Selasa, 26 Mei 2026

Sinopsis Reborn Rookie di Viu: Lee Jun Young Tukar Jiwa dengan Konglomerat

Viu akan menghadirkan drama Korea terbaru Reborn Rookie yang dibintangi Lee Jun Young dan Lee Ju Myoung. Viu Original ini mengangkat cerita tentang pertukaran jiwa yang membawa seorang pria muda ke dalam konflik keluarga konglomerat.

​Dalam drama ini, Son Hyun Joo memerankan Kang Yong Ho, pimpinan Grup Choisung yang masuk dalam jajaran 10 konglomerat terbesar di Korea. Hidupnya berubah setelah kejadian misterius membuat jiwanya berpindah ke tubuh Hwang Jun Hyun, pria berusia 20-an yang diperankan Lee Jun Young.

​Setelah kejadian itu, Lee Jun Young membawa ingatan dan pengalaman hidup Kang Yong Ho. Ia juga mengetahui adanya pengkhianatan di dalam keluarga yang membuat hidup pimpinan Grup Choisung tersebut berubah.

​Karakter yang dimainkan Lee Jun Young kemudian masuk ke perusahaan milik Kang Yong Ho sebagai pegawai magang. Dari posisi itu, ia mulai mencari tahu sosok yang berada di balik kejadian misterius yang menimpanya.

​Di lingkungan kerja barunya, Lee Jun Young harus menyembunyikan identitas asli yang ada di balik tubuh Hwang Jun Hyun. Ia juga menghadapi persaingan di dalam perusahaan sambil berusaha mengungkap pihak yang terlibat dalam pengkhianatan.

​Reborn Rookie menampilkan Lee Jun Young dengan karakter yang berada di tengah perebutan kekuasaan dan konflik bisnis keluarga besar. Drama ini juga memperlihatkan bagaimana karakternya berusaha menyesuaikan diri dengan identitas baru setelah pertukaran jiwa terjadi.

Drama ini turut memasangkan Lee Jun Young dengan Lee Ju Myoung. Aktris ini memerankan karakter yang terhubung dengan kehidupan baru Hwang Jun Hyun setelah kejadian yang sulit dijelaskan itu.

​Selain Lee Jun Young dan Lee Ju Myoung, drakor ini juga dibintangi Son Hyun Joo, Jeon Hye Jin, dan Jin Goo. Deretan pemain terkenal ini mengisi cerita tentang balas dendam, perebutan kekuasaan di keluarga, dan konflik di lingkungan perusahaan.

​Reborn Rookie menjadi drama Korea terbaru Viu yang tayang mulai 30 Mei 2026. Drakor ini dijadwalkan hadir setiap Sabtu dan Minggu.

Drama Kolaborasi Asia Bertabur Bintang kiDnap GAME Siap Tayang di Viu pada Akhir 2026

Lee Joon Gi, Kentaro Sakaguchi, Alice Ko hingga Stanley Yau dari MIRROR bersatu dalam thriller lintas negara paling ambisius tahun ini

JAKARTA, 22 Mei 2026 – Viu siap menghadirkan salah satu drama Asia paling ambisius tahun ini lewat kiDnap GAME, serial thriller internasional hasil kolaborasi Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang yang dijadwalkan tayang pada kuartal keempat 2026.

​Diproduksi oleh MakerVille (PCCW Media) bersama rumah produksi ternama Korea Selatan SimStory dan Fuji Television dari Jepang, kiDnap GAME menjadi proyek lintas negara berskala besar yang telah dipersiapkan selama tiga tahun.

​Mengusung cerita penuh ketegangan, serial ini mengambil lokasi syuting di berbagai kota besar Asia, termasuk Hong Kong, Taipei, Seoul, Tokyo, Singapura, Bangkok, Manila, hingga Okinawa. Selain tayang di ViuTV Hong Kong, serial ini juga akan tersedia di platform Viu untuk penonton di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.

​Yang membuat kiDnap GAME semakin dinantikan adalah deretan cast lintas negara yang belum pernah disatukan sebelumnya.

​Aktor Korea Selatan Lee Joon Gi, yang dikenal lewat Flower of Evil dan Again My Life, memerankan Han Ki-joo, seorang ahli bedah jenius yang terjebak dalam permainan mematikan.

​Dari Jepang, Kentaro Sakaguchi—aktor pemenang penghargaan yang juga dikenal lewat What Comes After Love—berperan sebagai detektif elit Toshiro Nide.

​Aktris Taiwan Alice Ko, dua kali peraih Golden Bell Awards, memerankan Christina, seorang influencer sekaligus ibu rumah tangga.

​Hong Kong diwakili oleh Stanley Yau, anggota boy group fenomenal MIRROR, yang berperan sebagai pengacara korporasi multinasional bernama Andy.

​Sementara itu, Singapura menghadirkan Carrie Wong sebagai Janice, seorang pramugari. Dari Filipina, aktor senior Joel Torre memerankan Miguel, seorang sopir taksi, dan Thailand menghadirkan Praew Narupornkamol Chaisang, yang dikenal lewat Master of the House, sebagai Ayun.

​Secara premis, kiDnap GAME menawarkan konsep thriller yang intens.

​Cerita dimulai ketika tujuh kasus penculikan mengejutkan terjadi secara bersamaan di tujuh kota berbeda di Asia. Saat perhatian media dunia tertuju pada kasus-kasus tersebut, keluarga para korban menerima email misterius dengan pesan mengerikan:

​"Sejauh apa Anda bersedia melangkah untuk menyelamatkan orang yang Anda cintai? Hanya satu yang bisa selamat."

​Tujuh orang asing dari latar belakang, negara, dan keyakinan berbeda pun mendadak terhubung dalam permainan brutal yang memaksa mereka menjalankan misi masing-masing demi bertahan hidup.

​Siapa dalang di balik semuanya? Dan mengapa hanya satu orang yang ditakdirkan selamat?

​Dengan skala produksi lintas negara, ensemble cast papan atas Asia, serta premis thriller yang penuh misteri, kiDnap GAME diproyeksikan menjadi salah satu original title Asia yang paling banyak diperbincangkan saat tayang nanti.

Mario G Klau Penuh Vibing Single “Tarik Ulur” , Sebuah Kisah Paling Personal Sang Solois

Penyanyi dan penulis lagu Mario G. Klau kembali melanjutkan perjalanan musiknya di tahun ini lewat single terbaru berjudul 'Tarik Ulur'. Setelah sebelumnya menghadirkan 'Salah Kaprah' yang memperlihatkan sisi lebih ringan dan upbeat dari musikalitasnya, kini Mario kembali membawa cerita yang terasa dekat dengan banyak orang: hubungan tanpa kepastian yang perlahan melelahkan hati.

'Tarik Ulur' menjadi kelanjutan emosional dari warna musik yang mulai diperlihatkan Mario lewat 'Salah Kaprah'. Jika sebelumnya Mario berbicara tentang keberanian untuk maju dalam cinta, kali ini ia justru mengangkat fase ketika seseorang mulai lelah terus mengejar hubungan yang tidak memiliki arah jelas. Lagu ini menggambarkan situasi yang sering terjadi di era sekarang: ketika komunikasi berjalan intens, rasa tumbuh semakin dalam, namun status hubungan terus menggantung tanpa kepastian.

​Berangkat dari pengalaman dan pengamatan personal, Mario menuangkan cerita tentang seseorang yang perlahan terbawa perasaan setelah hubungan terasa semakin dekat. Mulai dari obrolan kecil setiap hari, saling membalas story, hingga panggilan yang berubah menjadi "aku" dan "kamu", semuanya terasa seperti pertanda bahwa hubungan itu akan menuju sesuatu yang lebih serius. Namun ketika pembicaraan soal kepastian mulai muncul, jawaban yang diterima justru terus mengambang.

A&R dari single ini menjelaskan bahwa 'Tarik Ulur' lahir dari cerita yang terasa cukup personal bagi Mario. "Cerita yang cukup menarik buat Mario pribadi, belajar dari suatu hubungan aja sih. Oh gini loh rasanya ditarik-ulur," ungkap pihak A&R. Nuansa emosional tersebut terasa kuat lewat lirik seperti "Jangan kau tarik ulur aku lagi, sudah cukup ku yang berlari, mengejarmu yang tak pasti," yang menjadi inti dari keresahan lagu ini. Dengan balutan musik pop emosional khas Mario G. Klau, 'Tarik Ulur' hadir sebagai lagu yang mewakili perasaan banyak orang yang pernah berada di hubungan tanpa kepastian.

​Dalam proses produksinya, tantangan terbesar datang saat menerjemahkan nuansa emosional lagu ke dalam aransemen musik yang tepat. Untuk itu, Mario menggandeng tim produser S/EEK yang membantu membangun karakter musik 'Tarik Ulur' agar tetap terasa ringan namun menyimpan emosi yang kuat di saat bersamaan. "Untuk menerjemahkan nuansanya ke dalam nada sih, pasnya gimana ya. Mario terima kasih juga dibantu kakak-kakak SEEK untuk produksi musiknya," lanjut pihak A&R.

​Secara musikal, 'Tarik Ulur' tetap mempertahankan kekuatan utama Mario sebagai storyteller. Aransemen yang hangat dipadukan dengan progresi emosional membuat lagu ini terasa relatable sejak pertama kali didengar. Pendengar diajak masuk ke fase awal hubungan yang manis, lalu perlahan dibawa menuju rasa lelah akibat hubungan yang tidak pernah benar-benar jelas.

​Sebelumnya, Mario sempat memperlihatkan eksplorasi warna musik yang lebih ringan dan upbeat lewat 'Salah Kaprah', sebuah single yang mendapat respons positif dari pendengar dan memperlihatkan sisi lain dari musikalitasnya. Melalui 'Tarik Ulur', Mario kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan lagu-lagu yang dekat dengan pengalaman emosional banyak orang, namun tetap dikemas dengan pendekatan musik pop yang mudah dinikmati. 'Tarik Ulur' ditulis oleh Mario G. Klau dan diproduseri oleh S/EEK. Lagu ini kini sudah tersedia di seluruh digital streaming platform.

Executive producer

: Wecord Evermore Indonesia

Track Title

: Tarik Ulur

Performed by

: Mario G klau

Written by

: Mario G. Klau

Produced by

: S/EEK

Keys & Synth by

: Adrian Rahmat Purwanto

Drums & Programming by

: Jessilardus Mates & Marco Steffiano

Guitars by

: Yosua Gian, lutfi firmansyah

Bass by

: Rudy Zulkarnaen

Vocals recorded at

: Sony Music Studio,

Engineered by

: Agus Sugiarto

Directed & produced by

: Irvnat, Edited by Irvnat

Mixed by Stevano at

: Sembunyi Studio

Mastered by

: Dimas Pradipta at Sum It! Studio

Tentang Mario G. Klau

Mario G. Klau dikenal sebagai salah satu singer-songwriter Indonesia dengan kekuatan utama pada penulisan lirik emosional dan dekat dengan keseharian. Namanya semakin dikenal lewat deretan lagu bertema cinta yang relatable dan menyentuh. Di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia, Mario terus menunjukkan perkembangan musikalitasnya melalui karya-karya yang personal namun tetap mudah diterima pendengar luas.

Senin, 25 Mei 2026

​5 Alasan Film ‘Nobody Loves Kay’ Akan Sangat Relate dengan Perjuangan Gen Z yang Sibuk Mengejar Mimpi

Di zaman sekarang, semua orang ingin terlihat berhasil lebih cepat. Ada yang mengejar nilai terbaik, pekerjaan impian, hingga validasi di media sosial. Namun bagi sebagian anak muda hari ini, mimpi terbesar mereka justru datang dari dunia yang sering dianggap sebelah mata: game.

​Fenomena itulah yang menjadi nyawa di Nobody Loves Kay, film drama coming-of-age terbaru yang membawa dunia e-sports ke layar lebar dengan cara yang jauh lebih emosional dan dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

​Lebih dari sekadar taktik dan turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), film debut sutradara Bernardus Raka ini terinspirasi dari perjalanan hidup pro-player ONIC Kairi, di mana isi ceritanya berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih personal. Tentunya hal itulah yang akan membuat banyak generasi muda, khususnya Gen Z merasa relate dengan kisahnya.

​Berikut adalah 5 alasan mengapa perjuangan Kay (Bima Azriel) di film ini akan terasa sangat dekat dengan kehidupan kalian para Gen Z:

1. Potret Nyata Karakter Tanpa Privilege yang Nekat Bermimpi

​Banyak dari Gen Z hari ini yang harus berjuang dari nol tanpa modal fasilitas atau koneksi orang tua (privilege). Hal ini digambarkan lewat sosok Kay. Lahir dari keluarga sederhana di mana kedua orang tuanya harus mengadu nasib sebagai pekerja migran, Kay hidup dalam kesederhanaan bersama eyangnya di kampung. Yang ia miliki hanyalah satu hal gratis: mimpi besar untuk mengguncang dunia bersama sahabatnya melalui layar ponsel.

2. Tekanan "Sukses Muda" vs Stigma Lingkungan

​Gen Z sering kali terjepit di antara dua tekanan: tuntutan zaman untuk sukses di usia muda dan skeptisisme orang tua yang menganggap industri modern seperti e-sports tidak punya masa depan. Bima Azriel mengungkapkan bahwa konflik inilah yang membuat karakter Kay begitu hidup. “Di rumah, dia berhadapan dengan orang tua yang tidak percaya dengan apa yang ingin dia kejar,” ungkap Bima. Karakter Kay mewakili keresahan kalian yang sedang memperjuangkan mimpi yang sulit dimengerti oleh orang tua sendiri.

3. Harga Mahal Sebuah Ambisi: Rusaknya Hubungan dan Persahabatan

​Di era media sosial yang serba kompetitif, mengejar karir impian kadang memaksa kita mengorbankan hal-hal berharga lainnya. Dalam film ini, ambisi buta Kay untuk masuk ke industri profesional justru menjadi bumerang yang merusak soliditas tim dan meretakkan persahabatannya dengan Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico). Film ini memperlihatkan sisi gelap dari sebuah perjuangan: bahwa kadang, mimpi terbesar seseorang bisa menjadi alasan kenapa ia harus kehilangan orang-orang terdekatnya.

4. Rasa Sepi dan Lelah di Tengah Rasa "Fomo"

​Setiap hari kita disuguhi update pencapaian orang lain di media sosial, mulai dari karier, finansial, hingga popularitas. Tanpa sadar, hidup berubah menjadi kompetisi yang melelahkan. Nobody Loves Kay dengan berani membongkar apa yang terjadi di balik layar monitor. Bahwa di balik keinginan untuk berhasil dan terlihat tangguh, ada tekanan mental yang luar biasa, rasa takut gagal yang menghantui, serta kesepian mendalam saat berada di titik nadir sendirian.

5. Di Antara Pilihan Kalah atau "Prove Them Wrong"

​Alasan terkuat mengapa film ini wajib ditonton adalah karena ini merupakan sebuah lagu kemenangan bagi para underdog. Ketika semua orang berbalik membelakangi dan menyepelekannya, pasti ada rasa untuk ingin menyerah saja pada keadaan. Tapi, Kay menolak untuk menyerah.

​Film ini membuktikan bahwa menjadi juara bukan cuma soal memenangkan piala, melainkan tentang pembuktian kepada dunia bahwa mimpi yang diremehkan, jika diperjuangkan dengan segenap hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju panggung tertinggi.

Pada akhirnya, Nobody Loves Kay bukan cuma film tentang gamer. Ini adalah cerita tentang semua orang yang pernah merasa tertinggal, pernah diragukan, diremehkan dan tetap memilih berjalan maju demi membuktikan bahwa mereka bisa.

​Didukung oleh penampilan emosional dari Bima Azriel, Aurora Ribero, Rey Bong, Joshia Frederico, Ario Wahab, Mian Tiara, hingga Melati Sesilia, film ini siap menyentuh hati kalian.

​Jika kamu pernah atau sedang memiliki mimpi yang sulit dimengerti orang lain, bersiaplah menemukan sebagian dirimu di film ini. Nobody Loves Kay siap menghentak seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Pastikan kamu jadi saksi pembuktiannya dan ikuti terus akun resmi @nobodyloveskay!

Minggu, 24 Mei 2026

SUAMIKU LUKAKU Kembali Hadir di Car Free Day (CFD) Serentak 5 Kota, Ajak Publik Lebih Peduli pada Kesehatan Mental

Acha Septriasa dan Gusty Pratama turut hadir di CFD Jakarta dalam kampanye "For Mental Health and Healthy Living"

Jakarta, 24 Mei 2026 – Setelah menggelar Press Conference dan Gala Premiere pada 21 Mei 2026 lalu, film produksi SinemArt, SUAMIKU LUKAKU, kembali melanjutkan rangkaian kampanye sosialnya melalui kegiatan Car Free Day (CFD) batch kedua bertajuk "For Mental Health and Healthy Living" yang akan berlangsung serentak pada 24 Mei 2026 di lima kota besar: Jakarta, Depok, Banjarmasin, Medan, dan Palembang.

​Melalui kegiatan ini, SUAMIKU LUKAKU kembali mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental, khususnya dampak emosional dan psikologis yang dapat muncul akibat kekerasan dalam rumah tangga dan dalam relasi serta lingkungan yang tidak sehat.

​Di Jakarta, kegiatan CFD akan dihadiri langsung oleh dua aktor utama film SUAMIKU LUKAKU, Acha Septriasa dan Gusty Pratama, yang akan ikut berinteraksi dengan masyarakat dalam rangkaian kampanye hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatan mental.

​Rangkaian CFD ini menjadi bagian dari perjalanan kampanye SUAMIKU LUKAKU yang sejak awal tidak hanya hadir sebagai film drama, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mengajak publik untuk lebih berani melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan dalam relasi. Agar rumah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman.

​Terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, SUAMIKU LUKAKU mengangkat kisah AMINA (Acha Septriasa), seorang ibu yang hidup dalam ketakutan bersama IRFAN (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di mata publik namun menyimpan kekerasan di dalam rumah. Saat kondisi putri mereka, NADIA (Azkya Mahira), memburuk, Amina mulai menemukan keberanian untuk melawan dan keluar dari lingkaran kekerasan.

​Disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu, film ini tidak hanya membicarakan kekerasan fisik, tetapi juga luka emosional yang sering kali tidak terlihat namun meninggalkan dampak mendalam terhadap kesehatan mental korban dan keluarganya.

​Sebelumnya, SUAMIKU LUKAKU telah menggelar berbagai kegiatan seperti Psychology Talkshow & Public Discussion, Goes to Campus, program "Nonton Duluan" di berbagai kota, hingga kampanye #memecahkankesunyian melalui CFD batch pertama di sejumlah kota di Indonesia.

​Melalui rangkaian kegiatan ini, SUAMIKU LUKAKU berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga adalah isu yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Karena sering kali, luka yang paling dalam adalah luka yang tidak terlihat.

SUAMIKU LUKAKU mengajak publik untuk terus membangun ruang yang lebih aman, suportif, dan penuh empati bagi para korban kekerasan. Karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan.

​Saksikan SUAMIKU LUKAKU di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.

SINOPSIS

​Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah. Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya. Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya.

  • Hashtag : #suamikulukaku #memecahkankesunyian
  • Instagram : @suamiku.lukaku
  • TikTok : @sinemart_movie
  • YouTube : @sinemartpictures
  • Website : https://www.sinemart.com/

RoBoKop Comeback Lewat "Benci Kangen Kamu", tentang Cinta yang Tak Bisa Dibenci Sepenuhnya

"Benci Kangen Kamu", Sebagai Tanda Bergabungnya RoBoKop Dengan Willows Media Grup

RoBoKop (Rombongan Bodonk Koplo), grup Hipdut terdepan di Indonesia, kembali dengan single terbaru bertajuk "Benci Kangen Kamu" — sebuah lagu yang menangkap satu perasaan yang nyaris semua orang pernah rasakan, tapi jarang berani diakui: benci, tapi masih kangen. Lahir dari cerita-cerita nyata di lingkungan sekitar mereka, "Benci Kangen Kamu" bercerita tentang seseorang yang tertipu dalam cinta. Saat sudah dekat, sudah terlanjur baper, ternyata kenyataannya pahit — orang yang ditaksir adalah milik orang lain. Baper pada pacar orang, pada suami orang, pada istri orang. Sebuah dilema yang rumit: bagaimana bisa membenci ​seseorang yang masih kita rindukan?

"Kami ambil ceritanya dari hal-hal yang benar-benar terjadi di sekitar kami," ujar RoBoKop. "Karena justru di situ relatable-nya. Benci, tapi masih kangen – siapa sih yang belum pernah ngerasain?" Single ini menjadi karya yang melibatkan seluruh anggota RoBoKop, sebuah proses kreatif yang sepenuhnya kolektif. "Semua anggota terlibat di lagu ini," tambah mereka. "Harapannya simpel – semoga bisa dinikmati banyak orang, dan nggak kalah dari dua lagu kami sebelumnya."

"Benci Kangen Kamu" menandai babak baru bagi RoBoKop, yang kini bernaung di bawah Willows Media Group sebagai artis 360. Bagi grup yang memimpin gelombang Hipdut ini, kerja sama tersebut membuka ruang baru untuk berkembang.

"Gabung dengan Willows ini hal baru buat kami," ujar RoBoKop. "Harapannya, Willows bisa jadi tempat kami buat mengekspresikan diri, bereksplorasi, dan berkembang jadi lebih baik. Buat jadi RoBoKop yang lebih fresh dan lebih besar lagi dari sebelumnya di kancah musik nasional – dan semoga, nggak lama lagi, sampai ke panggung internasional juga, bersama Willows." Momentum RoBoKop tidak berhenti di sini. Grup ini mengonfirmasi sebuah EP penuh berjudul "Bucin" – singkatan dari Butuh Cinta – yang akan dirilis pada akhir tahun ini. "RBK memiliki karakter, energi, dan visi artistik yang sangat kuat – sesuatu yang tidak bisa direkayasa atau ditiru. Mereka hadir dengan suara yang benar-benar berbeda, dan di tengah lahirnya sebuah genre baru, posisi seperti itu memiliki nilai yang sangat besar", Ujar Willows

​Selain itu, sederet rencana lain tengah disiapkan, mulai dari showcase, video klip, hingga merchandise yang akan menyusul. Dengan "Benci Kangen Kamu" sebagai pembuka, RoBoKop dan Willows menegaskan satu misi yang lebih besar: membawa Hipdut ke panggung yang lebih luas – dari Indonesia, ke kawasan, hingga ke dunia. "Benci Kangen Kamu" sudah tersedia di seluruh platform musik digital

​Track Title : Benci Kangen Kamu

Performed By : RoBoKop ( Rombongan Bodonk Koplo )

Composer lyric : Alfriki Azhari, Clarisya Putri Maulana, Erika Putri, Galih Fajar Triandari

Produser : Gerry Ananta

Label : Willows

Tentang RoBoKop ( Rombongan Bodonk Koplo )

​RoBoKop adalah grup Hipdut pertama dan satu-satunya yang memimpin gelombang Hipdut, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara dan global. Mereka kini bernaung di bawah Willows Media Group sebagai artis 360.

Tentang Willows Media Group

​Willows Media Group adalah label independen sekaligus rumah pengembangan artis menyeluruh di Indonesia. Sebagai pelopor dalam mengelola artis Hipdut, Willows beroperasi end-to-end — mulai dari manajemen artis, A&R, distribusi, publishing, pengelolaan hak cipta, branding, konten, live, hingga sync licensing.

​RoBoKop Aksess :

Instagram : @robokop_koplo | TikTok : @robokopkoplo | AllBodonk Koplo | YouTube : Rombongan Bodonk: Rombongan Bodonk Koplo

Jumat, 22 Mei 2026

All Women Project! Palari Films Memperkenalkan Pemeran & Sineas Film Desember Jani yang Seluruhnya Perempuan dari Lintas Generasi

Film Desember Jani tayang jelang Hari Ibu pada Desember 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 22 Mei 2026 – Setelah merayakan 1 Dekade perjalanan Palari Films, rumah produksi yang telah banyak memenangkan penghargaan dan judul-judul yang banyak diminati penonton Indonesia, kini Palari Films memperkenalkan judul film terbarunya, Desember Jani (Jani Be Good). Film ini semakin menarik karena menjadi All Women Project yang ditulis, diproduseri, disutradarai, dan diperankan oleh semuanya perempuan.

​Film Desember Jani disutradarai oleh sutradara dan seniman visual Ariani Darmawan, sekaligus menjadikan film ini sebagai debut feature-nya. Naskah film ini ditulis oleh Cyntha Hariadi, novelis dan penyair pemenang penghargaan yang juga untuk pertama kalinya menulis naskah film.

​Sementara itu, Meiske Taurisia, menjadi produser di film ini, yang semakin memperkuat jajaran suara perempuan dalam ceritanya. Meiske memproduseri film ini bersama Muhammad Zaidy.

​Film Desember Jani juga menggabungkan jajaran ansambel aktris yang unik dan kuat, berasal dari pemeran perempuan lintas generasi. Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan debut layar lebar Hyori Mika.

​"Ini adalah film pertama Palari Films yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan, dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama untuk seorang ibu dan anak perempuan," ujar produser Meiske Taurisia.

​Film Desember Jani berkisah tentang tiga generasi perempuan dalam satu rumah yang hampir kehilangan cara untuk saling bicara, hingga yang paling muda, Jani (13 tahun), memilih menjadi jembatan yang menyambungkan kembali. Film ini mengangkat tema yang dekat dengan keseharian keluarga Indonesia: jarak emosional antargenerasi, cinta yang hadir dalam diam, dan keberanian untuk memulai kembali.

​"Ini adalah proyek yang luar biasa, bersama Palari Films, saya mengeksplorasi gagasan kreatif dengan lebih leluasa. Memanfaatkan Bandung sebagai sepenuhnya latar di film ini, yang juga punya nilai sentimental tersendiri untuk saya. Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun nanti," ujar sutradara Ariani Darmawan.

​Empat pemeran perempuan di film ini masing-masing membawa lapisan emosi yang berbeda. Tutie Kirana memerankan Oma, perempuan berusia 75 tahun yang mengungkapkan cinta lewat tindakan, bukan kata-kata. Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu yang menyimpan rasa bersalah yang tak pernah terucapkan.

​Hyori Mika memerankan Julia, anak yang pergi dan belum tahu cara pulang. Chempa Puteri memerankan Jani, anak 13 tahun yang melihat retaknya keluarga lebih jelas dari siapapun, dan memilih untuk menjadi yang pertama bergerak.

​Bagi aktris Sigi Wimala, yang cukup lama menepi dari layar lebar, bergabung dengan film Desember Jani seperti menemukan keluarga baru. "Kami diberi waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik. Tanpa diburu-buru dan dipaksaan. Jadi pas kami syuting sudah sangat nyaman," ujar Sigi Wimala.

Desember Jani adalah film kesekian bagi Chempa Puteri, namun untuk pertama kalinya Chempa dipercaya sebagai pemeran utama. "Untuk persiapannya, aku latihan chemistry dengan Mama Sigi, Oma Tutie, Ibu Rani sebagai sutradara, dan Bu Dede sebagai produser. Aku belajar banyak dari orang-orang hebat di film ini dan mendapatkan ilmu yang berharga," ujar Chempa Puteri.

​Sementara itu, ada kisah menarik di balik pemilihan Hyori Mika. Mulanya, sang sutradara melihat akting Hyori dalam sebuah iklan di kereta api. Saat itu, ia pun meminta tim casting untuk mencari Hyori Mika dan akhirnya ia memerankan Julia di film panjang debutnya.

​"Senang rasanya dipercaya untuk memerankan karakter Julia di film ini. Anak sulung yang memutuskan pergi dari rumah karena tidak didengar. Film ini jadi perjalanan awalku di dunia film, dan semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama tentang boundaries dan mereka yang lagi mencari jati diri," ujar Hyori Mika.

​Tutie Kirana, legenda perfilman Indonesia yang telah mewarnai perfilman sejak era '70-an dan telah meraih 5 nominasi Piala Citra FFI, bergabung menjadi karakter yang menguatkan dinamika keluarga di film ini. Bagi Tutie, film ini adalah gambaran tentang perempuan-perempuan yang berdaya.

​"Saya memerankan Oma Peggy, sosok yang sudah lanjut usia tapi masih bikin usaha lumpia. Sebagai perempuan memang harus berdaya, bahkan di saat sudah lanjut usia. Di film ini, bersama perempuan-perempuan yang sangat berdaya, menjadikan semuanya satu kesatuan di dalam ceritanya," ujar Tutie Kirana.

Desember, Jani akan hadir di bioskop tepat menjelang Hari Ibu, 22 Desember 2026, sebuah momen yang terasa pas untuk sebuah film tentang perempuan, keluarga, dan cinta yang butuh waktu untuk menemukan suaranya.


Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas".

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah "Kabut Berduri" (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya "Dear David (2023), omnibus "Piknik Pesona" (2022), "Ali & Ratu-Ratu Queens" (2021), "Aruna & Lidahnya" (2018), "Posesif" (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Film Keluarga Suami Adalah Hama Tayang di Bioskop! Anggy Umbara Sebut Film yang 'Gue Banget', Ajak Pasutri Cari Support System dan Perbaiki Keluarga

Jakarta, 22 Mei 2026 – Film Keluarga Suami Adalah Hama persembahan Umbara Brothers Film dan VMS Studio saat ini tayang di bioskop dan telah mendapatkan respons positif dari penonton. Film yang dibintangi Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, Sitha Marino, dan Jeremie Moeremans ini bisa menggambarkan dinamika suami istri di kehidupan rumah tangga secara real.

​Jika ada anekdot bahwa ketika sudah menikah jangan tinggal bersama dengan orangtua atau mertua, film ini bisa menjadi contoh yang nyata. Sutradara Anggy Umbara, mengungkapkan cerita di film Keluarga Suami Adalah Hama sangat personal baginya.

​"Ini film yang gue banget, sangat terjadi di saya. Istri dan nyokap berseteru selama belasan tahun, makanan yang selalu nggak pas buat nyokap, jadi banyak yang bisa saya masukkan, jujur apa adanya," kata penulis, produser, dan sutradara Keluarga Suami Adalah Hama Anggy Umbara.

​"Semua orang di pernikahan pernah merasakan ini. Saya sudah 20 tahun menikah, sudut pandang dari orang pertama melihat dan merasakan ini semua, sesuatu yang kita rasakan tapi nggak pernah dibicarakan," tambah Anggy Umbara.

​Namun, bagi Anggy, film Keluarga Suami Adalah Hama adalah ingin mengajak orang yang mengalami kisah seperti Damar dan Intan di film ini untuk merasa tidak sendirian. Film ini juga ingin mengumpulkan orang-orang di luar sana yang mengalami hal serupa dan membuat keluarga menjadi lebih baik.

​"Semoga sudut pandangannya bisa lebih lebar lagi, dan bisa mencari support system yang baik," pesan Anggy.

​Diproduksi oleh Umbara Brothers Film dan VMS Studio, film ini bekerja sama dengan 10 Star, SR Film, dan DBay. Film ini diproduseri oleh Shalu T.M., Indah Destriana dan Anggy Umbara. Selain memproduseri dan menyutradarai, Anggy turut menulis naskah film ini.

​Tonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop mulai 21 Mei 2026. Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial resmi VMS Studio dan Umbara Brothers Film.


TENTANG VMS STUDIO

​Visual Media Studio (VMS) adalah rumah produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan lintas budaya.

​Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5 juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di kuartal pertama 2024.

​Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.

TENTANG UMBARA BROTHERS FILM

​Umbara Brothers Film adalah rumah produksi film Indonesia yang didirikan oleh Danu Umbara pada tahun 1966, dan dilanjutkan oleh Anggy Umbara serta Bounty Umbara sejak 2016, bersama partner Indah Destriana. Hingga akhir 2025, Umbara Brothers Film telah memproduksi 17 film layar lebar, 11 film digital, dan 5 serial, mencerminkan konsistensi serta adaptasi terhadap perkembangan industri.

​Dikenal dengan storytelling yang emosional dan relevan, Umbara Brothers Film menghadirkan beragam genre dari komedi hingga drama berbasis kisah nyata, dengan pendekatan sinematik yang kuat dan dekat dengan penonton. Di antara pencapaiannya, Siksa Neraka dengan perolehan 2,6 juta penonton & Vina: Sebelum 7 Hari meraih 5,8 juta penonton bersama Dee Company, serta Sabar Ini Ujian bersama MD Pictures yang memperoleh berbagai penghargaan, termasuk Sutradara Terbaik dan Film Komedi Terbaik di Festival Film Wartawan 2021.

​Dengan komitmen pada kualitas dan keberanian bercerita, Umbara Brothers Film terus memperkuat posisinya sebagai kekuatan kreatif dalam industri perfilman Indonesia yang mampu menjangkau audiens luas sekaligus menghadirkan cerita yang bermakna.

Badut Gendong 'Hidup' di Epicentrum! Intip Kengerian Gala Premiere Monster Baru di Universe Qodrat

Jakarta, 22 Mei 2026 – Mendekati hari penayangannya yang sudah sangat dinantikan, MAGMA Entertainment secara resmi menggelar acara Press Screening dan Gala Premiere untuk film horor-aksi terbarunya, Badut Gendong. Film yang lahir dari perluasan semesta Cross-Universe Qodrat ini sukses menggelar karpet merahnya di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2026.

​Acara pemutaran perdana ini berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh produser Linda Gozali, sutradara Charles Gozali, serta seluruh jajaran pemain, di antaranya Marthino Lio, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, Iskak Khivano, Totos Rasiti, Akbar Kobar, Vonny Anggraini, hingga aktor senior Jose Rizal Manua.

Badut Gendong Sebagai Kreasi yang Menantang


Dalam acara ini, sutradara Charles Gozali mengungkapkan bahwa sosok antagonis baru ini merupakan salah satu kreasi paling menantang sepanjang kariernya.

"Badut Gendong adalah salah satu karakter paling kompleks yang pernah saya ciptakan. Berangkat dari dualitas rasa cinta dan kebencian yang mendalam, karakter ini akan menjadi pemain yang sangat menarik sekaligus berbahaya di dalam semesta Qodrat," jelas Charles.

​Komitmen total untuk menghadirkan kualitas visual dan narasi yang premium juga ditegaskan oleh sang produser. Linda Gozali membeberkan bahwa film ini menuntut dedikasi yang luar biasa dari sisi produksi.

"Ini adalah proyek pertama MAGMA yang overbudget, namun keputusan tersebut harus kami ambil karena kami sepenuhnya percaya pada kekuatan cerita serta masa depan jangka panjang dari karakter Badut Gendong ini," ungkap Linda.

Epicentrum Jadi Saksi Dimulainya Teror Badut Gendong

​Kengerian film tidak hanya tersaji di dalam studio bioskop, tetapi sengaja dihidupkan di area lobby Epicentrum XXI. MAGMA Entertainment menyulap lokasi Gala Premiere dengan dekorasi yang mencekam untuk menyambut para tamu undangan.

​Mulai dari deretan toples kaca berisi replika wajah manusia yang dikuliti secara sadis, hingga pameran properti prostetik asli yang digunakan selama proses syuting, semuanya dihadirkan demi memberikan pengalaman teror yang nyata sejak pertama kali melangkah masuk.

​Aktor utama semesta Qodrat, Vino G. Bastian, yang turut hadir dan menyaksikan kegilaan film ini memberikan apresiasinya. "MAGMA tidak main-main dalam memperluas Semesta Qodrat. Badut Gendong ini bukan sekadar horor yang menjual kaget, tapi aksi dan intensitas terornya sangat terasa. Marthino Lio luar biasa membawakan karakter yang kompleks ini. Sebagai 'kakak' dari semesta ini, saya bangga dan sekaligus ngeri melihat ancaman baru yang diciptakan Charles Gozali ini," puji Vino.

​Film Badut Gendong siap menghantui dan menguji nyali seluruh pencinta film horor di bioskop tanah air mulai 27 Mei 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran Idul Adha. Segera amankan tiket Anda dan ikuti perkembangan informasi terbarunya melalui akun media sosial resmi di @magmaent dan @badutgendong.

20 Tahun Kemudian, RAN Kembali ke “Pandangan Pertama” Lewat Super Remake Music Video


Jakarta, 22 Mei 2026
— Tahun 2026 menjadi perjalanan yang penuh makna bagi RAN. Setelah sukses menggelar musikal “Pandangan Pertama” bersama Jakarta Movin dan Seraya Live pada April lalu, perjalanan menuju 20 tahun berkarya yang akan dirayakan November nanti kini kembali diperkuat lewat sebuah langkah yang terasa sangat personal, merilis super remake music video “Pandangan Pertama” yang dibuat hampir identik dengan versi aslinya pada tahun 2006.

Jika musikal “Pandangan Pertama” menjadi cara RAN merayakan perjalanan mereka lewat panggung teater, maka remake music video ini adalah cara mereka kembali menatap titik awal yang memulai semuanya. Bagi RAN, “Pandangan Pertama” bukan hanya lagu pertama. Lagu itu adalah fondasi.

Sebuah titik nol yang tanpa mereka sadari perlahan mengubah hidup tiga anak SMA menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan paling panjang diIndonesia.

Dan dua puluh tahun kemudian, mereka memutuskan untuk kembali ke sana.

“Kita nggak pernah benar-benar meninggalkan lagu ini,” kata Nino. “Semakin dewasa, kita justru makin sadar kalau hidup kita berubah karena satu lagu ini. Yang dulu terasa sederhana, sekarang rasanya sakral banget.

Namun menariknya, music video “Pandangan Pertama” yang selama ini dikenal banyak orang ternyata bukan diunggah dari akun YouTube resmi RAN sendiri.

Di era awal 2000-an, ketika YouTube bahkan belum menjadi platform utama seperti sekarang, music video dibuat sebagai syarat agar lagu bisa tayang di televisi musik nasional. RAN pun membuat video klip “Pandangan Pertama” untuk kebutuhan promosi saat itu. Tapi ketika era digital mulai berubah dan YouTube menjadi rumah baru bagi video musik, mereka justru lupa mengunggah video tersebut ke akun resmi mereka sendiri.

Lucunya, video itu kemudian hidup sendiri di internet setelah diunggah oleh seseorang yang bahkan sampai hari ini tidak pernah mereka kenal.

“Jadi selama bertahun-tahun orang nonton MV ‘Pandangan Pertama’ dari upload-an orang random yang bahkan kita nggak tahu siapa,” cerita Nino sambil tertawa. “Dan anehnya, itu justru jadi bagian dari sejarah lagu ini.”

Karena itulah ketika memutuskan membuat ulang music video tersebut, RAN tidak ingin membuat versi modern yang terlalu berbeda. Mereka justru ingin menghadirkan ulang rasa yang sama. Hampir semua detail dibuat semirip mungkin dengan video klip aslinya mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, gestur, hingga tone visualnya.

“Kita benar-benar sampai nonton frame per frame video lama buat memastikan semuanya terasa familiar,” ujar Rayi. “Ini bukan tentang memperbaiki masa lalu, tapi menghormati awal yang membentuk kita.”

Asta mengaku proses remake ini justru terasa lebih emosional dibanding yang mereka perkirakan sebelumnya.

“Ada momen waktu syuting di mana kita tiba-tiba diem sendiri karena kayak ketemu versi muda diri kita. Semua memori itu balik lagi,” kata Asta. “Dan ternyata setelah 20 tahun, chemistry itu masih ada.”

Di balik proses yang penuh detail tersebut, ada satu cerita kecil yang paling membuat mereka tertawa selama syuting berlangsung.

Pada music video original tahun 2006, Nino ternyata memakai sepatu “Nike KW” karena saat itu mereka belum punya banyak uang untuk kebutuhan styling video klip.

Dan ketika tim produksi mencoba mencari sepatu yang sama untuk kebutuhan remake versi 2026, mereka akhirnya menemukan bahwa versi original sepatu tersebut memang ada, hanya saja sangat langka dan sulit ditemukan hari ini.

“Pas kita cari lagi, ternyata ada versi originalnya, cuma susah banget dicari karena emang udah langka,” kata Nino sambil tertawa. “Tapi lucunya, karena dulu gue pakainya yang KW, akhirnya demi akurasi sejarah… gue beli yang KW lagi.”

Meski dipenuhi cerita-cerita hangat dan nostalgia personal, remake “Pandangan Pertama” tetap menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar mengulang masa lalu berhenti.

Setelah musikal yang sukses membawa “Pandangan Pertama” ke panggung teater, remake music video ini menjadi langkah berikutnya menuju perayaan 20 tahun RAN pada akhir tahun nanti.

“Kami nggak melihat ini sebagai comeback,” tambah Nino. “Karena buat kami, perjalanan itu nggak pernah berhenti. Ini cuma kelanjutan dari langkah yang sudah dimulai sejak ‘Pandangan Pertama’.”

Dan seperti lagu yang terus menemukan pendengarnya selama dua dekade terakhir, RAN pun percaya bahwa perjalanan mereka masih akan terus berlari.

“Dua puluh tahun bukan garis akhir,” tutup Nino. “Ini cuma pengingat kalau semuanya dimulai dari satu pandangan pertama, dan sejak saat itu kita nggak pernah berhenti jalan bareng.”


Tentang RAN

RAN adalah grup musik asal Jakarta yang telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino, mereka dikenal lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan di telinga tapi dalam di rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama, RAN telah menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang kedua puluh.


Info Media Sosial resmi RAN:

YouTube RAN : https://www.youtube.com/@RANforyourlife

Instagram RAN : https://www.instagram.com/ranforyourlife/

Instagram Rayi : https://www.instagram.com/rayiputra26/

Instagram Asta : https://www.instagram.com/astaandoko/

Instagram Nino : https://www.instagram.com/ninokayam/

Trio GJLS Menobatkan Vokalis Barasuara sebagai "Kadiv Soundtrack 2026" Habis Sore, Apakah Akan Mengisi Soundtrack Film GJLS Terbaru?

​ Jakarta, 30 Juli 2026 — Ada-ada saja ulah trio komedi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Pertemuan trio GJLS dengan vokalis s...