Bukan sekadar menghadirkan komedi, FILM KETOK MEJIK mengajak penonton mengenal tiga sahabat dengan mimpi dan perjuangan yang terasa begitu dekat.
Jakarta, 9 Agustus 2026 — Setelah sukses membangun rasa penasaran lewat official poster dan trailernya, FILM KETOK MEJIK siap menyapa penonton melalui sebuah drama komedi yang menghadirkan lebih dari sekadar hiburan. Menjelang penayangannya di bioskop pada 13 Agustus 2026, film garapan Yogi S. Calam ini mengajak penonton mengikuti kisah Ben (Ananta Rispo), Made (Tarra Budiman) dan Saged (Dodit Mulyanto), yang sekilas tampak ringan, tetapi menyimpan perjalanan yang membuat penonton ingin terus mengikuti perjalanan mereka.
Mengusung genre drama komedi, FILM KETOK MEJIK menghadirkan kisah yang berangkat dari kehidupan sehari-hari. Berlatar sebuah bengkel sederhana, film ini membangun cerita melalui hubungan tiga sahabat dengan karakter yang berbeda-beda. Dari sanalah lahir berbagai momen yang mengundang tawa, sekaligus menghadirkan perjalanan yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.
Disutradarai oleh Yogi S. Calam, FILM KETOK MEJIK mengedepankan kekuatan karakter dan dinamika antartokohnya. Komedi dalam film ini tidak hanya hadir melalui dialog dan situasi yang menghibur, tetapi juga tumbuh dari harapan, pilihan, dan perjuangan yang dihadapi setiap karakternya. Tanpa mengungkap terlalu banyak sejak awal, film ini mengajak penonton mengikuti setiap langkah Ben, Made dan Saged hingga menemukan sendiri makna dari perjalanan mereka.
Menurut Yogi S. Calam, pengalaman menonton FILM KETOK MEJIK akan terasa lebih utuh ketika dinikmati langsung di bioskop.
"Kami ingin penonton mengenal Ben, Made, dan Saged sebagai tiga sahabat yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Yang terpenting bukan hanya apa yang mereka hadapi, tetapi bagaimana mereka menjalaninya bersama. Itulah pengalaman yang ingin kami bagikan melalui film ini."
Sementara itu, produser Handoko dan Bangder mengatakan bahwa FILM KETOK MEJIK lahir dari cerita yang sederhana, tetapi memiliki kedekatan dengan banyak orang.
"Semua orang pasti pernah berada di titik ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Perasaan itu menjadi titik berangkat film ini. Kami berharap penonton bisa tertawa bersama mereka, sekaligus ikut merasakan setiap langkah perjalanan yang mereka lalui." ucap Handoko
"Kami ingin FILM KETOK MEJIK bukan hanya menjadi cerita tentang keinginan untuk mengubah hidup, tetapi juga tentang bagaimana setiap pilihan dan proses yang kita jalani membawa kita pada sebuah perjalanan yang tidak terduga. Semoga film ini bisa menghibur sekaligus membuat penonton merasa dekat dengan cerita dan karakter-karakternya," ungkap Bangder.
Diproduksi oleh HAHA Production bersama AZ Films dan Kita Films, serta didukung oleh Show Token, Iscorpio, dan EsaFX, FILM KETOK MEJIK akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Melalui Press Conference dan Press Screening, media telah menjadi yang pertama mengikuti perjalanan Ben, Made, dan Saged. Namun, sejauh apa ketiga sahabat ini akan melangkah demi memperbaiki hidup mereka? Jawabannya hanya bisa ditemukan saat FILM KETOK MEJIK tayang di bioskop.
Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @filmketokmejik, dan bersiaplah menjadi bagian dari perjalanan tiga sahabat yang akan mengajak penonton tertawa, ikut merasakan perjuangan mereka.
Tentang PT HAHA Digital Picture
PT HAHA Digital Picture merupakan rumah produksi Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan produksi film, konten digital, serta karya audio visual yang mengedepankan kualitas cerita dan kedekatan dengan penonton. Dengan semangat menghadirkan hiburan yang segar, relevan, dan memiliki nilai emosional, perusahaan ini terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menjangkau audiens luas.
Melalui kolaborasi bersama para sineas, talenta kreatif, dan pelaku industri, PT HAHA Digital Picture berkomitmen menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang berkesan. Salah satu karya terbarunya adalah Ketok Mejik, yang diproduksi oleh Handoko dan Bangder, dengan Charles D. Yusap dan Lucky O'danifan sebagai Executive Producer, serta disutradarai oleh Yogi.
Sinopsis
Dihimpit oleh hutang, Ben (Ananta Rispo) si pemilik bengkel harus berjuang melawan pengusaha serakah. Dibantu oleh tiga karyawan setianya yang absurd—Made (Tarra Budiman) si ambisius, Saged (Dodit Mulyanto) si ceplas-ceplos, dan Unung (Arief Didu) si polos—mereka mengandalkan sebuah palu sakti leluhur untuk menyelamatkan bengkel dan nasib mereka.
Fact Sheet
- Genre Film : Drama Komedi
- Eksekutif Produser : Charles D. Yusap, Lucky O'danifan, Handoko
- Produser : Handoko, Derie Agung Syaputra (Bangder)
- Co-Produser : Robby K. Butarbutar
- Sutradara : Yogi S. Calam
- Penulis : Iyam Renzia, Moh. Rido S.A
- DOP : Arif Bontang
- Line Produser : Kania Julian
- Editor : Andhy Pulung, Johan Leonardo
- Produksi : Haha Production
Pemain
Casts :
- Ananta Rispo (Ben)
- Tarra Budiman (Made)
- Dodit Mulyanto (Saged)
- Ersya Aurelia (Resita)
- Arief Didu (Unung)
- Jarwo Kwat (Ghozali)
- Agus Kuncoro (Toyib)
- Arafah Rianti (Uti Titian)
- Sadana Agung (John Sapto)
- Erick Astrada (Wawan Cihuy)
- Lolox (Kadut)
- Buhun Warwer (Kusni)
- Furry Setya (Jay)
- Vadi Bule (Yadi)
- Chika Waode (Aci)
- Berliana Lovel (Saroh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar