Jumat, 31 Oktober 2025

“Air Mata di Ujung Sajadah 2” Sentuh Ratusan Ribu Hati Penonton, Raih 133.789 Penonton di Minggu Pertama Penayangan

Jakarta, 31 Oktober 2025 — Semakin banyak penonton di seluruh Indonesia yang turut merasakan kisah mengharukan keluarga dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2. Sejak penayangan hari pertamanya, film drama keluarga yang penuh emosi ini terus menarik perhatian publik dengan cerita yang menyentuh hati dan penampilan Titi Kamal dan Citra Kirana yang mengoyak hati para penonton Indonesia.

133 Ribu Penonton di Minggu Pertama

Dalam minggu pertamanya di layar bioskop, Air Mata di Ujung Sajadah 2 berhasil meraih 133.789 penonton. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa kisah lanjutan dari film pertamanya masih memiliki tempat istimewa di hati penonton Indonesia. Film produksi Beehave Pictures dan disutradarai oleh Key Mangunsong ini kembali menghadirkan drama keluarga yang hangat sekaligus menguras air mata.

Para Penonton yang Menangis Bersama di Bioskop

Sejak hari pertama penayangan, suasana haru tampak menyelimuti berbagai bioskop di seluruh kota. Banyak penonton terlihat tak kuasa menahan air mata saat mengikuti kisah Aqilla, Yumna, dan Baskara di layar lebar. Ceritanya yang dekat dengan realita kehidupan membuat banyak orang tersentuh dan teringat akan sosok ibu mereka.

“Film ini bikin aku nangis dari awal sampai akhir. Ceritanya benar-benar bikin ingat sama perjuangan ibu sendiri,” ungkap salah satu penonton usai menyaksikan sekuel ini. “Kalimat-kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam banget. Aku sampai nggak berhenti mikirin ibu di rumah,” tambah penonton lain yang mengutarakan pengalaman menontonnya.

Air Mata di Ujung Sajadah 2 melanjutkan kisah dari film pertamanya, menghadirkan konflik emosional antara dua ibu dan satu anak — tentang pengorbanan, kehilangan, dan cinta yang tak pernah padam. 

Dengan penyutradaraan yang peka dan akting kuat dari Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, dan Jenny Rachman, film ini berhasil membuat penonton tenggelam dalam kehangatan sekaligus kesedihan yang mendalam.

Air Mata di Ujung Sajadah 2 sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sendiri kisah yang membuat ribuan penonton menitikkan air mata.

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti media sosial resmi @beehavepictures dan @airmatadiujungsajadah2.

***

PRODUCTION NOTES - AIR MATA DI UJUNG SAJADAH 2


Title Film:  AIR MATA DI UJUNG SAJADAH 2

Production House:  Beehave Pictures

Genre:  Drama, Keluarga

Duration:  105 menit

Color:  Color

Production year:  2025

Release:  23 Oktober 2025

Producer:  Ronny Irawan 

Line Producer:  Age A. Maulana

Script Writer:  Eginina Oey, Henovia Rosalinda, Key Mangunsong, Ronny Irawan

Director:  Key Mangunsong

Director of Photography:  Ipung Rachmat Syaiful, ICS.

Editor:  Kelvin Nugroho

Art Director:  Antoinette Louise S.

Wardrobe:  Evitri Gultom

Make Up:  Dian Anggraini

Casting:  Donis Pratama

Visual Effect:  Capluk

Sound Recordist:  Madunazka

Sound Designer:  Crossfade

Music:  Andi Rianto

Cast:  Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Jenny Rachman, Daffa Wardhana, Mbok Tun

Kamis, 30 Oktober 2025

Mertua Ngeri Kali Rilis Teaser Poster dan Dua Teaser Trailer, Tampilkan Aksi Kocak Bunda Corla!

Jakarta, 29 Oktober 2025 — Antara menantu dan mertua, pertarungan sengit akan datang ke layar lebar akhir tahun ini. Tak main-main, film terbaru dari rumah produksi Im-a-gin-e Mertua Ngeri Kali merilis teaser poster dan dua teaser trailer sekaligus, menampilkan penampilan perdana Bunda Corla di film layar lebar.

Film ini menjadi momen spesial bagi para penggemar setia Bunda Corla, karena kini mereka bisa menyaksikan energi blak-blakan khasnya dalam sosok Donda, ibu mertua Batak yang siap bikin rumah tangga anaknya jungkir balik!

Teaser Poster: Tatapan Cinta vs Tatapan Mertua

Teaser poster yang baru dirilis menampilkan pasangan Raja (Dimas Anggara) dan Andara (Naysilla Mirdad) yang tengah saling menatap penuh cinta. Namun, di belakang mereka, tampak Donda (Bunda Corla) dengan tatapan sinis yang seolah siap “menghantam” kebahagiaan keduanya. Poster ini menunjukkan dinamika keluarga berantakan yang akan dihadirkan melalui film ini, mengajak penonton untuk memilih: tim istri atau tim mertua?

Teaser Trailer: Rumah Tangga Kacau, Mertua jadi Dalangnya

Sementara itu, teaser trailer yang dirilis menampilkan kekacauan sehari-hari di rumah Donda. Dari keluhan Donda yang tak ada habisnya, Andara yang frustasi, hingga Raja yang terjepit di antara dua perempuan paling penting dalam hidupnya, semuanya dirangkum dalam cuplikan singkat yang kocak namun relatable. Dari nada bicara hingga gestur blak-blakan khas Bunda Corla, trailer ini menunjukkan betapa karakter Donda benar-benar dibuat untuk dirinya.

Disutradarai oleh Key Mangunsong, Mertua Ngeri Kali menyajikan drama keluarga penuh tawa tentang benturan antar generasi, ego, dan cinta di dalam satu rumah besar keluarga Batak. Film ini juga dibintangi oleh Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Bonar Manalu, dan Farrell Rafisqy.

Diproduksi oleh Im-a-gin-e, bekerja sama dengan A&Z Films, Anami Films, PK Films, Josh Pictures, dan Kami Sinema, Mertua Ngeri Kali siap menghadirkan kisah komedi keluarga yang  menggelitik dan hangat untuk ditonton bersama keluarga tersayang.

Siapkan mental dan siap-siap ngakak bareng Bunda Corla di film debutnya! Saksikan kehebohan Donda dan keluarga besarnya di Mertua Ngeri Kali, mulai 11 Desember 2025 di bioskop seluruh Indonesia.

Ikuti keseruannya di Instagram @mertuangerikali.film dan @im_a_gin_e untuk update terbaru.

Perankan Kisah Cinta Viral Albi dan Shella, Ini Bentuk Dedikasi Sepenuhnya Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh

Jakarta, 30 Oktober 2025 – Ketulusan cinta dua content creator, Albi dan Shella, pernah menyentuh hati jutaan orang. Dari layar ponsel, kisah mereka menyebar, membawa air mata dan menginspirasi ratusan juta orang yang menyaksikannya.

Cerita mereka kini dihidupkan kembali lewat film Sampai Titik Terakhirmu garapan sutradara Dinna Jasanti di bawah rumah produksi LYTO Pictures. Namun di balik setiap adegan haru, ada dua aktor yang bekerja dengan sepenuh jiwa untuk menghidupkan kembali cinta yang pernah menggetarkan dunia maya: Arbani Yasiz sebagai Albi dan Mawar de Jongh sebagai Shella.

Arbani Yasiz Sebagai Albi: Membawa Kehangatan dan Ketulusan

Sebagai sosok Albi, Arbani Yasiz tak hanya diminta untuk meniru gerak-gerik sang tokoh, tapi juga memahami kepribadiannya: canggung, jenaka, dan punya “golden retriever energy” yang bikin siapapun nyaman di dekatnya. 

Untuk itu, Arbani banyak meluangkan waktu bersama Albi asli selama proses persiapan dan syuting. Dari obrolan santai hingga momen di lokasi, keduanya menjalin pertemanan yang tulus. “Aku nggak mau cuma sekadar mirip. Aku ingin benar-benar memahami kenapa Albi bisa setulus itu,” ungkap Arbani. Hubungan mereka bahkan kini terasa seperti kakak-adik. “Kita  bahkan sering bercanda panggil satu sama lain ‘Bi!’ setiap ketemu.”

