Minggu, 30 November 2025

MAGMA ENTERTAINMENT & BUMILANGIT SIAP GEBRAK LAYAR LEBAR: “SI BUTA DARI GUA HANTU: MATA MALAIKAT” SEBAGAI PROYEK BESAR 2027 DI JAFF MARKET 2025

Yogyakarta, 30 November 2025 - Hari kedua JAFF Market 2025 mencatat momen spesial, karena di Plaza Stage, di tengah riuh ratusan pemangku kepentingan industri, penggemar film, dan pencinta karakter legendaris Nusantara, MAGMA Entertainment bersama Bumilangit meluncurkan pengumuman yang mencuri perhatian. Yaitu pengumuman film Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat sebagai proyek kolaborasi sinematik terbaru mereka, yang siap dirilis pada tahun 2027.

Pengumuman ini disajikan dengan sangat apik. Acara dibuka dengan stunt performance silat yang memukau dari Kasundan, menghadirkan disiplin bela diri tradisional ke panggung festival. Suasana langsung memanas. Momen paling seru adalah saat aksi koreografi "buta" (adegan pertarungan dengan mata tertutup) ditampilkan, yang sukses membangkitkan ingatan publik terhadap tokoh legendaris tersebut. Penonton di Plaza Stage menyaksikan area pitching berubah drastis menjadi panggung pertunjukan megah, sebuah penanda bahwa sang pahlawan telah kembali.

Setelah performance yang cinematic tersebut, barulah dikonfirmasi bahwa Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat menjadi comeback Bumilangit di genre sinema pahlawan super, kali ini melalui kolaborasi major bersama MAGMA Entertainment. Film ini dipercayakan kepada sutradara (director) Charles Gozali, yang selama bertahun-tahun memimpikan untuk berada di balik kemudi sebuah film superhero. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar proyek baru, tetapi sebuah pencapaian personal dan profesional yang telah lama ia nantikan.

Sesi reveal ini turut dihadiri figur-figur kunci di balik pembangunan proyek, menegaskan skala produksi yang tengah disiapkan, yaitu produser Bumilangit Bismarka Kurniawan, produser MAGMA Entertainment Linda Gozali, konseptor visual (concept artist) Chris Lie, dan penata laga (world-class stunt coordinator) Cecep Arif Rahman. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi ini akan menggabungkan kekuatan dua dunia, kedalaman storytelling (story depth) ala Bumilangit dan rekam jejak sinematik MAGMA Entertainment.

Bismarka Kurniawan dengan semangat mengatakan, "Bumilangit akhirnya kembali di kancah film nasional. Kami optimis bisa mewujudkan visi bersama MAGMA hingga hari rilis nanti. Visi kami jelas, yaitu menghidupkan kembali pahlawan lokal untuk generasi sekarang."

Charles Gozali menambahkan bahwa menyutradarai film superhero adalah mimpi lamanya. “Sebuah kehormatan besar diberi kepercayaan untuk menghidupkan kembali Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat,” ungkapnya. Ia berjanji akan menjawabnya dengan karya yang kuat, matang, dan berakar pada karakter yang telah dicintai publik.

Sementara itu, Linda Gozali menekankan bahwa MAGMA Entertainment selalu percaya pada kekuatan sinergi antar rumah produksi. “Proyek ini menjadi bukti bahwa ketika dua visi kreatif bertemu dalam satu semangat, hasilnya bukan sekadar film, tetapi sebuah proyek istimewa yang berpotensi menjadi box office hit.”

Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat dijadwalkan memulai tahap produksi pada 2026 dan akan tayang di bioskop Indonesia pada 2027. Dengan skala, perhatian, dan ambisi yang sudah terlihat sejak pengumuman di market hari ini, film ini diproyeksikan menjadi salah satu tonggak penting dalam kebangkitan sinema pahlawan lokal.

Sebuah era baru bagi pahlawan Nusantara telah dimulai, dan JAFF Market 2025 menjadi titik take-off perjalanan itu. MAGMA Entertainment dan Bumilangit mengajak publik untuk mengikuti perkembangan terbaru proyek ambisius ini melalui akun resmi @magmaent dan @bumilangitofficial.

Film Empat Musim Pertiwi Mengumumkan Jajaran Kolaborator di JAFF Market 2025: Riri Riza hingga Ernest Prakasa Jadi Produser Eksekutif

Film Empat Musim Pertiwi merupakan film terbaru penulis dan sutradara Kamila Andini yang akan tayang pada 2026

Yogyakarta, 29 November 2025 — Forka Films mengumumkan detail terbaru dari film Kamila Andini mendatang, Empat Musim Pertiwi di JAFF Market 2025. Forka Films mengumumkan jajaran kolaborator yang menjadi mitra produser eksekutif di film ini. Mereka adalah: Miles Films, Imajinari, Trinity Optima, Jagartha, Navvaros, dan TEAMUP. Pengumuman tersebut dilakukan di Plaza Stage 

JAFF Market 2025, yang menjadi sorotan utama dari berbagai rangkaian. 

Produser Empat Musim Pertiwi Ifa Isfansyah mengungkapkan antusiasmenya dalam mengumumkan jajaran kolaborator yang turut mendukung perjalanan film ini. Menurut Ifa, dengan dukungan jajaran kolaborator ini menjadi film dengan skala terbesar yang pernah ditangani Ifa. 

“Senang sekali karena ini adalah film terbesar dari Kamila Andini yang selama ini saya produseri. Melibatkan banyak mitra, dengan dukungan pendanaan yang besar, namun tetap memberikan ruang kemerdekaan. Film Empat Musim Pertiwi membawa suara yang penting dari Kamila Andini, yang juga penting untuk didengar oleh banyak penonton,” kata produser Empat Musim Pertiwi Ifa Isfansyah

“Melalui karakter Pertiwi, yang ingin dibicarakan di film ini adalah kekuatan kolektif perempuan,” tambah penulis dan sutradara Empat Musim Pertiwi Kamila Andini

Salah satu yang mendasari keterlibatan Miles Films di film Empat Musim Pertiwi adalah karena kesamaan visi yang dimiliki. Bagi Riri, Kamila Andini memiliki visi dan suara yang luar biasa. 

“Miles Films sudah berteman lama dengan Ifa dan Kamila Andini. Film ini memiliki cara pandang khusus, dengan kelompok pembuat film yang luar biasa, memberikan keyakinan akan menjadi film yang istimewa,” ujar Riri Riza mengenai kolaborasi Miles Films di film Empat Musim Pertiwi.

Produser dan Co-Founder Imajinari, Ernest Prakasa mengungkapkan, sejak tahun ini Imajinari mulai memberikan dukungan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai judul-judul film dan rumah produksi lain. 

“Saat membaca naskah Empat Musim Pertiwi, sebagai penonton film-film Kamila Andini, saya merasa naskahnya ada sentuhan yang berbeda. Saat membacanya, ada ketegangan. Namun, ada satu hal yang menjadi benang merah dari karya-karya Kamila Andini, yakni urgensi dalam membuat filmnya menjadi penting,” ujar Ernest Prakasa

Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi telah mengumumkan jajaran lengkap pemainnya. Film ini dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Malasan, Iswadi Pratama, Hargi Sundari, Totos Rasiti, Maryam Supraba, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradyana, Donikus, Shofia Shireen, dan Hana Aretha. 

Putri Marino sebelumnya pernah bekerja sama dengan Ifa Isfansyah dan Kamila Andini dalam serial hit Gadis Kretek. Bagi Putri, kolaborasi terbarunya bersama Ifa dan Kamila di Empat Musim Pertiwi menjadi sebuah proses yang menyenangkan. 

“Saat diceritakan naskahnya, dan kemudian membacanya, seru sekali. Menurut saya ini cerita yang penting. Saya memerankan karakter perempuan yang berada di lingkungan yang tidak mendengarkan apa yang ingin disuarakan,” ujar Putri Marino

Empat Musim Pertiwi yang memiliki judul internasional Four Seasons In Java merupakan ko-produksi antara Indonesia, Belanda, Norwegia, Prancis, Jerman, dan Singapura. 

Sebelumnya, film ini telah terpilih untuk mengikuti berbagai program pendanaan internasional seperti Berlinale Co-production Market 2025, Tokyo Gap Financing Market 2025, dan Venice Gap-Financing Market 2025. 

Dalam ajang Tokyo Gap-Financing Market (TGFM) 2025 yang menjadi bagian dari Tokyo International Film Festival (TIFF), Empat Musim Pertiwi memenangkan dua penghargaan, yaitu Tokyo Project Award dan Kongchak Studio Award. 

Tokyo Project Award diberikan oleh komite seleksi kepada proyek paling menonjol berdasarkan pertemuan langsung dengan para perwakilan proyek. Sementara Kongchak Studio Award merupakan dukungan dari studio berbasis di Kamboja, berupa layanan sound post-production.

Ikuti perkembangan terbaru film Empat Musim Pertiwi melalui akun media sosial Instagram @forkafilms dan saksikan filmnya di bioskop pada tahun 2026!

MAGMA ENTERTAINMENT DI HARI PERTAMA JAFF MARKET 2025: "FUTURE SLATE UNVEILING" RESMI MEMPERLUAS SINEMATIK SEMESTA QODRAT DAN HADIRKAN HOROR-KOMEDI BARU



Yogyakarta, 29 November 2025MAGMA Entertainment resmi membuka partisipasinya di hari pertama JAFF Market 2025 dengan power move industri yang solid, yaitu sesi "Future Slate Unveiling" di booth mereka. Acara ini bukan sekadar presentasi, melainkan deklarasi visi studio untuk beberapa tahun ke depan, yang puncaknya adalah peluncuran Special Trailer Eksklusif BADUT GENDONG, materi yang hanya disajikan untuk audiens insider festival dan pelaku industri.

BADUT GENDONG: ENTRY POINT BARU DALAM EKSPANSI SEMESTA QODRAT

Momentum pembukaan MAGMA memuncak di Plaza Stage. Dalam acara "The Nusantara Wave: The Rise of Indonesia-Malaysia Collaborations," MAGMA Entertainment merilis "Special Trailer Versi JAFF Market" untuk BADUT GENDONG.

Trailer yang berintensitas tinggi ini kemudian menjadi topik utama dalam sesi talk bersama Sutradara sekaligus Produser Charles Gozali di booth MAGMA.

BADUT GENDONG dikonfirmasi sebagai langkah krusial dalam ekspansi sinematik semesta Qodrat. Film ini akan menampilkan aktor Marthino Lio sebagai pemeran utama, memimpin sebuah narasi misteri baru yang berpusat pada entitas boneka badut. Film ini direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.

Linda Gozali, selaku produser, menegaskan tentang kekuatan proyek baru ini. “Badut Gendong adalah eskalasi alami dari semesta Qodrat. Kami tidak hanya membuat spin-off, kami merangkai arsitektur semesta ini menjadi lebih luas, lebih immersive, dan lebih menantang secara naratif. Kami berkomitmen untuk mempertahankan kedalaman emosional yang telah menjadi DNA Qodrat.”

MAYAT HIDUP: HOMAGE EKSENTRIK UNTUK HOROR-KOMEDI HONG KONG KLASIK

Setelah Badut Gendong, MAGMA menggebrak dengan genre yang tak terduga: MAYAT HIDUP, sebuah horor-komedi yang secara eksplisit terinspirasi oleh estetika sinema vampir Hong Kong era 80–90-an.

MAYAT HIDUP dijanjikan akan memiliki tone yang eksentrik, penuh energi, dan menjadi departure yang menyegarkan dari slate horor MAGMA sebelumnya. Proyek ini membuktikan keberanian studio untuk tapping into nostalgia kultural Asia klasik.

Proyeksi produksi direncanakan bergulir pada tahun 2026.

QODRAT 3: KEMBALI KE SEMESTA UTAMA (TAHUN 2028)

Mengukuhkan posisi Qodrat sebagai IP terbesar milik studio, MAGMA Entertainment secara resmi mengumumkan QODRAT 3. Kelanjutan saga Ustadz Qodrat ini ditargetkan hadir di layar lebar Indonesia pada tahun 2028.

Charles Gozali menekankan pentingnya world-building yang solid. “Memproduksi Qodrat 3 lebih dari sekadar tuntutan pasar. Ini adalah proses merawat sebuah warisan sinematik. Kami bekerja dengan sangat teliti dan detail untuk memastikan Qodrat 3 adalah kelanjutan yang memiliki justifikasi kuat, baik dari sisi visi penyutradaraan, evolusi karakter, maupun kedalaman spiritualitas yang menjadi inti cerita.”

TEASER PENUTUP: PENGUMUMAN KHUSUS DI PLAZA STAGE, 30 NOVEMBER

Sebagai final act yang memicu spekulasi, MAGMA Entertainment akan memberikan teaser singkat mengenai sebuah proyek baru yang akan menjadi kejutan terbesar mereka di JAFF Market 2025.

Pengumuman proyek "X" ini akan diresmikan di Plaza Stage pada 30 November 2025. Insiders percaya proyek ini akan menandai evolusi artistik dan komersial berikutnya bagi MAGMA Entertainment.

Sabtu, 29 November 2025

VMS Umumkan 4 Film Terbaru 2026: Penerbangan Terakhir, Hope, Keluarga Suami Adalah Hama, dan Jurit Malam di JAFF Market 2025



Yogyakarta, 29 November 2025 — VMS Studios mengumumkan judul-judul film yang akan tayang dan diproduksi pada tahun 2026 pada hari pertama JAFF Market 2025 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Selain Penerbangan Terakhir yang lebih dulu diumumkan ke publik, judul lain yang diumumkan adalah film Hope, Keluarga Suami Adalah Hama, dan Jurit Malam.

JAFF Market merupakan pasar film (film market) terbesar di Indonesia, yang menjadi bagian dari festival film internasional JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival). JAFF Market 2025 berlangsung pada 29 November–1 Desember 2025. 

Penerbangan Terakhir disutradarai oleh Benni Setiawan, dibintangi Jerome Kurnia dan Nadia Arina. Film ini dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 15 Januari 2026. 

VMS Studio kembali menggandeng Benni untuk film terbaru mendatang, Hope, sebuah adaptasi dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul sama. Rencananya, film ini akan masuk tahap produksi pada awal tahun 2026. 

Sementara itu, film Keluarga Suami Adalah Hama akan disutradarai oleh Anggy Umbara, dan akan bekerja sama dengan Umbara Brothers Film. Film ini merupakan adaptasi dari film pendek karya Aditya Santana, yang telah ditonton lebih dari 100 juta++ kali di platform Noice. Sebelumnya, VMS Studio dan Umbara Brothers Film serta Anggy Umbara lebih dulu bekerja sama lewat film Ozora, yang tayang mulai 4 Desember 2025 di bioskop Indonesia. 

Terakhir, VMS Studio menggandeng sutradara muda Kevin Rahardjo untuk menggarap film horor Jurit Malam. Ini menjadi langkah berani dari VMS Studio untuk memberikan ruang bagi talenta muda perfilman Indonesia. 

“Cerita-cerita yang kami angkat ke dalam film harus memiliki sebuah makna. Di film Penerbangan Terakhir, akan mengikuti kisah tentang pramugari yang bertemu dengan seorang pilot dan ada hal yang membuat si perempuan tersebut terjatuh. Pada dasarnya film ini ingin membawa makna tentang bagaimana perempuan di zaman sekarang ini bisa bangkit kembali setelah dijatuhkan,” ujar produser VMS Studio Tony Ramesh

“Film Hope juga berbicara soal perjuangan keluarga yang mempunyai makna. Sementara Jurit Malam, sebagai sebuah pengalaman hiburan, kami ingin mengajak penonton bernostalgia dengan masa-masa sekolah. Dan lewat film Keluarga Suami Adalah Hama, juga membawa cerita tentang hubungan rumah tangga antara mertua dan menantu. Bagi kami, di VMS Studio, dari semua film yang kami produksi,

penonton harus bisa mendapatkan suatu kesan dan makna yang bisa dibawa ke kehidupan mereka sehari-hari,” lanjut Tony

Berbicara tentang perannya sebagai pilot di film Penerbangan Terakhir, Jerome Kurnia yang membintangi film tersebut bersama pasangannya, Nadya Arina, menuturkan lewat film ini ia mampu mewujudkan mimpinya sebagai seorang aviation geek

“Aku itu suka sekali dengan pesawat, aviation geek. Mendapatkan kesempatan untuk memerankan sebagai seorang pilot, itu sangat menarik. Akhirnya aku bisa melihat ke dalam kokpit pesawat itu seperti apa, bisa ke hangar, dan aku bisa belajar secara teknis tentang mengemudikan pesawat mulai dari kemudinya yang bermacam-macam. Misalnya untuk boeing, itu seperti menyetir mobil, lalu untuk Airbus A330, itu pakai joystick,” cerita Jerome Kurnia

Di film Jurit Malam, produser eksekutif VMS Studio Shalu T.M. menambahkan, film ini akan membawa teror khas yang ditemukan saat masa-masa sekolah. 

“Dari teror-teror horor yang sudah ada dan pernah dilakukan, di film Jurit Malam yang sangat berbeda adalah bagaimana suasana teror itu khas untuk anak-anak sekolah. Jadi ada nostalgia,” ujar Shalu T. M

Benni Setiawan, yang juga menyutradarai film Penerbangan Terakhir mengungkapkan persiapannya untuk menggarap film mendatang bersama VMS Studio, Hope. “Proses persoapannya sedang berjalan. Setelah dari JAFF, kami akan melakukan persiapan produksi di Jawa Tengah. Diproyeksikan setelah film Penerbanagn Terakhir tayang, film Hope bisa selesai produksi,” ujar Benni Setiawan

Ikuti informasi terbaru tentang film-film persembahan VMS Studio melalui akun media sosial resmi. Saksikan film Penerbangan Terakhir mulai 15 Januari 2026 di bioskop Indonesia!

Elma Dae Hadirkan Remake “Kesalahan Ini Indah (Terlambat Bertemu)” dengan Lirik Baru dan Sentuhan Rap

Jakarta, 28 November 2025 — Elma Dae kembali dengan karya terbaru, sebuah remake berjudul “Kesalahan Ini Indah (Terlambat Bertemu)”. Lagu ini merupakan interpretasi baru dari karya klasik Rida Sita Dewi ciptaan Yovie Widianto berjudul “Terlambat Bertemu”, yang kini dihadirkan kembali oleh Elma Dae dengan pendekatan produksi megah, permainan vokal yang lebih ekspresif, serta penambahan rap section yang memberi kedalaman baru pada cerita lagunya.

Elma memberikan sentuhan baru yang membuat lagunya terasa lebih segar, playful dengan beat modern yang membuatnya dekat dengan pendengar masa kini. Beberapa bagian lirik, terutama di bagian awal juga diperbarui supaya ceritanya terasa lebih dekat dan lebih sesuai dengan karakter Elma dalam memaknai lagu ini. “Kesalahan Ini Indah (Terlambat Bertemu) adalah lagu tentang momen yang nggak pernah pas. Tentang seseorang yang selalu bikin hati berdebar, tapi munculnya di waktu yang salah,” kata Elma. Proses penggarapan lagu ini mempertemukan Elma dengan Pencipta Lagu Yovie Widianto dan Produser Musik Adrian Kitut.

Kedua musisi ini menjadi sosok penting dalam membentuk karakter suara yang ingin Elma tonjolkan dalam lagu ini. Rekaman dilakukan di GS03 UK Studio, sebelum kemudian dibawa ke ARU Studio untuk proses mixing dan mastering oleh Ari Renaldi. Single “Kesalahan Ini Indah (Terlambat Bertemu)” akan dirilis pada 28 November 2025 di seluruh platform musik digital.

Track Title : Kesalahan Ini Indah ( Terlambat Bertemu )

Performed By : Elma Dae

Composer : Yovie Widianto

Produser : Yovie Widianto dan Adrian Kitut

Al Keys, Piano, Pad : Adrian Kitut

Vocal Director : Bowo Soulmate dan Dennis Nussy

Back Vocal : Kezia Sicilia

Rec Engineer : Yusup Albatani

Digital Editor : Hery Alesis

Recorded at : GS03 UK Studio

Mixed and Mastered : Ari Renaldi at ARU Studio

Published by : FIBES Publishing

Visinema Goes to JAFF 2025: Hadirkan Beragam Program dan Kolaborasi untuk Dorong Talenta Baru & Industri Perfilman indonesia

Visinema Group akan hadir di JAFF Market pada 29 November–1 Desember 2025, untuk mencari talenta kreatif baru dan berjejaring dengan industri.
Di JAFF Market, Visinema Group juga akan mengungkap detail-detail dari proyek film terbaru mulai dari Ratu Malaka hingga Na Willa. 
Film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios yang menjadi bagian Visinema Group akan menjadi closing film di JAFF 2025 pada 6 Desember. 

Jakarta, 29 November 2025 — Visinema Group kembali hadir di JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) 2025 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung kolaborasi dan talenta baru industri perfilman Indonesia. Melalui rangkaian program mulai dari pitching terbuka, sesi berbagi pengetahuan, hingga penayangan eksklusif karya terbaru, Visinema menegaskan perannya sebagai studio yang konsisten membuka ruang bagi talenta kreatif. 

“JAFF selalu menjadi ruang penting bagi ekosistem film Indonesia dan kehadiran kami tahun ini merupakan kelanjutan dari komitmen Visinema untuk mendukung talenta baru, membuka ruang dialog, dan memajukan cerita-cerita Indonesia bersama industri film serta komunitas kreatif,” kata Herry B. Salim, Presiden Visinema Group. 

Visinema di JAFF Market 

Selama 29 November–1 Desember 2025, Visinema hadir di booth S4 Zona B, Jogja Expo Center, Yogyakarta. Booth ini menjadi ruang pertemuan bagi penulis, sutradara, produser, eksekutif, hingga komunitas film untuk berdiskusi, pitching, dan menjalin kolaborasi. 

Mendorong Talenta Baru Lewat Pitching Cerita 

Visinema kembali membuka pitching cerita terbuka yang dipandu produser Tersi Eva Ranti dan Dara Dwi Tanti. Tiga finalis akan tampil pada hari terakhir JAFF Market, dan satu cerita terpilih akan dikembangkan bersama Visinema. Program ini menjadi bentuk dukungan langsung untuk regenerasi kreator Indonesia. 

Memberi Platform bagi Kreator Baru: Suka Duka Tawa Sebagai Closing Film 

Karya BION Studios, film Suka Duka Tawa, debut penyutradaraan Aco Tenriyagelli, terpilih sebagai Closing Film JAFF 2025 pada tanggal 6 Desember 2025. Seluruh tiket world premiere telah terjual habis. Sebelumnya pada tanggal 1 Desember BION Studios akan menggelar Live Press Conference bersama Rachel Amanda, Marissa Anita, Arief Brata, Bintang Emon, Gilang Bhaskara dan Aco Tenriyagelli untuk membahas kreatif can cerita di balik film Suka Duka Tawa. 

Pada JAFF 20 Festival pun, akan berdiri Na Willa 

Berbagi Wawasan untuk Perkuat Industri 

Visinema menghadirkan serangkaian talkshow dan diskusi yang menghadirkan para kreator dan eksekutif di balik karya-karya studio, termasuk: 

A Journey from Festival to #1 Box Office in Indonesian History (oleh Founder dan CEO Visinema, Angga Dwimas Sasongko) 

Stories that Touch the Hearts of Indonesian Families (oleh CEO Visinema Studios dan President Visinema Group, Herry B. Salim & Chief Content Officer Visinema Studios, dan produser JUMBO dan Na Willa, Anggia Kharisma) 

Movie Script Crafting 101 That Moves Heart (oleh penulis naskah 13 Bom di Jakarta Irfan Ramli & penulis naskah Perang Jawa, Ifan Ismail) 

Your Role Matters (Oleh produser Suka Duka Tawa, Tersi Eva Ranti) 

Visinema’s Game Plan: Navigating Exhibitors, OTTs, and Global Release (Mia Santosa, Taufan Adryan, Putro Mas Gunawan) 

Menghadirkan Film Unggulan: Ratu Malaka 

JAFF juga menjadi panggung untuk pengenalan Ratu Malaka, film aksi epik terbaru dari Visinema yang akan tayang di bioskop. Dalam sesi bertajuk “Queen of Malacca: The Rise of a New Epic from Visinema”, Founder dan CEO Visinema, Angga Dwimas Sasongko yang juga sutradara dan penulis naskah Ratu Malaka memperkenalkan jajaran pemain inti dan kolaborator kreatif yang membangun dunia film ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2025 jam 14.00 di Plaza Stage, JAFF Market, Yogyakarta. 

“Yang selalu kami temukan di JAFF adalah semangat dan keberanian para kreator untuk terus berkembang. Lewat pitching, diskusi, dan pertemuan dengan komunitas, kami melihat bagaimana ruang seperti ini membuka banyak jalan bagi talenta baru. Harapan kami, setiap ide dan percakapan yang lahir di JAFF menjadi pijakan bagi langkah-langkah besar berikutnya dalam industri film Indonesia,” tutup Herry.


JUMBO inclusive screening & Booth Na Willa 


Visinema juga menghadirkan dua inisiatif khusus di JAFF 20, JUMBO Inclusive Screening, penayangan inklusif yang dirancang ramah bagi anak-anak dan penonton berkebutuhan khusus serta Booth Na Willa yang berlokasi di Empire XXI menghadirkan pengalaman visual dunia Na Willa sekaligus berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat mengikuti challenge di booth Na Willa dan berkesempatan memenangkan saldo e-wallet dengan total Rp500.000. 

Seluruh rangkaian kegiatan Visinema berlangsung pada 29 November–1 Desember 2025 di JAFF Market, Jogja Expo Center, Yogyakarta. dan juga 1 Desember untuk Inclusive Screening JUMBO di Empire XXI dan 6 Desember untuk Closing film SUKA DUKA TAWA. 

Ikuti perkembangan terbaru melalui akun-akun media sosial Visinema Group. Mari datang dan rayakan cerita dan energi baru bersama Visinema di JAFF 20!

MAGMA Entertainment Rilis Poster Resmi Film 'Badut Gendong': Memperkenalkan Wajah Baru dari Universe Qodrat

Jakarta, 18 Maret 2026 - Rumah produksi MAGMA Entertainment resmi menyingkap tabir misteri dari proyek horor-aksi terbarunya, Badut Gendong...