Rabu, 19 Agustus 2026

Potret Sulitnya Bertahan Hidup di Tengah Ekonomi yang Bikin Menjerit, Film Operasi Pesta Copet Mewakili Keresahan Banyak Suara Tentang Keinginan Hidup yang Lebih Layak dari Realita Anak Muda

Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus di seluruh bioskop Indonesia

Jakarta, 18 Agustus 2026 — Film Operasi Pesta Copet persembahan Imajinari menghadirkan kisah komedi persahabatan yang lucu sekaligus haru, dengan pendekatan produksi baru di sebuah festival musik besar Pestapora, mengikuti empat anak muda yang nekat nyopet karena terdesak keadaan. Menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, film ini menampilkan kisah yang memiliki cerita kuat tentang orang-orang yang tak punya pilihan dalam hidup mereka.

​Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis grup band Sisitipsi Fauzan Lubis, Operasi Pesta Copet tak hanya mengikuti kisah operasi pencopetan ternekat, namun juga menggugah perasaan dari cerita persahabatan di pinggiran kota Jakarta yang sama-sama terdesak oleh himpitan ekonomi.

​Sebagai rumah produksi yang memiliki DNA komedi, lewat film ini Imajinari tetap menyuguhkan komedi, namun dengan skala yang berbeda. Di film ini, Awwe menjadi konsultan komedi. Melalui pendekatan baru dan genre yang eksploratif, film Operasi Pesta Copet pun menjadi wujud visi Imajinari untuk terus mencoba dan menawarkan kesegaran tema dan cerita di perfilman Indonesia.

​“Tidak mudah untuk bisa mendapatkan cerita yang fresh, dan menurut Imajinari, Operasi Pesta Copet punya ide dan cerita yang sangat unik dan otentik. Sesuatu yang menggelitik dari awal adalah adanya copet di konser, apakah itu memang beneran copet yang belajar tentang skena musik, atau memang anak musik yang belajar nyopet? Dengan komedi yang sangat dekat dan membumi, drama yang relevan, kami berharap film ini bisa menghibur di tengah situasi yang serba sulit seperti sekarang, lewat komedi yang berbeda,” ujar Ernest Prakasa.

​Sementara itu, sutradara Edy Khemod mengungkapkan empati menjadi hal esensial film Operasi Pesta Copet. Alih-alih mengglorifikasi aksi kriminal dan memotret kemiskinan struktural secara ekstrem, Khemod memilih menaruh hati.

​“Sebagai orang yang pernah berada di posisi seperti karakter Ijal, saya merasa empati menjadi hal yang didahulukan sebagai pondasi dalam menggarap film Operasi Pesta Copet. Sebab itu, kami juga tak ingin sekadar menghakimi apa yang dilakukan oleh Ijal dan Geng Copetnya, tetapi kami ingin mengajak penonton untuk bisa menaruh empati, merasakan apa yang mereka alami,” ungkap sutradara Edy Khemod.

​Iqbaal Ramadhan, yang memerankan Ijal, mengungkapkan karakternya mencerminkan ketidakadilan yang masih terjadi di Indonesia. Di momen Kemerdekaan, Iqbaal merefleksikan bahwa Ijal juga menjadi representasi banyak kelompok anak muda yang tertekan oleh kehidupan dan tak memiliki banyak pilihan.

​“Setelah aku mengenal Ijal, dia tidak jauh berbeda dengan kita. Dia juga anak muda yang punya mimpi. Yang membedakan Ijal dan kita, dia tidak dilahirkan di keluarga yang bisa menopang dia dengan segala privilesenya untuk berada di titik kayak kita sekarang,” ujar Iqbaal Ramadhan.

​“Ijal sebenarnya anak yang pintar, banyak rasa penasarannya, makanya aku senang ngobrol dan “berkenalan” dengan Ijal di dalam proses film ini. Tapi Ijal termasuk orang-orang yang lahir dari kelompok marginal, yang memang terpinggirkan oleh sistem dan struktur. Menurutku, itu adalah cermin ketidakadilan yang masih terus ada di Indonesia dan Ijal adalah salah satu korbannya,” tambah Iqbaal.

​Kawai Labiba, bintang muda generasi saat ini, juga membagikan pengalamannya selama menjalani proses syuting film Operasi Pesta Copet. Selama ini, Kawai lebih banyak dikenal dengan peran-peran dramanya yang mengaduk emosi. Namun, kali ini menjadi pengalaman perdananya berada dalam sebuah genre yang mengharuskannya melakukan aksi nekat.

​“Sebagai Melodi yang menjadi bagian dari geng copet, ada perasaan yang janggal tapi excited, perasaan khawatir, semua bercampur ketika aku harus syuting di tengah kerumunan penonton Pestapora. Bagaimana juga tetap harus fokus mendengarkan brief tapi juga siap untuk melakukan aksi pencopetan. Tapi syukurlah semua krunya tetap solid dan seru, sehingga semuanya berjalan lancar. Terima kasih Imajinari sudah melibatkan aku di film ini. Film ini jadi pengalaman paling nekat yang tidak bisa aku lupakan selama berkarier sebagai aktor,” kata Kawai Labiba.

​“Di film ini yang aku pelajari adalah bagaimana caranya menjadi seorang Adut. Sosok yang selalu go with the flow. Ijal ngajak nyopet, dia ikut. Jadi di sini aku justru menjadi orang yang tidak overthinking. Dan di setiap tongkrongan pasti ada sosok seperti Adut. Dinamika bromance-nya juga bisa diwakili dari sosok Ijal dan Adut, Ijal yang lebih berat dengan porsi dramanya sementara komedinya dari Adut,” ujar Kristo Immanuel.

​Tayang serentak di seluruh bioskop mulai 27 Agustus 2026, film Operasi Pesta Copet juga akan memulai Pesta Copet lebih awal dengan roadshow bersama jajaran pemeran dan sineas di 11 kota mulai 22–31 Agustus 2026. Kota-kota yang akan menjadi operasi copet adalah Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor.

​Mereka yang akan hadir ke kota-kota tersebut adalah Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Lubis, sutradara Edy Khemod, serta produser Ernest Prakasa dan Dipa Andika. Beli tiket special screening Operasi Pesta Copet untuk masing-masing kota dan berjumpa para geng copet!

Operasi Pesta Copet diproduksi oleh Imajinari dan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. Premisnya memang tentang copet, tetapi hatinya tentang persahabatan, dan menceritakan konteks sosial dan emosi yang mendalam.

TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Dipanesla yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!” yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta “Jatuh Cinta Seperti Di Film Film” yang memenangkan Film Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.

TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi langkah awal baru untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.

TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Selasa, 18 Agustus 2026

PAKET SANTET: Ketika Luka yang Tak Selesai Berubah Menjadi Dendam

Film horor garapan Dinna Jasanti tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026

​Jakarta, 18 Agustus 2026 - Bagaimana jika seseorang yang pernah kamu sakiti tidak pernah benar-benar melupakanmu? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu lapisan teror dalam PAKET SANTET, film horor terbaru produksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti. Memadukan santet, misteri, gore, dan teror yang dekat dengan keseharian, film ini membawa penonton menelusuri sebuah dendam dari masa lalu yang akan menghantui dan mengancam nyawa.

PAKET SANTET mengikuti kisah Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), tujuh mahasiswa yang menjadi sasaran santet melalui paket yang sengaja dikirim kepada mereka. Ketika teror mulai merenggut nyawa, satu per satu dari mereka menyadari bahwa apa yang terjadi bukanlah kebetulan. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban dengan alasan yang berakar pada kejadian di masa lalu.

Di balik teror tersebut, PAKET SANTET membawa tema tentang luka yang tidak pernah benar-benar selesai. Sesuatu yang bagi seseorang mungkin hanya dianggap candaan, kesalahan kecil, atau peristiwa yang sudah dilupakan, ternyata bisa meninggalkan luka panjang bagi orang lain. Ketika luka itu berubah menjadi dendam, masa lalu akhirnya kembali menuntut balasan.

​Ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo, PAKET SANTET diproduseri oleh Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson.

"PAKET SANTET berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi? Di BASE Entertainment, kami ingin membuat horor yang bukan hanya memberikan ketakutan, tetapi punya angle lain yang juga membuat penonton berpikir tentang konsekuensi dari perilaku kita terhadap orang lain," ujar Shanty Harmayn, Produser.

​Fatih Unru, pemeran Deva, menilai kekuatan film ini justru terletak pada seberapa dekat konfliknya dengan kehidupan nyata.

"PAKET SANTET membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain. Berperan sebagai Deva membuat saya sadar bahwa perundungan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Kadang justru hal kecil yang kita anggap sepele bisa meninggalkan luka paling lama," ujar Fatih.

​Lewat perpaduan teror santet, misteri, gore, dan konflik yang dekat dengan kehidupan anak muda, PAKET SANTET mengajak penonton melihat bahwa sesuatu yang dianggap sudah berlalu belum tentu benar-benar selesai. Karena terkadang, yang paling berbahaya bukan apa yang kita lakukan, melainkan apa yang orang lain ingat dari perbuatan kita.

PAKET SANTET tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.

​TENTANG BASE ENTERTAINMENT

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Senin, 17 Agustus 2026

Film Horor-Misteri Hasut Merilis Official First Look! Menampilkan Jajaran Bintang: Rachel Amanda, Karina Salim, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova Tampil Secara Misterius

Film Hasut akan tayang di bioskop tahun ini

​Jakarta, 17 Agustus 2026 — Film persembahan Tuta Films, Hasut merilis official first look yang menampilkan jajaran bintang pemeran film ini Rachel Amanda, Karina Salim, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Keempatnya tampil dengan berbagai ekspresi yang berbeda, namun tampak menyimpan sebuah misteri yang mengundang penasaran.

Hasut merupakan film horor misteri yang ditulis dan disutradarai oleh Ilya Sigma. Film ini mengikuti empat orang yang masuk ke hutan untuk proses pemulihan, lalu mulai saling mencurigai setelah suara-suara aneh membuat mereka tidak lagi yakin siapa yang bisa dipercaya.

​"Film Hasut menghadirkan horor misteri yang bermain dengan rasa curiga. Melalui empat karakter yang diperankan oleh Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova, penonton akan diajak menebak siapa yang bisa dipercaya, siapa yang berbohong, dan siapa yang sebenarnya sedang menghasut. Di film ini, hutan menjadi ruang di mana rasa takut, luka, dan suara-suara yang mereka dengar mulai sulit dibedakan," ujar penulis dan sutradara Ilya Sigma.

Hasut akan menjadi debut penyutradaraan film panjang Ilya Sigma. Ia sebelumnya lebih banyak menulis skenario berbagai film dan memproduseri film-film produksi Tuta Films.

​Pertama kali diperkenalkan di JAFF Market tahun lalu, film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Film ini juga menandai kembalinya Kariina Salim sebagai pemeran utama. Hasut juga menjadi pertama kalinya keempat pemeran bermain dalam judul yang sama.

​"Buat aku, film Hasut punya konsep yang unik. Penonton nanti seperti diajak menebak sampai akhir tentang kebenaran cerita di filimnya, dan siapa impostor-nya," ujar Rachel Amanda.

​Diproduksi oleh Tuta Films, Hasut diproduseri oleh Putrama Tuta dan Siera Tamihardja. Film Hasut akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun ini. Ikuti informasi terbaru tentang film Hasut melalui akun Instagram resmi @filmhasut dan @tutafilms.

Kamis, 13 Agustus 2026

Film Harusnya Horror Ending-nya Bikin Nangis, Debut Sutradara Reza "Arap" Oktovian lewat Komedi-Horor yang Lucu, Absurd, Namun Tetap Memiliki Hati, Ketika Cinta dan Sahabat Adalah Makna di Atas Kehidupan

Harusnya Horror tayang mulai 20 Agustus 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 13 Agustus 2026 — Film debut penyutradaraan Reza "Arap" Oktovian persembahan Ess Jay Pictures, Harusnya Horror, menjadi persembahan manis nan emosional. Komedi-horor dengan kisah yang lucu dan absurd, namun tetap memiliki hati. Banyak dari penonton di film ini merasa sangat emosional di bagian akhir, dan menangis.

​Perjalanan loyalitas persahabatan di film ini digambarkan ketika mereka melewati proses saling membantu, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan. Harusnya Horror juga menjadi film bergenre komedi-horor yang berbeda karena menghadirkan isu content creator, dengan satir creator economy yang mengejar konten viral demi cuan.

​Film ini juga menjadi persembahan terakhir dari almarhumah Lula Lahfah, yang terasa sangat emosional saat penonton menyaksikan film ini. Bagi sutradara Reza Oktovian, Harusnya Horror juga menjadi kenangan terindah bersamanya dan seluruh member AAAClan.

​"Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami," ujar sutradara Reza Oktovian.

​"Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat," tambah Reza.

Harusnya Horror menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan: George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong). Film ini juga turut didukung oleh penampilan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Cellos), dan menjadi penghormatan untuk almarhumah Lula Lahfah.

​Diproduksi oleh Ess Jay Pictures, Harusnya Horror diproduseri oleh Sridhar Jetty, dengan ko-produser Jimmy L. Lalwani, dan produser eksekutif David S Suwarto.

"Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment yang berbeda untuk kami. Dia memberikan kebebasan kreatif ke kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter. Dibantu dengan acting coach dan proses development bersama, kami jadi bisa menampilkan sisi di luar Maraphon dan menjadi karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya," ujar George Tierson (Jot) yang memerankan Kevin.

​Sementara itu, produser Sridhar Jetty mengungkapkan Harusnya Horror menjadi persembahan terbaru dari Ess Jay Pictures yang merefleksikan situasi relevan di Indonesia saat ini.

​"Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten, film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya," ujar produser Sridhar Jetty.

​Sebelumnya Harusnya Horror juga telah disambut antusias oleh penonton di berbagai kota, dengan ludesnya tiket ATS (Advance Ticket Sales) di kota-kota seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makasar, Samarinda dan Pontianak.

​Tak hanya fans Maraphon dan AAAClan yang akan merasakan emosionalnya film Harusnya Horror, namun juga secara general penonton film Indonesia, karena di balik absurditasnya, ada emotional core yang kuat dari tema persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan yang memberikan film ini memiliki "hati".

Harusnya Horror tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Ikuti perkembangannya melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures.

TENTANG Ess Jay STUDIOS

​Ess Jay Studios didirikan pada 1 Agustus 2022 oleh David Suwarto, Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani sebagai anak perusahaan dari SinemArt. Rumah produksi ini memiliki visi untuk menciptakan karya berkualitas tinggi yang mampu menginspirasi dan menghibur masyarakat.

​Debutnya dengan sinetron Tajwid Cinta menandai langkah awalnya di industri hiburan. Sejak berdiri pada tahun 2022 hingga kini, Ess Jay Studios telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam industri hiburan Indonesia dengan memproduksi 13 judul sinetron dengan total lebih dari 1.750 episode. Berbagai tayangan produksi Ess Jay Studios berhasil meraih rating tinggi dan mendapatkan respons positif dari masyarakat Indonesia.

​Mengawali perjalanan sinetron yang sukses, pada 2025, Ess Jay Studios melalui brand Ess Jay Pictures siap merambah layar lebar dengan memproduksi film-film menarik berjudul Tiba-tiba Setan dan Harusnya Horror, memperkuat posisinya sebagai perusahan kreatif yang akan terus berkembang.

Rabu, 12 Agustus 2026

Gala Premiere Film 'Dan Bandung' Bikin Baper Jakarta! Setelahnya, Bandung Siap Dibuat Pecah di 'Dan Bandung Day'

Jakarta, 12 Agustus 2026 – Hawa romantis Kota Bandung secara resmi menyelimuti Ibu Kota. Verona Films sukses menggelar acara Gala Premiere untuk film drama romansa yang paling dinanti tahun ini, 'Dan Bandung', bertempat di Epicentrum XXI, Jakarta.

​Malam puncak peluncuran ini dihadiri langsung oleh pimpinan produksi Titin Suryani (Produser), Bedy Kunady (Produser Eksekutif), sutradara Rudi Soedjarwo, serta jajaran ensemble cast lengkap: Shanna Shannon, Samo Rafael, Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Rangga, hingga Ade Habibie.

​Kolaborasi Pidi Baiq & Rudi Soedjarwo Kuras Emosi Penonton

​Diangkat dari karya novelis legendaris Pidi Baiq dan diarahkan oleh sutradara ikonik Rudi Soedjarwo (Ada Apa Dengan Cinta?), 'Dan Bandung' sukses membawa penonton Gala Premiere terhanyut dalam lika-liku kisah cinta Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon). Film ini memotret perjalanan dua anak muda dari latar belakang ekonomi dan budaya yang kontras, yang harus berjuang keras demi perasaan mereka di tengah romantisnya Kota Bandung.

​Sutradara Rudi Soedjarwo mengungkapkan bahwa film ini memberikan kedalaman makna yang lebih dari sekadar romansa remaja biasa. "Di film ini, saya gak cuma mau membawakan romansa gemas-gemas yang sudah biasa kita temukan di film Indonesia. Saya ingin Dan Bandung menjadi refleksi perjuangan kita sebagai pasangan, sebagai keluarga, dan sebagai teman," ungkap Rudi Soedjarwo.

Produser Verona Films, Titin Suryani, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap hasil akhir film ini. "Sejak awal saya yakin Mas Rudi adalah orang yang tepat untuk membawa Dan Bandung ke layar lebar. Setelah melihat hasil akhirnya, rasanya lega sekaligus bangga melihat film ini akhirnya menjadi bagian dari perjalanan Verona Films." ujar Titin Suryani.

​Samo Rafael, sang pemeran Basil, berharap karakter yang ia mainkan bersama Shanna Shannon mampu mewakili perasaan banyak orang. "Aku ingin Basil dan Elma bisa menjadi representasi kita semua, yang selalu berusaha walaupun dunia berkata lain, semua demi cinta mereka," tutur Samo.

