Kamis, 25 Juni 2026

Bayu Skak Angkat Kisah Pemuda Madura yang Keluarganya Kedatangan Alien di Film Foufo

Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop

Jakarta, 25 Juni 2026 — Setelah sukses dengan deretan judul film komedi yang menggunakan bahasa Jawa, Bayu Skak kembali bereksplorasi dengan kesegaran terbarunya lewat film komedi sci-fi dengan bumbu drama keluarga berjudul Foufo. Film Foufo mengangkat tentang kisah pemuda Madura, yang keluarganya kedatangan alien.

​Kesegaran yang dibawa Bayu di film Foufo adalah kali ini Bayu kembali menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Madura, dan ini pertama kalinya dilakukan. Tak hanya itu, latar karakter dari keluarga Madura secara otentik juga pertama kali dilakukan untuk film nasional.

Foufo mengangkat kisah unik dan kocak tentang pemuda Madura bernama Muslim (diperankan oleh Tretan Muslim), yang kehidupannya mendadak heboh karena keluarganya kedatangan sesosok alien. Karena berlatar keluarga Madura, di film ini penggunaan bahasa Madura dan aktor-aktornya hampir 70% adalah asli dan berdarah Madura.

​Demi menjaga keaslian bahasa dan dialek, Bayu Skak bersama rumah produksi Skak Studios dan Sinemart enggan mengambil jalan pintas dengan menggunakan aktor ibu kota yang hanya berlatih bahasa Madura.

​“Kami melakukan casting besar-besaran di Surabaya Utara, tepatnya di Kaza Mall, karena memang dekat dan banyak masyarakat Madura yang tinggal di sana (Surabaya Utara). Yang datang mencapai 2.500 orang dari berbagai sub-etnis Madura dengan ragam dialeknya,” ujar Bayu Skak.

​Dari proses panjang tersebut, Bayu berhasil menemukan bakat-bakat baru yang akan menyegarkan layar bioskop, seperti bintang muda Ina Pogang hingga aktor senior Siti Kam, yang untuk pertama kalinya debut akting dan layar lebar.

​“Yang jelas otentiknya Maduranya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena memang dari Madura asli, nye! Sehingga berbahasa Maduranya langsung enak didengar,” tambah Bayu.

​Proyek film Foufo sendiri lahir dari IP Lab Skak Studios sebagai upaya untuk keluar dari tren horor-komedi yang sedang menjamur. Setelah sukses mengangkat budaya dan bahasa Jawa Timuran, Jawa Mataraman, hingga Jawa Ngapak di film-film sebelumnya, Bayu Skak kini mengeksplorasi budaya Madura.

​“Kami berpikir, bagaimana kalau kita tabrakkan langsung ide yang tidak biasa. Apa jadinya kalau ada UFO crush landing di Madura? Dari premisnya saja orang sudah tertawa. Alien datang ke Madura, ya dipretelin dong berarti,” cerita Bayu.

​Berbeda dengan film-film sebelumnya di mana Bayu sering mengambil peran ganda sebagai sutradara-aktor dengan porsi besar, di film Foufo ia memutuskan untuk lebih fokus di belakang layar sebagai sutradara. Bayu hanya tampil sebagai cameo di dua adegan, memerankan karakter Joko, pegawai bank yang datang ke rumah Muslim untuk urusan pinjaman.

​Bayu berharap Foufo dapat menjadi oase hiburan yang segar untuk keluarga Indonesia.

​“Foufo adalah film yang sangat ramah keluarga. Anak-anak kecil dan seluruh anggota keluarga bisa menonton dengan tenang tanpa ada yang harus dikhawatirkan, apalagi didukung dengan suara karakter alien yang sudah sangat familier di telinga anak-anak,” jelas Bayu.

​Elemen komedi fiksi ilmiah di Foufo semakin kental dengan hadirnya karakter Toni, kolektor dan makelar barang antik yang diperankan oleh Ade Kurniyawan, atau yang lebih dikenal dengan Ade Bibir (dubber legendaris SpongeBob SquarePants).

​Kekacauan dimulai ketika sebuah piring terbang (UFO) mendarat di kawasan rumah Muslim. Saat Toni melihat alien tersebut, terjadi fenomena aneh di mana suaranya 'dicuri' oleh sang alien. Sementara itu, fisik sosok alien Foufo diperankan oleh Bambang Ceper.

​Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.

Tentang Skak Studios

​Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Sekawan Limo 1 & 2, Cocote Tonggo, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.

Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di Vidio.com, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.

Tentang Sinemart

Sinemart, yang diambil dari 3 kata 'Sinema', 'Art', dan 'Mart', menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara 'seni' dan 'dagang' melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.

Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.

Sukses di Tanah Air, Film ‘Badut Gendong’ yang Menjadi Bagian dari Universe Qodrat, Resmi Tayang di Malaysia Mulai Hari Ini


Kuala Lumpur, 25 Juni 2026 — Setelah sukses di bioskop tanah air, film horor-aksi terbaru dari MAGMA Entertainment, Badut Gendong, kini siap melebarkan sayap terornya ke panggung internasional. Film garapan sutradara peraih penghargaan, Charles Gozali, ini secara resmi mulai tayang serentak di berbagai jaringan bioskop Malaysia per hari ini, Kamis, 25 Juni 2026.

Kemeriahan Gala Premiere: Sambutan Mistis Para ‘Badut Gendong’

​Menandai peluncuran resminya untuk publik Malaysia, sebuah malam Gala Premiere yang megah telah sukses digelar. Suasana bioskop berubah mencekam sekaligus meriah dengan kehadiran para performer yang mengenakan topeng dan kostum lengkap Badut Gendong, menyapa langsung para tamu undangan yang hadir.

​Sebagai proyek kolaborasi berskala besar antara Indonesia dan Malaysia, acara ini turut dihadiri oleh Linda Gozali selaku produser, serta jajaran produser eksekutif papan atas dari Malaysia yang membidani lahirnya film ini.

​“Badut Gendong adalah narasi yang sangat memikat. Melalui gaya penyutradaraan khasnya, Charles Gozali berhasil membawa penonton masuk ke dalam dunia yang penuh tensi tinggi dan mistisisme yang pekat. Kualitas produksi film ini sangat luar biasa dan terbukti mampu menarik perhatian di kancah internasional. Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian penting dari proyek luar biasa ini,” ungkap Datuk Ahmad Izham Omar, CEO Komet Productions.

Kelanjutan Semesta Qodrat

​Penayangan Badut Gendong di Malaysia menjadi langkah strategis untuk melanjutkan legasi film Qodrat 2 yang sebelumnya sukses meneror penonton Malaysia pada 17 April 2025 lalu. Film ini juga berfungsi sebagai batu pijakan krusial yang memperkenalkan sosok villain utama yang akan berhadapan langsung dengan Ustaz Qodrat di masa depan.

​Produser MAGMA Entertainment, Linda Gozali, menjelaskan visi besar di balik keputusan berani membangun persilangan semesta (cross-universe) ini.

​“Membentuk cross-universe dari Qodrat melalui Badut Gendong adalah keputusan yang menantang sekaligus berisiko. Namun, hal ini harus dilakukan demi menciptakan sosok lawan yang setimbang bagi Ustaz Qodrat, bukan hanya dari segi kekuatan supranatural, melainkan dari kedekatan emosionalnya dengan penonton. Kisah karakter Darso didasarkan pada realitas sosial hari ini; tentang orang-orang kecil yang tak terlihat dan mudah terlupakan. Pada intinya, Badut Gendong adalah refleksi mendalam dari empati dan kegigihan manusia,” jelas Linda Gozali.

Saksikan Mulai Hari Ini!

​Badut Gendong mengisahkan tentang Darso (Marthino Lio), seorang pengamen jalanan tari Badut Gendong yang hidupnya hancur setelah kehilangan istri tercintanya, Darsi (Dayinta Melira), serta bayi di dalam kandungannya akibat ulah keji sekelompok preman.

​Di tengah keputusasaan dan kehancuran emosional Darso, sebuah kekuatan gelap kuno bangkit memanfaatkan konflik tanah di desanya. Roh Darsi kembali ke dunia nyata, merasuki dan mengendalikan tubuh Darso dalam wujud entitas mengerikan bernama Badut Gendong. Teror berdarah pun dimulai; satu per satu orang yang pernah menyakiti mereka ditemukan tewas mengenaskan dengan satu detail yang mengerikan: wajah mereka dikuliti tanpa sisa.

​Didukung jajaran pemain ansambel terbaik, Badut Gendong menjanjikan pengalaman menonton horor-aksi yang intens dan emosional.

​Badut Gendong resmi tayang di seluruh bioskop Malaysia mulai hari ini, 25 Juni 2026. Dapatkan informasi terbaru, jadwal tayang, dan konten eksklusif lainnya dengan mengikuti akun media sosial resmi di @magmaent, @astroshaw, @komet_productions, dan @skopofficial_.

Rabu, 24 Juni 2026

Pendaki Tersesat di Gunung Keramat! Film Petaka Gunung Welirang Bawa Kisah Horor dari Misteri yang Menguji Persahabatan di Tengah Teror Nyata Entitas Gaib Alas Lali Jiwo di Gunung Mistis!

Film Petaka Gunung Welirang tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop

Jakarta, 24 Juni 2025 — Starvision menghadirkan film Petaka Gunung Welirang yang terinspirasi dari kisah nyata pendakian misterius di Gunung Welirang di Jawa Timur, tayang mulai 2 Juli 2026 di bioskop Indonesia. Film ini membawa kisah horor dari misteri yang menguji persahabatan saat mendaki gunung.

​Disutradarai oleh Indra Gunawan dari produser Chand Parwez Servia, film ini terinspirasi dari kisah nyata pendakian yang dialami oleh Maya Azka, dan naskahnya ditulis oleh Upi.

Petaka Gunung Welirang menghadirkan teror gaib yang terasa menyeramkan saat para pendaki tersesat di sebuah hutan yang disebut Alas Lali Jiwo. Kisah-kisah yang selama ini hanya terdengar seperti mitos tentang hilangnya para pendaki di Gunung Welirang dan berbagai kejadian mistis, diceritakan secara nyata.

​Salah satu yang paling meneror adalah kehadiran entitas penjaga istana gaib Gunung Welirang, Ratu dan para penarinya, bunyi gamelan misterius yang bikin merinding, dan perbedaan alam yang membuat sang pendaki tak bisa mencari jalan pulang.

​Mengikuti pendakian lima sahabat, Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arga (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Jinan Safa). Kelimanya mendaki Gunung Welirang bertepatan mendekati Malam 1 Suro. Mendaki di waktu yang sakral tersebut justru membawa kelimanya mengalami hal-hal gaib, hingga masuk ke alam gaib.

​“Petaka Gunung Welirang menyajikan kisah horor yang akan membuat penonton merinding, namun sekaligus mengharukan dari cerita persahabatannya. Kita bisa melihat bagaimana Arga, Satria, dan Naya berjuang untuk bisa keluar dari Alas Lali Jiwo, sementara Noval dan Tita yang tidak ikut summit terus berjuang mencari 3 sahabatnya. Kisah inilah yang akan mengingatkan kita tentang keyakinan dan persahabatan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

​“Proses syuting Petaka Gunung Welirang sangat menantang. Kami mengambil beberapa lokasi yang memang ikonik di sepanjang jalur pendakian Gunung Welirang, termasuk air terjun yang memiliki keindahan luar biasa namun menyimpan energi magis yang sangat kuat,” tambah sutradara Indra Gunawan.

​Antonio Blanco Jr, yang memerankan karakter Satria di film ini mengungkapkan Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertamanya syuting di jalur pendakian.

​"Medannya sangat menantang dan memang membutuhkan fisik yang kuat. Beruntungnya aku memang terbiasa berolahraga, jadi itu sangat membantuku saat di lokasi. Di sini aku belajar hal positif dari filmnya, mulai dari menghormati nilai-nilai kepercayaan lokal dan tentunya cerita tentang persahabatannya yang bikin relate, kita pasti sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang melatih diri kita untuk mengendalikan ego sendiri," ujar Antonio Blanco Jr.

​Bagi Giulio Parengkuan, Petaka Gunung Welirang mengajarkan tentang nilai untuk bisa saling percaya terhadap teman dan tak mementingkan ego pribadi. "Aku memerankan Arga, pendaki yang sangat keras kepala dan mementingkan diri sendiri saat mendaki, dan pada akhirnya ikut mencelakakan teman-temannya, dia akhirnya tersadar bahwa dalam berteman kita tidak bisa mementingkan diri sendiri," kata Giulio.

​Bagi Alika Jantinia, Petaka Gunung Welirang mengajarkan nilai positif tentang ego dan kejujuran. Salah satu yang menarik di film ini adalah kisah persahabatannya untuk bisa menyingkirkan ego masing-masing agar mereka selamat.

​"Di film ini kita bisa belajar bahwa memang ada entitas lain di sana, yang menguji adab dan ego kita, apalagi bagi seorang pendaki. Kejujuran dalam niat mendaki itu benar-benar harus dibuka. Ada banyak pesan positif yang akan penonton rasakan saat keluar bioskop," ungkap Alika.

​Film Petaka Gunung Welirang akan menghadirkan horor pendakian gunung dari kisah survival lima sahabat di alam liar yang diangkat dari kisah nyata tentang pendakian di Gunung Welirang, Jawa Timur yang akan menjadi hiburan dengan teror mencekam dalam kisah yang menyentuh.

​Tonton film Petaka Gunung Welirang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Petaka Gunung Welirang melalui akun media sosial resmi di Instagram @petakagunungwelirang, @starvisionplus, dan TikTok @StarvisionMovie.

***

Sinopsis

5 sahabat merayakan kelulusan dengan mendaki Gunung Welirang. Ketika pendakian melewati Alas Lali Jiwo, mereka mendengar suara gamelan. Berbagai peristiwa misteri terjadi, dan mereka terpisah dalam pusaran dimensi teror magis Alas Lali Jiwo!

Pemain dan Tim Produksi
​Antonio Blanco Jr — Satria
Alika Jantinia — Naya
Giulio Parengkuan — Arga
Razan Zu — Noval
Jinan Safa — Tita
Hana Saraswati — Putri Welirang
Ramon Y Tungka — Pak Joko
Agus Kuncoro — Om Heru
Jameelah Saleem — Sekar
Derry Oktami — Kuncen
Cak Ukil — Pak Cokro
Shatora Narajan — Bagaskara
Astri Nurdin — Santi
Ruth Marini — Ibu Marsih
Tutus Thomson — Petugas Jaga
Gilbert Pattiruhu — Bapak Satria
Lucky Moniaga — Bapak Tua/Penambang
​Produksi — Starvision
Produser — Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar
Sutradara — Indra Gunawan
Produser Eksekutif — Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia
Produser Lini — Eko Gumilang
Penulis Skenario — Upi
Dari Cerita — Maya Azka
Pengarah Artistik — Oscart Firdaus
Penata Kamera — Ujel Bausad
Penyunting Gambar — Wawan I. Wibowo
Penata Suara — Aditya Trisnawan
Perekam Suara — Oky S Nugroho
Penata Musik — Mikhael Alpha Beltsazar
Penata Warna — Chressandy Rorimpandey
Penata VFX — The Organism
Penata Rias & Efek — Anel Ismail
Penata Busana — Diah Wattab
Penata Peran — Arief Havidz, Elhan Shaleh
Perancang Poster — Alvin Hariz
OST
Trimakasih Bijaksana – Sheila On 7
Tempat Aku Pulang – Fiersa Besari

Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Sehari Jelang Tayang, Jangan Buang Ibu Sudah Bikin Nangis 58.969 Penonton di 19 Kota! Tiketnya Sudah Ditunggu Lebih dari 30 Ribu Penonton di Watchlist

Jangan Buang Ibu tayang mulai 25 Juni 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 24 Juni 2026 — Angka fantastis ditorehkan rumah produksi Leo Pictures melalui film drama keluarga terbarunya, Jangan Buang Ibu. Setelah menggelar Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia di 20 kota di Indonesia, film ini sudah ditonton dan bikin nangis 58.969 ribu penonton, bahkan sebelum filmnya tayang reguler di bioskop.

​Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme penonton Indonesia pada film yang dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind tersebut. Seluruh tiket Gala Premiere Keliling Indonesia terjual habis dari total di setiap kota hingga 30 showtimes, dan berhasil membawa kehangatan yang mengingatkan penonton terhadap perjuangan ibu hingga usia senja.

​Tak berhenti di situ, torehan fantastis juga dicatatkan film Jangan Buang Ibu, yang angka watchlist di aplikasi TIX ID telah mencapai lebih dari 30 ribu. Angka ini melampaui jauh dari rerata watchlist yang biasanya berkisar antara 10 ribu-12 ribu watchlist. Ini membuktikan Jangan Buang Ibu menjadi film yang paling dinantikan saat tayang pada akhir Juni ini di bioskop, mulai 25 Juni 2026.

​"Kisah tentang cinta, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu akan segera hadir di layar lebar. Siapkan hati, karena film Jangan Buang Ibu akan mengingatkan kita pada sosok yang selama ini selalu ada untuk keluarga. Jangan lupakan tangan ibumu yang sudah banyak berkorban untukmu. Film Jangan Buang Ibu tayang 25 Juni 2026 di bioskop. Tiketnya sudah bisa dibeli dari sekarang," ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.

Jangan Buang Ibu mengikuti kisah Ibu Ristiana (Nirina Zubir), ibu tunggal yang harus membesarkan ketiga anaknya tanpa sosok ayah. Saat anak-anaknya beranjak dewasa, Ristiana justru hidup sendiri dan 'dibuang' ke panti jompo. Apa yang akan terjadi dengan ketiga anaknya saat Ibu Ristiana membutuhkan kasih sayang dari anak-anak yang telah dibesarkannya sendirian dengan sekuat tenaga?

​Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu yang juga telah sukses di box office dengan banyak judul film, Jangan Buang Ibu akan mengingatkan kita pentingnya berterima kasih pada sosok yang membesarkan dan mendoakan kita dengan tulus: ibu. Selain Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind, film ini juga dibintangi oleh Erika Carlina, Dwi Sasono, dan Saskia Chadwick.

​"Sebagai seseorang yang pernah merasakan jadi anak, lalu jadi ibu, dan sepenggal waktu jadi eyang, Nirina bisa menyimpulkan satu kalimat: bagaimana kita ingin diperlakukan kemudian oleh anak kita, adalah bagaimana kita perlakukan orangtua kita sekarang ini, jadi masih ada waktu untuk memperbaiki hubungan yang masih renggang, dan belum melakukan maksimal, selagi ada waktu gunakan waktu sebaik-baiknya," ujar Nirina Zubir.

​"Melalui film Jangan Buang Ibu, Nirina belajar ikhlas. Ikhlas menjadi orangtua di sini, dipanggil eyang, harus di-make up 3-4 jam setiap hari. Dari film ini, Nirina memetik pelajaran yang berharga," tambah aktris Pemenang 2 Piala Citra FFI untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik tersebut.

​Tonton Jangan Buang Ibu di bioskop mulai 25 Juni 2026. Ajak orangtua dan keluarga untuk merasakan kehangatan yang penuh haru dari kisah perjuangan seorang ibu. Ikuti informasi terbaru film Jangan Buang Ibu melalui media sosial resmi Instagram @leopictures_official, @filmjanganbuangibu, dan TikTok @leopicturesofficial.

Sinopsis

Ristiana (Nirina Zubir), seorang ibu tunggal dengan ketiga anaknya Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) setelah ditinggal suaminya (Dwi Sasono) hidup dalam kesederhanaan dan kerja keras namun mampu membesarkan buah hatinya dengan baik dihadapkan pada kenyataan bahwa suaminya meninggalkan hutang yang sedemikian besar.

​Terusik dengan keputusan sepihak dari ibunya, Tama, Dewi, dan Tria dilema dengan keadaan dan kondisi yang ada. Mereka yang dulunya dekat, hangat, utuh sebagai keluarga harus merasakan kesenjangan jarak yang membuat kerinduan yang dalam dari Ristiana. Tak putus harapan untuk berbakti pada ibunda, akankah Tama, Dewi, dan Tria mampu mewujudkan itu sebelum terlambat?

Tentang Leo Pictures

Leo Pictures adalah rumah produksi yang hadir sejak tahun 2019. Berfokus pada pengembangan film dan series dengan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai genre mulai dari drama keluarga, thriller, hingga horor, Leo Pictures terus berupaya menghadirkan karya yang mengutamakan emosi, kedekatan cerita, dan pengalaman menonton yang berkesan.

KATYANA DAN WIDURI PUTERI RAYAKAN PERSAHABATAN PEREMPUAN LEWAT SINGLE TERBARU "LUPAKAN DIA"


Jakarta, 24 Juni 2026
— Di tengah banyaknya lagu tentang jatuh cinta dan patah hati, Katyana dan Widuri memilih menghadirkan sudut pandang yang berbeda melalui single terbarunya, "Lupakan Dia" yang menggambarkan percakapan akrab dua remaja perempuan. Tidak hanya bercerita tentang sulitnya melepaskan seseorang yang sebenarnya sudah diketahui tidak baik untuk diri kita, lagu ini juga menyoroti arti kehadiran sahabat yang setia mengingatkan dan menemani di tengah proses tersebut.

​Bagi Katyana, tema yang diangkat dalam lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang seusianya. "Menurut aku, lagu ini menceritakan suatu pengalaman yang sangat universal, di mana ada dua sahabat yang lagi curhat dan membahas sesuatu yang sebenarnya sudah tahu jawabannya dan jelas banget, tapi kita tetap perlu konfirmasi lagi dari sahabat," ungkap Katyana.

Kolaborasi ini menjadi momen spesial bagi Katyana dan Widuri yang sama-sama tumbuh di dunia seni sejak usia muda. Chemistry yang terbangun dalam "Lupakan Dia" juga tidak lepas dari keduanya yang ingin menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang kerap ditemukan dalam persahabatan remaja perempuan. Bagi Widuri, sosok sahabat memiliki peran penting dalam proses bertumbuh dan mengambil keputusan. "Teman yang baik, apalagi sebagai sesama perempuan, selain jadi partner seru untuk bermain dan bertualang juga yang mau mendengar dan memahami kita sebelum membuat keputusan," ujar Widuri. Semangat itulah yang kemudian menjadi pondasi dalam membawakan "Lupakan Dia", sebuah lagu yang menempatkan persahabatan sebagai inti cerita. Kolaborasi ini pun terasa semakin istimewa karena bagi Katyana, kesempatan bekerja sama dengan Widuri merupakan sesuatu yang sudah lama ia harapkan. "Aku senang banget bisa mendapatkan kesempatan untuk kolaborasi dengan Widuri. Aku dari dulu suka banget sama stylenya Widuri dan pengen banget ada proyek bareng dia," kata Katyana. Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh Widuri saat pertama kali mendengar materi lagu tersebut. "So excited. Apalagi setelah dengar materi awal lagu 'Lupakan Dia'. Langsung nggak sabar mau latihan dan rekaman bareng Katyana," ujar Widuri.

​"Lupakan Dia" diciptakan oleh Rizky Maulana Hidayat, Shakira Jasmine, Tsaqib, dan Zara Adhisty melalui sebuah sesi workshop yang berlangsung secara spontan. Dari awal, mereka memang ingin menulis lagu duet perempuan yang menghadirkan dua perspektif berbeda dalam satu cerita: seseorang yang sedang terluka dan sahabat yang berusaha menguatkannya.

​Menurut Rizky Maulana Hidayat atau Ikiw, ide lagu ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan tema yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari para pendengarnya. "Di zaman sekarang terlalu banyak lagu yang konsepnya cinta-cintaan. Yang mengangkat persahabatan juga ada, tapi tidak sebanyak lagu cinta. Padahal kejadian seperti di lirik lagu ini, banyak terjadi di kehidupan persahabatan remaja perempuan," ujarnya.

​Bagi Shakira Jasmine, yang turut menulis lagu ini, situasi tersebut merupakan refleksi dari percakapan yang hampir selalu hadir dalam sebuah persahabatan. "Kalau misalnya lagi curhat sama teman atau lagi sharing sama teman, kita suka saling menguatkan sesama perempuan. Lagu ini sebenarnya lahir dari situ, dari obrolan yang natural antara sahabat," kata Shakira.

​Pengalaman serupa juga pernah disaksikan langsung oleh Katyana dari orang-orang terdekatnya. Dari situ, ia semakin memahami pentingnya kehadiran sahabat sebagai sistem pendukung di masa-masa sulit. "Aku sendiri pernah menyaksikan situasi ini di sahabat-sahabatku. Aku jadi belajar bahwa support dari teman untuk kita menyelesaikan sebuah masalah itu sangat penting," ujar Katyana.

​Dibalut dengan warna musik pop yang ringan, hangat, dan terasa seperti percakapan santai di sore hari, "Lupakan Dia" mengajak pendengar untuk menyadari bahwa proses melupakan seseorang memang tidak mudah. Namun, perjalanan tersebut akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama sahabat yang selalu hadir untuk mendengarkan, mengingatkan, dan menemani kita melewati setiap prosesnya.

​Single terbaru Katyana dan Widuri, "Lupakan Dia", telah resmi dirilis hari ini dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming. Lagu ini menjadi perayaan atas persahabatan perempuan yang hangat, suportif, dan penuh kasih. Lewat percakapan sederhana antara dua sahabat, "Lupakan Dia" mengingatkan bahwa terkadang yang paling kita butuhkan bukanlah jawaban baru, melainkan seseorang yang membantu kita menerima apa yang sebenarnya sudah kita ketahui sejak awal.

Trinity Optima Production (TOP)

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Selasa, 23 Juni 2026

Netflix, APROFI, dan BPI Mencari Sineas Muda Film Anak dan Keluarga melalui Program Cerita Anak Nusantara

Cerita Anak Nusantara membuka jalan bagi sineas baru untuk mengembangkan ide cerita hingga treatment skenario, dengan bimbingan langsung dari para filmmaker berpengalaman.

Jakarta, 23 Juni 2026. Netflix, bekerja sama dengan, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), meluncurkan Cerita Anak Nusantara, sebuah program kompetisi dan pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 1 Juli 2026.

​Didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity, inisiatif ini lahir dari sebuah pengamatan industri film Indonesia saat ini di mana penonton keluarga Indonesia semakin tumbuh, semakin kritis, dan semakin aktif mencari konten yang mencerminkan realitas dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Kesuksesan film ramah keluarga terbukti di film animasi Jumbo (2025) karya Ryan Adriandhy berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.

​Cerita Anak Nusantara hadir sebagai medium mencari ide cerita autentik melalui kompetisi ide cerita. Sepuluh finalis terpilih akan menjalani proses pengembangan proyek, mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang, didampingi melalui serangkaian lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di film bertemakan anak, remaja, dan keluarga. Program ini dirancang untuk menemukan ide terbaik dan memastikan ide cerita berkembang serta mendorong regenerasi sineas di Indonesia.

​"Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama, termasuk judul-judul seperti KPop Demon Hunters, Stranger Things dan Jumbo yang relevan untuk berbagai kalangan usia. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya. Bersama-sama, kami ingin menciptakan ruang yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang tua, dengan cerita berkualitas yang menghibur, memperkaya pengalaman anak dan memicu percakapan bermakna," ujar Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix.

​"Film anak dan keluarga Indonesia bukan genre kecil, ini adalah cermin dari cara kita memandang generasi berikutnya. Lewat Cerita Anak Nusantara, kami ingin membuktikan bahwa sineas Indonesia punya kapasitas untuk mengisi layar dengan cerita yang relevan, autentik, dan layak ditonton bersama keluarga. APROFI percaya bahwa investasi terbaik dalam industri ini dimulai dari cerita yang kuat yang dibuat oleh pembuat sineas muda", ungkap Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI.

​"BPI melihat Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari sineas muda Indonesia, yang tumbuh dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia, adalah investasi jangka panjang bagi industri ini. Kolaborasi APROFI, BPI, dan Netflix dalam program ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman kita bisa bergerak bersama, saling menguatkan," ungkap Fauzan Zidni, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia.

​Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan rating Semua Umur (SU), 7+, atau 13+. Cerita tidak harus berbasis cerita rakyat, melainkan cerita dengan tema anak, keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi, hingga fiksi ilmiah semuanya disambut, selama karakter utamanya adalah anak-anak dan/atau keluarga Indonesia, dan seluruh latar cerita berlokasi di Indonesia.

​Cerita Anak Nusantara diprioritaskan bagi sutradara yang baru memulai, mereka yang pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal telah menyutradarai satu film panjang. Sutradara yang telah terlibat dalam lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

​Informasi lengkap mengenai mekanisme submisi, regulasi, dan timeline dapat diakses melalui www.ceritaanaknusantara.id

​— AKHIR —

Tentang Netflix

Netflix adalah salah satu penyedia layanan hiburan terkemuka di dunia, menyuguhkan serial TV, film, game, dan program live dalam berbagai genre dan bahasa. Anggota dapat memutar, menjeda, dan melanjutkan menonton sesuka mereka, kapan saja, di mana saja, dan dapat mengubah paket mereka kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita terbaru dari Netflix, silakan kunjungi Netflix Media Center.

Tentang Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI)

Dibentuk pada 17 Oktober 2013, anggota APROFI adalah individu profesional yang memiliki perusahaan film atau tidak, yang cakupan tanggung jawabnya meliputi kepemilikan atas HAKI, Perencanaan Produksi, Manajemen Pendanaan, Manajemen Produksi, Distribusi, dan Promosi. APROFI memiliki misi mencapai industri film yang menghasilkan film Indonesia yang unggul dengan lingkungan kerja yang tidak berkompromi dalam kualitas dan selalu berinovasi dengan jangkauan distribusi yang luas sehingga menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan internasional.

Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI)

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia; dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

Demi 3 Juta Viewers, Geng Konten Kreator Indonesia Bertaruh Nyawa Nekat Live di Ruang 402 Rumah Sakit Paling Angker di Korea!

Pernah kebayang nggak, apa jadinya kalau tim pemburu hantu asal Indonesia nekat bikin konten live streaming di tempat terbengkalai dan horor di Korea Selatan? Bukan cuma modal kamera biasa, mereka juga membawa ritual mistis lokal ke tanah asing!

​Fenomena gila inilah yang mendasari film horor terbaru persembahan MD Pictures, 402 Rumah Sakit Angker Korea, yang merupakan remake dari film Korea yang berjudul Gonjiam: Haunted Asylum, yang disutradarai oleh Jung Bum-shik.

​Menjelang penayangannya di bioskop, film ini siap membawa kamu menelusuri sudut-sudut paling gelap dari Rumah Sakit Yong Won yang terkenal misterius. Mereka rela membahayakan hidup demi mengejar 3 viewers dari live yang dilakukan di dalam rumah sakit tersebut.

​Lantas, siapa saja orang-orang nekat yang tergabung dalam geng penelusuran ini? Yuk, kenalan dengan karakter mereka sebelum ikut merinding di bioskop!

1. Para Pencari Hantu (PPH): Si Otak di Balik Penelusuran

​Kelompok inilah yang menginisiasi seluruh ide gila untuk terbang ke Korea. Para Pencari Hantu adalah sebuah tim konten kreator horor asal Indonesia yang bertekad menembus angka 3 juta penonton saat live. Tim ini digawangi oleh tiga cowok dengan keahliannya masing-masing:

  • Juna (Arbani Yasiz): Sang pemimpin kelompok yang sangat ambisius. Sifat Juna yang keras kepala, gila viewers, dan tak kenal menyerah menjadi bahan bakar utama mengapa tim ini berani melangkah sejauh ini.
  • Bara (Elang El Gibran) & Adit (Saputra Kori): Duo kreatif sekaligus usil yang bertanggung jawab di balik layar. Tingkah mereka yang suka bercanda membuat suasana penelusuran terasa dinamis, namun keusilan mereka yang sering mengabaikan larangan di tempat sakral justru menjadi bom waktu yang memicu bahaya tak terduga.

2. Soul Sisters: Duo Kakak Beradik Cantik nan Pemberani

​Agar konten live streaming mereka semakin meledak, Para Pencari Hantu mengajak kolaborasi sepasang konten kreator perempuan yang dikenal sebagai Soul Sisters. Duo kakak beradik cantik ini sudah memiliki jam terbang tinggi dalam urusan penelusuran mistis di Indonesia. Namun, Rumah Sakit Yong Won akan menjadi ujian terbesar dalam hidup mereka:

  • Arum (Diandra Agatha): Sang kakak yang punya nyali luar biasa. Arum tidak pernah ragu untuk menantang bahaya demi mendapatkan visual terbaik untuk kamera.
  • Yuri (Lea Ciarachel): Sang adik yang memiliki kepribadian sebaliknya. Yuri jauh lebih berhati-hati, peka terhadap sekitar, dan selalu waspada dalam setiap gerak-gerik kelompok ini. Perbedaan sifat keduanya akan memberikan dinamika ketegangan tersendiri selama penelusuran.

3. Debut Jang Hansol: Sang Pemandu Lokal 'Medok'

​Penelusuran di negara asing tentu mustahil tanpa adanya pemandu yang paham medan dan bahasa setempat. Di sinilah kelompok ini mengajak Dae Ho, yang diperankan oleh kreator konten populer asal Korea Selatan, Jang Hansol.

​Karakter Dae Ho digambarkan sebagai seorang warga negara Korea asli, namun tumbuh besar di Indonesia. Dengan kemampuan bilingual dan pemahamannya yang mendalam tentang kultur setempat, Dae Ho menjadi kunci utama kelompok ini untuk membongkar sejarah kelam, rahasia di balik Rumah Sakit Yong Won, hingga misteri terbesar yang terkunci rapat di Ruang 402.

4. Aylena Fusil sebagai Tyas: Si Paling Skeptis

​Melengkapi geng nekat ini adalah Tyas (Aylena Fusil), seorang mahasiswi Indonesia yang juga merupakan penonton setia Para Pencari Hantu. Beruntung, Tyas mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti penelusuran ini.

​Menariknya, Tyas memiliki trauma masa kecil akibat kejadian mistis yang pernah menimpanya. Pengalaman masa lalu itu justru membentuk Tyas menjadi pribadi yang sangat skeptis dan tidak mudah percaya dengan keberadaan makhluk halus. Baginya, perjalanan ke Rumah Sakit Yong Won ini adalah ajang pembuktian pribadi bahwa hantu itu tidak nyata, sebuah pemikiran yang mungkin akan segera ia sesali karena sikap skeptisnya justru menjadi magnet bahaya bagi kelompok ini.

Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea

Yang membuat penelusuran geng Indonesia ini berbeda dari versi aslinya adalah cara mereka memanggil entitas gaib di sana. Alih-alih menggunakan metode Shamanisme setempat, mereka justru nekat membawa boneka Jelangkung asli Indonesia dan merapalkan mantra legendaris yang sudah diterjemahin ke bahasa Korea: 'uri yeogi isseoyo, wajuseyo'.

​Eksperimen lintas budaya yang ceroboh inilah yang menjadi tanda tanya, apakah ini sukses memicu kemarahan besar penghuni asli Ruang 402 dan mengunci nasib mereka di dalam bangunan terkutuk tersebut?

Kapan Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Tayang?

​Sudah siap melihat bagaimana ambisi digital berubah menjadi petaka spiritual yang nyata? Tonton trailer resminya sekarang dan kunci tanggal tayangnya di bioskop kesayanganmu mulai 9 Juli 2026!

Senin, 22 Juni 2026

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia

Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar terbarunya, garapan sutradara Umay Shahab, horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film ini menjadi judul terakhir dari slate Sinemaku Pictures tahun ini yang diumumkan pada awal tahun dengan working title Siksa Sampai Mati.

​Dalam video terbaru yang dirilis melalui kanal media sosial Sinemaku Pictures, diperkenalkan jajaran 4 pemeran utama yang memerankan karakter jurnalis: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Di video menampilkan petunjuk-petunjuk tentang film ini yang ceritanya akan mengikuti kisah empat jurnalis tersebut memburu satu pemangsa yang bekerja sama dengan iblis.

​Unsur misteri di film ini juga terasa dari cuplikan video, lewat berkas-berkas kriminalitas serta adegan kesurupan dan adegan aksi penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.

​Selain keempat jajaran pemeran perempuan yang tampil sebagai para pemburu tangguh, film ini juga akan dibintangi oleh Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini dan Shareefa Daanish.

​"Film Memburu Pemangsa menjadi eksplorasi terbaru dari Sinemaku Pictures, yang selama ini dikenal kuat lewat genre drama. Kali ini kami melangkah ke ranah yang lebih gelap. Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini, dan menemukan bahwa yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia, hidup di tengah kita, dan mengincar mereka yang paling kita jaga. Ini isu yang nyata dan meresahkan, dan kami ingin penonton merasakannya bukan sebagai berita yang lewat begitu saja, tapi sebagai renungan yang ikut mereka bawa pulang," ujar sutradara Umay Shahab.

​"Memburu Pemangsa mendorong aku jauh keluar dari zona nyaman. Untuk memerankan jurnalis investigasi ini, aku sempat menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media demi memahami dunia mereka dari dekat. Tapi di balik semua tantangan itu, buat aku film ini penting karena apa yang diperjuangkan. Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan," tambah salah satu pemeran Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, Laura Basuki mengungkapkan Memburu Pemangsa membawanya kembali mengeksplorasi akting di genre film horor juga untuk pertama kalinya bermain di film action.

​"Salah satu alasanku menerima tawaran bermain di film ini adalah karena isu penting yang dibawa Memburu Pemangsa, sampai aku memutuskan bergabung meski hanya punya waktu persiapan selama 17 hari. Selain karena aku berkesempatan mengeksplorasi karakter yang aku perankan, film ini juga menandai kembalinya aku berakting ke genre horor untuk pertama kalinya sejak 2018. Dan ini juga pertama kalinya aku bermain di film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku" ujar Laura Basuki.

Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisins dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, serta menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolohkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Minggu, 21 Juni 2026

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia

Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah

Sabtu, 20 Juni 2026

Adaptasi Film Korea, "Dua Nafas" Sentuh Hati Penonton dengan Kisah Kasih Sayang Keluarga Anatara Nenek dan Cucu


Jakarta, 19 Juni 2026 — Film drama keluarga berjudul "Dua Nafas" resmi diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere, press screening, dan konferensi pers yang digelar di Studio 2 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). 

Film hasil kolaborasi Anypearl Film, Sunrise Pictures, dan Syakir Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026

Disutradarai oleh Hasto Broto dan ditulis oleh Exan Zen, "Dua Nafas" merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang telah mengalami penyesuaian besar agar lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia

Film "Dua Nafas" mengisahkan perjuangan seorang nenek bernama Mariyam yang dengan penuh kasih sayang merawat cucunya, Anto, di sebuah desa. Anto dititipkan oleh ibunya, Waty, yang harus menjalani operasi dan perawatan medis selama dua bulan di rumah sakit.

Melalui hubungan emosional antara nenek dan cucu, film ini menghadirkan pesan tentang pengorbanan, kasih sayang keluarga, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga ikatan antar generasi.

Sutradara Hasto Broto menjelaskan bahwa meskipun film ini diadaptasi dari karya Korea Selatan, sebagian besar cerita telah disesuaikan dengan budaya Indonesia.

"Konsep awal memang berasal dari film Korea Selatan, tetapi sekitar 75 persen cerita dan pendekatannya telah diubah agar sesuai dengan budaya Indonesia. Fokus utama tetap pada hubungan seorang nenek dan cucunya," ujar Hasto Broto.

Menurutnya, adaptasi tersebut dilakukan agar penonton Indonesia dapat lebih mudah merasakan kedekatan emosional dengan karakter dan konflik yang dihadirkan dalam film.

Produser sekaligus pemeran Anto dewasa, Syakir Daulay, mengatakan bahwa "Dua Nafas" merupakan film perdana yang diproduksi oleh Syakir Film.

Ia menilai film tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara industri perfilman Indonesia dengan negara-negara Asia lainnya.

"Film ini terinspirasi dari karya sineas Korea yang mengingatkan kita pada kenangan masa kecil bersama nenek. Saya sangat menghormati film ini karena memiliki pesan yang kuat tentang keluarga. Kami berharap film ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara Asia dalam industri perfilman," kata Syakir Daulay. 

"Film ini memiliki pesan moral yang kuat dan sangat layak ditonton oleh anak-anak maupun keluarga Indonesia," tambahnya.

Produser asal Korea Selatan, Daniel Kwon, mengaku terharu karena proyek yang digarap selama hampir satu tahun tersebut akhirnya dapat dipertontonkan kepada publik Indonesia.

"Saya sangat bersyukur karena setelah melalui proses yang panjang, akhirnya film ini sampai pada tahap gala premiere. Terima kasih kepada Hasto Broto dan seluruh pemain serta kru yang telah bekerja keras menyukseskan film ini," ungkap Daniel Kwon.

Ia menjelaskan bahwa alasan utama menghadirkan film tersebut adalah karena nilai-nilai keluarga yang universal dan dekat dengan budaya masyarakat Asia.

"Kisah ini mengingatkan kita akan cinta dan pengorbanan seorang nenek kepada cucunya. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan keindahan budaya Indonesia serta nilai-nilai dalam menyelesaikan konflik keluarga," ujarnya.

Selain menghadirkan cerita yang menyentuh, proses produksi "Dua Nafas" juga diwarnai berbagai tantangan di lapangan.

Aktor Kanie Zainal yang memerankan ayah Udin mengungkapkan bahwa selama proses syuting, kru menghadapi berbagai kejadian tak terduga.

"Proses produksinya memakan waktu hampir satu tahun. Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari kondisi lokasi hingga berbagai kejadian di luar dugaan, termasuk ada kru yang digigit ular saat proses syuting berlangsung. Namun semua itu menjadi pengalaman berharga bagi kami," ujarnya.

Film "Dua Nafas" dibintangi oleh Aty Cancer, Adela Rasya, Syakir Daulay, Auzan Noh Karepesina, Bilqis Hafsa, Mantra Gurindam, Kanie Zainal, serta sejumlah aktor dan aktris lainnya.

Film ini diproduseri oleh Mr. Park, Daniel Kwon, dan Syakir Daulay, serta diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang mampu menyentuh hati penonton Indonesia melalui kisah sederhana tentang cinta, pengorbanan, dan kehangatan keluarga.

Dengan mengusung tema hubungan nenek dan cucu yang penuh makna, "Dua Nafas" hadir sebagai tontonan keluarga yang sarat nilai kehidupan dan siap menyapa penonton Indonesia mulai 2 Juli 2026.

Bayu Skak Angkat Kisah Pemuda Madura yang Keluarganya Kedatangan Alien di Film Foufo

Film Foufo tayang mulai 9 Juli 2026 di bioskop ​ Jakarta, 25 Juni 2026 — Setelah sukses dengan deretan judul film komedi yang menggunakan ...