Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2025

MAGMA ENTERTAINMENT & BUMILANGIT SIAP GEBRAK LAYAR LEBAR: “SI BUTA DARI GUA HANTU: MATA MALAIKAT” SEBAGAI PROYEK BESAR 2027 DI JAFF MARKET 2025

Yogyakarta, 30 November 2025 - Hari kedua JAFF Market 2025 mencatat momen spesial, karena di Plaza Stage, di tengah riuh ratusan pemangku kepentingan industri, penggemar film, dan pencinta karakter legendaris Nusantara, MAGMA Entertainment bersama Bumilangit meluncurkan pengumuman yang mencuri perhatian. Yaitu pengumuman film Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat sebagai proyek kolaborasi sinematik terbaru mereka, yang siap dirilis pada tahun 2027.

Pengumuman ini disajikan dengan sangat apik. Acara dibuka dengan stunt performance silat yang memukau dari Kasundan, menghadirkan disiplin bela diri tradisional ke panggung festival. Suasana langsung memanas. Momen paling seru adalah saat aksi koreografi "buta" (adegan pertarungan dengan mata tertutup) ditampilkan, yang sukses membangkitkan ingatan publik terhadap tokoh legendaris tersebut. Penonton di Plaza Stage menyaksikan area pitching berubah drastis menjadi panggung pertunjukan megah, sebuah penanda bahwa sang pahlawan telah kembali.

Setelah performance yang cinematic tersebut, barulah dikonfirmasi bahwa Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat menjadi comeback Bumilangit di genre sinema pahlawan super, kali ini melalui kolaborasi major bersama MAGMA Entertainment. Film ini dipercayakan kepada sutradara (director) Charles Gozali, yang selama bertahun-tahun memimpikan untuk berada di balik kemudi sebuah film superhero. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar proyek baru, tetapi sebuah pencapaian personal dan profesional yang telah lama ia nantikan.

Sesi reveal ini turut dihadiri figur-figur kunci di balik pembangunan proyek, menegaskan skala produksi yang tengah disiapkan, yaitu produser Bumilangit Bismarka Kurniawan, produser MAGMA Entertainment Linda Gozali, konseptor visual (concept artist) Chris Lie, dan penata laga (world-class stunt coordinator) Cecep Arif Rahman. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi ini akan menggabungkan kekuatan dua dunia, kedalaman storytelling (story depth) ala Bumilangit dan rekam jejak sinematik MAGMA Entertainment.

Bismarka Kurniawan dengan semangat mengatakan, "Bumilangit akhirnya kembali di kancah film nasional. Kami optimis bisa mewujudkan visi bersama MAGMA hingga hari rilis nanti. Visi kami jelas, yaitu menghidupkan kembali pahlawan lokal untuk generasi sekarang."

Charles Gozali menambahkan bahwa menyutradarai film superhero adalah mimpi lamanya. “Sebuah kehormatan besar diberi kepercayaan untuk menghidupkan kembali Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat,” ungkapnya. Ia berjanji akan menjawabnya dengan karya yang kuat, matang, dan berakar pada karakter yang telah dicintai publik.

Sementara itu, Linda Gozali menekankan bahwa MAGMA Entertainment selalu percaya pada kekuatan sinergi antar rumah produksi. “Proyek ini menjadi bukti bahwa ketika dua visi kreatif bertemu dalam satu semangat, hasilnya bukan sekadar film, tetapi sebuah proyek istimewa yang berpotensi menjadi box office hit.”

Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat dijadwalkan memulai tahap produksi pada 2026 dan akan tayang di bioskop Indonesia pada 2027. Dengan skala, perhatian, dan ambisi yang sudah terlihat sejak pengumuman di market hari ini, film ini diproyeksikan menjadi salah satu tonggak penting dalam kebangkitan sinema pahlawan lokal.

Sebuah era baru bagi pahlawan Nusantara telah dimulai, dan JAFF Market 2025 menjadi titik take-off perjalanan itu. MAGMA Entertainment dan Bumilangit mengajak publik untuk mengikuti perkembangan terbaru proyek ambisius ini melalui akun resmi @magmaent dan @bumilangitofficial.

Film Empat Musim Pertiwi Mengumumkan Jajaran Kolaborator di JAFF Market 2025: Riri Riza hingga Ernest Prakasa Jadi Produser Eksekutif

Film Empat Musim Pertiwi merupakan film terbaru penulis dan sutradara Kamila Andini yang akan tayang pada 2026

Yogyakarta, 29 November 2025 — Forka Films mengumumkan detail terbaru dari film Kamila Andini mendatang, Empat Musim Pertiwi di JAFF Market 2025. Forka Films mengumumkan jajaran kolaborator yang menjadi mitra produser eksekutif di film ini. Mereka adalah: Miles Films, Imajinari, Trinity Optima, Jagartha, Navvaros, dan TEAMUP. Pengumuman tersebut dilakukan di Plaza Stage 

JAFF Market 2025, yang menjadi sorotan utama dari berbagai rangkaian. 

Produser Empat Musim Pertiwi Ifa Isfansyah mengungkapkan antusiasmenya dalam mengumumkan jajaran kolaborator yang turut mendukung perjalanan film ini. Menurut Ifa, dengan dukungan jajaran kolaborator ini menjadi film dengan skala terbesar yang pernah ditangani Ifa. 

“Senang sekali karena ini adalah film terbesar dari Kamila Andini yang selama ini saya produseri. Melibatkan banyak mitra, dengan dukungan pendanaan yang besar, namun tetap memberikan ruang kemerdekaan. Film Empat Musim Pertiwi membawa suara yang penting dari Kamila Andini, yang juga penting untuk didengar oleh banyak penonton,” kata produser Empat Musim Pertiwi Ifa Isfansyah

“Melalui karakter Pertiwi, yang ingin dibicarakan di film ini adalah kekuatan kolektif perempuan,” tambah penulis dan sutradara Empat Musim Pertiwi Kamila Andini

Salah satu yang mendasari keterlibatan Miles Films di film Empat Musim Pertiwi adalah karena kesamaan visi yang dimiliki. Bagi Riri, Kamila Andini memiliki visi dan suara yang luar biasa. 

“Miles Films sudah berteman lama dengan Ifa dan Kamila Andini. Film ini memiliki cara pandang khusus, dengan kelompok pembuat film yang luar biasa, memberikan keyakinan akan menjadi film yang istimewa,” ujar Riri Riza mengenai kolaborasi Miles Films di film Empat Musim Pertiwi.

Produser dan Co-Founder Imajinari, Ernest Prakasa mengungkapkan, sejak tahun ini Imajinari mulai memberikan dukungan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai judul-judul film dan rumah produksi lain. 

“Saat membaca naskah Empat Musim Pertiwi, sebagai penonton film-film Kamila Andini, saya merasa naskahnya ada sentuhan yang berbeda. Saat membacanya, ada ketegangan. Namun, ada satu hal yang menjadi benang merah dari karya-karya Kamila Andini, yakni urgensi dalam membuat filmnya menjadi penting,” ujar Ernest Prakasa

Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi telah mengumumkan jajaran lengkap pemainnya. Film ini dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Totos Rasiti, Maryam Supraba, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradyana, Donikus, Shofia Shireen, dan Hana Aretha. 

Putri Marino sebelumnya pernah bekerja sama dengan Ifa Isfansyah dan Kamila Andini dalam serial hit Gadis Kretek. Bagi Putri, kolaborasi terbarunya bersama Ifa dan Kamila di Empat Musim Pertiwi menjadi sebuah proses yang menyenangkan. 

“Saat diceritakan naskahnya, dan kemudian membacanya, seru sekali. Menurut saya ini cerita yang penting. Saya memerankan karakter perempuan yang berada di lingkungan yang tidak mendengarkan apa yang ingin disuarakan,” ujar Putri Marino

Empat Musim Pertiwi yang memiliki judul internasional Four Seasons In Java merupakan ko-produksi antara Indonesia, Belanda, Norwegia, Prancis, Jerman, dan Singapura. 

Sebelumnya, film ini telah terpilih untuk mengikuti berbagai program pendanaan internasional seperti Berlinale Co-production Market 2025, Tokyo Gap Financing Market 2025, dan Venice Gap-Financing Market 2025. 

Dalam ajang Tokyo Gap-Financing Market (TGFM) 2025 yang menjadi bagian dari Tokyo International Film Festival (TIFF), Empat Musim Pertiwi memenangkan dua penghargaan, yaitu Tokyo Project Award dan Kongchak Studio Award. 

Tokyo Project Award diberikan oleh komite seleksi kepada proyek paling menonjol berdasarkan pertemuan langsung dengan para perwakilan proyek. Sementara Kongchak Studio Award merupakan dukungan dari studio berbasis di Kamboja, berupa layanan sound post-production.

Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

MAGMA ENTERTAINMENT DI HARI PERTAMA JAFF MARKET 2025: "FUTURE SLATE UNVEILING" RESMI MEMPERLUAS SINEMATIK SEMESTA QODRAT DAN HADIRKAN HOROR-KOMEDI BARU



Yogyakarta, 29 November 2025MAGMA Entertainment resmi membuka partisipasinya di hari pertama JAFF Market 2025 dengan power move industri yang solid, yaitu sesi "Future Slate Unveiling" di booth mereka. Acara ini bukan sekadar presentasi, melainkan deklarasi visi studio untuk beberapa tahun ke depan, yang puncaknya adalah peluncuran Special Trailer Eksklusif BADUT GENDONG, materi yang hanya disajikan untuk audiens insider festival dan pelaku industri.

BADUT GENDONG: ENTRY POINT BARU DALAM EKSPANSI SEMESTA QODRAT

Momentum pembukaan MAGMA memuncak di Plaza Stage. Dalam acara "The Nusantara Wave: The Rise of Indonesia-Malaysia Collaborations," MAGMA Entertainment merilis "Special Trailer Versi JAFF Market" untuk BADUT GENDONG.

Trailer yang berintensitas tinggi ini kemudian menjadi topik utama dalam sesi talk bersama Sutradara sekaligus Produser Charles Gozali di booth MAGMA.

BADUT GENDONG dikonfirmasi sebagai langkah krusial dalam ekspansi sinematik semesta Qodrat. Film ini akan menampilkan aktor Marthino Lio sebagai pemeran utama, memimpin sebuah narasi misteri baru yang berpusat pada entitas boneka badut. Film ini direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.

Linda Gozali, selaku produser, menegaskan tentang kekuatan proyek baru ini. “Badut Gendong adalah eskalasi alami dari semesta Qodrat. Kami tidak hanya membuat spin-off, kami merangkai arsitektur semesta ini menjadi lebih luas, lebih immersive, dan lebih menantang secara naratif. Kami berkomitmen untuk mempertahankan kedalaman emosional yang telah menjadi DNA Qodrat.”

MAYAT HIDUP: HOMAGE EKSENTRIK UNTUK HOROR-KOMEDI HONG KONG KLASIK

Setelah Badut Gendong, MAGMA menggebrak dengan genre yang tak terduga: MAYAT HIDUP, sebuah horor-komedi yang secara eksplisit terinspirasi oleh estetika sinema vampir Hong Kong era 80–90-an.

MAYAT HIDUP dijanjikan akan memiliki tone yang eksentrik, penuh energi, dan menjadi departure yang menyegarkan dari slate horor MAGMA sebelumnya. Proyek ini membuktikan keberanian studio untuk tapping into nostalgia kultural Asia klasik.

Proyeksi produksi direncanakan bergulir pada tahun 2026.

QODRAT 3: KEMBALI KE SEMESTA UTAMA (TAHUN 2028)

Mengukuhkan posisi Qodrat sebagai IP terbesar milik studio, MAGMA Entertainment secara resmi mengumumkan QODRAT 3. Kelanjutan saga Ustadz Qodrat ini ditargetkan hadir di layar lebar Indonesia pada tahun 2028.

Charles Gozali menekankan pentingnya world-building yang solid. “Memproduksi Qodrat 3 lebih dari sekadar tuntutan pasar. Ini adalah proses merawat sebuah warisan sinematik. Kami bekerja dengan sangat teliti dan detail untuk memastikan Qodrat 3 adalah kelanjutan yang memiliki justifikasi kuat, baik dari sisi visi penyutradaraan, evolusi karakter, maupun kedalaman spiritualitas yang menjadi inti cerita.”

TEASER PENUTUP: PENGUMUMAN KHUSUS DI PLAZA STAGE, 30 NOVEMBER

Sebagai final act yang memicu spekulasi, MAGMA Entertainment akan memberikan teaser singkat mengenai sebuah proyek baru yang akan menjadi kejutan terbesar mereka di JAFF Market 2025.

Pengumuman proyek "X" ini akan diresmikan di Plaza Stage pada 30 November 2025. Insiders percaya proyek ini akan menandai evolusi artistik dan komersial berikutnya bagi MAGMA Entertainment.

Sabtu, 29 November 2025

Visinema Goes to JAFF 2025: Hadirkan Beragam Program dan Kolaborasi untuk Dorong Talenta Baru & Industri Perfilman indonesia

Visinema Group akan hadir di JAFF Market pada 29 November–1 Desember 2025, untuk mencari talenta kreatif baru dan berjejaring dengan industri.
Di JAFF Market, Visinema Group juga akan mengungkap detail-detail dari proyek film terbaru mulai dari Ratu Malaka hingga Na Willa. 
Film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios yang menjadi bagian Visinema Group akan menjadi closing film di JAFF 2025 pada 6 Desember. 

Jakarta, 29 November 2025 — Visinema Group kembali hadir di JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2025 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung kolaborasi dan talenta baru industri perfilman Indonesia. Melalui rangkaian program mulai dari pitching terbuka, sesi berbagi pengetahuan, hingga penayangan eksklusif karya terbaru, Visinema menegaskan perannya sebagai studio yang konsisten membuka ruang bagi talenta kreatif. 

“JAFF selalu menjadi ruang penting bagi ekosistem film Indonesia dan kehadiran kami tahun ini merupakan kelanjutan dari komitmen Visinema untuk mendukung talenta baru, membuka ruang dialog, dan memajukan cerita-cerita Indonesia bersama industri film serta komunitas kreatif,” kata Herry B. Salim, Presiden Visinema Group. 

Visinema di JAFF Market 

Selama 29 November–1 Desember 2025, Visinema hadir di booth S4 Zona B, Jogja Expo Center, Yogyakarta. Booth ini menjadi ruang pertemuan bagi penulis, sutradara, produser, eksekutif, hingga komunitas film untuk berdiskusi, pitching, dan menjalin kolaborasi. 

Mendorong Talenta Baru Lewat Pitching Cerita 

Visinema kembali membuka pitching cerita terbuka yang dipandu produser Tersi Eva Ranti dan Dara Dwi Tanti. Tiga finalis akan tampil pada hari terakhir JAFF Market, dan satu cerita terpilih akan dikembangkan bersama Visinema. Program ini menjadi bentuk dukungan langsung untuk regenerasi kreator Indonesia. 

Memberi Platform bagi Kreator Baru: Suka Duka Tawa Sebagai Closing Film 

Karya BION Studios, film Suka Duka Tawa, debut penyutradaraan Aco Tenriyagelli, terpilih sebagai Closing Film JAFF 2025 pada tanggal 6 Desember 2025. Seluruh tiket world premiere telah terjual habis. Sebelumnya pada tanggal 1 Desember BION Studios akan menggelar Live Press Conference bersama Rachel Amanda, Marissa Anita, Arief Brata, Bintang Emon, Gilang Bhaskara dan Aco Tenriyagelli untuk membahas kreatif can cerita di balik film Suka Duka Tawa. 

Pada JAFF 20 Festival pun, akan berdiri Na Willa 

Berbagi Wawasan untuk Perkuat Industri 

Visinema menghadirkan serangkaian talkshow dan diskusi yang menghadirkan para kreator dan eksekutif di balik karya-karya studio, termasuk: 

A Journey from Festival to #1 Box Office in Indonesian History (oleh Founder dan CEO Visinema, Angga Dwimas Sasongko) 

Stories that Touch the Hearts of Indonesian Families (oleh CEO Visinema Studios dan President Visinema Group, Herry B. Salim & Chief Content Officer Visinema Studios, dan produser JUMBO dan Na Willa, Anggia Kharisma) 

Movie Script Crafting 101 That Moves Heart (oleh penulis naskah 13 Bom di Jakarta Irfan Ramli & penulis naskah Perang Jawa, Ifan Ismail) 

Your Role Matters (Oleh produser Suka Duka Tawa, Tersi Eva Ranti) 

Visinema’s Game Plan: Navigating Exhibitors, OTTs, and Global Release (Mia Santosa, Taufan Adryan, Putro Mas Gunawan) 

Menghadirkan Film Unggulan: Ratu Malaka 

JAFF juga menjadi panggung untuk pengenalan Ratu Malaka, film aksi epik terbaru dari Visinema yang akan tayang di bioskop. Dalam sesi bertajuk “Queen of Malacca: The Rise of a New Epic from Visinema”, Founder dan CEO Visinema, Angga Dwimas Sasongko yang juga sutradara dan penulis naskah Ratu Malaka memperkenalkan jajaran pemain inti dan kolaborator kreatif yang membangun dunia film ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2025 jam 14.00 di Plaza Stage, JAFF Market, Yogyakarta. 

“Yang selalu kami temukan di JAFF adalah semangat dan keberanian para kreator untuk terus berkembang. Lewat pitching, diskusi, dan pertemuan dengan komunitas, kami melihat bagaimana ruang seperti ini membuka banyak jalan bagi talenta baru. Harapan kami, setiap ide dan percakapan yang lahir di JAFF menjadi pijakan bagi langkah-langkah besar berikutnya dalam industri film Indonesia,” tutup Herry.


JUMBO inclusive screening & Booth Na Willa 


Visinema juga menghadirkan dua inisiatif khusus di JAFF 20, JUMBO Inclusive Screening, penayangan inklusif yang dirancang ramah bagi anak-anak dan penonton berkebutuhan khusus serta Booth Na Willa yang berlokasi di Empire XXI menghadirkan pengalaman visual dunia Na Willa sekaligus berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat mengikuti challenge di booth Na Willa dan berkesempatan memenangkan saldo e-wallet dengan total Rp500.000. 

Seluruh rangkaian kegiatan Visinema berlangsung pada 29 November–1 Desember 2025 di JAFF Market, Jogja Expo Center, Yogyakarta. dan juga 1 Desember untuk Inclusive Screening JUMBO di Empire XXI dan 6 Desember untuk Closing film SUKA DUKA TAWA. 

Ikuti perkembangan terbaru melalui akun-akun media sosial Visinema Group. Mari datang dan rayakan cerita dan energi baru bersama Visinema di JAFF 20!

Kamis, 13 November 2025

Menuju Malam Puncak Anugerah Piala Citra Perayaan Sinema Indonesia Beragam dalam "Puspawarna Sinema Indonesia"


Jakarta, 12 November 2025 – Rangkaian panjang Festival Film Indonesia (FFI) 2025 yang mengusung tema "Puspawarna Sinema Indonesia" telah mencapai puncaknya, bersiap menuju Malam Anugerah Piala Citra pada 20 November 2025. Perhelatan ini, yang menandai usia ke-70 FFI sejak pertama kali digelar pada 1955,bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan cerminan nyata dari keberagaman genre, tematik, dan kemajuan teknis perfilman nasional.

Dukungan penuh dari pemerintah juga mengiringi perjalanan FFI 2025, di mana film ditempatkan sebagai bagian tak terpisahkan dari ekspresi budaya bangsa. Turut hadir pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Pengembangan,Pemanfaatan,dan

Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Direktur Film, Musik, dan Seni,Syaifullah Agam; serta Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo.

Wakil Menteri Kebudayaan,Giring Ganesha Djumaryo,menyampaikan bahwa FFI adalah momen bagi kita merayakan film dan semua orang di baliknya. Karena menurutnya, di balik setiap film ada kerja keras banyak orang, mulai dari penata tata rias artis,lampu, set designer, penulis naskah, dan lainnya. "Mereka semua layak dirayakan karena telah mencurahkan cinta dan dedikasi pada cerita-cerita yang mereka yakini. Hari ini kita merayakan kemenangan mereka, tapi di luar itu masih banyak ribuan cerita lain yang menunggu giliran untuk mendapat tempat di layar lebar," ungkap Wamenbud.

"Terima kasih kepada semua insan perfilman Indonesia, dan kepada panitia FFI yang telah bekerja keras sepanjang tahun ini untuk terus meningkatkan kualitas dan merayakan luar biasanya film Indonesia,"tutupnya.

Pendaftaran FFI 2025 telah ditutup pada 31 Agustus lalu, menerima total 794 karya, termasuk peningkatan signifikan, terutama pada kategori Kritik Film yang naik 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Ario Bayu, Ketua Umum FFI 2025, menyampaikan optimismenya,"Melihat perkembangan perfilman Indonesia dalam setahun terakhir benar-benar membanggakan. Kita menyaksikan peningkatan kualitas luar biasa, baik dari segi cerita maupun teknis, dan hadirnya keberagaman genre. Saya berharap FFI tahun ini menjadi momen selebrasi sekaligus refleksi bahwa kita sedang berada di jalur yang tepat menuju industri film yang makin kuat, inklusif, dan berdaya saing di kancah global."

Komite FFI 2025 telah melakukan penyempurnaan sistem penjurian,yang kini melibatkan kolaborasi yang lebih terukur. Tahap penentuan 16 film rekomendasi dilakukan oleh 80 anggota Akademi Citra, yang terdiri dari sineas pemenang Piala Citra FFI. Selanjutnya, penentuan nominasi untuk 17 kategori dilakukan oleh 13 Asosiasi Profesi Perfilman. Proses penjurian tahap akhir yang dilakukan oleh para Dewan Juri Akhir dilakukan secara offline di bioskop atas dukungan Cinema XXI.

“Cinema XXI dengan bangga tahun ini dapat kembali melanjutkan dukungannya untuk penyelenggaraan kegiatan FFI. Dukungan ini selaras dengan komitmen kami dalam mengapresiasi para insan perfilman Indonesia serta karya-karya mereka yang beragam,inovatif, dan inspiratif. Selamat atas penyelenggaraan FFI 2025.

Semoga festival ini kian memperkuat dan memperkaya ekosistem perfilman Indonesia secara berkelanjutan," ujar Corporate Secretary Cinema XXI Indah Tri Wahyuni.

Dalam kesempatan ini, Komite FFI 2025 juga mengumumkan para anggota Dewan Juri Akhir (DJA). DJA kategori Film Cerita Panjang beranggotakan Allan Sebastian (pengarah artistik), Cesa David Luckmansyah (penyunting gambar), Dewi Umaya (produser), Nungki Kusumastuti (pemeran dan budayawan), Nurman Hakim (akademisi dan sutradara), Salman Aristo (sutradara dan penulis skenario), Titi Radjo Padmadja (penata musik dan pemeran), Whani Darmawan, dan Yunus Pasolang, I.C.S. (sinematografer). 

Sementara DJA Film Cerita Pendek adalah Bayu Prihantoro (sutradara dan sinematografer), Melanie Budianta (akademisi), dan Pritagita Arianegara (sutradara). Pada DJA kategori Film Animasi terdiri dari Faza Ibnu Ubaydillah Salman atau yang lebih dikenal dengan nama Faza Meonk(komikus, sutradara,dan creativepreneur), Sally Wongso (storyboard artist dan sutradara), dan Yudhatama (animator).

DJA kategori Film Dokumenter adalah Amelia Hapsari (sutradara),Lola Amaria (pemeran, produser, dan sutradara), dan Risa Permanadeli (akademisi). Pada DJA Karya Kritik Film, terdiri dari Agustina Kusuma Dewi (dosen), Hariyadi (dosen), dan Lala Palupi Santyaputri (akademisi). Serta Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film beranggotakan Budiyati Abiyoga (produser), JB Kristanto (wartawan dan pengamat film), dan Imam Tantowi (sutradara). Para Dewan Juri Akhir (DJA) FFI 2025 mewakili dari berbagai unsur ekosistem perfilman mulai dari produser, pemeran, komposer, sinematografer, editor, seniman, hingga akademisi dan pengajar film.

Budi Irawanto, Ketua Bidang Penjurian FFI 2025, menjelaskan pentingnya perubahan ini, "Perubahan ini diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang lebih tajam, terukur, berbasis kepakaran serta menjunjung prinsip meritokrasi. 

Mengombinasikan penilaian kualitatif lewat diskusi yang intens dan kuantitatif lewat voting dan scoring mampu menghasilkan nomine yang berbobot sekaligus bisa menjadi penanda capaian penting sinema Indonesia."

Guna memastikan semangat 'Puspawarna Sinema Indonesia'menjangkau seluruh pelosok negeri dan menginspirasi sineas muda,Komite FFI 2025 telah menyusun program-program aktivasi yang lebih merata. Prilly Latuconsina, selaku Ketua Bidang Program FFI 2025, menjelaskan perbedaan pendekatan Road to FFI tahun ini yang berfokus pada kolaborasi lokal, "Kalau tahun lalu kami keliling kampus, tahun ini kami akan berkeliling ke festival-festival lokal diberbagai daerah. Kami ingin menginspirasi anak-anak muda agar semakin yakin untuk terjun ke industri film dan membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya."

FFI 2025 dengan tema 'Puspawarna Sinema Indonesia' adalah perayaan keberagaman yang menjadi kekuatan utama film nasional.

Dari 794 karya yang mendaftar, para nomine yang terpilih mencerminkan kemajuan teknis, eksplorasi tematik, dan lahirnya generasi baru sinema Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan sistem penjurian yang diperkuat, FFI tidak hanya memberikan penghargaan tertinggi tetapi juga mengukuhkan film Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan yang berdaya saing di tingkat global. Sampai bertemu di Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025, 20 November mendatang, untuk menyaksikan puncak apresiasi tertinggi bagi insan perfilman tanah air. Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025 akan disiarkan langsung melalui akun YouTube Festival Film Indonesia, Kemenbud RI, dan Indonesiana TV.

Jumat, 15 Agustus 2025

BRI The BFF Festival 2025: 250 Brand, 80% Lokal, Jadi Ajang Apresiasi Industri Kreatif Indonesia

Booth Tour bersama Teuku Riefky Harsya dan Raffi Farid Ahmad di The BFF Festival 2025.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Jakarta, 15 Agustus 2025 – BRI The BFF Festival 2025 sukses menghadirkan lebih dari 250 brand, dengan 80% di antaranya merupakan brand lokal. Festival yang menggabungkan kecantikan, fashion, dan lifestyle ini bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang pertemuan antara kreator, brand, dan konsumen untuk merayakan kreativitas sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia.


Rangkaian kegiatan di BRI The BFF Festival 2025 turut diisi dengan booth tour, mini talkshow, serta sesi interaktif bersama para kreator dan pelaku industri. Atmosfer festival semakin semarak dengan antusiasme ribuan pengunjung yang datang untuk menjelajahi tren terbaru di industri kecantikan dan fashion.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Raffi Farid Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Raffi Farid Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni

Dalam ungkapannya, Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya keberlanjutan industri kreatif lokal, “Festival ini membuktikan bahwa brand lokal mampu bersaing dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Kehadiran generasi muda di sini menunjukkan energi besar yang akan membawa industri kita ke level global.”


Sementara itu, Raffi Farid Ahmad menambahkan: “Saya melihat BRI The BFF Festival bukan hanya festival belanja atau hiburan, tetapi sebuah ruang kolaborasi. Ini adalah kesempatan emas bagi generasi muda dan pekerja seni untuk terus tumbuh, berinovasi, dan menginspirasi.”


Melalui BRI The BFF Festival 2025, Indonesia kembali menegaskan peran pentingnya sebagai pusat kreativitas di Asia Tenggara, dengan fokus pada pemberdayaan brand lokal dan generasi muda sebagai agen perubahan.


***

Tentang BRI The Beauty, Fashion, and Fragrance (BFF) Festival Didirikan oleh para veteran industri kecantikan, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda, yang telah sukses membangun Jakarta X Beauty serta media Female Daily Network selama 19 tahun lamanya, BRI The BFF 2025 adalah festival unggulan di Indonesia yang menyatukan dunia kecantikan, fashion, dan lifestyle. Festival ini bertujuan untuk membina talenta lokal, menginspirasi konsumen, serta mendorong kolaborasi guna memajukan ekonomi kreatif nasional.


UNGU Resmi Rilis Music Video "Utara - Selatan", Awali Perjalanan Menuju Konser 30 Tahun "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter"

​ Music Video Disutradarai Pasha, Hadirkan Kolaborasi Dua Generasi Keluarga UNGU melalui Kiesha Alvaro dan Zara Leola ​ Jakarta, 5 Agustus ...