Rabu, 10 September 2025

Gala Premiere Film Perempuan Pembawa Sial: Malam Mistis Bertabur Budaya yang Mencekam

Jakarta, 10 September 2025 – Film horor terbaru garapan IDN Pictures, Perempuan Pembawa Sial, resmi menggelar gala premiere dan press conference pada 10 September 2025. Acara ini menandai langkah besar menuju perilisan film di bioskop Indonesia pada 18 September 2025.

Press conference dan gala premiere dihadiri oleh Produser Susanti Dewi, Produser Eksekutif Winston Utomo, Sutradara Fajar Nugros, Penulis Skenario Husein Atmojo, serta jajaran pemeran: Raihaanun, Morgan Oey, Rukman Rosadi, Aurra Kharisma, Ben Bening, Benedictus Siregar, dan penari tradisional legendaris Didik Nini Thowok yang turut berperan dalam film.


“Antusiasme penonton terhadap Perempuan Pembawa Sial luar biasa. Saya tak sabar menantikan momen ketika kisah ini akhirnya bisa disaksikan oleh publik luas di layar lebar,” ungkap Susanti Dewi, Produser Perempuan Pembawa Sial.


Sementara itu, Winston Utomo, Produser Eksekutif, menambahkan: “Film ini melalui perjalanan panjang. Dari diputar perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 dan memenangkan penghargaan Best Editing, kini akhirnya siap menjangkau audiens yang lebih besar. Ini adalah momen bersejarah bagi kami.”


Sejalan dengan filmnya yang sarat nuansa budaya Jawa, gala premiere Perempuan Pembawa Sial juga menghadirkan berbagai aktivasi khas Jawa, salah satunya tafsir weton. Tradisi ini dipercaya mampu mengungkap sisi tersembunyi kehidupan seseorang, mulai dari rezeki, jodoh, hingga kesialan.


Inilah yang membuatnya sejalan dengan inti cerita film yang terinspirasi dari mitos Bahu Laweyan, sebuah kutukan kuno Jawa. Konon, perempuan yang terkena kutukan ini memiliki tanda lahir sebesar koin di bahu kirinya. Setiap pria yang menikahinya akan berakhir dengan kematian tragis. Kutukan inilah yang menghantui sosok Mirah (Raihaanun), menjadikannya perempuan yang dicap membawa sial oleh lingkungannya.


“Lewat film ini, saya ingin mengangkat isu sosial bagaimana masyarakat sering kali menempatkan beban stigma pada perempuan. Ceritanya memang horor, tapi akarnya sangat dekat dengan realitas,” kata Fajar Nugros, sutradara Perempuan Pembawa Sial.


Bagi Raihaanun, memerankan karakter Mirah adalah sebuah perjalanan emosional. “Mirah itu kompleks, dia perempuan yang terluka, dihantui masa lalu, dan dipaksa menghadapi kutukan yang tak bisa ia hindari. Saya merasa terhormat bisa membawakan peran ini,” ujarnya.


Sementara itu, Didik Nini Thowok yang kembali ke dunia akting setelah terakhir kali bermain di tahun 2016 menyampaikan rasa bangganya. “Saya merasa terhormat dapat kembali berakting, terlebih dalam film yang mengangkat budaya dan mitos Jawa. Ini bukan hanya horor, tapi juga bagian dari warisan seni yang saya cintai.”


Dalam rangka merayakan rilis Perempuan Pembawa Sial, IDN Pictures akan menggelar special screening di beberapa kota di seluruh Indonesia. Penonton dapat menyaksikan aura mistis lokal yang dibawakan dalam film ini pada:


11 September 2025

Jakarta, Yogyakarta, Banjarmasin


13 September 2025

Lampung, Samarinda, Bekasi, Cirebon, Depok, Bogor, Malang, Makassar



Perempuan Pembawa Sial akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 September 2025, dan bersiaplah dihantui oleh kutukan Bahu Laweyan.


+++

PRODUCTION NOTES PEREMPUAN PEMBAWA SIAL

Original Title

:

Perempuan Pembawa Sial

English Title

:

The Queen Of Witchcraft

Production Year

:

2023

Duration (Minutes)

:

97 Minutes

Director

:

Fajar Nugros

Producer

:

Susanti Dewi

Scriptwriters

:

Fajar Nugros, Husein M. Atmodjo

Executive Producers

:

Winston Utomo, William Utomo

Casting Directors

:

Team IDN Pictures, Ibnu Widodo ACI

Director Of Photography

:

Wendy Aga

Art Director

:

Angela Halim

Costume Supervisor

:

Fadillah Putri Yunidar

Key Makeup, Effect & Hair

:

Cherry Wirawan

Post-Production Manager

:

Luqman Thalib

Editor

:

Wawan Idati Wibowo

Colorist

:

Sorawich Khunpinij

Vfx

:

Aftertake Post Production, Skybox Digital, The Organism

Sound Recordist

:

Hasanudin Bugo

Sound Design & Mixing

:

Andre Harihandoyo

Music Composer

:

Ricky Lionardi

Season Terbaru Vidio Original Series OPEN BO Segera Hadir: Siapa Wajah Baru yang Siap Bikin Gempar?

Jakarta, 10 September 2025 – Perjalanan cerita dari Vidio Original Series Open BO masih terus berlanjut! Setelah sukses dengan season pertama dan kedua yang telah ditonton lebih dari 68 juta kali, kali ini Open BO hadir dengan suasana yang makin panas. Ceritanya makin liar, humornya makin pecah, dan chemistry antar karakter dijamin bikin nggak bisa berhenti nonton!


Season Baru, Suasana Baru, Wajah Baru!

Sumber: Vidio

Mengusung judul Open BO: I Am Campus, season terbaru ini siap membawa penonton ke dalam konflik dan dinamika yang baru dari dunia Open BO. Kembali disutradarai oleh Monty Tiwa, Vidio Original Series Open BO: I Am Campus akan tayang perdana Sabtu, 20 September 2025 dan episode barunya akan tayang setiap hari Sabtu.

Open BO: I Am Campus kembali menghadirkan wajah-wajah familier seperti Fajar Nugra, Tante Ernie, dan Brigitta Cynthia. Ceritanya makin segar dengan kehadiran bintang baru seperti Shaloom Razade, Valerie Thomas, dan Yoshi Sudarso. 

Tidak hanya itu, bumbu komedi khas "Open BO" juga makin meriah dengan kehadiran para komika, seperti Ebel Cobra, Rizky Prasetya, hingga Rispo, yang siap bikin cerita makin kocak. Bersiaplah untuk perpaduan seru antara drama yang intens dan humor yang menghibur.

Sekilas Bocoran Cerita Mengenai Open BO: I Am Campus


Di season ketiga ini, kisah berpusat pada Soleh (Fajar Nugra) yang ingin bertobat dari dunia Open BO demi menikahi pacarnya, Nurul (Brigitta Cynthia). Namun niat Soleh tidak berjalan mulus, karena ia harus berhadapan dengan kakak Nurul, Baron (Yoshi Sudarso), seorang polisi yang tengah menjalankan misi penting: membongkar jaringan Open BO yang beroperasi di sebuah kampus. Mengetahui masa lalu kelam Soleh, Baron memberikan syarat: Soleh harus membantu misinya jika ingin mendapat restu untuk menikahi Nurul.

Penggerebekan klub malam Havana di season sebelumnya ternyata tidak menghentikan langkah Mami Theressa (Tante Ernie) untuk kembali melebarkan sayapnya. Kini ia mengandalkan tangan kanannya, Ayu (Shaloom Razade), untuk merekrut sejumlah “anak buah” dan menguasai lingkaran Open BO di kampus. Salah satunya adalah Chika (Valerie Thomas), yang justru menjadi target utama operasi Baron.

Apakah Soleh benar-benar bisa meninggalkan dunia Open BO demi menikahi Nurul? Bagaimana reaksi Nurul saat tahu kakaknya justru menjadikan Soleh “syarat” dalam misi membongkar jaringan Open BO di kampus? Seberapa jauh Mami Theressa akan melangkah dengan tangan kanannya Ayu dan anak buahnya seperti Chika?

Udah nggak sabar kan? Langsung saja cek trailernya sekarang di Vidio, sebelum kamu ketinggalan ‘ayam’ paling panas di kampus!

SAKSIKAN TRAILER VIDIO ORIGINAL SERIES OPEN BO: I AM CAMPUS SEKARANG JUGA!

Film Tukar Takdir Merilis Official Trailer Ketika Nicholas Saputra Dihukum Rasa Bersalah Terjebak di Antara Duka dan Amarah Marsha Timothy & Adhisty Zara

Film Tukar Takdir akan turut hadir di Asian Contents & Film Market Busan International Film Festival. Tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025.

Jakarta, 10 September 2025 - Mouly Surya kembali hadir dengan karva menyegarkan terbarunya, Tukar Takdir. Sebuah film drama petaka pesawat persembahan Starvision dan Cinesurya, bekerja sama dengan Legacy Pictures, yang akan tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025.

Menjelang tayang, film Tukar Takdir merilis official trailer yang mengikuti kisah Jakarta Airways 79. Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika dari petaka ditemukan, Rawa adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, Zahra (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, Dita (Marsha Timothy).

Official trailer Tukar Takdir mengikuti perjalanan Nicholas Saputra sebagai Rawa yang justru dihukum rasa bersalah. Ia selalu memendam pertanyaan mengapa hanya dirinya yang selamat. Hukuman rasa bersalah itu semakin bertambah saat ia bertemu dengan keluarga dari para korban Jakarta Airways 79 seperti Dita yang meluapkan amarah, serta Zahra yang masih terus berduka. Namun, di antara perasaan-perasaan itu, ada yang janggal. Simpati yang berujung pada empati, dan pada akhirnya membawa sepercik romansa.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi, film Tukar Takdir akan menjadi sajian segar dan baru untuk perfilman Indonesia yang mengangkat tentang drama petaka pesawat. Sebuah tema cerita yang relevan dengan penonton Indonesia, dan belum banyak dieksplorasi oleh sineas Indonesia

"Tukar Takdir hadir dengan genre yang baru di perfilman Indonesia. Pesawat tentunya menjadi transportasi umum yang sudah sangat familiar dengan kita, termasuk berbagai peristiwa yang terjadi, di antaranya petaka yang merenggut korban jiwa. Membuat film drama petaka pesawat tentunya bukan hal yang mudah. Semoga karya ini bisa menjadi cerminan baru bagi kita, melalui pergulatan emosi dari paru karakternya yang harus menghadapi trauma dan melanjutkan kehidupan," ujar produser Tukar Takdir Chand Parwez Servia.

Diproyeksikan untuk diproduksi sejak 2019, film Tukar Takdir akhirnya rilis tahun ini. Film ini juga terpilih untuk menjadi bagian dari Asian Contents & Film Market (ACFM), yang menjadi bagian dari Busan International Film Festival (BIFF) 2025. ACFM akan berlangsung pada 20-23 September 2025.

ACFM adalah pasar konten komprehensif utama di Asia yang menjadi platform bagi film, serial, animasi, publikasi, webtoon, novel web, dan konten berbasis Al dipamerkan dan diperdagangkan. Diadakan setiap tahun bersamaan dengan BIFF, ACFM mengumpulkan kreator, pembeli, produser, agen penjualan, dan investor global untuk berbagi wawasan industri terbaru dan membangun kemitraan bisnis strategis.

"Film ini hadir dengan genre berbeda, dan semoga juga menjadi kontribusi kami untuk perfilman Indonesia yang saat ini tengah bertumbuh baik dan sudah bisa menerima karya-karya yang baru dan segar. Semoga juga diterima oleh banyak penonton saat tayang di bioskop Indonesia," tambah produser Tukar Takdir Rama Adi.

Penulis dan sutradara Tukar Takdir Mouly Surya mengungkapkan, ia memang memiliki minat pada karya-karya bertema kecelakaan pesawat dan kasus-kasus yang terjadi di dunia penerbangan internasional. Meski demikian, Tukar Takdir menjadi sebuah karya yang benar-benar baru baginya.

"Film Tukar Takdir adalah karya yang baru bagi saya dan belum pernah dibuat sebelumnya. Selain drama petaka pesawat, ada drama yang kental dan melibatkan banyak karakter di dalamnya. Film ini juga berbicara tentang kedukaan, trauma, dan kesembuhan menuntun para karakternya untuk memiliki koneksi di tengah situasi putus asa," ujar sutradara dan penulis Tukar Takdir Mouly Surya.

Nicholas Saputra, yang memerankan Rawa mengungkapkan cerita di film ini akan terasa sangat dekat dan meyakinkan. Melalui benang merah musibah, akan menjadi jalan penonton menaruh empati ke para karakternya.

"Cerita di film ini relate dengan banyak orang. Rawa adalah salah satu representasi orang yang berhadapan dengan musibah. Dan tokoh-tokoh lain di film ini juga pastinya akan merepresentasikan perasaan dan situasi yang juga banyak dialami oleh kita," ujar Nicholas Saputra.

"Memerankan Dita bagi saya adalah karakter yang cukup berat. Dita merepresentasikan orang yang menghadapi musibah dan duka dengan kehidupan. Saya adalah salah satu orang yang takut dengan pembicaraan tentang petaka pesawat. Dengan film ini, ini menjadi salah satu cara untuk bisa mengatasi ketakutan, dengan cara menghadapinya," tambah Marsha Timothy.

Sinopsis

Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang kontak dan ketika ditemukan, RAWA (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang yang selamat membawa pulang luka-luka dan trauma. Selain menjadi saksi dalam investigasi jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal dari pilot, ZAHRA (Adhisty Zara) dan istri penumpang yang bertukar tempat duduk dengannya, DITA (Marsha Timothy).

Pemain & Tim Produksi

° Nicholas Saputra sebagai Rawa

° Marsha Timothy

° Adhisty Zara

° Meriam Bellina

° Marcella Zalianty

° Teddy Syach

° Roy Sungkono

° Ariyo Wahab

° Revaldo

° Hannah Al Rashid

° Ayez Kassar

° Devi Permatasari

° Tora Sudiro

° Ringgo Agus Rahman

° Bagus Ade Saputra

° Produksi : Starvision, Cinesurya, Legacy Pictures

° Produser : Chand Parwez Servia Riza

Rama Adi, Mithu Nisar

° Sutradara : Mouly Surya

Tonton film drama petaka pesawat Tukar Takdir mulai 2 Oktober 2025. 

Selasa, 09 September 2025

“Yakin Nikah” Rilis Trailer & Poster: Antara Cinta, Tekanan, dan Pilihan Hidup

Jakarta, 9 September 2025 – Film terbaru Adhya Pictures, Yakin Nikah, resmi merilis official trailer dan official poster dalam acara press conference yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 9 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh jajaran penting di balik layar maupun depan layar, termasuk produser Shierly Kosasih, sutradara Pritagita Arianegara, serta para pemeran utama: Enzy Storia, Maxime Bouttier, Jourdy Pranata, Tora Sudiro, Amanda Rigby, dan Agnes Naomi Shivapriya.

Yakin Nikah hadir bukan sekadar sebagai film romance gemas biasa, melainkan juga mengangkat isu sosial yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari: tekanan lingkungan untuk segera menikah, stigma “adik tidak boleh mendahului kakak” dalam pernikahan, serta ekspektasi masyarakat yang kerap membayangi anak muda di usia 20-an.

Film ini mengangkat perjalanan Niken (Enzy Storia), seorang perempuan yang dihadapkan pada tuntutan menikah dengan pasangannya, Arya (Maxime Bouttier). Namun keraguannya semakin diuji ketika Gerry (Jourdy Pranata), sosok dari masa lalu, kembali hadir dalam hidupnya.

Melalui dilema Niken, film ini mengajak penonton merenungkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang mencari yang terbaik, melainkan juga tentang menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Trailer & Poster: Hangat, Gemas, dan Menggelitik 

Trailer resmi menampilkan konflik Niken yang penuh warna: mulai dari tekanan keluarga, sindiran teman, hingga komentar tetangga yang terus menanyakan “Kapan nikah?”. Di tengah berbagai konflik tersebut, kehidupan percintaan Niken juga menjadi semakin rumit ketika Gerry hadir, cinta lama yang datang kembali dan membuat Niken semakin mempertanyakan hubungan yang ia miliki. Semua kerumitan dari lika-liku cinta modern itu dibalut dengan sentuhan humor segar dan nuansa kekeluargaan yang hangat, menjadikannya tontonan yang gemas, relatable, sekaligus penuh makna.




Kerumitan yang gemas dari cerita yang ditawarkan dalam Yakin Nikah juga terpapar melalui official poster yang turut dirilis dalam acara press conference. Poster dari film ini menampilkan ketiga karakter utama, dengan Niken berdiri di tengah dihimpit oleh kedua laki-laki dalam hidupnya, Arya dan Gerry. Manakah pilihan yang akan diambil Niken? Arya yang aman namun selalu sibuk, atau Gerry yang menyenangkan tapi tidak dapat diprediksi? 


Shierly Kosasih, produser Yakin Nikah, menyampaikan antusiasmenya. “Banyak orang membayangkan pernikahan sebagai momen bahagia. Tapi proses menuju kesana sering penuh drama, dari keluarga, pasangan, hingga ekspektasi masyarakat. Lewat trailer dan poster ini, kami ingin menunjukkan dinamika itu dengan sentuhan humor dan rasa dekat, sehingga penonton bisa tertawa, baper, sekaligus merasa relate.”


Antusiasme Para Pemain

Sebagai pemeran utama, Enzy Storia mengungkapkan, “apa sih pertimbangan kalian untuk menikah? Siapa tahu sama dengan dilema Niken di film ini. Penasaran? Sama! Makanya aku nggak sabar nunggu film ini tayang.”

Maxime Bouttier, yang berperan sebagai Arya, menambahkan, “film ini lucu, manis, tapi juga bikin mikir. Aku suka karena pesannya nggak sekadar soal relationship, tapi juga tentang menghargai diri sendiri dalam sebuah hubungan.”

Sementara itu, Jourdy Pranata mengaku senang terlibat dalam kisah yang begitu dekat dengan realita. “Menurutku, film ini bakal jadi bahan obrolan penting. Banyak orang muda ngalamin dilema ini: menikah karena cinta, atau karena tuntutan? Dan film ini mengemasnya dengan cara yang hangat dan menghibur.”

Diadaptasi dari web series YouTube yang telah meraih lebih dari 14,9 juta views, versi layar lebar Yakin Nikah menjanjikan pengalaman menonton yang lebih menyeluruh, dengan cerita yang lebih dalam, visual sinematik yang memikat, serta chemistry pemain yang menghidupkan dinamika keluarga dan cinta.


Yakin Nikah disutradarai oleh Pritagita Arianegara dengan naskah yang ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk, Sigit Sulistyo, dan Erwin Wu, serta script development oleh IMAJINARI. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Oktober 2025. Ikuti update kisah cinta Niken melalui media sosial @filmyakinnikah dan @adhyapictures.

Senin, 08 September 2025

Film Sukma Hadirkan Horor yang Mengejutkan Penonton! Kesuksesan Baim Wong Bekerja Sama dengan Luna Maya, Christine Hakim, Fedi Nuril, dan Oka Antara

Film horor Sukma tayang mulai 11 September 2025 di bioskop Indonesia.

Jakarta, 8 September 2025 - Setelah sukses film horor Lembayung (2024) sebagai debut penyutradaraan Baim Wong yang meraih 1,6 juta lebih penonton, Baim Wong kini hadir kembali dengan horor terbarunya, Sukma yang akan mengejutkan penonton.  

Film Sukma mengikuti kisah kepindahan Arini (Luna Maya) dan keluarganya ke kota kecil untuk memulai hidup baru. Namun, hal itu justru berbalik menjadi petaka setelah mereka menemukan sebuah cermin kuno di ruang rahasia.

Serangkaian keanehan terjadi. Suara dan penampakan yang tidak diduga membuat Arini cemas akan keselamatan dirinya dan keluarganya. Ditambah lagi munculnya sosok misterius Ibu Sri (Christine Hakim). Waktu terus berjalan, dan Arini harus mengungkap masa lalu dan misteri cermin tersebut, sebelum semuanya terlambat dan Arini kehilangan semuanya.

Film Sukma akan menyajikan genre horor yang tidak biasa. Memadukan unsur jumpscare dengan adegan-adegan drama yang powerfull dari para pemain bintang A-List. Tak hanya itu, film ini juga membawa tema yang menarik, tentang kecantikan dan keabadian yang banyak didamba oleh para perempuan, dengan simbol cermin di film sebagai sebuah refleksi garis antara keabadian dan ketidaksempurnaan.

Selain menyutradarai, Baim Wong juga menjadi produser bersama David Wong, serta penulis skenario bersama Ratih Kumala. Film Sukma menjadi film panjang ketiga produksi Tiger Wong Entertainment.

"Menyeimbangkan antara sisi komersial dan idealisme karya di film ini benar-benar saya jaga. Sebagai horor, tentu tetap akan ada jumpscure, namun, film Sukma lebih dari itu. Ada sebuah kisah yang kompleks, tentang kecantikan dan keabadian yang selalu menjadi keresahan perempuan, serta kisah cinta yang akan membuat penonton terkejut. Sukma adalah horor yang berbeda, dengan elemen cermin sebagai penyambungnya. Di sini akan ada banyak adegan yang membuat penonton refleks kaget," ujar produser, sutradara, dan penulis film Sukma Baim Wong.

Film horor Sukma dibintangi di antaranya oleh Luna Maya, Christine Hakim, Oka Antara, Fedi Nuril, Krishna Keitaro, Kimberly Ryder, Anna Jobling, Asri Welas, Amanda Soekasah, Giovani Tobing, Dazeline Reynand, Kiano Tiger Wong, dan Kenzo Eldrago Wong.

Di film ini, Luna Maya juga mendapat tantangan dari Baim Wong untuk tidak menggunakan tata rias demi kebutuhan peran. Ini adalah pertama kalinya Luna Maya bekerja sama dengan Baim Wong dalam film yang disutradarainya. Bagi Luna, film ini juga berbicara tentang isu yang dekat dengan perempuan,

"Sebagai yang bekerja di industri showbiz, pressure untuk perempuan tentang awet muda itu ada. Selalu saja ada komentar tentang fisik dan segala macam dari warganet Namun, menurutku, di film Sukma, ada alasan di balik kenapa karakter Ibu Sri memiliki obsesi untuk menjadi muda, dan menginginkan Arini yang lebih muda darinya, itu yang akan menjadi misteri," kata Luna Maya.

Christine Hakim, yang memerankan Ibu Sri, dan turut menjadi faktor penentu perkembangan skenario di film ini menuturkan, syuting film Sukma mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman.

"Syuting film Sukma adalah salah satu yang paling berat bagi saya. Ada battle scene sampai di gua juga, dan ada adegan yang menurut saya akan sangat mengejutkan untuk penonton saat menyaksikannya. Tentunya ada banyak tantangan, yang tanpa perlindungan Tuhan saya mungkin tidak berani ambil risiko saat proses syutingnya. Harus berani keluar dari zona nyaman dengan risiko yang berat," kata Christine Hakim.

Film Sukma juga akan menyajikan adegan intens antara Fedi Nuril dan Oka Antara. keduanya akan terlibat dalam perkelahian saat misteri perlahan mulai terkuak. Oka Antara, yang telah memercayai visi Baim Wong sejak awal dan sebelumnya juga pernah bekerja sama di film Lembayung, menurutnya di film Sukma, Baim Wong naik kelas.

"Ini adalah film Baim yang paling filosofis. Bagaimana dia menggunakan cermin sebagai simbol teror, dan setiap kali becermin ada tampilan yang berbeda. Dia naik kelas. Dan ada adegan berantemnya, saya suka," ujar Oka Antara.

Fedi Nuril, yang akan pertama kali membintangi horor lewat Sukma menuturkan tak butuh waktu lama untuk dirinya mengiyakan proyek yang ditawarkan Baim ke dirinya. Bagi Fedi, Baim sebagai sutradara film memiliki idealisme dan metodenya sendiri. Ia juga mendengar pengalaman beberapa rekan sesama aktor yang pernah bekerja sama dengan Baim mulai dari Berbalas Kejam hingga Lembayung.

Terlebih, di film ini Fedi mendapat tantangan untuk memerankan karakter yang mengalami gangguan mental skizofrenia.

"Ketika membaca naskah Sukma, saya suka dan tertarik. Baim tidak perlu merayu dengan keras ke saya untuk bergabung di film ini. Belum lagi, karakter saya menuntut tantangan lebih. Saya harus riset dengan psikiater untuk mengetahui apa saja yang terjadi dengan orang yang mengalami skizofrenia, serta gejala-gejalanya, dan cara mereka hidup." ujar Fedi Nuril.


Tonton keseruan horor yang akan mengungkap misteri dunia cermin serta drama yang mengejutkan dari karya terbaru Baim Wong, Sukma di bioskop Indonesia mulai 11 September 2025!

Viu Original Garam Muda Membawa Hipdut ke dalam Kisah Cinta Anak Muda

Dibintangi Junior Roberts dan Aisyah Aqilah, drama komedi romantis remaja sepanjang 12 episode ini tayang eksklusif di Viu mulai 7 Agustus 2...