Rabu, 17 Juni 2026

LEWAT "BERSAMA SANG GARUDA", QUINN SALMAN RAYAKAN SEMANGAT ANAK INDONESIA MENGEJAR MIMPI BERSAMA

Video Musik Original Soundtrack Garuda Di Dadaku Hadirkan Perjalanan Penuh Keceriaan, Persahabatan, Dan Dukungan Untuk Terus Berani Bermimpi

​Jakarta, 16 Juni 2026 — Bermimpi menjadi pemain bola, penyanyi, dokter, guru, atau apa pun yang dicita-citakan akan terasa lebih menyenangkan ketika ada teman, keluarga, dan orang-orang yang selalu percaya pada kita. Semangat itulah yang ingin dirayakan Quinn Salman lewat video musik "Bersama Sang Garuda", original soundtrack film animasi Garuda Di Dadaku yang kini resmi dirilis melalui kanal YouTube BASE Entertainment.

​Lebih dari sekadar video musik, "Bersama Sang Garuda" menjadi dokumentasi perjalanan penuh keceriaan yang dijalani Quinn Salman dan para pengisi suara film animasi Garuda Di Dadaku bersama ribuan anak Indonesia selama rangkaian kegiatan promosi film ini. Video musik ini menghadirkan berbagai momen kebersamaan yang hangat, mulai dari lomba mewarnai, bermain sepak bola bersama komunitas dan sekolah sepak bola, hingga berbagai kegiatan yang mempertemukan para pemain film Garuda Di Dadaku dengan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia.

​Dalam video musik ini, Quinn tampil bersama Keanu Azka, pengisi suara Putra, David Obinna sebagai Kapri, dan Abirama Putra sebagai Fatih. Kebersamaan mereka terekam dalam berbagai aktivitas yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir, menghadirkan semangat yang sama dengan pesan utama film Garuda Di Dadaku: bahwa mimpi besar akan terasa lebih mungkin untuk diraih ketika kita tidak berjalan sendirian.

​Salah satu momen yang ditampilkan adalah rangkaian lomba mewarnai Garuda Di Dadaku yang telah digelar di 11 kota, yaitu Cibitung, Depok, Bogor, Jakarta, Lampung, Cipanas, Cirebon, Karawang, Sidoarjo, Garut, dan Cikupa. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dengan melibatkan lebih dari 1.800 peserta anak-anak dari berbagai daerah.

​Lagu "Bersama Sang Garuda" juga memiliki makna tersendiri bagi Quinn Salman karena ia turut terlibat dalam proses penulisan liriknya. Terinspirasi dari persahabatan Putra, Naya, dan Gaga dalam Garuda Di Dadaku, lagu ini lahir dari gagasan sederhana bahwa setiap anak berhak memiliki mimpi besar, dan setiap mimpi akan terasa lebih ringan ketika ada orang-orang yang mendukung, menemani, dan percaya pada kita.

​"Yang aku suka dari lagu ini adalah rasanya seru, hangat, dan bikin semangat. Buat aku, mengejar mimpi itu nggak harus sendirian. Selalu lebih menyenangkan kalau ada sahabat, keluarga, dan orang-orang yang percaya sama kita. Semoga lewat lagu dan video musik ini, teman-teman yang menonton jadi makin semangat untuk berani punya mimpi besar dan menikmati perjalanannya bersama orang-orang yang mereka sayang," ujar Quinn Salman.

​"Bersama Sang Garuda" juga dapat didengarkan langsung dalam salah satu adegan paling berkesan di Garuda Di Dadaku yang saat ini sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Melalui momen kebersamaan Naya, Putra, dan tim sepak bolanya, lagu ini menjadi pengingat bahwa setiap mimpi besar terasa lebih mungkin untuk diraih ketika ada teman dan orang-orang yang selalu percaya pada kita.

​Semangat yang sama juga menjadi pesan utama film animasi keluarga Garuda Di Dadaku, yang mengisahkan Putra, seorang anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pemain tim nasional Indonesia. Dalam perjalanannya mengejar mimpi, Putra belajar bahwa keberanian tidak selalu datang dari diri sendiri, tetapi juga dari orang-orang yang tetap percaya kepada kita ketika kita mulai kehilangan keyakinan.

​Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, Garuda Di Dadaku merupakan interpretasi animasi baru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah hidup di hati banyak keluarga Indonesia selama lebih dari satu dekade. Film ini disutradarai oleh Ronny Gani, dengan Dewi Rosma sebagai Produser Pelaksana.

Garuda Di Dadaku menghadirkan jajaran pengisi suara Keanu Azka, Kristo Immanuel, Quinn Salman, Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, dan Bima Sena. Film ini juga menghadirkan dua original soundtrack, yaitu "Garuda Di Dadaku" yang dibawakan oleh Isyana Sarasvati dan "Bersama Sang Garuda" yang dinyanyikan oleh Quinn Salman.

​Liburan sekolah ini, ajak keluarga dan teman-teman untuk menikmati petualangan Putra, Naya, dan Gaga dalam Garuda Di Dadaku yang sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Film animasi keluarga yang hangat, penuh tawa, persahabatan, dan semangat untuk terus berani bermimpi bersama.

​Video musik "Bersama Sang Garuda" kini sudah dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi BASE Entertainment.

Akun Resmi:

  • ​Instagram: @base.id | @garudadidadaku.film
  • ​TikTok: @base.id | @garudadidadaku.film
  • ​YouTube: BASE Entertainment Indonesia | @BASEIndonesia

Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina's Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.

Tentang KAWI Animation

KAWI Animation adalah studio pengembangan IP animasi yang berbasis di Jakarta, dengan tim talenta terbaik Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang Character Designs, Environment Concepts, Narrative & Story development, dan 3D RnD. Sebagai bagian dari ekosistem BASE Entertainment, studio film terkemuka Asia Tenggara yang didirikan oleh Shanty Harmayn, Ben Soebiakto, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, KAWI Animation berkolaborasi dengan berbagai kreator dan studio untuk mengembangkan IP berkualitas yang siap diproduksi menjadi karya animasi. Dukungan dari BASE Entertainment yang telah memproduksi karya-karya seperti serial orisinal Indonesia Netflix Gadis Kretek (Cigarette Girl) dan serial animasi orisinal Netflix Trese, COMEDY ISLAND Indonesia & Filipina di Prime Video, serta film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore), memperkuat posisi KAWI Animation sebagai pengembang IP animasi terdepan di Indonesia yang menghubungkan talenta lokal dengan standar produksi internasional.

Selasa, 16 Juni 2026

Badan Perfilman Indonesia dan Kementerian Ekonomi Kreatif Sepakat Perkuat Kolaborasi untuk Ekosistem Film Indonesia

Jakarta, 16 Juni 2026. Badan Perfilman Indonesia (BPI) melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif untuk membahas arah pengembangan industri film nasional dalam kerangka Rencana Induk Ekonomi Kreatif. Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat film dan pemerintah.

​Dalam pemaparannya, Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa film menjadi salah satu sektor prioritas dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang tertuang dalam Peraturan Presiden. Sektor film masuk dalam bidang Media, satu dari empat bidang kreatif utama bersama Budaya, Desain, serta Digital dan Teknologi. Target RPJMN 2025-2029 mencakup pertumbuhan PDB ekonomi kreatif, peningkatan ekspor, perluasan tenaga kerja, dan investasi, dengan fokus pada komersialisasi kekayaan intelektual (IP) agar produk film Indonesia berdaya saing global. Pemerintah menargetkan investasi sektor film mencapai Rp 2,15 triliun, dan tengah menyusun skema insentif khusus untuk subsektor Film, Game, dan Aplikasi.

​Langkah ini sejalan dengan amanat Presiden untuk mengaktivasi 200 desa kreatif, menghidupkan creative hub di daerah, dan mendorong inisiatif "Creative by Indonesia". Pemerataan industri kreatif ini membuka ruang tumbuh yang lebih luas bagi talenta film Indonesia, dari sineas di kota besar hingga komunitas film di daerah.

​Beberapa agenda strategis yang dibahas bersama antara lain:

  • Pengembangan SDM dan akses data. BPI mencatat masukan penting soal keterbukaan akses ke industri bagi mahasiswa dan talenta muda, termasuk kebutuhan sistem data terbuka untuk pembelajaran perfilman.
  • Pemberantasan pembajakan. Pembajakan masih menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan industri, dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 14,8 triliun pada 2024. BPI bersama pemerintah berkomitmen memperkuat gerakan anti-pembajakan secara menyeluruh, mulai dari inisiasi Anti-Piracy Task Force bersama Komdigi, DJKI, dan aparat penegak hukum, pemblokiran situs ilegal, hingga kampanye budaya menonton film secara legal kepada masyarakat luas.
  • Perluasan akses layar. Saat ini baru sekitar separuh film yang lulus sensor berhasil tayang di bioskop. Wacana pembangunan layar bioskop lokal menjadi perhatian bersama agar lebih banyak film Indonesia bertemu dengan penontonnya.

​"Tantangan industri film kita masih banyak, dan kami tidak menutup mata soal itu. Yang penting sekarang kita punya arah yang sama dengan pemerintah. BPI siap bekerja, bertahap, bersama seluruh masyarakat film, termasuk memperjuangkan kepastian hukum dan dukungan pendanaan yang stabil bagi kemajuan industri film Indonesia," ujar Fauzan Zidni, Ketua Umum BPI.

​BPI memandang seluruh kesepakatan ini sebagai titik berangkat, bukan capaian akhir. BPI berterima kasih atas keterbukaan Kementerian Ekonomi Kreatif dan berkomitmen menjaga komunikasi yang berkelanjutan demi ekosistem film yang sehat, adil, dan berdaya saing. Sebagai tindak lanjut, BPI dan Kementerian Ekonomi Kreatif akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) kolaborasi beserta timeline eksekusi.

Tentang Badan Perfilman Indonesia (BPI):

Berdiri pada 17 Januari 2014 berdasarkan UU No. 33 Tahun 2009. Badan Perfilman Indonesia adalah lembaga swasta mandiri yang dibentuk masyarakat sebagai ruang bersama bagi seluruh elemen perfilman Indonesia; dikukuhkan Presiden, difasilitasi Pemerintah. BPI memiliki tugas: memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mendorong kebijakan perfilman dan mempercepat PP Rencana Induk Perfilman Nasional dan PP Sanksi. Menyelenggarakan dan mengikuti festival film di dalam dan luar negeri. Mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pembuatan film asing. Melakukan penelitian dan pengembangan perfilman. Memberikan penghargaan kepada insan perfilman. Memfasilitasi pendanaan pembuatan film bermutu tinggi.

SPECIAL SCREENING DAN KONFERENSI PERS FILM: MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula


JAKARTA, 15 Juni 2026 - SPESIAL SCREENING- Di akhir sebuah film, saat credit roll bergulir, selalu muncul deretan nama yang tak kunjung henti. Deretan nama-nama, yang tanpa keberadaan mereka, film tersebut tak mungkin bisa terwujud. Tak terkecuali dengan film kami. Tanpa kerja sama dan kolaborasi banyak pihak, kami tak akan bisa sampai di titik ini.

Untuk itu menjelang ditayangkannya film MAJU, Jejak Pahit si Kembang Gula di tanggal 6 Agusutus 2026 di bioskop seluruh Indonesia, PANEN Entertainment selaku rumah produksi dari film Maju hendak mengapresiasi segala dukungan yang telah dan akan kami terima. Sebagai tanda terima kasih, special screening ini kami persembahkan.

Yang pertama adalah dukungan dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Sebagai garda terdepan pembangunan manusia Indonesia, Kemenko PMK sangat peduli akan perkembangan anak Indonesia agar bisa menjadi sosok yang berpikiran maju, selalu positif di setiap langkahnya.

Lalu dukungan penuh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang selalu bekerja tanpa henti untuk menjauhkan anak-anak kita dari bahaya laten narkoba. Mengingat semakin hari semakin banyak barang terlarang tersebut menyasar generasi muda kita.

Juga teman-teman dari Lembaga, Sensor Film Indonesia (LSF), yang telah membantu agar film ini dapat ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Dukungan Kemenko PMK dan BNN tersebut diberikan karena film Maju selain sarat dengan adegan aksi seru yang ramah untuk ditonton semua usia, juga mempunyai isi cerita dan pesan yang sesuai dengan misi bersama demi kemajuan anak Indonesia. Kesamaan misi tersebut mulai dari pentingnya peran keluarga, pemberdayaan guru, inklusi sosial, sikap anti perundungan, kemampuan berinisiatif & critical thinking, hingga kesadaran akan bahaya laten narkoba. Semua ini penting sebagai modal dasar pembentukan karakter yang positif, siap untuk selalu melangkah maju mewujudkan Generasi Indonesia Emas.

APRESIASI:

Apresiasi positif tersebut tak hanya datang dari dalam negeri, melainkan juga dari insan perfilman internasional. Sejauh ini, film Maju telah menjadi pemenang di Moscow International Children's Film Festival sebagai Best Feature Film. Juga telah terpilih sebagai Official Nominee di Canada International Children Film Festival, dan Official Selection di Macau International Children's Film Festival, dan Within The Family International Festival of Family and Children Films.

SINOPSIS FILM:

(Mengingat film baru akan tayang di 6 Agustus 2026, ini adalah sinopsis resmi film yang dapat direlease, agar tidak memberikan spoiler terlalu dini)

Film Maju adalah film aksi remaja yang memulai kisahnya saat empat sahabat karib, yaitu Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas, berangkat untuk melakukan survei lokasi kegiatan Jambore. Bersama Pak Wira guru mereka yang disiplin, dimulailah perjalanan dengan penuh semangat. Namun suasana ceria berubah menjadi mimpi buruk ketika Bagas, yang belakangan berperilaku aneh, menghilang secara misterius setibanya mereka di desa lokasi perkemahan. Satu-satunya petunjuk adalah potongan kembang gula kesukaan Bagas. Dari sini mereka berempat mencoba mencari kemana hilangnya teman mereka itu... dengan mengikuti pahitnya jejak si kembang gula.

PEMBUATAN FILM:

Pengambilan gambar film Maju sepenuhnya berlangsung di kota Yogyakarta, dengan segala ragam budaya dan keindahan alamnya. Juga pemeran anak-anak di film ini semuanya adalah talenta berbakat dari Jogja, yang juga turut menyanyikan soundtrack dan theme song film Maju.

Akhirnya, kami semua dari Panen Entertainment berharap agar film Maju bisa dikenal luas dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Agar semangat untuk maju dapat menjadi bagian dari semangat yang selalu ada di kehidupan kita semua.

Salam dari keluarga besar Panen Entertainment.

Jangan lupa ikuti semua langkah Maju di akun-akun sosial media kami:

Instagram: @filmmaju
Tiktok: @filmmaju
Spotify: Album MAJU (Original Motion Picture Soundtrack)

INFORMASI FILM:

PEMAIN:
Wira : Bukie B Mansyur
Pak Kades : Unang Bagito
Bu Kades : Sarah Sechan
Kirana : Princesza Leticia
Hana : Bebe Gracia
Gerald : Axandro J. ED
Bagas : Aradhana Rahadi
Adit : Alby Ersani

KRU FILM:

Sutradara : Franklin Darmadi

Produser : Silvia Yunita

Co-Produser : Satrio Stevanus

Co-Sutradara : Fikri Pikoy

Penulis Skenario : Dedey Natalie

Produser Eksekutif : Alfie Lim, Andri Putra

Lagu & Musik : Andri Putra, Arie Key Nova

Penyunting Gambar : Kornelius Verdy

Penata Artistik : Michael Aris Pramono

MUSIK & LAGU:

Di kesempatan ini kami juga hendak memperkenalkan kedua buah lagu original soundtrack film: Satu lagu theme song film yang berjudul sama, yaitu "MAJU" dan satu lagi lagu tentang persahabatan yang berjudul "TEMAN SELALU".

Lagu "Maju' itu sendiri adalah lagu penuh semangat yang mengangkat tema kebersamaan untuk meraih tujuan bersama. Selama cita-cita tersebut postif, janganlah pernah takut untuk tetap terus bergerak maju untuk meraihnya. Dinanyikan oleh ensemble cast film Maju, Lagu ini sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai penyemangat diri, misalnya dalam konteks perlombaan sekolah, pertandingan olah raga, dan kegiatan lainnya yang butuh mindset positif.

Untuk lagu "Teman Selalu", duet penuh harmoni dari Princesza Leticia dan Axandro membuat lagu yang bertutur tentang keindahan sebuah pertemanan ini menjadi hidup dan menyentuh hati. Kita semua pasti mengerti akan pentingnya mempunyai sosok teman yang selalu ada dan saling mendukung satu sama lain. Lagu ini sangat sesuai untuk dinyanyikan dalam segala bentuk event keakraban atau acara kelulusan sekolah.

Soundtrack film Maju telah tersedia di Spotify dan akun media sosial kami.

Senin, 15 Juni 2026

NEONA TEGUR SI DIA YANG TAK KUNJUNG PASTI LEWAT SINGLE TERBARU “PLIN PLAN”

Masih mengusung energi fun dan centil khasnya dalam warna hip-dut yang segar, NEONA kembali hadir dengan lagu yang mewakili keresahan anak muda tentang hubungan yang tak kunjung pasti.

​Jakarta, 15 Juni 2026 — Setelah menyuarakan keresahan tentang hubungan tanpa kepastian melalui single LUPA!, penyanyi muda berbakat NEONA kembali melanjutkan ceritanya lewat single terbaru berjudul PLIN PLAN. Masih mengusung warna musik hip-dut yang fun, catchy, dan penuh karakter, PLIN PLAN hadir sebagai lagu yang mewakili rasa kesal ketika seseorang terus digantung dalam hubungan yang tidak jelas arahnya.

​Jika LUPA! berbicara tentang keberanian meminta kepastian, maka PLIN PLAN menjadi respons ketika kepastian itu tak kunjung datang. Lewat lirik yang ringan, jenaka, namun tetap tajam, NEONA menyuarakan perasaan banyak anak muda yang lelah menghadapi pasangan yang terus berubah pikiran dan tidak berani menentukan arah hubungan.

​“Lagu PLIN PLAN bercerita tentang seseorang yang digantungin terus sama orang yang dia suka. Hubungannya nggak jelas, maunya apa juga nggak tahu. Aku rasa ini masalah yang cukup banyak dialami seumuran aku, jadi waktu workshop lagu ini, temannya langsung terasa relate banget,” ujar NEONA. Melalui lagu ini, NEONA juga menyampaikan pesan sederhana namun tegas untuk siapa saja yang masih berada dalam situasi serupa. “Kalau memang nggak yakin, bilang aja. Jangan ngegantung, jangan mainin perasaan orang, dan jangan plin-plan,” tambahnya.

​Proses kreatif PLIN PLAN kembali mempertemukan NEONA dengan tim yang sebelumnya menggarap LUPA!, yaitu Anangga Surya Dewangga dan Yosua Albert atau DIA yang tergabung dalam AntiNRML. Lagu ini lahir dari workshop kreatif yang melibatkan NEONA secara langsung dalam pengembangan ide dan penulisan lirik, sehingga mampu merepresentasikan pengalaman dan perspektif remaja masa kini secara autentik.

​Menurut Anangga, keterlibatan NEONA menjadi elemen penting dalam membentuk karakter lagu ini. “Kami ingin melanjutkan warna yang sudah dibangun lewat LUPA!, tetapi dengan karakter yang lebih dewasa. PLIN PLAN tetap mempertahankan sisi tengil dan centil khas NEONA, namun dengan cara penyampaian yang lebih berani dan tegas. Karena ceritanya datang dari sudut pandang perempuan yang sedang kesal, keterlibatan NEONA sangat membantu untuk membuat emosinya terasa lebih spesifik dan nyata,” jelas Anangga.

​Sebagai produser, DIA juga melihat PLIN PLAN sebagai kelanjutan yang natural dari perjalanan musikal NEONA. “Benang merah antara LUPA! dan PLIN PLAN adalah keduanya sama-sama seru, menyenangkan, dan punya energi yang kuat. Kami ingin menghadirkan lagu yang bisa membuat pendengar ikut bernyanyi, tetapi tetap merasa dekat dengan cerita yang disampaikan,” ungkap DIA.

​Dengan kombinasi lirik yang relate, karakter musik hip-dut yang semakin matang, serta kepribadian NEONA yang semakin kuat sebagai seorang penyanyi, PLIN PLAN menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan musikal NEONA yang terus berkembang. Lagu ini diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah menunggu kepastian terlalu lama, sekaligus pengingat bahwa tidak ada alasan untuk terus bertahan dalam hubungan yang arahnya tidak jelas.


​Single PLIN PLAN dari NEONA sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di Indonesia mulai 15 Juni 2026.

​Trinity Optima Production (TOP)

Trinity Optima Production (TOP) atau @trinityoptima adalah pionir label musik yang mencakup manajemen artis di Indonesia di bawah naungan Trinity Entertainment Group (TEG). Mengusung misi "Nurturing STARS to Inspire Happiness", TOP telah berhasil mengorbitkan berbagai talenta berbakat di Indonesia di bidang musik dan hiburan seperti Afgan, Ungu, Maudy Ayunda, Armand Maulana, Mawar De Jongh dan Naura Ayu. TOP berfokus kepada A&R (Artist & Repertoire) yakni menggali bakat dan brand positioning talent, perencanaan peluang dan penampilan, pemasaran, sampai pengelolaan komersial brand untuk klien internal maupun eksternal TOP.

Dukung Kreativitas Industri Film, Kementerian Kebudayaan Lewat Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya Gelar Nonton Bareng dan Diskusi Bersama Sutradara ‘Nobody Loves Kay’ di Surabaya


​Surabaya, 14 Juni 2026 — Menyambut antusiasme masif masyarakat, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program prioritas Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) bidang film, secara resmi menggelar acara bertajuk MTN IkonInspirasi x Nobody Loves Kay yang didedikasikan khusus untuk arek-arek Surabaya. Acara ini berupa nonton bareng dan diskusi langsung bersama sutradara film Nobody Loves Kay, Bernardus Raka, yang juga merupakan sineas kebanggaan asli Surabaya.

​Acara istimewa ini diselenggarakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Grand City Surabaya. Melalui ruang ini, para penonton dan kreator lokal bakal ngobrol banyak tentang proses kreatif, tantangan selama masa produksi, hingga cerita-cerita menarik yang belum pernah terungkap di balik layar film tersebut.

