Jakarta, 13 Oktober 2026 — Rumah produksi Studio Antelope baru saja merampungkan syuting film terbaru karya sutradara Jason Iskandar, Perayaan Pertama, yang memiliki judul internasional First Breath After Coma. Film ini merupakan film panjang kedua Jason, setelah film pertamanya, Akhirat: A Love Story (2021). Perayaan Pertama akan hadir di bioskop Indonesia pada 2027.
Film Perayaan Pertama dibintangi oleh Morgan Oey, Ladya Cheryl, dan Abby Latip. Film ini juga akan menjadi comeback Ladya Cheryl, setelah terakhir kali bermain film pada 2021, yang mengantarkannya memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik pada FFI 2022. Ini juga akan menjadi duet unik dan kuat bersama Morgan, yang sebelumnya juga telah meraih Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik FFI 2025, dan menjadi Duta FFI 2026.
Sementara itu, film Perayaan Pertama akan menjadi debut film panjang pertama dari Abby Latip. Abby sebelumnya telah membintangi beberapa film pendek, serial, dan video musik di lagu musisi internasional Niki.
Film Perayaan Pertama telah melakukan perjalanan panjang sejak awal ide ini dikembangkan hingga selesai diproduksi. Sejak pertama kali dikembangkan di SGIFF Southeast Asian Film Lab 2015 di Singapura, Perayaan Pertama terus berkembang melalui berbagai program pengembangan proyek film internasional, termasuk EAVE Ties That Bind 2023/2024 di Taiwan dan Italia. Selain itu, proyek film ini juga telah dipresentasikan di Golden Horse Film Project Promotion 2024 di Taiwan dan Hong Kong - Asia Film Financing Forum (HAF) 2025 di Hong Kong.
Ditulis dan disutradarai Jason Iskandar, Perayaan Pertama diproduseri oleh Florence Giovani. Film ini mengikuti perjalanan tiga kakak beradik dari keluarga Tionghoa Indonesia dan berlatar pada masa transisi Indonesia menjelang Tahun Baru Imlek pada tahun 2000, yang juga menjadi perayaan Imlek pertama setelah pemerintah secara resmi mencabut pembatasan terhadap perayaan budaya Tionghoa di ruang publik yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.
“Sejak kecil, saya memiliki hubungan yang penuh pergulatan dengan identitas saya sebagai orang Tionghoa Indonesia. Lewat film Perayaan Pertama, saya ingin mengeksplorasi pergulatan itu melalui kisah tiga kakak beradik yang berusaha terhubung kembali, bukan hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan diri mereka sendiri. Kisah mereka berlangsung ketika Indonesia sedang mengalami perubahan besar setelah Reformasi, menjelang perayaan Imlek tahun 2000,” ujar penulis dan sutradara Jason Iskandar.
“Film ini mulai kami kembangkan sejak 2015, dan akhirnya pada 2026 kami berhasil menyelesaikan proses syutingnya. Sepanjang perjalanan tersebut, kami berkesempatan mengembangkan proyek ini dan berdiskusi dengan berbagai pelaku industri film internasional. Berbagai perspektif yang kami dapatkan turut memperkaya cerita ini, sehingga kami berharap kisah yang berangkat dari pengalaman keluarga Tionghoa Indonesia ini juga dapat terasa dekat dan relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang,” ujar produser Florence Giovani.
Film ini juga didukung oleh jajaran kru pemenang penghargaan, termasuk sinematografer Singapura Teck Siang Lim, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Fadillah Putri Yunidar, dan penata rias Astrid Sambudiono.
Ikuti informasi terbaru film Perayaan Pertama persembahan Studio Antelope, yang akan menjadi film panjang kedua Jason Iskandar, melalui akun Instagram @studioantelope @filmperayaanpertama, dan saksikan saat tayang di bioskop, segera!
***
Tentang Studio Antelope
Studio Antelope adalah studio film independen yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Studio Antelope memiliki misi untuk menghadirkan cerita-cerita berani dengan suara yang khas ke layar, sekaligus menjadi ruang bagi talenta-talenta baru Indonesia yang memiliki perspektif kuat dan relevan.
Didirikan pada tahun 2011 oleh sutradara Jason Iskandar dan produser Florence Giovani, Studio Antelope bermula sebagai komunitas film lokal. Sejak itu, karya-karya film pendeknya telah mendapatkan pengakuan dan diputar di berbagai festival film, antara lain Singapore International Film Festival, Busan International Short Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Festival Film Indonesia, dan berbagai festival lainnya.
Pada 2021, Studio Antelope merilis film panjang pertamanya, Akhirat: A Love Story, yang ditulis dan disutradarai oleh Jason Iskandar. Film ini diproduksi bersama BASE Entertainment dan Ivanhoe Pictures yang berbasis di New York. Setelah tayang di bioskop Indonesia pada Desember 2021.
Setelah pencapaian tersebut, Studio Antelope terus memperluas kiprahnya dengan memproduksi berbagai serial, di antaranya Drama Ratu Drama (Vidio, 2022), CinLock: Love, Camera, Action (Vision+, 2023; Netflix, 2024), serta Ganteng Ganteng Genteng (Vidio, 2026). Pada Oktober 2026, Studio Antelope turut menghadirkan film Bapak Paling Jujur, yang disutradarai oleh Fajar Nugros, untuk tayang di bioskop Indonesia.
Melanjutkan langkah tersebut, Studio Antelope terus mengembangkan berbagai film dan serial dengan visi kreatif yang kuat, termasuk Perayaan Pertama karya sutradara Jason Iskandar, serta sejumlah proyek lainnya dalam pengembangan.
Melalui setiap karyanya, Studio Antelope terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan cerita-cerita berani, perspektif yang autentik, serta karya sinema Indonesia yang memiliki daya tarik bagi penonton lokal maupun internasional.
























