Selasa, 04 November 2025

Babak Baru Dendi Nata, Melepas “Selamanya” : Pengingat Untuk Menghargai Waktu Bersama Orang Terkasih



Solois Dendi Nata yang dikenal dengan lagu Abadi yang mencapai lebih dari 100 juta pendengar dan lebih dari 3 juta pendengar setiap bulannya di Spotify, resmi merilis single terbarunya berjudul “Selamanya”  seluruh platform digital. Lagu ini menambah daftar karya personal Dendi yang selalu dekat dengan pendengar, kali ini dengan nuansa pop urban yang hangat dan emosional.

“Selamanya” ditulis sebagai persembahan untuk seseorang yang sangat ia cintai— sosok yang sebenarnya ingin selalu ia temani hingga akhir, namun kini telah tiada. Melalui lagu ini, Dendi mengajak khalayak ramai untuk merenungi makna kehilangan, sembari menghargai waktu bersama orang-orang terkasih. “Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan dunia ini hanya sementara. Tapi orang yang kita cintai akan selamanya hidup di hati kita,” ungkap Dendi mengenai pesan dalam lagunya.

Lebih dari sekadar kisah pribadi, “Selamanya” hadir sebagai pengingat universal bahwa cinta sejati tidak pernah benar-benar hilang. Ia terus hidup dalam ingatan dan momen- momen yang kita simpan erat di hati, sebagaimana penggalan liriknya: “dunia hanya sementara, namun dirinya selamanya.” Dibalut dengan aransemen easy listening dan personal khas Dendi, lagu ini semakin terasa emosional berkat sentuhan strings oleh Erikson Jayanto, serta proses mixing dan mastering dari Vega Antares yang memberikan kualitas sound hangat dan intim.

Perpaduan ini membuat “Selamanya” bukan hanya sekadar lagu tentang kehilangan, tapi juga sebuah karya reflektif yang penuh makna. Single “Selamanya” kini sudah bisa dinikmati di seluruh layanan musik digital. Ikuti perjalanan musik terbaru Dendi melalui Instagram @dendi_nata dan TikTok @dendinataa.

Performed by : Dendi Nata

Song Writer : Dendie Putranata

Composed : Dendie Putranata , Aditia Ramadani

Produce        : Dendie Putranata , Dipa Reynardi , Aditia Ramadani

Guitar Acoustic : Dendie Putranata

Guitar Electric : Daniel Belza

Vokal Direct : Dendie Putranata , Erwin Hadinata

Keys : Dion Aldyiqbal

Strings : Erikson Jayanto

Mixing & Mastering : Vega Antares

Senin, 03 November 2025

JayJax dan TOXICDEV! Rilis Single FOMO, Kolaborasi Lintas Genre yang Mengguncang

Jakarta - JayJax, DJ dan produser musik elektronik asal Indonesia, kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Tanah Air dengan merilis lagu terbaru berjudul "FOMO". Lagu ini merupakan hasil kolaborasi unik bersama TOXICDEV!, musisi yang dikenal sebagai pelopor genre hyperpop dan hip-hop modern Indonesia.


Setelah sukses lewat proyek duo DNA bersama Mister Aloy dan single eksperimental bertajuk "AGORA" yang memadukan trance dan indobounce, JayJax melanjutkan eksplorasi musikalnya dengan menggandeng TOXICDEV! dalam proyek lintas genre.


Kolaborasi Jayjax dengan Pao, panggilan akrab TOXICDEV!, terjadi secara spontan dan penuh semangat, dengan proses kreatif yang berjalan lancar di studio.


"Gue sejujurnya gak expect, sih. Dari awal ngontak Pao, terus dia langsung antusias juga. Pas ketemu di studio, prosesnya ngalir banget — nyicil ide, saling 'gelitik otak'. Pao datang dari dunia rap dan vokal, gue dari sisi DJ dan produksi dengan genre berbeda, tapi bisa combine 50:50. Akhirnya waktu di studio malah gak kerasa, justru fun," tutur JayJax dalam keterangan tertulisnya.


Secara musikal, single "FOMO" dibuka dengan dentuman khas musik klub yang membangun atmosfer energik. Dua lapisan synthesizer menciptakan ketegangan sebelum masuk ke bait pertama dan pre-chorus yang lembut. Chorus dan drop menjadi titik klimaks dengan hook yang kuat, hasil racikan TOXICDEV!.


Lagu berdurasi 2 menit 50 detik ini ditutup dengan intensitas yang meningkat berkat sentuhan breakbeat khas JayJax.


Dalam liriknya, lagu "FOMO" mengangkat tema sosial yang relevan, yaitu fenomena fear of missing out yang banyak dialami generasi digital saat ini. TOXICDEV! menjelaskan bahwa lagu ini bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai cerminan dari perilaku sosial yang menunjukkan rasa ingin tahu dan keaktifan dalam mengikuti perkembangan.


"Lagu ini tentang tingkah laku orang zaman sekarang. Banyak yang fomo (fear of missing out) terhadap hal-hal di sekitar mereka. Tapi ini bukan lagu yang menghakimi — justru cerminan aja. Menurut gue bagus, karena artinya mereka punya interest dan aktif buat tahu lebih dalam," ujar dia.


Single "FOMO" dirilis di bawah HALOS Records, label musik Indonesia yang berdiri pada Juni 2025. HALOS Records merupakan bagian dari HALOS Management dan memiliki misi menjadi benchmark industri musik nasional. Dengan fokus awal pada genre EDM, HALOS kini memperluas cakupan ke berbagai genre lain, termasuk hip-hop dan hyperpop.


JayJax memulai kariernya sebagai residen DJ di Holy Wings dan telah terlibat dalam berbagai proyek musik seperti DNA, DOMS, dan Package Collective. Sementara TOXICDEV!, yang dikenal dengan gaya hidup eksentrik dan kreativitas tinggi, terus mendorong batas genre musik Indonesia bersama komunitasnya.


Perilisan lagu "FOMO" menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas genre dapat menghasilkan karya musik yang segar, relevan, dan berdampak. Dengan kombinasi musik elektronik, hyperpop, dan hip-hop, lagu ini diharapkan mampu menarik perhatian pendengar dari berbagai latar belakang dan memperkaya lanskap musik Indonesia.


Dirilis pada 27 Oktober 2025, single "FOMO" milik JayJax Featuring TOXICDEV! kini tersedia di semua platform streaming musik digital.

Maltodekstrin dalam Susu Formula, Gula Tambahan atau Sumber Serat?

Kalau kamu suka membaca label makanan, mungkin kamu pernah menemukan kata  “maltodekstrin” di daftar bahan. Namanya terdengar kimiawi, tapi sebenarnya bahan ini sangat  umum ditemukan di makanan sehari-hari, mulai dari sereal, saus salad, hingga susu formula  anak. 

Lalu, sebenarnya apa sih maltodekstrin itu? Apakah dia termasuk gula tambahan, dan benarkah  ada jenis maltodekstrin yang mengandung serat? 

Maltodekstrin adalah karbohidrat olahan yang berasal dari sumber pati seperti jagung, kentang,  gandum, atau tapioka. Proses pembuatannya disebut hidrolisis, di mana pati dipecah menjadi  rantai pendek molekul gula. Hasilnya berupa bubuk putih yang tidak berasa manis, bahkan  sering digunakan untuk menambah tekstur lembut atau membantu bahan larut dengan mudah  dalam minuman dan makanan. 

Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), maltodekstrin termasuk bahan yang aman  digunakan dalam makanan (GRAS — Generally Recognized as Safe). Fungsinya bukan hanya  sebagai pengisi, tapi juga penstabil, pengental, atau pengganti gula dan lemak dalam berbagai  produk olahan. 

dr. Rosyanne Kushardina, S.Gz., M.Si., Doktor dalam bidang ilmu gizi dari Fakultas  Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, menjelaskan bahwa  maltodekstrin merupakan salah satu bahan tambahan pangan (BTP) yang aman dan dibuat dari  bahan alami. 

“Sesuai namanya, BTP memang ditambahkan secara sengaja ke produk makanan atau  minuman untuk tujuan teknologi, baik dalam proses pembuatan maupun pengolahan pangan,  agar menghasilkan komponen tertentu atau memengaruhi sifat pangan tersebut,” jelas Dr.  Rosyanne. 

BPOM juga telah mengatur penggunaan bahan tambahan pangan ini melalui Peraturan BPOM  No. 11 Tahun 2019. Dari 27 golongan BTP yang ada, maltodekstrin termasuk yang berfungsi  beragam bisa sebagai pengawet, penguat rasa, filler (peningkat volume), penstabil tekstur,  hingga perisa. 

“Maltodekstrin biasa ditambahkan ke produk pangan sebagai pengawet, penguat rasa, filler,  untuk meningkatkan tekstur, dan ada juga yang digunakan sebagai perisa,” ujar Dr. Rosyanne. Ia menambahkan, maltodekstrin juga kerap digunakan sebagai pengganti laktosa pada produk  susu, terutama untuk mereka yang mengalami intoleransi laktosa. 

