Sabtu, 18 Juli 2026

Ketika Cinta dan Iman Bertemu, Mana yang Akan Dipilih? Official Poster dan Trailer Sekaligus OST FILM IBADAH & CINTA Resmi Dirilis

Drama romantis terbaru Persembahan Sinemata Buana Kreasindo tentang pencarian iman, restu keluarga dan perjuangan cinta.

Jakarta, 18 Juli 2026Sinemata Buana Kreasindo resmi meluncurkan official poster dan official trailer FILM IBADAH & CINTA, memperkenalkan kisah emosional tentang perjalanan menemukan makna hidup, keimanan dan cinta di tengah perbedaan dunia. Melalui perilisan ini, publik diajak berkenalan dengan Rico (Achmad Megantara), seorang pemuda Australia yang hidup kehilangan arah di Melbourne, dan Santun (Indah Permatasari), seorang ustadzah muda yang tumbuh dalam lingkungan pesantren dengan nilai-nilai yang kuat.

​Official poster menampilkan nuansa hangat dan penuh makna, memperlihatkan kedekatan Rico dan Santun di tengah bentang alam Nagawangi yang menenangkan, namun menyimpan jarak yang tidak hanya dipisahkan oleh latar belakang, tetapi juga oleh keyakinan, keluarga, dan pilihan hidup. Sementara itu, official trailer memperlihatkan awal dari perjalanan Rico yang membawanya ke sebuah tempat dengan nilai-nilai yang sangat berbeda dari kehidupan yang selama ini ia kenal. Namun, konflik dan pilihan yang akan dihadapinya masih sengaja disimpan.

Budi Yulianto, Eksekutif Produser

"Kami memilih Melbourne sebagai titik awal perjalanan Rico karena kota itu merepresentasikan kehidupan yang sangat berbeda dengan dunia yang kemudian ia temukan di Nagawangi. Perpindahan latar ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga menggambarkan perjalanan batin seorang anak muda yang sedang mencari arah hidup, identitas, dan makna keimanan. Kontras antara dua dunia itulah yang menjadi salah satu kekuatan cerita FILM IBADAH & CINTA."

​Namun, lebih dari sekadar kisah romantis, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan pertanyaan yang dekat dengan banyak orang: ketika cinta dan keyakinan bertemu di persimpangan jalan, apakah keduanya bisa berjalan beriringan? Ataukah cinta justru menjadi ujian yang harus dihadapi?

​Disutradarai oleh Jastis Arimba dan ditulis oleh Ifan Adriansyah Ismail, film ini mengangkat kisah tentang pencarian jati diri, hubungan anak dan orang tua, serta pergulatan batin dalam memahami makna ibadah dan cinta. Didukung oleh jajaran pemeran seperti Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, Jamie Aditya, dan Stevan Rizky, film ini menghadirkan dinamika keluarga dan lingkungan sosial yang memperkaya perjalanan Achmad Megantara (Rico) dan Indah Permatasari (Santun).

Jastis Arimba, Sutradara

"Melalui trailer ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana perjalanan spiritual seseorang bisa hadir lewat hal-hal yang sederhana, termasuk pertemuan dengan orang yang mengubah cara kita memandang hidup. Masih banyak lapisan emosi dan konflik yang belum kami buka, karena kami ingin penonton merasakan sendiri perjalanan Rico dan Santun saat menonton filmnya nanti."

Rendy Gunawan, Produser

"IBADAH & CINTA bukan hanya tentang kisah dua orang yang saling mencintai, tetapi tentang bagaimana seseorang menemukan kembali dirinya di tengah tekanan keluarga, lingkungan dan keyakinan. Poster dan trailer ini menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia Rico dan Santun, namun perjalanan mereka masih menyimpan banyak pertanyaan yang akan terjawab di film IBADAH & CINTA."

​Diproduksi oleh Sinemata Buana Kreasindo, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan perpaduan drama dan romansa yang menyentuh dengan latar kehidupan pesantren serta keindahan alam Nagawangi dan Melbourne. Melalui perilisan official poster dan trailer, penonton kini dapat melihat awal dari perjalanan dua insan yang dipertemukan oleh takdir, namun diuji oleh keyakinan dan harapan banyak orang di sekeliling mereka.

​Apakah Rico akan menemukan kembali imannya? Dan apakah Santun dapat mengikuti suara hatinya tanpa mengkhianati nilai-nilai yang ia pegang? Jawabannya akan terungkap dalam FILM IBADAH & CINTA.

​Bersamaan dengan peluncuran official poster dan official trailer, FILM IBADAH & CINTA juga resmi memperkenalkan tiga lagu soundtrack yang akan mengiringi perjalanan emosional Rico dan Santun. Lagu utama berjudul "Ibadah & Cinta" dibawakan oleh Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum, menghadirkan nuansa romantis yang merefleksikan perjalanan cinta dan keimanan para tokohnya. Selain itu, hadir pula "Pulangmu Abadi" yang dinyanyikan oleh Nadzira Shafa, serta "Pergi Tanpamu" yang dibawakan oleh Rianyrian, dua lagu yang semakin memperkuat emosi dalam setiap fase perjalanan cerita. Ketiga soundtrack tersebut resmi dirilis bersamaan dengan perilisan official poster dan trailer, sekaligus menjadi bagian penting yang melengkapi universe FILM IBADAH & CINTA sebelum kisahnya hadir di Bioskop seluruh Indonesia.

​Official poster dan official trailer FILM IBADAH & CINTA kini telah dapat disaksikan melalui akun media sosial resmi film ini di @ibadahdancinta.film. Ikuti informasi terbaru dan berbagai kejutan lainnya, serta bersiap menyaksikan kisah tentang ibadah, keluarga dan cinta yang akan menyentuh hati penonton Indonesia.

Tentang Sinemata Buana Kresindo

​Sinemata Buana Kresindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.

Tentang ost Film

Makna dan tujuan lagu IBADAH DAN CINTA ini sederhananya adalah sebagai pengingat kepada diri sendiri dan berpesan untuk semua yang mendengarkannya. ​Dalam hidup pasti pernah mengalami lika liku dalam perjalanan cinta maka harus di lewati dengan ikhlas. ​Lagu ini mengajak untuk tetap tegar dan jangan sampai larut terus dalam kesedihan dan jangan pernah menyerah untuk mendapatkan cinta sejati/tujuan hidup.

​Pencipta Lagu yang juga penulis ide cerita Film IBADAH DAN CINTA yaitu Heri Purnama Tanjung menuturkan alasannya memilih Tresna Ningrum dan Berlliana Lovell untuk menyanyikan lagunya adalah karena mereka mampu membawa pesan dari lagu ini, terutama secara rasa. ​Karena tanpa hal itu, pesan lagu tidak akan bisa tersampaikan dengan baik kepada siapapun yang mendengarnya.

​Bahkan Tresna Ningrum dan Berlliana Lovell mengungkapkan bahwa sejak awal mendengar lagu ini, dirinya sudah merasa jatuh cinta dengan lagunya, yang mana hal itu adalah poin penting yang harus dimiliki seorang penyanyi. Bahwa seorang penyanyi haruslah jadi orang pertama yang jatuh cinta dengan lagu yang akan dinyanyikannya. ​Dengan begitu, akan mudah baginya menyampaikan makna dari lagu yang dinyanyikannya secara mendalam dari hati ke hati kepada para penggemarnya.

​Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum berharap lagu ini diharapkan bisa mewakilkan perasaan banyak orang diluar yang sedang mengalami lika liku dalam cinta. ​Melalui lagu ini, tersirat sebuah pesan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.

​Lagu "PERGI TANPAMU" bermakna tentang kerinduan mendalam seorang anak kepada ayahnya yang telah tiada. Lagu ini mengekspresikan kesedihan dan penyesalan karena tidak bisa lagi mengulang momen kebersamaan, sekaligus menjadi ungkapan bahwa kenangan bersama sang Ayah sangat sulit untuk dihapus dari ingatan. Bahkan pencipta lagu PERGI TANPAMU, HERI PURNAMA TANJUNG Berharap lagu ini dapat menjadi insvirasi dan pesan untuk semua yang mendengarkan. ​Mengapa Heri purnama tanjung sebagai pencipta lagu PERGI TANPAMU memilih RYANI sebagai penyanyinya... karna RYANI bisa mendalami rasa dalam lagu ini dan mempunyai karakter vocal yang sangat kuat untuk menyanyikan lagu PERGI TANPAMU.

​​Sinopsis

​Kehidupan Rico (Achmad Megantara), pemuda berasal dari Australia yang hidup tanpa arah di Melbourne, berubah saat ia jatuh cinta pada Santun (Indah Permatasari), putri Kyai Umar (Mathias Muchus), ustadzah muda yang setia menjaga tradisi pesantren, sembari ia sendiri mulai belajar sholat dan menemukan kembali imannya. Namun di tengah tekanan keluarga, kampung, dan agama, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: apakah cinta mereka ujian, atau pertanda?
Fact Sheet
​Judul Film: IBADAH & CINTA
​Genre: Drama, Romance
​Produksi: Sinemata Buana Kreasindo
​Eksekutif Produser: Budi Yulianto, Avesina Soebli
​Produser: Rendy Gunawan, Arismuda Irawan
​Sutradara: Jastis Arimba
​Penulis: Ifan Adriansyah Ismail
​Pemain:
​1. Achmad Megantara sebagai Rico
​2. Indah Permatasari sebagai Santun
​3. Mathias Muchus sebagai Kyai Umar
​4. Elma Theana sebagai Ibu Santun
5. ​Adhin Abdul Hakim sebagai Ganda
​6. Berlliana Lovell sebagai Nissa
7. ​Sita Permata Sari sebagai Deshi
8. ​Didi Hasyim sebagai Kyai Usman
9. ​Erwin Rakiman sebagai Pak Brata
10. ​Irene Librawati sebagai Ibu Ganda
11. ​Jamie Aditya sebagai Ayah Rico
12. ​Stevan Rizky sebagai Ustad Salman

Kisah yang Menyentuh Hati Kini Hadir dalam Dua Perjalanan, Novel IBADAH & CINTA Resmi Diluncurkan di Momen Perilisan Official Poster & Trailer

Novel karya Nadzira Shafa memperluas universe IBADAH & CINTA, mengajak pembaca menyelami kisah Rico dan Santun.

Jakarta, 16 Juli 2026 — Momen peluncuran official poster dan official trailer FILM IBADAH & CINTA menjadi semakin istimewa dengan diperkenalkannya novel Ibadah & Cinta karya Nadzira Shafa. Mengusung judul yang sama dengan filmnya, novel ini diterbitkan oleh Insan Pustaka Berkreasi, imprint dari IPB Press, sebagai bagian dari perluasan cerita Ibadah & Cinta.

​Tidak sekadar menjadi adaptasi dalam bentuk novel, Ibadah & Cinta menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi pembaca. Melalui 484 halaman, novel ini mengajak pembaca mengikuti pergulatan batin para tokohnya, memahami alasan di balik setiap pilihan, serta merasakan emosi yang lebih luas.

​Berpusat pada kisah Santun, seorang putri kyai yang tumbuh dalam tradisi dan tuntutan keluarga, serta Rico, seorang pemuda yang datang membawa cara pandang baru tentang kehidupan, novel ini mengangkat pertanyaan yang dekat dengan banyak orang: apakah takdir selalu harus diterima, ataukah seseorang berhak memilih jalan hidupnya sendiri? Di tengah tekanan perjodohan, perubahan yang melanda desa, dan ujian yang datang silih berganti, keduanya dipertemukan dalam perjalanan yang menguji keyakinan, keberanian dan makna cinta yang sesungguhnya.

Nadzira Shafa, Penulis Novel Ibadah & Cinta

"Saat menulis novel ini, saya ingin membawa pembaca masuk lebih jauh ke dalam hati Rico dan Santun. Ada banyak ruang yang memungkinkan pembaca memahami ketakutan, harapan dan pergulatan mereka dengan lebih intim. Saya berharap setiap orang yang membaca novel ini dapat menemukan bagian dari dirinya sendiri di dalam perjalanan kedua tokoh tersebut."

​Novel Ibadah & Cinta diterbitkan oleh Insan Pustaka Berkreasi, imprint dari IPB Press, dengan penyunting bahasa Nopionna Dwi Andari serta desain sampul dan penataan isi oleh Muhamad Ade Nurdiansyah. Mengusung genre fiksi, roman religi dan drama keluarga, novel ini menawarkan kisah yang hangat sekaligus reflektif tentang cinta, keluarga, pengorbanan, dan keimanan.

​Peluncuran novel yang dilakukan bersamaan dengan perilisan official poster dan trailer film menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dunia Ibadah & Cinta kepada publik. Pembaca dapat terlebih dahulu menyelami kisah Rico dan Santun melalui novel sekaligus Perilisan Official Poster dan Trailer Film Ibadah & Cinta.

​Novel Ibadah & Cinta kini telah resmi diterbitkan dan siap menemani para pembaca yang ingin mengenal lebih dalam kisah yang menginspirasi lahirnya film dengan judul yang sama. Bersiaplah mengikuti perjalanan tentang cinta, takdir dan keyakinan yang akan meninggalkan kesan mendalam, baik di halaman buku maupun di layar bioskop.

​Novel Ibadah & Cinta kini telah resmi diterbitkan dan siap menemani para pembaca yang ingin mengenal lebih dalam kisah yang menginspirasi lahirnya film dengan judul yang sama. Bersiaplah mengikuti perjalanan tentang cinta, takdir dan keyakinan yang akan meninggalkan kesan mendalam, baik di halaman buku maupun di layar bioskop.

SINOPSIS

​Santun tumbuh di dunia yang telah menuliskan masa depannya jauh sebelum ia berani memimpikannya, pesantren, pengabdian, dan pernikahan dengan lelaki pilihan keluarga. Ia belajar taat, belajar menerima, belajar menenangkan hatinya sendiri. Hingga suatu hari seorang pria asing datang dan melihatnya bukan sebagai putri kyai, melainkan sebagai perempuan yang ingin hidup dengan pilihannya sendiri.

​Rico membawa dunia yang lebih luas dari pagar pesantren, dunia yang membuat Santun untuk pertama kalinya bertanya, apakah takdir selalu harus diterima tanpa suara. Namun ketika hatinya mulai berani berharap, kenyataan datang lebih cepat dari waktu. Di tengah tekanan perjodohan, konflik tradisi, dan perubahan desa, Santun harus membuat keputusan terbesar dalam hidupnya, tepat saat ia mengetahui sesuatu perlahan menggerogoti tubuhnya. Saat semua orang mundur, Rico justru melangkah mendekat. Ia memilih tinggal, memilih mencintai, dan memilih menjadikan cinta sebagai ibadah.

​Sebuah kisah tentang takdir, keberanian memilih, dan cinta yang tetap hidup bahkan ketika kehidupan tidak lagi memberi janji selamanya.

TENTANG PENULIS

Nadzira Shafa adalah penulis novel best seller 172 Days, sebuah karya yang diangkat dari kisah nyata dan berhasil menyentuh jutaan pembaca di Indonesia. Buku tersebut menduduki daftar buku terlaris, serta diadaptasi ke layar lebar dan mendapat sambutan luas dari masyarakat. Melalui gaya bertutur yang hangat, emosional dan sarat nilai-nilai spiritual, Nadzira dikenal mampu menghadirkan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan, mengangkat tema cinta, keluarga, kehilangan, serta perjalanan menemukan makna hidup. Dalam novel terbarunya, IBADAH & CINTA, Nadzira kembali menyuguhkan narasi yang mengajak pembaca menyelami pergulatan hati, keimanan, dan keberanian memilih jalan hidup di tengah berbagai ujian.

INFORMASI NOVEL

  • Judul: Ibadah & Cinta
  • Penulis: Nadzira Shafa
  • Genre: Fiksi, roman religi dan drama keluarga
  • Penyunting Bahasa: Nopionna Dwi Andari
  • Desain Sampul dan Penata Isi: Muhamad Ade Nurdiansyah
  • Jumlah Halaman: 484 halaman ditambah xii halaman romawi
  • ISBN: 978-634-04-9259-0
  • Penerbit: Insan Pustaka Berkreasi, imprint dari IPB Press
  • Dicetak oleh: PT Penerbit IPB Press

Jumat, 17 Juli 2026

Sinemaku Pictures Merilis Website Memburu Pemangsa, Kampanye Jaga Anak-Anak dan Kewaspadaan Kasus Penculikan Anak yang Masih Terjadi


Jakarta, 17 Juli 2026 — Sinema Pictures merilis website memburupemangsa.com jelang perilisan film terbaru mereka berjudul Memburu Pemangsa. Tak hanya mengenai semesta filmnya, website tersebut juga ditujukan untuk membangun kepedulian terhadap kasus penculikan anak yang hingga saat ini masih terjadi.

​Mengutip Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), sepanjang 2022–2025, ada 91 kasus penculikan anak di Indonesia. Total, ada 180 anak menjadi korban. Dari jumlah tersebut, beberapa kasus yang pernah menyita perhatian adalah penculikan terhadap 12 anak di berbagai tempat di Jakarta Selatan dan Bogor, Jawa Barat, yang dilakukan oleh satu orang pada 2022. Pada tahun lalu, masyarakat juga digemparkan dengan kasus balita berusia 4 tahun yang diculik yang dilakukan oleh sindikat adopsi ilegal.

​Film Memburu Pemangsa mengangkat tentang kisah empat jurnalis yang melakukan perburuan dan investigasi terhadap kasus penculikan anak, yang dilakukan oleh penjahat yang bekerja sama dengan iblis.

​“Melalui website memburupemangsa.com, Sinemaku Pictures ingin mengajak masyarakat Indonesia lebih aware terhadap kasus penculikan anak yang hingga saat ini masih terjadi. Penculikan anak menjadi kasus besar yang menimbulkan keprihatinan, dan semoga dengan kampanye ini kami juga turut meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan anak-anak,” ujar sutradara film Memburu Pemangsa Umay Shahab.

​Di website tersebut tak hanya mencantumkan informasi seputar film termasuk memperkenalkan Teori Demonologi yang akan ada di film, namun juga kontak yang bisa dihubungi jika masyarakat mengalami kasus penculikan anak, sebagai bentuk penyediaan kanal informasi dan sumber resmi.

​Sinemaku Pictures juga mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan foto identitas “Kartu Pemburu” di media sosial, dengan tagar yang menyertai #jagaanakanak. Dalam sehari, kampanye ini telah diikuti oleh lebih dari 500 orang. Diharapkan melalui kampanye ini juga turut menjadi bagian untuk menggerakkan kesadaran terhadap kasus penculikan anak yang masih terjadi dan mengintai.

​Film Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisius dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamin Jasem, dan Taskya Namya. Film ini akan menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa dan website memburupemangsa.com. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Film RUMAH SINGGAH Merilis Official Poster dan Trailer, Sebuah Persembahan untuk Semua yang tak Kenal Menyerah

Rumah Singgah produksi dari SENARA, bekerja sama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, tayang mulai 27 Agustus 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 17 Juli 2026 — Setelah mencuri perhatian publik lewat video first look dan teaser trailer, film Rumah Singgah hari ini meluncurkan official poster dan official trailer. Diproduksi oleh SENARA bersama Mandela Pictures dan Limelight Pictures, film drama garapan sutradara Dyan Sunu Prastowo, ide cerita oleh Celvin Jaya Hadi, dan penulisan skenario oleh Raditya ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Official poster Rumah Singgah menampilkan enam karakternya, yaitu Karla (Adhisty Zara), yang memegang sebuah origami besar, ditemani Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), Pika (Messi Gusti), Bu Andin (Dewi Irawan), dan Mang Didu (Aming). Mereka memandang ke atas dengan senyum yang menyiratkan harapan. Visual tersebut menjadi gambaran tentang semangat yang dihadirkan film ini, bahwa bahkan di tengah masa sulit, selalu ada alasan untuk tetap memandang ke depan.

Official trailer merupakan pengembangan dari video teaser yang dipublikasikan pada awal Juli lalu untuk membawa penonton lebih dekat dengan kehidupan para penghuni rumah singgah. Melalui trailer ini penonton mulai diajak mengenal mimpi, ketakutan, sekaligus alasan yang membuat mereka terus bertahan. Origami yang hadir di poster menjadi simbol perjuangan mereka mewujudkan bucket list yang berisi mimpi-mimpi sederhana namun begitu berarti ketika waktu terasa semakin berharga.

​Sebelumnya, video teaser Rumah Singgah diiringi lagu "Surat Hati" yang dibawakan oleh Devano, memberikan warna emosional pengantar perjalanan Karla menuju rumah singgah. Dan di official trailer, nuansa emosional tersebut semakin kuat melalui iringan original soundtrack "Ampun Dunia" yang dibawakan oleh Bentara. Official trailer ini akan ditayangkan secara eksklusif di jaringan bioskop nasional selama satu minggu untuk mengoptimalkan pengalaman sinematik penonton dalam menikmati trailernya sebelum kemudian dirilis melalui kanal media sosial resmi film Rumah Singgah.

​"Kisah film Rumah Singgah diceritakan melalui empat karakternya yang sedang menghadapi penyakit kanker. Mereka yang sedang berada di titik terendah dan tidak tahu berapa lama waktu yang dimiliki. Namun begitu, di tengah kondisi yang tidak menentu, digambarkan bahwa mereka tersenyum dan memilih tetap hidup sepenuhnya karena menemukan harapan dan cinta dari orang-orang yang selalu ada untuk mereka. Tidak hanya sesama penderita kanker, tapi juga karakter seperti Bu Andin dan Mang Didu, para caretaker yang selalu bersedia membantu dan tidak pernah menyerah. Film ini adalah persembahan untuk mereka," ujar Hans Andreas, produser film Rumah Singgah dari SENARA.

​Film Rumah Singgah mengisahkan Karla (Adhisty Zara), seorang atlet lari, harus menerima kenyataan bahwa dirinya mengidap osteosarkoma, penyakit kanker tulang yang ganas. Di tengah kenyataan yang mengubah hidupnya, Karla tiba di sebuah rumah singgah, tempat bernaung bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Di sana ia disambut oleh Bu Andin (Dewi Irawan), kepala rumah singgah serta berkenalan dengan para ​penghuninya, Luki (Devano), Toni (Ciccio Manassero), dan Pika (Messi Gusti). Keempatnya perlahan membangun persahabatan di tengah kondisi penuh ketidakpastian yang harus mereka hadapi. Bersama Mang Didu (Aming), penjaga rumah singgah yang setia menemani hari-hari mereka, Karla beserta penghuni di rumah singgah mengawali perjalanannya yang baru, di mana mimpi yang hampir sirna menemukan secercah harapan.

​"Rumah Singgah punya tempat yang istimewa di hatiku. Proses menjadi Karla adalah pengalamanku bertumbuh, bukan hanya sebagai aktor, tapi juga sebagai individu. Aku beruntung sekali dikelilingi oleh sutradara, teman-teman aktor, dan seluruh kru yang sangat mendukung selama prosesnya. Semoga kehangatan yang aku rasakan saat persiapan dan saat syuting, sampai juga ke hati penonton nanti," tutur Adhisty Zara, pemeran Karla.

Rumah Singgah adalah produksi dari SENARA, bekerjasama dengan Mandela Pictures dan Limelight Pictures, disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, ide cerita oleh Celvin Jaya Hadi, dan penulisan skenario oleh Raditya. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Aming, Dewi Irawan, Marthino Lio, Agnes Naomi Shivapriya, dan Alex Abbad. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya.

  • Hashtag: #rumahsinggah #filmrumahsinggah
  • Instagram: @rumahsinggahfilm
  • Threads: @rumahsinggahfilm
  • TikTok: @filmrumahsinggah

Kamis, 16 Juli 2026

Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026


Jakarta, 15 Juli 2026 – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan hadir sebagai karya horor yang terinspirasi dari salah satu warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur yang nyata dan ada sampai saat ini.

​Suanggi merupakan salah satu kisah yang dikenal luas di daerah Papua, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Warisan budaya ini punya pengalaman berbeda di setiap daerah, ada yang mengenal Suanggi sebagai sosok nenek atau kakek tua, ada yang melihat mata merahnya, dan ada yang melihat dalam bentuk bola api, dan sebagainya. Melalui film ini, cerita tersebut diadaptasi secara kreatif sebagai karya fiksi yang menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menyajikannya dalam narasi yang relevan bagi penonton masa kini.

​"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," ujar Dom Dharmo, Sutradara Film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Berbeda dari film horor pada umumnya yang banyak mengambil inspirasi dari mitos populer di Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan menghadirkan perspektif baru. Dari sisi produksi, Mutiara Films & Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter yang kuat, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik.

​Pada hari Rabu, 15 Juli 2026, di Jakarta, Mutiara Films & Subtube Studio merilis teaser poster dan teaser trailer Suanggi: Ilmu Kutukan. Dihadiri oleh Evelin P. M. Pangalila yang mewakili Executive Producer Ernes Yauwalata, keempat Produser Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, dan Firdauzi Trizkiyanto, serta Sutradara Dom Dharmo. Lengkap dengan casts meliputi Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Stany Imbiry, Atina Akinoref, Obi Mesakh, dan Botak Bicara.

​Sayangnya, acara malam ini tidak dapat dihadiri oleh Euginia Y.-pemeran Wawa-yang merupakan anak dari Executive Producer, Douglas Krump, dan Ian Williams yang tinggal di Papua, serta Endhita, Arnold Kobagau, dan Keanu Azka yang berhalangan hadir. Film Suanggi: Ilmu Kutukan ini pun tidak akan dapat terlaksana tanpa kontribusi Alm. Pace Cello yang memerankan sebagai dukun bernama Tinus.

​"Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Segala sesuatu yang berlebihan atau berkekurangan adalah tidak baik. Suanggi ini awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik, mereka melakukan ini. Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan," ujar Bona Pascal, salah satu produser film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Salah satu pemeran utama Suanggi: Ilmu Kutukan, Carissa Perusset, mengungkapkan bahwa film ini sungguh menantang dan membuatnya banyak belajar budaya baru.

​"Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru," ujar Carissa Perusset.

​Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengaku melakukan observasi mendalam yang menarik.

​"Persiapan memang jadi PR, bagaimana intonasi (dialek Indonesia Timur), segala macam. Untungnya ada coach Bobi, ada casts lain, Yewen, jadi sesama pemain support. Itu yang bikin seru proses pembuatan film ini. Saya punya cara sendiri untuk observasi karakter. Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini," kata Iwa K.

​Berbeda dari pemain lainnya, John Yewen, komedian asal Papua ini merasa tertantang dengan perannya sebagai Bapa John.

​"Sebenarnya menjadi pastor adalah cita-cita yang diinginkan mama untuk Yewen dan akhirnya tercapai walau akting. Namun, Yewen yakin mama bangga jika ia masih ada dan bisa melihat Yewen di film ini," kata John Yewen yang juga ternyata mengalami pengalaman mistis saat mempelajari naskah di tempat tinggalnya bersama Ian Williams—karakter Reynold.

​Film Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.

Tentang Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Suanggi: Ilmu Kutukan adalah film horor Indonesia yang terinspirasi dari warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur. Menggabungkan unsur horor, drama, dan budaya, film ini menghadirkan kisah yang menegangkan sekaligus mengajak penonton mengenal salah satu kekayaan folklor Nusantara melalui pendekatan sinematik yang modern.

  • Genre Film: Drama, Horor
  • Executive Producer: Ernes Yauwalata, Adrian Sugiono
  • Produser: Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, Firdauzi Trizkiyanto
  • Sutradara: Dom Dharmo
  • Penulis: Baskoro Adi Wuryanto
  • Produksi: Mutiara Films & Subtube Studio

Casts: Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Alm. Pace Cello, Douglas Krump, Arnold Kobagau, Hendra Louis "Botak Bicara"

SINOPSIS

​BENI (Pangeran Lantang) yang terlilit utang ratusan juta, pulang ke kampung halamannya di Pulau Kladum, bersama kekasihnya GIA (Carissa Perusset) dengan alasan menjenguk ibu angkatnya, MAMA LIN (Dayu Wijanto) yang sedang sakit keras. Namun, tujuan sebenarnya adalah mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk menutupi utang. Setelah 13 tahun pergi dan kembali ke kampung halamannya, BENI diteror kekuatan gaib kiriman AROBA (Iwa K)—seorang SUANGGI—yang mengirim serangan lalat untuk membunuh keluarga MAMA LIN dan warga Pulau Kladum, sekaligus mengungkap rahasia kelam yang selama ini disembunyikan BENI.

SYNOPSIS

​Drowning in massive debt, BENI (Pangeran Lantang) returns to his remote hometown on Kladum Island alongside his girlfriend, GIA (Carissa Perusset), under the guise of visiting his gravely ill adoptive mother, MAMA LIN (Dayu Wijanto). In truth, BENI harbors a desperate agenda, to steal his family’s hidden heirloom and clear his financial ruin. However, his homecoming after a 13-year absence awakens a dormant nightmare. BENI soon finds himself targeted by AROBA (Iwa K), a formidable Suanggi (sorcerer) who unleashes a devastating plague of flesh-eating flies upon MAMA LIN’s family and the island’s residents. As the supernatural terror tightens its grip, BENI is forced to confront not only the deadly curse, but also the dark, long-buried secret he has been running from his entire life.

​Social Media:

​Instagram: @filmsuanggi (https://www.instagram.com/filmsuanggi/)

​TikTok: @filmsuanggi (https://www.tiktok.com/@filmsuanggi/)

​YouTube: @filmsuanggi (https://youtube.com/@filmsuanggi/)

​Link Teaser Poster & Trailer:

​https://www.instagram.com/p/Da0DMCeJcNV/?igsh=Znl1ZG4xcWt5OXpm

​https://www.youtube.com/watch?v=qPpZGcv7trs

Selasa, 14 Juli 2026

Rahasia yang Terkubur di Malam Satu Suro Akhirnya Bangkit dalam Film Sajen Satu Suro

Mengangkat atmosfer mistis malam Satu Suro, film horor terbaru PIM Pictures menghadirkan perpaduan horor, misteri dan drama emosional yang membawa penonton menelusuri rahasia kelam dari masa lalu.

Jakarta, 14 Juli 2026 – Tradisi yang dipercaya sakral, rahasia yang terkubur selama puluhan tahun dan teror yang tak bisa dihindari menjadi bagian dari Film Sajen Satu Suro, film horor terbaru produksi PIM Pictures bekerjasama dengan D’Ayu Pictures, South East Pictures, Layar Production, dan Dynamic Pictures. Disutradarai oleh Gatot Subroto, film ini akan membawa penonton menyelami atmosfer mencekam yang berakar pada budaya Jawa. Akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026.

​Berawal dari niat untuk mengembalikan sebuah keris ke kampung halaman ayah Tania, perjalanan tersebut justru membawa Tania (Aisyah Aqila), Jeff (Cinta Brian), Laura (Frisly Herlind), dan Robby (Munggaran) pada serangkaian kejanggalan yang perlahan membuka rahasia lama. Semakin jauh mereka mencari jawaban, semakin besar pula ancaman yang menanti.

​Mengambil latar tradisi malam Satu Suro yang begitu lekat dengan budaya Jawa, film ini membangun teror bukan hanya melalui kemunculan sosok-sosok menyeramkan, tetapi juga lewat misteri yang perlahan mengungkap luka, rahasia dan konsekuensi dari masa lalu. Ketegangan yang hadir terus berkembang seiring para karakter berusaha mencari jawaban atas berbagai kejanggalan yang mereka alami.

​Di balik nuansa horornya, Film Sajen Satu Suro juga menawarkan drama keluarga yang emosional. Setiap karakter membawa beban, konflik dan rahasianya masing-masing sehingga membuat perjalanan mereka terasa dekat dengan kehidupan nyata. Perpaduan horor, misteri dan emosi tersebut diperkuat melalui pendekatan visual sinematik yang menghadirkan atmosfer mencekam dari awal hingga akhir.

​Film ini dibintangi oleh Aisyah Aqila, Cinta Brian, Frisly Herlind, Munggaran, Bramasta, Clift Sangra, Yurike Prastika, Harris Syaus, dan Assila Corina, yang bersama-sama menghadirkan kisah penuh ketegangan dan misteri.

​Bagi PIM Pictures, Film Sajen Satu Suro menjadi langkah untuk menghadirkan film horor Indonesia yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga memiliki karakter kuat dan cerita yang berlapis. Setelah Kutukan 9 Setan dan Perjamuan Iblis, film ini menjadi karya horor ketiga yang memperkuat identitas PIM Pictures dalam mengeksplorasi horor lokal dengan pendekatan sinematik yang berbeda.

​"Melalui Sajen Satu Suro, kami ingin menghadirkan kombinasi horor, misteri dan drama emosional yang intens dengan pendekatan sinematik yang kuat. Setelah Kutukan 9 Setan dan Perjamuan Iblis, film ini merupakan film ketiga sekaligus menjadi bagian dari konsistensi PIM Pictures dalam menghadirkan film horor Indonesia dengan karakter dan atmosfer yang kuat," ujar Agustinus Sitorus, Produser film sekaligus CEO PIM Pictures.

​Ia juga menambahkan, "Ke depannya, kehadiran Sang Penggali Kubur sebagai film horor keempat PIM Pictures menjadi bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan horor Indonesia."

​Dengan perpaduan budaya, misteri dan drama yang menyentuh, Film Sajen Satu Suro menawarkan pengalaman horor yang bukan hanya membuat penonton tegang, tetapi juga mengajak mereka menyelami rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun. Saksikan Sajen Satu Suro di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026, dan bersiaplah menghadapi teror yang mungkin tak seharusnya dibangkitkan kembali.

Sinopsis

​Tania (Aisyah Aqila) didampingi Jeff (Cinta Brian), Laura (Frisly), dan Robby (Munggaran) pergi ke kampung halaman Ayahnya Tania (Bramasta), ke desa Maduabang untuk mengembalikan sebuah keris yang dipercaya sebagai penyebab memperburuk kesehatan ibunya.

​Setibanya mereka di kampung itu, hal-hal aneh bermunculan seolah menolak kedatangan mereka. Seiring pencarian pemilik asli keris tersebut, tabir misteri mulai terungkap apa yang terjadi di satu suro 30 tahun silam.

FACT SHEET

  • Judul: Sajen Satu Suro
  • Genre: Horor, Misteri
  • Durasi: 114 Menit
  • Sutradara: Gatot Subroto
  • Produser: Agustinus Sitorus
  • Production House: PIM Pictures
  • Tanggal Tayang: 30 Juli 2026 (di Bioskop)

Pemain

  1. ​Aisyah Aqila – Berperan Sebagai Tania
  2. ​Cinta Brian – Berperan Sebagai Jeff
  3. ​Munggaran – Berperan Sebagai Robby
  4. ​Frisly Herlind – Berperan Sebagai Laura
  5. ​Bramasta – Berperan Sebagai Ayah Tania
  6. ​Clift sangra – Berperan Sebagai Sapto Dilogo
  7. ​Yurike Prastika – Berperan Sebagai Suparti
  8. ​Harris Syaus – Berperan Sebagai Aryoseno tua
  9. ​Assila Corina – Berperan Sebagai Sumarni 

Senin, 13 Juli 2026

Official Poster dan Trailer FILM KETOK MEJIK Resmi Dirilis, Ben, Made dan Saged Siap Mengajak Penonton Menebak Apa yang Sebenarnya Terjadi

Drama komedi terbaru dari HAHA Production memperlihatkan perjalanan tiga sahabat, namun masih menyimpan banyak kejutan dan pertanyaan.

Jakarta, 13 Juli 2026 — Setelah mencuri perhatian melalui rangkaian kontennya, FILM KETOK MEJIK resmi meluncurkan official poster dan official trailer yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya, publik diajak melihat sekilas dunia di balik sebuah bengkel yang tampak sederhana, sekaligus berkenalan dengan Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman), dan Saged (Dodit Mulyanto), tiga sahabat yang menjadi pusat cerita. Namun alih-alih mengungkap keseluruhan kisah, poster dan trailer tersebut justru menyisakan rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi.

​Tidak hanya memperkenalkan karakter utamanya, official poster dan trailer FILM KETOK MEJIK mulai membuka dunia cerita yang menjadikan bengkel sebagai ruang untuk bercerita. Lewat interaksi Ben, Made dan Saged, film ini menghadirkan komedi dengan karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun tetap menyimpan sisi emosional di balik setiap tawa yang hadir.

​Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK hadir sebagai drama komedi yang mengutamakan kekuatan karakter dan hubungan antar tokohnya. Menghadirkan humor yang dekat dengan keseharian, film ini juga menyimpan lapisan drama tentang bagaimana seseorang berusaha memperbaiki keadaan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.

​Menurut Yogi S. Calam, trailer sengaja dibuat sebagai pengantar agar penonton mengenal karakter-karakter dalam film.

"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made dan Saged terlebih dahulu. Masih banyak bagian dari perjalanan mereka yang belum kami tampilkan karena kami ingin pengalaman menontonnya tetap utuh ketika film ini tayang di bioskop."

​Produser Handoko mengatakan bahwa hubungan antar tokoh menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

"Film ini berangkat dari kisah tiga sahabat yang sama-sama ingin memperbaiki hidup mereka. Official trailer baru memperlihatkan sedikit dari perjalanan mereka. Sisanya akan berkembang seiring cerita di dalam film."


​Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, Film ini didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX. FILM KETOK MEJIK dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

​Melalui perilisan official poster dan trailer, penonton telah mendapat gambaran awal mengenai dunia FILM KETOK MEJIK. Namun, rahasia apa yang sebenarnya masih disembunyikan oleh Ben, Made dan Saged? Official poster dan trailer kini sudah dapat disaksikan melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik.

​Ikuti informasi terbaru serta berbagai kejutan lainnya melalui akun media sosial resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menyaksikan kisah yang masih menyimpan banyak rahasia hingga hari penayangannya di seluruh bioskop Indonesia.

Tentang PT HAHA Digital Picture

​PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.

​Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduseri oleh Handoko, dengan Charles D. Yusap sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.

Sinopsis

​Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasib mereka.

Fact Sheet

  • Genre Film: Drama Komedi
  • Eksekutif Produser: Charles D. Yusap, Lucky O’danifan, Handoko
  • Produser: Handoko, Derie Agung Syaputra
  • Co-Produser: Robby K. Butarbutar
  • Sutradara: Yogi S.Calam
  • Penulis: Iyam Renzia, Moh. Rido S.A
  • DOP: Arif Bontang
  • Line Produser: Kania Julian
  • Editor: Andhy Pulung, Johan Leonardo
  • Produksi: Haha Production
  • Pemain (Casts):

    • ​Ananta Rispo (Ben)
    • ​Tarra Budiman (Made)
    • ​Dodit Mulyanto (Saged)
    • ​Ersya Aurelia (Resita)
    • ​Arief Didu (Unung)
    • ​Jarwo Kwat (Ghozali)
    • ​Agus Kuncoro (Toyib)
    • ​Arafah Rianti (Uti Titian)
    • ​Sadana Agung (John Sapto)
    • ​Erick Astrada (Wawan Cihuy)
    • ​Lolox (Kadut)
    • ​Buhun Warwer (Kusni)
    • ​Furry Setya (Jay)
    • ​Vadi Bule (Yadi)
    • ​Chika Waode (Aci)
    • ​Berliana Lovel (Saroh)

Refleksi Kehidupan Absurd Lewat Budaya Populer dalam Kumpulan Puisi Playlist Sebelum Mati Karya Muhammad Rifan Prianto

Jakarta – Muhammad Rifan Prianto baru saja merilis buku kumpulan puisi perdananya berjudul Playlist Sebelum Mati pada bulan Mei lalu. Penyair asal Jakarta ini menulis sejumlah 26 puisi pada buku terbitan Sonar Pustaka tersebut. Rifan merespons berbagai polemik hidup yang menurutnya terasa absurd, seperti peperangan, keterasingan di tengah kehidupan urban, hingga tentang perasaan cinta yang tak sampai.

Buku kumpulan puisi ini merupakan hasil tugas akhirnya sebagai mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Proses penyusunan naskah dimentori oleh penyair asal Ciamis yang pernah mendapatkan anugerah Hari Puisi Indonesia pada tahun 2019, Willy Fahmy Agiska.

Merespons Budaya Populer

​Puisi-puisi yang ada dalam Playlist Sebelum Mati berangkat dari reaksinya terhadap teks seni lain, seperti musik, film, seni rupa, dan teks sastra. Dalam acara diskusi buku kumpulan puisi ini yang diselenggarakan di ruang kolektif Atelir Ceremai, Jakarta (11/7), alasan Rifan menulis puisi dengan pendekatan seperti ini karena ia sudah dikenali dengan berbagai referensi budaya populer sedari kecil.

​"Dulunya, keluargaku suka sekali menyetel (lagu-lagu) The Beatles selagi bebersih rumah. Atau ketika aku lagi menginap di rumah kakek, ia sering banget memutar Elvis Presley di kamarnya. Dan itu yang membuatku merasa dekat dengan berbagai budaya populer," katanya malam itu.

​Elvis Presley di kamarnya. Dan itu yang membuatku merasa dekat dengan berbagai budaya populer," katanya malam itu.

​Penyair yang juga sempat menjadi Ketua Umum di komunitas Arena Studi Apresiasi Sastra itu juga menceritakan tentang kedekatannya dengan musik. "Sewaktu aku lahir di tahun 2001, orang tuaku sedang menghadapi krisis finansial. Akhirnya ayahku memutuskan untuk menjual gitar Stratocaster kesayangannya untuk membayar biaya persalinan rumah sakit. Aku rasa itu menjadi salah satu pemantik kedekatan personalku terhadap musik."

​Meski puisi-puisinya penuh dengan karya referensi, namun tidak membuat puisi ini sulit untuk dimengerti bagi pembaca yang tidak mengetahui karya referensinya tersebut. Opank, salah satu pembicara di acara diskusi buku itu, berkata kalau metafora serta gaya ungkap di kumpulan puisi ini mudah untuk dipahami. Sebaliknya, menurut pembacaan Opank, Rifan berhasil menciptakan ruang interpretasi yang lebih luas lewat puisi-puisi yang ditulisnya.

Kehidupan yang Absurd

​Lewat berbagai referensi budaya populer, seperti lagu Outro karya John Mayer, film La Vita e Bella garapan sutradara Roberto Benigni, sampai novel The Metamorphosis karya Franz Kafka, Rifan menemukan makna kehidupan yang menurutnya begitu absurd. Menurut Rifan, kematian karena kelaparan atau peperangan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima oleh nalarnya. Penyair itu membagikan perasaannya perihal melihat anak kecil yang terlantar di jalanan, padahal anak itu tidak bisa meminta ingin dilahirkan atau tidak.

​Sudut pandang absurdisme ini ia dapati ketika berkenalan dengan karya-karya Albert Camus, "Aku meminjam sudut pandang absurdisme dari Albert Camus karena merasa related dengan cara pandanganya. Awal-awal aku kenal sastra itu salah satunya membaca Albert Camus, dan mungkin aja aku merasa terpengaruh oleh tokoh Mersault dalam novel Orang Asing (L’ Etranger) itu."

​Meski puisi-puisi yang ada terasa begitu pesimistik, tetapi Rifan menganggap bahwa gairah pesimisme dalam puisi-puisinya itu sekadar untuk menunjukkan kejujuran. Rifan menganalogikan cara pandang pesimisme ini lewat klub kesebelasan semenjana yang akan menghadapi klub kesebelasan terbaik. Menurutnya, para pemain dari klub semenjana itu tahu mereka akan kalah, dan itu yang membuat mereka bermain tanpa beban, sehingga bisa jadi memberi peluang untuk mereka menang dalam pertandingan. "Sebuah keajaiban yang berawal dari situasi pesimistik," lanjutnya.

Memandang Kematian

​Penyair yang karya-karyanya telah disiarkan di berbagai media lokal dan nasional ini menganggap kematian adalah sebuah fase kehidupan yang tidak perlu ditangisi. Baginya, kumpulan puisi Playlist Sebelum Mati menjadi sebuah cara ia untuk menghadapi kematian.

​"Kelak, kalau aku mati, aku nggak mau menghadapi kematian itu dengan cara yang menyedihkan. Jika ada kesempatan, aku ingin mendonorkan bagian tubuhku sebelum aku mati, atau para pengantar jenazahku tidak perlu terburu-buru di jalan. Santai aja, jangan menyusahkan kepentingan dan kenyamanan orang yang masih hidup. Dan sebelum aku mati, ayo kita dengerin Led Zeppelin dulu, ayo kita nonton film kesukaan bareng dulu, atau ayo kita melihat-lihat lukisan favorit dulu," kata Rifan menjawab pertanyaan dari salah satu peserta.

​Rencana Pameran Lintas Disiplin Seni

​Di akhir sesi diskusi, Rifan memiliki satu harapan terkait keberlanjutan kumpulan puisi perdananya ini, untuk mengadakan sebuah pameran lintas disiplin seni yang merespons puisi-puisi yang ada di Playlist Sebelum Mati. Hal ini ia lakukan sebagai upaya membawa teks puisi agar dapat berinteraksi secara dekat dengan karya seni lainnya.

​Di pameran itu, akan ada penampilan teatrikal, musik, sampai pameran sejumlah lukisan dalam rangkaian acara yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Rifan sendiri dapat dijumpai melalui Instagram, @muh_rifaan.

Paket Santet Diterima, Kutukan Kematian Dimulai. Siapakah Korban Selanjutnya?

BASE Entertainment Rilis Trailer dan Poster Resmi Paket Santet Tayang Di Bioskop Mulai 27 Agustus 2026

Jakarta, 13 Juli 2026 - Sebuah paket tiba di depan pintu. Tidak ada nama pengirim. Tidak ada alasan mengapa paket itu ditujukan kepada mereka. Namun sejak paket itu dibuka, hidup penerimanya langsung berubah jadi mimpi buruk. Satu per satu nyawa menjadi taruhan. Kini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara menghindari paket tersebut, melainkan bagaimana cara terhindar dari kutukan setelah menerimanya.

​Premis inilah yang menjadi awal dari kisah Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment, yang hari ini resmi merilis trailer dan poster perdananya. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Lewat trailer resminya yang telah dirilis melalui seluruh kanal digital BASE Entertainment dan Instagram @paketsantet, penonton akan menyaksikan bagaimana satu paket misterius menjadi awal dari rangkaian kutukan mengerikan. Teror demi teror terus berdatangan tanpa memberi kesempatan bagi para korbannya untuk bernapas. Di tengah waktu yang terus menipis, mereka dipaksa mencari cara menghentikan kutukan sebelum kematian yang mengancam datang lebih dulu.

​Poster resmi Paket Santet memperlihatkan Bela (Yasamin Jasem) dikerubungi ratusan lebah setelah membuka sebuah paket misterius. Apakah lebah-lebah itu merupakan wujud teluh yang baru saja dilepaskan? Ataukah hanya pertanda bahwa kutukan telah menemukan korbannya? Poster ini menjadi isyarat bahwa setiap paket membawa kutukan yang tak bisa lagi dihindari.

Paket Santet mengikuti kisah sekelompok mahasiswa, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) yang mulai menerima sebuah kiriman paket misterius tanpa identitas pengirim. Setelah menerima paket tersebut, hidup mereka berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Kutukan terus memburu satu per satu korban, memaksa Deva, Bela, dan teman-temannya mencari cara menghentikan santet sebelum kematian mengincar mereka. Mampukah Deva, Ale, dan Bela dan kawan-kawan keluar dari kutukan santet tersebut?

​Sutradara Dinna Jasanti mengatakan bahwa trailer ini adalah gambaran dari film Paket Santet yang mempunyai horor yang akan terus menghantui penontonnya dari awal hingga akhir film.

​"Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di situlah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai," jelas Dinna.

Produser Aoura Lovenson Chandra menambahkan bahwa trailer ini menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengenal bagaimana horornya Paket Santet.

​"Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, 'Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?' Karena setelah paket diterima, tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Membuka paket membawa kutukan kematian, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti kutukan berhenti. Pertarungan terbesar para karakter adalah menemukan cara bertahan hidup sebelum semuanya terlambat," kata Aoura Lovenson Chandra.

​Sementar itu Fadly Faisal, yang memerankan Ale, mengaku justru sering membayangkan dirinya berada di posisi para karakter selama proses membaca naskah hingga syuting. Baginya, horor dalam Paket Santet terasa mengerikan karena tidak hanya memperlihatkan datangnya santet, tetapi juga bagaimana seseorang harus bertahan hidup setelah menerimanya.

​"Selama syuting saya sering membayangkan, kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan? Rasanya panik karena kita tidak tahu harus percaya kepada siapa atau harus mencari bantuan ke mana. Menurut saya, itu yang membuat film ini terasa menyeramkan. Bukan cuma karena santetnya, tetapi karena kita ikut merasakan bagaimana rasanya berpacu dengan waktu ketika kematian seolah sudah mengincar kita," ujar Fadly Faisal.

Paket Santet akan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Begitu paket diterima... siapa korban berikutnya?

​Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @paketsantet dan @base.id.

​—

TENTANG BASE ENTERTAINMENT

​BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Jumat, 10 Juli 2026

Cek Khodam Gelar Press Screening dan Gala Premiere, Hadirkan Horor Komedi tentang Ketakutan Manusia Masa Kini

Jakarta, 10 Juli 2026 – Film Cek Khodam menggelar Press Screening dan Gala Premiere pada 10 Juli 2026. Film ini hadir dengan warna horor komedi yang segar melalui premis yang dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.

​Berbeda dari horor komedi pada umumnya, Cek Khodam tidak hanya menempatkan hantu sebagai sumber ketakutan. Film ini justru mengangkat kegelisahan manusia modern yang lebih takut pada cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua dibanding sosok gaib.

​Premis tersebut menjadi daya tarik utama Cek Khodam. Cerita dibangun dari situasi sederhana, tetapi terasa relevan. Ketika manusia mulai lebih takut pada persoalan hidup sehari-hari, dunia khodam justru panik karena hal-hal gaib tidak lagi dianggap paling menyeramkan.

Film ini juga menjadi langkah baru bagi Jirayut. Melalui Cek Khodam, Jirayut menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar. Kehadirannya membawa energi baru dalam film horor komedi Indonesia.

​Selain Jirayut, Saputra Kori juga mencatat momen penting melalui film ini. Cek Khodam menjadi film horor komedi pertamanya. Kori hadir dengan karakter yang ikut memperkuat dinamika cerita dan memberi warna komedi yang khas.

​Kehadiran para komedian juga menjadi salah satu kekuatan film ini. Tante Lala, Kak Gem, Benidictus Siregar, dan para pemain lainnya memberi sentuhan komedi yang spontan, ringan, dan menghibur. Interaksi para pemain membuat unsur horor dalam film ini terasa lebih cair tanpa kehilangan daya tarik mistisnya.

​Selain Jirayut, Saputra Kori, Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar, film ini juga diperkuat oleh deretan pemain lain, yaitu Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.

​Dengan perpaduan cerita mistis, komedi keseharian, dan deretan pemain yang beragam, Cek Khodam hadir sebagai tontonan yang dekat dengan penonton Indonesia. Film ini menawarkan tawa, rasa penasaran, dan situasi horor yang dikemas dengan cara ringan.

​Film horor komedi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026. Penonton dapat menyaksikan bagaimana dunia khodam ikut panik saat manusia ternyata lebih takut pada tekanan hidup dibanding hantu.

Ketika Cinta dan Iman Bertemu, Mana yang Akan Dipilih? Official Poster dan Trailer Sekaligus OST FILM IBADAH & CINTA Resmi Dirilis

​ Drama romantis terbaru Persembahan Sinemata Buana Kreasindo tentang pencarian iman, restu keluarga dan perjuangan cinta. ​ Jakarta, 18 Ju...