​Langkah dari Kementerian Kebudayaan ini diambil sebagai bentuk apresiasi dan dukungan penuh negara terhadap kreativitas di industri perfilman tanah air. Film Nobody Loves Kay dinilai berhasil memberikan warna baru yang segar dan krusial bagi lanskap sinema nasional, mengingat belum banyak sineas lokal yang berani mengangkat kisah tentang pahit-manisnya perjuangan seorang pro-player e-sport dari titik nol.

Apresiasi dari Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya

Program MTN Seni Budaya bidang film berkomitmen untuk terus mengawal, mengapresiasi, dan membuka jalan bagi talenta-talenta kreatif di bidang film agar bisa bersinar di panggung tertinggi. Perwakilan dari MTN Bidang Seni Budaya bidang film menyampaikan bahwa film ini adalah contoh nyata bagaimana industri kreatif mampu menangkap keresahan generasi masa kini secara positif.

​“Melalui program MTN IkonInspirasi x Nobody Loves Kay, kami berkomitmen untuk mendukung penuh karya-karya segar yang lahir dari tangan sineas muda kita. Nobody Loves Kay bukan sekadar film hiburan, melainkan sebuah bentuk validasi negara terhadap bakat dan potensi anak muda di industri modern seperti e-sports. Kami ingin ekosistem perfilman kita terus berani mengeksplorasi tema-tema baru yang relevan dengan perkembangan zaman dan menjadi ruang aman bagi talenta muda untuk menunjukkan taringnya,” ujar Rina Damayanti, Perwakilan MTN Seni Budaya bidang film.

​Kegiatan nonton bareng ini juga merupakan rangkaian acara menuju Workshop Penyutradaraan bertajuk “Wani Action” dengan tema diskusi “Time For Emerging Talents to Shine.” Workshop ini bertujuan untuk memfasilitasi talenta muda dalam memperdalam ilmu perfilman yang akan diselenggarakan dalam dua fase: Online: 24–27 Juni 2026 dan Offline: 4–5 Juli 2026 di Surabaya.

​Dalam workshop ini, sutradara Bernardus Raka akan hadir sebagai narasumber bersama sutradara Agung Sentausa untuk berbagi pengalaman serta teknik penyutradaraan profesional kepada para peserta terpilih.

Sutradara Bernardus Raka: "Terima Kasih Atas Ruang Bersama Ini"

Mendapatkan dukungan penuh dan gerakan nobar serentak di 7 kota besar dari kementerian, sutradara debutan Bernardus Raka mengaku sangat terharu sekaligus bangga. Baginya, apresiasi ini adalah bentuk kemenangan bagi seluruh kreator muda dan pemilik mimpi non-konvensional.

​"Jujur, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan dan program MTN Seni Budaya atas ruang bersama yang luar biasa ini. Saat pertama kali menggarap film ini, visi saya sederhana: ingin menyuarakan suara anak-anak muda zero privilege yang sering dianggap sebelah mata saat mengejar mimpinya. Dukungan negara hari ini membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu kecil atau aneh. Film ini adalah hasil akhir dari mimpi Raka umur 3 tahun yang jatuh cinta sama film karena diajak bapak nonton bioskop. Aku ini cuma bocah beruntung yang dikasih kesempatan buat mewujudkan mimpiku, dan semoga teman-teman di luar sana yang punya mimpi juga tetap berani mengejarnya. Dukungan ini adalah suntikan energi besar bagi kami para kreator untuk melahirkan karya yang jujur dan bersuara lantang bagi generasi kami," ungkap Bernardus Raka.

Bergerar ke Bioskop: Saatnya Buktikan Mimpi Kita!

Histeria positif hari ini menjadi bukti bahwa pesan yang dibawa oleh Nobody Loves Kay, yang dibintangi aktor muda berbakat seperti Bima Azriel, Ray Bang, Aurora Ribero, serta Joshia Frederico, telah bergaung kuat di hati para penonton. Bagi kalian yang belum menyaksikan, hari ini adalah momen paling tepat untuk bergerak ke bioskop terdekat di kota kalian.

​Ingat, film ini bukan cuma sekadar menceritakan kisah hidup Kay. Film ini adalah cermin dari setiap peluh, air mata, dan malam-malam panjang yang kamu lewati demi mempertahankan apa yang kamu yakini. Karena pada akhirnya, bukan cuma Kay, tapi semua bentuk perjuangan, termasuk perjuangan hidup yang sedang kamu hadapi saat ini, sangat layak untuk diperjuangkan dengan segenap hati, sampai nanti kamu tiba di satu titik tertinggi di mana kamu bisa berdiri tegak dan lantang berteriak “PROVE THEM WRONG” kepada mereka yang pernah meremehkan mimpimu!

​Tiket nonton Nobody Loves Kay bisa langsung kamu amankan sekarang juga melalui aplikasi pemesanan tiket resmi (M-TIX, TIX ID, CGV, Cinepolis). Jangan sampai terlewat, mari kita dukung perfilman Indonesia dan rayakan perjuangan mimpi kita bersama-sama di bioskop hari ini!

​Bersiap-siaplah, karena ledakan emosional di akhir film ini dijamin akan membuatmu menangis. Pantau terus akun sosial media resmi @nobodyloveskay untuk informasi theater visit, nonton bareng, dan pembaruan terkini!

Film Drama Horor Misteri Datang Akan Pergi ​Memperkenalkan Jajaran Pemeran Bertabur Bintang Lintas Generasi, Kolaborasi Terbaru yang Fresh dari Upi Bersama Starvision

Film Datang Akan Pergi segera tayang di bioskop Indonesia

Jakarta, 15 Juni 2026 – Starvision kembali bekerja sama dengan sutradara Upi dalam film terbaru berjudul Datang Akan Pergi. Film bergenre Drama Horor Misteri yang ditulis dan disutradarai oleh Upi, dengan produser Chand Parwez Servia ini menjadi kolaborasi terbaru Upi bersama Chand Parwez dan Starvision setelah horor thriller yang meraih Nominasi Piala Citra FFI 2024 Sehidup Semati. Film Datang Akan Pergi dijadwalkan tayang di bioskop tahun ini.

​Melalui media sosial, Starvision memperkenalkan jajaran pemeran lintas generasi yang membintangi film ini, yaitu: ​Iqby Gazza, Jeremie Moeremans, Nicholas Anderson, Baim Alkatiri, Widuri Puteri, Razan Zu, Surya Saputra, Amira Marissa Anita, Shareefa Daanish, Marissa Anita, Keysha Angelica, Zack Lee, Ratu Felisha, Okan Kornelius, Izabel Jahja, Jofa Knoch, Arkhan Daud, Anasya Makahekum, Alesia Nishka, Gilbert Pattiruhu, Haydar Salishz, Ina Rosalien, Sari Nila, Benjamin Malaiholo, Afrian Arisandy, Dara Warganegara, Yeremia Luddin, Daffa Saputra, dan Farell Akbar, serta penampilan spesial dari grup band Sukses Lancar Rejeki.

​"Starvision selalu percaya dengan kualitas yang diberikan oleh Upi. Karya-karya sukses Starvision juga lahir dari banyak kolaborasi bersama Upi. Kali ini kami menghadirkan film Datang Akan Pergi, membawa genre drama horor misteri yang fresh. Tunggu di bioskop segera," kata produser Chand Parwez Servia.

​"Film Datang Akan Pergi menjadi kolaborasi terbaru saya bersama Pak Chand Parwez dan Starvision, dengan jajaran pemeran bintang dan nama-nama baru yang saya percaya dengan kualitas mereka. Semoga akan menjadi sajian drama horor misteri yang memberikan kesegaran di layar bioskop Indonesia," ujar penulis dan sutradara Upi.

​Bersama Starvision, Upi telah dipercaya untuk menulis judul-judul film ikonik dan sukses secara blockbuster. Beberapa di antaranya adalah Petaka Gunung Gede (2025), Sihir Pelakor (2025), Kafir: Gerbang Sukma (2026), dan Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018).

​Film Datang Akan Pergi akan menjadi kolaborasi Upi bersama Starvision yang menyajikan drama horor misteri menegangkan, menyegarkan, dan menghibur di bioskop Indonesia!

​Ikuti perkembangan terbaru film Datang Akan Pergi melalui akun media sosial resmi di Instagram @starvisionplus, @filmdatangakanpergi, dan TikTok @StarvisionMovie.

Tentang Starvision

​Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.

​Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi dalam setiap produksi.

​Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—menegaskan posisi Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di industri perfilman Indonesia.

Minggu, 14 Juni 2026

Saat Aku Bersuara, Film yang Angkat Perjuangan Penyintas Kekerasan Seksual Lawan Budaya Bungkam

Film garapan sutradara Sonu Samtani dengan naskah Tisa TS ini mengangkat isu kekerasan seksual dan budaya bungkam. Tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.

Jakarta, 14 Juni 2026 — Penyintas kekerasan seksual sering menyimpan luka yang terlalu sering dipaksa diam. Penyintas kekerasan seksual kerap menghadapi kenyataan pahit: pelaku terlindungi, korban disalahkan, dan suara mereka tenggelam dalam stigma. Di tengah realita ini Arjuna Mega Films, Rain Creation, dan Lex Pictures siap menghadirkan film drama terbaru berjudul Saat Aku Bersuara yang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026.

​Film ini mengisahkan Nadia (Marshanda), seorang pengacara muda cerdas dengan karier cemerlang yang hidupnya tampak sempurna usai dilamar kekasihnya, Reza (Nino Fernandez). Namun kegelisahan mulai menggerogoti Nadia ketika firma hukum tempatnya bekerja memenangkan kasus yang melibatkan putra seorang pengusaha kaya sebagai terduga pelaku pemerkosaan.

​Situasi semakin memanas ketika suatu malam tragedi justru menimpa Nadia sendiri, berawal dari upayanya menolong sahabat karibnya, Andien (Rini Yulianti).

​Bersama Andien, Riana (Hana Malasan), dan Adrian (Ibnu Jamil) seorang Jaksa Penuntut Umum yang menyimpan luka pribadi akibat kegagalan sistem hukum, Nadia berupaya membangun kembali hidupnya. Film ini juga menggambarkan perjuangan Nadia memperbaiki hubungan yang renggang dengan sang ayah (Teuku Rifnu Wikana), sembari membuktikan bahwa keberanian untuk bersuara mampu menghadirkan harapan baru.

​Saat Aku Bersuara mengangkat isu sensitif yang dekat dengan realita sosial Indonesia, kekerasan seksual, trauma, stigma, dan perjuangan para penyintas melawan budaya bungkam yang selama ini melindungi pelaku dan menyudutkan korban.

​Film ini adalah bentuk perlawanan. Perlawanan terhadap hukum yang timpang, terhadap masyarakat yang lebih memilih diam daripada berpihak kepada penyintas, serta ketakutan yang selama ini membelenggu para penyintas untuk angkat bicara. Film ini hadir dengan satu janji kepada penontonnya; keluar dengan harapan. Harapan bahwa semua orang harus bersuara. Bahwa tidak ada penyintas yang harus berjuang sendirian. Dan bahwa perubahan dimulai ketika satu orang berani bersuara.

Saat Aku Bersuara juga mengajak penonton memaknai pentingnya dukungan persahabatan, keluarga, dan keberanian menyuarakan kebenaran ketika harapan mulai memudar di tengah keadilan yang sering dipertanyakan.

​Didukung jajaran aktor dan aktris papan atas Indonesia, film ini menampilkan Marshanda yang beradu akting dengan Ibnu Jamil untuk pertama kalinya di film panjang. Keduanya pernah bekerja sama dalam sinetron lebih dari 16 tahun lalu. Film ini didukung oleh deretan cast lainnya, Lukman Sardi, Cut Mini sebagai Ibu Nadia, Lydia Kandou, Omar Daniel, serta Unique Priscilla.

​Semua informasi mengenai film Saat Aku Bersuara dapat diakses melalui kanal resmi Instagram @saatakubersuara.

Aksi Heroik Fadi Alaydrus Selamatkan Saskia Chadwick di Gudang Sekolah, Awal Takdir Manis di WeTV Original Samuel


Jakarta – Penayangan perdana WeTV Original Samuel langsung mencuri perhatian jutaan pasang mata minggu ini pada hari Jumat dan Sabtu. Serial yang diangkat dari fenomena Wattpad dengan 21,7 juta pembaca ini mempertemukan Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick dalam sebuah narasi yang penuh ketegangan, emosi, dan kerumitan takdir.

Kisah bermula dengan tragedi memilukan saat mobil yang dikendarai orang tua Azzura (Saskia Chadwick) mengalami sabotase rem hingga menabrak pohon dan menewaskan keduanya. Di tengah duka mendalam, Azzura yang kini sebatang kara harus menerima kenyataan bahwa ia telah dijodohkan dengan sahabat masa kecilnya, Samuel Erlangga (Fadi Alaydrus), berdasarkan wasiat mendiang ayahnya.

Namun, pertemuan kembali ini jauh dari ekspektasi. Samuel yang kini menjadi ketua Diamond Gang yang disegani tampil dengan aura dingin dan garang. Ia menganggap kehadiran Azzura sebagai beban, bahkan melarang Azzura memanggilnya dengan nama kecil mereka, "Baby El", demi menjaga wibawanya di sekolah.

Ketegangan semakin memuncak dengan hadirnya Raskal (Emyr Razan), pemimpin Geng Chayton yang merupakan rival bebuyutan Samuel. Raskal secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Azzura, yang memicu kemarahan dan kecemburuan Samuel. Demi membuktikan kelayakannya untuk berteman dengan Samuel, Azzura dengan polos menyanggupi "ujian" membersihkan gudang sekolah yang kotor.

Puncak drama di episode pembuka terjadi saat Azzura tanpa sengaja terkunci di dalam gudang sekolah yang gelap hingga kehabisan napas. Dalam kepanikan luar biasa, Samuel datang mendobrak pintu dan memberikan bantuan napas buatan untuk menyelamatkan nyawa Azzura. Momen intim yang tak terduga ini menjadi titik balik hubungan keduanya, menyisakan tatapan penuh makna di tengah kegelapan gudang.

Di balik ketangguhannya sebagai pemimpin geng motor, Samuel mulai memperlihatkan sisi lembutnya. Ia tertangkap kamera membacakan buku dongeng Rapunzel untuk menenangkan Azzura yang rapuh, membuktikan bahwa ikatan masa kecil mereka belum sepenuhnya hilang.

Ikuti terus kelanjutan chemistry antara Fadi Alaydrus dan Saskia Chadwick dalam WeTV Original Samuel yang tayang eksklusif minggu ini di hari Jumat dan Sabtu, serta akan terus berlanjut hingga episode 8 hanya di aplikasi WeTV.

Sabtu, 13 Juni 2026

Dukun Magang Siap Hadirkan Horor Ringan yang Lebih Banyak Mengocok Perut

Jakarta, 13 Juni 2026 - Film Dukun Magang siap menyapa penonton Indonesia dengan sajian komedi horor yang segar. Film ini tidak hanya mengandalkan teror mistis, tetapi juga menonjolkan humor sebagai daya tarik utama.

​Mengusung konsep 80 persen komedi dan 20 persen horor, Dukun Magang hadir untuk penonton yang ingin menikmati film horor tanpa tekanan rasa takut yang terlalu berat. Unsur horor tetap muncul melalui suasana desa, ritual mistis, rumah tua, dan gangguan gaib. Namun, komedi menjadi warna paling dominan dalam cerita.

​Film garapan sutradara Chiska Doppert ini berpusat pada kisah Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap dunia mistis. Raka berada di ujung masa kuliah karena skripsinya berulang kali ditolak. Dalam usaha terakhirnya, ia memilih topik penelitian tentang dunia perdukunan di Desa Kalimati, desa terpencil yang dikenal kuat dengan tradisi gaib.

​Perjalanan Raka ke Desa Kalimati tidak dilakukan sendirian. Ia datang bersama Boiman, sahabatnya yang penakut, humoris, dan sering sok tahu, serta Sekar, teman kampus yang memiliki hubungan dekat dengan desa tersebut. Dari sinilah kekacauan dimulai. Raka yang awalnya hanya ingin mencari bahan skripsi justru harus berhadapan dengan ritual aneh, warga desa penuh rahasia, dan teror Kuntilanak Hitam.

​Film ini dibintangi oleh Jefan Nathanio sebagai Raka, Hana Saraswati sebagai Sekar, dan Fajar Nugra sebagai Boiman. Deretan pemain lain juga memperkuat cerita, seperti Adi Sudirja, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, Mo Sidik, dan Yan Patroman. Beberapa karakter pendukung yang turut hadir antara lain Mbah Djambrong, Tejo, Tarno, Surti, Mas Mulyanto, Pak Arief, dan Pak Bambang.

​Kehadiran para komika dan aktor komedi menjadi kekuatan utama Dukun Magang. Karakter Boiman, Tejo, Tarno, dan tokoh-tokoh desa dibuat untuk memberi ruang tawa di tengah situasi mistis. Hasilnya, film ini tidak bergerak sebagai horor murni, tetapi sebagai tontonan hiburan yang ramai, lucu, dan tetap memberi sentuhan menyeramkan.

​Secara cerita, Dukun Magang juga membawa benturan antara logika modern dan kepercayaan tradisional. Raka yang tidak percaya hal mistis dipaksa melihat langsung kejadian yang tidak bisa ia jelaskan secara nalar. Konflik itu dibungkus dengan gaya ringan agar penonton tetap bisa menikmati cerita tanpa kehilangan unsur komedinya.

​Dukun Magang diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bekerja sama dengan Wahana Pictures. Film berdurasi 100 menit ini ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho, serta diproduseri oleh Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

​Dengan kombinasi komedi yang dominan dan horor yang ringan, Dukun Magang menjadi pilihan tontonan bagi penonton yang ingin tertawa, tegang, tetapi tetap santai. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026.

Jumat, 12 Juni 2026

Masuk Program B Extreme BIFAN 2026, Film Lobang Buaya dari Hanung Bramantyo Raih Pujian Hangat dari Programmer Internasional

Jakarta, 10 Juni 2026 — Prestasi internasional kembali diukir oleh dunia perfilman Indonesia. Film terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo yang menggunakan judul internasional “The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy”, dan dengan judul Indonesia “Lobang Buaya” (sebelumnya dikenal dengan judul Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah), resmi terpilih masuk dalam ajang Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan.

​Sebelum menembus pasar Korea Selatan, film ini telah lebih dulu mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026, salah satu festival film paling bergengsi di Eropa.

​Kini di BIFAN 2026, yang merupakan festival film genre (horor, fantasi, thriller) terbesar di Asia, “The Hole” berhasil masuk dalam kategori bergengsi B Extreme. Kategori ini merupakan program khusus yang mengurasi film-film dengan visi paling berani, intens, penuh darah, ketegangan, serta imajinasi tanpa batas.

Mendapat Pujian Khusus dari Programmer BIFAN

​Karya kolaborasi antara Adhya Pictures dan Dapur Film ini mencuri perhatian tim kurator internasional. Martin Lee, selaku Programmer BIFAN, memberikan pujian mendalam terhadap arahan Hanung Bramantyo dalam film ini.

​“Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah, meninggalkan kesan emosional yang kuat bahkan setelah film selesai,” ujar Martin Lee.

​Menanggapi apresiasi tersebut, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya membawa isu sejarah Indonesia ke layar genre internasional. “Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” ujarnya.

​“Lewat The Hole, kami mencoba menjahit luka sejarah masa lalu dengan balutan mistisisme yang dekat dengan masyarakat kita. Setelah sambutan hangat di Rotterdam, bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan,” lanjut Hanung Bramantyo.

Misteri The Hole dan Teror Tanggal 30

“The Hole” mengambil latar belakang Indonesia pada era 1960-an, sebuah masa yang dipenuhi ketegangan politik dan kegelisahan sosial. Cerita berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius, di mana setiap korban selalu ditemukan tewas mengenaskan pada tanggal 30 setiap bulannya.

​Yang mengerikan, setiap tubuh korban ditemukan memiliki lubang misterius disertai pesan-pesan aneh yang tertulis di wajah mereka. Penyelidikan kasus ini perlahan-lahan menuntun pada rahasia kelam yang melibatkan propaganda, kepercayaan, dan sisi paling gelap dari sejarah bangsa yang terinspirasi dari peristiwa Gerakan 30 September.

​Film ini dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, dan Anya Zen.

Menuju Layar Lebar Indonesia

​Setelah melanglang buana di berbagai festival film internasional, “Lobang Buaya” bersiap untuk menyapa pecinta film di Tanah Air di tahun ini.

​Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal rilis bioskop domestik dan materi promosi eksklusif lainnya, publik dapat memantau akun media sosial resmi @adhyapictures dan @dapurfilm.

TENTANG ADHYA PICTURES

Adhya Pictures adalah studio film dari kelompok perusahaan Adhya Group. Karya-karya yang dihasilkan berfokus pada kolaborasi bersama kreator-kreator terkemuka untuk menghasilkan film-film yang memiliki narasi yang kuat dan relevan. Adhya Pictures percaya bahwa karya kolaboratif akan membuahkan produk yang mempunyai nilai dan memberi kontribusi nyata pada industri.

​Melalui perannya di bidang Film Investment, Intellectual Property Studio & Banking, dan Production House afiliasinya, Adhya Pictures berkomitmen untuk terus menyajikan film berkualitas terbaik dan turut serta memajukan industri film Indonesia. Adhya Pictures dan jajaran afiliasinya adalah Satria Dewa Studio, Wong Vardha Entertainment, dan DAMN! I Love Indonesia Pictures.

​Dua film terbaru Adhya Pictures yang akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia, yaitu Bolong/Lobang Buaya, dari sutradara dan penulis Hanung Bramantyo dan Forza, dari sutradara Marco Balsamo. Sederet karya terbaik selanjutnya sedang dipersiapkan oleh Adhya Pictures untuk direncanakan tayang pada 2026-2027.

​4 Jurnalis Memburu Berita Kriminal Terbesar Abad Ini di Film Memburu Pemangsa, Horror Crime Action yang Dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem

Film Memburu Pemangsa tayang 24 September di seluruh bioskop Indonesia ​ Jakarta, 22 Juni 2026 – Sinemaku Pictures datang dengan karya seg...