Tak berhenti di situ, Albi juga memberikan salah satu kenangannya yang paling pribadi, sebuah jaket pribadi milik Albi yang digunakan Arbani di film. 

Mawar de Jongh Sebagai Shella: Hidupkan Kembali Sosok yang Penuh Cahaya

Berbeda dengan karakter Albi yang lembut dan canggung, Shella dikenal sebagai pribadi yang ceria, terbuka, dan kuat menghadapi apa pun. Bagi Mawar de Jongh, memerankan Shella adalah sebuah kehormatan dan pengalaman yang tak akan dilupakannya.

“Aku nonton banyak video Shella di TikTok, bahkan kita juga dikasih liat video-video Albi dan Shella yang nggak mereka post di sosial media,” cerita Mawar. “Dari situ aku belajar kalau Shella nggak pernah kehilangan senyum, bahkan ketika dia tahu sakitnya makin berat.”

Selain itu, Mawar juga banyak berdiskusi dengan keluarga Shella agar setiap gestur, tutur kata, hingga energi yang ia tampilkan tetap terasa autentik. Mawar bahkan menurunkan berat badan hingga tujuh kilogram untuk benar-benar masuk ke kondisi fisik Shella di masa-masa terakhirnya.

“Aku ingat banyak bertanya kepada dokter yang menjadi konsultan kami saat syuting,” cerita Mawar mengenai dedikasinya. “Aku selalu tanya, ‘pada tahap ini bagian mana yang berasa sakit?’ Supaya aku bisa memerankan Shella serealistis dan autentik mungkin.”

Kisah cinta Albi dan Shella mungkin berakhir di dunia nyata, tapi lewat dedikasi Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh, cinta mereka terus hidup. Film ini bukan hanya menjadi perayaan hidup Shella, namun perayaan akan kehidupan itu sendiri, menjadi pengingat bahwa kasih yang tulus tak pernah benar-benar berakhir.

Film Sampai Titik Terakhirmu tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Info lebih lanjut, kunjungi sosial media @filmsampaititikterakhirmu dan @lytopictures.

Film Horor Kuncen Membawa Misteri Gunung Merapi! Azela Putri Berseteru dengan Davina Karamoy di Tengah Pendakian, Mencari Pacar yang Hilang dan Pengganti Juru Kunci

Atta Halilintar terlibat sebagai produser eksekutif, Kuncen tayang mulai 6 November 2025 di bioskop.

Jakarta, 30 Oktober 2025 - Apa yang terjadi ketika anak rumahan yang tinggal di kota tiba-tiba harus naik gunung karena sang pacar hilang kontak? Itulah yang dialami Azela Putri bersama teman-temannya, Vonny Felicia dan Mikha Hernan di film horor terbaru persembahan Hers Productions dan Cinevara Studio, Kuncen. Di film ini, penonton akan diperlihatkan misteri Gunung Merapi dengan sajian perjalanan kisah persahabatan dan perasaan kehilangan orang tersayang.

Kuncen mengikuti kisah Awindya (Azela Putri), yang kehilangan kekasihnya yang sedang naik gunung. Awindya pun lalu mengajak kedua temannya untuk menyusul dan mencari pacarnya. Namun, sesampainya di sana, ada peristiwa yang tak terduga yang membuat semuanya berubah. Sang Juru Kunci, atau Kuncen, mati akibat ilmu hitam.

Mereka kemudian bertemu dengan Yoga (Cinta Brian) dan Diska (Davina Karamoy), dua orang asing yang juga sedang mencari orang terdekat mereka yang hilang. Perjalanan kelima remaja di gunung pun berubah menjadi kisah mistis, bertemu dengan berbagai hal gaib yang di luar nalar mereka. Apa yang akan terjadi?

Ketegangan di film Kuncen dibangun melalui setting atmosfer gunung yang sunyi, kabut tebal, dan hal-hal misterius. Penonton akan merasakan setiap sudut di hutan dan gunung menjadi sumber ancaman.

Film ini menghadirkan pengalaman horor yang emosional, membawa ketegangan yang terasa nyata dan akan membekas lama di benak penonton. Selain nuansa horor, film Kuncen juga membawa tema persahabatan. Mengeksplorasi ketakutan terhadap hal gaib yang turut menguji hubungan antar teman, sekaligus menyentuh nilai budaya dan spiritual lokal yang dipercaya masyarakat.

"Dalam kepercayaan lokal masyarakat kita, gunung bukan cuma alam fisik, tapi juga menjadi tempat tinggal roh leluhur dan penjaga alam. Ada kebiasaan yang telah menjadi common knowledge di antara para pendaki dan juga masyarakat di sekitar pegunungan, izin ke Kuncen atau Juru Kunci berarti menghormati mereka yang 'menjaga' sebelum manusia datang. Di film ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kuncen adalah penjaga adat sekaligus keselamatan, bukan cuma penjaga alam mistis," ujar produser Rahul Mulani.

Disutradarai oleh Jose Poernomo, film Kuncen diproduseri oleh Rahul Mulani bersama Fadi Iskandar dan Neivy Vilany. Atta Halilintar turut bergabung menjadi produser eksekutif di film ini bersama Heera Syahir, Roan Yandie Anpira, Azmi Yansyah Siregar, dan Kemal Temenggung. Kuncen dibintangi di antaranya oleh Azela Putri, Davina Karamoy, Cinta Brian, Mikha Hernan, Vonny Felicia, dan Sara Wijayanto.

Di film ini, Sara Wijayanto tampil menjadi sosok misterius yang menjadi kunci keselamatan dari para karakter utamanya dalam sebuah misi penyelamatan. Ia hadir dengan tampilan yang berbeda. Meski penampilannya singkat, namun Sara berhasil memberikan kesan yang mendalam dan memberikan pemaknaan terhadap jalannya cerita di film ini.

"Meski film ini memiliki latar setting lokal dengan unsur mistis dari budaya lokal dari desa dekat pegunungan, namun permasalahan dan solusi yang ditampilkan di film ini adalah dari para karakter yang tinggal di kota. Jadi berbagai dinamika selama pendakian itu juga akan membawa kedekatan ke penonton muda tentang ketidaktahuan mereka pada apa yang terjadi sebenarnya di gunung dan akibat fatalnya," ujar sutradara Jose Poernomo.


"Di film Kuncen saya banyak belajar dari teman-teman produser bagaimana membuat sebuah karya film untuk menjadi lebih baik lagi. Ini jadi momen saya untuk bisa mengambil pelajaran dari banyak pelaku perfilman yang lebih berpengalaman dan bisa saya gunakan ke depannya," tambah produser eksekutif Atta Halilintar.

Azela Putri, menuturkan pengalaman menegangkannya saat syuting Kuncen. Salah satu tantangan yang paling berat adalah ketika ia harus beradegan di liang kubur.

Sementara itu, di film ini, Jose Poernomo memanfaatkan setting asli kuburan yang ada di lokasi, yang menambah suasana mencekam yang tergambar di dalam film. Azela juga menuturkan pengalaman dirinya yang hampir kesurupan.

"Jadi ada salah satu pemeran kuntilanak yang saat di lokasi itu berteriak. Aku kira itu Vonzy yang lagi ambil adegan. Teriakannya itu nonstop. Aku akhirnya lari pengen lihat seperti apa, eh tahunya ternyata ada yang kesurupan. Begitu teriakannya berhenti, tiba-tiba itu seperti mau berpindah ke aku. Jadi aku mengalami hampir mau kesurupan, itu rasanya ubun-ubunnya seperti mau ditarik," cerita Azela Putri.

Sementara itu, Davina Karamoy menyatakan bermain di film Kuncen menjadi hal baru baginya. Ia yang pada dasarnya lebih menyukai pantai, harus menerima tantangan saat mendaki gunung. Terlebih, karakter yang diperankannya, Diska, adalah sosok yang tidak familiar dengan naik gunung.

"Jadi saat syutingnya, aku harus pakai celana pendek dan semacam rompi sleeveless. Aku lumayan tersiksa di sana karena sangat kedinginan. Sementara teman-teman cast yang lain itu pakai double coat dan sweater. Jadi tiap cut adegan itu aku selalu minta selimut karena dingin banget," cerita Davina Karamoy.


Ikuti perkembangan terbaru film horor Kuncen melalui akun Instagram resmi @hersproduction. Tonton film Kuncen yang akan tayang mulai 6 November 2025 di jaringan bioskop Indonesia!

Generasi Muda Makin Serius Punya Rumah: PropVaganza 2025 by Rumah123 Hadirkan Akses Lebih Mudah di Depok

Rumah123 kembali menghadirkan PropVaganza 2025 di MARGOCITY, Depok, pada 28 Oktober–2 November 2025, mengusung semangat Sumpah Pemuda dengan kehadiran lebih dari 15 pengembang ternama serta berbagai aktivitas menarik. 

Keseruan PropVaganza 2025 by Rumah123 di MARGOCITY, Depok Dok. Internal Rumah123 (2025) 

Depok, 28 Oktober 2025 – Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rumah123 menghadirkan PropVaganza 2025 by Rumah123 di MARGOCITY, Depok, pada 28 Oktober–2 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian PropVaganza ke-5 di tahun 2025, sekaligus mempertegas komitmen Rumah123 sebagai marketplace properti terbesar di Indonesia dalam menghadirkan akses properti yang lebih dekat dan mudah bagi masyarakat. 

Vice President Marketing Rumah123, Andry Law, mengatakan bahwa momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting tentang semangat kolaborasi dan kemajuan bersama. Hal ini menjadi nilai yang diusung dalam menghadirkan PropVaganza 2025 by Rumah123. 

“PropVaganza 2025 by Rumah123 hadir sebagai wujud komitmen kami untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menemukan hunian impian mereka. Dengan semangat muda, kami ingin menularkan semangat optimisme dan keberanian bagi generasi muda untuk mulai melangkah memiliki atau berinvestasi di properti,” ujar Andry. 

Kehadiran PropVaganza 2025 by Rumah123 di Depok sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar properti di wilayah ini. Depok mencatat kenaikan indeks harga properti tertinggi di Bodetabek, dengan rata-rata kenaikan harga tanah mencapai 10–15% per tahun di area strategis. Pembangunan infrastruktur seperti Tol Desari (Depok–Antasari) dan Tol Cijago (Cinere–Jagorawi) juga memperkuat konektivitas Depok dengan Jakarta dan wilayah sekitarnya, menjadikan kota ini semakin diminati oleh keluarga muda dan investor. 

Head of Brand Communication Rumah123, Bayu Qresna, menambahkan bahwa PropVaganza by Rumah123 bukan sekadar pameran properti, melainkan ruang bagi generasi muda untuk menemukan hunian yang sesuai dengan nilai dan gaya hidup mereka. 

“Generasi muda kini melihat rumah bukan sekedar tempat tinggal, tapi juga bagian dari identitas dan gaya hidup mereka. Mereka mencari hunian yang relevan dan sesuai dengan gaya hidup modern, desain, estetika dan tentunya lokasi yang strategis. Melalui PropVaganza 2025 by Rumah123, kami menghadirkan beragam pilihan proyek yang relevan dengan aspirasi tersebut, mulai dari hunian berdesain modern hingga kawasan dengan konektivitas tinggi agar generasi muda bisa menemukan rumah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan visi mereka,” jelas Bayu. 

Semangat para calon home owners mencari rumah impiannya 

Dok. Internal Rumah123 (2025) 

Pameran ini menghadirkan berbagai pengembang terkemuka, seperti Relife Property, Serpong Natura City, Cimanggis Golf Estate, Perumnas, Metland Transyogi, Grand Wisata, Royal Tajur, Anwa Land, JDS Resort, Premier Promenade, Podomoro Golf View, Prove Holding & Co (Samesta Membangun Indonesia), Casacomo, Greenland Kemang Bogor, Synthesis Huis, dan Heartful Town Depok. Bank Permata juga turut hadir sebagai mitra perbankan resmi yang menawarkan berbagai solusi pembiayaan bagi pengunjung. 

Simak insightful-nya saat sesi Agent Gathering di PropVaganza by Rumah123 Dok. Internal Rumah123 (2025) 

Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti Developer Talk dan Agent Gathering, serta menikmati program promosi menarik seperti Happy Daily Deals dan Wheel of Fortune. 

PropVaganza 2025 by Rumah123 di MARGOCITY, juga akan dimeriahkan dengan Special Event dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang menambah semangat kebersamaan dan energi positif di tengah masyarakat. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai hiburan menarik seperti penampilan band, Community Activity bersama Celebrity Fitness, serta Party Playground yang menghadirkan pengalaman seru untuk keluarga dan anak muda. 

Dengan semangat muda dan kolaboratif, berharap kehadiran PropVaganza 2025 by Rumah123 di Depok dapat memperkuat peran perusahaan dalam menjembatani pengembang, agen, dan masyarakat dan membentuk koridor pertumbuhan baru atau The Next Growth Center di Depok. Melalui inisiatif ini, Rumah123 terus berkomitmen mempermudah generasi masa kini dan mendatang dalam mewujudkan hunian impian mereka. 

-------


Kunjungi situs press room Rumah123 di laman https://www.rumah123.com/pressroom/ untuk mengetahui lebih lanjut seputar profil dan kegiatan perusahaan, laporan data tren harga properti terkini, rilis pers, foto, video, serta informasi relevan lainnya.

“Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah”, Film Terbaru dari Hanung Bramantyo World Premiere di International Film Festival Rotterdam 2026

Jakarta, 27 Oktober 2025 — Kabar bangga datang dari dunia perfilman Indonesia. Film terbaru dari sutradara kenamaan Hanung Bramantyo di bawah rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Film, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, resmi terpilih untuk tayang perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 yang akan diselenggarakan pada 29 Januari hingga 8 Februari 2026. Festival ini adalah salah satu ajang film paling bergengsi, yang dikenal selalu menampilkan karya-karya unik dan berani dari seluruh penjuru dunia.

Terpilihnya Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menjadi momen penting yang kembali membawa nama Indonesia ke panggung global. Ini juga menandai film kedua Hanung Bramantyo yang berhasil masuk seleksi resmi IFFR, setelah sebelumnya film Gowok: Kamasutra Jawa juga tayang di festival yang sama.

Kisah Thriller Horor Supernatural

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah adalah sebuah film horor supernatural yang mengambil latar menegangkan di Indonesia era 1960-an. Penonton akan dibawa ke masa yang penuh gejolak sosial dan ketegangan politik.

Film ini berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya. Sebuah pola aneh muncul: setiap korban ditemukan tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, dengan kondisi tubuh berlubang dan pesan-pesan aneh tertulis di wajah mereka.

Kasus-kasus ini perlahan mengungkap sebuah rahasia kelam yang terkait dengan kepercayaan, propaganda, dan sisi paling gelap dari sejarah bangsa.

Film ini terinspirasi dari berbagai cerita rakyat dan teori yang beredar seputar peristiwa Gerakan 30 September. Namun, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah tidak menceritakan sejarah secara gamblang. Sebaliknya, film ini mencoba "membaca ulang" luka masa lalu lewat kacamata cerita mistis dan simbolik.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Khiva Iskak, dan Anya Zen. Perpaduan visual yang mencekam dan keberanian Hanung mengangkat isu sejarah lewat mistisisme menjadi daya tarik utama yang dinantikan para kritikus internasional.

Langkah Awal Menuju Bioskop Indonesia

Penayangan perdana di Rotterdam ini adalah langkah awal sebelum Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah bisa disaksikan oleh penonton di Tanah Air. Untuk informasi terbaru mengenai jadwal rilis di Indonesia dan materi promosi lainnya, publik dapat mengikuti akun media sosial resmi @adhyapictures.

MAGMA Entertainment Rilis Poster Resmi Film 'Badut Gendong': Memperkenalkan Wajah Baru dari Universe Qodrat

Jakarta, 18 Maret 2026 - Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi menyingkap tabir misteri dari proyek horor-aksi terbarunya, Badut Gendong...