Rabu, 12 Agustus 2026

Gala Premiere Film 'Dan Bandung' Bikin Baper Jakarta! Setelahnya, Bandung Siap Dibuat Pecah di 'Dan Bandung Day'

Jakarta, 12 Agustus 2026 – Hawa romantis Kota Bandung secara resmi menyelimuti Ibu Kota. Verona Films sukses menggelar acara Gala Premiere untuk film drama romansa yang paling dinanti tahun ini, 'Dan Bandung', bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta.

​Malam puncak peluncuran ini dihadiri langsung oleh pimpinan produksi Titin Suryani (Produser), Bedy Kunady (Produser Eksekutif), sutradara Rudi Soedjarwo, serta jajaran ensemble cast lengkap: Shanna Shannon, Samo Rafael, Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Rangga, hingga Ade Habibie.

​Kolaborasi Pidi Baiq & Rudi Soedjarwo Kuras Emosi Penonton

​Diangkat dari karya novelis legendaris Pidi Baiq dan diarahkan oleh sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?), 'Dan Bandung' sukses membawa penonton Gala Premiere terhanyut dalam lika-liku kisah cinta Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon). Film ini memotret perjalanan dua anak muda dari latar belakang ekonomi dan budaya yang kontras, yang harus berjuang keras demi perasaan mereka di tengah romantisnya Kota Bandung.

​Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa film ini memberikan kedalaman makna yang lebih dari sekadar romansa remaja biasa. "Di film ini, saya gak cuma mau membawakan romansa gemas-gemas yang sudah biasa kita temukan di film Indonesia. Saya ingin Dan Bandung menjadi refleksi perjuangan kita sebagai pasangan, sebagai keluarga, dan sebagai teman," ungkap Rudi Soedjarwo.

Produser Verona Films, Titin Suryani, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap hasil akhir film ini. "Sejak awal saya yakin Mas Rudi adalah orang yang tepat untuk membawa Dan Bandung ke layar lebar. Setelah melihat hasil akhirnya, rasanya lega sekaligus bangga melihat film ini akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Verona Films." ujar Titin Suryani.

​Samo Rafael, sang pemeran Basil, berharap karakter yang ia mainkan bersama Shanna Shannon mampu mewakili perasaan banyak orang. "Aku ingin Basil dan Elma bisa menjadi representasi kita semua, yang selalu berusaha walaupun dunia berkata lain, semua demi cinta mereka," tutur Samo.

​Menuju Kemeriahan 'Dan Bandung Day' pada 15 Agustus 2026

​Tak berhenti di Gala Premiere Jakarta, perayaan film ini akan mencapai puncaknya melalui gelaran 'Dan Bandung Day' pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam momentum spesial tersebut, seluruh Kota Bandung akan merayakan film terbaru kolaborasi Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo ini.

​Sebanyak 11 bioskop di Kota Bandung akan secara serentak menggelar penayangan spesial, yang kemudian ditutup dengan acara Gala Premiere Bandung di Ciwalk XXI.

​Penawaran Spesial Promo Buy One Get One Free (BOGOF)

​Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Sambut penayangannya dengan memanfaatkan Promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang sudah dapat dibeli mulai 7 hingga 19 Agustus 2026 khusus untuk penayangan perdana tanggal 20 Agustus 2026 melalui aplikasi TIX.ID, MTIX, CGV, dan CINEPOLIS.

​Untuk informasi terbaru dan keseruan di balik layar, kunjungi akun media sosial resmi di @filmdanbandung.

Selasa, 11 Agustus 2026

Potongan Misteri dalam Film Bisikan Desa Gringsing Mulai Terungkap dalam Official Poster dan Trailer

Dibintangi Aghniny Haque, Surya Saputra, dan pendatang baru Fatmah Nahdi, film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop mulai 24 September 2026

​Jakarta, 11 Agustus 2026 - Hari ini film horor misteri Bisikan Desa Gringsing meluncurkan poster dan trailer resminya. Karya penulis dan sutradara Ivander Tedjasukmana ini adalah sebuah kolaborasi produksi dari Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Film Bisikan Desa Gringsing adalah film horor Indonesia pertama yang diproduksi dengan teknologi virtual production untuk memberikan pengalaman sinematik yang maksimal bagi penonton.

Official poster film Bisikan Desa Gringsing menampilkan dua wajah close up dari dua karakter utamanya, yaitu Hesti (Aghniny Haque) dan Fatimah (Fatmah Nahdi). Keduanya menampilkan ekspresi yang kontras, Hesti dengan sorot mata yang penuh kengerian, sementara Fatimah dengan ekspresi yang dingin dan jika dilihat dari jarak dekat, di matanya terlihat sosok-sosok warga Desa Gringsing. Keduanya menyiratkan misteri dan rahasia yang terselubung di Desa Gringsing.

Official trailer merupakan pengembangan dari video teaser yang telah dipublikasikan pada Juli lalu. Di kesempatan ini, cerita Bisikan Desa Gringsing mulai tersajikan. Dari Hesti yang mencari ayahnya yang hilang ke Desa Gringsing, sosok arwah Fatimah yang mengurung warga desa dan membunuh semua yang mencoba keluar dari desa, sampai kehadiran tokoh-tokoh lain yang menyimpan rahasianya masing-masing. Ada Gagan (Surya Saputra), Melati (Hesti Putri), Sukri (Kiki Narendra), Rudi (Iskak Khivano), dan masih banyak lagi. Potongan lagu karya Kunto Aji berjudul “Perjalanan Menawar Racun” kembali terdengar di official trailer ini, setelah muncul sebelumnya dalam video teaser yang lalu. Trailer ditutup dengan ucapan dari Melati, “tidak akan ada dendam yang tak terbalaskan.”

