Kamis, 12 Februari 2026

"Masih Sempatkah Mengucap Maaf?" Momen Isak Tangis Warnai Gala Premiere Titip Bunda di Surga-Mu


Jakarta, 12 Februari 2026 - RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures telah menggelar Gala Premiere dan Press Conference film Titip Bunda di Surga-Mu pada 12 Februari 2025 di CGV Grand Indonesia. Acara ini menjadi momen perdana film drama keluarga tersebut dipertontonkan kepada publik, sekaligus menandai sambutan hangat yang penuh emosi dari para penonton.

Gala premiere ini dihadiri oleh produser Dono Indarto, sutradara Hanny R. Saputra, serta jajaran pemain film Titip Bunda di Surga-Mu, antara lain Kevin Julio, Abun Sungkar, Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, dan Zora Vidyanata, yang juga bertindak sebagai penulis skenario.

Seusai pemutaran film, suasana haru menyelimuti studio. Banyak penonton tampak menitikkan air mata, terlarut dalam kisah keluarga yang disajikan dengan jujur dan dekat dengan realitas kehidupan. Cerita tentang hubungan orang tua dan anak, penyesalan, serta cinta yang kerap terlambat diungkapkan, berhasil menyentuh emosi penonton. Akting Meriam Bellina sebagai Ibu Mozza pun menuai apresiasi besar karena dinilai mampu menghadirkan sosok ibu yang hangat, kuat, dan mengharukan.

Berbicara tentang perannya, Meriam Bellina mengungkapkan makna mendalam dari karakter yang ia perankan. "Peran Ibu Mozza ini sangat penting bagi saya. Dari film ini kita belajar banyak, bukan cuma bagi anak untuk lebih menghargai rasa sayang orang tua, namun juga bagi orang tua untuk semakin berusaha mengerti anak-anaknya, tak hanya mengerti juga saling memaafkan dan menerima," ujar Meriam.

Kehangatan juga terasa dari kebersamaan para pemain yang terbangun selama proses syuting. Kevin Julio membagikan pengalamannya tentang dinamika di balik layar. "Walaupun di film ini keluarga kita banyak berantem, justru itu yang bikin kita di set terasa seperti keluarga beneran. Sampai sekarang kalau ketemu masih sering bercanda, saling usil, dan rasanya sudah dekat banget," ungkap Kevin.

Antusiasme dan respons emosional penonton di gala premiere ini menegaskan Titip Bunda di Surga-Mu sebagai film keluarga yang relevan dan menyentuh, khususnya untuk ditonton bersama orang-orang terdekat menjelang bulan puasa dan Lebaran.


Turut meramaikan gala premiere, pengisi OST Nabila Maharani juga membawakan lagu "Titip Bunda di Surga-Mu" untuk para penonton yang menghadiri malam penuh emosi ini. Tak hanya itu, beberapa ibu terpilih yang menghadiri gala premiere juga diberikan mawar putih sebagai bentuk apresiasi dan simbol rasa cinta kepada sosok ibu.

Titip Bunda di Surga-Mu mengisahkan tentang Ibu Mozza (Meriam Bellina), seorang ibu yang menjadi pilar kekuatan bagi anak-anaknya di tengah badai konflik yang menguji keutuhan keluarga. Di balik senyum hangat dan ketegarannya, tersimpan luka yang tak pernah ia keluhkan, sementara anak-anaknya terjebak dalam ego dan kesibukan masing-masing.

Ketika sebuah rahasia besar terungkap dan waktu perlahan mulai habis, penyesalan mulai merayap. Akankah cinta dan maaf sempat terucap sebelum jarak abadi memisahkan mereka? Ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana kita sering kali lupa bahwa orang tua tidak selamanya ada, dan betapa berharganya setiap detik yang masih tersisa.


Membawa Kehangatan Keluarga ke Sekolah

Dalam rangkaian kegiatan promotional, film Titip Bunda di Surga-Mu juga telah mengunjungi SMA Negeri 75 Jakarta pada 11 Februari 2026 dalam program "Up Close & Personal". Acara ini membawa Natalie Zen, Chiki Fawzi, dan Abun Sungkar untuk bertemu langsung dengan para murid dalam sesi talkshow dan meet & greet.

Tak hanya itu, hadir juga games seru serta kompetisi bernyanyi lagu OST "Titip Bunda di Surga-Mu" dengan banyak hadiah menarik yang diberikan kepada siswa-siswi beruntung.

Nonton dan Saksikan "Impact"nya Duluan di Special Screening!

Bagi penonton yang penasaran, Titip Bunda di Surga-Mu akan mengadakan special screening di tujuh kota besar di Indonesia sebelum penayangan resminya di bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026.


Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan aktivitas film Titip Bunda di Surga-Mu dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @titipbundadisurgamu dan @rrk.picture.

"Selamat Datang di Dunia Na Willa", Visinema Studios Luncurkan Official Trailer & Poster, Hadirkan Perayaan Terbesar untuk Keluarga di Lebaran 2026

Kisah ajaib terbaru dari kreator film JUMBO yang mengajak semua orang kembali melihat dunia dengan penuh keajaiban.

Jakarta, 12 Februari 2026 - Menyambut Lebaran 2026, Visinema Studios resmi merilis official trailer dan poster film Na Willa, sebuah film live action keluarga yang mengajak penonton kembali melihat dunia dari sudut pandang anak-anak dengan rasa ingin tahu yang jujur, imajinasi yang hidup, dan keajaiban yang lahir dari hal-hal sederhana.

Lebaran menjadi momen pulang, berkumpul, dan merayakan keluarga. Tahun ini, Visinema Studios menghadirkan Na Willa sebagai sebuah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran. Sebuah ajakan untuk #JadiAnakAnak kembali, melepaskan sejenak peran orang dewasa, dan mengingat bagaimana dunia pernah terasa begitu besar, penuh warna, dan penuh keajaiban.

Lahir dari kreator film JUMBO yang sukses menyentuh hati jutaan penonton Indonesia, Na Willa menjadi debut film live action dari Ryan Adriandhy, sekaligus kolaborasi kreatif dengan penulis Reda Gaudiamo, yang novelnya menjadi dasar cerita film ini. Dengan pendekatan storytelling yang khas dan penuh empati, Na Willa menghadirkan perspektif anak yang jarang diangkat dalam sinema keluarga Indonesia.

Official poster Na Willa memperlihatkan dunia imajinasi yang lahir dari mata seorang anak perempuan yang hidup di Indonesia era 1960-an. Sementara itu, official trailer mengajak penonton masuk ke pengalaman menjadi anak-anak kembali, saat ketidaktahuan bukan kelemahan, melainkan pintu menuju petualangan.

Diproduseri oleh Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, serta diproduseri eksekutif oleh Herry B. Salim, Na Willa menegaskan komitmen Visinema Studios dalam menghadirkan produksi film keluarga bernilai tinggi, baik dari sisi cerita, visual, maupun pengalaman menonton lintas generasi.

"Na Willa merupakan bentuk komitmen Visinema Studios yang mengajak kita mengingat kembali bagaimana rasanya menjadi anak-anak. Ajakan untuk masuk dan merasakan sebuah dunia yang dibangun dengan imajinasi, kejujuran, dan keberanian anak-anak," ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.


"Untuk penonton dewasa, film ini seperti perjalanan menelusuri memori masa kecil, tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang hal-hal sederhana yang dulu terasa begitu berarti. Sementara untuk anak-anak, ini adalah ruang untuk bermain, berimajinasi, bernyanyi, dan merayakan rasa ingin tahu mereka."

Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa Na Willa dirancang sebagai tontonan yang aman dan hangat untuk semua kalangan.

"Na Willa adalah film yang paling aman untuk semua orang, untuk anak-anak, untuk keluarga, dan juga untuk siapa pun yang ingin kembali merasakan hangatnya keluarga dan masa kanak-kanak," tambah Anggia.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Ryan Adriandhy, film ini menghadirkan dunia anak tanpa menggurui.

"Sebagai orang dewasa, kita sering lupa bagaimana dulu kita memandang dunia," ujar Ryan

"Lewat Na Willa, saya ingin mengajak penonton melihat dunia dari mata anak-anak, mata yang jujur, penuh rasa penasaran, dan selalu menemukan keajaiban dari apa pun yang dihadirkan dunia."

Kolaborasi dengan penulis Reda Gaudiamo menjadi fondasi penting dalam membangun semesta cerita Na Willa yang hangat dan reflektif.

"Sejak awal, Na Willa selalu berbicara tentang keluarga dan proses saling belajar. Bukan hanya anak yang belajar memahami dunia, tapi juga orang tua yang belajar memahami cara berpikir anak-anak. Film ini menghadirkan nilai tentang tanggung jawab, rasa hormat, dan menerima perbedaan dengan cara yang lembut dan membumi," ungkap Reda.

Official Trailer Na Willa menghadirkan potongan masa kecil yang begitu dekat dengan keseharian: memanggil teman dari balik pagar, berlari di lapangan sambil menerbangkan layangan, hingga meneguk minuman orange cruz yang "nyekrusss" di siang hari. Warna-warna yang ceria, tawa lepas, serta kebebasan berimajinasi menjadi napas utama film ini, mengingatkan bahwa kebahagiaan lahir dari hal-hal yang sederhana.

Seperti karya Visinema Studios lainnya, musik kembali menjadi bagian penting dari film. Original soundtrack berjudul "Sikilku Iso Muni" yang diciptakan Laleilmanino hadir sebagai lagu yang tidak hanya nyaman didengar, tetapi juga dinyanyikan dan dirasakan bersama.

Film ini memperkenalkan Luisa Adreena sebagai Na Willa, bersama jajaran pemeran anak berbakat lainnya: Freya Mikhayla (Farida), Azamy Syauqi (Dul), dan Arsenio Rafisqy (Bud). Deretan pemeran dewasa seperti Junior Liem, Irma Rihi, Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia, hingga Ratna Riantiarno turut memperkaya cerita.

Bagi Luisa Adreena, Na Willa adalah pengalaman yang penuh kehangatan. "Di film ini aku banyak bermain dan berimajinasi. Mak sama Pak selalu ngajarin dengan sabar. Rasanya kayak main, tapi juga belajar." cerita Luisa Adreena.

Dalam kesempatan yang sama, Visinema Studios juga mengumumkan bahwa film Na Willa akan menjadi pembuka dari Na Willa Universe, sebuah semesta cerita yang akan tumbuh dan menemani keluarga dan masyarakat Indonesia
.

Na Willa akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada Lebaran 2026, sebagai sebuah perayaan hangat untuk semua orang, sebuah ajakan untuk pulang, berkumpul, dan kembali #JadiAnakAnak.

***

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama, Keluarga
Sutradara : Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya, dan Ratna Riantiarno.

Rabu, 11 Februari 2026

Teaser Trailer dan Poster Warung Pocong Dirilis, Tiga Komika Siap Buka Warung di Bioskop 9 April!


Jakarta, 11 Februari 2026 – Rumah produksi Entelekey Media Indonesia dan Tiger Pictures resmi merilis teaser trailer dan teaser poster untuk film komedi-horor terbaru berjudul Warung Pocong, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 April 2026.
Disutradarai oleh Bendolt, Warung Pocong mengikuti kisah tiga pemuda Jakarta, Kartono, Agus, dan Makmur, yang tergiur lowongan kerja dengan gaji besar di sebuah warung misterius di sebuah desa terpencil. Apa yang awalnya tampak sebagai peluang emas, perlahan berubah menjadi mimpi buruk penuh teror.

Teaser berdurasi singkat ini memperkenalkan Warung Sari, sebuah warung sederhana di desa terpencil, yang menjadi latar utama cerita. Tiga karakter utama terlihat memasuki warung tersebut, disambut suasana normal penuh aktivitas jual beli. Namun suasana segera berubah saat terdengar kalimat misterius, “Kalau kalian bekerja dengan baik, kalian akan menerima gaji sesuai dengan yang dijanjikan.” Sekilas terdengar wajar, tapi dalam konteks cerita, kalimat ini justru menyiratkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Teaser juga memperlihatkan bagaimana Warung Pocong tak ragu mencampur komedi dan horor dalam satu nafas. Di salah satu adegan, Agus panik melihat pocong, yang ternyata cuma Kartono. Tapi sebelum bisa tertawa lega, penonton sudah dibawa ke suasana mencekam dimana tiga karakter utama berlari di tengah hutan, seolah sedang diburu oleh sesuatu yang tak kasat mata.

“Waktu bikin film ini, saya kepikiran soal gimana banyak orang rela ambil risiko demi kehidupan yang lebih baik. Tapi kadang, apa yang kelihatan jadi ‘peluang emas’ justru bisa jadi jebakan. Lewat Warung Pocong, saya pengen bercerita tentang itu, semuanya kami kemas dengan cara yang tetap menghibur, nggak melulu serius.” tutur Bendolt selaku sutradara.

Film Warung Pocong dibintangi oleh deretan nama besar seperti Fajar Nugra, Sadana Agung, Randhika Djamil, Arla Ailani, Shareefa Daanish, Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan Whani Dharmawan.

Pas baca naskahnya, saya langsung mikir, ‘wah, ini cerita orang-orang yang nekat karena kepepet’, real banget. Karakter saya tuh kayak banyak orang di luar sana, asal ada duit gede, langsung sikat gak pake mikir.” ujar Fajar Nugra.

Bersamaan dengan teaser trailer, teaser poster Warung Pocong juga dirilis. Poster ini menampilkan perpaduan suasana misterius sekaligus sentuhan humor yang menjadi ciri khas film sekaligus mengundang rasa penasaran.

Film Warung Pocong dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 9 April 2026. 

Film ini siap menjadi pilihan menarik bagi penonton yang menyukai film horor sekaligus menginginkan hiburan penuh tawa.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai film Warung Pocong, ikuti perkembangan terbaru di akun media sosial resmi @filmwarungpocong dan @entelekeymediaid.

***

SINOPSIS
Tiga pemuda Jakarta: Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur (Randhika Djamil), terjebak dalam masalah keuangan masing-masing, mulai dari utang, penipuan, hingga investasi bodong. Ketika seorang pria tua bernama Kusno (Whani Darmawan) menawarkan mereka kerja sebagai penjaga warung dengan gaji fantastis 50 juta per bulan, mereka pun menerimanya dan langsung dibawa ke desa terpencil bernama Lali Jiwo. Namun keanehan mulai terjadi saat mereka mengalami teror gaib dari sosok pocong.

SIDANG ADAT TORAYA JADI RUANG PEMULIHAN ATAS POLEMIK CANDAAN STAND-UP COMEDY PANDJI PRAGIWAKSONO

Berikut namanya dari kiri-ke-kanan:
Daud Pangarungan, Sekretaris Tongkonan Kada
Haris Azhar, Kuasa Hukum Pandji Pragiwaksono
Saba’ Sombolinggi, Hakim Adat
Pandji Pragiwaksono, Komika
YS Tandirerung, Ketua Masyarakat Adat Ulusalu
Romba Marannu Sombolinggi, Ketua Pengurus Harian Daerah Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Toraya
Lewaran Rante’labi, Ketua Masyarakat Adat Sa’dan
Sam Barumbun, Ketua Tongkonan Kad

TORAJA, 11 Februari 2026 — Komika Pandji Pragiwaksono menjalani persidangan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Persidangan adat (Ma’Buak Burun Mangkali Oto’) yang dihadiri oleh perwakilan 32 wilayah adat di Toraya ini difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) sebagai bagian dari upaya komunikasi serta penyelesaian persoalan secara adat.

Persidangan adat ini digelar sebagai respons atas candaan Pandji dalam pertunjukan Messakke Bangsaku (2013) yang menyinggung tradisi kematian (Rambu Solo’) di Toraya. Candaan tersebut —yang beredar luas di berbagai platform media sosial— dinilai telah melukai perasaan Masyarakat Adat Toraya karena menyinggung budaya, martabat, dan keyakinan kolektif yang dijaga lintas generasi selama berabad-abad.

Dalam persidangan adat tersebut, Pandji menyampaikan pengakuan dan mendengarkan pandangan para perwakilan dari 32 wilayah adat sebagai bagian dari proses pemulihan. 

“Saya merasa sangat terhormat menjadi bagian dari prosesi pemulihan keharmonisan yang begitu indah dan luhur,” ujar Pandji. Pendiri komunitas Stand Up Indo itu menyebut persidangan adat yang dijalaninya di Toraja sebagai sebuah “proses yang adil dan demokratis.”


“Saya mendengar dan menerima pernyataan para perwakilan wilayah adat. Saya mengerti, dan semoga ini membantu saya menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Pandji, seraya berharap bisa diterima untuk kembali ke Toraja.

Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Toraya, Romba Marannu Sombolinggi, menegaskan bahwa proses ini tidak semata ditujukan kepada Pandji sebagai individu. Menurut dia, polemik yang berkembang setelah potongan pertunjukan tersebut beredar luas juga memunculkan berbagai respons yang tidak seluruhnya proporsional.

“Dalam proses ini, bukan hanya Pandji yang menyampaikan permohonan maaf. Kami sebagai Masyarakat Adat Toraya juga turut melakukan permintaan maaf atas berbagai hal yang tidak seharusnya terjadi dalam dinamika kemarin, termasuk ucapan atau sikap yang menyinggung,” katanya.

Adapun para hakim adat dalam persidangan ini –Saba’ Sombolinggi, Eric Crystal Ranteallo, Yusuf Sura’ Tandirerung, Maksi Balalembang, Lewaran Rantela’bi, Nura Massora Salusu, dan Romba Marannu Sombolinggi– menilai bahwa persoalan ini berakar pada ketidaktahuan Pandji.

Perkara ini, dalam penilaian para hakim adat, perlu diselesaikan lewat penghakiman sepihak; melainkan melalui musyawarah terbuka yang melibatkan komunitas Masyarakat Adat di Toraya. Karena itu, kehadiran perwakilan dari 32 wilayah adat dipandang penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan inklusif dan mencerminkan suara komunitas.


Sekretaris Tongkonan Kada, Daud Pangarungan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pandji di Toraya untuk menyelesaikan persoalan secara adat. Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme penyelesaian konflik dalam hukum adat Toraya yang berorientasi pada pemulihan, bukan penghukuman. “Hukum adat Toraya bicara tentang pemulihan. Yang diterapkan bukan denda, melainkan alat pemulihan,” kata Daud.

Dalam persidangan tersebut, Pandji dikenakan tanggung jawab pemulihan, berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam. Ketentuan itu akan dilanjutkan dengan pelaksanaan ritual adat pada Rabu (11/2/2026). Menurut Daud, tanggung jawab pemulihan tersebut dimaksudkan untuk memulihkan kembali relasi manusia dengan sesama manusia, alam, leluhur, dan Sang Pencipta—agar kehidupan kembali selaras dan membawa kebaikan bagi semua.

Kuasa hukum Pandji, Haris Azhar, menilai proses penyelesaian lewat mekanisme hukum adat yang dijalani Pandji sebagai sesuatu nan autentik dan bernilai pembelajaran. Ia mengaku terkesan lewat pertemuan antara seorang pelaku budaya populer (komika) dengan perwakilan 32 wilayah adat sebagai peristiwa penting.

“Ini menunjukkan kekuatan Masyarakat Adat dalam menyelesaikan masalahnya sendiri, yang difasilitasi oleh AMAN. Proses seperti ini bisa menjadi rujukan di tempat lain ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan serupa,” ujar Haris.


Persidangan adat ini perlu ditempatkan dalam kerangka restorative justice, yakni keadilan yang berorientasi pada pemulihan, bukan pembalasan. 

Melalui mekanisme adat, Masyarakat Adat Toraya menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dapat dilakukan secara bermartabat dan dialogis, dengan tujuan memulihkan relasi —tidak hanya antarmanusia, tetapi juga hubungan dengan alam, leluhur, dan Sang Pencipta— sebagai fondasi kehidupan bersama.

Selasa, 10 Februari 2026

Film "Setan Alas!" Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda Lewat Satire dan Meta-Horor


Jakarta, [10/02/2026] - Film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) segera meramaikan bioskop-bioskop di tanah air. Gala Premiere (Penayangan Perdana) Film besutan sutradara muda Yusron Fuadi ini akan digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa (10/02/2026).

Melalui film ini, Yusron yang telah menyutradarai film Tengkorak (2018), Darah Nyai (2025), dan Keadilan (2025) menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda. melalui pendekatan horor-satire dan meta-horor-sebuah gaya bercerita yang jarang dieksplorasi dalam perfilman horor arus utama.

"Setan Alas! tidak hanya sebuah cerita film yang menakut-nakuti penonton, tetapi juga mengajak mereka tertawa, berpikir, dan melihat horor dari sudut pandang yang berbeda," ujar Yusron kepada media.

Film Horor dengan Pendekatan Inovatif

Diproduksi pada tahun 2022 dan rampung pada 2023, Setan Alas! (The Draft!) dinilai oleh banyak kritikus internasional sebagai film yang membawa warna segar dalam genre horor. Alih-alih memunculkan jumpscare, film ini mengajak penonton untuk secara sadar mempertanyakan cara mereka memandang horor dan rasa takut itu sendiri.

Dengan memadukan ketegangan, humor gelap, dan refleksi sosial, film ini menampilkan teror bukan semata-mata sebagai kehadiran sosok gaib, melainkan sebagai hasil dari cara manusia membangun dan memaknai ketakutan. Kesadaran bahwa penonton sedang menyaksikan sebuah film horor justru melahirkan pengalaman sinematik yang kritis, segar, dan tidak terduga.

Tentang Film Setan Alas! (The Draft!)

Film ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan, Situasi berubah mencekam ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius. Ketegangan berkembang melalui rasa takut, prasangka, serta cara manusia membangun teror itu sendiri.

Film berdurasi 84 menit ini dibintangi oleh Adhin Abdul Hakim, Anastasia Herzigova, Haydar Salishz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm.), serta menampilkan Hanung Bramantyo dalam peran yang tak terduga.

Prestasi dan Apresiasi Internasional 

Film Setan Alas! (The Draft!) pertama kali diputar di hadapan publik dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards pada Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023, dan berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus: Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing.

Kritikus film Hikmat Darmawan turut memuji film ini sebagai horor Indonesia yang segar dan penuh kejutan.

Sedangkan, sejumlah media internasional memberikan apresiasi terhadap film ini, di antaranya:

"Setan Alas! adalah film horor yang sudah kamu ketahui akan seperti apa pakemnya, tapi ternyata tidak seperti yang kamu pikirkan."

Element of Madness

"Lucu, dengan skrip yang menjadi salah satu yang paling brilian dalam perfilman Indonesia. Pengalaman menontonnya terasa seperti wahana roller coaster yang tak pernah bisa ditebak arahnya."

Morbidly Beautiful

"Semuanya terasa familiar, bahkan kamu bisa menebak karakter dan alurnya dengan mudah. Namun justru di situlah kejeniusannya-film ini mempermainkan penonton di level yang berbeda."

- Nightmare on Film Street Podcast

Di tingkat internasional, Setan Alas! (The Draft!) melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, dan memperoleh respons positif dari penonton. Pada tahun yang sama, film ini juga diputar di London (2 November 2024) dan Toronto, Kanada (16 November 2024)-menandai pencapaian penting bagi film produksi institusi pendidikan Indonesia di panggung global.

Mendapat Dukungan dari Wapres Gibran

Melihat inovasi dan kesegaran yang dibawa oleh film karya anak negeri ini, film Setan Alas! (The Draft!) akan diputar serentak di bioskop-bioskop tanah air mulai 5 Maret mendatang.

"Pemutaran film ini di bioskop-bioskop di tanah air mendapat dukungan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka", jelas Agus Maryono, perwakilan dari Sekolah Vokasi UGM usai bertemu dengan wapres di Istana Wakil Presiden, Jumat (6/2/2026)

Dalam pertemuan tersebut, film yang diproduksi bersama oleh Sekolah Vokasi UGM dan Akasacara Film ini diperkenalkan sebagai film dengan manajemen gotong royong, tanpa memerlukan dana besar, namun kualitasnya sangat baik.

Wapres Gibran pun menyambut positif dan mendukung inovasi film karya anak negeri yang telah berhasil meraih sejumlah penghargaan di dalam maupun di luar negeri ini. Menurutnya, karya kreatif dari kampus harus didukung untuk membangun industri kreatif nasional yang inklusif dan berdaya saing.

"Model produksi kreatif yang lahir dari lingkungan pendidikan vokasi penting untuk mendorong munculnya talenta-talenta muda kita yang siap terjun ke industri", kata Wapres Gibran.


Dalam acara gala Premiere Setan Alas! (The Draft) nanti akan dihadiri oleh tim kreatif, undangan media, serta komunitas film. Film ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi baru mengenai eksplorasi genre horor di Indonesia.

A Little White Lie: Reuni SD di Hotel Mewah Berujung Skandal Viral, Rebranding, dan Rahasia Surat yang Mengubah Segalanya


Jakarta, 10 Februari 2026 - Series A Little White Lie menghadirkan drama persahabatan, romansa, dan rahasia masa lalu yang berlapis, berpusat pada Ocha (23), gadis yang dikenal sebagai salah satu murid paling pintar di angkatannya. Namun, tepat saat hidupnya goyah karena baru saja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Ocha harus menghadiri acara reuni SD yang digelar di Hotel Gala, hotel milik Adit (25), kakak kelasnya.

Kehadiran Ocha di acara ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan juga untuk menantang rasa minder ketika ia harus kembali bertemu teman-teman lama yang kini terlihat sudah mapan dan sukses dengan versi hidup mereka masing-masing.

Di reuni itu, Ocha bertemu Kian (25) dan Quinn (23), pasangan suami istri muda yang tampak sempurna di mata orang lain. Ada pula Jeannette (23), model sekaligus influencer yang selalu tampil percaya diri, Harlan (23) yang dikenal berasal dari keluarga kaya, Shira (23) akuntan yang dulunya sahabat sebangku Ocha, dan sosok yang sejak lama istimewa di hati Ocha: Bintang (23), pemilik start-up branding consultant.

Keinginan untuk bertemu Bintang membuat Ocha menepis rasa rendah diri dan tetap hadir. Dalam benaknya, ada satu tujuan yang ingin ia tuntaskan: mengucapkan terima kasih kepada "penulis surat-surat rahasia" yang dulu menjadi pegangan Ocha dalam melewati masa paling gelap hidupnya.

Surat-surat itu memiliki arti besar bagi Ocha sejak ia kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan tragis pada malam pensi perpisahan SD malam yang juga bertepatan dengan ulang tahun Ocha yang ke-12. Surat-surat tersebut menjadi semacam penghiburan, penopang, sekaligus alasan Ocha percaya bahwa selalu ada seseorang yang memahami dirinya.

Namun, reuni yang semula penuh nostalgia justru berubah kacau ketika terjadi demonstrasi di Hotel Gala yang berujung kericuhan. Di tengah situasi itu, nama Adit ikut terseret dan mendadak viral setelah muncul tuduhan bahwa ia adalah pengambil lahan rakyat kecil. Krisis citra pun semakin menekan ketika Ben (50), ayah Adit, mengancamakan akan mengambil alih Hotel Gala dari tangan Adit bila ia tak mampu memperbaiki reputasi hotel dan dirinya.

Terjepit oleh tekanan keluarga dan badai opini publik, Adit meminta bantuan Bintang untuk melakukan rebranding image terhadap dirinya dan Hotel Gala. Bintang menyanggupi, lalu mengajak Ocha bergabung di kantornya. Ocha yang memang sedang butuh pekerjaan menerima tawaran tersebut, tetapi ia tak ingin siapa pun mengetahui kondisi ekonominya yang sedang sulit.

Di titik inilah "kebohongan kecil" mulai tumbuh: Ocha berbohong dengan mengaku memiliki syarat untuk bekerja, yakni membutuhkan handphone seri terbaru untuk membuat konten. Yang mengejutkan, kebohongan itu bukan hanya milik Ocha. la memergoki Harlan yang selama ini dikenal berada ternyata bekerja sebagai penjual daging di pasar. Harlan meminta Ocha menyimpan rahasianya, dan sebagai gantinya ia meminjamkan ponsel agar Ocha bisa menjalankan tugas-tugasnya bersama Bintang.

Strategi rebranding yang dijalankan Ocha dan Bintang terbukti berhasil. Perlahan, citra Adit dan Hotel Gala membaik. Namun keberhasilan itu memunculkan ketegangan baru ketika Ocha tanpa sadar membanggakan Bintang di depan Adit, membuat Adit merasa tersisih dan down. Di balik dinamika itu, tersimpan fakta yang jauh lebih dalam: sebenarnya, orang yang dulu menjadi teman surat-menyurat Ocha saat SD bukanlah Bintang, melainkan Adit.

Adit, yang sejak lama menyimpan perasaan dan kepedulian, pernah meminta Bintang untuk membantu menyembunyikan surat-surat tersebut di laci meja Ocha. Adit memilih menutup identitasnya karena ia tak ingin menghancurkan spirit Ocha sebab surat-surat lama itu sudah menjadi sandaran Ocha setiap kali ia sedih.

Konflik antar sahabat semakin panas saat Ocha mengetahui Kian ternyata menjalin affair dengan Jeannette. Quinn yang terluka menuntut cerai dan memaksa teman-teman mereka memilih akan berpihak pada siapa. Di saat Ocha mencoba berani menyatakan perasaannya kepada Bintang, Bintang justru menegaskan bahwa ia tidak pernah ingin berpacaran dengan teman karena takut merusak persahabatan, seperti yang terjadi pada Kian dan Quinn. Ocha terpaksa kembali memendam rasa, sementara kebohongan dan rahasia makin menumpuk di antara mereka.

Drama mencapai puncak emosional ketika perayaan ulang tahun Adit yang diisi pertandingan basket berubah menjadi momen yang mengubah banyak hal. Shira mendadak pingsan, dan terbongkar bahwa ia mengidap sakit ginjal serta membutuhkan transplantasi. Shira meminta maaf karena selama ini menyembunyikan kondisinya, terutama kepada Harlan.

Di saat bersamaan, Harlan mengaku bahwa dirinya tidak sesempurna tampilan luarnya. Meski Shira divonis tidak akan hidup lama, Harlan tetap ingin bersama Shira. Keputusan besar lalu diambil Adit: ia bersedia membantu seluruh biaya pengobatan Shira, membuat Ocha mulai melihat Adit sebagai sosok yang jauh lebih baik dibanding prasangka awalnya.

Di sisi lain, Adit menemukan bukti bahwa Ben pernah terlibat kasus tabrak lari yang ternyata merenggut nyawa orangtua Ocha. Adit mulai terjebak dalam dilema moral dan keluarga, sementara Bintang menghadapi persoalan lain: perusahaan yang selama ini terlihat sukses ternyata berada di ambang kebangkrutan. Untuk membayar pesangon karyawan yang sudah dipecat, Bintang terpaksa mencari pinjaman dan akhirnya meminjam uang dari Ben.

Namun Ben memberi syarat licik: Bintang harus menyabot Adit agar Ben bisa mengambil alih Hotel Gala. Bintang sempat bimbang, sempat mencoba, lalu menyesal dan memilih membela persahabatan. Keputusan itu membuat Ben murka dan benar-benar menjatuhkan nama Bintang hingga ia kehilangan semua kliennya.

Ketika Ocha mengetahui Bintang hanya berpura-pura sukses, ia hancur. Baginya, sosok yang paling ia kagumi ternyata tidak jauh berbeda dari yang lain: sama-sama menyimpan kebohongan. Adit mencoba menyadarkan Ocha bahwa setiap orang punya rahasia, namun Ocha semakin terpukul saat mengetahui Tante Fatma orang yang selama ini paling dekat dengannya ternyata menerima bantuan dari Ben sebagai "uang tutup mulut", yang sepenuhnya dipakai untuk membiayai Ocha. Merasa dikhianati dari segala arah, Ocha memilih keluar dari rumah dan menjalani hidup sendiri.

Saat mencoba menenangkan diri, Ocha kembali membaca surat-surat lama yang dulu menjadi penghiburnya. Dari sana, ia menemukan kesamaan tulisan tangan di surat dengan tulisan tangan Adit. Ocha pun sadar selama ini ia telah dibohongi oleh Bintang dan Adit. Ocha mengkonfrontasi keduanya dan memutuskan tidak mau berteman lagi.

la memilih berjalan sendiri, membangun usaha branding consultant miliknya, bahkan berhasil melawan trauma lamanya untuk berbicara di depan umum. Namun di balik pencapaian itu, hidup Ocha tetap terasa sepi.

Kabar kematian Shira menjadi titik balik. Di pemakaman, para sahabat lama kembali bertemu. Melihat Harlan begitu hancur ditinggal Shira, Ocha menyadari bahwa waktu tak bisa diulang, dan ia sebenarnya beruntung pernah memiliki dua sahabat yang sangat menyayanginya Adit dan Bintang. Ocha pun berdamai, meski hatinya masih bimbang: memilih Adit yang dewasa dan membimbingnya menjadi mandiri sejak dulu, atau Bintang yang selama ini ia kagumi dan pernah ia cintai dalam diam.

Seiring perjalanan, Ocha berbaikan dengan Tante Fatma dan memberikan modal usaha toko roti yang selama ini diimpikan sang tante. Ocha juga memergoki fakta lain: Jeannette ternyata memiliki anak di luar nikah, yang membuatnya nekat mencari pria kaya demi membiayai hidup. Jeannette pun mengingatkan Ocha agar tidak terlalu percaya cinta.

Sementara itu, Quinn diam-diam hamil dan ingin menggugurkan kandungannya. Ocha berhasil membuat Quinn dan Kian rujuk kembali, meyakinkan agar anak tidak ikut menanggung kesalahan orangtuanya sebuah refleksi yang membuat Ocha sadar bahwa Adit tidak seharusnya membayar dosa Ben.

Pada akhirnya, Ben ditangkap setelah Adit mempertaruhkan segalanya untuk mengumpulkan bukti kejahatan bisnis ayahnya dan bersedia menjadi saksi. Di pengadilan kasus Ben, momen paling menentukan terjadi ketika Ocha dan Bintang hadir. Saat diwawancara wartawan di depan ruang sidang, Ocha memuji Adit sebagai sosok yang tulus, istimewa, dan omongannya bisa dipercaya seraya mengakui itulah alasan ia mencintainya.

Adit terkejut mendengar pernyataan itu disampaikan di depan kamera. Ocha kemudian menggandeng tangan Adit, di bawah senyum Bintang yang memilih ikhlas melihat kebahagiaan dua sahabatnya.

Kisah A Little White Lie ditutup dengan cara yang hangat dan simbolik. Untuk mengenang Shira, para sahabat kembali berkumpul, menulis surat berisi kenangan dan janji persahabatan, menyimpannya dalam time capsule, lalu menanam pohon kesukaan Shira di atasnya sebuah tanda bahwa meski hidup penuh kebohongan kecil, mereka tetap bisa memilih untuk bertumbuh lewat kejujuran dan penerimaan.

Series ini diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan diproduksi oleh Unlimited Production dengan Oswin Bonifanz sebagai produser, disutradarai Sondang Pratama, serta ditulis oleh Cassandra Massardi. Deretan pemain yang membintangi A Little White Lie antara lain Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.

Jangan lewatkan Series A Little White Lie, tonton hanya di MAXSTREAM TV.

Senin, 09 Februari 2026

Film "Rumah Tanpa Cahaya” Tayang 12 Februari 2026, Drama Keluarga Penuh Emosional Tentang Kehilangan dan Arti Sebuah Keluarga

Jakarta, 9 Februari 2026 - "Rumah Tanpa Cahaya tentang kehilangan dan bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup serta membimbing keluarganya ketika ia sudah tiada," ujar Deddy Mizwar dalam Press Conference di XXI Epicentrum Jakarta, 9 Februari 2026.

Skenario film tersebut ditulis oleh Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, dan Rafi Muhammad Zuhdi. Odi Harahap bertindak sebagai sutradara film "Rumah Tanpa Cahaya".

Sebelumnya, Zairin Zain dan Deddy Mizwar pernah berkolaborasi dalam produksi film drama komedi yang dirilis pada 2010 berjudul "Alangkah Lucunya (Negeri Ini)". 

"Seorang Ibu itu baru terasa kehadirannya setelah dia enggak ada. Waktu ada kayak biasa-biasa saja kan? Karena dia sudah terbiasa mencintai kita," ujar Deddy dengan nada emosional.

Deddy Mizwar mengambil analogi dari kisah sahabat Nabi, Umar bin Khattab, yang dikenal tegas namun memilih diam saat menghadapi amarah istrinya.

Deddy Mizwar pun memberikan pesan terbuka kepada masyarakat untuk lebih menghargai orang tua selagi mereka masih bernapas. Makanya, baik-baik kalau masih hidup ibunya, ya," tegas Deddy

Deddy menjelaskan bahwa sikap diam Umar adalah bentuk penghormatan atas beban tanggung jawab istri yang luar biasa besar, mulai dari mengurus rumah tangga hingga membesarkan anak.

"Istri ini mencuci pakaianku, memasak untukku, mengurus anak-anakku. Padahal itu semua adalah juga tanggung jawabku. Jadi saat dia marah, aku diam saja. Jangan ikut ngomel," kata Deddy menirukan prinsip sang Khalifah.

Ide ceritanya berfokus pada kehidupan tokoh Nurul (Ira Wibowo) dan suaminya, Qomar (Donny Damara). Mereka sehari-hari mengelola warung Empal Gentong. Nurul menjadikan warung tersebut sebagai ruang berbagi kasih kepada sesama. Ira Wibowo menjelaskan karakter Nurul yang diperankan dalam film ini.

"Nurul adalah gambaran banyak ibu di Indonesia yang diam-diam kuat, penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya tanpa pernah meminta untuk dilihat," ujar Ira.

Buat saya, satu kehormatan yang luar biasa, diberi kesempatan, memerankan seorang ibu yang kalau kita bayangin, “Ibu itu idealnya kayak apa sih?” kata Ira Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Senin, 9 Februari.

Menurutnya, ia memandang sosok ibu sebagai “Perekat dalam keluarga jadi ketika ibu pergi ya semuanya jadi berantakan. Kehilangan terasa tapi bukan berarti kebahagiaan itu tidak ada, tinggal bagaimana keluarga melanjutkan proses.”

Dalam film arahan Ody Harahap ini, Ira Wibowo beradu peran dengan Donny Damara, Ridwan Ghany dan Lavicky Nicholas.

Sudah pernah syuting sebelumnya dengan mereka tapi khusus untuk film ini kayak tokoh Nurul itu tidak ekspresif banget, serba sederhana. Cintanya sederhana tapi hatinya penuh untuk suami dan anak-anak,” katanya Ira Wibowo

Ia merasa dibantu banyak oleh para pemain lainnya dalam memerankan karakter Nurul yang berbeda drastis dari dirinya.

“Saat reading, aku sudah merasakan itu. Dari kenakalan Azizi, keberontakan kakaknya dan suaminya. Waktu syuting kayak gitu, sudah tahu lama menjalani bertahun tahun rumah tangga. Semua saling profesional saling membantu,” kata Ira Wibowo.

"Film ini mengajak kita merenung sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi," kata Donny.

Keadaan serupa juga dirasakan oleh pemeran tokoh Samsul, Ridwan A. Ghany, dan Azizi, Lavicky Nicholas, kedua putra Nurul, mengenai arti kehadiran ibu mereka. Film "Rumah Tanpa Cahaya" juga turut menampilkan Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda dalam jajaran pemerannya.

Film ini diharapkan dapat menjadi cerminan bagi banyak keluarga Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang hangat, jujur, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Film terbaru yang diproduksi Citra Sinema bersama Sinemart dijadwalkan penayangannya di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Februari 2026.

FILM "JANGAN SEPERTI BAPAK" TAYANG 12 FEBRUARI 2026, Drama Action Penuh Emosi dengan Plot Twist yang Sulit Ditebak


Jakarta, 9 Februari 2026 - Amazing Grace Production bekerjasama dengan Jayashree Movie Production dan EM Pictures mempersembahkan film layar lebar terbaru berjudul "Jangan Seperti Bapak", sebuah film Drama Action karya Daniel Tito Pakpahan yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026. Dengan durasi 100 menit, film ini menghadirkan aksi intens yang berpadu dengan drama emosional bertema keluarga-membawa penonton masuk ke konflik yang menegangkan sekaligus menyentuh.

Mengangkat isu hubungan ayah dan anak, film ini mengikuti perjalanan Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya berubah drastis ketika ayah yang ia cintai tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20. Didorong oleh duka dan rasa kehilangan, Angel berusaha mencari kebenaran di balik kematian ayahnya. Namun pencarian itu menyeretnya ke pusaran konflik dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan, penuh intrik, pengkhianatan, dan bahaya yang semakin dekat. Tanpa membocorkan kejutan cerita, "Jangan Seperti Bapak" menawarkan plot twist yang kuat dan sulit ditebak hingga akhir.

Sutradara Daniel Tito Pakpahan menyampaikan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan adegan action, tetapi juga membawa pesan emosional yang relevan bagi banyak keluarga.

"Film ini bukan sekadar tentang pertarungan antar dua kelompok gengster, tetapi film ini mengangkat isue tentang keluarga, luka yang diwariskan, dan pilihan hidup yang menentukan masa depan. Kami ingin penonton merasakan tegangnya aksi, sekaligus pulang dengan emosi yang tertinggal."

- Daniel Tito Pakpahan, Sutradara


Film "Jangan Seperti Bapak" diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi: Zee Asadel (Angel), Verdi Solaiman (Pablo), Donny Damara (Bara), Aulia Sarah (Hanna), Zack Lee (Vincent), Irwan Chandra (Chandra), Hendric Shinigami (Hans), Max Metino (Mike), Damara Finch (Boy), Marsyel Ririhena (Martin), Mongol Stres dan Milen Cyrus, serta penampilan spesial Coach Justin (Justinus Lhaksana) yang pertama kalinya main di film layar lebar.

Selain kekuatan cerita dan cast, film ini juga menyoroti isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk fenomena judi online dan premanisme, serta didukung production value yang dirancang untuk menghadirkan visual yang menarik di layar lebar.


Diproduseri oleh Nico Rosto dengan Eksekutif Produser Hendric Shinigami, Filemon Eddy, Amos Wibowo dan Eva Margawaty, film"Jangan Seperti Bapak" Hadirkan Kisah Cinta Keluarga yang sangat menggetarkan hati. Dan film ini dijamin akan menjadi hiburan spesial di menjelang hari Valentine dan hari raya Imlek.

Jumat, 06 Februari 2026

Film WARU (Iblis Perenggut Jiwa Yang Malang) Siap Tayang 12 Februari 2026 Di Bioskop


Jakarta, 6 Februari 2026 - Kepercayaan lama masyarakat Jawa menyebutkan bahwa tidak semua pohon diciptakan hanya untuk memberi keteduhan. Sebagian dipercaya menjadi tempat bersemayam energi gelap, saksi bisu tragedi, bahkan pintu perlintasan mahkluk tak kasat mata. Salah satunya adalah Pohon Waru.

Mitos inilah yang diangkat secara mendalam dalam film horor terbaru berjudul WARU, sebuah horor berbalut mitos, kearifan lokal, dan kisah-kisah yang konon kerap benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

Diproduksi oleh Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia, WARU tak sekadar menyajikan ketakutan instan, tetapi menghidupkan kembali cerita-cerita yang selama ini hanya dibisikkan: tentang pohon Waru yang tak boleh ditebang sembarangan, tempat orang hilang, kesurupan, hingga kematian misterius.

Produser Aji Fauzi menggandeng Chiska Doppert sebagai sutradara, dengan Ery Sofid sebagai penulis skenario. Kombinasi ini menghadirkan horor yang tak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menghantui secara emosional dan spiritual.

Film ini diperkuat jajaran pemain lintas generasi, mulai dari Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifah Husna, Dewi Amanda, Sean Mikhail, hingga aktris senior Yatti Surachman, yang memegang peran krusial sebagai sosok Iblis Waru.


Sutradara Chiska Doppert menjelaskan bahwa keangkeran Pohon Waru bukan sekadar mitos tanpa dasar.

“Waru itu punya kanopi yang sangat lebar, membuat area di bawahnya gelap, sejuk, dan lembap. Kondisi ini dalam kepercayaan masyarakat sering diasosiasikan sebagai tempat yang nyaman bagi makhluk astral, karena minim cahaya dan relatif sunyi, Orang tua dulu melarang kita melewati pohon WARU di saat magrib bahkan dilarang keras melihat keatas pohon saat melewatinya." jelas Chiska kepada redaksi.

Kepercayaan ini semakin diperkuat dengan banyaknya kisah nyata tentang orang yang sakit mendadak, kerasukan, atau mengalami kejadian aneh setelah beraktivitas di sekitar pohon Waru tertentu.

Penulis skenario Ery Sofid menambahkan, Pohon Waru memang tumbuh luas di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Waru sering ditemukan di pesisir pantai, tepi sungai, muara, hingga dataran rendah dan tinggi. Jenis Waru Gunung bahkan dikenal tumbuh di wilayah pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur—daerah yang juga kaya akan cerita mistis turun-temurun.

Proses syuting film WARU dilakukan di sejumlah lokasi yang dikenal memiliki aura mistis, seperti Bogor, Sukabumi, Solo dan Gunung lawu, memperkuat atmosfer cerita. Produser Aji Fauzi menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai pengalaman horor nasional.


Mulai 12 Februari 2026, Iblis Waru akan gentayangan di bioskop kesayangan Anda,” ujarnya.

Meski mengusung horor mitologis, WARU hadir berbeda. Film ini menekankan drama yang kuat, konflik emosional, dan plot twist tak terduga, menjadikannya bukan sekadar film horor, tetapi juga kisah tragis tentang manusia, dosa, dan warisan gelap yang tak pernah benar-benar mati.

Penonton akan dibuat merinding oleh teror teror Iblis Waru yang yang bersemayam di Pohon tempat pemujaan persembahan korban pesugihan kepala. FIlm Horor ini menampilkan teror sebuah pohon dengan akar akarnya yang merambat memenggal kepala korbannya, bukan berlebihan.

WARU bukan hanya film horor, tetapi peringatan akan mitos yang selama ini kita anggap cerita lama—karena mungkin, sebagian dari cerita itu… benar adanya.

SINOPSIS : 
Terpasung karena sering kerasukan dan mengancam nyawa keluarganya, Lydia (Dewi Amanda) memohon Nadine (Bella Graceva) untuk memusnahkan pohon terkutuk di kampung halaman orang tuanya tempat bersemayam jin jahat yang dikenal sebagai Iblis Waru. Namun pesan terakhir Lydia dianggap omong kosong orang sakit, hingga kematiannya justru memicu teror mengerikan yang menghantui Nadine, Adrian (Zikri Daullay), Anya (Jinan Safa), dan Haqi (Sean Mikhail).
 

Didorong rasa bersalah dan teror yang semakin nyata, mereka pergi ke rumah tua peninggalan kakek-nenek Nadine di tengah hutan, mencari pohon terkutuk tersebut. Di sana gangguan mistik kian menjadi, termasuk kemunculan sosok nenek gaib yang ternyata adalah perwujudan Iblis Waru yang berusaha menggagalkan niat mereka. 

Penemuan surat perjanjian pesugihan beraksara Jawa kuno mengungkap kebenaran mengerikan: Lydia pernah mengikat perjanjian dengan Iblis Waru, menukar kemakmuran dengan tumbal kepala manusia setiap tahun. 

Kedatangan Reza (Josiah Hogan) dan Sarah (Syarifah Husna) memperdalam konflik, ketika terungkap bahwa perjanjian itu dibuat demi kesejahteraan keluarga setelah perceraian. Kini, satu-satunya jalan keluar adaah memusnahkan pohon terkutuk yang memiliki kekuatan gaib tersebut sebelum Iblis Waru menagih tumbal berikutnya.


WARU tayang serentak di bioskop Indonesia, Kamis 12 Februari 2026.

Informasi Tambahan untuk Redaksi:

• Judul: WARU

• Genre: Horor / Mitos

• Produksi: Adglow Pictures, Suraya Filem, Film Q, Megah Sinema Indonesia

• Produser: Aji Fauzi

• Produser Eksekutif: Johanes Rustam, Shures Ratnakrishnan, Desta Wulandari, Moch Sonny Inayatkhan, Witjaksono, Aji Fauzi, Dewi Amanda

• Sutradara: Chiska Doppert

• Penulis Naskah: Ery Sofid

• DOP: C.K Boon

• Tanggal Tayang: 12 Februari 2026

• Pemain: 
1. Bella Graceva - Nadine
2. Zikri Daulay - Adrian
3. Jinan Safa - Anya
4. Sean Mikhail - Haqi
5. Yatti Surachman - Mbah Waru
6. Sharifah Husna - Sarah
7. Josiah Hogan - Reza
8. Dewi Amanda - Lydia
9. Luneta Quinsha Witjaksono - Neta
10. Almeyda Nayara - Alya

Vidio Penasaran 2026: Lebih Dari Cerita, Merayakan Ragam Kisah Indonesia

Vidio Hadirkan film dan series lokal dengan deretan bintang ternama dan eksplorasi genre yang luas 


Sumber: Vidio

Jakarta, 6 Februari 2026 - Memasuki tahun 2026, Vidio kembali menegaskan posisinya sebagai rumah utama cerita lokal Indonesia melalui peluncuran Vidio Penasaran 2026. Deretan Original Series dan film unggulan yang akan hadir sepanjang tahun ini merepresentasikan komitmen Vidio dalam menghadirkan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan penontonnya secara emosional, relevan, dan berani mengeksplorasi realitas sosial dari berbagai sudut pandang. Masih mengusung semangat “Lebih Dari Cerita”, Vidio memandang hiburan bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi, koneksi, dan ekspresi budaya. 

Sepanjang 2025, Vidio mengukuhkan diri sebagai OTT Indonesia dengan produksi Original Series terbanyak, dengan lebih dari 100 judul Original Series yang telah diproduksi hingga akhir tahun. Judul-judul unggulan seperti Pertaruhan The Series 3 dan Jalinan Terlarang mendominasi konsumsi penonton dan mempertegas kekuatan cerita lokal sebagai arus utama hiburan digital. Pencapaian ini sekaligus menandai tumbuhnya generasi penonton baru, khususnya Gen Z, yang tidak hanya aktif menonton, tetapi juga membentuk tren dan preferensi genre melalui cerita yang terasa dekat dengan realitas mereka. 

Memasuki 2026, Vidio membawa momentum tersebut ke level berikutnya melalui rangkaian judul Original Series dan film yang lebih berani, personal, dan reflektif terhadap realitas sosial. 

Dibuka dengan Algojo, yang memadukan aksi intens, drama emosional, dan humor segar yang dekat dengan kehidupan marjinal Jakarta. Series ini menjadi salah satu produksi action terbesar dari Vidio, sekaligus menandai debut Arya Saloka dalam action series, sebuah momentum yang sudah lama ditunggu para penggemarnya. 

Ada juga kehadiran istimewa film Rangga & Cinta. Film musikal produksi Miles Films ini disutradarai Riri Riza, diproduseri Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto. Setelah sebelumnya tayang di bioskop ini kini bisa dinikmati secara eksklusif di Vidio. Ini adalah sebuah reinterpretasi yang membawa kembali ikon romansa Indonesia ke generasi baru. Dengan latar Jakarta awal 2000-an yang autentik, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang bukan hanya bernostalgia, tetapi juga relevan bagi penonton lintas usia, menghubungkan memori kolektif dengan perspektif masa kini. 

Dari ranah drama, Di Luar Nurul dan A dan Z: InsyaAllah Cinta mengeksplorasi pertemuan antara mimpi, cinta, dan nilai-nilai keluarga dan religi dalam balutan romansa yang relevan dengan generasi muda Indonesia. 

Nuansa komedi dan drama sosial hadir melalui Ganteng-Ganteng Genteng, yang mengangkat benturan kelas dan identitas dengan pendekatan ringan namun reflektif, sementara Roh Halu menawarkan horor-komedi segar yang bermain di batas antara absurditas dan ketakutan. Di sisi lain, Jakarta Undercover membawa penonton menyusuri lapisan gelap ibu kota melalui kisah crime dan romansa dewasa yang intens, sementara Jagal Begal menyoroti kegelisahan remaja dan kekerasan struktural dalam balutan aksi dan drama coming-of-age. 

Tahun 2026 akan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran Bad Guys 2. Melanjutkan adaptasi IP Korea hasil kolaborasi dengan CJ ENM Hong Kong, Season 2 siap meneruskan kesuksesan Season 1, dengan membawa penonton kembali ke semesta kriminal yang semakin kelam, intens, dan penuh konflik berlapis. 

Melalui Vidio Slate 2026, Vidio tidak sekadar menghadirkan tontonan, tetapi membangun ekosistem cerita yang hidup, tempat talenta baru dan nama besar bertemu, genre saling bersilangan, dan kisah lokal mendapatkan ruang terbaiknya. Di tengah lanskap hiburan yang semakin global, Vidio terus percaya bahwa cerita Indonesia, ketika diceritakan dengan jujur dan berani, selalu punya kekuatan untuk menyentuh dan bertahan. 

Berikut deretan Original Series dan film unggulan Vidio yang akan tayang sepanjang tahun 2026, menghadirkan spektrum cerita Indonesia dengan pendekatan yang segar dan beragam. 


Sumber: Vidio

1. Algojo 

Zar yang merupakan seorang Anjelo, pengantar jemput pekerja seks, nekat terjun ke dunia pembunuh bayaran demi membalas dendam atas penyerangan terhadap ayahnya. Hanya bermodalkan semangat pantang menyerahnya, bisakah Zar yang tidak pernah membunuh orang, bertahan di dunia pembunuh bayaran? 

Cast : Arya Saloka, Caitlin Halderman, Randy Pangalila, Andy /rif, Justin Adiwinata, Moh. Iqbal Sulaiman, Yusuf Mahardika.
Director : Rahabi Mandra
Genre : Action, Drama, Comedy
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

Nonton Algojo Di Sini

2. Rangga & Cinta 

Mengambil latar Jakarta tahun 2001, kisah ini mengikuti kehidupan Cinta (Leya Princy), seorang siswi SMA populer dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga sosok cowok misterius bernama Rangga (El Putra Sarira) hadir dan mengubah segalanya. Dari rasa kesal berubah menjadi penasaran, Cinta pun mulai bimbang di antara dunia persahabatannya yang penuh warna dan perasaan baru yang tumbuh untuk Rangga. Akibat sebuah kejadian pada sahabatnya, Cinta harus memilih antara sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya atau cinta pertamanya. Dengan nuansa awal 2000-an yang autentik, mulai dari musik hingga gaya hidup remaja saat itu, Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati dan relevan bagi lintas generasi. 

Cast : Leya Princy, El Putra Sarira, Jasmine Nadya, Kyandra Sembel, Katyana Mawira, Daniella Tumiwa, Rafi Sudirman, dan Rafly Altama.
Director : Riri Riza
Genre : Romance
Production House : Miles FIlms 

3. A dan Z: InsyaAllah Cinta 

Kematian mendadak kakaknya memaksa Zara menikah dengan Gus Abyan, putra pemilik pesantren yang sejak kecil dijodohkan untuk kakaknya. Zara yang awalnya ragu dengan pernikahannya, perlahan luluh dengan kedewasaan Gus Abyan yang usianya jauh lebih tua. Akankah cinta akhirnya hadir di antara mereka? 

Cast : Rizky Nazar, Laura Moane, Zoe Abbas Jackson, Yusuf Kartiko , Anya Taroreh, Ratu Aulia, Imran Ismail, Agni Pratistha
Director : Key Mangunsong
Genre : Religious Romance
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

4. Ganteng-Ganteng Genteng 

Untuk membuktikan dirinya layak memimpin perusahaan kontraktor keluarga, Joni, pewaris manja keluarga Wirata harus bersaing dengan kakaknya dan hidup di sebuah desa demi membangkitkan pabrik genteng keluarganya yang terbengkalai. Ditempatkan jauh dari zona nyaman, mampukan Joni membuktikan dirinya? 

Cast : Antonio Blanco Jr, Zsazsa Utari, Dian Sidik, Yama Carlos, Rafly Altama, Apos Hutagaol, Joe P Project, Adinda Thomas
Director : Jay Sukmo
Genre : Comedy, Drama
Production House : BASE Entertainment
Number of Episode : 7 

5. Di Luar Nurul 

Untuk masuk SMA favorit dan mengejar mimpinya ke luar negeri, Kania rela dijodohkan dengan Bagas, anak dari kerabat kakeknya yang pernah mempermalukannya di depan umum. Masalah hadir ketika Bagas juga menolak perjodohannya dengan Kania. Antara mimpi dan cinta, mana yang akan dipilih Kania? 

Cast : Nayla Purnama, Gabriel Giroux, Lea Ciarachel, Rassya Hidayah, Habil Nugraha, Kesya Angelica, Ghina Sungkar, Alif Rivelino, Chelcy Clarissa
Director : Adis Kayl, Angling Sagaran
Genre : High School Romance, Comedy
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

6. Jakarta Undercover The Series 

Demi membersihkan reputasi kakaknya yang tewas misterius, Sita yang merupakan seorang reporter melakukan misi undercover ke dunia pesta terlarang Jakarta. Semua menjadi semakin rumit ketika Sita bertemu dan jatuh cinta dengan Arian, putra pemilik klub yang berhubungan erat dengan kematian kakaknya. 

Cast : Caitlin Halderman, Baskara Mahendra, Haico Van der Veken, Carissa Perruset, Brandon Salim.
Director : Aldo Swastia
Genre : Crime, Adult, Drama
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

7. Jagal Begal 

Terjebak di lingkungan yang dikuasai para begal yang kejam, seorang remaja korban perundungan bangkit menjadi penegak hukum jalanan demi melindungi teman-temannya. Sialnya situasi menjadi semakin kacau ketika aksinya, justru memicu perang antar wilayah. 

Cast : Omara Esteghlal, Zee Asadel, Angga Yunanda
Director : TBC
Genre : Action / Coming of Age
Production House : Screenplay Films
Number of Episode : 8 

8. Roh Halu 

Setelah host reality horor terkenal meninggal mendadak, produser Hifdzi dan sutradara Rispo terpaksa menghidupkan kembali acara tersebut dengan memburu talent-talent hantu yang lepas, sebelum Rigen, sang iblis, menagih jiwa mereka. Kini, seluruh nasib mereka bergantung pada putra sang host yang penakut, pewaris kekuatan gaib yang tak pernah dipersiapkan untuk mewarisinya. 

Cast: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir
Director: Monty Tiwa
Genre: Comedy, Horror
Production House: Amadeus Sinemagna
Number of Episode: 6 

9. Bad Guys 2 

Setelah aliansinya dengan para Bad Guys terbongkar, Detektif Jaka disingkirkan oleh Iqbal, Kapolda yang baru. Masalah datang ketika Elias, salah satu orang kepercayaan Jaka diculik oleh sosok misterius. Kembali terjebak antara moral dan kebenaran, akankah Jaka dan Bad Guys kembali nekat bertindak? 

Cast : Oka Antara, Randy Pangalila, Dwi Sasono, Maudy Effrosina, Omara Esteghlal
Director : Ferry Pei Irawan, William Chandra 
Genre : Action, Crime, Drama 
Production House : BASE Entertainment In Collaboration with CJ ENM HK LTD
Number of Episode : 8 

Event Vidio Penasaran 2026 Dihadirkan dengan Pengalaman Hiburan Imersif dan Experiential 


Sumber: Vidio

Pengumuman Vidio Slate 2026 dihadirkan dengan cara yang unik dan istimewa melalui event Vidio Penasaran 2026, yang berlangsung selama dua hari pada 6–7 Februari 2026. Lebih dari sekadar pengumuman deretan tayangan terbaru, acara ini dirancang sebagai perayaan hiburan yang mengajak penonton merasakan langsung dunia di balik cerita-cerita Vidio. 

Berlokasi di The Space, Senayan City, Vidio Penasaran 2026 menghadirkan pengalaman hiburan yang imersif melalui berbagai zona interaktif, sesi meet & greet bersama para bintang Vidio Original, serta penampilan musisi ternama seperti Raisa, Kunto Aji, Lomba Sihir, dan Bilal Indrajaya. Pada 7 Februari, acara dibuka untuk publik secara gratis, di mana pengunjung dapat merasakan keseruan “Berwarga” bersama judul-judul terbaru Vidio melalui ruang-ruang interaktif seperti Berbunga-bunga, Hajar Terus, hingga Campur Aduk—merepresentasikan ragam konten Vidio. Melalui area experiential ini, pengunjung diajak berinteraksi dan menikmati pengalaman hiburan yang lebih dekat, seru, dan hidup.

"Masih Sempatkah Mengucap Maaf?" Momen Isak Tangis Warnai Gala Premiere Titip Bunda di Surga-Mu

Jakarta, 12 Februari 2026 - RRK Pictures bersama Spectrum Film dan Festival Pictures telah menggelar Gala Premiere dan Press Conference fil...