Jumat, 08 Mei 2026

Rapi Films Gelar Gala Premiere "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan": Sebuah Pengingat Bahwa Memori Bersama Orang Tersayang Tidaklah Abadi

Jakarta, 8 Mei 2026 – Kita sering lupa bahwa percakapan di meja makan atau sekadar suapan sarapan dari ibu adalah kemewahan yang memiliki batas waktu. Memotret realita pahit tentang kehilangan ingatan yang perlahan, Rapi Films, Screenplay Films dan Vortera Studios, resmi menggelar Gala Premiere film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" di Epicentrum XXI, Jakarta.

​Setelah sebelumnya sukses menyentuh hati penonton lewat Tunggu Aku Sukses Nanti dan Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Rapi Films kini kembali dengan drama yang mengajak kita menghargai setiap detik kehadiran sebelum semuanya menjadi asing.

​Film arahan sutradara Kuntz Agus dan penulis Alim Sudio ini mengeksplorasi ketakutan manusia yang paling mendasar: dilupakan oleh orang yang paling kita cintai. Melalui karakter Yuke Yolanda (Lulu Tobing) seorang ibu tiga anak yang menghadapi Alzheimer. Film ini bukan sekadar bercerita tentang kondisi medis, melainkan tentang bagaimana sebuah keluarga tetap memilih untuk mencintai meski ingatan mulai memudar.

Lulu Tobing Belajar Hidup dengan Memori yang Memudar

​Bagi Lulu Tobing, memerankan Yuke adalah proses menyelami rasa sakit yang tenang namun mendalam. "Yang paling menyesakkan bagi saya adalah posisi Yuke sebagai sosok yang sangat dicintai, namun karena memorinya berkhianat karena terus memudar, dia harus belajar hidup tanpa menyadari besarnya kasih sayang di sekelilingnya. Ini bukan hanya tentang lupa nama atau jalan pulang, tapi perjuangan untuk tetap 'ada' saat pikiran mulai menjauh dari orang-orang tersayang," ungkap Lulu.

​Sementara bagi Yasmin Napper, yang memerankan sang anak sulung, Kesha, merasa film ini memberikan perspektif baru tentang hubungan keluarga.

​"Di sini aku menemukan rumah baru. Kedekatan kami sebagai 'Keluarga' terasa sangat jujur dan jauh berbeda dari peran-peran yang pernah aku mainkan sebelumnya. Chemistry yang terbangun membuat setiap adegan kehilangan di film ini terasa sangat nyata, karena kami benar-benar tumbuh sebagai keluarga selama proses produksi," tutur Yasmin.

Sutradara Kuntz Agus menambahkan bahwa film ini berangkat dari keresahan personal tentang kefanaan. "Pertanyaan besarnya adalah apa yang tersisa saat memori kita akan orang-orang tersayang mulai hilang? Film ini ingin memotret kepingan ingatan yang sering kita anggap sepele, namun sebenarnya itulah harta paling berharga yang kita miliki," ujarnya.


Kemeriahan Malam Gala Premiere

​Rangkaian acara diawali dengan Media Screening, dilanjutkan sesi konferensi pers yang dihadiri produser Sunil Samtani, sutradara, penulis, serta jajaran pemain utama seperti Ibnu Jamil, Shofia Shireen, dan Jordan Omar.

​Suasana malam semakin hangat dan meriah saat prosesi red carpet, di mana para pemeran tampil serasi dalam dresscode Blue & Pink. Acara ditutup dengan pemutaran film serentak di Epicentrum XXI yang dihadiri oleh tamu undangan dan rekan media.

​Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" siap menyapa dan mengajak setiap keluarga Indonesia untuk kembali pulang mulai 13 Mei 2026 di seluruh bioskop.

Bukan Hajatan Biasa, “Hajatan Setan” Merilis Teaser Trailer-nya di Pembukaan film The Bell

(Teaser Film Hajatan Setan menjadi tayangan Pembuka dari Film The Bell: Panggilan Untuk mati yang sedang tayang di bioskop)

Jakarta, 8 Mei 2026 – Film horor Hajatan Setan merilis teaser trailer berdurasi 70 detik yang menjadi tayangan pembuka film horor The Bell: Panggilan untuk Mati, film produksi MBK Pictures lainnya, yang sudah tayang di bioskop sejak 7 Mei 2026 kemarin. Diproduksi oleh MBK Productions dan Drias Film Production, film ini mengangkat teror yang berakar dari tradisi mistik masyarakat pedesaan, dengan pendekatan atmosferik yang perlahan membangun ketegangan.

Disutradarai secara kolaboratif oleh Eko Kristanto dan Drias, teaser ini menampilkan adegan kesurupan intens yang dialami Ari Irham, dengan tubuh yang bergerak di luar kendali dan wajah yang perlahan berubah menjadi putih pekat, hingga potongan ritual misterius yang melibatkan makhluk gaib. Visual yang dihadirkan terasa dekat dengan keseharian, namun perlahan bergeser menjadi pengalaman yang mencekam.

​Bagi Ari Irham, adegan kesurupan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menantang selama proses syuting. “Itu salah satu adegan yang cukup nguras energi, karena harus banyak eksplor gerak tubuh yang tidak wajar. Tapi justru seru juga, karena bisa benar-benar lepas dan nyobain hal baru di set,” ujarnya.

“Kami ingin penonton merasakan dulu atmosfernya. Ada sesuatu yang tidak beres, tapi belum sepenuhnya terlihat penyebabnya. Teror dalam film ini tidak hanya datang tiba-tiba, tapi dibangun dari hal-hal yang terasa dekat di kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar sutradara Drias.

​Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Bambang Drias, dan Lia Nurdiyani, dengan Budi Yulianto sebagai Produser Eksekutif. Naskah Hajatan Setan ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi. Selain Ari Irham dan Luna Maya, film ini juga turut dibintangi oleh Gisellma Firmansyah, Alika Jantinia, Karina Suwandi, Indra Birowo, Asri Welas, Sita Permatasari, Tanta Ginting, Bima Zeno, Abigail, Masayu Anastasia, Kukuh Prasetyo, dan Hassan Sule.

Ekspansi Pasar Asia Tenggara

​Menggabungkan elemen tradisi, relasi sosial, dan horor supranatural, Hajatan Setan dibangun dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan ketegangan, tetapi juga kedekatan emosional dengan penonton. Pendekatan ini membuka kemungkinan bagi film untuk terhubung dengan audiens yang lebih luas.

Hajatan Setan pun direncanakan tayang serentak di Asia Tenggara, dengan negara yang telah terkonfirmasi meliputi Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. “Kami melihat potensi cerita ini untuk diterima secara regional, karena berangkat dari akar tradisi yang juga punya kedekatan dengan budaya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Produser Eksekutif Budi Yulianto.