Secara alami, maltodekstrin tidak terdapat dalam bahan pangan mentah, tetapi dibuat dari  bahan alami seperti umbi-umbian, serealia, dan jagung. “Pati dari sumber karbohidrat tersebut diolah melalui proses hidrolisis hingga terbentuklah  maltodekstrin,” terang Dr. Rosyanne dalam sebuah diskusi media bersama Ngobras

Meski tersusun dari molekul gula, maltodekstrin hampir tidak memiliki rasa manis. Derajat  kemanisannya diukur dengan dextrose equivalent (DE), semakin rendah nilainya, semakin  kecil tingkat kemanisannya. Maltodekstrin umumnya memiliki nilai DE antara 3–19.

“Maltodekstrin dengan DE 10 bisa digunakan untuk produk instan seperti saus dan produk diet,  DE 15 untuk minuman isotonik, dan DE 19 untuk bubuk cokelat, produk susu, atau dessert,”  papar Dr. Rosyanne. 

Ia juga menyoroti isu yang belakangan ramai di media sosial tentang maltodekstrin yang  dikaitkan dengan peningkatan kadar gula atau gangguan ginjal pada anak. 

“Tidak tepat jika maltodekstrin dikaitkan dengan peningkatan kandungan gula pada susu atau  menyebabkan gagal ginjal pada anak,” tegasnya. 

“Susu yang mengandung maltodekstrin tidak berarti memiliki kandungan gula yang lebih  tinggi. Ini bisa dicek langsung pada label kemasan.” 

Maltodekstrin sebenarnya banyak terdapat pada berbagai jenis makanan, tidak hanya pada  produk manis seperti susu atau sereal, tetapi juga pada produk gurih seperti kaldu ayam dan  kaldu jamur, karena berperan sebagai filler

Bahkan, penelitian terkini menemukan bahwa maltodekstrin resistan (resistant maltodextrin)  dapat difermentasi di usus besar menjadi short chain fatty acid (SCFA), yang bermanfaat bagi  kesehatan mikrobiota usus. Jenis ini berfungsi seperti serat pangan (dietary fiber) yang  membantu pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. 

Penelitian oleh Kishimoto et al. (2006) menunjukkan bahwa resistant maltodextrin dapat  meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus di usus besar,  serta menurunkan kadar gula dan kolesterol darah. Studi lain dari Okuma & Matsuda (2002)  juga menyebutkan bahwa serat ini tidak menyebabkan gangguan pencernaan dan dapat  digunakan sebagai serat fungsional dalam produk pangan. 

Kalau kamu perhatikan label susu formula atau susu pertumbuhan anak, beberapa produk  mencantumkan bahan “Resistant Maltodextrin (Serat Pangan)”. Fungsinya adalah untuk  menambah serat sekaligus mendukung kesehatan saluran cerna anak, terutama yang sering  mengalami sembelit atau kurang konsumsi sayur dan buah. 

Menurut Jurnal Gizi Klinik Indonesia (2020), penambahan serat pangan seperti resistant  maltodextrin dalam susu pertumbuhan dapat membantu menyeimbangkan mikrobiota usus dan  mendukung daya tahan tubuh anak. 

Maltodekstrin bukan “gula berbahaya” seperti yang sering disangka. Dalam bentuk biasa, ia  berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang aman. Sedangkan dalam bentuk resistant  maltodextrin, justru bisa memberikan manfaat serat untuk pencernaan dan metabolisme tubuh. 

Kuncinya ada pada mengenali jenis dan porsinya. Dengan membaca label dan memahami  fungsinya, kamu bisa memilih produk yang sesuai kebutuhan, tanpa perlu khawatir berlebihan.

Trailer Serial “New Keluarga Somat” Resmi Dirilis: Serial Animasi Televisi Pertama Berbasis AI

Jakarta, 3 November 2025 — Mentari TV dan Vidio resmi merilis trailer untuk musim perdana serial animasi “New Keluarga Somat”, menandai terobosan baru dalam industri teknologi dan hiburan Indonesia. Serial ini merupakan hasil kolaborasi antara tim kreatif Indosiar dan tim teknologi Vidio, yang memadukan cerita penuh nilai kehidupan dengan proses produksi yang didukung oleh teknologi Artificial Intelligence (AI).

“New Keluarga Somat” menjadi serial animasi pertama tayangan Televisi dan streaming di Indonesia yang diproduksi menggunakan teknologi produksi berbasis AI melalui platform yang dibuat oleh tim Vidio berkolaborasi dengan Google bernama VidioGen — sebuah platform produksi berbasis AI yang dikembangkan oleh tim Vidio dengan dukungan teknologi AI dari Google Cloud. Teknologi ini membantu mempercepat proses animasi, memperluas fleksibilitas visual, dan meningkatkan efisiensi, tanpa menghilangkan sentuhan khas dan nilai budaya yang menjadi jiwa Keluarga Somat. 

Dikembangkan oleh tim kreatif Indosiar, “New Keluarga Somat” mengangkat kisah keluarga sederhana dari Jawa Tengah yang pindah ke pinggiran kota besar dan harus beradaptasi dengan kehidupan modern. Cerita ini dekat dengan realita masyarakat urban Indonesia yang menghadapi tantangan modernisasi, namun tetap menjunjung nilai-nilai kekeluargaan dan gotong royong.


Harsiwi Achmad, Direktur SCM, mengatakan: 

“Keluarga Somat sudah menjadi bagian dari memori kolektif penonton Indonesia. Kini dengan ‘New Keluarga Somat’, kami membawa semangat baru, menggabungkan cerita yang membumi dengan teknologi masa depan. Ini bukti bahwa kreativitas dan teknologi bisa berjalan beriringan untuk menghasilkan karya yang relevan dan membanggakan.” 

Hadikusuma Wahab, Chief Product Officer Vidio, menambahkan: 

“Melalui platform VidioGen, kami memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat dan menyempurnakan produksi konten animasi lokal. Produksi ini juga membuktikan bahwa AI bukan menggantikan peran kreator manusia, melainkan memperkuat ide-ide kreatif agar bisa diwujudkan dengan lebih efisien dan inovatif.” 

“New Keluarga Somat” akan tayang perdana di Mentari TV dan Vidio pada Februari 2026, menegaskan komitmen kedua platform untuk terus menghadirkan konten lokal ramah anak berkualitas tinggi dan relevan bagi keluarga Indonesia. 

Serial Keluarga Somat sebelumnya pernah beruntun memenangkan penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia sejak tahun 2015, 2016, dan 2020 sebagai Program Animasi Terbaik dan pernah menyabet Panasonic Gobel Award di tahun 2017 dan 2018 kategori Program Anak. 

Trailer “New Keluarga Somat” sudah dapat disaksikan di platform Vidio dan berbagai kanal digital Mentari TV. Serialnya sendiri akan tayang perdana di Mentari TV dan Vidio pada Februari 2026, menegaskan komitmen kedua platform untuk terus menghadirkan konten lokal ramah anak yang berkualitas tinggi, edukatif, dan relevan bagi keluarga Indonesia.

Tonton trailer di sini: Download Trailer New Keluarga Somat or Watch at Vidio.

Minggu, 02 November 2025

Unit Trio Pop BAILA Merilis “Mau Sampai Kapan” Jelang Perilisan Album Mini Dalam Waktu Dekat

Baila merupakan grup musik pop pendatang baru yang terdiri dari 3 orang personil. Omaraja Kaminaldi (Omar) dan Alifia Tabita (Tabita) sebagai vokalis, serta Andrew Munthe (Andrew) sebagai gitaris sekaligus vokalis. Baila terbentuk pada tahun 2024 dengan debut single yang berjudul “Asa Asmara” menghantarkan Baila mendapatkan lebih dari 10 juta streams di platform musik digital dan viralitas di media sosial. 

“Mau Sampai Kapan” merupakan kisah seseorang yang terjebak di dalam hubungan tanpa status, di mana semua hal terasa tidak pasti. Lewat lagu ini, Baila seolah menyampaikan “sebenernya kita ini apa sih” kepada orang-orang yang suka menggantungkan perasaan orang lain.  Ditulis dan diciptakan oleh Omar dan Andrew, “Mau Sampai Kapan” menyampaikan perasaan bingung, gelisah, dan putus asa akibat hubungan tanpa status (HTS) secara sederhana namun jujur, sehingga menghadirkan lagu yang super relatable untuk barisan korban HTS. 

Walau liriknya berpotensi bikin galau, tapi Baila mengemas perasaan itu dengan tetap positif melalui musik yang fun dan kekinian banget.  Kamu bisa mendengarkan “Mau Sampai Kapan” di semua platform musik digital kesayanganmu. Single Mau Sampai Kapan ialah pembuka untuk project EP Baila Berjudul “Cita Cita Cinta” yang akan dirilis dalam waktu dekat


Performed By : Baila

Track Title  : Mau Sampai Kapan

Written by     : Andrew Raymond Jonathan, Omaraja Kaminaldi

Mixed and Mastered by : Reyneronathan, Wilfred Washington Lase

Instruments by :  Andrew Raymond Jonathan, Wilfred Washington Lase

Vocals recorded at : Dexter Studio, 

Engineered, directed, : Denis Nussy

Produced & edited by : Denis Nussy

Mixed and Mastered by : Reyner Ferdinand

Label : Universal Music Indonesia

UNGU Resmi Rilis Music Video "Utara - Selatan", Awali Perjalanan Menuju Konser 30 Tahun "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter"

​ Music Video Disutradarai Pasha, Hadirkan Kolaborasi Dua Generasi Keluarga UNGU melalui Kiesha Alvaro dan Zara Leola ​ Jakarta, 5 Agustus ...