Jakarta, 2 Juli 2026 — Wahana Kreator mempersembahkan film drama terbaru berjudul Seni Merayu Tuhan, yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar. Di official trailernya, Seni Merayu Tuhan menampilkan perjalanan anak muda bernama Hikmah yang diperankan oleh Ari Irham. Sempat merasa enak dengan dunia yang ia jalani, Hikmah jatuh ke titik terendahnya saat sang ibu (Rieke Diah Pitaloka) meninggal.
Semasa sang ibu masih hidup, Hikmah jarang pulang ke rumah. Telepon dan pesannya tak pernah dibalas. Ia selalu bersenang-senang dengan kehidupan masa mudanya, termasuk bersama sang pacar, Sophia (Lutesha). Saat diajak untuk salat Jumat, jawaban Hikmah bahkan: ‘sudah pernah’.
Hidup Hikmah berubah 180°. Ia yang sebelumnya seperti tak mengenal Tuhan, kemudian justru mencari jalan untuk kembali mendekat, meski ia lupa kapan terakhir salat.
Seni Merayu Tuhan dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Diproduseri oleh Salman Aristo dan Sigit Pratama, film ini menjadi debut penyutradaraan editor Pemenang 3 Piala Citra FFI Cesa David Luckmansyah. Naskah film ini ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer. Di film ini, Gina juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.
"Seni Merayu Tuhan adalah film drama tentang perjalanan anak muda bernama Hikmah yang sedang menuju fase kedewasaannya. Sebuah cerita yang relevan dan dekat dengan generasi muda saat ini, dikemas dengan kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, dan pencarian makna hidup," ujar produser Salman Aristo.
Bagi Cesa David, menyutradarai Seni Merayu Tuhan menjadi perjalanan baru filmografinya. Selama ini, Cesa telah berpengalaman menjadi penyunting gambar ratusan judul film Indonesia dari berbagai genre dan telah memenangkan penghargaan.
"Seperti halnya Hikmah yang mendapat panggilan dalam perjalanan hidupnya, begitupun saya yang mendapat panggilan untuk memulai langkah baru di perfilman. Selama ini saya memang selalu berada di balik meja editing, tapi kisah Seni Merayu Tuhan sangat personal bagi saya dan itu memanggil saya untuk menangkap momen perjalanan Hikmah bersama ibunya dan orang-orang di sekitarnya dalam proses kedewasaannya," ujar sutradara Cesa David Luckmansyah.
Bagi Ari Irham, yang selama ini dikenal dengan peran-perannya yang manis di film drama romance, Seni Merayu Tuhan menjadi wahana eksplorasi karakter terbarunya yang merefleksikan keresahannya.
"Sebagai anak muda, gue juga sebenarnya punya keresahan terhadap apa yang gue lewati setiap hari. Gue pernah berada di posisi mencari jati diri gue, dan gue yakin cerita dari Hikmah di film ini bakal relate banget untuk anak-anak muda yang lagi proses memahami dirinya, keluarga, dan yang lagi bertumbuh," ungkap Ari Irham.
Film Seni Merayu Tuhan akan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Film ini sekaligus menjadi momentum Wahana Kreator, yang melengkapi dan merayakan rilisnya dua slate besar bulan ini, termasuk film Original Netflix terbaru karya Gina S. Noer, Aku Sebelum Aku, yang akan rilis pada 16 Juli 2026.
Seni Merayu Tuhan diproduksi oleh Wahana Kreator yang bekerja sama dengan PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment.
Sebagai karya yang diadaptasi dari buku, Seni Merayu Tuhan juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), serta penerbit buku aslinya, Mizan Pustaka. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Indonesia untuk kembali mengunjungi perpustakaan, membaca, dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang semakin modern dan terbuka untuk publik. Diharapkan juga dapat menjadi jembatan antara budaya membaca dan budaya menonton, sekaligus memperluas ruang diskusi bagi generasi muda.
Tonton film Seni Merayu Tuhan di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi di Instagram @wahana.kreator dan @filmsenimerayutuhan.
Wahana Kreator adalah perusahaan berbasis riset dan pengembangan cerita yang menghasilkan pencipta dan konten berkualitas tinggi. Unit usaha kami terdiri dari Wahana Edukasi (d/h PlotPoint Kreatif) yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan untuk regenerasi kreator konten Indonesia, Wahana Penulis yang meneliti kebutuhan dan mengembangkan cerita menarik tepat sasaran khalayak, serta Wahana Dimensi yang menghadirkan tim produksi terampil dan profesional untuk mengembangkan cerita menjadi konten audio visual.
Pada tahun 2019, film DUA GARIS BIRU berhasil meraih 2,5++ juta penonton serta masuk ke dalam jajaran nominasi FFI 2019. Pada tahun 2023, Wahana Kreator merilis Like & Share yang meraih 3 penghargaan dalam FFI 2023. Wahana Kreator juga merilis film Agen +62 yang tayang di bioskop tahun 2025 dan telah tayang di Netflix.
Selain berkolaborasi dalam produksi audio visual, kami juga terlibat dalam produksi drama audio/podcast seperti Horor Pendek dan Kisah Horor The Sacred Riana. Informasi lengkap mengenai Wahana Kreator bisa disimak pada situs kami: wahanakreator.com.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar