Selasa, 23 Juni 2026

Netflix, APROFI, dan BPI Mencari Sineas Muda Film Anak dan Keluarga melalui Program Cerita Anak Nusantara

Cerita Anak Nusantara membuka jalan bagi sineas baru untuk mengembangkan ide cerita hingga treatment skenario, dengan bimbingan langsung dari para filmmaker berpengalaman.

Jakarta, 23 Juni 2026. Netflix, bekerja sama dengan, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI), meluncurkan Cerita Anak Nusantara, sebuah program kompetisi dan pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup pada 1 Juli 2026.

​Didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity, inisiatif ini lahir dari sebuah pengamatan industri film Indonesia saat ini di mana penonton keluarga Indonesia semakin tumbuh, semakin kritis, dan semakin aktif mencari konten yang mencerminkan realitas dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Kesuksesan film ramah keluarga terbukti di film animasi Jumbo (2025) karya Ryan Adriandhy berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.

​Cerita Anak Nusantara hadir sebagai medium mencari ide cerita autentik melalui kompetisi ide cerita. Sepuluh finalis terpilih akan menjalani proses pengembangan proyek, mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang, didampingi melalui serangkaian lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di film bertemakan anak, remaja, dan keluarga. Program ini dirancang untuk menemukan ide terbaik dan memastikan ide cerita berkembang serta mendorong regenerasi sineas di Indonesia.

​"Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama, termasuk judul-judul seperti KPop Demon Hunters, Stranger Things dan Jumbo yang relevan untuk berbagai kalangan usia. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya. Bersama-sama, kami ingin menciptakan ruang yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang tua, dengan cerita berkualitas yang menghibur, memperkaya pengalaman anak dan memicu percakapan bermakna," ujar Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Southeast Asia, Netflix.

​"Film anak dan keluarga Indonesia bukan genre kecil, ini adalah cermin dari cara kita memandang generasi berikutnya. Lewat Cerita Anak Nusantara, kami ingin membuktikan bahwa sineas Indonesia punya kapasitas untuk mengisi layar dengan cerita yang relevan, autentik, dan layak ditonton bersama keluarga. APROFI percaya bahwa investasi terbaik dalam industri ini dimulai dari cerita yang kuat yang dibuat oleh pembuat sineas muda", ungkap Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI.

​"BPI melihat Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari sineas muda Indonesia, yang tumbuh dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia, adalah investasi jangka panjang bagi industri ini. Kolaborasi APROFI, BPI, dan Netflix dalam program ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman kita bisa bergerak bersama, saling menguatkan," ungkap Fauzan Zidni, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia.

​Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan rating Semua Umur (SU), 7+, atau 13+. Cerita tidak harus berbasis cerita rakyat, melainkan cerita dengan tema anak, keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi, hingga fiksi ilmiah semuanya disambut, selama karakter utamanya adalah anak-anak dan/atau keluarga Indonesia, dan seluruh latar cerita berlokasi di Indonesia.

​Cerita Anak Nusantara diprioritaskan bagi sutradara yang baru memulai, mereka yang pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal telah menyutradarai satu film panjang. Sutradara yang telah terlibat dalam lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi.

​Informasi lengkap mengenai mekanisme submisi, regulasi, dan timeline dapat diakses melalui www.ceritaanaknusantara.id

​— AKHIR —

Tentang Netflix

Netflix adalah salah satu penyedia layanan hiburan terkemuka di dunia, menyuguhkan serial TV, film, game, dan program live dalam berbagai genre dan bahasa. Anggota dapat memutar, menjeda, dan melanjutkan menonton sesuka mereka, kapan saja, di mana saja, dan dapat mengubah paket mereka kapan pun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai berita terbaru dari Netflix, silakan kunjungi Netflix Media Center.

Tentang Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI)

Dibentuk pada 17 Oktober 2013, anggota APROFI adalah individu profesional yang memiliki perusahaan film atau tidak, yang cakupan tanggung jawabnya meliputi kepemilikan atas HAKI, Perencanaan Produksi, Manajemen Pendanaan, Manajemen Produksi, Distribusi, dan Promosi. APROFI memiliki misi mencapai industri film yang menghasilkan film Indonesia yang unggul dengan lingkungan kerja yang tidak berkompromi dalam kualitas dan selalu berinovasi dengan jangkauan distribusi yang luas sehingga menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan internasional.

Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI)

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009, Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia; dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

Demi 3 Juta Viewers, Geng Konten Kreator Indonesia Bertaruh Nyawa Nekat Live di Ruang 402 Rumah Sakit Paling Angker di Korea!

Pernah kebayang nggak, apa jadinya kalau tim pemburu hantu asal Indonesia nekat bikin konten live streaming di tempat terbengkalai dan horor di Korea Selatan? Bukan cuma modal kamera biasa, mereka juga membawa ritual mistis lokal ke tanah asing!

​Fenomena gila inilah yang mendasari film horor terbaru persembahan MD Pictures, 402 Rumah Sakit Angker Korea, yang merupakan remake dari film Korea yang berjudul Gonjiam: Haunted Asylum, yang disutradarai oleh Jung Bum-shik.

​Menjelang penayangannya di bioskop, film ini siap membawa kamu menelusuri sudut-sudut paling gelap dari Rumah Sakit Yong Won yang terkenal misterius. Mereka rela membahayakan hidup demi mengejar 3 viewers dari live yang dilakukan di dalam rumah sakit tersebut.

​Lantas, siapa saja orang-orang nekat yang tergabung dalam geng penelusuran ini? Yuk, kenalan dengan karakter mereka sebelum ikut merinding di bioskop!

1. Para Pencari Hantu (PPH): Si Otak di Balik Penelusuran

​Kelompok inilah yang menginisiasi seluruh ide gila untuk terbang ke Korea. Para Pencari Hantu adalah sebuah tim konten kreator horor asal Indonesia yang bertekad menembus angka 3 juta penonton saat live. Tim ini digawangi oleh tiga cowok dengan keahliannya masing-masing:

  • Juna (Arbani Yasiz): Sang pemimpin kelompok yang sangat ambisius. Sifat Juna yang keras kepala, gila viewers, dan tak kenal menyerah menjadi bahan bakar utama mengapa tim ini berani melangkah sejauh ini.
  • Bara (Elang El Gibran) & Adit (Saputra Kori): Duo kreatif sekaligus usil yang bertanggung jawab di balik layar. Tingkah mereka yang suka bercanda membuat suasana penelusuran terasa dinamis, namun keusilan mereka yang sering mengabaikan larangan di tempat sakral justru menjadi bom waktu yang memicu bahaya tak terduga.

2. Soul Sisters: Duo Kakak Beradik Cantik nan Pemberani

​Agar konten live streaming mereka semakin meledak, Para Pencari Hantu mengajak kolaborasi sepasang konten kreator perempuan yang dikenal sebagai Soul Sisters. Duo kakak beradik cantik ini sudah memiliki jam terbang tinggi dalam urusan penelusuran mistis di Indonesia. Namun, Rumah Sakit Yong Won akan menjadi ujian terbesar dalam hidup mereka:

  • Arum (Diandra Agatha): Sang kakak yang punya nyali luar biasa. Arum tidak pernah ragu untuk menantang bahaya demi mendapatkan visual terbaik untuk kamera.
  • Yuri (Lea Ciarachel): Sang adik yang memiliki kepribadian sebaliknya. Yuri jauh lebih berhati-hati, peka terhadap sekitar, dan selalu waspada dalam setiap gerak-gerik kelompok ini. Perbedaan sifat keduanya akan memberikan dinamika ketegangan tersendiri selama penelusuran.

3. Debut Jang Hansol: Sang Pemandu Lokal 'Medok'

​Penelusuran di negara asing tentu mustahil tanpa adanya pemandu yang paham medan dan bahasa setempat. Di sinilah kelompok ini mengajak Dae Ho, yang diperankan oleh kreator konten populer asal Korea Selatan, Jang Hansol.

​Karakter Dae Ho digambarkan sebagai seorang warga negara Korea asli, namun tumbuh besar di Indonesia. Dengan kemampuan bilingual dan pemahamannya yang mendalam tentang kultur setempat, Dae Ho menjadi kunci utama kelompok ini untuk membongkar sejarah kelam, rahasia di balik Rumah Sakit Yong Won, hingga misteri terbesar yang terkunci rapat di Ruang 402.

4. Aylena Fusil sebagai Tyas: Si Paling Skeptis

​Melengkapi geng nekat ini adalah Tyas (Aylena Fusil), seorang mahasiswi Indonesia yang juga merupakan penonton setia Para Pencari Hantu. Beruntung, Tyas mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti penelusuran ini.

​Menariknya, Tyas memiliki trauma masa kecil akibat kejadian mistis yang pernah menimpanya. Pengalaman masa lalu itu justru membentuk Tyas menjadi pribadi yang sangat skeptis dan tidak mudah percaya dengan keberadaan makhluk halus. Baginya, perjalanan ke Rumah Sakit Yong Won ini adalah ajang pembuktian pribadi bahwa hantu itu tidak nyata, sebuah pemikiran yang mungkin akan segera ia sesali karena sikap skeptisnya justru menjadi magnet bahaya bagi kelompok ini.

Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea

Yang membuat penelusuran geng Indonesia ini berbeda dari versi aslinya adalah cara mereka memanggil entitas gaib di sana. Alih-alih menggunakan metode Shamanisme setempat, mereka justru nekat membawa boneka Jelangkung asli Indonesia dan merapalkan mantra legendaris yang sudah diterjemahin ke bahasa Korea: 'uri yeogi isseoyo, wajuseyo'.

​Eksperimen lintas budaya yang ceroboh inilah yang menjadi tanda tanya, apakah ini sukses memicu kemarahan besar penghuni asli Ruang 402 dan mengunci nasib mereka di dalam bangunan terkutuk tersebut?

Kapan Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Tayang?

​Sudah siap melihat bagaimana ambisi digital berubah menjadi petaka spiritual yang nyata? Tonton trailer resminya sekarang dan kunci tanggal tayangnya di bioskop kesayanganmu mulai 9 Juli 2026!

Senin, 22 Juni 2026

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia

Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya segar terbarunya, garapan sutradara Umay Shahab, horror crime action berjudul Memburu Pemangsa. Film ini menjadi judul terakhir dari slate Sinemaku Pictures tahun ini yang diumumkan pada awal tahun dengan working title Siksa Sampai Mati.

​Dalam video terbaru yang dirilis melalui kanal media sosial Sinemaku Pictures, diperkenalkan jajaran 4 pemeran utama yang memerankan karakter jurnalis: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Di video menampilkan petunjuk-petunjuk tentang film ini yang ceritanya akan mengikuti kisah empat jurnalis tersebut memburu satu pemangsa yang bekerja sama dengan iblis.

​Unsur misteri di film ini juga terasa dari cuplikan video, lewat berkas-berkas kriminalitas serta adegan kesurupan dan adegan aksi penuh ketegangan dengan intensitas tinggi.

​Selain keempat jajaran pemeran perempuan yang tampil sebagai para pemburu tangguh, film ini juga akan dibintangi oleh Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini dan Shareefa Daanish.

​"Film Memburu Pemangsa menjadi eksplorasi terbaru dari Sinemaku Pictures, yang selama ini dikenal kuat lewat genre drama. Kali ini kami melangkah ke ranah yang lebih gelap. Lewat genre horror crime action, kami mengikuti seorang jurnalis investigasi yang menelusuri kasus kriminal terbesar abad ini, dan menemukan bahwa yang paling menakutkan bukanlah sesuatu yang gaib, melainkan monster yang berwajah manusia, hidup di tengah kita, dan mengincar mereka yang paling kita jaga. Ini isu yang nyata dan meresahkan, dan kami ingin penonton merasakannya bukan sebagai berita yang lewat begitu saja, tapi sebagai renungan yang ikut mereka bawa pulang," ujar sutradara Umay Shahab.

​"Memburu Pemangsa mendorong aku jauh keluar dari zona nyaman. Untuk memerankan jurnalis investigasi ini, aku sempat menemui sejumlah jurnalis dan pimpinan redaksi media demi memahami dunia mereka dari dekat. Tapi di balik semua tantangan itu, buat aku film ini penting karena apa yang diperjuangkan. Semakin dalam aku masuk ke peran ini, semakin aku sadar betapa nyata ancaman yang dihadapi mereka yang paling rentan di sekitar kita. Ini bukan sekadar film yang menegangkan, tapi film yang harus dibicarakan," tambah salah satu pemeran Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, Laura Basuki mengungkapkan Memburu Pemangsa membawanya kembali mengeksplorasi akting di genre film horor juga untuk pertama kalinya bermain di film action.

​"Salah satu alasanku menerima tawaran bermain di film ini adalah karena isu penting yang dibawa Memburu Pemangsa, sampai aku memutuskan bergabung meski hanya punya waktu persiapan selama 17 hari. Selain karena aku berkesempatan mengeksplorasi karakter yang aku perankan, film ini juga menandai kembalinya aku berakting ke genre horor untuk pertama kalinya sejak 2018. Dan ini juga pertama kalinya aku bermain di film action, sebuah eksplorasi baru untuk aku" ujar Laura Basuki.

Memburu Pemangsa akan menjadi debut Horror Crime Action Umay Shahab yang menjadi film paling ambisins dari Sinemaku. Film ini juga diperkuat dengan mempersatukan tiga Ratu Horor Indonesia, serta menjadi horror action pertama Laura Basuki, dan action pertama Prilly Latuconsina.

​Ikuti informasi terbaru mengenai film Memburu Pemangsa melalui akun media sosial Sinemaku Pictures di Instagram @sinemaku_pictures dan @memburupemangsa. Tonton film Memburu Pemangsa di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026!

Tentang Sinemaku Pictures

Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada tahun 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina. Berfokus pada pengembangan cerita yang relevan dan emosional, Sinemaku Pictures telah menghasilkan sejumlah film box office, antara lain Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolohkah Sekali Saja Kumenangis (2024), serta Perayaan Mati Rasa (2025).

​Sinemaku Pictures berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya yang autentik dan berdampak bagi industri perfilman Indonesia.

Minggu, 21 Juni 2026

Dibintangi Adhisty Zara & Devano, Video First Look Film Rumah Singgah Ditonton 4 Juta Orang hanya dalam 1 Hari

Film Rumah Singgah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures akan tayang bulan Agustus di bioskop Indonesia

Jakarta, 20 Juni 2026 — Pada Kamis lalu, 18 Juni 2026, film Rumah Singgah mempublikasikan video first look atau video perdananya melalui akun resmi media sosial film, para aktornya, rumah produksi serta rekan-rekan eksibitor. Unggahan tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari warganet, di mana dalam satu hari saja sudah mencapai total 4 juta views. Video berdurasi 38 detik tersebut menampilkan kolase potongan adegan-adegan, memperlihatkan look atau warna yang merepresentasikan keseluruhan film, para aktor yang terlibat, serta aksi dan reaksi tanpa dialog dari para aktornya.

​Reaksi positif publik terlihat pada kolom komentar, sebagian besar di antaranya mengungkapkan rasa tidak sabar ingin segera menonton film Rumah Singgah, ada pula yang memberi ungkapan emosi seperti "Nyeseknya sampe siniii" (@ilhahoam). Banyak juga di antaranya memberikan komentar baik yang ditujukan kepada Adhisty Zara sebagai salah satu aktor film Rumah Singgah. Antusiasme ini menandai kehadiran kembali Zara sebagai aktor utama dalam film layar lebar menjadi hal yang sangat dirindukan dan dinantikan oleh penonton.

​Film Rumah Singgah adalah produksi bersama SENARA, Mandela Pictures, dan Limelight Pictures serta disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo. Rumah Singgah dibintangi oleh Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, Ciccio Manassero, Dewi Irawan, dan Aming. Ikuti perjalanan dan informasi terbaru film Rumah Singgah di akun-akun resmi media sosialnya. Film Rumah Singgah akan tayang di bioskop Indonesia bulan Agustus 2026.

​Hashtag : #rumahsinggah #filmrumahsinggah

Instagram : @rumahsinggahfilm

Threads : @rumahsinggahfilm

TikTok : @filmrumahsinggah

Sabtu, 20 Juni 2026

Adaptasi Film Korea, "Dua Nafas" Sentuh Hati Penonton dengan Kisah Kasih Sayang Keluarga Anatara Nenek dan Cucu


Jakarta, 19 Juni 2026 — Film drama keluarga berjudul "Dua Nafas" resmi diperkenalkan kepada publik melalui gala premiere, press screening, dan konferensi pers yang digelar di Studio 2 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). 

Film hasil kolaborasi Anypearl Film, Sunrise Pictures, dan Syakir Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Juli 2026

Disutradarai oleh Hasto Broto dan ditulis oleh Exan Zen, "Dua Nafas" merupakan adaptasi dari film Korea Selatan yang telah mengalami penyesuaian besar agar lebih dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia

Film "Dua Nafas" mengisahkan perjuangan seorang nenek bernama Mariyam yang dengan penuh kasih sayang merawat cucunya, Anto, di sebuah desa. Anto dititipkan oleh ibunya, Waty, yang harus menjalani operasi dan perawatan medis selama dua bulan di rumah sakit.

Melalui hubungan emosional antara nenek dan cucu, film ini menghadirkan pesan tentang pengorbanan, kasih sayang keluarga, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga ikatan antar generasi.

Sutradara Hasto Broto menjelaskan bahwa meskipun film ini diadaptasi dari karya Korea Selatan, sebagian besar cerita telah disesuaikan dengan budaya Indonesia.

"Konsep awal memang berasal dari film Korea Selatan, tetapi sekitar 75 persen cerita dan pendekatannya telah diubah agar sesuai dengan budaya Indonesia. Fokus utama tetap pada hubungan seorang nenek dan cucunya," ujar Hasto Broto.

Menurutnya, adaptasi tersebut dilakukan agar penonton Indonesia dapat lebih mudah merasakan kedekatan emosional dengan karakter dan konflik yang dihadirkan dalam film.

Produser sekaligus pemeran Anto dewasa, Syakir Daulay, mengatakan bahwa "Dua Nafas" merupakan film perdana yang diproduksi oleh Syakir Film.

Ia menilai film tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara industri perfilman Indonesia dengan negara-negara Asia lainnya.

"Film ini terinspirasi dari karya sineas Korea yang mengingatkan kita pada kenangan masa kecil bersama nenek. Saya sangat menghormati film ini karena memiliki pesan yang kuat tentang keluarga. Kami berharap film ini membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara Asia dalam industri perfilman," kata Syakir Daulay. 

"Film ini memiliki pesan moral yang kuat dan sangat layak ditonton oleh anak-anak maupun keluarga Indonesia," tambahnya.

Produser asal Korea Selatan, Daniel Kwon, mengaku terharu karena proyek yang digarap selama hampir satu tahun tersebut akhirnya dapat dipertontonkan kepada publik Indonesia.

"Saya sangat bersyukur karena setelah melalui proses yang panjang, akhirnya film ini sampai pada tahap gala premiere. Terima kasih kepada Hasto Broto dan seluruh pemain serta kru yang telah bekerja keras menyukseskan film ini," ungkap Daniel Kwon.

Ia menjelaskan bahwa alasan utama menghadirkan film tersebut adalah karena nilai-nilai keluarga yang universal dan dekat dengan budaya masyarakat Asia.

"Kisah ini mengingatkan kita akan cinta dan pengorbanan seorang nenek kepada cucunya. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan keindahan budaya Indonesia serta nilai-nilai dalam menyelesaikan konflik keluarga," ujarnya.

Selain menghadirkan cerita yang menyentuh, proses produksi "Dua Nafas" juga diwarnai berbagai tantangan di lapangan.

Aktor Kanie Zainal yang memerankan ayah Udin mengungkapkan bahwa selama proses syuting, kru menghadapi berbagai kejadian tak terduga.

"Proses produksinya memakan waktu hampir satu tahun. Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari kondisi lokasi hingga berbagai kejadian di luar dugaan, termasuk ada kru yang digigit ular saat proses syuting berlangsung. Namun semua itu menjadi pengalaman berharga bagi kami," ujarnya.

Film "Dua Nafas" dibintangi oleh Aty Cancer, Adela Rasya, Syakir Daulay, Auzan Noh Karepesina, Bilqis Hafsa, Mantra Gurindam, Kanie Zainal, serta sejumlah aktor dan aktris lainnya.

Film ini diproduseri oleh Mr. Park, Daniel Kwon, dan Syakir Daulay, serta diharapkan menjadi salah satu film keluarga yang mampu menyentuh hati penonton Indonesia melalui kisah sederhana tentang cinta, pengorbanan, dan kehangatan keluarga.

Dengan mengusung tema hubungan nenek dan cucu yang penuh makna, "Dua Nafas" hadir sebagai tontonan keluarga yang sarat nilai kehidupan dan siap menyapa penonton Indonesia mulai 2 Juli 2026.

Jumat, 19 Juni 2026

Lindee Cremona Kembali Sapa Pendengar Lewat Single "Anakmu Slalu Cinta"

Jakarta - Penyanyi muda berbakat Lindee Cremona kembali menghadirkan karya menyentuh berjudul "Anakmu Slalu Cinta", sebuah lagu yang menggambarkan kasih sayang tulus seorang anak kepada ayahnya.

​Dalam liriknya, lagu ini bercerita tentang sosok ayah yang setiap hari berangkat lebih pagi dan pulang dengan membawa lelah demi keluarga, sementara di balik perjuangan tersebut tersimpan kerinduan seorang anak yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama sang ayah.

​Melalui lirik sederhana, hangat, dan mudah dipahami, single "Anakmu Slalu Cinta" menyampaikan pesan bahwa cinta seorang anak tidak pernah berkurang meski waktu kebersamaan terasa singkat.

​Ditulis oleh Albert Kenchen dan dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh Lindee Cremona, lagu ini diproduseri oleh Pace Kribo dengan konsep pop balada yang diberi sentuhan tradisional melalui instrumen calimba dan gamelan. Perpaduan tersebut membuat lagu ini terdengar unik sekaligus emosional, dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia.

​Menurut tim produksi Lindee, karya ini merupakan salah satu yang terbaik dalam perjalanan musiknya.

​"Melodi yang hangat berpadu dengan lirik yang menyentuh menjadikan lagu ini penghormatan bagi para ayah yang tak pernah berhenti berjuang," ucap mereka.

​Lindee Cremona sendiri dikenal sebagai salah satu talenta muda yang konsisten menghadirkan karya bertema keluarga dan kasih sayang.

​Sebelumnya, ia mencuri perhatian lewat lagu "Mama" yang ditulis ayahnya, serta "Bukan Akhir Cerita" yang melibatkan musisi papan atas seperti Nissan Fortz dan Wendy Bagindas.

​Dalam keterangannya, Lindee menyampaikan bahwa lagu terbaru "Anakmu Slalu Cinta" ini adalah bentuk rasa syukur dan cinta kepada sosok ayah.

​"Lewat lagu ini, aku ingin semua orang mengingat bahwa cinta seorang anak tidak pernah berkurang, meski waktu kebersamaan terasa singkat," ujarnya.

​Selain menjadi lagu tentang kerinduan, single "Anakmu Slalu Cinta" juga berfungsi sebagai pengingat untuk menghargai setiap momen bersama keluarga. Lagu ini diharapkan dapat mewakili perasaan banyak anak yang ingin mengucapkan terima kasih kepada ayah mereka atas segala pengorbanan.

​Dengan vokal khas Lindee yang tulus dan aransemen unik, karya ini mengajak pendengar untuk mengenang, menghargai, dan merayakan cinta keluarga yang sering kali tidak terucapkan, namun selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan.

Dari Sweetheart Menjadi Anak Jalanan; Iqbaal Ramadhan Tampil “Jamet” di Teaser Poster Operasi Pesta Copet

Operasi Pesta Copet tayang mulai Agustus 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 19 Juni 2026 — IMAJINARI kembali dengan gebrakan karya terbaru berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah film drama komedi yang menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, keempatnya bakal menjadi komplotan copet konser yang meresahkan. Melalui teaser poster yang dirilis, keempatnya tampil berbeda, termasuk Iqbaal Ramadhan yang untuk pertama kalinya terlihat seperti “jamet”.

​Mengambil latar di festival musik besar Indonesia, Pestapora, sebagai arena operasi pencopetan, Iqbaal, Kristo, Zulfa, dan Kawai akan menunjukkan aksi nekat mereka di tengah ribuan penonton.

Operasi Pesta Copet akan menjadi kolaborasi paling tidak terduga tahun ini, menggandeng promotor festival musik terbesar di Indonesia, dengan Direktur Festival Pestapora Kiki Aulia Ucup sebagai produser eksekutif, serta kualitas produksi dari studio paling sukses di Indonesia dengan franchise AGAK LAEN-nya, IMAJINARI, film ini menjadi perayaan terbesar dari kultur festival musik dan film di Indonesia. Namun, juga mengangkat tentang sisi dramatis dari para manusia di baliknya, serta isu yang relevan dengan situasi Indonesia saat ini.

​“Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, dan menceritakan tentang operasi copet di konser,” ujar produser Ernest Prakasa.

​“Film ini prosesnya sangat panjang. Pertama kali Khemod cerita soal ide ini pada tahun 2023. Jadi berselang tiga tahun sampai akhirnya nanti bisa tayang di bioskop Indonesia. Dan seperti biasa, ketika Imajinari menerima penawaran cerita, hal pertama yang kami tanya adalah kenapa film ini perlu dibuat? Dari keresahan Khemod soal kemiskinan struktural, kami percaya film ini punya alasan yang cukup kuat.” tambah Ernest.

​Sutradara Operasi Pesta Copet, Edy Khemod, yang juga dikenal sebagai drummer band Seringai serta creative & show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia mengungkapkan di debut penyutradaraannya, ia ingin menceritakan tentang kisah yang ada di dunia musik, namun dari sisi orang-orang di baliknya.

​“Masalah copet konser ini kan sebenarnya jadi permasalahan yang kerap dihadapi sama penonton musik. Bukan cuma penontonnya, tapi juga band dan penyelenggaranya. Dan cerita ini berangkat dari kisah nyata yang saya alami bersama Seringai. Namun, di sini saya juga ingin menyampaikan kritik sosial lewat copet konser, tentang adanya tekanan ekonomi dan tidak adanya pilihan lain dalam hidup,” ujar sutradara Edy Khemod.

​Sementara itu, bagi Iqbaal Ramadhan, Operasi Pesta Copet jadi wahana baru baginya. Lama dikenal dengan persona sweetheart, kini Iqbaal tampil berbeda. Ia menunjukkan transformasinya sebagai seorang jamet copet konser, sekaligus transformasi perannya di balik layar dalam debutnya sebagai produser kreatif.

​“Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora. Jadi pas lagi syuting di area Pestapora, satpamnya bilang ke saya, ‘Mas, maaf lagi ada yang syuting.’” ungkap Iqbaal tentang pengalamannya.

​“Kalau sebagai produser, ini pengalaman pertama sebagai produser film. Sejauh ini, Operasi Pesta Copet menjadi project paling kompleks yang pernah saya kerjakan namun bikin nagih,” tutup Iqbaal.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai Agustus 2026!

TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film "AGAK LAEN", "MENYALA PANTIKU" yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office "AGAK LAEN" yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film "Ngeri-Ngeri Sedap" (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.

TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Pora diharapkan menjadi langkah awal untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.

TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Dari Adaptasi Karya Epik Pidi Baiq & Arahan Sutradara Rudi Soedjarwo: Verona Films Rilis Teaser Poster dan Trailer ‘Dan Bandung’, Angkat Kisah Romansa Manis Beda Kasta

Bandung, 19 Juni 2026 — Rumah produksi Verona Films secara resmi memperkenalkan proyek layar lebar terbaru mereka, Film Dan Bandung. Diadaptasi dari novel karya penulis legendaris Pidi Baiq, pengumuman ini ditandai dengan perilisan resmi teaser trailer dan teaser poster dalam sebuah acara press conference yang digelar langsung di "rumah" bagi kisah romansa ini, yaitu Kota Bandung.

​Acara ini dihadiri langsung oleh produser Titin Suryani, sutradara Rudi Soedjarwo, penulis Pidi Baiq, serta jajaran pemeran utama, Samo Rafael, Shanna Shannon, Theo Supple, dan Razan Zu.

Eksplorasi Romansa Baru yang Relatable dan Sentuhan Feminim yang Kuat

​Berbeda dengan karya-karya berlatar Bandung sebelumnya, Dan Bandung menawarkan eksplorasi cerita yang lebih modern, relatable, dan mendalam. Film ini menyoroti kisah cinta beda kasta antara Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon), dua remaja yang tumbuh dari latar belakang dunia yang bertolak belakang, namun berjuang keras untuk menyatukan perasaan mereka di tengah lingkungan yang tidak mendukung.

​Tidak hanya berfokus pada sisi maskulin, film ini memberikan porsi besar pada perspektif perempuan melalui karakter Elma. Penonton akan diajak menyelami konflik emosional seorang remaja perempuan yang berhadapan dengan strict parents, trauma akibat kekangan orang tua, serta bagaimana kehadiran sistem pendukung seperti sahabat perempuan yang saling menjaga menjadi penyelamat hidupnya. Melalui Basil, Elma akhirnya mulai berani melihat dan menjelajahi dunia baru yang selama ini terkunci dari hidupnya.

​Pidi Baiq, selaku penulis novel, menyatakan antusiasmenya terhadap adaptasi ini. "Berbeda dengan Dilan, Dan Bandung akan membawa cerita yang lebih fresh dan modern untuk anak-anak muda zaman sekarang," ungkap Pidi Baiq.

Comeback Sutradara Rudi Soedjarwo Menangani Kisah Cinta Masa Muda

​Proyek ini juga menjadi momen penting kembalinya sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?, Mendadak Dangdut) dalam menggarap dinamika romansa masa muda. Melalui film ini, Rudi siap membawa penonton terhanyut dalam manisnya cinta yang autentik, kecanggungan remaja, hingga proses beranjak dewasa yang penuh pencarian jati diri.

​"Film ini akan membawakan cerita yang manis tentang dua anak muda yang tetap berjuang untuk perasaan mereka, walaupun lingkungan di sekitarnya tidak mendukung. Saya gak sabar untuk penonton merasakan kisah cinta Basil dan Elma nantinya di bioskop," ujar Rudi Soedjarwo.

Debut Shanna Shannon: Menghidupkan Karakter Elma yang Kompleks

​Karakter Elma diperankan oleh aktris muda berbakat Shanna Shannon, yang sekaligus menandai debut aktingnya di industri sinema. Shanna sukses menerjemahkan sosok Elma yang pendiam dan tertutup dari luar, namun menyimpan gejolak emosi yang besar di dalam dirinya. Elma dipasangkan dengan Basil yang dihidupkan oleh aktor berbakat Samo Rafael (yang pernah membintangi Sebelum Iblis Menjemput, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa), seorang pemuda ekstrovert dan gigih yang datang dari realitas hidup yang jauh berbeda.

​Shanna Shannon mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya bisa langsung diarahkan oleh sutradara sekaliber Rudi Soedjarwo untuk peran yang emosional ini. "Aku gak nyangka debut aktingku bisa bekerja langsung di bawah sutradara legendaris seperti Mas Rudi. Karakter Elma ini sangat menantang karena dia punya luka dari rumahnya akibat strict parents, tapi di sisi lain dia punya sahabat perempuan yang luar biasa suportif. Berperan di film ini menjadi pengalaman yang seru, menantang, dan pastinya manis sekali terhanyut dalam ceritanya," kata Shanna.

Teaser Poster dan Trailer: Romantisasi Bandung sebagai Saksi Bisu

​Dalam teaser trailer yang diputar perdana, penonton disuguhkan cuplikan emosional dari romansa Basil dan Elma yang hangat sekaligus pelik. Sentuhan visual yang dihadirkan mempertegas Bandung-pride dan meromantisasi sudut-sudut Kota Bandung bukan sekadar sebagai latar tempat, melainkan sebagai "saksi bisu" dan karakter yang hidup dalam perjalanan cinta mereka.

Sementara itu, teaser poster resmi menampilkan jajaran kelompok anak muda yang akan menggerakkan cerita ini, dengan Basil dan Elma berada di titik sentral berlatar lanskap Kota Bandung yang magis, menjanjikan kekuatan chemistry, kehangatan persahabatan (bromance & sisterhood), serta konflik keluarga yang kuat.

​Film Dan Bandung dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Informasi terbaru mengenai perkembangan film dapat diakses melalui akun media sosial resmi di @filmdanbandung.

Kamis, 18 Juni 2026

Gala Premiere Tanah Runtuh Tuai Sambutan Hangat Setelah Kemarin Banyak Perdebatan, Penonton Nilai Film Ini Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

Jakarta, 18 Juni 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026, film Tanah Runtuh menggelar gala premiere yang dihadiri para pemain, media, tokoh publik, serta ratusan tamu undangan. Film ini berlatar konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Tanah Runtuh, Poso, Sulawesi Tengah. Melalui kisah dua kakak beradik, Kai (Yoan) dan Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dari ibu mereka di tengah konflik. Dalam perjalanan mereka, keduanya bertemu Idham (Vino G. Bastian), seorang anggota polisi yang membantu mereka.

Gala premiere ini berlangsung di tengah perbincangan publik yang beberapa hari terakhir ramai membahas representasi penyandang Down Syndrome dalam industri perfilman Indonesia. Sebelumnya, muncul berbagai pendapat di media sosial yang mempertanyakan apakah kehadiran karakter anak dengan Down Syndrome dalam sejumlah film, termasuk Tanah Runtuh. Perdebatan tersebut memunculkan beragam respons bahkan sebelum film ini resmi tayang. Sebagian pihak menilai karakter tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa penyandang Down Syndrome juga berhak memperoleh ruang representasi yang setara di dunia perfilman selama penggambarannya dilakukan secara bermartabat dan tidak bersifat eksploitatif.

​Lebih dari sekadar mengangkat kisah tentang konflik di Poso, Tanah Runtuh dinilai membawa pesan yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Bahwa film ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melewati berbagai perbedaan, dan bahwa persatuan, toleransi, serta kemanusiaan harus terus dijaga di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi. Film ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan Indonesia. Kita diingatkan bahwa kebencian tidak pernah menyelesaikan apa pun.

Tanah Runtuh akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Tentang Denny Siregar Production

Denny Siregar Production adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi film dengan visi menghasilkan karya-karya berkualitas yang berkontribusi pada kemajuan industri perfilman Indonesia. Melalui setiap produksinya, perusahaan berkomitmen menghadirkan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan dan pesan moral yang positif kepada masyarakat.

Rilis: 25 Juni 2026

Produksi: Denny Siregar Production

Executive Produser: Islah Bahrawi, Enden Kartawijaya

Produser: Denny Siregar

Sutradara: Rudi Soedjarwo

Casts: Vino G. Bastian, Sigi Wimala, Yoan, Ridho Khaliq, Kurnia Nizar, Umar Akbar, Jerry Likumahwa, Tubagus Ali, Royhan Hidayat, Jenda Munthe, Agnes Naomi Shivapriya, Tike Priatmakusumah, Gerald Yo, Runny Rudiyanti, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo


BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK, Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat

  • ​Menjawab meningkatnya tren lari di Indonesia, BrookFarm mendorong gaya hidup aktif yang didukung pilihan nutrisi yang lebih seimbang.
  • ​Pendaftaran BrookFarm Almond Run 2026 telah dibuka, dengan kategori 5K dan 10K serta kuota peserta lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya.
  • ​Selain pengalaman berlari, peserta akan mendapatkan official race jersey dan finisher medal berbentuk almond yang ikonik, serta menikmati berbagai aktivitas interaktif termasuk 360° Booth dan penampilan spesial dari grup musik RAN.

​[Foto: (ki-ka) Philip Chen, President Director PT Diamond Food Indonesia; Widianto Juwono, Chief Growth Officer PT Diamond Food Indonesia; Gatot Sudarsono, CEO Indonesia Muda Road Runner; dr. Maria Melisa, Director of Marketing & Trading PT Sukanda Djaya; dr. Ikhsanuddin Qoth'i, Dokter]

Jakarta, 18 Juni 2026 - BrookFarm kembali menghadirkan BrookFarm Almond Run 2026 yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Plaza Parkir Timur GBK, Senayan, Jakarta. Setelah mendapatkan antusiasme positif pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang lari yang menggabungkan aktivitas fisik, dukungan nutrisi, dan semangat komunitas ini menargetkan lebih dari 5.000 peserta sebagai bagian dari upaya BrookFarm untuk mendorong gaya hidup aktif dan sehat di Indonesia.

​Mengusung kategori 5K dan 10K, BrookFarm Almond Run 2026 hadir sebagai ajang yang terbuka bagi semua kalangan, dari pelari pemula hingga berpengalaman, untuk berlari bersama, membangun koneksi, dan merayakan gaya hidup aktif dalam pengalaman komunitas yang inklusif.

Popularitas lari di Indonesia terus meningkat, menjadikannya tidak hanya sebagai aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup aktif yang semakin diminati masyarakat. Sebanyak 7 dari 10 masyarakat Indonesia tercatat menjadikan kegiatan lari dan aktivitas outdoor sebagai bagian dari keseharian mereka. Pertumbuhan ini turut mendorong berkembangnya komunitas lari, yang tercermin dari peningkatan jumlah klub lari hingga 3,5 kali lipat. Menjawab tren tersebut, BrookFarm Almond Run 2026 hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk bergerak, terhubung, dan merayakan semangat hidup aktif bersama.

Philip Chen, President Director Diamond Food Indonesia, selaku produsen BrookFarm, menyatakan, “Kami melihat adanya pergeseran cara masyarakat memaknai olahraga lari. Aktivitas ini tidak lagi hanya berfokus pada kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang mendorong koneksi sosial, kebiasaan positif, dan wellbeing secara menyeluruh. Di tengah tren tersebut, kami percaya bahwa gaya hidup aktif yang berkelanjutan perlu ditopang oleh dua hal yang berjalan beriringan: aktivitas fisik yang konsisten dan dukungan nutrisi yang mencukupi. Melalui BrookFarm Almond Run 2026, kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk memahami pentingnya keseimbangan tersebut sekaligus membangun kebiasaan hidup aktif yang dapat dijalani secara konsisten, inklusif, dan berkelanjutan.”

​Tren lari yang terus berkembang turut meningkatkan kebutuhan akan nutrisi yang mendukung energi dan pemulihan tubuh.

​Di antara berbagai pilihan plant-based milk seperti oat dan soy, almond menjadi salah satu yang banyak dipilih karena kandungan nutrisinya yang mendukung gaya hidup aktif. Almond merupakan sumber alami vitamin E dan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, serta mengandung magnesium yang berperan dalam fungsi otot dan metabolisme energi. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan almond pilihan yang relevan bagi masyarakat yang semakin memperhatikan keseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan harian.

​Menjawab kebutuhan akan nutrisi yang mendukung gaya hidup aktif, BrookFarm menghadirkan BrookFarm Almond Milk yang dibuat dari almond California pilihan dan diperkaya berbagai nutrisi penting seperti Vitamin B12, Vitamin D, Vitamin E, kalsium, dan serat. Dengan kandungan rendah gula dan kalori serta profil nutrisi yang seimbang, produk ini dirancang sebagai pilihan praktis untuk mendukung aktivitas sehari-hari tanpa mengesampingkan kebutuhan nutrisi.

​Hadir dalam kemasan praktis 200 ml dan empat varian rasa yakni Original, Dark Chocolate, Matcha, dan Salted Caramel, BrookFarm Almond Milk menawarkan pilihan yang sesuai dengan beragam preferensi konsumen, membuktikan bahwa pilihan nutrisi yang lebih baik tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan pengalaman rasa.

  • Berdasarkan data GoodStats (ragam olahraga terpopuler menurut publik RI) yang mengutip survei Populix (Tren olahraga di Indonesia).
  • Berdasarkan insight dari Strava pada Year In Sport 2025.
  • Berdasarkan data nutrisi almond dari Almond Board of California, Almond Nutrition Facts.
​“Di BrookFarm, pengembangan produk selalu berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Kami melihat bahwa masyarakat saat ini tidak hanya mencari produk yang dapat mendukung kebutuhan nutrisi sehari-hari, tetapi juga dapat dinikmati secara konsisten dalam keseharian. Karena itu, BrookFarm Almond Milk dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan bersama para ahli nutrisi untuk menghadirkan keseimbangan antara kandungan nutrisi dan pengalaman menikmati produk yang menyenangkan. Kami percaya bahwa ketika nutrisi dan cita rasa dapat berjalan beriringan, gaya hidup sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan,” tambah Philip.

​Sebagai bagian dari komitmen BrookFarm dalam mendukung gaya hidup aktif, BrookFarm Almond Run 2026 hadir untuk mempertemukan masyarakat melalui pengalaman yang memadukan olahraga, komunitas, dan edukasi mengenai pentingnya keseimbangan antara aktivitas fisik dan dukungan nutrisi.

​Selain pengalaman berlari, peserta juga akan mendapatkan official race jersey dan finisher medal ikonik berbentuk almond yang menjadi ciri khas BrookFarm Almond Run. Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai aktivitas interaktif, termasuk 360° Booth untuk memperkaya momen bersama komunitas dan sesama pelari, serta penampilan spesial dari grup musik RAN yang akan menambah semarak acara. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui https://brookfarmrun.com/.


​Tentang PT Diamond Food Indonesia

​PT Diamond Food Indonesia Tbk adalah perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1974. Berawal sebagai produsen es krim, perusahaan ini berkembang menjadi penyedia berbagai kategori produk—mulai dari dairy, confectionery, daging & makanan laut, bakery, hingga grocery—baik yang diproduksi sendiri maupun berasal dari merek prinsipal internasional.

​Didukung oleh empat fasilitas produksi modern serta jaringan distribusi cold chain yang tersebar di 38 provinsi, PT Diamond Food Indonesia menjangkau konsumen melalui pasar modern, pasar tradisional, food service, ritel milik perusahaan, dan platform e-commerce.

​Salah satu produk unggulan yang diproduksi oleh Diamond adalah BrookFarm, yang dikenal dengan produk-produk dairy dan non-dairy seperti susu segar, susu almond, susu kedelai, es krim, dan whipping cream. Semua produk BrookFarm dirancang untuk memberikan kualitas terbaik dan kesegaran maksimal bagi konsumen Indonesia.

​Dengan komitmen terhadap inovasi, mutu, dan keberlanjutan, PT Diamond Food Indonesia terus berupaya memberikan produk terbaik dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Netflix, APROFI, dan BPI Mencari Sineas Muda Film Anak dan Keluarga melalui Program Cerita Anak Nusantara

Cerita Anak Nusantara membuka jalan bagi sineas baru untuk mengembangkan ide cerita hingga treatment skenario, dengan bimbingan langsung dar...