Jakarta, 6 Maret 2026 - Menjelang penayangannya di layar lebar pada momen Lebaran nanti, rumah produksi Mahakarya Pictures resmi merilis poster Nerotek terbaru dari film sci-fi anak-anak paling dinanti tahun ini, Pelangi di Mars. Poster ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai petualangan epik yang akan membawa penonton menjelajahi keindahan. sekaligus tantangan di Planet Merah pada 18 Maret 2026 mendatang
Perilisan poster ini sekaligus mempertegas konflik utama yang melibatkan Nerotek, sebuah perusahaan raksasa yang menguasai pasokan air bersih di Bumi. Nerotek memimpin ekspedisi besar ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, elemen langka yang mampu menjernihkan air. Namun, ketika Pratiwi (Lutesha), berhasil menemukan lokasi Zeolit Omega, Nerotek secara tiba-tiba membatalkan misi tersebut tanpa alasan yang jelas.
Pelangi dengan Petualangan Epik Menjelajahi Mars
Tak sendirian, Pratiwi memiliki putri yang ia beri nama Pelangi (Messi Gusti), yang akhirnya bertualang di Mars untuk menemukan Zeolit Omega. Pelangi Tak sendiri, ia didampingi oleh barisan sahabat robotnya yang setia: Batik (Bimo Kusumo), Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Immanuel), Kimchi (Vanya Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya).
Bersama-sama, mereka menjelajahi medan ekstrem Planet Merah demi menyelamatkan Bumi dari Nerotek dan mencari jalan pulang. Apakah tim Pelangi akan berhasil mengalahkan perusahaan raksasa ini? Apakah Pelangi akan menggapai mimpinya dan menyentuh tanah Bumi?
Visi Besar untuk Pemimpin Masa Depan
Bagi sutradara Upie Guava, karakter Pelangi bukan sekadar tokoh fiksi, melainkan simbol harapan bagi generasi muda Indonesia. "Melalui petualangan Pelangi, saya ingin anak-anak Indonesia percaya kalau mereka bisa menjadi pemimpin, seperti Pelangi yang memimpin misinya untuk mencari Zeolit Omega untuk menyelamatkan Bumi," ungkap Upie.
Pemeran Pelangi, Messi Gusti, pun turut membagikan antusiasmenya terhadap pesan moral yang dibawa oleh film ini. "Gak cuma teman-teman akan dibawa petualangan seru, tapi film Pelangi di Mars mengajarkan kita untuk terus bermimpi setinggi-tingginya, dan tidak pernah menyerah untuk menggapainya," ujar Messi Gusti dengan semangat.
Senada dengan visi tersebut, produser Dendi Reynando menyampaikan ambisi besarnya terhadap brand ini. "Harapannya Pelangi di Mars bisa menjadi Intellectual Property (IP) baru yang membanggakan untuk anak-anak Indonesia," tambah Dendi.
Jajaran Cast Bertabur Bintang
Film ini didukung oleh talenta-talenta terbaik tanah air, mulai dari Messi Gusti (Pelangi), Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata. Kehadiran pengisi suara karakter robot seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya semakin memberikan warna dan keceriaan pada petualangan ini.
Siapkan diri Anda untuk ikut mengangkasal Petualangan Pelangi di Mars akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan melihat detail poster terbaru, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
Para Perasuk tayang di bioskop mulai 23 April 2026
Jakarta, 6 Maret 2026 - Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, Para Perasuk kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.
Official trailer Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi 'Perasuk', orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.
Di trailer, juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.
"Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya," ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.
Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, Para Perasuk diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan.
Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar.
"Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa," kata Angga Yunanda.
Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Para Perasuk melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!
Sinopsis
Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.
Jakarta, 5 Maret 2026 - Penulis dan sutradara Joko Anwar mengajak enam ilustrator Indonesia berskala dunia untuk film terbarunya, Ghost in the Cell. Keenam ilustrator tersebut bertugas untuk membuat konsep seni "instalasi kengerian" ditampilkan dalam film horor komedi ini.
Keenam illustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, hafidzjudin, Dan Rudy AO. Mereka bertugas membuat konsep seni yang indah tapi mengerikan, yang jadi salah satu elemen utama cerita film Ghost in the Cell..
"Sejak awal saya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal. Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik. Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting agar ekosistem. kreatif kita terus tumbuh dan saling menguatkan," ujar ungkap penulis dan sutradara Joko Anwar.
"Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini.. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat.
Berikut adalah profil keenam ilustrator macabre concept artist di film Ghost in the Cell:
1. Anwita Citriya
Anwita Citriya merupakan ilustrator asal Bandung. Ia membuat komik sebagai hobi hingga akhirnya dilirik oleh penerbit Amerika Serikat pada tahun 2021. la dikenal karena kemampuannya membangkitkan reaksi emosional yang kuat melalui cerita dan karya seninya.
Anwita memulai debutnya sebagai seniman lewat CREEPSHOW pada tahun 2022, dan kemudian sebagai seniman-penulis (artist-writer) bersama BOOM! Studios pada tahun 2025. Sejak saat itu, ia telah bekerja sama dengan banyak penerbit ternama.
Ketertarikan Anwita pada genre horor psikologis membuat karya-karyanya juga mampu mengungkap ketakutan tersembunyi hingga kenangan yang dikubur dalam-dalam.
Anwita juga terlibat dalam perilisan komik Universal Monsters versi terbaru sebagai cover artist (Phantom of the Opera, Frankenstein, dan lainnya).
2. Benediktus Budi
Ilustrator digital asal Wonogiri, Jawa Tengah, ini banyak mengerjakan ilustrasi untuk merchandise (t-shirt, poster, dan cover album) dan kebanyakan artwork yang dikerjakan bertema gelap.
Benediktus pernah mengerjakan poster dan t-shirt untuk band Toxicholocaust untuk promosi tur Jepang 2024 dan poster Scare Tactics, sebuah prank show yang tayang di USA Network pada 2024.
3. Benny Bennos Kusnoto
Benny Kusnoto adalah seniman storyboard yang telah berkarier selama lebih dari 17 tahun. la pernah menjadi ghost layout artist untuk komik Justice League Dark #7, ilustrator komik strip (web) lepas untuk Namco Bandai, dan ilustrator lepas untuk Stone Blade Entertainment. Benny juga dikenal dengan karya-karyanya sebagai creature designer.
4. Coki Greenway
Ilustrator asal Jakarta yang sekarang menetap di Purwokerto, Jawa Tengah, Ratusan karyanya bersama musisi rock dan metal mancanegara meliputi AC/DC, Motley Crue, Judas Priest, Dragon Force dll. Ia juga menghasilkan karya special merchandise untuk MARVEL (Deadpool dan Venom).
Berkarier lebih dari 15 tahun di dunia ilustrasi seni gelap (dark art illustration), karya-karyanya sangat terinspirasi dari buku komik dan tentu saja film-film horor era klasik serta era Slasher.
5. Hafidzjudin
Ilustrator yang berfokus pada tema visual yang bernuansa gelap, seram, dan gore. Visual yang ditampilkan adalah detail yang intens, dan selalu menjaga kesan 'hand drawing' yang khas.
Beberapa grup musik ternama yang pernah bekerja sama dengannya di antaranya adalah Seringai, Dead Squad, Down For Life, dll.
6. Rudy AO
Selain menjadi macabre concept artist, di film Ghost in the Cell Rudy AO juga mengerjakan poster ilustrasinya. Rudy dikenal melalui potret ikon budaya populer yang sangat realistis (hyper-realistic).
Rudy AO berasal dari Bandung, terkenal sebagai artis sampul komik untuk komik DC dan juga untuk dua IP besar Red Sonja dan Vampirella. Ia memiliki spesialisasi dalam teknik pensil (penciling) dan pewarnaan (coloring), menggunakan akrilik dan alat digital untuk menciptakan ilustrasi berkualitas sinematik layaknya potongan adegan film.
Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.
Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures.
SINOPSIS
Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!
Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026
Jakarta, 4 Maret 2026 Dedikasi Luna Maya sebagai pemeran berbakat Tanah Air tak diragukan. Terbaru, Luna Maya harus berhadapan dengan arus deras yang membuatnya terseret hingga sempat tenggelam saat ia syuting film horor yang tayang Lebaran, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.
Luna melakukan adegan ia terseret arus deras di sebuah sungai. Untuk melakukan adegan itu, Luna juga harus menggunakan wig dan tata rias, serta kostum yang cukup berat. Dalam beradegan, Luna bahkan turun sendiri, tanpa menggunakan stunt double.
Dalam sebuah video di balik layar (behindthe scene) yang dirilis di kanal YouTube Soraya Intercine Films, terlihat arus sungai yang begitu deras. Belum lagi medan lokasi sungai yang dipenuhi bebatuan tajam.
Sebenarnya, tim produksi Soraya Intercine Films juga telah melakukan pengamanan sesuai standar dan ditangani oleh profesional. Tubuh Luna juga telah dilengkapi dengan berbagai pengaman agar ia tidak cedera. Tim stunt juga telah bersiap di titik-titik yang telah ditentukan.
Namun, suasana menegangkan saat Luna yang tengah mengambil adegan terseret arus sungai deras. Awalnya, Luna masih bisa mengimbangi derasnya arus. Situasi mulai semakin menegangkan dan membuat panik saat Luna tiba-tiba tenggelam cukup lama, sebelum akhirnya ia muncul kembali.
"Kena arus air di dalam, tergulung. Pas aku mau naik ke permukaan, malah aku tertarik ke dalam semakin dalam lagi. Belum lagi tertabrak batu, terminum air juga, ditambah wig dan make up prostetik yang berat," kenang Luna Maya tentang pengalamannya saat syuting adegan terseret arus sungai di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.
"Aku sempat mikir, kok lama banget ya di dalam arus sungai. Jadi aku harus melemaskan badanku, karena kalau aku semakin panik malah bisa habis tenaga dan napas. Wah, ini pengalaman yang seru sekali," tambah Luna Maya.
Usai beradegan yang menantang dan ekstrem, Luna pun terlihat beberapa kali menggunakan tabung oksigen untuk menstabilkan napasnya kembali. Lokasi syuting tersebut dilakukan di Sungai Citumang, Desa Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat. Sungai ini memiliki luasan mencapai 6,6 hektar.
Ini adalah ketiga kalinya Luna Maya memerankan Suzzanna dalam waralaba horor paling ikonik di Indonesia, Suzzanna. Film SUZZANNA: SANTET Dosa di AtasDosa juga akan menjadi satu-satunya film Luna di tahun 2026.
Tonton film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film SUZZANNA: SANTET Dosa Di AtasDosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.
Sinopsis
Suzzanna (Lana Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
Catatan Produksi:
Judul Film: SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi: Soraya Intercine Films
Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
Penulis: Ferry Lesmana, Jujur Prananto &
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu,
Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.
Robot-robot dari Berbagai Penjuru Bangsa ini yang Temani Pelangi di Mars, Tuntaskan Misi yang Dipimpin Anak Bangsal
Jakarta, Maret 2026 - Siapa bilang anak Indonesia tidak bisa memimpin misi galaksi? Di tengah hiruk-pikuk MGP Space SCBD, Mahakarya Pictures bersama TikTok Showbizz baru saja memberikan bocoran masa depan sinema Indonesia.
Sutradara Upie Guava secara resmi melakukan "spill" terhadap pasukan robot canggih yang akan menjadi sahabat Pelangi dalam film sci-fi keluarga terbaru, Pelangi di Mars.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh produser Dendi Reynando, sutradara Uple Guava, serta jajaran cast utama: Lutesha dan Messi Gusti. Tak ketinggalan, para "nyawa" di balik robot-robot canggih tersebut, yakni pengisi suara kenamaan Gilang Dirga (pengisi suara Petya), Bimoky (pengisi suara Batik), Vanya Rivani (pengisi suara Kimchi), dan Dimitri Arditya (pengisi suara Sulil) turut menyapa media.
Bukan Sekadar Robot: Simbol Kepemimpinan Indonesia
Upie Guava mengungkapkan bahwa desain robot-robot ini bukan hasil instan. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan karakter yang tidak hanya keren secara visual, tapi juga punya ikatan emosional dengan penonton anak.
"Kami cukup lama memikirkan design dan karakter robot-robot ini. Kami mau mereka punya keunikannya masing-masing dan bisa dekat dengan anak-anak Indonesia," ungkap Upie Guava.
Menariknya, robot-robot pendukung ini diceritakan berasal dari berbagai negara maju, namun mereka semua berada di bawah komando seorang anak Indonesia.
"Robot-robot ini memang sengaja kami buat berasal dari negara-negara lain, karena kami ingin menggambarkan Pelangi, anak Indonesia, yang memimpin ekspedisi ini," tambah sang produser, Dendi Reynando.
Penampilan Spesial yang Bikin Meriah SCBD
Acara tidak hanya berisi obrolan teknis. Suasana semakin pecah saat Messi Gusti, pemeran Pelangi, naik ke atas panggung untuk membawakan Original Soundtrack (OST) film tersebut. Penampilannya memberikan gambaran betapa besarnya skala emosi yang akan dibawa film ini ke layar lebar nanti.
Film Pelangi di Mars dijadwalkan akan mengudara di seluruh bioskop Indonesia pada momen Lebaran 18 Maret 2026. Sebuah kado teknologi dan imajinasi yang siap membuktikan bahwa mimpi anak Indonesia memang tidak terbatas.
Untuk info update harian dan konten eksklusif, pastikan kamu follow @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
"Hidup ternyata bukanlah perlombaan. Tidak masalah jika langkahmu melambat dan tak secepat orang yang lain. Sekali-sekali kita memang perlu menikmati apa yang sedang terjadi dan terus percaya bahwa pada akhirnya semua akan membaik."
Itulah salah satu kutipan menohok dari novel mega best seller Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna yang resmi diadaptasi menjadi film layar lebar dan akan segera memasuki tahap produksi pada April 2026.
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menjadi kolaborasi dua rumah produksi antara Sinergi Pictures dan Ben Film. Film ini akan disutradarai oleh Kuntz Agus (Dear Nathan: Thank You Salma, Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah), dengan penulisan skenario dipercayakan kepada Alim Sudio (Miracle In Cell No.7, Kang Mak from Pee Mak) dengan Nia Dinata (Arisan!, Berbagi Suami) sebagai konsultan skenario.
Film ini akan berpusat pada Ale, seorang pria yang berada di titik terendah hidupnya dan merencanakan untuk mengakhirinya. Dalam 24 jam terakhir sebelum keputusan itu, Ale berkeinginan untuk menyantap mie ayam. Namun rencana tersebut tertunda karena warung yang ia tuju tutup. Penundaan tersebut justru menjadi awal dari berbagai pertemuan yang mengubah cara pandangnya tentang hidup.
Kisah sederhana namun menyentuh ini berhasil menggerakkan ratusan ribu pembaca, hingga novel tersebut menyandang status mega best seller dan akan memasuki cetakan ke-100, menjadikannya salah satu IP buku lokal dengan capaian komersial terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Novel ini juga telah diterjemahkan dan terbit ke dalam bahasa Jepang. memperluas jangkauan pembacanya hingga ke pasar internasional. Adaptasi filmnya diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih besar, termasuk penonton yang belum membaca novelnya.
"Selain karena banyak dibaca, alasan kami dari Sinergi Pictures mengadaptasi novel ini ke film adalah karena ceritanya sangat bagus, dekat dengan banyak orang dan tentunya inspiratif. Hal ini tentu sejalan dengan film-film Sinergi Pictures yang selalu menghadirkan cerita-cerita kuat dan menangkap realita di sekitar kita." papar Philip Lesmana, produser film.
Sementara itu, Ardina Atles, produser Ben Film, menambahkan bahwa pemilihan filmmaker dan para pemeran film ini dipikirkan secara matang agar dapat memberikan hasil terbaik serta memenuhi ekspektasi para pembaca novel.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam pendekatan kreatif yang diusung pada adaptasi layar lebarnya. Film ini dipastikan akan mempertahankan esensi novel yang dekat dan emosional, sekaligus memperluas pengalaman visual dan dramatiknya.
"Alih wahana novel ke film itu gampang-gampang susah, tapi disitulah daya tarik mengadaptasi karya novel. Para pembaca tentu memiliki ekspektasi tinggi terhadap karya yang mereka cintai. Namun bersama Sinergi Pictures, mulai dari pemilihan filmmaker hingga para pemain, kami berupaya agar karya ini dapat memuaskan penonton, baik yang sudah membaca novelnya maupun yang belum. Kami juga tidak sabar untuk segera memulai proses shooting." jelas Ardina.
Setelah menggelar proses casting di beberapa kota dan menetapkan sejumlah pemain, hingga saat ini pemeran karakter Ale masih belum diumumkan kepada publik. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dijadwalkan memulai proses shooting pada April 2026 mendatang, dengan tahap praproduksi yang saat ini tengah berlangsung.
Lewat kisah sederhana tentang seporsi mie ayam, film ini ingin mengingatkan bahwa harapan bisa datang dari hal-hal yang tak terduga. Informasi lebih lanjut mengenai jajaran pemain, perkembangan produksi, serta jadwal rilis film dapat diakses melalui akun Instagram resmi Sinergi Pictures (@sinergi.pictures) dan Ben Film (@benfilm.id)
Film Senin Harga Naik tayang Lebaran 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 3 Maret 2026 - Setelah Lebaran 2025 sukses dengan drama romansa Komang yang mencetak blockbuster dengan 3.002.303 penonton, rumah produksi Starvision yang tahun ini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya, berkolaborasi bersama Legacy Pictures menghadirkan film drama terbaiknya untuk merayakan Lebaran yang akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, Senin Harga Naik. Sebuah film tentang anak dan Ibu yang punya definisi masing-masing tentang bahagia, dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi warisan keluarga. Film ini akan menghangatkan hati dan mengingatkan lagi tentang pentingnya keluarga di Lebaran kali ini.
Senin Harga Naik dibintangi Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Adam Xavier, Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud, Aci Resti, Arif Alfiansyah, Razan Zu, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Annisa Hertami, Dayu Wijanto, Reynavenzka, Hifdzi Khoir, Devy Anastasia, Lolox, Inyok, Violeta Ekanjani, Chika Waode, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, Ashraf Dirgham, dan lain-lain..
Film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, tapi justru harus kembali ke rumah, karena kariernya bergantung dari rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu. Mutia yang berkarier di sebuah perusahaan properti ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar, Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur/dijual. Di momen-momen itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata.
Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan sutradara Dinna Jasanti dari naskah yang ditulis oleh Rino Sarjono, film Senin Harga Naik menjadi sebuah sajian film Lebaran tahun ini yang akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga yang seutuhnya, dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke orang tuanya tetapi juga sebaliknya.
"Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga pun menjadi sesuatu yang sangat langka dan istimewa. Di era yang semakin hari semakin sulit kita bersama dan berdekatan, sangat penting menemukan trigger untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau saling memaafkan," ujar produser Chand Parwez Servia.
"Lebaran sebagai momen kebersamaan yang sakral, dan selalu dirayakan dengan berkumpul barengan sekeluarga sejak kecil hingga kuliah, akhirnya karena tanggung jawab pekerjaan membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit dan dirindukan. Melalui film ini saya ingin mengajak Lebaran 2026 kita bisa menemukan kembali nilai-nilai yang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk," tambah Chand Parwez Servia
Bagi sutradara Dinna Jasanti, yang sebelumnya bekerja sama dengan Starvision dan Chand Parwez Servia lewat kisah hangat Dua Hati Biru, kisah di film Senin Harga Naik memiliki kedekatan personal dengannya.
Dinna Jasanti berharap, film Senin Harga Naik bisa menjadi kado spesial saat keluarga Indonesia merayakan Lebaran. "Ini film yang sangat hangat. Semoga menjadi kado spesial dari kami semua untuk penonton merayakan Lebaran, menjadi pelukan yang sangat hangat untuk kita semua."
Film Senin Harga Naik memiliki berbagai lapisan drama dari masing-masing karakternya. Mulai dari konflik anak perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya orang tua dan anak terhadap apa yang diyakininya.
Film Senin Harga Naik juga akan mengajak penonton ke sebuah interior toko roti ikonik, yang menjadi latar di film ini. Dinna dengan apik menampilkan latar toko roti tersebut sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai sentimentil dan menggerakkan emosi tiap karakternya, dan menjadi motivasi drama yang dihadirkan.
Sementara bagi Nadya Arina, memerankan Mutia, sebagai anak yang berkonflik dengan Ibunya sendiri justru memberikan refleksi tentang cara berkomunikasi dengan orang tua.
"Semakin dewasa, ada perubahan cara berkomunikasi dengan orang tua. Sering sekali ada kesalahpahaman yang mungkin dianggapnya jadi berbeda sama orang tua. Film Senin Harga Naik itu ngajarin aku juga untuk memahami dan bisa lebih menyayangi keluarga," kata Nadya Arina.
"Semua adegan yang ada di film ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke orang yang mungkin sudah lama berselisih paham, dan Lebaran jadi momen yang tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin Harga Naik," tambah Nadya.
Meriam Bellina, yang memerankan Retno, Ibu tiga anak yang berseteru dengan anaknya, Mutia, dan kerap berselisih paham dengan menantunya, menjelaskan film ini menyadarkan tentang arti pentingnya kebersamaan dan kehadiran bersama orang tersayang.
"Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, 'Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini, aku punya itu. Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki kedekatan dengan anak-anaknya. Sementara anak-anaknya ingin berkembang dan melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya cukup keras dalam mendidik dan malah membuat mereka semakin menjauh. Tapi, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua, dan saya rasa menonton film Senin Harga Naik bersama keluarga di momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan keluarga," ujar Meriam Bellina.
Tonton film Senin Harga Naik bersama seluruh keluarga di bioskop untuk merayakan Lebaran. Tayang mulai 18 Maret di Bioskop kesayangan kamu. Temukan kembali kehangatan keluarga! Ikuti perkembangan terbaru film Senin Harga Naik melalui akun Instagram @filmseninharganaik, @Starvisionplus, dan Tiktok @Starvision Official.
Sinopsis
Pertengkaran Mutia dengan Ibunya, Retno, membuatnya pergi dari rumah untuk membuktikan dirinya bisa sukses secara mandiri. Tiga tahun berlalu, promosi karir Mutia di perusahaan properti tersandung proyek penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik Retno.
Tidak ada pilihan lain, Mutia kembali ke rumah, dan bekerja sama dengan kakak dan adiknya untuk melunakkan hati ibunya agar mau menjual Mercusuar.
Jakarta, 3 Maret 2026 - Entelekey Media Indonesia bersama Tiger Pictures resmi merilis official trailer dan poster film komedi-horor Warung Pocong, yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 April.
Disutradarai oleh Bendoit, Warung Pocong menawarkan cerita tentang teror pocong yang mencekam dibalut komedi segar dari tiga komika ternama.
Warung Pocong dibintangi oleh Fajar Nugra, Sadana Agung, dan Randhika Djamil sebagai tiga pemuda Jakarta yang hidupnya sedang di ujung tanduk karena masalah ekonomi. Saat kesempatan kerja bergaji besar datang dari sebuah desa terpencil, mereka menerimanya tanpa banyak pertimbangan. Namun sesampainya disana, yang mereka temukan bukan sekadar pekerjaan, melainkan teror pocong yang tak terduga.
Official trailer yang dirilis menampilkan latar belakang tiga karakter utama, bagaimana tekanan hidup dan himpitan ekonomi mendorong mereka mengambil keputusan yang nekat. Nuansa komedi terasa kuat lewat interaksi spontan dan celetukan khas para komika, namun perlahan berubah menjadi atmosfer mencekam ketika teror pocong mulai menghantui.
Fajar Nugra mengungkapkan bahwa ia merasa karakter yang diperankannya sangat dekat dengan realita msyarakat saat ini.
"Karakter saya itu orang biasa yang lagi kepepet banget secara ekonomi. Menurut saya itu relatable, karena banyak yang pernah ada di posisi bingung dan terdesak. Bedanya, kalau di film ini, salah ambil keputusan malah berujung ketemu pocong," ujarnya. "Tapi justru dari situ serunya, karena kami menghadapi ketakutan dengan cara masing-masing. Ada panik, ada sotoy, ada yang pura-pura berani." tambah Fajar.
Tak hanya itu, film ini juga menghadirkan sisi berbeda dari Shareefa Daanish dan Arla Ailani yang selama ini identik dengan peran serius dalam film horor. Kali ini, keduanya harus bermain dalam ritme komedi dan beradu adegan dengan para komika.
Deretan pemain lainnya seperti Teuku Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan Whani Darmawan turut memperkuat film ini.
Sutradara Bendolt menyebut Warung Pocong sebagai tontonan yang bisa dinikmati berbagai kalangan.
"Kami ingin membuat film horor yang tetap punya rasa seram, tapi ringan dan menghibur. Jadi penonton bisa tegang, tapi juga tertawa. Ini cocok untuk yang suka horor tapi tidak ingin pulang dengan perasaan terlalu berat." jelas Bendolt.
Sementara itu, Patricia Gunadi selaku Direktur Entelekey Media Indonesia menyampaikan bahwa film ini menjadi langkah penting bagi rumah produksi tersebut.
"Sebagai film kedua kami, Warung Pocong menjadi langkah penting dalam perjalanan Entelekey Media Indonesia membangun katalog karya yang berkelanjutan. Film ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan cerita yang dekat dan relevan dengan penonton Indonesia. Kedepannya, Entelekey Media Indonesia akan terus membuka ruang kolaborasi dengan filmmaker dan talenta potensial, serta menghadirkan karya-karya dengan konsep segar sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang kami bangun." tutur Patricia.
Dengan premis yang relatable, komedi yang organik, serta teror pocong yang mengagetkan, Warung Pocong siap menjadi pilihan tontonan seru di bioskop mulai 9 April.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai film Warung Pocong, ikuti perkembangan terbaru di akun media sosial resmi @filmwarungpocong dan @entelekeymediaid.
SINOPSIS
Tiga pemuda Jakarta: Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur (Randhika Djamil), terjebak dalam masalah keuangan masing-masing, mulai dari utang, penipuan, hingga investasi bodong. Ketika seorang pria tua bernama Kusno (Whani Darmawan) menawarkan mereka kerja sebagai penjaga warung dengan gaji fantastis 50 juta per bulan, mereka pun menerimanya dan langsung dibawa ke desa terpencil bernama Lali Jiwo. Namun keanehan mulai terjadi saat mereka mengalami teror gaib dari sosok pocong.
Momen Kolaborasi Hangat JUMBO x Na Willa Sambut Penayangan 18 Maret 2026 di Bioskop Seluruh Indonesia
Jakarta, 1 Maret 2026 - Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul "Sikilku Iso Muni" untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan publik dalam acara penutupan Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu malam (29/2).
Momen spesial ini dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, voice cast sekaligus penyanyi OST Jumbo, film animasi terlaris terlaris sepanjang masa di Asia Tenggara, bersama para pemeran anak film Na Willa, dalam sebuah kolaborasi hangat yang mempertemukan dua semesta cerita.
Sebelum membawakan lagu terbaru tersebut, Prince dan Quinn terlebih dahulu menyanyikan "Selalu Ada di Nadimu", lagu yang telah melekat dalam perjalanan mereka bersama penonton Indonesia. Suasana panggung semakin meriah ketika keduanya kemudian memperkenalkan "Sikilku Iso Muni" dan menyanyikannya secara penuh untuk pertama kalinya, disambut antusias ribuan pengunjung yang hadir.
Penampilan ini menjadi momen kolaboratif antara yang menyatukan dua semesta JUMBO dan Na Willa. Lagu ciptaan laleilmanino tersebut juga dinyanyikan bersama Geng Krembangan, yaitu Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud). Kebersamaan mereka di atas panggung menghadirkan suasana hangat dan ceria, selaras dengan semangat masa kecil yang menjadi jiwa film Na Willa.
Dengan aransemen ringan dan menyenangkan, "Sikilku Iso Muni" merepresentasikan sudut pandang anak yang penuh imajinasi dan rasa ingin tahu. Lagu ini menjadi bagian penting dari cara Na Willa bercerita, memperlihatkan bagaimana hal-hal sederhana dalam keseharian dapat terasa ajaib di mata anak-anak.
Selain penampilan lagu, official trailer Na Willa juga turut diputar di atas panggung, memperkenalkan kembali dunia Willa yang berlatar Indonesia era 1960-an. Para pemeran film, termasuk Irma Rihi yang memerankan Mak, juga hadir dalam sesi ngobrol bersama penonton, berbagi cerita tentang proses kreatif dan pengalaman. mereka membangun chemistry sebagai keluarga dalam film.
Prince Poetiray mengungkapkan kegembiraannya dapat terlibat dalam momen spesial tersebut dan menyampaikan dukungannya terhadap film Na Willa, yang menurutnya memiliki semangat yang mengingatkannya pada awal perjalanannya bersama JUMBO.
"Aku senang sekali bisa jadi bagian dari momen pertama kali 'Sikilku Iso Muni' dinyanyikan secara penuh di depan publik. Waktu ikut membawakan lagu ini bareng teman-teman Na Willa, rasanya mengingatkanku ke masa awal aku mengerjakan JUMBO dulu, sama-sama penuh semangat, keceriaan, kehangatan, dan dikerjakan dengan hati. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang," ujar Prince Poetiray.
Penulis dan sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, menjelaskan bahwa musik menjadi bagian penting dalam membangun emosi cerita film ini. "Di Na Willa, musik bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari cara kami bercerita. 'Sikilku Iso Muni' Lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi. Kami senang akhirnya lagu ini bisa didengarkan secara penuh oleh publik dan menjadi langkah awal menuju perjalanan filmnya di Lebaran nanti," ujar Ryan Adriandhy.
Semangat Festival Imlek Nasional yang merayakan kebersamaan dan keberagaman juga selaras dengan semangat film Na Willa. Film ini menghadirkan potret keluarga sederhana dengan latar budaya yang beragam, mencerminkan wajah Indonesia yang hangat dan penuh toleransi.
Antusiasme pengunjung juga terlihat di area interaktif Na Willa yang dihadirkan dalam rangkaian acara. Booth Na Willa memungkinkan anak-anak membaca buku dan mewarnai, sementara Perpustakaan Keliling Na Willa mengajak pengunjung menikmati pengalaman membaca bersama di ruang publik. Aktivitas ini memperkuat semangat literasi dan imajinasi yang menjadi napas utama film.
Na Willa diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, menghadirkan kisah keluarga sederhana dengan latar keberagaman budaya Indonesia yang hangat dan relevan lintas generasi. Film ini akan tayang pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen Lebaran, di bioskop seluruh Indonesia.
Tonton kisah penuh imajinasi, kehangatan, dan kebersamaan keluarga bersama film Na Willa di bioskop mulai 18 Maret 2026.
Sinopsis
Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.
Pasca dirilisnya Official Trailer Pelangi di Mars, film ini langsung mendapat respons yang positif dari pecinta film Tanah Air. Film terbaru produksi Mahakarya Pictures garapan sutradara kondang Upie Guava ini berhasil memikat warganet lewat visual yang memukau dan teknis yang dianggap revolusioner bagi industri film Indonesia.
Namun, di balik durasi trailer yang singkat tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang melelahkan sekaligus membanggakan. Menghadirkan film anak-anak berkualitas yang dijadwalkan tayang Lebaran 18 Maret 2026 ini ternyata memakan waktu produksi lebih dari lima tahun.
Lahir dari Ambisi Membangkitkan Mimpi Anak Indonesia
Sutradara Upie Guava tidak main-main dalam merajut visi film ini. Tumbuh besar dengan asupan film-film sci-fi ikonik Hollywood seperti Jurassic Park dan Star Wars, Upie memiliki kerinduan mendalam agar anak-anak Indonesia memiliki pahlawan dan mimpi serupa dari negeri sendiri.
"Saya ingin dari menonton Pelangi di Mars, anak-anak Indonesia bisa berpikir kalau mereka boleh bermimpi setinggi langit, dan mereka mampu menggapainya," ujar Upie Guava.
Visi besar inilah yang melahirkan karakter Pelangi, sosok anak pertama yang lahir di Planet Mars. Lewat Pelangi, Upie ingin menceritakan kegigihan anak Indonesia dalam upaya menyelamatkan dunia, sebuah pesan moral yang kuat dibalut dengan kemasan teknologi mutakhir.
Lima Tahun "di Dalam Hutan" Demi Inovasi XR
Menggarap film sci-fi di Indonesia bukanlah perkara mudah, terutama ketika Upie Guava bersikeras menggunakan teknologi Extended Reality (XR) atau virtual production. Pada tahun 2020, teknologi ini hampir tidak terdengar di industri perfilman tanah air.
Dendi Reynando, selaku produser, mengenang betapa beratnya fase pengembangan yang mereka lalui. Mereka tidak hanya menulis skenario, tapi juga "membangun pondasi" teknologi yang belum ada sebelumnya.
"Di saat yang bersamaan kami mengembangkan cerita Pelangi di Mars, kami juga memperkenalkan dan mengembangkan teknologi ini di Indonesia. Dari awal kami tahu risikonya, dan kadang kami bahkan mikir kalau membuat film ini hampir mustahil," ungkap Dendi.
Dendi mengibaratkan proses lima tahun ini seperti tersesat di belantara hutan yang asing. "Perjalanan film ini seakan-akan kami nyasar di dalam hutan, mencari jalan keluarnya. Untungnya di perjalanan kami banyak orang-orang yang ingin ikut nyasar bareng di hutan, dan akhirnya bisa berhasil keluar dengan hasil yang sesuai," tambahnya sembari tersenyum.
Kado Spesial untuk Keluarga di Libur Lebaran 2026
Kerja keras lebih dari setengah dekade ini akhirnya siap dipanen. Pelangi di Mars bukan sekadar film anak-anak biasa; ini adalah bukti bahwa sineas Indonesia mampu melampaui batasan teknis demi memberikan tontonan yang edukatif sekaligus sinematik.
Film Pelangi di Mars dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Ini menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk menyaksikan petualangan lintas planet yang belum pernah ada sebelumnya. dalam sejarah sinema Indonesia.
Untuk informasi terbaru mengenai proses produksi, behind the scene, dan info tiket, pastikan. Anda mengikuti akun media sosial resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.