Hajatan Setan akan hadir dengan teknologi Dolby Atmos, yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman audio yang lebih imersif bagi penikmat film horor Indonesia. Mulai dari detail-detail kecil hingga suara yang mengejutkan akan terasa nyata di sekeliling penonton. Dengan demikian, pengalaman menonton tidak hanya terasa visual, tetapi juga secara fisik memperkuat intensitas teror yang dibangun di sepanjang film.

Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026.

​Ikuti terus perkembangan terbaru film Hajatan Setan melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm dan @driasfilm_ untuk mengetahui informasi selanjutnya.

​Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan...


Tentang MBK Productions dan Drias Film Production

MBK Productions hadir sebagai ekosistem kreatif komprehensif yang menjembatani pembuatan konten, pengembangan talenta, dan keterlibatan audiens melalui kekuatan cerita yang inspiratif. Bermula dari sebuah rumah produksi, kini MBK Productions telah berkembang menjadi agensi kreatif layanan lengkap dengan portofolio beragam yang mencakup film panjang, serial OTT, kampanye merek, hingga produksi acara. Beberapa karya film kolaboratif MBK Pictures antara lain; Air Mata Di Ujung Sajadah, Pengin Hijrah, Pelangi Di Mars, dan The Bell: Panggilan Untuk Mati.

Drias Film Productions adalah rumah produksi berbasis di Jakarta yang fokus pada produksi film dan distribusi film. Melalui kolaborasi strategis dan visi kreatif yang kuat, Drias Film Production terus memperkokoh posisinya dalam industri hiburan tanah air.

​Dedikasi tersebut dibuktikan melalui beberapa film terakhirnya, seperti Rumah Iblis, Paku Tanah Jawa, Anak Kunti, dan Dilanjutkan Salah Disudahi Perih.

​'Tanah Runtuh' Rilis Official Trailer dan Poster, Angkat Kisah Perjalanan Dua Anak Mencari Ibunya di Tengah Kerusuhan

Trailer dan Poster Perdana Tanah Runtuh Tampilkan Kisah Emosional Tentang Kehilangan, Inklusivitas, dan Ikatan yang Tumbuh di Tengah Kekacauan

Jakarta, 8 Mei 2026 – Denny Siregar Production resmi merilis official trailer dan poster film Tanah Runtuh, sebuah drama kemanusiaan yang membawa penonton menyusuri perjalanan tentang kehilangan, harapan, dan ikatan yang tumbuh di tengah situasi yang terasa runtuh. Berlatar sebuah kejadian besar yang pernah terjadi di Indonesia, film ini tidak menempatkan konflik sebagai pusat tontonan, melainkan sebagai latar dari kisah yang lebih intim dan personal tentang hubungan manusia ketika semua terasa runtuh.

​Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diproduseri oleh Denny Siregar, Tanah Runtuh mengikuti perjalanan Kai (Yoan) dan kakaknya Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dari ibu mereka di tengah kerusuhan yang terus meluas. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, Kai bertekad membawa kakaknya mencari sang ibu, menelusuri pengungsian demi pengungsian sambil menghadapi rasa takut yang tidak sepenuhnya mereka pahami.

​Di tengah perjalanan tersebut, mereka bertemu Idham, yang diperankan oleh Vino G. Bastian, yang awalnya hanya bertugas menangani konflik di wilayah tersebut. Namun pertemuannya dengan Kai dan Ringgo perlahan mengubah arah perjalanan itu menjadi sesuatu yang lebih personal, tentang tanggung jawab, kepedulian, dan hubungan yang tumbuh tanpa direncanakan.

​“Buat saya, Tanah Runtuh bukan sekadar cerita tentang konflik, tapi tentang bagaimana manusia tetap berusaha saling menjaga di tengah situasi yang kacau. Idham hadir sebagai sosok yang awalnya hanya menjalankan tugas, tapi perjalanan bersama Kai dan Ringgo membuat dia melihat banyak hal secara lebih personal. Itu yang membuat film ini terasa sangat manusiawi,” ujar Vino G. Bastian.

Official trailer Tanah Runtuh memperlihatkan fragmen perjalanan emosional para karakternya melalui situasi yang tegang sekaligus hangat. Mulai dari suasana pengungsian, perjalanan di tengah konflik, hingga momen-momen kecil yang membangun kedekatan di antara mereka, trailer ini memperlihatkan bagaimana harapan tetap bisa tumbuh bahkan dalam keadaan yang paling rapuh. Sementara itu, poster resmi film ini menghadirkan nuansa sunyi dan emosional yang merepresentasikan pencarian, kehilangan, dan ikatan keluarga yang menjadi inti cerita.

​Bagi Rudi Soedjarwo, Tanah Runtuh menjadi film yang ingin melihat sebuah peristiwa besar dari sisi yang lebih manusiawi. “Saya ingin membuat film yang lebih hening. Bukan tentang sejarah konflik yang terjadi selama bertahun-tahun, tetapi kita lihat dari kacamata yang berbeda, yaitu tentang bagaimana dampak yang dirasakan oleh manusia-manusia di dalamnya, tentang kehilangan, kerusakan hubungan, dan harapan yang tetap ada ketika semuanya terasa runtuh," ungkapnya.

​Pendekatan tersebut juga diperkuat oleh visi Denny Siregar untuk menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia. Kehadiran Ringgo sebagai karakter dengan Down Syndrome tidak ditempatkan sebagai simbol, melainkan sebagai pusat perjalanan emosional film. Melalui Tanah Runtuh, Denny Siregar Production ingin menghadirkan cerita yang membuka ruang empati sekaligus memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki tempat untuk menjadi pusat cerita mereka sendiri.

​Dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah, Tanah Runtuh hadir sebagai drama reflektif tentang keluarga, kemanusiaan, dan harapan di tengah dunia yang terasa runtuh. Film ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.


SINOPSIS

​Dalam kerusuhan agama di Desa Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah, Kai (9) dan kakaknya Ringgo (11), seorang anak dengan Down Syndrome, terpisah dari ibu mereka, Emmy (40). Bertekad untuk menemukan ibunya, Kai membawa mereka dalam perjalanan melintasi berbagai lokasi pengungsian di tengah konflik yang terus berlangsung.

​Di sisi lain, Idham, seorang anggota polisi, ditugaskan ke wilayah tersebut untuk menangani kerusuhan. Pertemuannya dengan Kai dan Ringgo membuatnya berjanji untuk membantu mereka. Dalam perjalanan yang penuh risiko, ketiganya menghadapi berbagai situasi yang menguji batas kemanusiaan—hingga akhirnya tidak hanya menemukan apa yang mereka cari, tetapi juga membentuk ikatan yang tak terduga.

CATATAN PRODUKSI

  • Judul: Tanah Runtuh
  • Sutradara: Rudi Soedjarwo
  • Produser: Denny Siregar
  • Produksi: Denny Siregar Production
  • Durasi: 2 jam 51 menit
  • Genre: Drama

PEMERAN

  • ​Vino G. Bastian
  • ​Ridho Khaliq
  • ​Yoan
  • ​Sigi Wimala
  • ​Jenda Munthe
  • ​Tubagus Ali
  • ​Agnes Naomi
  • ​Jerry Likumahwa
  • ​Royhan Hidayat
  • ​Umar
  • ​Tike Priatnakusumah
  • ​Luna Allegra
  • ​Sari Koeswoyo

TENTANG Denny Siregar Production

​Denny Siregar Production merupakan rumah produksi yang dikenal melalui karya-karya dengan pendekatan cerita yang berani dan relevan secara sosial. Dengan fokus pada narasi yang kuat dan perspektif yang berbeda, perusahaan ini terus mengembangkan film-film yang membuka ruang refleksi, sekaligus mendorong representasi yang lebih inklusif dalam industri perfilman Indonesia.

Kamis, 07 Mei 2026

Tumbal Proyek Hadirkan Horor Penuh Misteri dan Drama Keluarga yang Menunggu Kepulangan

Jakarta, 7 Mei 2026 - Film horor terbaru “Tumbal Proyek” siap hadir dengan cerita yang memadukan misteri, teror supranatural, dan drama keluarga yang emosional. Film ini mengangkat kisah tentang proyek pembangunan yang menyimpan rahasia gelap serta penantian seorang anak terhadap sosok ayah yang tak kunjung pulang.

​Diproduseri oleh Dheeraj Kalwani dan disutradarai oleh Jero Point, “Tumbal Proyek” membawa penonton masuk ke suasana mencekam di sebuah kawasan proyek yang dipenuhi tanda tanya. Di balik aktivitas pembangunan, muncul kejadian-kejadian aneh yang perlahan membuka luka lama para tokohnya.

​Cerita film ini berpusat pada Yuda, karakter yang diperankan oleh Kiesha Alvaro. Yuda hidup dengan bayang-bayang kehilangan sang ayah, Bayu, yang diperankan oleh Rendy Khrisna. Bayu dikisahkan hilang secara misterius saat bekerja di sebuah proyek.

​Kepergian Bayu meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Penantian yang tak berujung membuat Yuda terus mencari jawaban atas hilangnya sang ayah. Namun, pencarian itu justru membawanya pada fakta-fakta mengerikan yang tersembunyi di balik proyek tersebut.

​Kehadiran Callista Arum sebagai Laras turut memperkuat konflik cerita. Laras menjadi salah satu karakter penting yang terlibat dalam perjalanan Yuda mengungkap misteri di sekitar proyek. Hubungan antarkarakter dibangun tidak hanya melalui ketegangan, tetapi juga emosi dan rasa kehilangan.

​Aktris senior Karina Suwandi hadir sebagai Bu Martha, sosok yang membawa lapisan drama keluarga dalam cerita. Karakternya menjadi bagian penting dari konflik emosional yang berkembang seiring terbukanya rahasia demi rahasia.

​Nuansa mistis dalam “Tumbal Proyek” juga diperkuat lewat karakter Mbah Tarmo, yang diperankan oleh Fuad Idris. Mbah Tarmo digambarkan sebagai sosok orang pintar di sekitar kawasan proyek yang mengetahui banyak hal tentang peristiwa janggal di tempat tersebut.

​Film ini tidak hanya mengandalkan teror dan jumpscare. “Tumbal Proyek” juga menawarkan cerita tentang keluarga, kehilangan, rasa bersalah, dan keberanian untuk mencari kebenaran meski harus berhadapan dengan hal-hal yang tidak masuk akal.

​Dengan latar proyek pembangunan yang gelap dan penuh rahasia, film ini mencoba menghadirkan horor yang dekat dengan isu kehidupan sehari-hari. Pembangunan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi ruang penuh ketakutan ketika masa lalu yang terkubur mulai menuntut jawaban.

​“Tumbal Proyek” diharapkan menjadi tontonan horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui kisah keluarga yang menunggu kepulangan. Film ini tayang di seluruh bioskop Indonesia tanggal 13 Maret 2026.



Pelukan Teror Badut Gendong untuk Penggemar Setia Universe Qodrat, MAGMA Entertainment Gelar Exclusive Screening untuk Pertama Kalinya


Jakarta, 5 Mei 2026
— Senayan City XXI menjadi saksi kehangatan sekaligus ketegangan yang luar biasa saat MAGMA Entertainment menggelar acara Exclusive Screening film horor-aksi terbaru mereka, Badut Gendong. Pemutaran terbatas ini didekasikan khusus bagi para penggemar setia Universe Qodrat yang telah lama menantikan diperluasnya cerita dari semesta ini. Acara ini bukan sekadar nonton bareng biasa, melainkan sebuah bentuk apresiasi nyata bagi mereka yang terus mendukung perjalanan kisah Qodrat hingga saat ini.

​Sebagai kado spesial bagi para undangan yang hadir, MAGMA Entertainment memberikan kejutan eksklusif berupa Komik Badut Gendong. Para penggemar yang hadir menjadi orang pertama yang memiliki karya literasi ini sebelum nantinya dilepas ke publik. Komik ini dirancang khusus untuk melengkapi pengalaman menonton, membawa pembaca menyelami lebih dalam tentang sang entitas yang penuh misteri.


Kehadiran Nyata Sang Entitas Teror

​Suasana di dalam bioskop semakin memuncak ketika usai pemutaran film, Marthino Lio muncul secara mengejutkan dengan kostum lengkap sebagai Badut Gendong. Ia tidak sendiri; bersama Dayinta Melira, pemeran utama wanita, keduanya menarikkan tarian mistis yang menghidupkan aura mengerikan langsung di hadapan penonton. Ini menjadi momen perdana bagi publik untuk menyaksikan detail fisik dan kehadiran nyata sosok Badut Gendong di luar layar bioskop.

​"Tampil dengan kostum lengkap hari ini adalah pengalaman yang sangat intens. Ini adalah kali pertama saya menunjukkan wujud 'Badut Gendong' secara langsung di luar layar lebar. Saya berharap teror yang kami bangun dalam film ini bisa menghadirkan sesuatu yang berkesan dan membekas di benak seluruh penonton Indonesia," ungkap Marthino Lio di sela-sela acara.

Apresiasi bagi Penggemar Setia Qodrat

​Kehadiran sutradara Charles Gozali bersama jajaran pemain utama seperti Dayinta Melira, Clara Bernadeth, Iskak Khivano, dan Totos Rasiti menambah keakraban suasana. Dalam sesi diskusi yang hangat, Charles menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mereka yang telah menjadi ruh bagi semesta ini.

​"Saya merasa sangat bersyukur dan terharu melihat dukungan luar biasa dari para penggemar Qodrat sejak hari pertama. Kehadiran Badut Gendong adalah bentuk dedikasi kami untuk memperkaya semesta ini. Semoga film ini bisa menghadirkan sesuatu yang segar, berbeda, dan memberikan perspektif baru bagi perjalanan Universe Qodrat ke depannya," ujar Charles Gozali.

Linda Gozali, selaku Produser, menambahkan bahwa keterlibatan penggemar dalam screening ini merupakan bagian dari komitmen MAGMA Entertainment untuk menjaga kedekatan dengan audiens yang telah membesarkan nama semesta ini.

Segera Meneror Bioskop

​Didukung oleh jajaran pemain yang solid dan akting yang menyentuh jiwa, Badut Gendong menjanjikan pengalaman menonton yang tidak hanya memacu adrenalin lewat aksi, tetapi juga menguras emosi. Kesuksesan acara eksklusif ini menjadi awal dari kengerian yang akan segera menyebar ke seluruh penjuru negeri.

​Persiapkan nyali Anda, Badut Gendong akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. Jadilah saksi lahirnya ikon teror baru ini di layar lebar. Ikuti perkembangan terbaru mengenai film dan ketersediaan komik melalui media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.

Ketika Lonceng Berbunyi, Semuanya Akan Berubah. ​Film The Bell: Panggilan untuk Mati Tayang di Bioskop!

Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah sukses melakukan special screening di beberapa bioskop di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, Depok, serta di Belitung sebagai lokasi yang menjadi asal folklor cerita film ini.

Jakarta, 7 Mei 2026 – Film horor The Bell: Panggilan untuk Mati resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini. Menghadirkan sosok Penebok sebagai ikon horor baru yang berakar dari folklore lokal, film ini menawarkan pengalaman berbeda yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga meninggalkan rasa penasaran yang sulit diabaikan.

​Film The Bell: Panggilan untuk Mati telah melaksanakan special screening di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Bandung, Bogor, Belitung, Depok, Tangerang, dan Jakarta. Penayangan ini menjadi awal dari sambutan penonton terhadap atmosfer horor yang dihadirkan film ini, khususnya di Belitung sebagai lokasi yang menjadi akar folklor cerita. Selanjutnya, film ini juga akan melanjutkan rangkaian roadshow di berbagai bioskop di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang, untuk memperluas jangkauan penonton serta menghadirkan pengalaman horor yang lebih dekat dengan pecinta horor.

​Di tengah tren film horor yang terus diminati, The Bell: Panggilan untuk Mati, menghadirkan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga memiliki cerita dengan latar budaya yang kuat. Penebok diperkenalkan sebagai sosok yang lahir dari mitos lokal, membawa atmosfer yang tidak hanya mencekam, tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang jarang diangkat ke layar lebar.

​Lebih dari sekadar menghadirkan rasa takut, film ini juga mengangkat isu yang relate dengan kehidupan saat ini, termasuk fenomena obsesi terhadap viralitas di era digital. Melalui cerita yang dihadirkan, penonton diajak melihat bagaimana batas antara hiburan dan konsekuensi sering kali menjadi semakin sulit dibedakan.

​Sutradara Jay Sukmo menghadirkan pendekatan visual yang berbeda dengan menggunakan tiga aspek rasio gambar untuk membedakan periode waktu dalam cerita. “Saya ingin menakut-nakuti penonton dengan cerita dan situasi, bukan cuma jumpscare. Ada treatment yang mungkin belum ada di film horor lain, seperti penggunaan tiga frame aspek rasio yang berbeda untuk menggambarkan setiap periodenya,” ujarnya.

​Sementara itu, aktor senior Mathias Muchus menilai film ini memiliki kekuatan pada pengangkatan mitos lokal. “Film ini tidak hanya menghadirkan horor, tetapi juga memperkenalkan Penebok sebagai bagian dari mitos yang hidup di masyarakat. Horor yang dibangun bukan sekadar menakutkan, tetapi juga memiliki makna,” ungkapnya.

​Dengan kombinasi antara teror, pendekatan sinematik yang berbeda, serta cerita yang berakar pada budaya lokal, The Bell: Panggilan untuk Mati menjadi salah satu film horor yang layak disaksikan di bioskop saat ini.

​Film ini juga dibintangi oleh Mathias Muchus, Shaloom Razade, Givina, Zidan Zhu, Septian Dwi Cahyo, Sita Permatasari, Nabil Lunggana, serta Felsen yang turut memperkuat jajaran pemeran dalam film ini.

​Tak hanya tayang di dalam negeri, The Bell: Panggilan untuk Mati juga melangkah ke kancah internasional dengan berpartisipasi dalam Cannes Film Market yang berlangsung pada 12–20 Mei 2026, sebagai upaya memperkenalkan film ini kepada para sineas industri perfilman global.

​Tonton The Bell: Panggilan untuk Mati di bioskop Indonesia mulai hari ini, 7 Mei 2026, dan rasakan langsung pengalaman teror yang berbeda di layar lebar! Ikuti informasi terbaru mengenai film ini melalui Instagram @thebell.film.

SINOPSIS


Sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Tanpa mereka sadari, tindakan tersebut justru membebaskan Penebok—entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun. Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, meninggalkan jejak kematian dengan kondisi kepala terpenggal. Kini teror menyebar ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian—Penebok datang untuk menagih kepala dari siapa pun yang mendengarnya.

Cast dan Filmmaker

  • Eksekutif Produser : Budi Yulianto, Avesina Soebli
  • Produser : Aris Muda, Rendy Gunawan
  • Sutradara : Jay Sukmo
  • Penulis : Priesnanda
  • Co-Produser : Agus Suhardi
  • Lini Produser : Ipunk Purwono
  • DoP : Indra Suryadi
  • Cast : Bhisma Mulia (Danto), Ratu Sofya (Airin), Mathias Muchus (Tuk Baharun), Shaloom Razade (Isabel), Septian Dwi Cahyo (dr. Usman), Givina Lukita Dewi (Saidah), Maulidan Zuhri (Hanafi).
  • ​Produksi : SINEMATA BUANA KRESINDO / 2026

​Tentang Sinemata Buana Kresindo

​Sinemata Buana Kresindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.

​Tentang OST Film

​“Penuh Kenangan” merupakan original soundtrack (OST) dari film The Bell: Panggilan untuk Mati yang dibawakan oleh Egha De Latoya. Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, mengangkat tema kesetiaan, harapan, dan keyakinan dalam cinta di tengah ketidakpastian. Tidak hanya sebagai pelengkap film, “Penuh Kenangan” juga berperan memperkuat narasi dan pengalaman emosional penonton melalui lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aransemen yang menyentuh, serta karakter vokal yang penuh penghayatan. Didistribusikan melalui berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Langit Musik, lagu ini menyasar penikmat film dan musik digital, khususnya generasi muda. Promosinya didukung oleh strategi digital yang terintegrasi, mulai dari kolaborasi dengan kampanye film, aktivasi media sosial, hingga kerja sama dengan influencer.

​Diproduksi bersama RPM Music sebagai label yang berpengalaman di industri musik digital, “Penuh Kenangan” juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand dan partner melalui bentuk sponsorship, campaign, serta aktivasi kreatif lainnya. Kehadiran lagu ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara musik, film, dan audiens secara luas.

Rabu, 06 Mei 2026

Film Semua Akan Baik-Baik Saja Sajikan Drama Hangat Tentang Keluarga yang Saling Memikul Beban Bersama Dibintangi: Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, dan Ari Irham Jadi Film Terbaik Garapan Sutradara Baim Wong

Semua Akan Baik-Baik Saja tayang mulai 13 Mei 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 6 Mei 2026 — Setelah sukses box office dengan dua horornya, Lembayung dan Sukma, Baim Wong bersama Tiger Wong Entertainment menantang diri dengan menyajikan kisah hangat lewat drama keluarga terbaru berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja yang akan tayang mulai 13 Mei 2026 di bioskop. Dibintangi sederet ikon drama Indonesia yang akan menjadikan film Semua Akan Baik-Baik Saja sebagai film terbaik Baim Wong sejauh ini.

Penampilan jajaran ansambel pemeran yang telah menjadi ikon drama: Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, dan Teuku Rifnu Wikana, dengan kolaborasi para bintang muda Ari Irham dan pendatang baru seperti Aquene Djorghi, Malika Shaquena, serta penampilan pendatang baru aktor down syndrome Alim, memberikan drama realis yang lengkap dan matang.

Film ini turut dibintangi oleh Happy Salma, Asri Welas, Chew Kin Wah, Aimee Saras, Erick Estrada, Amanda Soekasah, Janna Soekasah, Muzakki Ramdhan, Nagra Pakusadewo, Rebecca Tamara, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, serta debut layar lebar Ade Rai.


Semua Akan Baik-Baik Saja akan mengaduk emosi penonton dengan kisah dinamika keluarga yang relate dengan banyak orang. Membawa pesan tentang masalah dan beban yang dihadapi oleh satu keluarga, namun akan terasa ringan dan terlewati jika dipikul bersama.

"Ini adalah cerita tentang manusia yang mengalami pergulatan batinnya masing-masing. Sebuah cerita tentang keluarga, tentang seorang ibu dengan anak-anaknya yang punya punya luka batinnya sendiri-sendiri, dan menemukan satu titik bersama, bahwa apapun yang kita lewati dalam hidup, semua akan sampai pada satu titik di mana kita bisa bilang bahwa semua akan baik-baik aja pada waktunya," ujar penulis dan sutradara Baim Wong.

Di film ini, Baim turut menulis skenarionya bersama penulis dari banyak film laris box office Oka Aurora. Kolaborasi keduanya mampu menghasilkan cerita yang kuat, dramatis secara natural, dan berbagai lapisan komedi yang tak terduga.

Sentuhan komedi di film ini menjadi refleksi terhadap kehidupan di dunia nyata, bahwa terkadang kita juga harus tetap tertawa dalam menghadapi berbagai masalah. Selalu ada sisi positif yang bisa dirayakan dari setiap kekurangan.

Reza Rahadian, yang memerankan karakter Langit di film ini, mengungkapkan salah satu yang ia cintai dari karakternya adalah Langit digambarkan sebagai sosok yang sangat manusiawi.

Langit memiliki masalah hidupnya sendiri, namun karena cintanya terhadap salah satu anggota keluarganya, membuat ia memperbaiki hubungannya bersama keluarga dari kesempatan kedua yang diberikan. Dari yang hidupnya sempat tak punya arah, jadi punya tujuan, saat tiba-tiba harus menjadi sosok orangtua untuk anak-anak dari kakaknya.

"Setiap keluarga yang banyak anggotanya, pasti ada salah satu yang complicated. Tapi ada satu satu yang bisa mengubah hidup seseorang. Yang saya suka dari karakter saya adalah betapa realistis karakternya. Dia bukan sosok satu-satunya hero. Dia memiliki kekurangan, tapi dia memiliki satu hal yang mengetuknya, yakni hubungan cinta dengan seseorang di anggota keluarganya," ujar Reza Rahadian.

Salah satu poin menarik dari proses produksi film Semua Akan Baik-Baik Saja adalah bahwa Baim benar-benar memberikan kesempatan untuk aktor down syndrom Alim terlibat secara penuh dengan kemampuannya berakting.

"Saat reading pertama, Alim itu kesulitan untuk berdialog, jadi hampir gagal. Kemudian Alim pulang dan dia berlatih lagi bersama ibunya, dan kembali lagi ke Tiger Wong Entertainment untuk reading. Kemampuannya pun meningkat jauh. Saya di sini ingin memberikan kesempatan bukan karena Alim unik, tapi karena memang dia mampu dan punya kemampuan, inilah kesempatan talenta baru bersama dengan jajaran aktor yang sudah sangat berpengalaman," cerita Baim Wong.

Semua Akan Baik-Baik Saja adalah kisah tentang manusia-manusia yang memiliki cerita dan perjalanan mereka masing-masing. Dan setiap cerita, valid. Film Semua Akan Baik-Baik Saja juga sangat relate di tengah situasi saat ini yang dialami oleh banyak keluarga Indonesia.


Tonton film Semua Akan Baik-Baik Saja mulai 13 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti terus perkembangan informasi film Semua Akan Baik-Baik Saja melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment dan @filmsemuakanbaikbaiksaja.

Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainmen berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Penayangan Perdana Film “Musikal Mengeong!” Tampilkan Hewan sebagai Sumber Harapan dalam Menghadapi Keterpurukan

​(Gambar Poster Film: Musikal Mengeong! - Alexandra Cheryl)

​Jakarta, 2 Mei 2026 — Apa yang terjadi jika di tengah-tengah hari yang berat, seseorang tiba-tiba bertemu dengan seekor kucing yang dapat berbicara? Itulah plot dari sebuah film musikal original yang diproduksi oleh Clever and Clover Production, berjudul 'Musikal Mengeong!' Yang telah ditayangkan secara perdana tanggal 2 Mei melalui acara MeowvieNight di Gripa Studio. Mengisahkan tentang Biru, seorang musisi muda yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya, lalu dipertemukan dengan seekor kucing jalanan yang ia beri nama Meng. Anehnya, Meng adalah kucing yang dapat berbicara. Pertemuan unik tersebut kemudian perlahan menghadirkan perubahan dalam keseharian Biru. Sifat Meng si kucing jalanan yang jenaka menciptakan interaksi yang hangat dan tanpa syarat.

​Di lain sisi, film ini turut mengeksplor perjalanan Biru (Alexandra Cheryl) yang dalam mengejar mimpinya untuk menjadi seorang musisi sukses harus terhambat akibat tekanan karier yang menekan jati dirinya, tuntutan orang tua, dan duka mendalam atas kehilangan kakaknya Senja (Alifa Leahi), yang masih sulit diterima. Disinilah kehadiran Meng menjadi sosok yang menemani Biru dalam melewati masa sulit, menghadirkan rasa tenang, dan menjadi alasan kecil yang membuatnya tetap bertahan untuk meraih kembali cita-citanya.

​Melalui pendekatan musikal, perjalanan emosi Biru disampaikan lewat 5 lagu orisinil, dialog, dan rangkaian adegan visual yang disertai oleh beberapa koreografi untuk menggambarkan bagaimana perasaan dan perjalanan Biru dalam kisah Musikal Mengeong!. Film ini bertujuan untuk mengangkat pesan bahwa sebuah alasan untuk tetap bertahan terkadang tidak selalu datang dari hal besar, tetapi bisa hadir dari hal-hal sederhana di sekitar kita, termasuk kehadiran hewan peliharaan yang setia menemani.

Film ini disutradarai oleh Raissa Putri Permana, “Saya dan tim percaya bahwa setiap makhluk hidup memiliki caranya masing-masing untuk berkomunikasi walau tidak selalu melalui bahasa yang dapat dipahami. Namun justru, perbedaan itulah yang menciptakan sebuah ruang untuk dapat memberikan kasih tanpa syarat. Dan dalam kata lain, setiap makhluk hidup, hewan ataupun manusia, sama-sama ‘mengeong’ lewat versinya sendiri sebagai sebuah bentuk ekspresi komunikasi yang mutual” Ujar Raissa dalam penayangan perdana film Musikal Mengeong!

​Vini Fortuna selaku penulis naskah juga turut menimpali pernyataan tersebut, ia menyatakan bahwa “Musikal Mengeong adalah sebuah cerita sederhana yang kami kemas melalui perjalanan yang mungkin dengan mudah terhubung dengan pengalaman pribadi banyak orang, dimana setiap orang bisa memiliki ‘Meng’ mereka sendiri yang kemudian memberikan mereka sebuah alasan untuk bertahan”

​Sebagai penambahan terakhir, Felyana Rose selaku produser menyampaikan dalam sesi mini talkshow, “Kami melihat bahwa fenomena Pet Attachment atau keterikatan emosional antara seseorang dengan hewan peliharaannya memiliki dampak yang signifikan bagi seorang individu untuk kembali menemukan arah hidupnya. Dan dalam konteks jaman sekarang dimana tingkat depresi kian meningkat, kami melihat bahwa Pet Attachment adalah isu yang tepat untuk kami angkat dalam maksud mengajak penonton untuk merefleksikan lebih dalam bagaimana kehadiran hewan peliharaan secara sadar maupun tidak dapat memberi dukungan emosional bagi seseorang dalam menjalani hari-harinya. Pengemasan isu lewat segi musikal pun turut kami pikirkan dengan matang, dimana kami meyakini bahwa seni pertunjukkan adalah media penyampaian pesan yang efektif sehingga dengan isu yang mungkin terkesan berat, pesannya tetap dapat disampaikan secara ringan dan menghibur”

​Clever and Clover Production dalam perjalanannya turut dibimbing oleh Dr. Mikhael Yulius Cobis, M.Si., M.M. selaku dosen pembimbing untuk project ini menyatakan bahwa “Sebagai dosen pembimbing, saya mengapresiasi upaya tim produksi dalam menghadirkan Musikal Mengeong! sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bermakna. Film ini menjadi pengingat bahwa melalui pendekatan kreatif, pesan sederhana dapat memiliki dampak yang mendalam bagi penontonnya”

​Film Musikal Mengeong! tersedia untuk ditonton melalui YouTube akun Clever and Clover Production, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat kemudian menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui penayangan film ini, Clever dan Clover selaku tim produksi berharap Musikal Mengeong! dapat menjadi karya yang tidak hanya menghibur namun dapat memberi makna yang mendalam. Dimana lewat perjalanan Biru dan Meng, Clever and Clover production turut mengajak para penonton untuk menyadari dampak besar yang diberikan teman kecil mereka.

Pasokan Menyusut & Harga Naik 1,6%: PropVaganza 2026 by Rumah123 Hadirkan Cara Mudah Miliki Hunian Sebelum Terlambat

Foto: Keseruan Press Conference PropVaganza 2026 by Rumah123
Dok. Gibran Anggara/Rumah123
  • Harga rumah naik 1,6% MoM, sementara suplai turun 8,1% YoY, mempersempit pilihan pembeli.
  • Suku bunga stabil di 4,75% dan inflasi melandai, membuka momentum pembelian yang lebih terjangkau.
  • PropVaganza 2026 by Rumah123 hadir dengan pendekatan berbasis data, menggabungkan edukasi, hiburan, dan pengalaman transaksi langsung di enam area strategis.

Tangerang Selatan, 6 Mei 2026 – Dinamika pasar properti nasional di kuartal kedua tahun ini menunjukkan urgensi yang tinggi bagi calon pembeli. Berdasarkan data terbaru Rumah123, harga rumah nasional tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,6% (MoM), yang diperparah dengan kontraksi suplai hunian seken sebesar 8,1% (YoY). Di tengah keterbatasan pilihan tersebut, Rumah123 resmi membuka rangkaian PropVaganza 2026 by Rumah123 hari ini di AEON Mall BSD City, guna memberikan jalan yang lebih mudah bagi konsumen untuk mengamankan momentum pembelian.

​Meskipun harga merangkak naik, indikator makroekonomi menunjukkan titik cerah dengan suku bunga Bank Indonesia yang stabil di level 4,75% serta inflasi yang melandai ke angka 3,48%. Kondisi ini menciptakan jendela peluang (window of opportunity) di mana biaya pinjaman masih relatif terjangkau sebelum harga melambung lebih jauh.

​Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, PropVaganza 2026 by Rumah123 berevolusi menjadi pameran properti yang lebih cerdas dengan menghadirkan 150 booth dari ratusan pengembang dan brand ternama. Di antaranya termasuk SYNTHESIS DEVELOPMENT, Metland Cyber Puri, EleVee Residences, Sequoia Hills, HIERA, PONDOK INDAH GROUP, Progress Group, KOTA BARU PARAHYANGAN, Suvarna Sutera, Property Cuan, Greenwoods Group, MAS GROUP, CIPTA HARMONI LESTARI, Aerium Residence hingga kawasan unggulan seperti PIK2. Berbeda dengan pameran konvensional, Rumah123 menerapkan strategi precision targeting untuk memastikan setiap pengunjung mendapatkan opsi hunian yang relevan dengan mudah, didukung oleh profil finansial dan intensi beli yang matang.

Foto: Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123 saat menjelaskan makna campaign #RumahUntukSemua 
Dok. Gibran Anggara/Rumah123

"Banyak konsumen terjebak dalam pola pikir menunggu kondisi ekonomi yang sempurna. Padahal, dengan suplai yang terus menyusut dan harga yang konsisten naik, menunda justru meningkatkan opportunity cost. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui platform yang tepat, langkah memiliki hunian impian sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih mudah di saat momentum terbaik seperti sekarang," ujar Bayu Qresna, Head of Brand Marketing Rumah123.

​Pemilihan Tangerang sebagai lokasi pembukaan didasarkan pada data aktual di mana kawasan ini menyumbang 16,3% dari total pencarian properti nasional. PropVaganza 2026 by Rumah123 menyapa masyarakat di enam area strategis untuk memberikan akses mudah terhadap hunian berkualitas, termasuk ekspansi perdana ke Bekasi.

Berikut jadwal rangkaian PropVaganza 2026 by Rumah123:

​1. AEON Mall BSD City: 5 - 10 Mei 2026

​2. Lippo Mall Puri: 16 - 19 Juli 2026

​3. Kota Kasablanka: 8 - 13 September 2026

​4. Pakuwon Mall Bekasi: 6 - 11 Oktober 2026

​5. MARGOCITY: 27 Oktober - 1 November 2026

​6. Central Park: 1 - 6 Desember 2026

​Rumah123 mengintegrasikan edukasi dan hiburan untuk memberikan pengalaman sensorik yang tidak bisa didapatkan secara digital. Berbagai program dirancang untuk membuat proses mencari rumah menjadi pengalaman yang mudah dan menyenangkan bagi keluarga:

  • Developer Talkshow: Memberikan pemahaman mudah terkait tren, prospek lokasi, dan literasi KPR dari para ahli.
  • Agent Gathering: Memperkuat sinergi dengan agen profesional untuk memandu konsumen dengan lebih baik.
  • Program Interaktif: Happy Daily Deals, Wheel of Fortune, dan Collect and Win untuk menurunkan hambatan psikologis pengunjung.
  • Lifestyle Experience: Penampilan musik hingga kolaborasi dengan brand Oni Ola, ICHINOGAMI, dan ruparupa untuk memvisualisasikan hunian masa depan secara nyata.
Foto: Penjelasan dari Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123 mengenai rangkaian PropVaganza 2026
Dok. Gibran Anggara/Rumah123

"Membeli rumah bukan keputusan individu, tapi keputusan keluarga. Melalui PropVaganza by Rumah123, kami memastikan proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah, ringan, dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga," ujar Rury Yudhiawati, Event and Partnership Manager Rumah123.

​Sebagai platform marketplace properti, Rumah123 melihat bahwa proses membeli rumah tidak berhenti di pencarian online. Melalui PropVaganza by Rumah123, calon pembeli dapat melanjutkan perjalanan tersebut ke tahap yang lebih konkret dengan mudah, mulai dari konsultasi langsung hingga memahami skema pembiayaan.

"Pasar properti bukan hanya soal kemampuan membeli, tapi juga soal akses terhadap informasi yang tepat. Kami ingin memastikan lebih banyak orang punya kesempatan yang sama untuk melangkah," tambah Rury. Di tengah pasar yang terus bergerak, PropVaganza 2026 by Rumah123 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan terinformasi.

​"Jangan menunggu kondisi sempurna, karena itu tidak pernah ada. Yang ada adalah momentum yang lebih baik dari sebelumnya dan hari ini adalah salah satunya sebagai bentuk mewujudkan #RumahUntukSemua," tutup Bayu.

Kunjungi situs press room Rumah123 di laman https://www.rumah123.com/pressroom/ untuk mengetahui lebih lanjut seputar profil dan kegiatan perusahaan, laporan data tren harga properti terkini, rilis pers, foto, video, serta informasi relevan lainnya.

Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya.

​Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan, dan pindah KPR.

Portal: www.rumah123.com

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/rumah123/

Selasa, 05 Mei 2026

​4 Film Pendek dari 4 Sutradara Indonesia: Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal, World Premiere 14 Mei 2026 di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026

Next Step Studio 2026 yang diproduksi oleh KawanKawan Media adalah edisi perdana di Next Step Studio La Semaine de la Critique Cannes Film Festival

Jakarta, 5 Mei 2026 — Empat film pendek dari empat sutradara Indonesia, Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal akan tayang perdana (world premiere) di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026. Keempatnya bekerja sama dengan empat sutradara Asia Tenggara.

​Keempat film tersebut adalah Holy Crowd, disutradarai Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, film Original Wound disutradarai Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa disutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa, dan film Mothers Are Mothering disutradarai Khozy Rizal bersama sutradara Singapura, Lam Li Shuen.

​Tak hanya disutradarai empat sutradara Indonesia, film-film tersebut juga turut dibintangi oleh jajaran pemeran papan atas Indonesia, serta sinematografi yang diarahkan sinematografer pemenang penghargaan dan jajaran kru dari Indonesia.

​Film Holy Crowd dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, dan Arswendy Bening Swara. Original Wound dibintangi oleh Agnes Naomi, Omara Esteghlal, dan Vivian Idris. Annisa dibintangi oleh Choirunnisa Fernanda, Nazira C. Noer, dan Shakeel Fauzi. Mothers Are Mothering dibintangi oleh Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad Tajudin.

​Sementara itu, sinematografer Vera Lestafa mengarahkan gambar untuk film Holy Crowd dan Original Wound, Faozan Rizal untuk film Annisa, dan Deska Binarso untuk film Mothers Are Mothering. Bergabung ke dalam tim sebagai Penata kostum Retno Ratih Damayanti dan Sigit D. Pratama sebagai Production Designer.

​Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma (KawanKawan Media), menjadi produser empat film tersebut. Sementara itu pada jajaran ko-produser adalah Dominique Welinski, Fanni Mardhotillah, Hannan Cinthya, dan Nazira C. Noer, serta jajaran produser eksekutif Adi Sumarjono, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem, Dian Sastrowardoyo, Madeleine Tjahyadikarta, Melyana Tjahyadikarta, Muhammad Noviar Rahman, Prilly Latuconsina, Rio Pasaribu, Tony Ramesh, Trivet Sembel.

​Kementerian Kebudayaan dengan bangga mengumumkan hadirnya Next Step Studio Indonesia, sebuah program kolaborasi sinema global yang untuk pertama kalinya berlangsung di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari ekosistem internasional The Factory, yang sejak 2013 telah mendukung lahirnya suara-suara baru dalam perfilman dunia. Mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, dan Institut français d’Indonésie dalam mewujudkan kolaborasi ini.

​Melalui Next Step Studio Indonesia, empat sutradara muda tanah air diantaranya Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan Reza Fahriyansyah akan berkolaborasi dengan sineas internasional untuk menghasilkan karya film pendek yang akan ditayangkan perdana di Critics’ Week Cannes 2026. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis, sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur.

​“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru pembuat film. Kehadiran Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh,” ujar Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan.

​Next Step Studio 2026 juga diproduksi bersama dan didukung oleh Indra Sashi Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, Poplicist Publicist, Beacon Film, Salaya Yachts, Arungi Films, Prodigihouse Post Production, Brandlink Indonesia, Titrafilm A La Plage Studio, Artha Graha Peduli, Jakarta Film Week, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Direktorat Film, Musik dan Seni, Direktur jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, dan Institute Francais Indonesia.

​“Dalam setahun terakhir Pemprov DKI sangat serius mempersiapkan Jakarta menjadi Kota Sinema, tidak hanya lokasi shooting sejumlah insentif juga sedang kami siapkan untuk insan film, dengan banyaknya produksi film di Jakarta, saya berharap economic impact baik dari sektor wisata, kuliner, heritage dan lainnya bisa semakin hidup dan dampak ekonominya terasa bagi masyarakat,” ujar Rano Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta.

​Tahun ini akan menjadi edisi perdana program Next Step Studio di La Semaine de la Critique yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Dalam edisi perdana Next Step Studio, program ini memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia yang telah menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek yang akan ditayangkan selama edisi ke-65 La Semaine de la Critique.

​“Industri film Indonesia saat ini merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia, didorong oleh generasi pembuat film berbakat yang karyanya kian mendapatkan pengakuan internasional. Next Step Studio Indonesia adalah sebuah program ambisius yang diselenggarakan oleh La Semaine de la Critique Cannes Film Festival dan didedikasikan bagi bakat-bakat baru Indonesia,” ujar Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone.

​“Prancis dan Indonesia terus memperkuat kerja sama budaya bilateral, khususnya di bidang sinema. Hal ini telah disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam Deklarasi Borobudur bersama yang ditetapkan pada 29 Mei 2025, serta dibahas lebih lanjut oleh Menteri Kebudayaan Prancis dan Indonesia dalam pertemuan mereka di Paris pada 22 April 2026,” tambah Fabien Penone.

​Next Step Studio merupakan program yang melanjutkan konsep yang diprakarsai oleh La Factory di Directors’ Fortnight sejak 2013. Sebuah program yang mendukung kemunculan suara-suara baru dalam perfilman di seluruh dunia. Setiap tahun, program ini berlangsung di negara yang berbeda dan menonjolkan sinema lokal, mempertemukan delapan sutradara pendatang baru—empat lokal dan empat internasional—untuk menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek berdurasi 15 menit.

​Pada 10 edisi pertama Factory, program ini telah menjelajahi Taiwan, Chili, Finlandia, dan Denmark (Nordic Factory), Afrika Selatan, Libanon, Tunisia, lima negara Balkan (SEE Factory), Portugal utara, Filipina, dan Ceará di Brasil. Lebih dari 80 pembuat film telah berpartisipasi dalam program ini dan hampir 50 film panjang (feature film) pertama telah berhasil dibuat.

​“Kedelapan sutradara ini adalah sebagian dari begitu banyak sutradara berbakat dari Indonesia dan Asia Tenggara, pemilihan mereka utamanya karena rekam jejak artistik pada film pendek yang mereka kerjakan sebelumnya yang telah terseleksi di berbagai film festival internasional dan para sutradara ini sedang mengerjakan film panjang pertama atau kedua, di mana Partisipasi mereka di Next Step Studio diharapkan akan memberikan feasibility bagi proyek film panjang mereka agar dapat menembus panggung internasional. Butuh lebih dari 2 tahun bagi saya untuk meyakinkan bahwa Indonesia patut menjadi country of focus dan senang sekali akhirnya bisa segera dapat mempresentasikan 4 film pendek karya 8 sutradara ini di Semaine de La Critique” ujar produser Next Step Studio 2026 Yulia Evina Bhara.

​“Kami mengucapkan selamat kepada para sutradara, para produser, para pemain dan seluruh kru yang terlibat dalam produksi Next Step Studio dan ini momentum yang patut dirayakan, karena sinema Indonesia secara signifikan jumlahnya akan ​ditayangkan di La Semaine de la Critique Cannes, tugas kami ke depan tentu saja berupaya untuk memfasilitasi dan memberikan feasibility bagi terjadinya kolaborasi dan ko-produksi antar negara untuk terus dapat mempresentasikan sinema Indonesia di panggung global,” ujar Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni.

​Reza Rahadian, yang sukses dengan debut feature Pangku, mengungkapkan antusiasmenya untuk bisa berkolaborasi dengan sesama sineas Asia Tenggara. Kolaborasi ini menjadi proses penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia.

​“Next Step Studio memberikan kesempatan cerita-cerita dari Indonesia dan Asia Tenggara bisa semakin terdengar dan diperbincangkan. Isu-isu yang penting dari kawasan Asia Tenggara semakin terlihat di perfilman internasional. Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi kami sesama sineas Asia Tenggara untuk saling berkomunikasi sekaligus momentum dalam proses bertumbuh untuk menghasilkan karya-karya terbaik mendatang,” ujar Reza Rahadian.

​Empat film pendek Next Step Studio 2026 akan tayang perdana (world premiere) dalam sesi pemutaran khusus di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026. Ikuti perkembangan dan informasi terbaru Next Step Studio 2026 melalui kanal media sosial Instagram @kawankawanmedia.

Rapi Films Gelar Gala Premiere "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan": Sebuah Pengingat Bahwa Memori Bersama Orang Tersayang Tidaklah Abadi

Jakarta, 8 Mei 2026 – Kita sering lupa bahwa percakapan di meja makan atau sekadar suapan sarapan dari ibu adalah kemewahan yang memiliki b...