Senin, 13 Juli 2026

Official Poster dan Trailer FILM KETOK MEJIK Resmi Dirilis, Ben, Made dan Saged Siap Mengajak Penonton Menebak Apa yang Sebenarnya Terjadi

Drama komedi terbaru dari HAHA Production memperlihatkan perjalanan tiga sahabat, namun masih menyimpan banyak kejutan dan pertanyaan.

Jakarta, 13 Juli 2026 — Setelah mencuri perhatian melalui rangkaian kontennya, FILM KETOK MEJIK resmi meluncurkan official poster dan official trailer yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya, publik diajak melihat sekilas dunia di balik sebuah bengkel yang tampak sederhana, sekaligus berkenalan dengan Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman), dan Saged (Dodit Mulyanto), tiga sahabat yang menjadi pusat cerita. Namun alih-alih mengungkap keseluruhan kisah, poster dan trailer tersebut justru menyisakan rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya sedang mereka hadapi.

​Tidak hanya memperkenalkan karakter utamanya, official poster dan trailer FILM KETOK MEJIK mulai membuka dunia cerita yang menjadikan bengkel sebagai ruang untuk bercerita. Lewat interaksi Ben, Made dan Saged, film ini menghadirkan komedi dengan karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun tetap menyimpan sisi emosional di balik setiap tawa yang hadir.

​Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK hadir sebagai drama komedi yang mengutamakan kekuatan karakter dan hubungan antar tokohnya. Menghadirkan humor yang dekat dengan keseharian, film ini juga menyimpan lapisan drama tentang bagaimana seseorang berusaha memperbaiki keadaan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.

​Menurut Yogi S. Calam, trailer sengaja dibuat sebagai pengantar agar penonton mengenal karakter-karakter dalam film.

"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made dan Saged terlebih dahulu. Masih banyak bagian dari perjalanan mereka yang belum kami tampilkan karena kami ingin pengalaman menontonnya tetap utuh ketika film ini tayang di bioskop."

​Produser Handoko mengatakan bahwa hubungan antar tokoh menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

"Film ini berangkat dari kisah tiga sahabat yang sama-sama ingin memperbaiki hidup mereka. Official trailer baru memperlihatkan sedikit dari perjalanan mereka. Sisanya akan berkembang seiring cerita di dalam film."


​Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, Film ini didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX. FILM KETOK MEJIK dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.

​Melalui perilisan official poster dan trailer, penonton telah mendapat gambaran awal mengenai dunia FILM KETOK MEJIK. Namun, rahasia apa yang sebenarnya masih disembunyikan oleh Ben, Made dan Saged? Official poster dan trailer kini sudah dapat disaksikan melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik.

​Ikuti informasi terbaru serta berbagai kejutan lainnya melalui akun media sosial resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menyaksikan kisah yang masih menyimpan banyak rahasia hingga hari penayangannya di seluruh bioskop Indonesia.

Tentang PT HAHA Digital Picture

​PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.

​Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduseri oleh Handoko, dengan Charles D. Yusap sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.

Sinopsis

​Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasib mereka.

Fact Sheet

  • Genre Film: Drama Komedi
  • Eksekutif Produser: Charles D. Yusap, Lucky O’danifan, Handoko
  • Produser: Handoko, Derie Agung Syaputra
  • Co-Produser: Robby K. Butarbutar
  • Sutradara: Yogi S.Calam
  • Penulis: Iyam Renzia, Moh. Rido S.A
  • DOP: Arif Bontang
  • Line Produser: Kania Julian
  • Editor: Andhy Pulung, Johan Leonardo
  • Produksi: Haha Production
  • Pemain (Casts):

    • ​Ananta Rispo (Ben)
    • ​Tarra Budiman (Made)
    • ​Dodit Mulyanto (Saged)
    • ​Ersya Aurelia (Resita)
    • ​Arief Didu (Unung)
    • ​Jarwo Kwat (Ghozali)
    • ​Agus Kuncoro (Toyib)
    • ​Arafah Rianti (Uti Titian)
    • ​Sadana Agung (John Sapto)
    • ​Erick Astrada (Wawan Cihuy)
    • ​Lolox (Kadut)
    • ​Buhun Warwer (Kusni)
    • ​Furry Setya (Jay)
    • ​Vadi Bule (Yadi)
    • ​Chika Waode (Aci)
    • ​Berliana Lovel (Saroh)

Refleksi Kehidupan Absurd Lewat Budaya Populer dalam Kumpulan Puisi Playlist Sebelum Mati Karya Muhammad Rifan Prianto

Jakarta – Muhammad Rifan Prianto baru saja merilis buku kumpulan puisi perdananya berjudul Playlist Sebelum Mati pada bulan Mei lalu. Penyair asal Jakarta ini menulis sejumlah 26 puisi pada buku terbitan Sonar Pustaka tersebut. Rifan merespons berbagai polemik hidup yang menurutnya terasa absurd, seperti peperangan, keterasingan di tengah kehidupan urban, hingga tentang perasaan cinta yang tak sampai.

Buku kumpulan puisi ini merupakan hasil tugas akhirnya sebagai mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Proses penyusunan naskah dimentori oleh penyair asal Ciamis yang pernah mendapatkan anugerah Hari Puisi Indonesia pada tahun 2019, Willy Fahmy Agiska.

Merespons Budaya Populer

​Puisi-puisi yang ada dalam Playlist Sebelum Mati berangkat dari reaksinya terhadap teks seni lain, seperti musik, film, seni rupa, dan teks sastra. Dalam acara diskusi buku kumpulan puisi ini yang diselenggarakan di ruang kolektif Atelir Ceremai, Jakarta (11/7), alasan Rifan menulis puisi dengan pendekatan seperti ini karena ia sudah dikenali dengan berbagai referensi budaya populer sedari kecil.

​"Dulunya, keluargaku suka sekali menyetel (lagu-lagu) The Beatles selagi bebersih rumah. Atau ketika aku lagi menginap di rumah kakek, ia sering banget memutar Elvis Presley di kamarnya. Dan itu yang membuatku merasa dekat dengan berbagai budaya populer," katanya malam itu.

​Elvis Presley di kamarnya. Dan itu yang membuatku merasa dekat dengan berbagai budaya populer," katanya malam itu.

​Penyair yang juga sempat menjadi Ketua Umum di komunitas Arena Studi Apresiasi Sastra itu juga menceritakan tentang kedekatannya dengan musik. "Sewaktu aku lahir di tahun 2001, orang tuaku sedang menghadapi krisis finansial. Akhirnya ayahku memutuskan untuk menjual gitar Stratocaster kesayangannya untuk membayar biaya persalinan rumah sakit. Aku rasa itu menjadi salah satu pemantik kedekatan personalku terhadap musik."

​Meski puisi-puisinya penuh dengan karya referensi, namun tidak membuat puisi ini sulit untuk dimengerti bagi pembaca yang tidak mengetahui karya referensinya tersebut. Opank, salah satu pembicara di acara diskusi buku itu, berkata kalau metafora serta gaya ungkap di kumpulan puisi ini mudah untuk dipahami. Sebaliknya, menurut pembacaan Opank, Rifan berhasil menciptakan ruang interpretasi yang lebih luas lewat puisi-puisi yang ditulisnya.

Kehidupan yang Absurd

​Lewat berbagai referensi budaya populer, seperti lagu Outro karya John Mayer, film La Vita e Bella garapan sutradara Roberto Benigni, sampai novel The Metamorphosis karya Franz Kafka, Rifan menemukan makna kehidupan yang menurutnya begitu absurd. Menurut Rifan, kematian karena kelaparan atau peperangan adalah sesuatu yang tidak bisa diterima oleh nalarnya. Penyair itu membagikan perasaannya perihal melihat anak kecil yang terlantar di jalanan, padahal anak itu tidak bisa meminta ingin dilahirkan atau tidak.

​Sudut pandang absurdisme ini ia dapati ketika berkenalan dengan karya-karya Albert Camus, "Aku meminjam sudut pandang absurdisme dari Albert Camus karena merasa related dengan cara pandanganya. Awal-awal aku kenal sastra itu salah satunya membaca Albert Camus, dan mungkin aja aku merasa terpengaruh oleh tokoh Mersault dalam novel Orang Asing (L’ Etranger) itu."

​Meski puisi-puisi yang ada terasa begitu pesimistik, tetapi Rifan menganggap bahwa gairah pesimisme dalam puisi-puisinya itu sekadar untuk menunjukkan kejujuran. Rifan menganalogikan cara pandang pesimisme ini lewat klub kesebelasan semenjana yang akan menghadapi klub kesebelasan terbaik. Menurutnya, para pemain dari klub semenjana itu tahu mereka akan kalah, dan itu yang membuat mereka bermain tanpa beban, sehingga bisa jadi memberi peluang untuk mereka menang dalam pertandingan. "Sebuah keajaiban yang berawal dari situasi pesimistik," lanjutnya.

Memandang Kematian

​Penyair yang karya-karyanya telah disiarkan di berbagai media lokal dan nasional ini menganggap kematian adalah sebuah fase kehidupan yang tidak perlu ditangisi. Baginya, kumpulan puisi Playlist Sebelum Mati menjadi sebuah cara ia untuk menghadapi kematian.

​"Kelak, kalau aku mati, aku nggak mau menghadapi kematian itu dengan cara yang menyedihkan. Jika ada kesempatan, aku ingin mendonorkan bagian tubuhku sebelum aku mati, atau para pengantar jenazahku tidak perlu terburu-buru di jalan. Santai aja, jangan menyusahkan kepentingan dan kenyamanan orang yang masih hidup. Dan sebelum aku mati, ayo kita dengerin Led Zeppelin dulu, ayo kita nonton film kesukaan bareng dulu, atau ayo kita melihat-lihat lukisan favorit dulu," kata Rifan menjawab pertanyaan dari salah satu peserta.

​Rencana Pameran Lintas Disiplin Seni

​Di akhir sesi diskusi, Rifan memiliki satu harapan terkait keberlanjutan kumpulan puisi perdananya ini, untuk mengadakan sebuah pameran lintas disiplin seni yang merespons puisi-puisi yang ada di Playlist Sebelum Mati. Hal ini ia lakukan sebagai upaya membawa teks puisi agar dapat berinteraksi secara dekat dengan karya seni lainnya.

​Di pameran itu, akan ada penampilan teatrikal, musik, sampai pameran sejumlah lukisan dalam rangkaian acara yang diselenggarakan pada akhir tahun ini. Rifan sendiri dapat dijumpai melalui Instagram, @muh_rifaan.

Paket Santet Diterima, Kutukan Kematian Dimulai. Siapakah Korban Selanjutnya?

BASE Entertainment Rilis Trailer dan Poster Resmi Paket Santet Tayang Di Bioskop Mulai 27 Agustus 2026

Jakarta, 13 Juli 2026 - Sebuah paket tiba di depan pintu. Tidak ada nama pengirim. Tidak ada alasan mengapa paket itu ditujukan kepada mereka. Namun sejak paket itu dibuka, hidup penerimanya langsung berubah jadi mimpi buruk. Satu per satu nyawa menjadi taruhan. Kini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara menghindari paket tersebut, melainkan bagaimana cara terhindar dari kutukan setelah menerimanya.

​Premis inilah yang menjadi awal dari kisah Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment, yang hari ini resmi merilis trailer dan poster perdananya. Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Lewat trailer resminya yang telah dirilis melalui seluruh kanal digital BASE Entertainment dan Instagram @paketsantet, penonton akan menyaksikan bagaimana satu paket misterius menjadi awal dari rangkaian kutukan mengerikan. Teror demi teror terus berdatangan tanpa memberi kesempatan bagi para korbannya untuk bernapas. Di tengah waktu yang terus menipis, mereka dipaksa mencari cara menghentikan kutukan sebelum kematian yang mengancam datang lebih dulu.

​Poster resmi Paket Santet memperlihatkan Bela (Yasamin Jasem) dikerubungi ratusan lebah setelah membuka sebuah paket misterius. Apakah lebah-lebah itu merupakan wujud teluh yang baru saja dilepaskan? Ataukah hanya pertanda bahwa kutukan telah menemukan korbannya? Poster ini menjadi isyarat bahwa setiap paket membawa kutukan yang tak bisa lagi dihindari.

Paket Santet mengikuti kisah sekelompok mahasiswa, Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri) yang mulai menerima sebuah kiriman paket misterius tanpa identitas pengirim. Setelah menerima paket tersebut, hidup mereka berubah menjadi perlombaan melawan waktu. Kutukan terus memburu satu per satu korban, memaksa Deva, Bela, dan teman-temannya mencari cara menghentikan santet sebelum kematian mengincar mereka. Mampukah Deva, Ale, dan Bela dan kawan-kawan keluar dari kutukan santet tersebut?

​Sutradara Dinna Jasanti mengatakan bahwa trailer ini adalah gambaran dari film Paket Santet yang mempunyai horor yang akan terus menghantui penontonnya dari awal hingga akhir film.

​"Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di situlah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai," jelas Dinna.

Produser Aoura Lovenson Chandra menambahkan bahwa trailer ini menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengenal bagaimana horornya Paket Santet.

​"Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, 'Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?' Karena setelah paket diterima, tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Membuka paket membawa kutukan kematian, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti kutukan berhenti. Pertarungan terbesar para karakter adalah menemukan cara bertahan hidup sebelum semuanya terlambat," kata Aoura Lovenson Chandra.

​Sementar itu Fadly Faisal, yang memerankan Ale, mengaku justru sering membayangkan dirinya berada di posisi para karakter selama proses membaca naskah hingga syuting. Baginya, horor dalam Paket Santet terasa mengerikan karena tidak hanya memperlihatkan datangnya santet, tetapi juga bagaimana seseorang harus bertahan hidup setelah menerimanya.

​"Selama syuting saya sering membayangkan, kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan? Rasanya panik karena kita tidak tahu harus percaya kepada siapa atau harus mencari bantuan ke mana. Menurut saya, itu yang membuat film ini terasa menyeramkan. Bukan cuma karena santetnya, tetapi karena kita ikut merasakan bagaimana rasanya berpacu dengan waktu ketika kematian seolah sudah mengincar kita," ujar Fadly Faisal.

Paket Santet akan menghantui layar bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Begitu paket diterima... siapa korban berikutnya?

​Ikuti perkembangan terbaru melalui Instagram @paketsantet dan @base.id.

​—

TENTANG BASE ENTERTAINMENT

​BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Jumat, 10 Juli 2026

Cek Khodam Gelar Press Screening dan Gala Premiere, Hadirkan Horor Komedi tentang Ketakutan Manusia Masa Kini

Jakarta, 10 Juli 2026 – Film Cek Khodam menggelar Press Screening dan Gala Premiere pada 10 Juli 2026. Film ini hadir dengan warna horor komedi yang segar melalui premis yang dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini.

​Berbeda dari horor komedi pada umumnya, Cek Khodam tidak hanya menempatkan hantu sebagai sumber ketakutan. Film ini justru mengangkat kegelisahan manusia modern yang lebih takut pada cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua dibanding sosok gaib.

​Premis tersebut menjadi daya tarik utama Cek Khodam. Cerita dibangun dari situasi sederhana, tetapi terasa relevan. Ketika manusia mulai lebih takut pada persoalan hidup sehari-hari, dunia khodam justru panik karena hal-hal gaib tidak lagi dianggap paling menyeramkan.

Film ini juga menjadi langkah baru bagi Jirayut. Melalui Cek Khodam, Jirayut menjalani debut sebagai pemeran utama layar lebar. Kehadirannya membawa energi baru dalam film horor komedi Indonesia.

​Selain Jirayut, Saputra Kori juga mencatat momen penting melalui film ini. Cek Khodam menjadi film horor komedi pertamanya. Kori hadir dengan karakter yang ikut memperkuat dinamika cerita dan memberi warna komedi yang khas.

​Kehadiran para komedian juga menjadi salah satu kekuatan film ini. Tante Lala, Kak Gem, Benidictus Siregar, dan para pemain lainnya memberi sentuhan komedi yang spontan, ringan, dan menghibur. Interaksi para pemain membuat unsur horor dalam film ini terasa lebih cair tanpa kehilangan daya tarik mistisnya.

​Selain Jirayut, Saputra Kori, Tante Lala, Kak Gem, dan Benidictus Siregar, film ini juga diperkuat oleh deretan pemain lain, yaitu Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, Fanny Fadillah, Adi Sudirja, Ence Bagus, Sadana Agung, Cetul Leatherart, dan Mikayla Sofia.

​Dengan perpaduan cerita mistis, komedi keseharian, dan deretan pemain yang beragam, Cek Khodam hadir sebagai tontonan yang dekat dengan penonton Indonesia. Film ini menawarkan tawa, rasa penasaran, dan situasi horor yang dikemas dengan cara ringan.

​Film horor komedi ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026. Penonton dapat menyaksikan bagaimana dunia khodam ikut panik saat manusia ternyata lebih takut pada tekanan hidup dibanding hantu.

Tampilan Pertama Adegan Mencekam dari Film Horor Misteri Bisikan Desa Gringsing Tayang Mulai 24 September 2026 di Bioskop Indonesia

Film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP) dan memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia

​Jakarta, 10 Juli 2026 - Setelah publikasi foto-foto adegan pertamanya di media sosial pada bulan Mei lalu, disusul kemudian dengan perilisan teaser poster minggu lalu, hari ini Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) menampilkan cuplikan pertama dari film terbarunya, Bisikan Desa Gringsing. Melalui video first look berdurasi kurang dari 1 menit, penonton disajikan dengan adegan mencekam yang dialami karakter utamanya, Hesti, diperankan oleh Aghniny Haque, saat perjumpaan pertama kalinya dengan karakter Fatimah, diperankan oleh Fatmah Nadhi, sosok yang menghantui warga Desa Gringsing. Di akhir video tersebut juga diumumkan tanggal tayang film Bisikan Desa Gringsing, mulai 24 September 2026 di bioskop Indonesia.

​Film horor misteri yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Bisikan Desa Gringsing sekaligus menjadi film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP), teknologi yang akan menghadirkan atmosfer mencekam dari Desa Gringsing, mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural, dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui pengambilan gambar yang konvensional. Film ini juga menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar dunia, di mana para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real time. Sebuah upaya demi mempersembahkan sebuah pengalaman sinematik yang baru dalam sajian film horor Indonesia.

​“Sebuah kehormatan bagi saya saat dipercaya untuk menangani project film dengan pemanfaatan teknologi Virtual Production ini. Bisikan Desa Gringsing menjadi tantangan baru, tidak hanya buat saya tapi tentu buat para aktor dan hampir semua tim yang terlibat. Namun, Mandela Pictures dan OMG Studios berhasil menjadi tim yang luar biasa, semua handal di bidangnya, serta memiliki kinerja terbaik sehingga semua kendala teratasi dengan baik. Semoga apa yang kami upayakan bisa dirasakan juga oleh para penonton saat berjumpa di bioskop nanti,” ujar sutradara Ivander Tedjasukmana.

​Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah kampung bernama Desa Gringsing dan ia pun terseret ke dalam teror arwah FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang menghantui desa itu.

​“Memerankan Hesti dalam film ini adalah pengalaman pertama saya berperan dalam sebuah produksi dengan teknologi virtual production. Di satu sisi menyenangkan karena beberapa lokasi adegan dilakukan di satu set saja, tapi ternyata tantangannya datang dalam bentuk yang lain lagi. Butuh teknik dan pendekatan baru buat saya, dan ini justru menjadi kesempatan buat saya mengeksplorasi hal-hal baru dalam pengalaman keaktoran saya,” tutur Aghniny Haque, pemeran Hesti.

​Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nahdi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara. Film saat ini berada pada tahap akhir paska-produksi dan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.

INFORMASI FILM

KEY CREW

​Director: Ivander Tedjasukmana

​Screenplay: Ivander Tedjasukmana

​Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy

​Director of Photography: Oki Prabowo

​Art Director: Anam AD

​Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh

​Virtual Production Technical Director: Shawn Ang

​Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan

​Music Director: Fajar Yuskemal

​Editor: Yoga Krispratama

​Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E

SUPPORTED BY

​Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

​TENTANG MANDELA PICTURES

Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita-cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.

​TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)

Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia — fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional — sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.

Verona Films Resmi Rilis Final Poster Film Dan Bandung Angkat Kesunyian Cinta Beda Kasta, Shanna Shannon dan Keisya Levronka Siap Sapa Penggemar di Pekan Raya Jakarta

Jakarta, 10 Juli 2026 – Semakin mendekati waktu penayangannya di layar lebar, Verona Films secara resmi meluncurkan Final Poster untuk film drama romansa remaja yang paling dinantikan tahun ini, ‘Dan Bandung’. Film yang diadaptasi dari novel laris karya Pidi Baiq ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Melalui perilisan poster final ini, penonton diajak menyelami lebih dalam atmosfer romansa yang intim sekaligus pelik dari dua karakter utamanya.

Ketika Kota Bandung Menjadi Saksi Bisu Cinta yang Tak Pernah Mudah

Final Poster yang dirilis menampilkan visual yang penuh emosi dari pasangan utama, Basil (Samo Rafael) and Elma (Shanna Shannon). Keduanya tampak memejamkan mata bersama, seolah menciptakan ruang kesunyian mereka sendiri di tengah Kota Bandung. Poster ini secara visual merepresentasikan bagaimana mereka berusaha saling mendekap dan bertahan, meski dunia di sekeliling mereka menolak hubungan tersebut.

​“Cinta adalah perasaan yang datang begitu saja, tanpa kita bisa memilih kepada siapa hati ini akan berlabuh. Lewat poster ini, Elma dan Basil mencoba menghadirkan ruang hening di dunia mereka berdua,” ungkap Produser Film Dan Bandung, Titin Suryani

​Sutradara Rudi Soedjarwo juga menjelaskan makna mendalam di balik visual poster final ini. “Melalui poster ini, saya ingin memperlihatkan bahwa di tengah bising dan indahnya kota Bandung, ada sebuah ruang sunyi yang sengaja diciptakan oleh Basil dan Elma. Ruang di mana hanya ada perasaan mereka berdua, tempat mereka berlindung dari kenyataan dunia luar yang terus menentang hubungan mereka. Saya berharap penonton bisa merasakan keintiman sekaligus perjuangan emosional yang mereka lalui saat melihat poster ini,” tutur Rudi.

​Setiap orang mungkin memiliki kisah cintanya masing-masing, namun bagi Basil dan Elma, cinta beda kasta menjadi tantangan terbesar dan paling nyata untuk mereka. Basil, seorang pemuda gigih yang datang dari latar belakang keluarga sederhana, menaruh hatinya pada Elma, putri tunggal dari keluarga yang sangat kaya dan berkuasa.

​Benturan status sosial dan otoritas keluarga inilah yang menjadi ujian emosional terbesar dalam perjalanan kedewasaan mereka. Akankah romansa tulus mereka mampu bertahan dan menemukan jalannya di kota Bandung?

​Selain menampilkan chemistry yang kuat antara Samo Rafael dan Shanna Shannon sebagai pemeran utama, cerita ini semakin lengkap berkat penampilan jajaran aktor berbakat lintas generasi, mulai dari Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Paul Aro, De Boer William, Raiqa Septia, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Nugie, hingga Tike Priatnakusumah.

Membawa Romansa Bandung ke Pekan Raya Jakarta

​Menjelang penayangannya di bioskop, jajaran kru dan pemain film ‘Dan Bandung’ mulai bergerak aktif melakukan rangkaian kegiatan promosi. Untuk menyambut para fans yang sudah sangat antusias, tim dan cast dari ‘Dan Bandung’ dipastikan akan hadir langsung di Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada tanggal 10 Juli dan 11 Juli 2026 untuk menyapa para pengunjung secara langsung, berlokasi di Entrance Hall C3.

​Mengenal lebih dekat film Dan Bandung, jajaran tim dan cast yang dijadwalkan akan hadir memeriahkan Pekan Raya Jakarta:

  • ​Jumat, 10 Juli 2026: Titin Suryani (Produser), Shanna Shannon (pemeran Elma), Razan Zu (pemeran Doni), dan Keisya Levronka (pemeran Susi).
  • ​Sabtu, 11 Juli 2026: Titin Suryani (Produser), Shanna Shannon (pemeran Elma), Theo Supple (pemeran UU) dan De Boer William (pemeran Deni).

​Para pengunjung Pekan Raya Jakarta dapat menjumpai mereka secara langsung di booth Cinepolis. Selain bisa berinteraksi dekat dengan para pemain, pengunjung juga bisa mendapatkan penawaran spesial untuk pembelian tiket nonton serta berburu merchandise resmi dari film ‘Dan Bandung’.

​“Kami ingin semakin banyak orang yang menyaksikan kisah cinta Basil dan Elma, dan akan banyak sudut-sudut Kota Bandung yang indah dan mungkin belum orang tahu. Saya berharap kisah cinta ini bisa sampai ke hati para penonton film Dan Bandung,” tambah Titin Suryani

​Lewat perjalanan Basil dan Elma, Verona Films berharap film Dan Bandung bisa membuat lebih banyak orang bernostalgia kembali cerita tentang Bandung milik mereka sendiri dan menciptakan cerita Bandung kita.

​Film ‘Dan Bandung’ dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Catat tanggalnya, bersiaplah ke PRJ akhir pekan ini, dan untuk informasi terbaru mengenai film Dan Bandung, ikuti akun media sosial resmi @filmdanbandung di Instagram.

Tentang Verona Films

​Verona Films merupakan ekspansi dari Verona Pictures, rumah produksi yang didirikan oleh Titin Suryani sejak tanggal 10 Oktober 2010, yang selama 15 tahun ini sudah memproduksi ratusan judul sinetron, dan menghasilkan ribuan episode, seperti Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Suami Pengganti, dan Bintang Samudera. Pada tahun 2024, Verona Pictures telah resmi masuk ke lantai bursa (Go Public) menjadi PT Verona Indah Pictures Tbk.

​Bersama tim yang solid dan didukung sineas profesional di bidangnya, Verona Films memiliki misi untuk menjadi rumah bagi para sineas dan pekerja kreatif di Indonesia untuk berkembang dan berkarya. Verona Films juga berkomitmen untuk memproduksi karya sinematografi terbaik yang dapat menghibur dan diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga Verona Films dapat memberikan warna baru di industri film tanah air.

​Kontak Media:

​Instagram: @veronafilmsofficial & @filmdanbandung

​Twitter: @_veronapictures

​Email: veronapicturesid@gmail.com

​Website: www.veronapictures.co.id

Kamis, 09 Juli 2026

Lagu Bandung Satukan Tiga Suara Lintas Generasi: Yura Yunita, Hetty Koes Endang, dan INDAHKUS dalam Episode Terbaru Main ke Rumah Yura

Main ke Rumah Yura adalah program serial live session di kanal YouTube Yura Yunita

​Jakarta, 9 Juli 2026 — Menjelang perilisan album terbaru mendatang, musisi Yura Yunita kini menghadirkan program serial di kanal YouTube-nya, Main Ke Rumah. Sebuah program yang menghadirkan live session jamming intimate di rumah Yura, bersama para musisi. Di episode perdananya bersama Perunggu, Main Ke Rumah masuk dalam YouTube Indonesia Trending Music Chart. Video kolaborasi Main Ke Rumah bersama Perunggu yang membawakan lagu Abadi, hingga saat ini masuk ke Trending #8. Sementara, episode Main Ke Rumah bersama INDAHKUS yang membawakan lagu Malu-Malu, sempat masuk Trending #15.

​Melihat antusiasme dari penonton, kini di episode terbaru Main Ke Rumah, Yura kembali menghadirkan kolaborasi nyentrik, saat membawakan lagu Bandung bersama penyanyi legendaris Hetty Koes Endang dan penyanyi dengan gaya centilnya, INDAHKUS. Lagu Bandung, yang seluruh liriknya ditulis dalam bahasa Sunda, menjadi sebuah statement yang kuat dari kolaborasi ketiga penyanyi tersebut, yang memiliki ikatan dengan Tanah Sunda.

​Yura dan Hetty, sama-sama berdarah Sunda, sementara INDAHKUS, meski lahir di Padang, Sumatra Barat, tetapi ia pernah menetap dan tinggal di Bandung. Lagu Bandung yang dirilis pada 2021 dan menjadi bagian dari album ketiga Yura, Tutur Batin, memiliki warna dan napas baru saat dibawakan ketiganya dengan karakter vokal yang berbeda namun sama-sama memiliki kekuatan ciri khas mereka.

​“Sudah lama sekali menantikan kolaborasi yang sangat menggemaskan ini. Sekarang ketika Bunda Hetty dan INDAHKUS Main ke Rumah Yura, satu lagu yang pas untuk kami bawakan adalah Bandung. Ini seperti mengikat persamaan di antara kami bertiga lewat lirik berbahasa Sunda, dan spirit mempertemukan sesama perempuan penyanyi dari lintas generasi,” ujar Yura Yunita.

​Bagi Hetty sendiri, yang telah lama berkiprah di industri musik Tanah Air dan telah menginspirasi banyak generasi di bawahnya, melihat Yura sebagai salah satu penyanyi muda yang memiliki karakter sangat menonjol dalam generasinya.

​“Dari suaranya saja sudah punya ciri khas yang langsung dikenali. Karya-karyanya juga selalu identik dengan lirik yang jujur, emosional, dan dekat dengan para pendengarnya. Sebagai senior, Bunda bangga melihat ada sosok penyanyi muda yang begitu bertalenta,” ujar Hetty Koes Endang.

​Untuk INDAHKUS sendiri, ia telah lama menikmati karya-karya Yura. Dari dulu, INDAHKUS selalu kagum dengan cara Yura menyampaikan emosi lewat lagu. Ia pun langsung merasa memiliki kedekatan sejak awal karena sama-sama memiliki akar Sunda.

​“Aku masih ingat dari zaman masih ngisi pensi pas aku sekolah bawain lagu teh Yura, dan kadang ketemu kalau kami latihan di salah satu studio band di Bandung, ternyata orangnya masih sehangat yang dulu. Teh Yura bikin semua proses kolaborasi terasa nyaman, jadi meskipun ini pertama kalinya kami berkarya bersama, rasanya enggak canggung sama sekali,” cerita INDAHKUS.

​Kolaborasi antara Yura, Hetty, dan INDAHKUS di Main ke Rumah Yura sendiri bak rumah yang mempertemukan banyak generasi dan keluarga. Dengan suasana hangat dan intim, ketiganya mampu menceritakan kisah mereka dan berbagi momen bersama.

​“Kami bertiga punya karakter suara yang berbeda. Bunda Hetty punya kehangatan yang khas, Teh Yura punya kelembutan, sementara aku datang dengan warna yang mungkin lebih manis. Jadi seperti permen asam-manis. Saat disatukan, ternyata bukan saling menutupi, tapi justru saling melengkapi. Lagu Bandung jadi punya rasa baru tanpa kehilangan jiwanya, Bandung pisan euy!” Tambah INDAHKUS.

​Sementara, bagi Hetty, kolaborasi lagu Bandung menjadi pengalaman yang sangat memorable. “Bunda bisa seru-seruan bersama generasi muda yang penuh semangat dan energi baru, membawakan lagu Bandung yang begitu indah. Bunda berharap kolaborasi ini bisa menjadi awal untuk semakin banyak kesempatan berkarya bersama para musisi muda Indonesia yang sama-sama bertalenta,” ungkap Hetty.

​Episode Main ke Rumah Yura bersama Hetty Koes Endang dan INDAHKUS yang membawakan lagu Bandung sudah bisa dinikmati di kanal YouTube Yura Yunita.

​Saksikan kehangatan dan sisi lain Yura bersama para musisi dalam serial Main ke Rumah di YouTube Yura Yunita. Serial ini juga akan menjadi perjalanan menuju perilisan album terbaru Yura tahun ini.

Penelusuran dengan Target 3 Juta Penonton di Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ Resmi Tayang, Film Tergila Anggy Umbara dengan Plot Twist Tak Terduga!

​Jakarta, 9 Juli 2026 – Kamera menyala. Target mereka hanya satu: menembus rekor 3 juta penonton siaran langsung di sebuah rumah sakit angker di Korea. Namun, ambisi besar kru "Para Pencari Hantu" untuk viral mendadak berubah menjadi mimpi buruk paling brutal ketika kegelapan dari Ruang 402 mulai mengambil alih. Kutukan yang tak pernah mereka bayangkan itu kini telah lepas, dan siap meneror secara nyata di layar lebar!

​Mulai hari ini, Kamis, 9 Juli 2026, mahakarya horor terbaru persembahan MD Pictures dan Umbara Brothers Films, yakni 402 Rumah Sakit Angker Korea, resmi menantang nyali para penonton di seluruh bioskop Indonesia.

Plot Twist yang Mematahkan Teori Penonton!

​Bagi yang merasa bisa menaklukkan kengerian film ini karena pernah menonton mahakarya aslinya, Gonjiam: Haunted Asylum, bersiaplah untuk menelan ludah. Sutradara Anggy Umbara menyiapkan sebuah jebakan lewat plot twist ekstrem yang membuat film ini berbeda drastis dari versi aslinya.

​Penggabungan elemen mistis dan ritual lokal jelangkung, dengan bumbu rahasia kelam antar karakter memberikan kejutan yang sama sekali tak tertebak. Penonton yang mengira sudah hafal letak jumpscare-nya dipastikan akan tetap menjerit ketika horor tersebut berevolusi menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan di luar nalar.

Karya Tergila Anggy Umbara

​Menghidupkan kembali kengerian dari film favoritnya sendiri membuat Anggy Umbara menggila dalam mengarahkan film ini. Demi menyajikan atmosfer mistis yang sangat otentik, ia turun tangan merancang rig kamera seberat 5 kilogram yang wajib dipanggul langsung oleh masing-masing aktor di lokasi terbengkalai.

​"Ini pertama kalinya saya syuting harus membuat rig kamera dulu untuk masing-masing pemain. Semua kami prepare sendiri karena saya yakin harus kasih effort extra untuk film ini. Hasilnya, bagi saya ini film Anggy Umbara terseram!" tegas Anggy, mengukuhkan proyek ini sebagai salah satu film tergilanya.

Banjir Reaksi Panik: "Tutup Telinga Sepanjang Film!"

​Klaim kengerian dan kejutan plot twist film ini terbukti sukses membuat para sineas, kritikus, dan influencer menahan napas pada malam Gala Premiere. Berikut adalah deretan kesaksian mereka yang berhasil selamat dari penelusuran maut ini. Kimo Stamboel (Sutradara) memberikan pujian, "film ini menurut gue salah satu karya Anggy Umbara yang terbaik, gue suka banget dan ini adalah sesuatu yang kalian harus nonton banget di bioskop."

​Sementara Alex Boboholokal (Kreator Konten) menambahkan, "selama nonton tutup telinga. Aku udah nonton aslinya yang Gonjiam, ternyata berbeda banget. Aku kira udah bakal tau spot yang bakalan jumpscare tapi tetap aja takut dan terkejut." Serta Dinda Kanya Dewi (Aktris) mengungkapkan jumpscare yang mencekam di film ini. "Banyak banget momen kamcagiya (kaget), banyak momen yang mengagetkan."

Amankan Tiketmu Sekarang atau Mati Penasaran!

​Segala kepanikan bermula dari kisah ambisius sebuah grup kreator konten misteri bernama Para Pencari Hantu, yang ingini memecahkan rekor tiga juta penonton dalam siaran langsung mereka. Kelompok ini nekat menembus dinginnya malam untuk mengeksplorasi Rumah Sakit Yong Won yang telah lama terbengkalai dan terkenal akan reputasi mautnya.

​Namun, ketika langkah mereka mulai menyentuh area terlarang di dalam Ruang 402, ambisi untuk viral itu seketika berubah menjadi mimpi buruk yang mematikan. Entitas gelap yang bersemayam di sana mulai memburu para anggota grup satu per satu, mengabadikan kengerian nyata di depan lensa kamera yang masih terus merekam.

​Ekspedisi mematikan ini dihidupkan dengan sangat meyakinkan oleh deretan aktor berbakat dan figur publik terkemuka yang terdiri dari Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Jang Hansol, dan Aylena Fusil, di mana kemampuan akting mereka berhasil membawa penonton seolah ikut berlari di dalam lorong gelap tersebut.

​Apakah mereka berhasil mencapai 3 juta penonton live stream? Rasakan penelusuran terseram dan plot twist tergila tahun ini di bioskop kesayanganmu sekarang juga!

TENTANG MD PICTURES

MD Pictures adalah salah satu rumah produksi film dan konten hiburan terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Manoj Punjabi. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen berbagai film box office, serial televisi, serta konten digital yang sukses menarik jutaan penonton di dalam maupun luar negeri.

​Sejak berdiri pada tahun 2002, MD Pictures telah memproduksi banyak film populer dari berbagai genre, mulai dari drama keluarga, komedi, hingga horor. Beberapa karya mereka bahkan mencetak rekor jumlah penonton di bioskop Indonesia dan menjadi bagian penting dari perkembangan industri perfilman nasional.

Konser Akbar Monas 2026 Kembali: Sebuah Perayaan Musik Klasik Terbuka untuk Rakyat Indonesia

Jakarta, 9 Juli 2026 – Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2019, 2022, dan 2023, Konser Akbar Monas kembali hadir pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 18.30 WIB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Gratis, tanpa registrasi, dan terbuka bagi seluruh masyarakat, konser ini menjadi konser musik klasik ruang terbuka terbesar di Indonesia.

​Diselenggarakan oleh Aula Simfonia Jakarta (ASJ), konser ini menghadirkan lebih dari 200 musisi dan penyanyi dari Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS). Repertoar tahun ini memadukan karya-karya agung musik klasik dunia dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan berskala internasional.

Pengalaman Musik Kelas Dunia, Terbuka untuk Semua

Di bawah langit Jakarta dan berlatar Monumen Nasional, masyarakat akan menikmati penampilan JSO dan JOS, yang akan menghadirkan pengalaman musik klasik bertaraf internasional. Repertoar tahun ini memadukan karya-karya agung komposer klasik dunia dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

​Sesuai dengan semangat inklusivitas yang telah menjadi ciri khas Konser Akbar Monas sejak awal, konser ini gratis, tidak dipungut biaya, dan tanpa registrasi. Masyarakat cukup datang dan menikmati pengalaman musik klasik kelas dunia di ruang publik milik bersama.

Dari Panggung Dunia Kembali ke Indonesia

Konser tahun ini hadir setelah perjalanan internasional Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Oratorio Society melalui rangkaian Grand Concert Tour: The Symphonic Voyage from Indonesia pada tahun 2025. Dalam rangkaian tur tersebut, para musisi Indonesia tampil di sejumlah gedung konser bergengsi dunia, termasuk Muza Kawasaki Symphony Hall di Jepang, Walt Disney Concert Hall di Los Angeles, Carnegie Hall di New York, Marian Anderson Hall di Philadelphia, dan The Music Center at Strathmore di Washington, D.C.

​Dari Carnegie Hall hingga Monas, JSO dan JOS telah membuktikan bahwa musisi Indonesia mampu tampil di panggung dunia. Kini, pengalaman musikal bertaraf internasional tersebut kembali dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia secara gratis melalui Konser Akbar Monas.

​"Kami telah menyaksikan sendiri bagaimana musik klasik mampu menyentuh hati penonton di berbagai belahan dunia, dari Tokyo hingga New York. Kini saatnya semangat yang sama kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia, di panggung terbuka yang menjadi milik kita semua, di kaki Monas."

​— Bapak Stephen Tong

Pendiri dan Konduktor Aula Simfonia Jakarta, Jakarta Simfonia Orchestra, dan Jakarta Oratorio Society.

Melanjutkan Antusias Publik yang Terus Bertumbuh

​Sejak pertama kali digelar pada tahun 2019 sebagai konser musik klasik ruang terbuka pertama di Indonesia, Konser Akbar Monas telah mendapat sambutan luas dari masyarakat. ​Konser perdana mencatat tonggak penting sebagai konser musik klasik ruang terbuka pertama di Indonesia dan berhasil menyatukan puluhan ribu penonton dari berbagai lapisan masyarakat.

​Antusiasme tersebut terus bertumbuh pada penyelenggaraan tahun 2022 dan 2023. Hingga kini, tiga edisi Konser Akbar Monas telah menarik lebih dari 80.000 pengunjung dan menghadirkan lebih dari 200 musisi serta penyanyi dari berbagai daerah di Indonesia.

​Konser Akbar Monas 2026 hadir untuk melanjutkan tradisi tersebut sebagai sebuah gerakan budaya yang mempersatukan masyarakat, menginspirasi generasi baru, dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan musik klasik di Indonesia.

Ramah Keluarga, Terbuka untuk Semua Usia

​Dipilihnya Monumen Nasional sebagai lokasi konser mencerminkan semangat persatuan dan identitas bangsa. ​Di ruang publik yang menjadi milik bersama ini, Konser Akbar Monas 2026 dirancang sebagai acara yang ramah keluarga dan dapat dinikmati oleh semua kalangan usia. ​Pengunjung dapat menikmati pertunjukan dari 7.000 kursi yang tersedia maupun dari berbagai area di kawasan Monas dengan membawa tikar sendiri. Tidak ada batasan usia, tidak ada tiket khusus, dan tidak ada sekat.

​Sebagaimana konser musik klasik ruang terbuka di berbagai negara yang dinikmati puluhan hingga ratusan ribu orang, Konser Akbar Monas menghadirkan pengalaman serupa di Indonesia melalui pertunjukan musik klasik bertaraf internasional yang gratis dan terbuka untuk semua.

​Lebih dari sekadar konser, Konser Akbar Monas merupakan perayaan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang melalui keindahan musik klasik. Inilah semangat yang terus dibangun sejak penyelenggaraan pertamanya pada tahun 2019.

​Tentang Konser Akbar Monas

Konser Akbar Monas adalah konser musik klasik terbuka dan gratis yang digagas oleh Bapak Stephen Tong dan diselenggarakan oleh Aula Simfonia Jakarta (ASJ), Jakarta Simfonia Orchestra (JSO), dan Jakarta Oratorio Society (JOS). Sejak pertama kali digelar pada tahun 2019, konser ini menjadi salah satu agenda budaya yang menghadirkan musik klasik berkualitas bagi masyarakat luas.

Tentang Aula Simfonia Jakarta (ASJ)

Aula Simfonia Jakarta merupakan gedung konser klasik pertama di Indonesia dengan akustik bertaraf internasional, yang didesain oleh Bapak Stephen Tong. Sejak dibuka pada tahun 2009, ASJ secara konsisten menyelenggarakan konser setiap bulan, mulai dari konser simfoni dan oratorio hingga rangkaian Family Concert, sebuah seri konser yang dirancang agar musik klasik lebih mudah dinikmati oleh keluarga dan anak-anak.

​Tentang Jakarta Simfonia Orchestra (JSO)

Jakarta Simfonia Orchestra adalah orkestra profesional yang berbasis di Aula Simfonia Jakarta dan didirikan oleh Bapak Stephen Tong. Sejak tahun 2009, JSO secara rutin menggelar konser di Aula Simfonia Jakarta dan tampil di berbagai panggung internasional, termasuk Carnegie Hall, Walt Disney Concert Hall, dan The Music Center at Strathmore.

Tentang Jakarta Oratorio Society (JOS)

Jakarta Oratorio Society (JOS) adalah paduan suara yang didirikan oleh Bapak Stephen Tong pada tahun 1986, beranggotakan penyanyi dari berbagai daerah di Indonesia. Bersama Jakarta Simfonia Orchestra, JOS secara konsisten menampilkan konser oratorio dan musik klasik di Indonesia maupun mancanegara.

Rabu, 08 Juli 2026

Sukses Cetak Hattrick Blockbuster! Baim Wong Siap Syuting Film Keempat Berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Dibintangi Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Davina Karamoy, Sarah Sechan hingga Lukman Sardi

Film Adopsi Lebaran segera melakukan proses syuting

Jakarta, 8 Juli 2026 – Setelah sukses mencetak hattrick blockbuster, Tiger Wong Entertainment dan Baim Wong kini tengah bersiap untuk memulai syuting film terbaru berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Film keempat yang disutradarai Baim Wong ini dibintangi oleh jajaran bintang.

​Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Sarah Sechan, Lukman Sardi, Alex Abbad, Dhawiya Zaida, Davina Karamoy, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, Gita Bhebhita, Aming, Ria SW, Indra Birowo, Pak Muh, Erick Estrada, Ririn Dwi Ariyanti, Hans de Kraker, dan Erma Fatima. Film ini disutradarai dan diproduseri oleh Baim Wong, dengan naskah ditulis oleh Cassandra Massardi.

​"Setelah genre horor dan drama keluarga, kali ini saya bersama Tiger Wong Entertainment akan mengeksplorasi genre drama komedi lewat film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Kami di Tiger Wong Entertainment bersama jajaran kru terbaik perfilman Indonesia dan pemeran terbaik Indonesia akan selalu membuat film bagus," ujar produser dan sutradara film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki Baim Wong.

​Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki adalah drama komedi yang akan mengikuti kisah seorang perempuan introvert, yang selama ini selalu mementingkan keinginan orang lain dan mengikuti apa yang sudah direncanakan untuk dirinya.

​Suatu ketika, di saat yang tidak terduga, ia mendapat kesempatan untuk memiliki identitas baru, saat ia mengetahui dirinya ternyata adalah anak adopsi hail penculikan.

​Dibesarkan di keluarga muslim Pekalongan, ia mengalami culture shock saat kembali ke keluarga kandungnya di Manado. Dalam waktu dua minggu, ia harus menentukan yang mana jati diri sebenarnya. Sesuai lingkungan yang membesarkannya atau mengikuti takdir yang diturunkan melalui darahnya.

​Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki menggabungkan jajaran ansambel yang unik dan kuat. Dibintangi jajaran pemeran utama dan pendukung yang kuat secara kedalaman drama dan lapisan komedi, serta diperkuat oleh ansambel yang akan membuat film ini terasa fresh.

​Film ini juga menjadi kolaborasi perdana Prilly Latuconsina bersama Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment. Bagi Prilly, film ini memberikannya tantangan baru untuk menampilkan lapisan karakter yang berbeda dan unik.

​"Di film ini aku memerankan karakter Rizki, seorang people pleaser yang sulit menolak permintaan orang lain. Untuk pertama kalinya, di film ini aku akan menjadi guru ngaji. Tunggu perubahan yang berbeda dari aku," ujar Prilly Latuconsina.

​Sementara itu, bagi Fadil Jaidi, Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan menjadi film ketiganya, dan untuk pertama kalinya ia akan menjadi bagian dari pemeran utama.

​"Ini kesempatan yang besar banget yang diberikan Baim dan Tiger Wong Entertainment untuk aku. Aku bermain bersama jajaran pemeran yang keren dan hebat banget, dan aku kalau biasanya aku bercanda di medsos, di sini justru aku harus serius," ujar Fadil Jaidi.

​Tiger Wong Entertainment bersama Baim Wong sebelumnya secara tiga kali beruntun telah mencetak blockbuster lewat film Lembayung (2024), Sukma (2025), dan Semua Akan Baik-Baik Saja (2026). Film debut Tiger Wong Entertainment, Berbalas Kejam (2023) telah mencetak berbagai penghargaan.

​Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki akan mengambil lokasi syuting di berbagai daerah di Indonesia, termasuk salah satunya di Sulawesi Selatan.

​Ikuti terus perkembangan informasi film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki melalui akun resmi Instagram @tigerwongentertainment.

Tentang Tiger Wong Entertainment

Didirikan pada tahun 2020 oleh Baim Wong, Tiger Wong Entertainment berkembang dengan visi dan misi yang kuat untuk memberikan dampak besar dalam industri hiburan Indonesia.

​Perusahaan ini berkembang dengan memproduksi berbagai acara TV populer. Beberapa di antaranya adalah Keluarga Bosque (Trans TV), Indonesia Giveaway (Trans 7), Rumah Teka-Teki (GTV), Bagi-bagi Angpau Asli Indonesia (RCTI), Cek Order Dadakan (RCTI), Panji Petualang 911 (SCTV), Rezeki Dadakan (NET TV), Bus Jutawan (RCTI), dan Tiba-Tiba Kuis (SCTV).

​Selain acara televisi, Tiger Wong Entertainment juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia hiburan dengan sukses merilis berbagai judul Film, seperti Berbalas Kejam (2023), Lembayung (2024), dan SUKMA (2025) yang telah disaksikan oleh jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Official Poster dan Trailer FILM KETOK MEJIK Resmi Dirilis, Ben, Made dan Saged Siap Mengajak Penonton Menebak Apa yang Sebenarnya Terjadi

​ Drama komedi terbaru dari HAHA Production memperlihatkan perjalanan tiga sahabat, namun masih menyimpan banyak kejutan dan pertanyaan. ​ ...