Jakarta, 1 Mei 2026 – Industri perfilman Indonesia memasuki babak baru yang bersejarah. Tiga asosiasi produser film utama: Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) untuk pertama kalinya sepakat bersatu membentuk Forum Produser Film Indonesia.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya kolektif untuk memastikan masa depan industri film nasional yang lebih inovatif dan inklusif. Forum ini direncanakan menjadi agenda berkelanjutan guna membahas isu-isu krusial serta tantangan industri film di masa depan.
Luncurkan Manifes: Produser Sebagai Lokomotif Industri
Pertemuan perdana ini menghasilkan dokumen bersejarah yang disebut sebagai Manifes Produser Film Indonesia. Dokumen ini menjadi pernyataan sikap sekaligus komitmen bersama dalam merumuskan arah ekosistem film nasional.
Dalam manifes tersebut, forum secara tegas menyatakan bahwa produser adalah lokomotif pembangunan industri yang harus menjadi mitra utama pemerintah dalam perumusan kebijakan.
Industri film Indonesia harus dibangun dengan tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel melalui penguatan ekosistem hulu-hilir serta standar pembiayaan yang adil. Kekuatan masa depan industri ini diletakkan pada kolaborasi antar-asosiasi yang solid guna melakukan advokasi kebijakan terpadu dan menanggalkan ego sektoral.
Forum juga mendesak negara agar mengakui film sebagai sektor strategis nasional setara dengan sektor lainnya, mengingat dampaknya yang besar terhadap ekonomi kreatif dan diplomasi budaya. Lebih lanjut, para produser menuntut peran aktif negara dalam menjamin keberpihakan melalui insentif dan perlindungan distribusi agar ruang tumbuh industri tetap sehat.
Untuk mendukung perencanaan modern, forum berkomitmen membangun database industri yang berbasis fakta, mencakup data produksi hingga jumlah penonton. Prinsip gerak forum ini pun berlandaskan pada profesionalisme, meritokrasi, dan etika kerja, termasuk komitmen melindungi pekerja film dari eksploitasi.
Secara kolektif, mereka menyatakan sikap tegas menolak praktik monopoli serta pola bisnis yang tidak seimbang yang dapat melemahkan industri. Kreativitas pun akan terus dikembangkan dengan menjadikan keragaman Indonesia sebagai basis identitas yang mampu bersaing secara global. Terakhir, forum bertekad membangun masa depan perfilman secara berkelanjutan melalui inovasi yang memberi manfaat ekonomi-sosial bagi generasi mendatang.
Forum ini juga menyerukan penguatan lembaga perfilman nasional, yang memiliki mandat menjadi lembaga pelaksana, bukan sekadar pengarah. Kehadiran Lembaga ini mengukuhkan bahwa masa depan perfilman Indonesia ditentukan oleh insan film Indonesia.
Dengan terbentuknya forum ini, PPFI, APROFI, dan APFI menyampaikan sinyal kuat bahwa industri film Indonesia membutuhkan tata kelola yang lebih modern, berbasis data, dan dipandu oleh kepentingan bersama produser sebagai motor utama produksi. Konsolidasi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di lanskap perfilman nasional maupun internasional.
Forum Produser Film Indonesia dijadwalkan menjadi ruang dialog berkelanjutan untuk membahas isu-isu strategis, menyusun program bersama, serta memastikan terciptanya ekosistem film yang sehat, inklusif, dan kompetitif bagi seluruh pekerja film Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar