Rabu, 04 Februari 2026

Film Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026 di Bioskop Indonesia! Sudah Diakuisisi Distributor Ternama Jerman, Bakal Tayang di Negara-Negara Berbahasa Jerman

Jakarta, 4 Februari 2026 — Film terbaru karya penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Kabar tersebut diumumkan setelah film ini terpilih dalam program Forum di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. 

Ghost in the Cell menjadi karya pertama tahun ini untuk rumah produksi Come and See Pictures yang akan tayang di bioskop. Film ini terlebih dulu akan melakukan pemutaran perdana (world premiere) di Berlinale, Jerman, yang berlangsung pada 12–22 Februari 2026. 

“Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru Come and See Pictures yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia, Ghost in the Cell, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Semoga penonton tetap sabar menunggu dan menyambut film kami dengan antusias,” kata Joko Anwar

Film komedi-horor Ghost in the Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah. 

Selain itu, Come and See Pictures juga mengumumkan bahwa film Ghost in the Cell kini telah diakuisisi oleh distributor yang berbasis di Jerman, Plaion Pictures. Dengan kerja sama ini, film Ghost in the Cell akan ditayangkan di bioskop di negara-negara berbahasa Jerman. 

“Sebuah kebanggaan bagi kami tentu saja film kami diakuisisi oleh Plaion Pictures. Plaion Pictures selama ini dikenal dengan reputasi mereka yang sudah mendistribusikan film-film berkualitas pemenang penghargaan dari berbagai dunia. Semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” ujar produser Tia Hasibuan

Plaion Pictures di antaranya telah mendistribusikan film-film pemenang penghargaan Palme d’Or Cannes seperti PICTURES adalah perusahaan distributor Anatomy of a Fall, pemenang Oscar The Whale, pemenang Palme d’Or Titane dan Parasite.


Pada tahun ini, selain Ghost in the Cell, Plaion Pictures juga mengakuisisi film karya Joachim Trier yang masuk nominasi Best Picture Oscar tahun ini, Sentimental Value

Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan worldwide film ini. 

Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film Ghost in The Cell di Instagram @comeandseepictures. Tonton film Ghost in The Cell di bioskop mulai 16 April 2026! 

KATYANA Memulai Perjalanan Musiknya Lewat “Tongkat Sihir”, Lagu tentang Rasa Penasaran dan Excitement Jatuh Suka Pertama

Jakarta, 4 Februari 2026 — Penyanyi muda Katyana Mawira resmi merilis single terbarunya berjudul “Tongkat Sihir”, sebuah lagu yang menangkap perasaan jatuh suka pertama dari sudut pandang yang jujur dan penuh rasa penasaran. Lagu ini menjadi langkah awal KATYANA memasuki dunia musik rekaman. Ketertarikan KATYANA pada dunia tarik suara telah tumbuh sejak usia sangat dini. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan bernyanyi, dan kerap terlibat dalam proyek musik seperti Trust Junior Orchestra dan konser amal Yayasan Kanker Indonesia. Ia menempuh pendidikan vokal secara formal sejak tahun 2015. Perjalanan musiknya terus berkembang hingga pada 2023, KATYANA mencatatkan pengalaman penting sebagai performer termuda di Java Jazz Festival, tampil penuh bersama Otti Jamalus Quartet.

Dikenal luas sebagai pemeran Milly dalam film musikal Rangga & Cinta  KATYANA menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk terus mengasah kemampuan vokal dan performanya melalui berbagai kelas dan pengalaman panggung. Memasuki masa remaja, rasa penasarannya terhadap banyak hal pun semakin besar. Termasuk keinginannya untuk mencoba hal baru dan mengekspresikan emosi yang mulai ia rasakan. Dari fase inilah single terbarunya, “Tongkat Sihir”, hadir sebagai langkah awal KATYANA memasuki dunia musik rekaman, merepresentasikan rasa penasaran, excitement, dan imajinasi khas remaja.

“Lagu ini bercerita tentang rasa penasaran saat mulai menyukai seseorang. Buat yang belum pernah pacaran, lagu ini bisa mewakili rasa penasaranmu Lebih ke membayangkan, bagaimana rasanya jatuh suka, bagaimana hal-hal kecil bisa terasa spesial, dan bagaimana perasaan itu tumbuh di antara harapan dan rasa takut kalau semuanya cuma ada di kepala sendiri,” ujar KATYANA.

Meski secara personal Katyana belum pernah menjalin hubungan pacaran, justru di situlah kejujuran emosi lagu ini berakar. “Tongkat Sihir” bukan tentang pengalaman cinta yang sudah terjadi, melainkan tentang excited anticipation perasaan “tidak sabar” membayangkan bagaimana rasanya menyukai seseorang, bagaimana deg-degannya, dan bagaimana kebingungan membaca perasaan sendiri.

Sejak pertama kali mendengar demo lagu ini, Katyana merasa langsung terhubung. Ia menyebut “Tongkat Sihir” sebagai lagu yang unik, baik dari sisi musik maupun lirik, dan sangat merepresentasikan fase remaja yang sedang ia jalani. Rasa penasaran, overthinking, hingga kebingungan membaca isyarat menjadi emosi utama yang ia coba sampaikan lewat vokalnya.

Di balik lagu ini, “Tongkat Sihir” ditulis dan dikomposisi oleh Mohammed Kamga, Tintin, Abram A. Lembono, dan Chevrina Anayang. Ide lagu “Tongkat Sihir” berangkat dari musik dan notasi yang terasa ringan dan “lucu”, lalu berkembang menjadi cerita remaja yang dibalut dengan analogi magis. Konsep “Tongkat Sihir” sendiri dimaknai sebagai metafora perasaan jatuh cinta sebuah “sihir” yang membuat seseorang salah tingkah, bingung membaca sinyal, dan mempertanyakan perasaannya sendiri, meski sebenarnya tidak ada tongkat sihir sungguhan.

“Tongkat Sihir’ menggambarkan momen ketika seseorang jatuh cinta dan merasa seperti terkena sihir. Bukan karena ada sihir sungguhan, tapi karena perasaan itu sendiri membuat kita salah tingkah dan ragu, apakah ini nyata, atau cuma kita yang kegeeran,” jelas penulis lagu, Kamga. 

Sejak awal, Kamga merasa lagu ini menemukan bentuknya yang utuh ketika dinyanyikan KATYANA. Warna suara dan visual KATYANA dinilai membuat cerita dalam lirik terasa lebih jujur dan meyakinkan, seolah datang langsung dari pengalaman personalnya. Dengan mood yang manis dan perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya, “Tongkat Sihir” menyasar pendengar remaja dan young listeners. Mereka yang pernah berada di fase awal jatuh suka, belum sepenuhnya cinta, tapi diam-diam berharap perasaan itu nyata. Lagu ini diharapkan bisa menjadi teman di tengah rasa bingung yang sering muncul saat perasaan baru mulai tumbuh.

“Semoga lagu ini bisa jadi teman buat pendengar yang lagi merasa penasaran dan bingung saat ‘terkena tongkat sihir’ oleh seseorang yang mereka suka, dan bikin mereka ngerasa nggak sendirian ngejalanin fase itu,” tutup KATYANA.

Single terbaru KATYANA, “Tongkat Sihir”, telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming mulai 4 Februari 2026. Lagu ini mengajak pendengar menyelami perasaan jatuh suka pertama yang manis. Sebuah fase ketika rasa penasaran, harapan, dan keraguan hadir bersamaan, membuat hal-hal kecil terasa ajaib seperti terkena ‘tongkat sihir’.

Musik video “Tongkat Sihir” juga telah dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production melalui tautan berikut, https://youtu.be/ESWirhMl5f0

Film Horor Terbaru Hanung Bramantyo Tentang Sejarah Kelam Lubang Buaya, "The Hole" Gelar World Premiere di International Film Festival Rotterdam 2026


Rotterdam, 4 Februari 2026 - Film horror terbaru karya Hanung Bramantyo, The Hole, telah resmi menggelar penayangan perdana (world premiere) di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 pada 3 Februari 2026. Film horror yang berbalut sejarah kelam Indonesia ini diputar dalam program Harbour, sebuah program yang memberikan ruang bagi film-film kontemporer dari seluruh dunia yang membawa perspektif baru dan segar.

World premiere The Hole turut dihadiri oleh sutradara Hanung Bramantyo serta salah satu pemeran utama Anya Zen, yang hadir langsung untuk memperkenalkan film ini kepada publik internasional. Kehadiran mereka menandai langkah penting film ini dalam perjalanannya. menembus panggung global dan menuju penayangan resmi di bioskop Indonesia tahun ini.

Penayangan The Hole pada ajang IFFR 2026 menjadi momen penting yang kembali membawa nama Indonesia ke panggung global. Ini juga menandai film kedua Hanung Bramantyo yang berhasil masuk seleksi resmi IFFR, setelah sebelumnya film Gowok: Kamasutra Jawa juga tayang di festival yang sama.

Tema Personal, Datang Dari Keresahan Hanung Bramantyo


Dalam kesempatan tersebut, Hanung Bramantyo menyampaikan bahwa The Hole lahir dari kegelisahannya terhadap peristiwa G30S yang terus menghantui bangsa Indonesia setiap bulan. September setiap tahunnya. Film ini juga menjadi ekspresi dari keresahan serta bentuk kritik Hanung Bramantyo terhadap maraknya praktik korupsi dan penyelewengan kekuasaan yang membuat rakyat rugi dan menderita.

"Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan peristiwa G30S, sebuah tragedi besar yang hingga hari ini masih menyisakan banyak pertanyaan. The Hole adalah ruang eksplorasi saya terhadap trauma tersebut. Saya tidak ingin memberi jawaban tunggal, tetapi melalui film ini saya ingin menghadirkan perspektif lain yang berangkat dari kondisi sosial, kepercayaan, dan ketakutan yang hidup di masyarakat pada masanya," ujar Hanung.

Anya Zen yang juga hadir dalam penayangan perdana ini, mengenakan busana khas dengan sentuhan Indonesia, mengungkapkan kesannya dapat bergabung dalam film ini. "Sebagai pemain yang masih tergolong baru, bisa menjadi bagian dari film ini adalah sebuah kehormatan besar. Sejarah selalu jadi subjek yang aku minati sejak lama, dan lewat The Hole, kita tidak hanya melihat ke belakang, tapi juga membuka kembali percakapan tentang hal-hal yang selama ini sering ditutup atau dihindari."

Terinspirasi dari berbagai cerita rakyat dan narasi yang tumbuh di sekitar peristiwa Gerakan 30 September, The Hole merupakan film horor-misteri yang akan membawa penonton ke masa yang penuh gejolak sosial dan ketegangan politik.

Film ini berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya. Sebuah pola aneh muncul: setiap korban ditemukan tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, dengan kondisi tubuh berlubang dan pesan-pesan aneh tertulis di wajah mereka. Tidak menceritakan sejarah secara gamblang, The Hole hadir sebagai "pembacaan ulang" luka kolektif masyarakat Indonesia lewat kacamata mistis dan simbolik.


The Hole akan hadir di bioskop Indonesia pada 2026. Untuk informasi lebih lanjut mengenai film ini serta updatew mengenai tanggal tayang, ikuti media sosial @filmbolong dan @adhyapictures.

Selasa, 03 Februari 2026

Film Tunggu Aku Sukses Nanti Rilis Official Trailer & Poster Film Lebaran yang Paling Lebaran, Berdasar Kisah Nyata Setiap Kumpul Keluarga, dari Kreator Sukses Film Lebaran Naya Anindita & Evelyn Afnilia

Tunggu Aku Sukses Nanti tayang Lebaran 2026 di bioskop

Jakarta, 3 Februari 2026 - RAPI Films merilis official trailer & poster film paling Lebaran tahun ini karya sutradara blockbuster Lebaran Naya Anindita, Tunggu Aku Sukses Nanti. Trailer film Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan perjuangan Arga (Ardit Erwandha) sebagai anak laki-laki pertama di sebuah keluarga yang sedang berjuang menuju tangga kesuksesan. Setiap Lebaran, Arga selalu ditanya: kapan kerja, kapan nikah, dan kapan sukses oleh para sepupu dan keluarga besarnya.

Melalui trailer Tunggu Aku Sukses Nanti, penonton diajak masuk ke dalam situasi yang sangat akrab namun seringkali dihindari: ruang makan keluarga saat Lebaran. Film ini mengungkap di balik hangatnya silaturahmi, terdapat "medan perang" mental bagi mereka yang belum memenuhi ekspektasi sosial.

Kisah yang dialami Arga seketika membawa perasaan yang dekat dengan banyak penonton tentang perjuangan menuju kesuksesan dan pertanyaan yang membuat tertekan saat momen kumpul keluarga Lebaran. OST. Gemilang dari grup band Perunggu menambah lapisan emosional yang ada dalam trailer. Sementara official poster Tunggu Aku Sukses Nanti menampilkan suasana hangat kumpul keluarga khas momen Lebaran.

Tak hanya menyentuh dan hangat karena sangat dekat dengan banyak penonton, film Tunggu Aku Sukses Nanti juga menjanjikan sebuah tawa yang menghibur lewat kehadiran banyak komíka Stand Up Comedy seperti Yono Bakrie hingga Arie Kriting. Mulai dari celetukan hingga komedi situasi mereka yang akan membuat tertawa kecil hingga besar.

Tunggu Aku Sukses Nanti disutradarai oleh Naya Anindita, dengan naskah yang ditulis oleh Evelyn Afnilia, yang pada Lebaran tahun lalu keduanya berkolaborasi dan sukses meraih film blockbuster Lebaran. Lebaran tahun ini, keduanya kembali berkolaborasi menciptakan film yang terasa dekat dengan banyak orang tentang pertanyaan kapan sukses?


Dibintangi oleh Ardit Erwandha, film ini juga menampilkan jajaran ansambel bertabur bintang. Mulai dari aktor senior, VJ idola kaum milenial, deretan komika Stand Up Comedy hingga idol yang digemari oleh banyak kalangan termasuk Gen Z.

Selain Ardit, jajaran pemain Tunggu Aku Sukses Nanti di antaranya adalah Adzana Ashel, Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, dan Yono Bakrie. Film ini juga akan menampilkan jajaran cameo dari bintang A-List yang akan membuat penonton terkejut dan menemukan momen tak terduga!

"Lebaran tahun ini RAPI Films menyatukan dua kreator yang sukses besar dengan film mereka pada Lebaran tahun lalu, Naya Anindita dan Evelyn Afnilia. Keduanya telah membuktikan menciptakan karya yang mampu menyentuh hati jutaan hati penonton Indonesia, dan Lebaran tahun ini, lewat film Tunggu Aku Sukses Nanti, RAPI Films ingin mempersembahkan cerita yang dekat, sensible, dan dialami oleh banyak orang di setiap keluarga," ujar produser Sunil Samtani.

"Cerita yang dialami Arga di film Tunggu Aku Sukses Nanti akan terasa relate karena cerita ini terjadi di setiap semua kumpul keluarga. Bahkan, contohnya di keluarga saya sendiri. Semoga kisah Arga menjadi perjalanan yang reflektif, dan mohon bantu saya sukses di Lebaran nanti ya," ujar sutradara Naya Anindita.

Sementara itu, pemeran utama Ardit Erwandha mengungkapkan karakter Arga yang diperankannya juga memiliki kedekatan dengannya. Perjalanan dan perjuangan menuju sukses yang ditempuh Arga, juga dirasakan Ardit.

"Buat saya, Arga adalah kita semua, siapapun yang akan menuju suksesnya. Film yang mewakili kita semua, dari banyak orang yang pernah mengalami, termasuk saya. Semoga film ini bisa membawa kehangatan saat Lebaran dan menjadi momen untuk menghargai setiap perjuangan kecil yang kita lalui," ujar Ardit Erwandha.

"Film ini menjadi pengingat, kamu tidak perlu lagi meminta maaf karena belum sampai di tempat yang orang lain inginkan. Sukses bukan cuma soal pengakuan dari meja makan keluarga, tetapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan bangga pada setiap peluh yang sudah kamu keluarkan, meski dunia belum melihat hasilnya," tutup Ardit Erwandha.


Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga saat Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan film Tunggu Aku Sukses Nanti melalui media sosial resmi.

Siap Baper Bareng A dan Z: InsyaAllah Cinta, Kisah Manis yang Menyentuh Hati di Bulan Ramadan Ini

Sumber: Vidio

Jakarta, 3 Februari 2026 — Menyambut bulan Ramadan, Vidio menghadirkan tontonan baru yang fresh, manis, dan bikin senyum-senyum sendiri. Vidio Original Series A dan Z: InsyaAllah Cinta hadir sebagai kisah romantis yang dibintangi oleh Rizky Nazar dan Laura Moane. Series ini merupakan adaptasi dari cerita Wattpad karya Erlis Kurniyanti berjudul A dan Z yang telah dibaca lebih dari 29 juta kali, dan siap menemani momen Ramadan dengan cerita cinta yang sederhana namun penuh makna.

Sebelum menonton series-nya, yuk kenalan dulu dengan pasangan baru di A dan Z: InsyaAllah Cinta!

  1. Rizky Nazar sebagai Abyan

Abyan, yang biasa dipanggil Gus Abyan, adalah putra pemilik pesantren yang memegang teguh amanah keluarga. Awalnya, ia ditakdirkan untuk menikah dengan Fara (Zoe Jackson), kakak dari Zara. Namun, kematian Fara secara mendadak karena sakit mengubah segalanya, permintaan terakhir dari Fara adalah untuk Abyan menikahi Zara. Untuk menjalankan amanah, Gus Abyan akhirnya menikahi Zara (Laura Moane), adik dari Fara. Menikah tanpa cinta, mampukah ketulusan dan pesona laki-laki matang seperti Gus Abyan perlahan meluluhkan hati Zara?


Sumber: Vidio

  1. Laura Moane sebagai Zara

Zara adalah seorang mahasiswi kedokteran yang ceria dan penuh semangat. Namun, hidupnya berubah saat ia harus menikah bukan karena cinta, melainkan karena keadaan. Di tengah pernikahan yang berawal dari keterpaksaan, Zara dihadapkan pada proses belajar ikhlas: bertahan atau membuka hati pada ketulusan dan kedewasaan Gus Abyan?

Sumber: Vidio

A dan Z: InsyaAllah Cinta Tayang di Vidio Mulai 19 Februari 2026


Vidio Original Series A dan Z: InsyaAllah Cinta bukan sekadar cerita tentang pernikahan tanpa cinta, tapi perjalanan dua hati yang belajar untuk ikhlas, bertahan, dan percaya bahwa takdir selalu punya caranya sendiri. Dengan balutan drama romance religi yang ringan dan manis, series ini siap menjadi tontonan yang menghangatkan hati dan menemani momen Ramadan dengan rasa yang dekat dan penuh makna. Ikuti perjalanan Laura Moane dan Rizky Nazar dalam menghidupkan karakter Abyan dan Zara, didukung oleh penampilan Zoey Abbas Jackson, Anya Taroreh, dan Yusuf Kartiko, lewat Vidio Original Series A dan Z: InsyaAllah Cinta yang akan tayang mulai 19 Februari 2026.

Film "Titip Bunda di Surga-Mu" Rilis Final Poster, Abadikan Pelukan Ibu sebagai Rumah Ternyaman untuk Pulang


Jakarta, 2 Februari 2026 - Menghitung hari menuju penayangan perdananya, RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures secara resmi meluncurkan Final Poster dari film drama keluarga yang paling dinanti, "Titip Bunda di Surga-Mu".

Poster final ini hadir sebagai representasi visual yang paling utuh dari jiwa film ini: sebuah pengingat bahwa di tengah riuhnya dunia, pelukan seorang ibu adalah tempat paling nyaman untuk pulang.

Ibu: Muara Kasih Sayang Keluarga

Dalam Final Poster yang dirilis hari ini, sosok Ibu Mozza (Meriam Bellina) tampil menjadi pusat semesta bagi keluarganya. la berdiri di tengah, dilingkupi oleh pelukan erat dari sang suami, Ayah Akbar (Ikang Fawzi), serta ketiga buah hatinya; Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar).

Tidak ada jarak di antara mereka. Senyum tulus dan sentuhan fisik yang hangat dalam poster ini. menyimbolkan rasa aman dan cinta tanpa syarat yang hanya bisa diberikan oleh seorang ibu. Kehadiran momen memasak bersama, dengan aroma soto khas buatan Bunda Mozza yang tersirat kuat melalui poster, menjadi pengingat akan ritual sederhana yang selalu dirindukan. setiap menyambut momen Ramadan. Dapur bukan sekadar ruang, melainkan titik temu keluarga, tempat rindu, cerita, dan kehangatan kembali dipulangkan ke rumah.

Visual ini seolah berbicara kepada hati penonton tentang kerinduan akan keintiman keluarga yang sering kali terabaikan, namun sesungguhnya adalah hal yang paling kita butuhkan.

Meriam Bellina: Belajar Saling Mengerti di Bulan Suci

Menanggapi visual poster yang penuh kehangatan ini, Meriam Bellina menekankan bahwa di balik pelukan tersebut, tersimpan pesan penting tentang bagaimana sebuah keluarga harus saling menjaga lewat komunikasi.

"Komunikasi dalam keluarga, atau dalam hubungan apapun, menjadi landasan terpenting untuk menjaga hubungan yang sehat. Film ini memberikan gambaran kalau sebenarnya setiap anak maupun orang tua bisa terus belajar untuk saling mengerti satu sama lain," ujar Meriam.

Aktris legendaris ini juga meyakini bahwa film ini hadir di momen yang sangat pas bagi masyarakat Indonesia. "Titip Bunda di Surga-Mu adalah film yang sangat hangat dan cocok menjadi tontonan keluarga pada bulan puasa ini," tambahnya.

Kontras Emosional: Kehangatan vs Realita

Namun, kehangatan yang terpancar dari Final Poster ini justru menjadi kontras emosional bagi konflik yang akan dihadapi para tokohnya. Di balik senyum Ibu Mozza yang meneduhkan, film ini menyimpan cerita pedih tentang tiga bersaudara yang terhimpit masalah ekonomi, ego pribadi, dan kekecewaan yang membuat mereka sempat "tersesat" dari jalan pulang ke hati ibunya.

Film ini mengajak penonton untuk merenung: sejauh apa kita rela melukai hati orang tua demi kepentingan pribadi, sebelum akhirnya sadar bahwa kasih sayang merekalah harta yang paling berharga?

Disutradarai oleh Hanny R. Saputra dan diadaptasi dari novel karya Dono Indarto serta Zora Vidyanata, film ini turut dibintangi oleh Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, dan Asri Welas.

Siapkan hati dan tisu Anda. Titip Bunda di Surga-Mu" siap menjadi teman merenung dan perekat rindu bagi keluarga Indonesia mulai 26 Februari 2026 di seluruh bioskop. Untuk informasi terbaru, ikuti Instagram @titipbundadisurgamu dan @rrk.pictures.

Senin, 02 Februari 2026

Belum Tayang, Chemistry Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus dalam Tiba-Tiba Brondong Pancing Perbincangan


Jakarta, 2 Februari 2026 - Meski belum menayangkan episode perdananya, drama Tiba-Tiba Brondong sudah lebih dulu memancing perhatian publik. 


Drama yang dijadwalkan tayang pada 13 Februari 2026 ini mempertemukan Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus sebagai pemeran utama, dengan mengangkat tema hubungan beda usia yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.


Meski belum tayang, daya tarik awal drama ini justru datang dari chemistry keduanya yang terasa natural dan terekam dalam akun Instagram @awreceh.id. Salah satu komentar netizen, @pageantxxx, “Berbeda berapa tahun ya? Lebih tua Tatjana kan?”


Netizen @mraihaxxx juga menyenggol, “Lagi musimkah brondong sama tante sekarang ini?”


Dalam drama Tiba-Tiba BrondongTatjana Saphira hadir lewat karakter Bella, sosok perempuan dewasa yang tampak mandiri dan terkendali. Ia merepresentasikan perempuan urban yang terlihat mapan dari luar, tetapi menyimpan keraguan tentang masa depan.


Tatjana sendiri melihat Bella sebagai sosok yang masih berproses. “Aku ingin Bella lebih terbuka dan berani membuka hati. Jangan terlalu pesimis dalam melihat peluang dalam hidup, karena hal yang tidak terpikirkan di benak kita bisa menjadi yang terbaik buat kita,” ujarnya di sela proses produksi. Obrolan mereka juga dapat Anda simak di konten Youtube Viu Indonesia.


Di sisi lain, Fadi Alaydrus menawarkan representasi pria muda yang jauh dari stereotip brondong yang sok dewasa. Karakter Langit adalah figur yang masih bertumbuh, dan mencari pijakan. 


Fadi merangkum karakternya dengan sederhana, “Terus usaha, Langit. You will win her,” di momen yang sama. Kalimat singkat yang mencerminkan perjalanan Langit sebagai individu, bukan sekadar pasangan dalam relasi.


Pertemuan dua karakter yang sama-sama belum sepenuhnya selesai dengan dirinya ini menjadi inti daya tarik Tiba-Tiba Brondong.


Serial ini akan segera tayang di Viu dan MAXStream, dan publik tampaknya sudah siap mengikuti perjalanan Bella dan Langit sejak awal.

Minggu, 01 Februari 2026

The Red Jumpsuit Appratus Merilis “Angels Cry” dan Umumkan Tanggal Rilis Album X’s For Eyes - Deluxe Edition

Band alternative rock bersertifikasi 5x Platinum, The Red Jumpsuit Apparatus, resmi mengumumkan perilisan deluxe edition dari album keenam mereka, “X’s For Eyes”, yang akan dirilis pada 6 Maret 2026 via Better Noise Music. Pre-order telah dibuka mulai hari ini. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, The Red Jumpsuit Apparatus juga merilis lagu baru berjudul ‘Angels Cry’, lengkap dengan video musik yang disutradarai oleh Shane Drake. Sang Vokalis, Ronnie Winter menggambarkan lagu ini sebagai kisah pahit-manis tentang cinta dan kehilangan di masa remaja dimana emosi yang terasa menghancurkan saat muda, justru menjadi bagian dari proses tumbuh dewasa.

Album “X’s For Eyes” sebelumnya dirilis pada Oktober 2025 dan menampilkan perpaduan khas pop-punk, alternative rock, serta sentuhan elektronik. Versi deluxe akan menghadirkan tambahan lagu, termasuk kolaborasi dengan Kellin Quinn (Sleeping With Sirens) dan Craig Mabbitt (Escape The Fate).

Dengan katalog multi-Platinum dan hit ikonik seperti ‘Face Down’ dan ‘Your Guardian Angel’, The Red Jumpsuit Apparatus terus menegaskan eksistensinya sebagai salah satu nama besar di skena alternative rock global. Band ini juga akan melanjutkan rangkaian tur ke Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Asia sepanjang 2026. Deluxe edition “X’s For Eyes” akan dirilis pada tanggal 6 Maret 2026. Sementara lagu ‘Angels Cry’ sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan video musiknya di akun YouTube resmi The Red Jumpsuit Apparatus.



Here's the track listing for the X's For Eyes deluxe edition:

 Always The King (feat Kellin Quinn)

Purple Halo

Perfection

X's for Eyes

Bad Beat

Slipping Through (No Kings)

Angels Cry

Home Improvement

Twenty Hour Drive

Kins and Carroll

Getting By

Worth It (feat. Craig Mabbitt)

Not Today

Perfection (feat. Derek Sanders)

Slipping Through (No Kings) [screams version]

Jumat, 30 Januari 2026

Film Sadali Siap Tayang di Bioskop 5 Februari 2026 Ketika Cinta Tak Pernah Benar-Benar Selesai


Jakarta, 30 Januari 2026 - Film drama romantis terbaru "Sadali" siap menyapa penonton Indonesia. Menjelang penayangan nasionalnya, film ini menggelar Pemutaran Perdana di Cinema XXI Epicentrum sebagai penanda peluncuran resmi, sebelum tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.

Sadali melanjutkan kisah yang telah menyentuh banyak penonton melalui film sebelumnya, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu. Film ini kembali membawa penonton menyelami konflik perasaan yang belum usai dalam hubungan cinta segitiga antara Sadali, Meira, dan Arnaza. Sadali masih mengejar dan menyimpan harapan untuk kembali bersama Meira, sementara Arnaza pun belum mampu melepaskan cintanya kepada Sadali. Di tengah tarik-ulur perasaan tersebut, ketiganya dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah mereka akan menemukan cinta masing-masing, atau justru terjebak dalam kisah yang tak pernah selesai?

Film ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi, antara lain Adinia Wirasti, Ajil Ditto, Hanggini, Ciara Nadine, Faiz Fishal, dan Deasy Natalia. Masing-masing menghadirkan performa yang emosional dan autentik, memperkuat dinamika karakter serta konflik batin yang menjadi jantung cerita film ini.


Disutradarai oleh Kuntz Agus, Sadali dikemas dengan pendekatan penceritaan yang intim dan sinematografi yang puitis. Film ini menyoroti sisi rapuh seorang pria ketika kehilangan sosok perempuan yang dicintainya, sekaligus menggambarkan bagaimana cinta dapat menjadi sumber harapan sekaligus luka. Kekuatan cerita juga diperkuat oleh gaya khas penulis Pidie Baiq, yang kembali menghadirkan dialog-dialog penuh rasa dan "gombalan" sederhana namun membekas di hati penonton.

"Sadali adalah film tentang perasaan yang sering kita pendam-tentang cinta yang tidak selesai, pilihan yang tertunda, dan keberanian untuk menerima kenyataan," ujar Kuntz Agus, sutradara Sadali. "Saya ingin menghadirkan cerita yang terasa dekat dengan penonton, personal, dan jujur secara emosi."

Sementara itu, Raam Punjabi selaku produser menyampaikan bahwa Sadali hadir sebagai kelanjutan yang matang dari kisah sebelumnya. "Melalui Sadali, kami ingin melanjutkan cerita yang sudah memiliki tempat di hati penonton dengan pendekatan yang lebih emosional dan relevan. Film ini kami harapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna cinta, kehilangan, dan keikhlasan," ungkapnya.

Pemutaran perdana film Sadali ini menjadi momen spesial bagi para pemain, kru, sineas, serta rekan media untuk menyaksikan film ini untuk pertama kalinya di layar lebar. Acara ini juga menjadi selebrasi atas proses kreatif panjang dan kolaborasi di balik layar yang melahirkan kisah penuh emosi ini.

"Akhirnya film Sadali tayang juga. Aku sudah lama menunggu film ini. Walaupun aku tahu garis besar ceritanya, aku tetap penasaran dengan hasil akhirnya-terutama bagaimana editing dan ending-nya," ujar Ajil Ditto, pemeran utama dalam film ini.

Melalui Sadali, para pembuat film berharap dapat menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman emosional yang membekas dan membuka ruang refleksi bagi penonton tentang cinta, pilihan, dan keberanian untuk merelakan.


Film "Sadali" dapat disaksikan mulai 5 Februari 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Melawan Sepi di 2026 Dengan Album Perdana Ricecooker, “Favorite Dinner Guest”


Sebulan telah berlalu di tahun baru ini. Bagaimana resolusimu? Apakah ada yang mengingatkanmu untuk konsisten? Ataukah hari ini kamu pulang dari kantor ke rumah yang sepi? Untuk Ricecooker, melawan sepi menjadi benang merah pada album perdana mereka, “Favorite Dinner Guest”. Berartikan “Tamu Makan Malam Favorit”, band asal Jakarta ini siap menemani anda tahun ini dalam mencari orang tersebut dihidupmu.

Dua tahun merilis lagu demi lagu, Ricecooker sudah banyak menjalani fase dan meraih pencapaian. Dari lagu Moving On dan Sunday Song yang dipakai dalam series “My Nerd Girl 3” di layanan streaming Vidio, hingga Original Soundtrack (OST) pertama mereka, If You Let Me, untuk film “Cinta Tak Seindah Drama Korea”, yang sempat menjadi film nomor 1 di Netflix seluruh Indonesia. “Setelah mendapatkan banyak oportunitas yang sangat kami syukuri, kami rasa sudah saatnya untuk merilis sebuah album.” Ujar Will Mara, salah satu personil Ricecooker dan produser untuk penyanyi-penyanyi terkemuka Indonesia seperti Nadin Amizah dan Raissa Anggiani. 

Bayangkan sebuah keseharian tipikal zaman sekarang. Setelah seharian penuh di kantor dan bersempitan di kereta, kamu pulang ke kosan dan duduk di meja untuk menyantap makan malam yang kamu beli dijalan pulang. Disitu kamu menonton livestream favoritmu bersama ribuan orang lain yang saling berbincang. Namun kamu menulis “hahaha” dengan muka yang rata, sendirian. “Loneliness Epidemic (epidemi kesepian) adalah tema yang kami angkat di album ini”, ujar Alif Ibrahim, gitaris Ricecooker yang sebagai seorang penulis telah merilis artikel di Inggris dan German. Dia menambahkan, “menurut WHO, kekurangannya koneksi yang bermakna bisa menjadi bibit penyakit dari depresi bahkan ke penyakit jangka lama seperti serangan jantung. Oleh karena itu, album kami memfokuskan cerita dan cara-cara untuk kita menerima rasa sakit dan kembali membuka hati untuk orang lain sehingga akhirnya mendapatkan seorang Favorite Dinner Guest.”  

“Untuk perilisan album ini, kami merasa lagu Smitten berperan sebagai benang merahnya.” ucap Jerome Kurnia, vokalis Ricecooker, yang tahun lalu mendapatkan nominasi Indonesian Film Festival (IFF) untuk perannya di film Perang Kota. “Kalau dalam Bahasa Indonesia, Smitten sebenarnya artinya jatuh cinta atau terpikat. Tapi perasaannya lebih intens, manis, dan tidak rasional. Seperti kegembiraan yang tidak dapat diucapkan lewat kata-kata,” tambahnya. Khusus untuk lagu tersebut, Ricecooker meminta bantuan oleh Arash Buana untuk menciptakan dan memproduserinya. “Rasa indahnya jatuh cinta tidak cukup rasanya jika hanya diucapkan oleh kata-kata dan melodi yang manis. Buat kami, Arash [Buana] memiliki talenta dalam bermain piano yang tidak ada duanya.” 

Memang benar, dari pertama kali memutar lagu Smitten, yang menjadi fokus album ini, terdengar iringan piano yang begitu manis dan lembut, beserta suara biola dan alat-alat tiup yang dilengkapi oleh iringan paduan suara yang menyelimuti seluruh badan. Lagu ini, beserta dengan sepuluh lagu lainnya di album Favorite Dinner Guest tersedia di seluruh platform musik digital mulai 30 Januari 2026.

 

Track List Album Favorite Dinner Guest

 

Talk To Me

I Gotchu

Sundang Song

Smitten

Learn on a Friend

Good Morning, Goodbye

Ghost On The Dancefloor

Lost in Seoul

Woul U Mind

forevermore

Moving On

Film Ghost in the Cell Tayang 16 April 2026 di Bioskop Indonesia! Sudah Diakuisisi Distributor Ternama Jerman, Bakal Tayang di Negara-Negara Berbahasa Jerman

Jakarta, 4 Februari 2026 — Film terbaru karya penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 ...