Jakarta, 14 Maret 2026 - Suasana Epicentrum XXI Sabtu ini mendadak berubah menjadi lanskap ala planet merah yang futuristik, lengkap dengan robot-robit penghuni Mars. Film Pelangi di Mars secara resmi telah "mendarat" di Bumi untuk pertama kalinya melalui acara Gola Premiere yang digelar megah nan magis. Acara ini menandai puncak penantian panjang selama lima tahun bagi salah satu karya sinema paling ambisius di Indonesia.
Dihadiri Filmmaker dan Pemain Film Pelangi di Mars
Momen spesial malam ini dihadiri oleh dua "kapten" utama di balik layar, produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava. Turut hadir juga komposer musik Eunike Tanzil dan jajaran bintang utama: Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata.
Tak ketinggalan, para pengisi suara (voice actor) karakter robot seperti Bimo Kusumo (Bimoky), Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya, hingga para body actor di balik gerakan ikonik robot; Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.
Perayaan Sebelum Mulainya Petualangan Pelangi di Mars
Membawa Atmosfer Mars ke Jantung Jakarta Melalui dekorasi ala Planet Mars yang megah, Mahakarya Pictures berhasil menyulap area Epicentrum XXI menjadi ruang imajinasi tanpa batas.
Para undangan diajak merasakan langsung kekuatan mimpi anak Indonesia melalui visual dan atmosfer yang belum pernah ada sebelumnya dalam Gala Premiere film tanah air.
Dalam sesi konferensi pers, produser Dendi Reynando tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian ini.
"Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita," ungkap Dendi.
Sutradara Upie Guava juga menyampaikan rasa harunya melihat visi yang ia bangun bersama ratusan kru akhirnya terwujud nyata di layar lebar.
"Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dikonsumsi masyarakat. Saya berharap film ini menjadi pelajaran bahwa kerja keras untuk menggapai mimpi, setinggi apa pun itu, tidak akan pernah sia-sia," tutur Upie.
Apresiasi dari Penonton Gala Premiere
Decak Kagum dan Air Mata Haru Penonton Pasca pemutaran perdana, gelombang apresiasi mengalir deras dari para undangan dan tokoh perfilman yang hadir. Banyak yang tak menyangka sinema Indonesia telah mencapai level teknis dan penceritaan sekelas ini.
"Jujur saya terharu dan sangat bangga. Ternyata film Indonesia sudah bisa di tahap ini, di skala ini. Titik bersejarah ini ditandai oleh sebuah film anak yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Upie dan tim," ungkap salah satu penonton yang hadir.
Segera Tayang untuk Semua Keluarga
Momen magis di Gala Premiere ini hanyalah awal. Persahabatan Pelangi dan teman-teman robotnya siap menyapa seluruh penonton di bioskop-bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.
Jangan lewatkan petualangan lintas planet pertama dari Indonesia! Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
Jakarta, 13 Maret 2026 - Film panjang debut sutradara Tumpal Tampubolon, yang diproduseri oleh Mandy Marahimin, Crocodile Tears, akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026. Film Crocodile Tears telah lebih dulu berkeliling ke berbagai festival film internasional dan meraih sejumlah penghargaan sebelum akhirnya tayang di tanah air.
Sejak World Premiere di Toronto International Film Festival 2024 dan Asian Premiere di Busan International Film Festival 2024, Crocodile Tears terus melanjutkan perjalanannya di berbagai festival film dunia. Hingga saat ini, film tersebut telah diputar di lebih dari 30 Festival Internasional, di antaranya, BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, Torino Film Festival dan Red Sea International Film Festival. Serta meraih beberapa nominasi dan penghargaan, antara lain, Nominee Ingmar Bergman Competition, Goteborg Film Festival 2025, Asian Feature Film In Competition, Singapore International Film Festival 2024, memenangkan Direction Award dan Nongshim Award, Jakarta Film Week 2025, dan Best Screenplay in the Panorama Section, Asian Film Festival Barcelona 2025.
Crocodile Tears merupakan film panjang pertama dari Tumpal Tampubolon. Tumpal memulai perjalanannya di dunia film ketika skenario pendek pertamanya, The Last Believer, memenangkan kompetisi pengembangan skenario di Jakarta International Film Festival (JiFFest) pada 2005. Sejak itu, ia menulis dan menyutradarai berbagai film pendek yang diputar di festival nasional dan internasional, serta mengikuti sejumlah program pengembangan sineas seperti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju, Korea, Berlinale Talent Campus di Berlin, dan Asian Film Academy di Busan. Pada 2021, film pendek "Laut Memanggilku" yang disutradarai dan ditulis oleh Tumpal berhasil meraih Sonje Award untuk Film Pendek Terbaik di section Wide Angle Busan International Film Festival 2021 dan terpilih sebagai Film Cerita Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2021.
Film Crocodile Tears bercerita tentang Johan (Yusuf Mahardika) dan Mama (Marissa Anita) yang tinggal di sebuah taman buaya yang telah usang. Tempat itu bukan sekadar rumah bagi mereka, tetapi juga dunia kecil yang selama ini membentuk kehidupan Johan. Johan tumbuh di bawah pengawasan ibunya yang memiliki cara tersendiri dalam membesarkan dan melindunginya. Johan mulai mempertanyakan kehidupan yang selama ini ia jalani.. Keinginannya untuk mengenal dunia di luar taman buaya mempertemukan ia dengan seorang gadis bernama Arumi (Zulfa Maharani). Keseimbangan dalam hubungan Johan dan Mama menjadi goyah. Mama tidak menyetujui hubungan tersebut, dan ketidaksetujuannya terlihat dalam sikap Mama yang perlahan berubah semakin ganjil dan menegangkan.
Inspirasi cerita Crocodile Tears yang skenarionya ditulis langsung oleh Tumpal, berangkat dari pengalaman personalnya. "Cerita ini terinspirasi ketika saya menonton sebuah dokumenter di TV yang memperlihatkan seekor buaya betina yang melindungi anak-anaknya di dalam rahangnya dari pemangsa. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya. Melalui film ini, "Melalui film ini, saya mencoba mempertanyakan makna bakti dan cinta dalam keluarga. Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan", ujar Tumpal.
Dibintangi oleh Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, Crocodile Tears menghadirkan drama keluarga yang ekstrim. Di mana kasih sayang mama yang menjaga berubah menjadi obsesif. Film ini juga akan menghadirkan perpaduan antara realisme magis dan teror psikologis dalam balutan visual yang memikat. Saksikan film Crocodile Tears mulai 7 Mei 2026 di bioskop.
Film ini diproduksi oleh Talamedia bekerja sama dengan Acrobates Films, Giraffe Pictures, Poetik Films, dan 2Pilots Filmproduction, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan E-Motion Entertainment. Ikuti akun media sosial resmi Talamedia untuk informasi terbaru mengenai film Crocodile Tears.
CROCODILE TEARS
Production : Talamedia & E-Motion Entertainment
Co-Production : Acrobates Films, Poetik Films, Giraffe Pictures, 2Pilots Filmproduction
International Sales & Festivals : Cercamon
Casts :
Yusuf Mahardika (Johan)
Marissa Anita (Mama)
Zulfa Maharani (Arumi)
Director : Tumpal Tampubolon
Writer : Tumpal Tampubolon
Producer : Mandy Marahimin
Co-Producers : Claire Lajoumard, Anthony Chen, Christophe Lafont, Harry Flöter, Jörg Siepmann, Teoh Yi Peng
Executive Producer : Arnold J. Limasnax, Lianto Winata Vachon, Tjen Foeng Fa, Kevin Danudoro
Cinematographer : Teck Siang Lim
Production Designer : Jafar
Art Director : Guntur Mupak
Costume : Hagai Pakan
Make-up : Cherry Wirawan, Agustin Puji
Sound : Roman Dymny, Bruno Ehlinger, Romain Ozanne
Jakarta, 12 Maret 2026 - Di tengah krisis kepercayaan dan sentimen publik yang kerap diwarnai rasa curiga terhadap institusi penegak hukum, rumah produksi Reborn Initiative bersama sutradara Ody Harahap mengumumkan produksi film layar lebar terbaru berjudul "Meja Tanpa Laci".
Melalui acara peluncuran proyek ini, film ini memposisikan diri sebagai sebuah sentilan keras dari masyarakat, sekaligus memotret harapan terdalam kita akan keadilan yang belum terwujud "Meja Tanpa Laci" memotret sebuah fenomena sunyi tentang betapa mahalnya menjadi orang jujur di Indonesia saat ini. Melalui karakter IPTU Dipa (Daffa Wardhana), yang menjadi simbol bahwa kejujuran juga perlu pergerakan.
Diproduseri oleh Deden Ridwan, Reborn Initiative ingin menyuguhi cerita yang nyata dengan kritik yang menyuluruh, terutama untuk para generasi muda yang saat ini sangat kritis dan rasional.
"Film ini akan mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik kemarahan dan sikap sinis kita terhadap penegakan hukum, namun dibalik itu semua ada harapan besar bagi keadilan bila sistem ini bisa diisi oleh orang-orang yang tegak lurus. Dipa adalah salah satu perwujudan dari harapan yang hampir mustahil itu," ujar Deden Ridwan.
Dipercayakan sebagai sutradara, Ody Harahap berkolaborasi dengan Joko Nugroho sebagai penulis naskah untuk memotret beratnya beban seragam dalam keadaan sistem birokraksi yang telah terinfeksi oleh korupsi dan nepotisme ke film layar lebar. Ini adalah sebuah "surat cinta" sekaligus dukungan moral bagi para "Dipa" di luar sana, mereka yang masih bertaruh nyawa demi integritas meski tak pernah tersorot kamera.
"Mungkin satu kalimat yang tepat adalah menyatakan bahwa film ini terasa pinggir jurang. dimana kami ingin menggambarkan bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi ketidakberdayaan untuk berhadapan dengan birokrasi yang sudah terinfeksi hingga ke akar. ucap Ody Harahap.
Film ini dibintangi oleh jajaran pemain lintas generasi yang solid yaitu Daffa Wardhana, Arla Ailani, Cut Mini, Roy Marten, serta Surya Saputra. Reborn Initiative berharap "Meja Tanpa Laci" dapat memicu polemik cerdas dan diskusi terbuka mengenai integritas penegakan hukum di Indonesia.
Jakarta, 12 Maret 2026 - Menjelang penayangannya yang sangat dinanti pada momen Lebaran 2026, film sci-fi keluarga Pelangi di Mars resmi merilis Music Video (MV) untuk original soundtrack utamanya yang berjudul "Come Back to Me".
Dibawakan oleh penyanyi dengan vokal kuat, Dimas Senopati dalam debut singlenya, MV ini dirilis oleh Mahakarya Pictures sebagai "bocoran" keindahan visual dan kedalaman cerita yang akan tersaji dalam film dengan cerita petualangan anak tersebut.
MV "Come Back to Me" menampilkan Dimas Senopati menyanyikan lagu yang megah dan menginspirasi dengan latar belakang kemegahan Planet Mars. Diambil sepenuhnya di Doss Guava XR Studio, MV ini memberikan gambaran nyata teknologi Virtual Production yang digunakan dalam film, sekaligus mempertegas pesan utama: bahwa anak Indonesia mampu melakukan apa saja, bahkan memimpin misi di luar angkasa.
Representasi Kegigihan dan Spirit Pelangi Lagu "Come Back to Me" bukan sekadar pelengkap, melainkan nyawa dari perjalanan Pelangi dalam mencari jalan pulang ke Bumi. Produser Pelangi di Mars, Dendi Reynando, menekankan pentingnya kualitas musik yang setara dengan kualitas visual filmnya.
"Untuk Pelangi di Mars, kami ingin membawakan original soundtrack yang tidak kalah megah dan indah dari filmnya. 'Come Back to Me' membawakan spirit yang dimiliki cerita ini, menunjukkan kegigihan Pelangi untuk kembali ke Bumi demi menyelamatkan hari," ungkap Dendi Reynando.
Karya yang Lahir dari passion dan Ketulusan Bagi Dimas Senopati, terlibat dalam proyek ini adalah sebuah kebanggaan besar. la merasa energi dari ratusan kru yang membangun film ini selama lebih dari lima tahun tersalurkan lewat nada-nada yang ia nyanyikan.
"Saya sangat bangga single pertama saya bisa menjadi bagian dari proyek yang dibangun dari passion dan ketulusan para kreator serta ratusan orang yang bekerja di balik layar. Saya berharap 'Come Back to Me' bisa menggambarkan kegigihan sosok Pelangi yang sangat menginspirasi bagi siapa saja yang mendengarnya," ujar Dimas Senopati.
Sinema Keluarga yang akan tayang di Lebaran 2026 ini dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata. Selain itu, keseruan petualangan Pelangi bersama teman-teman robotnya akan dihidupkan oleh pengisi suara Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya.
Lewat film ini, penonton diajak mengikuti kisah Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, karena ia terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Bersama teman-teman robotnya, Pelangi melanjutkan misi ibu Pratiwi untuk menemukan mineral bernama Zeolith Omega yang dapat menjadi solusi untuk krisis air bersih di Bumi dan bertemu dengan ayah Pelangi.
Sambil menunggu filmnya tayang di bioskop, saksikan MV "Come Back to Me" di kanal YouTube resmi Mahakarya Pictures. Bersiaplah mengikuti petualangan Pelangi di Mars di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran, 18 Maret 2026.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.
Jakarta, 11 Maret 2026 – Gelombang kehangatan film drama keluarga Titip Bunda di Surga-Mu masih terasa di seluruh penjuru tanah air. Film yang diadaptasi dari novel karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata ini telah resmi menembus angka 100.000 penonton.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kisah perjuangan seorang ibu dan peliknya komunikasi dalam keluarga Indonesia telah berhasil mengetuk pintu hati masyarakat secara luas.
Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Meriam Bellina, Acha Septriasa, dan Kevin Julio ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi telah menjadi ruang refleksi massal bagi keluarga Indonesia.
Mengangkat isu konflik komunikasi yang sering kali menjadi jurang pemisah antara orang tua dan anak, Titip Bunda di Surga-Mu dengan jujur memotret bagaimana sebuah hubungan yang rusak berusaha diperbaiki sebelum segalanya menjadi terlambat. Kedekatan cerita ini bahkan menyentuh hati Anies Baswedan yang turut menyaksikan film ini di hari pertama penayangannya.
Dalam kesannya, Anies Baswedan mengungkapkan betapa film ini sangat krusial untuk ditonton setiap anggota keluarga. “Film ini membawa kita untuk refleksi atas perjalanan keluarga dan pribadi kita masing-masing. Cinta ibu yang tak terbatas terasa sekali di film ini,” tutur Anies, mempertegas narasi bahwa film ini adalah sebuah pengingat akan kasih sayang ibu yang tak bertepi.
Senada dengan hal tersebut, Acha Septriasa yang menjadi salah satu pemeran utama menekankan pentingnya film ini bagi setiap rumah di Indonesia.
“Permasalahan yang dibawa film ini sangat autentik dan relatable, baik bagi kita sebagai anak maupun sebagai orang tua. Saya merasa ini adalah refleksi penting agar kita tidak menyesal di kemudian hari karena kegagalan dalam berkomunikasi,” ungkap Acha.
Titip Bunda di Surga-Mu menyuguhkan plot yang mengiris hati tentang tiga saudara yang tega mengkhianati kepercayaan orang tuanya demi ambisi pribadi. Tanpa mereka sadari, harta yang mereka curi adalah tetesan keringat sang ibu yang disimpan rapat untuk masa depan mereka sendiri. Saat sang ibu jatuh sakit dan ajal mendekat, rahasia besar terungkap: sang ibu ternyata telah mengetahui segalanya namun memilih diam demi kasih sayang.
Didukung oleh akting brilian dari Ikang Fawzi, Abun Sungkar, Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas, film ini masih tayang di seluruh bioskop Indonesia.
Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk merasakan kehangatan cinta ibu ini selagi masih tersedia di layar lebar.
Segera ke bioskop, sebelum waktu dan kesempatan untuk merenung bersama film ini berakhir. Untuk informasi terbaru, kunjungi media sosial resmi di @titipbundadisurgamu dan @rrk.pictures.
Jakarta, 10 Maret 2026 - MD Pictures dan Manara Studio kembali meramaikan industri perfilman tanah air dengan merilis Official Poster film drama religi terbarunya, "Kupilih Jalur Langit". Diadaptasi dari kisah nyata viral karya Elizasifaa (kreator Ipar Adalah Maut), film ini menyoroti potret rapuhnya pernikahan muda yang dibangun di atas fondasi masa lalu yang belum usai.
Melalui poster resmi yang diluncurkan dalam acara Press Conference, publik diperlihatkan pada kontras emosi yang tajam. Amira (Azizi Asadel) tampil mencolok dalam balutan busana merah yang melambangkan keberanian sekaligus cinta yang tulus. Namun, di belakangnya, Furqon (Emir Mahira) berdiri dengan tatapan kosong, sementara siluet Dara (Ratu Rafa) membayangi mereka berdua.
Visual ini menjadi sebuah perlambang bahwa dalam sebuah pernikahan, terkadang ada "orang ketiga" yang tidak hadir secara fisik, melainkan menetap di dalam ingatan yang belum selesai.
Manoj Punjabi, CEO & Founder MD Pictures, menyebut kisah ini sebagai refleksi bagi generasi muda. "Saat pertama kali mendengar kisah nyata dari Elizasifaa ini, saya langsung berpikir bahwa ini adalah kisah yang harus didengar oleh banyak orang di Indonesia," ungkapnya. "Terutama bagi mereka muda-mudi yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan; film ini memberikan perspektif mendalam tentang komitmen dan kejujuran."
Bagi Azizi Asadel, memerankan Amira adalah sebuah perjalanan emosi yang sangat menantang. "Peran ini mewakili insecurity banyak perempuan muda di luar sana," ujar Azizi. "Bagaimana rasanya sudah sah sebagai istri, tapi tetap harus berjuang melawan bayang-bayang masa lalu suaminya sendiri."
Film ini bercerita tentang Amira (Azizi Asadel), santriwati cerdas dan enerjik, mengira mimpinya menjadi nyata saat ia dijodohkan dengan Furqon (Emir Mahira), ustadz muda yang ia kagumi sejak pesantren. Namun, kebahagiaan itu hancur di malam pertama.
Furqon bersikap sangat dingin dan tak kunjung menyentuh Amira meski status mereka telah sah sebagai suami-istri. Di tengah keputusasaan, Amira mulai bertanya-tanya: Apakah suaminya memiliki rahasia besar, atau justru ada perempuan lain yang jiwanya masih bertahta di hati Furqon?
Benarkah pacaran setelah menikah itu selalu lebih menyenangkan? Ataukah itu hanya mitos bagi mereka yang menikahi seseorang yang hatinya masih terjebak di masa lalu?
Saat jalur bumi terasa buntu dan cinta manusia terasa hampa, Amira kini hanya memiliki satu sandaran: Mengetuk pintu langit. Tunggu kisah Furqon dan Amira! Film garapan sutradara Archie Hekagery ini dijadwalkan akan mengetuk hati penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2006 di bioskop
Jakarta, 11 Maret 2026 - Uwais Pictures, rumah produksi yang didirikan aktor laga internasional Iko Uwais, Uwais Pictures, mempersembahkan film aksi laga terbaru berjudul Ikatan Darah. Film vang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026 ini baru saja merilis official poster dan trailer yang menampilkan aksi laga berkelas dari arahan sutradara Sidharta Tata.
Dalam dekade terakhir, Sidharta Tata telah menancapkan namanya di industri perfilman Indonesia sebagai salah satu sutradara film genre yang paling berbakat. Tata mampu mengarahkan dengan apik baik horor hingga aksi laga.
Di official trailer Ikatan Darah, Sidharta Tata menampilkan aksi laga epik dengan karakter utama perempuan bernama Mega (Livi Ciananta). Memerankan Mega, aktris pendatang baru Livi Ciananta pun menunjukkan bakat laganya dengan aksi pencak silat. Dikenal dengan aksi laga kejamnya, Tata pun memberikan elemen gore dan suspense di official trailer-nya, saat Mega harus berhadapan dengan jaringan lintah darat yang menjerat sang kakak, Bilal (Derby Romero).
Tata juga menghadirkan villain yang mengancam, dipimpin Teuku Rifnu Wikana, yang semakin menambah intens aksi laga di film ini, dan terlihat dari trailernya yang membangkitkan adrenalin.
Sementara itu, official poster menampilkan Livi Ciananta dan Derby Romero yang akan bekerja sama dalam menghadapi jaringan lintah darat. Berhadapan dengan Teuku Rifnu Wikana yang tampil menyeramkan dengan para anak buahnya.
"Bekerja sama dengan Iko Uwais dan Uwais Pictures adalah mimpi yang menjadi nyata. Di film Ikatan Darah, mereka mengajari saya cara menggarap adegan laga dengan benar. Cara merencanakan pergerakan, menggunakan video board, dan mengatur sudut kamera sedemikian rupa untuk menjaga energi para aktor sekaligus membuat adegannya tetap seru," ujar Sidharta Tata.
Film Ikatan Darah dibintangi oleh Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou. Diproduksi oleh Uwais Pictures, film ini turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Film ini diproduseri oleh CEO Uwais Pictures Ryan Santoso dengan produser eksekutif Iko Uwais, Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger.
"Uwais Pictures memiliki visi menjadi rumah produkai vang mampu mendukung pennh sinema aksi laga Indonesia. Melalui Ikatan Darah, kami ingin menunjukkan film aksi laga Indonesia yang kualitas dan skala produksinya juga setara dengan yang ada di Asia maupun Hollywood," ujar produser eksekutif Iko Uwais.
Bagi Derby Romero, yang selama ini dikenal dengan peran-perannya sebagai karakter manis', kini ia harus menjadi karakter yang cukup problematik. la juga menunjukkan bakat aksinya bersama Livi.
"Dari dulu salah satu cita-citaku adalah bermain di film action, karena punya latar belakang bela diri. Selama syuting Ikatan Darah aku merasa sangat fun banget," ungkap Derby Romero.
Sementara untuk Livi Ciananta, meski sebelumnya ia juga pernah bermain di film aksi laga, dirinya menemukan tantangan baru di film Ikatan Darah. "Aku seperti upgrade skill bela diri aku di Ikatan Darah. Uwais team sangat membantu kami mempelajari gerakan koreografi laga dengan baik. Setiap koreografi, setiap pukulan itu bukan hanya gerakan, tapi ada rasa yang disampaikan di sana."
Film Ikatan Darah telah melakukan world premiere di Fantastic Fest 2025, Texas, dan berkompetisi di JAFF20. Film Ikatan Darah tayang mulai 30 April 2026 di bioskop Indonesia.
Ikuti informasi dan perkembangan terbaru Uwais Pictures dan film Ikatan Darah melalui akun Instagram @uwaispictures.
SINOPSIS
Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang kini bekerja sebagai pramusaji, harus menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero), yang menjadi buruan para gangster terkejam akibat hutang dan pembunuhan yang tak sengaja ia lakukan.
Aksi perburuan membuat kakak beradik itu terjebak di sebuah kampung yang seluruh pintu keluarnya telah ditutup oleh para preman anak buah dari bos gangster, yaitu Primbon (Teuku Rifnu). Kini, Mega dan Bilal harus bekerja sama untuk dapat meloloskan diri dari kejaran para gangster itu meski nyawa menjadi taruhannya.
Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 10 Maret 2026 - Visinema Studios kembali menghadirkan kebahagiaan pada Lebaran tahun ini lewat film Na Willa yang ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, dari duo produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, trio sineas yang sukses merebut hati jutaan penonton Indonesia lewat JUMBO pada Lebaran tahun lalu.
Di film Na Willa, penonton diajak untuk merasakan kembali menjadi anak-anak, hidup bebas, riang, dan bahagia di Lebaran tahun ini. Film ini juga menandai pertama kalinya Ryan Adriandhy menyutradarai film live action, setelah sebelumnya sukses dengan karya animasi JUMBO. Lewat Na Willa, imajinasi kembali dihidupkan dan dirayakan, yang membuat para orang dewasa belajar melihat dunia seperti anak-anak lagi. Sebuah film yang hangat, emosional, dan menyimpan makna yang dalam.
Dengan latar Indonesia era 1960-an, Na Willa bersama Geng Krembangan mengajak penonton menyusuri gang, pasar, hingga lapangan luas tempat mereka bermain layangan dan kelereng. Film ini seakan membawa para penonton dewasa kembali ke pada kegembiraan sederhana yang sering terlupakan, sekaligus mengajak para penonton anak untuk ikut merayakan rasa penasaran dari imajinasi tanpa batas.
Film Na Willa hadir sebagai tontonan keluarga yang membawa suasana hangat, ceria, dan penuh kebahagiaan di momen Lebaran. Film ini menghadirkan pengalaman menonton yang bahagia, fun dan hidup, sebuah tontonan keluarga yang dapat dinikmati bersama, bukan hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa.
Ryan pun berhasil menghidupkan imajinasi anak-anak di film ini, seperti ikan bandeng yang bermata banyak, atau yang hampir menjadi banyak pertanyaan dan rasa penasaran setiap anak di masa kecil, "apakah benar ada orang bernyanyi di dalamnya?"
"Kita semua pernah jadi Na Willa. Kita semua pernah menjalani keseharian sebagai anak-anak dengan lingkungan di sekitar kita, orang tua, sahabat, atau rasa kangen sama teman yang tiba-tiba pindah. Hal yang begitu sederhana atau dianggap sepele bagi orang dewasa bisa jadi terasa begitu besar untuk anak-anak. Menurutku itu rasa yang universal. Perasaan rindu masa anak-anak itu akan relevan sepanjang masa. Na Willa akan mengingatkan kembali kebahagiaan sederhana di dunia anak-anak. Rasa penasaran, imajinasi, dan kegembiraan yang sering kita lupakan saat dewasa," ujar penulis dan sutradara Ryan Adriandhy.
Na Willa dibuat oleh studio dan para kreator JUMBO, yang telah terbukti dicintai dan merebut hati masyarakat Indonesia. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo, Visinema Studios juga kembali menggandeng laleilmanino untuk menggarap original soundtrack, berjudul "Sikilku Iso Muni", yang hadir sebagai bagian penting dari film Na Willa sekaligus membawa keceriaan bersama, baik di dalam maupun di luar bioskop.
Jajaran pemeran Na Willa juga mencerminkan keberagaman dan komitmen regenerasi talenta perfilman Indonesia dari Visinema Studios. Film ini dibintangi oleh para aktor anak, aktor pendatang baru, hingga aktor senior Tanah Air. Mereka adalah Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.
Setelah kesuksesan Jumbo pada Lebaran tahun lalu, Visinema Studios kembali menghadirkan karya terbaru untuk keluarga Indonesia melalui Na Willa. Kehadiran film ini sekaligus melanjutkan komitmen Visinema untuk menghadirkan karya-karya berkualitas yang dapat menjadi pengalaman menonton yang hangat dan menyenangkan bagi keluarga Indonesia di momen Lebaran.
"Di Visinema Studios, kami percaya bahwa film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu, anak, orang tua, dan bahkan anak dalam diri kita. Karena itu kami berkomitmen untuk selalu hadir di momen Lebaran dengan cerita yang bisa dinikmati bersama di bioskop.
Melalui Na Willa, kami ingin menghadirkan film yang hangat, imajinatif, dan relevan bagi keluarga Indonesia. Setelah melihat bagaimana JUMBO mampu memeluk jutaan penonton, kami juga melihat Na Willa sebagai langkah penting dalam membangun IP lokal yang kuat, berkelanjutan, dan dapat terus hidup bersama penontonnya. Industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang ramah bagi anak dan keluarga, cerita yang tidak hanya menghibur hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan banyak generasi." ujar Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma.
Setelah berhasil memberikan dampak positif dan memeluk jutaan Keluarga Indonesia melalui JUMBO, Na Willa juga akan diproyeksikan oleh Visinema Studios sebagai kekayaan intelektual (IP) kuat berikutnya. "Industri film Indonesia membutuhkan IP lokal yang kuat dan berkelanjutan, serta lebih banyak konten yang ramah bagi anak dan keluarga. Melalui Na Willa, kami berharap dapat menghadirkan cerita yang bukan hanya relevan hari ini, tetapi juga memiliki potensi studios untuk terus hidup dan berkembang sebagai IP lokal Indonesia," tambah produser eksekutif Na Willa & CEO Visinema Studios Herry B. Salim.
Bukan hanya sekadar film keluarga, No Willa juga menjadi ruang dan tontonan yang menghibur, sekaligus orang tua bisa kembali belajar cara melihat dunia seperti anak Film ini akan mengajak para orang tua untuk bisa ikut mengerti ini kepala anak-anak, dan para orang dewasa ingat rasanya menjadi anak.
Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo pun sangat tersentuh dengan hasil karya Ryan Adriandhy bersama Visinema Studios. Menurut Reda, Ryan dan Visinema Studios mampu menghidupkan imajinasi anak-anak yang penuh kegembiraan. la pun berharap film Na Willa bisa menjadi ruang bagi orang tua mendengarkan suara anak mereka dan tetap merawat semangat anak di dalam diri.
"Saya ingin orang tua, agar bisa mendengar suara anak-anak kita, kembali menciptakan kebahagiaan yang pernah kita rasakan waktu kecil dan menjadikannya milik anak-anak kita. Sambil menjaganya juga untuk kita sendiri, menyalakan semangat anak kecil di dalam diri kita," ungkap Reda Gaudiamo.
Film Na Willa juga sangat direkomendasikan oleh orang yang sudah menonton. Beberapa ulasan positif dari special screening di antaranya setuju film Na Willa hangat, indah, dan magical.
"Bagussss, so so magical!" Kata akun review film di X @Watchmen_ID.
"BAGUSSSSSSSSS WEYYYYY. Ini sih Millenial yang udah punya gen alpha, wajib buanget nonton. Luisa as Na Willa JUARAAKKKKKKK. Directing-nya @Adriandhy warbyasaaa. Selain filmnya yang magical, BTS nya juga menyenangkan buat didenger ceritanya," kata akun film di X @txtanakbioskop.
Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!
Sinopsis
Film No Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.
Film Na Willa akan tayang lebih dulu pada Minggu, 15 Maret 2026 di 22 kota
Jakarta, 10 Maret 2026 - Setelah mendapat sambutan hangat dan respons positif dari rangkaian special screening bersama para orang tua, anak-anak, hingga para sinefil, film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa, akan tayang lebih. dulu di 22 kota di Indonesia pada Minggu, 15 Maret 2026. Program Nonton Duluan Na Willa menjadi cara Visinema untuk mengajak keluarga Indonesia merayakan kegembiraan Lebaran lebih awal sekaligus berkenalan dengan dunia Na Willa sebelum filmnya resmi tayang.
Antusiasme penonton terhadap Na Willa terlihat sangat tinggi. Hingga saat ini tiket program Nonton Duluan di Jakarta telah sold out, sementara penjualan di Bandung dan Depok juga hampir habis.
Para penonton yang telah menyaksikan film ini juga memberikan respons yang sangat positif. Banyak yang merekomendasikan Na Willa sebagai film yang menghadirkan rasa bahagia, fun, hidup, dan hangat untuk ditonton bersama keluarga. Sebagai film keluarga, Na Willa tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional yang dapat dirasakan oleh penonton dari berbagai usia.
"Masuk dunia Na Willa, best banget sih. Hatiku penuh banget, kayak dipeluk. Sepanjang nonton senyum," kata reviewer film @cinemuach usai special screening film Na Willa.
"Bagian parenting-nya relate banget, meski set-nya itu di tahun '60-an tapi masih sangat terasa buat orang-orang yang nonton dan hidup di masa sekarang," kata akun review film @WatchmendID.
Bukan cuma menghibur anak-anak, namun masuk ke dunia Na Willa juga terbukti sangat menyenangkan bagi penonton yang sudah dewasa. Sutradara film Na Willa Ryan Adriandhy pun mengungkapkan perasaan bahagianya saat film Na Willa mendapat respons positif dari penonton yang sudah lebih dulu menonton.
"Teman-teman yang berkesempatan nonton film Na Willa duluan lewat undangan exclusive screening telah mengutarakan ulasan dan perasaan mereka atas film kami. Dan hati kami tidak bisa lebih hangat lagi. Terima kasih banyak. Mari ikut masuki dunia Na Willa yang akan membuatmu merasa jadi anak-anak lagi," ujar sutradara Ryan Adriandhy.
Harapannya, Na Willa menjadi film keluarga yang juga menjadi film Lebaran yang dipilih oleh seluruh keluarga Indonesia," tambah Ryan.
Berikut adalah daftar bioskop di 22 kota di Indonesia yang akan menjadi lokasi Nonton Duluan Film Na Willa:
1. Bandung (CGV BEC)
2. Banjarmasin (Studio XXI)
3. Bekasi (KCM Jati Asih)
4. Bogor (Cibinong City XXI)
5. Cirebon (CSB XXI)
6. Denpasar (Level 21 XXI)
7. Depok (CGV Dmall)
8. Jakarta (Blok M XXI)
9. Kupang (Transmart Kupang XXI)
10. Lampung (Malkartini XXI)
11. Makassar (Panakkukang XXI)
12. Malang (Cinepolis Malang Town Square)
13. Medan (Cinepolis Plaza Medan Fair)
14. Padang (CGV Raya Padang)
15. Pekanbaru (Cinepolis Living World Pekanbaru)
16. Pontianak (Ayani XXI)
17. Purwokerto (Rajawali Cinema)
18. Semarang (Cinepolis Java Supermall)
19. Solo (Solo Paragon XXI)
20. Surabaya (Tunjungan XXI)
21. Tangerang (Tang City XXI)
22. Yogyakarta (Jwalk Mall)
Dijual secara terbatas, pembelian tiket Nonton Duluan Na Willa sudah bisa dibeli mulai Senin, 9 Maret 2026. Pembelian tiket bisa melalui aplikasi M-Tix, CGV, Cinepolis, dan KCMTix. Serta website CGV, bioskopkem.com, dan rajawalicinema.bigtix.io/en. Penonton juga bisa membeli tiket langsung di bioskop untuk menonton di Cinepolis, KCM, dan Rajawali Cinema.
Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Dan Nonton Duluan Film Na Willa, Minggu, 15 Maret 2026.
Sinopsis
Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.
Catatan Produksi:
Judul Film: Na Willa
Genre: Drama, Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif: Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Tonton Film Na Willa bareng Keluarga pada 18 Maret 2026 di bioskop
Jakarta, 9 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa, yang tayang pada Lebaran tahun ini di bioskop banjir pujian dari para penonton yang sudah menonton terlebih dahulu di rangkaian special screening, press screening, dan Gala Premiere. Film Na Willa sangat direkomendasikan oleh orang-orang yang sudah menonton, karena membuat bahagia, fun, dan hidup.
Sementara itu, para penonton yang sudah menjadi orangtua merasakan film Na Willa bisa menjadi pengingat agar orangtua bisa melihat dunia dari mata seorang anak. Seperti yang diungkapkan VP of Marketing Parentstory Ayunda Wardhani Shandini, film ini juga membawa kembali ke masa kecil dan ingatkan nilai tentang keluarga, persahabatan, dan budi baik seperti kejujuran.
"Film Na Willa adalah pengingat yang sangat indah tentang bagaimana dunia terlihat dari mata seorang anak. Ceritanya hangat dan jujur. Film ini membawa kita kembali ke masa kecil, sekaligus mengingatkan bahwa keluarga, persahabatan, dan hal-hal sederhana dalam hidup seringkali menjadi yang paling berharga," kata VP of Marketing Parentstory Ayunda Wardhani Shandini.
Sebagai film keluarga, yang bukan hanya menjadi film anak, Na Willa memiliki kedalaman emosional. Kepiawaian sutradara Ryan Adriandhy yang telah sukses. bersama JUMBO pada Lebaran tahun lalu, akan menjadikan pengalaman yang hangat saat Lebaran di bioskop tahun ini lewat film Na Willa.
"Relate banget dengan parenting-nya. Mengajarkan hal sederhana, seperti tidak boleh berbohong dan kejujuran itu penting," kata salah satu Ibu yang menonton film Na Willa bersama anak dan suaminya.
Sementara itu, Ibu lain merasakan saat menonton film Na Willa seperti kembali ke kapsul waktu. "Imajinasi terwujud dengan begitu magisnya. Perasaannya kayak ngajak anak ke time capsule ke zaman kami kecil, jadi mereka juga bisa ada bayangan."
Tak hanya para orangtua yang merasakan kehangatan film Na Willa, para penonton dewasa hingga akun-akun film yang kerap menjadi rujukan rekomendasi tontonan pun merasakan kehangatan di film ini.
"SUPER MAGICAL SEKALI NA WILLA. Senyam-senyum sendiri sepanjang nonton. Udahannya bikin happy hahaha sukaaaa bangettt!" Kata akun X @paradigmafilm.
"Speechless! Na Willa sangat amat indah, heartwarming, magical, dan super duper gemes. Selama nonton full senyum & ikut ketarik ke dalam dunia Na Willa," kata akun X @aussieskid.
"Film lebaran yang wajib ditonton baik anak-anak, orang tua, dan semua orang untuk lebih mendengarkan dan merasakan dunia anak-anak. Ketika kita sudah menjadi kupu-kupu, sungguh kita tak bisa balik sebagai ulat yang kita rindukan," kata akun X @AlbamaFadhal.
Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!
Sinopsis
Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.