rilis pers, serta materi foto dan video. Untuk mengakses laporan tren pasar properti, Flash Report, dan laporan eksklusif dengan analisis yang lebih mendalam kunjungi 123PropInsight di laman www.rumah123.com/data-properti/

​Tentang Rumah123

​Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya.

​Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan pindah KPR, dan pindah KPR.

​Portal: www.rumah123.com

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/rumah123/

Selasa, 13 Oktober 2026

Film Perayaan Pertama Merampungkan Syuting, Dibintangi Morgan Oey, Ladya Cheryl, dan Abby Latip, Jadi Film Kedua Sutradara Jason Iskandar, Tayang di Bioskop pada 2027

Jakarta, 13 Oktober 2026 — Rumah produksi Studio Antelope baru saja merampungkan syuting film terbaru karya sutradara Jason Iskandar, Perayaan Pertama, yang memiliki judul internasional First Breath After Coma. Film ini merupakan film panjang kedua Jason, setelah film pertamanya, Akhirat: A Love Story (2021). Perayaan Pertama akan hadir di bioskop Indonesia pada 2027.

​Film Perayaan Pertama dibintangi oleh Morgan Oey, Ladya Cheryl, dan Abby Latip. Film ini juga akan menjadi comeback Ladya Cheryl, setelah terakhir kali bermain film pada 2021, yang mengantarkannya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik pada FFI 2022. Ini juga akan menjadi duet unik dan kuat bersama Morgan, yang sebelumnya juga telah meraih Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2025, dan menjadi Duta FFI 2026.

​Sementara itu, film Perayaan Pertama akan menjadi debut film panjang pertama dari Abby Latip. Abby sebelumnya telah membintangi beberapa film pendek, serial, dan video musik di lagu musisi internasional Niki.

​Film Perayaan Pertama telah melakukan perjalanan panjang sejak awal ide ini dikembangkan hingga selesai diproduksi. Sejak pertama kali dikembangkan di SGIFF Southeast Asian Film Lab 2015 di Singapura, Perayaan Pertama terus berkembang melalui berbagai program pengembangan proyek film internasional, termasuk EAVE Ties That Bind 2023/2024 di Taiwan dan Italia. Selain itu, proyek film ini juga telah dipresentasikan di Golden Horse Film Project Promotion 2024 di Taiwan dan Hong Kong - Asia Film Financing Forum (HAF) 2025 di Hong Kong.

​Ditulis dan disutradarai Jason Iskandar, Perayaan Pertama diproduseri oleh Florence Giovani. Film ini mengikuti perjalanan tiga kakak beradik dari keluarga Tionghoa Indonesia dan berlatar pada masa transisi Indonesia menjelang Tahun Baru Imlek pada tahun 2000, yang juga menjadi perayaan Imlek pertama setelah pemerintah secara resmi mencabut pembatasan terhadap perayaan budaya Tionghoa di ruang publik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

​“Sejak kecil, saya memiliki hubungan yang penuh pergulatan dengan identitas saya sebagai orang Tionghoa Indonesia. Lewat film Perayaan Pertama, saya ingin mengeksplorasi pergulatan itu melalui kisah tiga kakak beradik yang berusaha terhubung kembali, bukan hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan diri mereka sendiri. Kisah mereka berlangsung ketika Indonesia sedang mengalami perubahan besar setelah Reformasi, menjelang perayaan Imlek tahun 2000,” ujar penulis dan sutradara Jason Iskandar.

​“Film ini mulai kami kembangkan sejak 2015, dan akhirnya pada 2026 kami berhasil menyelesaikan proses syutingnya. Sepanjang perjalanan tersebut, kami berkesempatan mengembangkan proyek ini dan berdiskusi dengan berbagai pelaku industri film internasional. Berbagai perspektif yang kami dapatkan turut memperkaya cerita ini, sehingga kami berharap kisah yang berangkat dari pengalaman keluarga Tionghoa Indonesia ini juga dapat terasa dekat dan relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang,” ujar produser Florence Giovani.

​Film ini juga didukung oleh jajaran kru pemenang penghargaan, termasuk sinematografer Singapura Teck Siang Lim, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Fadillah Putri Yunidar, dan penata rias Astrid Sambudiono.

​Ikuti informasi terbaru film Perayaan Pertama persembahan Studio Antelope, yang akan menjadi film panjang kedua Jason Iskandar, melalui akun Instagram @studioantelope @filmperayaanpertama, dan saksikan saat tayang di bioskop, segera!

​***

​Tentang Studio Antelope

​Studio Antelope adalah studio film independen yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Studio Antelope memiliki misi untuk menghadirkan cerita-cerita berani dengan suara yang khas ke layar, sekaligus menjadi ruang bagi talenta-talenta baru Indonesia yang memiliki perspektif kuat dan relevan.

​Didirikan pada tahun 2011 oleh sutradara Jason Iskandar dan produser Florence Giovani, Studio Antelope bermula sebagai komunitas film lokal. Sejak itu, karya-karya film pendeknya telah mendapatkan pengakuan dan diputar di berbagai festival film, antara lain Singapore International Film Festival, Busan International Short Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Festival Film Indonesia, dan berbagai festival lainnya.

​Pada 2021, Studio Antelope merilis film panjang pertamanya, Akhirat: A Love Story, yang ditulis dan disutradarai oleh Jason Iskandar. Film ini diproduksi bersama BASE Entertainment dan Ivanhoe Pictures yang berbasis di New York. Setelah tayang di bioskop Indonesia pada Desember 2021.

​Setelah pencapaian tersebut, Studio Antelope terus memperluas kiprahnya dengan memproduksi berbagai serial, di antaranya Drama Ratu Drama (Vidio, 2022), CinLock: Love, Camera, Action (Vision+, 2023; Netflix, 2024), serta Ganteng Ganteng Genteng (Vidio, 2026). Pada Oktober 2026, Studio Antelope turut menghadirkan film Bapak Paling Jujur, yang disutradarai oleh Fajar Nugros, untuk tayang di bioskop Indonesia.

​Melanjutkan langkah tersebut, Studio Antelope terus mengembangkan berbagai film dan serial dengan visi kreatif yang kuat, termasuk Perayaan Pertama karya sutradara Jason Iskandar, serta sejumlah proyek lainnya dalam pengembangan.

​Melalui setiap karyanya, Studio Antelope terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan cerita-cerita berani, perspektif yang autentik, serta karya sinema Indonesia yang memiliki daya tarik bagi penonton lokal maupun internasional.

Senin, 12 Oktober 2026

Hasut Membawa Kesegaran Genre Horor Baru, Dibuat oleh Sutradara Perempuan, Debut dari Ilya Sigma

​Tonton film Hasut di bioskop!

​Jakarta, 12 Oktober 2026 – Film Hasut yang sedang tayang di bioskop membawa kesegaran baru untuk genre horor Indonesia. Alih-alih bermain dengan penampakan dan supernatural yang sudah dilakukan berulang kali di perfilman Indonesia, film Hasut menawarkan sisi baru lewat eksplorasi horor-misteri yang memberi efek psychological bagi penontonnya.

​Film Hasut digarap oleh sutradara perempuan, yang selama ini telah banyak menulis naskah-naskah film yang melekat dan kuat lewat berbagai genre. Hasut menjadi debut penyutradaraan yang kuat dari penulis Ilya Sigma. Sebagai karya debut penyutradaraannya, Hasut membawa tema yang dekat dengan Ilya, berbicara tentang proses penyembuhan luka batin.

​Selain berkarier di perfilman sejak 2010, Ilya juga mendirikan Aksara Jiwa, sebuah ruang kreatif reflektif yang menggabungkan penulisan, penyelidikan diri (self-inquiry), dan penceritaan berbasis pemulihan (healing).

​Penggalian tentang luka batin dan trauma masa lalu di film Hasut diwakilkan lewat kehadiran empat karakter utama, yang diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Keempatnya, membawa beban trauma masa lalu yang belum dilepas, saat mereka masuk ke sebuah hutan dan mendengar suara-suara yang tak bisa dipercaya.

​Di film Hasut, Ilya mendesain ketakutan horor bukan dari penampakan, melainkan lewat sesuatu yang tak terlihat. Permainan suara di film ini, akan menjadi teror utama yang memberi penonton rasa tak nyaman.

​"Secara personal, aku lebih takut sama sesuatu hal yang aku bayangkan daripada yang aku lihat secara visual atau tampak. Karena ketika suara itu ada ruang di kepala kita, di ruang itu kita membayangkan, seperti apa bentuknya atau dari mana asalnya?" Ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.

​Dengan desain utama teror yang berasal dari suara, Ilya pun memanfaatkan HT (Handy Talkie) sebagai salah satu sumber teror suara yang tak bisa dipercaya tersebut. HT sendiri menjadi salah satu benda yang tak asing di dunia produksi film.

​Dengan permainan suara HT, Ilya mengeksplorasi dari unsur suara yang sudah ada secara alamiah di benda tersebut, seperti noise, suara statik, dan frekuensi yang terputus.

​“Jadi HT itu menurut aku jadi medium yang sangat menarik. Karena kalau ada suara dari HT terkadang membuat aku berpikir, ‘Ini yang ngomong siapa ya?’ Dan biasanya dari suara-suara yang keluar itu kita sudah membayangkan bentuknya seperti apa,” jelas Ilya.

​Hasut menjadi perjalanan kreatif baru bagi Ilya, yang sudah menekuni dunia film sejak 2010. Lewat karya penyutradaraannya, Ilya memberikan perspektif baru bagi genre horor Indonesia.

​Sebelumnya, Ilya lebih banyak menulis naskah film panjang, termasuk Catatan Harian Si Boy (2011), Rectoverso: Curhat Buat Sahabat (2013), Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016), A Man Called Ahok (2018), dan menjadi sutradara di film omnibus Pintu Harmonika (2013).

​“Film ini juga menjadi refleksi bagiku secara personal. Aku sudah lama juga sebenarnya di industri film. Dan yang sering menghambat itu sebenarnya ketika hasutan itu masuk ke kepala kita dan kita yakin sekali itu suara kita sendiri. Padahal, itu hasutan-hasutan yang muncul dari luar dan bisa menghambat kita untuk memulai dan melakukan sesuatu. Seperti saat aku membuat film feature pertamaku, aku merasa sepertinya aku tidak perlu mendengarkan hasutan-hasutan itu semua,” ujar Ilya.

​Ditulis dan disutradarai oleh Ilya Sigma, film Hasut diproduksi oleh Tuta Films, dengan produser Putrama Tuta dan Siera Tamihardja, dan ko-produser Nick Musa. Film ini dibintangi Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.

​Tonton film Hasut di bioskop Indonesia sekarang! Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

​Sinopsis

Empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan untuk menemukan kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka. Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul, mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran mereka. Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka. Tempat di mana setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.

Film Laut Bercerita Disambut Hangat saat World Premiere di Busan International Film Festival

Film Laut Bercerita akan tayang mulai 29 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

​Busan, 12 Oktober 2026 — Film Laut Bercerita karya sutradara Yosep Anggi Noen, persembahan Pal 8 Pictures, adaptasi novel best seller Leila S. Chudori, mendapat sambutan hangat saat tayang perdana (world premiere) di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Laut Bercerita tayang perdana pada 11 Oktober 2026 di Busan, dan akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.

​Hampir seluruh penonton yang hadir memberikan tepuk tangan sebagai penghormatan atas film yang yang memberikan inspirasi dan membawa kisah penting tentang mereka yang hilang dalam memperjuangkan keadilan.

​Laut Bercerita menjadi salah satu pusat perhatian di Busan, sebagai salah satu film yang masuk dalam kompetisi utama festival tersebut. Cerita di film ini dianggap membawa dampak yang sangat kuat dan relevan dengan apa yang terjadi di seluruh dunia, tentang keberanian anak muda dalam menyuarakan kegelisahan mereka demi perubahan yang lebih baik.

​World premiere Laut Bercerita di BIFF 2026 turut dihadiri oleh sutradara Yosep Anggi Noen, produser Gita Fara, produser dan direktur Pal 8 Pictures Budi Setyarso, serta jajaran pemeran Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, dan Christine Hakim.

​Busan International Film Festival merupakan festival film internasional tahunan, yang tahun ini memasuki edisi ke-31. Festival ini merupakan festival bergengsi di Asia, dan salah satu dari enam festival film internasional penting, yang sejajar dengan Cannes, Venesia, Berlin, Sundance, dan Toronto untuk memenuhi persyaratan masuk ke ajang Academy Awards (Oscar).

​“Saya sangat bersyukur film Laut Bercerita bisa disaksikan oleh penonton internasional di Busan. Ini menjadi momen yang penting untuk mengenalkan Indonesia melalui sinemanya. Semoga kita juga bisa terus menemukan harapan dan tak pernah melupakan mereka yang selalu berjuang,” ujar sutradara Yosep Anggi Noen.

​Selain berkompetisi di program utama Busan, jajaran pemeran Laut Bercerita juga turut hadir dalam acara Marie Claire Asia Star Awards 2026. Marie Claire Asia Star Awards 2026 merupakan acara penghargaan yang diselenggarakan bersama oleh majalah gaya hidup Marie Claire Korea dan BIFF. Di momen ini, jajaran pemeran Laut Bercerita bertemu dengan para pelaku industri serta bintang film dari berbagai negara Asia, berbagi kehangatan, diskusi yang menginspirasi, dan tribut bagi industri film Asia.

​Disambut dengan hangat dan disorot di Busan, gelombang antusiasme film Laut Bercerita juga sampai ke Indonesia. Film ini akan tayang lebih awal sebagai penutup Jakarta Film Week (JFW) 2026, pada 25 Oktober 2026 dan tiketnya pun telah habis diburu penonton.

​“Setelah Busan, Laut Bercerita akan pulang ke Jakarta Film Week pada 25 Oktober dan serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober. Kami merasa bersyukur film ini bisa ditonton oleh audiens internasional, dan disambut baik juga oleh penonton Indonesia. Sebuah cerita tentang keluarga yang menunggu kepulangan anggota keluarganya, yang bisa dirasakan oleh siapapun,” ujar produser Gita Fara.

​Pemeran Biru Laut, Reza Rahadian berharap film ini juga bisa memantik keberanian anak muda dan menyulut daya kritis.

​“Semoga penonton saat menyaksikan film Laut Bercerita juga bisa menebalkan dan semakin memiliki daya berpikir kritis dalam melihat, menulis bahkan bergerak untuk sesuatu. Sejak dulu, kelompok anak-anak muda selalu memperjuangkan sesuatu, dan salah satunya itu akan diperlihatkan di film ini, dan semoga ceritanya juga bisa menginspirasi anak-anak muda hari ini untuk terus percaya dan punya harapan,” ujar Reza Rahadian.

​Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Leila Chudori bersama Yosep Anggi Noen. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Pakusadewo, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.

​Produser film ini adalah Gita Fara, Leila S. Chudori dan Budi Setyarso. Film ini diproduksi oleh Pal 8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.

​Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.

​TENTANG FILM LAUT BERCERITA

Genre: Drama, untuk penonton 17 tahun ke atas

Durasi: 135 menit

Tayang di Bioskop: 29 Oktober 2026

Tayang Perdana (World Premiere): Busan International Film Festival (BIFF) 2026

Produksi: Pal 8 Pictures bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film dan Brandlink

Diangkat dari novel: Laut Bercerita karya Leila S. Chudori

​Sutradara: Yosep Anggi Noen

Penulis Skenario: Leila S. Chudori dan Yosep Anggi Noen

Produser: Gita Fara, Budi Setyarso, Leila S. Chudori

Produser Eksekutif: Arif Zulkifli, FX Iwan, Tony Ramesh, Rob O'Hare, Febrian Marcel, Djulianta, Reza Rahadian dan Arya Ibrahim

​SINOPSIS

Laut Bercerita adalah film yang mengisahkan rasa kehilangan, daya tahan, sekaligus harapan.

Yogyakarta, akhir 1990-an. Suasana kampus di Yogyakarta diliputi ketegangan setelah penangkapan tiga mahasiswa yang menyebarkan buku terlarang. Biru Laut, mahasiswa yang gemar membaca dan menulis, memutuskan bergabung dengan kelompok studi Winatra. Bersama Daniel, Alex, Sunu, dan sahabat-sahabatnya, Laut menyadari bahwa memperjuangkan kebebasan berekspresi bukanlah perkara mudah.

​Namun mereka terus bergerak hingga suatu malam Laut dan sejumlah kawannya menghilang tanpa kabar. Bapak, Ibu, adiknya Asmara Jati, serta sahabat-sahabat Laut kemudian menjalani pencarian panjang untuk menemukan jawaban tentang mereka yang hilang.

​TENTANG PAL 8 PICTURES

PT Layar Terkembang Senantiasa, dikenal sebagai Pal 8 Pictures, adalah rumah produksi film di bawah naungan Tempo Media Group. Berangkat dari tradisi Tempo dalam menghadirkan jurnalisme yang kritis dan mendalam, Pal8 Pictures berkomitmen mengembangkan film-film dengan cerita yang kuat dan relevan dengan persoalan masyarakat Indonesia, khususnya yang bersinggungan dengan isu sosial, sejarah, politik, dan budaya. Melalui medium sinema, Pal 8 Pictures ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya memiliki nilai artistik dan menghibur, tetapi juga membuka ruang percakapan dan memberi dampak bagi masyarakat.

Laut Bercerita, adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang disutradarai Yosep Anggi Noen, merupakan film panjang perdana Pal 8 Pictures.

​AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @filmlautbercerita, @lautbercerita, @Pal8pictures

Facebook : Film Laut Bercerita

Threads : @filmlautbercerita

Hashtag : #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Trailer SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI Dirilis, Benidictus Siregar Debut sebagai Tokoh Utama Film Drama

Jakarta, 12 Oktober 2026 — Sinergi Pictures dan Ben Film resmi merilis trailer Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, film drama garapan sutradara Kuntz Agus yang diadaptasi dari novel mega best seller karya Brian Khrisna. Peluncuran trailer ini berlangsung tepat satu bulan sebelum film tersebut tayang serentak di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.

​Melalui trailer yang dirilis, penonton dapat melihat sisi berbeda dari Benidictus Siregar. Komika yang selama ini dikenal lewat peran-peran pendukung dalam sejumlah film komedi tersebut kini menjalani debutnya sebagai pemeran utama dalam film drama. Ia memerankan Ale, pria berusia 37 tahun yang, tepat pada hari ulang tahunnya, merasa kehilangan arah dan tak lagi memiliki alasan untuk melanjutkan hidup.

​Di tengah situasi tersebut, Ale memiliki satu keinginan sederhana yaitu menikmati seporsi mie ayam favoritnya. Namun, rencana kecil itu tak berjalan sesuai harapan karena gerobak mie ayam langganannya tutup. Hal yang semula tampak sepele justru menjadi awal perjalanan Ale bertemu dengan orang-orang asing dan mengalami berbagai peristiwa tak terduga. Dari pertemuan-pertemuan itulah, Ale perlahan menemukan sudut pandang baru tentang kehidupan dan menyadari bahwa terkadang, alasan untuk terus melangkah dapat hadir melalui hal-hal yang paling sederhana.

​Menghidupkan karakter dengan pergulatan emosi yang kompleks seperti Ale tentu membutuhkan pertimbangan khusus dalam pemilihan pemeran. Sejak proyek adaptasi novel ini diumumkan, pembaca ramai berspekulasi mengenai sosok yang akan memerankan Ale. Nama Benidictus Siregar pun kerap muncul dalam kolom komentar akun Instagram resmi film. Namun, bagi tim produksi, keputusan memilih Beni tidak semata-mata didasarkan pada respons pembaca, melainkan juga pada kemampuannya membawakan karakter dengan lapisan emosi yang mendalam.

​"Ale menuntut penjiwaan yang sangat dalam. Eskalasi emosinya berlapis, sehingga karakter ini perlu dimainkan oleh aktor yang punya kemampuan akting mumpuni. Setelah melalui proses casting, kami akhirnya menemukan pemeran Ale yang selama ini kami cari. Bagi kami, Beni adalah orang paling tepat dari semua pilihan yang ada," ujar Philip Lesmana, Produser Sinergi Pictures.

​Lebih dari sekadar perjalanan seorang pria yang tengah menghadapi titik terendah dalam hidupnya, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati mengangkat tentang pencarian makna hidup dan kebahagiaan melalui hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian. Film ini mengajak penonton melihat bahwa di tengah masa-masa sulit, satu hal sederhana dapat menjadi alasan untuk terus melangkah. Pertemuan dengan orang-orang baru dan kisah hidup yang mereka bagikan juga membuka kemungkinan bagi seseorang untuk menemukan perspektif berbeda, memahami dirinya sendiri, dan kembali melihat kehidupan dengan cara yang baru.

​Semangat untuk mencoba kembali dan tidak menyerah juga hadir melalui lagu tema film ini, "Coba Lagi", yang dibawakan oleh Barsena Bestandhi. Bersamaan dengan perilisan trailer, musik video lagu tersebut turut diluncurkan pada Senin, 12 Oktober 2026. Musik video ini menggambarkan pertemuan Barsena dengan Ale dan karakter-karakter lain, selaras dengan pesan lagu yang mengajak pendengarnya untuk tetap membuka diri terhadap berbagai kemungkinan dalam hidup. Pesan tersebut tergambar dalam lirik, "Hey kamu, jangan berhenti dulu. Masih banyak rasa dan warna yang bisa kau cerna untuk kau nikmati, sabarlah." Musik video "Coba Lagi" dapat disaksikan melalui kanal resmi, sementara lagunya sudah tersedia di berbagai platform streaming digital.

​Film ini turut melibatkan sejumlah nama berpengalaman di industri perfilman Indonesia. Nia Dinata bergabung sebagai ko-produser, sementara Alim Sudio menangani penulisan skenario. Benidictus Siregar juga didukung oleh jajaran pemain, di antaranya Chicco Kurniawan, Teuku Rifnu Wikana, Tika Panggabean, Zulfa Maharani, Nita Gunawan, Jourdy Pranata, Pangeran Lantang, dan Dewi Irawan, serta sejumlah pemain lainnya.

​Dalam perjalanannya menuju layar lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Legacy Pictures, Nuon, AZ Films, Leo Pictures, Showtoken, dan Kalyana Shira Films.

​Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati siap tersaji dan dinikmati di bioskop pada Kamis, 12 November 2026.

​Informasi mengenai film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dapat diakses melalui akun Instagram @seporsimieayamfilm dan @sinergi.pictures serta @benfilm.id.

Gala Premiere 'Beautiful Pain' Berhasil Suarakan Kekuatan Wanita, Bukti Bahwa Meninggalkan Hubungan Toxic Bukan Tanda Kekalahan

​ Jakarta, 15 Oktober 2026 — Gala Premiere film Beautiful Pain di Epicentrum XXI bukan sekadar selebrasi sinema, melainkan ruang aman yang...