Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

UNGU Resmi Rilis Music Video "Utara - Selatan", Awali Perjalanan Menuju Konser 30 Tahun "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter"

Music Video Disutradarai Pasha, Hadirkan Kolaborasi Dua Generasi Keluarga UNGU melalui Kiesha Alvaro dan Zara Leola

Jakarta, 5 Agustus 2026 — Setelah merilis single terbaru "Utara - Selatan" pada 30 Juli 2026 sebagai penanda dimulainya perayaan 30 tahun perjalanan bermusik, UNGU kembali menghadirkan babak baru dalam rangkaian perayaan tersebut. Hari ini, band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman resmi meluncurkan music video "Utara - Selatan", sekaligus membuka perjalanan menuju konser spesial "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang akan digelarkan pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

​Bagi UNGU, "Utara - Selatan" bukan sekadar single baru. Lagu ciptaan Enda ini menjadi awal dari cerita besar yang tengah mereka siapkan untuk merayakan tiga dekade perjalanan berkarya di industri musik Indonesia. Mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, tetapi harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju arah yang sama. "Dari semua perpisahan, saya rasa tidak ada satu pun yang benar-benar mudah untuk diikhlaskan. Selalu ada perasaan yang tertinggal, meskipun pada akhirnya kita harus menerima bahwa tidak semua orang bisa berjalan ke arah yang sama. Dari situlah 'Utara - Selatan' lahir," ungkap Enda.

​Kepercayaan penuh dari Trinity Optima Production menjadi ruang bagi UNGU untuk mengeksplorasi kreativitas mereka. Menurut Handi Santoso, salah satu Pendiri Trinity Optima Production, perjalanan UNGU memiliki arti yang sangat penting bagi label yang mendampingi mereka sejak awal. "UNGU adalah band pertama yang bergabung bersama Trinity Optima Production. Selama bertahun-tahun mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Melihat hari ini Pasha menyutradarai sendiri music video UNGU, sementara Kiesha Alvaro dan Zara Leola menjadi pemeran utamanya, adalah kebanggaan tersendiri karena kami menyaksikan sebuah perjalanan yang terus bertumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya," ujar Handi Santoso.

​Keseriusan UNGU dalam menghadirkan karya ini bahkan dimulai sejak proses kreatif. Aransemen lagu mengalami beberapa kali perubahan hingga seluruh personel merasa benar-benar yakin bahwa "Utara - Selatan" adalah lagu yang tepat untuk membuka perjalanan menuju konser 30 tahun. "Kami benar-benar memikirkan karya ini. Musiknya beberapa kali rombak sampai akhirnya semua sepakat, 'ini dia'. Bahkan untuk music videonya pun kami berkali-kali meeting. Jujur, baru kali ini kami seserius ini menggarap sebuah video musik," cerita Oncy.

​Untuk pertama kalinya, music video UNGU disutradarai langsung oleh Pasha. Music video ini juga menghadirkan kolaborasi dua generasi keluarga UNGU dengan menampilkan Zara Leola, putri Enda, dan Kiesha Alvaro, putra Pasha, sebagai pemeran utama. Sebenarnya keinginan tersebut telah lama ia sampaikan kepada rekan-rekannya, namun baru kali ini dirasa menjadi momentum yang tepat. "Saya memang sudah beberapa kali menawarkan diri untuk menyutradarai video musik UNGU. Baru di lagu ini semuanya terasa pas. Ceritanya tepat, usia Kiesha dan Zara juga sudah sesuai dengan karakter yang ingin kami bangun. Saya ingin music video ini bisa menyampaikan rasa yang mungkin sulit diucapkan lewat kata-kata, sehingga penonton ikut merasakan perjalanan emosinya," kata Pasha.

​Menariknya, ide menghadirkan Kiesha Alvaro dan Zara Leola sebagai pemeran utama justru datang dari Enda. Menurutnya, keduanya telah berada di usia yang tepat untuk membawakan cerita "Utara - Selatan". Selain sudah saling mengenal sejak kecil, chemistry mereka dinilai mampu menerjemahkan kisah cinta dalam lagu ini secara alami.

​Bagi Kiesha, keterlibatan dalam music video ini menjadi momen yang telah lama ia nantikan. "Aku sempat bertanya kepada Ayah, apakah saya dipilih karena memang sudah layak atau karena tidak ada pilihan lain. Ternyata jawabannya sederhana, karena memang waktunya sudah tepat. Rasanya menyenangkan akhirnya bisa menjadi bagian dari karya UNGU," ujar Kiesha sambil tersenyum.

​Sementara itu, Zara mengaku tidak mengalami kesulitan membangun chemistry dengan Kiesha karena keduanya telah saling mengenal sejak kecil. Tantangan terbesar justru datang dari keinginannya untuk memberikan penampilan terbaik dalam proyek yang menurutnya sangat personal. "Buat aku ini bukan sekadar pekerjaan. Ini proyek keluarga. Karena itu aku ingin memberikan yang terbaik untuk Ayahku dan ayah-ayah ku yang lain, Om Pasha, Om Oncy, Pakde Makki, Pakde Rowman, dan semua yang terlibat di dalamnya," tutur Zara.

​Tak hanya melibatkan dua generasi keluarga UNGU, music video "Utara - Selatan" juga melibatkan lebih dari 400 Cliquers, sebutan bagi penggemar UNGU, sebagai extras. Kehadiran ratusan penggemar tersebut menjadikan video musik ini sebagai salah satu produksi terbesar yang pernah dikerjakan UNGU sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan yang telah terjalin antara band dan para penggemarnya selama tiga dekade. Kisah dalam music video pun sengaja diakhiri dengan tulisan "To Be Continued", menjadi petunjuk bahwa perjalanan "Utara - Selatan" belum benar-benar berakhir. Bagi UNGU, ini adalah awal dari rangkaian cerita yang akan terus berlanjut, seiring perjalanan mereka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter."

​Konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 tersebut dipersiapkan sebagai perayaan terbesar UNGU selama 30 tahun berkarya. Bukan sekadar menghadirkan lagu-lagu hits, konser ini akan membawa penonton menyusuri perjalanan musikal UNGU melalui tata panggung, konsep pertunjukan, dan berbagai kolaborasi yang belum pernah mereka tampilkan sebelumnya. "Ini bukan sekadar konser tunggal. Ini adalah cara kami mengucapkan terima kasih kepada industri musik Indonesia dan kepada semua pendengar yang sudah menemani perjalanan UNGU selama 30 tahun. Karena itu kami mempersiapkannya dengan sangat serius."

​Akan ada banyak hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya, tetapi semuanya tetap menjadi bagian dari cerita besar perjalanan UNGU," tutup Makki.

​Single "Utara -Selatan" telah tersedia di seluruh platform layanan musik digital, sedangkan music video resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai hari ini. Perjalanan menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" pun resmi dimulai, dengan berbagai kejutan lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Tiket konser yang akan digelar pada 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan ini, kini telah resmi tersedia dan dapat dibeli melalui platform TipTip.id.

​Trinity Optima Production (TOP)

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Jumat, 31 Juli 2026

Trio GJLS Menobatkan Vokalis Barasuara sebagai "Kadiv Soundtrack 2026" Habis Sore, Apakah Akan Mengisi Soundtrack Film GJLS Terbaru?

Jakarta, 30 Juli 2026 — Ada-ada saja ulah trio komedi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Pertemuan trio GJLS dengan vokalis sekaligus gitaris band rock kenamaan Barasuara, Iga Massardi, berujung pada pemberian "jabatan" yang tidak biasa. Trio GJLS secara resmi menobatkan Iga sebagai Kadiv Soundtrack 2026.

​Momen kocak ini dibagikan langsung oleh Iga Massardi melalui unggahan Instagram Story miliknya, memperlihatkan sebuah sertifikat "resmi" yang diserahkan langsung oleh abang-abang GJLS kepadanya. Lebih lucunya lagi, trio GJLS menyuruh Iga minta izin dulu kepada Baskara, yang lebih dahulu dinobatkan sebagai ketua GJLSser se-Indonesia, alias ketuanya para fans GJLS.

​Sontak, penobatan dadakan ini memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar musik maupun penikmat film tanah air. Apakah ini hilal bahwa Iga dan kawan-kawan akan berkolaborasi dengan GJLS untuk pembuatan soundtrack film GJLS 2?

Berangkat dari Kesuksesan Soundtrack Sore: Istri Dari Masa Depan

​Spekulasi publik bukan tanpa alasan. Band pemenang tiga kali Anugerah Musik Indonesia (AMI) ini sebelumnya sukses besar mengguncang sinema Indonesia pada 2025 lalu melalui lagu hit mereka, “Terbuang Dalam Waktu”. Lagu tersebut menjadi lagu tema (soundtrack) resmi untuk film Sore: Istri Dari Masa Depan karya sutradara Yandy Laurens.

​Keberhasilan lagu tersebut mengiringi dinamika emosional film Sore bahkan mengantarkan Barasuara meraih penghargaan bergengsi sebagai Pencipta Lagu Tema Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Pasca-kemenangan Piala Citra tersebut, publik dan penikmat musik tanah air terus bertanya-tanya: kapan Barasuara akan kembali mengisi soundtrack untuk layar lebar?

Dari Sore, Lanjut ke GJLS?

​Di sisi lain, menyusul kesuksesan film pertamanya yang menembus ratusan ribu penonton, trio GJLS telah mengumumkan proyek sekuel terbaru mereka yang berjudul GJLS: Berapi-Api. Film yang diproduksi oleh Amadeus Sinemagna ini telah menyelesaikan proses pengambilan gambar pada awal tahun dan kini sedang memasuki tahap pasca-produksi untuk siap tayang di bioskop pada tahun 2026.

​Lantas, apakah gesture "sertifikat" dan kedatangan Iga Massardi di studio GJLS Entertainment sekadar candaan khas podcast, atau justru menjadi sinyal halus kolaborasi besar mereka?

​Akankah soundtrack film GJLS: Berapi-Api benar-benar menggandeng band pemenang Piala Citra tersebut untuk memberikan sentuhan musik yang megah, sekaligus absurd?

​Hingga saat ini, baik pihak GJLS Entertainment maupun Barasuara belum memberikan konfirmasi resmi mengenai bentuk kerja sama di antara mereka. Penasaran dengan kelanjutan kolaborasi ini? Pantau terus perkembangan terbaru dan kejutan seru lainnya melalui akun media sosial resmi @gjlsentertainment dan @sinemagna.

Kaleb J Menemukan Jawaban Doanya: 'I Found You' adalah Perayaan Cinta yang Sesungguhnya

JAKARTA – Setelah "Gerilya Cinta" menceritakan tentang getaran jatuh cinta yang diam-diam menyusup ke hati, Kaleb J kini membuka babak berikutnya dalam EP "Tanda Cinta" lewat single kedua berjudul 'I Found You'. Lagu ini bukan tentang proses menemukan cinta, melainkan tentang konfirmasi bahwa doa dan impian itu akhirnya terwujud menjadi kenyataan.

​"Sebenarnya waktu nulis 'I Found You', aku nggak ada kepikiran buat nyambungin ceritanya dari 'Gerilya Cinta'," ungkap Kaleb J. "Tapi ternyata pas dirunutin, ceritanya nyambung. Dari gerilya cinta, jatuh cinta, sampai akhirnya sadar-dialah orangnya." 'I Found You' lahir dari sebuah momen sendu yang Kaleb J ubah menjadi rasa syukur. Pada sebuah hari ketika ia sedang merenungkan perjuangan cinta di masa

​lalunya yang belum pernah berhasil, ia memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Sebaliknya, ia menulis sebuah doa untuk masa depan. "Waktu itu aku agak galau karena keingat perjuangan cinta di masa lalu, belum pernah ada yang berhasil," kenangnya. "Tapi daripada sedih mulu, aku lebih memilih untuk bersyukur dan melihat masa depan dengan penuh harapan. Jadi aku nulis lagu tentang harapan dan doaku-kalau emang nanti beneran ada jodohnya."

​Lagu ini ditulis bersama Belanegara Abe dan Sumantri Limin-sosok yang Kaleb J sebut sebagai "legend" dalam perjalanannya. Prosesnya berawal dari demo yang Kaleb J garap sendiri di rumah, lalu ia membawanya kepada Abe. "Dia suka. Langsung deh kita garap, tambah Kaleb J, disempurnakan liriknya dan diproses mixing oleh Sumantri Limin-menjadikan 'I Found You' sebuah karya yang utuh dari tangan-tangan yang saling percaya.

​Secara musikal, 'I Found You' kembali ke akar pop R&B yang menjadi ciri khas Kaleb J, lebih familiar dan dekat dengan pendengar yang mengenalnya lewat rilisan-rilisan sebelumnya. Namun, ada satu elemen baru yang sengaja disematkan untuk memperdalam emosi. "Kita kepikiran supaya lebih dalem perasaannya, lebih ngena," jelas Kaleb J. "Jadi kita tambahin instrumen strings. Dan memang betul, pas dengerin tuh rasanya kayak lagi di peluk."

​Perpaduan bahasa Indonesia dan Inggris yang seamless di lirik-seperti "Seluas samudera raya / Jiwa hati untukmu, sayang" yang mengalir ke "I never let you go / By your side on the high and low"-bukan kebetulan. "Ini bikin penyampaian lagunya lebih flavourful," ungkap Kaleb J. "Dan bisa dibilang ini adalah gaya penulisan yang aku suka bikin dari dulu."

​Di setiap chorus, Kaleb J mengulang sebuah pengakuan: "Kamu jadi milikku selama lamanya". Bagi Kaleb J, baris itu membawa tiga makna sekaligus. "Itu adalah komitmen, janji, sekaligus doa," tegasnya. "Harapannya, kalau nanti dipertemukan dengan orang yang tepat, hubungan itu bisa terus dijaga dan bertahan selamanya." Dan di bridge, ia menulis sebuah pengorbanan yang tenang namun dalam: "tak ku minta dunia / karena kau lah impian". Bagi Kaleb J, ini bukan tentang menolak dunia-melainkan tentang memahami batas antara kebutuhan dan keinginan.

​"Impianku bukan mempunyai seisi dunia, yang kuimpikan adalah mempunyai cinta yang sesungguhnya," jelasnya. "Karena pada akhirnya, kebahagiaan dan rasa tenang adalah hal yang paling berharga dan nggak bisa digantikan oleh apa pun. That is how I see the world." 'I Found You' akan disertai dengan video musik yang menggambarkan keseharian sepasang kekasih-bukan kemewahan atau momen spektakuler, melainkan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana yang dijalani berdua setiap hari.

​"Cinta sejati bukan tentang kemewahan atau sesuatu yang spektakuler, tapi tentang menemukan kebahagiaan dan rasa tenang dalam hal-hal kecil yang dijalani berdua setiap hari," ungkap Kaleb J. "Dan aku harap hal ini tersampaikan lewat keindahan di music video 'I Found You'." Kaleb J menolak mempersempit 'I Found You' hanya untuk satu kondisi. Bagi yang sudah berpasangan, lagu ini adalah perayaan syukur. Bagi yang masih mencari, lagu ini adalah pengingat bahwa harapan tetap ada.

"Semoga lagu ini bisa buat siapa pun," harapnya. "Buat yang sudah berpasangan, semoga jadi lagu untuk merayakan rasa syukur. Buat yang masih mencari, semoga jadi pengingat bahwa harapan itu tetap ada dan doa-doa baik selalu layak untuk diperjuangkan." Dengan 'I Found You', Kaleb J mempertegas bahwa EP "Tanda Cinta" bukan sekadar kumpulan lagu—melainkan sebuah perjalanan naratif yang terus berkembang. Dari getaran pertama di "Gerilya Cinta", kini ia telah sampai pada konfirmasi: "dialah orangnya".

Dan babak berikutnya? Kaleb J membiarkannya tetap menjadi misteri yang menggoda. "Ada dong, biar seru ikutin aja perjalanannya yaa," tutupnya dengan senyum. "Ga seru kalau langsung di spill." Simak single terbaru Kaleb J, 'I Found You', seluruh digital streaming platform

Written by : Kaleb J, Sumantri Limin, Belanegara Abe

Produced by : Belanegara Abe

Executive Producer : Passion Vibe

Label Music : Passion Vibe

Drums & Programming by : Belanegara Abe

Keys & Synth played by : Adrian Rahmat Purwanto, Belanegara Abe, & Kaleb J

Vocal Directed by : Belanegara Abe

Vocal Arrangement by : Kaleb J

Vocal Recorded at : Livingroom Studio Jakarta

Recorded by : Sumantri Limin

Vocal Edited by : Sumantri Limin

Mixed by Ano Stevano at : Sumantri Limin at Livingroom Studio Jakarta

Menyambut 30 Tahun Berkarya, UNGU Rilis Single Terbaru "Utara - Selatan" tentang Cinta yang Tak Lagi Menuju Arah yang Sama

​Jakarta, 31 Juli 2026 — Setelah konsisten menghadirkan karya yang mewarnai industri musik Indonesia selama tiga dekade, UNGU kembali mempersembahkan single terbaru bertajuk "Utara Selatan". Dirilis bertepatan dengan perayaan 30 tahun perjalanan bermusik UNGU, lagu ini menjadi pembuka menuju konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter".

​Diciptakan oleh Enda UNGU, "Utara - Selatan" mengangkat kisah dua insan yang masih saling mencintai, namun tidak lagi mampu berjalan ke arah yang sama. Melalui simbol arah mata angin yang berjauhan, utara dan selatan, lagu ini menggambarkan jarak emosional yang lahir dari perbedaan sudut pandang, prinsip, serta pilihan hidup yang semakin sulit dipersatukan.

"Kadang dua orang masih saling mencintai, tetapi hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. 'Utara - Selatan' lahir dari perasaan ketika kita harus menerima bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencintai, melainkan memberi ruang agar masing-masing bisa melanjutkan perjalanan hidupnya" tutur Enda.

​Dari sisi musik, "Utara - Selatan" hadir dengan nuansa yang membawa pendengar bernostalgia pada warna musik khas UNGU di era awal. Aransemen pop rock yang menjadi identitas band ini dipadukan dengan lirik yang sederhana namun emosional, membuat lagu ini terasa akrab sekaligus relevan. Di balik kisah perpisahannya, lagu ini juga menggambarkan rasa sakit dari sebuah cinta yang harus berhadapan dengan berbagai tekanan dari luar, termasuk tidak adanya restu untuk melanjutkan hubungan tersebut. Meski perasaan di antara keduanya tetap jurang perbedaan yang semakin lebar membuat mereka menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan kebersamaan.

​Pasha, vokalis UNGU, mengungkapkan bahwa aransemen lagu ini akan membawa pendengar bernostalgia. "Lewat Utara - Selatan, kami seperti kembali ke warna musik UNGU yang sudah sangat akrab bagi para pendengar sejak dulu. Dari aransemennya, ada nuansa yang mungkin akan mengingatkan mereka pada lagu-lagu UNGU di era awal. Kami berharap lagu ini bukan hanya menjadi obat rindu, tetapi juga bisa menemani siapa pun yang sedang menjalani cerita yang sama."

​Perilisan "Utara - Selatan" juga menjadi bagian dari perjalanan 30 tahun UNGU berkarya. Bersamaan dengan hadirnya single ini, UNGU bersiap menyapa para penggemarnya melalui konser "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" yang dilaksanakan tgl 30 oktober 2026. Nantikan informasi selanjutnya mengenai konser tersebut melalui sosial media UNGU dan Trinity Optima Production.

​Selain itu, music video untuk lagu ini sudah dipersiapkan, disutradarai langsung oleh Pasha UNGU dengan model Kiesha Alvaro dan Zara Leola. Menariknya lagi selain music video ini dibintangi oleh anak dari Pasha dan Enda, music video ini akan menampilkan 400 lebih extras.

Single "Utara Selatan" telah resmi dirilis dan dapat didengarkan di seluruh platform layanan musik digital mulai 31 Juli 2026, sementara video musik resminya dapat disaksikan melalui kanal YouTube Trinity Optima Production mulai 5 Agustus 2026.

​Trinity Optima Production

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti UNGU, Afgan, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan tampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Kamis, 30 Juli 2026

Fatin Mengajak Menikmati Fase Kehidupan di Nomor Terbaru “Tidur Siang”


​Setelah merilis album Cerita Kita pada Oktober 2025 kemarin, Fatin kembali menyapa para penggemarnya di penghujung bulan Juli ini dengan single baru berjudul "Tidur Siang". Berbeda dari lagu-lagu cinta yang selama ini kerap ia nyanyikan, pemilik nama lengkap Fatin Shidqia Lubis ini menghadirkan karya yang lebih reflektif, mengajak pendengar melihat kembali perjalanan hidup dari sudut pandang yang sederhana, tapi dekat dengan keseharian.

​"Lagu 'Tidur Siang' bercerita tentang kesadaran fase hidup. 'Dulu waktu kecil, kita selalu disuruh tidur siang dan selalu menolak, tapi saat sudah dewasa, ternyata susah sekali mendapatkan waktu untuk tidur siang. Hal yang dulu kita hindari sekarang malah terasa mewah. Lagu ini juga jadi pengingat kalau hidup itu harus dinikmati apa pun yang terjadi karena hidup kita tidak terus-menerus sedih ataupun senang. Jadi, terima saja,' cerita pemenang musim pertama X Factor Indonesia ini."

​Lagu ini sendiri lahir dari kolaborasi pertama Fatin bersama Will Mara yang ternyata langsung berjalan dengan sangat natural. Pertemuan pertama mereka justru menjadi momen lahirnya "Tidur Siang" yang dipenuhi diskusi kreatif mengenai lirik dan melodi. "Proses pembuatan lagu ini bersama Will berjalan dengan sangat seru, bahkan lagu ini selesai di pertemuan pertama. Ternyata, kami sefrekuensi dan Will banyak memberikan ide untuk mood lagunya sehingga sepanjang workshop kita saling diskusi lirik-lirik yang lucu dan melodi yang gemas," cerita Fatin.

​Proses penulisannya sendiri berlangsung cukup cepat. Hanya dalam lima jam, Fatin dan Will berhasil menyelesaikan lirik, melodi, hingga merekam demo. Setelah itu, proses rekaman hingga akhirnya lagu siap dirilis memakan waktu kurang lebih satu bulan. Lulusan LSPR (London School of Public Relations) ini juga bersyukur karena tidak ada tantangan yang berarti selama proses pengerjaan single-nya berkat kerja sama tim yang solid. Tidak hanya merilis single di platform musik digital, Fatin juga sudah menyiapkan klip video untuk "Tidur Siang". "Untuk video musik lagu ini, aku bekerja sama dengan Sebastian dari Angankara. Mereka memberikan ide konsep yang ternyata sangat cocok dengan tujuan lagu ini dan pesan yang ingin aku sampaikan," jelasnya.

​Pemilihan tema "Tidur Siang" juga menjadi sesuatu yang spesial bagi Fatin. Memasuki usia kepala tiga, ia ingin menghadirkan hal yang baru sebagai penanda bahwa dirinya telah melalui perjalanan panjang bersama penggemar yang telah mengikuti sejak awal karier. 'Tahun ini, aku menginjak usia 30 tahun. Selama ini, aku sudah cukup banyak bercerita tentang percintaan. Kali ini, aku ingin memberikan karya yang berbeda untuk teman-teman yang selama ini sudah bertumbuh denganku. Bahkan, ada yang menemaniku sejak umur 16 tahun, dari awal karier,' katanya.

​Melalui lagu ini, Fatin juga ingin menyampaikan pesan sederhana tentang menjalani hidup tanpa terlalu membebani diri dengan berbagai tuntutan. 'Kalau kata anak zaman sekarang 'in this economy, kita hidup sesuai kemampuan aja'. Tidak usah terlalu berpikir macam-macam. Nikmati semua fase yang sedang dialami sekarang dan percaya bahwa semua akan datang tepat waktunya," ujar Fatin. Ia berharap, single ini bisa membawa pendengarnya untuk bernostalgia, tapi di saat yang sama juga menemani proses menjadi dewasa. 'Semoga lagu ini bisa menjadi teman buat mengenang masa kecil dan bisa menjadi "teman" ketika kita sama-sama bertumbuh menjadi dewasa,' tutupnya.

Single terbaru Fatin, "Tidur Siang", bisa dinikmati mulai 30 Juli di seluruh platform musik digital.

​Executive Producer : Muhammad Soufan for Sony Music Entertainment Indonesia

A&R : Keke Kananta

Performed by : Fatin

Track Title : Tidur Siang

Composed by : Will Mara, Fatin

Produced by : Will Mara

Drum by : Enrico Octaviano

Drums recorded by : Enrico Octaviano at duapuluhtiga Studio Jakarta

Keys by : Will Mara

Keys recorded by : Will Mara at duapuluhtiga studio Tangerang

Guitars by : Will Mara, Alif Ibrahim

Guitars recorded by : Will Mara and Alif Ibrahim at duapuluhtiga studio Tangerang

Bass by : Will Mara

Bass recorded by : Will Mara at duapuluhtiga studio Tangerang

Programming by : Will Mara

Whistle by : Jerome Kurnia

Whistle recorded by : Jerome Kurnia at shoot location

Vocal directed by : Mohammed Kamga

Vocal edited by : Rio Ndul

Vocals recorded by : Yusup Albantani at Sony Music Entertainment Studios

Mixed by : Ano Stevano at Sembunyi Studio

Mastered by : Ano Stevano at Sembunyi Studio

Published by : Sony Music Publishing Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026

Dua Talenta Muda The Icon SCTV Siap Hiasi Blantika Musik Indonesia: Vedra dan Felicia Gandeng Pencipta Lagu Hits Tanah Air untuk Single Perdana

JAKARTA, 24 JULI 2026 — Digelar sejak 13 April 2026 di SCTV dan platform streaming Vidio, ajang pencarian bakat The Icon Indonesia hadir untuk mencetak ikon baru industri musik tanah air dengan vokal mumpuni dan karakter yang kuat.

​Kini, dua finalis terbaiknya, Vedra dan Felicia, siap melangkah ke panggung profesional dan menandai debut mereka di industri musik Indonesia melalui rilis single perdana dalam waktu dekat.

​Langkah awal kedua penyanyi muda ini didukung penuh oleh deretan komposer atau pencipta lagu hitmaker papan atas Indonesia. Single perdana mereka membawakan warna emosi yang mendalam, sekaligus membuktikan kematangan musikalitas mereka.

Vedra Victoria — "Kronologi": Narasi Pelampiasan dan Ketidakpastian Rasa Garapan Alam Urbach

​Gadis muda kelahiran Batam, 11 Februari 2010 ini dikenal publik lewat karakter vokal pop ballad yang tebal, kuat, serta kaya akan emosi. Tidak hanya mengandalkan power vocal, Vedra Victoria Zhiping Sibuea juga dikenal sebagai seorang multi talented musician yang piawai memainkan gitar dan piano, membawakan persona seorang chic-elegant singer-songwriter yang cerdas di panggung.

​Untuk single perdananya yang berjudul "Kronologi", Vedra dipercaya membawakan karya ciptaan Alam Urbach, sosok di balik lahirnya lagu-lagu legendaris Indonesia seperti "Kau Adalah" (Isyana Sarasvati feat Rayi Putra), Katakan Tidak (Afgan) serta "Kamu Yang Ku Tunggu" (Rossa, Afgan).

"Kronologi" merangkai cerita tentang dinamika hubungan yang mendingin secara tiba-tiba. Lagu ini memotret fase ketika rasa cinta yang semula menggelora perlahan menguap dalam waktu singkat, meninggalkan pertanyaan besar: Apakah ini sekadar kebosanan, kepalsuan rasa, atau bentuk pelampiasan emosi semata?

Felicia Angelica — "Masalahnya": Kontradiksi Hati dan Logika Ciptaan Iqbal Siregar

​Sementara itu, Felicia Angelica, finalis muda asal Tangerang kelahiran 26 Desember 2011, bukanlah nama baru dalam panggung kompetisi bernyanyi. Sebelum melangkah di The Icon SCTV, Felicia telah membuktikan kualitasnya dengan meraih gelar Juara 1 Star Voice Junior. Dengan reputasi vokal yang matang, vibe musikal teatrikal, serta kedalaman ekspresi, Felicia kerap memukau penonton lewat pembawaannya yang emosional.

​Single debut Felicia bertajuk "Masalahnya" lahir dari tangan dingin Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal M. Fasya. Iqbal Siregar dikenal sebagai pencipta lagu dan hitmaker kenamaan yang sukses melahirkan deretan karya populer Indonesia seperti "Sialan" (Juicy Luicy & Adrian Khalif), "Kacamata" (Afgan),hingga "Alamak" (Adrian Khalif & Rizky Febian). Faishal M. Fasya merupakan produser musik, pencipta lagu dan musisi, dikenal lewat karya hitsnya seperti "Lampu Kuning" dan "Sialan".

​Sedangkan Denis Ligia adalah gitaris sekaligus pencipta lagu dari grup musik Juicy Luicy yang dikenal lewat karya karyanya seperti, "Lantas", "Sialan" dan "Asing".

"Masalahnya" mengangkat pergolakan batin seseorang yang terjebak di antara logika dan perasaan. Secara sadar, logika menuntutnya untuk melupakan dan melangkah pergi, namun hati kecilnya terus memilih untuk rindu dan kembali, meski ia tahu sang kekasih tak akan pernah berubah.

​Kedua finalis Felicia dan Vedra berhasil membawakan kedua karya mereka dengan baik di panggung The Icon Indonesia Senin malam lalu tidak hanya menuai pujian dari para juri, tetapi juga mencuri perhatian penonton. Kehangatan yang tercipta di panggung tersebut menjadi sinyal positif menjelang perilisan resmi kedua single debut mereka di seluruh platform musik digital pada 3 Agustus 2026.

Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan tampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

​Follow us: Ig @trinityoptima, Tiktok @trinityoptimap

Kronologi Lirik - Vedra

​Entah apa dan mengapa

Aku sudah tak ada rasa

Darahku yang cepat berubah

Kau buatku ingin cepat pisah

​Tahu mengapa aku tak cinta

Lagi padamu, sang pesona

Apa karena bosan saja

Apa karena ku peran jahatnya

​Mengapa jatuh cinta itu tidak selamanya

Mengapa hanya dua bulan saja

Kau mungkin hanya berlintasan saja

Oh, indahnya

Hanya dua minggu lalu biasa

Hanya memuaskan separuh jiwa

Sebab marah yang ku bawa

Kau pelampiasanku

Tahu mengapa aku tak cinta lagi

Padamu, sang pesona

Apa karena bosan

Apa karena ku peran jahatnya

Mengapa jatuh cinta itu tidak selamanya

Mengapa hanya dua bulan saja

Kau mungkin hanya berlintasan saja

Oh, indahnya

Hanya dua minggu lalu biasa

Hanya memuaskan separuh jiwa

Marah yang ku bawa

Kau pelampiasanku

Masalahnya Lirik - Felicia

Sebelum lelap di malam tadi

Ku janji esok pasti kan jadi

Hari pertama ku lupakan dia

Tapi sepertinya, ku tak berhasil

Kepalaku bilang pergi yang jauh

Ingat air mata yang dulu

Tapi sayang sekali, hatiku rindu

Jatuh, ku tak takut

Untukmu, ku jemput

Ke langit atau laut

Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya

Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah

Janji besok, ku tak kalah

Tapi ada kala ku goyah

Lupa sumpah kemarin

Lupakanmu mulai hari ini

Sebangun tidurku pagi tadi (ku bisikan)

Jangan ingat dia hari ini

Tapi sayang sekali, hatiku rindu

Jatuh, ku tak takut

Untukmu, ku jemput

Ke langit atau laut

Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya

Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah

Janji besok, ku tak kalah

Tapi ada kala ku goyah

Lupa sumpah kemarin

Lupakanmu mulai hari ini

Bahkan tidur malam saja, ku tak berani

Takutnya ada kau di mimpi

Melibatkanmu ku lemah, tahu sendiri

Siang sampai ke larut

Kau ajak ku ikut

Ke langit atau laut

Bahkan tidur malam saja, ku tak berani

Takutnya ada kau di mimpi

Melibatkanmu ku lemah, tahu sendiri

Siang sampai ke larut

Kau ajak ku ikut

Ke langit atau laut

Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya

Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah

Janji besok, ku tak kalah

Tapi ada kala ku goyah

Lupa sumpah kemarin

Lupakanmu mulai hari ini

Kamis, 09 Juli 2026

Lagu Bandung Satukan Tiga Suara Lintas Generasi: Yura Yunita, Hetty Koes Endang, dan INDAHKUS dalam Episode Terbaru Main ke Rumah Yura

Main ke Rumah Yura adalah program serial live session di kanal YouTube Yura Yunita

​Jakarta, 9 Juli 2026 — Menjelang perilisan album terbaru mendatang, musisi Yura Yunita kini menghadirkan program serial di kanal YouTube-nya, Main Ke Rumah. Sebuah program yang menghadirkan live session jamming intimate di rumah Yura, bersama para musisi. Di episode perdananya bersama Perunggu, Main Ke Rumah masuk dalam YouTube Indonesia Trending Music Chart. Video kolaborasi Main Ke Rumah bersama Perunggu yang membawakan lagu Abadi, hingga saat ini masuk ke Trending #8. Sementara, episode Main Ke Rumah bersama INDAHKUS yang membawakan lagu Malu-Malu, sempat masuk Trending #15.

​Melihat antusiasme dari penonton, kini di episode terbaru Main Ke Rumah, Yura kembali menghadirkan kolaborasi nyentrik, saat membawakan lagu Bandung bersama penyanyi legendaris Hetty Koes Endang dan penyanyi dengan gaya centilnya, INDAHKUS. Lagu Bandung, yang seluruh liriknya ditulis dalam bahasa Sunda, menjadi sebuah statement yang kuat dari kolaborasi ketiga penyanyi tersebut, yang memiliki ikatan dengan Tanah Sunda.

​Yura dan Hetty, sama-sama berdarah Sunda, sementara INDAHKUS, meski lahir di Padang, Sumatra Barat, tetapi ia pernah menetap dan tinggal di Bandung. Lagu Bandung yang dirilis pada 2021 dan menjadi bagian dari album ketiga Yura, Tutur Batin, memiliki warna dan napas baru saat dibawakan ketiganya dengan karakter vokal yang berbeda namun sama-sama memiliki kekuatan ciri khas mereka.

​“Sudah lama sekali menantikan kolaborasi yang sangat menggemaskan ini. Sekarang ketika Bunda Hetty dan INDAHKUS Main ke Rumah Yura, satu lagu yang pas untuk kami bawakan adalah Bandung. Ini seperti mengikat persamaan di antara kami bertiga lewat lirik berbahasa Sunda, dan spirit mempertemukan sesama perempuan penyanyi dari lintas generasi,” ujar Yura Yunita.

​Bagi Hetty sendiri, yang telah lama berkiprah di industri musik Tanah Air dan telah menginspirasi banyak generasi di bawahnya, melihat Yura sebagai salah satu penyanyi muda yang memiliki karakter sangat menonjol dalam generasinya.

​“Dari suaranya saja sudah punya ciri khas yang langsung dikenali. Karya-karyanya juga selalu identik dengan lirik yang jujur, emosional, dan dekat dengan para pendengarnya. Sebagai senior, Bunda bangga melihat ada sosok penyanyi muda yang begitu bertalenta,” ujar Hetty Koes Endang.

​Untuk INDAHKUS sendiri, ia telah lama menikmati karya-karya Yura. Dari dulu, INDAHKUS selalu kagum dengan cara Yura menyampaikan emosi lewat lagu. Ia pun langsung merasa memiliki kedekatan sejak awal karena sama-sama memiliki akar Sunda.

​“Aku masih ingat dari zaman masih ngisi pensi pas aku sekolah bawain lagu teh Yura, dan kadang ketemu kalau kami latihan di salah satu studio band di Bandung, ternyata orangnya masih sehangat yang dulu. Teh Yura bikin semua proses kolaborasi terasa nyaman, jadi meskipun ini pertama kalinya kami berkarya bersama, rasanya enggak canggung sama sekali,” cerita INDAHKUS.

​Kolaborasi antara Yura, Hetty, dan INDAHKUS di Main ke Rumah Yura sendiri bak rumah yang mempertemukan banyak generasi dan keluarga. Dengan suasana hangat dan intim, ketiganya mampu menceritakan kisah mereka dan berbagi momen bersama.

​“Kami bertiga punya karakter suara yang berbeda. Bunda Hetty punya kehangatan yang khas, Teh Yura punya kelembutan, sementara aku datang dengan warna yang mungkin lebih manis. Jadi seperti permen asam-manis. Saat disatukan, ternyata bukan saling menutupi, tapi justru saling melengkapi. Lagu Bandung jadi punya rasa baru tanpa kehilangan jiwanya, Bandung pisan euy!” Tambah INDAHKUS.

​Sementara, bagi Hetty, kolaborasi lagu Bandung menjadi pengalaman yang sangat memorable. “Bunda bisa seru-seruan bersama generasi muda yang penuh semangat dan energi baru, membawakan lagu Bandung yang begitu indah. Bunda berharap kolaborasi ini bisa menjadi awal untuk semakin banyak kesempatan berkarya bersama para musisi muda Indonesia yang sama-sama bertalenta,” ungkap Hetty.

​Episode Main ke Rumah Yura bersama Hetty Koes Endang dan INDAHKUS yang membawakan lagu Bandung sudah bisa dinikmati di kanal YouTube Yura Yunita.

​Saksikan kehangatan dan sisi lain Yura bersama para musisi dalam serial Main ke Rumah di YouTube Yura Yunita. Serial ini juga akan menjadi perjalanan menuju perilisan album terbaru Yura tahun ini.

Konser Akbar Monas 2026 Kembali: Sebuah Perayaan Musik Klasik Terbuka untuk Rakyat Indonesia

Jakarta, 9 Juli 2026 – Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2019, 2022, dan 2023, Konser Akbar Monas kembali hadir pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 18.30 WIB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Gratis, tanpa registrasi, dan terbuka bagi seluruh masyarakat, konser ini menjadi konser musik klasik ruang terbuka terbesar di Indonesia.

​Diselenggarakan oleh Aula Simfonia Jakarta (ASJ), konser ini menghadirkan lebih dari 200 musisi dan penyanyi dari Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS). Repertoar tahun ini memadukan karya-karya agung musik klasik dunia dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan berskala internasional.

Pengalaman Musik Kelas Dunia, Terbuka untuk Semua

Di bawah langit Jakarta dan berlatar Monumen Nasional, masyarakat akan menikmati penampilan JSO dan JOS, yang akan menghadirkan pengalaman musik klasik bertaraf internasional. Repertoar tahun ini memadukan karya-karya agung komposer klasik dunia dengan lagu-lagu kebangsaan Indonesia dalam sebuah pertunjukan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

​Sesuai dengan semangat inklusivitas yang telah menjadi ciri khas Konser Akbar Monas sejak awal, konser ini gratis, tidak dipungut biaya, dan tanpa registrasi. Masyarakat cukup datang dan menikmati pengalaman musik klasik kelas dunia di ruang publik milik bersama.

Dari Panggung Dunia Kembali ke Indonesia

Konser tahun ini hadir setelah perjalanan internasional Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Oratorio Society melalui rangkaian Grand Concert Tour: The Symphonic Voyage from Indonesia pada tahun 2025. Dalam rangkaian tur tersebut, para musisi Indonesia tampil di sejumlah gedung konser bergengsi dunia, termasuk Muza Kawasaki Symphony Hall di Jepang, Walt Disney Concert Hall di Los Angeles, Carnegie Hall di New York, Marian Anderson Hall di Philadelphia, dan The Music Center at Strathmore di Washington, D.C.

​Dari Carnegie Hall hingga Monas, JSO dan JOS telah membuktikan bahwa musisi Indonesia mampu tampil di panggung dunia. Kini, pengalaman musikal bertaraf internasional tersebut kembali dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia secara gratis melalui Konser Akbar Monas.

​"Kami telah menyaksikan sendiri bagaimana musik klasik mampu menyentuh hati penonton di berbagai belahan dunia, dari Tokyo hingga New York. Kini saatnya semangat yang sama kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia, di panggung terbuka yang menjadi milik kita semua, di kaki Monas."

​— Bapak Stephen Tong

Pendiri dan Konduktor Aula Simfonia Jakarta, Jakarta Simfonia Orchestra, dan Jakarta Oratorio Society.

Melanjutkan Antusias Publik yang Terus Bertumbuh

​Sejak pertama kali digelar pada tahun 2019 sebagai konser musik klasik ruang terbuka pertama di Indonesia, Konser Akbar Monas telah mendapat sambutan luas dari masyarakat. ​Konser perdana mencatat tonggak penting sebagai konser musik klasik ruang terbuka pertama di Indonesia dan berhasil menyatukan puluhan ribu penonton dari berbagai lapisan masyarakat.

​Antusiasme tersebut terus bertumbuh pada penyelenggaraan tahun 2022 dan 2023. Hingga kini, tiga edisi Konser Akbar Monas telah menarik lebih dari 80.000 pengunjung dan menghadirkan lebih dari 200 musisi serta penyanyi dari berbagai daerah di Indonesia.

​Konser Akbar Monas 2026 hadir untuk melanjutkan tradisi tersebut sebagai sebuah gerakan budaya yang mempersatukan masyarakat, menginspirasi generasi baru, dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan musik klasik di Indonesia.

Ramah Keluarga, Terbuka untuk Semua Usia

​Dipilihnya Monumen Nasional sebagai lokasi konser mencerminkan semangat persatuan dan identitas bangsa. ​Di ruang publik yang menjadi milik bersama ini, Konser Akbar Monas 2026 dirancang sebagai acara yang ramah keluarga dan dapat dinikmati oleh semua kalangan usia. ​Pengunjung dapat menikmati pertunjukan dari 7.000 kursi yang tersedia maupun dari berbagai area di kawasan Monas dengan membawa tikar sendiri. Tidak ada batasan usia, tidak ada tiket khusus, dan tidak ada sekat.

​Sebagaimana konser musik klasik ruang terbuka di berbagai negara yang dinikmati puluhan hingga ratusan ribu orang, Konser Akbar Monas menghadirkan pengalaman serupa di Indonesia melalui pertunjukan musik klasik bertaraf internasional yang gratis dan terbuka untuk semua.

​Lebih dari sekadar konser, Konser Akbar Monas merupakan perayaan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang melalui keindahan musik klasik. Inilah semangat yang terus dibangun sejak penyelenggaraan pertamanya pada tahun 2019.

​Tentang Konser Akbar Monas

Konser Akbar Monas adalah konser musik klasik terbuka dan gratis yang digagas oleh Bapak Stephen Tong dan diselenggarakan oleh Aula Simfonia Jakarta (ASJ), Jakarta Simfonia Orchestra (JSO), dan Jakarta Oratorio Society (JOS). Sejak pertama kali digelar pada tahun 2019, konser ini menjadi salah satu agenda budaya yang menghadirkan musik klasik berkualitas bagi masyarakat luas.

Tentang Aula Simfonia Jakarta (ASJ)

Aula Simfonia Jakarta merupakan gedung konser klasik pertama di Indonesia dengan akustik bertaraf internasional, yang didesain oleh Bapak Stephen Tong. Sejak dibuka pada tahun 2009, ASJ secara konsisten menyelenggarakan konser setiap bulan, mulai dari konser simfoni dan oratorio hingga rangkaian Family Concert, sebuah seri konser yang dirancang agar musik klasik lebih mudah dinikmati oleh keluarga dan anak-anak.

​Tentang Jakarta Simfonia Orchestra (JSO)

Jakarta Simfonia Orchestra adalah orkestra profesional yang berbasis di Aula Simfonia Jakarta dan didirikan oleh Bapak Stephen Tong. Sejak tahun 2009, JSO secara rutin menggelar konser di Aula Simfonia Jakarta dan tampil di berbagai panggung internasional, termasuk Carnegie Hall, Walt Disney Concert Hall, dan The Music Center at Strathmore.

Tentang Jakarta Oratorio Society (JOS)

Jakarta Oratorio Society (JOS) adalah paduan suara yang didirikan oleh Bapak Stephen Tong pada tahun 1986, beranggotakan penyanyi dari berbagai daerah di Indonesia. Bersama Jakarta Simfonia Orchestra, JOS secara konsisten menampilkan konser oratorio dan musik klasik di Indonesia maupun mancanegara.

Kamis, 25 Juni 2026

Andien Menghadirkan Nostalgia dan Eksplorasi di Sehidup Semusik, Album Kesembilan dengan Rasa Mixtape

Jakarta, 25 Juni 2026—Di tahun ke-26 eksistensinya di dunia musik Indonesia, ternyata semangat Andien dalam berkarya tak kunjung pudar. Dirilis ke platform-platform digital pada 26 Juni 2026, Sehidup Semusik adalah album studio kesembilan yang juga merangkum perjalanan musikal penyanyi asal Jakarta tersebut dengan menawarkan 13 lagu baru yang sarat akan nostalgia sekaligus eksplorasi.

​Apa itu Sehidup Semusik? Menurut Andien, "Kata-kata Sehidup Semusik itu menggambarkan bahwa musik itu berperan penting dalam kehidupan: kalimat, nada, irama, dinamika, dan cara penyampaian yang sama, berkomunikasi dengan bahasa yang serupa".

​Inspirasi di balik musik yang terdapat di Sehidup Semusik adalah mixtape. Pendengar musik masa kini lebih familier dengan playlist atau daftar putar di layanan musik digital, tapi Andien tumbuh di era menyampaikan isi hati kepada orang spesial dengan cara mengisi kaset atau CD kosong dengan lagu-lagu favorit.

​"Ini merujuk ke waktu aku SMA, di mana kalau suka orang maka kita akan kasih mixtape ke mereka. Bisa dibilang ini album yang paling suka-suka gue, karena apa yang aku suka dituangkan ke dalamnya," kata Andien.

​"Itu juga kenapa setiap lagu punya nuansa yang berbeda-beda tapi semuanya bisa mewakilkan perasaanku. Makanya produsernya juga beda-beda," tambah Andien.

​Para produser dan penulis lagu yang dilibatkan di Sehidup Semusik adalah gabungan antara nama-nama yang familier dalam perjalanan musik Andien serta beberapa sosok yang kini hadir untuk memberikan warna baru lagi. Mereka yang kembali berkolaborasi dengan Andien adalah tim jagoan pop Laleilmanino yang mempersembahkan single "Naksir"; Nikita Dompas dan Ali Akbar Sugiri, dua sosok terkemuka di kancah jazz yang juga kolaborator lama Andien di panggung dan studio, masing-masing menggarap "Merona Rasa" dan "Jika Nanti Kita Lupa"; Lafa Pratomo yang membidani single kedua "Manusia Favorit"; Agus Kristianto alias Swugafunk, salah satu musisi andalan Andien belakangan ini, yang menyumbang single ketiga "Jatuh Pelan"; Abenk Alter yang menambah koleksi lagu yang ditulisnya untuk Andien lewat "Nostalgia" bersama Adrianto Ario Seto, rekannya di DAARS; Mohammed Kamga yang mengajak Kevin Queency dan Iqbal Siregar untuk memberi nyawa ke "Sentil Kalau Nakal"; serta Dipha Barus yang kembali membawa Andien ke lantai dansa pada "Sehidup Semusik".

​Sementara itu, para kolaborator yang baru di semesta musik Andien adalah Kenny Gabriel yang membawa suasana synth pop di "Cosmic Romantic"; tim S/EEK yang memoles "Ujung-ujungnya Kamu" yang ditulis Clara Riva; dan Kareem Soenharjo yang mendapat kepercayaan menebar sihir produksinya ke tiga lagu, yakni "Mata Ketiga", "Intro" dan "Nonchalant". Dua lagu yang disebut terakhir itu juga terasa spesial karena menampilkan tiga sosok kesayangan Andien, yakni kedua putranya Kawa dan Tabi serta sang suami Irfan Wahyudi.

​Nuansa tiap lagu di Sehidup Semusik pun berbeda dalam menggambarkan cinta di berbagai fasenya. Kalau "Naksir", "Cosmic Romantic" dan "Jatuh Pelan" menangkap berdebarnya jatuh hati, maka "Manusia Favorit", "Ujung-ujungnya Kamu" dan "Jika Nanti Kita Lupa" adalah potret ketenangan karena masih berada di pelukan yang tepat.

​Walau semua lagu memiliki warna dan cerita sendiri, benang merahnya tetap suara Andien yang kian matang dan mudah beradaptasi sebagaimana layaknya seorang penyanyi yang sampai sekarang masih berani bereksplorasi sehingga terdengar nyaman baik ketika diiringi orkestra seperti di konser perayaan 25 tahun kariernya maupun saat tampil di pesta dansa bersama Diskoria.

​Dengan masa penggarapan Sehidup Semusik selama dua tahun di mana Andien punya keterlibatan terbesar dalam prosesnya dibanding album-album sebelumnya, maka tak heran jika ia sangat bangga dengan album kesembilannya ini. Masih bisa berkarya dengan penuh eksplorasi di sela-sela kesibukan sebagai ibu, istri, pengusaha, juri kompetisi nyanyi di televisi dan masih banyak aktivitas lainnya adalah sebuah prestasi tersendiri.

​"Di 26 tahun bermusik ini sudah banyak banget fase yang aku lalui, dan aku merasa menjadi ibu dari dua anak serta dan masih berkarya dan eksplor adalah sesuatu yang perlu dirangkul," kata Andien.

​Jadi apa itu Sehidup Semusik? Kalau kembali merujuk ke esensi mixtape, maka menurut Andien, "Ini adalah lagu-lagu yang aku ingin kasih ke kamu. Dengar, ya."

***

Tentang ANDIEN

​ANDIEN adalah musisi Indonesia multitalenta dan dengan genre yang beragam. Mengawali karier pada tahun 2000, ia langsung mencuri perhatian dengan meraih penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik dan Album Jazz Terbaik di tahun yang sama. Sejak itu, ia telah merilis delapan album dan berkolaborasi dengan banyak musisi lintas genre & generasi. Ini membuat Andien dikenal sebagai penyanyi dengan karakter musikal yang fluid dan eksploratif dengan fokus di jazz, pop, dan RnB.

​Hingga kini, Andien telah mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk 11 AMI Awards, penghargaan internasional seperti Anugerah Planet Muzik di Singapura serta Best Song & Best Music Video di New York International Film Awards 2022 untuk konser virtual Melodi Monolog: Dan Lalu (selebrasi 22 tahun Andien berkarya). Andien pernah menggelar konser tunggal bertajuk Metamorfosa pada 2015 dan pada 2022 membuat konser virtual berjudul Melodi Monolog: Dan Lalu. Tahun ini, Andien merayakan 25 tahun perjalanan bermusik melalui Konser Suarasmara.

​Selain berkarya di dunia musik, Andien juga memiliki perhatian terhadap isu sosial dan lingkungan. Andien percaya bahwa menjadi public figure adalah sebuah kesempatan untuk menjadi corong perubahan yang bisa membawa manfaat bagi bumi dan sosial. Ia mendirikan Yayasan Setali Indonesia yang berfokus pada fashion sustainability, mendirikan Andien Aisyah Foundation dan juga menjadi Board of Advisory dari Rekosistem.

Andien juga kerap berbagi hal-hal yang disenanginya di sosial media, seperti tentang wastra nusantara, pola hidup sehat, dan kesehatan mental.

Rabu, 24 Juni 2026

KATYANA DAN WIDURI PUTERI RAYAKAN PERSAHABATAN PEREMPUAN LEWAT SINGLE TERBARU "LUPAKAN DIA"


Jakarta, 24 Juni 2026
— Di tengah banyaknya lagu tentang jatuh cinta dan patah hati, Katyana dan Widuri memilih menghadirkan sudut pandang yang berbeda melalui single terbarunya, "Lupakan Dia" yang menggambarkan percakapan akrab dua remaja perempuan. Tidak hanya bercerita tentang sulitnya melepaskan seseorang yang sebenarnya sudah diketahui tidak baik untuk diri kita, lagu ini juga menyoroti arti kehadiran sahabat yang setia mengingatkan dan menemani di tengah proses tersebut.

​Bagi Katyana, tema yang diangkat dalam lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang seusianya. "Menurut aku, lagu ini menceritakan suatu pengalaman yang sangat universal, di mana ada dua sahabat yang lagi curhat dan membahas sesuatu yang sebenarnya sudah tahu jawabannya dan jelas banget, tapi kita tetap perlu konfirmasi lagi dari sahabat," ungkap Katyana.

Kolaborasi ini menjadi momen spesial bagi Katyana dan Widuri yang sama-sama tumbuh di dunia seni sejak usia muda. Chemistry yang terbangun dalam "Lupakan Dia" juga tidak lepas dari keduanya yang ingin menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang kerap ditemukan dalam persahabatan remaja perempuan. Bagi Widuri, sosok sahabat memiliki peran penting dalam proses bertumbuh dan mengambil keputusan. "Teman yang baik, apalagi sebagai sesama perempuan, selain jadi partner seru untuk bermain dan bertualang juga yang mau mendengar dan memahami kita sebelum membuat keputusan," ujar Widuri. Semangat itulah yang kemudian menjadi pondasi dalam membawakan "Lupakan Dia", sebuah lagu yang menempatkan persahabatan sebagai inti cerita. Kolaborasi ini pun terasa semakin istimewa karena bagi Katyana, kesempatan bekerja sama dengan Widuri merupakan sesuatu yang sudah lama ia harapkan. "Aku senang banget bisa mendapatkan kesempatan untuk kolaborasi dengan Widuri. Aku dari dulu suka banget sama stylenya Widuri dan pengen banget ada proyek bareng dia," kata Katyana. Antusiasme yang sama juga dirasakan oleh Widuri saat pertama kali mendengar materi lagu tersebut. "So excited. Apalagi setelah dengar materi awal lagu 'Lupakan Dia'. Langsung nggak sabar mau latihan dan rekaman bareng Katyana," ujar Widuri.

​"Lupakan Dia" diciptakan oleh Rizky Maulana Hidayat, Shakira Jasmine, Tsaqib, dan Zara Adhisty melalui sebuah sesi workshop yang berlangsung secara spontan. Dari awal, mereka memang ingin menulis lagu duet perempuan yang menghadirkan dua perspektif berbeda dalam satu cerita: seseorang yang sedang terluka dan sahabat yang berusaha menguatkannya.

​Menurut Rizky Maulana Hidayat atau Ikiw, ide lagu ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan tema yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari para pendengarnya. "Di zaman sekarang terlalu banyak lagu yang konsepnya cinta-cintaan. Yang mengangkat persahabatan juga ada, tapi tidak sebanyak lagu cinta. Padahal kejadian seperti di lirik lagu ini, banyak terjadi di kehidupan persahabatan remaja perempuan," ujarnya.

​Bagi Shakira Jasmine, yang turut menulis lagu ini, situasi tersebut merupakan refleksi dari percakapan yang hampir selalu hadir dalam sebuah persahabatan. "Kalau misalnya lagi curhat sama teman atau lagi sharing sama teman, kita suka saling menguatkan sesama perempuan. Lagu ini sebenarnya lahir dari situ, dari obrolan yang natural antara sahabat," kata Shakira.

​Pengalaman serupa juga pernah disaksikan langsung oleh Katyana dari orang-orang terdekatnya. Dari situ, ia semakin memahami pentingnya kehadiran sahabat sebagai sistem pendukung di masa-masa sulit. "Aku sendiri pernah menyaksikan situasi ini di sahabat-sahabatku. Aku jadi belajar bahwa support dari teman untuk kita menyelesaikan sebuah masalah itu sangat penting," ujar Katyana.

​Dibalut dengan warna musik pop yang ringan, hangat, dan terasa seperti percakapan santai di sore hari, "Lupakan Dia" mengajak pendengar untuk menyadari bahwa proses melupakan seseorang memang tidak mudah. Namun, perjalanan tersebut akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama sahabat yang selalu hadir untuk mendengarkan, mengingatkan, dan menemani kita melewati setiap prosesnya.

​Single terbaru Katyana dan Widuri, "Lupakan Dia", telah resmi dirilis hari ini dan dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming. Lagu ini menjadi perayaan atas persahabatan perempuan yang hangat, suportif, dan penuh kasih. Lewat percakapan sederhana antara dua sahabat, "Lupakan Dia" mengingatkan bahwa terkadang yang paling kita butuhkan bukanlah jawaban baru, melainkan seseorang yang membantu kita menerima apa yang sebenarnya sudah kita ketahui sejak awal.

Trinity Optima Production (TOP)

​Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Jumat, 19 Juni 2026

Lindee Cremona Kembali Sapa Pendengar Lewat Single "Anakmu Slalu Cinta"

Jakarta - Penyanyi muda berbakat Lindee Cremona kembali menghadirkan karya menyentuh berjudul "Anakmu Slalu Cinta", sebuah lagu yang menggambarkan kasih sayang tulus seorang anak kepada ayahnya.

​Dalam liriknya, lagu ini bercerita tentang sosok ayah yang setiap hari berangkat lebih pagi dan pulang dengan membawa lelah demi keluarga, sementara di balik perjuangan tersebut tersimpan kerinduan seorang anak yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama sang ayah.

​Melalui lirik sederhana, hangat, dan mudah dipahami, single "Anakmu Slalu Cinta" menyampaikan pesan bahwa cinta seorang anak tidak pernah berkurang meski waktu kebersamaan terasa singkat.

​Ditulis oleh Albert Kenchen dan dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh Lindee Cremona, lagu ini diproduseri oleh Pace Kribo dengan konsep pop balada yang diberi sentuhan tradisional melalui instrumen calimba dan gamelan. Perpaduan tersebut membuat lagu ini terdengar unik sekaligus emosional, dekat dengan kehidupan banyak keluarga Indonesia.

​Menurut tim produksi Lindee, karya ini merupakan salah satu yang terbaik dalam perjalanan musiknya.

​"Melodi yang hangat berpadu dengan lirik yang menyentuh menjadikan lagu ini penghormatan bagi para ayah yang tak pernah berhenti berjuang," ucap mereka.

​Lindee Cremona sendiri dikenal sebagai salah satu talenta muda yang konsisten menghadirkan karya bertema keluarga dan kasih sayang.

​Sebelumnya, ia mencuri perhatian lewat lagu "Mama" yang ditulis ayahnya, serta "Bukan Akhir Cerita" yang melibatkan musisi papan atas seperti Nissan Fortz dan Wendy Bagindas.

​Dalam keterangannya, Lindee menyampaikan bahwa lagu terbaru "Anakmu Slalu Cinta" ini adalah bentuk rasa syukur dan cinta kepada sosok ayah.

​"Lewat lagu ini, aku ingin semua orang mengingat bahwa cinta seorang anak tidak pernah berkurang, meski waktu kebersamaan terasa singkat," ujarnya.

​Selain menjadi lagu tentang kerinduan, single "Anakmu Slalu Cinta" juga berfungsi sebagai pengingat untuk menghargai setiap momen bersama keluarga. Lagu ini diharapkan dapat mewakili perasaan banyak anak yang ingin mengucapkan terima kasih kepada ayah mereka atas segala pengorbanan.

​Dengan vokal khas Lindee yang tulus dan aransemen unik, karya ini mengajak pendengar untuk mengenang, menghargai, dan merayakan cinta keluarga yang sering kali tidak terucapkan, namun selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan.

Kamis, 18 Juni 2026

​“Main ke Rumah” Yura Yunita, Perunggu Jadi Tamu Pertama yang Berkolaborasi

Series video live performance terbaru dari Yura Yunita ini siap menyuguhkan kolaborasi intim dengan deretan musisi, dimulai dengan penampilan hangat bersama Perunggu

Jakarta, 18 Juni 2026 — Pintu hangat “Main ke Rumah” resmi dibuka. Yura Yunita meluncurkan series video live performance terbarunya yang mengusung konsep kebersamaan intim tanpa sekat dengan beragam musisi melalui kanal YouTube-nya. Sebagai suguhan pembuka, suasana hangat nan guyub langsung terasa di episode pertama saat Yura menyambut grup band, Perunggu, untuk bertamu dan melebur bersama dalam aransemen segar lagu “Mau Jadi Apa?”.

Mau Jadi Apa? versi kolaborasi dengan Perunggu memberikan warna baru dan segar lagu tersebut, yang video musiknya telah disaksikan lebih dari 1,9 juta views. Karakter vokal Yura dan Maul Ibrahim, vokalis Perunggu, begitu menyatu dan kita bisa mendengarkan kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

​Mengusung konsep hangat dengan jamming session di ruang tamu, Yura seperti mengajak kita untuk ikut dalam kunjungan Perunggu ke rumahnya, yang juga baru selesai direnovasi tersebut.

​“Aku merenovasi rumah ini juga karena mimpinya ingin banget banyak teman-teman bisa datang ke rumah, termasuk teman-teman musisi. Dan kebetulan Perunggu juga main ke rumah aku dan kami bersenang-senang, dengan jamming santai,” ujar Yura Yunita.

​“Biasanya kan kami berada di ingar-bingar di atas panggung, tapi justru dengan main ke rumah suasananya jadi lebih intim, jadi lebih dekat juga antara pertemanan sesama musisi. Aku merasa ini hal yang mewah sekali, punya keintiman bermusik seperti ini. Kami berbagi kesenangan dan berbagi keintiman dengan main ke rumah ini, justru ini hal yang bikin hati lebih penuh,” tambah Yura.

​Perunggu, yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman pun antusias saat main ke rumah Yura dengan nuansa baru dan hangat, namun sekaligus bisa saling berkolaborasi secara natural.

​Maul sendiri mengungkapkan awal pertemanan dan perkenalan dengan Yura justru bermula dari Ildo Hasman, drummer Perunggu, yang merupakan teman main tenis Yura.

​Perunggu sendiri sebelumnya pernah mengajak Yura berkolaborasi di atas panggung di salah satu pertunjukan mereka di Bandung. Saat Main ke Rumah Yura dan jamming Mau Jadi Apa?, menurut Maul menjadi kesempatan berbeda untuk mengenal musik Yura lebih dekat.

​“Lagu Mau Jadi Apa? itu bagus dan seru. Saat Main ke Rumah Yura, kami rasanya enggak mau rearrange lagunya. Penginnya bunyinya tetap dengan yang aslinya, cuma dibawakan dalam bentuk yang lebih nongkrong, jadi seperti iseng-iseng main gitar di rumah orang,” ujar Maul Ibrahim.

​Tak hanya Perunggu yang Main ke Rumah, Yura juga akan membagikan pengalamannya berkolaborasi dengan para musisi lainnya yang dapat disaksikan dalam episode mendatang di serial Main ke Rumah di kanal YouTube Yura Yunita. Episode perdana Main ke Rumah Yura dapat disaksikan di tautan berikut Main ke Rumah Yura Yunita & Perunggu - Mau Jadi Apa? (Live Session).

​Saksikan kehangatan dan sisi lain Yura bersama para musisi dalam serial Main ke Rumah yang bisa disaksikan mulai 18 Juni 2026 di YouTube Yura Yunita. Serial ini juga akan menjadi perjalanan menuju perilisan album terbaru Yura tahun ini.

Rabu, 17 Juni 2026

LEWAT "BERSAMA SANG GARUDA", QUINN SALMAN RAYAKAN SEMANGAT ANAK INDONESIA MENGEJAR MIMPI BERSAMA

Video Musik Original Soundtrack Garuda Di Dadaku Hadirkan Perjalanan Penuh Keceriaan, Persahabatan, Dan Dukungan Untuk Terus Berani Bermimpi

​Jakarta, 16 Juni 2026 — Bermimpi menjadi pemain bola, penyanyi, dokter, guru, atau apa pun yang dicita-citakan akan terasa lebih menyenangkan ketika ada teman, keluarga, dan orang-orang yang selalu percaya pada kita. Semangat itulah yang ingin dirayakan Quinn Salman lewat video musik "Bersama Sang Garuda", original soundtrack film animasi Garuda Di Dadaku yang kini resmi dirilis melalui kanal YouTube BASE Entertainment.

​Lebih dari sekadar video musik, "Bersama Sang Garuda" menjadi dokumentasi perjalanan penuh keceriaan yang dijalani Quinn Salman dan para pengisi suara film animasi Garuda Di Dadaku bersama ribuan anak Indonesia selama rangkaian kegiatan promosi film ini. Video musik ini menghadirkan berbagai momen kebersamaan yang hangat, mulai dari lomba mewarnai, bermain sepak bola bersama komunitas dan sekolah sepak bola, hingga berbagai kegiatan yang mempertemukan para pemain film Garuda Di Dadaku dengan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia.

​Dalam video musik ini, Quinn tampil bersama Keanu Azka, pengisi suara Putra, David Obinna sebagai Kapri, dan Abirama Putra sebagai Fatih. Kebersamaan mereka terekam dalam berbagai aktivitas yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir, menghadirkan semangat yang sama dengan pesan utama film Garuda Di Dadaku: bahwa mimpi besar akan terasa lebih mungkin untuk diraih ketika kita tidak berjalan sendirian.

​Salah satu momen yang ditampilkan adalah rangkaian lomba mewarnai Garuda Di Dadaku yang telah digelar di 11 kota, yaitu Cibitung, Depok, Bogor, Jakarta, Lampung, Cipanas, Cirebon, Karawang, Sidoarjo, Garut, dan Cikupa. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dengan melibatkan lebih dari 1.800 peserta anak-anak dari berbagai daerah.

​Lagu "Bersama Sang Garuda" juga memiliki makna tersendiri bagi Quinn Salman karena ia turut terlibat dalam proses penulisan liriknya. Terinspirasi dari persahabatan Putra, Naya, dan Gaga dalam Garuda Di Dadaku, lagu ini lahir dari gagasan sederhana bahwa setiap anak berhak memiliki mimpi besar, dan setiap mimpi akan terasa lebih ringan ketika ada orang-orang yang mendukung, menemani, dan percaya pada kita.

​"Yang aku suka dari lagu ini adalah rasanya seru, hangat, dan bikin semangat. Buat aku, mengejar mimpi itu nggak harus sendirian. Selalu lebih menyenangkan kalau ada sahabat, keluarga, dan orang-orang yang percaya sama kita. Semoga lewat lagu dan video musik ini, teman-teman yang menonton jadi makin semangat untuk berani punya mimpi besar dan menikmati perjalanannya bersama orang-orang yang mereka sayang," ujar Quinn Salman.

​"Bersama Sang Garuda" juga dapat didengarkan langsung dalam salah satu adegan paling berkesan di Garuda Di Dadaku yang saat ini sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Melalui momen kebersamaan Naya, Putra, dan tim sepak bolanya, lagu ini menjadi pengingat bahwa setiap mimpi besar terasa lebih mungkin untuk diraih ketika ada teman dan orang-orang yang selalu percaya pada kita.

​Semangat yang sama juga menjadi pesan utama film animasi keluarga Garuda Di Dadaku, yang mengisahkan Putra, seorang anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pemain tim nasional Indonesia. Dalam perjalanannya mengejar mimpi, Putra belajar bahwa keberanian tidak selalu datang dari diri sendiri, tetapi juga dari orang-orang yang tetap percaya kepada kita ketika kita mulai kehilangan keyakinan.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, Garuda Di Dadaku merupakan interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia selama lebih dari satu dekade. Film ini disutradarai oleh Ronny Gani, dengan Dewi Rosma sebagai Produser Pelaksana.

Garuda Di Dadaku menghadirkan jajaran pengisi suara Keanu Azka, Kristo Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, dan Bima Sena. Film ini juga menghadirkan dua original soundtrack, yaitu "Garuda Di Dadaku" yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati dan "Bersama Sang Garuda" yang dinyanyikan oleh Quinn Salman.

​Liburan sekolah ini, ajak keluarga dan teman-teman untuk menikmati petualangan Putra, Naya, dan Gaga dalam Garuda Di Dadaku yang sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Film animasi keluarga yang hangat, penuh tawa, persahabatan, dan semangat untuk terus berani bermimpi bersama.

​Video musik "Bersama Sang Garuda" kini sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi BASE Entertainment.

Akun Resmi:

  • ​Instagram: @base.id | @garudadidadaku.film
  • ​TikTok: @base.id | @garudadidadaku.film
  • ​YouTube: BASE Entertainment Indonesia | @BASEIndonesia

Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Tentang KAWI Animation

KAWI Animation adalah studio pengembangan IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim talenta terbaik Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment Concepts, Narrative & Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari ekosistem BASE Entertainment, studio film terkemuka Asia Tenggara yang didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan berbagai kreator dan studio untuk mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi karya animasi. Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan serial animasi orisinal Netflix Trese, COMEDY ISLAND Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP animasi terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar produksi internasional.

Senin, 15 Juni 2026

NEONA TEGUR SI DIA YANG TAK KUNJUNG PASTI LEWAT SINGLE TERBARU “PLIN PLAN”

Masih mengusung energi fun dan centil khasnya dalam warna hip-dut yang segar, NEONA kembali hadir dengan lagu yang mewakili keresahan anak muda tentang hubungan yang tak kunjung pasti.

​Jakarta, 15 Juni 2026 — Setelah menyuarakan keresahan tentang hubungan tanpa kepastian melalui single LUPA!, penyanyi muda berbakat NEONA kembali melanjutkan ceritanya lewat single terbaru berjudul PLIN PLAN. Masih mengusung warna musik hip-dut yang fun, catchy, dan penuh karakter, PLIN PLAN hadir sebagai lagu yang mewakili rasa kesal ketika seseorang terus digantung dalam hubungan yang tidak jelas arahnya.

​Jika LUPA! berbicara tentang keberanian meminta kepastian, maka PLIN PLAN menjadi respons ketika kepastian itu tak kunjung datang. Lewat lirik yang ringan, jenaka, namun tetap tajam, NEONA menyuarakan perasaan banyak anak muda yang lelah menghadapi pasangan yang terus berubah pikiran dan tidak berani menentukan arah hubungan.

​“Lagu PLIN PLAN bercerita tentang seseorang yang digantungin terus sama orang yang dia suka. Hubungannya nggak jelas, maunya apa juga nggak tahu. Aku rasa ini masalah yang cukup banyak dialami seumuran aku, jadi waktu workshop lagu ini, temannya langsung terasa relate banget,” ujar NEONA. Melalui lagu ini, NEONA juga menyampaikan pesan sederhana namun tegas untuk siapa saja yang masih berada dalam situasi serupa. “Kalau memang nggak yakin, bilang aja. Jangan ngegantung, jangan mainin perasaan orang, dan jangan plin-plan,” tambahnya.

​Proses kreatif PLIN PLAN kembali mempertemukan NEONA dengan tim yang sebelumnya menggarap LUPA!, yaitu Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert atau DIA yang tergabung dalam AntiNRML. Lagu ini lahir dari workshop kreatif yang melibatkan NEONA secara langsung dalam pengembangan ide dan penulisan lirik, sehingga mampu merepresentasikan pengalaman dan perspektif remaja masa kini secara autentik.

​Menurut Anangga, keterlibatan NEONA menjadi elemen penting dalam membentuk karakter lagu ini. “Kami ingin melanjutkan warna yang sudah dibangun lewat LUPA!, tetapi dengan karakter yang lebih dewasa. PLIN PLAN tetap mempertahankan sisi tengil dan centil khas NEONA, namun dengan cara penyampaian yang lebih berani dan tegas. Karena ceritanya datang dari sudut pandang perempuan yang sedang kesal, keterlibatan NEONA sangat membantu untuk membuat emosinya terasa lebih spesifik dan nyata,” jelas Anangga.

​Sebagai produser, DIA juga melihat PLIN PLAN sebagai kelanjutan yang natural dari perjalanan musikal NEONA. “Benang merah antara LUPA! dan PLIN PLAN adalah keduanya sama-sama seru, menyenangkan, dan punya energi yang kuat. Kami ingin menghadirkan lagu yang bisa membuat pendengar ikut bernyanyi, tetapi tetap merasa dekat dengan cerita yang disampaikan,” ungkap DIA.

​Dengan kombinasi lirik yang relate, karakter musik hip-dut yang semakin matang, serta kepribadian NEONA yang semakin kuat sebagai seorang penyanyi, PLIN PLAN menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan musikal NEONA yang terus berkembang. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah menunggu kepastian terlalu lama, sekaligus pengingat bahwa tidak ada alasan untuk terus bertahan dalam hubungan yang arahnya tidak jelas.


​Single PLIN PLAN dari NEONA sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di Indonesia mulai 15 Juni 2026.

​Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

UNGU Resmi Rilis Music Video "Utara - Selatan", Awali Perjalanan Menuju Konser 30 Tahun "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter"

​ Music Video Disutradarai Pasha, Hadirkan Kolaborasi Dua Generasi Keluarga UNGU melalui Kiesha Alvaro dan Zara Leola ​ Jakarta, 5 Agustus ...