Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2026

Agensi Rumah Tangga Rilis Trailer & Poster! Film Terbaru Sutradara Langganan Blockbuster Lebaran Naya Anindita, Kini Kembali Angkat Realita Anak Muda yang Terkena PHK dengan Balutan Komedi Segar

Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop

​Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah sukses di box office dengan film-film Lebarannya, sutradara Naya Anindita kini kembali dengan sajian film terbarunya berjudul Agensi Rumah Tangga. Film bergenre drama komedi persembahan Starvision dari produser Chand Parwez Servia ini akan tayang mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

​Naya yang selalu mengangkat isu relevan, termasuk di film Lebarannya yang sukses tentang dinamika pencari kerja, kini ia kembali dengan isu yang dekat. Memotret fenomena PHK yang melanda pekerja urban, dan cara kembali bangkit. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Almira Bastari, dengan penulis skenario Upi dan Ayu Anggraini Putri.

​Kisahnya mengikuti Katia (Enzy Storia), yang hidupnya lagi apes-apesnya. Jadi korban PHK, ditolak kerja di banyak tempat, dapat banyak tekanan dari ibunya, sampai terdesak cicilan KPR. Hal itu pun membuatnya berpikir keras, apa sudah saatnya membuka usaha?

​Saat lagi terpuruk, Katia pun dapat ide bisnis cemerlang setelah ibunya yang mau pensiun terpaksa memberhentikan asisten rumah tangganya, Bi Minah (Tike Priatnakusumah). Katia berpikir, bagaimana kalau jadi penyalur asisten rumah tangga (ART) saja?

​Tapi menjadi penyalur ART ternyata penuh drama, termasuk drama romantika dengan klien artisnya, Kafka (Afgangsyah Reza). Drama ART yang tak ada habisnya pun membuat Katia menghadapi dilema. Apakah lebih baik jadi PNS sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya?

​Dalam official trailer yang dirilis, konflik ibu dan anak tentang mencari nafkah terasa sangat emosional. Sementara bercandaan yang muncul sepanjang trailer juga sudah bikin pecah.

​"Bagi Starvision, film Agensi Rumah Tangga adalah potret apa yang sedang terjadi dengan situasi banyak orang saat ini, ketika mencari kerja begitu sulit, dan banyak karyawan yang terkena PHK. Diceritakan dengan drama komedi yang menghibur, dengan jajaran ansambel pemain yang meriah, sehingga karya ini menjadi proyek yang memecahkan rekor menggabungkan banyak komika perempuan di perfilman Indonesia," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Sebagai sutradara yang dikenal punya banyak sirkel pertemanan, Naya pun kembali memboyong para sahabatnya untuk bermain di film ini. Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgangsyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.

​"Film Agensi Rumah Tangga menjadi proyek yang sangat menyenangkan dan hangat. Dari proses persiapan sampai akhir syuting. Proses ini juga menjadi rezeki bagi saya, bisa berkarya dengan orang-orang hebat yang selalu bekerja dengan sepenuh hati," ujar sutradara Naya Anindita.

​Di film ini, untuk pertama kalinya Enzy Storia menjadi pemeran utama untuk film yang disutradarai Naya Anindita. "Syutingnya sehat banget, bukan karena isinya teman-temannya Naya, tapi semua kru juga happy. Ini jadi project pertemanan yang seru dan sangat menyenangkan," kata Enzy Storia.

​Di film ini, Afgan tak hanya menjadi pemeran. Namun juga mengisi OST lewat lagu barunya berjudul Langit Merah Muda, yang menggambarkan POV dan perasaan Kafka, tokoh utama yang diperankan oleh Afgan.

​"Rasanya Agensi Rumah Tangga jadi bentuk karya yang bisa menjadi legacy dari sebuah pertemanan. Di film ini, aku berperan bareng Enzy dan terlibat love interest dengan cerita yang mendalam, disutradarai oleh Naya. Kami berteman sudah sangat lama dan saling support satu sama lain, dan ini jadi bentuk support proyek teman yang paling maksimal dari aku," kata Afgan.

​Menuju tayangnya film Agensi Rumah Tangga pada 10 September 2026 di bioskop, OST lagu Langit Merah Muda akan dirilis terlebih dulu pada 27 Agustus 2026 di seluruh platform streaming digital.

​Dengan dukungan ansambel pemeran yang menarik dan lucu, film Agensi Rumah Tangga siap mengocok perut penonton dengan humor yang tidak terduga dan cerita drama yang menyentuh.

​Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

​Katia yang di-PHK perlu pekerjaan baru untuk membayar KPR, hingga memutuskan menjadi penyalur asisten rumah tangga (ART). Berbagai drama yang penuh romantika membuatnya bimbang antara mencari pekerjaan baru sesuai harapan ibunya, atau mempertahankan para ART yang sudah jadi keluarga baru baginya.

Pemain dan Tim Produksi

  • ​Enzy Storia — Katia Amaranto
  • ​Afgansyah Reza — Kafka
  • ​Fita Anggriani — Sashi
  • ​Ardit Erwandha — Banu
  • ​Yunita Siregar — Mila
  • ​Unique Priscilla — Titin
  • ​Tike Priatnakusumah — Bi Minah
  • ​Nada Novia — Nisa
  • ​Ummi Quary — Siti
  • ​Musdalifah Basri — Asih
  • ​Neneng Wulandari — Marsih
  • ​Dea Panendra — Dini
  • ​Boah Sartika — Denok
  • ​Priska Baru Segu — Rina
  • ​Astrid Juwita — Ratih
  • ​Nury Zhafira — Fitri
  • ​Mega Salsabila — Ica
  • ​Farrell Rafisqy — Kenzi
  • ​Khalif Al Juna — Kenzo
  • ​Sheila Dara — Viona
  • ​Hesti Purwadinata — Tessa Effendi
  • ​Lulu Tobing — Danila
  • ​Febby Rastanty — Quina
  • ​Dayu Wijanto — Miranti
  • ​Nazira C. Noer — Ira
  • ​Freya Mikhayla — Aurora
  • ​Azamy Syauqi — Dio
  • ​Niky Putra — Petugas CPNS 1
  • ​Mario Caesar — Peserta Ujian CPNS 1
  • ​Kev — Peserta Ujian CPNS 2
  • ​Oline Mendeng — Hani
  • ​Yono Bakrie — Yono Sayur
  • ​Marchella FP — Cecel Pegawai TV
  • ​Rendha Rais — Widya
  • ​Reza Chandika — Candra Chandika
  • ​Arvino Ramadhan — Petugas CPNS 2
  • ​Oki DM — Wanto Furniture
  • ​Anyun Cadel — Toha
  • ​Elia Margaretha — Wanita Bertubuh Besar
  • ​Yudha Brajamusti — Dukun
  • ​McDanny — Pembeli Mobil Katia
  • ​Shela Lala — Mbak Lala
  • ​Vadie Akbar — Reza
  • ​Dian Iyoy — Bapak Main Gaple

Produksi

  • ​Starvision
  • ​Legacy Pictures
  • ​Vortera Studios
  • ​Navvaros
Produser:
​Chand Parwez Servia
​Riza
Reza Servia
Mithu Nisar

​Sutradara: Naya Anindita

​Produser Eksekutif:
​Amrit Dido Servia
​Raza Servia
​Futih Aljihadi
​Lisbeth Simarmata
​Muhammad Noviar Rahman
Nazira C Noer
Trivet Sembel

​Produser Lini: Rini Atmodjo

Penulis Skenario:
Upi
Ayu Anggraini Putri

Dari Novel Best Seller: Almira Bastari
Penata Artistik: Jacobus Dimas
Penata Kamera: Robert Cauble
​Penyunting Gambar: Ahmad Yuniardi
​Penata Suara: Aditya Trisnawan
​Perekam Suara: Waim Ahmad Fahreizi
Penata Musik: Hariopati Rinanto
Penata Warna & VFX: Super 8MM Studio
​Penata Grafis: Mataque Studio
​Penata Rias: Amalia Cantiqa
Penata Busana: Aldie Harra
Penata Peran:
Arief Havidz
Abie Prabu
Perancang Poster: Alvin Hariz
​OST:
​Langit Merah Muda — Afgan
Tak Ada Rencana (Kujatuh Cinta) — Afgan
​Jatuh, Bangkit Kembali! — HIVI!
​Kita Bikin Romantis — MALIQ & D'Essentials

​Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

​Tentang Legacy Pictures

​PT LEGACY FILM berdiri sejak tahun 2011 dan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Perfilman dan Perekaman Video.

​Pada Tahun 2011-2017 PT LEGACY FILM memproduksi film dan mulai tahun 2018, Legacy aktif melakukan investasi film. "PENGABDI SETAN", "AGAK LAEN", "PETUALANGAN SHERINA 2" dan "THE ARCHITECTURE OF LOVE (TAOL)" merupakan beberapa film box office dari LEGACY.

​Tentang Vortera Studios

​Vortera Studios adalah sebuah perusahaan film asal Indonesia yang aktif berkolaborasi dalam berbagai proyek film layar lebar nasional. Sebagai studio film baru di industri perfilman tanah air, Vortera Studios gencar menjalin kemitraan strategis dengan rumah produksi besar mapan seperti Rapi Films, Starvision, dan Screenplay Films.

​Tentang Navvaros

​Navvaros Entertainment adalah perusahaan pemasaran, investasi, dan pengembangan film di Indonesia. Didukung jaringan new media terbesar di Indonesia (30+ inventory media, 80 juta+ followers), Navvaros mendanai dan mengembangkan film Indonesia sekaligus membawa kekuatan amplifikasi media.

Selasa, 04 Agustus 2026

Dari Buku Best Seller Habib Jafar ke Layar Lebar: Seni Merayu Tuhan, Film yang Menyajikan Perjalanan Mencari Makna Hidup dan Jati Diri

Film Seni Merayu Tuhan tayang mulai 13 Agustus 2026 di bioskop

Jakarta, 4 Agustus 2026 — Wahana Kreator Nusantara mempersembahkan film drama coming of age terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, dan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Mengikuti perjalanan Hikmah (Ari Irham), anak muda yang ditinggal mati ibunya, dan kehilangan arah hidup.

​Film ini memberikan perasaan hangat dengan sajian yang mengharukan sekaligus dekat. Di tengah hidup yang serba sibuk dan mengejar duniawi, terkadang kita lupa dengan orang-orang sekitar, hingga waktu mengambil hal yang paling berharga. Itulah yang menjadi perjalanan Hikmah saat ia hilang arah, ingin berubah menjadi lebih baik dengan cara instan, justru membuatnya malah makin jauh dari tujuan.

​Melalui Hikmah, kita kembali diingatkan bahwa perubahan dalam hidup tak perlu terburu-buru, namun dengan cara perlahan dan kelembutan, kita bisa memaknai setiap makna dari peristiwa yang kita alami.

​Disutradarai oleh Cesa David, yang menjadi debut penyutradaraannya, film Seni Merayu Tuhan menawarkan drama coming of age dengan sentuhan sudut pandang yang berbeda. Kisah Hikmah, 'pemuda tersesat' di film ini seakan menjadi refleksi untuk yang menontonnya, alih-alih menghakimi. Film ini juga mengajak penontonnya untuk bertumbuh, seiring perjalanan kedewasaan yang dialami Hikmah.

​"Bagi saya, film ini menjadi ruang kontemplasi. Kisah di film ini adalah bagaimana kita juga bisa mencintai sesama, dan menjadi orang baik untuk semuanya, semangat itu yang ingin saya hadirkan lewat filmnya," ujar sutradara Cesa David.

​Sementara itu, bagi Habib Jafar, film Seni Merayu Tuhan diharapkan juga menjadi karya yang bisa membawa penontonnya bisa berefleksi. Makna Seni Merayu Tuhan, disebutkan Habib Jafar sebagai sebuah filosofi mengajak Tuhan turut hadir dalam setiap langkah hidup menuju manusia yang lebih baik.

​"Saya berharap, setelah penonton menonton film ini bisa merenungkan dirinya secara utuh, sebagai manusia, hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai orangtua, dan sebagai dirinya sendiri. Saya berharap, detik itu akan menjadi detik paling kencang sebagai Seni Merayu Tuhan," ujar Habib Jafar.

​Salah satu adegan yang membuat Habib Jafar terharu adalah saat karakter Hikmah mengabaikan ibunya, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka. Menurut Habib Jafar, bagian itu juga cukup dekat dengan dirinya. Ketika kecil, banyak dari kita yang merasa ingin selalu hadir untuk orangtua, namun dalam kenyataan hidup tidak semudah itu.

​Ari Irham, yang memerankan Hikmah, mengungkapkan bahwa di film ini juga berbicara dari dekat. Termasuk relasi antara anak dan orangtua. "Mungkin kita sering terlalu fokus sama hal yang ada di pikiran kita. Kita mau ngapain, harus ngapain, dan karena kita terlalu fokus dengan apa yang kita inginkan, seringnya melupakan orang-orang di sekitar kita, melupakan orangtua. Bagiku itu sangat relate," ujar Ari Irham.

Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfianfy. Film ini diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, dengan produser eksekutif Gina S. Noer dan Orchida Ramadhania.

​Selain menjadi produser eksekutif, Gina juga turut menulis naskah film ini bersama Rino Sarjono dan Salman Aristo. Menurut Gina, dalam proses menulis film ini juga menjadi ruang reflektif secara personal.

​"Saat menulis naskah untuk film ini, juga turut menjadi perjalanan saya melihat duka ketika ayah saya meninggal. Proses menulisnya menjadi refleksi baru, tentang kehilangan dan ketuhanan. Ketika berproses, saya merasakan kesejukan yang berbeda dibanding dengan menulis skenario lainnya," ungkap produser eksekutif dan penulis skenario Gina S. Noer.

Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, Virtuelines Entertainment, dan Suraya Filem.

​"Film Seni Merayu Tuhan juga menandai ketiga kalinya PK Films bekerja sama dengan Wahana Kreator Nusantara. Di film ini, PK Films turut mendukung dengan integrasi ekosistem melalui serangkaian aktivasi promosi strategis. Termasuk membawa Seni Merayu Tuhan di panggung festival musik The Sounds Project pada 8 Agustus 2026, bersama para musisi yang mengisi OST film ini, Adhitia Sofyan dan Biru Baru. Tak hanya itu, kami juga membawa Habib Jafar untuk take over siaran di Prambors," ujar produser eksekutif dari PK Films Peter Harjani.

​Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.

Tentang Wahana Kreator

​Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.

​Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.

​Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.

Senin, 03 Agustus 2026

Film ‘Baby Udon’ Rilis Trailer dan Poster Resmi, Angkat Kisah Nyata Viral Perjuangan Cinta Fanny Kondoh dan Mendiang Suami

Jakarta, 3 Agustus 2026 – Rumah produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures secara resmi merilis official trailer dan official poster untuk film drama layar lebar terbaru mereka, Baby Udon. Peluncuran trailer dan poster film perdana dari Sumargo Films ini digelar dalam acara Press Conference di Senayan City XXI, Jakarta.

​Bukan sekadar drama fiksi, Baby Udon diangkat langsung dari fenomena kisah nyata yang pernah menyentuh hati jutaan warganet di media sosial. Film ini menghidupkan kembali perjalanan emosional content creator Fanny Kondoh dan mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh.

​Publik mengenal mereka lewat perjuangan panjang yang tak kenal lelah demi memiliki buah hati melalui proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung. Namun, di tengah asa dan penantian tersebut, ujian besar datang menghampiri: Hajime didiagnosis mengidap kanker hingga akhirnya tutup usia. Keteguhan cinta Fanny yang membesarkan buah hati mereka, yang dijuluki Baby Udon, menjadi simbol harapan bagi banyak pasangan di Indonesia.

​Kisah cinta lintas negara yang menyayat hati ini diabadikan secara indah ke layar lebar oleh sutradara Fajar Bustomi. Karakter Fanny Kondoh diperankan dengan sangat emosional oleh Caitlin Halderman, sementara sosok Hajime Kondoh dihidupkan oleh Denny Sumargo.

​Lewat official trailer yang diputar perdana, penonton disuguhkan ketimpangan perasaan yang intens: dari kehangatan perjuangan berdua mendapatkan momongan, hingga runtuhnya dunia Fanny saat sang suami harus melawan penyakit kritis. Chemistry apik dan akting mendalam dari Caitlin Halderman serta Denny Sumargo terbukti sukses membuat seisi bioskop terharu.

​Acara peluncuran ini berlangsung megah dengan kehadiran jajaran pembuat film (filmmakers) dan pemeran utama. Hadir di antaranya Produser Eksekutif Andi Suryanto; jajaran Produser Marcella Daryani, Olivia Sumargo, dan Denny Sumargo; Sutradara Fajar Bustomi; Penulis Skenario Oka Aurora; serta para pemain seperti Vonny Anggraini (Retno), Naufal Samudra (Tony), Ayya Renita (Susi), Putri Ayudya (dr. Shinta), Royhan Hidayat (Teddy), Miyu Okazaki (Yumiko), dan Hiroaki Kato (Hiro).

​Momen paling mengharukan terjadi saat sosok nyata di balik cerita ini, Fanny Kondoh, hadir secara langsung di atas panggung bersama sang buah hati, KazKaz, untuk menyapa awak media. Di depan poster yang terinspirasi dari foto asli Fanny bersama dengan foto almarhum Hajime saat kelahiran Kazkaz, Fanny mengaku sangat tersentuh saat menyaksikan langsung penggalan hidupnya diproyeksikan ke layar lebar.

​"Awalnya aku kira aku bisa kuat ketika datang ke lokasi syuting, tapi setelah melihat Caitlin dan Densu memerankan ceritaku dan suamiku, aku tidak bisa tahan tangis. Aku melihat sosok suamiku di Densu," tutur Fanny Kondoh dengan suara bergetar.

​Denny Sumargo, yang juga memproduseri film ini di bawah naungan Sumargo Films, merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menyampaikan pesan cerita ini ke masyarakat luas. "Dari awal saya mendengar kisah Fanny, saya tahu kisah ini penting untuk diketahui banyak orang. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan sosok Hajime yang saya kagumi," tegas Denny Sumargo.

​Siapkan tisu dan sambut kisah perjuangan cinta, harapan, serta keteguhan hati yang menginspirasi dalam film Baby Udon, yang siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

​Untuk informasi lebih lanjut, pembaruan terkini, dan materi eksklusif di balik layar, silakan kunjungi akun media sosial resmi kami di Instagram: @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.

Jumat, 31 Juli 2026

Trio GJLS Menobatkan Vokalis Barasuara sebagai "Kadiv Soundtrack 2026" Habis Sore, Apakah Akan Mengisi Soundtrack Film GJLS Terbaru?

Jakarta, 30 Juli 2026 — Ada-ada saja ulah trio komedi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Pertemuan trio GJLS dengan vokalis sekaligus gitaris band rock kenamaan Barasuara, Iga Massardi, berujung pada pemberian "jabatan" yang tidak biasa. Trio GJLS secara resmi menobatkan Iga sebagai Kadiv Soundtrack 2026.

​Momen kocak ini dibagikan langsung oleh Iga Massardi melalui unggahan Instagram Story miliknya, memperlihatkan sebuah sertifikat "resmi" yang diserahkan langsung oleh abang-abang GJLS kepadanya. Lebih lucunya lagi, trio GJLS menyuruh Iga minta izin dulu kepada Baskara, yang lebih dahulu dinobatkan sebagai ketua GJLSser se-Indonesia, alias ketuanya para fans GJLS.

​Sontak, penobatan dadakan ini memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar musik maupun penikmat film tanah air. Apakah ini hilal bahwa Iga dan kawan-kawan akan berkolaborasi dengan GJLS untuk pembuatan soundtrack film GJLS 2?

Berangkat dari Kesuksesan Soundtrack Sore: Istri Dari Masa Depan

​Spekulasi publik bukan tanpa alasan. Band pemenang tiga kali Anugerah Musik Indonesia (AMI) ini sebelumnya sukses besar mengguncang sinema Indonesia pada 2025 lalu melalui lagu hit mereka, “Terbuang Dalam Waktu”. Lagu tersebut menjadi lagu tema (soundtrack) resmi untuk film Sore: Istri Dari Masa Depan karya sutradara Yandy Laurens.

​Keberhasilan lagu tersebut mengiringi dinamika emosional film Sore bahkan mengantarkan Barasuara meraih penghargaan bergengsi sebagai Pencipta Lagu Tema Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Pasca-kemenangan Piala Citra tersebut, publik dan penikmat musik tanah air terus bertanya-tanya: kapan Barasuara akan kembali mengisi soundtrack untuk layar lebar?

Dari Sore, Lanjut ke GJLS?

​Di sisi lain, menyusul kesuksesan film pertamanya yang menembus ratusan ribu penonton, trio GJLS telah mengumumkan proyek sekuel terbaru mereka yang berjudul GJLS: Berapi-Api. Film yang diproduksi oleh Amadeus Sinemagna ini telah menyelesaikan proses pengambilan gambar pada awal tahun dan kini sedang memasuki tahap pasca-produksi untuk siap tayang di bioskop pada tahun 2026.

​Lantas, apakah gesture "sertifikat" dan kedatangan Iga Massardi di studio GJLS Entertainment sekadar candaan khas podcast, atau justru menjadi sinyal halus kolaborasi besar mereka?

​Akankah soundtrack film GJLS: Berapi-Api benar-benar menggandeng band pemenang Piala Citra tersebut untuk memberikan sentuhan musik yang megah, sekaligus absurd?

​Hingga saat ini, baik pihak GJLS Entertainment maupun Barasuara belum memberikan konfirmasi resmi mengenai bentuk kerja sama di antara mereka. Penasaran dengan kelanjutan kolaborasi ini? Pantau terus perkembangan terbaru dan kejutan seru lainnya melalui akun media sosial resmi @gjlsentertainment dan @sinemagna.

Efek Rumah Kaca, Knogg, dan Leila S. Chudori Garap OST Film Laut Bercerita Berjudul Matilah Kau Mati

“Lekas menjadi bagian api
Tumbuhkan nyali….”

Jakarta, 31 Juli 2026 — Rumah produksi Pal8 Pictures menggandeng grup musik Efek Rumah Kaca untuk menggarap OST (Original Soundtrack) film debut Laut Bercerita yang disutradarai Yosep Anggi Noen. Lagu berjudul Matilah Kau Mati ini diambil dari puisi yang tercantum di dalam novel best seller Laut Bercerita karya Leila S. Chudori.

​Dalam penggarapan OST Matilah Kau Mati, Efek Rumah Kaca juga berkolaborasi dengan Knogg sedangkan lirik lagu ini ditulis Leila S. Chudori, Sutardji Calzoum Bachri dan vokalis Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud. Sementara itu, aransemen digarap oleh Knogg-moniker Angan Senja-musisi sekaligus putera dari Cholil Mahmud. Cholil bersama Efek Rumah Kaca kemudian meramu dan menciptakan musik dengan Knogg sebagai produser.

Matilah Kau Mati terdengar liris dengan aransemen minimalis gitar yang dibalut dengan electric piano dan synth (synthesizer), yang kemudian menonjolkan karakter vokal khas Cholil. Lagu ini terdengar seperti nyala lilin di ruang gelap, meski bernada perlahan namun setiap baitnya mengandung optimisme.

“Lagu Matilah Kau Mati ingin menggandengkan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya. Bahwa semangat baik sebenarnya bertebaran di banyak tempat dan bisa menghasilkan sesuatu yang baik juga, asalkan kita mau mengubah dan mentransformasikannya,” kata Cholil Mahmud.

​Proses penggarapan lagu Matilah Kau Mati diawali dengan permintaan Leila Chudori kepada Cholil Mahmud untuk bekerja sama menciptakan OST film Laut Bercerita. Leila menawarkan puisi di dalam novel yang berjudul Di Hari Kematianku. Cholil setuju kemudian meramunya dengan merombak beberapa demo musik yang dimiliki. Keterlibatan Knogg sendiri memberikan spektrum yang lebih kaya melalui sentuhan aransemen elektronik dan synth dalam demo yang disusun Cholil. Menurut Cholil, ini menjadi sesuatu yang baru dalam perkembangan musik ERK yang sebelumnya jarang menggunakan synthesizer, dan MIDI seperti di lagu Matilah Kau Mati.

“Instrumen yang ingin saya tonjolkan adalah suara synth yang tajam, yang terdistorsi, itu ada di bagian chorus (reff) lagunya,” ujar Knogg. “Saya memang selalu ingin bikin lagu dengan synth yang terdistorsi dan mempunyai nada dissonance seperti itu. Saya lebih suka sesuatu yang terdistorsi ketika membangun ketegangan. Selain itu, saya menaruh instrumen snare di bagian akhir,” tutur Knogg menambahkan.

​Tentang lirik, Leila mengaku menggabungkan puisi tersebut dengan larik “Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali” yang diucapkan tokoh Laut beberapa kali di dalam novel tersebut. Lirik itu diciptakan penyair Sutardji Calzoum Bachri. Karena itu Leila menganggap “nama Sutardji harus ada di dalam deretan pencipta lirik.”

​Larik Matilah Kau Mati memang menjadi salah satu kalimat ikonik dari semesta Laut Bercerita, yang juga banyak dikutip oleh pembacaan dan para penikmat film pendeknya. Tak heran, di saat mengutak-atik lirik itu,baik Cholil maupun Leila sepakat agar judul Di Hari Kematianku diubah menjadi Matilah Kau Mati.

​Bagi Leila, larik itu “mempunyai makna jelas: meski kita dibungkam atau dipaksa agar takut berbicara, pasti akan bertumbuh keberanian lain di mana-mana. Kita yang dibungkam, orang lain akan bicara. Orang lain dibungkam, akan ada lagi yang berbicara. Keberanian itu tidak pernah mati. Mungkin saat ini kita merasa keberanian itu dibungkam, dikubur, tapi akan lahir berkali-kali. Keberanian itu akan lahir di mana saja.”

​Dalam memproduksi lagu ini, Knogg juga banyak terinspirasi dari karya-karya sang ayah bersama Efek Rumah Kaca. Di lagu Matilah Kau Mati, Knogg seraya ingin membawa pesan keresahan sebagai simbol perlawanan dan kebebasan bersuara di ruang demokrasi.

“Di bagian pertengahan lagu, di bagian chorus, awalnya belum ada fighting spirit-nya.” Namun dari proses kreatif bersama ayahnyanya, Knogg memberi masukan untuk membuat musiknya menjadi lebih memiliki pesan yang mendorong orang untuk menggunakan kebebasan mereka untuk melawan balik dan protes. “Akhirnya saya memutuskan untuk menambahkan lebih banyak pergerakan, lebih banyak fighting spirit di lagu,” ungkap Knogg.

​Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia bulan Oktober tahun ini. Diproduksi oleh Pal8 Pictures, bekerja sama dengan bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha Lynx Films dan Brandlink. Film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, dengan skenario yang ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila S. Chudori. Leila juga menjadi produser film ini bersama Gita Fara dan Budi Setyarso.

Laut Bercerita dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy dan masih banyak lagi.

Dengarkan lagu Matilah Kau Mati di seluruh platform streaming digital mulai 31 Juli 2026! Nyalakan semangat keberanian untuk bersuara, dan tonton film Laut Bercerita di bioskop tahun ini.

Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.

Matilah Kau Mati

oleh Efek Rumah Kaca, Knogg

Di hari kematianku

Nyalakan Apinmu

Menjalar di tubuhmu

Hingga memercik jerami

Derita yang didih

Di jiwa yang perih

Lekas menjadi

Bagian api

Tumbuhkan nyali

Matilah engkau mati

Kau lahir berkali-kali

Matilah engkau mati

Kau lahir berkali-kali

Segala luka beralih rupa

Segala daya untuk merdeka

Segala murka jadi tenaga

Segala doa jadi cahaya

Tak mungkin kita tak bersuara

Tak mungkin kita tak menyala-nyala

Lagu oleh Cholil Mahmud

Lirik oleh Leila Chudori, Sutardji Calzoum Bachri & Cholil Mahmud

Diproduksi oleh Knogg (Angan Senja)

Semua instrumen oleh Knogg, kecuali bas oleh Poppie Airil dan akustik gitar serta elektrik gitar oleh Cholil Mahmud.

Vokal oleh Cholil Mahmud.

Vokal latar oleh Irma Hidayana.

Direkam oleh Knogg di qobbie space kecuali bas direkam oleh Poppie Airil di Bausasran 19 Yogyakarta

Mixing oleh Knogg di qobbie space

Mastering oleh Rhesa Aditya di Earspace Studio

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8pictures

Facebook : Film Laut Bercerita

Thread : @filmlautbercerita

Hashtag : #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Dari Kisah Cinta Romantis yang Viral ke Layar Lebar: 'Baby Udon' Hadir Menjadi Pelukan Hangat dan Penyemangat Bagi Para Pejuang Garis Dua

Bagi jutaan netizen di media sosial, perjalanan kisah Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, pernah menjadi saksi betapa indahnya sebuah perjuangan cinta sejati. Kisah mereka bukan sekadar tentang romantisme dua insan beda negara, melainkan tentang keteguhan hati sebuah keluarga yang pantang menyerah demi kehadiran sang buah hati lewat proses In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.

​Kini, perjuangan yang menginspirasi banyak orang tersebut bertransformasi menjadi karya layar lebar bertajuk Baby Udon. Lebih dari sekadar tontonan, film ini hadir sebagai bentuk apresiasi, doa, sekaligus pelukan hangat bagi seluruh pejuang dua garis di Indonesia.

Sebuah Lencana Keberanian bagi Pasangan yang Berjuang

​Mendapatkan momongan bukanlah perjalanan yang selalu mulus bagi setiap pasangan. Ada tawa, harapan yang membumbung, namun tak jarang ada air mata dan rasa lelah di tengah ketidakpastian. Baby Udon menangkap esensi paling murni dari perjalanan tersebut: bahwa setiap detik usaha, doa, dan rasa sakit yang dilalui adalah bukti betapa besarnya cinta calon orang tua.

​Film ini diadaptasi dari kisah nyata Fanny dan Hajime untuk mengingatkan kita semua bahwa berjuang demi kehadiran sang buah hati adalah bentuk keberanian yang luar biasa. Melalui arahan sutradara Fajar Bustomi, setiap dinamika emosional disajikan dengan lembut dan penuh empati, tanpa menghilangkan kehangatan dari kisah aslinya.

Menghidupkan Harapan Lewat Karakter Utama

​Dua talenta besar Indonesia, Caitlin Halderman (sebagai Fanny Kondoh) dan Denny Sumargo (sebagai Hajime Kondoh), menyatukan chemistry mereka untuk menghidupkan perjuangan ini di layar lebar. Lewat seni peran yang mendalam, mereka memperlihatkan bagaimana sepasang suami istri saling menggenggam erat, menjadi support system terkuat satu sama lain, dan menyalakan lentera harapan di tengah ujian tersulit.

​Diproduksi oleh Sumargo Films, yang juga menjadi karya perdana di bawah pimpinan Denny Sumargo, berkolaborasi dengan LYTO Pictures, Baby Udon dikemas sebagai pengingat manis bahwa cinta sejati tidak pernah kehilangan kekuatannya untuk memberi keteguhan.

Kamu Tidak Sendirian dalam Perjalanan Ini

​Mengapa Baby Udon begitu istimewa? Karena film ini hadir bukan hanya untuk membagikan kenangan, tetapi juga untuk merangkul setiap hati yang sedang berjuang di luar sana. Film ini menyuarakan perasaan para pasangan yang mungkin sering merasa sendiri dalam kesunyian perjuangan mereka.

​Bagi kamu yang sedang meniti jalan panjang demi sang buah hati, Baby Udon adalah surat cinta yang membisikkan pesan manis: perjuanganmu berharga, cintamu luar biasa, dan kamu tidak pernah sendirian.

​Film ini dibintangi Caitlin Halderman dan Denny Sumargo, dan didukung oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi yang punya kualitas akting luar biasa, di antaranya Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, hingga musisi dan aktor asal Jepang, Hiroaki Kato.

​Jangan lewatkan kisah perjuangan cinta yang menginspirasi ini. Film Baby Udon dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

​Untuk informasi lebih lanjut, pembaruan terkini, dan materi eksklusif di balik layar, silakan kunjungi akun media sosial resmi kami di Instagram: @filmbabyudon, @lytopictures, dan @sumargofilm.

Kamis, 30 Juli 2026

Trailer Terbaru PAKET SANTET: Paket Datang, Tawon Muncul, Kematian Mengintai

Trailer Terbaru Ungkap Teror yang Makin Brutal: Siapa Pengirim dan Apa Motifnya?

Jakarta, 30 Juli 2026BASE Entertainment resmi merilis trailer terbaru PAKET SANTET, film horor garapan sutradara Dinna Jasanti yang tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Jika trailer sebelumnya memperkenalkan teror santet yang dikirim melalui paket misterius, trailer terbaru membawa ancamannya semakin dekat: tawon mulai bermunculan, teror semakin brutal, dan nyawa ketujuh mahasiswa semakin terancam.

​Di tengah teror tersebut, misteri yang lebih besar mulai terbuka. Siapa yang sengaja mengirim santet kepada mereka, dan dendam apa yang membuat ketujuhnya dipilih menjadi korban?

​Trailer terbaru memberi petunjuk bahwa paket-paket tersebut bukan dikirim secara acak, melainkan kepada sasaran yang sudah dipilih. Seiring teror semakin brutal, hubungan Deva dan teman-temannya pun mulai dipenuhi kecurigaan. Persahabatan, sakit hati, hingga konflik di antara mereka membuka kemungkinan bahwa bahaya terbesar mungkin bukan datang dari orang asing, melainkan dari seseorang yang selama ini berada di dekat mereka.

​“Yang menarik dari PAKET SANTET, terornya bukan sesuatu yang terjadi secara acak. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban, dan ada motif di baliknya. Buat saya, yang paling mengerikan bukan hanya santetnya, tapi ketika kita sadar ada seseorang yang memang ingin mencelakai kita. Dari situ penonton juga akan terus bertanya: bahayanya datang dari orang asing, atau justru dari orang yang paling dekat dengan mereka?” ujar Dinna Jasanti, sutradara PAKET SANTET.

​Bagi Fadly Faisal, yang memerankan Ale, teror menjadi semakin mengerikan ketika rasa percaya di antara para sahabat mulai ikut terganggu.

​“Menurut aku yang serem bukan cuma ketika paketnya datang, tapi ketika kita mulai nggak tahu siapa yang bisa dipercaya. Kadang kita merasa circle kita baik-baik aja, padahal kita nggak pernah benar-benar tahu kalau ada orang yang masih menyimpan sakit hati atau dendam. Kita mungkin sudah lupa pernah menyakiti seseorang. Tapi orang itu belum tentu lupa,” ujar Fadly.

PAKET SANTET dibintangi Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bela, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Film produksi BASE Entertainment yang disutradarai Dinna Jasanti ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

​Saksikan Trailer Terbaru PAKET SANTET di YouTube BASE Entertainment dan platform digital resmi PAKET SANTET. Ikuti perkembangan terbaru melalui TikTok @base.id dan Instagram @paketsantet.

Rabu, 29 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu, Drama Keluarga Paling Plot Twist Tahun Ini! Masuk Ketawa, Keluar Nangis Sesenggukan

 

Film Kado Untuk Ibu tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop

Jakarta, 29 Juli 2026 — Starvision bekerja sama dengan FMM Studios mempersembahkan film drama keluarga Kado Untuk Ibu yang akan tayang mulai 6 Agustus 2026 di seluruh bioskop. Sebuah kisah hangat yang mengikuti perjalanan Ara (Luisa Adreena) saat pergi dari rumah dan meminta bantuan petugas Damkar demi mencari kado terbaik untuk ibunya.

​Siapa sangka, perjalanan mencari kado yang seharusnya menjadi perjalanan singkat, justru berubah menjadi perjalanan memaknai arti kehidupan dan keluarga yang sangat berkesan. Di awal hingga tengah filmnya, penonton akan dibuat tertawa melihat tingkah lucu dari Ara dan petugas Damkar Faris (Emir Mahira), yang menemani Ara.

​Namun, kisah lucu dan menggemaskan Ara dan Faris berubah menjadi kisah yang mengharukan. Penonton akan dibuat kaget dengan plot twist-nya. Seolah penonton diajak tertawa saat masuk studio bioskop, namun berakhir dengan menangis terharu dan merasakan kehangatan saat keluar bioskop.

​Disutradarai oleh M. Amrul Umammi dengan produser Chand Parwez Servia, Kado Untuk Ibu akan menjadi film terplot twist tahun ini! Bagaimana kita sebagai orang dewasa diajak menyelami makna kehidupan dari sudut pandang anak-anak, Ara, yang diperankan dengan sangat baik oleh Luisa Adreena, yang kali ini menampilkan akting yang lebih matang.

​Film Kado Untuk Ibu dibintangi oleh Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adishwara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turangan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master dan Juju Mazaya.

​"Film Kado Untuk Ibu adalah kisah tentang keluarga, tentang pemaknaan perjuangan cinta dan kasih sayang. Film ini juga menjadi refleksi dalam kehidupan kita, bagaimana kita berjuang demi keluarga dan memaknai serta menghidupi nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kita, bagaimana anak-anak di film ini juga bisa membimbing kita dan membuat orang tua lebih sadar untuk selalu hadir dan berjuang demi keluarga," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Kisah seorang anak yang mencari kado untuk ibunya sebenarnya terinspirasi dari kisah personal sang sutradara, M. Amrul Umammi, dan penulis skenario M. Ali Ghifari. Sebagai sesama orang tua, keduanya pernah merasakan bagaimana seorang anak memberikan kado untuk mereka. Sebuah perasaan hangat dan haru, yang juga menunjukkan perjuangan sang anak untuk orang tuanya, meski tampak sederhana.

Dari kisah itulah kemudian dituangkan ke dalam film Kado Untuk Ibu yang lebih dramatis dan menyentuh secara emosional. Diharapkan film ini juga bisa menjadi pengingat bagi penonton untuk selalu berjuang, dan menjadi ucapan terima kasih karena sudah bertahan untuk menjadi keluarga.

"Ada salah satu adegan yang membuat saya saat menggarap film ini merasa sangat tersentuh. Ketika Ara yang masih sekecil itu begitu dewasa menghargai perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai seorang Ayah, saya berharap film ini juga bisa menjadi pengingat, bahwa kita berjuang di luar sana mencari nafkah demi orang-orang tersayang di rumah," ujar sutradara M. Amrul Umammi.

Luisa Adreena, yang sebelumnya mendapat pujian dari perannya, di film Kado Untuk Ibu kembali menampilkan peran terbaiknya lagi. Sebagai Ara, Luisa berhasil mencuri perhatian sepanjang film dengan berbagai tingkah dan dialognya. Membuat kita belajar tentang pendewasaan dari kacamata sederhana anak kecil.

"Aku senang banget memerankan Ara di film ini, karena bisa berpetualang dengan Om Damkar yang diperankan Kak Emir Mahira. Di sini aku jadi anaknya Om Dimas Aditya dan Kak Agla Artalidia, yang seru banget. Meskipun ada satu adegan yang bikin aku sangat sedih dan nangis banget, dan itu jadi salah satu adegan favorit aku di film ini," cerita Luisa Adreena.

Berbicara tentang perannya sebagai Zizah, Ibu dari Ara, Agla Artalidia menjelaskan pengalamannya berperan bersama Luisa. "Luisa adalah aktor yang sangat-sangat brilian, menyenangkan sekali berkolaborasi dengan Luisa. Tidak ada kesulitan untuk membangun chemistry, kami benar-benar meruntuhkan semua tembok untuk bisa menjadi ibu dan anak. Di film Kado untuk Ibu ini menunjukkan perjalanan anak yang ingin memberikan rasa cintanya untuk sang ibu. Dan kita semua di dunia ini adalah seorang anak. Jadi kita pasti bisa relate dengan bagaimana memberikan kasih sayang terhadap ibu," ujar Agla Artalidia.

Tonton kehangatan drama keluarga Kado Untuk Ibu, film paling plot twist tahun ini di bioskop mulai 6 Agustus 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Kado Untuk Ibu melalui Instagram @filmkadountukibu, @starvisionplus, @fmmstudios dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

FARIS (Emir Mahira), seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu ARA (Luisa Adreena) mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.

Pemain dan Tim Produksi

Pemeran

Luisa Adreena sebagai Ara

Emir Mahira sebagai Faris

Agla Artalidia sebagai Zizah

Dimas Aditya sebagai Musa

Rey Bong sebagai Yusuf

Elsa Japasal sebagai Zulaikha

Maizura sebagai Adis

Mazaya Amania sebagai Icha

Jordan Omar sebagai Boni

Arif Alfiansyah sebagai Pepeng

Dennis Adishwara sebagai Pak Harto

Ence Bagus sebagai Pak Karsa

Dio Pratama sebagai Dio

Sadana Agung sebagai Pak Bondan

Adam Xavier sebagai Bumi

Paloma Turangan sebagai Mila

Maheera Yusuf sebagai Dini

Vonny Anggraini sebagai Ibu Ningsih

Siti Fauziah sebagai Ibu Toha

Shafira Khadijah sebagai Gina

Chacha Hits sebagai Nur

Rama Jedi Master sebagai Ayah Icha

Juju Mazaya sebagai Ibu Icha

Tim Produksi

Produksi : Starvision, FMM Studios

Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan

Sutradara : M. Amrul Umammi

Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari

Produser Lini : Andre Addin

Penulis Skenario : M. Ali Ghifari

Penata Artistik : Mai Harizon

Penata Kamera : Mawan Kelana

Penyunting Gambar : Wawan I. Wibowo

Penata Suara: Riza I. Zulfikar

Perekam Suara: Aditya Trisnawan

Penata Musik: Febri Pratama

Penata Warna: Hariopati Rinanto

Penata Grafis & VFX: In My Room

Penata Rias: Gabe Sima

Penata Busana: Yulistiowati

Penata Peran: Dwi Keke Novita, Arief Havidz, Erik Arfin

Perancang Poster: Alvin Hariz

OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari

Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang FMM

FMM Studios adalah rumah produksi yang didirikan oleh M. Ali Ghifari dan M. Amrul Umammi. Sejak 2014, FMM aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat film pendek dan web series yang sudah dinikmati jutaan penonton di berbagai platform media sosial.

Seiring berkembangnya perjalanan kreatif, FMM Studios mulai menggeluti industri film sejak 2017, dan hingga kini telah memproduksi 7 film panjang untuk penayangan bioskop seperti Perjalanan Pembuktian Cinta, Lebih dari Selamanya dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.

Berawal dari ide kreatif yang mencintai dunia audio visual, FMM Studios terus berkembang menjadi studio profesional yang menghadirkan film pendek, web series, kampanye brand, hingga film panjang yang menggugah hati dan menginspirasi banyak orang.

Rilis Final Trailer, Film "Dan Bandung" Kisah Perjuangan Cinta Karya Pidi Baiq dan Arahan Rudi Soedjarwo, Siap Mengaduk Emosi Penonton

Jakarta, 29 Juli 2026 — Pernah dibikin baper dan susah move on oleh karya-karyanya Pidi Baiq? Bersiaplah untuk kembali merelakan hati kalian. Kreator di balik fenomena semesta Dilan ini kembali menghadirkan kisah terbarunya lewat film layar lebar berjudul "Dan Bandung". Menjelang penayangannya, Verona Films secara resmi meluncurkan Final Trailer dalam acara press conference yang digelar secara meriah di Plaza Senayan XXI.

​Acara peluncuran Final Trailer ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting di balik layar, yakni Produser Eksekutif Bedy Kunady, Produser Titin Suryani, dan Sutradara Rudi Soedjarwo yang turut hadir memeriahkan press conference ini bersama jajaran pemeran seperti Samo Rafael, Shanna Shannon, Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Jenny Zhang, Tike Priatnakusumah, Nugie, De Boer William, dan Ade Habibie.

​Final Trailer Dan Bandung membawa penonton masuk ke dalam perjalanan emosional Basil dan Elma, memperlihatkan bagaimana cinta harus diuji oleh berbagai pilihan, pengorbanan, dan kenyataan yang tak selalu berpihak. Cuplikan ini memperlihatkan dengan intim bagaimana perjuangan keras dua anak muda yang sedang jatuh cinta sedalam-dalamnya, namun harus berbenturan dengan realita pahit karena hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari keluarga.

​Duduk di kursi sutradara adalah Rudi Soedjarwo, sineas yang dikenal luas telah melahirkan salah satu film romansa paling ikonik di Indonesia, Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Menggarap kisah romansa dari semesta Pidi Baiq memberikan kesan mendalam tersendiri baginya.

​"Ini film yang nggak mungkin saya buat saat muda dulu. Banyak sekali tema-tema yang saya eksplor dalam cerita ini, dari kehadiran keluarga dalam hidup kita, manisnya kisah cinta muda, dan realita yang seringkali tak seindah pikiran kita," ungkap Rudi Soedjarwo menceritakan pengalamannya menggarap "Dan Bandung".

​Dengan kolaborasi Rudi Soedjarwo dan Pidi Baiq, Produser, Titin Suryani pun berharap film produksi Verona Films kali ini mampu diterima dan disukai penonton Indonesia.

​"Dan Bandung lahir dari kolaborasi orang-orang hebat yang memiliki visi yang sama. Melalui kisah yang dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat, film ini mengangkat konflik, persahabatan, perjuangan, dan perjalanan cinta Basil dan Elma. Harapan kami, film kedua Verona ini dapat diterima dengan hangat oleh penonton dan menjadi salah satu karya yang turut mewarnai perjalanan perfilman Indonesia," jelas Titin Suryani

​Bersiaplah untuk menjadi saksi dari manisnya cinta muda dan beratnya realita yang harus mereka hadapi. Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Catat tanggalnya, dan ikuti terus akun media sosial resmi di @filmdanbandung untuk mendapatkan informasi terbaru.

Tentang Verona Films

Verona Films merupakan ekspansi dari Verona Pictures, rumah produksi yang didirikan oleh Titin Suryani sejak tanggal 10 Oktober 2010, yang selama 15 tahun ini sudah memproduksi ratusan judul sinetron, dan menghasilkan ribuan episode, seperti Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Suami Pengganti, dan Bintang Samudera. Pada tahun 2024, Verona Pictures telah resmi masuk ke lantai bursa (Go Public) menjadi PT Verona Indah Pictures Tbk.

Bersama tim yang solid dan didukung sineas profesional di bidangnya, Verona Films memiliki misi untuk menjadi rumah bagi para sineas dan pekerja kreatif di Indonesia untuk berkembang dan berkarya. Verona Films juga berkomitmen untuk memproduksi karya sinematografi terbaik yang dapat menghibur dan diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga Verona Films dapat memberikan warna baru di industri film tanah air.

Selasa, 28 Juli 2026

Film Bapakmu Kiper, Kisah Ayah dan Anak yang Belajar Memaafkan Lewat Sepak Bola Tarkam

​Jakarta, 28 Juli 2026 - Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer perdana Film Bapakmu Kiper yang akan tayang di bioskop pada 3 September 2026. Film ini menghadirkan kisah hangat sekaligus mengharukan tentang hubungan ayah dan anak laki-laki yang telah lama renggang, dan bagaimana keduanya dipertemukan kembali lewat serunya sepak bola antar kampung (tarkam).

​Trailer memperlihatkan sosok anak yang menyimpan jarak dan luka terhadap ayahnya, serta sang ayah yang berusaha mencari cara untuk kembali dekat dengan anaknya setelah bertahun-tahun terpisah oleh masalah masa lalu. Di tengah kecanggungan itu, pertandingan tarkam yang seru, nyeleneh, dan penuh tawa menjadi jembatan tak terduga yang mempertemukan keduanya di satu lapangan yang sama.

​Alih-alih menghadirkan drama yang berat, Bapakmu Kiper memilih pendekatan yang jenaka dan membumi, menertawakan kekonyolan pertandingan kampung dengan segala kleniknya, tingkah para pemain dan penonton yang riuh, sekaligus menyisipkan momen-momen kecil yang perlahan mencairkan hubungan ayah dan anak ini. Dari sanalah pertanyaan besar film ini muncul, bisakah keduanya saling memaafkan dan berdamai dengan masalah di masa lalu, dan memberi diri mereka kesempatan kedua untuk saling percaya?

​Film ini diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia (ESI), rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), dan menjadi proyek perdana yang diproduksi secara mandiri oleh ESI. Film ini disutradarai oleh Ody Harahap, yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru, dengan naskah ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Di isi jajaran Produser Eksekutif yakni Patricia Gunadi, Garnet Geraldine selaku Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia, dan Yvonne Supangkat. Film ini juga diproduksi oleh Arci Fadillah.

​Trailer dan poster juga menampilkan atmosfer khas tarkam yang riuh dan penuh warna, berpadu dengan momen-momen personal yang menyentuh antara kedua tokoh utama.

Sejumlah karakter pendukung turut memperkaya cerita, menghadirkan komedi sekaligus kehangatan yang membuat perjalanan rekonsiliasi ini terasa dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

​Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, Bapakmu Kiper dibintangi oleh Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabesy, Didi Murs, Mahmud Jabrik, dan Joko Nugroho.

​Kehangatan hubungan ayah dan anak yang diangkat dalam film ini juga dirasakan langsung oleh para pemain dan tim produksi yang terlibat. Fedi Nuril, yang memerankan Warto, menilai kedekatan emosional dunia tarkam dengan keluarga Indonesia jarang diangkat secara utuh ke layar lebar.

​"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki, ya. Jadi memahami posisi Warto, di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja. Jadi cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," kata Fedi.

​Bagi Ali Fikry, yang berperan sebagai Dino, kehangatan itu terasa lewat proses menyelami karakter yang perlahan belajar percaya lagi pada sosok ayahnya.

​"Buat aku, Dino itu bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini soal gimana rasanya nunggu seseorang berubah, dan akhirnya belajar buat percaya lagi. Seru banget bisa bawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak," ujar Ali.

​Kehangatan yang dirasakan Ali di lapangan syuting itu juga menjadi alasan besar di balik keputusan tim produksi mengangkat cerita ini ke layar lebar, seperti disampaikan Garnet Geraldine, Direktur Utama ESI sekaligus produser eksekutif Bapakmu Kiper.

​"Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton ketawa, tapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia punya cerita serupa. Luka yang belum selesai, dan harapan untuk berdamai. Sepakbola Tarkam bisa jadi cara paling sederhana buat menceritakannya," ujar Garnet Geraldine.

Bapakmu Kiper diharapkan menjadi film drama keluarga Indonesia yang menghibur sekaligus menyentuh, membuktikan bahwa lapangan bola sederhana pun bisa menjadi tempat memperbaiki hubungan yang paling berarti, dan bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua.

​Trailer resmi kini telah tersedia dan mengajak penonton untuk mulai mengenal perjalanan ayah dan anak ini sebelum filmnya hadir di bioskop pada 3 September 2026.

Kamis, 23 Juli 2026

Film 'Istimewa' Rilis Official Trailer dan Poster, Angkat Ketulusan Perjalanan Anak-Anak Disabilitas (Istimewa) Dalam Mencari dan Menguatkan Sang Ayah

Jakarta, 23 Juli 2026 – Kairos Film resmi merilis official trailer dan poster film Istimewa. Istimewa merupakan film keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan semua umur. Bercerita tentang sebuah drama keluarga yang mengikuti perjalanan sekelompok anak-anak disabilitas (Istimewa) dalam mencari Ayah yang menjadi tempat mereka pulang. Dibalut dengan petualangan yang penuh kejutan, dinamika persahabatan yang hangat, serta momen-momen yang mengundang tawa, Istimewa menghadirkan kisah yang menghibur sekaligus menghangatkan hati tentang keluarga, keberanian, dan arti kehadiran.

​Disutradarai Ruben Adrian, Istimewa mengisahkan kehidupan anak-anak di Rumah Istimewa yang tumbuh bersama dalam kasih sayang Pak Mahendra. Ketika figur Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka bersandar tiba-tiba menghilang, mereka memutuskan meninggalkan rumah demi mencarinya. Dari situlah petualangan dimulai, membawa mereka bertemu orang-orang baru, menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menemukan makna persahabatan, keberanian, dan keluarga.

​Melalui kisah tersebut, Istimewa menghadirkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai karakter utama yang aktif menggerakkan cerita. Dengan kepribadian yang beragam, rasa ingin tahu yang besar, dan dinamika yang penuh warna, mereka hadir sebagai pahlawan dan sebagai individu yang memiliki mimpi, keberanian, rasa humor, dan cara unik dalam memandang dunia. Mereka akan tetap hadir menebarkan kebaikan dan kasih sayang pada seluruh umat manusia.

​Ruben Adrian, Sutradara Istimewa, mengatakan, “Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Ada tawa, ada petualangan, ada momen-momen yang hangat, tetapi di saat yang sama penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh. Yang membuat Istimewa begitu berarti bagi kami adalah karena film ini lahir dari berbagai kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman Istimewa. Kisah-kisah itu kemudian kami rangkai menjadi sebuah simfoni perjalanan yang penuh harapan, keberanian, dan kasih sayang. Melalui perjalanan mencari Ayah, kami berharap penonton ikut merasakan bahwa rumah dan keluarga bisa hadir lewat penerimaan, kasih sayang, dan orang-orang yang memilih untuk tetap bersama, dengan berpijak pada nilai saling memaafkan dan saling mengasihi.”

​Official trailer memperlihatkan sekilas kehidupan hangat di Rumah Istimewa sebelum berubah menjadi sebuah perjalanan penuh kejadian tak terduga. Mulai dari tingkah usil yang mengundang tawa, persahabatan yang menghangatkan, hingga berbagai rintangan yang harus mereka hadapi bersama, trailer ini memberikan gambaran tentang petualangan emosional yang menjadi inti cerita Istimewa.

Sementara itu, poster resmi film menampilkan seluruh anggota keluarga rumah Istimewa yang berkumpul di depan rumah yang menjadi tempat mereka tumbuh bersama. Visual tersebut menjadi simbol bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk kembali, melainkan ruang yang dibangun oleh kasih sayang, penerimaan, dan orang-orang yang memilih untuk tetap hadir.

​Mathias Muchus, yang memerankan sosok Pak Mahendra, mengatakan, "Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan."

​Sementara itu, Aldi, salah satu pemeran anak dalam Istimewa, berharap film ini dapat membuka mata masyarakat. "Aku bangga bisa jadi bagian dari Istimewa. Aku senang kisahnya diangkat ke dalam film ini. Semoga film ini bisa jadi motivasi untuk anak-anak disabilitas kembali bangkit meraih mimpi masing-masing, dan membuktikan bahwa teman-teman Istimewa juga mampu berkarya. Semoga Istimewa ditonton seluruh masyarakat Indonesia dan dunia."

​Melalui pendekatan Istimewa menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia Film ini menempatkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai pusat cerita yang menggerakkan alur melalui pilihan, keberanian, dan hubungan yang mereka bangun dengan orang-orang di sekitar mereka.

Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Official trailer kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Kairos Pictures.

SINOPSIS

​Di Rumah Istimewa, lima anak dengan disabilitas Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), Mul (Mustofa), hidup sebagai keluarga bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus), sosok Ayah yang penuh kasih, dan seorang sukarelawan, Mbak Kinan (Yanni Melwani) yang setia merawat mereka. Saat Ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam agar mereka tak melihatnya melemah, anak-anak nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya. Di tengah pencarian, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) yang membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWD dengan bergabungnya Ella (Salsabila Bella).

​Perjalanan itu menguji persahabatan dan ketulusan yang sesungguhnya. Setelah melalui berbagai rintangan, mereka menemukan titik cerah untuk bertemu kembali dengan Ayah. Rumah istimewa kembali berdiri, tetapi sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tak ada yang abadi, melainkan hidup melalui kasih dan maaf. Apakah mereka bisa bertahan menghadapi dunia, sebagai sebuah keluarga?

​CATATAN PRODUKSI

​Judul: Istimewa

​Sutradara: Ruben Adrian

​Produser: Abdullah Mansuri

​Produksi: Kairos Film

​Genre: Drama Keluarga (Semua Umur)

​Durasi: 1 jam 59 menit

​Tanggal Tayang: 17 September 2026

PEMERAN

​Mathias Muchus

​Yanni Melwani

​Mustofa

​Niatus Sholihah

​Zulfadli Aldiansyah

​Rein

​Bambang Ceper

​Salsabila Bella

​Ricky Komo

​Fauzan Nasrul

​Muhammad Fazzill Alditto

​Agus Kuncoro

​Ence Bagus

​TENTANG KAIROS PICTURES

​Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspektif dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Rabu, 22 Juli 2026

First Look Ibra The Movie: Menembus Langit Resmi Diperkenalkan, Jadi Prekuel dari Serialnya

Jakarta, 20 Juli 2026 - Manara Animation merilis first look dari Ibra The Movie "Menembus Langit", adaptasi layar lebar dari IP animasi Ibra Berkisah. Berbeda dari sosok yang selama ini dikenal penonton lewat serialnya, film ini bercerita ke masa yang belum pernah diceritakan sebelumnya, yakni kehidupan Ibra sebagai remaja biasa, jauh sebelum ia menempuh pendidikan di pesantren.

​Ibra Berkisah adalah serial animasi yang telah tayang sejak 2022 dan menjadi salah satu tontonan favorit keluarga Indonesia. Ibra digambarkan sebagai anak yang dekat dengan teman-teman di lingkungannya, keseruan dan permasalahan sehari-harinya kerap dikaitkan dengan hikmah dari kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Pendekatan itulah yang membuat Ibra Berkisah dikenal sebagai tayangan edutainment islami yang dekat dengan keseharian anak-anak, sekaligus sarat nilai.

​Sebelum dikenal lewat kisah-kisahnya di serial Ibra Berkisah, Menembus Langit mengajak penonton mengenal sosok Ibra remaja. Ibra yang masih gemar bermain dengan teman-temannya, menjalani hari sebagaimana remaja pada umumnya dan banyak hal yang tidak pernah terlihat melalui Ibra Berkisah.

​Kehidupan Ibra tidak selamanya sesuai rencana. Ibra mengalami sebuah peristiwa besar yang mengguncang hidupnya, momen yang memicu amarah, kekecewaan, dan luka yang membuatnya sempat mempertanyakan keadilan dunia, bahkan takdirnya sendiri.

​"Konflik yang terjadi di film ini terhadap karakter Ibra itu sendiri, saya rasa mungkin hampir semua orang pernah mengalami hal itu. Di mana dia marah, di mana dia kecewa, di mana dia sakit hati, sehingga akhirnya dia merasa dunia ini tidak adil. Sampai akhirnya dia menemukan jalannya kembali. Karena saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu." ujar sang produser, Ricky Manopo.

​Dari titik itulah perjalanan Ibra menuju pesantren dimulai. Hal ini bukan keputusan yang datang begitu saja, melainkan jalan yang ia temukan setelah melewati masa paling sulit dalam hidupnya.

​Video first look berdurasi singkat ini sengaja dirancang untuk memberi kesan sinematik dan futuristik sejak detik pertama. Alih-alih menampilkan potongan adegan cerita secara gamblang, video ini lebih banyak bermain dengan atmosfer. First look film ini selaras dengan tema besar Menembus Langit itu sendiri, di mana langit bukan sekadar latar, melainkan simbol perjalanan batin Ibra.

Ibra The Movie "Menembus Langit" akan segera hadir di bioskop terdekat. Ikuti terus perkembangannya di akun Instagram @ibrathemovie @ibra.berkisah.

Digeprek Kehidupan, Kisah Persahabatan yang Nyopet Karena Terpepet! Official Trailer Terbaru Operasi Pesta Copet Tampilkan Kisah Nekat Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba

Film Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus 2026

Jakarta, 22 Juli 2026 — Film terbaru persembahan Imajinari karya debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet merilis official trailer terbarunya, yang menampilkan kisah emosional di balik munculnya fenomena copet konser yang masih marak terjadi. Karena tekanan ekonomi, empat anak muda merencanakan aksi nekat: mencopet di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

​Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, tinggal di kawasan pinggiran kota, yang memaksa mereka tak mendapat pekerjaan layak. Sementara biaya hidup terus meninggi, tapi mereka tak pernah bisa mencicipi hidup cukup. Nyopet di konser bukanlah pilihan utama mereka, mereka melakukannya karena terpepet.

​Kisah itulah yang tersaji dalam official trailer terbaru Operasi Pesta Copet. Penonton diajak untuk mengenal kisah di balik aksi copet konser lewat kisah empat sahabat yang memilih menjadi keluarga di saat hidup tidak berjalan baik-baik saja. Tak hanya menggali sisi manusiawinya, official trailer terbaru juga mengajak kita untuk selalu waspada dan terhindar dari aksi pencopetan di konser.

Operasi Pesta Copet dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Film ini disutradarai oleh Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Film Operasi Pesta Copet sendiri sebelumnya memiliki title project Operasi Pesta Pora. Namun, dalam perkembangannya, film ini mengganti judulnya menjadi Operasi Pesta Copet karena pertumbuhan tentang ceritanya.

​“Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini, yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan,” ujar produser Ernest Prakasa.

​“Buat gue menariknya di film ini gue bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional. Melihat dunia musik Indonesia dari kacamata sosiologisnya. Selain itu, film ini juga menggabungkan dua industri yang gue geluti sejak dua dekade lalu, musik dan film, menjadi tawaran yang fresh untuk perfilman Indonesia,” ujar sutradara Edy Khemod.

​Tak hanya merilis official trailer terbaru, Operasi Pesta Copet juga mempersembahkan OST filmnya berjudul Kita Melawan Dunia yang dibawakan oleh BAALE, moniker Iqbaal Ramadhan. OST ini merepresentasikan cerita empat sahabat yang saling membutuhkan di tengah serba keterbatasan dan tekanan hidup

​"Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat. Mereka hanya anak-anak muda yang terpaksa nekat karena tuntutan ekonomi. Kalau diteliti lagi, siapa sih yang mau jadi copet? Gak ada. Mereka pun begitu tapi ternyata di realitanya gak semua orang cukup beruntung untuk punya pilihan," ujar Iqbaal Ramadhan yang memerankan Ijal sekaligus produser dan pengisi OST film Operasi Pesta Copet.

​Film Operasi Pesta Copet bukan ingin mengglorifikasi aksi kriminalnya, tapi justru memperlihatkan cerita tentang orang biasa yang terdesak keadaan. Diproduksi di tengah festival musik besar Indonesia, Pestapora, juga menandai film ini akan menjadi drama komedi pertama Indonesia yang melakukan pendekatan produksi yang belum pernah ada sebelumnya. Lewat film ini, Imajinari sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai rumah bagi eksperimen kreatif yang berani, mendorong perfilman Indonesia ke wilayah baru.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!

TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!” yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta “Jatuh Cinta Seperti Di Film Film” yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.

TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi langkah awal baru untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.

TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Agensi Rumah Tangga Rilis Trailer & Poster! Film Terbaru Sutradara Langganan Blockbuster Lebaran Naya Anindita, Kini Kembali Angkat Realita Anak Muda yang Terkena PHK dengan Balutan Komedi Segar

​ Film Agensi Rumah Tangga tayang mulai 10 September 2026 di bioskop ​Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah sukses di box office dengan film-f...