Rabu, 25 Maret 2026

Lagu OST dan Video Lirik "Pelangi di Mars" Dirilis Perluas Pengalaman Imajinasi Anak di Luar Layar


Jakarta - Setelah tayang serentak di bioskop, film sci-fi keluarga Pelangi di Mars memperluas pengalaman penonton terhadap semestanya melalui peluncuran original soundtrack (OST) film Pelangi di Mars yang bertajuk "Warnai Pelangi".

Mulai tanggal 24 Maret, lagu yang diciptakan oleh Upie Guava dan dinyanyikan oleh Messi Gusti dan Marclesia Karim itu sudah bisa didengarkan di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan TikTok.

Selain kehadiran lagunya, "Warnai Pelangi" juga hadir dalam bentuk video lirik yang memadukan lirik lagu, potongan adegan film, serta cuplikan reaksi penonton. Pendekatan tersebut dihadirkan untuk membawa kembali penonton pada momen momen dalam cerita, sekaligus memperkuat semangat petualangan, persahabatan, dan imajinasi yang menjadi inti film.

Produser Dendi Reynando mengatakan bahwa kehadiran cuplikan film dalam video lirik. bertujuan untuk memperkuat momen emosional antara lagu dan cerita dalam film. "Kami sengaja menghadirkan potongan film supaya penonton bisa mengingat momen-momen dalam cerita, yang mungkin menjadi favorit mereka," katanya. kembali

la menambahkan, lagu ini menjadi bagian dari cara kami mengajak anak-anak berimajinasi. "Warnai Pelangi lahir dari semangat anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi," ujar Dendi.


Messi Gusti yang memerankan tokoh Pelangi dan membawakan soundtrack di film ini, mengatakan bahwa lagu ini membawa pesan tentang harapan dan tetap yakin mengejar mimpi. "Aku berharap teman-teman bisa merasakan semangat Pelangi yang terus bermimpi dan pantang menyerah," kata Messi.

Pelangi di Mars Sedang Tayang di Bioskop!

Film ini berkisah tentang Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars, karena ia terdampar bersama ibunya, Pratiwi. Bersama teman-teman robotnya, Batik, Yoman, Sulil, Kimchi dan Petya, Pelangi melanjutkan misi ibu Pratiwi untuk menemukan mineral bernama Zeolit Omega yang dapat menjadi solusi untuk krisis air bersih di Bumi dan bertemu dengan ayah Pelangi.

Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan ikuti akun @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Selasa, 24 Maret 2026

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” Resmi Luncurkan Poster Perdana, Siap Tayang 9 April 2026


Jakarta, 24 Maret 2026 — Film drama keluarga “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” resmi meluncurkan poster perdana sebagai langkah awal menuju penayangan di bioskop pada 9 April 2026.

Diproduksi oleh Five Elements Pictures dan Kults Creative, film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis bersama Oka Aurora. Film ini juga diproduseri oleh Ody Mulya dan Soemijato Muin. Film ini diangkat dari buku yang fenomenal dengan judul yang sama karya Khoirul Trian.

Dibintangi oleh Mawar Eva De Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono, Baskara Mahendra, Unique Priscilla, Kiara McKenna, Dinda Kanya Dewi, dan Azami Syauqi yang mengangkat kisah Dira.

Poster perdana yang telah dirilis menghadirkan nuansa emosional yang menggambarkan Film Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? kehangatan sekaligus kerapuhan sebuah keluarga.

Poster Perdana Resmi Dirilis 
Sebagai langkah awal menuju penayangan, film ini telah resmi meluncurkan poster perdana yang menampilkan nuansa emosional dan atmosfer keluarga yang hangat sekaligus rapuh. Poster ini menjadi gambaran awal dari konflik yang akan dihadapi para karakter dalam film.
Tentang Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” mengangkat kisah Dira, seorang anak perempuan yang tumbuh bersama ayah yang selalu ada secara fisik, namun tak pernah benar-benar hadir secara emosional.


Dira dan Darin dibesarkan di sebuah rumah sekaligus warung yang terlihat hangat dari luar, namun menyimpan banyak diam dan janji yang tak pernah terpenuhi. Sang ibu, Lia, bekerja tanpa lelah demi menjaga keluarga tetap utuh, sementara sosok ayah, Yudi, hadir tanpa mampu memberikan peran yang berarti.

Kenangan masa kecil yang sederhana perlahan berubah ketika sebuah insiden menghancurkan stabilitas keluarga. Peristiwa ini membuka tabir kenyataan: utang yang menumpuk, ketidakpastian masa depan, dan luka emosional yang selama ini tersembunyi.

Dalam situasi krisis tersebut, Dira dipaksa tumbuh lebih cepat, mengambil peran orang dewasa, dan mencari arah hidup yang tak pernah ia dapatkan dari sosok yang paling ia rindukan—ayahnya sendiri.

SINOPSIS :
Bahasa Indonesia 
Seorang anak perempuan tumbuh serumah dengan ayah yang selalu ada namun tak pernah benar-benar hadir, ketika krisis keluarga memaksanya menanggung beban orang dewasa, ia harus belajar hidup tanpa arah yang seharusnya datang dari sosok yang paling ia rindukan: ayahnya sendiri.

Dira dan Darin tumbuh di bawah atap “Soto Bu Lia”: sebuah rumah-warung yang tampak akrab dari luar tapi dipenuhi bisu—kata-kata yang tak sempat diucap dan janji-janji yang selalu meleset. Yudi ada di sana, tapi kehadirannya tidak pernah memberi arah; Lia bekerja tanpa henti, menutupi utang dan luka keluarga agar tampak utuh untuk anak-anaknya. Kenangan awal mereka manis dan sederhana, namun di bawahnya tersimpan kekosongan yang menunggu pemicu.

Segalanya berubah saat sebuah insiden domestik, ledakan kompor yang brutal menghantam langsung rutinitas keluarga: Lia terluka parah, penopang utama rumah tangga runtuh. Lalu rumah menjadi rumah sakit darurat, dan beban biaya medis menjulang. Momen itu membuka pintu ke kerapuhan yang selama ini disembunyikan: utang yang menumpuk, ketidakpastian, dan kebenaran yang tak lagi bisa ditutup dengan senyum. Dari situ kehidupan keluarga yang semula berputar dalam kebiasaan dipercepat menjadi darurat, dan Dira ditarik ke garis depan perjuangan.

Bahasa Inggris
A young girl grows up in the same household as a father who is always present, yet never truly there. When a family crisis forces her to carry adult responsibilities, she must lear

Dira and Darin grow up under the roof of “Soto Bu Lia,” a home-turned-eatery that appears warm from the outside but is filled with silence words left unspoken and promises that are constantly broken. Yudi is there, but his presence never offers direction; Lia works tirelessly, concealing debt and family wounds to keep the family looking whole for her children. 

Their early memories are sweet and simple, yet beneath the Everything changes when a domestic incident a brutal stove explosion shatters the family’s routine. Lia is severely injured, and the household’s main support collapses. The home turns into an emergency infirmary as medical expenses rise. That moment opens the door to long- hidden fragility: mounting debt, concealment, and truths that can no longer be covered with a smile. From then on, a family life once driven by routine is thrust into crisis, and Dira is pulled to the front line of the struggle.

Genre Film : Drama Keluarga
Produser : Ody Mulya, & Soemijato Muin
Sutradara : Kuntz Agus
Penulis : Oka Aurora & Kuntz Agus
Produksi : Five Elements Picture & Kults Creative
Casts : Rey bong, Mawar De Jongh, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara Mckenna, Dinda Kanya Dewi, Azami Syauqi

Minggu, 22 Maret 2026

Puisi Suami Suzzanna, Clift Sangra untuk Ratu Horor: Aku Takut Lupa Suaramu yang Paling Sederhana

Clift Sangra bermain di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. 
Tonton di bioskop saat ini

Jakarta, 22 Maret 2026 — Aktor legendaris Clift Sangra mengenang mendiang istrinya, sang Ratu Horor Indonesia, Suzzanna. Clift, saat ini bermain di film waralaba adaptasi IP legendaris SUZZANNA, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, bersama Luna Maya dan Reza Rahadian yang diproduksi Soraya Intercine Films dan diproduseri Sunil Soraya.

Dalam sebuah puisi yang ditulis Clift, ia mengenang masa-masa bersama sang istri dan menuliskan pesan yang menyentuh. Clift menulis ia sangat merindukan sosok Suzzanna dan momen kebersamaan mereka.

"Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu," tulis Clift Sangra dalam puisinya.

"Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Sebagai sosok yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu. Yang menggenggam tanganku lebih erat saat dunia terasa berat," lanjut Clift.

Clift dan Suzzanna sendiri kerap bermain bersama dalam satu layar pada masanya. Beberapa di antaranya judul legendaris seperti Sangkuriang (1982), Nyi Blorong (1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), dan Ajian Ratu Laut Kidul (1991). Kini, bertaut puluhan tahun sejak kepergian Suzzanna, Clift ikut menghidupkan kembali legacy istrinya.


Uniknya, di film terbaru SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, Clift bermain sebagai Bisman, tokoh yang menjadi 'lawan' Suzzanna di film. Suatu hal yang berbeda dengan masa terdahulu saat mereka kerap menjadi pasangan.

"Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana," kata Clift.

Dalam sebuah puisi romantis Clift untuk Suzzanna, ia juga menuliskan pesan yang menyentuh tentang cinta sejati. "Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan," kata Clift.

"Terima kasih sudah memilihku sebagai rumahmu. Dan maaf, karena sampai hari ini aku masih belum siap hidup tanpa bayanganmu," tutup Clift.

Ia pun mengajak penonton Indonesia dan para fans sejati Suzzanna untuk menonton film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa sebagai cara untuk mengabadikan legacy dan karya-karya Suzzana.

"Suzzanna, karyamu kekal abadi. Tepat lebaran tahun ini, bersama lintas generasi, rayakan lebaran di bioskop bersama Bunda Suzzanna."

Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menjadi produksi Soraya Intercine Films yang didukung oleh Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment, menghidupkan kembali IP horor paling legendaris Indonesia untuk menghibur penonton di libur Lebaran!

Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!

Catatan Produksi:

Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Jumat, 20 Maret 2026

Laleilmanino Membawa Kebahagiaan Lewat Lagu dan Video Musik OST Na Willa "Sikilku Iso Muni"


Jakarta, 20 Maret 2026 — Film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa telah tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan terbukti berhasil membuat semua penontonnya keluar dengan bahagia. Salah satu alasannya adalah hadirnya lagu dan adegan musikal dalam filmnya. Lagu berjudul "Sikilku Iso Muni" yang ditulis oleh trio Laleilmanino sukses membuat penonton bersenandung.

Mulai tanggal 19 Maret, Original Motion Picture Soundtrack film Na Willa "Sikilku Iso Muni" sudah bisa didengarkan di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan TikTok. Lagu yang dinyanyikan oleh Luisa Adreena dan Azamy Syauqi dengan diiringi oleh Laleilmanino memberikan suasana hidup dengan musik yang ceria.

Selain kehadiran lagunya, Sikilku Iso Muni juga hadir dalam bentuk video musik yang memperluas pengalaman penonton terhadap dunia Na Willa. Disutradarai oleh Bobby Zarkasih, video musik ini mengusung pendekatan performatif yang menonjolkan mood ceria, fun, dan penuh warna, dengan visual elemen-elemen dunia Na Willa yang dihadirkan secara imajinatif dalam skala besar layaknya diorama. Video musik ini telah resmi dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Visinema Pictures.

Sebelumnya, video musik ini juga sempat diputar secara eksklusif sebagai kejutan bagi penonton reguler di CGV Grand Indonesia, pada hari ini, Jumat 20 Maret 2026, menghadirkan pengalaman yang lebih spesial bagi mereka yang telah lebih dulu menyaksikan filmnya di bioskop.

"Kami merasa terhormat bisa kembali bekerja sama dengan Ryan Adriandhy dan Visinema Studios untuk "Sikilku Iso Muni". Bagi kami, lagu "Sikilku Iso Muni" ingin memberikan pelajaran pada teman-teman, bahwa kehilangan bukanlah akhir, tetapi merupakan sebuah perjalanan baru," ujar Nino dari Laleilmanino.

Lagu "Sikilku Iso Muni" terinspirasi dari salah satu peristiwa dan dialog yang ada di novel karya Reda Gaudiamo, yang diadaptasi ke dalam film ini. Menurut Ryan, saat ia membaca novelnya, ada salah satu dialog yang sudah membuatnya terbayang bisa diwujudkan menjadi sebuah adegan musikal yang ceria.

"Saat membaca novelnya, ada satu bab ketika Na Willa menjenguk Dul. Bu Reda menuliskan dengan sangat indah sekali. Tulisannya, 'Dul dengan bangga bilang bahwa sikilku iso muni (kakiku bisa berbunyi). Lalu aku dan Dul menyanyi berdua, dan Mak dari pinggir memperhatikanku dengan mata basah.' Ini ada satu momen di novel yang memang tidak dijelaskan mereka nyanyinya seperti apa, namun aku merasa ini adalah jantung cerita yang sayang jika tidak disertakan dalam alih wahana audio visual. Dan menurutku Laleilmanino adalah orang yang tepat untuk menggarapnya," ujar sutradara Ryan Adriandhy.

"Di Na Willa, musik menjadi bagian dari cara kami bercerita. "Sikilku Iso Muni" lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi," tambah Ryan.


Saatnya #Bahagia Bareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan momen Lebaran! Dengarkan "Sikilku Iso Muni" di seluruh platform streaming digital.

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Kamis, 19 Maret 2026

MAGMA Entertainment Rilis Poster Resmi Film 'Badut Gendong': Memperkenalkan Wajah Baru dari Universe Qodrat


Jakarta, 18 Maret 2026 - Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi menyingkap tabir misteri dari proyek horor-aksi terbarunya, Badut Gendong, melalui peluncuran official poster. Poster ini menjadi perkenalan perdana bagi publik terhadap entitas mencekam yang digadang-gadang akan menjadi ikon teror baru di perfilman Indonesia, sekaligus memperluas narasi besar dari semesta film Qodrat. Badut Gendong akan mulai diputar tanggal 27 Mei di bioskop seluruh Indonesia.

Visual Mencekam: Tarian Maut dalam Kegelapan

Official poster Badut Gendong menyajikan visual yang provokatif dan penuh teka-teki. Berlatar hutan gelap di bawah pendar bulan yang pucat, Marthino Lio tampil dalam kondisi tak sadar, tubuhnya tampak kaku di bawah kendali kekuatan yang tak terlihat.

Di sisinya, terlihat sosok yang menggunakan topeng mengerikan. Selendang merah panjang melilit dan berputar liar di udara, menciptakan kesan "tarian maut" yang meninggalkan jejak darah di sekelilingnya.

Gestur tubuh yang tampak tidak natural itu membangun aura menyeramkan yang intens bagi siapa pun yang melihatnya. Visual ini menegaskan bahwa Badut Gendong bukanlah sekadar hantu biasa, melainkan entitas misterius yang merasuki dan mengendalikan tubuh manusia untuk menyebarkan petaka.

Perluasan Semesta Qodrat

Film ini disutradarai oleh Charles Gozali, kreator di balik kesuksesan Qodrat. Di mana film ini akan menjadi kepingan penting dalam Universe Qodrat. Film ini memperluas dunia yang telah diperkenalkan sebelumnya, dengan menghadirkan sisi gelap melalui sosok baru, yaitu Badut Gendong yang siap meneror.

Charles Gozali menjelaskan bahwa film ini akan membawa penonton lebih dalam menyelami karakter yang penuh kegilaan sekaligus misteri tersebut. "Film ini akan mengajak penonton untuk mengikuti dan menyaksikan kegilaan karakter ini, dan pada akhirnya mungkin mengerti alasan di balik teror tersebut," ungkapnya.

Produser Linda Gozali mengungkapkan bahwa karakter Badut Gendong akan memperlihatkan dimensi lain dari dunia yang telah dikenal penonton.

"Jutaan orang Indonesia sudah menyaksikan aksi heroik Uztaz Qodrat, sosok superhero baru Indonesia. Kini melalui Badut Gendong, kami ingin mengenalkan sisi lain di balik semesta ini, sosok teror yang akan menghantui universe ini," ujar Linda Gozali.

Jadwal Tayang dan Jajaran Pemain

Bagi penonton yang ingin merasakan atmosfer teror lebih dulu, poster resmi Badut Gendong kini telah tersebar di berbagai jaringan bioskop di seluruh Indonesia. Penonton yang datang ke bioskop pada musim libur Lebaran sudah dapat melihat langsung visual pertama dari sosok misterius ini.

Film Badut Gendong dibintangi oleh Marthino Lio, Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Khiva Rayanka. Sebagai bagian dari Universe Qodrat, Badut Gendong akan menghadirkan kombinasi horor yang mencekam, aksi yang intens, serta teror yang tidak berhenti menghantui.

Badut Gendong akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026. Tak hanya itu, film ini juga akan tayang secara internasional melalui distributor berbasis Vietnam, Mockingbird Pictures, yang membawa Badut Gendong sebagai salah satu bagian dari lineup mereka di Hongkong FilMart. Ikuti perkembangan terornya melalui media sosial resmi MAGMA Entertainment di @magmaent.

Rabu, 18 Maret 2026

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Tayang Hari Ini! di Semua Bioskop, Film Lebaran Pertama Luna Maya yang Megah

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang 18 Maret 2026 di semua bioskop Indonesia

Jakarta, 18 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Soraya Intercine Films yang dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang mulai hari ini, 18 Maret 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Sejak gala premiere, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa telah mendapat ulasan positif dari para penonton.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menghadirkan hiburan dari horor kolosal megah bertabur jajaran pemeran legendaris dan komedian ternama Indonesia. Film ini membawa hiburan ketegangan, teror santet, sekaligus visual yang memukau.

"Melihat reaksi penonton yang sudah nonton duluan, aku happy banget. Meski awalnya sempat tegang karena ini film Lebaran pertamaku. Aku rasa film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa pas banget untuk Lebaran karena kita bisa melihat bagaimana kemegahan sinematik dari film SUZZANNA leveling up di seri yang terbaru ini," kata Luna Maya.

"Di film ketiga SUZZANNA, aku benar-benar merasa seluruh tim dan kru seperti hidup semuanya, nge-blend. Bagiku itu menjadi semangat saat ada di lokasi syuting dalam mengerjakan filmnya. Saat melakukannya jadi tidak ada rasa penolakan sedikitpun. Sangat senang dalam proses film SUZZANNA, dan semoga energinya sampai ke penonton," tambah Luna.

Pada 19 Maret 2026, Soraya Intercine Films pun mengajak penonton untuk nobar bersama jajaran pemeran SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa di Senayan City XXI pada show 15:50 WIB.

Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis. Naskah film ini ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain Luna, Reza, dan Clift, film ini turut dibintangi oleh Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K., Budi Bima, El Manik, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, Ence Bagus, Nunung, Piet Pagau, Sabar Bokir, dan Petrix Gembul.

Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!

Catatan Produksi:
Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Sajikan Horor Kolosal Mewah dari IP Paling Ikonik Indonesia! Jadi Film Lebaran Pertama Luna Maya

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa tayang mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 14 Maret 2026 - Produser Sunil Soraya bersama Soraya Intercine Films, didukung oleh Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment membawa langkah baru yang menjadi sejarah dalam perjalanan IP horor paling ikonik di Indonesia, melalui film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Film yang akan tayang mulai 18 Maret 2026 dan bertepatan dengan momen libur Lebaran tersebut menyajikan horor kolosal yang mewah, dengan visual indah dan grande, serta cerita yang sangat menghibur.

SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menjanjikan tayangan Lebaran yang penuh aksi kejutan, horor menegangkan, hingga drama yang menggetarkan emosi. Di film ketiga dari adaptasi waralaba SUZZANNA ini, Luna Maya kembali memerankan karakter Suzzanna. Namun, ini pertama kalinya ia seutuhnya menjadi manusia, dan karakter Suzzanna di film ini juga sangat manusiawi.

Suzzanna memiliki dendam kepada Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang telah menyebabkan sang ayah (El Manik) mati, dan membuat keluarga serta masyarakat di desanya sengsara. Misi balas dendam Suzzanna dengan kekuatan ilmu santet itulah yang akan menjadi sajian menarik di film ini.

Bagaimana Luna Maya menjelma membangkitkan aura Suzzanna, dan menghadirkan film horor kolosal yang grande, serta refleksi tentang nilai humanisme yang mendalam. Selain Luna Maya, jajaran ansambel di film ini juga sangatlah memberikan kepuasan. Luna tak hanya beradu peran dengan Reza Rahadian sebagai Pramuja, tetapi juga bersama dengan suami Suzzanna, Clift Sangra sebagai Bisman. Jajaran ansambel film ini dibintangi oleh aktor-aktor legendaris dan komedian Indonesia, yang akan memberikan berbagai lapisan hiburan di dalam film.

Sebagai horor yang grande, SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa berhasil menunjukkan dalam desain produksi yang sangat terasa di filmnya. Tak hanya dari set dan ratusan pemain yang terlibat, tetapi juga adegan-adegan besar dan ikonik yang semakin membuat pengalaman menonton saat Lebaran menjadi semakin puas.

"Di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, kami menghadirkan hiburan tontonan horor yang belum pernah ada dari IP Suzzanna sebelumnya, dan akan menjadi sejarah baru dalam perjalanannya. Film ini sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga dan teman-teman saat Lebaran. Entertainment value yang besar, ada pesan moral yang juga disampaikan, menjadikan film ini pilihan utama saat Lebaran," ujar produser Sunil Soraya.

Diproduseri oleh Sunil Soraya, film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis. Naskah film ini ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain Luna, Reza, dan Clift, film ini turut dibintangi oleh Djenar Maesa Ayu, Restu Triandy, Iwa K., Budi Bima, El Manik, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, Ence Bagus, Nunung, Piet Pagau, Sabar Bokir, dan Petrix Gembul.

Meski telah tiga kali memerankan Suzzanna, namun ini menjadi pertama kalinya IP adaptasi Suzzanna dan Luna Maya tayang di momen Lebaran. Bagi Luna, kembali memerankan Suzzanna seperti kembali.

"Di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa ceritanya sangat kaya. Ada komedi, drama, dan ada begitu banyak genre yang ada di sini. Jadi secara cerita utuh. Seperti kita sedang ada di dunia ini, bahwa terkadang kita tertawa, kadang sedih, kadang ada romance-nya, bahkan kadang-kadang ada action-nya juga. Aku sangat menikmati, tumbuh dan berkembang bersama karakter Suzzanna," ujar Luna Maya.

Di film ini, dedikasi Luna Maya juga sangat ditunjukkan. Tak hanya mengenakan tata rias prostetik dengan persiapan 4 jam, Luna juga terjun sendiri untuk melakukan adegan-adegan ekstrem. Seperti salah satunya saat ia tenggelam di arus sungai dan sempat tak muncul ke permukaan dalam waktu beberapa menit. Pengalaman tersebut dilakukan Luna tanpa pemeran pengganti.

"Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menurut aku filmnya benar-benar grande. Saat nonton di libur Lebaran, akan terasa seperti disuguhkan tayangan yang sangat 'meledak-ledak," tambah Luna.

Reza Rahadian, yang memerankan karakter Pramuja, sosok yang jatuh cinta pada Suzzanna dan menjadi penggerak perlawanan warga desa yang tertindah oleh Bisman, menuturkan cerita di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa juga membawa pesan dan isu sosial yang sangat penting.

"Bagi saya, ini adalah langkah berani dari Pak Sunil dan Soraya Intercine Films dalam mengangkat cerita Suzzanna di SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Film ini berbicara tentang relasi manusia, isu kelas sosial, hingga tentang penyalahgunaan dan kesewenangan kekuasaan. Grande secara cerita dan pendekatan kreatif," kata Reza Rahadian.

Tonton horor kolosal mewah dalam film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa mulai 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Sinopsis

Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!

Catatan Produksi:
Judul Film : SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa
Produksi : Soraya Intercine Films
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Penulis : Ferry Lesmana, Jujur Prananto & Sunil Soraya
Produser : Sunil Soraya
Genre : Horor-Aksi
Pemain : Luna Maya, Reza Rahadian, Clift Sangra, Nai Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi/Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, Sabar Bokir, Petrix Gembul, dan Piet Pagau.

Tayang Mulai Hari Ini, Na Willa Film Paling Membahagiakan Untuk Keluarga Di Saat Lebaran


Jakarta, 18 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Visinema Studios yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tayang hari ini 18 Maret 2026, Na Willa, siap membawa kebahagiaan. Dibuat oleh para kreator JUMBO yang telah sukses memeluk puluhan juta hati penonton dan keluarga Indonesia, Na Willa adalah film yang diadaptasi dari buku berjudul sama oleh Reda Gaudiamo.

Di film live action pertamanya, Ryan menyuguhkan kebahagiaan dunia anak melalui perspektif Na Willa. Dunia warna warni dipadukan dengan momen-momen keajaiban yang nostalgik dan membuat orang dewasa ingin kembali menjadi anak anak. Film ini dibintangi oleh Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem.

Di media sosialnya, Ryan menyampaikan rasa syukur. "Segala puji bagi-Mu, Allah. Syukurku atas semua kasih sayang yang Kau terus alirkan sampai #FilmNaWilla +HARI INI TAYANG. Kau selalu ganti setiap lelah dengan keajaiban-keajaiban yang tidak akan habis kuhitung. Hari ini, izinkanlah ia tayang dalam takdir terbaik-Mu. "

Sehari sebelumnya dirilis juga poster terbaru yang menampilkan Na Willa menjadi pusatnya bersama para karakter pendukung lain di sekitarnya.

Film Na Willa adalah film paling membahagiakan untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Saatnya #Bahagia Bareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan momen Lebaran!

Daftar Bioskop dan Promo Nonton Film Na Willa

Pada hari penayangan, Na Willa hadir lebih dari 1.600 show, dengan 478 layar di 445 bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk XXI, CGV, Cinepolis, NSC, Platinum, Kota Cinema Mall, dan Flix, serta menjangkau jaringan bioskop independen seperti Sam's Studios, Dakota, Sena Moviemax Cinema, Dakota Sengkang, Planet Cinema, BES Movimax, Movimax, Mopic Cinemas, Gajah Mada Tegal Surya Yudha Cinema, JIG Cinema, MSB Cinema, Hollywood Cinema, Denpasar Cineplex, IGN Cinema, LTD 9, Rajawali Cinema, Moviplex, Local Cinema Lombok, Local Cinema Manado, hingga Golden Theater.

Bagi yang ingin nonton bareng keluarga dan teman, Na Willa menghadirkan berbagai promo spesial di periode penayangan awal. Mulai dari promo Beli 1 Gratis 1 Tiket melalui TIX ID yang berlaku pada 18-19 Maret 2026 untuk pembelian di jaringan XXI, CGV, dan Cinepolis.

Selain itu, tersedia juga promo dari Loket Screen berupa Beli 2 Gratis 1 yang berlangsung pada 18-20 Maret 2026 dan berlaku di Flix Cinema, CGV, Kota Cinema Mall (KCM), serta Sam's Studios.

Tak hanya itu, promo Beli 1 Gratis 1 juga bisa dinikmati langsung di jaringan Kota Cinema Mall (KCM), Sam's Studios, dan New Star Cineplex (NSC), sehingga makin banyak pilihan untuk menonton bersama orang terdekat.

Untuk pengguna GoPay, ada juga penawaran menarik berupa cashback hingga 25 ribu GoPay Coins untuk pembelian tiket di XXI, CGV, dan Cinepolis melalui aplikasi GoPay, lengkap dengan ekstra gratis biaya admin.

Sementara itu, tiket reguler film Na Willa bisa dibeli secara online melalui aplikasi M-Tix XXI, aplikasi dan website CGV, TIX ID, Cinepolis, serta website Sam's Studios, atau langsung di bioskop seperti XXI, CGV, Cinepolis, KCM, Sam's Studios, dan NSC.

Jangan sampai kelewatan kesempatan dengan kuota promo yang terbatas ini!

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Sejarah Baru Terukir! Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak, Jadi Tonggak Inovasi Sinema Teruntuk Anak-Anak Indonesia


Jakarta, 18 Maret 2026 - Hari yang dinantikan telah tiba. Hari ini, sejarah baru bagi perfilman nasional resmi dimulai seiring dengan meluncurnya film sci-fi keluarga Pelangi di Mars di seluruh bioskop Indonesia.

Karya ambisius dari Mahakarya Pictures dan sutradara Upie Guava ini hadir sebagai karya seni yang membawakan pengaruh besar untuk perkembangan imajinasi anak-anak. Film Pelangi di Mars bukanlah hanya sekedar tontonan libur Lebaran, namun merupakan bukti nyata bahwa imajinasi dan teknologi anak bangsa mampu menembus batas galaksi.

Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak anak-anak Indonesia menjelajahi Planet Merah dengan standar kualitas yang belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.

Teknologi XR Pertama: Langkah Besar Industri Film Nasional

Perjalanan panjang selama lebih dari lima tahun ini melibatkan ratusan talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Mereka bersatu dengan satu misi: mendorong maju perfilman Indonesia ke level dunia. Pelangi di Mars mencatatkan diri sebagai film Indonesia pertama yang menggunakan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi mutakhir yang bahkan masih tergolong baru di industri perfilman global.

Bukan Sekadar Film, Namun Dedikasi Ratusan Kreator

Di balik kemegahan visualnya, film ini menyimpan cerita tentang dedikasi dan mimpi kolektif. Produser Dendi Reynando mengenang sebuah momen mengharukan saat acara JAFF Market, di mana ia bertemu dengan salah satu 3D animator dari vendor yang terlibat dalam proyek ini.

"Dia datang jauh-jauh hanya untuk berterima kasih karena desainnya bisa menjadi bagian dari film ini. Dari situ saya menyadari bahwa Pelangi di Mars jauh lebih besar dari sekadar saya dan Upie; film ini adalah milik kita semua, milik ratusan orang yang telah menaruh hatinya di sini," ungkap Dendi.

Senada dengan Dendi, sutradara Upie Guava menegaskan bahwa film ini adalah sebuah gerakan kolektif para seniman visual Indonesia. "Film ini adalah bentuk usaha maksimal dari dedikasi para editor, animator, VFX artists, dan ratusan orang lain yang menyumbangkan bakatnya. Ini bukan sekadar proyek, namun sebuah gerakan. Kami persembahkan film ini untuk anak-anak Indonesia dan kalian semua yang percaya akan kekuatan dari sebuah mimpi," tutur Uple.

Rayakan Momen Bersejarah Bersama Keluarga di Lebaran 2026

Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, dan Livy Renata, serta didukung suara ikonik dari Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya, film ini siap menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Saksikan momen bersejarah ini bersama keluarga mulai hari ini, 18 Maret 2026. Manfaatkan promo spesial Buy One Get One Free (BOGOF) yang tersedia di aplikasi M-TIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal tayang dan konten eksklusif, silakan ikuti akun resmi di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Selasa, 17 Maret 2026

Bahagia Bareng Na Willa! Film yang Membuat Semua Penonton Bahagia Sutradara Riri Riza Sebut Ceritanya Istimewa, Reza Chandika Bilang Rest Area Terbaik untuk Orang Dewasa


Jakarta, 17 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Visinema Studios yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, Na Willa, terbukti berhasil membuat semua penontonnya bahagia. Mulai dari special screening, gala premiere, hingga early screening, penonton Na Willa merasakan kebahagiaan mereka.

Salah satu kesan istimewa disampaikan oleh sutradara Riri Riza, yang berhasil dengan film-film anak seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi. "Menurutku, novel Na Willa adalah buku yang khusus, istimewa. Tapi ketika Ryan memfilmkannya, dia menjadi sebuah film yang bukan hanya istimewa dalam artian cara berceritanya, tetapi juga kedekatannya dengan perasaan."

"Jadi, saya merasa bangga bahwa akhirnya kita punya lagi sebuah film anak-anak yang formulanya pas, tepat, dan sangat menyenangkan untuk ditonton," tambah Riri Riza.

Sementara itu, bagi host dan aktor Reza Chandika, saat menonton film Na Willa merasa seperti diajak untuk melihat kembali kehidupan anak-anak. Bagi Reza, Na Willa seperti tempat pemberhentian terbaik untuk para orang dewasa.

"Sebagai anak kampung OG, enggak ngerti kenapa deres banget nih air mata kita dari awal sampai ending film, ehehe capek juga jadi orang gede. Rest area terbaik untuk umuran kita-kita," kata Reza Chandika.

Dibuat oleh para kreator JUMBO yang telah sukses memeluk puluhan juta hati penonton Indonesia, Na Willa dibuat dengan proses yang juga menghargai kolaborasi para kru dan pemeran yang terlibat. Sutradara Ryan Adriandhy menceritakan salah satu pengalaman momen magical yang juga membuat banyak penonton sejak special screening hingga gala premiere bertanya-tanya bagaimana cara membuat adegan tersebut yang terasa menyenangkan.

"Kenapa natural dan berhasil magical? Karena shot itu lahir dari kolaborasi manusia. No Generative AI, just "Alamiah Intelligence". Shot itu lahir bukan dari keajaiban instan, shot itu lahir dari kolaborasi yang sangat manusiawi. Dari imajinasi aktor yang harus membayangkan semua hal yang akan dianimasikan tim efek visual, kepekaan rasa DOP (Director of Photography) dan seluruh asisten kamera, dan ketelitian visual effects supervisor, semua 3D artists, animator efek visual, serta tim artistik di lokasi yang bergerak dalam satu napas yang sama," kenang Ryan Adriandhy.

"Semua dibangun lewat persiapan, konsentrasi, dan rasa percaya satu sama lain. Manusia-manusia yang sedang berdansa dalam kolaborasi hati," tambah Ryan.

Salah satu yang juga terlihat sangat natural adalah adegan kue cucur. Ketika Na Willa dan salah satu temannya, Farida, masuk ke kamar Kakak Farida, Mbak Martini. Di momen itu, Farida dan Na Willa memakan kue cucur. Namun, di sisi lain, Mbak Martini tengah resah dengan rencana pernikahannya. Ryan menangkap potret kepolosan anak-anak dengan secara natural, melihat realitas yang dihadapi orang yang sudah lebih besar dari sudut pandang anak-anak.

Ryan juga menyuguhkan kebahagiaan dunia anak seperti saat Na Willa dan geng Krembangan, teman-temannya saat bermain di tanah lapang yang mungkin saat ini jarang ditemui sehingga membuat nostalgia. Momen-momen keajaiban juga ditampilkan Ryan dengan berbagai elemen benda mati yang terasa hidup, seperti debu-debu kasur yang menyerupai kerlip bintang, air hujan yang tampak sparkling, atau buku-buku di ruang kelas yang beterbangan.

Saatnya #BahagiaBareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026 dan momen Lebaran!

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran. 

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Lagu OST dan Video Lirik "Pelangi di Mars" Dirilis Perluas Pengalaman Imajinasi Anak di Luar Layar

Jakarta - Setelah tayang serentak di bioskop, film sci-fi keluarga Pelangi di Mars memperluas pengalaman penonton terhadap semestanya melalu...