​Menuju Kemeriahan 'Dan Bandung Day' pada 15 Agustus 2026

​Tak berhenti di Gala Premiere Jakarta, perayaan film ini akan mencapai puncaknya melalui gelaran 'Dan Bandung Day' pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam momentum spesial tersebut, seluruh Kota Bandung akan merayakan film terbaru kolaborasi Pidi Baiq dan Rudi Soedjarwo ini.

​Sebanyak 11 bioskop di Kota Bandung akan secara serentak menggelar penayangan spesial, yang kemudian ditutup dengan acara Gala Premiere Bandung di Ciwalk XXI.

​Penawaran Spesial Promo Buy One Get One Free (BOGOF)

​Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Sambut penayangannya dengan memanfaatkan Promo Buy One Get One Free (BOGOF) yang sudah dapat dibeli mulai 7 hingga 19 Agustus 2026 khusus untuk penayangan perdana tanggal 20 Agustus 2026 melalui aplikasi TIX.ID, MTIX, CGV, dan CINEPOLIS.

​Untuk informasi terbaru dan keseruan di balik layar, kunjungi akun media sosial resmi di @filmdanbandung.

Selasa, 11 Agustus 2026

Potongan Misteri dalam Film Bisikan Desa Gringsing Mulai Terungkap dalam Official Poster dan Trailer

Dibintangi Aghniny Haque, Surya Saputra, dan pendatang baru Fatmah Nahdi, film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop mulai 24 September 2026

​Jakarta, 11 Agustus 2026 - Hari ini film horor misteri Bisikan Desa Gringsing meluncurkan poster dan trailer resminya. Karya penulis dan sutradara Ivander Tedjasukmana ini adalah sebuah kolaborasi produksi dari Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Film Bisikan Desa Gringsing adalah film horor Indonesia pertama yang diproduksi dengan teknologi virtual production untuk memberikan pengalaman sinematik yang maksimal bagi penonton.

Official poster film Bisikan Desa Gringsing menampilkan dua wajah close up dari dua karakter utamanya, yaitu Hesti (Aghniny Haque) dan Fatimah (Fatmah Nahdi). Keduanya menampilkan ekspresi yang kontras, Hesti dengan sorot mata yang penuh kengerian, sementara Fatimah dengan ekspresi yang dingin dan jika dilihat dari jarak dekat, di matanya terlihat sosok-sosok warga Desa Gringsing. Keduanya menyiratkan misteri dan rahasia yang terselubung di Desa Gringsing.

Official trailer merupakan pengembangan dari video teaser yang telah dipublikasikan pada Juli lalu. Di kesempatan ini, cerita Bisikan Desa Gringsing mulai tersajikan. Dari Hesti yang mencari ayahnya yang hilang ke Desa Gringsing, sosok arwah Fatimah yang mengurung warga desa dan membunuh semua yang mencoba keluar dari desa, sampai kehadiran tokoh-tokoh lain yang menyimpan rahasianya masing-masing. Ada Gagan (Surya Saputra), Melati (Hesti Putri), Sukri (Kiki Narendra), Rudi (Iskak Khivano), dan masih banyak lagi. Potongan lagu karya Kunto Aji berjudul “Perjalanan Menawar Racun” kembali terdengar di official trailer ini, setelah muncul sebelumnya dalam video teaser yang lalu. Trailer ditutup dengan ucapan dari Melati, “tidak akan ada dendam yang tak terbalaskan.”

​“Melalui official trailer ini, kami mengajak penonton untuk masuk ke dunia Bisikan Desa Gringsing yang penuh dengan misteri. Penonton akan mengenali karakter-karakter di Desa Gringsing yang masing-masing menyimpan potongan cerita dan misteri yang mengikat seluruh warga Desa Gringsing. Lagu 'Perjalanan Menawar Racun' dari Kunto Aji, yang menjadi soundtrack film ini, kami hadirkan lagi di sini untuk memperkuat atmosfer emosional dan nuansa misteri dari Bisikan Desa Gringsing,” tutur Manoj Samtani, produser Mandela Pictures.

​“Ketika Manoj dan Lavesh pertama kali menceritakan kisah ini kepada saya, saya tahu bahwa kami harus menjadi bagian dari project ini. Aghniny dan Fatmah menghadirkan sesuatu yang luar biasa dalam memerankan Hesti dan Fatimah, mereka memberikan penampilan yang akan terus membekas bahkan setelah credit title berakhir. Di OMG, kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan para storyteller Indonesia, membawa visi-visi ambisius seperti ini kepada penonton di seluruh dunia,” ujar Nick GC Tan, Founder & CEO, Oceanus Media Global (OMG Studios).

Film Bisikan Desa Gringsing bercerita tentang HESTI (Aghniny Haque) yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian membawanya ke sebuah tempat bernama Desa Gringsing, sebuah desa di mana semua warganya tinggal dalam ketakutan karena teror arwah bernama FATIMAH (Fatmah Nahdi) yang mengurung mereka. Siapa saja yang berusaha keluar dari desa, akan mati. Sementara keberadaan ayah Hesti masih misteri, rahasia demi rahasia di Desa Gringsing mulai terungkap, yang ternyata berkaitan dengan trauma masa lalu yang dialami Hesti.

​“Yang menarik buat saya dari Bisikan Desa Gringsing bukan hanya misteri tentang apa yang terjadi di desa itu, tapi juga rahasia yang disimpan oleh setiap karakternya. Karena satu rahasia membuka rahasia yang lain. Saya berharap penonton mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi di Desa Gringsing?” ujar penulis dan sutradara Ivander Tedjasukmana.

Bisikan Desa Gringsing dibintangi oleh Aghniny Haque, Fatmah Nahdi, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Iyang Darmawan, Akun Gege, Sweetajaloe, Nina Tamam, Mian Tiara, Nizar Umar, Azkya Mahira, Shaqueena Medina Lukman, dan Nazhira Rizka. Film Bisikan Desa Gringsing tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, dilanjutkan perilisan di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan. Ikuti perkembangan Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun resmi media sosialnya.

INFORMASI FILM

KEY CREW

  • Director: Ivander Tedjasukmana
  • Screenplay: Ivander Tedjasukmana
  • Producers: Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin, Yogi Arifiandy
  • Director of Photography: Oki Prabowo
  • Art Director: Anam AD
  • Virtual Production Supervisor: Kelvin Koh
  • Virtual Production Technical Director: Shawn Ang
  • Virtual Art Directors: Tommy Tan, Mohamed Farhan
  • Music Director: Fajar Yuskemal
  • Editor: Yoga Krispratama
  • Sound Designer: Syaifullah Praditya, M.P.S.E

SUPPORTED BY

Infocomm Media Development Authority (IMDA) | Studios Film Office (SFO) | Ministry of Culture, Republic of Indonesia

SALES CONTACT

Mandela Pictures

​Email: sales@rec.id

AKUN MEDIA SOSIAL RESMI

  • ​Instagram: @bisikandesagringsing @mandela_pictures
  • ​Twitter/X: @mandela_pictures
  • ​TikTok: @mandela_pictures
  • ​YouTube: Mandela Pictures

TENTANG MANDELA PICTURES

Mandela Pictures adalah salah satu perusahaan produksi film dan pengelola kekayaan intelektual (intellectual property/IP) terkemuka di Indonesia, dengan warisan yang telah membentang selama puluhan tahun dalam industri perfilman nasional. Bersama perusahaan afiliasinya, 13 Entertainment, yang memiliki dan mengelola salah satu perpustakaan film swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 700 judul film Indonesia beserta hak eksploitasi global tanpa batas waktu (worldwide perpetuity rights), Mandela Pictures beroperasi di persimpangan antara pelestarian warisan IP dan pengembangan cerita-cerita kontemporer. Kegiatan perusahaan mencakup pengembangan cerita orisinal, produksi film panjang, distribusi film bioskop, hingga layanan pascaproduksi, dengan rekam jejak yang kuat dalam berbagai genre, mulai dari film bergenre, keluarga, hingga drama prestisius.

TENTANG OCEANUS MEDIA GLOBAL (OMG STUDIOS)

​Oceanus Media Global (OMG Studios) adalah perusahaan MediaTech berbasis di Singapura yang mengoperasikan studio virtual production (VP) serta kapabilitas konten AIGC di kawasan Asia Tenggara. Studio virtual production milik OMG Studios berlokasi di Iskandar Malaysia Studios (IMS), Johor, Malaysia - fasilitas yang didukung oleh Khazanah Nasional - sehingga memungkinkan terciptanya produksi virtual production berstandar dunia di kawasan ini. Deretan proyek ko-produksi internasional yang terus berkembang menjadi bagian dari misi perusahaan untuk menempatkan Asia Tenggara sebagai pusat global bagi generasi baru penceritaan kreatif.

Senin, 10 Agustus 2026

URANG BUNIAN AJAK PUBLIK MENELUSURI URBAN LEGEND HUTAN SUMATRA LEWAT OFFICIAL POSTER DAN TRAILER PERDANA

DHF Entertainment resmi memperkenalkan Official Poster dan Official Trailer URANG BUNIAN, membuka perjalanan menuju penayangan nasional melalui kisah yang terinspirasi dari urban legend tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup di hutan Sumatra.

Jakarta, 10 Agustus 2026 – DHF Entertainment resmi meluncurkan Official Poster dan Official Trailer film horor-misteri URANG BUNIAN dalam acara Press Conference yang diselenggarakan di Apartment Signature Park Grande, Cawang, Senin (10/8). Acara ini dihadiri oleh para produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta para pemeran utama Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.

Peluncuran Official Poster dan Official Trailer menjadi langkah pertama perjalanan URANG BUNIAN menuju penayangan nasional pada 17 September 2026. Mengusung pertanyaan utama “Apakah Kamu Percaya Urang Bunian Itu Ada?”, film ini mengajak publik kembali menelusuri salah satu urban legend yang paling dikenal di Sumatra, tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup berdampingan dengan manusia di dalam hutan.

Dalam kesempatan tersebut, media menjadi pihak pertama yang menyaksikan Official Trailer secara eksklusif sebelum dirilis kepada publik. Trailer perdana memperlihatkan bagaimana legenda Urang Bunian diterjemahkan ke dalam pengalaman sinematik yang atmosferik, menghadirkan potongan-potongan misteri yang membangun rasa penasaran tanpa mengungkap inti cerita.

Bersamaan dengan itu, Official Poster turut diperkenalkan sebagai representasi visual pertama yang memperlihatkan identitas dunia URANG BUNIAN, sekaligus memberikan gambaran awal mengenai atmosfer dan nuansa yang akan dihadirkan dalam film.

Rangkaian Press Conference juga menghadirkan Official Poster Reveal, Exclusive Trailer Screening, sesi Q&A bersama produser, sutradara, dan para pemain, serta photo session bersama media.

Urban Legend Hutan Sumatra dalam Balutan Sinema Horor Modern

Berangkat dari urban legend tentang Urang Bunian, makhluk gaib yang dipercaya oleh sebagian masyarakat hidup di kawasan hutan Sumatra, URANG BUNIAN menghadirkan kisah horor-misteri yang memadukan akar budaya lokal dengan pendekatan sinematik modern. Film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga membawa penonton menyelami sebuah legenda yang selama bertahun-tahun hidup melalui cerita lisan, kepercayaan, dan pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Disutradarai oleh Rendy Herpy serta diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, URANG BUNIAN dibintangi oleh Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini, yang bersama-sama membangun dunia penuh misteri yang menjadi fondasi cerita film ini.

Tentang DHF Entertainment

DHF Entertainment merupakan rumah produksi film Indonesia yang berdiri sejak 2014 dan berfokus pada pengembangan film dengan kekuatan cerita, nilai budaya, serta pendekatan sinematik yang mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Berbagai karya DHF Entertainment telah didistribusikan melalui jaringan bioskop nasional maupun platform digital, dengan komitmen menghadirkan cerita yang relevan, menghibur, dan memiliki identitas yang kuat.

Melalui URANG BUNIAN, DHF Entertainment kembali mengangkat kekayaan cerita lokal Indonesia ke layar lebar dalam sebuah pengalaman sinematik yang dirancang untuk menghadirkan horor, misteri, dan emosi dalam satu perjalanan yang utuh.

Menuju Penayangan Nasional

Peluncuran ini menjadi langkah pertama dari rangkaian perjalanan URANG BUNIAN menuju layar lebar. Setelah menyapa publik melalui Official Poster dan Official Trailer, perjalanan tersebut akan berlanjut ke berbagai kota melalui rangkaian Special Screening, sebelum mencapai Gala Premiere dan akhirnya hadir untuk seluruh penonton Indonesia.

Saksikan URANG BUNIAN di bioskop mulai 17 September 2026. Sebuah kisah yang lahir dari urban legend hutan Sumatra, kini hadir dalam pengalaman sinematik yang siap membawa penonton memasuki dunia penuh misteri.

Minggu, 09 Agustus 2026

Kalau Hidup Bisa Diperbaiki, Sejauh Apa Seseorang Akan Mencobanya? FILM KETOK MEJIK Siap Mengajak Penonton Menemukan Jawabannya di Bioskop

Bukan sekadar menghadirkan komedi, FILM KETOK MEJIK mengajak penonton mengenal tiga sahabat dengan mimpi dan perjuangan yang terasa begitu dekat.

Jakarta, 9 Agustus 2026 — Setelah sukses membangun rasa penasaran lewat official poster dan trailernya, FILM KETOK MEJIK siap menyapa penonton melalui sebuah drama komedi yang menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Menjelang penayangannya di bioskop pada 13 Agustus 2026, film garapan Yogi S. Calam ini mengajak penonton mengikuti kisah Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman) dan Saged (Dodit Mulyanto), yang sekilas tampak ringan, tetapi menyimpan perjalanan yang membuat penonton ingin terus mengikuti perjalanan mereka.

​Mengusung genre drama komedi, FILM KETOK MEJIK menghadirkan kisah yang berangkat dari kehidupan sehari-hari. Berlatar sebuah bengkel sederhana, film ini membangun cerita melalui hubungan tiga sahabat dengan karakter yang berbeda-beda. Dari sanalah lahir berbagai momen yang mengundang tawa, sekaligus menghadirkan perjalanan yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

​Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK mengedepankan kekuatan karakter dan dinamika antartokohnya. Komedi dalam film ini tidak hanya hadir melalui dialog dan situasi yang menghibur, tetapi juga tumbuh dari harapan, pilihan, dan perjuangan yang dihadapi setiap karakternya. Tanpa mengungkap terlalu banyak sejak awal, film ini mengajak penonton mengikuti setiap langkah Ben, Made dan Saged hingga menemukan sendiri makna dari perjalanan mereka.

​Menurut Yogi S. Calam, pengalaman menonton FILM KETOK MEJIK akan terasa lebih utuh ketika dinikmati langsung di bioskop.

"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made, dan Saged sebagai tiga sahabat yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Yang terpenting bukan hanya apa yang mereka hadapi, tetapi bagaimana mereka menjalaninya bersama. Itulah pengalaman yang ingin kami bagikan melalui film ini."

Sementara itu, produser Handoko dan Bangder mengatakan bahwa FILM KETOK MEJIK lahir dari cerita yang sederhana, tetapi memiliki kedekatan dengan banyak orang.

"Semua orang pasti pernah berada di titik ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Perasaan itu menjadi titik berangkat film ini. Kami berharap penonton bisa tertawa bersama mereka, sekaligus ikut merasakan setiap langkah perjalanan yang mereka lalui." ucap Handoko

"Kami ingin FILM KETOK MEJIK bukan hanya menjadi cerita tentang keinginan untuk mengubah hidup, tetapi juga tentang bagaimana setiap pilihan dan proses yang kita jalani membawa kita pada sebuah perjalanan yang tidak terduga. Semoga film ini bisa menghibur sekaligus membuat penonton merasa dekat dengan cerita dan karakter-karakternya," ungkap Bangder.

​Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, serta didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX, FILM KETOK MEJIK akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

​Melalui Press Conference dan Press Screening, media telah menjadi yang pertama mengikuti perjalanan Ben, Made, dan Saged. Namun, sejauh apa ketiga sahabat ini akan melangkah demi memperbaiki hidup mereka? Jawabannya hanya bisa ditemukan saat FILM KETOK MEJIK tayang di bioskop.

​Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menjadi bagian dari perjalanan tiga sahabat yang akan mengajak penonton tertawa, ikut merasakan perjuangan mereka.

Tentang PT HAHA Digital Picture

​PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.

​Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduksi oleh Handoko dan Bangder, dengan Charles D. Yusap dan Lucky O'danifan sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.

Sinopsis

​Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra Budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasib mereka.

Fact Sheet

  • ​Genre Film : Drama Komedi
  • ​Eksekutif Produser : Charles D. Yusap, Lucky O'danifan, Handoko
  • ​Produser : Handoko, Derie Agung Syaputra (Bangder)
  • ​Co-Produser : Robby K. Butarbutar
  • ​Sutradara : Yogi S. Calam
  • ​Penulis : Iyam Renzia, Moh. Rido S.A
  • ​DOP : Arif Bontang
  • ​Line Produser : Kania Julian
  • ​Editor : Andhy Pulung, Johan Leonardo
  • ​Produksi : Haha Production

Pemain

Casts :

  • ​Ananta Rispo (Ben)
  • ​Tarra Budiman (Made)
  • ​Dodit Mulyanto (Saged)
  • ​Ersya Aurelia (Resita)
  • ​Arief Didu (Unung)
  • ​Jarwo Kwat (Ghozali)
  • ​Agus Kuncoro (Toyib)
  • ​Arafah Rianti (Uti Titian)
  • ​Sadana Agung (John Sapto)
  • ​Erick Astrada (Wawan Cihuy)
  • ​Lolox (Kadut)
  • ​Buhun Warwer (Kusni)
  • ​Furry Setya (Jay)
  • ​Vadi Bule (Yadi)
  • ​Chika Waode (Aci)
  • ​Berliana Lovel (Saroh)

Sabtu, 08 Agustus 2026

FAIZ VISHAL Resmi Debut di Dunia Musik Lewat Single "Dialog" Bersama QAYS

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Setelah dikenal melalui berbagai perannya di film layar lebar dan serial televisi, Faiz Vishal kini membuka babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai musisi. Menggandeng duo pop QAYS yang beranggotakan Giovani Andre Prasetyo (gitar) dan Rizky Ramadhan (vokal). Faiz memperkenalkan single debut bertajuk "Dialog", sebuah lagu bernuansa Neo-City Pop yang menghadirkan kisah romantis dengan balutan musik yang hangat, ringan, dan penuh warna.


Berbeda dari kebanyakan lagu cinta yang identik dengan nuansa patah hati atau kerinduan, "Dialog" justru merayakan momen ketika dua orang saling menemukan perasaan yang sama. Dengan groove yang ceria, melodi yang manis, serta sentuhan City Pop modern, lagu ini mengajak pendengarnya menikmati euforia jatuh cinta sebuah perasaan yang sederhana namun mampu mengubah suasana menjadi lebih indah.



"Dialog" mengisahkan pertemuan dua insan di tengah malam yang diguyur hujan. Di bawah gemerlap lampu kota, percakapan yang awalnya terasa biasa perlahan berubah menjadi ruang yang hangat untuk saling mengenal. Tawa, obrolan yang jujur, hingga mimpi-mimpi tentang masa depan menjadi benang merah yang mempertemukan keduanya. Tanpa perlu ungkapan cinta yang berlebihan, mereka menyadari bahwa rasa yang tumbuh hadir secara alami melalui setiap dialog yang mereka bagi.


Nuansa romantis tersebut diperkuat dengan aransemen Neo-City Pop yang memadukan elemen pop modern, ritme yang groovy, serta atmosfer urban yang hangat. Hasilnya adalah lagu yang tidak hanya nyaman didengarkan, tetapi juga mampu menghadirkan suasana yang membuat siapa pun ingin ikut berdansa dan tenggelam dalam kisahnya.



Bagi Faiz Vishal, "Dialog" menjadi langkah penting dalam mewujudkan kecintaannya terhadap musik. Selain menyanyikan lagu ini, Faiz juga turut terlibat dalam proses kreatif dengan menulis lirik dan menciptakan melodi bersama QAYS. Kolaborasi ini menjadi wujud eksplorasi baru yang memperlihatkan sisi lain dirinya sebagai seorang seniman.


Selama ini Faiz Vishal dikenal sebagai aktor yang telah membintangi berbagai film nasional maupun internasional, seperti Perang Kota, Ghost in the Cell, Sadali, Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu, hingga serial Para Pencari Tuhan. Pengalaman panjangnya di dunia seni peran menjadi fondasi kuat dalam membangun interpretasi emosional yang kini ia bawa ke dalam karya musik pertamanya.



Mengiringi debut Faiz adalah QAYS, duo yang beranggotakan Giovani Andre Prasetyo (gitar) dan Rizky Ramadhan (vokal). Terbentuk pada tahun 2023 dari pertemuan keduanya di komunitas Fase Acting Space, QAYS lahir dari kecintaan yang sama terhadap dunia seni peran dan musik. Giovani sebelumnya terlibat dalam film horor MARNI, sementara Rizky dikenal melalui web series aksi Ratu Adil. Berbekal pengalaman tersebut, mereka menghadirkan karya-karya yang lahir dari cerita dan emosi yang jujur.


Bagi QAYS, kejujuran adalah fondasi utama dalam setiap karya yang mereka ciptakan. Mereka percaya bahwa musik yang dibuat dengan tulus akan lebih mudah menemukan jalannya menuju hati para pendengar. Nilai tersebut terasa kuat dalam kolaborasi bersama Faiz Vishal melalui "Dialog", sebuah lagu yang lahir dari cerita sederhana, namun mampu menghadirkan kehangatan yang dekat dengan pengalaman banyak orang.



Melalui "Dialog", Faiz Vishal dan QAYS mengajak pendengar untuk kembali menikmati momen-momen kecil yang sering kali menjadi awal dari kisah cinta yang besar. Sebuah percakapan, tawa di bawah rintik hujan, dan keberanian untuk saling membuka hati menjadi pengingat bahwa terkadang cinta memang dimulai dari sebuah dialog.


Single "Dialog" kini telah tersedia di seluruh platform digital streaming musik.


Single: Dialog

Singer: Faiz Vishal, QAYS

Songwriter: Faiz Vishal

Producer: Faiz Vishal & QAYS

Release Date: 2026

Label: Firefly Records

Publisher: Musica Publiser Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadir dalam Format IMAX! Membawa Kisah Eksorsisme dengan Pengalaman Menonton yang Imersif, Meneror dan Emosional di Layar Besar

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia

Jakarta, 7 Agustus 2026 - Bocah Premiere - Setelah sukses di film pertama Kuasa Gelap (2024), Paragon Pictures & Ideosource Entertainment menghadirkan sekuelnya berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, yang akan tayang dalam format IMAX mulai 8 Oktober 2026.

Teaser trailer dan poster ini memberi penonton gambaran pertama tentang teror yang menanti. Di layar IMAX yang memenuhi seluruh pandangan dan tata suaranya yang datang dari segala arah, teror itu tidak lagi sekadar disaksikan, melainkan mengurung penonton dari segala sisi. Tidak ada layar yang bisa diperkecil, tidak ada jeda untuk memalingkan wajah. Inilah pengalaman yang hanya bisa dirasakan di bioskop, dan tidak bisa menunggu untuk ditonton nanti di rumah.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi sedikit dari film Indonesia yang tayang dalam format IMAX, yang menjadi jaminan kualitasnya diakui secara internasional.

"Sejak awal, kami merancang Perjanjian Darah dengan skala yang jauh lebih besar, baik dari sisi dunia cerita, lokasi, maupun ancamannya. Format IMAX menjadi semacam stamp of approval bahwa film ini besar dari segi production value, skala, dan kualitas, karena IMAX punya standar internasional dan tidak semua film layak tayang di sana. Bagi kami, ini jaminan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah layak ditonton di bioskop," ujar produser sekaligus penulis film tersebut, Robert Ronny.

