Jumat, 02 Oktober 2026

Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier Rilis Single AURA! Kolaborasi tak Terduga yang Pancarkan Maximum Aura Points

Dengarkan single Aura di platform streaming digital mulai 2 Oktober 2026

​Jakarta, 2 Oktober 2026 – Sebuah kolaborasi tak terduga datang dari Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier! Ketiganya merilis sebuah single dengan sound funk-dance berjudul AURA, yang akan menjadi sebuah moodbooster untuk para pendengarnya di tengah dunia yang sedang chaos.

​AURA menampilkan sebuah kolaborasi musik unik dari ketiga persona, yang memiliki tiga aura berbeda, yang saat digabung menjadi maximum aura points. Single AURA diproduseri oleh Winky Wiryawan bersama Kamga. Dengan gitar yang diisi oleh Winky, beat drum oleh Maxime, serta vokal yang diisi oleh Afgan, single ini seketika membuat kita yang mendengarkannya akan langsung berjoget.

​AURA memiliki nuansa musik funk, yang dipadukan dengan warna vokal RnB dari Afgan. Dengan lirik yang ditulis oleh Afgan, AURA terinspirasi dari orang-orang yang memiliki aura memancar dan membuat orang di sekitarnya ikut memiliki perasaan senang.

​Menariknya, kolaborasi ini lahir saat Winky dan Maxime datang ke Konser Retrospektif Afgan pada Juli 2026. Saat itu, Winky dan Maxime yang bertemu Afgan di area backstage secara spontan mengusulkan ide untuk membuat karya bersama.

​"Awalnya dari iseng-iseng ngobrol spontan di backstage, untuk bikin sesuatu bareng. Aku dan Maxime sebenarnya punya irisan musik yang mirip di skena musik keras. Kami berdua sama-sama suka musik heavy rock, sementara kalau aku dengan Afgan, tentunya aku juga menyukai funk dan RnB," ujar Winky Wiryawan.

​Ide spontan itu kemudian diwujudkan dengan Winky dan Maxime mengirim beberapa demo aransemen musiknya ke Afgan. Namun, dari sekian demo yang dikirim, tak ada yang membuat ketiganya sepakat.

​Hingga akhirnya ketiganya melakukan jamming session, dan eureka! Terciptalah AURA. Lagu ini diharapkan juga menjadi pemantik untuk para pendengar agar mereka juga dengan percaya diri menampilkan keunikan aura mereka masing-masing.

​Seperti halnya Winky, Afgan, dan Maxime, yang sama-sama memiliki keunikan aura mereka sendiri. Winky dengan aura energetic eclectic, Afgan yang dikenal lewat aura elegance perfection dan Maxime yang selama ini memancarkan aura easy going charisma.

​"Prosesnya berjalan mulus sebenarnya, dari ketika Winky dan Maxime mengajak untuk bikin proyek senang-senang bareng. Tapi, ada momen lucu saat lagu ini sudah mau di-mixing. Aku tiba-tiba tengah malam minta rekam ulang bagian vokal. Karena aku merasa masih ada yang kurang sempurna, karena di saat rekaman pertama aku lagi sakit. Ternyata setelah take vokal ulang itu, aku lebih puas dengan hasilnya, seperti yang sekarang di release. Semoga kalian semua yang mendengarkan karya ini juga suka ya!" Ungkap Afgan.

​Bagi Maxime, single AURA juga membuka hal baru untuknya. Selama ini, untuk bermain musik, Maxime biasanya memainkan gitar. Tapi kali ini ia memegang kendali tempo dari gebukan drum.

​"Happy banget bahwa lagu AURA dibuka dengan beat drum, dan ini untuk pertama kalinya aku bermain drum. Setelah lama tidak main musik, ini jadi karya yang refresh untuk aku, dan aku berharap juga bisa menginspirasi orang yang mendengarkan untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya, tanpa perlu takut di-judge," ujar Maxime Bouttier.

​Kini, ketiganya juga tengah merencanakan perjalanan berikutnya, setelah merilis single AURA. Ketiganya juga tidak menutup kemungkinan, jika kelak AURA akan dibawakan di atas panggung secara live.

​"Kami mau menikmati dulu, bagaimana respons orang-orang dari energi musik kami bertiga. Semoga ini juga bisa jadi lagu yang menemani mereka untuk berangkat kerja atau penyemangat saat mengalami bad day," tambah Winky.

​Dengarkan single AURA di seluruh platform streaming digital, dan pancarkan aura unikmu, menjadi energi maximum aura! 

Kamis, 01 Oktober 2026

Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar

Jakarta, 1 Oktober 2026 — Setelah melalui dua kali proses revisi akibat drama menggelikan dari trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dengan netizen penggemar GJLS, akhirnya poster GJLS: Berapi-api resmi diizinkan tampil jelas tanpa sensor. Dalam perhelatan konferensi pers yang riuh di Lippo Mall Nusantara, rumah produksi Amadeus Sinemagna resmi meluncurkan paket lengkap promosi: revisi kedua Official Poster, Official Trailer, serta lagu orisinal resmi garapan Barasuara untuk film komedi drama GJLS: Berapi-Api.

​Seremoni Nyaris Gagal: Hendak Tampil Heroik, Malah Diselamatkan Regu Damkar Sungguhan

​Sesuai tradisi komedi GJLS, acara pembukaan tirai hitam raksasa penutup poster dan trailer tidak dibiarkan berjalan normal tanpa bumbu kepanikan. Niat hati ingin bergaya bak pahlawan penyelamat dengan menarik tirai secara serentak, trio abang-abang ini justru tersangkut tali dan gagal mengeksekusi seremoni hingga memicu tawa penonton di area mal.

​Sadar situasi di panggung mulai melenceng dari naskah, Rigen langsung sigap menelepon panggilan darurat pemadam kebakaran. Suasana berubah drastis saat sirene berbunyi dan regu Algojo Api masuk dengan langkah tegap, mengambil alih panggung, lalu menarik tirai hitam tersebut secara sempurna diiringi tepuk tangan riuh para tamu undangan.

​Official Trailer: Realitas Tugas Damkar dari Ambil Rapor Sampai Kepala Nyangkut Pagar

​Materi official trailer yang baru diputar memperlihatkan pahit-manis perjuangan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran yang gagah. Namun, setelah melewati gemblengan tanpa ampun bersama regu Algojo Api, trio GJLS justru dihadapkan pada tugas-tugas lapangan yang tak terduga: mulai dari operasi darurat mengambil rapor anak SD hingga penyelamatan krusial mengeluarkan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar.

​Misi mulia berbalut kekacauan tersebut ditegaskan oleh para pemeran utama. "Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua," papar Rigen Rakelna.

​Membawa momen haru ketika ditanya mengenai tema persahabatan yang dibawa dalam film terbaru dari trio komedian ini, Ananta Rispo ternyata meneteskan air mata di tengah panggung press conference. Sulit berkata-kata karena emosinya yang tak terduga pecah di atas panggung, Rispo menekankan pentingnya momen ini dalam hidupnya. "Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya," sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.

​"Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal," ujar Hifdzi mengenai film terbaru mereka. "Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia."

​Sutradara Monty Tiwa menambahkan, "GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga."

​Kemegahan Soundtrack Barasuara dan Jajaran Pemeran Lengkap

​Energi film ini kian meledak berkat iringan official original soundtrack bertenaga dari band rock Barasuara yang berjudul "Api dan Mimpi" membuktikan bahwa perseteruan perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi tempo hari resmi tuntas secara musikal.

​Di bawah komando sutradara Monty Tiwa, film ini turut diperkuat oleh deretan bintang dan komika lintas generasi: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.

​Catat Tanggal Tayangnya!

​GJLS: Berapi-Api siap memadamkan stres dan mengocok perut penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.

​Saksikan Official Trailer resmi di kanal YouTube Amadeus Sinemagna dan pantau terus kabar terbarunya melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment. 

Starvision Merilis New Trailer dan Official Poster Film DEWI SILUMAN ULAR, Kisah Nyata Pernikahan Manusia dengan Jin Berdasarkan Podcast Prasodjo Muhammad

Jakarta, 1 Oktober 2026 – Starvision kembali menghadirkan film horor kisah nyata terbaru berjudul DEWI SILUMAN ULAR. Film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis ini mengangkat kisah tentang pernikahan manusia dengan jin yang sebelumnya dikenal publik melalui podcast Prasodjo Muhammad "Nikah Sama Jin" yang sudah ditonton lenih dari 5,6 Juta kali. Cerita ini kemudian dikembangkan ke dalam film layar lebar dengan skenario yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri.

​Salah satu daya tarik film ini hadir melalui sosok jin bernama Dewi yang diperankan oleh Anya Geraldine yang menikah dengan Dedi, diperankan oleh Derby Romero, seorang pria yang terpaksa mengambil jalan pintas untuk keluar dari berbagai persoalan hidupnya in this economy. Kehadiran Aulia Sarah dan Aghniny Haque turut memperkuat jajaran pemain utama bersama sejumlah nama lain yang menunjukkan bahwa ini adalah karya yang serius, seperti Humaira Jahra, Ashraf Dirgham, Arswendy Bening Swara, Totos Rasiti, Azzalia Assyifa, Ayu Diah Pasha, Yati Surachman, Arief Didu, Ence Bagus, Judith Callysta, Agung Bla, Aldo Gudel, dan lain-lain.

​Cerita DEWI SILUMAN ULAR yang berdasarkan podcast Prasodjo Muhammad berjudul "Nikah Sama Jin" dengan narasumber Sherly Indrawati. Kisah tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita film dengan pendalaman karakter, konflik, dan konsekuensi dari sebuah perjanjian pernikahan manusia dengan jin.

Dari premis tersebut, Film DEWI SILUMAN ULAR membawa pertanyaan sederhana yang kemudian berkembang menjadi persoalan besar: apa yang terjadi ketika seseorang mendapatkan apa yang diinginkannya melalui sebuah perjanjian dengan makhluk gaib? Apa konsekuensi apabila perjanjian dilanggar? Film ini juga mempertemukan persoalan ekonomi, keluarga, pilihan pribadi, dan akibat dari sebuah keputusan yang mengancam pelaku dan keluarganya!

​Dalam New Official Trailer yang dirilis diperlihatkan kehidupan Dedi (Derby Romero) berubah drastis setelah ia melakukan pesugihan melalui pernikahan dengan Dewi, jin bersosok Siluman Ular yang berparas cantik. Keputusan tersebut membawa Dedi pada berbagai kejadian tak terduga, dan teror mengerikan!

​"Film DEWI SILUMAN ULAR berangkat dari kisah nyata yang pertama kali kami temukan di sebuah podcast. Dari kisah tersebut, kami menangkap fenomena yang masih terjadi di masyarakat, ketika tekanan ekonomi dan keinginan untuk mengubah nasib membuat seseorang memilih jalan pintas melalui pesugihan. Bagi kami ini kisah yang penting, bukan hanya tentang pesugihan semata, tetapi juga tentang pilihan manusia ketika berada dalam kondisi terdesak, dan konsekuensi yang mengikutinya," ujar produser Chand Parwez Servia.

​Di Film ini Azhar Kinoi Lubis kembali menyutradarai film horor berdasarkan kisah nyata, setelah sebelumnya menyutradarai Petaka Gunung Gede (2025). Pengalamannya dalam mengolah kisah nyata sebelumnya menjadi bekal Ketika menghadirkan DEWI SILUMAN ULAR sebagai sebuah karya film layar lebar dengan horor baru melalui konflik yang lebih lebar.

​"Yang menjadi tantangan dalam DEWI SILUMAN ULAR adalah bagaimana mengembangkan kisah nyata yang menjadi sumber cerita ke dalam sebuah film yang memiliki dunia dan konflik yang kuat. Kami tidak ingin hanya memindahkan kisah tersebut ke layar, tetapi mengolahnya menjadi pengalaman sinematik horor baru untuk bisa dirasakan oleh penontonnya," ujar sutradara Azhar Kinoi Lubis.

​Menuju tayangnya film DEWI SILUMAN ULAR pada 12 November 2026 di Bioskop, penonton diajak menyelami kembali kisah pesugihan yang selama ini terjadi, dan kini hadir dalam balutan teror baru yang nyata di layar lebar. Menghadirkan konsekuensi di balik setiap pilihan yang berakibat malapetaka. Film DEWI SILUMAN ULAR siap membawa penonton ikut teriak terbawa ketegangan, sekaligus menemukan makna di baliknya!

​Ikuti perkembangan terbaru Film DEWI SILUMAN ULAR melalui akun Instagram @filmdewisilumanular, @starvisionplus, serta TikTok @StarvisionMovie.

​Sinopsis

​Hidup Dedi sedang di ujung tanduk, dikejar debt collector untuk melunasi hutangnya sementara istrinya harus menjalani operasi caesar. Khawatir akan keselamatan istri dan calon anaknya, Dedi yang putus asa akhirnya nekat memilih jalan pintas menikah dengan jin berwujud Siluman Ular bernama Dewi, tanpa memikirkan konsekuensinya!

​Pemain & Tim Produksi

Derby Romero : Dedi
Anya Geraldine : Dewi
Aulia Sarah : Rahma
Aghniny Haque : Lela
Humaira Jahra : Cika
Ashraf Dirgham : Askar
Arswendy Bening Swara : Mbah Adul
Totos Rasiti : Basri
Azzalia Assyifa : Naya
Ayu Diah Pasha : Bu Ninik
Yatti Surachman : Bu Tina
Arief Didu : Ocid
Ence Bagus : Ujang
Judith Callysta : Cika Kecil
Agung Bla : Agung
Aldo Gudel : Aldo
Produksi : Starvision
Produser : Chand Parwez Servia, Riza, Mithu Nisar
Sutradara : Azhar Kinoi Lubis
Produser Eksekutif : Reza Servia, Amrit Dido Servia, Raza Servia
Produser Lini : Erland Tanjung
Penulis Skenario : Upi, Ayu Anggraini Putri
Berdasarkan Podcast : Prasodjo Muhammad
Dengan Narasumber : Sherly Indria
Pengarah Artistik : Iqbal Marjono
Penata Kamera : Muhammad Firdaus, I.C.S
Penyunting Gambar : Teguh Raharjo, Umar Syarif Yahman
Penata Suara : Aditya Trisnawan
Perekam Suara : Sutrisno
Penata Musik : Aghi Narottama
Penata Warna : Chressandy Rorimpandey
Penata Grafis & VFX : The Organism
Penata Rias : Nikita Juli Farida
Penata Rias Effect : Ernaka Puspita Dewi
Penata Busana : Aldie Harra
Penata Peran : Arief Havidz, Elhan Shaleh
Perancang Poster : Alvin Hariz



Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi yang telah berkiprah selama lebih dari tiga dekade di industri hiburan Indonesia. Didirikan dan dipimpin oleh produser Chand Parwez Servia, Starvision terus menghadirkan beragam cerita melalui karya-karya yang dekat dengan kehidupan dan beragam pengalaman masyarakat Indonesia.

​Dengan produksi film layar lebar yang konsisten setiap tahunnya, Starvision telah membangun perjalanan panjang bersama para sineas, talenta, dan mitra kreatif dari berbagai generasi. Perusahaan ini juga dikenal dengan kemampuannya mengembangkan berbagai genre dan tema, mulai dari drama, komedi, keluarga, hingga horor.

​Sejumlah film yang diproduksi Starvision antara lain Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Beragam karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan Starvision dalam menghadirkan film Indonesia yang dapat menjangkau penonton luas sekaligus merefleksikan cerita dan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

​Social Media & Kontak

  • ​Instagram: @filmdewisilumanular dan @Starvisionplus

  • ​TikTok: @StarvisionMovie

Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier Rilis Single AURA! Kolaborasi tak Terduga yang Pancarkan Maximum Aura Points

Dengarkan single Aura di platform streaming digital  mulai 2 Oktober 2026 ​ Jakarta, 2 Oktober 2026 – Sebuah kolaborasi tak terduga datang...