Jakarta, 4 Agustus 2026 – Setelah dikenal melalui berbagai perannya di film layar lebar dan serial televisi, Faiz Vishal kini membuka babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai musisi. Menggandeng duo pop QAYS yang beranggotakan Giovani Andre Prasetyo (gitar) dan Rizky Ramadhan (vokal). Faiz memperkenalkan single debut bertajuk "Dialog", sebuah lagu bernuansa Neo-City Pop yang menghadirkan kisah romantis dengan balutan musik yang hangat, ringan, dan penuh warna.
Berbeda dari kebanyakan lagu cinta yang identik dengan nuansa patah hati atau kerinduan, "Dialog" justru merayakan momen ketika dua orang saling menemukan perasaan yang sama. Dengan groove yang ceria, melodi yang manis, serta sentuhan City Pop modern, lagu ini mengajak pendengarnya menikmati euforia jatuh cinta sebuah perasaan yang sederhana namun mampu mengubah suasana menjadi lebih indah.
"Dialog" mengisahkan pertemuan dua insan di tengah malam yang diguyur hujan. Di bawah gemerlap lampu kota, percakapan yang awalnya terasa biasa perlahan berubah menjadi ruang yang hangat untuk saling mengenal. Tawa, obrolan yang jujur, hingga mimpi-mimpi tentang masa depan menjadi benang merah yang mempertemukan keduanya. Tanpa perlu ungkapan cinta yang berlebihan, mereka menyadari bahwa rasa yang tumbuh hadir secara alami melalui setiap dialog yang mereka bagi.
Nuansa romantis tersebut diperkuat dengan aransemen Neo-City Pop yang memadukan elemen pop modern, ritme yang groovy, serta atmosfer urban yang hangat. Hasilnya adalah lagu yang tidak hanya nyaman didengarkan, tetapi juga mampu menghadirkan suasana yang membuat siapa pun ingin ikut berdansa dan tenggelam dalam kisahnya.
Bagi Faiz Vishal, "Dialog" menjadi langkah penting dalam mewujudkan kecintaannya terhadap musik. Selain menyanyikan lagu ini, Faiz juga turut terlibat dalam proses kreatif dengan menulis lirik dan menciptakan melodi bersama QAYS. Kolaborasi ini menjadi wujud eksplorasi baru yang memperlihatkan sisi lain dirinya sebagai seorang seniman.
Selama ini Faiz Vishal dikenal sebagai aktor yang telah membintangi berbagai film nasional maupun internasional, seperti Perang Kota, Ghost in the Cell, Sadali, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, hingga serial Para Pencari Tuhan. Pengalaman panjangnya di dunia seni peran menjadi fondasi kuat dalam membangun interpretasi emosional yang kini ia bawa ke dalam karya musik pertamanya.
Mengiringi debut Faiz adalah QAYS, duo yang beranggotakan Giovani Andre Prasetyo (gitar) dan Rizky Ramadhan (vokal). Terbentuk pada tahun 2023 dari pertemuan keduanya di komunitas Fase Acting Space, QAYS lahir dari kecintaan yang sama terhadap dunia seni peran dan musik. Giovani sebelumnya terlibat dalam film horor MARNI, sementara Rizky dikenal melalui web series aksi Ratu Adil. Berbekal pengalaman tersebut, mereka menghadirkan karya-karya yang lahir dari cerita dan emosi yang jujur.
Bagi QAYS, kejujuran adalah fondasi utama dalam setiap karya yang mereka ciptakan. Mereka percaya bahwa musik yang dibuat dengan tulus akan lebih mudah menemukan jalannya menuju hati para pendengar. Nilai tersebut terasa kuat dalam kolaborasi bersama Faiz Vishal melalui "Dialog", sebuah lagu yang lahir dari cerita sederhana, namun mampu menghadirkan kehangatan yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
Melalui "Dialog", Faiz Vishal dan QAYS mengajak pendengar untuk kembali menikmati momen-momen kecil yang sering kali menjadi awal dari kisah cinta yang besar. Sebuah percakapan, tawa di bawah rintik hujan, dan keberanian untuk saling membuka hati menjadi pengingat bahwa terkadang cinta memang dimulai dari sebuah dialog.
Single "Dialog" kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming musik.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia
Jakarta, 7 Agustus 2026 - Bocah Premiere - Setelah sukses di film pertama Kuasa Gelap (2024), Paragon Pictures & Ideosource Entertainment menghadirkan sekuelnya berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, yang akan tayang dalam format IMAX mulai 8 Oktober 2026.
Teaser trailer dan poster ini memberi penonton gambaran pertama tentang teror yang menanti. Di layar IMAX yang memenuhi seluruh pandangan dan tata suaranya yang datang dari segala arah, teror itu tidak lagi sekadar disaksikan, melainkan mengurung penonton dari segala sisi. Tidak ada layar yang bisa diperkecil, tidak ada jeda untuk memalingkan wajah. Inilah pengalaman yang hanya bisa dirasakan di bioskop, dan tidak bisa menunggu untuk ditonton nanti di rumah.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi sedikit dari film Indonesia yang tayang dalam format IMAX, yang menjadi jaminan kualitasnya diakui secara internasional.
"Sejak awal, kami merancang Perjanjian Darah dengan skala yang jauh lebih besar, baik dari sisi dunia cerita, lokasi, maupun ancamannya. Format IMAX menjadi semacam stamp of approval bahwa film ini besar dari segi production value, skala, dan kualitas, karena IMAX punya standar internasional dan tidak semua film layak tayang di sana. Bagi kami, ini jaminan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah layak ditonton di bioskop," ujar produser sekaligus penulis film tersebut, Robert Ronny.
"Kami tidak membuat film tentang ketakutan. Kami membuat film tentang sesuatu yang lebih berat dari ketakutan, pilihan yang dibuat oleh satu generasi, dan yang harus dibayar oleh generasi berikutnya," ujar Andi Boediman, produser eksekutif film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas, dua karakter yang telah menjadi ikon baru horor religi Indonesia. Keduanya didukung oleh Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Bagi sutradara Rizal Mantovani, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan memberikan pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Film ini tak hanya memberikan pengalaman menonton yang menyeramkan, tetapi juga lebih dekat dan emosional.
"Lewat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, kami ingin membuat cerita yang dekat dengan keseharian, terutama dengan kondisi di Indonesia, dan semoga juga terasa relatable bagi penonton di seluruh dunia nanti. Cerita yang menyentuh seperti inilah yang akan membekas, dikenang dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Saya juga bangga, setelah berkarier selama puluhan tahun, akhirnya untuk pertama kalinya film saya tayang dalam format IMAX," ujar Rizal Mantovani.
Di film keduanya ini, Kuasa Gelap menggali lebih dalam masa lalu karakter Romo Rendra yang diperankan Lukman Sardi. Latar belakang Romo Rendra yang ditampilkan di film keduanya ini sudah ditulis oleh Robert Ronny sejak film pertamanya hadir.
"Di film kedua ini, saya menggali lebih dalam sisi manusiawi yang ada di dalam karakter Romo Rendra. Bagaimana saat manusia berhadapan dengan iblis purba, yang dinamakan Rephaim. Dengan pengalaman menonton di layar yang lebih besar dalam format IMAX, perjalanan eksorsisme yang akan dilihat penonton akan semakin imersif dan emosional," ujar Lukman Sardi.
"Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya," tambah Jerome Kurnia.
Disutradarai oleh Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi, naskah Kuasa Gelap: Perjanjian Darah ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Film ini diproduseri oleh Robert Ronny dan Prima Taufik, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif bersama Jerome Kurnia. Produksi didukung oleh Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.
Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan saksikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
***
AKUN MEDIA SOSIAL
Instagram : paragonpictures.id | @kuasagelap.id
Twitter/X : paragonpics_
Tiktok : paragonpictures.id
Youtube : Paragon Pictures
Facebook : Paragon Pictures
Hashtag : #KuasaGelap #KuasaGelapPerjanjianDarah
TENTANG PARAGON PICTURES
Berdiri sejak tahun 2019, Paragon Pictures berfokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi film untuk pasar Indonesia maupun global. Beberapa karya yang telah dirilis antara lain Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Lyora: Penantian Buah Hati, Tak Ingin Usai Di Sini, The Most Beautiful Girl in the World, Kuasa Gelap, Kalian Pantas Mati, Backstage, dan Losmen Bu Broto.
TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT
Ideosource Entertainment adalah perusahaan hiburan yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Hingga kini, Ideosource Entertainment telah berinvestasi di 23 film layar lebar, termasuk Qodrat, Keluarga Cemara, Gundala dan Bebas.
TENTANG LEGACY PICTURES
Berdiri sejak tahun 2011, Legacy Pictures berkomitmen mendukung insan-insan kreatif perfilman Indonesia dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Sejumlah film nasional box office yang turut didukung oleh Legacy Pictures di antaranya adalah Ada Apa dengan Cinta 2, Pengabdi Setan 2: Communion, Agak Laen, The Architecture of Love, dan Siksa Kubur.
TENTANG SRN
SRN Production (PT Selaras Raya Nusantara) adalah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang produksi, talent management, dan kolaborasi strategis di industri hiburan Indonesia. Berkomitmen menghadirkan karya berkualitas melalui film, konten digital, dan kemitraan dengan berbagai brand, SRN terus mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif nasional.
TENTANG VIRTUELINES
Virtuelines adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang didirikan oleh Arya dan Ardi Setiadharma, investor di ekosistem startup Indonesia. Mereka membawa keahlian bisnis ke industri film bersama Jelita Septriasa. Virtuelines telah berinvestasi di berbagai film seperti Pemukiman Setan, Kuasa Gelap, Ambyar Mak Byar, dan Qodrat 2.
TENTANG WOW MULTINET PICTURES
Wow Multinet Pictures adalah perusahaan investasi yang berfokus pada pembiayaan dan produksi bersama film-film Indonesia. WMP mengutamakan proyek berkualitas tinggi dengan potensi penonton yang luas, membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri, serta menerapkan investasi demi pertumbuhan industri.
TENTANG MOKSTER FILMS
Mokster Films adalah perusahaan investasi dan penjualan, dengan fokus utama pada konten produksi Asia. Mengkhususkan diri dalam penjualan internasional, pengembangan, dan pembiayaan film di kawasan ini, Mokster Films memainkan peran penting dalam menjembatani para pembuat film Asia dengan penonton global. Penekanan strategis perusahaan pada industri film Asia yang berkembang pesat menggarisbawahi komitmennya untuk menampilkan kekayaan keragaman dan kreativitas sinema Asia di platform global.
TENTANG NETZME GATEWAY
PT Netzme Kreasi Indonesia ('Netzme') adalah Perusahaan Jasa Pembayaran Kategori 1 berlisensi Bank Indonesia yang fokus menyediakan solusi pembayaran digital aman dan mudah diakses, khususnya bagi UMKM. Melalui layanan berbasis QRIS, Netzme mendukung kebutuhan pelaku usaha sekaligus memperluas literasi digital. Saat ini Netzme telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpreneur, sebagai wujud komitmen dalam membuka akses teknologi digital bagi UMKM di seluruh Indonesia.
Dibintangi Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026
JAKARTA, 7 Agustus 2026 — Viu, layanan streaming video OTT pan-regional terkemuka yang beroperasi di 16 negara, mengumumkan penayangan drama original terbarunya, Garam Muda (Gairah Masa Muda). Drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini menghadirkan jajaran pemain muda yang dipimpin Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, sekaligus menghadirkan dunia hipdut, perpaduan khas Indonesia antara hip-hop dan dangdut. Garam Muda tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2026.
"Garam Muda berangkat dari sesuatu yang sangat khas Indonesia, tetapi membawa emosi yang universal. Hipdut mempertemukan dua dunia musik, dan keberanian untuk menciptakan perpaduan tersebut mencerminkan cara anak muda Indonesia membentuk kebudayaan dengan gaya mereka sendiri. Melalui perjalanan Kaizen dan Annet, serial ini mengeksplorasi identitas, rasa memiliki, serta keberanian memilih jalan hidup. Di Viu, kami ingin setiap Viu Original lokal memiliki akar budaya yang kuat sekaligus relevan secara emosional. Garam Muda mewakili ambisi tersebut," ujar Avijit Dutta, Country Manager Viu Indonesia.
Kaizen (Junior Roberts) terlihat memiliki segalanya. Ia populer, dikagumi, dan menempati posisi nyaman dalam hierarki sosial di sekolahnya. Namun, citra yang selama ini ia jaga mulai goyah ketika ia kembali bertemu Annet (Aisyah Aqilah), gadis yang pernah melindunginya dari perundungan.
Terpikat oleh kejujuran dan keberanian Annet, Kaizen diam-diam memasuki dunia hipdut dan bergabung dengan grup musik Annet yang tengah mengejar impian untuk menjadi viral. Upayanya mendekati Annet kemudian memaksa Kaizen berhadapan dengan tuntutan lingkungan pertemanan yang sangat memandang status, cinta segitiga yang rumit, serta ketakutannya kembali menjadi orang yang tersisih.
Dengan memadukan musik, romansa, dan humor khas anak muda, Garam Muda mengangkat pertanyaan yang dekat dengan remaja: seberapa besar mereka bernisiko untuk menjadi diri sendiri?
Hipdut dalam serial ini menjadi ruang pertemuan bagi karakter-karakter yang sebelumnya terpisah oleh status, latar belakang, dan tuntutan sosial.
Serial ini turut dibintangi jajaran pemain muda, yakni Catherine Alicia (Catheez), Florian Rutters, Adam Farrel, Yusuf Alfiansha, Zoe Levana, dan Ryan Winter.
Garam Muda diperkenalkan melalui gala premiere dan peluncuran pers di Jakarta yang didukung oleh Pronas. Kolaborasi ini berlanjut di dalam serial, dengan Pronas hadir dalam keseharian para karakter, sejalan dengan semangat #AntiRibet dan gaya hidup anak muda yang dinamis.
Viu-ers dapat menyaksikan Garam Muda secara eksklusif melalui aplikasi Viu yang bisa diunduh secara gratis di App Store dan Google Play serta diakses melalui smart TV tertentu maupun situs www.viu.com. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, unduh Viu melalui App Store atau Google Play, atau kunjungi www.viu.com. Ikuti Viu di Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan TikTok.
Tentang Viu
Viu merupakan layanan streaming video over-the-top (OTT) terkemuka yang tersedia di berbagai pasar di Asia, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.
Viu hadir bagi konsumen melalui dua pilihan layanan, yaitu layanan gratis dengan dukungan iklan dan layanan berlangganan premium. Selain menghadirkan berbagai produksi original premium melalui merek "Viu Original", Viu menayangkan serial televisi, film, dan program gaya hidup dari penyedia konten terkemuka dalam berbagai bahasa lokal dan regional, lengkap dengan pilihan teks terjemahan. Melalui Viu Scream Dates, program temu penggemar lintas pasar, Viu juga memperluas penonton di luar layar dengan menghadirkan para bintang lebih dekat kepada penggemar melalui berbagai acara langsung.
Perusahaan induk Viu, Viu International Limited, juga mengoperasikan MOOV, layanan streaming musik digital dan konser langsung populer di Hong Kong.
Viu merupakan bagian dari PCCW Media di bawah PCCW Limited, perusahaan global yang berkantor pusat di Hong Kong dengan bisnis di bidang telekomunikasi, media, solusi teknologi informasi, pengembangan dan investasi properti, serta berbagai sektor lainnya. PCCW juga mengoperasikan ViuTV, layanan televisi gratis di Hong Kong, melalui HK Television Entertainment Company Limited, serta memiliki kepentingan bisnis di Pacific Century Premium Developments Limited dan berbagai investasi global lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.viu.com.
Film Siti Si Vampir tayang mulai 22 Oktober 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 6 Agustus 2026 — Satine Zaneta dan Ciccio Manassero akan beradu peran untuk pertama kalinya secara bersama dalam film drama komedi Siti Si Vampir persembahan rumah produksi Bahagia Tanpa Drama. Dalam official first look yang dirilis, Satine Zaneta tampak bingung, ketika ia bangun tidur dan tiba-tiba giginya bertaring. Sementara itu, Ciccio Manassero juga jadi sosok vampir yang menawan dengan setelan serba hitam.
Dari klip perdana yang dirilis, film Siti Si Vampir menampilkan situasi komedi yang unik, alih-alih suasana horor yang menyeramkan. Film Siti Si Vampir disutradarai oleh Rahabi Mandra, dengan produser Celerina Judisari. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
"Sebagai produser, saya memang sudah memiliki impian untuk membuat film tentang vampir. Siti Si Vampir menghadirkan pendekatan yang berbeda, sebuah drama komedi dengan lapisan drama keluarga dan satir sosial. Perjalanan akan dimulai ketika Siti yang biasanya bangun tidur di rusun, tiba-tiba terbangun di kamar mewah," ujar produser Celerina Judisari.
Selain Satine Zaneta dan Ciccio Manassero, jajaran pemeran film ini di antaranya adalah Ajil Ditto dan Shania Gracia. Jajaran pemeran muda ini juga akan membawa film Siti Si Vampir memiliki keunikan dan kesegaran yang dihadirkan lewat akting dari ansambel yang baru pertama kali bermain bersama-sama.
""Di Indonesia, vampir itu metafora yang pas untuk kelas atas. Siti ini ibarat anomali—anak rusun yang mendadak 'digigit' nasib jadi elite. Siti Si Vampir bukan sekadar komedi tentang taring yang tiba-tiba tumbuh (dari bawah), tapi menertawakan jarak kelas sosial kita. Bayangkan saja orang biasa yang mendadak dapat golden ticket masuk ke circle atas. Udah kaget, canggung, kacau balau, bukan manusia pula," ujar sutradara Rahabi Mandra.
Film Siti Si Vampir diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama, yang bekerja sama dengan Vidsee, AZ Films, Spectrum Film, dan PK Films. Menghadirkan genre drama komedi, Siti Si Vampir akan menjadi kisah yang segar dan unik yang relate dengan penonton Indonesia, tentang perjalanan gadis biasa yang tiba-tiba masuk dalam dunia yang serba mewah dan elite.
Film Siti Si Vampir akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026! Ikuti perkembangan terbaru Siti Si Vampir melalui akun Instagram resmi @bahagiatanpadrama dan @filmsitivampir.
Akan tayang di Bioskop mulai tanggal 8 Oktober 2026, dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan
Jakarta, 4 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari rumah produksi Forka Films. Karya paling ambisius dari sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons In Java), secara resmi terpilih untuk ditayangkan perdana secara global (World Premiere) di ajang bergengsi Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas—Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Piftrsshata Malasan dan banyak aktor yang lainnya—ini akan pulang dan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Empat Musim Pertiwi yang dengan judul internasional Four Seasons In Java akan tayang di prprgam Centrepiece, merupakan program khusus di TIFF yang menayangkan film-film berkualitas dari seluruh dunia dari para sineas internasional. Program ini menyoroti penceritaan yang beragam dari berbagai negara. Sebelumnya, program ini dikenal dengan nama Contemporary World Cinema. TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026.
Terseleksinya Empat Musim Pertiwi di TIFF 2026 menandai kembalinya Kamila Andini ke panggung festival bergengsi tersebut, setelah sebelumnya sukses membawa pulang penghargaan Platform Prize lewat film Yuni pada tahun 2021.
The Dream Team: Sineas Bertabur Bintang. Kekuatan magis dari visual dan penceritaan Empat Musim Pertiwi tidak lepas dari deretan sineas brilian di balik layarnya. Diproduseri oleh Ifa Isfansyah, film ini kembali mempersatukan para kolaborator luar biasa dari serial fenomenal Gadis Kretek.
Visi penyutradaraan Kamila didukung penuh oleh jajaran kreator terbaik tanah air, termasuk Sinematografer Batara Goempar, I.C.S, Desainer Produksi Dita Gambiro, Penata Busana Hagai Pakan, Penata Rias Astrid Sambudiono, dan Editor Akhmad Fesdi Anggoro. Atmosfer film ini semakin hidup dan emosional berkat rancangan tata suara dari Sound Designer Vincent Villa, serta kolaborasi musik epik dari komposer Ricky Lionardi dan Bottlesmoker.
Karya Sinematik Paling Ambisius Secara skala produksi dan visi kreatif, Empat Musim Pertiwi hadir dengan skala produksi yang jauh lebih besar dibandingkan karya-karya Kamila Andini sebelumnya. Menjelajahi genre yang belum pernah disentuh oleh sang sutradara, film ini secara berani menggabungkan elemen psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri.
Kamila Andini mengungkapkan bahwa pemilihan Gunung Bromo sebagai latar utama adalah sebuah keputusan yang disengaja. Latar ini digunakan untuk mengeksplorasi kontras antara kengungan alam yang megah dan mengisolasi, dengan kehadiran teknologi yang mampu memberdayakan sekaligus menghancurkan. "Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya—alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif," ungkap Kamila. "Bromo memang sudah ada sejak awal proses kreatif film ini pada 2017. Bahkan sebelum Gadis Kretek atau Yuni. Secara skala produksi, Empat Musim Pertiwi memang lebih kompleks, berat, dengan kanvas yang lebih besar," ujar produser Ifa Isfansyah.
Lebih dari itu, ambisi besar film ini dibuktikan melalui jaringan kerja sama produksi internasional prestisius. Empat Musim Pertiwi merupakan hasil kolaborasi produksi dari berbagai negara, melibatkan Forka Films (Indonesia) yang bekerja sama dengan ICI ET LA PRODUCTIONS (Prancis), LEMMING FILM (Belanda), STORM PICTURES (Norwegia), PFX (Polandia), dan GIRAFFE PICTURES (Singapura). Dari dalam negeri film ini didukung kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.
Saksikan di layar lebar saat Pertiwi pulang. Empat Musim Pertiwi tayang 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!
Tentang FORKA FILMS
Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara aktif memproduksi film-film yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai fesival film internasional.
Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:
Siti (Eddie Cahyono, Telluride 2015)
Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)
The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)
Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzonti 2018)
Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)
Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)
Cigarettes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul International Drama Awards 2024)
Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.
Jakarta, 6 Agustus 2026 - MD Pictures menggelar gala premiere film Perumahan Laddaland di CGV Grand Indonesia, Kamis (6/8/2026). Remake film horor dari Thailand itu akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Diarahkan oleh sutradara film horor terlaris Indonesia, Awi Suryadi, Perumahan Laddaland membawa pembaruan segar dari versi aslinya, Laddaland (2011). "Jadi kami lebih updated dengan keadaan sekarang. Di versi Indonesia, kami memperkenalkan karakter-karakter yang di versi Thailand tidak diekspos jauh, seperti PRT dan tetangga perumahan," ungkap sutradara Awi.
"Kreator Thailand membebaskan kami untuk berkreasi sesuai kultur Indonesia. Saya baru kasih tunjuk ketika hasil akhirnya sudah jadi, dan mereka suka sekali dengan hasilnya," lanjutnya.
Masih setia dengan cerita aslinya, film ini menyoroti sebuah keluarga kecil yang baru pindah ke Perumahan Laddaland. Sang kepala keluarga, Tomy (Andri Mashadi), mengambil cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) murah dengan lokasi rumah yang terasing di pinggiran kota.
Namun, belum lama mereka pindah, perumahan itu dikejutkan dengan insiden pembunuhan pekerja rumah tangga (PRT) mereka, Eneng (Delia Husein). Dan sejak kematiannya, keluarga kecil Tomy dihantui berbagai gangguan mistis, hingga sang istri (Titi Kamal) serta kedua anaknya, Tania (Anantya Kirana) dan Elvin (Shakeel Fauzi), ingin kabur dari sana.
"Perumahan Laddaland ini sangat-sangat relate dengan keadaan kita ya, di mana banyak orang sekarang ambil KPR yang tidak sesuai sama gajinya, cicilan panjang, dan ketika finansialnya terganggu, itu juga mengganggu keutuhan rumah tangganya," ungkap pemeran utama Andri Mashadi.
Naskah Perumahan Laddaland sendiri ditulis oleh penulis film horor papan atas Indonesia, Lele Laila, dengan jajaran cast ternama mulai dari Titi Kamal, Andri Mashadi, Anantya Kirana, Shakeel Fauzi Aisy, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Delia Husein, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, Sriyatun, Sarah Tumiwa, Zidni Hakim, hingga Kikky Dradjat Martha.
Selain mengusung genre horor, Perumahan Laddaland juga menawarkan drama keluarga dengan tragedi yang intens sepanjang film.
"Film Perumahan Laddaland ini benar-benar mencekam, jadi dari awal sampai akhir, mental dan pikiran kita benar-benar diuji banget. Harus nonton rame-rame biar bisa teriak bareng," ujar Titi Kamal.
Drama keluarga mencekam ini kian diperkuat dengan iringan original soundtrack berjudul "Rumah Ini" yang dinyanyikan Erika Prihadi dan sudah bisa didengarkan di platform streaming digital. Sementara Perumahan Laddaland siap ditonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Tentang Perumahan Laddaland
Demi memberikan kehidupan yang lebih layak bagi istri dan anak-anaknya, Tomy (Andri Mashadi) memberanikan diri mengambil KPR untuk membeli rumah impian. Kebahagiaan. itu tak berlangsung lama. Sejak menempati perumahan baru, keluarganya diteror berbagai kejadian tak wajar. Bisikan misterius, penampakan mengerikan, dan rahasia kelam di balik perumahan tersebut mengancam keselamatan mereka.
Tentang MD Pictures
MD Pictures, an MD Entertainment Company, adalah salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia dan perusahaan film nasional pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode FILM. Dengan sistem yang terintegrasi serta kecanggihan fasilitas yang mencakup seluruh rantai produksi, MD Entertainment senantiasa siap menghibur, mendidik dan menginspirasi penonton, serta menjadi pelopor di industri film Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi demi menghasilkan produk film yang bernilai tinggi. Pada tahun 2022, MD merilis film KKN di Desa Penari, yang saat ini memegang rekor sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa, dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 10 juta.
Prestasi bersejarah ini telah mendorong perkembangan perusahaan ini, di mana film ini telah menyokong kehadiran MD di panggung internasional melalui kemitraan global. Melanjutkan ekspansinya, MD mengakuisisi dan meluncurkan MDTV pada awal 2025. Dengan akuisisi dan kepemilikan platform distribusinya sendiri, MD semakin memperkuat dominasi di bidang televisi, drama, dan konten digital, menghadirkan cerita berkualitas tinggi ke audiens yang lebih luas. Untuk informasi lebih lanjut tentang MD Entertainment, silakan kunjungi https://linktr.ee/mdentertainmentofficial.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Menjelang penayangannya pada 20 Agustus 2026, antusiasme terhadap film "Dan Bandung" semakin tak terbendung. Disutradarai oleh sineas legendaris Rudi Soedjarwo dan diadaptasi dari semesta puitis Pidi Baiq, film produksi Verona Films ini menjanjikan pengalaman menonton yang akan membuat penonton susah move on.
Hal ini terbukti dari gala premiere yang telah diadakan di Surabaya, di mana para penonton pertama film Dan Bandung merasakan langsung sensasi kebaperan yang dibawakan romansa Basil dan Elma di film ini. Menanggapi antusiasme ini, film Dan Bandung akan mengadakan gala premiere di kota Semarang (7/8), Yogyakarta (8/8), Makassar (9/9), Jakarta (12/8) dan Bandung (15/8) menjelang rilisnya pada 20 Agustus nanti.
Jika kamu masih ragu untuk memasukkan film ini ke dalam daftar tontonan wajibmu, berikut adalah 3 hal menarik yang membuat "Dan Bandung" sangat patut dinantikan:
1. Sentuhan Magis Adaptasi Karya Pidi Baiq
Berbicara tentang romansa remaja yang membekas di hati, nama Pidi Baiq (atau yang akrab disapa Ayah Pidi) selalu berada di urutan teratas. Rekam jejak karya Pidi Baiq yang diangkat ke layar lebar selalu mendulang kesuksesan luar biasa.
Ingat bagaimana trilogi Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea: Suara dari Dilan sukses mengumpulkan puluhan juta penonton dan menciptakan tren budaya pop baru di Indonesia? Begitu pula dengan Ancika: Dia yang Bersamaku 1995.
Karya-karya Pidi Baiq selalu memiliki DNA yang khas: puitis, sedikit nyeleneh, namun sangat relevan dan menyentuh sisi paling emosional dari masa muda. "Dan Bandung" dipastikan membawa nyawa yang sama. Kisah Basil dan Elma tidak hanya menawarkan romansa asmara, tetapi juga dialog-dialog ikonis yang dijamin akan segera meramaikan kutipan di media sosialmu.
2. Romantisme Ala Kota Bandung yang Tak Pernah Gagal
Ada pepatah yang mengatakan bahwa Bandung diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum. Dalam industri hiburan Indonesia, menjadikan latar cerita adalah sebuah "formula sukses" yang hampir tidak pernah gagal memancing rasa nostalgia.
Kota Bandung telah berulang kali membuktikan magisnya sebagai latar karya romansa yang sukses mencetak sejarah, mulai dari fenomena box office jalanan era 90-an dalam semesta Dilan & Milea yang menyulap sudut-sudut kotanya menjadi destinasi wisata kenangan.
Pesona Bandung sebagai pusat kreativitas dan dinamika kehidupan mahasiswa perantau yang otentik juga terekam sempurna lewat karya ikonis seperti Perahu Kertas dan Jomblo, sementara pesona lanskap alamnya sukses menjadi saksi bisu kisah romansa yang menguras air mata dalam film fenomenal Heart.
Rangkaian mahakarya lintas generasi ini mengukuhkan status Bandung sebagai ruang nostalgia yang tak pernah gagal menghidupkan emosi dan kisah cinta yang melegenda di hati masyarakat Indonesia.
Dalam film "Dan Bandung", sutradara Rudi Soedjarwo menjadikan sudut-sudut kota, seperti kolong jembatan Alun-alun yang syahdu, sebagai saksi bisu perjuangan cinta terlarang antara Basil dan Elma. Romantisme laid-back khas Bandung di film ini akan membuat siapa saja yang pernah jatuh cinta (atau patah hati) di kota ini merasa seolah pulang ke rumah.
3. Tangan Dingin Rudi Soedjarwo: Menanti Lahirnya Ikon Baru Perfilman
Jika kita menengok ke belakang pada tahun 2002, industri film Indonesia pernah diguncang oleh rilisnya Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Sutradara di balik mahakarya tersebut adalah Rudi Soedjarwo.
Lewat AADC, Rudi dengan tangan dinginnya sukses mengorbitkan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra menjadi ikon romansa yang melegenda dan bintang besar hingga hari ini.
Kini, Rudi kembali dengan genre yang membesarkan namanya. Menariknya, Rudi kembali menaruh kepercayaan pada aktor-aktor muda berbakat. Samo Rafael ditunjuk sebagai Basil, dan yang paling mencuri perhatian adalah Shanna Shannon yang memerankan Elma. "Dan Bandung" merupakan debut film layar lebar bagi Shanna.
Pertanyaan terbesarnya: Akankah chemistry antara Samo dan Shanna di bawah arahan Rudi Soedjarwo ini akan meledak dan menjadikan mereka "The Next Cinta & Rangga" bagi generasi sekarang? Melihat rekam jejak Rudi dalam memoles bakat mentah menjadi permata layar lebar, rasanya kita sedang bersiap menyambut lahirnya bintang baru di industri perfilman Indonesia.
Jawabannya bisa kamu temukan segera. 'Dan Bandung' dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Tiket untuk penayangan spesial di Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan Bandung sudah dapat dibeli. Segera tambah wishlist dan amankan tiketmu sekarang juga di TIX ID.
Supaya tidak ketinggalan informasi terbaru, update konten eksklusif, hingga peluncuran soundtrack, pastikan kamu sudah mengikuti akun media sosial resmi mereka di @filmdanbandung!
Music Video Disutradarai Pasha, Hadirkan Kolaborasi Dua Generasi Keluarga UNGU melalui Kiesha Alvaro dan Zara Leola
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah merilis single terbaru "Utara - Selatan" pada 30 Juli 2026 sebagai penanda dimulainya perayaan 30 tahun perjalanan bermusik, UNGU kembali menghadirkan babak baru dalam rangkaian perayaan tersebut. Hari ini, band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman resmi meluncurkan music video "Utara - Selatan", sekaligus membuka perjalanan menuju konser spesial "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang akan digelarkan pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Bagi UNGU, "Utara - Selatan" bukan sekadar single baru. Lagu ciptaan Enda ini menjadi awal dari cerita besar yang tengah mereka siapkan untuk merayakan tiga dekade perjalanan berkarya di industri musik Indonesia. Mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju arah yang sama. "Dari semua perpisahan, saya rasa tidak ada satu pun yang benar-benar mudah untuk diikhlaskan. Selalu ada perasaan yang tertinggal, meskipun pada akhirnya kita harus menerima bahwa tidak semua orang bisa berjalan ke arah yang sama. Dari situlah 'Utara - Selatan' lahir," ungkap Enda.
Kepercayaan penuh dari Trinity Optima Production menjadi ruang bagi UNGU untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Menurut Handi Santoso, salah satu Pendiri Trinity Optima Production, perjalanan UNGU memiliki arti yang sangat penting bagi label yang mendampingi mereka sejak awal. "UNGU adalah band pertama yang bergabung bersama Trinity Optima Production. Selama bertahun-tahun mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Melihat hari ini Pasha menyutradarai sendiri music video UNGU, sementara Kiesha Alvaro dan Zara Leola menjadi pemeran utamanya, adalah kebanggaan tersendiri karena kami menyaksikan sebuah perjalanan yang terus bertumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Handi Santoso.
Keseriusan UNGU dalam menghadirkan karya ini bahkan dimulai sejak proses kreatif. Aransemen lagu mengalami beberapa kali perubahan hingga seluruh personel merasa benar-benar yakin bahwa "Utara - Selatan" adalah lagu yang tepat untuk membuka perjalanan menuju konser 30 tahun. "Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music videonya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," cerita Oncy.
Untuk pertama kalinya, music video UNGU disutradarai langsung oleh Pasha. Music video ini juga menghadirkan kolaborasi dua generasi keluarga UNGU dengan menampilkan Zara Leola, putri Enda, dan Kiesha Alvaro, putra Pasha, sebagai pemeran utama. Sebenarnya keinginan tersebut telah lama ia sampaikan kepada rekan-rekannya, namun baru kali ini dirasa menjadi momentum yang tepat. "Saya memang sudah beberapa kali menawarkan diri untuk menyutradarai video musik UNGU. Baru di lagu ini semuanya terasa pas. Ceritanya tepat, usia Kiesha dan Zara juga sudah sesuai dengan karakter yang ingin kami bangun. Saya ingin music video ini bisa menyampaikan rasa yang mungkin sulit diucapkan lewat kata-kata, sehingga penonton ikut merasakan perjalanan emosinya," kata Pasha.
Menariknya, ide menghadirkan Kiesha Alvaro dan Zara Leola sebagai pemeran utama justru datang dari Enda. Menurutnya, keduanya telah berada di usia yang tepat untuk membawakan cerita "Utara - Selatan". Selain sudah saling mengenal sejak kecil, chemistry mereka dinilai mampu menerjemahkan kisah cinta dalam lagu ini secara alami.
Bagi Kiesha, keterlibatan dalam music video ini menjadi momen yang telah lama ia nantikan. "Aku sempat bertanya kepada Ayah, apakah saya dipilih karena memang sudah layak atau karena tidak ada pilihan lain. Ternyata jawabannya sederhana, karena memang waktunya sudah tepat. Rasanya menyenangkan akhirnya bisa menjadi bagian dari karya UNGU," ujar Kiesha sambil tersenyum.
Sementara itu, Zara mengaku tidak mengalami kesulitan membangun chemistry dengan Kiesha karena keduanya telah saling mengenal sejak kecil. Tantangan terbesar justru datang dari keinginannya untuk memberikan penampilan terbaik dalam proyek yang menurutnya sangat personal. "Buat aku ini bukan sekadar pekerjaan. Ini proyek keluarga. Karena itu aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayahku dan ayah-ayah ku yang lain, Om Pasha, Om Oncy, Pakde Makki, Pakde Rowman, dan semua yang terlibat di dalamnya," tutur Zara.
Tak hanya melibatkan dua generasi keluarga UNGU, music video "Utara - Selatan" juga melibatkan lebih dari 400 Cliquers, sebutan bagi penggemar UNGU, sebagai extras. Kehadiran ratusan penggemar tersebut menjadikan video musik ini sebagai salah satu produksi terbesar yang pernah dikerjakan UNGU sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan yang telah terjalin antara band dan para penggemarnya selama tiga dekade. Kisah dalam music video pun sengaja diakhiri dengan tulisan "To Be Continued", menjadi petunjuk bahwa perjalanan "Utara - Selatan" belum benar-benar berakhir. Bagi UNGU, ini adalah awal dari rangkaian cerita yang akan terus berlanjut, seiring perjalanan mereka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter."
Konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 tersebut dipersiapkan sebagai perayaan terbesar UNGU selama 30 tahun berkarya. Bukan sekadar menghadirkan lagu-lagu hits, konser ini akan membawa penonton menyusuri perjalanan musikal UNGU melalui tata panggung, konsep pertunjukan, dan berbagai kolaborasi yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. "Ini bukan sekadar konser tunggal. Ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada industri musik Indonesia dan kepada semua pendengar yang sudah menemani perjalanan UNGU selama 30 tahun. Karena itu kami mempersiapkannya dengan sangat serius."
Akan ada banyak hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari cerita besar perjalanan UNGU," tutup Makki.
Single "Utara -Selatan" telah tersedia di seluruh platform layanan musik digital, sedangkan music video resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai hari ini. Perjalanan menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pun resmi dimulai, dengan berbagai kejutan lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Tiket konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan ini, kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli melalui platform TipTip.id.
Trinity Optima Production (TOP)
Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.
Caitlin Halderman, Baskara Mahendra, dan Haico Van Der Veken, deretan bintang muda, memperluas semesta kisah Jakarta Undercover yang menyimpan banyak rahasia di balik gemerlap Jakarta.
Sumber: Vidio
Jakarta, 6 Agustus 2026 — Di balik gemerlap kehidupan malam Jakarta, tersimpan rahasia yang tak pernah benar-benar terlihat di permukaan. Penyalahgunaan kekuasaan, eksploitasi, hingga permainan kepentingan menjadi potret kelam yang diangkat dalam Vidio Original Series Jakarta Undercover: Members Only. Terinspirasi dari buku fenomenal Jakarta Undercover karya Moammar Emka, Vidio menghadirkan kembali kisah ikonis tersebut dalam format serial dengan interpretasi yang lebih segar, relevan dengan dinamika Jakarta masa kini, serta diperkuat oleh deretan aktor muda yang mewakili perspektif generasi baru. Mengusung genre crime drama yang penuh ketegangan, serial ini mengajak penonton menyelami sisi lain ibu kota melalui kisah para karakter yang masing-masing menyimpan rahasia, ambisi, dan dilema di balik kehidupan yang tampak glamor.
Series ini mengikuti perjalanan Sita (Caitlin Halderman), seorang jurnalis muda yang menyamar sebagai resepsionis di Hotel Golden Sunrise demi mengungkap misteri kematian sang kakak, Tania (Agnes Naomi) Meski pihak berwenang menyatakan Tania meninggal akibat kecelakaan, Sita menemukan sejumlah kejanggalan yang membuatnya yakin ada kebenaran lain yang sengaja disembunyikan. Dalam menjalankan penyelidikannya, Sita dibantu oleh Tio (Brandon Salim), sahabat sekaligus rekan sesama jurnalis yang membantunya menyusun rencana penyamaran.
Di tengah penyelidikannya, Sita bertemu dengan Arian Hartandi (Baskara Mahendra), pewaris Hotel Golden Sunrise yang kehidupannya tak lepas dari berbagai dilema. Berawal dari rasa curiga, hubungan keduanya perlahan berkembang di tengah pencarian kebenaran yang membawa mereka semakin dekat pada rahasia besar yang selama ini tersembunyi. Dalam perjalanannya, Sita juga bertemu dengan Hailey (Carissa Perusset), mantan kekasih Arian, serta Kitty (Haico Van Der Veken), seorang pekerja malam yang mengetahui lebih banyak tentang dunia di balik Hotel Golden Sunrise. Kehadiran mereka membawa Sita menemukan berbagai petunjuk baru dalam mengungkap fakta di balik kematian Tania.
Menghadirkan perpaduan investigasi dan drama karakter, Jakarta Undercover: Members Only tidak hanya mengungkap sebuah misteri, tetapi juga memperlihatkan sisi manusiawi dari setiap karakter yang terlibat di dalamnya.
Caitlin Halderman Ungkap Keberanian Sita dalam Mencari Kebenaran, Sampai Beli Dua Buku Jakarta Undercover untuk Riset Karakter
Bagi Caitlin Halderman, daya tarik terbesar dari karakter Sita adalah keberaniannya dalam mengambil risiko demi mencari kebenaran meski bukan seorang detektif atau penegak hukum. Untuk mendalami karakter tersebut, Caitlin juga melakukan riset dengan membaca buku Jakarta Undercover karya Moammar Emka agar dapat memahami dunia yang menjadi latar cerita.
"Aku sampai membeli dua bukunya untuk dibaca sebagai bahan riset. Dari situ aku jadi belajar lebih banyak tentang sisi lain Jakarta dan menyadari bahwa banyak hal yang dulu benar-benar pernah terjadi."
Lewat karakter Sita, Caitlin juga semakin menghargai peran jurnalis yang berani mencari fakta dan menyuarakan mereka yang tidak memiliki ruang untuk berbicara.
"Yang paling aku pelajari dari Sita adalah keberanian untuk tetap mencari kebenaran, meski risikonya besar. Aku juga semakin menghargai profesi jurnalis yang berani menyuarakannya mereka yang tidak punya kesempatan untuk bersuara."
Baskara Mahendra Sebut Arian Bukan Karakter Hitam Putih
Berbeda dari karakter yang mudah ditebak, Arian menjadi salah satu karakter yang menarik bagi Baskara Mahendra karena memiliki banyak lapisan dan konflik batin.
"Karakter seperti Arian bukan tipe peran yang sering ditawarkan. Begitu membaca cerita dan karakternya, aku langsung tertarik untuk mengeksplorasi sejauh apa karakter ini bisa dikembangkan dan seberapa menarik perjalanan ceritanya."
Dalam proses pendalaman karakter, Baskara mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah memahami perjalanan emosi Arian yang terus berkembang di setiap episode. Menurutnya, Arian bukan sosok yang dapat dipandang dari satu sisi saja.
"Yang menarik dari Arian adalah dia bukan karakter yang bisa dilihat secara hitam-putih. Dia sering berada di posisi yang membuatnya harus menghadapi dilema moral. Penonton mungkin akan terus bertanya-tanya, sebenarnya Arian sedang berada di pihak siapa."
Haico Van der Veken Ingin Penonton Melihat Sisi Manusiawi Kitty
Memerankan Kitty menjadi pengalaman baru bagi Haico Van der Veken. Berbeda dari karakter-karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya, Kitty membawanya pada dunia yang sama sekali asing sehingga menuntut proses pendalaman karakter yang lebih intens.
"Awalnya aku takut karena sama sekali tidak relate dengan kehidupan Kitty. Tapi semakin mendalami karakternya, aku justru melihat bahwa Kitty punya perjuangan dan luka yang membentuk dirinya. Aku berharap penonton tidak hanya melihat profesinya, tetapi juga memahami cerita di balik setiap pilihan hidupnya."
Ungkap Rahasia Dibalik Jakarta Undercover: Members Only!
Di balik setiap pintu yang tertutup, selalu ada rahasia yang menunggu untuk diungkap. Melalui Vidio Original Series Jakarta Undercover: Members Only, penonton akan diajak mengikuti perjalanan penuh misteri yang perlahan membuka sisi lain Jakarta beserta kisah orang-orang yang hidup di dalamnya.
Executive Producers: Anthony Buncio, Sutanto Hartono, Mark Francis, Krishto Damar Alam
Co-Executive Producer: Christina Tan
Supervising Producer/Story Editor: Ve Handojo
Casts:
Caitlin Halderman sebagai Sita Siswoatmojo
Baskara Mahendra sebagai Arian Hartandi
Haico Van Der Veken sebagai Kitty / Ningsih
Carissa Peruset sebagai Haiy Mutia Juanda
Agnes Naomi sebagai Tania Siswoatmojo
Brandon Salim sebagai Prasetyo "Tio" Permana
Justin Adiwinata sebagai Darren Kurniawan
Pangeran Lantang sebagai Malik Ali
Donny Damara sebagai Herman Hartandi
Iwa K sebagai Djarot
Agus Kuncoro sebagai Bastian Soedarma
Daisy Desire sebagai Ambar
Sari Nila sebagai Lydia Hartandi
Santosa Amin sebagai Safri Ali
Abun Hadi sebagai Candra Basri
Yusuf Khan sebagai Iptu Yakub
Shauqilla sebagai Lia
Tentang Vidio
Vidio adalah platform OTT terdepan di Indonesia yang menghadirkan berbagai konten berkualitas yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Mulai dari olahraga kelas dunia, TV live streaming, konten berlisensi, hingga produksi eksklusif Vidio Original Series. Selama lebih dari satu dekade, Vidio menghadirkan lebih dari sekadar pengalaman menonton. Vidio Lebih Dari Hiburan, menjadi koneksi emosional yang membangun pengalaman bersama bagi para penonton di seluruh Indonesia. Untuk para pecinta olahraga, Vidio menghadirkan lebih dari 70 kompetisi olahraga berskala global dan nasional. Berikut pertandingan bergengsi yang pernah dan sedang ditayangkan mulai dari FIFA World Cup, Summer Olympic Games, Premier League, UEFA Champions League, BRI Super League, SEA VLeague, Proliga, Livoli, Wimbledon, Formula 1, MotoGP, hingga Combat Sports seperti Byon Combat, dan masih banyak lagi. Dengan pengalaman sebagai official broadcaster untuk multi-event seperti Olimpiade Tokyo 2020 dan Asian Games 2018, Vidio membuktikan komitmennya dalam memberikan tayangan Lebih Dari Menang Kalah—menghubungkan semangat, kebanggaan, dan solidaritas dalam setiap pertandingan. Di sisi lain, Vidio juga dikenal sebagai pionir dalam produksi Vidio Original Series—menjadi OTT Indonesia dengan jumlah produksi original terbanyak. Vidio hadir sebagai trendsetter yang terus mengangkat cerita lokal menjadi konten yang kuat, relevan, dan berkelas. Dengan lebih dari 100 Original Series yang diproduksi hingga akhir tahun 2025, Vidio menghadirkan tayangan Lebih Dari Cerita—menyuguhkan genre yang beragam, sekuel yang dinantikan, hingga adaptasi dan kejutan yang membekas di hati penonton. Didukung infrastruktur teknologi yang andal, Vidio sukses melakukan streaming ke jutaan penonton secara seamless, dan meraih pengakuan dari Google serta Akamai sebagai salah satu platform terbaik di kawasan Asia Pasifik.
Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah sukses di box office dengan film-film Lebarannya, sutradara Naya Anindita kini kembali dengan sajian film terbarunya berjudul Agensi Rumah Tangga. Film bergenre drama komedi persembahan Starvision dari produser Chand Parwez Servia ini akan tayang mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
Naya yang selalu mengangkat isu relevan, termasuk di film Lebarannya yang sukses tentang dinamika pencari kerja, kini ia kembali dengan isu yang dekat. Memotret fenomena PHK yang melanda pekerja urban, dan cara kembali bangkit. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari, dengan penulis skenario Upi dan Ayu Anggraini Putri.
Kisahnya mengikuti Katia (Enzy Storia), yang hidupnya lagi apes-apesnya. Jadi korban PHK, ditolak kerja di banyak tempat, dapat banyak tekanan dari ibunya, sampai terdesak cicilan KPR. Hal itu pun membuatnya berpikir keras, apa sudah saatnya membuka usaha?
Saat lagi terpuruk, Katia pun dapat ide bisnis cemerlang setelah ibunya yang mau pensiun terpaksa memberhentikan asisten rumah tangganya, Bi Minah (Tike Priatnakusumah). Katia berpikir, bagaimana kalau jadi penyalur asisten rumah tangga (ART) saja?
Tapi menjadi penyalur ART ternyata penuh drama, termasuk drama romantika dengan klien artisnya, Kafka (Afgangsyah Reza). Drama ART yang tak ada habisnya pun membuat Katia menghadapi dilema. Apakah lebih baik jadi PNS sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya?
Dalam official trailer yang dirilis, konflik ibu dan anak tentang mencari nafkah terasa sangat emosional. Sementara bercandaan yang muncul sepanjang trailer juga sudah bikin pecah.
"Bagi Starvision, film Agensi Rumah Tangga adalah potret apa yang sedang terjadi dengan situasi banyak orang saat ini, ketika mencari kerja begitu sulit, dan banyak karyawan yang terkena PHK. Diceritakan dengan drama komedi yang menghibur, dengan jajaran ansambel pemain yang meriah, sehingga karya ini menjadi proyek yang memecahkan rekor menggabungkan banyak komika perempuan di perfilman Indonesia," ujar produser Chand Parwez Servia.
Sebagai sutradara yang dikenal punya banyak sirkel pertemanan, Naya pun kembali memboyong para sahabatnya untuk bermain di film ini. Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgangsyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.
"Film Agensi Rumah Tangga menjadi proyek yang sangat menyenangkan dan hangat. Dari proses persiapan sampai akhir syuting. Proses ini juga menjadi rezeki bagi saya, bisa berkarya dengan orang-orang hebat yang selalu bekerja dengan sepenuh hati," ujar sutradara Naya Anindita.
Di film ini, untuk pertama kalinya Enzy Storia menjadi pemeran utama untuk film yang disutradarai Naya Anindita. "Syutingnya sehat banget, bukan karena isinya teman-temannya Naya, tapi semua kru juga happy. Ini jadi project pertemanan yang seru dan sangat menyenangkan," kata Enzy Storia.
Di film ini, Afgan tak hanya menjadi pemeran. Namun juga mengisi OST lewat lagu barunya berjudul Langit Merah Muda, yang menggambarkan POV dan perasaan Kafka, tokoh utama yang diperankan oleh Afgan.
"Rasanya Agensi Rumah Tangga jadi bentuk karya yang bisa menjadi legacy dari sebuah pertemanan. Di film ini, aku berperan bareng Enzy dan terlibat love interest dengan cerita yang mendalam, disutradarai oleh Naya. Kami berteman sudah sangat lama dan saling support satu sama lain, dan ini jadi bentuk support proyek teman yang paling maksimal dari aku," kata Afgan.
Menuju tayangnya film Agensi Rumah Tangga pada 10 September 2026 di bioskop, OST lagu Langit Merah Muda akan dirilis terlebih dulu pada 27 Agustus 2026 di seluruh platform streaming digital.
Dengan dukungan ansambel pemeran yang menarik dan lucu, film Agensi Rumah Tangga siap mengocok perut penonton dengan humor yang tidak terduga dan cerita drama yang menyentuh.
Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.
Sinopsis
Katia yang di-PHK perlu pekerjaan baru untuk membayar KPR, hingga memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART). Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.
Pemain dan Tim Produksi
Enzy Storia — Katia Amaranto
Afgansyah Reza — Kafka
Fita Anggriani — Sashi
Ardit Erwandha — Banu
Yunita Siregar — Mila
Unique Priscilla — Titin
Tike Priatnakusumah — Bi Minah
Nada Novia — Nisa
Ummi Quary — Siti
Musdalifah Basri — Asih
Neneng Wulandari — Marsih
Dea Panendra — Dini
Boah Sartika — Denok
Priska Baru Segu — Rina
Astrid Juwita — Ratih
Nury Zhafira — Fitri
Mega Salsabila — Ica
Farrell Rafisqy — Kenzi
Khalif Al Juna — Kenzo
Sheila Dara — Viona
Hesti Purwadinata — Tessa Effendi
Lulu Tobing — Danila
Febby Rastanty — Quina
Dayu Wijanto — Miranti
Nazira C. Noer — Ira
Freya Mikhayla — Aurora
Azamy Syauqi — Dio
Niky Putra — Petugas CPNS 1
Mario Caesar — Peserta Ujian CPNS 1
Kev — Peserta Ujian CPNS 2
Oline Mendeng — Hani
Yono Bakrie — Yono Sayur
Marchella FP — Cecel Pegawai TV
Rendha Rais — Widya
Reza Chandika — Candra Chandika
Arvino Ramadhan — Petugas CPNS 2
Oki DM — Wanto Furniture
Anyun Cadel — Toha
Elia Margaretha — Wanita Bertubuh Besar
Yudha Brajamusti — Dukun
McDanny — Pembeli Mobil Katia
Shela Lala — Mbak Lala
Vadie Akbar — Reza
Dian Iyoy — Bapak Main Gaple
Produksi
Starvision
Legacy Pictures
Vortera Studios
Navvaros
Produser:
Chand Parwez Servia
Riza
Reza Servia
Mithu Nisar
Sutradara: Naya Anindita
Produser Eksekutif:
Amrit Dido Servia
Raza Servia
Futih Aljihadi
Lisbeth Simarmata
Muhammad Noviar Rahman
Nazira C Noer
Trivet Sembel
Produser Lini: Rini Atmodjo
Penulis Skenario:
Upi
Ayu Anggraini Putri
Dari Novel Best Seller: Almira Bastari
Penata Artistik: Jacobus Dimas
Penata Kamera: Robert Cauble
Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi
Penata Suara: Aditya Trisnawan
Perekam Suara: Waim Ahmad Fahreizi
Penata Musik: Hariopati Rinanto
Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio
Penata Grafis: Mataque Studio
Penata Rias: Amalia Cantiqa
Penata Busana: Aldie Harra
Penata Peran:
Arief Havidz
Abie Prabu
Perancang Poster: Alvin Hariz
OST:
Langit Merah Muda — Afgan
Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) — Afgan
Jatuh, Bangkit Kembali! — HIVI!
Kita Bikin Romantis — MALIQ & D'Essentials
Tentang Starvision
Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.
Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.
Tentang Legacy Pictures
PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.
Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan investasi film. "PENGABDI SETAN", "AGAK LAEN", "PETUALANGAN SHERINA 2" dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.
Tentang Vortera Studios
Vortera Studios adalah sebuah perusahaan film asal Indonesia yang aktif berkolaborasi dalam berbagai proyek film layar lebar nasional. Sebagai studio film baru di industri perfilman tanah air, Vortera Studios gencar menjalin kemitraan strategis dengan rumah produksi besar mapan seperti Rapi Films, Starvision, dan Screenplay Films.
Tentang Navvaros
Navvaros Entertainment adalah perusahaan pemasaran, investasi, dan pengembangan film di Indonesia. Didukung jaringan new media terbesar di Indonesia (30+ inventory media, 80 juta+ followers), Navvaros mendanai dan mengembangkan film Indonesia sekaligus membawa kekuatan amplifikasi media.