Jakarta, 28 September 2026 - Menjelang penayangannya di bioskop seluruh Indonesia pada 1 Oktober 2026, Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine mengajak penonton mengenal lebih dekat CONJURIG, film drama komedi yang mengangkat kisah patah hati dan pencarian jati diri di balik riasan dan kostum hantu di Bandung. Sebelumnya, trailer perdana film ini telah dirilis melalui akun Instagram @conjurig.film, memperkenalkan dunia dua tokoh utama yang mencoba menyembuhkan diri lewat cara yang tidak pernah diduga.
Film CONJURIG terinspirasi dari Comjurig, sebuah komunitas di Bandung yang berisikan cosplayer atau orang-orang yang berdandan dengan kostum hantu atau "jurig" dalam bahasa Sunda. CONJURIG berpusat pada Piit (Dito Darmawan), seorang pemuda yang memilih menjadi cosplayer hantu, sebagai pocong di kawasan alun-alun Bandung. Setelah kehilangan pekerjaan Piit pulang ke Bandung tanpa arah yang jelas dan justru di balik kostum hantu itulah ia perlahan menemukan kembali jati dirinya.
Kisah Piit tak berjalan lancar. Setelah kembali ke Bandung, Piit justru harus menghadapi patah hati. Di sisi lain, hadir pula Tamy (Maizura), sosok cosplayer gothic misterius yang diam-diam melarikan diri dari bayang-bayang identitasnya sebagai cucu seorang penyanyi ternama. Sama seperti Piit, Tamy juga tengah mencari sosok dirinya sendiri, lepas dari nama besar keluarganya. Pertemuan keduanya di jalanan yang sama menjadi titik balik yang menghangatkan sekaligus mengundang tawa, menandai benang merah cerita yang akan dibawa CONJURIG ke layar lebar, bahwa proses sembuh dari patah hati dan menemukan jati diri tidak selalu datang dengan cara yang serius.
Nama CONJURIG bukan kebetulan terdengar mirip judul horor internasional. Judul ini diambil langsung dari nama komunitas nyata di Bandung, Comjurig, kelompok cosplayer yang biasa mangkal di kawasan Asia Afrika dan Braga sambil mengenakan kostum hantu untuk menghibur wisatawan sekaligus mencari nafkah. Dari fenomena itulah dunia Piit dan Tamy dibangun, bukan sekadar latar fiksi, melainkan potret orang-orang yang bekerja keras meski harus menutup wajah asli mereka di balik riasan.
"Alun-Alun Bandung punya energi yang unik, ramai, hangat, dan penuh kejutan kecil di setiap sudutnya. Kami ingin CONJURIG menangkap energi itu sekaligus memperkenalkan Piit dan Tamy sebagai dua orang yang mencoba sembunyi dari masalah, tapi justru menemukan diri mereka sendiri di tengah keramaian," kata Tubagus Deddy, Sutradara CONJURIG.
Bagi Tubagus, ironi itulah yang justru ingin ia tonjolkan, bahwa di balik topeng fisik para cosplayer, ada kejujuran yang lebih nyata dibanding banyak orang yang tampil tanpa riasan sama sekali.
"Cosplayer-cosplayer ini jujur soal apa yang mereka lakukan, mencari uang dengan cara yang mereka pilih sendiri. Justru banyak orang di luar sana yang nggak pakai topeng secara fisik, tapi malah menyembunyikan kejujuran mereka. Itu yang ingin CONJURIG angkat," kata Tubagus Deddy.
Tantangan tersendiri juga dirasakan Dito Darmawan saat harus membawakan sosok Piit yang tampil dengan balutan kostum dan riasan pocong saat syuting. Bagi Dito, jadi pocong ternyata tidak semudah yang terlihat, riasan tebal dan kondisi syuting bahkan siang hari justru menambah tantangan tersendiri untuk tetap menyampaikan emosi Piit yang kompleks.
"Ternyata jadi pocong itu nggak semudah kelihatannya. Riasannya tebal, apalagi syutingnya juga tidak hanya di malam hari, jadi makin menantang. Padahal Piit ini karakter yang emosinya kompleks, ada sedih, ada usaha buat nutupin luka, jadi saya harus cari cara sendiri buat tetap nyampein itu di tengah keterbatasan kostum dan riasan," kata Dito Darmawan, pemeran Piit.
Dari sisi produksi, Global Borneo Entertainment turut menyampaikan optimismenya jelang penayangan CONJURIG di bioskop.
"Selain ceritanya yang dekat dengan keseharian, kami juga ingin CONJURIG jadi ruang buat talenta muda Bandung tampil berdampingan dengan aktor-aktor senior seperti Mathias Muchus, Joe P Project, dan Ferry Maryadi. Ini cara kami membawa wajah lokal Bandung ke layar lebar nasional," kata Muhammad Ariza Darmawan dari Global Borneo Entertainment.
Meski lekat dengan warna khas Bandung, mulai dari alun-alun, komunitas cosplayer jalanan, hingga logat dan candaan sehari-hari, CONJURIG membawa tema yang jauh lebih universal. Patah hati, kebingungan mencari jati diri, dan kebutuhan untuk sesekali "bersembunyi" sebelum berani tampil apa adanya, adalah pengalaman yang bisa dikenali siapa saja, di kota mana pun mereka berada.
CONJURIG juga dibintangi Ferry Maryadi, Mathias Muchus, Shella Fernanda, Bucek Deep, Joe P Project, Trie Utami, Anyun Cadel, Ikbal Fauzi dan Wina Marino. Film produksi Global Borneo Entertainment bersama Bima Sakti Pictures dan Imagine ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Ikuti terus perkembangan Film CONJURIG di akun Instagram @conjurig.film.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar