Bocah Premiere
Selasa, 10 Februari 2026
Film "Setan Alas!" Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda Lewat Satire dan Meta-Horor
A Little White Lie: Reuni SD di Hotel Mewah Berujung Skandal Viral, Rebranding, dan Rahasia Surat yang Mengubah Segalanya
Senin, 09 Februari 2026
Film "Rumah Tanpa Cahaya” Tayang 12 Februari 2026, Drama Keluarga Penuh Emosional Tentang Kehilangan dan Arti Sebuah Keluarga
Jakarta, 9 Februari 2026 - "Rumah Tanpa Cahaya tentang kehilangan dan bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup serta membimbing keluarganya ketika ia sudah tiada," ujar Deddy Mizwar dalam Press Conference di XXI Epicentrum Jakarta, 9 Februari 2026.
Skenario film tersebut ditulis oleh Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi. Odi Harahap bertindak sebagai sutradara film "Rumah Tanpa Cahaya".
Sebelumnya, Zairin Zain dan Deddy Mizwar pernah berkolaborasi dalam produksi film drama komedi yang dirilis pada 2010 berjudul "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)".
"Seorang Ibu itu baru terasa kehadirannya setelah dia enggak ada. Waktu ada kayak biasa-biasa saja kan? Karena dia sudah terbiasa mencintai kita," ujar Deddy dengan nada emosional.
Deddy Mizwar mengambil analogi dari kisah sahabat Nabi, Umar bin Khattab, yang dikenal tegas namun memilih diam saat menghadapi amarah istrinya.
Deddy Mizwar pun memberikan pesan terbuka kepada masyarakat untuk lebih menghargai orang tua selagi mereka masih bernapas. Makanya, baik-baik kalau masih hidup ibunya, ya," tegas Deddy
Deddy menjelaskan bahwa sikap diam Umar adalah bentuk penghormatan atas beban tanggung jawab istri yang luar biasa besar, mulai dari mengurus rumah tangga hingga membesarkan anak.
"Istri ini mencuci pakaianku, memasak untukku, mengurus anak-anakku. Padahal itu semua adalah juga tanggung jawabku. Jadi saat dia marah, aku diam saja. Jangan ikut ngomel," kata Deddy menirukan prinsip sang Khalifah.
Ide ceritanya berfokus pada kehidupan tokoh Nurul (Ira Wibowo) dan suaminya, Qomar (Donny Damara). Mereka sehari-hari mengelola warung Empal Gentong. Nurul menjadikan warung tersebut sebagai ruang berbagi kasih kepada sesama. Ira Wibowo menjelaskan karakter Nurul yang diperankan dalam film ini.
"Nurul adalah gambaran banyak ibu di Indonesia yang diam-diam kuat, penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya tanpa pernah meminta untuk dilihat," ujar Ira.
Buat saya, satu kehormatan yang luar biasa, diberi kesempatan, memerankan seorang ibu yang kalau kita bayangin, “Ibu itu idealnya kayak apa sih?” kata Ira Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin, 9 Februari.
Menurutnya, ia memandang sosok ibu sebagai “Perekat dalam keluarga jadi ketika ibu pergi ya semuanya jadi berantakan. Kehilangan terasa tapi bukan berarti kebahagiaan itu tidak ada, tinggal bagaimana keluarga melanjutkan proses.”
Dalam film arahan Ody Harahap ini, Ira Wibowo beradu peran dengan Donny Damara, Ridwan Ghany dan Lavicky Nicholas.
Sudah pernah syuting sebelumnya dengan mereka tapi khusus untuk film ini kayak tokoh Nurul itu tidak ekspresif banget, serba sederhana. Cintanya sederhana tapi hatinya penuh untuk suami dan anak-anak,” katanya Ira Wibowo
Ia merasa dibantu banyak oleh para pemain lainnya dalam memerankan karakter Nurul yang berbeda drastis dari dirinya.
“Saat reading, aku sudah merasakan itu. Dari kenakalan Azizi, keberontakan kakaknya dan suaminya. Waktu syuting kayak gitu, sudah tahu lama menjalani bertahun tahun rumah tangga. Semua saling profesional saling membantu,” kata Ira Wibowo.
"Film ini mengajak kita merenung sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi," kata Donny.
Keadaan serupa juga dirasakan oleh pemeran tokoh Samsul, Ridwan A. Ghany, dan Azizi, Lavicky Nicholas, kedua putra Nurul, mengenai arti kehadiran ibu mereka. Film "Rumah Tanpa Cahaya" juga turut menampilkan Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda dalam jajaran pemerannya.
Film ini diharapkan dapat menjadi cerminan bagi banyak keluarga Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang hangat, jujur, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Film terbaru yang diproduksi Citra Sinema bersama Sinemart dijadwalkan penayangannya di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Februari 2026.
FILM "JANGAN SEPERTI BAPAK" TAYANG 12 FEBRUARI 2026, Drama Action Penuh Emosi dengan Plot Twist yang Sulit Ditebak
Jumat, 06 Februari 2026
Film WARU (Iblis Perenggut Jiwa Yang Malang) Siap Tayang 12 Februari 2026 Di Bioskop
Informasi Tambahan untuk Redaksi:
• Judul: WARU
• Genre: Horor / Mitos
• Produksi: Adglow Pictures, Suraya Filem, Film Q, Megah Sinema Indonesia
• Produser: Aji Fauzi
• Produser Eksekutif: Johanes Rustam, Shures Ratnakrishnan, Desta Wulandari, Moch Sonny Inayatkhan, Witjaksono, Aji Fauzi, Dewi Amanda
• Sutradara: Chiska Doppert
• Penulis Naskah: Ery Sofid
• DOP: C.K Boon
• Tanggal Tayang: 12 Februari 2026
• Pemain:
1. Bella Graceva - Nadine
2. Zikri Daulay - Adrian
3. Jinan Safa - Anya
4. Sean Mikhail - Haqi
5. Yatti Surachman - Mbah Waru
6. Sharifah Husna - Sarah
7. Josiah Hogan - Reza
8. Dewi Amanda - Lydia
9. Luneta Quinsha Witjaksono -
Neta
10. Almeyda Nayara - Alya
Vidio Penasaran 2026: Lebih Dari Cerita, Merayakan Ragam Kisah Indonesia
Vidio Hadirkan film dan series
lokal dengan deretan bintang ternama dan eksplorasi genre yang luas
Sumber: Vidio
Jakarta, 6 Februari 2026 - Memasuki
tahun 2026, Vidio kembali menegaskan posisinya sebagai rumah utama cerita lokal
Indonesia melalui peluncuran Vidio Penasaran 2026. Deretan Original
Series dan film unggulan yang akan hadir sepanjang tahun ini merepresentasikan
komitmen Vidio dalam menghadirkan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan
penontonnya secara emosional, relevan, dan berani mengeksplorasi realitas sosial
dari berbagai sudut pandang. Masih mengusung semangat “Lebih Dari Cerita”,
Vidio memandang hiburan bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi,
koneksi, dan ekspresi budaya.
Sepanjang 2025, Vidio mengukuhkan
diri sebagai OTT Indonesia dengan produksi Original Series terbanyak, dengan
lebih dari 100 judul Original Series yang telah diproduksi hingga akhir tahun.
Judul-judul unggulan seperti Pertaruhan The Series 3 dan Jalinan
Terlarang mendominasi konsumsi penonton dan mempertegas kekuatan cerita
lokal sebagai arus utama hiburan digital. Pencapaian ini sekaligus menandai
tumbuhnya generasi penonton baru, khususnya Gen Z, yang tidak hanya aktif
menonton, tetapi juga membentuk tren dan preferensi genre melalui cerita yang
terasa dekat dengan realitas mereka.
Memasuki 2026, Vidio membawa
momentum tersebut ke level berikutnya melalui rangkaian judul Original Series
dan film yang lebih berani, personal, dan reflektif terhadap realitas sosial.
Dibuka dengan Algojo, yang
memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor segar yang dekat dengan
kehidupan marjinal Jakarta. Series ini menjadi salah satu produksi action
terbesar dari Vidio, sekaligus menandai debut Arya Saloka dalam action series,
sebuah momentum yang sudah lama ditunggu para penggemarnya.
Ada juga kehadiran istimewa film Rangga
& Cinta. Film musikal produksi Miles Films ini disutradarai Riri Riza,
diproduseri Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto. Setelah
sebelumnya tayang di bioskop ini kini bisa dinikmati secara eksklusif di Vidio.
Ini adalah sebuah reinterpretasi yang membawa kembali ikon romansa Indonesia ke
generasi baru. Dengan latar Jakarta awal 2000-an yang autentik, film ini
menjanjikan pengalaman sinematik yang bukan hanya bernostalgia, tetapi juga
relevan bagi penonton lintas usia, menghubungkan memori kolektif dengan
perspektif masa kini.
Dari ranah drama, Di Luar
Nurul dan A dan Z: InsyaAllah Cinta mengeksplorasi pertemuan antara
mimpi, cinta, dan nilai-nilai keluarga dan religi dalam balutan romansa yang
relevan dengan generasi muda Indonesia.
Nuansa komedi dan drama sosial
hadir melalui Ganteng-Ganteng Genteng, yang mengangkat benturan kelas
dan identitas dengan pendekatan ringan namun reflektif, sementara Roh Halu menawarkan
horor-komedi segar yang bermain di batas antara absurditas dan ketakutan. Di
sisi lain, Jakarta Undercover membawa penonton menyusuri lapisan gelap
ibu kota melalui kisah crime dan romansa dewasa yang intens, sementara Jagal
Begal menyoroti kegelisahan remaja dan kekerasan struktural dalam balutan
aksi dan drama coming-of-age.
Tahun 2026 akan terasa kurang
lengkap tanpa kehadiran Bad Guys 2. Melanjutkan adaptasi IP Korea hasil
kolaborasi dengan CJ ENM Hong Kong, Season 2 siap meneruskan kesuksesan Season
1, dengan membawa penonton kembali ke semesta kriminal yang semakin kelam,
intens, dan penuh konflik berlapis.
Melalui Vidio Slate 2026, Vidio
tidak sekadar menghadirkan tontonan, tetapi membangun ekosistem cerita yang
hidup, tempat talenta baru dan nama besar bertemu, genre saling bersilangan,
dan kisah lokal mendapatkan ruang terbaiknya. Di tengah lanskap hiburan yang
semakin global, Vidio terus percaya bahwa cerita Indonesia, ketika
diceritakan dengan jujur dan berani, selalu punya kekuatan untuk menyentuh dan
bertahan.
Berikut deretan Original
Series dan film unggulan Vidio yang akan tayang sepanjang tahun 2026,
menghadirkan spektrum cerita Indonesia dengan pendekatan yang segar dan
beragam.
Sumber: Vidio
1. Algojo
Zar yang merupakan seorang
Anjelo, pengantar jemput pekerja seks, nekat terjun ke dunia pembunuh bayaran
demi membalas dendam atas penyerangan terhadap ayahnya. Hanya bermodalkan
semangat pantang menyerahnya, bisakah Zar yang tidak pernah membunuh orang,
bertahan di dunia pembunuh bayaran?
Cast : Arya Saloka, Caitlin
Halderman, Randy Pangalila, Andy /rif, Justin Adiwinata, Moh. Iqbal Sulaiman,
Yusuf Mahardika.
Director : Rahabi Mandra
Genre : Action, Drama,
Comedy
Production House : Screenplay
Films
Number of Episode : 8
2. Rangga & Cinta
Mengambil latar Jakarta tahun
2001, kisah ini mengikuti kehidupan Cinta (Leya Princy), seorang siswi SMA
populer dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga sosok cowok misterius
bernama Rangga (El Putra Sarira) hadir dan mengubah segalanya. Dari rasa kesal
berubah menjadi penasaran, Cinta pun mulai bimbang di antara dunia
persahabatannya yang penuh warna dan perasaan baru yang tumbuh untuk Rangga.
Akibat sebuah kejadian pada sahabatnya, Cinta harus memilih antara
sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya atau cinta pertamanya. Dengan nuansa
awal 2000-an yang autentik, mulai dari musik hingga gaya hidup remaja saat itu,
Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati dan
relevan bagi lintas generasi.
Cast : Leya Princy, El Putra
Sarira, Jasmine Nadya, Kyandra Sembel, Katyana Mawira, Daniella Tumiwa, Rafi
Sudirman, dan Rafly Altama.
Director : Riri Riza
Genre : Romance
Production House : Miles
FIlms
3. A dan Z: InsyaAllah
Cinta
Kematian mendadak kakaknya
memaksa Zara menikah dengan Gus Abyan, putra pemilik pesantren yang sejak kecil
dijodohkan untuk kakaknya. Zara yang awalnya ragu dengan pernikahannya,
perlahan luluh dengan kedewasaan Gus Abyan yang usianya jauh lebih tua. Akankah
cinta akhirnya hadir di antara mereka?
Cast : Rizky Nazar, Laura Moane, Zoe
Abbas Jackson, Yusuf Kartiko , Anya Taroreh, Ratu Aulia, Imran Ismail, Agni
Pratistha
Director : Key Mangunsong
Genre : Religious Romance
Production House : Screenplay
Films
Number of Episode : 8
4. Ganteng-Ganteng
Genteng
Untuk membuktikan dirinya layak
memimpin perusahaan kontraktor keluarga, Joni, pewaris manja keluarga Wirata
harus bersaing dengan kakaknya dan hidup di sebuah desa demi membangkitkan
pabrik genteng keluarganya yang terbengkalai. Ditempatkan jauh dari zona
nyaman, mampukan Joni membuktikan dirinya?
Cast : Antonio Blanco Jr, Zsazsa
Utari, Dian Sidik, Yama Carlos, Rafly Altama, Apos Hutagaol, Joe P Project,
Adinda Thomas
Director : Jay Sukmo
Genre : Comedy, Drama
Production House : BASE
Entertainment
Number of Episode : 7
5. Di Luar Nurul
Untuk masuk SMA favorit dan
mengejar mimpinya ke luar negeri, Kania rela dijodohkan dengan Bagas, anak dari
kerabat kakeknya yang pernah mempermalukannya di depan umum. Masalah hadir
ketika Bagas juga menolak perjodohannya dengan Kania. Antara mimpi dan cinta,
mana yang akan dipilih Kania?
Cast : Nayla Purnama, Gabriel
Giroux, Lea Ciarachel, Rassya Hidayah, Habil Nugraha, Kesya Angelica, Ghina
Sungkar, Alif Rivelino, Chelcy Clarissa
Director : Adis Kayl, Angling
Sagaran
Genre : High School Romance,
Comedy
Production House : Screenplay
Films
Number of Episode : 8
6. Jakarta Undercover The
Series
Demi membersihkan reputasi
kakaknya yang tewas misterius, Sita yang merupakan seorang reporter melakukan
misi undercover ke dunia pesta terlarang Jakarta. Semua menjadi semakin rumit
ketika Sita bertemu dan jatuh cinta dengan Arian, putra pemilik klub yang
berhubungan erat dengan kematian kakaknya.
Cast : Caitlin Halderman, Baskara
Mahendra, Haico Van der Veken, Carissa Perruset, Brandon Salim.
Director : Aldo Swastia
Genre : Crime, Adult, Drama
Production House : Screenplay
Films
Number of Episode : 8
7. Jagal Begal
Terjebak di lingkungan yang
dikuasai para begal yang kejam, seorang remaja korban perundungan bangkit
menjadi penegak hukum jalanan demi melindungi teman-temannya. Sialnya situasi
menjadi semakin kacau ketika aksinya, justru memicu perang antar wilayah.
Cast : Omara Esteghlal, Zee
Asadel, Angga Yunanda
Director : TBC
Genre : Action / Coming of
Age
Production House : Screenplay
Films
Number of Episode : 8
8. Roh Halu
Setelah host reality horor
terkenal meninggal mendadak, produser Hifdzi dan sutradara Rispo terpaksa
menghidupkan kembali acara tersebut dengan memburu talent-talent hantu yang
lepas, sebelum Rigen, sang iblis, menagih jiwa mereka. Kini, seluruh nasib mereka
bergantung pada putra sang host yang penakut, pewaris kekuatan gaib yang tak
pernah dipersiapkan untuk mewarisinya.
Cast: Rigen Rakelna, Ananta
Rispo, Hifdzi Khoir
Director: Monty Tiwa
Genre: Comedy, Horror
Production House: Amadeus
Sinemagna
Number of Episode: 6
9. Bad Guys 2
Setelah aliansinya dengan para
Bad Guys terbongkar, Detektif Jaka disingkirkan oleh Iqbal, Kapolda yang baru.
Masalah datang ketika Elias, salah satu orang kepercayaan Jaka diculik oleh
sosok misterius. Kembali terjebak antara moral dan kebenaran, akankah Jaka dan
Bad Guys kembali nekat bertindak?
Cast : Oka Antara, Randy
Pangalila, Dwi Sasono, Maudy Effrosina, Omara Esteghlal
Director : Ferry Pei Irawan, William Chandra
Genre : Action, Crime, Drama
Production House : BASE Entertainment In Collaboration with CJ ENM HK LTD
Number of Episode : 8
Event Vidio Penasaran 2026
Dihadirkan dengan Pengalaman Hiburan Imersif dan Experiential
Sumber: Vidio
Pengumuman Vidio Slate 2026 dihadirkan
dengan cara yang unik dan istimewa melalui event Vidio Penasaran 2026,
yang berlangsung selama dua hari pada 6–7 Februari 2026. Lebih dari
sekadar pengumuman deretan tayangan terbaru, acara ini dirancang sebagai
perayaan hiburan yang mengajak penonton merasakan langsung dunia di balik
cerita-cerita Vidio.
Musikal Perahu Kertas Hadirkan Original Soundtrack “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” dalam Versi Baru oleh Maudy Ayunda dan Sistur
“Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” merupakan lagu remake dari soundtrack film Perahu Kertas (2012), yang sebelumnya masing-masing dibawakan oleh Dendy Mikes dan trio legendaris Rida, Sita, Dewi. Berdiri sebagai karya rekaman tersendiri yang merepresentasikan semangat pertunjukan, sekaligus menjembatani cerita lintas medium dari novel, film, hingga panggung musikal.
Versi terbaru “Dua Manusia” dibawakan oleh Maudy Ayunda dari sudut pandang perempuan, yang merupakan hasil pengembangan konsep yang dibahas bersama Dewi Lestari. Untuk proses produksinya, Maudy kembali menggandeng Mikha Angelo sebagai produser sekaligus kolaborator yang telah beberapa kali bekerja bersama dan telah memiliki kecocokan pendekatan musikal. Sentuhan tersebut menghadirkan aransemen yang terasa magis tanpa kehilangan karakter lagu aslinya, sekaligus memberi ruang bagi interpretasi vokal dan struktur musik yang lebih relevan dengan konteks pendengar masa kini.
Keterlibatan Maudy Ayunda kali ini menjadi momen full circle tumbuh bersama kisah Perahu Kertas. Berperan sebagai Kugy di filmnya, menyanyikan beberapa lagu soundtracknya, sehingga Maudy sangat identik dengan Perahu Kertas. Inilah bentuk dukungan berkelanjutan Maudy Ayunda terhadap IP yang membesarkan namanya, sekaligus perluasan makna cerita untuk generasi penonton hari ini.
“Menyanyikan ulang lagu ‘Dua Manusia’ terasa sangat personal buat aku. Lagu ini dulu hadir dari sudut pandang laki-laki dan sekarang aku membawakannya sebagai perempuan yang juga tumbuh bersama cerita Perahu Kertas. Rasanya seperti kembali pulang, apalagi dikerjakan bersama Dewi Lestari dan Mikha Angelo”, tutur Maudy.
Sementara itu, “Langit Amat Indah” dihadirkan ulang oleh Sistur. Sistur terdiri dari tiga perempuan musisi Indonesia, mereka adalah Tarrarin, T. Rucira, dan Jubilee Marissa. Lagu yang pertama kali dirilis lebih dari satu dekade lalu ini kembali dengan pendekatan yang lebih sederhana dan intim, tanpa mengubah lirik aslinya. Sistur menurunkan tempo lagu ini dari versi sebelumnya dan memasukan unsur vokal masing-masing personel yang memiliki daya tarik masing-masing.
Verse awal dibuka oleh vokal T. Rucira dengan karakter nada rendah yang langsung memberi kesan kuat dan membuat lagu ini terasa menonjol sejak pertama didengar. Di bagian tengah, suara Tarrarin dengan karakter vokal mezzo hadir memberi lapisan emosi yang hangat. Sementara itu, nada-nada tinggi diisi oleh Jubilee yang melengkapi keseluruhan warna vokal Sistur. Perpaduan ketiga karakter ini menghasilkan harmonisasi yang indah dan seimbang.
Tarrarin, mewakili Sistur mengungkapkan, “Secara lirik tidak ada yang diubah, sementara aransemen dibuat lebih tone down. Kemudian, kami memilih membuatnya menjadi versi semi akustik. Inii kami pilih agar pendengar bisa lebih fokus meresapi makna lirik Langit Amat Indah”, tutur Tarrarin.
Bagi Trinity Optima Production, peluncuran ulang “Dua Manusia” dan “Langit Amat Indah” menegaskan bahwa karya dengan fondasi cerita yang kuat memiliki usia panjang dan mampu melintasi generasi serta medium. Melalui pendekatan aransemen yang adaptif terhadap tren pendengar hari ini, kedua lagu ini dihadirkan kembali tanpa menghilangkan ruh dan emosi yang sejak awal melekat pada Perahu Kertas, sekaligus membuka ruang bagi pendengar baru dan membangkitkan nostalgia bagi mereka yang telah mengikuti perjalanannya sejak awal. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Simhala Avadana, Senior A&R Trinity Optima Production, yang menyebut bahwa Perahu Kertas adalah karya dengan napas panjang, di mana lagu-lagu dengan kekuatan cerita akan selalu relevan dan dapat terus hidup lintas generasi.
Dua original soundtrack resmi Musikal Perahu Kertas, “Dua Manusia” oleh Maudy Ayunda dan “Langit Amat Indah” oleh Sistur, telah dirilis dan dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform mulai 6 Februari 2026.
Belajar Parenting Lewat Film: Dr. Aisah Dahlan Ungkap Pesan Tersembunyi di Balik Konflik Keluarga 'Titip Bunda di Surga-Mu'
Jakarta, 5 Februari 2026 – Suasana hening yang khidmat pecah menjadi isak tangis haru di akhir penayangan Special Screening film drama keluarga “Titip Bunda di Surga-Mu”. Digelar menjelang penayangan resminya di bioskop pada 26 Februari 2026, acara ini menjadi momen emosional yang tak terlupakan bagi para tamu undangan.
Hadir secara istimewa dalam pemutaran perdana ini adalah Dr. Aisah Dahlan, seorang dokter, praktisi neuroparenting, dan penceramah inspiratif yang menjadi rujukan banyak keluarga Indonesia. Kedatangan beliau, bersama jajaran pemain seperti Meriam Bellina, Acha Septriasa, produser Dono Indarto, serta penulis skenario sekaligus pemeran Zora Vidyanata, menegaskan pesan kuat yang dibawa film ini sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadan.
Dr. Aisah Dahlan: Pelajaran Tentang Komunikasi dan Kasih Sayang
Sebagai pakar yang mendalami psikologi keluarga, Dr. Aisah Dahlan memberikan apresiasi mendalam usai menyaksikan dinamika hubungan Ibu Moza dan anak-anaknya di layar lebar. Menurutnya, film ini berhasil memotret realitas keluarga modern dengan sangat jujur.
“Film Titip Bunda di Surga-Mu ini sangat penting untuk ditonton oleh para keluarga di luar sana. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, mulai dari komunikasi dalam keluarga, pentingnya menyampaikan rasa sayang kepada orang-orang terdekat, sampai bagaimana sebuah keluarga menghadapi dan mengatasi konflik,” ungkap Dr. Aisah.
Beliau juga menambahkan betapa relevannya film ini sebagai media refleksi. “Saya senang sekali ada film keluarga yang mengangkat tema ini dengan begitu hangat dan jujur,” tambahnya.
Studio Menjadi Lautan Emosi
Tidak hanya Dr. Aisah Dahlan, gelombang emosi juga dirasakan oleh seluruh penonton yang memadati studio. Mata sembab dan tisu yang basah menjadi pemandangan umum saat lampu bioskop kembali menyala. Cerita yang sederhana namun menohok hati membuat penonton tersadar akan waktu yang terus berjalan.
Salah satu penonton mengungkapkan reaksi spontannya setelah film berakhir, “keluar dari bioskop, rasanya pengin langsung nelpon Bunda. Film ini bikin saya sadar, kadang kita terlalu sibuk sampai lupa bilang rindu dan sayang, padahal waktu nggak selalu nunggu.”
Tontonan Wajib Menyambut Lebaran
Film ini bercerita tentang tiga bersaudara yang tengah terhimpit kesulitan ekonomi, merasa jauh dari keluarga, dan diliputi kekecewaan terhadap orang tua. Keputusan nekat mereka untuk merencanakan pencurian harta warisan sebelum waktunya menjadi pemicu konflik utama. Namun, tindakan tersebut justru memaksa mereka menghadapi konsekuensi besar yang mengubah hidup dan mendefinisikan ulang arti keluarga bagi mereka.
“Titip Bunda di Surga-Mu” bukan hanya menyajikan drama, tetapi juga sebuah ajakan untuk "pulang". Lewat kisah Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio, dan Abun Sungkar, film ini mengajak penonton untuk berdamai dengan perbedaan dan tidak menunda ungkapan cinta selagi orang tua masih ada. Film ini turut dibintangi oleh Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.Film "Setan Alas!" Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda Lewat Satire dan Meta-Horor
Jakarta, [10/02/2026] - Film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) segera meramaikan bioskop-bioskop di tanah air. Gala Premiere (Penaya...
-
Drama Romantis Religi Adaptasi Novel Populer Karya Diana Febi Persembahan terbaru Vidio, hadir mulai 17 Juli 2025 Sumber foto: Vidio Jakarta...
-
Film Lintrik bukan jenis Film Horor yang mengandalkan pada penampakan hantu yang menakut-nakuti saja, namun lebih menitikberatkan pada drama...
-
Kolaborasi Abimana Aryasatya dan Tatjana Saphira dalam series action-romance pertama di Vidio Sumber foto: Vidio Jakarta, 5 Juni 2025 – Vid...









