Jakarta, 6 Maret 2026 - Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 resmi dibuka pada Jumat (6/3) di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian sepuluh hari perayaan Ramadhan berbasis ilustrasi dan desain yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.
IRJ 2026 diisi oleh karya-karya ilustrator dari dalam dan luar negeri, yang menghadirkan beragam perspektif visual dalam merespons nilai-nilai Ramadhan. Berbeda dari perayaan Ramadhan pada umumnya, IRJ menawarkan pengalaman yang lebih terkurasi dan kontemplatif, mengajak pengunjung menikmati bulan suci melalui pendekatan visual yang modern dan relevan dengan kehidupan urban.
Yoga Prathama, Inisiator Illustrated Ramadhan Jakarta, menyampaikan bahwa pembukaan IRJ menjadi momentum untuk memperluas cara publik memaknai Ramadhan melalui medium visual. “Melalui IRJ, kami ingin menunjukkan bahwa ilustrasi bisa menjadi jembatan antara tradisi dan ekspresi masa kini. Ramadhan tidak harus selalu diekspresikan dengan pendekatan visual yang seragam. Ada banyak cara untuk merayakan dan merefleksikannya, dan kami memberi ruang bagi para ilustrator untuk menghadirkan interpretasi yang personal namun tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.”
Selama sepuluh hari, IRJ menghadirkan rangkaian program yang dirancang tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga dialami secara lebih personal. Area pameran menjadi ruang eksplorasi visual yang mengajak pengunjung berhenti sejenak, membaca makna di balik setiap karya, dan meresapi interpretasi Ramadhan dari berbagai sudut pandang illustrator.
Selain itu, IRJ juga menyediakan ruang interaksi yang mempertemukan publik dengan para kreator melalui sesi berbagi, diskusi, dan aktivitas partisipatif. Kehadiran area kurasi produk kreatif turut melengkapi pengalaman, menawarkan pilihan gifting yang dirancang dengan pendekatan desain yang thoughtful. Momentum ini kemudian ditutup setiap harinya dengan kebersamaan saat berbuka puasa, menghadirkan suasana yang intim dan memperkuat esensi Ramadhan sebagai waktu untuk refleksi dan koneksi.
Didukung oleh Simpati Telkomsel, Kahf dan Wardah sebagai brand partner, Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 menghadirkan kolaborasi yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati Ramadan secara lebih bermakna.
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 terbuka untuk umum hingga 15 Maret 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta.
Ari Irham hingga Asri Welas Hadapi Teror Ritual Desa yang Minta Tumbal
Jakarta, 4 Maret 2026 - Film horor terbaru garapan MBK Productions dan Drias Film, Hajatan Setan, siap menghantui layar bioskop Indonesia. Film ini juga bekerjasama dengan distributor Mockingbird Pictures untuk ekspansi pemutaran film di luar Indonesia. Mengusung teror ritual desa yang penuh misteri dan rahasia turun-temurun, film ini menghadirkan deretan pemain film; Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, dan Sita Permata Sari.
Dari produser eksekutif Budi Yulianto dan produser Rendy Gunawan, dan Disutradarai oleh Bambang Drias dan Eko Kristianto, dengan naskah yang ditulis oleh Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi, Hajatan Setan memadukan elemen folk horror dengan drama sosial yang berakar pada kepercayaan kolektif masyarakat desa. Hajatan Setan mengeksplorasi sisi gelap sebuah hajatan desa yang dipercaya membawa kemakmuran.
Berlatar sebuah desa di Jawa, film ini mengikuti kepulangan seorang perempuan muda ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun pergi. Kepulangan tersebut justru membuka kembali luka lama dan memicu rentetan peristiwa ganjil yang membuat warga diliputi kecurigaan dan ketakutan. Ketika satu per satu kejanggalan terjadi, muncul pertanyaan besar. apakah kemakmuran desa benar-benar datang tanpa pengorbanan?
Ari Irham mengungkapkan bahwa karakter yang ia perankan memiliki tekanan emosional yang kuat. "Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata," ujarnya.
Sementara itu, Asri Welas menyebut film ini sebagai salah satu pengalaman horor paling intens dalam kariernya. "Begitu membaca naskahnya, saya langsung merinding. Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman. Istilah 'hajatan setan' sendiri sudah cukup menyeramkan, karena kita semua tahu hajatan itu identik dengan kebahagiaan, tapi di sini justru jadi sumber teror."
Sutradara Bambang Drias menjelaskan bahwa istilah Hajatan Setan lahir dari ketika mulai mempertanyakan makna di balik sebuah tradisi. "Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana kalau di balik itu ada harga yang harus dibayar?" ujarnya.
Eko Kristanto menambahkan bahwa pendekatan film ini dibuat sedekat mungkin dengan realitas agar terasa lebih mengusik. "Kami ingin penonton merasa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya jadi terasa masuk akal, dan justru itu yang menjadi sumber horonya. Hajatan Setan bermain di wilayah itu: antara kepercayaan dan ketakutan."
Dengan kombinasi ensemble cast lintas generasi dan premis yang provokatif, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini. Mengangkat isu tentang tradisi, stigma, dan pengorbanan, film ini menjanjikan pengalaman menegangkan sekaligus menggugah rasa ingin tahu.
Ikuti perkembangan terbaru film Hajatan Setan melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm dan @driasfilm untuk mengetahui tanggal tayang resminya.
Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan...
Jakarta, 6 Maret 2026 - Menjelang penayangannya di layar lebar pada momen Lebaran nanti, rumah produksi Mahakarya Pictures resmi merilis poster Nerotek terbaru dari film sci-fi anak-anak paling dinanti tahun ini, Pelangi di Mars. Poster ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai petualangan epik yang akan membawa penonton menjelajahi keindahan. sekaligus tantangan di Planet Merah pada 18 Maret 2026 mendatang
Perilisan poster ini sekaligus mempertegas konflik utama yang melibatkan Nerotek, sebuah perusahaan raksasa yang menguasai pasokan air bersih di Bumi. Nerotek memimpin ekspedisi besar ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, elemen langka yang mampu menjernihkan air. Namun, ketika Pratiwi (Lutesha), berhasil menemukan lokasi Zeolit Omega, Nerotek secara tiba-tiba membatalkan misi tersebut tanpa alasan yang jelas.
Pelangi dengan Petualangan Epik Menjelajahi Mars
Tak sendirian, Pratiwi memiliki putri yang ia beri nama Pelangi (Messi Gusti), yang akhirnya bertualang di Mars untuk menemukan Zeolit Omega. Pelangi Tak sendiri, ia didampingi oleh barisan sahabat robotnya yang setia: Batik (Bimo Kusumo), Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Immanuel), Kimchi (Vanya Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya).
Bersama-sama, mereka menjelajahi medan ekstrem Planet Merah demi menyelamatkan Bumi dari Nerotek dan mencari jalan pulang. Apakah tim Pelangi akan berhasil mengalahkan perusahaan raksasa ini? Apakah Pelangi akan menggapai mimpinya dan menyentuh tanah Bumi?
Visi Besar untuk Pemimpin Masa Depan
Bagi sutradara Upie Guava, karakter Pelangi bukan sekadar tokoh fiksi, melainkan simbol harapan bagi generasi muda Indonesia. "Melalui petualangan Pelangi, saya ingin anak-anak Indonesia percaya kalau mereka bisa menjadi pemimpin, seperti Pelangi yang memimpin misinya untuk mencari Zeolit Omega untuk menyelamatkan Bumi," ungkap Upie.
Pemeran Pelangi, Messi Gusti, pun turut membagikan antusiasmenya terhadap pesan moral yang dibawa oleh film ini. "Gak cuma teman-teman akan dibawa petualangan seru, tapi film Pelangi di Mars mengajarkan kita untuk terus bermimpi setinggi-tingginya, dan tidak pernah menyerah untuk menggapainya," ujar Messi Gusti dengan semangat.
Senada dengan visi tersebut, produser Dendi Reynando menyampaikan ambisi besarnya terhadap brand ini. "Harapannya Pelangi di Mars bisa menjadi Intellectual Property (IP) baru yang membanggakan untuk anak-anak Indonesia," tambah Dendi.
Jajaran Cast Bertabur Bintang
Film ini didukung oleh talenta-talenta terbaik tanah air, mulai dari Messi Gusti (Pelangi), Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata. Kehadiran pengisi suara karakter robot seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya semakin memberikan warna dan keceriaan pada petualangan ini.
Siapkan diri Anda untuk ikut mengangkasal Petualangan Pelangi di Mars akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan melihat detail poster terbaru, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
Para Perasuk tayang di bioskop mulai 23 April 2026
Jakarta, 6 Maret 2026 - Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, Para Perasuk kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.
Official trailer Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi 'Perasuk', orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.
Di trailer, juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.
"Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya," ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.
Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, Para Perasuk diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan.
Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar.
"Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa," kata Angga Yunanda.
Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Para Perasuk melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!
Sinopsis
Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.
Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 4 Maret 2026 - Visinema Studios merilis exclusive clip terbaru dari film keluarga Na Willa, yang akan tayang di momen Lebaran 2026, tepatnya pada 18 Maret 2026. Lewat cuplikan sederhana namun menyentuh, film ini mengajak penonton melihat keberagaman Indonesia dari sudut pandang seorang anak kecil.
Dalam exclusive clip tersebut diperlihatkan bagaimana karakter utama Na Willa yang diperankan oleh Luisa Adreena memahami perbedaan dari asal-usul kedua orangtuanya yang berbeda. Na Willa melihat ia dibesarkan oleh Mak yang berambut ikal dan kulitnya berwarna cokelat, sedangkan Pak bermata sipit dan berkulit terang. Na Willa ingin tumbuh setinggi Pak, tetapi juga ingin memiliki rambut ikal seperti Mak.
Namun, saat mengutarakan keinginannya itu, justru Na Willa diledek oleh Mbok, yang mengatakan Willa akan tumbuh besar seperti Pak, dan tidak bisa memiliki rambut ikal dan kulit cokelat seperti Mak. Usai tangis pecah layaknya anak-anak. Mak pun datang menenangkan Willa. Ia memberikan pesan kelak Na Willa bisa. tumbuh seperti Pak dan Mak.
Cuplikan ini menjadi refleksi kecil tentang bagaimana keluarga Indonesia hidup di tengah perbedaan, dan bagaimana nilai keberagaman dan penerimaan pertama kali dipelajari dimulai dari rumah.
Karakter Pak dalam film ini merupakan keturunan Tionghoa-Jawa, sementara Mak berasal dari Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui dinamika keluarga. ini, Na Willa menampilkan wajah Indonesia yang beragam sebagai keseharian yang hangat dan jujur.
"Banyak bentuk yang sangat sederhana kami tampilkan, termasuk soal nilai keberagaman. Na Willa sangat memanusiakan kita. Ini yang kita butuhkan untuk anak dan keluarga Indonesia. Filmnya sederhana, tapi magical dan penuh. petualangan dari kacamata anak-anak," ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa & Chief Content Officer Visinema Studios.
Keberagaman ini juga hadir secara autentik di balik layar. Karakter Mak diperankan oleh Irma Rihi, aktris yang juga berasal dari Pulau Sabu. Film ini menjadi pengalaman layar lebar keduanya, sekaligus bentuk komitmen produksi dalam menghadirkan representasi yang nyata di depan layar.
"Karakter Mak itu orang dari Sabu, Nusa Tenggara Timur. Mencari aktris dari Sabu tentu tidak mudah. Ketika bertemu dengan Irma Rihi yang juga berasal dari Sabu,
Kami merasa ditolong dan diberi berkahi oleh Semesta," ujar penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo.
Ia menambahkan, kedekatan personal tersebut menghadirkan emosi yang mendalam. "Keluarga Ibu saya dan keluarga Irma ternyata saling mengenal. Saat Irma bermain, saya seperti mendengar Ibu saya berbicara. Sangat mengharukan."
Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Na Willa diproduksi oleh Visinema Studios, studio yang sebelumnya melahirkan berbagai IP keluarga yang dicintai publik Indonesia, seperti Keluarga Cemara, Nussa, dan Jumbo.
Lebih dari sekadar film anak dan keluarga, Na Willa adalah film yang mengajak kita kembali jadi anak-anak lagi dengan penuh rasa ingin tahu, imajinasi, dan keberanian untuk menerima diri sendiri di tengah perbedaan. Film ini juga menjadi ruang refleksi bagi orangtua yang kerap mencari cara menjelaskan keberagaman kepada anak-anak mereka, dengan bahasa yang hangat dan membumi.
Tayang pada momen Lebaran 2026, Na Willa hadir sebagai perayaan terbesar untuk keluarga Indonesia, merangkul perbedaan, memeluk keberagaman, dan merayakan masa kecil yang penuh keajaiban.
Sinopsis
Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil. tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.
Jakarta, 5 Maret 2026 - Penulis dan sutradara Joko Anwar mengajak enam ilustrator Indonesia berskala dunia untuk film terbarunya, Ghost in the Cell. Keenam ilustrator tersebut bertugas untuk membuat konsep seni "instalasi kengerian" ditampilkan dalam film horor komedi ini.
Keenam illustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, hafidzjudin, Dan Rudy AO. Mereka bertugas membuat konsep seni yang indah tapi mengerikan, yang jadi salah satu elemen utama cerita film Ghost in the Cell..
"Sejak awal saya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal. Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik. Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting agar ekosistem. kreatif kita terus tumbuh dan saling menguatkan," ujar ungkap penulis dan sutradara Joko Anwar.
"Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini.. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat.
Berikut adalah profil keenam ilustrator macabre concept artist di film Ghost in the Cell:
1. Anwita Citriya
Anwita Citriya merupakan ilustrator asal Bandung. Ia membuat komik sebagai hobi hingga akhirnya dilirik oleh penerbit Amerika Serikat pada tahun 2021. la dikenal karena kemampuannya membangkitkan reaksi emosional yang kuat melalui cerita dan karya seninya.
Anwita memulai debutnya sebagai seniman lewat CREEPSHOW pada tahun 2022, dan kemudian sebagai seniman-penulis (artist-writer) bersama BOOM! Studios pada tahun 2025. Sejak saat itu, ia telah bekerja sama dengan banyak penerbit ternama.
Ketertarikan Anwita pada genre horor psikologis membuat karya-karyanya juga mampu mengungkap ketakutan tersembunyi hingga kenangan yang dikubur dalam-dalam.
Anwita juga terlibat dalam perilisan komik Universal Monsters versi terbaru sebagai cover artist (Phantom of the Opera, Frankenstein, dan lainnya).
2. Benediktus Budi
Ilustrator digital asal Wonogiri, Jawa Tengah, ini banyak mengerjakan ilustrasi untuk merchandise (t-shirt, poster, dan cover album) dan kebanyakan artwork yang dikerjakan bertema gelap.
Benediktus pernah mengerjakan poster dan t-shirt untuk band Toxicholocaust untuk promosi tur Jepang 2024 dan poster Scare Tactics, sebuah prank show yang tayang di USA Network pada 2024.
3. Benny Bennos Kusnoto
Benny Kusnoto adalah seniman storyboard yang telah berkarier selama lebih dari 17 tahun. la pernah menjadi ghost layout artist untuk komik Justice League Dark #7, ilustrator komik strip (web) lepas untuk Namco Bandai, dan ilustrator lepas untuk Stone Blade Entertainment. Benny juga dikenal dengan karya-karyanya sebagai creature designer.
4. Coki Greenway
Ilustrator asal Jakarta yang sekarang menetap di Purwokerto, Jawa Tengah, Ratusan karyanya bersama musisi rock dan metal mancanegara meliputi AC/DC, Motley Crue, Judas Priest, Dragon Force dll. Ia juga menghasilkan karya special merchandise untuk MARVEL (Deadpool dan Venom).
Berkarier lebih dari 15 tahun di dunia ilustrasi seni gelap (dark art illustration), karya-karyanya sangat terinspirasi dari buku komik dan tentu saja film-film horor era klasik serta era Slasher.
5. Hafidzjudin
Ilustrator yang berfokus pada tema visual yang bernuansa gelap, seram, dan gore. Visual yang ditampilkan adalah detail yang intens, dan selalu menjaga kesan 'hand drawing' yang khas.
Beberapa grup musik ternama yang pernah bekerja sama dengannya di antaranya adalah Seringai, Dead Squad, Down For Life, dll.
6. Rudy AO
Selain menjadi macabre concept artist, di film Ghost in the Cell Rudy AO juga mengerjakan poster ilustrasinya. Rudy dikenal melalui potret ikon budaya populer yang sangat realistis (hyper-realistic).
Rudy AO berasal dari Bandung, terkenal sebagai artis sampul komik untuk komik DC dan juga untuk dua IP besar Red Sonja dan Vampirella. Ia memiliki spesialisasi dalam teknik pensil (penciling) dan pewarnaan (coloring), menggunakan akrilik dan alat digital untuk menciptakan ilustrasi berkualitas sinematik layaknya potongan adegan film.
Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.
Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures.
SINOPSIS
Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!
Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026
Jakarta, 4 Maret 2026 Dedikasi Luna Maya sebagai pemeran berbakat Tanah Air tak diragukan. Terbaru, Luna Maya harus berhadapan dengan arus deras yang membuatnya terseret hingga sempat tenggelam saat ia syuting film horor yang tayang Lebaran, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.
Luna melakukan adegan ia terseret arus deras di sebuah sungai. Untuk melakukan adegan itu, Luna juga harus menggunakan wig dan tata rias, serta kostum yang cukup berat. Dalam beradegan, Luna bahkan turun sendiri, tanpa menggunakan stunt double.
Dalam sebuah video di balik layar (behindthe scene) yang dirilis di kanal YouTube Soraya Intercine Films, terlihat arus sungai yang begitu deras. Belum lagi medan lokasi sungai yang dipenuhi bebatuan tajam.
Sebenarnya, tim produksi Soraya Intercine Films juga telah melakukan pengamanan sesuai standar dan ditangani oleh profesional. Tubuh Luna juga telah dilengkapi dengan berbagai pengaman agar ia tidak cedera. Tim stunt juga telah bersiap di titik-titik yang telah ditentukan.
Namun, suasana menegangkan saat Luna yang tengah mengambil adegan terseret arus sungai deras. Awalnya, Luna masih bisa mengimbangi derasnya arus. Situasi mulai semakin menegangkan dan membuat panik saat Luna tiba-tiba tenggelam cukup lama, sebelum akhirnya ia muncul kembali.
"Kena arus air di dalam, tergulung. Pas aku mau naik ke permukaan, malah aku tertarik ke dalam semakin dalam lagi. Belum lagi tertabrak batu, terminum air juga, ditambah wig dan make up prostetik yang berat," kenang Luna Maya tentang pengalamannya saat syuting adegan terseret arus sungai di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.
"Aku sempat mikir, kok lama banget ya di dalam arus sungai. Jadi aku harus melemaskan badanku, karena kalau aku semakin panik malah bisa habis tenaga dan napas. Wah, ini pengalaman yang seru sekali," tambah Luna Maya.
Usai beradegan yang menantang dan ekstrem, Luna pun terlihat beberapa kali menggunakan tabung oksigen untuk menstabilkan napasnya kembali. Lokasi syuting tersebut dilakukan di Sungai Citumang, Desa Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat. Sungai ini memiliki luasan mencapai 6,6 hektar.
Ini adalah ketiga kalinya Luna Maya memerankan Suzzanna dalam waralaba horor paling ikonik di Indonesia, Suzzanna. Film SUZZANNA: SANTET Dosa di AtasDosa juga akan menjadi satu-satunya film Luna di tahun 2026.
Tonton film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film SUZZANNA: SANTET Dosa Di AtasDosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.
Sinopsis
Suzzanna (Lana Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
Catatan Produksi:
Judul Film: SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi: Soraya Intercine Films
Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
Penulis: Ferry Lesmana, Jujur Prananto &
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu,
Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.
Robot-robot dari Berbagai Penjuru Bangsa ini yang Temani Pelangi di Mars, Tuntaskan Misi yang Dipimpin Anak Bangsal
Jakarta, Maret 2026 - Siapa bilang anak Indonesia tidak bisa memimpin misi galaksi? Di tengah hiruk-pikuk MGP Space SCBD, Mahakarya Pictures bersama TikTok Showbizz baru saja memberikan bocoran masa depan sinema Indonesia.
Sutradara Upie Guava secara resmi melakukan "spill" terhadap pasukan robot canggih yang akan menjadi sahabat Pelangi dalam film sci-fi keluarga terbaru, Pelangi di Mars.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh produser Dendi Reynando, sutradara Uple Guava, serta jajaran cast utama: Lutesha dan Messi Gusti. Tak ketinggalan, para "nyawa" di balik robot-robot canggih tersebut, yakni pengisi suara kenamaan Gilang Dirga (pengisi suara Petya), Bimoky (pengisi suara Batik), Vanya Rivani (pengisi suara Kimchi), dan Dimitri Arditya (pengisi suara Sulil) turut menyapa media.
Bukan Sekadar Robot: Simbol Kepemimpinan Indonesia
Upie Guava mengungkapkan bahwa desain robot-robot ini bukan hasil instan. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan karakter yang tidak hanya keren secara visual, tapi juga punya ikatan emosional dengan penonton anak.
"Kami cukup lama memikirkan design dan karakter robot-robot ini. Kami mau mereka punya keunikannya masing-masing dan bisa dekat dengan anak-anak Indonesia," ungkap Upie Guava.
Menariknya, robot-robot pendukung ini diceritakan berasal dari berbagai negara maju, namun mereka semua berada di bawah komando seorang anak Indonesia.
"Robot-robot ini memang sengaja kami buat berasal dari negara-negara lain, karena kami ingin menggambarkan Pelangi, anak Indonesia, yang memimpin ekspedisi ini," tambah sang produser, Dendi Reynando.
Penampilan Spesial yang Bikin Meriah SCBD
Acara tidak hanya berisi obrolan teknis. Suasana semakin pecah saat Messi Gusti, pemeran Pelangi, naik ke atas panggung untuk membawakan Original Soundtrack (OST) film tersebut. Penampilannya memberikan gambaran betapa besarnya skala emosi yang akan dibawa film ini ke layar lebar nanti.
Film Pelangi di Mars dijadwalkan akan mengudara di seluruh bioskop Indonesia pada momen Lebaran 18 Maret 2026. Sebuah kado teknologi dan imajinasi yang siap membuktikan bahwa mimpi anak Indonesia memang tidak terbatas.
Untuk info update harian dan konten eksklusif, pastikan kamu follow @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
"Hidup ternyata bukanlah perlombaan. Tidak masalah jika langkahmu melambat dan tak secepat orang yang lain. Sekali-sekali kita memang perlu menikmati apa yang sedang terjadi dan terus percaya bahwa pada akhirnya semua akan membaik."
Itulah salah satu kutipan menohok dari novel mega best seller Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna yang resmi diadaptasi menjadi film layar lebar dan akan segera memasuki tahap produksi pada April 2026.
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menjadi kolaborasi dua rumah produksi antara Sinergi Pictures dan Ben Film. Film ini akan disutradarai oleh Kuntz Agus (Dear Nathan: Thank You Salma, Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah), dengan penulisan skenario dipercayakan kepada Alim Sudio (Miracle In Cell No.7, Kang Mak from Pee Mak) dengan Nia Dinata (Arisan!, Berbagi Suami) sebagai konsultan skenario.
Film ini akan berpusat pada Ale, seorang pria yang berada di titik terendah hidupnya dan merencanakan untuk mengakhirinya. Dalam 24 jam terakhir sebelum keputusan itu, Ale berkeinginan untuk menyantap mie ayam. Namun rencana tersebut tertunda karena warung yang ia tuju tutup. Penundaan tersebut justru menjadi awal dari berbagai pertemuan yang mengubah cara pandangnya tentang hidup.
Kisah sederhana namun menyentuh ini berhasil menggerakkan ratusan ribu pembaca, hingga novel tersebut menyandang status mega best seller dan akan memasuki cetakan ke-100, menjadikannya salah satu IP buku lokal dengan capaian komersial terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Novel ini juga telah diterjemahkan dan terbit ke dalam bahasa Jepang. memperluas jangkauan pembacanya hingga ke pasar internasional. Adaptasi filmnya diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih besar, termasuk penonton yang belum membaca novelnya.
"Selain karena banyak dibaca, alasan kami dari Sinergi Pictures mengadaptasi novel ini ke film adalah karena ceritanya sangat bagus, dekat dengan banyak orang dan tentunya inspiratif. Hal ini tentu sejalan dengan film-film Sinergi Pictures yang selalu menghadirkan cerita-cerita kuat dan menangkap realita di sekitar kita." papar Philip Lesmana, produser film.
Sementara itu, Ardina Atles, produser Ben Film, menambahkan bahwa pemilihan filmmaker dan para pemeran film ini dipikirkan secara matang agar dapat memberikan hasil terbaik serta memenuhi ekspektasi para pembaca novel.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam pendekatan kreatif yang diusung pada adaptasi layar lebarnya. Film ini dipastikan akan mempertahankan esensi novel yang dekat dan emosional, sekaligus memperluas pengalaman visual dan dramatiknya.
"Alih wahana novel ke film itu gampang-gampang susah, tapi disitulah daya tarik mengadaptasi karya novel. Para pembaca tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap karya yang mereka cintai. Namun bersama Sinergi Pictures, mulai dari pemilihan filmmaker hingga para pemain, kami berupaya agar karya ini dapat memuaskan penonton, baik yang sudah membaca novelnya maupun yang belum. Kami juga tidak sabar untuk segera memulai proses shooting." jelas Ardina.
Setelah menggelar proses casting di beberapa kota dan menetapkan sejumlah pemain, hingga saat ini pemeran karakter Ale masih belum diumumkan kepada publik. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dijadwalkan memulai proses shooting pada April 2026 mendatang, dengan tahap praproduksi yang saat ini tengah berlangsung.
Lewat kisah sederhana tentang seporsi mie ayam, film ini ingin mengingatkan bahwa harapan bisa datang dari hal-hal yang tak terduga. Informasi lebih lanjut mengenai jajaran pemain, perkembangan produksi, serta jadwal rilis film dapat diakses melalui akun Instagram resmi Sinergi Pictures (@sinergi.pictures) dan Ben Film (@benfilm.id)
Film Senin Harga Naik tayang Lebaran 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 3 Maret 2026 - Setelah Lebaran 2025 sukses dengan drama romansa Komang yang mencetak blockbuster dengan 3.002.303 penonton, rumah produksi Starvision yang tahun ini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya, berkolaborasi bersama Legacy Pictures menghadirkan film drama terbaiknya untuk merayakan Lebaran yang akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, Senin Harga Naik. Sebuah film tentang anak dan Ibu yang punya definisi masing-masing tentang bahagia, dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi warisan keluarga. Film ini akan menghangatkan hati dan mengingatkan lagi tentang pentingnya keluarga di Lebaran kali ini.
Senin Harga Naik dibintangi Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Adam Xavier, Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud, Aci Resti, Arif Alfiansyah, Razan Zu, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Annisa Hertami, Dayu Wijanto, Reynavenzka, Hifdzi Khoir, Devy Anastasia, Lolox, Inyok, Violeta Ekanjani, Chika Waode, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, Ashraf Dirgham, dan lain-lain..
Film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, tapi justru harus kembali ke rumah, karena kariernya bergantung dari rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu. Mutia yang berkarier di sebuah perusahaan properti ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar, Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur/dijual. Di momen-momen itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata.
Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan sutradara Dinna Jasanti dari naskah yang ditulis oleh Rino Sarjono, film Senin Harga Naik menjadi sebuah sajian film Lebaran tahun ini yang akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga yang seutuhnya, dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke orang tuanya tetapi juga sebaliknya.
"Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga pun menjadi sesuatu yang sangat langka dan istimewa. Di era yang semakin hari semakin sulit kita bersama dan berdekatan, sangat penting menemukan trigger untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau saling memaafkan," ujar produser Chand Parwez Servia.
"Lebaran sebagai momen kebersamaan yang sakral, dan selalu dirayakan dengan berkumpul barengan sekeluarga sejak kecil hingga kuliah, akhirnya karena tanggung jawab pekerjaan membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit dan dirindukan. Melalui film ini saya ingin mengajak Lebaran 2026 kita bisa menemukan kembali nilai-nilai yang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk," tambah Chand Parwez Servia
Bagi sutradara Dinna Jasanti, yang sebelumnya bekerja sama dengan Starvision dan Chand Parwez Servia lewat kisah hangat Dua Hati Biru, kisah di film Senin Harga Naik memiliki kedekatan personal dengannya.
Dinna Jasanti berharap, film Senin Harga Naik bisa menjadi kado spesial saat keluarga Indonesia merayakan Lebaran. "Ini film yang sangat hangat. Semoga menjadi kado spesial dari kami semua untuk penonton merayakan Lebaran, menjadi pelukan yang sangat hangat untuk kita semua."
Film Senin Harga Naik memiliki berbagai lapisan drama dari masing-masing karakternya. Mulai dari konflik anak perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya orang tua dan anak terhadap apa yang diyakininya.
Film Senin Harga Naik juga akan mengajak penonton ke sebuah interior toko roti ikonik, yang menjadi latar di film ini. Dinna dengan apik menampilkan latar toko roti tersebut sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai sentimentil dan menggerakkan emosi tiap karakternya, dan menjadi motivasi drama yang dihadirkan.
Sementara bagi Nadya Arina, memerankan Mutia, sebagai anak yang berkonflik dengan Ibunya sendiri justru memberikan refleksi tentang cara berkomunikasi dengan orang tua.
"Semakin dewasa, ada perubahan cara berkomunikasi dengan orang tua. Sering sekali ada kesalahpahaman yang mungkin dianggapnya jadi berbeda sama orang tua. Film Senin Harga Naik itu ngajarin aku juga untuk memahami dan bisa lebih menyayangi keluarga," kata Nadya Arina.
"Semua adegan yang ada di film ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke orang yang mungkin sudah lama berselisih paham, dan Lebaran jadi momen yang tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin Harga Naik," tambah Nadya.
Meriam Bellina, yang memerankan Retno, Ibu tiga anak yang berseteru dengan anaknya, Mutia, dan kerap berselisih paham dengan menantunya, menjelaskan film ini menyadarkan tentang arti pentingnya kebersamaan dan kehadiran bersama orang tersayang.
"Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, 'Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini, aku punya itu. Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki kedekatan dengan anak-anaknya. Sementara anak-anaknya ingin berkembang dan melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya cukup keras dalam mendidik dan malah membuat mereka semakin menjauh. Tapi, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua, dan saya rasa menonton film Senin Harga Naik bersama keluarga di momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan keluarga," ujar Meriam Bellina.
Tonton film Senin Harga Naik bersama seluruh keluarga di bioskop untuk merayakan Lebaran. Tayang mulai 18 Maret di Bioskop kesayangan kamu. Temukan kembali kehangatan keluarga! Ikuti perkembangan terbaru film Senin Harga Naik melalui akun Instagram @filmseninharganaik, @Starvisionplus, dan Tiktok @Starvision Official.
Sinopsis
Pertengkaran Mutia dengan Ibunya, Retno, membuatnya pergi dari rumah untuk membuktikan dirinya bisa sukses secara mandiri. Tiga tahun berlalu, promosi karir Mutia di perusahaan properti tersandung proyek penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik Retno.
Tidak ada pilihan lain, Mutia kembali ke rumah, dan bekerja sama dengan kakak dan adiknya untuk melunakkan hati ibunya agar mau menjual Mercusuar.