Ada kisah nyata penulis Reda Gaudiamo dan Geng Krembangan yang menyentuh
Jakarta, 27 Maret 2026 - Lebih dari sekadar film, Na Willa menjadi pengingat bahwa Na Willa adalah kita, bagian dari diri yang pernah sederhana, penuh rasa ingin tahu, dan tahu cara merasa bahagia dari hal-hal kecil. Keajaiban sinema Visinema Studios dan sutradara Ryan Adriandhy belum terhenti! Terbaru, melalui film Na Willa, yang berhasil meraih 520 ribu lebih penonton di bioskop Indonesia.
Respons emosional datang dari berbagai kalangan, termasuk para aktor dan figur publik yang ikut merasakan kedekatan personal dengan cerita Na Willa. El Putra Sarira mengaku tersentuh hingga menangis saat menyaksikan film ini.
"Nonton dua kali, hati saya selalu tersentuh. Penggambaran ulat menjadi kupu-kupu kena sekali di hati saya sebagai anak yang bertumbuh. Heartwarming sekali, hati saya sangat happy sekali menontonnya dan satu hal yang paling saya benci kenapa saya harus menangis di film ini. Saya kayak diajak lagi balik ke masa kecilku, baca-baca di pasar dan lihat ayam-ayam kecil. Bahagia bareng Na Willa di bioskop," kata El Putra Sarira tentang film Na Willa.
El Putra Sarira dan 520 ribu lebih penonton telah merasakan kehangatan yang dibawa di Dunia Na Willa. Keempat aktor cilik, Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Arsenio Rafisqy menjadi idola baru bagi para penonton dewasa dan anak-anak.
Salah satu yang turut membagikan kesan menggemaskan dari akting pemeran anak di film Na Willa adalah akun X @ppwiyoon, yang menonton film ini bersama Ibunya, yang juga merupakan guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan merupakan kelahiran tahun '60-an, seperti yang menjadi latar waktu di film Na Willa.
"Kemarin nonton Na Willa sama mamah, beliau guru PAUD dan kelahiran 6oan juga. Sepanjang film sering nyengir lihat tingkah LUCU Willa dkk, pas scene di TK Djuwita, mamah langsung nyenggol 'kaya murid mamah tuh tiap pagi minta pelukk," kata akun X @ppwiyoon.
Selain El Putra, aktor yang juga memberikan kesan baik dan turut mendukung film Na Willa adalah Devano, Eva Celia, hingga Baila no na. Eva Celia sendiri sangat terharu dengan film Na Willa hingga ia menangis usai menonton film ini, sama seperti El Putra.
Bagi Devano dan Baila no na, Na Willa adalah film terbaik sepanjang masa. "Ya Ampun! Ini film terbaik sepanjang masa! Bagus banget," kata Devano tentang Na Willa, yang menontonnya bersama Baila no na.
Sutradara Riri Riza, yang telah sukses dengan film anak seperti Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi sendiri memuji sutradara Ryan Adriandhy, karena telah berhasil mewujudkan keistimewaan cerita ini.
"Menurutku, novel Na Willa adalah buku yang khusus, istimewa. Tapi ketika Ryan memfilmkannya, dia menjadi sebuah film yang bukan hanya istimewa dalam artian cara berceritanya, tetapi juga kedekatannya dengan perasaan," kata Riri Riza.
Kisah Nyata Sang Penulis dan Teman-Temannya
Cerita Na Willa terasa sangat dekat dengan masa kecil banyak anak-anak yang kini telah beranjak dewasa. Banyak dari penonton yang bernostalgia dengan adegan saat Na Willa berjalan-jalan di pasar, saat Geng Krembangan memanggil Na Willa untuk bermain, hingga rasa penasaran yang unik khas anak kecil seperti apa yang ada di dalam sebuah radio.
Sebenarnya, kisah Na Willa didasarkan pada kisah nyata sang penulis novelnya, Reda Gaudiamo. Reda pun berbagi cerita tentang suasana Gang Krembangan saat ini, yang menjadi latar utama di film Na Willa.
"Sekarang sangat berbeda. Yang dulu sangat sederhana sebenarnya. Jadi bentuknya dan pagarnya dari kayu. Sekarang sudah dari besi, lalu ada rumah yang pakai tiang-tiang, pakai pilar-pilar. Terus saya bilang, 'Kenapa jadi begitu ya?" Kenang Reda Gaudiamo.
Saat berkunjung kembali ke Gang Krembangan, Reda pun berkunjung ke rumah salah satu sahabatnya, Farida. Reda menceritakan, rumah Farida masih tetap utuh seperti dulu.
"Tetap besar dan bahkan sekarang punya pohon yang lebih banyak. Tanaman yang lebih banyak, karena Farida ternyata sangat suka dengan tanaman," cerita Reda.
Reda pun bertemu dengan sosok Farida asli pada 2023. Saat itu, ia tengah berkegiatan di Surabaya, dan akhirnya menjumpai teman lamanya tersebut. Pertemuan itu pun sangat hangat.
"Saya iseng-iseng tanya apakah ada yang namanya Bu Farida di sini? Ternyata dia langsung muncul. Lalu saya bilang, Eh, kamu masih ingat nggak sama saya? Saya bilang gitu. "Saya dulu tinggal di seberang, terus saya menyebutkan nama kecil saya gitu. Lalu dia berteriak dan bilang, 'Kamu ya! Katanya kamu waktu itu perginya cuma sebentar, ini balik-balik ini kita sudah sama-sama tua! Tiru Reda sambil tertawa.
Namun, di balik pertemuan kembali sosok asli Na Willa dan Farida, juga menyimpan kisah haru saat Reda akhirnya mengetahui salah satu temannya, Dul, telah meninggal Dunia. Sementara Bud, kini telah pindah dari Gang Krembangan.
Penulis dan sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, juga mengucapkan terima kasih ke penonton karena telah menyaksikan perjalanan bertumbuh bersama Na Willa dan ikut mencoba menjadi anak-anak.
"Saya sangat sangat berterima kasih kepada kalian yang pergi ke bioskop dan mau menemui Na Willa dalam dunianya, dan juga dengan baik hati mau berempati padanya dengan menempatkan diri sepenuhnya pada posisinya, di usianya, mencoba melihat dari sudut pandangnya, serta mau memahami bobot "konflik" yang harus ia lalui tanpa memaksakan standar kacamata dewasa mengenai apa yang pantas disebut "masalah". Terima kasih karena telah bersikap lembut kepada anak-anak di dalam cerita, tanpa memaksakan bagaimana mereka "seharusnya bergerak agar kisahnya menghibur kita para dewasa. Terima kasih untuk kasih sayangnya," kata Ryan Adriandhy.
Sejak tayang di bioskop, Na Willa telah memunculkan banyak diskusi para penonton. Mulai dari pola asuh orangtua (parenting) yang diterapkan karakter Mak, hingga memunculkan tren tentang rekomendasi buku anak bagus yang cocok menjadi bacaan. Banyak penonton yang telah tersentuh dengan karakter Na Willa dan Geng Krembangan. Para penonton merasa menjadi bagian dari Dunia Na Willa, dan menjadi bagian dari #NaWillaadalah Kita.
Saatnya Bahagia Bareng Na Willa di bioskop seluruh Indonesia! Tonton film Na Willa di bioskop sekarang!
Sinopsis
Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.
Catatan Produksi:
Judul Film : Na Willa
Genre : Drama,Keluarga
Sutradara: Ryan Adriandhy
Produser Eksekutif : Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem
Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari
Ko-Produser : Mia A. Santosa
Produser Lini : Tersi Eva Ranti
Asisten Sutradara : Mizam Fadilah Ananda
Unit Manajer Produksi : K. Dwi Prasetya
Sinematografer : Yadi Sugandi
Desainer Produksi : Sri Rini Handayani
Penata Busana : Astrid Rosiana Ishak
Penata Rias : Notje M. Tatipata
Penata Suara : Siti Asifa Nasution
Penyunting : Teguh Raharjo
Komposer : Ofel Obaja
Pemeran : Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar