Selasa, 29 September 2026

Dari Musik ke Visual, JICAF 2026 Hadirkan Cerita Musisi dalam Bentuk Karya dan Collectible

Jakarta, 29 September 2026 – Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 kembali memperluas pertemuan antara ilustrasi, musik, dan creative practice melalui sejumlah Special Drop yang membawa karya musisi ke dalam bentuk visual dan produk fisik. Tahun ini, JICAF menghadirkan kolaborasi idgitaf × Replayreply, Guruh Gipsy, serta Hindia × Pancaran Sinema, yang masing-masing menerjemahkan cerita dan dunia musik melalui pendekatan visual yang berbeda.

​Melalui kolaborasi tersebut, musik tidak hanya hadir untuk didengar, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi ilustrasi, art print, collectible, hingga objek yang dapat dinikmati dan dikoleksi. Pertemuan lintas disiplin ini menjadi bagian dari semangat "The World We Draw", tema JICAF 2026 yang melihat setiap karya sebagai representasi dari dunia dan perspektif kreatornya.

​Ketika dunia musik bertemu dengan dunia ilustrasi dan creative arts, sebuah karya dapat menemukan interpretasi baru. Lagu, album, karakter, maupun cerita yang sebelumnya hadir melalui suara dan moving image dapat diterjemahkan kembali melalui perspektif visual artist, sekaligus membuka pengalaman baru bagi audience untuk mengenal dan menikmati karya tersebut.

​Yoga Prathama, Co-Founder & Art Director JICAF, mengatakan, "Bagi kami, menarik melihat bagaimana sebuah cerita bisa terus berkembang ketika diterjemahkan ke medium yang berbeda. Musik, ilustrasi, animasi, maupun komik punya bahasa masing-masing, dan ketika semuanya bertemu, muncul pengalaman baru bagi audience. Lewat Special Drop tahun ini, JICAF ingin membuka ruang bagi eksplorasi tersebut dan mempertemukan lebih banyak creative practices dalam satu ekosistem."

​Nugraha Pratama × William Wongso: Membawa Cerita Kuliner Nusantara ke Atas Piring

​Selain kolaborasi musik, JICAF 2026 juga menghadirkan SketchRasa, sebuah kolaborasi yang mempertemukan travel illustrator Nugraha Pratama, culinary expert William Wongso, dan SERO Ceramic untuk membawa cerita tentang kekayaan kuliner Nusantara ke dalam bentuk visual dan objek fungsional. Berangkat dari keragaman Indonesia yang terbentuk melalui kondisi geografis, kekayaan sumber daya alam, serta proses akulturasi budaya, SketchRasa menangkap cerita di balik beragam makanan, tempat, orang, dan tradisi yang membentuk karakter kuliner Indonesia.

​Melalui sketches yang dibuat Nugraha Pratama, cerita-cerita tersebut kemudian diterjemahkan oleh SERO menjadi rangkaian ceramic plates yang tidak hanya berfungsi sebagai objek sehari-hari, tetapi juga menjadi medium untuk menyimpan dan memperkenalkan kembali cerita kuliner Nusantara. Setiap plate membawa cerita yang berbeda, mulai dari Minangkabau Kitchen, Fishermen from Bali, hingga Harvesting Sago, yang menggambarkan hubungan antara makanan, masyarakat, tempat, dan tradisi.

​Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat bergerak melampaui medium gambar dan bertemu dengan culinary serta ceramic art. Sketsa yang berangkat dari perjalanan dan pengamatan terhadap budaya kemudian berubah menjadi objek yang dapat digunakan dan dinikmati, sekaligus membawa cerita Indonesia kembali ke meja makan.

​Kehadiran SketchRasa di JICAF 2026 juga memperluas eksplorasi "The World We Draw", dengan menunjukkan bahwa dunia yang diterjemahkan melalui ilustrasi tidak hanya berbicara tentang karakter atau visual, tetapi juga dapat merekam identitas, budaya, dan cerita dari suatu tempat. Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, SketchRasa membawa kekayaan kuliner Indonesia ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian, sekaligus membuka ruang untuk memperkenalkan cerita-cerita tersebut kepada audience yang lebih luas.

​idgitaf × Replayrepliy: Menerjemahkan Cerita Berusaha di Bawah Hujan ke dalam Visual

​Salah satu Special Drop yang hadir di JICAF 2026 datang dari idgitaf dan artist berbasis Jakarta, Replayrepliy, melalui kolaborasi yang menerjemahkan album kedua idgitaf, Berusaha di Bawah Hujan, ke dalam bahasa visual. Dikenal melalui single "Sedia Aku Sebelum Hujan", idgitaf kembali membawa cerita personal dan atmosfer musiknya melalui album penuh yang kemudian diinterpretasikan kembali dalam bentuk ilustrasi.

​Melalui kolaborasi ini, Replayrepliy menghadirkan interpretasi personal terhadap bagaimana Berusaha di Bawah Hujan didengar, dirasakan, dan dialami. Ilustrasi yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai visual pendamping album, tetapi menjadi cara lain untuk melihat dan merasakan cerita yang hadir melalui musik. Kolaborasi tersebut hadir dalam bentuk exclusive illustrated Special Box untuk album Berusaha di Bawah Hujan serta exclusive art print series yang hanya tersedia di JICAF 2026. Kehadiran keduanya memperlihatkan bagaimana sebuah album dapat menemukan bentuk baru ketika cerita dan atmosfer musik diterjemahkan melalui perspektif seorang visual artist.

​Pertemuan idgitaf dan Replayrepliy juga menjadi contoh bagaimana musik dan ilustrasi dapat saling melengkapi. Satu cerita yang awalnya disampaikan melalui suara dan lirik kemudian berkembang menjadi pengalaman visual, memperlihatkan kemungkinan baru ketika dua bentuk creative expression bertemu.

​Tribute to Guruh Soekarnoputra: Mengenang Warisan Kreatif melalui Guruh Gipsy

​JICAF 2026 juga menghadirkan Special Drop Tribute: Guruh Gipsy, yang menjadi bagian dari upaya untuk mengenang perjalanan dan warisan kreatif almarhum melalui salah satu karya penting dalam perjalanan musik Indonesia. Guruh Gipsy merupakan karya yang memperlihatkan keberanian Guruh Soekarnoputra bersama personel band legendaris Gipsy, Keenan Nasution & Oding Nasution bersama dengan musisi legendaris Abadi Soesman dan Chrisye & Roni Harahap dalam mempertemukan musik modern dengan kekayaan musik tradisional Indonesia.

​Dirilis pada 1977, Guruh Gipsy dikenal melalui perpaduan instrumen modern dengan elemen musik ​tradisional Jawa dan Bali. Karya tersebut terus dikenang, didengarkan, dan mendapatkan apresiasi dari generasi yang berbeda, menjadikannya bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.

​Di tengah kabar duka atas kepergian Guruh Soekarnoputra, kehadiran Special Drop Tribute: Guruh Gipsy di JICAF 2026 menjadi kesempatan untuk kembali melihat, mengingat, sekaligus merayakan warisan kreatif yang telah beliau tinggalkan. Bersama Lamunai Records dan sejumlah artist, Guruh Gipsy diterjemahkan ke dalam beberapa bentuk karya dan produk, mulai dari perhiasan, apparel, art print, hingga 50th Anniversary Deluxe Edition CD.

​Salah satu produk yang turut dihadirkan adalah Guruh Gipsy x Cahya Pesisir Batik Scarf, yang mempertemukan warisan musikal Guruh Gipsy dengan medium fashion dan craft. Kehadiran berbagai bentuk karya ini menjadi cara untuk membawa kembali cerita dan semangat dari Guruh Gipsy melalui medium yang berbeda, sekaligus meperkenalkannya kepada audience yang lebih luas. Sebagai bagian dari momen tribute ini, JICAF 2026 juga memberikan kesempatan bagi pengunjung dan seluruh pihak yang hadir untuk sejenak mengenang sosok Guruh Soekarnoputra melalui karya beliau bersama seluruh personel Guruh Gipsy. Momen tersebut menjadi ruang untuk mengingat kembali kontribusi dan warisan kreatif yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Indonesia.

​Hindia × Pancaran Sinema: Membawa Dunia Visual "kids" Keluar dari Layar

​Dunia musik dan visual juga bertemu melalui kolaborasi Hindia dan Pancaran Sinema dalam music video "kids". Keduanya membangun sebuah dunia visual yang bergerak di antara fragmen memori dan imajinasi melalui perpaduan hand-drawn 2D animation, rotoscoping, dan 3D environments. Bahasa visual tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh melalui "kids" Collection yang hadir di JICAF 2026. Alih-alih berhenti sebagai bagian dari music video, karakter, imagery, dan elemen visual dari "kids" diterjemahkan kembali menjadi produk fisik yang memungkinkan dunia tersebut dialami dalam bentuk yang berbeda.

​Koleksi ini menghadirkan "kids" MV Flip Book serta "kids" – Hindia x Witchkana Art Print. Keduanya membawa elemen dari dunia visual "kids" ke dalam bentuk objek yang dapat dilihat, dimiliki, dan dikoleksi. Melalui kolaborasi ini, sebuah karya animasi tidak lagi terbatas pada moving image. Dunia yang sebelumnya hadir di layar dapat berkembang menjadi objek fisik, membuka kemungkinan baru bagi audience untuk mengalami dan menginterpretasikan kembali karya tersebut.

​Dari Layar ke Halaman: Oddman & Panda Press Hadirkan Karya Independen di JICAF 2026

​Oddman & Panda Press turut hadir di JICAF 2026 sebagai bagian dari ekosistem independent comics dan publishing yang memberi ruang bagi karya-karya personal untuk bertemu dengan pembacanya. Salah satu karya yang dihadirkan adalah Hati Nammo karya Bryan Arfiandi, ilustrator dan komikus yang mengembangkan karyanya dari format digital ke dalam bentuk komik fisik. Perjalanan Hati Nammo menunjukkan bagaimana sebuah karya independen dapat terus berkembang dan menemukan pembacanya melalui berbagai ruang kreatif, termasuk bookstore dan ​komunitas. Salah satunya melalui Patjarmerah, yang sebelumnya mengenal karya Bryan lewat kegiatan di kedai dan kemudian membuka ruang untuk menghadirkan karyanya dalam koleksi komik. Melalui kehadiran Oddman & Panda Press di JICAF 2026, karya seperti Hati Nammo dapat menjadi bagian dari pertemuan yang lebih luas antara ilustrasi, komik, independent publishing, kreator, komunitas, dan pembaca, sejalan dengan semangat "The World We Draw" yang merayakan beragam dunia dan perspektif yang lahir dari para kreator.

​Kehadiran kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya JICAF untuk mempertemukan berbagai creative practices dalam satu ekosistem. Musik, ilustrasi, animasi, fashion, craft, hingga collectible dapat saling bertemu dan menciptakan pengalaman baru ketika sebuah karya diterjemahkan ke medium yang berbeda.

​Semangat tersebut sejalan dengan "The World We Draw", di mana setiap artist membawa dunia dan perspektifnya masing-masing. Ketika dunia tersebut bertemu dengan cerita, medium, dan creative practice lainnya, sebuah karya dapat berkembang menjadi sesuatu yang baru tanpa kehilangan cerita yang menjadi titik awalnya.

​Melalui Special Drop ini, JICAF 2026 memperlihatkan beragam kemungkinan tersebut, mulai dari menerjemahkan album Berusaha di Bawah Hujan melalui idgitaf × Replayrepliy, membawa kembali perjalanan Guruh Gipsy melalui kolaborasi bersama Lamunai Records dan Cahya Pesisir, hingga mengembangkan dunia visual "kids" milik Hindia dan Pancaran Sinema ke dalam bentuk physical collection.

​JICAF 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Agora Mall, Jakarta, menghadirkan exhibition, collaborations, programs, dan berbagai pengalaman yang mempertemukan artists, brands, communities, serta creative players dalam satu ekosistem.

​-Selesai-

​Tentang JICAF

Jakarta Illustration & Creative Arts Festival (JICAF) adalah festival seni tahunan yang berfokus pada ilustrasi, seni visual, dan kreativitas lintas media. Didirikan untuk menjadi wadah bagi para ilustrator, desainer grafis, dan seniman visual Indonesia, JICAF menghadirkan berbagai program pameran, workshop, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin.

​JICAF memiliki visi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat apresiasi seni ilustrasi di Asia Tenggara, dengan misi mengangkat talenta lokal ke kancah internasional, memperluas akses publik terhadap karya kreatif, dan membangun ekosistem seni yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dari Musik ke Visual, JICAF 2026 Hadirkan Cerita Musisi dalam Bentuk Karya dan Collectible

Jakarta, 29 September 2026 – Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 kembali memperluas pertemuan antara ilustrasi, musi...