Sabtu, 16 Agustus 2025

Dari Color Analyst hingga Love Fest, Hari Kedua BRI The BFF Festival 2025 Dipenuhi Edukasi dan Hiburan

Dari tips memilih warna personal hingga lantunan “Janji Suci” Yovie & Nuno, hari kedua BRI The BFF Festival 2025 menghadirkan kombinasi edukasi dan hiburan yang memikat ribuan pengunjung.

Antusiasme pengunjung di hari kedua BRI The BFF Festival 2025 BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Jakarta, 16 Agustus 2025 – Hari kedua BRI The BFF (Beauty,Fashion, Fragrance) Festival 2025 kembali menghadirkan rangkaian acara inspiratif yang memadukan edukasi, hiburan, hingga peluncuran eksklusif brand-brand terkemuka. Ribuan pengunjung kembali memenuhi Jakarta International Convention Centre, Senayan untuk menikmati pengalaman unik lintas kecantikan, fashion, dan lifestyle.

Talkshow “Color Confidence Unlocking Your Best Shades for Style, Beauty, and Everyday Life” bersama Jilly Ijoe
 BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Hari dimulai dengan sesi colour analyst bersama Jilly Ijoe, MUA yang telah berkarier diKanada selama 20 tahun sebelum mendalami color analysis di Korea. Didampingi MC Mario Patrick, Jilly menekankan pentingnya memahami palet warna personal. “Warna itu relatif, kita baru bisa melihat cocok atau tidaknya ketika dibandingkan. Dengan palet Personal, kita bisa tampil lebih segar tanpa harus mengikuti tren semata,” ujarnya.

“Echo x Kiehlers Community: Makeup Class by Charles Sebastian” BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Beralih ke sesi kecantikan, Charlesj Sebastian memandu peserta dalam kelas makeup interaktif bersama Echo dan Kiehlers Community, komunitas yang digagas Cinta Laura.

Charles mengajarkan step-by-step makeup dasar mulai dari skincare prep hingga contour. “Pilih satu fokus saja, misalnya mata bold, biarkan bagian lain lebih natural. Itu akan membuat makeup tetap fresh dan tidak menua,” jelasnya.

Keseruan panggung “Love Fest” bersama Yovie & Nuno dan Nabila Taqiyyah,

Memasuki sore hari, suasana semakin meriah lewat Love Fest. Yovie & Nuno membawakan “Janji Suci” yang disambut hangat ribuan penonton, sekaligus menjadi saksi momen lamaran mengejutkan dari salah satu pengunjung. Acara juga menghadirkan penyanyi lainnya seperti Nabila Taqiyyah dan bintang sinetron populer Caesar Hito, Febby Rastanti, Reuben Elishama, dan Raya Kohandi yang berbagi cerita tentang membangun chemistry di layar kaca.

Exclusive Product Launch di BRI The BFF Festival 2025"

Hari kedua juga ditandai dengan peluncuran eksklusif dari berbagai brand ternama,termasuk Myra, Jacquelle x Quby, Beyond The Scents, Maison Garnet, Personal Chemistry, Citizens of The Worlds, Kojie-San, dan BLP. Kehadiran produk baru ini memperkuat peran BFF Festival sebagai panggung utama inovasi brand lokal maupun kolaborasi baru. 

Talkshow “Glam Looks, Smart Books: Fashion Meets Finance”

Menutup sesi edukasi, talkshow ini mempertemukan Dwi Indah Lestari, VP Card Business Group BRI, Rhesita Yustitiana, VP Retail Payment Sales Management Group BRI, dan Tities Sapoetra. Diskusi menyoroti peran BRImo sebagai super apps gaya hidup,strategi keuangan digital, sekaligus peluncuran koleksi Room Mate edisi khusus bersama BRI. “Berbusana tidak hanya soal estetika, tapi juga identitas diri. Sama halnya dengan finansial, harus dikelola agar sesuai dengan gaya hidup kita,” ungkap Tities

Keseruan cast “Mama-Mama Pengejar Cinta” dari Vidio

Sebagai penutup hari kedua, panggung dimeriahkan oleh cast Mama-Mama Pengejar Cinta seperti Wulan Guritno, Masayu Anastasia, Asri Welas, dan Ari Wibowo. Setelah berbagi cerita seru dari balik layar, mereka bersama-sama memimpin karaoke, menutup rangkaian hari kedua dengan tawa, nyanyian, dan energi hangat.

Hari kedua BRI The BFF Festival 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai ruang kolaborasi kreatif, menghadirkan kombinasi talkshow penuh insight, peluncuran eksklusif,serta hiburan yang menghibur. Masih ada satu hari lagi yang akan menghadirkan keseruan tak kalah spesial.

Jumat, 15 Agustus 2025

BRI The BFF Festival 2025: 250 Brand, 80% Lokal, Jadi Ajang Apresiasi Industri Kreatif Indonesia

Booth Tour bersama Teuku Riefky Harsya dan Raffi Farid Ahmad di The BFF Festival 2025.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Jakarta, 15 Agustus 2025 – BRI The BFF Festival 2025 sukses menghadirkan lebih dari 250 brand, dengan 80% di antaranya merupakan brand lokal. Festival yang menggabungkan kecantikan, fashion, dan lifestyle ini bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang pertemuan antara kreator, brand, dan konsumen untuk merayakan kreativitas sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia.


Rangkaian kegiatan di BRI The BFF Festival 2025 turut diisi dengan booth tour, mini talkshow, serta sesi interaktif bersama para kreator dan pelaku industri. Atmosfer festival semakin semarak dengan antusiasme ribuan pengunjung yang datang untuk menjelajahi tren terbaru di industri kecantikan dan fashion.

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Raffi Farid Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Raffi Farid Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni

Dalam ungkapannya, Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya keberlanjutan industri kreatif lokal, “Festival ini membuktikan bahwa brand lokal mampu bersaing dan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Kehadiran generasi muda di sini menunjukkan energi besar yang akan membawa industri kita ke level global.”


Sementara itu, Raffi Farid Ahmad menambahkan: “Saya melihat BRI The BFF Festival bukan hanya festival belanja atau hiburan, tetapi sebuah ruang kolaborasi. Ini adalah kesempatan emas bagi generasi muda dan pekerja seni untuk terus tumbuh, berinovasi, dan menginspirasi.”


Melalui BRI The BFF Festival 2025, Indonesia kembali menegaskan peran pentingnya sebagai pusat kreativitas di Asia Tenggara, dengan fokus pada pemberdayaan brand lokal dan generasi muda sebagai agen perubahan.


***

Tentang BRI The Beauty, Fashion, and Fragrance (BFF) Festival Didirikan oleh para veteran industri kecantikan, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda, yang telah sukses membangun Jakarta X Beauty serta media Female Daily Network selama 19 tahun lamanya, BRI The BFF 2025 adalah festival unggulan di Indonesia yang menyatukan dunia kecantikan, fashion, dan lifestyle. Festival ini bertujuan untuk membina talenta lokal, menginspirasi konsumen, serta mendorong kolaborasi guna memajukan ekonomi kreatif nasional.


BRI The BFF Festival 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Kolaborasi Kecantikan, Fashion, dan Fragrance dalam Satu Panggung

Jakarta, 15 Agustus 2025 – Hari pertama BRI The BFF (Beauty, Fashion, Fragrance) Festival 2025 resmi dimulai, menandai perayaan industri kecantikan, fashion, dan fragrance Indonesia dalam skala besar. Menghadirkan lebih dari 200 brand lokal, festival ini memadukan wawasan bisnis, edukasi, dan hiburan bagi ribuan pengunjung.

Hari pertama dibuka oleh Hanifa Ambadar, CEO Socially Significant Company, bersama perwakilan BRI, Heru Sulistiyarso. Mengusung tema Stronger Together, Hanifa menekankan pentingnya saling menguatkan, membuka peluang, serta menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri kecantikan, fashion, dan fragrance Indonesia. “BRI The BFF Festival adalah ruang untuk merayakan kreativitas dan kolaborasi, agar industri kecantikan, fashion, dan fragrance Indonesia semakin kuat bersama,” ujarnya.

Suasana semakin semarak dengan Fashion Trunkshow bertema “Indonesia’s Beauty & Fashion: Stronger Together”. Sepuluh brand lokal yaitu Room Mate, Jenahara, Khanaan, Naia, Muda, Miss, NASL, Glashka, KaIND, dan Purana memamerkan koleksi yang memadukan kekayaan budaya dengan sentuhan desain kontemporer. Hanifa menambahkan bahwa trunkshow ini membuktikan potensi brand lokal untuk menembus pasar global. “Kreativitas desainer Indonesia luar biasa. Melalui panggung ini, kami ingin memperlihatkan bahwa karya lokal punya kualitas dan daya saing internasional,” ujarnya.

Menard menghadirkan skincare private class “Quick Bihada Lesson” bersama beauty professional. Peserta diajarkan cara mengaplikasikan skincare yang benar, mulai dari cleansing hingga perawatan lanjutan dengan teknik circular motion. Selain praktik pijat wajah untuk kulit sehat dan bercahaya, peserta juga mendapatkan pengetahuan produk dan panduan step-by-step penggunaan skincare khas Jepang.

Talkshow “Survive & Scale: Strategies to Strengthen Your Fashion Brand in Today’s Economy” menghadirkan Melinda Babyanna, Founder & Principal Consultant TBF Consultant. Ia membagikan strategi membangun brand fashion mulai dari business plan, merchandising, hingga brand checkup untuk menjaga keberlanjutan. Melinda menekankan pentingnya menaikkan value, membangun komunitas, menciptakan storytelling yang relevan, serta menciptakan hero product dari feedback konsumen. “Kunci bertahan di industri fashion adalah adaptasi, inovasi, dan memahami audiens dengan tepat,” ujarnya.

Melinda Babyanna dari TBF Consultant membagikan strategi membangun dan
memperkuat brand fashion di era kompetitif saat ini.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Dalam Mini Talkshow bertema “From Nose to Notes: The Creator’s Guide to Perfume Reviews”, bersama Sabrina Anggraini, influencer, content creator, sekaligus founder

Maison Garnet, membahas peluang brand lokal untuk menembus pasar internasional. “Brand lokal punya potensi global jika mampu menjaga kualitas dan orisinalitas,” ujar perwakilan Sabrina. Sesi ini tidak hanya membagikan insight seputar tren parfum dan strategi membangun brand, tetapi juga memotivasi banyak pelaku UMKM yang hadir untuk lebih percaya diri membawa karyanya ke level global.

Shandy Purnamasari & dr. Incognito (Abelina_md) berbagi tips praktis dalam
talkshow “Your Skin SOS: A Quick and Friendly Rescue with MS Glow Moisturizer”.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)


Talkshow “Your Skin SOS: A Quick and Friendly Rescue with MS Glow Moisturizer” menghadirkan Shandy Purnamasari dan dr. Incognito yang membagikan tips perawatan kulit sederhana namun efektif untuk segala jenis kulit. “Kami ingin memberikan solusi yang cepat dan aman, tanpa mengorbankan kesehatan kulit,” jelas Shandy, sambil menekankan pentingnya konsistensi perawatan harian. Audiens antusias mengikuti sesi ini, terutama saat dr. Incognito menunjukkan langkah-langkah sederhana penyelamatan kulit dengan moisturizer sebagai produk dasar.


Hanna Faridi & Tiqasya membahas tren modest fashion.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Talkshow Covered in Style: How Modest Fashion is Reshaping The Industry menghadirkan Hanna Faridi, Founder of Modestalk, dan Tiqasya, content creator sekaligus Founder of Lumiere, yang menyoroti modest fashion sebagai tren global yang terus berkembang. Hanna menekankan bahwa modest fashion bukan hanya gaya, tetapi juga identitas, ekspresi, dan peluang besar, dengan tren yang kini semakin mengerucut pada segmen audiens tertentu. Sementara itu, Tiqasya berbagi pengalamannya dalam memadukan gaya feminin dan boyish, sekaligus menekankan pentingnya menjaga komunitas, loyalitas, serta nilai brand di tengah persaingan yang kian ketat. Ia pun menutup dengan pesan, “Be true to yourself, have fun, dan bangga mengenakan value kamu dengan baik.”


Pandu Brodjonegoro & dr. Stanley Setiawan dalam talkshow “Anti-Dark Spot
Secrets: Debunk How Deep-Cover is Deep?” bersama La Roche-Posay.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)


Dalam talkshow “Anti-Dark Spot Secrets: Debunk How Deep-Cover is Deep?”, Pandu
Brodjonegoro, Marketing Director L’Oréal Dermatological Beauty Indonesia,
menjelaskan bahwa penggunaan sunscreen yang tepat merupakan langkah utama
mencegah kerusakan kulit. Ia memperkenalkan Anthelios dengan kandungan Melasyl™
yang dapat membantu mengurangi dan mencegah noda hitam sekaligus melindungi
kulit dari paparan sinar matahari. Sementara itu, dr. Stanley Setiawan, Sp.KK., FINSDV,
FAADV menekankan bahwa perlindungan ekstra penting karena kerusakan akibat sinar
UV bisa menimbulkan masalah serius hingga tumor kulit. “SPF saja tidak cukup. Untuk
perlindungan UVA dibutuhkan sunscreen dengan PA+ yang tinggi, ditambah bahan
aktif seperti Mexoryl 400 agar kulit tetap sehat,” jelasnya. Ia juga menekankan gaya
hidup sehat, penggunaan sunscreen 30 menit sebelum aktivitas, serta konsistensi
perawatan sebagai kunci mencegah dark spot.

Penampilan energik GAC menutup hari pertama BRI The BFF Festival 2025.
Doc. BRI The BFF Festival 2025 (2025)

Ditutup dengan penampilan energik dari GAC (Gamaliel, Audrey, dan Cantika) yang sukses membuat ribuan pengunjung bergoyang bersama. Suasana penuh semangat ini menjadi penutup manis untuk rangkaian acara yang padat wawasan dan inspirasi.


Hari pertama baru menjadi awal dari rangkaian keseruan BRI The BFF Festival 2025. Masih ada dua hari lagi yang akan dipenuhi dengan talkshow inspiratif, penampilan hiburan, dan berbagai promo spesial dari brand-brand ternama. Informasi lengkap mengenai jadwal acara dan pembelian tiket dapat diakses melalui www.thebfffestival.com atau Instagram @thebfffestival.


***

Tentang BRI The Beauty, Fashion, and Fragrance (BFF) Festival Didirikan oleh para veteran industri kecantikan, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda, yang telah sukses membangun Jakarta X Beauty serta media Female Daily Network selama 19 tahun lamanya, BRI The BFF 2025 adalah festival unggulan di Indonesia yang menyatukan dunia kecantikan, fashion, dan lifestyle. Festival ini bertujuan untuk membina talenta lokal, menginspirasi konsumen, serta mendorong kolaborasi guna memajukan ekonomi kreatif nasional.

Film Panggil Aku Ayah Raih 442.937 Penonton di Hari Kedelapan Tayang, Dapat Apresiasi dari Rizky Febian-Mahalini hingga Sutradara Film Pawn


Jakarta, 15 Agustus 2025Setelah delapan hari tayang di bioskop, film drama komedi persembahan Visinema Studios, Panggil Aku Ayah telah meraih 442.937 penonton. Bukan hanya mengundang tawa dan haru, film ini juga meninggalkan jejak emosional mendalam bagi penontonnya termasuk pasangan muda Rizky Febian dan Mahalini. 

Menonton bersama adik bungsunya, Rizwan Fadilah atau yang akrab dipanggil Njan, pasangan ini mengaku mendapat pelajaran berharga soal arti keluarga dan menjadi orangtua. Bahkan usai menonton, Rizky dan Njan langsung menelpon sang ayah, Sule, untuk mengucapkan terima kasih. 

“Film ini punya pemeran yang sangat bagus. Saya ngefans berat dengan Kang Ringgo. Dia bisa menyampaikan isi cerita menjadi visual yang menyedihkan, harunya juga dapat, senangnya juga dapat,” kata Rizky Febian

“Semua bisa dikalahkan cuma karena ketulusan,” tambah Mahalini

Keluar dari studio bioskop, Rizky Febian pun segera menghubungi ayahnya, Sule. Saat menelepon, awalnya Rizky tampak terdengar biasa saja. Namun, ketika ia kembali teringat adegan-adegan yang ada di film Panggil Aku Ayah, air mata haru pun tak terbendung ketika berbicara dengan ayahnya. Di momen itu, ia mengapresiasi peran ayah dalam hidupnya yang telah membesarkan dirinya dan adik-adiknya dengan penuh ketulusan dan cinta. 

Momen telepon ke Sule pun penuh kehangatan.“Banyak kesan dari momen yang menurut aku mau bilang terima kasih sudah besarkan aku. Ayah luar biasa. Terima kasih banyak aku akhirnya bisa merasakan jadi orangtua,” ucap Rizky Febian saat menelepon Sule usai menonton Panggil Aku Ayah. 

“Sehat-sehat, kurangi merokoknya, ngopi, dan begadangnya. Pokoknya kurangi yang jelek-jeleknya,” tambah Njan saat menelepon Sule

Tak hanya menyentuh Rizky Febian, Mahalini, dan Njan, film ini juga membuat Iis Dahlia menitikkan air mata dan teringat momen bersama kedua orangtua. Menurut Iis, film ini bisa memberikan pelajaran berharga tentang arti penting menjaga hubungan dengan orangtua. 

“Kalau udah sayang, walau awalnya jahat, ternyata bisa semenyentuh itu filmnya. Ringgo keren banget mainnya. Buat anak-anak, selagi masih punya orangtua jangan lupa untuk menghubungi orangtuanya, maupun bapaknya atau ibunya, sebelum menyesal,” ujar Iis Dahlia

Pasangan Armand Maulana dan Dewi Gita, juga merasakan kehangatan film ini. Menurut keduanya, Benni Setiawan dan para pemain mampu menampilkan gambaran kasih sayang yang tulus antara orangtua dan anak. Sehingga sebagai orangtua, keduanya merasa dekat sekali dengan cerita di dalam film ini.

“Orangtua bukan hanya yang melahirkan tapi orangtua adalah juga yang membesarkan anak mereka dari kecil hingga dewasa. Itulah orangtua, keterikatan batinnya bisa dibuktikan dengan adanya bonding, bukan hanya yang melahirkan tapi yang bonding-nya sangat kuat,” kata Dewi Gita. 

“Kalau saya sebagai ayah, ada lukisan sosok ayah di adegan saat pacarnya Intan datang ke rumah dan Kang Dedi serta Mang Tatang itu relate banget dengan saya,” tambah Armand Maulana. 

Apresiasi Langsung dari Sutradara dan Pemain Film Pawn 

Tak hanya publik figur tanah air, apresiasi terhadap film Panggil Aku Ayah juga datang dari sutradara film Pawn asal Korea Selatan, Kang Dae Kyu, yang menjadi sumber adaptasi Panggil Aku Ayah.Kang Dae Kyu merasa senang karena filmnya dibuat ulang dalam versi Indonesia. 

“Saya sangat senang dengan dibuat ulangnya Pawn ke versi Indonesia. Saya sangat menikmati chemistry unik dan ritme komedi dari yang memerankan Mang Dedi dan Kang Tatang. Aktris cilik Myesha Lin, menurut saya juga membuat menarik. Fokusnya luar biasa, kemampuannya mampu menghadirkan momen penuh ketulusan. Ini akan menjadi hadiah bagi keluarga Indonesia,” kata Kang Dae Kyu, sutradara film Pawn

Aktris pemeran Seung-yi kecil di film Pawn, Park Soi juga turut memberikan apresiasi khusus bagi pemeran Seung-yi versi Indonesia, yang dalam film Panggil Aku Ayah bernama Intan/Pacil. Menurut Park Soi, Myesha Lin, yang memerankan karakter tersebut, sangatlah menggemaskan. 

“Dengan cerita yang disesuaikan dengan budaya Indonesia, dan dihidupkan oleh penampilan luar biasa dari para aktor hebat, saya sangat yakin film ini akan membawa kebahagiaan besar dan menyentuh hati penonton Indonesia. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih khusus untuk aktris cilik yang super lucu dan menggemaskan, Myesha Lin yang memerankan Seung-yi kecil. Lewat film ini mari kita temukan bersama kehangatan, kebahagiaan dan arti sejati sebuah keluarga,” kata Park Soi

Untuk menemani libur akhir pekan dalam momen Kemerdekaan, Visinema Studios juga memberikan promo tiket Beli 1 Gratis 1 hingga 17 Agustus di XXI, CGV, dan Cinepolis. Rasakan sendiri hangat ceritanya, ajak orang tersayang, dan Panggil Aku Ayah mengingatkan kita pada #ArtiKeluargaSebenarnya. Beli tiket film Panggil Aku Ayah, adaptasi film Pawn karya CJ Entertainment, di aplikasi Mtix-XXI, CGV dan Cinepolis. 

Ajak keluarga, sahabat, dan orang terdekatmu untuk merasakan sendiri hangatnya cerita film Panggil Aku Ayah. Film yang bukan hanya menghibur, tapi juga menggugah dan menyembuhkan. Ikuti terus kabar terbaru melalui Instagram @panggilakuayahfilm dan @visinemaid.

*** 

Catatan Produksi: 

Judul : Panggil Aku Ayah 

Produksi : Visinema Studios & CJ ENM 

Durasi : 120 menit 

Sutradara : Benni Setiawan 

Produser : Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari, Justin Kim Genre : Drama, Komedi, Keluarga 

Tanggal Tayang : 7 Agustus 2025 

Adaptasi dari : Pawn (2020), film Korea Selatan produksi CJ ENM Pemain Utama : Ringgo Agus Rahman - Dedi  Tissa Biani - Intan  Boris Bokir - Tatang  Myesha Lin - Intan Kecil  Sita Nursanti - Rossa 

Sinopsis :
Seorang ibu harus menitipkan anaknya sebagai jaminan utang, dua pria dewasa yang awalnya hanya ingin menyelesaikan urusan pekerjaan justru tanpa sengaja menjadi figur ayah bagi anak tersebut. Lewat petualangan dan kehangatan yang tumbuh, Panggil Aku Ayah mengajak penonton menyelami arti keluarga yang dibentuk oleh kasih sayang, bukan garis keturunan.

Rabu, 13 Agustus 2025

Film Hanya Namamu Dalam Doaku Jadi Pelukan Hangat untuk Para Pejuang yang Sedang Berada di Fase Sulit Membawa Kisah Haru Tentang Cinta dan Kebaikan dalam Keluarga Tayang 21 Agustus di Bioskop

Jakarta, 13 Agustus 2025— Setelah sukses dengan judul-judul yang mampu menggetarkan emosi penonton Indonesia lewat Bolehkah Sekali Saja Kumenangis hingga Perayaan Mati Rasa, karya terbaru kembali dihadirkan Sinemaku Pictures dalam drama keluarga Hanya Namamu Dalam Doaku yang menjadi pelukan hangat bagi penontonnya. 

Melalui kisah keluarga Arga (Vino G. Bastian) dan Hanggini (Nirina Zubir) dengan anak semata wayang mereka, Nala (Anantya Kirana), ketiganya menjalani kehidupan dengan penuh harmonis. Namun, kisah manis kehidupan keluarga kecil tersebut berangsur sirna, saat sebuah kejadian menghampiri Arga, yang harus menyimpan rapat rahasia agar tidak melukai istri dan anaknya. 

Penonton diajak untuk menyelami perjalanan emosi yang terdalam sekaligus sunyi dari sudut pandang seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga, ibu yang harus menuntun arah setelah suaminya memutuskan pergi, dan sepotong kisah anak tunggal remaja yang paling terdampak dari kemelut kedua orangtua mereka. 

Vino dan Nirina sebagai pasangan suami istri dan menjadi orangtua dari anak tunggal berhasil menampilkan dinamika pemeranan yang luas. Perubahan emosi dari yang subtil hingga ekstrem mampu ditampilkan dengan maksimal sehingga berhasil mengaduk perasaan penonton. 

Sementara itu, penampilan Anantya Kirana juga sukses mengimbangi dinamika Vino dan Nirina. Menjadikan peran Nala di film ini sebagai level baru bagi pemeranan Anantya. Di samping itu, kehadiran aktris Naysila Mirdad juga sukses memberikan kompleksitas penceritaan film Hanya Namamu Dalam Doaku. Memberikan film ini bukan saja menjadi pelukan hangat tapi sebuah cermin refleksi. 

Diproduseri oleh Prilly Latuconsina, Umay Shahab, dan Bryan Domani, film yang disutradarai Reka Wijaya ini juga berhasil membawa kebaruan di perfilman Indonesia. Tak hanya drama keluarga yang tengah mengalami dinamika krisis, film ini dengan penuh empatik membingkai sebuah kisah sunyi tentang pejuang ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)—sebuah penyakit langka yang menyerang saraf–dan peran penting caregiver

“Kami berharap film ini bisa menjadi pelukan yang hangat untuk mereka semua yang sedang berjuang menjadi caregiver, mereka yang mengurus orang yang sakit. Semoga film ini bisa menjadi representasi yang baik untuk mereka semua,” kata produser Umay Shahab.


“Selain tentang pejuang ALS, film ini juga berbicara tentang kehidupan sebuah keluarga. Ini seperti menjadi sebuah refleksi kita dalam membina rumah tangga, bagaimana mengelola konflik antara suami dan istri, atau bahkan bagaimana cara kita sebagai pasangan di kehidupan rumah tangga berkomunikasi. Sebab, itu bisa menjadi kerentanan yang membuat cinta kita menjadi jauh meski sebelumnya pernah begitu dekat seperti yang dialami Arga dan Hanggini di film ini,” ujar Vino G. Bastian

Nirina Zubir, yang kembali dipertemukan dengan Vino di film ini setelah lebih dari dua dekade, menambahkan film ini juga memberikan pesan tentang menjadi manusia yang seutuhnya. Hanya Namamu Dalam Doaku juga memberikan pemaknaan tentang nilai untuk terus menebar kebaikan terhadap orang terdekat, termasuk keluarga. 

“Kebaikan itu harus diperlihatkan, namun bukan dengan tujuan pencitraan. Tapi kalau memang melakukan sesuatu hal baik, kita berhak menunjukkannya agar tercipta suasana yang positif. Film ini memberikan saya tentang pelajaran baru yang belum pernah saya perhatikan sebelumnya. Juga sisi edukasi terhadap penyakit langka yang juga menyoroti para caregiver yang merawat dengan sepenuh hati meski lelah fisik dan mental,” tambah Nirina Zubir

Sutradara Reka Wijaya, yang sebelumnya juga sukses bersama Sinemaku Pictures melalui Bolehkah Sekali Saja Kumenangis dengan capaian blockbuster, mengutarakan cerita di film Hanya Namamu Dalam Doaku sangat dekat dengan apa yang pernah dialaminya. Film ini juga menjadi sajian alternatif tentang sebuah nilai keikhlasan. 

“Cerita di film inii berusaha untuk memberikan sebuah alternatif tentang keikhlasan. Ketika memulai menyusun sinopsis, character development, dan jadi semakin dalam. Sampai akhirnya apa yang dirasakan saya berusaha masuk ke tokoh utamanya. Ketika membuatnya pun banyak rasa yang cukup menghantui, karena itu membuka lagi apa yang pernah saya jalani dan membuka lagi apa yang saya rasakan,” ujar sutradara Reka Wijaya

Film Hanya Namamu Dalam Doaku dibintangi di antaranya oleh Vino G. Bastian, Nirina Zubir, Anantya Kirana, Naysila Mirdad, Dinda Kanyadewi, Ge Pamungkas, Enno Lerian, Arswendi Bening Swara, dan penampilan spesial aktor senior Slamet Rahardjo. 

Tonton film Hanya Namamu Dalam Doaku mulai 21 Agustus 2025 di bioskop! Ikuti terus perkembangan informasi terbaru film persembahan Sinemaku Pictures Hanya Namamu Dalam Doaku melalui akun Instagram resmi @sinemaku_pictures dan @hanyanamamaudalamdoaku.film.

Sinopsis 

Arga, seorang suami dan ayah penyayang, mulai menjauh secara emosional dari keluarganya setelah diam-diam didiagnosis mengidap ALS—penyakit saraf yang perlahan melemahkan tubuhnya. Demi melindungi orang-orang yang ia cintai, Arga memilih menyimpan rahasianya sendiri, namun keputusannya itu justru menimbulkan kesalahpahaman besar, terutama saat ia kembali bertemu dengan mantan kekasihnya, Marissa. Sang istri, Hanggini, mulai curiga akan adanya perselingkuhan, dan retaknya komunikasi membuat rumah tangga mereka perlahan hancur. Lewat kisah ini, film menggambarkan bahwa cinta yang tulus tidak selalu bersuara lantang—kadang justru hadir dalam diam yang melindungi, tapi bisa juga melukai.

Viu Original Garam Muda Membawa Hipdut ke dalam Kisah Cinta Anak Muda

Dibintangi Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2...