Jumat, 13 Februari 2026

Viu & MaxStream Mempersembahkan Tiba-Tiba Brondong, Sebuah Komedi Romantis Tentang Cinta Tanpa Batas Usia

Dibintangi Tatjana Saphira, Fady Alaydrus, dan Cinta Brian, serial 9 episode ini tayang perdana pada 13 Februari 2026 dan mengeksplorasi kekacauan romansa beda usia yang tak terduga.

Jakarta, 13 Februari 2026 - Viu Indonesia bersama MaxStream secara resmi mengumumkan serial original kolaborasi ketiga mereka berjudul Tiba-Tiba Brondong, sebuah komedi romantis yang berani menantang norma sosial dan merayakan cinta tanpa batas. Serial ini akan tayang perdana secara eksklusif pada 13 Februari 2026, tepat menjelang Hari Valentine.

Seiring meningkatnya diskusi tentang hubungan beda usia, kemandirian perempuan, dan ekspektasi sosial di berbagai platform digital, penonton kini semakin mempertanyakan norma lama tentang cinta dan pasangan hidup. Dengan konten romansa beda usia yang telah mengumpulkan lebih dari 737 juta penayangan di TikTok, topik ini menjadi perbincangan budaya yang menonjol di kalangan Gen Z dan milenial.

Dibintangi Tatjana Saphira, Fady Alaydrus, dan Cinta Brian, serial sembilan episode ini menyajikan kisah romantis yang dipadukan dengan humor dan ketegangan emosional.

Tiba-Tiba Brondong mengikuti kisah Isabella “Bella” Rahardja (Tatjana Saphira), seorang perempuan cerdas dan sukses berusia 36 tahun yang status lajangnya tak pernah luput dari sorotan. Untuk menghindari tekanan yang terus-menerus, Bella mencoba peruntungan lewat kencan online—hingga ia menyadari bahwa pria menawan yang selama ini mengobrol dengannya, Langit (Fady Alaydrus), ternyata adalah seorang fresh graduate berusia 18 tahun.


Terkejut, Bella memutus semua komunikasi. Namun, kejutan yang lebih besar menantinya ketika Langit ternyata menjadi mahasiswa barunya di kampus.

Apa yang awalnya menjadi pertemuan canggung perlahan berkembang menjadi chemistry yang tak terbantahkan, menempatkan mereka di pusat skandal, penilaian, dan konflik emosional. Hubungan mereka diuji oleh dekan kampus yang manipulatif, ibu Langit yang gemar menjodohkan, serta kembalinya mantan Bella yang “sempurna”, Raka (Cinta Brian).

Memadukan romansa, komedi, dan cerita emosional, serial ini menghadirkan tawa, kekacauan, dan momen-momen menyentuh yang mencerminkan perjuangan cinta modern—terutama bagi perempuan yang harus menghadapi ekspektasi, penilaian, dan keinginan.

Tiba-Tiba Brondong adalah kisah hangat dan berani yang membuktikan bahwa cinta tidak mengikuti aturan—melainkan mengikuti hati.

Penonton dapat menyaksikan Tiba-Tiba Brondong di Viu dan MAXStream. Untuk pengalaman terbaik, penonton dapat berlangganan paket bundling MAXStream dan Viu melalui MyTelkomsel dan menikmati pengalaman menonton yang mulus di berbagai perangkat.


Viu dan MAXStream tersedia untuk diunduh gratis di App Store, Google Play, serta di smart TV tertentu, atau dengan mengunjungi [www.viu.com](http://www.viu.com) dan [www.MAXStream.tv](http://www.MAXStream.tv).

Wujudkan Mimpi Anak Indonesia, Mahakarya Pictures Rilis Trailer Resmi Film Petualangan 'Pelangi di Mars'


Jakarta, 13 Februari 2026 - Mahakarya Pictures merilis trailer resmi film anak bertema petualangan dan fiksi ilmiah, Pelangi di Mars, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026. Film ini mengangkat kisah perjalanan seorang anak Indonesia di Planet Mars yang mengemban misi penting demi mengatasi krisis air di Bumi. Dikembangkan selama lima tahun, produksi ini menggunakan teknologi Extended Reality (XR) untuk mendukung kedalaman penyampaian ceritanya.

Menghadirkan Alternatif Cerita untuk Anak Indonesia

Produser Dendi Reynando mengungkapkan bahwa kehadiran Pelangi di Mars berangkat dari kepeduliannya terhadap keterbatasan pilihan tontonan bagi keluarga di tanah air. "Pelangi di Mars lahir karena menurut saya film untuk anak dan keluarga masih sangat terbatas (under supply). Saya ingin memberikan satu alternatif untuk anak Indonesia, agar anak-anak kita memiliki cerita mereka sendiri," ujar Dendi Reynando.

Baginya, film ini adalah upaya untuk memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia agar tetap memiliki keterikatan dengan identitas dan imajinasi mereka melalui media sinema.

Cerita Pelangi Sebagai Seorang Anak, Sebagai Pusat Cerita

Berbeda dengan narasi film anak pada umumnya, Pelangi di Mars menempatkan anak Indonesia sebagai penggerak utama cerita. Tokoh utama, Pelangi (diperankan oleh Messi Gusti), digambarkan sebagai sosok yang aktif, memimpin, dan mampu membawa solusi bagi persoalan besar.

Sutradara Upie Guava menyebutkan bahwa pendekatannya dalam menggarap film ini banyak dipengaruhi oleh kegemarannya pada film fiksi ilmiah sejak kecil. Melalui film ini, ia ingin mengembalikan hak anak-anak untuk memiliki imajinasi tanpa batas.

Bagi Upie Guava, Pelangi di Mars adalah jawaban atas kegelisahannya terhadap ruang imajinasi generasi muda. "Saya ingin anak-anak percaya bahwa tidak ada batas yang tidak bisa ditembus. Di sini, anak-anak adalah pahlawannya," tegas Upie.

Kisah yang Diperkuat dengan Teknologi yang Mumpuni

Meskipun diproduksi di Studio DossGuavaXR dengan melibatkan animasi 3D dan robot interaktif, seluruh kecanggihan tersebut diposisikan semata-mata sebagai alat untuk memperkuat pesan dan emosi dalam film. Narasi "Pahlawan lahir dari keberanian" menjadi napas utama dari setiap adegan yang dihasilkan melalui proses panjang selama bertahun-tahun.

Nilai kepahlawanan yang lahir dari keberanian itu sudah bisa dirasakan dari Official trailer-nya. Penonton diajak mengikuti kisah Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, karena ia terdampar bersama ibunya, Pratiwi.

Bersama teman-teman robotnya melanjutkan misi ibu Pratiwi untuk menemukan mineral bernama Zeolith Omega yang dapat menjadi solusi untuk krisis air bersih di Bumi dan bertemu dengan ayah Pelangi.

Suasana pemutaran ini semakin semarak dengan kehadiran Messi Gusti (pemeran Pelangi) dan para pengisi suara robot ikonik: Bimoky, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya. Kejutan besar terjadi ketika lima robot dari film tersebut muncul secara nyata di lokasi acara, menyapa awak media dan memberikan pengalaman yang tak biasa saat memasuki dunia Pelangi di Mars.

Kristo Immanuel menyatakan kekagumannya terhadap kualitas yang tidak main-main dari proyek ini. "Anak-anak dan orang-orang dewasa Indonesia layak mendapatkan konten berkualitas tinggi, dan Pelangi di Mars hadir untuk itu," ungkap Kristo.

Tayang Serentak di Momen Lebaran 2026

Siapkan diri untuk petualangan keluarga paling spektakuler tahun ini. Pelangi di Mars dijadwalkan akan mengguncang layar lebar di seluruh Indonesia tepat pada momen perayaan Lebaran, 18 Maret 2026.


Jadilah bagian dari perjalanan sejarah ini. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun media sosial resmi @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Ruang Sempit dan Kekuasaan yang Menekan: Lift Hadir sebagai Drama Psikologis yang Relevan dengan Zaman

Film Terbaru Produksi Trois Films Gunakan Lift sebagai Metafora Kekuasaan dan Ketidakberdayaan

Jakarta, 13 Februari 2026 - Menjelang penayangannya di bioskop pada 26 Februari 2026, kisah dalam film drama psikologis Lift semakin terasa relevan dengan masa kini. Film debut penyutradaraan Randy Chans yang diproduseri oleh Ario Sagantoro dan Adha Riantono ini menyampaikan kritik sosial dengan cara yang kreatif: tentang relasi kuasa, kontrol, dan posisi individu ketika berhadapan dengan sistem yang menekan.

Tanpa mengumbar pesan secara eksplisit, Lift merancang teromya sebagai pengalaman yang terasa dekat dengan keseharian. Sebuah lift, ruang transisi yang biasa kita masuki tanpa berpikir panjang, digunakan sebagai simbol situasi tanpa jalan keluar. Pintu tertutup, kendali berpindah tangan, dan suara dari interkom menjadi satu-satunya otoritas yang harus ditaati. Dalam kondisi tersebut, pilihan bukan lagi soal benar atau salah, melainkan soal bertahan hidup.

Randy Chans menyebut bahwa pendekatan ini diambil karena sangat mencerminkan sistem masyarakat kita.

"Lift itu ruang yang sangat demokratis sekaligus sangat hierarkis," ujarnya. "Semua orang bisa masuk, tapi begitu pintu tertutup, ada sistem yang bekerja di luar kendali kita. Kami tertarik pada ketegangan itu; tentang bagaimana manusia bereaksi saat dihadapkan pada kekuasaan yang tak terlihat, tapi sangat menentukan nasib."

Relevansi tersebut menjadi semakin kuat ketika sebagian besar cerita Lift berlangsung di satu lokasi. Sekitar 60 persen film terjadi di dalam lift, menjadikannya sebagai perangkat dramatik utama. Ruang yang sempit memaksa karakter untuk terus berhadapan dengan tekanan, tanpa kemungkinan untuk pergi, menghindar, atau "kabur" dari situasi yang ada.


"Di dunia nyata, sering kali kita merasa punya banyak pilihan, padahal sebenarnya sebaliknya," ungkap Randy. "Lift bekerja dengan cara yang sama. Kamu bisa menekan tombol, tapi kamu tidak pernah benar-benar mengendalikan ke mana kamu dibawa."

Kisah Lift berpusat pada Linda (Ismi Melinda), staf humas PT Jamsa Land, yang terjebak di dalam lift kantor enam tahun setelah kecelakaan tragis yang menewaskan banyak orang. Melalui suara misterius di interkom, Linda dipaksa mengikuti serangkaian permainan berbahaya demi menyelamatkan anaknya. Seiring permainan berlangsung, lapisan-lapisan kebenaran tentang tragedi masa lalu mulai terkuak, memperlihatkan bagaimana keputusan-keputusan di level atas berdampak langsung pada mereka yang berada di bawah.

Shareefa Daanish menyebut proses syuting Lift sebagai pengalaman yang intens tapi juga menarik. "Film ini seru karena ketegangannya pelan-pelan, bukan yang langsung meledak," ujarnya. "Kita diajak masuk ke situasi yang kelihatannya sederhana, tapi makin lama makin terasa menekan. Buat aku, itu yang bikin Lift juga terasa relevan untuk hari ini. Karena kadang dalam hidup, kita juga ada di posisi yang kayak gitu."

Terpilih sebagai Official Selection Dubai City Film Festival 2025, Official Selection. AME International Film Festival 2026, Official Selection The North Film Festival Barcelona 2026, dan meraih empat nominasi di Los Angeles Fantasia Fest 2025, Lift menunjukkan bahwa teror yang paling efektif sering kali lahir dari kedekatannya dengan realitas. Bukan monster, bukan dunia distopia, melainkan ruang sehari-hari yang tiba-tiba berubah menjadi ruang penuh teror.

Selain Ismi Melinda dan Shareefa Daanish, Lift turut dibintangi oleh Verdi Solaiman, Alfie Alfandy, Max Metino, Tegar Satrya, Luthfi Saputra, Annete Yules, dan Berliana Lovell. Film Lift akan tayang serentak di bioskop mulai 26 Februari 2026


Ikuti perkembangan terbaru film ini melalui akun resmi @lift.movie dan @trois.films, dan bersiaplah memasuki ruang sempit yang memaksa kita bertanya: siapa sebenarnya yang memegang kendali?

FACT SHEET

Judul : LIFT
Genre : Drama Psikologis
Durasi : 107 Menit
Tanggal tayang : 26 Februari 2025 (Bioskop)
Sutradara : Randy Chans
Produser Eksekutif : Lok S. Iman
Penulis : Aria Gardhadipura
Produser : Adha Riantono
Koproduser : Ario Sagantoro
Production House : Trois Films, Maxima Pictures

Pemain: 
1. Ismi Melinda berperan sebagai Linda
2. Shareefa Daanish berperan sebagai Doris
3. Verdi Solaiman berperan sebagai Hansen
4. Alfie Alfandy berperan Sebagai Mr. X
5. Max Metino berperan Sebagai Anton
6. Tegar Satrya berperan sebagai Joko
7. Luthi Saputra berperan sebagai Jonathan (Anak Linda)
8. T. Rifnu Wikana berperan sebagai Deddy
9. Annete Yules berperan sebagai Leoni (Asisten Doris)
10. Berliana Lovell berperan sebagai Dita (Sekretaris Hansen)
11. ⁠Amelia Alfiani berperan sebagai Amel (Sekretaris Deddy)

Film "Asrama Putri" Tayang 19 Februari 2026, Diangkat Dari Kisah Nyata Asrama Kampus Dengan Dea Annisa Tampil Berbeda sebagai Gwen


Jakarta, 13 Februari 2026 - Industri film horor Indonesia kembali diramaikan oleh judul baru berjudul Asrama Putri, produksi Puras Production, telah menggelar Press Screening dan Press Conference film "Asrama Putri" Hari ini, di XXI Epicentrum Jakarta. Film ini digarap oleh sutradara Wishnu Kuncoro dan terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di sebuah asrama putri kampus ternama di Bogor, Jawa Barat.

Berbeda dari horor pada umumnya, Asrama Putri tidak semata mengandalkan efek kejut. Film ini lebih menonjolkan kekuatan cerita, atmosfer yang mencekam, serta konflik psikologis yang berpadu dengan isu sosial yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.

Diproduseri oleh Adipati Karna, Serta di Sutradarai oleh Wishnu Kuncoro film “Asrama Putri” mengangkat kisah teror hantu Sally di sebuah asrama kampus yang berkaitan dengan dendam masa lalu, bisnis prostitusi ilegal, dan kesurupan massal. Dibintangi Dea Annisa (Gwen) dan Samuel Rizal (Lazuardi), film ini mengungkap misteri buku harian kelam. 

Film “Asrama Putri” diperkuat oleh jajaran pemain Dea Annisa (sebagai Gwen), Samuel Rizal (sebagai Dosen Lazuardi), Mawar Butterfly (sebagai Mia), Monique Henry (sebagai Rektor Liza), Nasywa Auliya (sebagai hantu Sally), Nadya Ulya (sebagai Loly), Bima Prawira (sebagai Miko), Surya Rangga/Kusumah (sebagai Beny), Luz Viktoria Yamawaki, Kinara, Albrilio Imanuel, Raisya Laily, Sherly. 

Menggabungkan kisah nyata, horor psikologis, dan isu sosial, film ini berpotensi menjadi tontonan horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.


SINOPSIS "ASRAMA PUTRI"

Kehadiran MIA sebagai Dosen baru di kampus itu secara tidak sengaja bersamaan dengan sebuah peristiwa kesurupan masal yang di alami para mahasiswa, meskipun dapat dengan mudah teratasi oleh LIZA sang Rektor, namun tidak semata menghilangkan efek pada beberapa mahasiswa, salah satunya LOLY. Mahasiswi yang tinggal sekamar dengan GWEN di ASRAMA PUTRI itu menjadi lebih sensitive dan mudah sekali kerasukan. 

Namun kerasukan bukanlah satu-satu nya masalah di kampus itu, bisnis prostitusi yang di jalankan MIKO dan BENNY juga cukup meresahkan para mahasiswa/i disitu. Semua masalah itu semakin tak terkendali Ketika hadirnya SALLY, sosok hantu Wanita berbadan sebelah manusia yang di setiap penampakannya membawa korban hingga menyebabkan kematian yang mengenaskan. 

GWEN dan MIA mencoba memecahkan semua problematika yang ada di kampus itu dan khususnya di ASRAMA PUTRI, menelusuri keterkaitan SALLY dengan semua orang yang ada di kampus tersebut. Sampai saat ditemukan nya sebuah kisah dari buku harian yang di duga milik SALLY bahwa SALLY semasa hidupnya pernah mencintai seorang Dosen Bernama Lazuardi yang pada akhirnya SALLY sangat membencinya.


Saksikan kisahnya dalam Film "Asrama Putri" yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 19 Februari 2026.

Kamis, 12 Februari 2026

"Masih Sempatkah Mengucap Maaf?" Momen Isak Tangis Warnai Gala Premiere Titip Bunda di Surga-Mu


Jakarta, 12 Februari 2026 - RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures telah menggelar Gala Premiere dan Press Conference film Titip Bunda di Surga-Mu pada 12 Februari 2025 di CGV Grand Indonesia. Acara ini menjadi momen perdana film drama keluarga tersebut dipertontonkan kepada publik, sekaligus menandai sambutan hangat yang penuh emosi dari para penonton.

Gala premiere ini dihadiri oleh produser Dono Indarto, sutradara Hanny R. Saputra, serta jajaran pemain film Titip Bunda di Surga-Mu, antara lain Kevin Julio, Abun Sungkar, Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, dan Zora Vidyanata, yang juga bertindak sebagai penulis skenario.

Seusai pemutaran film, suasana haru menyelimuti studio. Banyak penonton tampak menitikkan air mata, terlarut dalam kisah keluarga yang disajikan dengan jujur dan dekat dengan realitas kehidupan. Cerita tentang hubungan orang tua dan anak, penyesalan, serta cinta yang kerap terlambat diungkapkan, berhasil menyentuh emosi penonton. Akting Meriam Bellina sebagai Ibu Mozza pun menuai apresiasi besar karena dinilai mampu menghadirkan sosok ibu yang hangat, kuat, dan mengharukan.

Berbicara tentang perannya, Meriam Bellina mengungkapkan makna mendalam dari karakter yang ia perankan. "Peran Ibu Mozza ini sangat penting bagi saya. Dari film ini kita belajar banyak, bukan cuma bagi anak untuk lebih menghargai rasa sayang orang tua, namun juga bagi orang tua untuk semakin berusaha mengerti anak-anaknya, tak hanya mengerti juga saling memaafkan dan menerima," ujar Meriam.

Kehangatan juga terasa dari kebersamaan para pemain yang terbangun selama proses syuting. Kevin Julio membagikan pengalamannya tentang dinamika di balik layar. "Walaupun di film ini keluarga kita banyak berantem, justru itu yang bikin kita di set terasa seperti keluarga beneran. Sampai sekarang kalau ketemu masih sering bercanda, saling usil, dan rasanya sudah dekat banget," ungkap Kevin.

Antusiasme dan respons emosional penonton di gala premiere ini menegaskan Titip Bunda di Surga-Mu sebagai film keluarga yang relevan dan menyentuh, khususnya untuk ditonton bersama orang-orang terdekat menjelang bulan puasa dan Lebaran.


Turut meramaikan gala premiere, pengisi OST Nabila Maharani juga membawakan lagu "Titip Bunda di Surga-Mu" untuk para penonton yang menghadiri malam penuh emosi ini. Tak hanya itu, beberapa ibu terpilih yang menghadiri gala premiere juga diberikan mawar putih sebagai bentuk apresiasi dan simbol rasa cinta kepada sosok ibu.

Titip Bunda di Surga-Mu mengisahkan tentang Ibu Mozza (Meriam Bellina), seorang ibu yang menjadi pilar kekuatan bagi anak-anaknya di tengah badai konflik yang menguji keutuhan keluarga. Di balik senyum hangat dan ketegarannya, tersimpan luka yang tak pernah ia keluhkan, sementara anak-anaknya terjebak dalam ego dan kesibukan masing-masing.

Ketika sebuah rahasia besar terungkap dan waktu perlahan mulai habis, penyesalan mulai merayap. Akankah cinta dan maaf sempat terucap sebelum jarak abadi memisahkan mereka? Ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana kita sering kali lupa bahwa orang tua tidak selamanya ada, dan betapa berharganya setiap detik yang masih tersisa.


Membawa Kehangatan Keluarga ke Sekolah

Dalam rangkaian kegiatan promotional, film Titip Bunda di Surga-Mu juga telah mengunjungi SMA Negeri 75 Jakarta pada 11 Februari 2026 dalam program "Up Close & Personal". Acara ini membawa Natalie Zen, Chiki Fawzi, dan Abun Sungkar untuk bertemu langsung dengan para murid dalam sesi talkshow dan meet & greet.

Tak hanya itu, hadir juga games seru serta kompetisi bernyanyi lagu OST "Titip Bunda di Surga-Mu" dengan banyak hadiah menarik yang diberikan kepada siswa-siswi beruntung.

Nonton dan Saksikan "Impact"nya Duluan di Special Screening!

Bagi penonton yang penasaran, Titip Bunda di Surga-Mu akan mengadakan special screening di tujuh kota besar di Indonesia sebelum penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026.


Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan aktivitas film Titip Bunda di Surga-Mu dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @titipbundadisurgamu dan @rrk.picture.

"Selamat Datang di Dunia Na Willa", Visinema Studios Luncurkan Official Trailer & Poster, Hadirkan Perayaan Terbesar untuk Keluarga di Lebaran 2026

Kisah ajaib terbaru dari kreator film JUMBO yang mengajak semua orang kembali melihat dunia dengan penuh keajaiban.

Jakarta, 12 Februari 2026 - Menyambut Lebaran 2026, Visinema Studios resmi merilis official trailer dan poster film Na Willa, sebuah film live action keluarga yang mengajak penonton kembali melihat dunia dari sudut pandang anak-anak dengan rasa ingin tahu yang jujur, imajinasi yang hidup, dan keajaiban yang lahir dari hal-hal sederhana.

Lebaran menjadi momen pulang, berkumpul, dan merayakan keluarga. Tahun ini, Visinema Studios menghadirkan Na Willa sebagai sebuah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran. Sebuah ajakan untuk #JadiAnakAnak kembali, melepaskan sejenak peran orang dewasa, dan mengingat bagaimana dunia pernah terasa begitu besar, penuh warna, dan penuh keajaiban.

Lahir dari kreator film JUMBO yang sukses menyentuh hati jutaan penonton Indonesia, Na Willa menjadi debut film live action dari Ryan Adriandhy, sekaligus kolaborasi kreatif dengan penulis Reda Gaudiamo, yang novelnya menjadi dasar cerita film ini. Dengan pendekatan storytelling yang khas dan penuh empati, Na Willa menghadirkan perspektif anak yang jarang diangkat dalam sinema keluarga Indonesia.

Official poster Na Willa memperlihatkan dunia imajinasi yang lahir dari mata seorang anak perempuan yang hidup di Indonesia era 1960-an. Sementara itu, official trailer mengajak penonton masuk ke pengalaman menjadi anak-anak kembali, saat ketidaktahuan bukan kelemahan, melainkan pintu menuju petualangan.

Diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduseri eksekutif oleh Herry B. Salim, Na Willa menegaskan komitmen Visinema Studios dalam menghadirkan produksi film keluarga bernilai tinggi, baik dari sisi cerita, visual, maupun pengalaman menonton lintas generasi.

"Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian anak-anak," ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.


"Untuk penonton dewasa, film ini seperti perjalanan menelusuri memori masa kecil, tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang hal-hal sederhana yang dulu terasa begitu berarti. Sementara untuk anak-anak, ini adalah ruang untuk bermain, berimajinasi, bernyanyi, dan merayakan rasa ingin tahu mereka."

Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa Na Willa dirancang sebagai tontonan yang aman dan hangat untuk semua kalangan.

"Na Willa adalah film yang paling aman untuk semua orang, untuk anak-anak, untuk keluarga, dan juga untuk siapa pun yang ingin kembali merasakan hangatnya keluarga dan masa kanak-kanak," tambah Anggia.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, film ini menghadirkan dunia anak tanpa menggurui.

"Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia," ujar Ryan

"Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan dunia."

Kolaborasi dengan penulis Reda Gaudiamo menjadi fondasi penting dalam membangun semesta cerita Na Willa yang hangat dan reflektif.

"Sejak awal, Na Willa selalu berbicara tentang keluarga dan proses saling belajar. Bukan hanya anak yang belajar memahami dunia, tapi juga orang tua yang belajar memahami cara berpikir anak-anak. Film ini menghadirkan nilai tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan menerima perbedaan dengan cara yang lembut dan membumi," ungkap Reda.

Official Trailer Na Willa menghadirkan potongan masa kecil yang begitu dekat dengan keseharian: memanggil teman dari balik pagar, berlari di lapangan sambil menerbangkan layangan, hingga meneguk minuman orange cruz yang "nyekrusss" di siang hari. Warna-warna yang ceria, tawa lepas, serta kebebasan berimajinasi menjadi napas utama film ini, mengingatkan bahwa kebahagiaan lahir dari hal-hal yang sederhana.

Seperti karya Visinema Studios lainnya, musik kembali menjadi bagian penting dari film. Original soundtrack berjudul "Sikilku Iso Muni" yang diciptakan Laleilmanino hadir sebagai lagu yang tidak hanya nyaman didengar, tetapi juga dinyanyikan dan dirasakan bersama.

Film ini memperkenalkan Luisa Adreena sebagai Na Willa, bersama jajaran pemeran anak berbakat lainnya: Freya Mikhayla (Farida), Azamy Syauqi (Dul), dan Arsenio Rafisqy (Bud). Deretan pemeran dewasa seperti Junior Liem, Irma Rihi, Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia, hingga Ratna Riantiarno turut memperkaya cerita.

Bagi Luisa Adreena, Na Willa adalah pengalaman yang penuh kehangatan. "Di film ini aku banyak bermain dan berimajinasi. Mak sama Pak selalu ngajarin dengan sabar. Rasanya kayak main, tapi juga belajar." cerita Luisa Adreena.

Dalam kesempatan yang sama, Visinema Studios juga mengumumkan bahwa film Na Willa akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe, sebuah semesta cerita yang akan tumbuh dan menemani keluarga dan masyarakat Indonesia
.

Na Willa akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Lebaran 2026, sebagai sebuah perayaan hangat untuk semua orang, sebuah ajakan untuk pulang, berkumpul, dan kembali #JadiAnakAnak.

***

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, dan Ratna Riantiarno.

Rabu, 11 Februari 2026

Teaser Trailer dan Poster Warung Pocong Dirilis, Tiga Komika Siap Buka Warung di Bioskop 9 April!


Jakarta, 11 Februari 2026 – Rumah produksi Entelekey Media Indonesia dan Tiger Pictures resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film komedi-horor terbaru berjudul Warung Pocong, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 April 2026.
Disutradarai oleh Bendolt, Warung Pocong mengikuti kisah tiga pemuda Jakarta, Kartono, Agus, dan Makmur, yang tergiur lowongan kerja dengan gaji besar di sebuah warung misterius di sebuah desa terpencil. Apa yang awalnya tampak sebagai peluang emas, perlahan berubah menjadi mimpi buruk penuh teror.

Teaser berdurasi singkat ini memperkenalkan Warung Sari, sebuah warung sederhana di desa terpencil, yang menjadi latar utama cerita. Tiga karakter utama terlihat memasuki warung tersebut, disambut suasana normal penuh aktivitas jual beli. Namun suasana segera berubah saat terdengar kalimat misterius, “Kalau kalian bekerja dengan baik, kalian akan menerima gaji sesuai dengan yang dijanjikan.” Sekilas terdengar wajar, tapi dalam konteks cerita, kalimat ini justru menyiratkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Teaser juga memperlihatkan bagaimana Warung Pocong tak ragu mencampur komedi dan horor dalam satu nafas. Di salah satu adegan, Agus panik melihat pocong, yang ternyata cuma Kartono. Tapi sebelum bisa tertawa lega, penonton sudah dibawa ke suasana mencekam dimana tiga karakter utama berlari di tengah hutan, seolah sedang diburu oleh sesuatu yang tak kasat mata.

“Waktu bikin film ini, saya kepikiran soal gimana banyak orang rela ambil risiko demi kehidupan yang lebih baik. Tapi kadang, apa yang kelihatan jadi ‘peluang emas’ justru bisa jadi jebakan. Lewat Warung Pocong, saya pengen bercerita tentang itu, semuanya kami kemas dengan cara yang tetap menghibur, nggak melulu serius.” tutur Bendolt selaku sutradara.

Film Warung Pocong dibintangi oleh deretan nama besar seperti Fajar Nugra, Sadana Agung, Randhika Djamil, Arla Ailani, Shareefa Daanish, Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan Whani Dharmawan.

Pas baca naskahnya, saya langsung mikir, ‘wah, ini cerita orang-orang yang nekat karena kepepet’, real banget. Karakter saya tuh kayak banyak orang di luar sana, asal ada duit gede, langsung sikat gak pake mikir.” ujar Fajar Nugra.

Bersamaan dengan teaser trailer, teaser poster Warung Pocong juga dirilis. Poster ini menampilkan perpaduan suasana misterius sekaligus sentuhan humor yang menjadi ciri khas film sekaligus mengundang rasa penasaran.

Film Warung Pocong dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 9 April 2026. 

Film ini siap menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai film horor sekaligus menginginkan hiburan penuh tawa.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai film Warung Pocong, ikuti perkembangan terbaru di akun media sosial resmi @filmwarungpocong dan @entelekeymediaid.

***

SINOPSIS
Tiga pemuda Jakarta: Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur (Randhika Djamil), terjebak dalam masalah keuangan masing-masing, mulai dari utang, penipuan, hingga investasi bodong. Ketika seorang pria tua bernama Kusno (Whani Darmawan) menawarkan mereka kerja sebagai penjaga warung dengan gaji fantastis 50 juta per bulan, mereka pun menerimanya dan langsung dibawa ke desa terpencil bernama Lali Jiwo. Namun keanehan mulai terjadi saat mereka mengalami teror gaib dari sosok pocong.

SIDANG ADAT TORAYA JADI RUANG PEMULIHAN ATAS POLEMIK CANDAAN STAND-UP COMEDY PANDJI PRAGIWAKSONO

Berikut namanya dari kiri-ke-kanan:
Daud Pangarungan, Sekretaris Tongkonan Kada
Haris Azhar, Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono
Saba’ Sombolinggi, Hakim Adat
Pandji Pragiwaksono, Komika
YS Tandirerung, Ketua Masyarakat Adat Ulusalu
Romba Marannu Sombolinggi, Ketua Pengurus Harian Daerah Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Toraya
Lewaran Rante’labi, Ketua Masyarakat Adat Sa’dan
Sam Barumbun, Ketua Tongkonan Kad

TORAJA, 11 Februari 2026 — Komika Pandji Pragiwaksono menjalani persidangan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Persidangan adat (Ma’Buak Burun Mangkali Oto’) yang dihadiri oleh perwakilan 32 wilayah adat di Toraya ini difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai bagian dari upaya komunikasi serta penyelesaian persoalan secara adat.

Persidangan adat ini digelar sebagai respons atas candaan Pandji dalam pertunjukan Messakke Bangsaku (2013) yang menyinggung tradisi kematian (Rambu Solo’) di Toraya. Candaan tersebut —yang beredar luas di berbagai platform media sosial— dinilai telah melukai perasaan Masyarakat Adat Toraya karena menyinggung budaya, martabat, dan keyakinan kolektif yang dijaga lintas generasi selama berabad-abad.

Dalam persidangan adat tersebut, Pandji menyampaikan pengakuan dan mendengarkan pandangan para perwakilan dari 32 wilayah adat sebagai bagian dari proses pemulihan. 

“Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari prosesi pemulihan keharmonisan yang begitu indah dan luhur,” ujar Pandji. Pendiri komunitas Stand Up Indo itu menyebut persidangan adat yang dijalaninya di Toraja sebagai sebuah “proses yang adil dan demokratis.”


“Saya mendengar dan menerima pernyataan para perwakilan wilayah adat. Saya mengerti, dan semoga ini membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Pandji, seraya berharap bisa diterima untuk kembali ke Toraja.

Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Toraya, Romba Marannu Sombolinggi, menegaskan bahwa proses ini tidak semata ditujukan kepada Pandji sebagai individu. Menurut dia, polemik yang berkembang setelah potongan pertunjukan tersebut beredar luas juga memunculkan berbagai respons yang tidak seluruhnya proporsional.

“Dalam proses ini, bukan hanya Pandji yang menyampaikan permohonan maaf. Kami sebagai Masyarakat Adat Toraya juga turut melakukan permintaan maaf atas berbagai hal yang tidak seharusnya terjadi dalam dinamika kemarin, termasuk ucapan atau sikap yang menyinggung,” katanya.

Adapun para hakim adat dalam persidangan ini –Saba’ Sombolinggi, Eric Crystal Ranteallo, Yusuf Sura’ Tandirerung, Maksi Balalembang, Lewaran Rantela’bi, Nura Massora Salusu, dan Romba Marannu Sombolinggi– menilai bahwa persoalan ini berakar pada ketidaktahuan Pandji.

Perkara ini, dalam penilaian para hakim adat, perlu diselesaikan lewat penghakiman sepihak; melainkan melalui musyawarah terbuka yang melibatkan komunitas Masyarakat Adat di Toraya. Karena itu, kehadiran perwakilan dari 32 wilayah adat dipandang penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan inklusif dan mencerminkan suara komunitas.


Sekretaris Tongkonan Kada, Daud Pangarungan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pandji di Toraya untuk menyelesaikan persoalan secara adat. Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme penyelesaian konflik dalam hukum adat Toraya yang berorientasi pada pemulihan, bukan penghukuman. “Hukum adat Toraya bicara tentang pemulihan. Yang diterapkan bukan denda, melainkan alat pemulihan,” kata Daud.

Dalam persidangan tersebut, Pandji dikenakan tanggung jawab pemulihan, berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam. Ketentuan itu akan dilanjutkan dengan pelaksanaan ritual adat pada Rabu (11/2/2026). Menurut Daud, tanggung jawab pemulihan tersebut dimaksudkan untuk memulihkan kembali relasi manusia dengan sesama manusia, alam, leluhur, dan Sang Pencipta—agar kehidupan kembali selaras dan membawa kebaikan bagi semua.

Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menilai proses penyelesaian lewat mekanisme hukum adat yang dijalani Pandji sebagai sesuatu nan autentik dan bernilai pembelajaran. Ia mengaku terkesan lewat pertemuan antara seorang pelaku budaya populer (komika) dengan perwakilan 32 wilayah adat sebagai peristiwa penting.

“Ini menunjukkan kekuatan Masyarakat Adat dalam menyelesaikan masalahnya sendiri, yang difasilitasi oleh AMAN. Proses seperti ini bisa menjadi rujukan di tempat lain ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan serupa,” ujar Haris.


Persidangan adat ini perlu ditempatkan dalam kerangka restorative justice, yakni keadilan yang berorientasi pada pemulihan, bukan pembalasan. 

Melalui mekanisme adat, Masyarakat Adat Toraya menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan secara bermartabat dan dialogis, dengan tujuan memulihkan relasi —tidak hanya antarmanusia, tetapi juga hubungan dengan alam, leluhur, dan Sang Pencipta— sebagai fondasi kehidupan bersama.

Selasa, 10 Februari 2026

Film "Setan Alas!" Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda Lewat Satire dan Meta-Horor


Jakarta, [10/02/2026] - Film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) segera meramaikan bioskop-bioskop di tanah air. Gala Premiere (Penayangan Perdana) Film besutan sutradara muda Yusron Fuadi ini akan digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/02/2026).

Melalui film ini, Yusron yang telah menyutradarai film Tengkorak (2018), Darah Nyai (2025), dan Keadilan (2025) menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda. melalui pendekatan horor-satire dan meta-horor-sebuah gaya bercerita yang jarang dieksplorasi dalam perfilman horor arus utama.

"Setan Alas! tidak hanya sebuah cerita film yang menakut-nakuti penonton, tetapi juga mengajak mereka tertawa, berpikir, dan melihat horor dari sudut pandang yang berbeda," ujar Yusron kepada media.

Film Horor dengan Pendekatan Inovatif

Diproduksi pada tahun 2022 dan rampung pada 2023, Setan Alas! (The Draft!) dinilai oleh banyak kritikus internasional sebagai film yang membawa warna segar dalam genre horor. Alih-alih memunculkan jumpscare, film ini mengajak penonton untuk secara sadar mempertanyakan cara mereka memandang horor dan rasa takut itu sendiri.

Dengan memadukan ketegangan, humor gelap, dan refleksi sosial, film ini menampilkan teror bukan semata-mata sebagai kehadiran sosok gaib, melainkan sebagai hasil dari cara manusia membangun dan memaknai ketakutan. Kesadaran bahwa penonton sedang menyaksikan sebuah film horor justru melahirkan pengalaman sinematik yang kritis, segar, dan tidak terduga.

Tentang Film Setan Alas! (The Draft!)

Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan, Situasi berubah mencekam ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius. Ketegangan berkembang melalui rasa takut, prasangka, serta cara manusia membangun teror itu sendiri.

Film berdurasi 84 menit ini dibintangi oleh Adhin Abdul Hakim, Anastasia Herzigova, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), serta menampilkan Hanung Bramantyo dalam peran yang tak terduga.

Prestasi dan Apresiasi Internasional 

Film Setan Alas! (The Draft!) pertama kali diputar di hadapan publik dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023, dan berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus: Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing.

Kritikus film Hikmat Darmawan turut memuji film ini sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.

Sedangkan, sejumlah media internasional memberikan apresiasi terhadap film ini, di antaranya:

"Setan Alas! adalah film horor yang sudah kamu ketahui akan seperti apa pakemnya, tapi ternyata tidak seperti yang kamu pikirkan."

Element of Madness

"Lucu, dengan skrip yang menjadi salah satu yang paling brilian dalam perfilman Indonesia. Pengalaman menontonnya terasa seperti wahana roller coaster yang tak pernah bisa ditebak arahnya."

Morbidly Beautiful

"Semuanya terasa familiar, bahkan kamu bisa menebak karakter dan alurnya dengan mudah. Namun justru di situlah kejeniusannya-film ini mempermainkan penonton di level yang berbeda."

- Nightmare on Film Street Podcast

Di tingkat internasional, Setan Alas! (The Draft!) melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, dan memperoleh respons positif dari penonton. Pada tahun yang sama, film ini juga diputar di London (2 November 2024) dan Toronto, Kanada (16 November 2024)-menandai pencapaian penting bagi film produksi institusi pendidikan Indonesia di panggung global.

Mendapat Dukungan dari Wapres Gibran

Melihat inovasi dan kesegaran yang dibawa oleh film karya anak negeri ini, film Setan Alas! (The Draft!) akan diputar serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai 5 Maret mendatang.

"Pemutaran film ini di bioskop-bioskop di tanah air mendapat dukungan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka", jelas Agus Maryono, perwakilan dari Sekolah Vokasi UGM usai bertemu dengan wapres di Istana Wakil Presiden, Jumat (6/2/2026)

Dalam pertemuan tersebut, film yang diproduksi bersama oleh Sekolah Vokasi UGM dan Akasacara Film ini diperkenalkan sebagai film dengan manajemen gotong royong, tanpa memerlukan dana besar, namun kualitasnya sangat baik.

Wapres Gibran pun menyambut positif dan mendukung inovasi film karya anak negeri yang telah berhasil meraih sejumlah penghargaan di dalam maupun di luar negeri ini. Menurutnya, karya kreatif dari kampus harus didukung untuk membangun industri kreatif nasional yang inklusif dan berdaya saing.

"Model produksi kreatif yang lahir dari lingkungan pendidikan vokasi penting untuk mendorong munculnya talenta-talenta muda kita yang siap terjun ke industri", kata Wapres Gibran.


Dalam acara gala Premiere Setan Alas! (The Draft) nanti akan dihadiri oleh tim kreatif, undangan media, serta komunitas film. Film ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi baru mengenai eksplorasi genre horor di Indonesia.

A Little White Lie: Reuni SD di Hotel Mewah Berujung Skandal Viral, Rebranding, dan Rahasia Surat yang Mengubah Segalanya


Jakarta, 10 Februari 2026 - Series A Little White Lie menghadirkan drama persahabatan, romansa, dan rahasia masa lalu yang berlapis, berpusat pada Ocha (23), gadis yang dikenal sebagai salah satu murid paling pintar di angkatannya. Namun, tepat saat hidupnya goyah karena baru saja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Ocha harus menghadiri acara reuni SD yang digelar di Hotel Gala, hotel milik Adit (25), kakak kelasnya.

Kehadiran Ocha di acara ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan juga untuk menantang rasa minder ketika ia harus kembali bertemu teman-teman lama yang kini terlihat sudah mapan dan sukses dengan versi hidup mereka masing-masing.

Di reuni itu, Ocha bertemu Kian (25) dan Quinn (23), pasangan suami istri muda yang tampak sempurna di mata orang lain. Ada pula Jeannette (23), model sekaligus influencer yang selalu tampil percaya diri, Harlan (23) yang dikenal berasal dari keluarga kaya, Shira (23) akuntan yang dulunya sahabat sebangku Ocha, dan sosok yang sejak lama istimewa di hati Ocha: Bintang (23), pemilik start-up branding consultant.

Keinginan untuk bertemu Bintang membuat Ocha menepis rasa rendah diri dan tetap hadir. Dalam benaknya, ada satu tujuan yang ingin ia tuntaskan: mengucapkan terima kasih kepada "penulis surat-surat rahasia" yang dulu menjadi pegangan Ocha dalam melewati masa paling gelap hidupnya.

Surat-surat itu memiliki arti besar bagi Ocha sejak ia kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan tragis pada malam pensi perpisahan SD malam yang juga bertepatan dengan ulang tahun Ocha yang ke-12. Surat-surat tersebut menjadi semacam penghiburan, penopang, sekaligus alasan Ocha percaya bahwa selalu ada seseorang yang memahami dirinya.

Namun, reuni yang semula penuh nostalgia justru berubah kacau ketika terjadi demonstrasi di Hotel Gala yang berujung kericuhan. Di tengah situasi itu, nama Adit ikut terseret dan mendadak viral setelah muncul tuduhan bahwa ia adalah pengambil lahan rakyat kecil. Krisis citra pun semakin menekan ketika Ben (50), ayah Adit, mengancamakan akan mengambil alih Hotel Gala dari tangan Adit bila ia tak mampu memperbaiki reputasi hotel dan dirinya.

Terjepit oleh tekanan keluarga dan badai opini publik, Adit meminta bantuan Bintang untuk melakukan rebranding image terhadap dirinya dan Hotel Gala. Bintang menyanggupi, lalu mengajak Ocha bergabung di kantornya. Ocha yang memang sedang butuh pekerjaan menerima tawaran tersebut, tetapi ia tak ingin siapa pun mengetahui kondisi ekonominya yang sedang sulit.

Di titik inilah "kebohongan kecil" mulai tumbuh: Ocha berbohong dengan mengaku memiliki syarat untuk bekerja, yakni membutuhkan handphone seri terbaru untuk membuat konten. Yang mengejutkan, kebohongan itu bukan hanya milik Ocha. la memergoki Harlan yang selama ini dikenal berada ternyata bekerja sebagai penjual daging di pasar. Harlan meminta Ocha menyimpan rahasianya, dan sebagai gantinya ia meminjamkan ponsel agar Ocha bisa menjalankan tugas-tugasnya bersama Bintang.

Strategi rebranding yang dijalankan Ocha dan Bintang terbukti berhasil. Perlahan, citra Adit dan Hotel Gala membaik. Namun keberhasilan itu memunculkan ketegangan baru ketika Ocha tanpa sadar membanggakan Bintang di depan Adit, membuat Adit merasa tersisih dan down. Di balik dinamika itu, tersimpan fakta yang jauh lebih dalam: sebenarnya, orang yang dulu menjadi teman surat-menyurat Ocha saat SD bukanlah Bintang, melainkan Adit.

Adit, yang sejak lama menyimpan perasaan dan kepedulian, pernah meminta Bintang untuk membantu menyembunyikan surat-surat tersebut di laci meja Ocha. Adit memilih menutup identitasnya karena ia tak ingin menghancurkan spirit Ocha sebab surat-surat lama itu sudah menjadi sandaran Ocha setiap kali ia sedih.

Konflik antar sahabat semakin panas saat Ocha mengetahui Kian ternyata menjalin affair dengan Jeannette. Quinn yang terluka menuntut cerai dan memaksa teman-teman mereka memilih akan berpihak pada siapa. Di saat Ocha mencoba berani menyatakan perasaannya kepada Bintang, Bintang justru menegaskan bahwa ia tidak pernah ingin berpacaran dengan teman karena takut merusak persahabatan, seperti yang terjadi pada Kian dan Quinn. Ocha terpaksa kembali memendam rasa, sementara kebohongan dan rahasia makin menumpuk di antara mereka.

Drama mencapai puncak emosional ketika perayaan ulang tahun Adit yang diisi pertandingan basket berubah menjadi momen yang mengubah banyak hal. Shira mendadak pingsan, dan terbongkar bahwa ia mengidap sakit ginjal serta membutuhkan transplantasi. Shira meminta maaf karena selama ini menyembunyikan kondisinya, terutama kepada Harlan.

Di saat bersamaan, Harlan mengaku bahwa dirinya tidak sesempurna tampilan luarnya. Meski Shira divonis tidak akan hidup lama, Harlan tetap ingin bersama Shira. Keputusan besar lalu diambil Adit: ia bersedia membantu seluruh biaya pengobatan Shira, membuat Ocha mulai melihat Adit sebagai sosok yang jauh lebih baik dibanding prasangka awalnya.

Di sisi lain, Adit menemukan bukti bahwa Ben pernah terlibat kasus tabrak lari yang ternyata merenggut nyawa orangtua Ocha. Adit mulai terjebak dalam dilema moral dan keluarga, sementara Bintang menghadapi persoalan lain: perusahaan yang selama ini terlihat sukses ternyata berada di ambang kebangkrutan. Untuk membayar pesangon karyawan yang sudah dipecat, Bintang terpaksa mencari pinjaman dan akhirnya meminjam uang dari Ben.

Namun Ben memberi syarat licik: Bintang harus menyabot Adit agar Ben bisa mengambil alih Hotel Gala. Bintang sempat bimbang, sempat mencoba, lalu menyesal dan memilih membela persahabatan. Keputusan itu membuat Ben murka dan benar-benar menjatuhkan nama Bintang hingga ia kehilangan semua kliennya.

Ketika Ocha mengetahui Bintang hanya berpura-pura sukses, ia hancur. Baginya, sosok yang paling ia kagumi ternyata tidak jauh berbeda dari yang lain: sama-sama menyimpan kebohongan. Adit mencoba menyadarkan Ocha bahwa setiap orang punya rahasia, namun Ocha semakin terpukul saat mengetahui Tante Fatma orang yang selama ini paling dekat dengannya ternyata menerima bantuan dari Ben sebagai "uang tutup mulut", yang sepenuhnya dipakai untuk membiayai Ocha. Merasa dikhianati dari segala arah, Ocha memilih keluar dari rumah dan menjalani hidup sendiri.

Saat mencoba menenangkan diri, Ocha kembali membaca surat-surat lama yang dulu menjadi penghiburnya. Dari sana, ia menemukan kesamaan tulisan tangan di surat dengan tulisan tangan Adit. Ocha pun sadar selama ini ia telah dibohongi oleh Bintang dan Adit. Ocha mengkonfrontasi keduanya dan memutuskan tidak mau berteman lagi.

la memilih berjalan sendiri, membangun usaha branding consultant miliknya, bahkan berhasil melawan trauma lamanya untuk berbicara di depan umum. Namun di balik pencapaian itu, hidup Ocha tetap terasa sepi.

Kabar kematian Shira menjadi titik balik. Di pemakaman, para sahabat lama kembali bertemu. Melihat Harlan begitu hancur ditinggal Shira, Ocha menyadari bahwa waktu tak bisa diulang, dan ia sebenarnya beruntung pernah memiliki dua sahabat yang sangat menyayanginya Adit dan Bintang. Ocha pun berdamai, meski hatinya masih bimbang: memilih Adit yang dewasa dan membimbingnya menjadi mandiri sejak dulu, atau Bintang yang selama ini ia kagumi dan pernah ia cintai dalam diam.

Seiring perjalanan, Ocha berbaikan dengan Tante Fatma dan memberikan modal usaha toko roti yang selama ini diimpikan sang tante. Ocha juga memergoki fakta lain: Jeannette ternyata memiliki anak di luar nikah, yang membuatnya nekat mencari pria kaya demi membiayai hidup. Jeannette pun mengingatkan Ocha agar tidak terlalu percaya cinta.

Sementara itu, Quinn diam-diam hamil dan ingin menggugurkan kandungannya. Ocha berhasil membuat Quinn dan Kian rujuk kembali, meyakinkan agar anak tidak ikut menanggung kesalahan orangtuanya sebuah refleksi yang membuat Ocha sadar bahwa Adit tidak seharusnya membayar dosa Ben.

Pada akhirnya, Ben ditangkap setelah Adit mempertaruhkan segalanya untuk mengumpulkan bukti kejahatan bisnis ayahnya dan bersedia menjadi saksi. Di pengadilan kasus Ben, momen paling menentukan terjadi ketika Ocha dan Bintang hadir. Saat diwawancara wartawan di depan ruang sidang, Ocha memuji Adit sebagai sosok yang tulus, istimewa, dan omongannya bisa dipercaya seraya mengakui itulah alasan ia mencintainya.

Adit terkejut mendengar pernyataan itu disampaikan di depan kamera. Ocha kemudian menggandeng tangan Adit, di bawah senyum Bintang yang memilih ikhlas melihat kebahagiaan dua sahabatnya.

Kisah A Little White Lie ditutup dengan cara yang hangat dan simbolik. Untuk mengenang Shira, para sahabat kembali berkumpul, menulis surat berisi kenangan dan janji persahabatan, menyimpannya dalam time capsule, lalu menanam pohon kesukaan Shira di atasnya sebuah tanda bahwa meski hidup penuh kebohongan kecil, mereka tetap bisa memilih untuk bertumbuh lewat kejujuran dan penerimaan.

Series ini diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan diproduksi oleh Unlimited Production dengan Oswin Bonifanz sebagai produser, disutradarai Sondang Pratama, serta ditulis oleh Cassandra Massardi. Deretan pemain yang membintangi A Little White Lie antara lain Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.

Jangan lewatkan Series A Little White Lie, tonton hanya di MAXSTREAM TV.

Viu & MaxStream Mempersembahkan Tiba-Tiba Brondong, Sebuah Komedi Romantis Tentang Cinta Tanpa Batas Usia

Dibintangi Tatjana Saphira, Fady Alaydrus, dan Cinta Brian, serial 9 episode ini tayang perdana pada 13 Februari 2026 dan mengeksplorasi kek...