​“Melalui official trailer ini, kami mengajak penonton untuk masuk ke dunia Bisikan Desa Gringsing yang penuh dengan misteri. Penonton akan mengenali karakter-karakter di Desa Gringsing yang masing-masing menyimpan potongan cerita dan misteri yang mengikat seluruh warga Desa Gringsing. Lagu 'Perjalanan Menawar Racun' dari Kunto Aji, yang menjadi soundtrack film ini, kami hadirkan lagi di sini untuk memperkuat atmosfer emosional dan nuansa misteri dari Bisikan Desa Gringsing,” tutur Manoj Samtani, produser Mandela Pictures.

​“Ketika Manoj dan Lavesh pertama kali menceritakan kisah ini kepada saya, saya tahu bahwa kami harus menjadi bagian dari project ini. Aghniny dan Fatmah menghadirkan sesuatu yang luar biasa dalam memerankan Hesti dan Fatimah, mereka memberikan penampilan yang akan terus membekas bahkan setelah credit title berakhir. Di OMG, kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan para storyteller Indonesia, membawa visi-visi ambisius seperti ini kepada penonton di seluruh dunia,” ujar Nick GC Tan, Founder & CEO, Oceanus Media Global (OMG Studios).

Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque) yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah tempat bernama Desa Gringsing, sebuah desa di mana semua warganya tinggal dalam ketakutan karena teror arwah bernama FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang mengurung mereka. Siapa saja yang berusaha keluar dari desa, akan mati. Sementara keberadaan ayah Hesti masih misteri, rahasia demi rahasia di Desa Gringsing mulai terungkap, yang ternyata berkaitan dengan trauma masa lalu yang dialami Hesti.

​“Yang menarik buat saya dari Bisikan Desa Gringsing bukan hanya misteri tentang apa yang terjadi di desa itu, tapi juga rahasia yang disimpan oleh setiap karakternya. Karena satu rahasia membuka rahasia yang lain. Saya berharap penonton mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi di Desa Gringsing?” ujar penulis dan sutradara Ivander Tedjasukmana.

Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Fatmah Nahdi, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Iyang Darmawan, Akun Gege, Sweetajaloe, Nina Tamam, Mian Tiara, Nizar Umar, Azkya Mahira, Shaqueena Medina Lukman, dan Nazhira Rizka. Film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.

INFORMASI FILM

KEY CREW

  • Director: Ivander Tedjasukmana
  • Screenplay: Ivander Tedjasukmana
  • Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy
  • Director of Photography: Oki Prabowo
  • Art Director: Anam AD
  • Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh
  • Virtual Production Technical Director: Shawn Ang
  • Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan
  • Music Director: Fajar Yuskemal
  • Editor: Yoga Krispratama
  • Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E

SUPPORTED BY

Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

SALES CONTACT

Mandela Pictures

​Email: sales@rec.id

AKUN MEDIA SOSIAL RESMI

  • ​Instagram: @bisikandesagringsing @mandela_pictures
  • ​Twitter/X: @mandela_pictures
  • ​TikTok: @mandela_pictures
  • ​YouTube: Mandela Pictures

TENTANG MANDELA PICTURES

Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita-cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.

TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)

​Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia - fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional - sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.

Senin, 10 Agustus 2026

URANG BUNIAN AJAK PUBLIK MENELUSURI URBAN LEGEND HUTAN SUMATRA LEWAT OFFICIAL POSTER DAN TRAILER PERDANA

DHF Entertainment resmi memperkenalkan Official Poster dan Official Trailer URANG BUNIAN, membuka perjalanan menuju penayangan nasional melalui kisah yang terinspirasi dari urban legend tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup di hutan Sumatra.

Jakarta, 10 Agustus 2026 – DHF Entertainment resmi meluncurkan Official Poster dan Official Trailer film horor-misteri URANG BUNIAN dalam acara Press Conference yang diselenggarakan di Apartment Signature Park Grande, Cawang, Senin (10/8). Acara ini dihadiri oleh para produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta para pemeran utama Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.

Peluncuran Official Poster dan Official Trailer menjadi langkah pertama perjalanan URANG BUNIAN menuju penayangan nasional pada 17 September 2026. Mengusung pertanyaan utama “Apakah Kamu Percaya Urang Bunian Itu Ada?”, film ini mengajak publik kembali menelusuri salah satu urban legend yang paling dikenal di Sumatra, tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup berdampingan dengan manusia di dalam hutan.

Dalam kesempatan tersebut, media menjadi pihak pertama yang menyaksikan Official Trailer secara eksklusif sebelum dirilis kepada publik. Trailer perdana memperlihatkan bagaimana legenda Urang Bunian diterjemahkan ke dalam pengalaman sinematik yang atmosferik, menghadirkan potongan-potongan misteri yang membangun rasa penasaran tanpa mengungkap inti cerita.

Bersamaan dengan itu, Official Poster turut diperkenalkan sebagai representasi visual pertama yang memperlihatkan identitas dunia URANG BUNIAN, sekaligus memberikan gambaran awal mengenai atmosfer dan nuansa yang akan dihadirkan dalam film.

Rangkaian Press Conference juga menghadirkan Official Poster Reveal, Exclusive Trailer Screening, sesi Q&A bersama produser, sutradara, dan para pemain, serta photo session bersama media.

Urban Legend Hutan Sumatra dalam Balutan Sinema Horor Modern

Berangkat dari urban legend tentang Urang Bunian, makhluk gaib yang dipercaya oleh sebagian masyarakat hidup di kawasan hutan Sumatra, URANG BUNIAN menghadirkan kisah horor-misteri yang memadukan akar budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga membawa penonton menyelami sebuah legenda yang selama bertahun-tahun hidup melalui cerita lisan, kepercayaan, dan pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Disutradarai oleh Rendy Herpy serta diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, URANG BUNIAN dibintangi oleh Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini, yang bersama-sama membangun dunia penuh misteri yang menjadi fondasi cerita film ini.

Tentang DHF Entertainment

DHF Entertainment merupakan rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada pengembangan film dengan kekuatan cerita, nilai budaya, serta pendekatan sinematik yang mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Berbagai karya DHF Entertainment telah didistribusikan melalui jaringan bioskop nasional maupun platform digital, dengan komitmen menghadirkan cerita yang relevan, menghibur, dan memiliki identitas yang kuat.

Melalui URANG BUNIAN, DHF Entertainment kembali mengangkat kekayaan cerita lokal Indonesia ke layar lebar dalam sebuah pengalaman sinematik yang dirancang untuk menghadirkan horor, misteri, dan emosi dalam satu perjalanan yang utuh.

Menuju Penayangan Nasional

Peluncuran ini menjadi langkah pertama dari rangkaian perjalanan URANG BUNIAN menuju layar lebar. Setelah menyapa publik melalui Official Poster dan Official Trailer, perjalanan tersebut akan berlanjut ke berbagai kota melalui rangkaian Special Screening, sebelum mencapai Gala Premiere dan akhirnya hadir untuk seluruh penonton Indonesia.

Saksikan URANG BUNIAN di bioskop mulai 17 September 2026. Sebuah kisah yang lahir dari urban legend hutan Sumatra, kini hadir dalam pengalaman sinematik yang siap membawa penonton memasuki dunia penuh misteri.

Minggu, 09 Agustus 2026

Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya? FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

Bukan sekadar menghadirkan komedi, FILM KETOK MEJIK mengajak penonton mengenal tiga sahabat dengan mimpi dan perjuangan yang terasa begitu dekat.

Jakarta, 9 Agustus 2026 — Setelah sukses membangun rasa penasaran lewat official poster dan trailernya, FILM KETOK MEJIK siap menyapa penonton melalui sebuah drama komedi yang menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Menjelang penayangannya di bioskop pada 13 Agustus 2026, film garapan Yogi S. Calam ini mengajak penonton mengikuti kisah Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman) dan Saged (Dodit Mulyanto), yang sekilas tampak ringan, tetapi menyimpan perjalanan yang membuat penonton ingin terus mengikuti perjalanan mereka.

​Mengusung genre drama komedi, FILM KETOK MEJIK menghadirkan kisah yang berangkat dari kehidupan sehari-hari. Berlatar sebuah bengkel sederhana, film ini membangun cerita melalui hubungan tiga sahabat dengan karakter yang berbeda-beda. Dari sanalah lahir berbagai momen yang mengundang tawa, sekaligus menghadirkan perjalanan yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

​Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK mengedepankan kekuatan karakter dan dinamika antartokohnya. Komedi dalam film ini tidak hanya hadir melalui dialog dan situasi yang menghibur, tetapi juga tumbuh dari harapan, pilihan, dan perjuangan yang dihadapi setiap karakternya. Tanpa mengungkap terlalu banyak sejak awal, film ini mengajak penonton mengikuti setiap langkah Ben, Made dan Saged hingga menemukan sendiri makna dari perjalanan mereka.

​Menurut Yogi S. Calam, pengalaman menonton FILM KETOK MEJIK akan terasa lebih utuh ketika dinikmati langsung di bioskop.

"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made, dan Saged sebagai tiga sahabat yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Yang terpenting bukan hanya apa yang mereka hadapi, tetapi bagaimana mereka menjalaninya bersama. Itulah pengalaman yang ingin kami bagikan melalui film ini."

Sementara itu, produser Handoko dan Bangder mengatakan bahwa FILM KETOK MEJIK lahir dari cerita yang sederhana, tetapi memiliki kedekatan dengan banyak orang.

"Semua orang pasti pernah berada di titik ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Perasaan itu menjadi titik berangkat film ini. Kami berharap penonton bisa tertawa bersama mereka, sekaligus ikut merasakan setiap langkah perjalanan yang mereka lalui." ucap Handoko

"Kami ingin FILM KETOK MEJIK bukan hanya menjadi cerita tentang keinginan untuk mengubah hidup, tetapi juga tentang bagaimana setiap pilihan dan proses yang kita jalani membawa kita pada sebuah perjalanan yang tidak terduga. Semoga film ini bisa menghibur sekaligus membuat penonton merasa dekat dengan cerita dan karakter-karakternya," ungkap Bangder.

​Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, serta didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX, FILM KETOK MEJIK akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

​Melalui Press Conference dan Press Screening, media telah menjadi yang pertama mengikuti perjalanan Ben, Made, dan Saged. Namun, sejauh apa ketiga sahabat ini akan melangkah demi memperbaiki hidup mereka? Jawabannya hanya bisa ditemukan saat FILM KETOK MEJIK tayang di bioskop.

​Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menjadi bagian dari perjalanan tiga sahabat yang akan mengajak penonton tertawa, ikut merasakan perjuangan mereka.

Tentang PT HAHA Digital Picture

​PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.

​Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduksi oleh Handoko dan Bangder, dengan Charles D. Yusap dan Lucky O'danifan sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.

Sinopsis

​Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra Budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasib mereka.

Fact Sheet

  • ​Genre Film : Drama Komedi
  • ​Eksekutif Produser : Charles D. Yusap, Lucky O'danifan, Handoko
  • ​Produser : Handoko, Derie Agung Syaputra (Bangder)
  • ​Co-Produser : Robby K. Butarbutar
  • ​Sutradara : Yogi S. Calam
  • ​Penulis : Iyam Renzia, Moh. Rido S.A
  • ​DOP : Arif Bontang
  • ​Line Produser : Kania Julian
  • ​Editor : Andhy Pulung, Johan Leonardo
  • ​Produksi : Haha Production

Pemain

Casts :

  • ​Ananta Rispo (Ben)
  • ​Tarra Budiman (Made)
  • ​Dodit Mulyanto (Saged)
  • ​Ersya Aurelia (Resita)
  • ​Arief Didu (Unung)
  • ​Jarwo Kwat (Ghozali)
  • ​Agus Kuncoro (Toyib)
  • ​Arafah Rianti (Uti Titian)
  • ​Sadana Agung (John Sapto)
  • ​Erick Astrada (Wawan Cihuy)
  • ​Lolox (Kadut)
  • ​Buhun Warwer (Kusni)
  • ​Furry Setya (Jay)
  • ​Vadi Bule (Yadi)
  • ​Chika Waode (Aci)
  • ​Berliana Lovel (Saroh)

Sabtu, 08 Agustus 2026

FAIZ VISHAL Resmi Debut di Dunia Musik Lewat Single "Dialog" Bersama QAYS

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Setelah dikenal melalui berbagai perannya di film layar lebar dan serial televisi, Faiz Vishal kini membuka babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai musisi. Menggandeng duo pop QAYS yang beranggotakan Giovani Andre Prasetyo (gitar) dan Rizky Ramadhan (vokal). Faiz memperkenalkan single debut bertajuk "Dialog", sebuah lagu bernuansa Neo-City Pop yang menghadirkan kisah romantis dengan balutan musik yang hangat, ringan, dan penuh warna.


Berbeda dari kebanyakan lagu cinta yang identik dengan nuansa patah hati atau kerinduan, "Dialog" justru merayakan momen ketika dua orang saling menemukan perasaan yang sama. Dengan groove yang ceria, melodi yang manis, serta sentuhan City Pop modern, lagu ini mengajak pendengarnya menikmati euforia jatuh cinta sebuah perasaan yang sederhana namun mampu mengubah suasana menjadi lebih indah.



"Dialog" mengisahkan pertemuan dua insan di tengah malam yang diguyur hujan. Di bawah gemerlap lampu kota, percakapan yang awalnya terasa biasa perlahan berubah menjadi ruang yang hangat untuk saling mengenal. Tawa, obrolan yang jujur, hingga mimpi-mimpi tentang masa depan menjadi benang merah yang mempertemukan keduanya. Tanpa perlu ungkapan cinta yang berlebihan, mereka menyadari bahwa rasa yang tumbuh hadir secara alami melalui setiap dialog yang mereka bagi.


Nuansa romantis tersebut diperkuat dengan aransemen Neo-City Pop yang memadukan elemen pop modern, ritme yang groovy, serta atmosfer urban yang hangat. Hasilnya adalah lagu yang tidak hanya nyaman didengarkan, tetapi juga mampu menghadirkan suasana yang membuat siapa pun ingin ikut berdansa dan tenggelam dalam kisahnya.



Bagi Faiz Vishal, "Dialog" menjadi langkah penting dalam mewujudkan kecintaannya terhadap musik. Selain menyanyikan lagu ini, Faiz juga turut terlibat dalam proses kreatif dengan menulis lirik dan menciptakan melodi bersama QAYS. Kolaborasi ini menjadi wujud eksplorasi baru yang memperlihatkan sisi lain dirinya sebagai seorang seniman.


Selama ini Faiz Vishal dikenal sebagai aktor yang telah membintangi berbagai film nasional maupun internasional, seperti Perang Kota, Ghost in the Cell, Sadali, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, hingga serial Para Pencari Tuhan. Pengalaman panjangnya di dunia seni peran menjadi fondasi kuat dalam membangun interpretasi emosional yang kini ia bawa ke dalam karya musik pertamanya.



Mengiringi debut Faiz adalah QAYS, duo yang beranggotakan Giovani Andre Prasetyo (gitar) dan Rizky Ramadhan (vokal). Terbentuk pada tahun 2023 dari pertemuan keduanya di komunitas Fase Acting Space, QAYS lahir dari kecintaan yang sama terhadap dunia seni peran dan musik. Giovani sebelumnya terlibat dalam film horor MARNI, sementara Rizky dikenal melalui web series aksi Ratu Adil. Berbekal pengalaman tersebut, mereka menghadirkan karya-karya yang lahir dari cerita dan emosi yang jujur.


Bagi QAYS, kejujuran adalah fondasi utama dalam setiap karya yang mereka ciptakan. Mereka percaya bahwa musik yang dibuat dengan tulus akan lebih mudah menemukan jalannya menuju hati para pendengar. Nilai tersebut terasa kuat dalam kolaborasi bersama Faiz Vishal melalui "Dialog", sebuah lagu yang lahir dari cerita sederhana, namun mampu menghadirkan kehangatan yang dekat dengan pengalaman banyak orang.



Melalui "Dialog", Faiz Vishal dan QAYS mengajak pendengar untuk kembali menikmati momen-momen kecil yang sering kali menjadi awal dari kisah cinta yang besar. Sebuah percakapan, tawa di bawah rintik hujan, dan keberanian untuk saling membuka hati menjadi pengingat bahwa terkadang cinta memang dimulai dari sebuah dialog.


Single "Dialog" kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming musik.


Single: Dialog

Singer: Faiz Vishal, QAYS

Songwriter: Faiz Vishal

Producer: Faiz Vishal & QAYS

Release Date: 2026

Label: Firefly Records

Publisher: Musica Publiser Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadir dalam Format IMAX! Membawa Kisah Eksorsisme dengan Pengalaman Menonton yang Imersif, Meneror dan Emosional di Layar Besar

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia

Jakarta, 7 Agustus 2026 - Bocah Premiere - Setelah sukses di film pertama Kuasa Gelap (2024), Paragon Pictures & Ideosource Entertainment menghadirkan sekuelnya berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, yang akan tayang dalam format IMAX mulai 8 Oktober 2026.

Teaser trailer dan poster ini memberi penonton gambaran pertama tentang teror yang menanti. Di layar IMAX yang memenuhi seluruh pandangan dan tata suaranya yang datang dari segala arah, teror itu tidak lagi sekadar disaksikan, melainkan mengurung penonton dari segala sisi. Tidak ada layar yang bisa diperkecil, tidak ada jeda untuk memalingkan wajah. Inilah pengalaman yang hanya bisa dirasakan di bioskop, dan tidak bisa menunggu untuk ditonton nanti di rumah.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi sedikit dari film Indonesia yang tayang dalam format IMAX, yang menjadi jaminan kualitasnya diakui secara internasional.

"Sejak awal, kami merancang Perjanjian Darah dengan skala yang jauh lebih besar, baik dari sisi dunia cerita, lokasi, maupun ancamannya. Format IMAX menjadi semacam stamp of approval bahwa film ini besar dari segi production value, skala, dan kualitas, karena IMAX punya standar internasional dan tidak semua film layak tayang di sana. Bagi kami, ini jaminan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah layak ditonton di bioskop," ujar produser sekaligus penulis film tersebut, Robert Ronny.

"Kami tidak membuat film tentang ketakutan. Kami membuat film tentang sesuatu yang lebih berat dari ketakutan, pilihan yang dibuat oleh satu generasi, dan yang harus dibayar oleh generasi berikutnya," ujar Andi Boediman, produser eksekutif film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas, dua karakter yang telah menjadi ikon baru horor religi Indonesia. Keduanya didukung oleh Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Bagi sutradara Rizal Mantovani, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan memberikan pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Film ini tak hanya memberikan pengalaman menonton yang menyeramkan, tetapi juga lebih dekat dan emosional.

"Lewat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, kami ingin membuat cerita yang dekat dengan keseharian, terutama dengan kondisi di Indonesia, dan semoga juga terasa relatable bagi penonton di seluruh dunia nanti. Cerita yang menyentuh seperti inilah yang akan membekas, dikenang dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Saya juga bangga, setelah berkarier selama puluhan tahun, akhirnya untuk pertama kalinya film saya tayang dalam format IMAX," ujar Rizal Mantovani.

Di film keduanya ini, Kuasa Gelap menggali lebih dalam masa lalu karakter Romo Rendra yang diperankan Lukman Sardi. Latar belakang Romo Rendra yang ditampilkan di film keduanya ini sudah ditulis oleh Robert Ronny sejak film pertamanya hadir.

"Di film kedua ini, saya menggali lebih dalam sisi manusiawi yang ada di dalam karakter Romo Rendra. Bagaimana saat manusia berhadapan dengan iblis purba, yang dinamakan Rephaim. Dengan pengalaman menonton di layar yang lebih besar dalam format IMAX, perjalanan eksorsisme yang akan dilihat penonton akan semakin imersif dan emosional," ujar Lukman Sardi.

"Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya," tambah Jerome Kurnia.

Disutradarai oleh Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi, naskah Kuasa Gelap: Perjanjian Darah ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Film ini diproduseri oleh Robert Ronny dan Prima Taufik, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif bersama Jerome Kurnia. Produksi didukung oleh Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.

Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan saksikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

***

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : paragonpictures.id | @kuasagelap.id

Twitter/X : paragonpics_

Tiktok : paragonpictures.id

Youtube : Paragon Pictures

Facebook : Paragon Pictures

Hashtag : #KuasaGelap #KuasaGelapPerjanjianDarah


TENTANG PARAGON PICTURES

Berdiri sejak tahun 2019, Paragon Pictures berfokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi film untuk pasar Indonesia maupun global. Beberapa karya yang telah dirilis antara lain Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Lyora: Penantian Buah Hati, Tak Ingin Usai Di Sini, The Most Beautiful Girl in the World, Kuasa Gelap, Kalian Pantas Mati, Backstage, dan Losmen Bu Broto.

TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT

Ideosource Entertainment adalah perusahaan hiburan yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Hingga kini, Ideosource Entertainment telah berinvestasi di 23 film layar lebar, termasuk Qodrat, Keluarga Cemara, Gundala dan Bebas.

TENTANG LEGACY PICTURES

Berdiri sejak tahun 2011, Legacy Pictures berkomitmen mendukung insan-insan kreatif perfilman Indonesia dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Sejumlah film nasional box office yang turut didukung oleh Legacy Pictures di antaranya adalah Ada Apa dengan Cinta 2, Pengabdi Setan 2: Communion, Agak Laen, The Architecture of Love, dan Siksa Kubur.

TENTANG SRN

SRN Production (PT Selaras Raya Nusantara) adalah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang produksi, talent management, dan kolaborasi strategis di industri hiburan Indonesia. Berkomitmen menghadirkan karya berkualitas melalui film, konten digital, dan kemitraan dengan berbagai brand, SRN terus mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif nasional.

TENTANG VIRTUELINES

Virtuelines adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang didirikan oleh Arya dan Ardi Setiadharma, investor di ekosistem startup Indonesia. Mereka membawa keahlian bisnis ke industri film bersama Jelita Septriasa. Virtuelines telah berinvestasi di berbagai film seperti Pemukiman Setan, Kuasa Gelap, Ambyar Mak Byar, dan Qodrat 2.

TENTANG WOW MULTINET PICTURES

Wow Multinet Pictures adalah perusahaan investasi yang berfokus pada pembiayaan dan produksi bersama film-film Indonesia. WMP mengutamakan proyek berkualitas tinggi dengan potensi penonton yang luas, membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri, serta menerapkan investasi demi pertumbuhan industri.

