Senin, 09 Maret 2026

Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Film yang Memeluk Lelah Para Pejuang Hidup dan Tulang Punggung Keluarga Akan Menghangatkan Saat Lebaran 2026 di Bioskop


Jakarta, 9 Maret 2026 - RAPI Films mempersembahkan film Tunggu Aku Sukses Nanti dari duet sukses sutradara Naya Anindita dan penulis Evelyn Afnilia saat momen Lebaran 2026. Sebuah film yang akan menghangatkan para pejuang hidup dan para tulang punggung keluarga dari sudut pandang Arga (Ardit Erwandha).

Film Tunggu Aku Sukses Nanti sukses mengaduk emosi penonton dengan ceritanya yang dekat, relevan, dan mewakili mereka yang saat ini masih berjuang menuju sukses. Ardit, yang pertama kalinya memerankan karakter utama di film drama, berhasil menampilkan lapisan emosi lelah, marah, dan peluh saat Arga berjuang untuk menjadi sosok yang ingin dihargai di keluarga besarnya.

"Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga, si tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya, dan keluar dari ketergantungan keluarga besar. Bagi saya, ini film yang terasa personal dan juga dekat," ujar sutradara Naya Anindita.

Produser Sunil Samtani mengungkapkan Tunggu Aku Sukses Nanti juga membawa permasalahan realitas sosial yang mencerminkan dinamika banyak keluarga Indonesia di saat Lebaran.

"Film ini ringan namun menyentuh. Penonton akan merasa dekat dengan ceritanya, sehingga ketika keluar menonton, perasaannya akan hangat," tambah Sunil Samtani.

Di film ini, Naya menggambarkan dinamika kemeriahan keluarga Indonesia saat kumpul Lebaran. Ada saudara yang 'menyebalkan' yang selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan klasik, saling unjuk kesuksesan, hingga menjadi sebuah ruang perenungan bagi si karakter utamanya, Arga.


Ardit Erwandha, yang memerankan Arga, merasa karakter yang ia perankan memiliki lapisan yang sangat dekat dengan perjuangan hidupnya. Sekaligus, ia juga belajar dari perannya.

"Aku banyak belajar dari Arga. Dulu, kalau sedih itu selalu sok kuat, sekarang mencoba untuk belajar memvalidasi emosi itu. Kalau capek ya capek, enggak apa-apa. Selesai syuting film ini, aku bahkan nangis karena merasa sudah melewati tantangan yang aku takuti," ungkap Ardit Erwandha.

"Semoga para pejuang hidup dan tulang punggung keluarga bisa jujur sama diri sendiri. Bahwa capek dan marahmu itu valid. Semoga Tunggu Aku Sukses Nanti bisa memeluk kalian," tambah Ardit.

Selain Ardit Erwandha, Naya juga membawa puluhan pemeran bertabur bintang di film ini. Banyak di antaranya juga merupakan lingkaran pertemanan Naya, menjadikan film ini terasa begitu dekat dan personal bagi kreatornya.

Film Tunggu Aku Sukses Nanti dibintangi oleh Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, dan Yono Bakrie. Serta penampilan spesial dari para bintang seperti Vidi Aldiano hingga Tara Basro.

Tunggu Aku Sukses Nanti diproduksi oleh RAPI Films, bekerja sama dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios.


Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan film Tunggu Aku Sukses Nanti melalui media sosial resmi.

Ess Jay Studios Rilis Poster & Trailer "Tiba-Tiba Setan", Horor Komedi Penuh Teror dan Tawa

Jakarta, 9 Maret 2026 - Rumah produksi Ess Jay Studios resmi merilis poster dan trailer perdana film layar lebar mereka bertajuk "Tiba-Tiba Setan", sebuah film komedi horor yang menghadirkan perpaduan ketegangan, kekonyolan, dan drama keluarga dalam satu paket hiburan segar.

Film ini disutradarai oleh Etienne Caesar. Sebelumnya, Etienne dikenal sebagai asisten sutradara dalam sejumlah film sukses seperti Ghost Writer, Pelukis Hantu, dan Cek Toko Sebelah. Tiba-Tiba Setan menjadi debutnya sebagai sutradara film panjang.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Ratu Felisha, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Oki Rengga, Lolox, Naura Hakim, serta sejumlah pemain lainnya yang turut meramaikan kisah penuh kejutan ini.

Tiba-Tiba Setan mengisahkan petualangan surreal, menggelitik sekaligus menegangkan. Kekacauan terjadi ketika kakak beradik tiba di sebuah hotel tua yang terbengkalai tempat mereka percaya ayah mereka telah menyembunyikan sebuah harta karun untuk mereka, tanpa mengetahui bahwa salah satu saudara kandung telah menyewa penjaga hotel untuk berpura pura menjadi hantu agar mereka terbebas dari masalah. Namun tanpa sepengetahuan mereka, penjaga hotel telah membangkitkan roh seorang wanita yang dibunuh dan dikubur di hotel tersebut dan akhirnya menghantui mereka. Sekarang mereka semua menjadi korban dan harus menemukan cara untuk bertahan hidup dari teror tersebut. Tanpa sepengetahuan anggota keluarga lainnya, salah satu dari mereka diam-diam menyewa penjaga hotel untuk berpura-pura menjadi hantu. Tujuannya sederhana: menakut-nakuti saudara-saudaranya agar konflik keluarga segera selesai.


Sutradara Etienne Caesar mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar horor komedi biasa. "Saya ingin membuat horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tapi juga situasi yang absurd dan dekat dengan dinamika keluarga. Ide dasarnya sederhana: kebohongan kecil bisa memanggil masalah besar. Di film ini, bahkan bisa 'memanggil' sesuatu yang seharusnya tidak dibangunkan," ujar Sutradara yang sukses lewat film Cinta Tak Seindah Drama Korea.

la juga menambahkan bahwa keseimbangan antara komedi dan horor menjadi tantangan terbesar selama proses produksi, "Timing komedi harus presisi, tapi ketegangannya juga tidak boleh hilang. Saya beruntung punya cast yang berani eksplorasi dan total dalam setiap adegan."

Ratu Felisha mengaku tertarik karena naskahnya berbeda dari horor kebanyakan. "Begitu baca skripnya, saya langsung merasa ini unik. Kita ketawa, tapi beberapa detik kemudian langsung tegang. Emosinya naik turun, dan itu seru banget dimainkan."

Sementara itu, Poppy Sovia menyebut pengalaman syuting di lokasi hotel tua menjadi tantangan tersendiri. "Lokasinya memang sudah punya aura yang kuat. Kadang kami bercanda untuk mencairkan suasana, tapi tetap saja ada momen-momen yang bikin merinding."

Sedangkan Lolox, yang dikenal dengan gaya komedinya yang khas, mengatakan: "Awalnya kita pikir cuma pura-pura jadi hantu. Eh, malah ketemu yang asli. Itu sih namanya salah strategi! Film ini benar-benar 'tiba-tiba' dalam segala hal."

Dengan perpaduan cerita keluarga, misteri, komedi segar, serta teror supranatural yang tak terduga, Tiba-Tiba Setan siap menjadi warna baru dalam genre horor komedi Indonesia. 


Saksikan "Tiba-Tiba Setan" di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Jumat, 06 Maret 2026

Resmi Dibuka, Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Jadi Inisiatif Ramadhan dari Ekosistem JICAF


Jakarta, 6 Maret 2026 - Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 resmi dibuka pada Jumat (6/3) di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian sepuluh hari perayaan Ramadhan berbasis ilustrasi dan desain yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.

IRJ 2026 diisi oleh karya-karya ilustrator dari dalam dan luar negeri, yang menghadirkan beragam perspektif visual dalam merespons nilai-nilai Ramadhan. Berbeda dari perayaan Ramadhan pada umumnya, IRJ menawarkan pengalaman yang lebih terkurasi dan kontemplatif, mengajak pengunjung menikmati bulan suci melalui pendekatan visual yang modern dan relevan dengan kehidupan urban.

Yoga Prathama, Inisiator Illustrated Ramadhan Jakarta, menyampaikan bahwa pembukaan IRJ menjadi momentum untuk memperluas cara publik memaknai Ramadhan melalui medium visual. “Melalui IRJ, kami ingin menunjukkan bahwa ilustrasi bisa menjadi jembatan antara tradisi dan ekspresi masa kini. Ramadhan tidak harus selalu diekspresikan dengan pendekatan visual yang seragam. Ada banyak cara untuk merayakan dan merefleksikannya, dan kami memberi ruang bagi para ilustrator untuk menghadirkan interpretasi yang personal namun tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.” 

Selama sepuluh hari, IRJ menghadirkan rangkaian program yang dirancang tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga dialami secara lebih personal. Area pameran menjadi ruang eksplorasi visual yang mengajak pengunjung berhenti sejenak, membaca makna di balik setiap karya, dan meresapi interpretasi Ramadhan dari berbagai sudut pandang illustrator.

Selain itu, IRJ juga menyediakan ruang interaksi yang mempertemukan publik dengan para kreator melalui sesi berbagi, diskusi, dan aktivitas partisipatif. Kehadiran area kurasi produk kreatif turut melengkapi pengalaman, menawarkan pilihan gifting yang dirancang dengan pendekatan desain yang thoughtful. Momentum ini kemudian ditutup setiap harinya dengan kebersamaan saat berbuka puasa, menghadirkan suasana yang intim dan memperkuat esensi Ramadhan sebagai waktu untuk refleksi dan koneksi.

Didukung oleh Simpati Telkomsel,  Kahf dan Wardah sebagai brand partner, Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 menghadirkan kolaborasi yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati Ramadan secara lebih bermakna.

Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 terbuka untuk umum hingga 15 Maret 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta.

Angkat Mitos dan Tradisi Gelap, MBK Productions dan Drias Film Siap Rilis Film Horor Hajatan Setan

Ari Irham hingga Asri Welas Hadapi Teror Ritual Desa yang Minta Tumbal

Jakarta, 4 Maret 2026 - Film horor terbaru garapan MBK Productions dan Drias Film, Hajatan Setan, siap menghantui layar bioskop Indonesia. Film ini juga bekerjasama dengan distributor Mockingbird Pictures untuk ekspansi pemutaran film di luar Indonesia. Mengusung teror ritual desa yang penuh misteri dan rahasia turun-temurun, film ini menghadirkan deretan pemain film; Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, dan Sita Permata Sari.

Dari produser eksekutif Budi Yulianto dan produser Rendy Gunawan, dan Disutradarai oleh Bambang Drias dan Eko Kristianto, dengan naskah yang ditulis oleh Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi, Hajatan Setan memadukan elemen folk horror dengan drama sosial yang berakar pada kepercayaan kolektif masyarakat desa. Hajatan Setan mengeksplorasi sisi gelap sebuah hajatan desa yang dipercaya membawa kemakmuran.

Berlatar sebuah desa di Jawa, film ini mengikuti kepulangan seorang perempuan muda ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun pergi. Kepulangan tersebut justru membuka kembali luka lama dan memicu rentetan peristiwa ganjil yang membuat warga diliputi kecurigaan dan ketakutan. Ketika satu per satu kejanggalan terjadi, muncul pertanyaan besar. apakah kemakmuran desa benar-benar datang tanpa pengorbanan?

Ari Irham mengungkapkan bahwa karakter yang ia perankan memiliki tekanan emosional yang kuat. "Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata," ujarnya.

Sementara itu, Asri Welas menyebut film ini sebagai salah satu pengalaman horor paling intens dalam kariernya. "Begitu membaca naskahnya, saya langsung merinding. Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman. Istilah 'hajatan setan' sendiri sudah cukup menyeramkan, karena kita semua tahu hajatan itu identik dengan kebahagiaan, tapi di sini justru jadi sumber teror."

Sutradara Bambang Drias menjelaskan bahwa istilah Hajatan Setan lahir dari ketika mulai mempertanyakan makna di balik sebuah tradisi. "Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana kalau di balik itu ada harga yang harus dibayar?" ujarnya.

Eko Kristanto menambahkan bahwa pendekatan film ini dibuat sedekat mungkin dengan realitas agar terasa lebih mengusik. "Kami ingin penonton merasa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya jadi terasa masuk akal, dan justru itu yang menjadi sumber horonya. Hajatan Setan bermain di wilayah itu: antara kepercayaan dan ketakutan."

Dengan kombinasi ensemble cast lintas generasi dan premis yang provokatif, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini. Mengangkat isu tentang tradisi, stigma, dan pengorbanan, film ini menjanjikan pengalaman menegangkan sekaligus menggugah rasa ingin tahu.

Ikuti perkembangan terbaru film Hajatan Setan melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm dan @driasfilm untuk mengetahui tanggal tayang resminya.

Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan...

Jelang Tayang Lebaran 2026, Pelangi di Mars Rilis Poster Nerotek: Gambarkan Misi yang Dipimpin Anak Bangsa di Planet Merah


Jakarta, 6 Maret 2026 - Menjelang penayangannya di layar lebar pada momen Lebaran nanti, rumah produksi Mahakarya Pictures resmi merilis poster Nerotek terbaru dari film sci-fi anak-anak paling dinanti tahun ini, Pelangi di Mars. Poster ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai petualangan epik yang akan membawa penonton menjelajahi keindahan. sekaligus tantangan di Planet Merah pada 18 Maret 2026 mendatang

Perilisan poster ini sekaligus mempertegas konflik utama yang melibatkan Nerotek, sebuah perusahaan raksasa yang menguasai pasokan air bersih di Bumi. Nerotek memimpin ekspedisi besar ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, elemen langka yang mampu menjernihkan air. Namun, ketika Pratiwi (Lutesha), berhasil menemukan lokasi Zeolit Omega, Nerotek secara tiba-tiba membatalkan misi tersebut tanpa alasan yang jelas.

Pelangi dengan Petualangan Epik Menjelajahi Mars

Tak sendirian, Pratiwi memiliki putri yang ia beri nama Pelangi (Messi Gusti), yang akhirnya bertualang di Mars untuk menemukan Zeolit Omega. Pelangi Tak sendiri, ia didampingi oleh barisan sahabat robotnya yang setia: Batik (Bimo Kusumo), Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Immanuel), Kimchi (Vanya Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya).

Bersama-sama, mereka menjelajahi medan ekstrem Planet Merah demi menyelamatkan Bumi dari Nerotek dan mencari jalan pulang. Apakah tim Pelangi akan berhasil mengalahkan perusahaan raksasa ini? Apakah Pelangi akan menggapai mimpinya dan menyentuh tanah Bumi?

Visi Besar untuk Pemimpin Masa Depan

Bagi sutradara Upie Guava, karakter Pelangi bukan sekadar tokoh fiksi, melainkan simbol harapan bagi generasi muda Indonesia. "Melalui petualangan Pelangi, saya ingin anak-anak Indonesia percaya kalau mereka bisa menjadi pemimpin, seperti Pelangi yang memimpin misinya untuk mencari Zeolit Omega untuk menyelamatkan Bumi," ungkap Upie.

Pemeran Pelangi, Messi Gusti, pun turut membagikan antusiasmenya terhadap pesan moral yang dibawa oleh film ini. "Gak cuma teman-teman akan dibawa petualangan seru, tapi film Pelangi di Mars mengajarkan kita untuk terus bermimpi setinggi-tingginya, dan tidak pernah menyerah untuk menggapainya," ujar Messi Gusti dengan semangat.

Senada dengan visi tersebut, produser Dendi Reynando menyampaikan ambisi besarnya terhadap brand ini. "Harapannya Pelangi di Mars bisa menjadi Intellectual Property (IP) baru yang membanggakan untuk anak-anak Indonesia," tambah Dendi.

Jajaran Cast Bertabur Bintang

Film ini didukung oleh talenta-talenta terbaik tanah air, mulai dari Messi Gusti (Pelangi), Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata. Kehadiran pengisi suara karakter robot seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya semakin memberikan warna dan keceriaan pada petualangan ini.

Siapkan diri Anda untuk ikut mengangkasal Petualangan Pelangi di Mars akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan melihat detail poster terbaru, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Para Perasuk Merilis Official Trailer Menampilkan Kepiawaian Wregas Bhanuteja Penampilan tak Terduga dari Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan

Para Perasuk tayang di bioskop mulai 23 April 2026

Jakarta, 6 Maret 2026 - Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, Para Perasuk kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.

Official trailer Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi 'Perasuk', orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.

Di trailer, juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.

"Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya," ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.

Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, Para Perasuk diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar.

"Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa," kata Angga Yunanda.


Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Para Perasuk melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!

Sinopsis

Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.

Kamis, 05 Maret 2026

Film Na Willa Rilis Exclusive Clip: Merayakan Perbedaan, Keberagaman, dan Hangatnya Keluarga Indonesia dari Mata Anak

Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2026 - Visinema Studios merilis exclusive clip terbaru dari film keluarga Na Willa, yang akan tayang di momen Lebaran 2026, tepatnya pada 18 Maret 2026. Lewat cuplikan sederhana namun menyentuh, film ini mengajak penonton melihat keberagaman Indonesia dari sudut pandang seorang anak kecil.

Dalam exclusive clip tersebut diperlihatkan bagaimana karakter utama Na Willa yang diperankan oleh Luisa Adreena memahami perbedaan dari asal-usul kedua orangtuanya yang berbeda. Na Willa melihat ia dibesarkan oleh Mak yang berambut ikal dan kulitnya berwarna cokelat, sedangkan Pak bermata sipit dan berkulit terang. Na Willa ingin tumbuh setinggi Pak, tetapi juga ingin memiliki rambut ikal seperti Mak.

Namun, saat mengutarakan keinginannya itu, justru Na Willa diledek oleh Mbok, yang mengatakan Willa akan tumbuh besar seperti Pak, dan tidak bisa memiliki rambut ikal dan kulit cokelat seperti Mak. Usai tangis pecah layaknya anak-anak. Mak pun datang menenangkan Willa. Ia memberikan pesan kelak Na Willa bisa. tumbuh seperti Pak dan Mak.

Cuplikan ini menjadi refleksi kecil tentang bagaimana keluarga Indonesia hidup di tengah perbedaan, dan bagaimana nilai keberagaman dan penerimaan pertama kali dipelajari dimulai dari rumah.

Karakter Pak dalam film ini merupakan keturunan Tionghoa-Jawa, sementara Mak berasal dari Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui dinamika keluarga. ini, Na Willa menampilkan wajah Indonesia yang beragam sebagai keseharian yang hangat dan jujur.

"Banyak bentuk yang sangat sederhana kami tampilkan, termasuk soal nilai keberagaman. Na Willa sangat memanusiakan kita. Ini yang kita butuhkan untuk anak dan keluarga Indonesia. Filmnya sederhana, tapi magical dan penuh. petualangan dari kacamata anak-anak," ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa & Chief Content Officer Visinema Studios.

Keberagaman ini juga hadir secara autentik di balik layar. Karakter Mak diperankan oleh Irma Rihi, aktris yang juga berasal dari Pulau Sabu. Film ini menjadi pengalaman layar lebar keduanya, sekaligus bentuk komitmen produksi dalam menghadirkan representasi yang nyata di depan layar.

"Karakter Mak itu orang dari Sabu, Nusa Tenggara Timur. Mencari aktris dari Sabu tentu tidak mudah. Ketika bertemu dengan Irma Rihi yang juga berasal dari Sabu,
Kami merasa ditolong dan diberi berkahi oleh Semesta," ujar penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo.

Ia menambahkan, kedekatan personal tersebut menghadirkan emosi yang mendalam. "Keluarga Ibu saya dan keluarga Irma ternyata saling mengenal. Saat Irma bermain, saya seperti mendengar Ibu saya berbicara. Sangat mengharukan."

Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Na Willa diproduksi oleh Visinema Studios, studio yang sebelumnya melahirkan berbagai IP keluarga yang dicintai publik Indonesia, seperti Keluarga Cemara, Nussa, dan Jumbo.

Lebih dari sekadar film anak dan keluarga, Na Willa adalah film yang mengajak kita kembali jadi anak-anak lagi dengan penuh rasa ingin tahu, imajinasi, dan keberanian untuk menerima diri sendiri di tengah perbedaan. Film ini juga menjadi ruang refleksi bagi orangtua yang kerap mencari cara menjelaskan keberagaman kepada anak-anak mereka, dengan bahasa yang hangat dan membumi.


Tayang pada momen Lebaran 2026, Na Willa hadir sebagai perayaan terbesar untuk keluarga Indonesia, merangkul perbedaan, memeluk keberagaman, dan merayakan masa kecil yang penuh keajaiban.

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil. tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama,Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Rabu, 04 Maret 2026

Joko Anwar Ajak 6 Ilustrator Indonesia Berskala Dunia untuk Berkolaborasi di Film Ghost in the Cell

Merayakan talenta dan pencapaian ilustrator lokal

Jakarta, 5 Maret 2026 - Penulis dan sutradara Joko Anwar mengajak enam ilustrator Indonesia berskala dunia untuk film terbarunya, Ghost in the Cell. Keenam ilustrator tersebut bertugas untuk membuat konsep seni "instalasi kengerian" ditampilkan dalam film horor komedi ini.

Keenam illustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, hafidzjudin, Dan Rudy AO. Mereka bertugas membuat konsep seni yang indah tapi mengerikan, yang jadi salah satu elemen utama cerita film Ghost in the Cell..

"Sejak awal saya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal. Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik. Dengan melibatkan mereka, kami bukan hanya memperkaya dunia visual film ini, tapi ingin membuat pernyataan bahwa kolaborasi lintas medium seperti ini penting agar ekosistem. kreatif kita terus tumbuh dan saling menguatkan," ujar ungkap penulis dan sutradara Joko Anwar.

"Kami berdiskusi bentuk untuk setiap adegan instalasi horor dalam film ini.. Semuanya merepresentasikan apa yang kita takuti secara kolektif dalam masyarakat.

Berikut adalah profil keenam ilustrator macabre concept artist di film Ghost in the Cell:

1. Anwita Citriya

Anwita Citriya merupakan ilustrator asal Bandung. Ia membuat komik sebagai hobi hingga akhirnya dilirik oleh penerbit Amerika Serikat pada tahun 2021. la dikenal karena kemampuannya membangkitkan reaksi emosional yang kuat melalui cerita dan karya seninya.

Anwita memulai debutnya sebagai seniman lewat CREEPSHOW pada tahun 2022, dan kemudian sebagai seniman-penulis (artist-writer) bersama BOOM! Studios pada tahun 2025. Sejak saat itu, ia telah bekerja sama dengan banyak penerbit ternama.

Ketertarikan Anwita pada genre horor psikologis membuat karya-karyanya juga mampu mengungkap ketakutan tersembunyi hingga kenangan yang dikubur dalam-dalam.
Anwita juga terlibat dalam perilisan komik Universal Monsters versi terbaru sebagai cover artist (Phantom of the Opera, Frankenstein, dan lainnya).

2. Benediktus Budi

Ilustrator digital asal Wonogiri, Jawa Tengah, ini banyak mengerjakan ilustrasi untuk merchandise (t-shirt, poster, dan cover album) dan kebanyakan artwork yang dikerjakan bertema gelap.

Benediktus pernah mengerjakan poster dan t-shirt untuk band Toxicholocaust untuk promosi tur Jepang 2024 dan poster Scare Tactics, sebuah prank show yang tayang di USA Network pada 2024.

3. Benny Bennos Kusnoto

Benny Kusnoto adalah seniman storyboard yang telah berkarier selama lebih dari 17 tahun. la pernah menjadi ghost layout artist untuk komik Justice League Dark #7, ilustrator komik strip (web) lepas untuk Namco Bandai, dan ilustrator lepas untuk Stone Blade Entertainment. Benny juga dikenal dengan karya-karyanya sebagai creature designer.

4. Coki Greenway

Ilustrator asal Jakarta yang sekarang menetap di Purwokerto, Jawa Tengah, Ratusan karyanya bersama musisi rock dan metal mancanegara meliputi AC/DC, Motley Crue, Judas Priest, Dragon Force dll. Ia juga menghasilkan karya special merchandise untuk MARVEL (Deadpool dan Venom).

Berkarier lebih dari 15 tahun di dunia ilustrasi seni gelap (dark art illustration), karya-karyanya sangat terinspirasi dari buku komik dan tentu saja film-film horor era klasik serta era Slasher.

5. Hafidzjudin

Ilustrator yang berfokus pada tema visual yang bernuansa gelap, seram, dan gore. Visual yang ditampilkan adalah detail yang intens, dan selalu menjaga kesan 'hand drawing' yang khas.
Beberapa grup musik ternama yang pernah bekerja sama dengannya di antaranya adalah Seringai, Dead Squad, Down For Life, dll.

6. Rudy AO

Selain menjadi macabre concept artist, di film Ghost in the Cell Rudy AO juga mengerjakan poster ilustrasinya. Rudy dikenal melalui potret ikon budaya populer yang sangat realistis (hyper-realistic).

Rudy AO berasal dari Bandung, terkenal sebagai artis sampul komik untuk komik DC dan juga untuk dua IP besar Red Sonja dan Vampirella. Ia memiliki spesialisasi dalam teknik pensil (penciling) dan pewarnaan (coloring), menggunakan akrilik dan alat digital untuk menciptakan ilustrasi berkualitas sinematik layaknya potongan adegan film.

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini.

Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures.

SINOPSIS

Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan. Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif. Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!

Merinding! Totalitas Luna Maya Sempat Terseret Arus Deras saat Syuting Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026

Jakarta, 4 Maret 2026 Dedikasi Luna Maya sebagai pemeran berbakat Tanah Air tak diragukan. Terbaru, Luna Maya harus berhadapan dengan arus deras yang membuatnya terseret hingga sempat tenggelam saat ia syuting film horor yang tayang Lebaran, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.

Luna melakukan adegan ia terseret arus deras di sebuah sungai. Untuk melakukan adegan itu, Luna juga harus menggunakan wig dan tata rias, serta kostum yang cukup berat. Dalam beradegan, Luna bahkan turun sendiri, tanpa menggunakan stunt double.


Dalam sebuah video di balik layar (behind the scene) yang dirilis di kanal YouTube Soraya Intercine Films, terlihat arus sungai yang begitu deras. Belum lagi medan lokasi sungai yang dipenuhi bebatuan tajam. 


Sebenarnya, tim produksi Soraya Intercine Films juga telah melakukan pengamanan sesuai standar dan ditangani oleh profesional. Tubuh Luna juga telah dilengkapi dengan berbagai pengaman agar ia tidak cedera. Tim stunt juga telah bersiap di titik-titik yang telah ditentukan.
Namun, suasana menegangkan saat Luna yang tengah mengambil adegan terseret arus sungai deras. Awalnya, Luna masih bisa mengimbangi derasnya arus. Situasi mulai semakin menegangkan dan membuat panik saat Luna tiba-tiba tenggelam cukup lama, sebelum akhirnya ia muncul kembali.


"Kena arus air di dalam, tergulung. Pas aku mau naik ke permukaan, malah aku tertarik ke dalam semakin dalam lagi. Belum lagi tertabrak batu, terminum air juga, ditambah wig dan make up prostetik yang berat," kenang Luna Maya tentang pengalamannya saat syuting adegan terseret arus sungai di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa.

"Aku sempat mikir, kok lama banget ya di dalam arus sungai. Jadi aku harus melemaskan badanku, karena kalau aku semakin panik malah bisa habis tenaga dan napas. Wah, ini pengalaman yang seru sekali," tambah Luna Maya.


Usai beradegan yang menantang dan ekstrem, Luna pun terlihat beberapa kali menggunakan tabung oksigen untuk menstabilkan napasnya kembali. Lokasi syuting tersebut dilakukan di Sungai Citumang, Desa Bojong, Parigi, Pangandaran, Jawa Barat. Sungai ini memiliki luasan mencapai 6,6 hektar.
Ini adalah ketiga kalinya Luna Maya memerankan Suzzanna dalam waralaba horor paling ikonik di Indonesia, Suzzanna. Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa juga akan menjadi satu-satunya film Luna di tahun 2026.

Tonton film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Sinopsis
Suzzanna (Lana Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!


Catatan Produksi:
Judul Film: SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi: Soraya Intercine Films
Sutradara: Azhar Kinoi Lubis
Penulis: Ferry Lesmana, Jujur Prananto & 
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu,
Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Mahakarya Pictures Akhirnya Ungkap Robot-Robot Canggih Pelangi di Mars yang Bikin Takjub di TikTok Showbizz

Robot-robot dari Berbagai Penjuru Bangsa ini yang Temani Pelangi di Mars, Tuntaskan Misi yang Dipimpin Anak Bangsal

Jakarta, Maret 2026 - Siapa bilang anak Indonesia tidak bisa memimpin misi galaksi? Di tengah hiruk-pikuk MGP Space SCBD, Mahakarya Pictures bersama TikTok Showbizz baru saja memberikan bocoran masa depan sinema Indonesia.

Sutradara Upie Guava secara resmi melakukan "spill" terhadap pasukan robot canggih yang akan menjadi sahabat Pelangi dalam film sci-fi keluarga terbaru, Pelangi di Mars.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh produser Dendi Reynando, sutradara Uple Guava, serta jajaran cast utama: Lutesha dan Messi Gusti. Tak ketinggalan, para "nyawa" di balik robot-robot canggih tersebut, yakni pengisi suara kenamaan Gilang Dirga (pengisi suara Petya), Bimoky (pengisi suara Batik), Vanya Rivani (pengisi suara Kimchi), dan Dimitri Arditya (pengisi suara Sulil) turut menyapa media.

Bukan Sekadar Robot: Simbol Kepemimpinan Indonesia

Upie Guava mengungkapkan bahwa desain robot-robot ini bukan hasil instan. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan karakter yang tidak hanya keren secara visual, tapi juga punya ikatan emosional dengan penonton anak.

"Kami cukup lama memikirkan design dan karakter robot-robot ini. Kami mau mereka punya keunikannya masing-masing dan bisa dekat dengan anak-anak Indonesia," ungkap Upie Guava.

Menariknya, robot-robot pendukung ini diceritakan berasal dari berbagai negara maju, namun mereka semua berada di bawah komando seorang anak Indonesia.

"Robot-robot ini memang sengaja kami buat berasal dari negara-negara lain, karena kami ingin menggambarkan Pelangi, anak Indonesia, yang memimpin ekspedisi ini," tambah sang produser, Dendi Reynando.

Penampilan Spesial yang Bikin Meriah SCBD

Acara tidak hanya berisi obrolan teknis. Suasana semakin pecah saat Messi Gusti, pemeran Pelangi, naik ke atas panggung untuk membawakan Original Soundtrack (OST) film tersebut. Penampilannya memberikan gambaran betapa besarnya skala emosi yang akan dibawa film ini ke layar lebar nanti.

Film Pelangi di Mars dijadwalkan akan mengudara di seluruh bioskop Indonesia pada momen Lebaran 18 Maret 2026. Sebuah kado teknologi dan imajinasi yang siap membuktikan bahwa mimpi anak Indonesia memang tidak terbatas.


Untuk info update harian dan konten eksklusif, pastikan kamu follow @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Film yang Memeluk Lelah Para Pejuang Hidup dan Tulang Punggung Keluarga Akan Menghangatkan Saat Lebaran 2026 di Bioskop

Jakarta, 9 Maret 2026 - RAPI Films mempersembahkan film Tunggu Aku Sukses Nanti dari duet sukses sutradara Naya Anindita dan penulis Evelyn ...