"Kami tidak membuat film tentang ketakutan. Kami membuat film tentang sesuatu yang lebih berat dari ketakutan, pilihan yang dibuat oleh satu generasi, dan yang harus dibayar oleh generasi berikutnya," ujar Andi Boediman, produser eksekutif film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas, dua karakter yang telah menjadi ikon baru horor religi Indonesia. Keduanya didukung oleh Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Bagi sutradara Rizal Mantovani, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan memberikan pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Film ini tak hanya memberikan pengalaman menonton yang menyeramkan, tetapi juga lebih dekat dan emosional.

"Lewat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, kami ingin membuat cerita yang dekat dengan keseharian, terutama dengan kondisi di Indonesia, dan semoga juga terasa relatable bagi penonton di seluruh dunia nanti. Cerita yang menyentuh seperti inilah yang akan membekas, dikenang dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Saya juga bangga, setelah berkarier selama puluhan tahun, akhirnya untuk pertama kalinya film saya tayang dalam format IMAX," ujar Rizal Mantovani.

Di film keduanya ini, Kuasa Gelap menggali lebih dalam masa lalu karakter Romo Rendra yang diperankan Lukman Sardi. Latar belakang Romo Rendra yang ditampilkan di film keduanya ini sudah ditulis oleh Robert Ronny sejak film pertamanya hadir.

"Di film kedua ini, saya menggali lebih dalam sisi manusiawi yang ada di dalam karakter Romo Rendra. Bagaimana saat manusia berhadapan dengan iblis purba, yang dinamakan Rephaim. Dengan pengalaman menonton di layar yang lebih besar dalam format IMAX, perjalanan eksorsisme yang akan dilihat penonton akan semakin imersif dan emosional," ujar Lukman Sardi.

"Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya," tambah Jerome Kurnia.

Disutradarai oleh Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi, naskah Kuasa Gelap: Perjanjian Darah ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Film ini diproduseri oleh Robert Ronny dan Prima Taufik, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif bersama Jerome Kurnia. Produksi didukung oleh Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.

Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @kuasagelap.id dan saksikan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

***

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : paragonpictures.id | @kuasagelap.id

Twitter/X : paragonpics_

Tiktok : paragonpictures.id

Youtube : Paragon Pictures

Facebook : Paragon Pictures

Hashtag : #KuasaGelap #KuasaGelapPerjanjianDarah


TENTANG PARAGON PICTURES

Berdiri sejak tahun 2019, Paragon Pictures berfokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi film untuk pasar Indonesia maupun global. Beberapa karya yang telah dirilis antara lain Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Lyora: Penantian Buah Hati, Tak Ingin Usai Di Sini, The Most Beautiful Girl in the World, Kuasa Gelap, Kalian Pantas Mati, Backstage, dan Losmen Bu Broto.

TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT

Ideosource Entertainment adalah perusahaan hiburan yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Hingga kini, Ideosource Entertainment telah berinvestasi di 23 film layar lebar, termasuk Qodrat, Keluarga Cemara, Gundala dan Bebas.

TENTANG LEGACY PICTURES

Berdiri sejak tahun 2011, Legacy Pictures berkomitmen mendukung insan-insan kreatif perfilman Indonesia dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Sejumlah film nasional box office yang turut didukung oleh Legacy Pictures di antaranya adalah Ada Apa dengan Cinta 2, Pengabdi Setan 2: Communion, Agak Laen, The Architecture of Love, dan Siksa Kubur.

TENTANG SRN

SRN Production (PT Selaras Raya Nusantara) adalah perusahaan kreatif yang bergerak di bidang produksi, talent management, dan kolaborasi strategis di industri hiburan Indonesia. Berkomitmen menghadirkan karya berkualitas melalui film, konten digital, dan kemitraan dengan berbagai brand, SRN terus mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif nasional.

TENTANG VIRTUELINES

Virtuelines adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang didirikan oleh Arya dan Ardi Setiadharma, investor di ekosistem startup Indonesia. Mereka membawa keahlian bisnis ke industri film bersama Jelita Septriasa. Virtuelines telah berinvestasi di berbagai film seperti Pemukiman Setan, Kuasa Gelap, Ambyar Mak Byar, dan Qodrat 2.

TENTANG WOW MULTINET PICTURES

Wow Multinet Pictures adalah perusahaan investasi yang berfokus pada pembiayaan dan produksi bersama film-film Indonesia. WMP mengutamakan proyek berkualitas tinggi dengan potensi penonton yang luas, membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri, serta menerapkan investasi demi pertumbuhan industri.

TENTANG MOKSTER FILMS

Mokster Films adalah perusahaan investasi dan penjualan, dengan fokus utama pada konten produksi Asia. Mengkhususkan diri dalam penjualan internasional, pengembangan, dan pembiayaan film di kawasan ini, Mokster Films memainkan peran penting dalam menjembatani para pembuat film Asia dengan penonton global. Penekanan strategis perusahaan pada industri film Asia yang berkembang pesat menggarisbawahi komitmennya untuk menampilkan kekayaan keragaman dan kreativitas sinema Asia di platform global.

TENTANG NETZME GATEWAY

PT Netzme Kreasi Indonesia ('Netzme') adalah Perusahaan Jasa Pembayaran Kategori 1 berlisensi Bank Indonesia yang fokus menyediakan solusi pembayaran digital aman dan mudah diakses, khususnya bagi UMKM. Melalui layanan berbasis QRIS, Netzme mendukung kebutuhan pelaku usaha sekaligus memperluas literasi digital. Saat ini Netzme telah bermitra dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpreneur, sebagai wujud komitmen dalam membuka akses teknologi digital bagi UMKM di seluruh Indonesia.

Potret Sulitnya Bertahan Hidup di Tengah Ekonomi yang Bikin Menjerit, Film Operasi Pesta Copet Mewakili Keresahan Banyak Suara Tentang Keinginan Hidup yang Lebih Layak dari Realita Anak Muda

Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus di seluruh bioskop Indonesia ​ Jakarta, 18 Agustus 2026 — Film Operasi Pesta Copet persembah...