TENTANG MOKSTER FILMS

Mokster Films adalah perusahaan investasi dan penjualan, dengan fokus utama pada konten produksi Asia. Mengkhususkan diri dalam penjualan internasional, pengembangan, dan pembiayaan film di kawasan ini, Mokster Films memainkan peran penting dalam menjembatani para pembuat film Asia dengan penonton global. Penekanan strategis perusahaan pada industri film Asia yang berkembang pesat menggarisbawahi komitmennya untuk menampilkan kekayaan keragaman dan kreativitas sinema Asia di platform global.

TENTANG NETZME GATEWAY

PT Netzme Kreasi Indonesia ('Netzme') adalah Perusahaan Jasa Pembayaran Kategori 1 berlisensi Bank Indonesia yang fokus menyediakan solusi pembayaran digital aman dan mudah diakses, khususnya bagi UMKM. Melalui layanan berbasis QRIS, Netzme mendukung kebutuhan pelaku usaha sekaligus memperluas literasi digital. Saat ini Netzme telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpreneur, sebagai wujud komitmen dalam membuka akses teknologi digital bagi UMKM di seluruh Indonesia.

Viu Original Garam Muda Membawa Hipdut ke dalam Kisah Cinta Anak Muda

Dibintangi Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026

JAKARTA, 7 Agustus 2026 — Viu, layanan streaming video OTT pan-regional terkemuka yang beroperasi di 16 negara, mengumumkan penayangan drama original terbarunya, Garam Muda (Gairah Masa Muda). Drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini menghadirkan jajaran pemain muda yang dipimpin Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, sekaligus menghadirkan dunia hipdut, perpaduan khas Indonesia antara hip-hop dan dangdut. Garam Muda tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026.

​"Garam Muda berangkat dari sesuatu yang sangat khas Indonesia, tetapi membawa emosi yang universal. Hipdut mempertemukan dua dunia musik, dan keberanian untuk menciptakan perpaduan tersebut mencerminkan cara anak muda Indonesia membentuk kebudayaan dengan gaya mereka sendiri. Melalui perjalanan Kaizen dan Annet, serial ini mengeksplorasi identitas, rasa memiliki, serta keberanian memilih jalan hidup. Di Viu, kami ingin setiap Viu Original lokal memiliki akar budaya yang kuat sekaligus relevan secara emosional. Garam Muda mewakili ambisi tersebut," ujar Avijit Dutta, Country Manager Viu Indonesia.

​Kaizen (Junior Roberts) terlihat memiliki segalanya. Ia populer, dikagumi, dan menempati posisi nyaman dalam hierarki sosial di sekolahnya. Namun, citra yang selama ini ia jaga mulai goyah ketika ia kembali bertemu Annet (Aisyah Aqilah), gadis yang pernah melindunginya dari perundungan.

​Terpikat oleh kejujuran dan keberanian Annet, Kaizen diam-diam memasuki dunia hipdut dan bergabung dengan grup musik Annet yang tengah mengejar impian untuk menjadi viral. Upayanya mendekati Annet kemudian memaksa Kaizen berhadapan dengan tuntutan lingkungan pertemanan yang sangat memandang status, cinta segitiga yang rumit, serta ketakutannya kembali menjadi orang yang tersisih.

​Dengan memadukan musik, romansa, dan humor khas anak muda, Garam Muda mengangkat pertanyaan yang dekat dengan remaja: seberapa besar mereka bernisiko untuk menjadi diri sendiri?

​Hipdut dalam serial ini menjadi ruang pertemuan bagi karakter-karakter yang sebelumnya terpisah oleh status, latar belakang, dan tuntutan sosial.

​Serial ini turut dibintangi jajaran pemain muda, yakni Catherine Alicia (Catheez), Florian Rutters, Adam Farrel, Yusuf Alfiansha, Zoe Levana, dan Ryan Winter.

Garam Muda diperkenalkan melalui gala premiere dan peluncuran pers di Jakarta yang didukung oleh Pronas. Kolaborasi ini berlanjut di dalam serial, dengan Pronas hadir dalam keseharian para karakter, sejalan dengan semangat #AntiRibet dan gaya hidup anak muda yang dinamis.

​Viu-ers dapat menyaksikan Garam Muda secara eksklusif melalui aplikasi Viu yang bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play serta diakses melalui smart TV tertentu maupun situs www.viu.com. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, unduh Viu melalui App Store atau Google Play, atau kunjungi www.viu.com. Ikuti Viu di Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan TikTok.

​Tentang Viu

​Viu merupakan layanan streaming video over-the-top (OTT) terkemuka yang tersedia di berbagai pasar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

​Viu hadir bagi konsumen melalui dua pilihan layanan, yaitu layanan gratis dengan dukungan iklan dan layanan berlangganan premium. Selain menghadirkan berbagai produksi original premium melalui merek "Viu Original", Viu menayangkan serial televisi, film, dan program gaya hidup dari penyedia konten terkemuka dalam berbagai bahasa lokal dan regional, lengkap dengan pilihan teks terjemahan. Melalui Viu Scream Dates, program temu penggemar lintas pasar, Viu juga memperluas penonton di luar layar dengan menghadirkan para bintang lebih dekat kepada penggemar melalui berbagai acara langsung.

​Perusahaan induk Viu, Viu International Limited, juga mengoperasikan MOOV, layanan streaming musik digital dan konser langsung populer di Hong Kong.

​Viu merupakan bagian dari PCCW Media di bawah PCCW Limited, perusahaan global yang berkantor pusat di Hong Kong dengan bisnis di bidang telekomunikasi, media, solusi teknologi informasi, pengembangan dan investasi properti, serta berbagai sektor lainnya. PCCW juga mengoperasikan ViuTV, layanan televisi gratis di Hong Kong, melalui HK Television Entertainment Company Limited, serta memiliki kepentingan bisnis di Pacific Century Premium Developments Limited dan berbagai investasi global lainnya.

​Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.viu.com.

Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir! Film Siti Si Vampir Merilis Official First Look, Ketika Gadis Biasa Jadi Vampir Luar Biasa

Film Siti Si Vampir tayang mulai 22 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 6 Agustus 2026 — Satine Zaneta dan Ciccio Manassero akan beradu peran untuk pertama kalinya secara bersama dalam film drama komedi Siti Si Vampir persembahan rumah produksi Bahagia Tanpa Drama. Dalam official first look yang dirilis, Satine Zaneta tampak bingung, ketika ia bangun tidur dan tiba-tiba giginya bertaring. Sementara itu, Ciccio Manassero juga jadi sosok vampir yang menawan dengan setelan serba hitam.

​Dari klip perdana yang dirilis, film Siti Si Vampir menampilkan situasi komedi yang unik, alih-alih suasana horor yang menyeramkan. Film Siti Si Vampir disutradarai oleh Rahabi Mandra, dengan produser Celerina Judisari. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

​"Sebagai produser, saya memang sudah memiliki impian untuk membuat film tentang vampir. Siti Si Vampir menghadirkan pendekatan yang berbeda, sebuah drama komedi dengan lapisan drama keluarga dan satir sosial. Perjalanan akan dimulai ketika Siti yang biasanya bangun tidur di rusun, tiba-tiba terbangun di kamar mewah," ujar produser Celerina Judisari.

​Selain Satine Zaneta dan Ciccio Manassero, jajaran pemeran film ini di antaranya adalah Ajil Ditto dan Shania Gracia. Jajaran pemeran muda ini juga akan membawa film Siti Si Vampir memiliki keunikan dan kesegaran yang dihadirkan lewat akting dari ansambel yang baru pertama kali bermain bersama-sama.

​""Di Indonesia, vampir itu metafora yang pas untuk kelas atas. Siti ini ibarat anomali—anak rusun yang mendadak 'digigit' nasib jadi elite. Siti Si Vampir bukan sekadar komedi tentang taring yang tiba-tiba tumbuh (dari bawah), tapi menertawakan jarak kelas sosial kita. Bayangkan saja orang biasa yang mendadak dapat golden ticket masuk ke circle atas. Udah kaget, canggung, kacau balau, bukan manusia pula," ujar sutradara Rahabi Mandra.

​Film Siti Si Vampir diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama, yang bekerja sama dengan Vidsee, AZ Films, Spectrum Film, dan PK Films. Menghadirkan genre drama komedi, Siti Si Vampir akan menjadi kisah yang segar dan unik yang relate dengan penonton Indonesia, tentang perjalanan gadis biasa yang tiba-tiba masuk dalam dunia yang serba mewah dan elite.

​Film Siti Si Vampir akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026! Ikuti perkembangan terbaru Siti Si Vampir melalui akun Instagram resmi @bahagiatanpadrama dan @filmsitivampir.

Karya Paling Ambisius Kamila Andini, EMPAT MUSIM PERTIWI, Terseleksi Masuk Toronto International Film Festival 2026

Akan tayang di Bioskop mulai tanggal 8 Oktober 2026, dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan

Jakarta, 4 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari rumah produksi Forka Films. Karya paling ambisius dari sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons In Java), secara resmi terpilih untuk ditayangkan perdana secara global (World Premiere) di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas—Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Piftrsshata Malasan dan banyak aktor yang lainnya—ini akan pulang dan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Empat Musim Pertiwi yang dengan judul internasional Four Seasons In Java akan tayang di prprgam Centrepiece, merupakan program khusus di TIFF yang menayangkan film-film berkualitas dari seluruh dunia dari para sineas internasional. Program ini menyoroti penceritaan yang beragam dari berbagai negara. Sebelumnya, program ini dikenal dengan nama Contemporary World Cinema. TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026.

​Terseleksinya Empat Musim Pertiwi di TIFF 2026 menandai kembalinya Kamila Andini ke panggung festival bergengsi tersebut, setelah sebelumnya sukses membawa pulang penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada tahun 2021.

The Dream Team: Sineas Bertabur Bintang. Kekuatan magis dari visual dan penceritaan Empat Musim Pertiwi tidak lepas dari deretan sineas brilian di balik layarnya. Diproduseri oleh Ifa Isfansyah, film ini kembali mempersatukan para kolaborator luar biasa dari serial fenomenal Gadis Kretek.

​Visi penyutradaraan Kamila didukung penuh oleh jajaran kreator terbaik tanah air, termasuk Sinematografer Batara Goempar, I.C.S, Desainer Produksi Dita Gambiro, Penata Busana Hagai Pakan, Penata Rias Astrid Sambudiono, dan Editor Akhmad Fesdi Anggoro. Atmosfer film ini semakin hidup dan emosional berkat rancangan tata suara dari Sound Designer Vincent Villa, serta kolaborasi musik epik dari komposer Ricky Lionardi dan Bottlesmoker.

Karya Sinematik Paling Ambisius Secara skala produksi dan visi kreatif, Empat Musim Pertiwi hadir dengan skala produksi yang jauh lebih besar dibandingkan karya-karya Kamila Andini sebelumnya. Menjelajahi genre yang belum pernah disentuh oleh sang sutradara, film ini secara berani menggabungkan elemen psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri.

​Kamila Andini mengungkapkan bahwa pemilihan Gunung Bromo sebagai latar utama adalah sebuah keputusan yang disengaja. Latar ini digunakan untuk mengeksplorasi kontras antara kengungan alam yang megah dan mengisolasi, dengan kehadiran teknologi yang mampu memberdayakan sekaligus menghancurkan. "Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya—alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif," ungkap Kamila. "Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar," ujar produser Ifa Isfansyah.

​Lebih dari itu, ambisi besar film ini dibuktikan melalui jaringan kerja sama produksi internasional prestisius. Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi produksi dari berbagai negara, melibatkan Forka Films (Indonesia) yang bekerja sama dengan ICI ET LA PRODUCTIONS (Prancis), LEMMING FILM (Belanda), STORM PICTURES (Norwegia), PFX (Polandia), dan GIRAFFE PICTURES (Singapura). Dari dalam negeri film ini didukung kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.

​Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

​Tentang FORKA FILMS

​Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai fesival film internasional.

​Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

  • Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
  • Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
  • The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
  • Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzonti 2018)
  • Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)
  • Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
  • Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

​Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.

AKUN MEDIA SOSIAL

  • ​Instagram : @forkafilms
  • ​YouTube : @forkafilms

MD PICTURES GELAR GALA PREMIERE FILM PERUMAHAN LADDALAND


Jakarta, 6 Agustus 2026 - MD Pictures menggelar gala premiere film Perumahan Laddaland di CGV Grand Indonesia, Kamis (6/8/2026). Remake film horor dari Thailand itu akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Diarahkan oleh sutradara film horor terlaris Indonesia, Awi Suryadi, Perumahan Laddaland membawa pembaruan segar dari versi aslinya, Laddaland (2011). "Jadi kami lebih updated dengan keadaan sekarang. Di versi Indonesia, kami memperkenalkan karakter-karakter yang di versi Thailand tidak diekspos jauh, seperti PRT dan tetangga perumahan," ungkap sutradara Awi.

"Kreator Thailand membebaskan kami untuk berkreasi sesuai kultur Indonesia. Saya baru kasih tunjuk ketika hasil akhirnya sudah jadi, dan mereka suka sekali dengan hasilnya," lanjutnya.

Masih setia dengan cerita aslinya, film ini menyoroti sebuah keluarga kecil yang baru pindah ke Perumahan Laddaland. Sang kepala keluarga, Tomy (Andri Mashadi), mengambil cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah dengan lokasi rumah yang terasing di pinggiran kota.

Namun, belum lama mereka pindah, perumahan itu dikejutkan dengan insiden pembunuhan pekerja rumah tangga (PRT) mereka, Eneng (Delia Husein). Dan sejak kematiannya, keluarga kecil Tomy dihantui berbagai gangguan mistis, hingga sang istri (Titi Kamal) serta kedua anaknya, Tania (Anantya Kirana) dan Elvin (Shakeel Fauzi), ingin kabur dari sana.


"Perumahan Laddaland ini sangat-sangat relate dengan keadaan kita ya, di mana banyak orang sekarang ambil KPR yang tidak sesuai sama gajinya, cicilan panjang, dan ketika finansialnya terganggu, itu juga mengganggu keutuhan rumah tangganya," ungkap pemeran utama Andri Mashadi.

Naskah Perumahan Laddaland sendiri ditulis oleh penulis film horor papan atas Indonesia, Lele Laila, dengan jajaran cast ternama mulai dari Titi Kamal, Andri Mashadi, Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Delia Husein, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, Sriyatun, Sarah Tumiwa, Zidni Hakim, hingga Kikky Dradjat Martha.

Selain mengusung genre horor, Perumahan Laddaland juga menawarkan drama keluarga dengan tragedi yang intens sepanjang film.

"Film Perumahan Laddaland ini benar-benar mencekam, jadi dari awal sampai akhir, mental dan pikiran kita benar-benar diuji banget. Harus nonton rame-rame biar bisa teriak bareng," ujar Titi Kamal.

Drama keluarga mencekam ini kian diperkuat dengan iringan original soundtrack berjudul "Rumah Ini" yang dinyanyikan Erika Prihadi dan sudah bisa didengarkan di platform streaming digital. Sementara Perumahan Laddaland siap ditonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Tentang Perumahan Laddaland

Demi memberikan kehidupan yang lebih layak bagi istri dan anak-anaknya, Tomy (Andri Mashadi) memberanikan diri mengambil KPR untuk membeli rumah impian. Kebahagiaan. itu tak berlangsung lama. Sejak menempati perumahan baru, keluarganya diteror berbagai kejadian tak wajar. Bisikan misterius, penampakan mengerikan, dan rahasia kelam di balik perumahan tersebut mengancam keselamatan mereka.

Tentang MD Pictures

MD Pictures, an MD Entertainment Company, adalah salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia dan perusahaan film nasional pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode FILM. Dengan sistem yang terintegrasi serta kecanggihan fasilitas yang mencakup seluruh rantai produksi, MD Entertainment senantiasa siap menghibur, mendidik dan menginspirasi penonton, serta menjadi pelopor di industri film Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi demi menghasilkan produk film yang bernilai tinggi. Pada tahun 2022, MD merilis film KKN di Desa Penari, yang saat ini memegang rekor sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa, dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 10 juta.

Prestasi bersejarah ini telah mendorong perkembangan perusahaan ini, di mana film ini telah menyokong kehadiran MD di panggung internasional melalui kemitraan global. Melanjutkan ekspansinya, MD mengakuisisi dan meluncurkan MDTV pada awal 2025. Dengan akuisisi dan kepemilikan platform distribusinya sendiri, MD semakin memperkuat dominasi di bidang televisi, drama, dan konten digital, menghadirkan cerita berkualitas tinggi ke audiens yang lebih luas. Untuk informasi lebih lanjut tentang MD Entertainment, silakan kunjungi https://linktr.ee/mdentertainmentofficial.

Gala Premiere Film 'Dan Bandung' Bikin Baper Jakarta! Setelahnya, Bandung Siap Dibuat Pecah di 'Dan Bandung Day'

​ Jakarta, 12 Agustus 2026 – Hawa romantis Kota Bandung secara resmi menyelimuti Ibu Kota. Verona Films sukses menggelar acara Gala Premier...