Kamis, 10 September 2026

JELANG TAYANG NASIONAL, URANG BUNIAN KIAN LAYAK DINANTIKAN PECINTA FILM HOROR INDONESIA

​Setelah memperoleh sambutan positif melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota, perhatian publik terhadap URANG BUNIAN terus meningkat. Gala Premiere Jakarta menjadi momentum yang memperkuat ekspektasi menjelang penayangan serentak pada 17 September 2026.

Jakarta, 10 September 2026 – Kurang dari sepekan menjelang penayangan nasional, URANG BUNIAN mulai menempatkan diri sebagai salah satu film horor Indonesia yang paling banyak menarik perhatian publik bulan ini. Setelah diperkenalkan melalui berbagai rangkaian Special Screening di sejumlah kota, film produksi DHF Entertainment tersebut memperoleh sambutan positif dari media, komunitas film, kreator konten, hingga para penonton yang berkesempatan menyaksikan lebih awal.

​Momentum tersebut berlanjut dalam Gala Premiere Jakarta yang dihadiri produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta para pemain Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini. Acara ini juga dihadiri media nasional, insan perfilman, komunitas, serta para tamu undangan yang menyaksikan film beberapa hari sebelum penayangan resminya di bioskop.

​Selain pemutaran film, Gala Premiere menghadirkan sesi red carpet, Q&A, meet & greet, dan photo session, yang menjadi kesempatan bagi media untuk berbincang langsung dengan para sineas dan pemain mengenai proses kreatif di balik film tersebut.

​Dari Sambutan Positif Menuju Ekspektasi Publik

​Selama beberapa pekan terakhir, URANG BUNIAN membangun perhatian publik melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota. Respons yang muncul dari media, komunitas film, kreator konten, serta para penonton awal menghadirkan percakapan yang terus berkembang menjelang penayangan nasional.

​Memasuki pekan penayangan, perhatian tersebut mulai bergeser menjadi ekspektasi. Berbagai respons awal yang bermunculan menjadikan URANG BUNIAN sebagai salah satu film horor Indonesia yang layak dinantikan pada September ini, sekaligus memperkuat rasa ingin tahu publik untuk menyaksikannya di layar lebar.

​Tentang Film URANG BUNIAN

​Terinspirasi dari urban legend tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup di hutan Sumatra, URANG BUNIAN menghadirkan kisah horor-misteri yang memadukan budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Disutradarai oleh Rendy Herpy serta diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, film ini dibintangi oleh Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.

​Tentang DHF Entertainment

DHF Entertainment merupakan rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada pengembangan cerita yang berakar pada budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Melalui URANG BUNIAN, DHF Entertainment kembali menghadirkan kisah yang terinspirasi dari kekayaan urban legend Indonesia untuk penonton tanah air.

​Tayang Serentak 17 September 2026

​Setelah melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota dan memperoleh perhatian dari media, komunitas, serta para penonton awal, URANG BUNIAN kini bersiap menyapa seluruh penonton Indonesia.

URANG BUNIAN dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Horor di Siang Bolong! Karina Salim & Rachel Amanda Dihantui Suara Tak Terlihat dalam Film Hasut!

Film Hasut tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop

Jakarta, 10 September 2026 – Tuta Films merilis official trailer dan poster film horor-misteri Hasut yang menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma. Trailer menampilkan situasi yang menegangkan di tengah hutan, saat empat sahabat, yang diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling tak percaya satu sama lain. Suara-suara gaib mendorong mereka dan mengacaukan rencana healing.

​Hutan di film ini akan berperan sangat dominan, menghadirkan nuansa yang tenang, namun ketika suara-suara gaib itu muncul, kekacauan terjadi. Suara-suara itu menghasut untuk saling melukai satu sama lain, memberikan teror yang mengganggu secara psikologis.

​Sementara itu, official poster menampilkan empat karakter utama film ini dengan nuansa kekacauan dan teror yang ada di belakang mereka, memberikan lapisan yang akan ada di film Hasut.

​Diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja dengan ko-produser Nick Musa, Hasut akan mengeksplorasi sebuah luka dan trauma lewat perjalanan empat sahabat di hutan. Alih-alih menyajikan horor jumpscare dengan penampakan, Hasut memilih jalur yang tak biasa dengan mengandalkan ketakutan dan teror dari kekuatan auditif suara.

​"Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini. Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia," ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.

​Produser Siera Tamihardja mengungkapkan, Hasut akan mengikuti perjalanan tentang orang-orang yang tampaknya baik-baik saja, namun ternyata ada banyak masalah dan luka. Dalam perjalanan mereka berusaha menjadi lebih baik, justru ada hal-hal yang menyakitkan yang dilewati, yang turut meneror.

​"Latar hutan juga menjadi sebuah simbol alam bawah sadar yang menyimpan semua luka kita, yang mau tak mau harus kita hadapi meski meneror hati dan pikiran. Belum banyak film horor Indonesia yang mengeksplorasi cerita seperti di film ini," ujar produser Siera Tamihardja.

​Karina Salim, yang memerankan Vira, seorang healer yang mengajak adiknya, Rere (Rachel Amanda) serta dua temannya untuk pergi ke hutan dan melakukan ritual penyembuhan, mengungkapkan hutan menjadi salah satu set yang menyenangkan namun juga menantang. Menurutnya, film Hasut juga bisa memberikan refleksi untuk penonton.

​"Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah kita menonton film Hasut, seperti refleksi atas diri yang mendalam. Film ini bukan cuma menawarkan pengalaman yang mencekam tapi setelah menontonnya kita akan dapat sesuatu untuk bercermin, sebetulnya dalam kehidupan apakah selama ini saya mudah dihasut, atau justru saya yang tanpa sadar menghasut orang-orang?" Ujar Karina Salim.

​Rachel Amanda, tampil sangat berbeda di film ini. Amanda yang memerankan Rere, ditampilkan sebagai seorang yang menyebalkan. Ia seperti tengah menghindari luka dan masalah yang terjadi di masa lalu, dan melampiaskan kemarahannya pada sang kakak, yang diperankan Karina Salim.

​Dalam memerankan Rere, Amanda juga tuturmenuturkan menemukan banyak tantangan secara fisik. "Di film ini, aku banyak 'disiksa'. Ada adegan aku harus guling-guling, diikat di pohon, dan bahkan beberapa adegan yang lumayan menguras fisik. Namun terasa sangat menyenangkan karena chemistry kami berempat begitu hidup dan membuat suasana syuting di hutan juga terasa mudah," ujar Rachel Amanda.

​Sebelumnya, Tuta Films telah memproduksi film A Man Called Ahok (2018) yang meraih 3 Nominasi Piala Citra FFI 2019, dokumenter musik Noah: Awal Semula (2013), dan Catatan (Harian) Si Boy (2011) yang memenangkan 1 Piala Citra FFI 2011 untuk Penyuntingan Terbaik.

​Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.

Sinopsis

​Empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan untuk menemukan kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka. Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul, mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran mereka. Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka. Tempat di mana setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.

Apa yang Sebenarnya Terjadi? FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO Mulai Ungkap Misterinya Lewat Launching Poster dan Trailer

Film horor terbaru memperkenalkan sekilas karakter dan atmosfer mencekam, namun masih menyimpan misteri yang belum terungkap.

Jakarta, 10 September 2026Apa yang sebenarnya terjadi ketika misteri itu mulai terungkap? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu rasa yang ditinggalkan FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO melalui peluncuran official poster dan official trailer. Untuk pertama kalinya, penonton dapat melihat sekilas atmosfer, karakter dan trailer yang menjadi pintu masuk menuju misteri film ini.

​Official poster dan trailer FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO tidak hanya memperlihatkan nuansa mencekam yang menjadi identitas film, tetapi juga memberikan nuansa yang intens. Berbagai visual yang ditampilkan seolah menjadi petunjuk awal, namun masih menyisakan banyak hal yang belum terjawab.

​Disutradarai oleh Adhe Dharmastriya dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO menghadirkan jajaran pemain seperti Ochi Rosdiana, Jeff Smith, Alif Rivelino, Yessica Tamara, Chelcy Clarissa, Vinessa Inez, Zahra Macapagal, Wina Marino, Shafa Afisah, dan Elma Lita.

​Menurut Adhe Dharmastriya, perilisan poster dan trailer menjadi kesempatan untuk memperkenalkan atmosfer serta karakter dalam film.

"LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO bukan hanya tentang horor. Ada petualangan, persahabatan, pengkhianatan, dan kisah cinta yang saling terhubung dalam perjalanan para karakternya. Di balik semua ketegangan dan misterinya, film ini juga bercerita tentang keikhlasan, tentang bagaimana seseorang belajar menerima dan melepaskan. Perpaduan itu yang ingin saya hadirkan agar penonton mendapatkan pengalaman yang lengkap, ikut merasa takut, penasaran, sekaligus tersentuh oleh ceritanya." ujar Adhe Dharmastriya.

Sementara itu, Evelyn Afnilia sebagai penulis naskah melihat poster dan trailer sebagai bagian dari cara memperkenalkan dunia cerita kepada penonton sekaligus membangun rasa penasaran terhadap apa yang akan mereka temukan ketika menyaksikan film secara utuh.

"Bagi saya, yang menarik dari LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO adalah bagaimana rasa penasaran dibangun dari cerita dan karakter. Jadi ketika penonton melihat poster dan trailer, mereka mendapatkan sedikit gambaran, tetapi masih ada banyak hal yang baru bisa mereka temukan ketika menonton filmnya secara utuh," tambah Evelyn Afnilia.

Elsaputra D Justia selaku Produser Eksekutif mengatakan bahwa perilisan official poster dan trailer menjadi langkah penting untuk memperkenalkan FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO kepada publik sekaligus memberikan gambaran mengenai pengalaman horor yang ditawarkan.

"Melalui poster dan trailer ini, kami ingin memberikan gambaran mendalam, simbolik serta imajinasi liar tentang LINGSIR WENGI - MOTEL MALIOBORO sekaligus memperkenalkan atmosfer horor yang menjadi bagian penting dari film ini. Kami berharap rasa penasaran yang muncul akan memotivasi penonton ingin melihat dan menemukan sendiri cerita lengkapnya di bioskop." ucap Elsaputra D Justia.

Kehadiran jajaran pemain dengan karakter yang beragam turut menjadi bagian penting dalam membangun cerita FILM LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO. Melalui official trailer, penonton mulai dapat melihat dinamika antar karakter sekaligus atmosfer yang perlahan membawa mereka menuju sebuah misteri. Temukan misterinya pada 22 Oktober 2026.

​Ikuti informasi terbaru serta berbagai kejutan lainnya melalui akun media sosial resmi @filmlingsirwengi, dan bersiaplah menyaksikan kisah yang masih menyimpan banyak rahasia hingga hari penayangannya di seluruh bioskop Indonesia.

​Tentangan LAB PICTURES

LAB PICTURES adalah sebuah production house yang didirikan di Jakarta pada Oktober 2024 oleh Elsaputra Djaja Justia yang merupakan mantan dari Presiden Direktur dari TV O Channel (now Moji TV (di tahun 2005–2013).

​Kami juga bekerjasama dengan tim yang berpengalaman bertahun-tahun dalam Project High Profile di Indonesia baik itu Film Bioskop, Music Video, Company Profile, TV Commercial, TV Program dan Web Series. Project pertama dari Lab Pictures adalah film bioskop "LINGSIR WENGI MOTEL MALIOBORO".

​Sinopsis

​Putik memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasatmata. Bersama Ryan, Aro, Anggie, dan Dita, ia menggunakan kemampuannya untuk membangun kanal horor DuniaHorror62. Namun di balik popularitas mereka, Putik mulai merasa lelah karena sosok-sosok yang pernah ditemuinya terus mengikuti dan mengganggu mehidupannya.

​Tapi Ryan, pemimpin yang terobsesi atas kompetisi dan jiwa petualang yang luar biasa, demi mendapatkan popularitas yang lebih besar, maka mereka mendatangi sebuah motel tua di Malioboro yang menyimpan kamar terlarang. Konon, kamar tersebut telah ditutup sejak kematian misterius seorang perempuan beberapa tahun lalu. Meski sudah diperingatkan, mereka tetap masuk dan menemukan sebuah tape recorder berisi rekaman lagu Lingsir Wengi.

​Sejak lagu itu diputar, teror mulai mengikuti mereka. Suara nyanyian muncul dari tempat yang tak terduga, penglihatan mengerikan membawa Putik ke masa lalu motel, dan sebuah kekuatan penuh amarah perlahan menjadikan kemampuan Putik sebagai pintu masuk.

​Ketika teror semakin nyata mengungkap rahasia gelap dan konflik dalam persahabatan mereka, Putik menyadari bahwa sosok yang mereka bangunkan bukan sekadar ingin berkomunikasi. Ia datang membawa kemarahan yang menuntut untuk dilampiaskan. Kini, mereka harus menemukan cara menghentikannya sebelum malam berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

​Fact Sheet

  • Genre Film: HORROR, THRILER , ADVENTURES
  • Eksekutif Produser: Elsaputra D Justia, Richard Suwandi
  • Produser: Jason C, Adhe Dharmastriya
  • Sutradara: Adhe Dharmastriya
  • Penulis: Evelyn Afnilia
  • Penata Kamera: Reynaldo Hasan
  • Penyunting Gambar: Dani Ramadhan
  • Penata Musik: Ganden Bramanto
  • Art: Samuel Eza
  • Produksi: LAB PICTURES

​Pemain

  • Ochi Rosdiana sebagai Putik
  • Jeff Smith sebagai Ryan
  • Alif Rivelino sebagai Aro
  • ⁠Yessica Tamara sebagai Anggie
  • ⁠Chelcy Clarissa sebagai Dita
  • Vinessa Inez sebagai Kinanti
  • Zahra Macapagal
  • Wina Marino
  • Shafa Afisah sebagai Kalila
  • Elma Lita

Rabu, 09 September 2026

Perankan Seorang Ibu Bisu di Film Horor Internasional, Aghniny Haque Akui Karakter Melor dalam Film Khadam Jadi Peran Paling Menantang

Jakarta, 9 September 2026 – Aktris serbabisa Aghniny Haque resmi mencatatkan debut internasionalnya lewat film horor teranyar, Khadam. Terlibat dalam produksi berskala regional, Aghniny mengakui bahwa proyek perdananya di kancah mancanegara ini menyuguhkan ujian akting paling berat dan menantang sepanjang kariernya.

Khadam merupakan karya kolaborasi lintas negara yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions asal Malaysia, bekerja sama dengan dua rumah produksi kenamaan Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Sinergi dua negara serumpun ini memberi ruang baru bagi Aghniny untuk memperluas jangkauan seni perannya di industri perfilman internasional.

​Terkait pengalaman barunya tersebut, Aghniny membagikan kesan mendalam selama berada di lokasi syuting. "Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat," ungkap Aghniny.

Kuasai Bahasa Isyarat dari Nol Demi Sosok Melor

​Tantangan terbesar Aghniny di film ini berpusat pada karakternya, Melor—seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Tanpa bantuan dialog lisan, ia dituntut mengandalkan kekuatan ekspresi mikro wajah, gerak tubuh, dan penguasaan bahasa isyarat untuk mentransmisikan rasa takut, duka, hingga tekad melindungi anak-anaknya dari jeratan teror gaib.

​Tingkat kerumitan semakin tinggi karena Khadam berlatar era 1950-an. Hal ini mengharuskan Aghniny mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan saat ini, langsung dari titik nol.

​"Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal," tegasnya.

​Terlihat dalam official poster dari Khadam, film ini membawakan horor yang berbeda dengan film-film lainnya. Akar yang tumbuh mengelilingi kepala dari Melor dengan keluarga dan rumahnya yang terlihat di dalamnya menunjukkan beban psikologis yang dihadapi karakter ini dalam cerita Khadam.

​Selain kepiawaian Aghniny Haque sebagai pemeran utama, Khadam turut diperkuat oleh deretan bintang ternama Malaysia, antara lain Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris senior June Lojong.

​Penampilan emosional tanpa kata dari Aghniny Haque dalam film Khadam dapat disaksikan serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026.

​Ikuti informasi terbaru dan cuplikan resmi yang dapat diakses melalui akun media sosial @khadamthemovie dan @cbipictures.

About Red Communications

Founded in 1999, Red Communications is an award-winning Malaysian production house with a strong legacy in film, television and digital content. Renowned for shaping youth-driven and culturally resonant stories, Red has produced some of Malaysia's most iconic feature films including Gol & Gincu (2005), its sequel Gol & Gincu Vol. 2 (2018), Kami the Movie (2008), Istanbul Aku Datang! (2012), Sabalik Baju (2021) and Songlap (2011), each celebrated for redefining contemporary Malaysian cinema and connecting with new generations of audiences. Beyond film, Red has built an acclaimed portfolio across television and branded content with hits like Oh My English! (International Digital Emmy® nominee), Club Mickey Mouse (Best Kids Show, Asian Academy Creative Awards 2018–2020) and From Saga With Love (Best Comedy Series, Asia Academy Creative Awards 2024). Red's work has also been recognised on global stages, with Operation Sumatran Rhino screening at the New York Wildlife Conservation Film Festival and long-running TV Series 3R (Respect, Relax, Respond) winning Best Infotainment Award at the 2002 Asia Television Awards. With over two decades of storytelling excellence, Red Communications continues to push creative boundaries in cinema and beyond, collaborating with international partners while championing authentic Malaysian voices on the global stage.

About Komet Productions

Helmed by experienced Southeast Asian ("SEA") content and media professional Ahmad Izham Omar, Komet is the brand name that binds the different Komet companies together in its sole vision of producing, distributing and investing into new and progressive SEA creative content.

Always on the lookout for "something new and exciting", Komet begun operations in July 2023 with a bang, securing investment into the hottest creative content IPs in the SEA region including becoming one of the Executive Producers of the landmark film Siksa Kubur directed by SEA's premier director Joko Anwar, the mega-successful Blood Brothers Bara Naga from Malaysia's blockbuster producer Skop Productions and premier SEA animated movie Ejen Ali The Movie 2 from Wau Animation which was a hit in Southeast Asia. With a high-quality curation of an ever-growing number of film slates, Komet has now turbocharged its journey into becoming a premiere producer, distributor and investor of brave and new creative content from young and emerging creative voices from SEA for global consumption.

About MAGMA Entertainment

Magala Media Arthamakur, atau yang lebih dikenal dengan MAGMA Entertainment adalah kelanjutan dari Garuda Film, PH Indonesia di bawah kepemimpinan Hendrick Gozali yang sejak era 80an telah menghasilkan banyak tonggak sejarah film Indonesia, serta memenangkan lebih dari 25 Piala Citra selaku supremasi tertinggi dalam Festival Film Indonesia. Kini, di bawah arahan Linda Gozali dan Charles Gozali, MAGMA Entertainment tetap memegang visi-misi dan signatur. MAGMA Entertainment terus memproduksi film-film yang mentransformasi audiensnya lewat nilai baik serta penuh hati. Beberapa

​​About VMS Studios

Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.

​Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.

​Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.

About CBI Pictures

CBI Pictures adalah perusahaan distribusi dan hiburan film di Indonesia yang menghadirkan beragam film internasional dan film konser musik kepada penonton Indonesia. Melalui distribusi teatrikal, pemasaran, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri, CBI Pictures berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman sinema yang beragam, berkualitas, dan bagi penonton di Indonesia.

​CBI Pictures bekerja sama dengan produser, studio, pemegang hak, sineas, jaringan bioskop, serta berbagai mitra industri untuk memperluas jangkauan film dan mempertemukan karya-karya pilihan dengan audiens Indonesia.

Trailer dan Poster Resmi Film Laut Bercerita Rilis! Menghidupkan Kisah Perjuangan, Persahabatan, Cinta, dan Kehilangan di Layar Lebar

Film Laut Bercerita tayang mulai 29 Oktober di bioskop Indonesia

Jakarta, 9 September 2026 — Pal8 Pictures meluncurkan trailer dan poster resmi film Laut Bercerita garapan sutradara Yosep Anggi Noen, adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori. Melalui trailer ini, terlihat Laut Bercerita menceritakan bagaimana ia resah dan bergabung dengan sekelompok dengan cita-cita besar membuat Indonesia yang demokratis.

​Biru Laut, yang diperankan Reza Rahadian, bersama teman-temannya bergabung dengan kelompok mahasiswa Winatra dan menggalang pergerakan di saat tiga aktivis lain diadili karena membaca dan mengedarkan buku terlarang. Selanjutnya Biru Laut dan Winatra semakin aktif mendampingi persoalan-persoalan petani.

​Namun, di suatu malam, Biru Laut, bersama beberapa tokoh Winatra, tiba-tiba menghilang satu per satu. Mereka tak bisa ditemukan. Seluruh keluarga, kawan, kekasih mencoba mencari jejak mereka. Asmara Jati, adik Biru Laut, diperankan Yunita Siregar, menjadi simbol yang merawat harapan dan kekuatan. Ia terus mencari jawaban di mana keberadaan sang kakak.

​Poster resmi Film Laut Bercerita melengkapi narasi film ini yang membawa napas tentang merawat ingatan bahwa di balik setiap nama, ada keluarga yang masih meununggunya pulang.

​“Di film ini saya mencoba menunjukkan hal-hal yang memang menusuk, menginspirasi, rasa hangat, dan yang membuat orang jadi memaknai kembali kehidupan persahabatan dan keluarga,” demikian sutradara Yosep Anggi Noen.

​“Bagi para sahabat dan keluarga yang kehilangan seseorang di film ini, mereka merasakan kesedihan namun juga dengan setia menunggu dan mencari. Karena menunggu dan mencari, dalam beberapa hal, adalah bagian dari perlawanan,” ujar sutradara Yosep Anggi Noen.

​Reza Rahadian, yang sebelumnya juga memerankan Biru Laut di versi film pendek, mengungkapkan bahwa film panjang Laut Bercerita membawa dimensi yang lebih kompleks, namun disampaikan tetap dengan naratif yang puitik.

​"Kita hidup dari zaman ke zaman, akan selalu punya harapan. Selalu ada anak muda yang akan membuat gebrakan, dan berpengaruh terhadap perjalanan bangsa ini. Hari ini, kita punya banyak Biru Laut dan semangat Winatra di luar sana yang peduli untuk membuat perubahan," ujar Reza Rahadian.

Yunita Siregar, yang memerankan Asmara Jati, mengungkapkan proses yang cukup berat untuk film Laut Bercerita. Selama proses membaca naskah, Yunita kerap menangis mengetahui kisah yang dilalui keluarga Asmara Jati, yang kehilangan anggota keluarganya, dan harus menunggu kapan ia akan pulang.

​"Berduka bukan berarti melupakan tapi mencintai dengan cara yang lain. Asmara Jati, keluarganya, sahabat-sahabatnya, mencintai Biru Laut dengan ketidakhadirannya tapi tetap selalu dikenang. Asmara adalah sosok yang tenang dalam menghadapi segala gemuruh kehidupan, dan dia yang tetap menjaga harapan tetap menyala," ujar Yunita Siregar.

Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Sebelumnya, juga telah diumumkan film ini terpilih ikut dalam kompetisi utama (Main Competition) di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 yang berlangsung pada 6–15 Oktober, dan akan menjadi momen untuk penayangan perdana (World Premiere).

​"Harapannya film Laut Bercerita bisa menjadi jendela bagi kita untuk melihat sejarah Indonesia sekaligus inspirasi untuk anak-anak muda zaman sekarang. Semoga mereka berani bercita-cita untuk Indonesia yang lebih baik," ujar Leila S. Chudori, yang menulis skenario bersama Anggi Noen.

Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila Chudori. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.

​Produser film ini adalah Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori. Film ini diproduksi oleh Pal 8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.

​Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.

TENTANG FILM LAUT BERCERITA

  • Genre: Drama, untuk penonton 17 tahun ke atas
  • Durasi: 135 menit
  • Tayang di Bioskop: 29 Oktober 2026
  • Tayang Perdana (World Premiere): Busan International Film Festival (BIFF) 2026
  • Produksi: Pal8 Pictures bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film dan Brandlink.
  • Diangkat dari novel: Laut Bercerita karya Leila S. Chudori
  • Sutradara: Yosep Anggi Noen
  • Penulis Skenario: Leila S. Chudori dan Yosep Anggi Noen
  • Produser: Gita Fara, Budi Setyarso, Leila S. Chudori
  • Produser Eksekutif: Arif Zulkifli, FX Iwan, Tony Ramesh, Rob O'Hare, Febrian Marcel, Djulianta, Reza Rahadian dan Arya Ibrahim

SINOPSIS

​Laut Bercerita adalah film yang mengisahkan rasa kehilangan, daya tahan, sekaligus harapan.

​Yogyakarta, akhir 1990-an. Suasana kampus di Yogyakarta diliputi ketegangan setelah penangkapan tiga mahasiswa yang menyebarkan buku terlarang. Biru Laut, mahasiswa yang gemar membaca dan menulis, memutuskan bergabung dengan kelompok studi Winatra. Bersama Daniel, Alex, Sunu, dan sahabat-sahabatnya, Laut menyadari bahwa memperjuangkan kebebasan berekspresi bukanlah perkara mudah.

​Namun mereka terus bergerak hingga suatu malam Laut dan sejumlah kawannya menghilang tanpa kabar. Bapak, Ibu, adiknya Asmara Jati, serta sahabat-sahabat Laut kemudian menjalani pencarian panjang untuk menemukan jawaban tentang mereka yang hilang.

TENTANG PAL 8 PICTURES

​PT Layar Terkembang Senantiasa, dikenal sebagai Pal 8 Pictures, adalah rumah produksi film di bawah naungan Tempo Media Group. Berangkat dari tradisi Tempo dalam menghadirkan jurnalisme yang kritis dan mendalam, Pal8 Pictures berkomitmen mengembangkan film-film dengan cerita yang kuat dan relevan dengan persoalan masyarakat Indonesia, khususnya yang bersinggungan dengan isu sosial, sejarah, politik, dan budaya. Melalui medium sinema, Pal 8 Pictures ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya memiliki nilai artistik dan menghibur, tetapi juga membuka ruang percakapan dan memberi dampak bagi masyarakat.

​Laut Bercerita, adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang disutradarai Yosep Anggi Noen, merupakan film panjang perdana Pal 8 Pictures.

AKUN MEDIA SOSIAL

  • Instagram: @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8pictures
  • Facebook: Film Laut Bercerita
  • Threads: @filmlautbercerita
  • Hashtag: #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN: Rayakan Setiap Langkah Menuju Rumah Impian dalam Satu Festival

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan sejak 2023, Harpropnas Fest 2026 menghadirkan pilihan properti, solusi pembiayaan, konsultasi KPR, hingga berbagai aktivitas untuk dinikmati bersama keluarga pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka.

Foto: Suasana Exhibition Area Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Jakarta, 9 September 2026 – Rumah123 resmi membuka Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN, yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya sejak pertama kali hadir pada 2023, festival ini mengusung tema "Rayakan Langkahmu Menuju Rumah Impian" yang menjadi bagian dari komitmen Rumah123 untuk menghadirkan pengalaman online ke offline yang lebih dekat dan menyeluruh bagi masyarakat dalam perjalanan menuju kepemilikan rumah.

​Perjalanan menuju rumah impian sendiri terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Sepanjang semester pertama 2026, Rumah123 mencatat lebih dari 25 juta sesi kunjungan dari pencari properti yang datang untuk mengeksplorasi pilihan hunian dan mencari informasi terkait langkah mereka berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi dan akses yang lebih mudah dalam perjalanan mencari rumah tetap besar.

Foto: Darius Cheung, CEO 99 Group saat memberikan Opening Remarks dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Darius Cheung, CEO 99 Group, mengatakan, "Memiliki rumah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup, dan perjalanan menuju ke sana tidak selalu mudah maupun linear. Karena itu, kami ingin Rumah123 hadir lebih dari sekadar tempat untuk mencari properti. Kami ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan mereka, mulai dari menemukan pilihan, memahami kemampuan finansial, hingga mengakses solusi pembiayaan yang dapat membantu mereka melangkah lebih dekat menuju kepemilikan rumah. Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN, merupakan salah satu wujud bagaimana kami membawa perjalanan tersebut dari online ke offline, sehingga masyarakat dapat mengeksplorasi, bertanya, berkonsultasi, dan menemukan langkah yang paling relevan bagi mereka."

Foto: Bharat Buxani, CMO 99 Group saat sesi Press Conference Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Bharat Buxani, CMO 99 Group menambahkan, "Mimpi memiliki rumah tetap menjadi sesuatu yang penting bagi banyak orang. Namun, setiap orang memiliki titik awal dan perjalanan yang berbeda. Ada yang baru mulai mencari, ada yang sedang menghitung kemampuan, dan ada pula yang membutuhkan solusi untuk KPR yang sudah berjalan. Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang membuat perjalanan itu terasa lebih mudah, lebih dekat, dan lebih menyenangkan. Karena setiap langkah menuju rumah impian, sekecil apapun, layak untuk dirayakan."

​Selama enam hari, pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 30 proyek properti, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruko dengan rentang harga mulai Rp450 Jutaan hingga Rp9 Miliar meliputi Grand Wisata, Kota Deltamas, EleVee Residences, Harvest City, Metland Transyogi, Synthesis Development, Sequoia Hills, Metland Menteng, PIK2, Podomoro Golf View, Cimanggis Golf Estate, Kota Wisata Ecovia, Gardens at Candi Sawangan, Heartful-Town Taman Mini, Wisteria, Bukit Podomoro Jakarta, Lynn Parc & Landmark Residence, Raja Villa Property, TRINITILAND PROJECT, Progress Group, dan Damai Putra Group.

​Berbagai penawaran juga tersedia sesuai syarat dan ketentuan, mulai dari cashback hingga Rp25 juta; masing-masing satu unit BYD Atto 1, Geely EX2 Pro, dan AION UT STD; logam mulia hingga 1 kilogram; Samsung Galaxy Z Fold 8; voucher traveling hingga Rp20 juta; hingga program PPN DTP serta pembebasan biaya AJB, BPHTB, SHM, dan biaya lainnya dari developer yang berpartisipasi.

​Melalui program "Cicilan KPR Turun Rp15 Juta dalam 15 Menit", pemilik KPR yang telah atau akan memasuki periode suku bunga floating dapat memperoleh konsultasi dan simulasi awal berdasarkan kondisi pembiayaan mereka. Jika ingin melanjutkan proses, pengajuan tetap dilakukan melalui bank dan mengikuti analisis kredit serta kebijakan pembiayaan yang berlaku.

Foto: Thomas Wahyudi, SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. saat sesi Press Conference Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

​Sebagai Main Sponsor, balé by BTN turut menghadirkan solusi dan informasi pembiayaan untuk membantu masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah.

Thomas Wahyudi, SEVP Digital Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., mengatakan, "Kepemilikan rumah merupakan komitmen finansial jangka panjang. Karena itu, masyarakat perlu memahami kemampuan membayar, pilihan tenor, struktur suku bunga, serta biaya yang menyertai pembiayaan. Melalui superapps balé by BTN, kami ingin membantu masyarakat memperoleh informasi dan solusi pembiayaan yang lebih mudah dipahami agar setiap keputusan dapat diambil dengan lebih terencana."

​Selama festival berlangsung, balé by BTN juga menghadirkan berbagai benefit sesuai syarat dan ketentuan, termasuk bebas biaya administrasi dan provisi untuk program yang memenuhi ketentuan; voucher Yoshinoya senilai Rp50.000 bagi pengunjung yang membuka akun balé by BTN dan melengkapi data melalui microsite Rumah123; serta dua Annual Pass Dufan bagi konsumen dari leads event yang melanjutkan hingga akad KPR. Seluruh program mengikuti periode, kuota, dan ketentuan yang berlaku.

Foto: Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia saat memberikan arahan dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

​Dalam kesempatan pembukaan, Ronny Ariuly Hutahayan, Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, turut menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian. "Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat mempersiapkan langkah menuju kepemilikan rumah," ujarnya.

​Selain menghadirkan pilihan properti dan solusi pembiayaan, Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN juga menyuguhkan rangkaian aktivitas publik, mulai dari talkshow NGOPI on Ground, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, aktivitas anak, mat pilates, comedy show, hingga special performance HiVi! di penghujung festival. Pengunjung juga dapat mengikuti lelang home appliances setiap hari pukul 19.00 WIB dengan harga mulai Rp10.000.

Foto: Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia saat memberikan arahan dalam Opening Ceremony Rumah123 Harpropnas Fest 2026 - Sponsored by balé by BTN
Sumber: Internal Rumah123 (2026)

Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang juga turut menyampaikan, "Ekonomi kreatif tumbuh dari talenta, gagasan, dan ekosistem yang memungkinkan masyarakat untuk berkarya secara berkelanjutan. Hunian yang layak dan lingkungan hidup yang mendukung menjadi salah satu fondasi penting agar para pelaku ekonomi kreatif dapat membangun kehidupan sekaligus mengembangkan potensinya."

​Rangkaian kegiatan ini dirancang agar masyarakat dapat mencari informasi, berkonsultasi, dan menikmati waktu bersama keluarga dalam suasana yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

​Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN didukung oleh balé by BTN sebagai Main Sponsor; Didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Ichinogami, Oni Ola, Lifetime Design, Lalamove, Klik'nClean, dan ruparupa sebagai Brand Partners; MITO, Vicenza, dan Mecoo sebagai Auction Partners; KBL Performing Arts, Purwacaraka Music School, Rockstar Academy, dan Celebrity Fitness sebagai Supporting Partners; serta Naturlife, Azarine Cosmetics, dan Insta Beauty Clinic sebagai Wellness Partners.

​Diselenggarakan selama enam hari, Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN menargetkan kehadiran lebih dari 10.000 pengunjung. Festival ini terbuka untuk masyarakat pada 8-13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Informasi jadwal, pendaftaran aktivitas, serta syarat dan ketentuan program dapat diakses melalui kanal Instagram Rumah123 di www.instagram.com/rumah123com.

Tentang Rumah123

Rumah123 merupakan marketplace properti nomor satu di Indonesia yang menjadi bagian dari induk perusahaan 99 Group yang juga menaungi 99.co dan Singapore Real Estate Exchange (SRX). Sejak didirikan pada tahun 2007, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat Indonesia menemukan properti impiannya dengan mudah, dan memberikan solusi terbaik bagi pelaku bisnis properti, mulai dari investor, agen dan developer properti. Saat ini, Rumah123 dengan lebih dari 2 juta iklan properti, dan didukung puluhan ribu agen properti, developer, serta berbagai institusi keuangan dan perbankan melayani jutaan pencari properti setiap bulannya. Rumah123 juga menjadi satu tempat untuk semua urusan terkait Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mulai dari simulasi KPR, cek kemampuan cicilan KPR, membantu proses pengajuan KPR ke berbagai bank pilihan pindah KPR, dan pindah KPR.

Tentang Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN

Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé by BTN adalah sebuah perayaan bagi siapa saja yang sedang memperjuangkan dan melangkah menuju rumah impiannya. Mendampingi konsumen mengenali dan menemukan hunian impian, mengukur kesiapan finansial, hingga memberikan solusi Take Over KPR yang floating.

Selasa, 08 September 2026

Empat Musim Pertiwi Membawa Cinematic Experience yang Belum Pernah Tersaji di Layar Sinema Indonesia dari Sutradara Gadis Kretek Kamila Andini, Trailer & Poster Ungkap Visual yang Menawan

Empat Musim Pertiwi tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 8 September 2026 — Forka Films merilis trailer dan poster film Empat Musim Pertiwi, yang menjadi karya terbaru dari sutradara Gadis Kretek Kamila Andini. Melalui trailernya, Empat Musim Pertiwi menunjukkan skala produksi terbesar Forka Films, dengan penjelajahan artistik yang eksploratif, yang akan menawarkan cinematic experience yang hanya dapat dinikmati di layar bioskop.

​Mengikuti perjalanan Pertiwi (Putri Marino), yang pulang ke tanah kelahirannya, setelah puluhan tahun pergi. Pertiwi bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya, baik yang memberinya musim baik hingga mereka yang menjadi musim terburuk dalam hidupnya.

Sementara itu, poster Empat Musim Pertiwi menampilkan sosok Pertiwi sebagai perempuan yang tampak telah melalui berbagai fase kehidupannya dan siap menghadapi berbagai peristiwa.

Empat Musim Pertiwi, yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java akan tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September ini. TIFF juga menandai kembalinya Kamila ke festival tersebut, setelah bersama film Yuni (2021) yang memenangkan Platform Prize.

​Dalam waktu yang bersamaan dengan rilisnya di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Di BIFF, Empat Musim Pertiwi akan tayang dalam program A Window On Asian Cinema, sebuah program yang mempresentasikan karya-karya yang akan menjadi zeitgeist dari para sineas Asia yang telah menepakkan jejaknya di peta sinema internasional serta para sineas Asia pendatang baru.

​"Senang rasanya film Empat Musim Pertiwi dapat tayang di bioskop Indonesia dalam waktu yang berdekatan ketika filmnya World Premiere di Toronto dan dalam waktu yang bersamaan dengan tayangnya di Busan. Kami berharap penonton dapat merasakan bersama perjalanan pulang Pertiwi dalam menemui musim-musim dalam hidupnya, lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila Andini, yang juga didukung oleh jajaran kru yang telah bekerja sama sejak Gadis Kretek," ujar produser Ifa Isfansyah.

​"Syutingnya dilakukan pada tahun 2025, dan ini menjadi skala produksi terbesar Forka Films. Kami syuting hampir sepenuhnya di Bromo, dengan berbagai titik yang kami gunakan mulai dari area permukiman, area persawahan, dan tentunya titik berpasir. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tentu membutuhkan logistik yang besar. Belum lagi, secara post-production, kami juga memasukkan banyak detail yang membuat desain produksinya besar," tambah Ifa.

​Bagi Kamila, membuat film selalu menjadi ruang pembelajaran baru baginya untuk memahami dunia sekitar bekerja. Di film Empat Musim Pertiwi, ia juga berupaya untuk menyuarakan apa yang tengah menjadi keresahannya, melalui balutan cross-genre yang menjadi alat untuk menyampaikan pesan. Di film ini, salah satu yang baru baginya adalah sci-fi.

​"Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikan apa yang menjadi perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya," ujar sutradara Kamila Andini.

​Ide pembuatan Empat Musim Pertiwi sudah ada sejak 2017, jauh sebelum Gadis Kretek dan Before, Now & Then. Putri Marino, sejak awal juga sudah diplot untuk menjadi Pertiwi. Saat itu, pendekatan awal terjadi pada saat Ifa mengerjakan film Losmen Bu Broto. Film ini sekaligus menandai reuninya tim Gadis Kretek antara Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, serta Arya Saloka.

​Selain Putri dan Arya, film ini dibintangi oleh Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti. Dwika merupakan aktor dengan vitiligo, dan Hanna merupakan aktor tuli. Keterlibatan keduanya juga menjadi representasi keberagaman di film ini.

​Bagi Putri, untuk memerankan karakter Pertiwi cukup berat dan menguras energi. Putri pun kemudian mendapat bantuan dari Kamila untuk mendiskusikan tentang desain karakternya, salah satunya saat ia diberikan novel karya perempuan penulis Mesir, Nawal el-Saadawi.

​"Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin. Salah satu yang juga sebenarnya membantuku untuk mengembangkan karakter Pertiwi adalah saat aku diberi bahan bacaan buku Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi, dan aku akhirnya bisa memahami apa yang dilalui Pertiwi," ujar Putri Marino.

​Menjadi proyek terbesar Forka Films, Empat Musim Pertiwi menjadi ko-produksi enam negara, Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga turut didukung dan kolaborasi bersama dengan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Flm ini juga turut disponsori oleh Oriflame.

Empat Musim Pertiwi juga resmi mendapatkan representasi internasional dari Goodfellas, salah satu international sales agent asal Prancis yang dikenal melalui katalog film-film auteur dengan perjalanan kuat di festival film dunia.

​Keputusan Goodfellas untuk menangani Empat Musim Pertiwi menjadi bagian penting dari perjalanan film ini. Bagi Forka Films, partnership tersebut bukan sekadar langkah distribusi internasional, tetapi juga sebuah bentuk kepercayaan terhadap kualitas artistik, skala produksi, dan potensi internasional film Indonesia.

​Goodfellas selama ini dikenal bekerja bersama filmmaker dengan visi artistik yang kuat dan menangani film-film yang memiliki perjalanan penting di festival internasional, termasuk karya-karya yang mendapat pengakuan di Cannes Film Festival dan Academy Awards.

Empat Musim Pertiwi kini berada dalam katalog internasional yang sama dengan berbagai film auteur dari berbagai belahan dunia. Beberapa film yang sebelumnya ditangani oleh Goodfellas di antaranya adalah Pemenang Piala Oscar Pan's Labyrinth (2006) karya Guillermo del Toro dan The Artist (2011) karya Michel Hazanavicius, dan film peraih Palme d'Or di Cannes Film Festival seperti Shoplifter (2018) karya Koreeda Hirokazu, Titane karya Julia Ducournau (2021) dan Fjord karya Cristian Mungiu (2026).

​Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

Tentang FORKA FILMS

​Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai festival film internasional.

​Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

  • ​Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
  • ​Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
  • ​The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
  • ​Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzonti 2018)
  • ​Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Platform Prize di Toronto 2021)
  • ​Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
  • ​Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)

​Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @forkafilms

YouTube : @forkafilms

Senin, 07 September 2026

Menuju Layar Lebar, Istimewa Kembali Mengajak Penonton Melihat Manusia Lebih Utuh

Gala Premiere di Jakarta Jadi Momentum "Istimewa" Membawa Pesan tentang Keluarga, Penerimaan, dan Ruang untuk Menjadi Diri Sendiri

Jakarta, 7 September 2026 – Menjelang penayangannya di seluruh bioskop Indonesia pada 17 September 2026, film Istimewa menggelar gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (7/9). Momen ini menjadi kesempatan bagi para pemain dan filmmakers untuk memperkenalkan lebih dekat kisah keluarga yang menempatkan anak-anak dengan disabilitas sebagai pusat perjalanan cerita.

​Gala premiere menjadi kesempatan bagi Istimewa untuk kembali bertemu dengan penonton setelah sebelumnya menyapa masyarakat melalui rangkaian cinema visit di berbagai kota. Kali ini, para pemain hadir bersama untuk menyaksikan kisah Rumah Istimewa di layar lebar sekaligus berbagi perjalanan dan pesan yang mereka bawa melalui film tersebut.

​Bagi sutradara Ruben Adrian, salah satu hal terpenting sejak awal adalah memastikan para karakter di Istimewa hadir sebagai individu yang utuh, bukan hanya dikenal melalui kondisi yang mereka miliki.

​"Kami tidak ingin membuat karakter yang hanya menjelaskan kondisinya. Kami ingin mereka hadir sebagai manusia yang punya keinginan, pilihan, humor, mimpi, dan perjalanan sendiri," ujar Ruben Adrian.

​Menurut Ruben, proses tersebut tidak hanya diterapkan dalam cerita, tetapi juga selama produksi dengan memberikan ruang kepada para pemain untuk membawa karakter mereka dengan cara masing-masing.

​Gala premiere juga menjadi momen bagi para pemain Istimewa untuk kembali menyuarakan bagaimana mereka memaknai penerimaan. Niatus Sholihah, pemeran Nita, melihat penerimaan bukan sebagai perlakuan berbeda karena kondisi seseorang, tetapi kesempatan untuk dipercaya dan menunjukkan kemampuan.

​"Buat saya, diterima bukan berarti orang lain merasa kasihan atau memperlakukan kita secara berbeda. Diterima adalah ketika kita diberi kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, dipercaya untuk mengambil pilihan, dan tidak dinilai hanya dari kondisi yang kita miliki. Karena kami juga punya mimpi, kemampuan, perasaan, dan keinginan untuk menjalani hidup dengan cara kami sendiri," ujar Niatus.

​Bagi Abdullah Mansuri atau Ayah Mans, malam gala ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bersama teman-teman Istimewa yang akhirnya membawa cerita mereka ke layar lebar.

"Saya ingin mereka punya ruang untuk bercerita dengan cara mereka sendiri. Selama perjalanan bersama mereka, saya melihat begitu banyak cerita, mimpi, keberanian, dan kemampuan yang mungkin belum banyak orang lihat. Dari situlah saya merasa cerita ini harus dibawa lebih jauh, supaya lebih banyak orang bisa mengenal mereka bukan dari kondisinya, tapi dari siapa mereka sebenarnya," ujar Ayah Mans.

​Semangat tersebut menjadi dasar dari pesan yang ingin dibawa Istimewa. Film ini tidak ingin berhenti sebagai cerita tentang anak-anak dengan disabilitas, tetapi menjadi ajakan untuk melihat kembali bagaimana kita memandang, menerima, dan memberikan ruang kepada orang lain.

​Kata Istimewa pun tidak dimaksudkan untuk menggantikan istilah disabilitas. Dalam film ini, Istimewa hadir sebagai sebuah cara pandang, bahwa kondisi seseorang tidak pernah menjadi satu-satunya hal yang menjelaskan siapa dirinya.

​Melalui gala premiere ini, para pemain dan filmmaker berharap Istimewa dapat membuka percakapan yang lebih luas tentang penerimaan, kesempatan, serta cara kita memandang teman-teman dengan disabilitas sebagai manusia yang utuh. Sebab ketika seseorang diberikan ruang dan kepercayaan, kita dapat melihat lebih jauh dari sekadar kondisi yang melekat pada dirinya, ada pribadi, mimpi, kemampuan, pilihan, dan cerita yang juga membentuk siapa mereka.

​Aku Istimewa. Kamu juga istimewa. Kita semua istimewa dari awal.

​Film Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Tentang Film Istimewa

Istimewa merupakan drama keluarga yang mengikuti perjalanan anak-anak Rumah Istimewa dalam mencari sosok Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka pulang. Perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman tentang keluarga, persahabatan, keberanian, kehilangan, kasih sayang, dan penerimaan.

​Judul Film : Istimewa

Tanggal Tayang : 17 September 2026

Produksi : Kairos Pictures

Produser : Abdullah Mansuri

Sutradara : Ruben Adrian

Genre : Drama Keluarga

PEMERAN

  • ​Mathias Muchus
  • ​Yanni Melwani
  • ​Mustofa
  • ​Niatus Sholihah
  • ​Zulfadli Aldiansyah
  • ​Rein
  • ​Bambang Ceper
  • ​Salsabila Bella
  • ​Ricky Komo
  • ​Fauzan Nasrul
  • ​Muhammad Fazzill Alditto
  • ​Agus Kuncoro
  • ​Ence Bagus

TENTANG KAIROS PICTURES

​Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspektif dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Minggu, 06 September 2026

Hari Terakhir ICX Jakarta 2026, Final Round IBC dan Coffee Rave Party Tutup Rangkaian dengan Meriah

Jakarta, 6 September 2026 — Memasuki hari ketiga penyelenggaraan Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026, aroma kopi semakin menyeruak memenuhi area Cendrawasih Hall, Jakarta International Convention Center (JICC). Semerbak aroma dari beragam biji kopi berpadu dengan riuh aktivitas pengunjung, pelaku industri, hingga para pegiat kopi yang memadati area pameran sejak pagi.

​Beragam aktivitas interaktif, edukasi, kompetisi, dan business networking turut mewarnai penyelenggaraan. Menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berbicara tentang secangkir kopi, tetapi juga tentang potensi bisnis, kreativitas, dan masa depan industri kopi Indonesia. Berbeda dari dua hari sebelumnya yang diisi kompetisi dan program edukasi, hari ini pengunjung disuguhkan klimaks dari seluruh rangkaian, mulai dari penentuan juara IBC Regional 1 Jakarta hingga penampilan musik yang mengguncang panggung IBC Stage sebagai penutup.

​Salah satu yang paling menyita perhatian di ICX Program Stage adalah sesi Brew Talks oleh Arutala Coffee bertajuk "From Roastery to Market: Building a Coffee Brand that Consumers Choose". Sembari menyeruput kopi yang baru saja diseduh di booth terdekat, pengunjung duduk berdesakan menyimak cerita bagaimana sebuah brand kopi dibangun dari biji yang baru dipetik hingga menjadi secangkir kopi yang dipercaya konsumen. Sesi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap cangkir yang dinikmati pengunjung sepanjang ICX Jakarta 2026, ada perjalanan panjang yang melibatkan petani, roaster, hingga brand yang berjuang membangun kepercayaan.

​Titik keramaian lain hari ini datang dari Lounge by Santino, yang kembali menghadirkan sesi Brew Bars Takeover sepanjang hari. Berbeda dari kompetisi, sesi ini menghadirkan barista-barista yang bergantian mengambil alih bar, meracik langsung di hadapan pengunjung sekaligus berbagi cerita di balik racikan andalan mereka. Pada hari terakhir ini, giliran Tim Santino, Gede Toni, Claudio Gomez, dan Adam Iqbal Alfie yang tampil, sebelum bar sempat diambil alih oleh I Putu Yoko Permana, yang juga tercatat sebagai salah satu finalis IBC Regional 1 Jakarta, dan ditutup kembali oleh Tim Santino hingga sore hari.

​Perhatian pengunjung di ICX 2026 terpusat pada babak puncak Final Round Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Setelah melewati Round 1 dan Round 2 yang diikuti 15 peserta dari 12 brand kopi tanah air, enam peserta dengan perolehan poin tertinggi berhasil melaju ke babak final untuk memperebutkan gelar juara.

​Keenam finalis tersebut adalah I Putu Yoko Permana dari Anomali Coffee, Michelle Chandra sebagai kompetitor independen, Diazka Setya Prakasa dari Toko Kopi Tuku, Aga Muhammad dari Ahead Coffee and Rostery, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, serta Abednego Ivan Laoh dari Makmur Jaya Coffee Roaster.

​Di hadapan para juri dan ratusan penonton, satu per satu finalis menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam meracik sajian kopi. Gerakan tangan yang terlatih, ketelitian dalam setiap tahapan, serta aroma seduhan yang memenuhi area kompetisi menciptakan atmosfer penuh ketegangan. Setiap racikan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara IBC Regional 1 Jakarta.

​Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, yang turut memantau jalannya babak final, mengatakan level persaingan di Final Round IBC Regional 1 Jakarta menunjukkan kematangan racikan dan presentasi yang berbeda dari babak-babak sebelumnya.

​"Enam finalis yang naik ke panggung hari ini sudah melalui seleksi yang ketat, dan yang kami lihat bukan cuma soal rasa, tapi bagaimana mereka bisa bercerita lewat kopi yang mereka sajikan. Ini yang membuat IBC tahun ini terasa lebih hidup," ujar Daryanto.

​Salah satu finalis, Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers, mengaku babak final terasa berbeda dari dua babak sebelumnya karena tekanan yang lebih terasa di atas panggung.

"Rasanya cukup tegang karena di penyisihan kemarin dan final hari ini adalah pengalaman pertama aku. Hari ini adrenalinnya lebih tinggi ya, mungkin karena ada excited yang berbeda dari sebelumnya. Di final ini, tema yang aku bawa itu transformasi dari diri aku dan juga dari kopinya," katanya usai tampil di panggung IBC Stage.

​Menjelang petang, agenda beralih ke panggung IBC Stage. Diawali dengan Lucky Spender Announcement Balé by BTN, program yang memberi kesempatan bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan Balé by BTN selama ICX Jakarta 2026 untuk membawa pulang hadiah satu unit mesin kopi hingga tabungan senilai Rp9.000.000.

​Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICX Jakarta 2026 selama tiga hari berhasil mempertemukan seluruh rantai ekosistem kopi Indonesia, mulai dari petani, roaster, barista, hingga masyarakat penikmat kopi.

​"Kami bersyukur ICX Jakarta 2026 bisa berjalan dengan baik dari hari pertama sampai hari penutupan ini. Semangat yang kami lihat dari para barista muda, brand-brand kopi lokal, hingga animo pengunjung menunjukkan bahwa industri kopi Indonesia terus bergerak maju. Ini modal besar untuk membawa ekosistem kopi tanah air semakin kuat ke depannya," ujar Daswar.

​Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengatakan ICX 2026 telah mempertemukan berbagai kekuatan dalam industri kopi, mulai dari pelaku usaha, brand, barista, roaster, komunitas, konsumen, hingga institusi dalam satu ekosistem.

​"ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi kita untuk membawa kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai," ungkap Nixon.

​Menurut dia, koneksi yang terbentuk selama rangkaian ICX perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru dan memperkuat pelaku usaha di industri kopi.

​"ICX 2026 menjadi starting point kolaborasi ekosistem kopi Indonesia. Pertemuan dan koneksi yang telah terbentuk ini perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru, memperkuat pelaku usaha, dan bersama-sama memajukan ekosistem kopi Indonesia," kata Nixon.

​Rangkaian hari terakhir ditutup dengan Coffee Rave Party, menghadirkan penampilan musik dari Moluccan Soul yang membawakan lagu-lagu khas timur dan disambut riuh oleh pengunjung yang ikut bernyanyi bersama, menandai berakhirnya Indonesia Coffee Expo 2026 di Jakarta.

​Dengan berakhirnya ICX Jakarta 2026, rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 pun tuntas digelar di tiga kota, yakni Surabaya, Medan, dan Jakarta sebagai penutup. Informasi mengenai rangkaian kegiatan ICX dapat diakses melalui kanal resmi Indonesia Coffee Expo pada indonesiacoffeeexpo.com dan akun Instagram @icx_expo.

Tentang Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (SCAI)

Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, yang juga dikenal sebagai AKSI-SCAI, adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada pengembangan komunitas kopi spesial di Indonesia. Didirikan pada tahun 2008, AKSI-SCAI mengumpulkan seluruh industri kopi mulai dari petani hingga pengusaha untuk bersama-sama menghadirkan yang terbaik dari kopi Indonesia ke dunia. Keunggulan dalam keragaman adalah visinya, yang membudayakan rasa bangga dan memiliki di antara berbagai wilayah di Indonesia di mana kopi ditanam. AKSI-SCAI juga merawat jaringan nasional para penggemar kopi berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, keragaman, dan pembelajaran kolektif. Semua program dirancang untuk mempromosikan pertumbuhan kopi spesial sebagai industri yang makmur, adil, dan berkelanjutan yang menguntungkan semua yang terlibat dalam prosesnya.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia. Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut di antaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional. Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit. Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference, dan lain-lain.

Sabtu, 05 September 2026

PROJEK-D Vol.5 Resmi Digelar! Hidupkan De Tjolomadoe dengan Perayaan Satu Hari Penuh

Karanganyar, 5 September 2026 - PROJEK-D Vol.5 resmi digelar hari ini Sabtu (5/9) di De Tjolomadoe, Karanganyar, membawa semangat ‘Sehidup Separty’ dalam perayaan musik dan hiburan yang berlangsung satu hari penuh. Dibuka sejak siang hari, PROJEK-D Vol.5 hadir dengan format yang memaksimalkan pengalaman penonton. Sebanyak 23 line up dari lintas genre tampil di empat panggung: Maduswara, Wirama, Sriwedari, dan Guyonlaaah, dirancang untuk menyajikan ragam jenis hiburan.

​Sejak siang hari suasana meriah sudah menyelimuti De Tjolomadoe. Penonton tampak memadati area pintu masuk sejak gerbang utama dibuka. Panggung Maduswara menjadi awal titik perayaan ‘Sehidup Separty’, dibuka dengan Hindia sebagai penampil pertama di PROJEK-D Vol.5 yang membawakan lagu “Evaluasi” dengan aransemen spesial, “Besok Mungkin Kita Sampai”, “semua lagu cinta terdengar sama”, “kids”, dan deretan hits lainnya. Ditutup dengan “everything u are”, Hindia sukses membangun atmosfer penonton dengan meriah.

​Membuka gelaran sejak siang hari rupanya menjadi pengalaman tersendiri bagi Hindia. Berbeda dari kebanyakan penampilannya, ia mengaku senang dapat kembali tampil di waktu siang sekaligus melihat keseruan penonton yang telah hadir sejak awal gelaran. “Senang banget bisa tampil siang hari karena sudah lama nggak perform siang-siang,” ujar Hindia.

Project Director PROJEK-D Vol.5, Rumpoko Hadi, menyampaikan “Dengan kehadiran empat panggung sekaligus, penonton memiliki kebebasan penuh untuk menentukan alur menyaksikan musisi favorit mereka dan menikmati beragam hiburan yang kami hadirkan. Penampilan pembuka yang luar biasa di panggung Maduswara menjadi awal yang baik untuk menandai perayaan satu hari penuh ini. Kami berharap seluruh penonton dapat menikmati kebebasan bereksplorasi di empat panggung yang kami sediakan.”

​Sebelum rangkaian panggung Wirama dimulai, Lealona x Many West terlebih dahulu hadir membuka kemeriahan sore di PROJEK-D Vol.5. Kolaborasi keduanya menghadirkan warna indie pop yang hangat, berpadu dengan suasana sore yang cerah di De Tjolomadoe. Selanjutnya, panggung Wirama menyambut keseruan itu dengan memulai rangkaian pertunjukannya melalui penampilan Barmy Blokes x CATZY, melanjutkan rangkaian pertunjukan dengan membawa karakter musik rock berenergi tinggi yang semakin membakar semangat penonton di area outdoor PROJEK-D Vol.5. Menutup rangkaian sore di panggung Wirama, Mess In Balance, band pemenang CEKSON PROJEK-D Vol.5, tampil membawa karya mereka ke hadapan para penonton, menjadi bagian dari perjalanan talenta baru di panggung PROJEK-D.

​Atmosfer festival tidak hanya terasa di dua panggung tersebut. Panggung Sriwedari dan Guyonlaaah juga menghadirkan pengalaman yang tak kalah menarik. The Jeblogs tampil enerjik dengan special showcase set “Sambutlah Di PROJEK-D” di area panggung indoor Sriwedari. Sementara panggung Guyonlaaah menghadirkan hiburan komedi dari Farid & Anggito yang mengundang tawa penonton di sela-sela rangkaian pertunjukan musik.

​Menuju malam hari, suasana bertambah meriah dari seluruh penjuru panggung. Panggung Guyonlaaah yang berkolaborasi dengan Stand Up Indo Solo masih terus dipenuhi canda tawa dari sajian komedi yang dihadirkan oleh Faiz dan Rizky. Selepas itu, Coki Anwar melanjutkan keseruan dengan gaya komedi khasnya, sekaligus menutup rangkaian di panggung Guyonlaaah. Kehadiran panggung ini memberikan warna tersendiri bagi PROJEK-D Vol.5, memperluas pengalaman festival tidak hanya melalui musik, tetapi juga lewat hiburan komedi.

FSTVLST hingga Mollucan Soul Tutup Kemeriahan Projek-D

Memasuki malam hari, kemeriahan panggung utama Maduswara menyajikan rangkaian pertunjukan yang penuh kejutan. Dimulai dengan Down For Life yang membakar semangat para penonton di malam hari dengan kolaborasi spesial dengan Ical 510 dan Cholil Efek Rumah, lewat aksi panggung mereka yang intens dan penuh energi. Kemudian, kehadiran spesial dari .Feast & Company membawa sejumlah lagu andalan seperti “Kelelawar”, “Komodifikasi”, dan “Tarian Penghancur Raya”. Penampilan mereka menjadi salah satu yang paling dinanti malam hari ini. Puncak rangkaian panggung Maduswara resmi ditutup oleh FSTVLST dengan membawakan salah satu karya andalan mereka “Rock Jelek”, salah satu hits di album terakhirnya, Paradoks Diametral.

​Dari Panggung Sriwedari, Nadhif Basalamah melantunkan nuansa mellow dengan lirik-lirik romantisnya di area De Tjolomadoe. Penampilannya kemudian dilanjutkan oleh Alkateri, band indie pop asal Bandung yang berhasil mengobati kerinduan para ‘Alkatalis’ yang hadir. Kemeriahan panggung Sriwedari semakin lengkap dengan kehadiran band legendaris, Rumahsakit. Membawakan sejumlah lagu ikonik seperti, “Panasea”, “Sandiwara Semu”, “Pop Kinetik” dan single barunya berjudul “Yang Tak Sama” berhasil membawa penonton bernostalgia bersama.

​Panggung Wirama juga terus meriah hingga malam hari. LIPS!! hadir menghentak panggung dengan energi khas mereka, dilanjutkan oleh Det-Plag Lust, grup musik kolektif asal Bogor. Poris, pelantun hits “Di Atas Atap” ini juga turut serta menambah euforia. Penampilan terakhir dari Mollucan Soul yang membawa nuansa musik Indonesia Timur berhasil mengajak seluruh penonton di area panggung Wirama berjoget bersama di malam hari. Penampilan tersebut menjadi penutup yang meriah sekaligus mengantarkan PROJEK-D Vol.5 pada penghujung perayaan ‘Sehidup Separty’ dengan energi yang tetap menyala hingga akhir.

Melihat ramainya penonton yang hadir memadati area De Tjolomadoe hingga akhir acara, Project Manager PROJEK-D Vol.5, Data Pratama mengungkapkan rasa terima kasih serta apresiasinya kepada penonton dan seluruh pihak yang terlibat.

​“Terima kasih kepada seluruh penonton dan pihak yang telah mendukung PROJEK-D Vol.5. Kami sangat mengapresiasi penonton yang hadir dan menikmati seluruh rangkaian acara dari siang hingga malam. Dan kepada seluruh musisi yang sudah memeriahkan hari ini dan juga seluruh sponsor, partner, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan hari ini.”

​Penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5 turut didukung oleh berbagai pihak yang menjadi bagian dari perjalanan festival tahun ini, Official Banking Partner, BRImo, dan Supported By Dengar Kota, Floridina, Mie Sedaap, dan Nescafé. Dukungan tersebut turut menjadi bagian dalam menghadirkan rangkaian musik dan hiburan PROJEK-D Vol.5 bagi para penonton di De Tjolomadoe.

​Rangkaian acara PROJEK-D Vol.5 resmi berakhir dengan tertib dan lancar. PROJEK-D Vol.5 menjadi ruang perayaan musik dan hiburan yang mempertemukan penonton dengan beragam musisi, komunitas, serta hiburan dalam semangat ‘Sehidup Separty’. Dengan empat panggung yang hadir sepanjang satu hari, PROJEK-D Vol.5 menghadirkan pengalaman yang beragam bagi para penonton di De Tjolomadoe. Keberhasilan gelaran edisi kelima ini menjadi penutup yang manis bagi perayaan satu hari penuh di De Tjolomadoe.

Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo telah menggelar lebih dari 1.000 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

​Dengan lebih dari 1.100 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C, konser musik dan festival, konferensi dan summit.

​Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 12 anak perusahaan yang bergerak pada bidang event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kedua belas anak perusahaan tersebut diantaranya PT Dyandra Communication, PT Kerabat Dyan Utama, PT Debindo Mitra Dyantama, PT Debindo Mitra Tama, PT Fasen Creative Quality, PT Dyan Kreasi Indonesia, PT Dyandra Global Edutainment, PT Mitra Global Animalia, PT Dyan Mas Entertainment, PT Mitra Natura Raya, PT Dyandra Mitra Indah, PT Mavic Dyandra Internasional.

JELANG TAYANG NASIONAL, URANG BUNIAN KIAN LAYAK DINANTIKAN PECINTA FILM HOROR INDONESIA

​Setelah memperoleh sambutan positif melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota, perhatian publik terhadap URANG BUNIAN terus me...