Selasa, 10 Februari 2026

A Little White Lie: Reuni SD di Hotel Mewah Berujung Skandal Viral, Rebranding, dan Rahasia Surat yang Mengubah Segalanya


Jakarta, 10 Februari 2026 - Series A Little White Lie menghadirkan drama persahabatan, romansa, dan rahasia masa lalu yang berlapis, berpusat pada Ocha (23), gadis yang dikenal sebagai salah satu murid paling pintar di angkatannya. Namun, tepat saat hidupnya goyah karena baru saja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Ocha harus menghadiri acara reuni SD yang digelar di Hotel Gala, hotel milik Adit (25), kakak kelasnya.

Kehadiran Ocha di acara ini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan juga untuk menantang rasa minder ketika ia harus kembali bertemu teman-teman lama yang kini terlihat sudah mapan dan sukses dengan versi hidup mereka masing-masing.

Di reuni itu, Ocha bertemu Kian (25) dan Quinn (23), pasangan suami istri muda yang tampak sempurna di mata orang lain. Ada pula Jeannette (23), model sekaligus influencer yang selalu tampil percaya diri, Harlan (23) yang dikenal berasal dari keluarga kaya, Shira (23) akuntan yang dulunya sahabat sebangku Ocha, dan sosok yang sejak lama istimewa di hati Ocha: Bintang (23), pemilik start-up branding consultant.

Keinginan untuk bertemu Bintang membuat Ocha menepis rasa rendah diri dan tetap hadir. Dalam benaknya, ada satu tujuan yang ingin ia tuntaskan: mengucapkan terima kasih kepada "penulis surat-surat rahasia" yang dulu menjadi pegangan Ocha dalam melewati masa paling gelap hidupnya.

Surat-surat itu memiliki arti besar bagi Ocha sejak ia kehilangan kedua orangtuanya dalam kecelakaan tragis pada malam pensi perpisahan SD malam yang juga bertepatan dengan ulang tahun Ocha yang ke-12. Surat-surat tersebut menjadi semacam penghiburan, penopang, sekaligus alasan Ocha percaya bahwa selalu ada seseorang yang memahami dirinya.

Namun, reuni yang semula penuh nostalgia justru berubah kacau ketika terjadi demonstrasi di Hotel Gala yang berujung kericuhan. Di tengah situasi itu, nama Adit ikut terseret dan mendadak viral setelah muncul tuduhan bahwa ia adalah pengambil lahan rakyat kecil. Krisis citra pun semakin menekan ketika Ben (50), ayah Adit, mengancamakan akan mengambil alih Hotel Gala dari tangan Adit bila ia tak mampu memperbaiki reputasi hotel dan dirinya.

Terjepit oleh tekanan keluarga dan badai opini publik, Adit meminta bantuan Bintang untuk melakukan rebranding image terhadap dirinya dan Hotel Gala. Bintang menyanggupi, lalu mengajak Ocha bergabung di kantornya. Ocha yang memang sedang butuh pekerjaan menerima tawaran tersebut, tetapi ia tak ingin siapa pun mengetahui kondisi ekonominya yang sedang sulit.

Di titik inilah "kebohongan kecil" mulai tumbuh: Ocha berbohong dengan mengaku memiliki syarat untuk bekerja, yakni membutuhkan handphone seri terbaru untuk membuat konten. Yang mengejutkan, kebohongan itu bukan hanya milik Ocha. la memergoki Harlan yang selama ini dikenal berada ternyata bekerja sebagai penjual daging di pasar. Harlan meminta Ocha menyimpan rahasianya, dan sebagai gantinya ia meminjamkan ponsel agar Ocha bisa menjalankan tugas-tugasnya bersama Bintang.

Strategi rebranding yang dijalankan Ocha dan Bintang terbukti berhasil. Perlahan, citra Adit dan Hotel Gala membaik. Namun keberhasilan itu memunculkan ketegangan baru ketika Ocha tanpa sadar membanggakan Bintang di depan Adit, membuat Adit merasa tersisih dan down. Di balik dinamika itu, tersimpan fakta yang jauh lebih dalam: sebenarnya, orang yang dulu menjadi teman surat-menyurat Ocha saat SD bukanlah Bintang, melainkan Adit.

Adit, yang sejak lama menyimpan perasaan dan kepedulian, pernah meminta Bintang untuk membantu menyembunyikan surat-surat tersebut di laci meja Ocha. Adit memilih menutup identitasnya karena ia tak ingin menghancurkan spirit Ocha sebab surat-surat lama itu sudah menjadi sandaran Ocha setiap kali ia sedih.

Konflik antar sahabat semakin panas saat Ocha mengetahui Kian ternyata menjalin affair dengan Jeannette. Quinn yang terluka menuntut cerai dan memaksa teman-teman mereka memilih akan berpihak pada siapa. Di saat Ocha mencoba berani menyatakan perasaannya kepada Bintang, Bintang justru menegaskan bahwa ia tidak pernah ingin berpacaran dengan teman karena takut merusak persahabatan, seperti yang terjadi pada Kian dan Quinn. Ocha terpaksa kembali memendam rasa, sementara kebohongan dan rahasia makin menumpuk di antara mereka.

Drama mencapai puncak emosional ketika perayaan ulang tahun Adit yang diisi pertandingan basket berubah menjadi momen yang mengubah banyak hal. Shira mendadak pingsan, dan terbongkar bahwa ia mengidap sakit ginjal serta membutuhkan transplantasi. Shira meminta maaf karena selama ini menyembunyikan kondisinya, terutama kepada Harlan.

Di saat bersamaan, Harlan mengaku bahwa dirinya tidak sesempurna tampilan luarnya. Meski Shira divonis tidak akan hidup lama, Harlan tetap ingin bersama Shira. Keputusan besar lalu diambil Adit: ia bersedia membantu seluruh biaya pengobatan Shira, membuat Ocha mulai melihat Adit sebagai sosok yang jauh lebih baik dibanding prasangka awalnya.

Di sisi lain, Adit menemukan bukti bahwa Ben pernah terlibat kasus tabrak lari yang ternyata merenggut nyawa orangtua Ocha. Adit mulai terjebak dalam dilema moral dan keluarga, sementara Bintang menghadapi persoalan lain: perusahaan yang selama ini terlihat sukses ternyata berada di ambang kebangkrutan. Untuk membayar pesangon karyawan yang sudah dipecat, Bintang terpaksa mencari pinjaman dan akhirnya meminjam uang dari Ben.

Namun Ben memberi syarat licik: Bintang harus menyabot Adit agar Ben bisa mengambil alih Hotel Gala. Bintang sempat bimbang, sempat mencoba, lalu menyesal dan memilih membela persahabatan. Keputusan itu membuat Ben murka dan benar-benar menjatuhkan nama Bintang hingga ia kehilangan semua kliennya.

Ketika Ocha mengetahui Bintang hanya berpura-pura sukses, ia hancur. Baginya, sosok yang paling ia kagumi ternyata tidak jauh berbeda dari yang lain: sama-sama menyimpan kebohongan. Adit mencoba menyadarkan Ocha bahwa setiap orang punya rahasia, namun Ocha semakin terpukul saat mengetahui Tante Fatma orang yang selama ini paling dekat dengannya ternyata menerima bantuan dari Ben sebagai "uang tutup mulut", yang sepenuhnya dipakai untuk membiayai Ocha. Merasa dikhianati dari segala arah, Ocha memilih keluar dari rumah dan menjalani hidup sendiri.

Saat mencoba menenangkan diri, Ocha kembali membaca surat-surat lama yang dulu menjadi penghiburnya. Dari sana, ia menemukan kesamaan tulisan tangan di surat dengan tulisan tangan Adit. Ocha pun sadar selama ini ia telah dibohongi oleh Bintang dan Adit. Ocha mengkonfrontasi keduanya dan memutuskan tidak mau berteman lagi.

la memilih berjalan sendiri, membangun usaha branding consultant miliknya, bahkan berhasil melawan trauma lamanya untuk berbicara di depan umum. Namun di balik pencapaian itu, hidup Ocha tetap terasa sepi.

Kabar kematian Shira menjadi titik balik. Di pemakaman, para sahabat lama kembali bertemu. Melihat Harlan begitu hancur ditinggal Shira, Ocha menyadari bahwa waktu tak bisa diulang, dan ia sebenarnya beruntung pernah memiliki dua sahabat yang sangat menyayanginya Adit dan Bintang. Ocha pun berdamai, meski hatinya masih bimbang: memilih Adit yang dewasa dan membimbingnya menjadi mandiri sejak dulu, atau Bintang yang selama ini ia kagumi dan pernah ia cintai dalam diam.

Seiring perjalanan, Ocha berbaikan dengan Tante Fatma dan memberikan modal usaha toko roti yang selama ini diimpikan sang tante. Ocha juga memergoki fakta lain: Jeannette ternyata memiliki anak di luar nikah, yang membuatnya nekat mencari pria kaya demi membiayai hidup. Jeannette pun mengingatkan Ocha agar tidak terlalu percaya cinta.

Sementara itu, Quinn diam-diam hamil dan ingin menggugurkan kandungannya. Ocha berhasil membuat Quinn dan Kian rujuk kembali, meyakinkan agar anak tidak ikut menanggung kesalahan orangtuanya sebuah refleksi yang membuat Ocha sadar bahwa Adit tidak seharusnya membayar dosa Ben.

Pada akhirnya, Ben ditangkap setelah Adit mempertaruhkan segalanya untuk mengumpulkan bukti kejahatan bisnis ayahnya dan bersedia menjadi saksi. Di pengadilan kasus Ben, momen paling menentukan terjadi ketika Ocha dan Bintang hadir. Saat diwawancara wartawan di depan ruang sidang, Ocha memuji Adit sebagai sosok yang tulus, istimewa, dan omongannya bisa dipercaya seraya mengakui itulah alasan ia mencintainya.

Adit terkejut mendengar pernyataan itu disampaikan di depan kamera. Ocha kemudian menggandeng tangan Adit, di bawah senyum Bintang yang memilih ikhlas melihat kebahagiaan dua sahabatnya.

Kisah A Little White Lie ditutup dengan cara yang hangat dan simbolik. Untuk mengenang Shira, para sahabat kembali berkumpul, menulis surat berisi kenangan dan janji persahabatan, menyimpannya dalam time capsule, lalu menanam pohon kesukaan Shira di atasnya sebuah tanda bahwa meski hidup penuh kebohongan kecil, mereka tetap bisa memilih untuk bertumbuh lewat kejujuran dan penerimaan.

Series ini diadaptasi oleh MAXSTREAM TV dan diproduksi oleh Unlimited Production dengan Oswin Bonifanz sebagai produser, disutradarai Sondang Pratama, serta ditulis oleh Cassandra Massardi. Deretan pemain yang membintangi A Little White Lie antara lain Jerome Kurnia, Calista Arum, Junior Robert, Adel Reva, Shania Gracia, Ciccio Manassero, Naura Hakim, Donny Damara, dan Teuku Rizky.

Jangan lewatkan Series A Little White Lie, tonton hanya di MAXSTREAM TV.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Film "Setan Alas!" Siap Hadirkan Pengalaman Horor Berbeda Lewat Satire dan Meta-Horor

Jakarta, [10/02/2026] - Film horor Indonesia Setan Alas! (The Draft!) segera meramaikan bioskop-bioskop di tanah air. Gala Premiere (Penaya...