Selasa, 05 Mei 2026

​4 Film Pendek dari 4 Sutradara Indonesia: Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal, World Premiere 14 Mei 2026 di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026

Next Step Studio 2026 yang diproduksi oleh KawanKawan Media adalah edisi perdana di Next Step Studio La Semaine de la Critique Cannes Film Festival

Jakarta, 5 Mei 2026 — Empat film pendek dari empat sutradara Indonesia, Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal akan tayang perdana (world premiere) di program Next Step Studio, La Semaine de la Critique, Cannes Film Festival 2026. Keempatnya bekerja sama dengan empat sutradara Asia Tenggara.

​Keempat film tersebut adalah Holy Crowd, disutradarai Reza Fahriyansyah bersama sutradara Malaysia Ananth Subramaniam, film Original Wound disutradarai Shelby Kho bersama sutradara Myanmar, Sein Lyan Tun, film Annisa disutradarai Reza Rahadian bersama sutradara Filipina, Sam Manacsa, dan film Mothers Are Mothering disutradarai Khozy Rizal bersama sutradara Singapura, Lam Li Shuen.

​Tak hanya disutradarai empat sutradara Indonesia, film-film tersebut juga turut dibintangi oleh jajaran pemeran papan atas Indonesia, serta sinematografi yang diarahkan sinematografer pemenang penghargaan dan jajaran kru dari Indonesia.

​Film Holy Crowd dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Yusuf Mahardika, Yudi Ahmad Tajudin, dan Arswendy Bening Swara. Original Wound dibintangi oleh Agnes Naomi, Omara Esteghlal, dan Vivian Idris. Annisa dibintangi oleh Choirunnisa Fernanda, Nazira C. Noer, dan Shakeel Fauzi. Mothers Are Mothering dibintangi oleh Happy Salma, Asmara Abigail, dan Yudi Ahmad Tajudin.

​Sementara itu, sinematografer Vera Lestafa mengarahkan gambar untuk film Holy Crowd dan Original Wound, Faozan Rizal untuk film Annisa, dan Deska Binarso untuk film Mothers Are Mothering. Bergabung ke dalam tim sebagai Penata kostum Retno Ratih Damayanti dan Sigit D. Pratama sebagai Production Designer.

​Yulia Evina Bhara, Amerta Kusuma (KawanKawan Media), menjadi produser empat film tersebut. Sementara itu pada jajaran ko-produser adalah Dominique Welinski, Fanni Mardhotillah, Hannan Cinthya, dan Nazira C. Noer, serta jajaran produser eksekutif Adi Sumarjono, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem, Dian Sastrowardoyo, Madeleine Tjahyadikarta, Melyana Tjahyadikarta, Muhammad Noviar Rahman, Prilly Latuconsina, Rio Pasaribu, Tony Ramesh, Trivet Sembel.

​Kementerian Kebudayaan dengan bangga mengumumkan hadirnya Next Step Studio Indonesia, sebuah program kolaborasi sinema global yang untuk pertama kalinya berlangsung di Jakarta. Program ini merupakan bagian dari ekosistem internasional The Factory, yang sejak 2013 telah mendukung lahirnya suara-suara baru dalam perfilman dunia. Mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis, dan Institut français d’Indonésie dalam mewujudkan kolaborasi ini.

​Melalui Next Step Studio Indonesia, empat sutradara muda tanah air diantaranya Reza Rahadian, Khozy Rizal, dan Reza Fahriyansyah akan berkolaborasi dengan sineas internasional untuk menghasilkan karya film pendek yang akan ditayangkan perdana di Critics’ Week Cannes 2026. Inisiatif ini tidak hanya membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk menembus jaringan industri global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis, sejalan dengan semangat Deklarasi Borobudur.

​“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru pembuat film. Kehadiran Next Step Studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem sinema global yang dinamis, kreatif, dan berpengaruh,” ujar Irini Dewi Wanti, Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan.

​Next Step Studio 2026 juga diproduksi bersama dan didukung oleh Indra Sashi Kalanacitra, VMS Studio, Visinema Pictures, Navvaros Entertainment, Poplicist Publicist, Beacon Film, Salaya Yachts, Arungi Films, Prodigihouse Post Production, Brandlink Indonesia, Titrafilm A La Plage Studio, Artha Graha Peduli, Jakarta Film Week, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Direktorat Film, Musik dan Seni, Direktur jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, dan Institute Francais Indonesia.

​“Dalam setahun terakhir Pemprov DKI sangat serius mempersiapkan Jakarta menjadi Kota Sinema, tidak hanya lokasi shooting sejumlah insentif juga sedang kami siapkan untuk insan film, dengan banyaknya produksi film di Jakarta, saya berharap economic impact baik dari sektor wisata, kuliner, heritage dan lainnya bisa semakin hidup dan dampak ekonominya terasa bagi masyarakat,” ujar Rano Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta.

​Tahun ini akan menjadi edisi perdana program Next Step Studio di La Semaine de la Critique yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival. Dalam edisi perdana Next Step Studio, program ini memberikan ruang bagi empat sutradara muda Indonesia yang telah menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek yang akan ditayangkan selama edisi ke-65 La Semaine de la Critique.

​“Industri film Indonesia saat ini merupakan salah satu yang paling dinamis di Asia, didorong oleh generasi pembuat film berbakat yang karyanya kian mendapatkan pengakuan internasional. Next Step Studio Indonesia adalah sebuah program ambisius yang diselenggarakan oleh La Semaine de la Critique Cannes Film Festival dan didedikasikan bagi bakat-bakat baru Indonesia,” ujar Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone.

​“Prancis dan Indonesia terus memperkuat kerja sama budaya bilateral, khususnya di bidang sinema. Hal ini telah disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto dalam Deklarasi Borobudur bersama yang ditetapkan pada 29 Mei 2025, serta dibahas lebih lanjut oleh Menteri Kebudayaan Prancis dan Indonesia dalam pertemuan mereka di Paris pada 22 April 2026,” tambah Fabien Penone.

​Next Step Studio merupakan program yang melanjutkan konsep yang diprakarsai oleh La Factory di Directors’ Fortnight sejak 2013. Sebuah program yang mendukung kemunculan suara-suara baru dalam perfilman di seluruh dunia. Setiap tahun, program ini berlangsung di negara yang berbeda dan menonjolkan sinema lokal, mempertemukan delapan sutradara pendatang baru—empat lokal dan empat internasional—untuk menulis dan menyutradarai bersama empat film pendek berdurasi 15 menit.

​Pada 10 edisi pertama Factory, program ini telah menjelajahi Taiwan, Chili, Finlandia, dan Denmark (Nordic Factory), Afrika Selatan, Libanon, Tunisia, lima negara Balkan (SEE Factory), Portugal utara, Filipina, dan Ceará di Brasil. Lebih dari 80 pembuat film telah berpartisipasi dalam program ini dan hampir 50 film panjang (feature film) pertama telah berhasil dibuat.

​“Kedelapan sutradara ini adalah sebagian dari begitu banyak sutradara berbakat dari Indonesia dan Asia Tenggara, pemilihan mereka utamanya karena rekam jejak artistik pada film pendek yang mereka kerjakan sebelumnya yang telah terseleksi di berbagai film festival internasional dan para sutradara ini sedang mengerjakan film panjang pertama atau kedua, di mana Partisipasi mereka di Next Step Studio diharapkan akan memberikan feasibility bagi proyek film panjang mereka agar dapat menembus panggung internasional. Butuh lebih dari 2 tahun bagi saya untuk meyakinkan bahwa Indonesia patut menjadi country of focus dan senang sekali akhirnya bisa segera dapat mempresentasikan 4 film pendek karya 8 sutradara ini di Semaine de La Critique” ujar produser Next Step Studio 2026 Yulia Evina Bhara.

​“Kami mengucapkan selamat kepada para sutradara, para produser, para pemain dan seluruh kru yang terlibat dalam produksi Next Step Studio dan ini momentum yang patut dirayakan, karena sinema Indonesia secara signifikan jumlahnya akan ​ditayangkan di La Semaine de la Critique Cannes, tugas kami ke depan tentu saja berupaya untuk memfasilitasi dan memberikan feasibility bagi terjadinya kolaborasi dan ko-produksi antar negara untuk terus dapat mempresentasikan sinema Indonesia di panggung global,” ujar Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni.

​Reza Rahadian, yang sukses dengan debut feature Pangku, mengungkapkan antusiasmenya untuk bisa berkolaborasi dengan sesama sineas Asia Tenggara. Kolaborasi ini menjadi proses penting untuk pertumbuhan perfilman Indonesia.

​“Next Step Studio memberikan kesempatan cerita-cerita dari Indonesia dan Asia Tenggara bisa semakin terdengar dan diperbincangkan. Isu-isu yang penting dari kawasan Asia Tenggara semakin terlihat di perfilman internasional. Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi kami sesama sineas Asia Tenggara untuk saling berkomunikasi sekaligus momentum dalam proses bertumbuh untuk menghasilkan karya-karya terbaik mendatang,” ujar Reza Rahadian.

​Empat film pendek Next Step Studio 2026 akan tayang perdana (world premiere) dalam sesi pemutaran khusus di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026. Ikuti perkembangan dan informasi terbaru Next Step Studio 2026 melalui kanal media sosial Instagram @kawankawanmedia.

Pembuktian di Balik Layar, Film 'Nobody Loves Kay' Bongkar Perjuangan ‘Gila’ Menjadi Pro-Player, Terinspirasi dari Kairi ONIC

Jakarta, 5 Mei 2026 – Setelah sukses memicu perbincangan hangat di media sosial melalui perilisan teaser trailer dan poster, film Nobody Loves Kay menggelar acara Media Gathering eksklusif. Film hasil kolaborasi antara ONIC, Migunani Cinema Cult, Folago Pictures dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini secara resmi memperkenalkan sebuah film drama coming-of-age yang mengambil inspirasi dari perjalanan hidup pro-player e-sport fenomenal, ONIC Kairi.

​Film ini bukan sekadar tentang berapa banyak kemenangan di arena pertandingan. Nobody Loves Kay menggali lebih dalam ke balik gemerlap lampu panggung turnamen, tapi menyoroti keberanian seorang remaja dalam mengejar mimpi yang dianggap mustahil oleh lingkungannya.

Bukan Sekadar Tentang Game

​Sutradara Bernardus Raka, dalam debut film panjangnya, mengungkapkan bahwa ia ingin memotret sisi manusiawi yang jarang terlihat dari dunia e-sport.

​“Film ini adalah debut yang jujur buat saya. Lewat Nobody Loves Kay, saya ingin tunjukkan kalau e-sport itu lebih dari sekadar main game. Ini tentang mental yang ditempa, tentang jatuh bangun psikologis, dan gimana rasanya jadi anak ‘nekat’ yang tetap lari mengejar mimpi meski dunia di sekitarnya bilang itu nggak mungkin,” ujar Bernardus Raka.

ONIC Kairi, yang kehadirannya menjadi inspirasi sentral karakter Kay, menekankan bahwa film ini adalah representasi dari pengorbanan panjang yang selama ini tidak tertangkap kamera turnamen. “Yang banyak orang lihat di turnamen-turnamen itu hasil akhirnya, film ini menceritakan perjuangan di baliknya. Bukan hanya untuk para fans MLBB, ini adalah film untuk mereka di luar sana yang berani bermimpi,” ungkap Kairi dalam sesi diskusi media.

Tentang Nobody Loves Kay

Film ini bercerita tentang Kay, pro-player andalan tim ONIC, mengenang masa ketika mimpinya hanya dianggap angan-angan kosong. Bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio, ia pernah berjanji akan mengguncang dunia, namun tekanan dan ambisi buta justru menghancurkan persahabatan mereka. Kay didepak dari timnya sendiri, kehilangan arah, dan dianggap gagal oleh lingkungan yang sejak awal meragukannya.

​Berada di titik nadir dan hampir dipaksa meninggalkan dunianya, Kay menolak menyerah. Ini bukan sekadar soal memenangkan pertandingan, melainkan pembuktian bahwa mimpi yang diremehkan, jika diperjuangkan dengan segenap hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju panggung tertinggi.

​Film Nobody Loves Kay menghadirkan kolaborasi solid antara aktor muda berbakat dan deretan nama senior yang sudah tidak asing lagi di industri perfilman Indonesia. Karakter utama Kay diperankan oleh Bima Azriel, yang akan beradu akting dengan Rey Bong sebagai Ido dan Joshia Frederico sebagai Aurelio, membentuk trio persahabatan yang menjadi sentral cerita.

​Aktris Aurora Ribero turut bergabung memerankan sosok Amanda, murid pintar yang menjadi kunci perjalanan Kay. Tak hanya itu, kekuatan departemen akting film ini semakin lengkap dengan kehadiran Ariyo Wahab, Mian Tiara, hingga Melati Sesilia yang memberikan kedalaman pada dinamika keluarga dan konflik dalam cerita.

Siap Mengajak Penonton Berani Mewujudkan Mimpi Bersama

​Film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, serta didukung oleh performa kuat dari Ario Wahab, Mian Tiara, dan Melati Sesilia.

