Jakarta, 17 September 2026 — Menjelang penayangan perdananya di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 22 Oktober 2026, rumah produksi Dapur Film bersama jajaran produser Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo, secara resmi merilis Official Poster dan Official Trailer film drama emosional "Beautiful Pain".
Peluncuran ini sekaligus mengungkap tabir yang lebih jelas lagi tentang kisah di filmnya yang mengangkat realitas sosial tentang kekerasan domestik, kepedihan perselingkuhan, hingga perjuangan seorang perempuan yang merebut kembali kehormatannya dan perjuangan seorang ibu demi kehidupan masa depan anak-anak dan dirinya yang lebih baik.
Official Poster yang diluncurkan mempertegas narasi besar film ini: keteguhan sosok Niken (Raihaanun) di tengah puing-puing perkawinan yang hancur. Visual tersebut menonjolkan kekuatan seorang ibu yang mendekap kedua anaknya di hadapan realitas hidup yang tak lagi utuh.
Melengkapi visual tersebut, Official Trailer berdurasi penuh menyajikan gambaran konflik yang lebih mendalam dan intens. Penonton dibawa menyaksikan bagaimana rumah tangga Niken dan Dirga (Baim Wong) runtuh akibat kehadiran wanita lain (Nikita Mirzani). Lebih dari sekadar patah hati, Niken dihadapkan pada ancaman fitnah dan pelecehan yang menjadi titik balik baginya, memaksa nya untuk bersuara lantang demi menjadi dirinya yang baru mempertahankan hak asuh kedua buah hatinya.
Sutradara Dmaz Brodjonegoro menjelaskan bahwa perilisan official poster dan trailer ini bertujuan untuk mempertemukan empati penonton dengan realitas cerita di layar lebar. "Official trailer ini merangkum esensi dari pesan 'Fight the Trauma'. Kami tidak ingin mengeksploitasi penderitaan, melainkan memperlihatkan proses manusiawi seorang penyintas. Ketika Niken dikhianati dan dihantam fitnah, bisakah ia memilih untuk tidak menjadi korban selamanya? Lewat film ini, kami ingin audiens merasa terhubung dan melihat bahwa luka paling perih pun bisa membentuk karakter manusia yang jauh lebih tangguh," ungkap Dmaz Brodjonegoro.
Meski berhalangan hadir secara langsung dalam beberapa rangkaian promosi, Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, sekaligus sosok kuat di balik layar yang menegaskan komitmennya terhadap pesan film ini.
"Bagi saya pribadi, Beautiful Pain adalah pembuktian. Ini bukan proyek numpang nama. Cerita film ini sangat dekat dengan banyak realitas perempuan di luar sana, mereka yang dihantam fitnah, diselingkuhi, tidak mendapat dukungan dari orang tua, tapi menolak menyerah demi anak-anaknya. Saya selalu percaya: she turns pain into power, her struggles into success. Melalui trailer ini, kami ingin mengajak semua perempuan untuk berani bersuara dan bangkit dari titik nol," tegas Nikita Mirzani.
Sementara itu Hanung Bramantyo selaku produser juga menyampaikan harapannya serta doa yang tulus untuk kesuksesan film ini. "Harapan saya nanti filmnya itu mendapatkan tempat di hadapan penonton dan menjadi sebuah tempat buat Nikita Mirzani menceritakan siapa sebenarnya dirinya. Buat perempuan yang sangat kuat, yang sangat saya kagumi atas kegigihannya, sahabat saya yang penuh drama, Nikita Mirzani: terima kasih, sudah kasih saya dan Dmaz Brodjonegoro kesempatan untuk speak up soal 'siapa diri kita sebenarnya'. Semoga Allah menyertai kamu dan begitu juga kita, amin," ungkap Hanung Bramantyo.
Aktor Baim Wong yang memerankan Dirga menambahkan bahwa dinamika cerita dalam film ini menjadi refleksi nyata relasi modern. "Karakter Dirga dan konflik rumah tangga yang terjadi di film ini sangat berlapis dan relevan dengan fenomena sosial hari ini. Official trailer ini baru memperlihatkan permukaannya saja. Ada pergulatan moral, ego, dan penyesalan yang akan memicu perbincangan mendalam saat filmnya tayang penuh di bioskop nanti," ujar Baim Wong.
Melanjutkan komentar Baim, Raihaanun yang memerankan Niken juga mengungkapkan bahwa film ini membawanya pada sebuah proses memahami luka yang mendalam. "Memerankan Niken adalah proses menyelami luka batin yang sangat sunyi dan perih. Di posisi Niken, rasa sakitnya berlipat ganda: dikhianati suami, lalu saat berikhtiar menata hidup dari nol justru kembali dihantam pelecehan dan fitnah. Namun, kekuatan terbesar Niken lahir saat ia menatap kedua anaknya. Karakter ini mewakili suara banyak ibu di luar sana yang memilih bangkit dan menolak diintimidasi oleh rasa takut," ungkap Raihaanun.
Diangkat dari inspirasi kisah nyata dan diperkuat jajaran pemain ternama; Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Tarra Budiman, Sha Ine Febriyanti, Dimas Aditya, Nikita Mirzani, Anantya Kirana, dan Evano Zyan, Beautiful Pain dirancang bukan hanya sebagai tontonan drama, melainkan wadah dialog sosial bagi masyarakat luas.
Saksikan Official Trailer resmi film Beautiful Pain di kanal YouTube resmi Dapur Film serta akun media sosial @filmbeautifulpain dan @dapurfilm. Film drama keluarga ini siap tayang serentak di bioskop XXI mulai 22 Oktober 2026.
Setelah lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari perjalanan musik independen Indonesia, rumahsakit kembali membuka babak baru lewat “Anomali Tour 2026”. Bukan sekadar rangkaian pertunjukan di tiga kota, tur ini dirancang sebagai sebuah showcase yang membawa rumahsakit keluar dari pola pertunjukan mereka selama ini dengan menghadirkan lagu-lagu yang jarang dimainkan, bahkan belum pernah dibawakan secara langsung di atas panggung.
“Setiap masa ada lagunya, setiap lagu ada masanya.” Kalimat tersebut menjadi salah satu napas utama “Anomali Tour 2026”. Selama ini, rumahsakit memang lekat dengan lagu-lagu yang sudah menjadi bagian dari ingatan banyak pendengar. Namun, di balik lagu-lagu tersebut terdapat katalog yang hidup dengan cara yang lebih sunyi: lagu-lagu yang mungkin tidak sering terdengar di panggung, tetapi justru memiliki tempat yang sangat personal bagi para pendengarnya.
Bekerja sama dengan Crowdmakers.live sebagai promotor, format utama tur ini akan dikemas sebagai B-Side Concert. Rumahsakit membawakan pilihan lagu yang jarang masuk dalam pertunjukan reguler mereka. Bagi para Pasien yang selama ini punya “hidden gems” favoritnya sendiri, konser ini menjadi kesempatan untuk mendengar sisi lain dari katalog rumahsakit dalam sebuah pengalaman yang lebih eksklusif.
Perjalanan “Anomali Tour 2026” akan dimulai di Yogyakarta pada 5 Desember 2026, berlanjut ke Bandung pada 12 Desember 2026, dan ditutup di Jakarta pada 19 Desember 2026 di Senayan Park. Dengan tiga kota dan target sekitar 4.500 penonton, masing-masing persinggahan dirancang membawa cerita dan pengalaman yang berbeda.
Bukan hanya soal setlist, rumahsakit juga menyiapkan sejumlah elemen yang membuat “Anomali Tour 2026” terasa berbeda. Di atas panggung, mereka akan menghadirkan mini orchestra concert, kolaborasi spesial bersama musisi yang berbeda di setiap kota, serta format Side A & Side B dalam setlist konser. Ada pula Anomali Experience dan jamming session bersama Ruang Pasien, yang membuka kesempatan bagi beberapa Pasien untuk berinteraksi dan bermain musik langsung bersama rumahsakit.
Interaksi tersebut juga menjadi bagian penting dari identitas tur. Salah satu momen yang disiapkan adalah “Wall of Hope”, sebuah instalasi interaktif yang memungkinkan penonton menuliskan pesan harapan mereka untuk kemudian divisualisasikan secara real time melalui layar LED selama konser berlangsung.
Pada akhirnya, “Anomali Tour 2026” adalah tentang kembali menemukan sesuatu yang mungkin selama ini ada di sana, tetapi belum mendapatkan cukup ruang untuk didengar. Lagu-lagu yang mungkin bukan yang paling populer, bukan yang paling sering dimainkan, tetapi pernah menemani seseorang di satu masa tertentu.
Karena bagi rumahsakit, setiap masa ada lagunya, dan setiap lagu punya masanya sendiri. Kali ini, giliran lagu-lagu yang selama ini berada di balik layar untuk kembali menemukan panggungnya.
Penjualan tiket “Anomali Tour 2026” akan dibuka pada 18 September mendatang. Seluruh kegiatan pembelian tiket dapat diakses melalui Kolektix. Sedangkan untuk info lebih lanjut dapat diakses melalui akun instagram resmi Rumahsakit di @rumahsakitband dan akun instagram resmi promotor di @crowdmakers.live.
Aplikasi Iblis tayang mulai 15 Oktober 2026 di bioskop
Jakarta, 16 September 2026 — Dimas Anggara kembali hadir dengan karya terbarunya, film berjudul Aplikasi Iblis yang menjadi persembahan Nih Pictures. Film Aplikasi Iblis menjadi film horor pertama yang disutradarai Dimas. Menjelang perilisan filmnya di bioskop pada 15 Oktober 2026, NIH Pictures merilis trailer dan posternya yang mengerikan. Posternya menampilkan pemeran utama film, Junior Roberts dan Dosma Hazenbosch, sebagai sepasang kekasih yang terpisah dunia namun menyimbolkan bahwa keduanya masih terhubung.
Pada trailer film Aplikasi Iblis menampilkan perjalanan Arya (Junior Roberts), yang baru saja kehilangan kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Laras meninggal secara mengenaskan, saat ia pulang malam selepas bekerja dan menjadi korban perampokan yang berujung kematian. Arya yang belum mampu move on pun bertemu mencoba untuk terhubung kembali dengan Laras, lewat sebuah aplikasi yang mampu menghubungkan dengan arwah orang yang sudah meninggal.
Tapi, aplikasi tersebut justru menyeret Arya ke sebuah perjalanan yang menegangkan dan meneror. Ia bisa kembali bersama Laras, tapi hidupnya banyak berubah. Ia mulai didorong Laras untuk melakukan balas dendam. Apakah yang bersama Arya adalah benar-benar sosok arwah Laras?
Film Aplikasi Iblis diproduseri oleh R Dimas Aryanto, dengan sutradara Dimas Anggara, membawa genre urban supernatural horror, saat seorang pria yang mencoba kembali terhubung dengan kekasihnya yang telah meninggal melalui sebuah aplikasi misterius. Namun kerinduan itu justru membuka pintu bagi sesuatu yang ingin memanfaatkannya.
“Rasa cinta dan kehilangan membuat seseorang mudah dimanipulasi. Di sini, ada Arya yang sangat bucin dengan Laras, tapi cinta mereka berakhir tragis. Saya mencoba mengeksplorasi genre horor dengan teror, misteri, action, dengan balutan cerita drama yang hadir lewat kisah romance Arya dan Laras,” ujar sutradara Dimas Anggara.
Selain Junior Robert dan Dosma Hazenbosch, film Aplikasi Iblis turut dibintangi oleh Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, dan penampilan spesial Della Dartyan.
“Di film Aplikasi Iblis ini sangat menantang bagiku, karena karakter Arya yang aku perankan harus merasakan kesedihan ditinggal meninggal kekasihnya, namun juga harus siap fisik untuk action-nya, dan banyak adegan yang meneror,” ujar Junior Roberts.
Sementara itu, bagi Dosma Hazenbosch, film Aplikasi Iblis mengungkapkan apa yang dialami karakter yang diperankannya, Laras, juga menjadi sebuah cerminan hal yang masih terjadi dan mengkhawatirkan.
“Ada banyak perempuan pekerja yang pulang malam. Dan ternyata lingkungannya masih belum aman, sampai Laras kehilangan nyawa. Ini sangat miris dan kuharap juga bisa dilihat bahwa Aplikasi Iblis bukan cuma horor yang meneror tapi juga bisa menjadi awareness untuk kita semua,” ujar Dosma Hazenbosch.
Film Aplikasi Iblis menjadi horor yang lahir dari kehidupan kota, dengan teror yang hadir di jalanan saat malam hari, parkiran yang gelap dan sunyi, gedung kosong, dan layar handphone. Film ini sekaligus menjadi eksplorasi Dimas Anggara di genre horor melalui cerita yang mengangkat tentang teknologi, kehilangan dan teror supernatural.
Tonton film Aplikasi Iblis di bioskop mulai 15 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru film Aplikasi Iblis melalui akun media sosial resmi di Instagram @aplikasiiblisfilm dan @nihpictures. Film Aplikasi Iblis tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
Andovi da Lopez jadi Jonas Prakoso, calon gubernur yang kehilangan filter dan harus menghadapi kekacauan setelah semua isi kepalanya keluar begitu saja
Jakarta, 17 September 2026 — Apa jadinya bila seorang calon gubernur yang biasanya jago pencitraan tiba-tiba nggak bisa bohong sama sekali?
Kekacauan itulah yang diperlihatkan dalam main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR, film komedi karya sutradara Fajar Nugros yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
Dalam film ini, Andovi da Lopez berperan sebagai Jonas Prakoso, calon gubernur yang tahu betul cara memenangkan hati rakyat. Penampilan rapi, senyum di depan kamera, janji manis, hingga pencitraan telah dipersiapkan. Namun, sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.
Sejak saat itu, apa pun yang ada di kepalanya langsung keluar dari mulutnya. Tidak ada filter, tidak ada jawaban yang dibuat-buat. Rahasia yang seharusnya disimpan, pikiran yang seharusnya cukup ada di kepala, sampai berbagai hal yang bisa membuat situasi semakin runyam ikut terbongkar. Dari urusan kampanye sampai kehidupan pribadinya, Jonas pun harus menghadapi konsekuensi dari kejujuran yang datang tanpa rem.
“Saya tertarik dengan premis BAPAK PALING JUJUR karena pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya bisa ke mana-mana: apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?” ujar Fajar Nugros, sutradara BAPAK PALING JUJUR.
“Cerita ini sudah berhasil di Brasil dan Korea, dan sekarang kami mencoba membawanya ke Indonesia dengan karakter dan situasi yang dekat dengan penonton di sini. Buat saya, justru dari situ komedinya muncul,” sambungnya.
BAPAK PALING JUJUR merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate (2020) yang kemudian dibuat sekuelnya pada 2022. Film Korea tersebut sendiri merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto (2014). Setelah hadir dalam dua versi tersebut, cerita tentang seseorang yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong kini dibawa ke Indonesia dengan karakter, humor, dan situasi yang dekat dengan keseharian penonton Indonesia.
“Jujur, proses membuat trailer ini sendiri bikin kami cukup pusing,” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR.
“Kami harus memilih dari begitu banyak kekacauan yang dialami Jonas. Kalau semuanya dimasukkan, bisa-bisa trailernya lebih panjang dari filmnya, hahaha. Tapi justru itu yang seru. Karena ketika seseorang sudah nggak bisa menyaring apa yang ingin dikatakannya, semuanya jadi kacau. Hal sederhana pun bisa berubah jadi masalah besar,” katanya lagi.
Selain Andovi da Lopez, BAPAK PALING JUJUR juga dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (Ceritalbun), Mieke Shahir, dan David Nurbianto.
Main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR sudah dapat disaksikan melalui akun media sosial Bapak Paling Jujur, Cahaya Pictures, dan Studio Antelope.
Sudah siap melihat apa yang terjadi kalau filter pencitraan benar-benar hilang?
BAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.
TENTANG CAHAYA PICTURES
Cahaya Pictures berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya sinematik yang relevan dan dekat dengan keseharian penonton Indonesia. Cahaya Pictures menciptakan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Perjalanan Cahaya Pictures dimulai dengan film perdananya, 1 Imam 2 Makmum, dilanjutkan dengan Pesugihan Sate Gagak, sebuah film komedi horor yang menghadirkan kisah absurd dengan refleksi realitas kehidupan.
Melalui kolaborasi dengan talenta-talenta lokal berbakat, Cahaya Pictures hadir untuk menyampaikan cerita-cerita Indonesia yang penuh makna, menyentuh, dan dapat dinikmati oleh khalayak ramai.
Jakarta, 15 September 2026 — Imperial Pictures, Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya kembali merilis film layar lebar terbarunya berjudul “GHOSTHING”, sebuah komedi horor yang mengangkat cerita tentang misteri, pencarian kebenaran, dan dinamika unik antara seorang perias jenazah dengan arwah influencer muda.
Eksekutif Produser, Peter Surya Wijaya menghadirkan “GHOSTHING”. Film ini disutradarai oleh Arie Aziz dan diproduseri oleh Hartawan Triguna, Associate Produser Rizky A. Prakoso dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia.
“GHOSTHING” menghadirkan jajaran pemain lintas generasi. Baskara Mahendra dipercaya memerankan Alfian, seorang perias jenazah muda yang tampan, dan tenang. Sementara Yasamin Jasem berperan sebagai Maya, seorang influencer muda yang tewas secara misterius, cerewet, sarkastik, dan penuh drama.
“Menurut saya, premis ‘GHOSTHING’ sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal. Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Baskara Mahendra, pemeran Alfian dalam film “GHOSTHING”.
“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya?” ujar Yasamin Jasem, pemeran Maya dalam film “GHOSTHING”.
Film ini juga turut diperkuat oleh kehadiran aktor dan aktris ternama seperti Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyung Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, hingga Mona Ratuliu.
Ketika Kematian Misterius Membawa Arwah Dramatis
Cerita berpusat pada Alfian yang mehidupannya yang tenang seketika terusik saat ia harus merias jenazah Maya. Arwah Maya yang dramatis menolak pergi dan memilih untuk “menghantui” Alfian.
“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami berdiskusi dan mengembangkannya bersama penulis hingga menjadi sebuah skenario. Setelah draft ketiga, kami lemparkan kembali untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan beberapa bagian cerita serta karakter. Dari proses diskusi dan pengembangan itulah kemudian lahir cerita ‘GHOSTHING’ seperti yang sekarang,” ujar Hartawan Triguna, Produser Film GHOSTHING.
Kehadiran para pemain diharapkan membuat unsur komedi dalam film terasa hidup dan organik, baik melalui benturan karakter yang kontras antara Alfian yang serba tenang dan arwah Maya yang ekspresif, maupun melalui situasi yang unik mulai muncul di sekitar dunia perias jenazah.
Komedi Horor dengan Premis yang Unik
Meski dibalut dalam genre komedi horor, “GHOSTHING” membawa warna yang menyegarkan bagi industri film Indonesia. Kombinasi misteri seputar penyebab kematian, fenomena influencer di era modern, serta profesi perias jenazah menjadi premis yang unik dan memikat.
Di balik unsur komedinya yang renyah dan situasi mencekam, film ini juga membawa pesan emosional tentang rasa kehilangan, ikatan keluarga, dan perjuangan mencari keadilan.
“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menggarap komedi, tetapi yang membedakan ‘GHOSTHING’ adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama, sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat kedua genre tersebut tetap seimbang dan bisa menjadi satu tontonan yang menarik,” ungkap Arie Aziz, Sutradara Film GHOSTHING.
Apa yang membuat seorang arwah influencer terus mengusik kehidupan Alfian?
Dengan perpaduan komedi, horor, konflik yang unik, serta jajaran pemain lintas generasi, Imperial Pictures berharap “GHOSTHING” dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus berkesan bagi penonton film Indonesia saat tayang di bioskop pada 15 Oktober 2026.
Jakarta, 14 September 2026 — Gala Premiere film horor internasional Malaysia, Khadam, sukses digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (14/9). Digadang-gadang sebagai salah satu film horor kolaborasi Malaysia-Indonesia yang paling mencekam tahun ini, pemutaran perdana tersebut dibanjiri apresiasi dari para sineas, kritikus, dan penikmat horor tanah air menjelang perilisannya serentak di bioskop Indonesia pada 16 September 2026 mendatang.
Malam premiere ini dihadiri langsung oleh jajaran sineas di balik layar: produser Ayu Amirrol, produser eksekutif & produser Ahmad Izham Omar dan Lina Tan, aktris pemeran utama Aghniny Haque, serta deretan produser eksekutif representasi Indonesia, Charles Gozali (MAGMA Entertainment) dan Tony Ramesh (VMS Studio).
Proyek ambisius ini merupakan kolaborasi dua negara serumpun yang diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions (Malaysia) bersama MAGMA Entertainment dan VMS Studio (Indonesia), disutradarai oleh Shamyl Othman, dengan naskah garapan Fariza Azlina. Skala internasionalnya kian diperkuat lewat dukungan Sil-Metropole Organisation (Hong Kong/China), Applause Entertainment (India), serta Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios (Malaysia).
Khadam vs Kodam: Saat Sang "Penjaga" Berbalik Menjadi Petaka
Bagi masyarakat Indonesia, istilah "kodam" sering kali dimaknai sebagai jin penjaga, pelindung spiritual, atau pendamping gaib yang patuh kepada tuannya. Namun, film Khadam mengupas mitologi serumpun dengan sudut pandang yang jauh lebih gelap, fatal, dan mengerikan.
Diadaptasi dari folklor kepercayaan Saka di Malaysia, Khadam bukanlah pelindung jinak, melainkan entitas warisan gaib turun-temurun yang haus dominasi. Mengusung premis "Jangan Sampai Jadi Tuan", film ini menghadirkan teror ketika entitas penjaga melihat kelemahan manusia yang dirawatnya, lalu memutuskan untuk memberontak, mencuri wujud aslinya, hingga berbalik melenyapkan sang pemilik demi menguasai seluruh mehidupannya.
Pahlawan Tanpa Suara: Aghniny Haque Hadapi Teror Paling Personal
Dalam film ini, Aghniny Haque bertransformasi secara total menjadi Melor, seorang ibu tunawicara yang terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya. Ujian hidup Melor dimulai ketika kematian sang ibu memaksa mewarisi sesosok Khadam keluarga.
Teror kian mencekam ketika roh gaib tersebut bermanifestasi menjadi sosok kembaran dirinya yang tampak "lebih sempurna", lalu perlahan mengambil alih kasih sayang anak-anaknya dan posisinya sebagai nyonya rumah. Menjadi pahlawan tanpa suara, Melor harus mengerahkan insting seorang ibu lewat bahasa isyarat dan ketahanan fisik demi merebut kembali keluarganya sebelum identitasnya lenyap selamanya.
Banjir Pujian Kritikus dan Rekor Box Office Regional
Sebelum tiba di Indonesia, Khadam telah membuktikan taringnya di pasar internasional dengan mencetak pendapatan box office fantastis lebih dari USD 1,3 juta saat tayang di bioskop Malaysia mulai 11 Juni 2026 lalu. Film ini juga sukses meneror bioskop Kamboja dan Singapura, serta dijadwalkan tayang di Hong Kong dan Macau pada Oktober 2026.
Atmosfer yang dibangun perlahan tanpa mengandalkan sekadar jumpscare murahan sukses memicu reaksi histeris sekaligus haru dari penonton. Di platform ulasan Letterboxd, Khadam memanen ulasan bintang lima. "Film yang sungguh luar biasa. Salah satu film terbaik tahun ini. Menyayat hati, mengerikan, dan indah sekaligus," tulis salah satu komentar. "Sebuah film horor yang digarap dengan luar biasa, menghadirkan ketegangan nyata dan rasa gelisah yang kian memuncak," tulis komentar lainnya.
Komitmen Kolaborasi untuk Sinema yang Lebih Berani
Melalui sesi press conference, para produser menegaskan bahwa Khadam adalah bukti nyata bagaimana peleburan talenta lintas negara mampu melahirkan karya horor yang segar dan berkelas. "Kami sangat beruntung bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Indonesia dalam Khadam. Cerita Khadam adalah cerita yang universal dan bisa dinikmati siapa saja, dan kami sangat bangga bisa membawa film kolaborasi ini ke bioskop Indonesia," ujar Ahmad Izham Omar, Founder Komet Productions sekaligus Produser Eksekutif & Produser.
Produser Eksekutif dari MAGMA Entertainment, Charles Gozali, menambahkan pandangannya terkait pentingnya sinergi ini. "Sebagai representasi dari Indonesia dalam produksi ini, kami senang sekali bisa turut mendukung sebuah film horor yang sangat ambisius. Saya rasa perlu ada lebih banyak kolaborasi antarnegara seperti dalam film Khadam, demi industri perfilman yang lebih sehat dan karya-karya yang semakin fresh," tegas Charles.
Selain penampilan memukau Aghniny Haque, film ini turut diperkuat oleh aktor papan atas Malaysia Datuk Remy Ishak (sebagai Awang), Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl EI, serta aktris senior peraih penghargaan June Lojong.
Siapkah Anda menghadapi warisan paling mematikan? Saksikan perjuangan Melor melawan kejinya Khadam serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026. Pantau terus informasi eksklusif dan materi promo terbaru melalui media sosial resmi @khadamthemovie dan @cbipictures.
About Red Communications
Founded in 1999, Red Communications is an award-winning Malaysian production house with a strong legacy in film, television and digital content. Renowned for shaping youth-driven and culturally resonant stories, Red has produced some of Malaysia's most iconic feature films including Gol & Gincu (2005), its sequel Gol & Gincu Vol.2 (2018), Kami the Movie (2008), Istanbul Aku Datang! (2012), Sebalik Baju (2021) and Songlap (2011), each celebrated for redefining contemporary Malaysian cinema and connecting with new generations of audiences. Beyond film, Red has built an acclaimed portfolio across television and branded content with hits like Oh My English! (International Digital Emmy® nominee), Club Mickey Mouse (Best Kids Show, Asian Academy Creative Awards 2018–2020) and From Saga With Love (Best Comedy Series, Asia Academy Creative Awards 2024). Red's work has also been recognised on global stages, with Operation Sumatran Rhino screening at the New York Wildlife Conservation Film Festival and long-running TV Series 3R (Respect, Relax, Respond) winning Best Infotainment Award at the 2002 Asia Television Awards. With over two decades of storytelling excellence, Red Communications continues to push creative boundaries in cinema and beyond, collaborating with international partners while championing authentic Malaysian voices on the global stage.
About Komet Productions
Helmed by experienced Southeast Asian ("SEA") content and media professional Ahmad Izham Omar, Komet is the brand name that binds the different Komet companies together in its sole vision of producing, distributing and investing into new and progressive SEA creative content.
Always on the lookout for "something new and exciting", Komet began operations in July 2023 with a bang, securing investment into the hottest creative content IPs in the SEA region including becoming one of the Executive Producers of the landmark film Siksa Kubur directed by SEA's premier director Joko Anwar, the mega-successful Blood Brothers Bara Naga from Malaysia's blockbuster producer Skop Productions and premier SEA animated movie Ejen Ali The Movie 2 from Wau Animation which was a hit in Southeast Asia. With a high-quality curation of an ever-growing number of film slates, Komet has now turbocharged its journey into becoming a premiere producer, distributor and investor of brave and new creative content from young and emerging creative voices from SEA for global consumption.
About MAGMA Entertainment
Magala Media Arthamakmur, atau yang lebih dikenal dengan MAGMA Entertainment adalah kelanjutan dari Garuda Film, PH Indonesia di bawah kepemimpinan Hendrick Gozali yang sejak era 80an telah menghasilkan banyak tonggak sejarah film Indonesia, serta memenangkan lebih dari 25 Piala Citra selaku supremasi tertinggi dalam Festival Film Indonesia. Kini, di bawah arahan Linda Gozali dan Charles Gozali, MAGMA Entertainment tetap memegang visi-misi dan signatur. MAGMA Entertainment terus memproduksi film-film yang mentransformasi audiensnya lewat nilai baik serta penuh hati. Beberapa portofolio besar MAGMA Entertainment antara lain: Finding Srimulat (2013), Nada Untuk Asa (2015), Juara (2016), Sobat Ambyar (2021), Qodrat (2022), Pemukiman Setan (2024), Qodrat 2 (2025) dan Tumbal Darah (2025).
About VMS Studios
Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.
Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.
Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.
About CBI Pictures
CBI Pictures adalah perusahaan distribusi dan hiburan film di Indonesia yang menghadirkan beragam film internasional dan film konser musik kepada penonton Indonesia. Melalui distribusi teatrikal, pemasaran, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri, CBI Pictures berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman sinema yang beragam, berkualitas, dan bagi penonton di Indonesia.
CBI Pictures bekerja sama dengan produser, studio, pemegang hak, sineas, jaringan bioskop, serta berbagai mitra industri untuk memperluas jangkauan film dan mempertemukan karya-karya pilihan dengan audiens Indonesia.
Film Desember Jani tayang akhir tahun di bioskop Indonesia
Jakarta, 14 September 2026 — Palari Films merilis teaser trailer film terbarunya berjudul Desember Jani, yang menjadi 'All Women Project' saat media gathering di ForkSteel, Kuningan, Jakarta Selatan. Mengangkat dinamika sebuah keluarga terdiri dari empat perempuan dari tiga generasi; Oma, Mama, dan dua remaja putri (kakak & adik).
Dalam teaser trailer, diceritakan Sigi Wimala memerankan seorang Ibu bernama Winnie yang tinggal bersama anak keduanya, Jani (Chempa Puteri), dan ibunya, Oma (Tutie Kirana). Sementara anak pertamanya, Julia (Hyori Mika) kabur dari rumah. Winnie merasa harus bertanggung jawab terhadap keluarganya, sembari menavigasi perasaan dan emosinya.
Tak hanya teaser trailer, Desember Jani juga merilis music video dari OST film berjudul Kopi Kaleng ciptaan Harlan Boer, yang kini diaransemen ulang dan dibawakan oleh dua pemeran film, Hyori Mika dan Chempa Puteri. Music video ini disutradarai dan di-edit oleh Hyori Mika, menampilkan relasi sisterhood yang kompak dan hangat antara karakter Jani dan Julia.
Desember Jani digarap oleh para sineas perempuan, dari sutradara Ariani Darmawan, yang menandai kembalinya ke dunia film setelah lama hiatus, dengan produser Meiske Taurisia, dan debut penulisan skenario dari novelis Cyntha Hariadi. Film ini juga dibintangi seluruhnya oleh pemeran perempuan dari lintas generasi: Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.
Selain merilis teaser trailer, Palari Films juga mengumumkan bergabungnya Luna Maya sebagai produser eksekutif film Desember Jani, sekaligus menguatkan proyek film yang digawangi oleh para perempuan, baik di jajaran pemeran, sutradara, produser, hingga produser eksekutif.
"Saat ruang interaksi semakin luas dan tak terbatas, termasuk dunia digital, maka kemampuan 'berbicara' & 'mendengarkan' are the muscle we need to exercise. Dan latihan di rumah bersama keluarga, idealnya menjadi tempat utama bagi anak dan remaja. Sayangnya keluarga tak pernah ideal, tidak terkecuali keluarga Jani," ujar produser Meiske Taurisia.
"Desember Jani adalah film tentang sebuah keluarga yang tidak sempurna tapi masih mau mencoba. Bagaimana hubungan keluarga yang terkadang tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan. Rasanya berbicara jujur apa adanya, mungkin cara terbaik untuk mendekatkan kembali satu sama lain," tambah sutradara Ariani Darmawan.
Bagi Sigi Wimala, yang memerankan Winnie, seorang ibu kehilangan anaknya, mengungkapkan bahwa Desember Jani bisa menggambarkan tentang dinamika emosi empat Perempuan tiga generasi yang ada di dalam sebuah keluarga.
"'Tidak semua yang pergi benar-benar hilang.' Mungkin itu juga bisa menggambarkan bahwa yang pergi itu bisa jadi tidak selamanya, bisa jadi sementara. Apa yang terjadi di keluarga ini adalah bentuk ekspresi cinta, dengan berbagai layer dan kompleksitas. Gengsi tapi rindu, namun lebih baik tidak bertemu. Semua itu rasanya ada di dalam keluarga dan itu yang tetap menjadikannya sebuah keluarga," ujar Sigi Wimala.
Sementara itu, Luna Maya, yang bergabung sebagai produser eksekutif mengungkapkan antusiasmenya. Bagi Luna, film Desember Jani menjadi warna baru bagi perfilman Indonesia dan memberikan pengalaman baru untuknya.
"Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Sebuah film dengan warna lain yang hangat dari Palari Films, yang selama ini selalu menjaga kualitas filmnya di bioskop, dan berdaya saing di festival film internasional. Saya juga bangga menjadi bagian dari All Women Project ini," ungkap Luna Maya.
Seluruh rangkaian perilisan teaser trailer, music video OST Kopi Kaleng, hingga pengenalan Luna Maya sebagai produser eksekutif dilakukan saat media gathering di ForkSteel, sebuah restoran 24 jam yang bergaya industrial yang baru dibuka di Kuningan, Jakarta Selatan. ForkSteel sendiri berada di bawah ekosistem Fork, sebuah grup F&B yang besar di Bandung, dan kini mengembangkan ekspansinya ke Jakarta.
Dukungan ForkSteel untuk film Desember Jani sendiri juga bukan tanpa alasan. Sebab, film ini sepenuhnya syuting di Bandung, dan kota ini menjadi napas selaras semangat kreatifitas Bandung antara Desember Jani dan ekosistem Fork yang lahir di Bandung.
Film ini mengangkat tema yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia: jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.
Desember, Jani akan tayang pada akhir tahun 2026 di di bioskop.
Sinopsis
Sejak Julia pergi dari rumah tanpa pamit sepuluh hari yang lalu, Jani hanya ingin satu hal: kakaknya pulang. Tapi kepergian Julia membuat hubungan Jani dan ibunya, Winnie, semakin renggang. Jani menyalahkan Winnie, sementara Winnie sendiri terus bekerja sambil menyimpan rasa bersalah. Di tengah situasi itu, Oma, yang sehari-hari berjualan lumpia, menjadi satu-satunya tempat Jani merasa nyaman di rumah. Yang tidak mereka ketahui, Jani masih berkomunikasi dengan Julia secara diam-diam. Dalam empat hari di bulan Desember, satu rahasia membawa keluarga ini pada percakapan yang selama ini mereka hindari. Jani pun harus memilih antara terus menjaga rahasia kakaknya, atau mengatakan yang sebenarnya.
Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas". Karya terakhirnya "Monster Pabrik Rambut" (2026) memenangkan Best Screenplay, Special Jury Mention for Practical Effect, dan Best Production Design Award; di Montreal dan Swiss.
Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah "Kabut Berduri" (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya "Dear David" (2023), omnibus "Piknik Pesona" (2022), "Ali & Ratu-Ratu Queens" (2021), "Aruna & Lidahnya" (2018), "Posesif" (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.
Bukan sekadar tentang kisah cinta, Film Ibadah & Cinta mengajak penonton melihat bagaimana cinta, keluarga dan keimanan membentuk seseorang dalam menghadapi pilihan hidup yang tidak selalu mudah.
Jakarta, 12 September 2026 — Setelah membangun rasa penasaran melalui berbagai promosinya, FILM IBADAH & CINTA siap menyapa penonton melalui sebuah drama romantis yang menghadirkan kisah cinta sekaligus kedekatan emosional dengan keluarga. Menjelang penayangannya di bioskop pada 24 September 2026, film garapan Jastis Arimba ini mengajak penonton mengikuti perjalanan karakter-karakternya dalam memahami arti cinta, keikhlasan dan keyakinan di tengah berbagai ujian kehidupan.
Mengusung genre drama romantis, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan cerita yang tidak hanya berpusat pada hubungan romantis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kedekatan antara anak dan ayah.
FILM IBADAH & CINTA menghadirkan sisi keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan. Ada kasih sayang yang mungkin tidak banyak dibicarakan, tetapi justru terasa melalui hal-hal sederhana. Hubungan anak dan ayah menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan bagaimana keluarga dapat menjadi tempat seseorang belajar memahami.
Disutradarai oleh Jastis Arimba dan ditulis oleh Ifan Adriansyah Ismail, FILM IBADAH & CINTA memperlihatkan kekuatan karakter dan hubungan antartokohnya. Film ini mengajak penonton mengikuti bagaimana para karakter menghadapi berbagai keadaan yang perlahan menguji cara mereka memandang cinta dan kehidupan. Di sinilah FILM IBADAH & CINTA menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar kisah romantis tetapi juga mengajak penonton mengingat kembali hubungan mereka dengan orang-orang terdekat.
Menurut Jastis Arimba, pengalaman menonton FILM IBADAH & CINTA diharapkan dapat membawa penonton lebih dekat dengan karakter dan perjalanan emosional yang mereka jalani.
"Kami ingin penonton tidak hanya melihat Ibadah & Cinta sebagai sebuah cerita tentang hubungan antara dua orang, tetapi juga melihat bagaimana keluarga, terutama hubungan anak dan orang tua, ikut membentuk perjalanan seseorang. Ada banyak hal sederhana dalam hubungan keluarga yang mungkin baru kita sadari nilainya ketika kita sudah meengalaminya sendiri."
Sementara itu, Budi Yulianto dan Avesina Soebli selaku Executive Producer mengatakan bahwa IBADAH & CINTA hadir dengan cerita yang dekat dengan kehidupan dan pengalaman banyak orang.
"Kami percaya setiap orang memiliki pengalaman sendiri tentang cinta, keluarga dan bagaimana menjalani sebuah pilihan. Melalui Film Ibadah & Cinta, kami ingin menghadirkan cerita yang tidak hanya bisa dinikmati sebagai film, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk melihat kembali hubungan mereka dengan orang-orang yang mereka sayangi," ucap Budi Yulianto.
"Kami juga ingin menghadirkan hubungan anak dan ayah yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Semoga lewat Ibadah & Cinta, penonton bisa kembali menghargai kehadiran dan kasih sayang keluarga," lanjut Avesina Soebli.
Hal senada disampaikan oleh Arismuda Irawan dan Rendy Gunawan selaku Producer. Menurutnya, salah satu kekuatan film ini terletak pada hubungan antarkarakter yang diharapkan dapat membuat penonton merasa dekat dengan cerita.
"Kami ingin Ibadah & Cinta menjadi film yang punya kedekatan emosional dengan penonton. Bukan hanya tentang bagaimana seseorang menemukan atau mempertahankan cinta, tetapi juga tentang keluarga, kepercayaan, dan bagaimana kita belajar menerima sesuatu yang tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita," ucap Arismuda Irawan.
"Selain kisah cintanya, kami juga ingin menghadirkan hubungan anak dan ayah yang terasa dekat dan sederhana. Ada kasih sayang yang mungkin tidak selalu diucapkan, tetapi bisa dirasakan lewat perhatian dan kehadiran. Semoga bagian ini juga bisa menjadi salah satu hal yang membuat penonton merasa dekat dengan filmnya," ucap Rendy Gunawan.
Diproduksi oleh Sinemata Buana Kreasindo, FILM IBADAH & CINTA menghadirkan Achmad Megantara, Indah Permatasari, Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Stevan Rizky, Nadzira Shafa, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, dan Jamie Aditya.
Ketika cinta harus berhadapan dengan pilihan, keluarga dan keyakinan, sejauh apa seseorang mampu bertahan dan menerima jalan yang telah dipilihnya? Jawabannya hanya dapat ditemukan ketika FILM IBADAH & CINTA tayang di bioskop.
FILM IBADAH & CINTA akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Untuk informasi lengkapnya, pantau terus akun sosial media resmi film @ibadahdancinta.film dan saksikan perjalanannya.
Tentang Sinemata Buana Kreasindo
Sinemata Buana Kreasindo merupakan kolaborasi dari dua perusahaan kreatif, yaitu Multi Buana Kreasindo (MBK Productions) dan Sinemata Productions, yang menyatukan kekuatan di bidang pengembangan konten, produksi, hingga distribusi film. Berangkat dari pengalaman MBK dalam storytelling dan strategi komunikasi berbasis konten, serta perjalanan Sinemata sebagai agensi marketing film yang berkembang menjadi produser dan distributor, kolaborasi ini hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri perfilman. Melalui Sinemata Buana Kresindo, keduanya berkomitmen menghadirkan karya yang relevan, kuat secara cerita, serta mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui kolaborasi strategis di industri kreatif Indonesia.
Sinopsis
Kehidupan Rico (Achmad Megantara), pemuda berasal dari Australia yang hidup tanpa arah di Melbourne, berubah saat ia jatuh cinta pada Santun (Indah Permatasari), putri Kyai Umar (Mathias Muchus), ustadzah muda yang setia menjaga tradisi pesantren, sembari ia sendiri mulai belajar sholat dan menemukan kembali imannya. Namun di tengah tekanan keluarga, kampung, dan agama, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: apakah cinta mereka ujian, atau pertanda?
Setelah memperoleh sambutan positif melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota, perhatian publik terhadap URANG BUNIAN terus meningkat. Gala Premiere Jakarta menjadi momentum yang memperkuat ekspektasi menjelang penayangan serentak pada 17 September 2026.
Jakarta, 10 September 2026 – Kurang dari sepekan menjelang penayangan nasional, URANG BUNIAN mulai menempatkan diri sebagai salah satu film horor Indonesia yang paling banyak menarik perhatian publik bulan ini. Setelah diperkenalkan melalui berbagai rangkaian Special Screening di sejumlah kota, film produksi DHF Entertainment tersebut memperoleh sambutan positif dari media, komunitas film, kreator konten, hingga para penonton yang berkesempatan menyaksikan lebih awal.
Momentum tersebut berlanjut dalam Gala Premiere Jakarta yang dihadiri produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta para pemain Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini. Acara ini juga dihadiri media nasional, insan perfilman, komunitas, serta para tamu undangan yang menyaksikan film beberapa hari sebelum penayangan resminya di bioskop.
Selain pemutaran film, Gala Premiere menghadirkan sesi red carpet, Q&A, meet & greet, dan photo session, yang menjadi kesempatan bagi media untuk berbincang langsung dengan para sineas dan pemain mengenai proses kreatif di balik film tersebut.
Dari Sambutan Positif Menuju Ekspektasi Publik
Selama beberapa pekan terakhir, URANG BUNIAN membangun perhatian publik melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota. Respons yang muncul dari media, komunitas film, kreator konten, serta para penonton awal menghadirkan percakapan yang terus berkembang menjelang penayangan nasional.
Memasuki pekan penayangan, perhatian tersebut mulai bergeser menjadi ekspektasi. Berbagai respons awal yang bermunculan menjadikan URANG BUNIAN sebagai salah satu film horor Indonesia yang layak dinantikan pada September ini, sekaligus memperkuat rasa ingin tahu publik untuk menyaksikannya di layar lebar.
Tentang Film URANG BUNIAN
Terinspirasi dari urban legend tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup di hutan Sumatra, URANG BUNIAN menghadirkan kisah horor-misteri yang memadukan budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Disutradarai oleh Rendy Herpy serta diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, film ini dibintangi oleh Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.
Tentang DHF Entertainment
DHF Entertainment merupakan rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada pengembangan cerita yang berakar pada budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Melalui URANG BUNIAN, DHF Entertainment kembali menghadirkan kisah yang terinspirasi dari kekayaan urban legend Indonesia untuk penonton tanah air.
Tayang Serentak 17 September 2026
Setelah melalui rangkaian Special Screening di berbagai kota dan memperoleh perhatian dari media, komunitas, serta para penonton awal, URANG BUNIAN kini bersiap menyapa seluruh penonton Indonesia.
URANG BUNIAN dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.
Film Hasut tayang mulai 8 Oktober 2026 di bioskop
Jakarta, 10 September 2026 – Tuta Films merilis official trailer dan poster film horor-misteri Hasut yang menjadi debut penyutradaraan Ilya Sigma. Trailer menampilkan situasi yang menegangkan di tengah hutan, saat empat sahabat, yang diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova saling tak percaya satu sama lain. Suara-suara gaib mendorong mereka dan mengacaukan rencana healing.
Hutan di film ini akan berperan sangat dominan, menghadirkan nuansa yang tenang, namun ketika suara-suara gaib itu muncul, kekacauan terjadi. Suara-suara itu menghasut untuk saling melukai satu sama lain, memberikan teror yang mengganggu secara psikologis.
Sementara itu, official poster menampilkan empat karakter utama film ini dengan nuansa kekacauan dan teror yang ada di belakang mereka, memberikan lapisan yang akan ada di film Hasut.
Diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja dengan ko-produser Nick Musa, Hasut akan mengeksplorasi sebuah luka dan trauma lewat perjalanan empat sahabat di hutan. Alih-alih menyajikan horor jumpscare dengan penampakan, Hasut memilih jalur yang tak biasa dengan mengandalkan ketakutan dan teror dari kekuatan auditif suara.
"Film Hasut akan menyajikan konsep horor yang unik karena secara adegan banyak terjadi di siang hari, dengan setting hutan, dan nuansa misteri yang dibangun dari suara-suara yang muncul, alih-alih entitas seperti yang ada di kebanyakan horor saat ini. Saat menonton film ini, kita justru akan berefleksi, karena ini adalah horor-misteri yang mengikuti perjalanan manusia," ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.
Produser Siera Tamihardja mengungkapkan, Hasut akan mengikuti perjalanan tentang orang-orang yang tampaknya baik-baik saja, namun ternyata ada banyak masalah dan luka. Dalam perjalanan mereka berusaha menjadi lebih baik, justru ada hal-hal yang menyakitkan yang dilewati, yang turut meneror.
"Latar hutan juga menjadi sebuah simbol alam bawah sadar yang menyimpan semua luka kita, yang mau tak mau harus kita hadapi meski meneror hati dan pikiran. Belum banyak film horor Indonesia yang mengeksplorasi cerita seperti di film ini," ujar produser Siera Tamihardja.
Karina Salim, yang memerankan Vira, seorang healer yang mengajak adiknya, Rere (Rachel Amanda) serta dua temannya untuk pergi ke hutan dan melakukan ritual penyembuhan, mengungkapkan hutan menjadi salah satu set yang menyenangkan namun juga menantang. Menurutnya, film Hasut juga bisa memberikan refleksi untuk penonton.
"Ada sesuatu yang bisa dibawa pulang setelah kita menonton film Hasut, seperti refleksi atas diri yang mendalam. Film ini bukan cuma menawarkan pengalaman yang mencekam tapi setelah menontonnya kita akan dapat sesuatu untuk bercermin, sebetulnya dalam kehidupan apakah selama ini saya mudah dihasut, atau justru saya yang tanpa sadar menghasut orang-orang?" Ujar Karina Salim.
Rachel Amanda, tampil sangat berbeda di film ini. Amanda yang memerankan Rere, ditampilkan sebagai seorang yang menyebalkan. Ia seperti tengah menghindari luka dan masalah yang terjadi di masa lalu, dan melampiaskan kemarahannya pada sang kakak, yang diperankan Karina Salim.
Dalam memerankan Rere, Amanda juga tuturmenuturkan menemukan banyak tantangan secara fisik. "Di film ini, aku banyak 'disiksa'. Ada adegan aku harus guling-guling, diikat di pohon, dan bahkan beberapa adegan yang lumayan menguras fisik. Namun terasa sangat menyenangkan karena chemistry kami berempat begitu hidup dan membuat suasana syuting di hutan juga terasa mudah," ujar Rachel Amanda.
Sebelumnya, Tuta Films telah memproduksi film A Man Called Ahok (2018) yang meraih 3 Nominasi Piala Citra FFI 2019, dokumenter musik Noah: Awal Semula (2013), dan Catatan (Harian) Si Boy (2011) yang memenangkan 1 Piala Citra FFI 2011 untuk Penyuntingan Terbaik.
Film Hasut akan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Ikuti perkembangan terbaru melalui akun Instagram @filmhasut & @tutafilms.
Sinopsis
Empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani sebuah ritual penyembuhan. Namun, apa yang seharusnya menjadi perjalanan untuk menemukan kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan menggerogoti rasa percaya di antara mereka. Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul, mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi. Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya ada di dalam pikiran mereka. Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka. Tempat di mana setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.