Kamis, 30 Juli 2026

Fatin Mengajak Menikmati Fase Kehidupan di Nomor Terbaru “Tidur Siang”


​Setelah merilis album Cerita Kita pada Oktober 2025 kemarin, Fatin kembali menyapa para penggemarnya di penghujung bulan Juli ini dengan single baru berjudul "Tidur Siang". Berbeda dari lagu-lagu cinta yang selama ini kerap ia nyanyikan, pemilik nama lengkap Fatin Shidqia Lubis ini menghadirkan karya yang lebih reflektif, mengajak pendengar melihat kembali perjalanan hidup dari sudut pandang yang sederhana, tapi dekat dengan keseharian.

​"Lagu 'Tidur Siang' bercerita tentang kesadaran fase hidup. 'Dulu waktu kecil, kita selalu disuruh tidur siang dan selalu menolak, tapi saat sudah dewasa, ternyata susah sekali mendapatkan waktu untuk tidur siang. Hal yang dulu kita hindari sekarang malah terasa mewah. Lagu ini juga jadi pengingat kalau hidup itu harus dinikmati apa pun yang terjadi karena hidup kita tidak terus-menerus sedih ataupun senang. Jadi, terima saja,' cerita pemenang musim pertama X Factor Indonesia ini."

​Lagu ini sendiri lahir dari kolaborasi pertama Fatin bersama Will Mara yang ternyata langsung berjalan dengan sangat natural. Pertemuan pertama mereka justru menjadi momen lahirnya "Tidur Siang" yang dipenuhi diskusi kreatif mengenai lirik dan melodi. "Proses pembuatan lagu ini bersama Will berjalan dengan sangat seru, bahkan lagu ini selesai di pertemuan pertama. Ternyata, kami sefrekuensi dan Will banyak memberikan ide untuk mood lagunya sehingga sepanjang workshop kita saling diskusi lirik-lirik yang lucu dan melodi yang gemas," cerita Fatin.

​Proses penulisannya sendiri berlangsung cukup cepat. Hanya dalam lima jam, Fatin dan Will berhasil menyelesaikan lirik, melodi, hingga merekam demo. Setelah itu, proses rekaman hingga akhirnya lagu siap dirilis memakan waktu kurang lebih satu bulan. Lulusan LSPR (London School of Public Relations) ini juga bersyukur karena tidak ada tantangan yang berarti selama proses pengerjaan single-nya berkat kerja sama tim yang solid. Tidak hanya merilis single di platform musik digital, Fatin juga sudah menyiapkan klip video untuk "Tidur Siang". "Untuk video musik lagu ini, aku bekerja sama dengan Sebastian dari Angankara. Mereka memberikan ide konsep yang ternyata sangat cocok dengan tujuan lagu ini dan pesan yang ingin aku sampaikan," jelasnya.

​Pemilihan tema "Tidur Siang" juga menjadi sesuatu yang spesial bagi Fatin. Memasuki usia kepala tiga, ia ingin menghadirkan hal yang baru sebagai penanda bahwa dirinya telah melalui perjalanan panjang bersama penggemar yang telah mengikuti sejak awal karier. 'Tahun ini, aku menginjak usia 30 tahun. Selama ini, aku sudah cukup banyak bercerita tentang percintaan. Kali ini, aku ingin memberikan karya yang berbeda untuk teman-teman yang selama ini sudah bertumbuh denganku. Bahkan, ada yang menemaniku sejak umur 16 tahun, dari awal karier,' katanya.

​Melalui lagu ini, Fatin juga ingin menyampaikan pesan sederhana tentang menjalani hidup tanpa terlalu membebani diri dengan berbagai tuntutan. 'Kalau kata anak zaman sekarang 'in this economy, kita hidup sesuai kemampuan aja'. Tidak usah terlalu berpikir macam-macam. Nikmati semua fase yang sedang dialami sekarang dan percaya bahwa semua akan datang tepat waktunya," ujar Fatin. Ia berharap, single ini bisa membawa pendengarnya untuk bernostalgia, tapi di saat yang sama juga menemani proses menjadi dewasa. 'Semoga lagu ini bisa menjadi teman buat mengenang masa kecil dan bisa menjadi "teman" ketika kita sama-sama bertumbuh menjadi dewasa,' tutupnya.

Single terbaru Fatin, "Tidur Siang", bisa dinikmati mulai 30 Juli di seluruh platform musik digital.

​Executive Producer : Muhammad Soufan for Sony Music Entertainment Indonesia

A&R : Keke Kananta

Performed by : Fatin

Track Title : Tidur Siang

Composed by : Will Mara, Fatin

Produced by : Will Mara

Drum by : Enrico Octaviano

Drums recorded by : Enrico Octaviano at duapuluhtiga Studio Jakarta

Keys by : Will Mara

Keys recorded by : Will Mara at duapuluhtiga studio Tangerang

Guitars by : Will Mara, Alif Ibrahim

Guitars recorded by : Will Mara and Alif Ibrahim at duapuluhtiga studio Tangerang

Bass by : Will Mara

Bass recorded by : Will Mara at duapuluhtiga studio Tangerang

Programming by : Will Mara

Whistle by : Jerome Kurnia

Whistle recorded by : Jerome Kurnia at shoot location

Vocal directed by : Mohammed Kamga

Vocal edited by : Rio Ndul

Vocals recorded by : Yusup Albantani at Sony Music Entertainment Studios

Mixed by : Ano Stevano at Sembunyi Studio

Mastered by : Ano Stevano at Sembunyi Studio

Published by : Sony Music Publishing Indonesia

Rabu, 29 Juli 2026

Film Kado Untuk Ibu, Drama Keluarga Paling Plot Twist Tahun Ini! Masuk Ketawa, Keluar Nangis Sesenggukan

 

Film Kado Untuk Ibu tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop

Jakarta, 29 Juli 2026 — Starvision bekerja sama dengan FMM Studios mempersembahkan film drama keluarga Kado Untuk Ibu yang akan tayang mulai 6 Agustus 2026 di seluruh bioskop. Sebuah kisah hangat yang mengikuti perjalanan Ara (Luisa Adreena) saat pergi dari rumah dan meminta bantuan petugas Damkar demi mencari kado terbaik untuk ibunya.

​Siapa sangka, perjalanan mencari kado yang seharusnya menjadi perjalanan singkat, justru berubah menjadi perjalanan memaknai arti kehidupan dan keluarga yang sangat berkesan. Di awal hingga tengah filmnya, penonton akan dibuat tertawa melihat tingkah lucu dari Ara dan petugas Damkar Faris (Emir Mahira), yang menemani Ara.

​Namun, kisah lucu dan menggemaskan Ara dan Faris berubah menjadi kisah yang mengharukan. Penonton akan dibuat kaget dengan plot twist-nya. Seolah penonton diajak tertawa saat masuk studio bioskop, namun berakhir dengan menangis terharu dan merasakan kehangatan saat keluar bioskop.

​Disutradarai oleh M. Amrul Umammi dengan produser Chand Parwez Servia, Kado Untuk Ibu akan menjadi film terplot twist tahun ini! Bagaimana kita sebagai orang dewasa diajak menyelami makna kehidupan dari sudut pandang anak-anak, Ara, yang diperankan dengan sangat baik oleh Luisa Adreena, yang kali ini menampilkan akting yang lebih matang.

​Film Kado Untuk Ibu dibintangi oleh Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adishwara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turangan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master dan Juju Mazaya.

​"Film Kado Untuk Ibu adalah kisah tentang keluarga, tentang pemaknaan perjuangan cinta dan kasih sayang. Film ini juga menjadi refleksi dalam kehidupan kita, bagaimana kita berjuang demi keluarga dan memaknai serta menghidupi nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kita, bagaimana anak-anak di film ini juga bisa membimbing kita dan membuat orang tua lebih sadar untuk selalu hadir dan berjuang demi keluarga," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Kisah seorang anak yang mencari kado untuk ibunya sebenarnya terinspirasi dari kisah personal sang sutradara, M. Amrul Umammi, dan penulis skenario M. Ali Ghifari. Sebagai sesama orang tua, keduanya pernah merasakan bagaimana seorang anak memberikan kado untuk mereka. Sebuah perasaan hangat dan haru, yang juga menunjukkan perjuangan sang anak untuk orang tuanya, meski tampak sederhana.

Dari kisah itulah kemudian dituangkan ke dalam film Kado Untuk Ibu yang lebih dramatis dan menyentuh secara emosional. Diharapkan film ini juga bisa menjadi pengingat bagi penonton untuk selalu berjuang, dan menjadi ucapan terima kasih karena sudah bertahan untuk menjadi keluarga.

"Ada salah satu adegan yang membuat saya saat menggarap film ini merasa sangat tersentuh. Ketika Ara yang masih sekecil itu begitu dewasa menghargai perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai seorang Ayah, saya berharap film ini juga bisa menjadi pengingat, bahwa kita berjuang di luar sana mencari nafkah demi orang-orang tersayang di rumah," ujar sutradara M. Amrul Umammi.

Luisa Adreena, yang sebelumnya mendapat pujian dari perannya, di film Kado Untuk Ibu kembali menampilkan peran terbaiknya lagi. Sebagai Ara, Luisa berhasil mencuri perhatian sepanjang film dengan berbagai tingkah dan dialognya. Membuat kita belajar tentang pendewasaan dari kacamata sederhana anak kecil.

"Aku senang banget memerankan Ara di film ini, karena bisa berpetualang dengan Om Damkar yang diperankan Kak Emir Mahira. Di sini aku jadi anaknya Om Dimas Aditya dan Kak Agla Artalidia, yang seru banget. Meskipun ada satu adegan yang bikin aku sangat sedih dan nangis banget, dan itu jadi salah satu adegan favorit aku di film ini," cerita Luisa Adreena.

Berbicara tentang perannya sebagai Zizah, Ibu dari Ara, Agla Artalidia menjelaskan pengalamannya berperan bersama Luisa. "Luisa adalah aktor yang sangat-sangat brilian, menyenangkan sekali berkolaborasi dengan Luisa. Tidak ada kesulitan untuk membangun chemistry, kami benar-benar meruntuhkan semua tembok untuk bisa menjadi ibu dan anak. Di film Kado untuk Ibu ini menunjukkan perjalanan anak yang ingin memberikan rasa cintanya untuk sang ibu. Dan kita semua di dunia ini adalah seorang anak. Jadi kita pasti bisa relate dengan bagaimana memberikan kasih sayang terhadap ibu," ujar Agla Artalidia.

Tonton kehangatan drama keluarga Kado Untuk Ibu, film paling plot twist tahun ini di bioskop mulai 6 Agustus 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Kado Untuk Ibu melalui Instagram @filmkadountukibu, @starvisionplus, @fmmstudios dan TikTok @StarvisionOfficial.

Sinopsis

FARIS (Emir Mahira), seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu ARA (Luisa Adreena) mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.

Pemain dan Tim Produksi

Pemeran

Luisa Adreena sebagai Ara

Emir Mahira sebagai Faris

Agla Artalidia sebagai Zizah

Dimas Aditya sebagai Musa

Rey Bong sebagai Yusuf

Elsa Japasal sebagai Zulaikha

Maizura sebagai Adis

Mazaya Amania sebagai Icha

Jordan Omar sebagai Boni

Arif Alfiansyah sebagai Pepeng

Dennis Adishwara sebagai Pak Harto

Ence Bagus sebagai Pak Karsa

Dio Pratama sebagai Dio

Sadana Agung sebagai Pak Bondan

Adam Xavier sebagai Bumi

Paloma Turangan sebagai Mila

Maheera Yusuf sebagai Dini

Vonny Anggraini sebagai Ibu Ningsih

Siti Fauziah sebagai Ibu Toha

Shafira Khadijah sebagai Gina

Chacha Hits sebagai Nur

Rama Jedi Master sebagai Ayah Icha

Juju Mazaya sebagai Ibu Icha

Tim Produksi

Produksi : Starvision, FMM Studios

Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan

Sutradara : M. Amrul Umammi

Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari

Produser Lini : Andre Addin

Penulis Skenario : M. Ali Ghifari

Penata Artistik : Mai Harizon

Penata Kamera : Mawan Kelana

Penyunting Gambar : Wawan I. Wibowo

Penata Suara: Riza I. Zulfikar

Perekam Suara: Aditya Trisnawan

Penata Musik: Febri Pratama

Penata Warna: Hariopati Rinanto

Penata Grafis & VFX: In My Room

Penata Rias: Gabe Sima

Penata Busana: Yulistiowati

Penata Peran: Dwi Keke Novita, Arief Havidz, Erik Arfin

Perancang Poster: Alvin Hariz

OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari

Tentang Starvision

Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Tentang FMM

FMM Studios adalah rumah produksi yang didirikan oleh M. Ali Ghifari dan M. Amrul Umammi. Sejak 2014, FMM aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat film pendek dan web series yang sudah dinikmati jutaan penonton di berbagai platform media sosial.

Seiring berkembangnya perjalanan kreatif, FMM Studios mulai menggeluti industri film sejak 2017, dan hingga kini telah memproduksi 7 film panjang untuk penayangan bioskop seperti Perjalanan Pembuktian Cinta, Lebih dari Selamanya dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.

Berawal dari ide kreatif yang mencintai dunia audio visual, FMM Studios terus berkembang menjadi studio profesional yang menghadirkan film pendek, web series, kampanye brand, hingga film panjang yang menggugah hati dan menginspirasi banyak orang.

Rilis Final Trailer, Film "Dan Bandung" Kisah Perjuangan Cinta Karya Pidi Baiq dan Arahan Rudi Soedjarwo, Siap Mengaduk Emosi Penonton

Jakarta, 29 Juli 2026 — Pernah dibikin baper dan susah move on oleh karya-karyanya Pidi Baiq? Bersiaplah untuk kembali merelakan hati kalian. Kreator di balik fenomena semesta Dilan ini kembali menghadirkan kisah terbarunya lewat film layar lebar berjudul "Dan Bandung". Menjelang penayangannya, Verona Films secara resmi meluncurkan Final Trailer dalam acara press conference yang digelar secara meriah di Plaza Senayan XXI.

​Acara peluncuran Final Trailer ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting di balik layar, yakni Produser Eksekutif Bedy Kunady, Produser Titin Suryani, dan Sutradara Rudi Soedjarwo yang turut hadir memeriahkan press conference ini bersama jajaran pemeran seperti Samo Rafael, Shanna Shannon, Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Jenny Zhang, Tike Priatnakusumah, Nugie, De Boer William, dan Ade Habibie.

​Final Trailer Dan Bandung membawa penonton masuk ke dalam perjalanan emosional Basil dan Elma, memperlihatkan bagaimana cinta harus diuji oleh berbagai pilihan, pengorbanan, dan kenyataan yang tak selalu berpihak. Cuplikan ini memperlihatkan dengan intim bagaimana perjuangan keras dua anak muda yang sedang jatuh cinta sedalam-dalamnya, namun harus berbenturan dengan realita pahit karena hubungan mereka tidak mendapatkan restu dari keluarga.

​Duduk di kursi sutradara adalah Rudi Soedjarwo, sineas yang dikenal luas telah melahirkan salah satu film romansa paling ikonik di Indonesia, Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Menggarap kisah romansa dari semesta Pidi Baiq memberikan kesan mendalam tersendiri baginya.

​"Ini film yang nggak mungkin saya buat saat muda dulu. Banyak sekali tema-tema yang saya eksplor dalam cerita ini, dari kehadiran keluarga dalam hidup kita, manisnya kisah cinta muda, dan realita yang seringkali tak seindah pikiran kita," ungkap Rudi Soedjarwo menceritakan pengalamannya menggarap "Dan Bandung".

​Dengan kolaborasi Rudi Soedjarwo dan Pidi Baiq, Produser, Titin Suryani pun berharap film produksi Verona Films kali ini mampu diterima dan disukai penonton Indonesia.

​"Dan Bandung lahir dari kolaborasi orang-orang hebat yang memiliki visi yang sama. Melalui kisah yang dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat, film ini mengangkat konflik, persahabatan, perjuangan, dan perjalanan cinta Basil dan Elma. Harapan kami, film kedua Verona ini dapat diterima dengan hangat oleh penonton dan menjadi salah satu karya yang turut mewarnai perjalanan perfilman Indonesia," jelas Titin Suryani

​Bersiaplah untuk menjadi saksi dari manisnya cinta muda dan beratnya realita yang harus mereka hadapi. Film 'Dan Bandung' dipastikan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Catat tanggalnya, dan ikuti terus akun media sosial resmi di @filmdanbandung untuk mendapatkan informasi terbaru.

Tentang Verona Films

Verona Films merupakan ekspansi dari Verona Pictures, rumah produksi yang didirikan oleh Titin Suryani sejak tanggal 10 Oktober 2010, yang selama 15 tahun ini sudah memproduksi ratusan judul sinetron, dan menghasilkan ribuan episode, seperti Terpaksa Menikahi Tuan Muda, Suami Pengganti, dan Bintang Samudera. Pada tahun 2024, Verona Pictures telah resmi masuk ke lantai bursa (Go Public) menjadi PT Verona Indah Pictures Tbk.

Bersama tim yang solid dan didukung sineas profesional di bidangnya, Verona Films memiliki misi untuk menjadi rumah bagi para sineas dan pekerja kreatif di Indonesia untuk berkembang dan berkarya. Verona Films juga berkomitmen untuk memproduksi karya sinematografi terbaik yang dapat menghibur dan diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga Verona Films dapat memberikan warna baru di industri film tanah air.

Viu Hadirkan Tujuh Tayangan Lintas Genre untuk Warnai Kuartal Ketiga 2026

Jakarta, 29 Juli 2026 - Viu memperkenalkan tujuh tayangan yang mengisi kuartal ketiga 2026 melalui Viu Media Gathering Q3 2026 di Jakarta. Lineup ini mempertemukan drama romantis Korea, komedi dan thriller keluarga, hiburan lokal, serta dua judul yang menghadirkan talenta Indonesia: Garam Muda dan Dia Perempuan Sialan.

​Tujuh judul tersebut adalah Dream to You, Lapor Pak!, The Affair Was Just the Beginning, Garam Muda, OK! Let's Get Divorced, Zong Ran dan Dia Perempuan Sialan. Dream to You telah hadir di Viu sejak 13 Juli, disusul Lapor Pak! pada 24 Juli. Empat judul berikutnya akan hadir bertahap mulai akhir Juli hingga September 2026.

​Dream to You Mempertemukan Hwang In-youp dan Hyeri dengan Mimpi yang Pernah Ditinggalkan

​Dream to You menghadirkan Hwang In-youp dan Hyeri dalam kisah Woo Su-bin, sutradara muda berbakat yang kembali ke Korea untuk mencari Joo Yi-jae, perempuan yang pernah berbagi mimpi dengannya ketika remaja. Di balik keberhasilan Su-bin, ada bagian masa lalu yang belum selesai. Sementara itu, Yi-jae kini menjalani keseharian sebagai reporter dan telah lama mengubur ambisinya.

​Pertemuan mereka memaksa keduanya menghadapi kembali perasaan yang tertinggal serta versi diri yang pernah mereka abaikan. Drama romantis komedi 12 episode ini mengangkat tema burnout, penemuan kembali diri, dan transisi hidup di usia akhir 20-an hingga 30-an. Dream to You tayang di Viu sejak 13 Juli 2026 dengan episode akhir pada 18 Agustus 2026.

​Viu Hadirkan 30 Episode Pilihan Lapor Pak! yang Paling Pecah

​Lapor Pak! membawa warna komedi Indonesia ke dalam lineup kuartal ketiga Viu. Variety show berlatar kantor polisi ini mengolah isu publik dan topik yang sedang menjadi perbincangan melalui parodi, sketsa, serta improvisasi spontan para pemainnya. Program ini menghadirkan Andre Taulany, Wendi Cagur, Andhika Pratama, Kiky Saputri, Ayu Ting Ting, Surya Insomnia, dan Hesti Purwadinata.

​Sebanyak 30 episode pilihan Lapor Pak! tersedia di Viu mulai 24 Juli 2026. Sepuluh episode pertama hadir saat peluncuran, kemudian dilanjutkan dengan satu episode baru setiap hari hingga seluruh koleksinya tersedia. Pilihan ini memungkinkan penonton menikmati kembali momen-momen paling lucu, spontan, dan tidak diduga dari para pemain kapan saja melalui Viu.

​Rahasia Keluarga, Perselingkuhan, dan Kejahatan dalam Balutan Komedi Gelap

​Mulai 31 Juli, Viu menghadirkan The Affair Was Just the Beginning, serial delapan episode yang memadukan drama keluarga, komedi gelap, thriller satir, dan misteri kejahatan. Kehidupan keluarga suburban yang tampak sempurna mulai runtuh ketika Kyung-hee, CEO sukses yang dikenal sebagai "Korea's Mom Next Door", mencurigai suaminya berselingkuh. Namun, yang ia temukan justru rahasia yang jauh lebih berbahaya dan menyeret keluarganya ke dalam insiden fatal serta upaya menutupinya.

​Serial ini dibintangi Kim Hye-soo dan Cho Yeo-jeong. The Affair Was Just the Beginning diciptakan oleh Hwang Dong-hyuk, kreator di balik fenomena global Squid Game. Perpaduan ketegangan, humor gelap, dinamika keluarga, dan satire sosial menjadi daya tarik utama serial ini.

​Garam Muda Membawa Hipdut ke Dalam Romansa Remaja

Pada 7 Agustus, Viu Original Garam Muda menghadirkan kisah romansa remaja musikal dengan hipdut, perpaduan hip-hop dan dangdut, sebagai bagian penting dari dunia ceritanya. Serial 12 episode ini dibintangi Junior Roberts sebagai Kaizen dan Aisyah Aqilah sebagai Annet.

​Kaizen dikenal sebagai siswa paling populer di sekolah elite. Kehidupannya mulai berubah ketika ia kembali bertemu Annet, gadis berjiwa bebas yang pernah melindunginya dari perundungan. Demi mendekati Annet, Kaizen diam-diam masuk ke dunia hipdut dan bergabung dengan kelompoknya yang sedang mengejar mimpi menjadi musisi viral.

​Pilihan itu membuat Kaizen harus menghadapi tekanan sosial, cinta segitiga, dan ketakutan menjadi orang luar. Di tengah musik, persahabatan, dan konflik khas remaja, Garam Muda membawa cerita tentang keberanian menjadi diri sendiri meski harus mempertaruhkan citra dan penerimaan lingkungan.

Zong Ran Menghubungkan Dua Masa melalui Sebuah Ponsel Lama

Drama China Zong Ran membawa romansa fantasi tentang dua orang yang dipisahkan oleh waktu. Ren Zhan, yang hidup pada 2021, menemukan ponsel lama di kamar kontrakannya dan menerima pesan dari Wu Xiu yang dikirim sepuluh tahun sebelumnya. Keduanya mulai berkomunikasi melintasi waktu dan berusaha menemukan satu sama lain di masa masing-masing.

​Setiap upaya mereka untuk mengubah keadaan justru membawa konsekuensi baru bagi kehidupan satu sama lain. Dibintangi Liang Jie dan Guo Junchen, drama modern-romansa-fantasi produksi Huace ini terdiri atas 30 episode berdurasi sekitar 45 menit. Zong Ran dijadwalkan hadir di Viu pada kuartal ketiga 2026, dengan tanggal penayangan yang akan diumumkan kemudian.

Romansa Dimulai dari Keputusan untuk Bercerai

OK! Let's Get Divorced hadir di Viu mulai 19 Agustus dengan premis "divorce-first". Drama 12 episode ini mengikuti pasangan terkenal di balik sebuah pernikahan tampak sempurna di hadapan publik. Namun, konflik personal dan profesional yang telah lama tersimpan mulai meruntuhkan pernikahan tersebut.

​Setelah pertengkaran di depan kamera dalam sebuah reality show, sang istri mengajukan perceraian. Keputusan itu memicu pertarungan hukum dan memaksa keduanya menghadapi masa lalu, emosi yang belum selesai, serta pertanyaan apakah hubungan mereka masih memiliki arti. Drama ini dibintangi Lee Min-jung dan Kim Ji-seok.

Dia Perempuan Sialan Membawa Dendam ke Dalam Rumah yang Dikuasai Ketakutan

Lineup berlanjut pada 10 September melalui Dia Perempuan Sialan, thriller drama delapan episode yang dibintangi Meerqeen, Caitlin Halderman, dan Hannah Delisha. Cerita bermula ketika Puan Sri Asyikin menuduh pembantunya, Bulan, membunuh kucing kesayangannya. la menganiaya Bulan, mengejarnya ke jalan, lalu menabraknya tanpa penyesalan.

​Delapan bulan kemudian, Puan Sri meninggal secara mengerikan dan keluarganya meyakini ia telah dikutuk. Pada hari yang sama, seorang pembantu baru bernama Riska tiba di rumah itu. la tampak lembut dan dapat dipercaya, tetapi kedatangannya bukan kebetulan.

​Dengan enam judul tersebut, Viu menghadirkan pilihan cerita yang bergerak dari romansa dan pencarian jati diri, komedi, musik, konflik rumah tangga, hingga thriller penuh rahasia. Seluruh tayangan dapat disaksikan secara bertahap di Viu sepanjang kuartal ketiga 2026.

Selasa, 28 Juli 2026

Film Bapakmu Kiper, Kisah Ayah dan Anak yang Belajar Memaafkan Lewat Sepak Bola Tarkam

​Jakarta, 28 Juli 2026 - Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer perdana Film Bapakmu Kiper yang akan tayang di bioskop pada 3 September 2026. Film ini menghadirkan kisah hangat sekaligus mengharukan tentang hubungan ayah dan anak laki-laki yang telah lama renggang, dan bagaimana keduanya dipertemukan kembali lewat serunya sepak bola antar kampung (tarkam).

​Trailer memperlihatkan sosok anak yang menyimpan jarak dan luka terhadap ayahnya, serta sang ayah yang berusaha mencari cara untuk kembali dekat dengan anaknya setelah bertahun-tahun terpisah oleh masalah masa lalu. Di tengah kecanggungan itu, pertandingan tarkam yang seru, nyeleneh, dan penuh tawa menjadi jembatan tak terduga yang mempertemukan keduanya di satu lapangan yang sama.

​Alih-alih menghadirkan drama yang berat, Bapakmu Kiper memilih pendekatan yang jenaka dan membumi, menertawakan kekonyolan pertandingan kampung dengan segala kleniknya, tingkah para pemain dan penonton yang riuh, sekaligus menyisipkan momen-momen kecil yang perlahan mencairkan hubungan ayah dan anak ini. Dari sanalah pertanyaan besar film ini muncul, bisakah keduanya saling memaafkan dan berdamai dengan masalah di masa lalu, dan memberi diri mereka kesempatan kedua untuk saling percaya?

​Film ini diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia (ESI), rumah produksi yang berada di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), dan menjadi proyek perdana yang diproduksi secara mandiri oleh ESI. Film ini disutradarai oleh Ody Harahap, yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru, dengan naskah ditulis oleh Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Di isi jajaran Produser Eksekutif yakni Patricia Gunadi, Garnet Geraldine selaku Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia, dan Yvonne Supangkat. Film ini juga diproduksi oleh Arci Fadillah.

​Trailer dan poster juga menampilkan atmosfer khas tarkam yang riuh dan penuh warna, berpadu dengan momen-momen personal yang menyentuh antara kedua tokoh utama.

Sejumlah karakter pendukung turut memperkaya cerita, menghadirkan komedi sekaligus kehangatan yang membuat perjalanan rekonsiliasi ini terasa dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

​Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, Bapakmu Kiper dibintangi oleh Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabesy, Didi Murs, Mahmud Jabrik, dan Joko Nugroho.

​Kehangatan hubungan ayah dan anak yang diangkat dalam film ini juga dirasakan langsung oleh para pemain dan tim produksi yang terlibat. Fedi Nuril, yang memerankan Warto, menilai kedekatan emosional dunia tarkam dengan keluarga Indonesia jarang diangkat secara utuh ke layar lebar.

​"Apa yang dialami karakter Warto dan Dino di film ini mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Apalagi saya sendiri punya tiga anak laki-laki, ya. Jadi memahami posisi Warto, di balik ketidakakurannya itu sebenarnya hanyalah ketidakmampuan seorang ayah untuk menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang yang besar dengan benar saja. Jadi cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung saya rasa akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, tapi jarang diangkat secara utuh ke layar lebar. Menurut saya itu yang membuat Bapakmu Kiper terasa spesial. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi," kata Fedi.

​Bagi Ali Fikry, yang berperan sebagai Dino, kehangatan itu terasa lewat proses menyelami karakter yang perlahan belajar percaya lagi pada sosok ayahnya.

​"Buat aku, Dino itu bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini soal gimana rasanya nunggu seseorang berubah, dan akhirnya belajar buat percaya lagi. Seru banget bisa bawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak," ujar Ali.

​Kehangatan yang dirasakan Ali di lapangan syuting itu juga menjadi alasan besar di balik keputusan tim produksi mengangkat cerita ini ke layar lebar, seperti disampaikan Garnet Geraldine, Direktur Utama ESI sekaligus produser eksekutif Bapakmu Kiper.

​"Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton ketawa, tapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia punya cerita serupa. Luka yang belum selesai, dan harapan untuk berdamai. Sepakbola Tarkam bisa jadi cara paling sederhana buat menceritakannya," ujar Garnet Geraldine.

Bapakmu Kiper diharapkan menjadi film drama keluarga Indonesia yang menghibur sekaligus menyentuh, membuktikan bahwa lapangan bola sederhana pun bisa menjadi tempat memperbaiki hubungan yang paling berarti, dan bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua.

​Trailer resmi kini telah tersedia dan mengajak penonton untuk mulai mengenal perjalanan ayah dan anak ini sebelum filmnya hadir di bioskop pada 3 September 2026.

Dua Talenta Muda The Icon SCTV Siap Hiasi Blantika Musik Indonesia: Vedra dan Felicia Gandeng Pencipta Lagu Hits Tanah Air untuk Single Perdana

JAKARTA, 24 JULI 2026 — Digelar sejak 13 April 2026 di SCTV dan platform streaming Vidio, ajang pencarian bakat The Icon Indonesia hadir untuk mencetak ikon baru industri musik tanah air dengan vokal mumpuni dan karakter yang kuat.

​Kini, dua finalis terbaiknya, Vedra dan Felicia, siap melangkah ke panggung profesional dan menandai debut mereka di industri musik Indonesia melalui rilis single perdana dalam waktu dekat.

​Langkah awal kedua penyanyi muda ini didukung penuh oleh deretan komposer atau pencipta lagu hitmaker papan atas Indonesia. Single perdana mereka membawakan warna emosi yang mendalam, sekaligus membuktikan kematangan musikalitas mereka.

Vedra Victoria — "Kronologi": Narasi Pelampiasan dan Ketidakpastian Rasa Garapan Alam Urbach

​Gadis muda kelahiran Batam, 11 Februari 2010 ini dikenal publik lewat karakter vokal pop ballad yang tebal, kuat, serta kaya akan emosi. Tidak hanya mengandalkan power vocal, Vedra Victoria Zhiping Sibuea juga dikenal sebagai seorang multi talented musician yang piawai memainkan gitar dan piano, membawakan persona seorang chic-elegant singer-songwriter yang cerdas di panggung.

​Untuk single perdananya yang berjudul "Kronologi", Vedra dipercaya membawakan karya ciptaan Alam Urbach, sosok di balik lahirnya lagu-lagu legendaris Indonesia seperti "Kau Adalah" (Isyana Sarasvati feat Rayi Putra), Katakan Tidak (Afgan) serta "Kamu Yang Ku Tunggu" (Rossa, Afgan).

"Kronologi" merangkai cerita tentang dinamika hubungan yang mendingin secara tiba-tiba. Lagu ini memotret fase ketika rasa cinta yang semula menggelora perlahan menguap dalam waktu singkat, meninggalkan pertanyaan besar: Apakah ini sekadar kebosanan, kepalsuan rasa, atau bentuk pelampiasan emosi semata?

Felicia Angelica — "Masalahnya": Kontradiksi Hati dan Logika Ciptaan Iqbal Siregar

​Sementara itu, Felicia Angelica, finalis muda asal Tangerang kelahiran 26 Desember 2011, bukanlah nama baru dalam panggung kompetisi bernyanyi. Sebelum melangkah di The Icon SCTV, Felicia telah membuktikan kualitasnya dengan meraih gelar Juara 1 Star Voice Junior. Dengan reputasi vokal yang matang, vibe musikal teatrikal, serta kedalaman ekspresi, Felicia kerap memukau penonton lewat pembawaannya yang emosional.

​Single debut Felicia bertajuk "Masalahnya" lahir dari tangan dingin Iqbal Siregar, Denis Ligia, Faishal M. Fasya. Iqbal Siregar dikenal sebagai pencipta lagu dan hitmaker kenamaan yang sukses melahirkan deretan karya populer Indonesia seperti "Sialan" (Juicy Luicy & Adrian Khalif), "Kacamata" (Afgan),hingga "Alamak" (Adrian Khalif & Rizky Febian). Faishal M. Fasya merupakan produser musik, pencipta lagu dan musisi, dikenal lewat karya hitsnya seperti "Lampu Kuning" dan "Sialan".

​Sedangkan Denis Ligia adalah gitaris sekaligus pencipta lagu dari grup musik Juicy Luicy yang dikenal lewat karya karyanya seperti, "Lantas", "Sialan" dan "Asing".

"Masalahnya" mengangkat pergolakan batin seseorang yang terjebak di antara logika dan perasaan. Secara sadar, logika menuntutnya untuk melupakan dan melangkah pergi, namun hati kecilnya terus memilih untuk rindu dan kembali, meski ia tahu sang kekasih tak akan pernah berubah.

​Kedua finalis Felicia dan Vedra berhasil membawakan kedua karya mereka dengan baik di panggung The Icon Indonesia Senin malam lalu tidak hanya menuai pujian dari para juri, tetapi juga mencuri perhatian penonton. Kehangatan yang tercipta di panggung tersebut menjadi sinyal positif menjelang perilisan resmi kedua single debut mereka di seluruh platform musik digital pada 3 Agustus 2026.

Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan tampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

​Follow us: Ig @trinityoptima, Tiktok @trinityoptimap

Kronologi Lirik - Vedra

​Entah apa dan mengapa

Aku sudah tak ada rasa

Darahku yang cepat berubah

Kau buatku ingin cepat pisah

​Tahu mengapa aku tak cinta

Lagi padamu, sang pesona

Apa karena bosan saja

Apa karena ku peran jahatnya

​Mengapa jatuh cinta itu tidak selamanya

Mengapa hanya dua bulan saja

Kau mungkin hanya berlintasan saja

Oh, indahnya

Hanya dua minggu lalu biasa

Hanya memuaskan separuh jiwa

Sebab marah yang ku bawa

Kau pelampiasanku

Tahu mengapa aku tak cinta lagi

Padamu, sang pesona

Apa karena bosan

Apa karena ku peran jahatnya

Mengapa jatuh cinta itu tidak selamanya

Mengapa hanya dua bulan saja

Kau mungkin hanya berlintasan saja

Oh, indahnya

Hanya dua minggu lalu biasa

Hanya memuaskan separuh jiwa

Marah yang ku bawa

Kau pelampiasanku

Masalahnya Lirik - Felicia

Sebelum lelap di malam tadi

Ku janji esok pasti kan jadi

Hari pertama ku lupakan dia

Tapi sepertinya, ku tak berhasil

Kepalaku bilang pergi yang jauh

Ingat air mata yang dulu

Tapi sayang sekali, hatiku rindu

Jatuh, ku tak takut

Untukmu, ku jemput

Ke langit atau laut

Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya

Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah

Janji besok, ku tak kalah

Tapi ada kala ku goyah

Lupa sumpah kemarin

Lupakanmu mulai hari ini

Sebangun tidurku pagi tadi (ku bisikan)

Jangan ingat dia hari ini

Tapi sayang sekali, hatiku rindu

Jatuh, ku tak takut

Untukmu, ku jemput

Ke langit atau laut

Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya

Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah

Janji besok, ku tak kalah

Tapi ada kala ku goyah

Lupa sumpah kemarin

Lupakanmu mulai hari ini

Bahkan tidur malam saja, ku tak berani

Takutnya ada kau di mimpi

Melibatkanmu ku lemah, tahu sendiri

Siang sampai ke larut

Kau ajak ku ikut

Ke langit atau laut

Bahkan tidur malam saja, ku tak berani

Takutnya ada kau di mimpi

Melibatkanmu ku lemah, tahu sendiri

Siang sampai ke larut

Kau ajak ku ikut

Ke langit atau laut

Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya

Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah

Janji besok, ku tak kalah

Tapi ada kala ku goyah

Lupa sumpah kemarin

Lupakanmu mulai hari ini

Kamis, 23 Juli 2026

MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Bunga di Tepi Jurang, Perkaya Pilihan Hiburan Digital dengan Kisah yang Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

Original series ini menghadirkan kisah perjuangan untuk bangkit dan memperkaya pilihan konten lokal berkualitas

Jakarta, 23 Juli 2026 — Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tontonan lokal yang berkualitas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, MAXStream TV bersama iQIYI resmi memperkenalkan original series terbaru, Bunga di Tepi Jurang. Mengangkat kisah tentang perjuangan, harapan, dan ketangguhan seorang perempuan, series ini menjadi langkah terbaru bagi kedua platform dalam menghadirkan tontonan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia.

​Menggandeng Leo Pictures selaku rumah produksi, series Bunga di Tepi Jurang menjadi wujud komitmen ketiga pihak untuk terus menghadirkan original series Indonesia berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional. Melalui distribusi lintas platform, masyarakat dapat menikmati karya lokal yang semakin mudah dijangkau kapan saja dan di mana saja.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, mengatakan, "Kami percaya kolaborasi bersama iQIYI menjadi bagian penting dalam menyuguhkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam bagi masyarakat. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan, termasuk akses ke konten berkualitas yang dapat dinikmati dengan mudah melalui ekosistem digital Telkomsel."

Bunga di Tepi Jurang mengisahkan Andini yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya demi membangun kehidupan yang ia pilih. Cerita ini mengangkat tema perjuangan, harapan, dan keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan hidup.

​"Andini adalah karakter yang sangat manusiawi dan penuh perjuangan. Saya berharap perjalanan hidupnya dapat memberikan inspirasi sekaligus membuat penonton bisa ikut merasakan setiap emosi yang ia lalui," ucap Claresta Taufan.

​Dengan konflik yang kompleks dan karakter yang terus berkembang, Bunga di Tepi Jurang menghadirkan pengalaman menonton yang emosional sekaligus penuh ketegangan. Melalui perjalanan Andini menghadapi berbagai tekanan dalam hidup, mulai dari keluarga dan relasi yang rumit hingga pencarian jati diri, penonton diajak menyaksikan kisah tentang keberanian untuk bangkit, melangkah maju, dan menentukan arah hidupnya sendiri.

Bunga di Tepi Jurang didukung oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia, termasuk Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, hingga aktor legendaris Anjasmara dan aktor muda yang sedang naik daun, Raden Rakha. Kolaborasi lintas generasi ini menyuguhkan dinamika antar karakter yang memperkaya emosi dan konflik dalam cerita.

Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, menambahkan "Melalui Bunga di Tepi Jurang, kami ingin menghadirkan kisah tentang perjuangan, pilihan hidup, dan ketangguhan seorang perempuan. Series ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan original Indonesian storytelling yang berkualitas serta mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton."

Bunga di Tepi Jurang dapat disaksikan mulai 31 Juli 2026 melalui MAXStream TV dan iQIYI lewat aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Didukung jaringan Telkomsel yang andal, pelanggan dapat menikmati tayangan secara lancar dan nyaman, sehingga pengalaman menikmati hiburan digital berkualitas menjadi semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja.

Tentang Telkomsel

Telkomsel adalah penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang hadir untuk melayani sepenuh hati melalui konektivitas, layanan, dan solusi yang unggul dan inovatif. Berdiri sejak 1995, Telkomsel terus mendukung transformasi digital bangsa dengan jaringan 4G yang menjangkau 97% wilayah populasi serta menjadi pionir layanan 5G terdepan dan terluas di Indonesia. Melayani ratusan juta pelanggan mobile dan fixed broadband, Telkomsel fokus menghadirkan ragam produk bernilai tambah beyond telco serta memperluas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Operasional perusahaan dijalankan secara berkelanjutan dengan prinsip ESG, dan layanan Telkomsel dapat diakses melalui telkomsel.com, media sosial @telkomsel, aplikasi MyTelkomsel, serta berbagai kanal resmi lainnya.

Tentang MAXStream TV

MAXStream TV adalah platform OTT unggulan dengan koleksi film dan series Indonesia lintas era dan genre, eksklusif serta tanpa biaya tambahan bagi seluruh pelanggan Telkomsel, yang dapat diakses melalui aplikasi mobile, Android TV, maupun langsung dari Set-Up Box (STB) untuk TV dengan berlangganan IndiHome. Untuk mengunduh aplikasi bisa melalui Google Play Store dan App Store.

​Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: https://MAXStream.tv/

Instagram: @MAXStream.tv

TikTok: @MAXStream.tv

YouTube: @MAXStreamTV

App: App Store & Google Play Store

Tentang iQIYI International

iQIYI menghadirkan iQIYI International (iq.com dan aplikasi internasionalnya), layanan streaming yang menyajikan beragam series TV dan film Asia bagi penonton global. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet di 191 wilayah di seluruh dunia, dengan antarmuka dan subtitle yang tersedia dalam 12 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin Sederhana, Mandarin Tradisional, Inggris, Melayu, Thai, Vietnam, Korea, dan Spanyol. Saat ini, iQIYI International telah melayani lebih dari 100 juta pengguna dengan katalog konten yang mencakup lebih dari 1.700 judul drama, variety show, dan anime, serta sekitar 2.000 film. iQIYI International juga memiliki kantor lokal di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Amerika Utara.

​Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:

Website: www.iq.com

Facebook: @iQIYIIndonesia

Instagram: @iqiyi.indonesia

TikTok: @iqiyi.indonesia

YouTube: @iQIYIIndonesia

Film 'Istimewa' Rilis Official Trailer dan Poster, Angkat Ketulusan Perjalanan Anak-Anak Disabilitas (Istimewa) Dalam Mencari dan Menguatkan Sang Ayah

Jakarta, 23 Juli 2026 – Kairos Film resmi merilis official trailer dan poster film Istimewa. Istimewa merupakan film keluarga yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan dan semua umur. Bercerita tentang sebuah drama keluarga yang mengikuti perjalanan sekelompok anak-anak disabilitas (Istimewa) dalam mencari Ayah yang menjadi tempat mereka pulang. Dibalut dengan petualangan yang penuh kejutan, dinamika persahabatan yang hangat, serta momen-momen yang mengundang tawa, Istimewa menghadirkan kisah yang menghibur sekaligus menghangatkan hati tentang keluarga, keberanian, dan arti kehadiran.

​Disutradarai Ruben Adrian, Istimewa mengisahkan kehidupan anak-anak di Rumah Istimewa yang tumbuh bersama dalam kasih sayang Pak Mahendra. Ketika figur Ayah yang selama ini menjadi tempat mereka bersandar tiba-tiba menghilang, mereka memutuskan meninggalkan rumah demi mencarinya. Dari situlah petualangan dimulai, membawa mereka bertemu orang-orang baru, menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menemukan makna persahabatan, keberanian, dan keluarga.

​Melalui kisah tersebut, Istimewa menghadirkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai karakter utama yang aktif menggerakkan cerita. Dengan kepribadian yang beragam, rasa ingin tahu yang besar, dan dinamika yang penuh warna, mereka hadir sebagai pahlawan dan sebagai individu yang memiliki mimpi, keberanian, rasa humor, dan cara unik dalam memandang dunia. Mereka akan tetap hadir menebarkan kebaikan dan kasih sayang pada seluruh umat manusia.

​Ruben Adrian, Sutradara Istimewa, mengatakan, “Sejak awal kami ingin menghadirkan film yang bisa mengubah cara pandang seseorang dan dinikmati semua kalangan. Ada tawa, ada petualangan, ada momen-momen yang hangat, tetapi di saat yang sama penonton juga diajak mengenal anak-anak ini sebagai manusia yang utuh. Yang membuat Istimewa begitu berarti bagi kami adalah karena film ini lahir dari berbagai kisah nyata yang kami dengarkan langsung dari teman-teman Istimewa. Kisah-kisah itu kemudian kami rangkai menjadi sebuah simfoni perjalanan yang penuh harapan, keberanian, dan kasih sayang. Melalui perjalanan mencari Ayah, kami berharap penonton ikut merasakan bahwa rumah dan keluarga bisa hadir lewat penerimaan, kasih sayang, dan orang-orang yang memilih untuk tetap bersama, dengan berpijak pada nilai saling memaafkan dan saling mengasihi.”

​Official trailer memperlihatkan sekilas kehidupan hangat di Rumah Istimewa sebelum berubah menjadi sebuah perjalanan penuh kejadian tak terduga. Mulai dari tingkah usil yang mengundang tawa, persahabatan yang menghangatkan, hingga berbagai rintangan yang harus mereka hadapi bersama, trailer ini memberikan gambaran tentang petualangan emosional yang menjadi inti cerita Istimewa.

Sementara itu, poster resmi film menampilkan seluruh anggota keluarga rumah Istimewa yang berkumpul di depan rumah yang menjadi tempat mereka tumbuh bersama. Visual tersebut menjadi simbol bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk kembali, melainkan ruang yang dibangun oleh kasih sayang, penerimaan, dan orang-orang yang memilih untuk tetap hadir.

​Mathias Muchus, yang memerankan sosok Pak Mahendra, mengatakan, "Yang membuat saya jatuh hati pada Istimewa adalah ketulusannya. Film ini mengingatkan kita bahwa keluarga tidak selalu tentang hubungan darah, tetapi tentang siapa yang memilih untuk menerima, menjaga, dan tetap hadir ketika kita saling membutuhkan."

​Sementara itu, Aldi, salah satu pemeran anak dalam Istimewa, berharap film ini dapat membuka mata masyarakat. "Aku bangga bisa jadi bagian dari Istimewa. Aku senang kisahnya diangkat ke dalam film ini. Semoga film ini bisa jadi motivasi untuk anak-anak disabilitas kembali bangkit meraih mimpi masing-masing, dan membuktikan bahwa teman-teman Istimewa juga mampu berkarya. Semoga Istimewa ditonton seluruh masyarakat Indonesia dan dunia."

​Melalui pendekatan Istimewa menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia Film ini menempatkan anak-anak disabilitas (Istimewa) sebagai pusat cerita yang menggerakkan alur melalui pilihan, keberanian, dan hubungan yang mereka bangun dengan orang-orang di sekitar mereka.

Istimewa akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Official trailer kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube dan media sosial resmi Kairos Pictures.

SINOPSIS

​Di Rumah Istimewa, lima anak dengan disabilitas Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), Mul (Mustofa), hidup sebagai keluarga bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus), sosok Ayah yang penuh kasih, dan seorang sukarelawan, Mbak Kinan (Yanni Melwani) yang setia merawat mereka. Saat Ayah divonis kanker dan memilih pergi diam-diam agar mereka tak melihatnya melemah, anak-anak nekat melakukan perjalanan untuk mencarinya. Di tengah pencarian, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) yang membawa mereka menjadi viral melalui panggung PWD dengan bergabungnya Ella (Salsabila Bella).

​Perjalanan itu menguji persahabatan dan ketulusan yang sesungguhnya. Setelah melalui berbagai rintangan, mereka menemukan titik cerah untuk bertemu kembali dengan Ayah. Rumah istimewa kembali berdiri, tetapi sebuah kehilangan mengajarkan bahwa tak ada yang abadi, melainkan hidup melalui kasih dan maaf. Apakah mereka bisa bertahan menghadapi dunia, sebagai sebuah keluarga?

​CATATAN PRODUKSI

​Judul: Istimewa

​Sutradara: Ruben Adrian

​Produser: Abdullah Mansuri

​Produksi: Kairos Film

​Genre: Drama Keluarga (Semua Umur)

​Durasi: 1 jam 59 menit

​Tanggal Tayang: 17 September 2026

PEMERAN

​Mathias Muchus

​Yanni Melwani

​Mustofa

​Niatus Sholihah

​Zulfadli Aldiansyah

​Rein

​Bambang Ceper

​Salsabila Bella

​Ricky Komo

​Fauzan Nasrul

​Muhammad Fazzill Alditto

​Agus Kuncoro

​Ence Bagus

​TENTANG KAIROS PICTURES

​Kairos Film merupakan rumah produksi yang menghadirkan karya-karya dengan cerita humanis, relevan, dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui berbagai perspektif dan karakter yang beragam, Kairos Film berkomitmen untuk membuka ruang bagi cerita yang mendorong empati, refleksi, serta representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Rabu, 22 Juli 2026

First Look Ibra The Movie: Menembus Langit Resmi Diperkenalkan, Jadi Prekuel dari Serialnya

Jakarta, 20 Juli 2026 - Manara Animation merilis first look dari Ibra The Movie "Menembus Langit", adaptasi layar lebar dari IP animasi Ibra Berkisah. Berbeda dari sosok yang selama ini dikenal penonton lewat serialnya, film ini bercerita ke masa yang belum pernah diceritakan sebelumnya, yakni kehidupan Ibra sebagai remaja biasa, jauh sebelum ia menempuh pendidikan di pesantren.

​Ibra Berkisah adalah serial animasi yang telah tayang sejak 2022 dan menjadi salah satu tontonan favorit keluarga Indonesia. Ibra digambarkan sebagai anak yang dekat dengan teman-teman di lingkungannya, keseruan dan permasalahan sehari-harinya kerap dikaitkan dengan hikmah dari kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Pendekatan itulah yang membuat Ibra Berkisah dikenal sebagai tayangan edutainment islami yang dekat dengan keseharian anak-anak, sekaligus sarat nilai.

​Sebelum dikenal lewat kisah-kisahnya di serial Ibra Berkisah, Menembus Langit mengajak penonton mengenal sosok Ibra remaja. Ibra yang masih gemar bermain dengan teman-temannya, menjalani hari sebagaimana remaja pada umumnya dan banyak hal yang tidak pernah terlihat melalui Ibra Berkisah.

​Kehidupan Ibra tidak selamanya sesuai rencana. Ibra mengalami sebuah peristiwa besar yang mengguncang hidupnya, momen yang memicu amarah, kekecewaan, dan luka yang membuatnya sempat mempertanyakan keadilan dunia, bahkan takdirnya sendiri.

​"Konflik yang terjadi di film ini terhadap karakter Ibra itu sendiri, saya rasa mungkin hampir semua orang pernah mengalami hal itu. Di mana dia marah, di mana dia kecewa, di mana dia sakit hati, sehingga akhirnya dia merasa dunia ini tidak adil. Sampai akhirnya dia menemukan jalannya kembali. Karena saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu." ujar sang produser, Ricky Manopo.

​Dari titik itulah perjalanan Ibra menuju pesantren dimulai. Hal ini bukan keputusan yang datang begitu saja, melainkan jalan yang ia temukan setelah melewati masa paling sulit dalam hidupnya.

​Video first look berdurasi singkat ini sengaja dirancang untuk memberi kesan sinematik dan futuristik sejak detik pertama. Alih-alih menampilkan potongan adegan cerita secara gamblang, video ini lebih banyak bermain dengan atmosfer. First look film ini selaras dengan tema besar Menembus Langit itu sendiri, di mana langit bukan sekadar latar, melainkan simbol perjalanan batin Ibra.

Ibra The Movie "Menembus Langit" akan segera hadir di bioskop terdekat. Ikuti terus perkembangannya di akun Instagram @ibrathemovie @ibra.berkisah.

Digeprek Kehidupan, Kisah Persahabatan yang Nyopet Karena Terpepet! Official Trailer Terbaru Operasi Pesta Copet Tampilkan Kisah Nekat Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba

Film Operasi Pesta Copet tayang mulai 27 Agustus 2026

Jakarta, 22 Juli 2026 — Film terbaru persembahan Imajinari karya debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet merilis official trailer terbarunya, yang menampilkan kisah emosional di balik munculnya fenomena copet konser yang masih marak terjadi. Karena tekanan ekonomi, empat anak muda merencanakan aksi nekat: mencopet di festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora.

​Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, tinggal di kawasan pinggiran kota, yang memaksa mereka tak mendapat pekerjaan layak. Sementara biaya hidup terus meninggi, tapi mereka tak pernah bisa mencicipi hidup cukup. Nyopet di konser bukanlah pilihan utama mereka, mereka melakukannya karena terpepet.

​Kisah itulah yang tersaji dalam official trailer terbaru Operasi Pesta Copet. Penonton diajak untuk mengenal kisah di balik aksi copet konser lewat kisah empat sahabat yang memilih menjadi keluarga di saat hidup tidak berjalan baik-baik saja. Tak hanya menggali sisi manusiawinya, official trailer terbaru juga mengajak kita untuk selalu waspada dan terhindar dari aksi pencopetan di konser.

Operasi Pesta Copet dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis. Film ini disutradarai oleh Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan.

​Film Operasi Pesta Copet sendiri sebelumnya memiliki title project Operasi Pesta Pora. Namun, dalam perkembangannya, film ini mengganti judulnya menjadi Operasi Pesta Copet karena pertumbuhan tentang ceritanya.

​“Judul Operasi Pesta Copet dipilih karena mengacu kembali pada esensi ide awal film ini, yakni copet sebagai fenomena gunung es ketimpangan sosial. Kami merasa judul ini lebih lugas mewakili apa yang ingin kami sampaikan,” ujar produser Ernest Prakasa.

​“Buat gue menariknya di film ini gue bisa membahas skena musik Indonesia tapi tidak dari kacamata yang konvensional. Melihat dunia musik Indonesia dari kacamata sosiologisnya. Selain itu, film ini juga menggabungkan dua industri yang gue geluti sejak dua dekade lalu, musik dan film, menjadi tawaran yang fresh untuk perfilman Indonesia,” ujar sutradara Edy Khemod.

​Tak hanya merilis official trailer terbaru, Operasi Pesta Copet juga mempersembahkan OST filmnya berjudul Kita Melawan Dunia yang dibawakan oleh BAALE, moniker Iqbaal Ramadhan. OST ini merepresentasikan cerita empat sahabat yang saling membutuhkan di tengah serba keterbatasan dan tekanan hidup

​"Karakter-karakter di film Operasi Pesta Copet itu sebenarnya bukan orang jahat. Mereka hanya anak-anak muda yang terpaksa nekat karena tuntutan ekonomi. Kalau diteliti lagi, siapa sih yang mau jadi copet? Gak ada. Mereka pun begitu tapi ternyata di realitanya gak semua orang cukup beruntung untuk punya pilihan," ujar Iqbaal Ramadhan yang memerankan Ijal sekaligus produser dan pengisi OST film Operasi Pesta Copet.

​Film Operasi Pesta Copet bukan ingin mengglorifikasi aksi kriminalnya, tapi justru memperlihatkan cerita tentang orang biasa yang terdesak keadaan. Diproduksi di tengah festival musik besar Indonesia, Pestapora, juga menandai film ini akan menjadi drama komedi pertama Indonesia yang melakukan pendekatan produksi yang belum pernah ada sebelumnya. Lewat film ini, Imajinari sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai rumah bagi eksperimen kreatif yang berani, mendorong perfilman Indonesia ke wilayah baru.

​Ikuti informasi terbaru film Operasi Pesta Copet melalui akun Instagram @imajinari.id. Tunggu keseruan copet konser beraksi di bioskop mulai 27 Agustus 2026!

TENTANG IMAJINARI

Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film “AGAK LAEN: MENYALA PANTIKU!” yang menjadi film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton, film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton, serta “Jatuh Cinta Seperti Di Film Film” yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.

​Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.

TENTANG ANGIN SEGAR

Angin Segar terbentuk dari kegelisahan pekerja produksi iklan di bawah naungan Cerahati yang ingin lebih fokus mengerjakan proyek inisiatif sendiri. Video musik dari Seringai dan The Panturas dengan pendekatan film cerita pendek, film dokumenter GELORA merupakan proyek awal inisiatif tersebut. Film music scoring, audio mixing & mastering juga menjadi kendaraan kami dalam berinisiatif di industri film. Operasi Pesta Copet diharapkan menjadi langkah awal baru untuk lebih aktif berinisiatif mengembangkan cerita dan memproduksinya dalam medium film.

TENTANG BOSS CREATOR

BOSS Creator adalah promotor musik dan festival terkemuka di Indonesia. Salah satu acara unggulannya adalah Pestapora, sebuah festival musik yang menghadirkan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi para penggemar musik Indonesia. Pestapora 2025 meraih kesuksesan dengan penjualan 100 ribu tiket untuk penyelenggaraan 3 hari festival.

Aston Villa Puji Kualitas Rumput Stadion Utama GBK, Unai Emery Sebut Setara Standar Premier League

[Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta]  ​ Jakarta – Sabtu, 1 Agustus 2026 – Persiapan Aston Villa Pre-Season Tour Indon...