Film Kado Untuk Ibu tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop
Jakarta, 29 Juli 2026 — Starvision bekerja sama dengan FMM Studios mempersembahkan film drama keluarga Kado Untuk Ibu yang akan tayang mulai 6 Agustus 2026 di seluruh bioskop. Sebuah kisah hangat yang mengikuti perjalanan Ara (Luisa Adreena) saat pergi dari rumah dan meminta bantuan petugas Damkar demi mencari kado terbaik untuk ibunya.
Siapa sangka, perjalanan mencari kado yang seharusnya menjadi perjalanan singkat, justru berubah menjadi perjalanan memaknai arti kehidupan dan keluarga yang sangat berkesan. Di awal hingga tengah filmnya, penonton akan dibuat tertawa melihat tingkah lucu dari Ara dan petugas Damkar Faris (Emir Mahira), yang menemani Ara.
Namun, kisah lucu dan menggemaskan Ara dan Faris berubah menjadi kisah yang mengharukan. Penonton akan dibuat kaget dengan plot twist-nya. Seolah penonton diajak tertawa saat masuk studio bioskop, namun berakhir dengan menangis terharu dan merasakan kehangatan saat keluar bioskop.
Disutradarai oleh M. Amrul Umammi dengan produser Chand Parwez Servia, Kado Untuk Ibu akan menjadi film terplot twist tahun ini! Bagaimana kita sebagai orang dewasa diajak menyelami makna kehidupan dari sudut pandang anak-anak, Ara, yang diperankan dengan sangat baik oleh Luisa Adreena, yang kali ini menampilkan akting yang lebih matang.
Film Kado Untuk Ibu dibintangi oleh Luisa Adreena, Emir Mahira, Agla Artalidia, Dimas Aditya, Rey Bong, Elsa Japasal, Maizura, Mazaya Amania, Jordan Omar, Arif Alfiansyah, Dennis Adishwara, Ence Bagus, Dio Pratama, Sadana Agung, Adam Xavier, Paloma Turangan, Maheera Yusuf, Vonny Anggraini, Siti Fauziah, Shafira Khadijah, Chacha Hits, Rama Jedi Master dan Juju Mazaya.
"Film Kado Untuk Ibu adalah kisah tentang keluarga, tentang pemaknaan perjuangan cinta dan kasih sayang. Film ini juga menjadi refleksi dalam kehidupan kita, bagaimana kita berjuang demi keluarga dan memaknai serta menghidupi nilai-nilai yang ditanamkan keluarga kita, bagaimana anak-anak di film ini juga bisa membimbing kita dan membuat orang tua lebih sadar untuk selalu hadir dan berjuang demi keluarga," ujar produser Chand Parwez Servia.
Kisah seorang anak yang mencari kado untuk ibunya sebenarnya terinspirasi dari kisah personal sang sutradara, M. Amrul Umammi, dan penulis skenario M. Ali Ghifari. Sebagai sesama orang tua, keduanya pernah merasakan bagaimana seorang anak memberikan kado untuk mereka. Sebuah perasaan hangat dan haru, yang juga menunjukkan perjuangan sang anak untuk orang tuanya, meski tampak sederhana.
Dari kisah itulah kemudian dituangkan ke dalam film Kado Untuk Ibu yang lebih dramatis dan menyentuh secara emosional. Diharapkan film ini juga bisa menjadi pengingat bagi penonton untuk selalu berjuang, dan menjadi ucapan terima kasih karena sudah bertahan untuk menjadi keluarga.
"Ada salah satu adegan yang membuat saya saat menggarap film ini merasa sangat tersentuh. Ketika Ara yang masih sekecil itu begitu dewasa menghargai perjuangan kedua orang tuanya. Sebagai seorang Ayah, saya berharap film ini juga bisa menjadi pengingat, bahwa kita berjuang di luar sana mencari nafkah demi orang-orang tersayang di rumah," ujar sutradara M. Amrul Umammi.
Luisa Adreena, yang sebelumnya mendapat pujian dari perannya, di film Kado Untuk Ibu kembali menampilkan peran terbaiknya lagi. Sebagai Ara, Luisa berhasil mencuri perhatian sepanjang film dengan berbagai tingkah dan dialognya. Membuat kita belajar tentang pendewasaan dari kacamata sederhana anak kecil.
"Aku senang banget memerankan Ara di film ini, karena bisa berpetualang dengan Om Damkar yang diperankan Kak Emir Mahira. Di sini aku jadi anaknya Om Dimas Aditya dan Kak Agla Artalidia, yang seru banget. Meskipun ada satu adegan yang bikin aku sangat sedih dan nangis banget, dan itu jadi salah satu adegan favorit aku di film ini," cerita Luisa Adreena.
Berbicara tentang perannya sebagai Zizah, Ibu dari Ara, Agla Artalidia menjelaskan pengalamannya berperan bersama Luisa. "Luisa adalah aktor yang sangat-sangat brilian, menyenangkan sekali berkolaborasi dengan Luisa. Tidak ada kesulitan untuk membangun chemistry, kami benar-benar meruntuhkan semua tembok untuk bisa menjadi ibu dan anak. Di film Kado untuk Ibu ini menunjukkan perjalanan anak yang ingin memberikan rasa cintanya untuk sang ibu. Dan kita semua di dunia ini adalah seorang anak. Jadi kita pasti bisa relate dengan bagaimana memberikan kasih sayang terhadap ibu," ujar Agla Artalidia.
Tonton kehangatan drama keluarga Kado Untuk Ibu, film paling plot twist tahun ini di bioskop mulai 6 Agustus 2026! Ikuti perkembangan terbaru film Kado Untuk Ibu melalui Instagram @filmkadountukibu, @starvisionplus, @fmmstudios dan TikTok @StarvisionOfficial.
Sinopsis
FARIS (Emir Mahira), seorang damkar yang menanti kelahiran anak pertamanya, batal ke RS untuk dampingi istrinya karena harus membantu ARA (Luisa Adreena) mencari kado ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan mereka menjadi petualangan seru yang mengajarkan banyak kebaikan juga memaknai kehilangan tak terduga.
Pemain dan Tim Produksi
Pemeran
Luisa Adreena sebagai Ara
Emir Mahira sebagai Faris
Agla Artalidia sebagai Zizah
Dimas Aditya sebagai Musa
Rey Bong sebagai Yusuf
Elsa Japasal sebagai Zulaikha
Maizura sebagai Adis
Mazaya Amania sebagai Icha
Jordan Omar sebagai Boni
Arif Alfiansyah sebagai Pepeng
Dennis Adishwara sebagai Pak Harto
Ence Bagus sebagai Pak Karsa
Dio Pratama sebagai Dio
Sadana Agung sebagai Pak Bondan
Adam Xavier sebagai Bumi
Paloma Turangan sebagai Mila
Maheera Yusuf sebagai Dini
Vonny Anggraini sebagai Ibu Ningsih
Siti Fauziah sebagai Ibu Toha
Shafira Khadijah sebagai Gina
Chacha Hits sebagai Nur
Rama Jedi Master sebagai Ayah Icha
Juju Mazaya sebagai Ibu Icha
Tim Produksi
Produksi : Starvision, FMM Studios
Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar, Ryan Kurniawan
Sutradara : M. Amrul Umammi
Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia, M. Ali Ghifari
Produser Lini : Andre Addin
Penulis Skenario : M. Ali Ghifari
Penata Artistik : Mai Harizon
Penata Kamera : Mawan Kelana
Penyunting Gambar : Wawan I. Wibowo
Penata Suara: Riza I. Zulfikar
Perekam Suara: Aditya Trisnawan
Penata Musik: Febri Pratama
Penata Warna: Hariopati Rinanto
Penata Grafis & VFX: In My Room
Penata Rias: Gabe Sima
Penata Busana: Yulistiowati
Penata Peran: Dwi Keke Novita, Arief Havidz, Erik Arfin
Perancang Poster: Alvin Hariz
OST: Terima Kasih Sudah Bertahan – Ghea Indrawari
Tentang Starvision
Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.
Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.
Tentang FMM
FMM Studios adalah rumah produksi yang didirikan oleh M. Ali Ghifari dan M. Amrul Umammi. Sejak 2014, FMM aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan lewat film pendek dan web series yang sudah dinikmati jutaan penonton di berbagai platform media sosial.
Seiring berkembangnya perjalanan kreatif, FMM Studios mulai menggeluti industri film sejak 2017, dan hingga kini telah memproduksi 7 film panjang untuk penayangan bioskop seperti Perjalanan Pembuktian Cinta, Lebih dari Selamanya dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.
Berawal dari ide kreatif yang mencintai dunia audio visual, FMM Studios terus berkembang menjadi studio profesional yang menghadirkan film pendek, web series, kampanye brand, hingga film panjang yang menggugah hati dan menginspirasi banyak orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar