Jakarta, 3 Juli 2026 - Bagaimana jika paket yang baru saja tiba di depan rumahmu ternyata bukan berisi pesanan, melainkan santet yang mematikan?
Premis itulah yang menjadi premis utama Paket Santet, film horor terbaru produksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti, yang hari ini resmi memperkenalkan tujuh karakter utamanya melalui peluncuran poster karakter perdana. Film ini dijadwalkan untuk tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026.
Ketujuh poster karakter tersebut menampilkan Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bella, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Mereka merupakan satu geng mahasiswa yang hidupnya terancam setelah menerima sebuah paket yang seharusnya tidak pernah datang.
Berangkat dari kepercayaan yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia, Paket Santet menghadirkan pendekatan baru terhadap santet. Jika selama ini santet identik dengan boneka jerami, tanah kuburan, rambut, atau benda-benda yang diam-diam diselipkan kepada korbannya, film ini membawa sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan kita hari ini. Santet tidak lagi dikirim secara sembunyi-sembunyi. Santet kini datang dalam bentuk sebuah paket lengkap dengan plastik pembungkus, label alamat, barcode, dan identitas pengiriman, lalu diantar langsung ke tangan korbannya.
Tak ada dukun yang datang. Tak ada ritual yang terlihat. Hanya sebuah paket tanpa nama pengirim. Begitu paket diterima, teror santet pun dimulai.
Menurut sutradara Dinna Jasanti, kedekatan cerita film Paket Santet dengan keseharian yang membuat konsep film ini terasa menyeramkan dan menjadi alasan mengapa ia tertarik terlibat dalam proyek ini.
“Yang membuat saya tertarik dari Paket Santet adalah bagaimana sebuah kelompok sahabat yang sangat dekat tiba-tiba harus menghadapi teror yang datang dari sesuatu yang begitu biasa, sebuah paket. Dari situlah ketegangan cerita mulai tumbuh, karena setiap kali sebuah paket datang, mereka tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya,” kata Dinna.
BASE ENTERTAINMENT
Di balik konsep horor yang dekat dengan keseharian tersebut, Paket Santet juga mempertemukan deretan talenta muda dari berbagai latar belakang. Yasamin Jasem kembali membintangi film horor, Fadly Faisal tampil dalam karakter yang berbeda dari proyek-proyek sebelumnya, Fiki Naki menjalani debut layar lebarnya, sementara Fatih Unru, Azela Putri, Gabriella Ekaputri, dan Farandika melengkapi chemistry satu geng mahasiswa yang selama ini terbiasa menjalani kegiatan kampus, malah menerima paket santet yang akan mengubah segalanya.
Bagi Yasamin Jasem, daya tarik utama film ini justru terletak pada premisnya yang sederhana, tetapi terasa begitu dekat dengan keseharian sehingga pengalaman bermain di Paket Santet terasa berbeda.
“Daya tarik Paket Santet adalah idea dan ceritanya terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan sial nya pasti ada orang yang pernah mengalaminya. Setelah menjalani proses syuting, ada yang berubah dalam diri saya saat melihat paket. Rasanya muncul ketakutan, 'gimana ya kalau suatu hari benar-benar saya terima paket tapi isinya santet?'” cerita Yasamin.
Hal serupa dirasakan oleh Fatih Unru, yang memerankan Deva. Bagi Fatih, kunci dari film ini bukan hanya terornya yang menyeramkan, melainkan seberapa kuat chemistry antar pemain dalam membangun persahabatan yang terasa nyata, karena justru dari sanalah film ini juga akan terasa lebih emosional.
“Kami mencoba membangun chemistry seperti teman kampus sungguhan. Karena di film ceritanya sangat dekat. Saat satu per satu mulai menerima paket santet itu, saat syuting rasanya jadi lebih menegangkan,” ujar Fatih Unru.
Peluncuran poster karakter ini menjadi langkah awal perjalanan Paket Santet sebelum merilis trailer dan poster resmi dalam waktu dekat. Ikuti perkembangan terbaru film ini melalui Instagram @paketsantet dan @base.id.
TENTANG BASE ENTERTAINMENT
BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar