Jumat, 09 Oktober 2026

Geng Arwah Ikut Pecahkan Misteri Kematian, Ghosthing Siap Tayang 15 Oktober 2026

Komedi Horor dengan Semangat Tontonan Populer Era Awal 2000-an, Menghadirkan Dunia Manusia dan Arwah dalam Kehidupan Sehari-hari

​Jakarta, 8 Oktober 2026 – Bagaimana jadinya jika seorang perias jenazah harus bekerja sama dengan sekelompok arwah untuk mengungkap misteri kematian seorang influencer? Premis unik ini hadir dalam Ghosthing, film horor-komedi terbaru produksi Imperial Pictures yang siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

​Disutradarai Arie Azis, diproduseri Hartawan Triguna, dan ditulis oleh Evelyn Afnilia, Ghosthing mengikuti kisah Alfian (Baskara Mahendra), seorang perias jenazah yang memiliki kemampuan melihat arwah. Kehidupannya berubah ketika bertemu Maya (Yasamin Jasem), arwah seorang influencer muda yang meninggal secara misterius dan berusaha mencari kebenaran di balik kematiannya.

​Dalam perjalanan mengungkap misteri tersebut, Alfian tidak sendirian. Ia dibantu oleh sekelompok arwah dengan karakter dan latar belakang berbeda, mulai dari Ci Nat (Leony VH), Bang Arip (Tanta Ginting), Mbak Min (Siti Fauziah), hingga Suster Wanda (Chika Waode). Namun, alih-alih membuat pencarian menjadi lebih mudah, tingkah para arwah justru kerap menghadirkan kekacauan yang mengundang tawa.

​Menghidupkan Kembali Semangat Komedi Supernatural Era 2000-an

​Berbeda dari film horor yang mengandalkan ketegangan, Ghosthing menghadirkan mereka sebagai karakter yang memiliki kepribadian, kebiasaan, dan dinamika satu sama lain. Kehadiran mereka justru menjadi salah satu sumber komedi sekaligus nyawa dalam perjalanan Alfian dan Maya.

​Interaksi antara Alfian dan kelompok arwah tersebut berkembang menjadi sebuah camaraderie yang tidak biasa. Mereka datang dari latar belakang berbeda, memiliki karakter masing-masing, tetapi kemudian bekerja bersama untuk membantu Alfian dan Maya mengungkap misteri yang ada.

​Pertemuan berbagai karakter tersebut membuat dunia Ghosthing terasa dekat dengan keseharian. Dunia manusia dan dunia arwah tidak ditempatkan sebagai dua ruang yang terpisah, melainkan dapat hadir dan berinteraksi dalam situasi-situasi yang sederhana, akrab, dan terkadang justru mengundang tawa.

​"Sejak awal, kami ingin membuat film yang bisa menghibur penonton lewat cerita yang sederhana tetapi memiliki dunia yang menarik. Kami membayangkan bagaimana kalau dunia manusia dan arwah bisa hadir berdampingan dalam kehidupan sehari-hari, lalu dari situ muncul berbagai situasi yang lucu, sekaligus tetap memiliki misteri yang ingin diikuti sampai akhir," ujar Hartawan.

​Pendekatan tersebut juga membawa semangat tontonan populer Indonesia pada era awal 2000-an, ketika cerita tentang kehidupan sehari-hari, keluarga, persahabatan, komedi, dan dunia supernatural dapat hadir secara berdampingan. Ghosthing membawa semangat kedekatan dan keseruan tersebut ke dalam format film layar lebar, dengan karakter-karakter yang kuat dan dinamika antarkarakter sebagai bagian penting dari pengalaman menonton.

​"Tantangan terbesar dalam Ghosthing adalah bagaimana menjaga komedi, horor, dan misterinya tetap berjalan bersama. Kami ingin penonton bisa menikmati misterinya, tetapi di saat yang sama tetap bisa tertawa melihat tingkah para karakter," ungkap Arie Azis.

​Ketika Misteri Bertemu Kekacauan Para Arwah

​Di balik tingkah para arwah yang mengundang tawa, Ghosthing tetap menyimpan sebuah misteri yang membuat Alfian dan Maya terus mencari jawaban. Apa yang sebenarnya terjadi pada Maya? Dan mengapa kematiannya menyisakan begitu banyak pertanyaan?

​Alih-alih membawa misteri tersebut dalam suasana yang serba serius, Ghosthing justru membiarkan pencarian jawaban berlangsung di tengah kekacauan yang ditimbulkan para arwah.

​Bagi Arie, perpaduan inilah yang menjadi salah satu tantangan sekaligus keseruan dalam menggarap Ghosthing.

​"Tantangan terbesar dalam Ghosthing adalah bagaimana menjaga komedi, horor, dan misterinya tetap berjalan bersama. Kami ingin penonton bisa menikmati misterinya, tetapi di saat yang sama tetap bisa tertawa melihat tingkah para karakter," ungkapnya.

​Dengan begitu, misteri dalam Ghosthing tidak hadir sebagai sesuatu yang berat, melainkan menjadi bagian dari perjalanan yang penuh kejutan, kekacauan, dan interaksi antarkarakter. Penonton diajak mengikuti pencarian Alfian dan Maya sambil melihat bagaimana para arwah justru ikut membuat semuanya semakin rumit—dan tentunya semakin menghibur.

​Film ini diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi, di antaranya Baskara Mahendra, Yasamin Jasem, Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, Mona Ratuliu, Indian Akbar, dan Amel Carla.

​Melalui perpaduan horor, komedi, serta misteri yang dibalut interaksi karakter penuh warna, Ghosthing menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengundang tawa.

​Karena terkadang, mereka yang paling membantu kita menemukan kebenaran justru datang dari dunia yang tidak pernah kita bayangkan.

​Saksikan Ghosthing di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Geng Arwah Ikut Pecahkan Misteri Kematian, Ghosthing Siap Tayang 15 Oktober 2026

Komedi Horor dengan Semangat Tontonan Populer Era Awal 2000-an, Menghadirkan Dunia Manusia dan Arwah dalam Kehidupan Sehari-hari ​ Jakarta,...