Senin, 07 September 2026

Menuju Layar Lebar, Istimewa Kembali Mengajak Penonton Melihat Manusia Lebih Utuh

Gala Premiere di Jakarta Jadi Momentum "Istimewa" Membawa Pesan tentang Keluarga, Penerimaan, dan Ruang untuk Menjadi Diri Sendiri

Jakarta, 7 September 2026 – Menjelang penayangannya di seluruh bioskop Indonesia pada 17 September 2026, film Istimewa menggelar gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (7/9). Momen ini menjadi kesempatan bagi para pemain dan filmmakers untuk memperkenalkan lebih dekat kisah keluarga yang menempatkan anak-anak dengan disabilitas sebagai pusat perjalanan cerita.

​Gala premiere menjadi kesempatan bagi Istimewa untuk kembali bertemu dengan penonton setelah sebelumnya menyapa masyarakat melalui rangkaian cinema visit di berbagai kota. Kali ini, para pemain hadir bersama untuk menyaksikan kisah Rumah Istimewa di layar lebar sekaligus berbagi perjalanan dan pesan yang mereka bawa melalui film tersebut.

​Bagi sutradara Ruben Adrian, salah satu hal terpenting sejak awal adalah memastikan para karakter di Istimewa hadir sebagai individu yang utuh, bukan hanya dikenal melalui kondisi yang mereka miliki.

​"Kami tidak ingin membuat karakter yang hanya menjelaskan kondisinya. Kami ingin mereka hadir sebagai manusia yang punya keinginan, pilihan, humor, mimpi, dan perjalanan sendiri," ujar Ruben Adrian.

​Menurut Ruben, proses tersebut tidak hanya diterapkan dalam cerita, tetapi juga selama produksi dengan memberikan ruang kepada para pemain untuk membawa karakter mereka dengan cara masing-masing.

​Gala premiere juga menjadi momen bagi para pemain Istimewa untuk kembali menyuarakan bagaimana mereka memaknai penerimaan. Niatus Sholihah, pemeran Nita, melihat penerimaan bukan sebagai perlakuan berbeda karena kondisi seseorang, tetapi kesempatan untuk dipercaya dan menunjukkan kemampuan.

​"Buat saya, diterima bukan berarti orang lain merasa kasihan atau memperlakukan kita secara berbeda. Diterima adalah ketika kita diberi kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, dipercaya untuk mengambil pilihan, dan tidak dinilai hanya dari kondisi yang kita miliki. Karena kami juga punya mimpi, kemampuan, perasaan, dan keinginan untuk menjalani hidup dengan cara kami sendiri," ujar Niatus.

​Bagi Abdullah Mansuri atau Ayah Mans, malam gala ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bersama teman-teman Istimewa yang akhirnya membawa cerita mereka ke layar lebar.

"Saya ingin mereka punya ruang untuk bercerita dengan cara mereka sendiri. Selama perjalanan bersama mereka, saya melihat begitu banyak cerita, mimpi, keberanian, dan kemampuan yang mungkin belum banyak orang lihat. Dari situlah saya merasa cerita ini harus dibawa lebih jauh, supaya lebih banyak orang bisa mengenal mereka bukan dari kondisinya, tapi dari siapa mereka sebenarnya," ujar Ayah Mans.

​Semangat tersebut menjadi dasar dari pesan yang ingin dibawa Istimewa. Film ini tidak ingin berhenti sebagai cerita tentang anak-anak dengan disabilitas, tetapi menjadi ajakan untuk melihat kembali bagaimana kita memandang, menerima, dan memberikan ruang kepada orang lain.

​Kata Istimewa pun tidak dimaksudkan untuk menggantikan istilah disabilitas. Dalam film ini, Istimewa hadir sebagai sebuah cara pandang, bahwa kondisi seseorang tidak pernah menjadi satu-satunya hal yang menjelaskan siapa dirinya.

​Melalui gala premiere ini, para pemain dan filmmaker berharap Istimewa dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang penerimaan, kesempatan, serta cara kita memandang teman-teman dengan disabilitas sebagai manusia yang utuh. Sebab ketika seseorang diberikan ruang dan kepercayaan, kita dapat melihat lebih jauh dari sekadar kondisi yang melekat pada dirinya, ada pribadi, mimpi, kemampuan, pilihan, dan cerita yang juga membentuk siapa mereka.

​Aku Istimewa. Kamu juga istimewa. Kita semua istimewa dari awal.

​Film Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Tentang Film Istimewa

Istimewa merupakan drama keluarga yang mengikuti perjalanan anak-anak Rumah Istimewa dalam mencari sosok Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka pulang. Perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman tentang keluarga, persahabatan, keberanian, kehilangan, kasih sayang, dan penerimaan.

​Judul Film : Istimewa

Tanggal Tayang : 17 September 2026

Produksi : Kairos Pictures

Produser : Abdullah Mansuri

Sutradara : Ruben Adrian

Genre : Drama Keluarga

PEMERAN

  • ​Mathias Muchus
  • ​Yanni Melwani
  • ​Mustofa
  • ​Niatus Sholihah
  • ​Zulfadli Aldiansyah
  • ​Rein
  • ​Bambang Ceper
  • ​Salsabila Bella
  • ​Ricky Komo
  • ​Fauzan Nasrul
  • ​Muhammad Fazzill Alditto
  • ​Agus Kuncoro
  • ​Ence Bagus

TENTANG KAIROS PICTURES

​Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspektif dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Minggu, 06 September 2026

Hari Terakhir ICX Jakarta 2026, Final Round IBC dan Coffee Rave Party Tutup Rangkaian dengan Meriah

Jakarta, 6 September 2026 — Memasuki hari ketiga penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026, aroma kopi semakin menyeruak memenuhi area Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC). Semerbak aroma dari beragam biji kopi berpadu dengan riuh aktivitas pengunjung, pelaku industri, hingga para pegiat kopi yang memadati area pameran sejak pagi.

​Beragam aktivitas interaktif, edukasi, kompetisi, dan business networking turut mewarnai penyelenggaraan. Menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berbicara tentang secangkir kopi, tetapi juga tentang potensi bisnis, kreativitas, dan masa depan industri kopi Indonesia. Berbeda dari dua hari sebelumnya yang diisi kompetisi dan program edukasi, hari ini pengunjung disuguhkan klimaks dari seluruh rangkaian, mulai dari penentuan juara IBC Regional 1 Jakarta hingga penampilan musik yang mengguncang panggung IBC Stage sebagai penutup.

​Salah satu yang paling menyita perhatian di ICX Program Stage adalah sesi Brew Talks oleh Arutala Coffee bertajuk "From Roastery to Market: Building a Coffee Brand that Consumers Choose". Sembari menyeruput kopi yang baru saja diseduh di booth terdekat, pengunjung duduk berdesakan menyimak cerita bagaimana sebuah brand kopi dibangun dari biji yang baru dipetik hingga menjadi secangkir kopi yang dipercaya konsumen. Sesi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap cangkir yang dinikmati pengunjung sepanjang ICX Jakarta 2026, ada perjalanan panjang yang melibatkan petani, roaster, hingga brand yang berjuang membangun kepercayaan.

​Titik keramaian lain hari ini datang dari Lounge by Santino, yang kembali menghadirkan sesi Brew Bars Takeover sepanjang hari. Berbeda dari kompetisi, sesi ini menghadirkan barista-barista yang bergantian mengambil alih bar, meracik langsung di hadapan pengunjung sekaligus berbagi cerita di balik racikan andalan mereka. Pada hari terakhir ini, giliran Tim Santino, Gede Toni, Claudio Gomez, dan Adam Iqbal Alfie yang tampil, sebelum bar sempat diambil alih oleh I Putu Yoko Permana, yang juga tercatat sebagai salah satu finalis IBC Regional 1 Jakarta, dan ditutup kembali oleh Tim Santino hingga sore hari.

​Perhatian pengunjung di ICX 2026 terpusat pada babak puncak Final Round Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Setelah melewati Round 1 dan Round 2 yang diikuti 15 peserta dari 12 brand kopi tanah air, enam peserta dengan perolehan poin tertinggi berhasil melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara.

​Keenam finalis tersebut adalah I Putu Yoko Permana dari Anomali Coffee, Michelle Chandra sebagai kompetitor independen, Diazka Setya Prakasa dari Toko Kopi Tuku, Aga Muhammad dari Ahead Coffee and Rostery, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, serta Abednego Ivan Laoh dari Makmur Jaya Coffee Roaster.

​Di hadapan para juri dan ratusan penonton, satu per satu finalis menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam meracik sajian kopi. Gerakan tangan yang terlatih, ketelitian dalam setiap tahapan, serta aroma seduhan yang memenuhi area kompetisi menciptakan atmosfer penuh ketegangan. Setiap racikan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara IBC Regional 1 Jakarta.

​Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, yang turut memantau jalannya babak final, mengatakan level persaingan di Final Round IBC Regional 1 Jakarta menunjukkan kematangan racikan dan presentasi yang berbeda dari babak-babak sebelumnya.

​"Enam finalis yang naik ke panggung hari ini sudah melalui seleksi yang ketat, dan yang kami lihat bukan cuma soal rasa, tapi bagaimana mereka bisa bercerita lewat kopi yang mereka sajikan. Ini yang membuat IBC tahun ini terasa lebih hidup," ujar Daryanto.

​Salah satu finalis, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, mengaku babak final terasa berbeda dari dua babak sebelumnya karena tekanan yang lebih terasa di atas panggung.

"Rasanya cukup tegang karena di penyisihan kemarin dan final hari ini adalah pengalaman pertama aku. Hari ini adrenalinnya lebih tinggi ya, mungkin karena ada excited yang berbeda dari sebelumnya. Di final ini, tema yang aku bawa itu transformasi dari diri aku dan juga dari kopinya," katanya usai tampil di panggung IBC Stage.

​Menjelang petang, agenda beralih ke panggung IBC Stage. Diawali dengan Lucky Spender Announcement Balé by BTN, program yang memberi kesempatan bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan Balé by BTN selama ICX Jakarta 2026 untuk membawa pulang hadiah satu unit mesin kopi hingga tabungan senilai Rp9.000.000.

​Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 selama tiga hari berhasil mempertemukan seluruh rantai ekosistem kopi Indonesia, mulai dari petani, roaster, barista, hingga masyarakat penikmat kopi.

​"Kami bersyukur ICX Jakarta 2026 bisa berjalan dengan baik dari hari pertama sampai hari penutupan ini. Semangat yang kami lihat dari para barista muda, brand-brand kopi lokal, hingga animo pengunjung menunjukkan bahwa industri kopi Indonesia terus bergerak maju. Ini modal besar untuk membawa ekosistem kopi tanah air semakin kuat ke depannya," ujar Daswar.

​Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengatakan ICX 2026 telah mempertemukan berbagai kekuatan dalam industri kopi, mulai dari pelaku usaha, brand, barista, roaster, komunitas, konsumen, hingga institusi dalam satu ekosistem.

​"ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi kita untuk membawa kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai," ungkap Nixon.

​Menurut dia, koneksi yang terbentuk selama rangkaian ICX perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru dan memperkuat pelaku usaha di industri kopi.

​"ICX 2026 menjadi starting point kolaborasi ekosistem kopi Indonesia. Pertemuan dan koneksi yang telah terbentuk ini perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru, memperkuat pelaku usaha, dan bersama-sama memajukan ekosistem kopi Indonesia," kata Nixon.

​Rangkaian hari terakhir ditutup dengan Coffee Rave Party, menghadirkan penampilan musik dari Moluccan Soul yang membawakan lagu-lagu khas timur dan disambut riuh oleh pengunjung yang ikut bernyanyi bersama, menandai berakhirnya Indonesia Coffee Expo 2026 di Jakarta.

​Dengan berakhirnya ICX Jakarta 2026, rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 pun tuntas digelar di tiga kota, yakni Surabaya, Medan, dan Jakarta sebagai penutup. Informasi mengenai rangkaian kegiatan ICX dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Coffee Expo pada indonesiacoffeeexpo.com dan akun Instagram @icx_expo.

Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI)

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional para penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut di antaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Sabtu, 05 September 2026

PROJEK-D Vol.5 Resmi Digelar! Hidupkan De Tjolomadoe dengan Perayaan Satu Hari Penuh

Karanganyar, 5 September 2026 - PROJEK-D Vol.5 resmi digelar hari ini Sabtu (5/9) di De Tjolomadoe, Karanganyar, membawa semangat ‘Sehidup Separty’ dalam perayaan musik dan hiburan yang berlangsung satu hari penuh. Dibuka sejak siang hari, PROJEK-D Vol.5 hadir dengan format yang memaksimalkan pengalaman penonton. Sebanyak 23 line up dari lintas genre tampil di empat panggung: Maduswara, Wirama, Sriwedari, dan Guyonlaaah, dirancang untuk menyajikan ragam jenis hiburan.

​Sejak siang hari suasana meriah sudah menyelimuti De Tjolomadoe. Penonton tampak memadati area pintu masuk sejak gerbang utama dibuka. Panggung Maduswara menjadi awal titik perayaan ‘Sehidup Separty’, dibuka dengan Hindia sebagai penampil pertama di PROJEK-D Vol.5 yang membawakan lagu “Evaluasi” dengan aransemen spesial, “Besok Mungkin Kita Sampai”, “semua lagu cinta terdengar sama”, “kids”, dan deretan hits lainnya. Ditutup dengan “everything u are”, Hindia sukses membangun atmosfer penonton dengan meriah.

​Membuka gelaran sejak siang hari rupanya menjadi pengalaman tersendiri bagi Hindia. Berbeda dari kebanyakan penampilannya, ia mengaku senang dapat kembali tampil di waktu siang sekaligus melihat keseruan penonton yang telah hadir sejak awal gelaran. “Senang banget bisa tampil siang hari karena sudah lama nggak perform siang-siang,” ujar Hindia.

Project Director PROJEK-D Vol.5, Rumpoko Hadi, menyampaikan “Dengan kehadiran empat panggung sekaligus, penonton memiliki kebebasan penuh untuk menentukan alur menyaksikan musisi favorit mereka dan menikmati beragam hiburan yang kami hadirkan. Penampilan pembuka yang luar biasa di panggung Maduswara menjadi awal yang baik untuk menandai perayaan satu hari penuh ini. Kami berharap seluruh penonton dapat menikmati kebebasan bereksplorasi di empat panggung yang kami sediakan.”

​Sebelum rangkaian panggung Wirama dimulai, Lealona x Many West terlebih dahulu hadir membuka kemeriahan sore di PROJEK-D Vol.5. Kolaborasi keduanya menghadirkan warna indie pop yang hangat, berpadu dengan suasana sore yang cerah di De Tjolomadoe. Selanjutnya, panggung Wirama menyambut keseruan itu dengan memulai rangkaian pertunjukannya melalui penampilan Barmy Blokes x CATZY, melanjutkan rangkaian pertunjukan dengan membawa karakter musik rock berenergi tinggi yang semakin membakar semangat penonton di area outdoor PROJEK-D Vol.5. Menutup rangkaian sore di panggung Wirama, Mess In Balance, band pemenang CEKSON PROJEK-D Vol.5, tampil membawa karya mereka ke hadapan para penonton, menjadi bagian dari perjalanan talenta baru di panggung PROJEK-D.

​Atmosfer festival tidak hanya terasa di dua panggung tersebut. Panggung Sriwedari dan Guyonlaaah juga menghadirkan pengalaman yang tak kalah menarik. The Jeblogs tampil enerjik dengan special showcase set “Sambutlah Di PROJEK-D” di area panggung indoor Sriwedari. Sementara panggung Guyonlaaah menghadirkan hiburan komedi dari Farid & Anggito yang mengundang tawa penonton di sela-sela rangkaian pertunjukan musik.

​Menuju malam hari, suasana bertambah meriah dari seluruh penjuru panggung. Panggung Guyonlaaah yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo masih terus dipenuhi canda tawa dari sajian komedi yang dihadirkan oleh Faiz dan Rizky. Selepas itu, Coki Anwar melanjutkan keseruan dengan gaya komedi khasnya, sekaligus menutup rangkaian di panggung Guyonlaaah. Kehadiran panggung ini memberikan warna tersendiri bagi PROJEK-D Vol.5, memperluas pengalaman festival tidak hanya melalui musik, tetapi juga lewat hiburan komedi.

FSTVLST hingga Mollucan Soul Tutup Kemeriahan Projek-D

Memasuki malam hari, kemeriahan panggung utama Maduswara menyajikan rangkaian pertunjukan yang penuh kejutan. Dimulai dengan Down For Life yang membakar semangat para penonton di malam hari dengan kolaborasi spesial dengan Ical 510 dan Cholil Efek Rumah, lewat aksi panggung mereka yang intens dan penuh energi. Kemudian, kehadiran spesial dari .Feast & Company membawa sejumlah lagu andalan seperti “Kelelawar”, “Komodifikasi”, dan “Tarian Penghancur Raya”. Penampilan mereka menjadi salah satu yang paling dinanti malam hari ini. Puncak rangkaian panggung Maduswara resmi ditutup oleh FSTVLST dengan membawakan salah satu karya andalan mereka “Rock Jelek”, salah satu hits di album terakhirnya, Paradoks Diametral.

​Dari Panggung Sriwedari, Nadhif Basalamah melantunkan nuansa mellow dengan lirik-lirik romantisnya di area De Tjolomadoe. Penampilannya kemudian dilanjutkan oleh Alkateri, band indie pop asal Bandung yang berhasil mengobati kerinduan para ‘Alkatalis’ yang hadir. Kemeriahan panggung Sriwedari semakin lengkap dengan kehadiran band legendaris, Rumahsakit. Membawakan sejumlah lagu ikonik seperti, “Panasea”, “Sandiwara Semu”, “Pop Kinetik” dan single barunya berjudul “Yang Tak Sama” berhasil membawa penonton bernostalgia bersama.

​Panggung Wirama juga terus meriah hingga malam hari. LIPS!! hadir menghentak panggung dengan energi khas mereka, dilanjutkan oleh Det-Plag Lust, grup musik kolektif asal Bogor. Poris, pelantun hits “Di Atas Atap” ini juga turut serta menambah euforia. Penampilan terakhir dari Mollucan Soul yang membawa nuansa musik Indonesia Timur berhasil mengajak seluruh penonton di area panggung Wirama berjoget bersama di malam hari. Penampilan tersebut menjadi penutup yang meriah sekaligus mengantarkan PROJEK-D Vol.5 pada penghujung perayaan ‘Sehidup Separty’ dengan energi yang tetap menyala hingga akhir.

Melihat ramainya penonton yang hadir memadati area De Tjolomadoe hingga akhir acara, Project Manager PROJEK-D Vol.5, Data Pratama mengungkapkan rasa terima kasih serta apresiasinya kepada penonton dan seluruh pihak yang terlibat.

​“Terima kasih kepada seluruh penonton dan pihak yang telah mendukung PROJEK-D Vol.5. Kami sangat mengapresiasi penonton yang hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara dari siang hingga malam. Dan kepada seluruh musisi yang sudah memeriahkan hari ini dan juga seluruh sponsor, partner, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan hari ini.”

​Penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5 turut didukung oleh berbagai pihak yang menjadi bagian dari perjalanan festival tahun ini, Official Banking Partner, BRImo, dan Supported By Dengar Kota, Floridina, Mie Sedaap, dan Nescafé. Dukungan tersebut turut menjadi bagian dalam menghadirkan rangkaian musik dan hiburan PROJEK-D Vol.5 bagi para penonton di De Tjolomadoe.

​Rangkaian acara PROJEK-D Vol.5 resmi berakhir dengan tertib dan lancar. PROJEK-D Vol.5 menjadi ruang perayaan musik dan hiburan yang mempertemukan penonton dengan beragam musisi, komunitas, serta hiburan dalam semangat ‘Sehidup Separty’. Dengan empat panggung yang hadir sepanjang satu hari, PROJEK-D Vol.5 menghadirkan pengalaman yang beragam bagi para penonton di De Tjolomadoe. Keberhasilan gelaran edisi kelima ini menjadi penutup yang manis bagi perayaan satu hari penuh di De Tjolomadoe.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 1.000 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

​Dengan lebih dari 1.100 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

​Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional.

Hanung Bramantyo Mengumumkan Film Terbaru di Ideafest 2026: Descendant of the Sun, Dibintangi Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia, Menjadi Kolaborasi Internasional Dapur Film, NEWKO Global Entertainment, Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C

Jakarta, 5 September 2026 — Produser dan sutradara Hanung Bramantyo mengumumkan proyek film terbarunya, yang telah dinantikan sejak lama, Descendant of the Sun. Film ini akan menjadi kolaborasi internasional rumah produksi Dapur Film bersama, RFA, NEWKO Global Entertainment, serta perusahaan hiburan ternama Korea Selatan, NEW, Barunson C&C, D BAY FILM FACTORY SDN. BHD, serta PH Indonesia Dwi Warna Sentosa (Tobali Film) dan Piring Langit. Barunson E&A akan menangani penjualan film ini secara internasional, sementara Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film di Korea Selatan.

Descendants of the Sun adalah sebuah karya kelas dunia yang hak penayangannya telah diekspor ke 32 negara dan telah ditonton oleh penonton di sekitar 100 negara di seluruh dunia melalui platform OTT global, untuk pertama kalinya di dunia dibuat menjadi sebuah film di Indonesia. Setelah diadaptasi oleh berbagai negara dalam format serial, untuk pertama kalinya Descendants of the Sun diadaptasi ke format film, dan akan menjadi kolaborasi internasional antara Korea Selatan dan Indonesia.

​Film ini diadaptasi dari serial televisi Korea berjudul “DESCENDANTS OF THE SUN”, yang diproduksi oleh NEW, disutradarai oleh Lee Eung-bok, serta ditulis oleh Kim Eun-sook dan Kim Won-suk. Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film Descendants of the Sun di Korea Selatan.

​Film Descendants of the Sun merupakan adaptasi dari serial fenomenal Korea Selatan. Namun, alih-alih sekadar adaptasi, film ini memiliki identitas dan cerita yang berbasis pada relevansi Indonesia, yang selaras dengan kisah utama dalam serialnya. Sejak awal, NEWKO Global Entertainment, NEW dan 2 of the Sun kini telah menyelesaikan syutingnya, dengan ini saya mengumumkan film ini akan segera tayang pada 2027 di bioskop Indonesia, dengan jajaran pemeran berbakat yang dimiliki industri perfilman Indonesia," ujar sutradara Hanung Bramantyo.

​"Prosesnya berjalan cukup lama, dan akhirnya senang bisa mengumumkan kolaborasi internasional ini," tambah Hanung. Film Descendant of the Sun dibintangi oleh jajaran pemeran hebat dengan filmografi panjang dan pemenang penghargaan, Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Eva Celia. Jajaran pemeran film secara lengkap akan diumumkan mendatang.

​Hanung juga menambahkan, dipilihnya Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama yang akan terlibat dalam dinamika romansa karena keduanya merupakan cerminan dua aktor besar Indonesia dan dicintai juga oleh masyarakat Indonesia.

​Meski belum mengungkapkan sinopsisnya, film Descendants of the Sun akan mengikuti kisah romansa dari pasangan beda profesi dan idealisme. Proyek ini sekaligus menjadi kolaborasi internasional studio asal Indonesia dan Korea Selatan.

​Reza Rahadian, mengungkapkan antusiasmenya saat ia bergabung dengan proyek besar ini. Baginya, Hanung adalah sosok kakak sekaligus guru, sehingga tak ada kata tidak untuk selalu terlibat dalam proyek yang ditawarkan untuknya dari Hanung. Bahkan, Piala Citra FFI pertama Reza didapat saat ia berperan di film garapan Hanung, Perempuan Berkalung Sorban (2009).

​“Mas Hanung bagi saya sudah seperti Kakak. Kami bekerja sama sejak lama, sejak film Perempuan Berkalung Sorban (2009). Bahkan dari video klip, kami sudah bekerja sama. Jadi ini bukan sekadar reuni, karena hampir setiap tahun mungkin pasti kami ada produksi bersama. Saya tidak bisa menolak untuk Mas Hanung,” ujar Reza Rahadian.

​Sementara itu, Dian Sastrowardoyo sedikit membocorkan mengenai dinamika karakter yang akan diperankannya. Di film Descendants of the Sun, untuk pertama kalinya Dian akan terlibat relasi love interest bersama Reza, dan untuk pertama kalinya keduanya bermain bersama sebagai pemeran utama di satu judul.

​“Saya dan Reza tentu saja sudah lama berkarier di perfilman, dan sudah sejak lama kami saling mengenal. Tapi ternyata baru di proyek inilah kami benar-benar dipersatukan dalam sebuah project sebagai co-actors, dan akan terlibat love interest, sangat excited,” ujar Dian Sastrowardoyo.

​Eva Celia, yang bergabung dengan jajaran nama besar dalam proyek yang paling dinantikan dan diarahkan oleh Hanung Bramantyo, mengungkapkan antusiasmenya sekaligus perasaannya yang campur aduk.

​“Deg-degan sekali awalnya, apalagi di film ini saya mendapat tantangan tersendiri. Namun Mas Hanung berhasil memberikan ruang yang nyaman dalam direction-nya, sehingga saya juga merasa menemukan playground dalam mengembangkan karakter yang saya perankan,” ujar Eva Celia.

​Film Descendants of the Sun akan segera tayang di bioskop Indonesia. Nantikan informasi dan perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi @dapurfilm dan @filmdots_indonesia, sampai jumpa di bioskop.

Tentang DAPUR FILM INDONESIA

​DAPUR FILM Indonesia didirikan pada 31 Desember 2003 oleh Hanung Bramantyo di Jakarta, Indonesia. Di mana sudah melahirkan sineas-sineas muda seperti Angga Dwimas Sasongko, Fajar Nugros, Fajar Bustomi, Gina S Noer, dan sebagainya.

​Sekarang, DAPUR FILM sudah menjadi Production House yang menghasilkan banyak film-film box office terutama dengan genre drama romance.

Tentang Hanung Bramantyo

​Lahir di Yogyakarta, 1975. Lulusan Fakultas Film & TV di Institut Kesenian Jakarta. Pertama kali memperoleh penghargaan Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada tahun 2005.

​Film pertama yang bertemakan drama berjudul Ayat-Ayat Cinta (2008) memperoleh 3,6 juta penonton, disusul film Rudy Habibie (2016) memperoleh 2 juta Penonton, Habibie & Ainun memperoleh 2,2 juta Penonton dan Miracle in Cell no 7 (2022) memperoleh 5,8jt Penonton.

​Selain box office, film bertemakan historical periodic lainnya mendapatkan penghargaan internasional seperti Kartini (2017) menjadi satu satu nya film Indonesia yang diputar di PBB dalam Kongres Perempuan Dunia; dan film Sultan Agung (2018) mendapatkan penghargaan Jury Prize di Azkubat International Film Festival Rusia tahun 2019.

Hari Kedua ICX Jakarta 2026, Barista dan Pelaku Industri Kopi Unjuk Kualitas

Jakarta, 5 September 2026 – Hari kedua penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), berlangsung tak kalah meriah dari hari pembukaan. Sejak area pameran dibuka, pengunjung dari kalangan pelaku industri, barista, pemilik kafe, hingga pecinta kopi kembali memadati Cendrawasih Hall untuk menyaksikan langsung rangkaian kompetisi, program edukasi, dan pengalaman menyeduh kopi yang dihadirkan sepanjang hari.

​Salah satu magnet utama hari kedua adalah babak Round 2 Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Berbeda dengan Round 1 yang digelar sehari sebelumnya, Jumat (4/9), tujuh kompetitor yang tampil di Round 2 merupakan barista-barista baru yang belum bertanding di babak pertama, sehingga kedua babak ini menghadirkan wajah dan racikan yang sepenuhnya berbeda satu sama lain.

​Sepanjang Round 1 dan Round 2, IBC Regional 1 Jakarta diikuti oleh 15 peserta yang datang dari 12 brand kopi tanah air, mulai dari coffee shop dengan jaringan gerai yang sudah dikenal luas, roastery lokal, hingga kedai kopi independen. Sejumlah brand yang berlaga di antaranya Ahead Coffee and Roastery, Anomali Coffee, Blue Doors, Common Grounds Coffee Roaster, Dream Coffee Company, Fumidai Specialty Coffee, Kopi Kenangan, Makmur Jaya Coffee Roaster, Omakafe, Ratio Coffee Brewers, Sunkop Ambarawa, dan Toko Kopi Tuku, ditambah dua peserta yang tampil sebagai kompetitor independen.

​Keberagaman latar belakang ini sekaligus menggambarkan bagaimana kompetisi barista kini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga panggung bagi berbagai skala bisnis kopi, dari yang sudah besar hingga yang baru merintis, untuk sama-sama unjuk kualitas.

​Dari 15 peserta tersebut, dewan juri menetapkan enam barista dengan perolehan poin tertinggi untuk melaju ke Final Round IBC Regional 1 Jakarta. Keenam finalis ini akan kembali naik panggung esok hari, Minggu (6/9), bertepatan dengan hari penutupan ICX Jakarta 2026, untuk memperebutkan gelar juara.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan keramaian yang terlihat selama dua hari penyelenggaraan menunjukkan bahwa kopi dapat dinikmati dari berbagai sisi, baik sebagai industri, kompetisi, maupun pengalaman yang dekat dengan masyarakat.

​"Yang paling saya rasakan di hari kedua ini adalah semangat anak-anak muda, para barista dari berbagai daerah, yang datang membawa cerita dan rasa kopi daerahnya masing-masing."

Ini yang membuat saya yakin, industri kopi Indonesia punya masa depan yang sangat cerah," ujarnya saat meninjau langsung jalannya kompetisi IBC Regional 1 di JICC, Sabtu (5/9).

​Respon positif serupa juga dirasakan para pengunjung yang datang ke ICX Jakarta 2026. Gio, salah satu pengunjung yang datang khusus untuk menyaksikan kompetisi IBC, mengaku terkesan dengan suasana pameran hari ini.

​"Saya senang banget bisa lihat langsung barista-barista unjuk kemampuan, suasananya seru dan hidup banget. Besok saya mau balik lagi buat nonton Final Round IBC," katanya.

​Selain kompetisi IBC, Unfiltered menjadi salah satu program yang mencuri perhatian pengunjung hari ini. Sesi ini menghadirkan Tarra Budiman, Diskopantera, dan Irpan (@sarcastichusband) dalam suasana yang lebih santai dan menghibur. Ketiganya turut menjajal keseruan di area bar, berinteraksi langsung dengan pengunjung, serta mengajak para figur publik dan pemenang WBC untuk mencicipi kopi yang disajikan.

​Keseruan semakin terasa ketika setiap kopi yang disajikan mendapat komentar spontan dari mereka yang mencicipi. Reaksi jujur, obrolan ringan, hingga perbedaan selera menjadi bagian dari interaksi yang membuat Unfiltered ramai mengundang tawa dan perhatian pengunjung sepanjang hari.

​Tarra Budiman mengaku menikmati keseruan Unfiltered sekaligus antusias melihat semarak ICX Jakarta 2026 yang mempertemukan berbagai kalangan dengan dunia kopi.

​"Unfiltered seru banget. Di sini tempatnya orang-orang bukan hanya ngomongin teknis tapi gimana caranya kita nyeduh, ngobrol dan bercanda bareng karena esensinya ngopi ya ngumpul bareng aja. ICX gue suka banget, seru banget karena disini bisa menemukan kopi-kopi enak dan bisa banyak belajar," ujar Tarra.

​Program edukasi Brew Talks juga tak kalah menarik perhatian. Salah satu sesinya adalah "Secangkir eXperience: An Immersive End-to-End Coffee Experience" yang berlangsung di ICX Program Stage, menghadirkan Fajar Endra Nusa dari Secangkir Coffee & Roastery bersama Famara Wassa Jawla, Coffee Influencer yang turut berperan sebagai home brewer dalam sesi ini. Sesi dibuka dengan cara yang biasa, lewat sajian es krim kopi susu yang dibagikan langsung kepada penonton di area kursi sebelum diskusi dimulai. Dalam obrolan santai, Fajar dan Famara berbagi cerita mengenai konsep Secangkir eXperience, mulai dari lini biji kopi andalan yang dihadirkan di ICX Jakarta 2026, salah satunya varian Blueberry Bubblegum (Sumbing Supernova Washed), hingga bagaimana Secangkir berupaya menghadirkan pengalaman ngopi yang immersive dan end-to-end, berbeda dari coffee experience pada umumnya. Keduanya juga membahas kolaborasi yang mereka jalankan khusus untuk ICX kali ini, serta bagaimana Secangkir menjaga karakter dan identitas yang khas di tengah semakin beragamnya coffee experience yang ditawarkan brand-brand kopi lain.

​Titik keramaian lain hari ini datang dari Lounge by Santino, yang menghadirkan sesi Brew Bars Takeover sepanjang hari, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WIB. Berbeda dari kompetisi, sesi ini menghadirkan barista-barista ternama tanah air yang bergantian mengambil alih bar setiap satu jam, meracik langsung di hadapan pengunjung sekaligus berbagi teknik dan cerita di balik racikan andalan mereka. Sesi ini membuat pengunjung bisa mencicipi ragam gaya seduh dari beberapa nama besar dunia kopi tanah air tiap harinya.

​Momen belanja pengunjung di ICX Jakarta 2026 juga semakin praktis berkat dukungan balé by BTN, yang menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan transaksi digital dalam ekosistem kopi. Selama ICX Jakarta 2026 berlangsung, pengunjung dapat menikmati cashback hingga Rp150.000 untuk setiap transaksi menggunakan balé by BTN. Selain itu, tersedia pula kesempatan membawa pulang hadiah berupa satu unit mesin kopi dan tabungan hingga Rp9.000.000 dengan mengumpulkan kupon dari setiap transaksi minimal Rp150.000.

​Pengunjung yang melakukan aktivasi balé by BTN di area ICX Jakarta juga berkesempatan mendapatkan voucher belanja hingga Rp50.000 yang dapat digunakan langsung di area pameran. Sebagai penutup rangkaian promo, pengunjung yang mengikuti program Lucky Spender balé by BTN dapat menantikan pengumuman pemenangnya pada hari terakhir ICX Jakarta 2026, Minggu (6/9).

​Kemeriahan ICX Jakarta 2026 akan mencapai puncaknya besok, Minggu (6/9), sekaligus menjadi hari penutupan. Pengunjung dapat kembali menikmati sesi Brew Bars pukul 10.30 - 17.30 WIB, Brew Talks dari Arutala Coffee di jam 14.00 WIB, Final Round IBC Regional 1 Jakarta pukul 11.00 - 17.10 WIB yang akan menentukan barista terbaik dari kompetisi ini, serta Winner Announcement IBC pada hari yang sama. Rangkaian ICX Jakarta 2026 akan resmi ditutup dengan Coffee Rave Party yang menampilkan penampilan spesial dari Mollucan Soul sebagai puncak perayaan.

​Pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan hari terakhir ICX Jakarta 2026, tiket reguler dapat dibeli seharga Rp60.000 per tiket. Tersedia pula promo bundling satu tiket gratis satu cup gelato dari Espresso Italia seharga Rp70.000, yang dapat dibeli melalui dyandratiket.com.

​ICX Jakarta 2026 berlangsung hingga Minggu, 6 September 2026. Informasi mengenai rangkaian kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Coffee Expo pada indonesiacoffeeexpo.com dan akun Instagram @icx_expo.

Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI)

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional untuk penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

Tentang Dyandra Promosindo

​Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Good Morning Everyone dan Fiersa Besari Hadirkan "Kalah", EP tentang Merelakan Cinta yang Tak Lagi Sejalan

Good Morning Everyone (GME) resmi merilis EP terbaru, "Kalah", di seluruh platform musik digital. Proyek ini menjadi kolaborasi istimewa GME bersama Fiersa Besari, yang hadir di seluruh lagu dalam EP dan memperkaya warna pop alternatif khas unit asal Semarang tersebut.

​"Kalah" merangkum empat lagu: 'Salah', 'Ia', 'Salah (Acoustic Version)', dan 'Ia (Acoustic Version)'. Jika 'Salah' berbicara tentang seseorang yang selalu dianggap keliru di mata pasangannya, 'Ia' mengajak pendengar melihat sisi lain dari sebuah perpisahan: hubungan yang harus dilepaskan bukan karena ada yang sepenuhnya salah, melainkan karena dua orang tidak lagi berjalan ke arah yang sama. "Ia adalah tentang menerima bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk bertahan. Ada hubungan yang akhirnya perlu dilepaskan, bukan karena rasa sayangnya tidak ada, tetapi karena kami sadar arah yang dituju sudah berbeda," ungkap GME.

​Kehadiran versi akustik dalam "Kalah" menjadi cara GME dan Fiersa Besari menempatkan cerita sebagai pusat pengalaman mendengarkan. Dengan aransemen yang lebih sederhana, kedua versi tersebut memberi ruang lebih besar bagi lirik serta emosi lagunya untuk berbicara. "Kami merasa cerita dalam EP ini akan lebih kuat ketika dibawakan dengan sederhana, seperti mendengarkan seseorang bercerita secara langsung tanpa banyak ornamen," lanjut GME.

​Kolaborasi bersama Fiersa Besari mempertemukan karakter lirik GME yang dekat dengan keseharian dengan kepekaan bertutur Fiersa. Hasilnya adalah empat lagu yang merekam proses kalah, salah, menerima, hingga merelakan dalam hubungan. Sebuah pengalaman yang personal, tetapi juga dekat dengan banyak pendengar.

​Bagi GME, "Kalah" melanjutkan perjalanan kreatif mereka sebagai salah satu unit pop alternatif dari Semarang. Beranggotakan Sani (vokal), Daniel (gitar), Erwin (keyboard), Dani (bass), dan Yuli (gitar), GME pernah masuk nominasi AMI Awards 2016 lewat lagu 'Move On' dan tampil sebagai salah satu guest star di Zandari Festival, Korea Selatan, pada 2023. "Kalah" kini telah tersedia di seluruh platform musik digital.

​Tracklist "Kalah"

  • ​'Salah'
  • ​'Ia'
  • ​'Salah (Acoustic Version)'
  • ​'Ia (Acoustic Version)'

​Tentang GME

​Good Morning Everyone (GME) adalah grup musik asal Semarang yang dikenal melalui karya-karya bernuansa pop alternatif dengan lirik yang dekat dengan keseharian, beranggotakan lima personil, yakni Sani (vokal), Daniel (gitar), Erwin (keyboard), Dani (bass) dan Yuli (gitar). Pada tahun 2016, GME pernah masuk nominasi AMI AWARDS dalam kategori produksi musik terbaik untuk lagu 'Move On'. Pada Desember 2023, GME sempat menjadi salah satu guest star di acara festival musik internasional di Korea Selatan yaitu ZANDARI Festival. Beberapa single sudah dirilis dan menjadi andalan GME ketika tampil di panggung, seperti 'TungguAku' (2018), 'Secepat Mungkin' (2018), dan 'Bukan Begitu Caramu' (2020) GME juga sempat merilis EP berjudul Lusi pada 2021., menutup tahun 2024, GME membuahkan karya berupa album penuh bertajuk 'Bapak' dan ditahun 2025 merilis lagu bersama Fiersa Bersari Berjudul "Salah"

Jumat, 04 September 2026

Enzy Storia, Afgan, 11 ART, dan 7 Komika Stand Up Comedy Perempuan Ajak Ngakak Bareng di 16 Kota lewat Film Agensi Rumah Tangga

Film Agensi Rumah Tangga tayang serentak mulai 10 September di bioskop

Jakarta, 4 September 2026 — Film komedi terbaru dari sutradara Naya Anindita, Agensi Rumah Tangga akan tayang lebih dulu di 16 kota di Indonesia! Enzy Storia, Afgan, bersama 11 ART dan 7 komika perempuan akan mengajak penonton untuk ngakak bareng menyaksikan kisah Katia yang baru saja di-PHK dan berjuang untuk menemukan jalan barunya lewat usaha agensi penyaluran ART.

​Menjadi persembahan terbaru dari Starvision yang bekerja sama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, film ini akan menjadi persembahan untuk para perempuan Indonesia yang tak kenal lelah untuk berjuang dan bekerja demi kebutuhan hidup.

​Nonton duluan film Agensi Rumah Tangga di 16 kota akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, pada 5–6 September 2026. Pada Sabtu, 5 September 2026, kota yang bisa nonton duluan film ini adalah Bandung (TSM XXI), Tasikmalaya (Tasik XXI), Yogyakarta (Ambarrukmo XXI), Makassar (Panakkukang XXI), Garut (Ciplaz Garut XXI), Palembang (Palembang Icon Cinepolis), Semarang (Java Supermall Cinepolis), dan Karawang (Festive Walk CGV).

​Sementara pada Minggu, 6 September 2026, kota-kota yang lebih dulu nonton Agensi Rumah Tangga adalah Jakarta (Blok M XXI), Surabaya (Transmart Ngagel XXI), Medan (Manhattan XXI), Lampung (Malkartini XXI), Samarinda (Samarinda Square XXI), Malang (Malang Town Square Cinepolis), Tangerang (Eco Plaza Cikupa CGV), dan Depok (Dmall CGV).

​"Agensi Rumah Tangga adalah komedi yang kita butuhkan saat ini. Mengikuti perjalanan yang seru, kocak, namun juga ada bagian yang bisa menyentuh hati kita. Naya berhasil menghidupkan karakter-karakternya yang sangat luar biasa yang didominasi oleh jajaran pemeran dan komika perempuan," ujar produser Chand Parwez Servia.

​"Ketika saya membuat film Agensi Rumah Tangga, saya berharap semoga bisa menjadi penyegar untuk teman-teman yang butuh hiburan di tengah kehebohan duniawi saat ini. Namun di sisi lain, saya juga berharap film ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk para perempuan di luar sana yang sedang berjuang memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya. Film ini untuk perempuan-perempuan yang memiliki tujuan sama, yaitu mau tidak mau harus meninggalkan keluarga agar bisa mensejahterakan keluarganya masing-masing," ujar sutradara Naya Anindita.

Agensi Rumah Tangga diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri, adaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari.

Film ini dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

​Selain nonton duluan di 16 kota, film Agensi Rumah Tangga juga menghadirkan promo pembelian tiket beli 1 gratis 1 yang tersedia di aplikasi dan website XXI, CGV, Cinepolis, dan TIX ID.

​Tonton film Agensi Rumah Tangga di bioskop pada 5 dan 6 September 2026 di 16 kota di Indonesia, dan sapu bersih tiketnya saat tayang serentak mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop.

​Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

​Katia yang di-PHK perlu pekerjaan baru untuk membayar KPR, hingga memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART). Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.

Pemain dan Tim Produksi

Enzy Storia — Katia Amaranto

Afgansyah Reza — Kafka

Fita Anggriani — Sashi

Ardit Erwandha — Banu

Yunita Siregar — Mila

Unique Priscilla — Titin

Tike Priatnakusumah — Bi Minah

Nada Novia — Nisa

Ummi Quary — Siti

Musdalifah Basri — Asih

Neneng Wulandari — Marsih

Dea Panendra — Dini

Boah Sartika — Denok

Priska Baru Segu — Rina

Astrid Juwita — Ratih

Nury Zhafira — Fitri

Mega Salsabila — Ica

Farrell Rafisqy — Kenzi

Khalif Al Juna — Kenzo

Sheila Dara — Viona

Hesti Purwadinata — Tessa Effendi

Lulu Tobing — Danila

Febby Rastanty — Quina

Dayu Wijanto — Miranti

Nazira C. Noer — Ira

Freya Mikhayla — Aurora

Azamy Syauqi — Dio

Niky Putra — Petugas CPNS 1

Mario Caesar — Peserta Ujian CPNS 1

Kev — Peserta Ujian CPNS 2

Oline Mendeng — Hani

Yono Bakrie — Yono Sayur

Marchella FP — Cecel Pegawai TV

Rendha Rais — Widya

Reza Chandika — Candra Chandika

Arvino Ramadhan — Petugas CPNS 2

Oki DM — Wanto Furniture

Anyun Cadel — Toha

Elia Margaretha — Wanita Bertubuh Besar

Yudha Brajamusti — Dukun

McDanny — Pembeli Mobil Katia

Shela Lala — Mbak Lala

Vadie Akbar — Reza

Dian Iyoy — Bapak Main Gaple

Produksi


Starvision

Legacy Pictures

Vortera Studios

Navvaros

Produser


Chand Parwez Servia

Riza

Reza Servia

Mithu Nisar

Sutradara


Naya Anindita

Produser Eksekutif


Amrit Dido Servia

Raza Servia

Futih Aljihadi

Lisbeth Simarmata

Muhammad Noviar Rahman

Nazira C Noer

Trivet Sembel

Produser Lini


Rini Atmodjo

Penulis Skenario


Upi

Ayu Anggraini Putri

Dari Novel Best Seller


Almira Bastari

Penata Artistik


Jacobus Dimas

Penata Kamera: Robert Cauble

Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi

Penata Suara: Aditya Trisnawan

Perekam Suara: Waim Ahmad Fahreizi

Penata Musik: Hariopati Rinanto

Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio

Penata Grafis: Mataque Studio

Penata Rias: Amalia Cantiqa

Penata Busana: Aldie Harra

Penata Peran: Arief Havidz

Penata Peran: Abie Prabu

Perancang Poster: Alvin Hariz

OST: 

Langit Merah Muda — Afgan

Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) — Afgan

Jatuh, Bangkit Kembali! — HIVE!

Kita Bikin Romantis — MALIQ & D'Essentials


Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang Legacy Pictures

​PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.

​Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan investasi film. "PENGABDI SETAN", "AGAK LAEN", "PETUALANGAN SHERINA 2" dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.

​STARVISION | LEGACY PICTURES | VORTERA STUDIOS | NAVVAROS

Tentang Vortera Studios

​Vortera Studios adalah sebuah perusahaan film asal Indonesia yang aktif berkolaborasi dalam berbagai proyek film layar lebar nasional. Sebagai studio film baru di industri perfilman tanah air, Vortera Studios gencar menjalin kemitraan strategis dengan rumah produksi besar mapan seperti Rapi Films, Starvision, dan Screenplay Films.

Tentang Navvaros

​Navvaros Entertainment adalah perusahaan pemasaran, investasi, dan pengembangan film di...

ICX Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Satukan Rantai Ekosistem Kopi dari Hulu hingga Gaya Hidup

Jakarta, 4 September 2026 – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan. Diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung penuh oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), ICX Jakarta 2026 menjadi kota terakhir sekaligus puncak rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 setelah sebelumnya hadir di Surabaya dan Medan.

​Berlangsung selama tiga hari pada 4–6 September 2026, ICX Jakarta menjadi ruang pertemuan berbagai pelaku dalam ekosistem kopi Indonesia, mulai dari petani kopi, brand, roaster, pengelola kafe, barista, UMKM, komunitas, hingga penikmat kopi. Sebanyak lebih dari 115 brand berpartisipasi dalam penyelenggaraan ICX Jakarta yang menargetkan 10.000 pengunjung dengan potensi transaksi hingga Rp4 miliar.

​Pembukaan ICX Jakarta 2026 ditandai dengan prosesi pemotongan pita yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Deputi Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM Ekraf Digital Ery Punta Hendraswara, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, dan Direktur Dyandra Promosindo Michael Bayu A. Sumarijanto, serta Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A Kusumo.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengapresiasi penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 yang mempertemukan berbagai pelaku dalam industri kopi dengan masyarakat.

​"Indonesia menempati nomor empat kopi dunia, persentasenya antara 7-8% kontribusinya. Pelaku di Jakarta yang berkaitan dengan kopi hampir 193.000, jadi cukup besar sekali. Saya ingin kreativitas, pertemuan ide, dan inovasi dalam ruang-ruang seperti ini, apakah itu kopi, teh, atau lainnya, pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang dan support sepenuhnya untuk itu. Saya berharap Jakarta bisa menjadi hub utama untuk perkopian Indonesia."

​Pertumbuhan budaya ngopi di Indonesia turut tercermin dari perkembangan industri kopi dalam satu dekade terakhir. Data International Coffee Organization (ICO) menunjukkan konsumsi kopi Indonesia tumbuh 50,02% dalam 10 tahun terakhir, sementara pertumbuhan jumlah kafe di Indonesia mencapai sekitar 16% per tahun. Survei Jakpat pada 2026 juga menunjukkan bahwa 58% responden mengonsumsi kopi setidaknya sekali setiap hari.

​Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan perubahan perilaku konsumen. Masyarakat semakin memperhatikan kualitas produk, cita rasa, serta karakter kopi yang dikonsumsi. Kopi pun berkembang tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya brand, talenta, komunitas, dan peluang usaha baru.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan ICX Jakarta 2026 dihadirkan untuk menangkap perkembangan tersebut sekaligus mempertemukan industri dengan masyarakat.

​"Bagi kami, perkembangan industri kopi Indonesia saat ini menunjukkan optimisme yang kuat. Industri ini tidak hanya tumbuh dari sisi konsumsi, tetapi juga dari semakin beragamnya pelaku usaha, brand, barista, roaster, komunitas, dan talenta baru yang terus berkembang. Karena itu, melalui ICX, kami ingin menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan dan menghubungkan rantai ekosistem kopi ini sekaligus membawa perkembangan industri kopi semakin dekat dengan masyarakat."

Dari Kompetisi Barista hingga Lifestyle

​Pada hari pertama penyelenggaraan, ICX Jakarta 2026 memulai rangkaian Indonesia Barista Championship (IBC) Region 1 Jakarta. Sebanyak delapan kompetitor bertanding pada Round 1 dari total 15 kompetitor dari beberapa entitas kopi ternama di Indonesia yang mengikuti rangkaian kompetisi selama ICX Jakarta 2026.

​IBC menjadi ruang bagi barista untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karakter dalam meracik kopi. Bagi pengunjung, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung talenta dan proses di balik penyajian kopi.

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, mengatakan IBC menjadi ruang bagi barista untuk memperlihatkan perkembangan talenta sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap profesi barista.

​"IBC menjadi ruang bagi barista untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karakter mereka dalam meracik kopi. Melalui kompetisi ini, masyarakat juga dapat melihat lebih dekat talenta-talenta yang berkembang di industri kopi Indonesia. Kami berharap semangat kompetisi di ICX dapat terus mendorong lahirnya talenta, ide, dan kolaborasi baru di industri kopi," ujar Daryanto.

​Menurut Daryanto, perkembangan industri kopi saat ini juga semakin dipengaruhi oleh generasi muda yang menjadikan ngopi sebagai bagian dari gaya hidup. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk terus beradaptasi, termasuk dari sisi produk, pengalaman, dan branding agar semakin relevan bagi konsumen muda.

​ICX Jakarta 2026 menghadirkan pengalaman tersebut melalui berbagai program yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan pelaku industri, mengenal produk, serta memahami proses dan keterampilan di balik penyajian kopi.

​Salah satunya melalui UNFILTERED Bars yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kopi sekaligus berinteraksi langsung dengan brand dan pelaku industri dan termasuk figur publik. Area ini menjadi ruang experiential yang mempertemukan produk, pelaku usaha, dan konsumen dalam satu pengalaman.

BTN Dorong Transaksi Digital di Ekosistem Kopi

​Dukungan terhadap ICX Jakarta 2026 juga hadir melalui balé by BTN. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, kopi menjadi ekosistem yang menarik karena tidak hanya telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, tetapi juga memiliki mata rantai ekonomi yang luas, mulai dari petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, UMKM hingga konsumen.

​Menurut Nixon, karakter tersebut sejalan dengan strategi Beyond Mortgage BTN. Perseroan tetap memperkuat bisnis utama di sektor perumahan sekaligus memperluas layanan untuk berbagai kebutuhan dan transaksi keseharian nasabah.

​"Kopi hari ini bukan sekadar minuman, tetapi sudah menyatu dengan lifestyle. Komunitasnya banyak, ekosistemnya besar. Kami melihat market-nya besar, potensinya besar, sangat lokal, dan menyentuh banyak UMKM," ujar Nixon.

​Melalui balé by BTN, BTN ingin menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin dekat dengan aktivitas pengunjung maupun pelaku usaha selama ICX sekaligus mendorong penggunaan transaksi digital dalam ekosistem kopi.

​Selama ICX Jakarta 2026, pengunjung dapat menikmati cashback hingga Rp150.000 untuk transaksi menggunakan balé by BTN. Selain itu, tersedia kesempatan mendapatkan hadiah menarik berupa satu unit mesin kopi dan tabungan hingga Rp9.000.000 dengan mengumpulkan transaksi minimal Rp150.000 untuk mendapatkan satu kupon.

​Pengunjung juga dapat melakukan aktivasi balé by BTN di area ICX Jakarta untuk mendapatkan voucher belanja hingga Rp50.000 yang dapat digunakan di area pameran. Sementara itu, pengunjung yang mengikuti program Lucky Spender balé by BTN dapat menantikan pengumuman pemenang pada hari terakhir ICX Jakarta 2026, Minggu (6/9).

Tiket, Agenda, dan Akses Menuju ICX Jakarta

​Untuk tiket, ICX Jakarta 2026 menyediakan tiket reguler seharga Rp60.000 per tiket. Tersedia pula paket bundling satu tiket dengan satu cup gelato dari Espresso Italia seharga Rp70.000 yang dapat dibeli melalui kanal penjualan tiket resmi Dyandra.

​ICX Jakarta 2026 dapat diakses melalui berbagai pilihan transportasi. Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi atau taksi dapat menuju JICC Senayan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gerbang Pemuda, maupun Jalan Pintu Satu Senayan melalui kawasan GBK.

​Untuk transportasi umum, pengunjung dapat menggunakan TransJakarta dan turun di Halte JCC Senayan, Halte Polda Metro, atau Halte Gelora Bung Karno, kemudian berjalan kaki menuju lokasi. Sementara itu, pengguna MRT dapat turun di Stasiun Istora Mandiri dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju JICC Senayan.

​Rangkaian ICX Jakarta 2026 masih berlanjut pada Sabtu (5/9). Tujuh kompetitor berikutnya akan bertanding dalam IBC Round 2 pada pukul 13.00 WIB, sementara pengunjung dapat mengikuti Brew Talks pada pukul 11.30-17.45 WIB serta menikmati berbagai pengalaman interaktif di Brew Bars.

​ICX Jakarta 2026 berlangsung hingga Minggu, 6 September 2026. Informasi mengenai rangkaian kegiatan dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Coffee Expo pada indonesiacoffeeexpo.com dan akun Instagram @icx_expo.

​Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional para penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

​Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut di antaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Jakarta Jadi Puncak Rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Kompetisi hingga Coffee Rave Party

Jakarta, 20 Agustus 2026 – PT Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) resmi mengumumkan penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Sebagai acara puncak rangkaian Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026, penyelenggaraan di Jakarta ditargetkan menghadirkan lebih dari 10.000 pengunjung, 75 brand, serta mencatatkan potensi transaksi hingga Rp 4 miliar.

​Mengusung tema "Brewing Business, Shaping Lifestyle, and Coffee Excellence", ICX Jakarta 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan seluruh ekosistem industri kopi Indonesia, mulai dari petani, roaster, barista, coffee shop, distributor, supplier, pelaku UMKM, investor, hingga penikmat kopi. Tidak hanya menjadi ajang pameran, ICX juga dirancang sebagai ruang yang mendorong kolaborasi, membuka peluang bisnis, serta memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar nasional maupun global.

Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan bahwa Indonesia Coffee Expo terus berkembang sebagai platform yang tidak hanya mempertemukan pelaku industri, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang relevan bagi berbagai segmen pengunjung.

​"Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 kami rancang sebagai ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi dalam satu ekosistem. Di saat yang sama, kami ingin setiap pengunjung, baik Explorer yang ingin menikmati pengalaman baru, Entrepreneur yang mencari peluang pengembangan bisnis, maupun Industry Player yang ingin memperluas jejaring dan kemitraan, dapat menemukan apa yang mereka cari di ICX. Harapannya, ICX dapat terus menjadi pendorong pertumbuhan industri kopi Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat global," ujar Daswar.

​Selain menghadirkan peluang transaksi, business matching, dan networking bagi pelaku industri, ICX Jakarta 2026 juga menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai aktivitas interaktif, sekaligus menghadirkan kompetisi dan program edukasi untuk mendorong peningkatan kualitas industri kopi Indonesia.

​Salah satu agenda utama yang akan hadir adalah Indonesia Barista Championship (IBrC) Region 1 – Jakarta, kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian seleksi barista terbaik Indonesia. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah lahirnya talenta-talenta baru sekaligus memperkuat standar profesionalisme industri kopi nasional.

Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti Brew Talks, sesi talk show interaktif yang menghadirkan pelaku industri, praktisi, dan kreator untuk membahas tren serta perkembangan industri kopi. Sementara itu, Coffee Rave Party akan menghadirkan pengalaman menikmati kopi melalui music performance, coffee sampling, curated cold brew & espresso menu, serta Experience Bar yang menghadirkan beberapa coffee industry figures, untuk secara langsung membuat dan menyajikan kopi bagi para pengunjung, menciptakan pengalaman ngopi yang lebih personal, fun, dan interaktif di ICX.

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, mengatakan bahwa Indonesia Coffee Expo menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya saing industri kopi nasional melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

​"Indonesia memiliki potensi kopi yang luar biasa, mulai dari keragaman origin hingga talenta-talenta di industri hilir. Melalui Indonesia Coffee Expo, kami ingin menghadirkan ruang yang mampu mempertemukan seluruh ekosistem tersebut agar tercipta lebih banyak kolaborasi, transfer pengetahuan, dan peluang usaha. Kami berharap ICX dapat menjadi salah satu penggerak lahirnya inovasi sekaligus memperkuat posisi kopi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," ujar Daryanto.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan bahwa sebagai bagian dari transformasinya menjadi bank yang hadir lebih dekat dengan berbagai kebutuhan masyarakat, BTN terus memperluas perannya melalui ekosistem beyond mortgage.

​Transformasi ini tidak hanya menghadirkan layanan perbankan untuk kebutuhan finansial, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas dan gaya hidup masyarakat, termasuk mereka yang menjadikan kopi dan aktivitas ngopi sebagai bagian dari keseharian.

​Melalui dukungan terhadap Indonesia Coffee Expo 2026, BTN ingin hadir di tengah ekosistem kopi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, kreator, hingga masyarakat. "Kehadiran Bale by BTN dalam ajang ini menjadi salah satu wujud upaya BTN untuk menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih relevan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kopi dan UMKM untuk tumbuh melalui dukungan transaksi dan layanan digital," ujar Nixon.

​Informasi mengenai pembelian tiket dan rangkaian program Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 dapat diakses melalui indonesiacoffeeexpo.com atau dyandratiket.com, serta Balé by BTN. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pertemuan terbesar pelaku industri kopi Indonesia dengan mengikuti akun Instagram resmi @icx_expo dan merasakan pengalaman menikmati kopi dalam satu ekosistem. Sampai jumpa di Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026!

Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI)

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional para penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut di antaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Kamis, 03 September 2026

IDGITAF HADIRKAN KARYA ALBUM KEDUANYA LEWAT "PEMENTASAN BERUSAHA DI BAWAH HUJAN"

Bagaimana kalau sebuah album tidak hanya didengarkan, tetapi juga dimainkan, diperankan, dan diceritakan kembali di atas panggung? Musisi muda yang satu ini tahu cara mementaskan karya-karyanya dengan sangat spesial. Idgitaf akan membawa album terbarunya ke bentuk yang lebih luas dari sebuah pertunjukan musik. Sebuah pementasan semi-teatrikal yang memadukan seni lagu, peran, dan tarian kedalam sebuah pengalaman utuh dengan nama 'Pementasan Berusaha di Bawah Hujan'.

​Diadaptasi langsung dari album studio kedua bertajuk "Berusaha di Bawah Hujan", Idgitaf berkolaborasi dengan Katarsis Live menghadirkan pengalaman yang berbeda dalam sebuah pementasan karya musik. Ia akan menampilkan pertunjukan teatrikal dengan berperan sebagai Air dengan lawan mainnya yaitu

​Api. Saat ini Idgitaf sedang melakukan semua persiapan dari penampilan spesialnya ini yang belum pernah dibawakan dalam festival maupun pertunjukan lainnya.

​"Sekarang aku sedang menyiapkan semuanya. Mulai dari setlist, persiapan acting, sampai belajar beberapa tarian yang akan ditampilkan dalam pementasan kali ini. Pokoknya ini akan menjadi sebuah penampilan spesial yang sayang banget buat dilewatin deh!" cerita Idgitaf.

​Pementasan ini juga akan menghadirkan Hindia dan Dere sebagai kolaborator. Keduanya bukan nama yang asing dalam perjalanan album kedua Idgitaf, karena masing-masing turut berkolaborasi dalam lagu "Masih Ada Cahaya" bersama Hindia dan "Setengah Langit" bersama Dere. Kehadiran keduanya di atas panggung tentu menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam pementasan ini.

​Selain itu, Idgitaf juga akan mengajak beberapa nama lain untuk berkolaborasi. Mulai dari teman-temannya yang sudah mendukungnya sejak lama yakni Jebung, Rifqi FTR, dan Dandy yang akan hadir sebagai kolaborator. Kemudian ia juga mengajak New Pusat Dunia (NPD) serta Lomba Sihir dalam pementasan kali ini.

​Selain membawakan karya dari album "Berusaha di Bawah Hujan", Idgitaf juga akan memainkan lagu-lagu dari rilisan sebelumnya. Secara keseluruhan, penonton akan disuguhkan lebih dari 20 lagu dalam satu rangkaian pertunjukan.

​Sebagai promotor, Katarsis Live merancang konser ini sebagai sebuah pengalaman yang tidak berhenti ketika musik dimainkan di atas panggung. Penonton juga diajak untuk ikut menjadi bagian dari cerita melalui berbagai elemen interaktif. Mengambil inspirasi dari identitas koboy yang kini menjadi bagian dari karakter Idgitaf, tersedia beberapa permainan yang bisa diikuti penonton, seperti Rodeo Bull, Lasso Toss, dan Pull The Bull.

​"Kami selalu ingin menghadirkan pertunjukan musik yang dapat berarti dan dirasakan oleh penonton. Semua ide datang dari Idgitaf, dan Katarsis Live mencoba untuk mewujudkan keinginannya menjadi pengalaman yang tak terlupakan oleh Idgitafriends (panggilan bagi penggemar Idgitaf)," cerita CEO Katarsis Live, Reyhana Zain.

​Saat ini tiket "Pementasan Berusaha di Bawah Hujan" sudah dapat dibeli melalui www.idgitaf.id. Penjualan tiket dibuka dalam 3 kategori, dengan kategori harga terendah yakni kategori "Hujan" dengan harga Rp159.000, lalu kategori "Mendung" Rp259.000. Selain itu, Idgitaf juga membuka kategori spesial yakni "Cahaya" yang dibanderol seharga Rp349.000. Mendengar kebutuhan dan permintaan para ​penonton, Idgitaf bersama Katarsis Live juga menghadirkan pilihan seating tribun, sehingga penonton dapat menikmati keseluruhan pementasan dengan lebih nyaman. Khusus untuk pemegang tiket "Cahaya", tersedia pula sesi talkshow spesial bertajuk IDGITALKShow bersama Duo Bahlul. Selain itu, penonton dapat menikmati berbagai photospot serta mendapatkan merchandise eksklusif yang dibuat khusus untuk "Pementasan Berusaha di Bawah Hujan".

​"Pementasan Berusaha di Bawah Hujan" akan berlangsung di Kuningan City Ballroom, Jakarta pada tanggal 18 September 2026.

Tentang Idgitaf

​Idgitaf merupakan musisi muda perempuan Indonesia yang dikenal lewat karya-karya personal dan lirik yang merefleksikan pengalaman serta keresahan generasi muda. Dengan karakter musik yang kuat dan pendekatan yang autentik, Idgitaf telah meraih berbagai penghargaan musik tanah air.

​Pada 15 Mei, Idgitaf merilis album studio penuh keduanya, Berusaha di Bawah Hujan (BDBH). Di minggu pertama perilisannya, album ini berhasil masuk ke jajaran Spotify Top Weekly Debut Albums Global, menandai pencapaian penting dalam perjalanan musiknya, kini Idgitaf tengah mempersiapkan konser "Pementasan Berusaha di Bawah Hujan" yang akan diselenggarakan 18 September 2026 mendatang.

Tentang Katarsis Live

​Katarsis Live adalah promotor pementasan semi teatrikal Idgitaf bertajuk "Pementasan Berusaha di Bawah Hujan." Dalam beberapa tahun terakhir Katarsis Live berhasil menunjukkan reputasinya sebagai promotor musik yang memiliki integritas lewat konser-konser musik yang sukses digelar, antara lain tur konser Reality Club, Isyana Sarasvati, Rizky Febian, Perunggu, dan juga intimate live music Raisa, Kunto Aji, Nadin Amizah, Sal Priadi, Ziva Magnolya, dan lain-lain. Selain itu, Katarsis Live tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan konser, tetapi juga dikenal sebagai kreator dan pengembang berbagai intellectual property (IP) hiburan, seperti Drive-In Senja (menonton film dari dalam mobil), Dunia Mencekam (IP horor), dan Sewaktu (intimate live music).

​Media Sosial:

Instagram: @idgitaf | TikTok: @idgitaf 

Spotify: Idgitaf | YouTube: Idgitaf

​Katarsis Live

Instagram: @katarsis.idn

Menuju Layar Lebar, Istimewa Kembali Mengajak Penonton Melihat Manusia Lebih Utuh

​ Gala Premiere di Jakarta Jadi Momentum "Istimewa" Membawa Pesan tentang Keluarga, Penerimaan, dan Ruang untuk Menjadi Diri Sendi...