​Setelah proses produksi yang panjang, Nobody Loves Kay dipastikan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Melalui perjalanan Kay, penonton diajak untuk merefleksikan kembali pilihan hidup dan keberanian untuk tetap dipercaya atas jalan yang mereka pilih.

​Pantau terus informasi terbaru dan konten eksklusif melalui akun media sosial resmi @nobodyloveskay.

MikkyZia dan Club Dangdut Racun Berpadu di Kolaborasi Yang Menyenangkan Lewat "Skip Dulu"

Unit Duo Hip Dut Mikky Zia berkolaborasi dengan Club Dangdut Racun (CDR) merilis karya baru berjudul "Skip Dulu", sebuah lagu dengan konsep segar yang memadukan unsur dangdut dan hip hop atau hipdut. Mikky Zia dan Club Dangdut Racun sepakat kalau lagu "Skip Dulu" diisi dengan eksplorasi musik hiphop, dangdut mulai dari koplo hingga sentuhan DJ remix ala Gen - Z. Proses penciptaannya terinspirasi dari fenomena yang dekat dengan kehidupan anak muda saat ini: rasa lelah menghadapi drama, toxic relationship, hingga overthinking yang menguras energi.

"Skip' itu sekarang sudah jadi bahasa sehari-hari anak muda buat hal-hal yang nggak penting. Dari situ kita merasa konsep ini sangat relate dan layak diangkat jadi lagu," ungkap Zia.

​Lewat lagu ini Mikky Zia dan CDR ingin mengajak pendengar untuk lebih santai dalam menjalani hidup. Pesan ini dikemas dengan cara yang ringan, fun, dan tetap menghibur, sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan.

​"Hidup terlalu singkat kalau dihabiskan untuk hal-hal yang bikin capek mental. Kadang memang harus belajar bilang 'skip dulu'," tambah Zia. Dari sisi musikalitas, "Skip Dulu" menawarkan warna yang fresh dengan perpaduan antara: kendang koplo khas dangdut, beat DJ modern dan flow rap yang kuat. Menariknya, proses produksi lagu ini tergolong cepat, hanya dalam waktu satu hari namun tetap menghasilkan energi yang solid berkat improvisasi spontan di studio.

​"Suasananya seru banget waktu rekaman, banyak improvisasi, jadi vibe lagunya juga terasa hidup dan fun," tambah Mikky. Perpaduan antara lirik yang to the point dengan beat yang catchy membuat lagu ini berpotensi menjadi anthem baru bagi anak muda yang ingin move on tanpa drama. Tidak hanya dari sisi audio, konsep visual video klip "Skip Dulu" juga dirancang penuh warna dan energi. Mengusung tema fun dan playful, video ini menampilkan berbagai skenario kehidupan yang relatable mulai dari drama percintaan hingga situasi toxic yang kemudian dihadapi dengan satu solusi sederhana: skip dulu. Melalui "Skip Dulu", Mikky Zia dan CDR berharap lagu ini bisa menjadi representasi semangat generasi muda masa kini yang lebih berani memilih kebahagiaan dan tidak terjebak dalam drama.

"Semoga lagu ini bisa jadi anthem buat anak muda biar nggak baperan, bisa move on, dan pastinya bikin suasana makin seru apalagi kalau dibawain di panggung," kata Mikky.

Produksi & Kredit

  • Executive Producer: Muhammad Soufan for Floor inc / Sony Music Entertainment Indonesia
  • A&R: Wisnu Oeboro
  • Performed by: MikkyZia, Club Dangdut Racun
  • Composed & Written By: Gyan Akmal, Anggia Ramadhan Putra, Yudhistira Prasetya
  • Music produced by: Gyan Akmal
  • Vocal directed by: Gyan Akmal
  • Vocal recorded by: Yusup Albantani at Sony Music Studios Indonesia
  • Mixed & Mastered by: Gyan Akmal
  • Dolby atmos by: Gamaliel Abram Pradipta at Sony Music Studios Indonesia
  • Published by: Sony Music Publishing Indonesia


Tentang Mikky Zia

​Duo Hip Dut yang sebelumnya aktif sebagai konten creator Mikky (Mikhael Tafta) & Zia (Finazia) dikenal lewat lagu "Aku Dah Lupa" yang termasuk menjadi lagu hits gelombang pertama musik hip-dut di Indonesia awal tahun 2025. Project duo ini tidak hanya mengandalkan viral, tapi konsistensi dalam karya-karya berikutnya seperti "Aku Bilang Jangan" dan "Apanya Dong" ft Zara Leola di sepanjang tahun 2025.

Tentang CDR (Club Dangdut Racun)

​Grup Club Dangdut Racun adalah kelompok musik berasal dari kota Bandung yang digawangi Noval, Gyan, dan Tejo. Ketiganya aktif menghibur penggemarnya lewat musik dangdut yang di remix melalui DJ set. Lewat karaoke dangdut yang punya tagline "Pantang Pulang Sebelum Goyang" CDR sudah tampil di banyak panggung terutama festival-festival musik di Indonesia.

MikkyZia, Club Dangdut Racun :

  • Instagram: @mikkyzia , @clubdangdutracun
  • TikTok: @mikkyzia_official , @clubdangdutracun_
  • All DSP: MikkyZia , Club Dangdut Racun
  • YouTube: MikkyZia, Club Dangdut Racun

Senin, 04 Mei 2026

5.000 Orang Jadi Saksi KOMA Live in Concert Malaysia, Debut Antara Suara di Malaysia

Kuala Lumpur, 4 Mei 2026 - Konser "KOMA Live in Concert" sukses digelar di Idea Live Arena, 3 Damansara, Kuala Lumpur. 5.000 penggemar setia Mahalini, Mylinz, memadati lokasi acara sejak siang hari dan menghadirkan atmosfer penuh antusiasme. Konser ini menjadi penanda penting dalam perjalanan karier Mahalini, yang kembali ke atas panggung setelah masa hiatus sekaligus konser perdana promotor Antara Suara di luar negeri.

CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan para penggemar. "Sejak awal kami menyambut kembalinya Mahalini dengan penuh antusias. Bagi kami, ini bukan sekadar konser, tetapi sebuah momen penting yang menandai perjalanan baru seorang musisi sekaligus ruang pertemuan emosional antara Mahalini dan para penggemarnya. Gelaran di Malaysia ini merupakan debut Antara Suara di panggung Internasional. Karena itu, kami berupaya secara maksimal mulai dari konsep, produksi, hingga detail pengalaman. Sehingga, kita dapat menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermakna."

​"Melihat bagaimana para penggemar hadir dengan begitu tulus, menyanyikan setiap lagu, dan merayakan momen ini bersama, menjadi kebahagiaan yang sulit digambarkan. Antusiasme ini tidak hanya menjadi apresiasi atas karya Mahalini, tetapi juga pengingat bagi kami bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan, menguatkan, dan menghadirkan rasa pulang bagi banyak orang. Itu yang ingin terus kami jaga dan hadirkan dalam setiap konser," tutur Ayu.

​Konser KOMA Live in Concert Malaysia dibuka dengan overture yang megah. Mahalini langsung menghentak lewat lagu Mati-Matian, Lupakan Cinta, hingga "Sampai Menutup Mata". Penonton tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran kolaborasi bersama Afgan yang menyanyikan lagu Biar Begini, serta penampilan istimewa Krisdayanti dengan membawakan lagu Cobalah Untuk Setia dan Melawan Restu.

​Atmosfer kemudian melunak kala Mahalini menyanyikan lagu-lagu reflektif seperti Kemarilah Tenang dan Bohongi Hati bersama Sal Priadi. Panggung kembali menguat dan memuncak melalui lagu Kisah Sempurna dan duet Bermuara bersama Rizky Febian.

​Energi panggung semakin membara kala lagu Pecahkan Hatiku dan Sialan dinyanyikan bersama Uan Kaisar, disusul suasana hangat dan penuh kekeluargaan pada segmen "Big Family" yang turut menghadirkan Sule dan segenap keluarga. Hingga kemudian Mahalini membawa penonton ke puncak emosi kala menyanyikan lagu Untuk Yang Bersamanya dan Sisa Rasa, sebelum akhirnya menutup malam dengan encore Rindu Kurindu, yang meninggalkan kesan mendalam akan sebuah pertunjukan yang intim, megah, dan sarat makna.

​Kesuksesan KOMA Live in Concert Malaysia menjadi awal dari rangkaian karya Antara Suara di pentas internasional. Informasi lebih lanjut tentang ragam konser yang akan datang dapat diikuti melalui Instagram @antara.suara.


​— Akhir —

Tentang Mahalini:

Album perdana Mahalini, Fabula (2023), langsung meraih posisi puncak tangga musik digital di Indonesia dan Malaysia. Album ini memegang rekor sebagai album Indonesia terpopuler sepanjang masa di Spotify serta yang pertama mencapai 1,7 juta stream. Mahalini juga menjadi artis Indonesia dengan pendengar bulanan terbanyak di Spotify (9 juta). Fabula telah dirayakan lewat dua konser: Fabula 1.0 di Kuala Lumpur (Januari 2023) dan Fabula 2.0 di Jakarta (Oktober 2023). Ia menutup periode ini dengan konser Lovechestra di Kuala Lumpur pada Februari 2024.

​Pada 30 Oktober 2025, Mahalini merilis album keduanya, KOMA, yang memadukan pop ballad dengan sentuhan folk. Album ini menampilkan tujuh lagu baru dan tiga single sebelumnya. Ia telah kembali ke panggung lewat Koma Live In Concert, yang telah terlaksana di Jakarta (14 Februari 2026) dan berlanjut ke Kuala Lumpur (2 Mei 2026).

Tentang Antara Suara:

Antara Suara adalah promotor musik yang fokus pada penyelenggaraan konser tunggal dan tour musisi Indonesia. Mengusung semangat ‘Berada di antara semua musik Indonesia’, Antara Suara telah sukses menggelar berbagai konser, antara lain Konser 30 Tahun Dewa 19, konser tunggal Sheila On 7 “Tunggu Aku Di”, album tour Hindia “Lagipula Hidup Akan Berakhir”, konser 17 tahun RAN “RAN The Sweet Seventeen Show”, konser unit heavy rock/metal Seringai “Serigala Militia Selamanya”, konser .Feast Membangun & Menghancurkan, hingga Dangdut Dangdutan Ayu Ting Ting dan sejumlah festival musik lainnya seperti Swara Prambanan dan Jakarta Music Con.

Sabtu, 02 Mei 2026

Satu Suara! Tiga Asosiasi Produser Film Indonesia Bersatu dalam Forum Bersejarah

Jakarta, 1 Mei 2026 – Industri perfilman Indonesia memasuki babak baru yang bersejarah. Tiga asosiasi produser film utama: Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) untuk pertama kalinya sepakat bersatu membentuk Forum Produser Film Indonesia.

​Langkah strategis ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memastikan masa depan industri film nasional yang lebih inovatif dan inklusif. Forum ini direncanakan menjadi agenda berkelanjutan guna membahas isu-isu krusial serta tantangan industri film di masa depan.

Luncurkan Manifes: Produser Sebagai Lokomotif Industri

​Pertemuan perdana ini menghasilkan dokumen bersejarah yang disebut sebagai Manifes Produser Film Indonesia. Dokumen ini menjadi pernyataan sikap sekaligus komitmen bersama dalam merumuskan arah ekosistem film nasional.

​Dalam manifes tersebut, forum secara tegas menyatakan bahwa produser adalah lokomotif pembangunan industri yang harus menjadi mitra utama pemerintah dalam perumusan kebijakan.

​Industri film Indonesia harus dibangun dengan tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel melalui penguatan ekosistem hulu-hilir serta standar pembiayaan yang adil. Kekuatan masa depan industri ini diletakkan pada kolaborasi antar-asosiasi yang solid guna melakukan advokasi kebijakan terpadu dan menanggalkan ego sektoral.

​Forum juga mendesak negara agar mengakui film sebagai sektor strategis nasional setara dengan sektor lainnya, mengingat dampaknya yang besar terhadap ekonomi kreatif dan diplomasi budaya. Lebih lanjut, para produser menuntut peran aktif negara dalam menjamin keberpihakan melalui insentif dan perlindungan distribusi agar ruang tumbuh industri tetap sehat.

​Untuk mendukung perencanaan modern, forum berkomitmen membangun database industri yang berbasis fakta, mencakup data produksi hingga jumlah penonton. Prinsip gerak forum ini pun berlandaskan pada profesionalisme, meritokrasi, dan etika kerja, termasuk komitmen melindungi pekerja film dari eksploitasi.

​Secara kolektif, mereka menyatakan sikap tegas menolak praktik monopoli serta pola bisnis yang tidak seimbang yang dapat melemahkan industri. Kreativitas pun akan terus dikembangkan dengan menjadikan keragaman Indonesia sebagai basis identitas yang mampu bersaing secara global. Terakhir, forum bertekad membangun masa depan perfilman secara berkelanjutan melalui inovasi yang memberi manfaat ekonomi-sosial bagi generasi mendatang.

​Forum ini juga menyerukan penguatan lembaga perfilman nasional, yang memiliki mandat menjadi lembaga pelaksana, bukan sekadar pengarah. Kehadiran Lembaga ini mengukuhkan bahwa masa depan perfilman Indonesia ditentukan oleh insan film Indonesia.

​Dengan terbentuknya forum ini, PPFI, APROFI, dan APFI menyampaikan sinyal kuat bahwa industri film Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih modern, berbasis data, dan dipandu oleh kepentingan bersama produser sebagai motor utama produksi. Konsolidasi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di lanskap perfilman nasional maupun internasional.

​Forum Produser Film Indonesia dijadwalkan menjadi ruang dialog berkelanjutan untuk membahas isu-isu strategis, menyusun program bersama, serta memastikan terciptanya ekosistem film yang sehat, inklusif, dan kompetitif bagi seluruh pekerja film Indonesia.

Para Pemain "Mortal Kombat II" Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta

Untuk pertama kalinya, Jakarta menjadi bagian dari rangkaian global tour sebuah produksi besar Hollywood lewat fan event dan red carpet "Mortal Kombat II" dari New Line Cinema.

Jakarta, 2 Mei 2026 – Warner Bros. Pictures akan menggelar "Mortal Kombat II" Global Tour di Jakarta, menandai pertama kalinya kota ini dipilih sebagai salah satu destinasi dalam tur global film Hollywood berskala besar. Digelar pada 3 Mei di Epiwalk Mall, rangkaian acara di Jakarta akan menghadirkan fan event dan red carpet eksklusif, menghadirkan kesempatan bagi para penggemar untuk bisa lebih dekat dengan para bintang dari salah satu film aksi paling dinanti tahun ini yang diadaptasi dari video game ikonik. Acara ini akan dihadiri oleh para pemeran "Mortal Kombat II": Ludi Lin, Tadanobu Asano, Joe Taslim, dan Max Huang.

​Aktor Indonesia, Joe Taslim kembali memerankan Bi-Han, karakter dari Netherrealm yang perjalanannya dalam "Mortal Kombat II" mengambil arah yang jauh lebih gelap dari sebelumnya. Dihantui oleh berbagai kejadian masa lalu, Bi-Han digambarkan sebagai sosok yang tersiksa yang semakin tenggelam dalam kegelapan, berevolusi menjadi seorang pembunuh yang kejam dan tangguh. "Mortal Kombat II" mengembangkan karakternya dengan kompleksitas emosional yang lebih dalam, menempatkannya di pusat konflik yang kian memanas antara berbagai alam semesta.

Ludi Lin memerankan Liu Kang, tokoh sentral yang menjadi jantung dan kompas moral utama dari saga Mortal Kombat. Dikenal karena kekuatan, kedisiplinan, dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan, Liu Kang mencerminkan keseimbangan sempurna antara kekuatan dan tujuan. Karakternya semakin dipertegas oleh kemampuan apinya yang mistis, mencerminkan gairah batin dan intensitas emosi. Dalam "Mortal Kombat II", perjalanan Liu Kang dipengaruhi oleh kehilangan pribadi dan tanggung jawab yang semakin besar, menghadirkan kedalaman emosional yang kuat dalam perannya.

Max Huang memerankan Kung Lao, seorang petarung yang sangat terampil sekaligus mantan biksu Shaolin yang dibesarkan bersama Liu Kang. Dikenal karena tingkat akurasinya serta topi bertepi pisaunya yang ikonik, Kung Lao menjadi salah satu karakter yang paling tangguh di semesta Mortal Kombat. Dalam "Mortal Kombat II" karakternya menjalani sebuah perjalanan yang kompleks dan penuh emosi, didorong oleh rasa terabaikan dan tekad untuk balas dendam. Evolusi ini menambahkan cerita-cerita baru yang menarik dalam perjalanannya, menyoroti konflik batin sekaligus transformasi yang dialaminya.

Tadanobu Asano memerankan Lord Raiden, seorang Dewa Petir yang disegani serta menjadi pemandu bagi para juara di Earthrealm. Dengan kemampuan luar biasa, termasuk kekuatan mengendalikan petir dan melintasi berbagai alam semesta, Raiden memainkan peranan penting dalam memilih serta membimbing para pejuang yang melindungi Earthrealm. Dalam "Mortal Kombat II", misinya berlanjut saat dirinya mengenali potensi tersembunyi dalam diri sekutu-sekutunya yang tak terduga, hal ini semakin mempertegas perannya sebagai pemimpin dan mentor yang legendaris.

​Dalam fan event dan red carpet di Jakarta nanti, komunitas penggemar lokal Kombatant ID akan turut berpartisipasi. Hal ini tentunya menggambarkan antusiasme yang luar biasa dari para penggemar film ini di Indonesia. "Momen ini bukan sekadar bertemu para pemeran, tapi mencerminkan bagaimana Mortal Kombat terus berkembang dan relevan dengan para penggemar lintas generasi," kata Kiki Kai, perwakilan dari Kombatant ID. "Melihat Jakarta menjadi salah satu lokasi global tour tentunya jadi sebuah pengakuan yang luar biasa bagi komunitas Indonesia."

"Mortal Kombat II" melanjutkan kesuksesan film tahun 2021 dengan memperluas semesta cerita melalui dunia-dunia baru, karakter ikonik, serta adegan pertarungan yang intens dan visceral. Dengan lebih banyak aksi, humor yang tajam, serta emosi yang kuat, film ini menjanjikan pengalaman yang LEBIH BESAR, LEBIH SERU, DAN LEBIH BRUTAL—menghadirkan pengalaman Mortal Kombat yang selama ini dinantikan para penggemar.

​"Mortal Kombat II" akan tayang di bioskop dan IMAX® di seluruh Indonesia pada 6 Mei 2026. Kamu dapat menonton trailer resminya di sini. Film ini memiliki rating 17+ dari lembaga sensor di Indonesia.

###

Tentang "Mortal Kombat II"

​Dari New Line Cinema hadir lini terbaru penuh ketegangan dari waralaba video game blockbuster dengan segala kebrutalan-nya, "Mortal Kombat II." Kali ini para juara favorit penggemar (dan bergabungnya Johnny Cage) dipertemukan satu sama lain dalam pertarungan berdarah yang tak kenal batas, demi mengalahkan kekuasaan gelap Shao Kahn yang mengancam keberadaan Earthrealm beserta para pembelanya.

​Karl Urban berperan sebagai Johnny Cage, bersama Adeline Rudolph, Jessica McNamee, Josh Lawson, Ludi Lin, Mehcad Brooks, Tati Gabrielle, Lewis Tan, Damon Herriman, Chin Han, Tadanobu Asano sebagai Lord Raiden, Joe Taslim sebagai Bi-Han, dan Hiroyuki Sanada sebagai Hanzo Hasashi dan Scorpion.

​Sutradara Simon McQuoid kembali menyutradarai sekuel dari petualangan sinematik dahsyatnya di tahun 2021, dari skenario yang ditulis oleh Jeremy Slater, berdasarkan video game ciptaan Ed Boon dan John Tobias. Film ini diproduksi oleh Todd Garner, E. Bennett Walsh, James Wan, Toby Emmerich, dan Simon McQuoid, serta Produser Eksekutif Michael Clear, Judson Scott, Jeremy Slater, Ed Boon, dan Lawrence Kasanoff.

​Dibalik layar, McQuoid didampingi oleh director of photography Stephen F. Windon, production designer Yohei Taneda, editor Stuart Levy dan costume designer Cappi Ireland, dengan casting dilakukan oleh Rich Delia dan musik oleh Benjamin Wallfisch.

​New Line Cinema Mempersembahkan sebuah Produksi Atomic Monster/Broken Road, sebuah Produksi Fireside Films, "Mortal Kombat II." Film ini akan didistribusikan ke seluruh dunia oleh Warner Bros. Pictures, hanya di bioskop dan IMAX® mulai 6 Mei 2026.


Jumat, 01 Mei 2026

​“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita

Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU, sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat.

​Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas yang dialami Amina di dalam rumah. Perlakuan Irfan tidak hanya melukai Amina, tetapi juga berdampak pada putri mereka, Nadia (Azkya Mahira), serta meninggalkan kepedihan bagi ibunda Amina (Ayu Azhari). Di pertengahan trailer, Amina mulai menunjukkan perlawanan, sebuah titik balik yang menandai keberanian untuk tidak lagi diam. Dibantu oleh Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, Amina berusaha bersuara. Namun, perjalanan untuk keluar dari lingkaran kekerasan tersebut tidaklah mudah.

​Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, film ini hadir sebagai ruang refleksi atas realitas yang kerap luput dari perhatian. “Sejak awal, kami ingin menghadirkan cerita pernikahan yang terlihat sempurna di luar, tetapi menyimpan kekerasan emosional dan fisik yang berlangsung bertahun-tahun di dalamnya. Banyak perempuan hidup dalam situasi di mana diam menjadi cara untuk bertahan, hingga ada titik ketika semuanya tidak bisa lagi dipertahankan, terutama saat menyangkut masa depan anak. Dari situ, keberanian untuk melawan mulai tumbuh. Itulah inti dari perjalanan film ini, tentang perlawanan, kesadaran, dan upaya untuk memecah keheningan,” ujar Ssharad Sharaan.

​Viva Westi menambahkan, “Banyak perempuan yang kehilangan ruang untuk bersuara, bahkan di rumahnya sendiri. Mereka dibungkam oleh kekerasan dari orang yang mereka pernah percaya bisa memberikannya kenyamanan dan keamanan. Semoga melalui film ini, perempuan-perempuan di luar sana yang menjadi korban sama seperti Aminah, di manapun berada, bahkan tempat paling terpencil di Indonesia, yang sadar bahwa kita berhak memperjuangkan suara kita, dan hak kita atas tubuh dan diri kita sendiri. Sudah waktunya perempuan berhenti diidentifikasi dengan Luka, sudah waktunya perempuan diidentifikasi dengan keberanian.”

​Bagi Acha Septriasa, memerankan Amina menjadi pengalaman yang sangat personal dan emosional. “Amina adalah representasi dari banyak perempuan yang mungkin selama ini memilih diam, bukan karena mereka lemah, tetapi karena situasi yang membuat mereka merasa tidak punya pilihan. Selama proses memerankan karakter ini, saya belajar bahwa luka yang dialami tidak selalu terlihat, tapi dampaknya sangat dalam dan nyata. Saya berharap penonton bisa merasakan pergulatan batin Amina, memahami ketakutan dan kebimbangannya, sekaligus melihat bahwa selalu ada ruang untuk bangkit, sekecil apapun langkah yang diambil.”

SUAMIKU LUKAKU juga telah lebih dulu memperkenalkan original soundtrack berjudul “Aku Bangkit” yang menjadi bagian penting dalam memperkuat emosi cerita. Lagu ini pertama kali dinyanyikan langsung oleh Kris Dayanti dalam acara peluncuran Trailer & Original Soundtrack pada 13 Maret 2026 di XXI Epicentrum, Jakarta, yang hadir sebagai perpanjangan emosi dari perjalanan Amina. Tentang luka, keberanian, dan proses untuk bangkit. Sebagai satu kesatuan, trailer dan lagu “Aku Bangkit” menghadirkan pengalaman emosional yang saling melengkapi.

SUAMIKU LUKAKU menjadi lebih dari sekadar film, tetapi juga sebuah ajakan untuk melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari realitas yang terjadi di sekitar kita, karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan.

​Saksikan film SUAMIKU LUKAKU mulai 27 Mei 2026.

SINOPSIS

​Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

Hashtag : #suamikulukaku #memecahkankesunyian

Instagram : @suamiku.lukaku

TikTok : @sinemart_movie

YouTube : @sinemartpictures

Website : https://www.sinemart.com/


Soloist Pop-punk Asal Inggris, Josh Holmes Gelar Konser Intim di M Bloc, Jakarta

​Jakarta - Musisi pop-punk asal Inggris, Josh Holmes, sukses menggelar konser perdananya pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, di COMA, M Bloc, Jakarta.

​Pertunjukan ini menjadi sorotan karena seluruh tiket sebanyak 350 kursi terjual habis hanya dalam lima hari, tanpa dukungan label besar maupun promotor lokal.

​Antusiasme penggemar terlihat sejak awal, dengan lebih dari 900 orang mendaftar sebelum tiket resmi dijual.

​Dalam penampilannya, Holmes menyampaikan rasa terima kasih kepada penggemar Indonesia yang telah setia mendukung perjalanan bermusiknya.

​"Jakarta sudah terasa seperti rumah. Terima kasih karena kalian membuat malam ini begitu berarti," ujarnya dari atas panggung.

​Ia juga mengajak penonton untuk mendengarkan single terbarunya berjudul "Last First Kiss", yang resmi dirilis pada 1 Mei 2026 di berbagai platform streaming.

​"Saya mulai menulis 'Last First Kiss' di Bali tiga tahun lalu dan tidak bisa menyelesaikannya. Butuh bertemu kekasih saya untuk akhirnya memahami apa yang ingin disampaikan lagu ini," ucapnya.

​Josh Holmes menuturkan bahwa dukungan penggemar Indonesia menjadi energi besar dalam kariernya.

​"Saya menyaksikan 350 tiket habis terjual dalam lima hari dari seberang dunia. Itu membuat saya sadar betapa kuatnya komunitas musik independen di sini," katanya.

​Usai konser, ia mengumumkan akan terbang ke Bali untuk menjalani sesi penulisan lagu baru selama sepuluh hari. Selain itu, ia juga berencana kembali ke Jakarta dengan konser berkapasitas lebih besar agar lebih banyak penggemar dapat hadir.

Josh Holmes, yang berasal dari Warwickshire, Inggris, dikenal sebagai musisi independen dengan karya-karya jujur dan penuh energi. Ia sebelumnya mendapat perhatian dari Music Crowns, FAME Magazine, serta BBC Introducing, yang mendukung beberapa singlenya dan menampilkan Holmes dalam sesi studio.

​Beberapa karya lain yang telah dirilis antara lain "Say Yes", "Everything's Changing", dan "Hey You", dibawakan dengan penuh energi di atas panggung konsernya di Jakarta kali ini.

​Keberhasilan konser ini menjadi bukti kuat bagaimana komunitas musik independen di Indonesia mampu membangun momentum internasional secara mandiri.

​Dengan dukungan solid dari pendengar, Josh Holmes seolah tengah menatap masa depan karier internasional yang bertumpu pada koneksi langsung dengan penonton, bukan jalur industri tradisional.

​Single "Last First Kiss" milik Josh Holmes sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital.

Kamis, 30 April 2026

Film Shaka Oh Shaka Menampilkan Drama Romance Menggemaskan! Kisah Cinta yang Manis, Hangat, dan Puitis dari Pasangan Ikonik Baru di Layar Lebar: Kiesha Alvaro & Arla Ailani

Film Shaka Oh Shaka tayang mulai 7 Mei 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 30 April 2026 — Starvision kembali menghadirkan film drama romantis terbaru berjudul Shaka Oh Shaka yang menampilkan perjalanan menggemaskan, diperankan dengan manis oleh Kiesha Alvaro dan Arla Ailani.

​Mengikuti perjalanan cinta Shaka dan Ocel, saat mimpi seorang fans, Ocel (Arla Ailani), akhirnya bisa dekat dengan sang idola, Shaka (Kiesha Alvaro), dan akhirnya memiliki hubungan romantis spesial dan menjadi pasangan. Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, Shaka Oh Shaka disutradarai oleh Dinna Jasanti, kolaborasi terbaru keduanya setelah sukses box office film Lebaran Senin Harga Naik.

​Sebagai pasangan baru yang diduetkan di layar, Kiesha dan Arla tampil dengan sangat menawan memerankan Shaka dan Ocel. Kharisma Kiesha sebagai idol sangat luar biasa, dengan akting Arla yang sangat meyakinkan menjadi seorang fans yang tergila-gila dengan idolanya.

​Penonton akan melihat banyak adegan manis dari Kiesha dan Arla, termasuk saat momen pertemuan pertama antara fans dan idol-nya, momen pertama kali seorang idol meruntuhkan tembok privasinya dan mengajak fans-nya untuk memasuki kehidupan di balik panggung.

​Diadaptasi dan dikembangkan dari novel bestseller karya Jocelyn Suherman, Shaka Oh Shaka dibintangi oleh jajaran ansambel bertabur bintang yang juga telah menjadi bagian dari perjalanan Starvision selama 3 dekade berkarya di industri perfilman Indonesia. Selain Kiesha dan Arla, Shaka Oh Shaka turut dibintangi di antaranya oleh Artika Sari Devi, Vira Yuniar, Joshua Suherman, Maisha Kanna, Dennis Adhiswara, Teuku Ryzki, Amel Carla, Adzana Ashel, Mazaya Amania, Altaaf Akavi, Sadana Agung, Arie Nugroho, Leya Princy, Nicholas Calame, Adzando Davema, Clairine Clay, Kiki Narendra, Lam Ting, Baim, Ben Kasyafani, Shakeel Fauzi, Shaqueena Medina, Alfian Phang, Desthalia Florenza, Farel Alvarez, dan lain-lain.

​"Film Shaka Oh Shaka menjadi pendekatan baru dari Starvision dalam menggarap drama romance remaja dengan balutan nilai-nilai kekeluargaan yang memberikan rasa hangat, sekaligus menggemaskan. Film ini memiliki banyak warna, ada persahabatan, cinta, proses bertumbuh, juga tentang peranan support system keluarga. Banyak yang pernah merasakan menjadi Ocel dan Shaka, dan bisa menjadi referensi bagi siapa pun yang sedang/akan jatuh cinta. Semoga karya ini akan menjadi tontonan yang menghangatkan dan inspiratif untuk lintas generasi," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Pendekatan baru yang ditempuh oleh Starvision adalah secara berani membawa kisah romansa pasangan yang saling mengejar mimpi kerap kali harus berakhir dengan perpisahan, justru diramu berbeda di akhir film. Membuat Shaka Oh Shaka meninggalkan kesan yang indah dan manis setelah menontonnya.

​Kembalinya Kiesha Alvaro juga akan mengulang suksesnya bersama Starvision setelah drama romansa remaja yang tayang saat Lebaran tahun lalu, Komang, serta Arla Ailani yang kembali dengan Starvision setelah sukses box office lewat horor Petaka Gunung Gede tahun lalu.

​“Shaka Oh Shaka berbicara tentang perjalanan cinta yang berbenturan dengan realita dan pencarian jati diri. Bermain untuk film terbaru Starvision, ini seperti kembali ke rumah yang sudah membesarkan aku,” kata Kiesha Alvaro.

​Di film ini, Kiesha juga lebih banyak menampilkan kekuatan vokalnya yang khas dan berkarakter. Termasuk saat membawakan lagu ikonik Melompat Lebih Tinggi dan lagu Just Like A Star. Tak hanya itu, Kiesha juga menyanyikan lagu yang khusus diciptakan untuk film ini berjudul Oxtella.

​“Pak Chand Parwez kali ini memberikan aku tantangan untuk memerankan karakter yang punya kharisma dan kegantengannya itu di atas rata-rata. Penonton akan lihat gemasnya kisah cinta Shaka dan Ocel dan perjalanan mereka berdua di tengah tekanan sorotan industri hiburan yang menurutku ini sangat fresh. Kisah cinta yang utuh, bertumbuh dan manis,” tambah Kiesha Alvaro.

​“Ini adalah pengalaman pertamaku untuk dipasangkan dengan Kiesha. Tentunya sejak awal kami mengeksplorasi chemistry dengan berbagai macam cara. Menurut aku, ini tuh sangat relate buat perempuan-perempuan yang sering banget punya manifestasi dan imajinasi untuk bisa dekat dengan idolanya. Jadi, buat penonton bakal nemu gemasnya film ini ketika Ocel akhirnya bisa bareng dengan idolanya, Shaka. Ini seperti mimpi semua fangirl di luar sana,” ujar Arla Ailani.

​Sutradara Dinna Jasanti yang baru saja sukses bersama Starvision melalui Senin Harga Naik, mengungkapkan skala produksi film Shaka Oh Shaka memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Baik secara ansambel pemeran yang terlibat hingga penggunaan lokasi, disebut Dinna tiga kali lipat lebih banyak dari film Senin Harga Naik.

​“Film ini menampilkan gemasnya perjalanan cinta dan kisah yang lengkap antara Shaka dan Ocel. Saat impian orang biasa dan cintanya ke yang diidolakan terwujud, tetapi ada ujian seiring berjalannya waktu. Saya berharap kisah romansa dari Ocel dan Shaka yang diperankan Arla dan Kiesha bisa memberikan kebaruan di drama romance Indonesia,” ujar sutradara Dinna Jasanti.

Film Shaka Oh Shaka tayang mulai 7 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perjalanan cinta antara fans dan idolanya dalam film Shaka Oh Shaka, yang akan membuat gemas dan hangat. Pantau informasi terbaru melalui akun Instagram @shakaohshakafilm, @starvisionplus, dan Tiktok @StarvisionOfficial.

Pemain dan Tim Produksi

Kiesha Alvaro - Shaka

Arla Ailani - Ocel (Oxtella)

Artika Sari Devi - Rosa

Vira Yuniar - Ibu Ocel

Joshua Suherman - Chandra

Maisha Kanna - Inez

Dennis Adishwara - Taka

Teuku Ryzki - Ican

Amel Carla - Carla

Adzana Ashel - Violetta

Mazaya Amania - Yasmin Kecil

Altaaf Akavi - Edgar Kecil

Sadana Agung - Bang Adik

Arie Nugroho - Edgar Dewasa

Leya Princy - Yasmin Dewasa

Nicholas Calame - Azka

Adzando Davema - Adzando

Clairine Clay - Istri Chandra

Kiki Narendra - Bapak Ocel

Lam Ting - Koh Steven

Baim - Gunawan

Ben Kasyafani - Host Podcast

Shakeel Fauzi - Shaka Kecil

Shaqueena Medina - Ocel Kecil

Alfian Phang - Tanoto

Desthalia Florenza - Florenza

Farel Alvarez - Pacar Inez


Produksi: Starvision

​Produser: Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar

​Sutradara: Dinna Jasanti

​Produser Eksekutif: Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia

​Produser Lini: Sara Kessing

​Penulis Skenario: Rino Sarjono, Alim Sudio

​Adaptasi Novel Best Seller Karya: Jocelyn Suherman

​Pengarah Artistik: Okie Yoga Pratama

​Penata Kamera: Amalia TS, ICS

​Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi

​Penata Suara: Aditya Trisnawan

​Perekam Suara: Yusuf Patawari

​Penata Musik: Hariopati Rinanto

​Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio

​Penata Grafis: Mataque Studio

​Penata Rias: Nathasa Agnes

​Penata Busana: Angela Suri Nasution

​Penata Peran: Arief Havidz, Erik Arfin

​Perancang Poster: Alvin Hariz

​OST:

Melompat Lebih Tinggi – Kiesha Alvaro

​Lihat Kebunku (Taman Bunga) – Aku Jeje

​Satu Tuju – Raissa Anggiani

​Just Like A Star – Kiesha Alvaro & Arla Ailani

​Oxtella — Kiesha Alvaro

FILM ZONA MERAH DIPRESENTASIKAN DI CANNES FILM MARKET 2026

Screenplay Films Gandeng Barunson E&A Untuk Penjualan Global Film Zona Merah

Jakarta, 29 April 2026 - Film zombie aksi-horor Indonesia Zona Merah resmi melangkah ke panggung global dengan judul internasional Zona Merah: Dead City. Barunson E&A—perusahaan produksi dan sales internasional di balik film pemenang Oscar Parasite akan menangani penjualan internasional, dengan presentasi perdana di Cannes Film Market 2026.

​Diproduksi oleh Screenplay Films, Zona Merah merupakan adaptasi layar lebar dari serial hit Zona Merah. Versi film akan hadir dengan skala yang lebih besar, cerita yang lebih gelap, dan intensitas yang semakin tinggi. Konflik berkembang semakin kompleks, karakter digali lebih dalam, dan atmosfer chaos terasa semakin intens saat manusia harus bertahan hidup di tengah ancaman para mayat hidup. Dengan stakes yang jauh lebih tinggi, film ini menjanjikan pengalaman yang lebih imersif dibandingkan versi series.

​Film ini disutradarai oleh Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa. Sejumlah pemeran dari serial akan kembali, termasuk Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano, dan Lukman Sardi, serta diperkuat nama-nama baru seperti Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero. Proses syuting dimulai sejak April 2026 dan akan rampung pada Mei.

​Produser sekaligus CEO Screenplay Films, Wicky V. Olindo, menyebut adaptasi ini sebagai langkah global: "Zona Merah membuktikan kekuatan cerita yang benar-benar terhubung dengan penonton. Mengembangkannya ke layar lebar adalah progres yang tak terhindarkan, baik secara kreatif maupun komersial."

​Sementara itu, CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi, melihat momentum besar dari industri Indonesia: "Pasar Indonesia sedang berada di titik penting. Zona Merah menjadi sinyal perubahan, dan film ini membawanya lebih jauh. Cannes adalah panggung yang tepat untuk memperkenalkan film Zona Merah ke dunia."

​Dengan dukungan pemain global dan rekam jejak kuat di genre, Zona Merah: Dead City siap menjadi salah satu judul Indonesia yang mencuri perhatian di pasar internasional.

​4 Film Pendek dari 4 Sutradara Indonesia: Reza Fahriyansyah, Shelby Kho, Reza Rahadian, dan Khozy Rizal, World Premiere 14 Mei 2026 di La Semaine de la Critique Cannes Film Festival 2026

Next Step Studio 2026 yang diproduksi oleh KawanKawan Media adalah edisi perdana di Next Step Studio La Semaine de la Critique Cannes Film F...