Rabu, 02 September 2026

Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar

​Tonton film Agensi Rumah Tangga mulai 10 September 2026 di bioskop

​Jakarta, 2 September 2026 — Setelah sukses dengan drama komedi dan drama keluarga, sutradara pencetak blockbuster Naya Anindita kini menggarap film komedi perdananya, Agensi Rumah Tangga, persembahan Starvision, bekerjasama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, dari produser Chand Parwez Servia. Film Agensi Rumah Tangga diadaptasi dari novel best seller Almira Bastari, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri. Film ini membawa kisah yang hangat dari Katia (Enzy Storia), yang kena PHK dan akhirnya membangun bisnis agensi penyaluran pekerja rumah tangga.

​Film Agensi Rumah Tangga menjadi eksplorasi terbaru Naya dengan genre komedi, yang menampilkan jajaran komika perempuan sebagai para ART yang ikonik. Mereka berhasil menyampaikan komedi-komedi baik secara dialog hingga adegan dengan penuh kekacauan yang membuat penonton terhibur dan ngakak.

​"Ini pertama kalinya ada 7 komika perempuan bermain dalam satu judul film. Agensi Rumah Tangga akan membuat penonton menikmatinya dengan cerita yang seru, komedi yang kocak, dan drama yang menyentuh," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Tak hanya menampilkan komedi, film Agensi Rumah Tangga juga membawa isu yang penting dan dekat. Lewat jajaran para pekerja rumah tangga serta para karakter pekerja perempuan, film ini juga berbicara mengenai pentingnya memberikan kelayakan hak untuk para pekerja domestik.

​"Aku melihat ART itu terkadang dianggap seperti sebuah fasilitas dalam rumah tangga. Padahal mereka ini juga pekerja, staf, sama seperti kita yang juga pekerja. Untuk itu, film ini juga ingin memantik diskusi bahwa sudah seharusnya kita memperlakukan ART juga sama seperti kita. Film ini membawa kisah yang penting, meski dikemas dengan ringan dan komedi," ujar sutradara Naya Anindita.

​Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, ​Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

​"Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita. Film ini juga punya komedi yang sangat lucu dengan komedi-komedi yang diberikan para komika perempuannya. Semoga hangat dan tawanya sampai ke hati penonton," ujar Enzy Storia.

​"Film Agensi Rumah Tangga menjadi penanda yang spesial bagi saya karena bertepatan dengan 18 tahun saya merayakan perjalanan bermusik. Di tahun ini, Naya memberikan kesempatan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru lewat peran Kafka di film ini, bergabung bersama para pemeran yang luar biasa, dan ceritanya yang hangat, komedinya juga sangat menghibur," ujar Afgansyah Reza.

​Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

​Katia yang di-PHK perlu pekerjaan baru untuk membayar KPR, hingga memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART). Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.

Pemain dan Tim Produksi

  • ​Enzy Storia — Katia Amaranto
  • ​Afgansyah Reza — Kafka
  • ​Fita Anggriani — Sashi
  • ​Ardit Erwandha — Banu
  • ​Yunita Siregar — Mila
  • ​Unique Priscilla — Titin
  • ​Tike Priatnakusumah — Bi Minah
  • ​Nada Novia — Nisa
  • ​Ummi Quary — Siti
  • ​Musdalifah Basri — Asih
  • ​Neneng Wulandari — Marsih
  • ​Dea Panendra — Dini
  • ​Boah Sartika — Denok
  • ​Priska Baru Segu — Rina
  • ​Astrid Juwita — Ratih
  • ​Nury Zhafira — Fitri
  • ​Mega Salsabila — Ica
  • ​Farrell Rafisqy — Kenzi
  • Khalif Al Juna — Kenzo
  • Sheila Dara — Viona
  • Hesti Purwadinata — Tessa Effendi
  • Lulu Tobing — Danila
  • ​Febby Rastanty — Quina
  • ​Dayu Wijanto — Miranti
  • Nazira C. Noer — Ira
  • ​Freya Mikhayla — Aurora
  • Azamy Syauqi — Dio
  • ​Niky Putra — Petugas CPNS 1
  • Mario Caesar — Peserta Ujian CPNS 1
  • Kev — Peserta Ujian CPNS 2
  • ​Oline Mendeng — Hani
  • ​Yono Bakrie — Yono Sayur
  • ​Marchella FP — Cecel Pegawai TV
  • Rendha Rais — Widya
  • ​Reza Chandika — Candra Chandika
  • ​Arvino Ramadhan — Petugas CPNS 2
  • ​Oki DM — Wanto Furniture
  • ​Anyun Cadel — Toha
  • ​Elia Margaretha — Wanita Bertubuh Besar
  • Yudha Brajamusti — Dukun
  • McDanny — Pembeli Mobil Katia
  • ​Shela Lala — Mbak Lala
  • ​Vadie Akbar — Reza
  • ​Dian Iyoy — Bapak Main Gaple
  • Produksi

    • ​Starvision
    • ​Legacy Pictures
    • ​Vortera Studios
    • ​Navvaros

    Produser

    • ​Chand Parwez Servia
    • ​Riza
    • ​Reza Servia
    • ​Mithu Nisar

    Sutradara

    • ​Naya Anindita

    Produser Eksekutif

    • ​Amrit Dido Servia
    • ​Raza Servia
    • ​Futih Aljihadi
    • ​Lisbeth Simarmata
    • ​Muhammad Noviar Rahman
    • ​Nazira C Noer
    • ​Trivet Sembel

    Produser Lini

    • ​Rini Atmodjo

    Penulis Skenario

    • ​Upi
    • ​Ayu Anggraini Putri

    Dari Novel Best Seller

    • ​Almira Bastari

    Penata Artistik

    • ​Jacobus Dimas
  • ​Penata Kamera: Robert Cauble
  • ​Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi
  • ​Penata Suara: Aditya Trisnawan
  • ​Perekam Suara: Waim Ahmad Fahreizi
  • ​Penata Musik: Hariopati Rinanto
  • ​Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio
  • ​Penata Grafis: Mataque Studio
  • ​Penata Rias: Amalia Cantiqa
  • ​Penata Busana: Aldie Harra
  • ​Penata Peran: Arief Havidz
  • ​Penata Peran: Abie Prabu
  • ​Perancang Poster: Alvin Hariz
  • ​OST: 
  • Langit Merah Muda — Afgan
  • ​Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) — Afgan
  • ​Jatuh, Bangkit Kembali! — HIVE!
  • ​Kita Bikin Romantis — MALIQ & D'Essentials

Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang Legacy Pictures

​PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.

​Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan investasi film. "PENGABDI SETAN", "AGAK LAEN", "PETUALANGAN SHERINA 2" dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.

Tentang Vortera Studios

​Vortera Studios adalah sebuah perusahaan film asal Indonesia yang aktif berkolaborasi dalam berbagai proyek film layar lebar nasional. Sebagai studio film baru di industri perfilman tanah air, Vortera Studios gencar menjalin kemitraan strategis dengan rumah produksi besar mapan seperti Rapi Films, Starvision, dan Screenplay Films.

Tentang Navvaros

​Navvaros Entertainment adalah perusahaan pemasaran, investasi, dan pengembangan film di Indonesia. Didukung jaringan new media terbesar di Indonesia (30+ inventory media, 80 juta+ followers), Navvaros mendanai dan mengembangkan film Indonesia sekaligus membawa kekuatan amplifikasi media.

H-3 MENUJU 4 DEKADE KAHITNA Konser "KAHITNA 40 TAHUN" Siap Jadi Perayaan Paling Monumental dalam Sejarah Kahitna Featuring: RAN, TIARA ANDINI, MONITA TAHALEA, ARSY WIDIANTO DAN NIKI BECKER Sebagian Besar Kategori Tiket Sold Out, Festival are Selling Fast

Jakarta - Rabu, 2 September 2026 — Tinggal tiga hari lagi menuju konser paling dinantikan sepanjang perjalanan empat dekade Kahitna. "KAHITNA 40 TAHUN" akan digelar pada Sabtu, 5 September 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, dan dipastikan menjadi konser terbesar yang pernah dipersembahkan Kahitna sepanjang 40 tahun perjalanan musik mereka.

​KAHITNA 40 TAHUN dipromotori oleh Enjoy Live Experience dan didukung oleh : Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Telkomsel Halo 5G, Toyota, Taspen, Coco Latte, Gekrafs, dan Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

​Mengusung tema "Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah", konser yang dipromotori oleh Enjoy Live Experience ini akan menjadi ruang pertemuan bagi puluhan ribu Soulmate dari seluruh Indonesia maupun mancanegara untuk kembali bernyanyi, mengenang, dan merayakan cerita hidup yang telah tumbuh bersama lagu-lagu Kahitna.

​Mengusung tema “Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah”, konser yang dipromotori oleh Enjoy Live Experience ini akan menjadi ruang pertemuan bagi puluhan ribu Soulmate dari seluruh Indonesia maupun mancanegara untuk kembali bernyanyi, mengenang, dan merayakan cerita hidup yang telah tumbuh bersama karya-karya Kahitna — lewat lagu-lagu abadi seperti Cantik, Takkan Terganti, Titik Nadir, dan Mantan Terindah.

Highlight 3 Hari Menuju Konser Kahitna 40 Tahun

  • ​Status tiket: Kategori Super Diamond, Diamond, Platinum Plus dan Platinum (Kanan & Kiri), Gold (Kanan & Kiri), dan Silver (Kanan & Kiri) telah SOLD OUT. Tersisa kategori Festival A dan Festival B yang penjualannya bergerak cepat (selling fast).
  • ​Konsep panggung "The Soulmate Journey" akan membawa penonton menyelami perjalanan musik, cinta, dan kenangan Kahitna selama empat dekade dalam satu malam.
  • ​Deretan bintang tamu istimewa telah dikonfirmasi meramaikan panggung: RAN, Monita Tahalea, Arsy Widianto, Niki Becker, dan Tiara Andini.
  • ​Tata panggung berskala besar dan sejumlah kejutan khusus telah disiapkan untuk menjadikan malam ini sebagai momen bersejarah bagi para Soulmate.
  • ​Tiket resmi masih dapat diperoleh melalui Guehadir.id selama persediaan masih ada.

Yovie Widianto, selaku pendiri Kahitna, menyampaikan kesiapan sekaligus rasa syukur menjelang konser ini. “Tiga hari menuju panggung ini rasanya seperti membuka album lama satu per satu. Empat puluh tahun bukan sekadar angka bagi kami, itu empat puluh tahun orang jatuh cinta, patah hati, menikah, dan pulang ke rumah masing-masing sambil menyanyikan lagu-lagu kami. Malam nanti, kami tidak hanya ingin tampil, kami ingin memeluk setiap kenangan itu bersama seluruh Soulmate, sebagai ucapan terima kasih yang paling tulus yang bisa kami berikan.”

​Sementara itu, Dino Hamid, Founder Enjoy Live Experience, menegaskan skala dan kematangan persiapan konser menjelang hari pelaksanaan. “Di titik H-3 ini, semua yang kami rancang selama berbulan-bulan akhirnya bertemu dengan kenyataan. Bukan perkara mengejar status sold out semata, tapi memastikan setiap Soulmate yang datang ke NICE benar-benar merasakan bahwa mereka sedang berdiri di tengah sejarah, bukan sekadar menonton konser. Empat dekade perjalanan Kahitna layak dirayakan dengan standar yang belum pernah kami buat sebelumnya, dan itulah yang sedang kami selesaikan sekarang.”

Ungkapan Para Bintang Tamu

Kehadiran para bintang tamu turut menjadi salah satu daya tarik utama “KAHITNA 40 TAHUN”. Berikut kesan dan harapan mereka menjelang tampil bersama Kahitna:

​"Kahitna adalah salah satu alasan kami percaya bahwa musik Indonesia bisa berbicara ke banyak generasi sekaligus. Diundang berdiri di panggung 40 tahun mereka bukan cuma kehormatan, tapi juga pengingat buat kami tentang standar yang selama ini menjadi kiblat banyak musisi, termasuk kami. Kami datang bukan hanya untuk tampil, tapi untuk ikut merayakan warisan yang sudah mereka bangun." Ungkap RAN.

​"Kahitna adalah salah satu alasan saya percaya bahwa lagu cinta bisa bertahan melewati zaman tanpa kehilangan maknanya. Tampil di konser 40 tahun mereka terasa seperti kesempatan yang tidak akan datang dua kali, dan saya ingin memberikan yang terbaik sebagai bentuk hormat saya pada karya-karya yang sudah membesarkan begitu banyak kenangan orang lain, termasuk saya sendiri." ungkap Tiara Andini.

Monita Tahalea menuturkan "Saya tumbuh dengan lagu-lagu Kahitna diputar di rumah, jauh sebelum saya membayangkan akan berdiri satu panggung dengan mereka. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan ketika sesuatu yang membentuk selera musik saya sejak kecil kini menjadi tempat saya ikut merayakan. Saya hanya ingin membawakan karya mereka dengan kejujuran yang sama seperti saat pertama kali saya jatuh cinta pada lagu-lagu itu."

Arsy Widianto mengungkapkan "Buat saya, Kahitna bukan sekadar grup musik legendaris, tapi juga bagian dari perjalanan yang sangat dekat dengan hidup saya sendiri. Malam nanti bukan sekadar tampil sebagai bintang tamu, melainkan ikut merayakan empat puluh tahun karya yang sudah menemani begitu banyak orang, termasuk keluarga saya. Saya ingin penampilan saya menjadi salah satu cara untuk mengatakan terima kasih."

Niki Becker mengatakan "Lagu-lagu Kahitna itu semacam soundtrack masa kecil saya, jadi begitu tawaran ini datang, saya tidak butuh waktu lama untuk bilang iya. Ada kebanggaan tersendiri bisa ikut menjadi bagian dari perayaan sebesar ini, di panggung yang dibangun dari empat dekade ketulusan berkarya. Saya cuma berharap bisa memberi warna yang pas untuk malam yang sudah begitu berarti bagi banyak orang."

​Di balik lagu-lagu yang telah menemani jutaan pendengar selama empat dekade, berikut kesan masing-masing personel Kahitna menjelang malam perayaan terbesar mereka:

​"Empat puluh tahun itu panjang sekali kalau dipikir-pikir, tapi begitu berdiri di panggung dan mendengar Soulmate ikut bernyanyi, rasanya seperti baru kemarin kami mulai. Konser ini adalah cara kami berterima kasih, bukan hanya untuk cinta yang mereka berikan pada lagu-lagu kami, tapi juga untuk kesetiaan mereka menemani perjalanan panjang ini." Hedi Yunus, Vokal, Kahitna

​"Setiap kali membawakan lagu-lagu lama Kahitna, saya selalu merasa ikut memasuki kenangan orang lain, ada yang teringat cinta pertamanya, ada yang teringat orang tuanya. Di usia 40 tahun ini, saya ingin membawakan setiap lagu dengan kesadaran penuh bahwa saya sedang menjaga kenangan banyak orang, bukan sekadar bernyanyi di atas panggung." Ungkap Mario Ginanjar, Vokal, Kahitna.

Andrie Bayuadji, Gitar, Kahitna "Dari balik gitar, saya melihat bagaimana aransemen-aransemen lama kami masih bisa membuat penonton menutup mata dan tersenyum sendiri. Itu yang membuat saya percaya bahwa musik yang jujur akan selalu punya tempat, apa pun zamannya. Konser 40 tahun ini adalah kesempatan kami membuktikan itu sekali lagi, dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya."

​"Empat dekade berkarya membuat saya makin sadar bahwa setiap ketukan bass yang saya mainkan itu ikut menopang cerita hidup orang-orang yang mendengarkannya. Di konser ini, saya ingin bermain dengan hati yang sama seperti pertama kali kami manggung dulu, karena rasa syukur itu yang membuat kami masih ada sampai sekarang." tutur Dody Isnaini, Bass, Kahitna

Harry Suhardiman, Perkusi, Kahitna mengungkapkan "Perkusi itu detail kecil yang sering tidak disadari, tapi justru dari detail-detail seperti itulah warna khas Kahitna terbentuk selama ini. Di panggung 40 tahun nanti, saya ingin setiap ketukan yang saya mainkan menjadi bagian dari kenangan baru yang akan dibawa pulang oleh para Soulmate malam itu."

D. Bambang Purwono, Keyboard, Kahitna menambahkan "Sebagai bagian dari fondasi musik Kahitna, keyboard selalu menjadi tempat lahirnya banyak melodi yang akhirnya dikenang orang seumur hidup mereka. Merayaka 40 tahun ini membuat saya sadar betapa besar tanggung jawab kami untuk terus menjaga kualitas karya, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi Soulmate berikutnya."

Status Tiket Fase 2 (Update Terkini)

Respons luar biasa dari para Soulmate membuat sebagian besar kategori tiket konser “40 Tahun Kahitna” fase kedua telah sold out. Saat ini, hanya tersisa kategori Festival A seharga Rp1.350.000 dan Festival B seharga Rp975.000. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan empat dekade perjalanan Kahitna bersama para Soulmate dari Indonesia dan mancanegara.

​Berikut Harga ticket Phase 2 konser 40 Tahun Kahitna:

  • ​Super Diamond : Rp. 5.000.000,- (Phase 2 Sold Out)
  • ​Diamond : Rp. 2.200.000,- (Phase 2 Sold Out)
  • ​Platinum Plus : Rp. 2.000.000,- (Phase 2 Sold Out)
  • ​Platinum Kanan & Kiri : Rp. 1.800.000,- (Phase 2 Sold Out)
  • ​Gold Kanan & Kiri : Rp. 625.000,- (Phase 2 Sold Out)
  • ​Silver Kanan & Kiri : Rp. 450.000,- (Phase 2 Sold Out)
  • ​Festival A : Rp. 1.350.000,-
  • ​Festival B : Rp. 975.000,-

Catatan:

  • ​Nomor kursi untuk kategori RSVP, Diamond, dan Platinum akan dicantumkan dalam konfirmasi pemesanan setelah pembayaran berhasil dilakukan.
  • ​Kategori Silver dan Gold menggunakan sistem tempat duduk bebas (free seating).
  • ​Harga tiket belum termasuk pajak pemerintah, biaya platform, royalti hak pertunjukan (performing rights), dan biaya layanan (convenience fee).
  • ​Denah tempat duduk tidak dibuat berdasarkan skala sebenarnya.
  • ​Tata letak tempat duduk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  • ​Posisi yang ditampilkan hanya untuk keperluan ilustrasi.
  • ​Lokasi maupun ukuran sebenarnya dapat sedikit berbeda dari ilustrasi.

Tentang Konser Kahitna 40 Tahun

Perayaan 40 Tahun Kahitna menjadi babak terbaru dari perjalanan panjang Enjoy Live Experience bersama Kahitna dan Yovie Widianto dalam menghadirkan konser-konser yang selalu meninggalkan kesan mendalam bagi para Soulmate. Selama lebih dari dua dekade, Enjoy Live Experience telah dipercaya menghadirkan berbagai pertunjukan ikonik, mulai dari KAHITNA - Cerita Cinta (2011), Yovie and His Friends - Irreplaceable (2013), Up Close & Personal (2014), Film Mantan Terindah (2014), KAHITNA - Love Festival (2016), Kahitran, Yovie & His Friends - Inspirasi Cinta (2018), Project X (2020), Billion Songs Concert (2023), Konser Kahitna 2 Tahun Menuju 40 (2024), hingga Miliaran Cinta: Yovie Widianto & Andi Rianto Berkonser (2025).

​Sebagai konser terbesar Kahitna sepanjang 40 tahun perjalanan mereka, NICE PIK 2 dipilih sebagai venue yang mampu menghadirkan pengalaman berskala besar, nyaman, dan representatif bagi puluhan ribu Soulmate dari berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara.

​Selama 40 tahun, Kahitna telah membuktikan bahwa musik yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan tempat di hati setiap generasi. Konser ini menjadi bentuk apresiasi atas cinta dan loyalitas para Soulmate yang telah mengiringi perjalanan mereka sejak 1986 hingga hari ini.

Informasi Lengkap Mengenai Konser 40 Tahun Kahitna

  • ​Nama Konser : Kahitna 40 Tahun
  • ​Tanggal : Sabtu, 5 September 2026
  • ​Venue : Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta
  • ​Promotor : Enjoy Live Experience
  • ​Gerai tiket resmi : Guehadir.id
  • ​Laman Istagram : @kahitna40tahun @enjoylive.exp
  • ​Tagar resmi acara : #Kahitna #Kahitna40tahun #EnjoyLiveExperience

Tentang ImaginAction & Enjoy Live Experience

ImaginAction merupakan perusahaan kreatif yang bergerak di bidang konseptual, pengembangan, dan produksi berbagai proyek hiburan berskala nasional maupun internasional. Didirikan oleh Dino Hamid, ImaginAction menjadi rumah bagi lahirnya berbagai ide, konsep, dan pengalaman hiburan yang menggabungkan kreativitas, storytelling, serta produksi berstandar tinggi.

​Melalui Enjoy Live Experience sebagai promotor dan pelaksana acara resmi, ImaginAction menghadirkan konser, festival musik, pertunjukan spesial, film, corporate events, hingga berbagai experiential events yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para penonton. Selama bertahun-tahun, Dino Hamid bersama timnya telah berada di balik berbagai proyek hiburan berskala besar di Indonesia, termasuk KAHITNA – Cerita Cinta, Love Festival, Yovie & His Friends, Kahitran – Inspirasi Cinta, NOAH – Born to Make History, NOAH – Silent Concert, NOAH – Konser Tanpa Nama, NOAH "Awal Semula" The Movie, Jakarta Concert Week, Billion Songs Confest, Circus Concerto, Winter Concert, hingga rangkaian hiburan BNI Mandalika Music Vibes dalam ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP™) Mandalika.

​Berangkat dari keyakinan bahwa setiap pertunjukan harus mampu menghadirkan pengalaman yang bermakna, ImaginAction dan Enjoy Live Experience terus berkomitmen menciptakan karya-karya hiburan yang inovatif, berkualitas, dan berkelas dunia. Dengan mengedepankan kreativitas, kolaborasi, serta standar produksi terbaik, setiap proyek yang dihadirkan tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan, tetapi juga momen yang menghubungkan artis, karya, dan audiens dalam pengalaman yang tak terlupakan.

Tentang Kahitna

Didirikan pada tahun 1986 oleh Yovie Widianto, Kahitna merupakan salah satu grup musik paling legendaris dan berpengaruh di Indonesia. Selama empat dekade berkarya, Kahitna dikenal melalui karakter musik pop romantis yang memadukan unsur jazz, soul, latin, and easy listening dengan aransemen yang elegan serta lirik yang puitis. Melalui lagu-lagu ikonik seperti Cantik, Takkan Terganti, Andai Dia Tahu, Cerita Cinta, Soulmate, dan puluhan karya lainnya, Kahitna telah menjadi soundtrack perjalanan hidup jutaan pendengar lintas generasi.

​Konsistensi dalam menjaga kualitas musikalitas, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta kedekatan emosional dengan para penggemarnya menjadikan Kahitna tetap relevan dan dicintai hingga saat ini. Setelah lebih dari 40 tahun berkarya, Kahitna terus membuktikan bahwa musik yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan tempat di hati setiap generasi, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon musik Indonesia.

Selasa, 01 September 2026

HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026

Jakarta, 1 September 206 - Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia (ESI) menghadirkan Film Bapakmu Kiper yang tidak sekadar menghadirkan pertandingan sepak bola sebagai latar cerita. Lewat dunia sepak bola antar kampung alias tarkam, film arahan sutradara Ody Harahap itu, mengangkat sisi yang selama ini jarang tersentuh layar lebar, sisi yang penuh warna, gengsi, dan drama tersendiri di luar hasil akhir pertandingan yang siap tayang di bioskop pada 3 September 2026.

​Tarkam dikenal luas sebagai denyut nadi sepak bola akar rumput Indonesia. Di balik kesederhanaan lapangan sederhana, rivalitas antar kampung yang kerap membawa gengsi dan kebanggaan lokal, hingga tradisi saweran, di mana penonton menyewa pemain yang tampil apik langsung di lapangan sebagai bentuk apresiasi. Tak jarang pula, pertandingan tarkam turut diramaikan pemain dari liga profesional yang sengaja turun kelas demi honor tambahan sekaligus menjaga performa di luar musim kompetisi resminya.

​Segala bumbu dan intrik khas tarkam inilah yang menurut sutradara Ody Harahap menjadi daya tarik utama untuk diangkat ke layar lebar.

​"Di balik pertandingan, ada persaingan, ada hiburan, bahkan fenomena unik seperti saweran," ujar Ody.

​Ia menambahkan bahwa hal-hal semacam itulah yang membuat setiap laga tarkam terasa lebih hidup dibanding sekadar hasil skor akhir, lengkap dengan tekanan, harapan, dan relasi sosial yang tumbuh di lingkungan kampung.

​Kekayaan cerita di balik dunia tarkam ini pula yang menjadi salah satu alasan ESI mantap menjadikannya proyek produksi mandiri pertama mereka. Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama ESI sekaligus produser Bapakmu Kiper, melihat sisi otentik tarkam sebagai kekuatan cerita yang jarang dimiliki film bertema olahraga lainnya.

​"Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan. Ada gengsi kampung, ada drama di pinggir lapangan, bahkan ada saweran yang bikin suasana makin seru. Semua bumbu itu yang justru bikin kami yakin ceritanya akan dekat di hati penonton Indonesia," ujar Garnet.

​Perpaduan antara drama keluarga dan warna-warni dunia tarkam inilah yang diharapkan menjadikan Bapakmu Kiper sebagai tontonan yang menghibur sekaligus merepresentasikan sisi lain sepak bola Indonesia yang selama ini jarang terekspos ke publik luas.

​Semua bumbu dan intrik itu terangkum dalam perjalanan Dino (Ali Fikry), remaja 18 tahun yang menyimpan kemarahan mendalam pada ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan jago tarkam yang juga dikenal sebagai penjudi. Dino menganggap ayahnya sebagai penyebab kematian sang ibu, luka yang membuatnya menjaga jarak selama bertahun-tahun.

​Titik balik muncul ketika Dino mendapat kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup, ajang yang bisa membuka jalannya menuju sepak bola profesional sekaligus mengubah hidupnya. Namun jelang babak final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan mereka.

Bapakmu Kiper juga ingin menghadirkan bentuk apresiasi yang terasa nyata. Sosok seperti Warto merepresentasikan banyak kepala keluarga di kehidupan sehari-hari, mereka yang tidak selalu tampil menonjol seperti mencetak gol, namun perannya bertahan menjaga keluarga di tengah kerasnya hidup justru menjadi fondasi yang paling krusial.

​"Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak keliatan tapi sebenarnya paling krusial. Nggak harus selalu mencetak gol, yang penting selalu ada buat bertahan dan melindungi keluarganya," ujar Fedi.

​Sudut pandang berbeda datang dari Ali Fikry yang memerankan Dino. Baginya, proses syuting justru menjadi pengingat bahwa kemarahan yang Dino simpan bertahun-tahun bukan satu-satunya jalan, dan setiap orang, termasuk karakter yang ia perankan, selalu punya kesempatan kedua untuk berdamai dengan masa lalunya.

​"Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan," kata Ali.

​Perjalanan menuju Tarkam Super Cup ini pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjelma perjalanan menghadapi masa lalu, memperjuangkan masa depan, dan memperbaiki hubungan yang lama retak antara seorang ayah dan anak.

Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Selain Fedi Nuril, dan Ali fikry, Bapakmu Kiper menghadirkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026.

AKUN INSTAGRAM BAPAKMU KIPER

@filmbapakmukiper

AKUN MEDIA SOSIAL ENTELEKEY MEDIA INDONESIA

Instagram : @entelekeymediaid

Tiktok : @entelekeymediaid

Senin, 31 Agustus 2026

Imperial Pictures garap “GHOSTHING”, Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH Bertemu dalam Komedi Horor

Jakarta, 30 Agustus 2026 — Imperial Pictures, Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya kembali merilis film layar lebar terbarunya berjudul “GHOSTHING”, sebuah komedi horor yang mengangkat cerita tentang misteri, pencarian kebenaran, dan dinamika unik antara seorang perias jenazah dengan arwah influencer muda.

​Eksekutif Produser, Peter Surya Wijaya menghadirkan “GHOSTHING”. Film ini disutradarai oleh Arie Aziz dan diproduseri oleh Hartawan Triguna, Associate Produser Rizky A. Prakoso dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia.

​“GHOSTHING” menghadirkan jajaran pemain lintas generasi. Baskara Mahendra dipercaya memerankan Alfian, seorang perias jenazah muda yang tampan, dan tenang. Sementara Yasamin Jasem berperan sebagai Maya, seorang influencer muda yang tewas secara misterius, cerewet, sarkastik, dan penuh drama.

“Menurut saya, premis ‘GHOSTHING’ sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal. Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Baskara Mahendra, pemeran Alfian dalam film “GHOSTHING”.

“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya?” ujar Yasamin Jasem, pemeran Maya dalam film “GHOSTHING”.

​Film ini juga turut diperkuat oleh kehadiran aktor dan aktris ternama seperti Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, hingga Mona Ratuliu.

Ketika Kematian Misterius Membawa Arwah Dramatis

​Cerita berpusat pada Alfian yang kehidupannya yang tenang seketika terusik saat ia harus merias jenazah Maya. Arwah Maya yang dramatis menolak pergi dan memilih untuk “menghantui” Alfian.

“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami berdiskusi dan mengembangkannya bersama penulis hingga menjadi sebuah skenario. Setelah draft ketiga, kami lemparkan kembali untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan beberapa bagian cerita serta karakter. Dari proses diskusi dan pengembangan itulah kemudian lahir cerita ‘GHOSTHING’ seperti yang sekarang,” ujar Hartawan Triguna, Produser Film GHOSTHING.

​Kehadiran para pemain diharapkan membuat unsur komedi dalam film terasa hidup dan organik, baik melalui benturan karakter yang kontras antara Alfian yang serba tenang dan arwah Maya yang ekspresif, maupun melalui situasi yang unik mulai muncul di sekitar dunia perias jenazah.

Komedi Horor dengan Premis yang Unik

​Meski dibalut dalam genre komedi horor, “GHOSTHING” membawa warna yang menyegarkan bagi industri film Indonesia. Kombinasi misteri seputar penyebab kematian, fenomena influencer di era modern, serta profesi perias jenazah menjadi premis yang unik dan memikat.

​Di balik unsur komedinya yang renyah dan situasi mencekam, film ini juga membawa pesan emosional tentang rasa kehilangan, ikatan keluarga, dan perjuangan mencari keadilan.

“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menggarap komedi, tetapi yang membedakan ‘GHOSTHING’ adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama, sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat kedua genre tersebut tetap seimbang dan bisa menjadi satu tontonan yang menarik,” ungkap Arie Aziz, Sutradara Film GHOSTHING.

​Apa yang membuat seorang arwah influencer terus mengusik kehidupan Alfian?

​Dengan perpaduan komedi, horor, konflik yang unik, serta jajaran pemain lintas generasi, Imperial Pictures berharap “GHOSTHING” dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus berkesan bagi penonton film Indonesia saat tayang di bioskop pada 15 Oktober 2026.


GHOSTHING

Produksi: Imperial Pictures

Produser: Hartawan Triguna

Associate Produser: Rizky A. Prakoso

Sutradara: Arie Aziz

Penulis Naskah: Evelyn Afnilia

Genre: Komedi Horor

Tanggal Tayang: 15 Oktober 2026

Pemain:

Baskara Mahendra

Yasamin Jasem

Leony VH

Bang Tigor

Reinold Lawalata

Chika Waode

Siti Fauziah

Iyang Darmawan

Tanta Ginting

Mathias Muchus

Mona Ratuliu

Indian Akbar

Amel Carla

Suanggi: Ilmu Kutukan, Hadirkan Horor yang Terinspirasi dari Kisah Nyata Indonesia Timur ke Layar Lebar Tahun 2026

​Jakarta, 31 Agustus 2026 – Industri perfilman Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan kisah-kisah yang berakar pada kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, film Suanggi: Ilmu Kutukan hadir sebagai karya horor yang terinspirasi dari salah satu warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur yang nyata dan ada sampai saat ini.

​Suanggi merupakan salah satu kisah yang dikenal luas di daerah Papua, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan sejumlah wilayah Indonesia Timur. Warisan budaya ini punya pengalaman berbeda di setiap daerah, ada yang mengenal Suanggi sebagai sosok nenek atau kakek tua, ada yang melihat mata merahnya, dan ada yang melihat dalam bentuk bola api, dan sebagainya. Melalui film ini, cerita tersebut diadaptasi secara kreatif sebagai karya fiksi yang menghormati nilai-nilai budaya lokal, sekaligus menyajikannya dalam narasi yang relevan bagi penonton masa kini.

​"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," ujar Dom Dharmo, Sutradara Film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Berbeda dari film horor pada umumnya yang banyak mengambil inspirasi dari mitos populer di Pulau Jawa, Suanggi: Ilmu Kutukan menghadirkan perspektif baru. Dari sisi produksi, Mutiara Films & Subtube Studio memadukan riset budaya, pengembangan karakter yang kuat, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang untuk membangun atmosfer horor yang autentik.

​"Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman Indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah. Segala sesuatu yang berlebihan atau berkekurangan adalah tidak baik. Suanggi awalnya bukan ilmu yang jahat, memang ilmu ini banyak membantu, seperti untuk penyembuhan, mencari nafkah, sesuatu yang baik, mereka melakukan ini. Ketika ilmu jatuh di tangan yang salah, karena punya kekuatan, akhirnya berubah fungsi atau disalahgunakan," ujar Bona Pascal, salah satu produser film Suanggi: Ilmu Kutukan.

​Salah satu pemeran utama Suanggi: Ilmu Kutukan, Carissa Perusset, mengungkapkan bahwa film ini sungguh menantang dan membuatnya banyak belajar budaya baru.

​"Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru," ujar Carissa Perusset.

Sementara itu, Iwa K yang memerankan karakter Aroba mengaku melakukan observasi mendalam yang menarik.

​"Persiapan memang jadi PR, bagaimana intonasi (dialek Indonesia Timur), segala macam. Untungnya ada coach Bobi, ada casts lain, Yewen, jadi sesama pemain support. Itu yang bikin seru proses pembuatan film ini. Saya punya cara sendiri untuk observasi karakter. Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini," kata Iwa K.

​Berbeda dari pemain lainnya, John Yewen, komedian asal Papua ini merasa tertantang dengan perannya sebagai Bapa John.

​"Sebenarnya menjadi pastor adalah cita-cita yang diinginkan mama untuk Yewen dan akhirnya tercapai walau hanya akting. Namun, Yewen yakin mama bangga jika ia masih ada dan bisa melihat Yewen di film ini," Kata John Yewen yang juga ternyata mengalami pengalaman mistis saat mempelajari naskah di tempat tinggalnya bersama Ian Williams–karakter Reynold.

​Film Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 September 2026.

Tentang Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Suanggi: Ilmu Kutukan adalah film horor Indonesia yang terinspirasi dari warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur. Menggabungkan unsur horor, drama, dan budaya, film ini menghadirkan kisah yang menegangkan sekaligus mengajak penonton mengenal salah satu kekayaan folklor Nusantara melalui pendekatan sinematik yang modern.

Genre Film: Drama, Horror

Executive Producer: Ernes Yauwalata, Adrian Sugiono

Produser: Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, Firdauzi Trizkiyanto

Sutradara: Dom Dharmo

Penulis: Baskoro Adi Wuryanto

Produksi: Mutiara Films & Subtube Studio

Casts: Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Alm. Pace Cello, Douglas Krump, Arnold Kobagau, Hendra Louis "Botak Bicara"

SINOPSIS

​BENI (Pangeran Lantang) yang terlilit utang ratusan juta, pulang ke kampung halamannya di Pulau Kladum, bersama kekasihnya GIA (Carissa Perusset) dengan alasan menjenguk ibu angkatnya, MAMA LIN (Dayu Wijanto) yang sedang sakit keras. Namun, tujuan sebenarnya adalah mencuri harta tersembunyi keluarganya untuk menutupi utang. Setelah 13 tahun pergi dan kembali ke kampung halamannya, BENI diteror kekuatan gaib kiriman AROBA (Iwa K)—seorang SUANGGI—yang mengirim serangan lalat untuk membunuh keluarga MAMA LIN dan warga Pulau Kladum, sekaligus menguak rahasia kelam yang selama ini disembunyikan BENI.

SINOPSIS (Versi Bahasa Inggris)

​Drowning in massive debt, BENI (Pangeran Lantang) returns to his remote hometown on Kladum Island alongside his girlfriend, GIA (Carissa Perusset), under the guise of visiting his gravely ill adoptive mother, MAMA LIN (Dayu Wijanto). In truth, BENI harbors a desperate agenda, to steal his family's hidden heirloom and clear his financial ruin. However, his homecoming after a 13-year absence awakens a dormant nightmare. BENI soon finds himself targeted by AROBA (Iwa K), a formidable Suanggi (sorcerer) who unleashes a devastating plague of flesh-eating flies upon MAMA LIN's family and the island's residents. As the supernatural terror tightens its grip, BENI is forced to confront not only the deadly curse, but also the dark, long-buried secret he has been running from his entire life.

WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur

Film komedi horor terlucu dari Rapi Films akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026

​Jakarta, 31 Agustus 2026 – Film terbaru dari Rapi Films, dengan kolaborasi bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures, sebuah komedi horor berjudul Warga Rusun 609 hari ini resmi merilis poster dan trailer yang memperlihatkan kekacauan para warga penghuni rusun ketika harus berhadapan dengan arwah Bunga sekaligus ancaman relokasi dari Pak Bahlil. Disutradarai oleh Herwin Novianto dengan penulisan skenario oleh Upi, film ini mempertemukan komedi dan horor dalam dinamika bertetangga di sebuah rusun ke dalam sebuah suguhan yang penuh kejutan dan kelucuan. Warga Rusun 609 akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.

​Melalui trailernya, penonton diajak mengenal lebih dekat dengan film Warga Rusun 609 yang bercerita tentang ARKA (Morgan Oey), mahasiswa populer dan kaya raya yang menghancurkan hubungannya dengan BUNGA (Ranty Maria) karena sebuah taruhan bodoh. Ketika Bunga ditemukan tewas dan arwahnya menghantui kamar 609, warga rusun yang penuh tingkah pun dibuat kalang kabut. Di saat yang sama, mereka harus menghadapi PAK BAHLIL (David Nurbianto) yang mengancam akan merelokasi mereka. Hantu yang tidak mau pergi bertemu dengan warga yang tidak mau digusur. Kekacauan pun tak terhindarkan.

​Sebagai adaptasi dari film horor komedi Thailand, Buppah Rahtree, Warga Rusun 609 tidak hanya memindahkan ceritanya ke Indonesia. Dunia rusun menjadi ruang yang membuat ceritanya terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat kita. Ketika teror muncul, para warga bereaksi dengan caranya masing-masing, ada yang panik, bergosip, berdebat, mencari orang pintar, saling menyalahkan, sampai akhirnya terpaksa menghadapi masalah itu bersama-sama. Dari situlah komedi Warga Rusun 609 tumbuh.

​"Yang membuat kami tertarik bukan hanya hantunya. Kami membayangkan, kalau kejadian seperti ini benar-benar terjadi di sebuah rusun di Indonesia, bagaimana warga kita akan bereaksi? Pasti ada yang takut, ada yang sok berani, ada yang cari orang pintar, ada yang bergosip, dan semuanya ikut campur. Dari situ kami merasa cerita Buppah Rahtree bisa punya kehidupan yang sangat berbeda ketika dibawa ke Indonesia," ujar produser Sunil Samtani.

​Kekuatan tersebut semakin terasa melalui deretan pemeran yang menghidupkan karakter-karakter Warga Rusun 609 yang mempertemukan aktor, komedian, stand-up comedian, sampai figur internet dalam satu lingkungan rusun. Selain Morgan Oey dan Ranty Maria, film ini juga menghadirkan Gita Bhebhita, Sarah Sechan, Aming, hingga Dustin Tiffani. Film Warga Rusun 609 mengandalkan kekacauan ensemble cast yang akan membuat penonton tertawa dan terhibur.

​Melalui Warga Rusun 609, Herwin Novianto kembali mengeksplorasi pertemuan horor dan komedi, kali ini dalam dunia sebuah rusun yang dihuni oleh warga dengan segala tingkah dan persoalannya. Sementara itu, bagi Morgan Oey, kesempatan bermain dalam komedi horor garapan Rapi Films dan disutradarai Herwin Novianto memberikan pengalaman yang berbeda, terutama karena ia harus berada di tengah dinamika pemain yang begitu beragam.

​"Warga Rusun 609 punya kombinasi yang menarik. Horornya ada banget, tapi cara para karakter menghadapi situasi yang mengalami membuat semuanya menjadi sangat kocak dan menghibur. Pengalaman bekerja bersama Mas Herwin juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan karena Mas Herwin punya teknik pendekatan yang kuat dalam mempertemukan horor dan komedi. Saya menikmati prosesnya, terutama ketika harus membangun karakter Arka di tengah warga-warga rusun lainnya yang punya energi dan warna masing-masing," ungkap Morgan Oey.

Warga Rusun 609 merupakan film persembahan Rapi Films berkolaborasi dengan Sky Media Films, Vortera Studios dan Legacy Pictures, karya sutradara Herwin Novianto dan penulis skenario Upi. Warga Rusun 609 dibintangi oleh Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Sarah Sechan, Riyuka Bunga, Aming, Keanu, Papham Ashari, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dustin Tiffani, Dian Sidik, David Nurbianto, dan Adzana Ashel. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Ikuti perkembangan Warga Rusun 609 melalui akun-akun resmi media sosialnya.

INFORMASI FILM

KEY CREW

Sutradara : Herwin Novianto

Penulis Skenario : Upi

Produser : Sunil Samtani

Produser Kreatif : Sunar Samtani

PEMERAN

Morgan Oey sebagai Arka

Ranty Maria sebagai Bunga

Gita Bhebhita sebagai Ibu Damai

Galabby sebagai Ibu Nurjannah

Sarah Sechan sebagai Ibu Wati

Riyuka Bunga sebagai Ibu Tuti

Aming sebagai Pak Anjay Sudrajat

Keanu sebagai Mawar

Papham Ashari sebagai Melati

Yono Bakrie sebagai Gugum

Danang Suryonegoro sebagai Pak Wira

Tanta Ginting sebagai Terang Tarigan

Dustin Tiffani sebagai Ki Gendeng

Dian Sidik sebagai Slamet

David Nurbianto sebagai Pak Bahlil

Adzana Ashel sebagai Mila

AKUN MEDIA SOSIAL RESMI

Instagram : @wargarusun609 @rapifilm

Twitter/X : @Rapifilm

TikTok : @rapifilm

YouTube : Rapi Films

Jumat, 28 Agustus 2026

Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober

Jakarta, 27 Agustus 2026 – Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, "Lobang Buaya", resmi merilis official trailer dan final poster.

​Diproduksi oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia tahun 1964. Karya ini menjadi wadah eksplorasi kreatif Hanung Bramantyo dalam menangkap perasaan "horor" kolektif yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan September, serta kritik pedas untuk kondisi masyarakat yang relevan sampai saat ini.

​Visual pada final poster langsung menampilkan kengerian yang menjadi benang merah cerita: sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang wanita. Poster penuh teka-teki ini merefleksikan teror sentral yang akan dihadapi para penonton di dalam film.

​Sementara itu, official trailer mengajak penonton mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang ditugaskan membongkar motif di balik pembunuhan berantai setiap tanggal 30 di Desa Lobang Buaya.

Baskara Mahendra, pemeran karakter Soegeng, menuturkan bahwa penonton akan diajak menyusun potongan petunjuk bersama karakternya.

​"Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk 'mencari dalang' dibalik misteri pembunuhan berantai ini. Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?" tutur Baskara Mahendra.

Hanung Bramantyo menegaskan bahwa pendekatan horor dipilih secara sadar untuk membedah rasa takut yang dirasakan publik terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada masa tersebut, yang masih berlanjut sampai saat ini.

​"Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa '65? Jawabannya adalah horor. Memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas." tutur Hanung.

Sinopsis Film Lobang Buaya

​Setahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai terhadap para tokoh desa. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.

​Saat rumor mengenai "Hantu Bolong" merebak dan tensi sosial memanas, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus mencari tahu dalang pembantaian tersebut.

​Namun, teror tidak berhenti di situ. Istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan. Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng membuka tabir bahwa kekacauan di desa maupun di rumahnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.

Jadwal Tayang Film Lobang Buaya

​Film "Lobang Buaya" dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor kawakan Mathias Muchus.

​Film "Lobang Buaya" dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai penjualan tiket dan materi promosi dapat diakses via media sosial resmi @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.

TENTANG ADHYA PICTURES

Adhya Pictures adalah studio film dari kelompok perusahaan Adhya Group. Karya-karya yang dihasilkan berfokus pada kolaborasi bersama kreator-kreator terkemuka untuk menghasilkan film-film yang memiliki narasi yang kuat dan relevan. Adhya Pictures percaya bahwa karya kolaboratif akan membuahkan produk yang mempunyai kekuatan nilai dan memberi kontribusi nyata pada industri.

​Melalui perannya di bidang Film Investment, Intellectual Property Studio & Banking, dan Production House afiliasinya, Adhya Pictures berkomitmen untuk terus menyajikan film berkualitas terbaik dan turut serta memajukan industri film Indonesia. Adhya Pictures dan jajaran afiliasinya adalah Satria Dewa Studio, Wong Vardha Entertainment, dan DAMN! I Love Indonesia Pictures.

​Dua film terbaru Adhya Pictures yang akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia, yaitu Lobang Buaya, dari sutradara dan penulis Hanung Bramantyo dan Forza, dari sutradara Marco Balsamo sedang dipersiapkan oleh Adhya Pictures untuk direncanakan tayang pada penghujung tahun 2026.

SOSIAL MEDIA

Instagram: @adhyapictures @filmlobangbuaya

Tiktok: @adhyapictures

AFGAN RILIS “LANGIT MERAH MUDA”, OST FILM AGENSI RUMAH TANGGA, BERSAMA MUSIC VIDEO YANG MENGHIDUPKAN KISAH KAFKA DAN KATIA

Jakarta, 28 Agustus 2026 — Menjelang penayangan film Agensi Rumah Tangga di bioskop Indonesia pada 10 September 2026, Afgan resmi merilis lagu “Langit Merah Muda”, original soundtrack (OST) film tersebut. Lagu ini dirilis hari ini, 27 Agustus 2026, di berbagai platform streaming digital, sekaligus dengan music video yang membawa penonton lebih dekat ke kisah dan karakter Kafka yang diperankan Afgan dalam film.

​Dalam Agensi Rumah Tangga, Afgan tidak hanya hadir sebagai aktor yang memerankan Kafka, seorang penyanyi sekaligus klien Katia (Enzy Storia), tetapi juga terlibat langsung dalam pengisian soundtrack film melalui “Langit Merah Muda”. Lagu ini menjadi representasi dari sudut pandang dan perasaan Kafka, terutama dalam menjalani hubungan yang berkembang di tengah berbagai drama yang dihadapi Katia sebagai penyalur asisten rumah tangga.

​“Langit Merah Muda” menjadi bagian penting dari perjalanan Kafka di dalam film. Kehadiran lagu ini sekaligus memperkuat sisi personal karakter Kafka dan kisah romantika yang terjalin antara dirinya dengan Katia.

​Bagi Afgan, keterlibatannya dalam Agensi Rumah Tangga memiliki makna tersendiri. Selain kembali berakting, ia dapat berkolaborasi dengan sutradara Naya Anindita dan Enzy Storia, yang telah menjadi teman dan bagian dari lingkar pertemanannya dalam waktu yang cukup lama.

​“Rasanya Agensi Rumah Tangga jadi bentuk karya yang bisa menjadi legacy dari sebuah pertemanan. Di film ini, aku berperan bareng Enzy dan terlibat love interest dengan cerita yang mendalam, disutradarai oleh Naya. Kami berteman sudah sangat lama dan saling support satu sama lain, dan ini jadi bentuk support proyek teman yang paling maksimal dari aku,” ujar Afgan.

​Melalui “Langit Merah Muda”, Afgan menghadirkan sisi lain dari Kafka yang tidak hanya dapat dirasakan melalui cerita film, tetapi juga melalui musik. Lagu ini menjadi pengantar menuju kisah Kafka dan Katia yang akan disaksikan penonton di layar lebar pada September mendatang.

​Music video “Langit Merah Muda” juga dirilis bersamaan hari ini. Mengambil elemen dari dunia Agensi Rumah Tangga, video musik tersebut memperlihatkan Afgan sebagai Kafka dan menghadirkan potongan momen yang merepresentasikan perjalanan serta dinamika hubungan Kafka dan Katia.

​Film Agensi Rumah Tangga sendiri merupakan drama komedi persembahan Starvision, Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, disutradarai oleh Naya Anindita. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari dengan skenario yang ditulis Upi dan Ayu Anggraini Putri. Ceritanya mengikuti Katia, perempuan yang terkena PHK dan terdesak kebutuhan finansial, hingga akhirnya memutuskan membuka usaha sebagai penyalur asisten rumah tangga.

​Keputusan Katia tersebut membawanya pada berbagai drama, termasuk ketika ia berhadapan dengan Kafka sebagai salah satu kliennya. Di tengah persoalan pekerjaan, keluarga, dan pilihan hidup, hubungan keduanya berkembang menjadi salah satu sisi romantika dalam film.

​Dengan dirilisnya “Langit Merah Muda” dan music video hari ini, perjalanan menuju Agensi Rumah Tangga resmi memasuki babak baru. Film Agensi Rumah Tangga akan tayang mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Tentang Film Agensi Rumah Tangga

​Agensi Rumah Tangga adalah film drama komedi produksi Starvision, Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, disutradarai oleh Naya Anindita. Film ini dibintangi Enzy Storing sebagai Katia Amaranto dan Afgansyah Reza sebagai Kafka, bersama jajaran pemain lainnya.

​Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop Indonesia.

LANGIT MERAH MUDA (Lirik)

Harusnya memang sengaja

Waktu pertemukan kita

Anginpun ikut melagu

Dan mendayu

Mengapa merdu


​Dari berjuta manusia

Ternyata engkau orangnya

Ku tau sedari awal

Kau berbeda

Kau teristimewa


​Ooh, saat mereka pergi tanpa kata

Tapi tak mengapa karna

Pada akhirnya engkau ada

Seketika langit merah muda


​Dari berjuta manusia

Ya memang engkau orangnya

Andaikan sedari awal

Selamanya

Bisa lebih lama


​Ooh, saat mereka pergi tanpa kata

Tapi tak mengapa karna

Pada akhirnya engkau ada

Seketika langit merah muda


​Ooh, janjiku takkan pergi tanpa kata

Karna aku tau kamu

Tak'kan begitu

Selamanya, kita buat langit merah muda


​Selamanya selamanya

Merah muda merah muda

Selamanya selamanya

Merah muda merah muda


​Selamanya selamanya

Merah muda merah muda

Selamanya selamanya

Merah muda merah muda


Music Credit

Executive Producer Yonathan Nugroho for TRINITY OPTIMA PRODUCTION

A&R : Dwi Santoso / Simhala Avadana

Composed By Rendy Pandugo / Mohammed Kamga / Afgansyah Reza

Publishing : Wrap! Publishing / Sub-Publisher : PT. Suara Publisindo on behalf of Universal Music Publishing AB / Sony Music Publishing Indonesia / Massive Music Entertainment

Produced By Rendy Pandugo

All Instruments Arranged, Played, Recorded, And Edited By Rendy Pandugo

Programming Strings Orchestra Performed By Vinson Vivaldi

Vocals Recorded at Betterdays Std, Directed By Mohammed Kamga Engineered By Ogi Lugas

Vocals Edited By Rio Ndul

Mixed & Mastered By Dimas Pradipta At SUM IT! Std, JKT

​©TRINITY OPTIMA PRODUCTION 2026

Rabu, 26 Agustus 2026

Pesan Menusuk Hati Fanny Kondoh untuk Mendiang Suami Usai Nonton, Bikin Gala Premiere 'Baby Udon' di Jakarta Banjir Air Mata

Jakarta, 26 Agustus 2026 – Suasana megah di CGV Grand Indonesia mendadak pecah oleh isak tangis histeris pada penyelenggaraan Gala Premiere film layar lebar paling dinantikan tahun ini, dari Sumargo Film dan LYTO Pictures, Baby Udon.

​Ruang bioskop yang disulap berhiaskan instalasi pohon sakura mekar, sebagai tribut mengenang mendiang Hajime Kondoh, berubah menjadi lautan air mata sesaat setelah film selesai diputar.

​Puncaknya terjadi pada sesi press conference usai penayangan. Sambil mendekap erat sang buah hati, Kazuki atau yang akrab disapa KazKaz, content creator Fanny Kondoh melontarkan pengakuan mengharukan yang seketika membuat ratusan pasang mata yang hadir di studio meneteskan air mata.

​"Teruntuk suami tercintaku, aku berharap kamu bisa melihat sebanyak apa orang di sini yang merayakan kisah cinta dan perjuangan kita untuk KazKaz. Film ini ada untuk mengenangmu, dan agar KazKaz bisa tahu kalau ayahnya adalah sosok yang luar biasa," ucap Fanny dengan suara bergetar dan berurai air mata, membuat seluruh awak media dan tamu undangan ikut menangis tersedu-sedu.

​Momen haru tersebut sekaligus menjadi saksi pertaruhan besar karier Denny Sumargo. Bersama sang istri, Olivia Sumargo, Denny resmi menandai debut perdana mereka sebagai produser di industri film Indonesia.

​Bukan hanya modal nama, Densu bahkan rela memangkas habis rambutnya hingga botak licin dan menonton rekaman sakratul maut asli mendiang Hajime demi menyajikan akting yang menghipnotis penonton.

​"Sebagai produser pertama kali, saya nggak nyangka efeknya bakal sehancur ini di hati penonton. Dari tur di berbagai kota kemarin, saya lihat sendiri orang-orang keluar studio sambil nangis sesenggukan. Alasan terbesar saya bikin film ini cuma satu: nggak mau mengecewakan amanah Fanny dan Hajime. Kisah ini bukan sekadar tontonan, tapi pelukan hangat buat siapa pun yang pernah kehilangan," tegas Denny Sumargo, Produser dari Sumargo Film, di hadapan awak media.

​"Kami amat bangga bisa membawa film Baby Udon ke penonton Indonesia. Semoga cerita yang mengharukan dan indah dari Bu Fanny Kondoh dan Almarhum Bapak Hajime Kondoh bisa memberikan kesan yang baik dan menginspirasi banyak orang," kata Andi Suryanto, selaku Produser dari LYTO Pictures.

​Gala Premiere spektakuler ini turut dihadiri sederet bintang ternama tanah air, mulai dari jajaran produser Denny Sumargo, Olivia Sumargo, Andi Suryanto, dan Marcella Daryanani, hingga deretan pemeran utama seperti Caitlin Halderman, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Miyu Okazaki, Hiroaki Kato, Royhan Hidayat, Hafni Thalib, dan Alexandra Valerie.

​Selain di Jakarta, film 'Baby Udon' telah menggelar Gala Premiere di 7 (Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Banjarmasin, Palembang, Medan) kota sampai saat ini. Tidak berhenti di sini, tur Gala Premiere dan Meet & Greet masih akan berlanjut ke Makassar (Nipah XXI) dan akan ditutup di Bali (Level 21 XXI).

​Film Baby Udon dipastikan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Penonton juga bisa menikmati promo terbatas Buy One Get One Free (BOGOF) khusus untuk hari pertama penayangan di aplikasi tiket MTIX.

​Intip cuplikan viral, trailer resmi, dan informasi tiket di akun Instagram @filmbabyudon, @sumargofilm, dan @lytopictures.

Senin, 24 Agustus 2026

Di Balik Teror Horornya, Film Munafik: Melawan Iblis Bicara Trauma dan Keikhlasan, saat Arya Saloka Menjadi Ustaz yang Merukiah Acha Septriasa

Film Munafik: Melawan Iblis tayang mulai 3 September 2026 di bioskop

Jakarta, 24 Agustus 2026 — Unlimited Production bekerja sama dengan Skop Productions mempersembahkan film horor terbaru berjudul Munafik: Melawan Iblis yang akan tayang di seluruh bioskop mulai 3 September 2026. Di balik kisah seorang ustaz yang melakukan rukiah saat menolong orang yang kesurupan, film Munafik: Melawan Iblis membawa perjalanan seseorang menghadapi trauma dan kehilangan—hingga menyadari bahwa ada luka yang hanya bisa disembuhkan dengan keikhlasan, menerima, dan berserah.

​Kisah bermula ketika dalam perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga mengusir Iblis di tubuh anak mereka, Ustaz Adam (Arya Saloka) mengalami kecelakaan maut yang membuatnya kehilangan Aini (Widi Dwinanda), istrinya.

​Sejak saat itu Ustaz Adam berhenti melakukan rukiah dan hidup dalam kesedihan berkepanjangan. Sampai suatu hari, ia diminta Anwar (Dimas Aditya) menyelamatkan Fitri (Acha Septriasa) perawat sekaligus putri Haji Mansur (Donny Damara), figur yang dihormati di desa tempat Adam tinggal.

​Adam yang awalnya menolak, menemukan alasan untuk kembali melakukan rukiah karena mengingat pesan mendiang istrinya. Namun, seiring waktu ia menemukan ada rahasia gelap di balik teror gaib yang menimpa Fitri.

​Diproduseri Oswin Bonifanz dengan sutradara Guntur Soeharjanto, Munafik: Melawan Iblis memberikan teror maksimal yang akan menyerang psikologis dan menaikkan adrenalin. Tak hanya jumpscare, tetapi film ini berhasil menghadirkan teror dari entitas Iblis yang menggoda manusia.

​Film Munafik: Melawan Iblis dibintangi oleh Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Faqih Alaydrus, Donny Damara, Widi Dwinanda, Annisa Hertami, Nova Eliza, Oce Permatasari, dan Elvira Devinamira.

​"Film Munafik: Melawan Iblis adalah eksplorasi terbaru dari Unlimited Production yang membawa tema cerita horor kesurupan dan rukiah, namun sebenarnya memiliki lapisan yang mendalam secara drama. Kami menggali perasaan tentang luka dan trauma, di tengah kedukaan dan proses kehilangan seseorang, yang kami rasa menjadi perasaan yang universal," ujar produser Oswin Bonifanz.

Menjelang perilisan film Munafik: Melawan Iblis secara serentak pada 3 September 2026 di bioskop, Unlimited Production juga telah menggelar roadshow ke XX kota yang seluruh tiketnya terjual habis (sold out)! Ini membuktikan antusiasme tinggi terhadap film Munafik: Melawan Iblis bahkan sebelum filmnya tayang secara reguler.

​Banyak dari penonton juga kagum dengan penampilan Arya Saloka, yang dianggap mampu dengan fasih melafalkan ayat suci Al-Qur'an, saat ia memerankan Ustaz Adam. Arya sendiri mengaku lewat proyek film Munafik: Melawan Iblis juga menjadi ruang untuk dirinya berproses menjadi lebih baik sebagai manusia.

​"Saya sangat bersyukur bisa memerankan Ustaz Adam dan bermain di film Munafik: Melawan Iblis. Karena dari film ini saya juga bisa belajar lebih baik lagi, termasuk membenarkan bacaan-bacaan Al-Qur'an saya. Menurut saya ini berkah, ketika ada sebuah proyek film yang juga bisa membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Arya Saloka.

​Sementara itu, Acha Septriasa, yang memerankan Fitri dan harus mengalami banyak kesurupan di film ini, menghadapi tantangan secara fisik dan mental. Film Munafik: Melawan Iblis sekaligus menandai dua dekade perjalanan Acha di industri perfilman Indonesia.

​"Senang sekali, dalam perjalanan dua dekade aku di perfilman mendapatkan karakter yang sangat menantang seperti Fitri di film Munafik: Melawan Iblis. Pada dasarnya, Fitri sedang mengalami proses kedukaan karena kehilangan dan belum ikhlas. Apa yang dialami Fitri sangatlah manusiawi, dan itu yang membuatnya dekat dengan kita. Kalau tantangan secara fisik, tentu saja saat adegan saya harus merayap di dinding, itu sangat-sangat memorable," cerita Acha Septriasa.

​"Ada trauma yang tidak bisa disembuhkan dengan melawan. Kadang kita hanya perlu belajar menerima dan berserah," tambah Arya Saloka.

​Film Munafik: Melawan Iblis akan membawa kita pada perjuangan batin Ustaz Adam dalam memaknai proses duka dan kehilangannya, dan sembuh dari trauma yang selama ini menerornya. Munafik: Melawan Iblis bukan hanya tentang melawan iblis. Tapi tentang melawan luka dalam diri sendiri.

​Tonton film Munafik: Melawan Iblis mulai 3 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik.

Sinopsis

Di perjalanan pulang setelah membantu sebuah keluarga mengusir Iblis di tubuh anak mereka, Adam (Arya Saloka) seorang pengajar agama sekaligus praktisi ruqyah mengalami kecelakaan maut yang membuatnya kehilangan Aini, istrinya. Sejak saat itu ia berhenti melakukan ruqyah dan hidup dalam kesedihan berkepanjangan. Sampai suatu hari, ia diminta Anwar (Dimas Aditya) menyelamatkan Fitri (Acha Septriasa) seorang perawat sekaligus putri dari Mansur (Donny Damara), figur yang dihormati di desa tempat Adam tinggal. Adam yang awalnya menolak menemukan alasan untuk kembali melakukan ruqyah karena mengingat pesan mendiang istrinya. Namun, seiring waktu ia menemukan ada rahasia gelap di balik teror gaib yang menimpa Fitri.

Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar

​Tonton film Agensi Rumah Tangga mulai 10 September 2026 di bioskop ​Jakarta, 2 September 2026 — Setelah sukses dengan drama komedi dan dr...