Jakarta, 24 Maret 2026 — Film drama keluarga “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” resmi meluncurkan poster perdana sebagai langkah awal menuju penayangan di bioskop pada 9 April 2026.
Diproduksi oleh Five Elements Pictures dan Kults Creative, film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis bersama Oka Aurora. Film ini juga diproduseri oleh Ody Mulya dan Soemijato Muin. Film ini diangkat dari buku yang fenomenal dengan judul yang sama karya Khoirul Trian.
Dibintangi oleh Mawar Eva De Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono, Baskara Mahendra, Unique Priscilla, Kiara McKenna, Dinda Kanya Dewi, dan Azami Syauqi yang mengangkat kisah Dira.
Poster perdana yang telah dirilis menghadirkan nuansa emosional yang menggambarkan Film Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya? kehangatan sekaligus kerapuhan sebuah keluarga.
Poster Perdana Resmi Dirilis
Sebagai langkah awal menuju penayangan, film ini telah resmi meluncurkan poster perdana yang menampilkan nuansa emosional dan atmosfer keluarga yang hangat sekaligus rapuh. Poster ini menjadi gambaran awal dari konflik yang akan dihadapi para karakter dalam film.
Tentang Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana, Ya?” mengangkat kisah Dira, seorang anak perempuan yang tumbuh bersama ayah yang selalu ada secara fisik, namun tak pernah benar-benar hadir secara emosional.
Dira dan Darin dibesarkan di sebuah rumah sekaligus warung yang terlihat hangat dari luar, namun menyimpan banyak diam dan janji yang tak pernah terpenuhi. Sang ibu, Lia, bekerja tanpa lelah demi menjaga keluarga tetap utuh, sementara sosok ayah, Yudi, hadir tanpa mampu memberikan peran yang berarti.
Kenangan masa kecil yang sederhana perlahan berubah ketika sebuah insiden menghancurkan stabilitas keluarga. Peristiwa ini membuka tabir kenyataan: utang yang menumpuk, ketidakpastian masa depan, dan luka emosional yang selama ini tersembunyi.
Dalam situasi krisis tersebut, Dira dipaksa tumbuh lebih cepat, mengambil peran orang dewasa, dan mencari arah hidup yang tak pernah ia dapatkan dari sosok yang paling ia rindukan—ayahnya sendiri.
SINOPSIS :
Bahasa Indonesia
Seorang anak perempuan tumbuh serumah dengan ayah yang selalu ada namun tak pernah benar-benar hadir, ketika krisis keluarga memaksanya menanggung beban orang dewasa, ia harus belajar hidup tanpa arah yang seharusnya datang dari sosok yang paling ia rindukan: ayahnya sendiri.
Dira dan Darin tumbuh di bawah atap “Soto Bu Lia”: sebuah rumah-warung yang tampak akrab dari luar tapi dipenuhi bisu—kata-kata yang tak sempat diucap dan janji-janji yang selalu meleset. Yudi ada di sana, tapi kehadirannya tidak pernah memberi arah; Lia bekerja tanpa henti, menutupi utang dan luka keluarga agar tampak utuh untuk anak-anaknya. Kenangan awal mereka manis dan sederhana, namun di bawahnya tersimpan kekosongan yang menunggu pemicu.
Segalanya berubah saat sebuah insiden domestik, ledakan kompor yang brutal menghantam langsung rutinitas keluarga: Lia terluka parah, penopang utama rumah tangga runtuh. Lalu rumah menjadi rumah sakit darurat, dan beban biaya medis menjulang. Momen itu membuka pintu ke kerapuhan yang selama ini disembunyikan: utang yang menumpuk, ketidakpastian, dan kebenaran yang tak lagi bisa ditutup dengan senyum. Dari situ kehidupan keluarga yang semula berputar dalam kebiasaan dipercepat menjadi darurat, dan Dira ditarik ke garis depan perjuangan.
Bahasa Inggris
A young girl grows up in the same household as a father who is always present, yet never truly there. When a family crisis forces her to carry adult responsibilities, she must lear
Dira and Darin grow up under the roof of “Soto Bu Lia,” a home-turned-eatery that appears warm from the outside but is filled with silence words left unspoken and promises that are constantly broken. Yudi is there, but his presence never offers direction; Lia works tirelessly, concealing debt and family wounds to keep the family looking whole for her children.
Their early memories are sweet and simple, yet beneath the Everything changes when a domestic incident a brutal stove explosion shatters the family’s routine. Lia is severely injured, and the household’s main support collapses. The home turns into an emergency infirmary as medical expenses rise. That moment opens the door to long- hidden fragility: mounting debt, concealment, and truths that can no longer be covered with a smile. From then on, a family life once driven by routine is thrust into crisis, and Dira is pulled to the front line of the struggle.
Genre Film : Drama Keluarga
Produser : Ody Mulya, & Soemijato Muin
Sutradara : Kuntz Agus
Penulis : Oka Aurora & Kuntz Agus
Produksi : Five Elements Picture & Kults Creative
Casts : Rey bong, Mawar De Jongh, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara Mckenna, Dinda Kanya Dewi, Azami Syauqi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar