Selasa, 10 Maret 2026

Na Willa, Satu-Satunya Film Lebaran yang Bahagia Mengingatkan Kembali Orang Dewasa Rasarnya Jadi Anak-Anak yang Hidup Bebas Riang Gembira

Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 10 Maret 2026 - Visinema Studios kembali menghadirkan kebahagiaan pada Lebaran tahun ini lewat film Na Willa yang ditulis dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, dari duo produser Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari, trio sineas yang sukses merebut hati jutaan penonton Indonesia lewat JUMBO pada Lebaran tahun lalu.

Di film Na Willa, penonton diajak untuk merasakan kembali menjadi anak-anak, hidup bebas, riang, dan bahagia di Lebaran tahun ini. Film ini juga menandai pertama kalinya Ryan Adriandhy menyutradarai film live action, setelah sebelumnya sukses dengan karya animasi JUMBO. Lewat Na Willa, imajinasi kembali dihidupkan dan dirayakan, yang membuat para orang dewasa belajar melihat dunia seperti anak-anak lagi. Sebuah film yang hangat, emosional, dan menyimpan makna yang dalam.

Dengan latar Indonesia era 1960-an, Na Willa bersama Geng Krembangan mengajak penonton menyusuri gang, pasar, hingga lapangan luas tempat mereka bermain layangan dan kelereng. Film ini seakan membawa para penonton dewasa kembali ke pada kegembiraan sederhana yang sering terlupakan, sekaligus mengajak para penonton anak untuk ikut merayakan rasa penasaran dari imajinasi tanpa batas.

Film Na Willa hadir sebagai tontonan keluarga yang membawa suasana hangat, ceria, dan penuh kebahagiaan di momen Lebaran. Film ini menghadirkan pengalaman menonton yang bahagia, fun dan hidup, sebuah tontonan keluarga yang dapat dinikmati bersama, bukan hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa.

Ryan pun berhasil menghidupkan imajinasi anak-anak di film ini, seperti ikan bandeng yang bermata banyak, atau yang hampir menjadi banyak pertanyaan dan rasa penasaran setiap anak di masa kecil, "apakah benar ada orang bernyanyi di dalamnya?"

"Kita semua pernah jadi Na Willa. Kita semua pernah menjalani keseharian sebagai anak-anak dengan lingkungan di sekitar kita, orang tua, sahabat, atau rasa kangen sama teman yang tiba-tiba pindah. Hal yang begitu sederhana atau dianggap sepele bagi orang dewasa bisa jadi terasa begitu besar untuk anak-anak. Menurutku itu rasa yang universal. Perasaan rindu masa anak-anak itu akan relevan sepanjang masa. Na Willa akan mengingatkan kembali kebahagiaan sederhana di dunia anak-anak. Rasa penasaran, imajinasi, dan kegembiraan yang sering kita lupakan saat dewasa," ujar penulis dan sutradara Ryan Adriandhy. 

Na Willa dibuat oleh studio dan para kreator JUMBO, yang telah terbukti dicintai dan merebut hati masyarakat Indonesia. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaudiamo, Visinema Studios juga kembali menggandeng laleilmanino untuk menggarap original soundtrack, berjudul "Sikilku Iso Muni", yang hadir sebagai bagian penting dari film Na Willa sekaligus membawa keceriaan bersama, baik di dalam maupun di luar bioskop.

Jajaran pemeran Na Willa juga mencerminkan keberagaman dan komitmen regenerasi talenta perfilman Indonesia dari Visinema Studios. Film ini dibintangi oleh para aktor anak, aktor pendatang baru, hingga aktor senior Tanah Air. Mereka adalah Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Setelah kesuksesan Jumbo pada Lebaran tahun lalu, Visinema Studios kembali menghadirkan karya terbaru untuk keluarga Indonesia melalui Na Willa. Kehadiran film ini sekaligus melanjutkan komitmen Visinema untuk menghadirkan karya-karya berkualitas yang dapat menjadi pengalaman menonton yang hangat dan menyenangkan bagi keluarga Indonesia di momen Lebaran.

"Di Visinema Studios, kami percaya bahwa film keluarga bukan sekadar hiburan, tetapi ruang emosional tempat generasi bertemu, anak, orang tua, dan bahkan anak dalam diri kita. Karena itu kami berkomitmen untuk selalu hadir di momen Lebaran dengan cerita yang bisa dinikmati bersama di bioskop.

Melalui Na Willa, kami ingin menghadirkan film yang hangat, imajinatif, dan relevan bagi keluarga Indonesia. Setelah melihat bagaimana JUMBO mampu memeluk jutaan penonton, kami juga melihat Na Willa sebagai langkah penting dalam membangun IP lokal yang kuat, berkelanjutan, dan dapat terus hidup bersama penontonnya. Industri film Indonesia membutuhkan lebih banyak cerita yang ramah bagi anak dan keluarga, cerita yang tidak hanya menghibur hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan banyak generasi." ujar Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma.

Setelah berhasil memberikan dampak positif dan memeluk jutaan Keluarga Indonesia melalui JUMBO, Na Willa juga akan diproyeksikan oleh Visinema Studios sebagai kekayaan intelektual (IP) kuat berikutnya. "Industri film Indonesia membutuhkan IP lokal yang kuat dan berkelanjutan, serta lebih banyak konten yang ramah bagi anak dan keluarga. Melalui Na Willa, kami berharap dapat menghadirkan cerita yang bukan hanya relevan hari ini, tetapi juga memiliki potensi studios untuk terus hidup dan berkembang sebagai IP lokal Indonesia," tambah produser eksekutif Na Willa & CEO Visinema Studios Herry B. Salim. 

Bukan hanya sekadar film keluarga, No Willa juga menjadi ruang dan tontonan yang menghibur, sekaligus orang tua bisa kembali belajar cara melihat dunia seperti anak Film ini akan mengajak para orang tua untuk bisa ikut mengerti ini kepala anak-anak, dan para orang dewasa ingat rasanya menjadi anak.

Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo pun sangat tersentuh dengan hasil karya Ryan Adriandhy bersama Visinema Studios. Menurut Reda, Ryan dan Visinema Studios mampu menghidupkan imajinasi anak-anak yang penuh kegembiraan. la pun berharap film Na Willa bisa menjadi ruang bagi orang tua mendengarkan suara anak mereka dan tetap merawat semangat anak di dalam diri.

"Saya ingin orang tua, agar bisa mendengar suara anak-anak kita, kembali menciptakan kebahagiaan yang pernah kita rasakan waktu kecil dan menjadikannya milik anak-anak kita. Sambil menjaganya juga untuk kita sendiri, menyalakan semangat anak kecil di dalam diri kita," ungkap Reda Gaudiamo.

Film Na Willa juga sangat direkomendasikan oleh orang yang sudah menonton. Beberapa ulasan positif dari special screening di antaranya setuju film Na Willa hangat, indah, dan magical.

"Bagussss, so so magical!" Kata akun review film di X @Watchmen_ID.

"BAGUSSSSSSSSS WEYYYYY. Ini sih Millenial yang udah punya gen alpha, wajib buanget nonton. Luisa as Na Willa JUARAAKKKKKKK. Directing-nya @Adriandhy warbyasaaa. Selain filmnya yang magical, BTS nya juga menyenangkan buat didenger ceritanya," kata akun film di X @txtanakbioskop.


Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!

Sinopsis

Film No Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama,Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota Indonesia, Tiket Jakarta Sold Out dan Sejumlah Kota Hampir Habis

Film Na Willa akan tayang lebih dulu pada Minggu, 15 Maret 2026 di 22 kota

Jakarta, 10 Maret 2026 - Setelah mendapat sambutan hangat dan respons positif dari rangkaian special screening bersama para orang tua, anak-anak, hingga para sinefil, film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa, akan tayang lebih. dulu di 22 kota di Indonesia pada Minggu, 15 Maret 2026. Program Nonton Duluan Na Willa menjadi cara Visinema untuk mengajak keluarga Indonesia merayakan kegembiraan Lebaran lebih awal sekaligus berkenalan dengan dunia Na Willa sebelum filmnya resmi tayang.

Antusiasme penonton terhadap Na Willa terlihat sangat tinggi. Hingga saat ini tiket program Nonton Duluan di Jakarta telah sold out, sementara penjualan di Bandung dan Depok juga hampir habis.

Para penonton yang telah menyaksikan film ini juga memberikan respons yang sangat positif. Banyak yang merekomendasikan Na Willa sebagai film yang menghadirkan rasa bahagia, fun, hidup, dan hangat untuk ditonton bersama keluarga. Sebagai film keluarga, Na Willa tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional yang dapat dirasakan oleh penonton dari berbagai usia.

"Masuk dunia Na Willa, best banget sih. Hatiku penuh banget, kayak dipeluk. Sepanjang nonton senyum," kata reviewer film @cinemuach usai special screening film Na Willa.

"Bagian parenting-nya relate banget, meski set-nya itu di tahun '60-an tapi masih sangat terasa buat orang-orang yang nonton dan hidup di masa sekarang," kata akun review film @WatchmendID.

Bukan cuma menghibur anak-anak, namun masuk ke dunia Na Willa juga terbukti sangat menyenangkan bagi penonton yang sudah dewasa. Sutradara film Na Willa Ryan Adriandhy pun mengungkapkan perasaan bahagianya saat film Na Willa mendapat respons positif dari penonton yang sudah lebih dulu menonton.

"Teman-teman yang berkesempatan nonton film Na Willa duluan lewat undangan exclusive screening telah mengutarakan ulasan dan perasaan mereka atas film kami. Dan hati kami tidak bisa lebih hangat lagi. Terima kasih banyak. Mari ikut masuki dunia Na Willa yang akan membuatmu merasa jadi anak-anak lagi," ujar sutradara Ryan Adriandhy.

Harapannya, Na Willa menjadi film keluarga yang juga menjadi film Lebaran yang dipilih oleh seluruh keluarga Indonesia," tambah Ryan.

Berikut adalah daftar bioskop di 22 kota di Indonesia yang akan menjadi lokasi Nonton Duluan Film Na Willa:

1. Bandung (CGV BEC)
2. Banjarmasin (Studio XXI)
3. Bekasi (KCM Jati Asih)
4. Bogor (Cibinong City XXI)
5. Cirebon (CSB XXI)
6. Denpasar (Level 21 XXI)
7. Depok (CGV Dmall)
8. Jakarta (Blok M XXI)
9. Kupang (Transmart Kupang XXI)
10. Lampung (Malkartini XXI)
11. Makassar (Panakkukang XXI)
12. Malang (Cinepolis Malang Town Square)
13. Medan (Cinepolis Plaza Medan Fair)
14. Padang (CGV Raya Padang)
15. Pekanbaru (Cinepolis Living World Pekanbaru)
16. Pontianak (Ayani XXI)
17. Purwokerto (Rajawali Cinema)
18. Semarang (Cinepolis Java Supermall)
19. Solo (Solo Paragon XXI)
20. Surabaya (Tunjungan XXI)
21. Tangerang (Tang City XXI)
22. Yogyakarta (Jwalk Mall)

Dijual secara terbatas, pembelian tiket Nonton Duluan Na Willa sudah bisa dibeli mulai Senin, 9 Maret 2026. Pembelian tiket bisa melalui aplikasi M-Tix, CGV, Cinepolis, dan KCMTix. Serta website CGV, bioskopkem.com, dan rajawalicinema.bigtix.io/en. Penonton juga bisa membeli tiket langsung di bioskop untuk menonton di Cinepolis, KCM, dan Rajawali Cinema.

Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia! Dan Nonton Duluan Film Na Willa, Minggu, 15 Maret 2026.

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran 

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:

Judul Film: Na Willa
Genre: Drama, Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif: Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser: Mia A. Santosa
Produser Lini: Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara: Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi: K. Dwi Prasetya
Sinematografer: Yadi Sugandi
Desainer Produksi: Sri Rini Handayani
Penata Busana: Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias: Notje M. Tatipata
Penata Suara: Siti Asifa Nasution
Penyunting: Teguh Raharjo
Komposer: Ofel Obaja
Pemeran: 
Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno. 

Senin, 09 Maret 2026

Na Willa Banjir Pujian Penonton! Film Keluarga yang Bikin Bahagia dan Hangatkan Hati di Lebaran

Tonton Film Na Willa bareng Keluarga pada 18 Maret 2026 di bioskop

Jakarta, 9 Maret 2026 - Film terbaru persembahan Visinema Studios, Na Willa, yang tayang pada Lebaran tahun ini di bioskop banjir pujian dari para penonton yang sudah menonton terlebih dahulu di rangkaian special screening, press screening, dan Gala Premiere. Film Na Willa sangat direkomendasikan oleh orang-orang yang sudah menonton, karena membuat bahagia, fun, dan hidup.

Sementara itu, para penonton yang sudah menjadi orangtua merasakan film Na Willa bisa menjadi pengingat agar orangtua bisa melihat dunia dari mata seorang anak. Seperti yang diungkapkan VP of Marketing Parentstory Ayunda Wardhani Shandini, film ini juga membawa kembali ke masa kecil dan ingatkan nilai tentang keluarga, persahabatan, dan budi baik seperti kejujuran.


"Film Na Willa adalah pengingat yang sangat indah tentang bagaimana dunia terlihat dari mata seorang anak. Ceritanya hangat dan jujur. Film ini membawa kita kembali ke masa kecil, sekaligus mengingatkan bahwa keluarga, persahabatan, dan hal-hal sederhana dalam hidup seringkali menjadi yang paling berharga," kata VP of Marketing Parentstory Ayunda Wardhani Shandini.

Sebagai film keluarga, yang bukan hanya menjadi film anak, Na Willa memiliki kedalaman emosional. Kepiawaian sutradara Ryan Adriandhy yang telah sukses. bersama JUMBO pada Lebaran tahun lalu, akan menjadikan pengalaman yang hangat saat Lebaran di bioskop tahun ini lewat film Na Willa.

"Relate banget dengan parenting-nya. Mengajarkan hal sederhana, seperti tidak boleh berbohong dan kejujuran itu penting," kata salah satu Ibu yang menonton film Na Willa bersama anak dan suaminya.


Sementara itu, Ibu lain merasakan saat menonton film Na Willa seperti kembali ke kapsul waktu. "Imajinasi terwujud dengan begitu magisnya. Perasaannya kayak ngajak anak ke time capsule ke zaman kami kecil, jadi mereka juga bisa ada bayangan."

Tak hanya para orangtua yang merasakan kehangatan film Na Willa, para penonton dewasa hingga akun-akun film yang kerap menjadi rujukan rekomendasi tontonan pun merasakan kehangatan di film ini.

"SUPER MAGICAL SEKALI NA WILLA. Senyam-senyum sendiri sepanjang nonton. Udahannya bikin happy hahaha sukaaaa bangettt!" Kata akun X @paradigmafilm.

"Speechless! Na Willa sangat amat indah, heartwarming, magical, dan super duper gemes. Selama nonton full senyum & ikut ketarik ke dalam dunia Na Willa," kata akun X @aussieskid.

"Film lebaran yang wajib ditonton baik anak-anak, orang tua, dan semua orang untuk lebih mendengarkan dan merasakan dunia anak-anak. Ketika kita sudah menjadi kupu-kupu, sungguh kita tak bisa balik sebagai ulat yang kita rindukan," kata akun X @AlbamaFadhal.

Tonton petualangan yang penuh imajinasi, keajaiban, dan kehangatan yang akan membawa kita pulang menjadi anak-anak pada Lebaran bersama film Na Willa pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia!

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama,Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Tunggu Aku Sukses Nanti Jadi Film yang Memeluk Lelah Para Pejuang Hidup dan Tulang Punggung Keluarga Akan Menghangatkan Saat Lebaran 2026 di Bioskop


Jakarta, 9 Maret 2026 - RAPI Films mempersembahkan film Tunggu Aku Sukses Nanti dari duet sukses sutradara Naya Anindita dan penulis Evelyn Afnilia saat momen Lebaran 2026. Sebuah film yang akan menghangatkan para pejuang hidup dan para tulang punggung keluarga dari sudut pandang Arga (Ardit Erwandha).

Film Tunggu Aku Sukses Nanti sukses mengaduk emosi penonton dengan ceritanya yang dekat, relevan, dan mewakili mereka yang saat ini masih berjuang menuju sukses. Ardit, yang pertama kalinya memerankan karakter utama di film drama, berhasil menampilkan lapisan emosi lelah, marah, dan peluh saat Arga berjuang untuk menjadi sosok yang ingin dihargai di keluarga besarnya.

"Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga, si tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya, dan keluar dari ketergantungan keluarga besar. Bagi saya, ini film yang terasa personal dan juga dekat," ujar sutradara Naya Anindita.

Produser Sunil Samtani mengungkapkan Tunggu Aku Sukses Nanti juga membawa permasalahan realitas sosial yang mencerminkan dinamika banyak keluarga Indonesia di saat Lebaran.

"Film ini ringan namun menyentuh. Penonton akan merasa dekat dengan ceritanya, sehingga ketika keluar menonton, perasaannya akan hangat," tambah Sunil Samtani.

Di film ini, Naya menggambarkan dinamika kemeriahan keluarga Indonesia saat kumpul Lebaran. Ada saudara yang 'menyebalkan' yang selalu memunculkan pertanyaan-pertanyaan klasik, saling unjuk kesuksesan, hingga menjadi sebuah ruang perenungan bagi si karakter utamanya, Arga.


Ardit Erwandha, yang memerankan Arga, merasa karakter yang ia perankan memiliki lapisan yang sangat dekat dengan perjuangan hidupnya. Sekaligus, ia juga belajar dari perannya.

"Aku banyak belajar dari Arga. Dulu, kalau sedih itu selalu sok kuat, sekarang mencoba untuk belajar memvalidasi emosi itu. Kalau capek ya capek, enggak apa-apa. Selesai syuting film ini, aku bahkan nangis karena merasa sudah melewati tantangan yang aku takuti," ungkap Ardit Erwandha.

"Semoga para pejuang hidup dan tulang punggung keluarga bisa jujur sama diri sendiri. Bahwa capek dan marahmu itu valid. Semoga Tunggu Aku Sukses Nanti bisa memeluk kalian," tambah Ardit.

Selain Ardit Erwandha, Naya juga membawa puluhan pemeran bertabur bintang di film ini. Banyak di antaranya juga merupakan lingkaran pertemanan Naya, menjadikan film ini terasa begitu dekat dan personal bagi kreatornya.

Film Tunggu Aku Sukses Nanti dibintangi oleh Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Maudy Efrosina, Fita Anggriani, Reza Chandika, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Jamie Aditya, Afgan, Sarah Sechan, Marcella FP, Petra Gabriel Michael, Gusty Pratama, Rudy Kawilarang, Mitchel Surjadi, Ziyan, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, dan Yono Bakrie. Serta penampilan spesial dari para bintang seperti Vidi Aldiano hingga Tara Basro.

Tunggu Aku Sukses Nanti diproduksi oleh RAPI Films, bekerja sama dengan Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Vortera Studios.


Tonton film Tunggu Aku Sukses Nanti bersama keluarga pada Lebaran 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan film Tunggu Aku Sukses Nanti melalui media sosial resmi.

Ess Jay Studios Rilis Poster & Trailer "Tiba-Tiba Setan", Horor Komedi Penuh Teror dan Tawa

Jakarta, 9 Maret 2026 - Rumah produksi Ess Jay Studios resmi merilis poster dan trailer perdana film layar lebar mereka bertajuk "Tiba-Tiba Setan", sebuah film komedi horor yang menghadirkan perpaduan ketegangan, kekonyolan, dan drama keluarga dalam satu paket hiburan segar.

Film ini disutradarai oleh Etienne Caesar. Sebelumnya, Etienne dikenal sebagai asisten sutradara dalam sejumlah film sukses seperti Ghost Writer, Pelukis Hantu, dan Cek Toko Sebelah. Tiba-Tiba Setan menjadi debutnya sebagai sutradara film panjang.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Ratu Felisha, Poppy Sovia, Tanta Ginting, Oki Rengga, Lolox, Naura Hakim, serta sejumlah pemain lainnya yang turut meramaikan kisah penuh kejutan ini.

Tiba-Tiba Setan mengisahkan petualangan surreal, menggelitik sekaligus menegangkan. Kekacauan terjadi ketika kakak beradik tiba di sebuah hotel tua yang terbengkalai tempat mereka percaya ayah mereka telah menyembunyikan sebuah harta karun untuk mereka, tanpa mengetahui bahwa salah satu saudara kandung telah menyewa penjaga hotel untuk berpura pura menjadi hantu agar mereka terbebas dari masalah. Namun tanpa sepengetahuan mereka, penjaga hotel telah membangkitkan roh seorang wanita yang dibunuh dan dikubur di hotel tersebut dan akhirnya menghantui mereka. Sekarang mereka semua menjadi korban dan harus menemukan cara untuk bertahan hidup dari teror tersebut. Tanpa sepengetahuan anggota keluarga lainnya, salah satu dari mereka diam-diam menyewa penjaga hotel untuk berpura-pura menjadi hantu. Tujuannya sederhana: menakut-nakuti saudara-saudaranya agar konflik keluarga segera selesai.


Sutradara Etienne Caesar mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar horor komedi biasa. "Saya ingin membuat horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tapi juga situasi yang absurd dan dekat dengan dinamika keluarga. Ide dasarnya sederhana: kebohongan kecil bisa memanggil masalah besar. Di film ini, bahkan bisa 'memanggil' sesuatu yang seharusnya tidak dibangunkan," ujar Sutradara yang sukses lewat film Cinta Tak Seindah Drama Korea.

la juga menambahkan bahwa keseimbangan antara komedi dan horor menjadi tantangan terbesar selama proses produksi, "Timing komedi harus presisi, tapi ketegangannya juga tidak boleh hilang. Saya beruntung punya cast yang berani eksplorasi dan total dalam setiap adegan."

Ratu Felisha mengaku tertarik karena naskahnya berbeda dari horor kebanyakan. "Begitu baca skripnya, saya langsung merasa ini unik. Kita ketawa, tapi beberapa detik kemudian langsung tegang. Emosinya naik turun, dan itu seru banget dimainkan."

Sementara itu, Poppy Sovia menyebut pengalaman syuting di lokasi hotel tua menjadi tantangan tersendiri. "Lokasinya memang sudah punya aura yang kuat. Kadang kami bercanda untuk mencairkan suasana, tapi tetap saja ada momen-momen yang bikin merinding."

Sedangkan Lolox, yang dikenal dengan gaya komedinya yang khas, mengatakan: "Awalnya kita pikir cuma pura-pura jadi hantu. Eh, malah ketemu yang asli. Itu sih namanya salah strategi! Film ini benar-benar 'tiba-tiba' dalam segala hal."

Dengan perpaduan cerita keluarga, misteri, komedi segar, serta teror supranatural yang tak terduga, Tiba-Tiba Setan siap menjadi warna baru dalam genre horor komedi Indonesia. 


Saksikan "Tiba-Tiba Setan" di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Jumat, 06 Maret 2026

Resmi Dibuka, Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Jadi Inisiatif Ramadhan dari Ekosistem JICAF


Jakarta, 6 Maret 2026 - Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 resmi dibuka pada Jumat (6/3) di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian sepuluh hari perayaan Ramadhan berbasis ilustrasi dan desain yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.

IRJ 2026 diisi oleh karya-karya ilustrator dari dalam dan luar negeri, yang menghadirkan beragam perspektif visual dalam merespons nilai-nilai Ramadhan. Berbeda dari perayaan Ramadhan pada umumnya, IRJ menawarkan pengalaman yang lebih terkurasi dan kontemplatif, mengajak pengunjung menikmati bulan suci melalui pendekatan visual yang modern dan relevan dengan kehidupan urban.

Yoga Prathama, Inisiator Illustrated Ramadhan Jakarta, menyampaikan bahwa pembukaan IRJ menjadi momentum untuk memperluas cara publik memaknai Ramadhan melalui medium visual. “Melalui IRJ, kami ingin menunjukkan bahwa ilustrasi bisa menjadi jembatan antara tradisi dan ekspresi masa kini. Ramadhan tidak harus selalu diekspresikan dengan pendekatan visual yang seragam. Ada banyak cara untuk merayakan dan merefleksikannya, dan kami memberi ruang bagi para ilustrator untuk menghadirkan interpretasi yang personal namun tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.” 

Selama sepuluh hari, IRJ menghadirkan rangkaian program yang dirancang tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga dialami secara lebih personal. Area pameran menjadi ruang eksplorasi visual yang mengajak pengunjung berhenti sejenak, membaca makna di balik setiap karya, dan meresapi interpretasi Ramadhan dari berbagai sudut pandang illustrator.

Selain itu, IRJ juga menyediakan ruang interaksi yang mempertemukan publik dengan para kreator melalui sesi berbagi, diskusi, dan aktivitas partisipatif. Kehadiran area kurasi produk kreatif turut melengkapi pengalaman, menawarkan pilihan gifting yang dirancang dengan pendekatan desain yang thoughtful. Momentum ini kemudian ditutup setiap harinya dengan kebersamaan saat berbuka puasa, menghadirkan suasana yang intim dan memperkuat esensi Ramadhan sebagai waktu untuk refleksi dan koneksi.

Didukung oleh Simpati Telkomsel,  Kahf dan Wardah sebagai brand partner, Illustrated Ramadhan Jakarta (IRJ) 2026 menghadirkan kolaborasi yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati Ramadan secara lebih bermakna.

Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 terbuka untuk umum hingga 15 Maret 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta.

Angkat Mitos dan Tradisi Gelap, MBK Productions dan Drias Film Siap Rilis Film Horor Hajatan Setan

Ari Irham hingga Asri Welas Hadapi Teror Ritual Desa yang Minta Tumbal

Jakarta, 4 Maret 2026 - Film horor terbaru garapan MBK Productions dan Drias Film, Hajatan Setan, siap menghantui layar bioskop Indonesia. Film ini juga bekerjasama dengan distributor Mockingbird Pictures untuk ekspansi pemutaran film di luar Indonesia. Mengusung teror ritual desa yang penuh misteri dan rahasia turun-temurun, film ini menghadirkan deretan pemain film; Ari Irham, Alika Jantinia, Gisellma Firmansyah, Tanta Ginting, Indra Birowo, Asri Welas, Bima Zeno, Karina Suwandi, dan Sita Permata Sari.

Dari produser eksekutif Budi Yulianto dan produser Rendy Gunawan, dan Disutradarai oleh Bambang Drias dan Eko Kristianto, dengan naskah yang ditulis oleh Andhy Pulung, B.W. Purba Negara, Vidya T. Ariestya, dan Novia Anggi, Hajatan Setan memadukan elemen folk horror dengan drama sosial yang berakar pada kepercayaan kolektif masyarakat desa. Hajatan Setan mengeksplorasi sisi gelap sebuah hajatan desa yang dipercaya membawa kemakmuran.

Berlatar sebuah desa di Jawa, film ini mengikuti kepulangan seorang perempuan muda ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun pergi. Kepulangan tersebut justru membuka kembali luka lama dan memicu rentetan peristiwa ganjil yang membuat warga diliputi kecurigaan dan ketakutan. Ketika satu per satu kejanggalan terjadi, muncul pertanyaan besar. apakah kemakmuran desa benar-benar datang tanpa pengorbanan?

Ari Irham mengungkapkan bahwa karakter yang ia perankan memiliki tekanan emosional yang kuat. "Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata," ujarnya.

Sementara itu, Asri Welas menyebut film ini sebagai salah satu pengalaman horor paling intens dalam kariernya. "Begitu membaca naskahnya, saya langsung merinding. Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman. Istilah 'hajatan setan' sendiri sudah cukup menyeramkan, karena kita semua tahu hajatan itu identik dengan kebahagiaan, tapi di sini justru jadi sumber teror."

Sutradara Bambang Drias menjelaskan bahwa istilah Hajatan Setan lahir dari ketika mulai mempertanyakan makna di balik sebuah tradisi. "Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana kalau di balik itu ada harga yang harus dibayar?" ujarnya.

Eko Kristanto menambahkan bahwa pendekatan film ini dibuat sedekat mungkin dengan realitas agar terasa lebih mengusik. "Kami ingin penonton merasa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya jadi terasa masuk akal, dan justru itu yang menjadi sumber horonya. Hajatan Setan bermain di wilayah itu: antara kepercayaan dan ketakutan."

Dengan kombinasi ensemble cast lintas generasi dan premis yang provokatif, Hajatan Setan diprediksi menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini. Mengangkat isu tentang tradisi, stigma, dan pengorbanan, film ini menjanjikan pengalaman menegangkan sekaligus menggugah rasa ingin tahu.

Ikuti perkembangan terbaru film Hajatan Setan melalui akun media sosial resmi @filmhajatanfilm dan @driasfilm untuk mengetahui tanggal tayang resminya.

Bersiaplah, karena tidak semua perayaan berakhir dengan kebahagiaan...

Jelang Tayang Lebaran 2026, Pelangi di Mars Rilis Poster Nerotek: Gambarkan Misi yang Dipimpin Anak Bangsa di Planet Merah


Jakarta, 6 Maret 2026 - Menjelang penayangannya di layar lebar pada momen Lebaran nanti, rumah produksi Mahakarya Pictures resmi merilis poster Nerotek terbaru dari film sci-fi anak-anak paling dinanti tahun ini, Pelangi di Mars. Poster ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai petualangan epik yang akan membawa penonton menjelajahi keindahan. sekaligus tantangan di Planet Merah pada 18 Maret 2026 mendatang

Perilisan poster ini sekaligus mempertegas konflik utama yang melibatkan Nerotek, sebuah perusahaan raksasa yang menguasai pasokan air bersih di Bumi. Nerotek memimpin ekspedisi besar ke Mars untuk mencari Zeolit Omega, elemen langka yang mampu menjernihkan air. Namun, ketika Pratiwi (Lutesha), berhasil menemukan lokasi Zeolit Omega, Nerotek secara tiba-tiba membatalkan misi tersebut tanpa alasan yang jelas.

Pelangi dengan Petualangan Epik Menjelajahi Mars

Tak sendirian, Pratiwi memiliki putri yang ia beri nama Pelangi (Messi Gusti), yang akhirnya bertualang di Mars untuk menemukan Zeolit Omega. Pelangi Tak sendiri, ia didampingi oleh barisan sahabat robotnya yang setia: Batik (Bimo Kusumo), Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Immanuel), Kimchi (Vanya Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya).

Bersama-sama, mereka menjelajahi medan ekstrem Planet Merah demi menyelamatkan Bumi dari Nerotek dan mencari jalan pulang. Apakah tim Pelangi akan berhasil mengalahkan perusahaan raksasa ini? Apakah Pelangi akan menggapai mimpinya dan menyentuh tanah Bumi?

Visi Besar untuk Pemimpin Masa Depan

Bagi sutradara Upie Guava, karakter Pelangi bukan sekadar tokoh fiksi, melainkan simbol harapan bagi generasi muda Indonesia. "Melalui petualangan Pelangi, saya ingin anak-anak Indonesia percaya kalau mereka bisa menjadi pemimpin, seperti Pelangi yang memimpin misinya untuk mencari Zeolit Omega untuk menyelamatkan Bumi," ungkap Upie.

Pemeran Pelangi, Messi Gusti, pun turut membagikan antusiasmenya terhadap pesan moral yang dibawa oleh film ini. "Gak cuma teman-teman akan dibawa petualangan seru, tapi film Pelangi di Mars mengajarkan kita untuk terus bermimpi setinggi-tingginya, dan tidak pernah menyerah untuk menggapainya," ujar Messi Gusti dengan semangat.

Senada dengan visi tersebut, produser Dendi Reynando menyampaikan ambisi besarnya terhadap brand ini. "Harapannya Pelangi di Mars bisa menjadi Intellectual Property (IP) baru yang membanggakan untuk anak-anak Indonesia," tambah Dendi.

Jajaran Cast Bertabur Bintang

Film ini didukung oleh talenta-talenta terbaik tanah air, mulai dari Messi Gusti (Pelangi), Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, hingga Livy Renata. Kehadiran pengisi suara karakter robot seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, dan Dimitri Arditya semakin memberikan warna dan keceriaan pada petualangan ini.

Siapkan diri Anda untuk ikut mengangkasal Petualangan Pelangi di Mars akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan melihat detail poster terbaru, ikuti akun media sosial resmi kami di @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Para Perasuk Merilis Official Trailer Menampilkan Kepiawaian Wregas Bhanuteja Penampilan tak Terduga dari Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan

Para Perasuk tayang di bioskop mulai 23 April 2026

Jakarta, 6 Maret 2026 - Setelah sukses mendapat sambutan positif dan hangat saat world premiere (penayangan perdana) di Sundance Film Festival 2026, film terbaru Wregas Bhanuteja, Para Perasuk kini merilis official trailer yang mengejutkan! Menampilkan kepiawaian terbaru dari penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja, dengan penampilan tak terduga dari para pemeran bintang Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Selain mereka, film ini juga dibintangi Ganindra Bimo dan Indra Birowo.

Official trailer Para Perasuk menampilkan dunia yang lebih luas yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan pesta kerasukannya. Angga Yunanda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan berperan sebagai murid dari Anggun. Mereka bertiga bercita-cita menjadi 'Perasuk', orang yang memiliki kemampuan memimpin orang lain bisa merasakan kerasukan.

Di trailer, juga diperlihatkan yang menjadi permasalahan para warga di Desa Latas. Keberlangsungan hidup mereka terancam, saat mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur. Trailer menampilkan perlawanan kolektif warga dalam menjaga mata air tersebut.

"Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya," ujar penulis dan sutradara Wregas Bhanuteja.

Diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, Para Perasuk diproduksi oleh Rekata Studio. Film ini menjadi ko-produksi Indonesia bersama Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Angga Yunanda, yang memerankan karakter utama bernama Bayu menjelaskan karakternya memiliki ambisi yang sangat besar.

"Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa," kata Angga Yunanda.


Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film Para Perasuk melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio. Tonton film Para Perasuk di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026!

Sinopsis

Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.

Kamis, 05 Maret 2026

Film Na Willa Rilis Exclusive Clip: Merayakan Perbedaan, Keberagaman, dan Hangatnya Keluarga Indonesia dari Mata Anak

Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2026 - Visinema Studios merilis exclusive clip terbaru dari film keluarga Na Willa, yang akan tayang di momen Lebaran 2026, tepatnya pada 18 Maret 2026. Lewat cuplikan sederhana namun menyentuh, film ini mengajak penonton melihat keberagaman Indonesia dari sudut pandang seorang anak kecil.

Dalam exclusive clip tersebut diperlihatkan bagaimana karakter utama Na Willa yang diperankan oleh Luisa Adreena memahami perbedaan dari asal-usul kedua orangtuanya yang berbeda. Na Willa melihat ia dibesarkan oleh Mak yang berambut ikal dan kulitnya berwarna cokelat, sedangkan Pak bermata sipit dan berkulit terang. Na Willa ingin tumbuh setinggi Pak, tetapi juga ingin memiliki rambut ikal seperti Mak.

Namun, saat mengutarakan keinginannya itu, justru Na Willa diledek oleh Mbok, yang mengatakan Willa akan tumbuh besar seperti Pak, dan tidak bisa memiliki rambut ikal dan kulit cokelat seperti Mak. Usai tangis pecah layaknya anak-anak. Mak pun datang menenangkan Willa. Ia memberikan pesan kelak Na Willa bisa. tumbuh seperti Pak dan Mak.

Cuplikan ini menjadi refleksi kecil tentang bagaimana keluarga Indonesia hidup di tengah perbedaan, dan bagaimana nilai keberagaman dan penerimaan pertama kali dipelajari dimulai dari rumah.

Karakter Pak dalam film ini merupakan keturunan Tionghoa-Jawa, sementara Mak berasal dari Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui dinamika keluarga. ini, Na Willa menampilkan wajah Indonesia yang beragam sebagai keseharian yang hangat dan jujur.

"Banyak bentuk yang sangat sederhana kami tampilkan, termasuk soal nilai keberagaman. Na Willa sangat memanusiakan kita. Ini yang kita butuhkan untuk anak dan keluarga Indonesia. Filmnya sederhana, tapi magical dan penuh. petualangan dari kacamata anak-anak," ujar Anggia Kharisma, Produser Na Willa & Chief Content Officer Visinema Studios.

Keberagaman ini juga hadir secara autentik di balik layar. Karakter Mak diperankan oleh Irma Rihi, aktris yang juga berasal dari Pulau Sabu. Film ini menjadi pengalaman layar lebar keduanya, sekaligus bentuk komitmen produksi dalam menghadirkan representasi yang nyata di depan layar.

"Karakter Mak itu orang dari Sabu, Nusa Tenggara Timur. Mencari aktris dari Sabu tentu tidak mudah. Ketika bertemu dengan Irma Rihi yang juga berasal dari Sabu,
Kami merasa ditolong dan diberi berkahi oleh Semesta," ujar penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo.

Ia menambahkan, kedekatan personal tersebut menghadirkan emosi yang mendalam. "Keluarga Ibu saya dan keluarga Irma ternyata saling mengenal. Saat Irma bermain, saya seperti mendengar Ibu saya berbicara. Sangat mengharukan."

Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan disutradarai oleh Ryan Adriandhy, Na Willa diproduksi oleh Visinema Studios, studio yang sebelumnya melahirkan berbagai IP keluarga yang dicintai publik Indonesia, seperti Keluarga Cemara, Nussa, dan Jumbo.

Lebih dari sekadar film anak dan keluarga, Na Willa adalah film yang mengajak kita kembali jadi anak-anak lagi dengan penuh rasa ingin tahu, imajinasi, dan keberanian untuk menerima diri sendiri di tengah perbedaan. Film ini juga menjadi ruang refleksi bagi orangtua yang kerap mencari cara menjelaskan keberagaman kepada anak-anak mereka, dengan bahasa yang hangat dan membumi.


Tayang pada momen Lebaran 2026, Na Willa hadir sebagai perayaan terbesar untuk keluarga Indonesia, merangkul perbedaan, memeluk keberagaman, dan merayakan masa kecil yang penuh keajaiban.

Sinopsis

Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran

Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil. tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.

Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.

Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.

Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama,Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.

Na Willa, Satu-Satunya Film Lebaran yang Bahagia Mengingatkan Kembali Orang Dewasa Rasarnya Jadi Anak-Anak yang Hidup Bebas Riang Gembira

Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia Jakarta, 10 Maret 2026 - Visinema Studios kembali menghadirkan kebahagiaan pada Leb...